Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous

Saat melakukan pemindahan data ke Google Cloud Anda akan langsung dihadapkan dengan masalah proteksi data. Anda harus mengatur sistem yang mampu melindungi data dari akses yang tidak terotorisasi. Namun di satu sisi Anda tentu tidak ingin pilihan penyimpanan dan pemrosesan data menjadi terbatas. Menggunakan layanan cloud publik memang mengharuskan Anda untuk memberikan kepercayaan penuh pada penyedia layanan cloud. Terasa tidak nyaman mungkin, terutama untuk data yang bersifat sensitif dan rahasia.  Lalu bagaimana cara meningkatkan keamanan data yang tersimpan dalam Google Cloud? Simak penjelasannya berikut ini. Manfaatkan fitur proteksi tambahan Photo Credit: Google Cloud Blog Google Cloud mengatasi problem tersebut dengan menyediakan beberapa fitur proteksi tambahan seperti Cloud External Key Manager (EKM). Fitur ini bisa digunakan saat Anda harus mengenkripsi data tidak aktif untuk menyimpan dan mengelola kunci di luar infrastruktur milik Google. Selain itu, Google Cloud juga menyediakan layanan Confidential Computing. Anda bisa memanfaatkannya untuk mengenkripsi data yang sedang digunakan dengan kunci prosesor (tapi tidak tersedia di Google). Enkripsi data ubiquitous Meski pemanfaatan kedua fitur tersebut memang dapat mengurangi risiko terjadinya kebocoran akses data, Anda tetap harus memperhitungkan faktor risiko lain yaitu proses transfer data. Saat data sedang transit dari satu status dan akan menuju status lainnya, risiko terjadinya kebocoran akses akan semakin besar. Bagaimana solusinya? Google Cloud menawarkan solusi dengan mengembangkan enkripsi data yang bersifat ubiquitous. Artinya, proses enkripsi data bisa dilakukan dengan “komunikasi” antar komputer. Dengan demikian, interaksi antara pengguna dengan komputer pun bisa diminimalisir. Saat interaksi pengguna dan komputer menurun maka risiko terjadinya kebocoran akses pun bisa ikut diminimalisir. Dengan enkripsi data ubiquitous ini Anda dapat: Mengontrol akses menuju data, baik itu saat data sedang berada di penyimpanan, memori, maupun saat sedang di tengah proses transfer. Memanfaatkan sepenuhnya komputasi dan daya penyimpanan Google Cloud. Mengurangi tingkat kepercayaan implisit terhadap Google. Layanan enkripsi baru ini dirancang dengan memanfaatkan komputasi rahasia Google Cloud serta EKM, yang dikombinasikan dengan layanan pihak ketiga seperti Thales untuk memastikan Anda bisa tetap menggunakan pengaturan EKM yang sudah ada. Dengan begitu, proses enkripsi data saat harus dikirimkan ke cloud bisa berjalan mulus. Di samping itu, Google juga memanfaatkan fitur pengesahan confidential VM untuk memastikan bahwa kunci enkripsi hanya dapat digunakan pada kalangan terbatas. Baca juga: Fitur Baru Penyimpanan Google Cloud Memastikan Data Aman Cara mengaktifkan enkripsi data ubiquitous Photo Credit: HippoPx Untuk mengaktifkan enkripsi data ubiquitous dan memanfaatkannya Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Buat kunci enkripsi di luar Google Cloud terlebih dulu. Anda bisa menggunakan layanan pengelolaan kunci eksternal yang sedang digunakan (ada baiknya jika Anda menggunakan Thales Ciphertrust untuk integrasi dengan EKM nanti). Beri akses menuju kunci enkripsi EKM Anda ke layanan confidential VM. Gunakan gsutil untuk mengunggah data Anda ke Google Cloud Storage (GCS) dengan menggunakan lib. Proses enkripsi ini akan lebih mudah jika menggunakan kunci yang sudah dibuat pada Langkah 1. Dalam proses pengajuan di layanan confidential VM, gunakan gsutil untuk mengunduh data GCS. Cara ini akan mendekripsi data Anda tanpa harus membuka kunci di luar confidential VM. Jika di tengah proses pengajuan terlihat upaya untuk mengakses data GCS pada non-confidential VM maka proses dekripsi akan otomatis batal. Photo Credit: Google Cloud Blog Konfigurasi tambahan Anda juga bisa menambahkan beberapa perlindungan tambahan. Google Cloud biasanya secara opsional akan meminta lebih dari satu pihak untuk melakukan otorisasi akses menuju kunci enkripsi Anda. Misalnya, Anda bisa memanfaatkan kunci Cloud KMS sebagai tambahan kunci enkripsi lokal untuk setiap proses dekripsi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kontrol yang lebih luas atas berbagai model akses kunci. Sebab cara ini akan membagi kemampuan cloud untuk mengenkripsi dan mendekripsi kunci di beberapa platform. Kesimpulan Proteksi terhadap data adalah poin krusial dalam penyimpanan data menggunakan Google Cloud. Membatasi akses menuju data sering dijadikan langkah preventif untuk mencegah kebocoran akses data. Melalui enkripsi data ubiquitous, Google Cloud memberikan perlindungan terhadap data saat proses enkripsi dan dekripsi. Dengan berbagai fitur keamanan yang canggih, menyimpan data di Google Cloud memang terbukti lebih aman dibandingkan dengan metode penyimpanan konvensional. Untuk Anda yang ingin mulai memanfaatkan penyimpanan cloud, EIKON Technology siap membantu. Sebagai partner resmi Google, EIKON Technology menyediakan layanan berlangganan Google Cloud yang legal. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Cloud

Penerapan Keamanan Zero Trust pada Workload dengan GKE, Traffic Director, dan CA Service

Pendekatan keamanan zero trust meyakini bahwa rasa percaya baru bisa dicapai setelah melalui berbagai mekanisme dan harus terus diverifikasi. Zero trust sendiri telah diterapkan di Google pada proses end-to-end dalam menjalankan sistem produksi dan melindungi workload pada infrastruktur cloud-native. Layanan ini kemudian disebut dengan BeyondProd. Untuk membangun dan memverifikasi kepercayaan dalam sistem produksi tersebut memerlukan pemahaman bahwa: tiap workload memiliki identitas yang unik dan kredensial untuk otentikasi. lapisan otorisasi yang menentukan komponen sistem mana yang dapat berkomunikasi dengan komponen lain. Mari pelajari lebih lanjut mengenai bagaimana Google menerapkan pendekatan Zero trust untuk mengamankan workload dalam ulasan berikut ini. Remote procedure calls Untuk mulai menerapkan pendekatan Zero touch, Anda bisa mempertimbangkan sebuah arsitektur cloud-native dengan beberapa aplikasi yang dipecah menjadi beberapa microservices. Prosedur data-transfer in-process menjadi remote procedure calls (RPCs) melalui jaringan antar microservices. Tahapan mengamankan RPC: setiap microservices perlu memastikan bahwa RPC yang diterima hanya berasal dari pengirim yang telah diautentikasi dan memiliki wewenang. mengirim RPC hanya kepada penerima yang dituju. memiliki jaminan bahwa RPC tidak dimodifikasi saat transit. Oleh karenanya, service mesh perlu menyediakan identitas layanan, peer-authentication berdasarkan identitas layanan tersebut, enkripsi komunikasi antara peer-identities yang diautentikasi, dan otorisasi komunikasi service-to-service berdasarkan identitas layanan (dan mungkin atribut lainnya). Traffic Director Photo Credit: Rawpixel Untuk memberikan keamanan service mesh yang memenuhi kriteria di atas, Google menyediakan layanan keamanan baru melalui Traffic Director yang menyediakan kredensial workloads untuk GKE (Google Kubernetes) via CA Service, dan penegakan kebijakan untuk mengatur komunikasi antar workload. Kredensial yang dikelola sepenuhnya memberikan dasar untuk menjelaskan identitas workload dan mengamankan koneksi antara workload yang memanfaatkan mutual TLS (mTLS), sambil tetap menerapkan prinsip Zero trust. Hambatan penerapan mTLS Sayangnya, penerapan mTLS untuk keamanan service-to-service melibatkan kerja berat dan overhead yang cukup besar bagi developer, SRE, dan juga tim penerapan. Developer harus menulis kode untuk memuat sertifikat dan kunci dari lokasi yang telah dikonfigurasi sebelumnya untuk bisa menggunakannya dalam koneksi service-to-service merke. Di samping itu, mereka juga harus melakukan kerangka kerja tambahan atau bahkan pemeriksaan keamanan lanjutan berbasis aplikasi pada koneksi tersebut. Tidak hanya berhenti di situ, SRE dan tim penerapan juga harus mengaplikasikan kunci dan sertifikat di semua node yang nanti diperlukan untuk melacak masa kedaluwarsanya. Rotasi sertifikat ini melibatkan pembuatan CSR (certificate signing requests), menunggu tanda tangan dari Certificate Authorities (CA), menginstal sertifikat yang ditandatangani, dan menginstal sertifikat root yang sesuai. Proses ini sangat penting karena jika identitas atau sertifikat root sudah kedaluwarsa maka layanan akan otomatis offline dalam waktu lama. Integrasi tanpa batas sebagai solusi Untuk mengatasi hambatan tersebut, Google menciptakan integrasi tanpa batas antara infrastruktur CA, infrastruktur komputasi atau penerapan, serta infrastruktur mesh service. Dalam implementasinya, Certificate Authority Service (CAS) menyediakan sertifikat untuk mesh service, infrastruktur GKE yang terintegrasi dengan CAS, dan bidang kontrol Traffic Director yang terintegrasi dengan GKE. Photo Credit: Google Cloud Blog Komponen sertifikat GKE terus-menerus berkomunikasi dengan kumpulan CA untuk membuat sertifikat identitas layanan dan membuat sertifikat tersebut tersedia untuk tiap workload yang berjalan di pod GKE. CA secara otomatis diperbaharui dan tiap roots baru akan diserahkan kepada klien sebelum masa kedaluwarsa. Traffic Director sendiri merupakan kontrol service mesh  yang menyediakan kebijakan, konfigurasi, dan kecerdasan untuk entitas bidang data, dan memasok konfigurasi ke aplikasi milik klien serta server. Konfigurasi ini berisi pemindahan yang diperlukan dan informasi keamanan tingkat aplikasi untuk mengaktifkan koneksi mTLS. Kemudian setelah koneksi mTLS aktif maka kebijakan otorisasi yang sesuai dapat diterapkan pada RPC yang mengalir melalui koneksi tersebut. Pada akhirnya workload menggunakan konfigurasi keamanan untuk membuat koneksi mTLS yang sesuai dan menerapkan kebijakan keamanan yang disediakan.  Photo Credit: Rawpixel Pendekatan Zero trust menganggap bahwa kepercayaan baru bisa didapat setelah melalui rangkaian mekanisme khusus dan juga proses validasi yang terus diverifikasi. Google Cloud melalui berbagai layanan di dalamnya berusaha menerapkan pendekatan ini untuk memudahkan Anda mengelola workload. Layanan pengelolaan workload dengan GKE dan Traffic Director tidak akan bisa Anda nikmati tanpa berlangganan Google Cloud. EIKON Technology sebagai partner resmi Google di Indonesia siap membantu Anda mendapatkan Google Cloud secara legal. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Memahami 6 Prinsip Penyerapan Data Google Cloud

Transformasi digital membuat penyimpanan silo data beralih pada gudang data berbasis cloud, salah satunya dengan Google Cloud. Hal ini membuat kolaborasi antar unit bisnis serta akses data menjadi lebih mudah. Meski begitu, kemudahan ini juga disertai dengan problem baru yang berkaitan dengan penyerapan data.  Dengan terbukanya data dari berbagai unit bisnis, mau tak mau Anda harus mengembangkan pipeline untuk penyerapan data. Tanpa adanya pipeline ini, data hanya sekadar terbuka tanpa bisa diolah dan dikembangkan. Mengembangkan cloud pipeline, terutama yang berbasis cloud lokal, akan menyerap banyak data ke gudang data cloud Anda tanpa adanya hambatan yang berarti. Google melalui Google Cloud memiliki 6 prinsip yang bisa Anda terapkan dalam perancangan pipeline untuk penyerapan data. Mari simak pembahasannya berikut ini. Perjelas tujuan Anda Photo Credit: Rawpixel Sebelum mengembangkan pipeline untuk penyerapan data, buatlah tujuan yang sejelas mungkin. Anda bisa mulai dengan membuat gambaran mengenai hasil akhir yang ingin dicapai. Perlu diingat, pipeline hanyalah jalan untuk menuju garis akhir Anda dan bukan garis akhir itu sendiri. Katakanlah Anda menginginkan agar “bisa mendapat pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan”. Coba buat lebih jelas dengan menentukan siapa subjek yang harus bisa “mendapat pemahaman” dan bagaimana cara untuk “mendapat pemahaman tersebut”. Dengan runtutan berpikir seperti ini, Anda bisa membuat tujuan yang lebih detail dan tentunya lebih relevan dengan pipeline penyerapan data. Rancangan tujuan awal tersebut pun kemudian akan berubah menjadi, “agar tim pengolah data bisa mendapat pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan dengan menyediakan akses ke data CRM.” Bangun tim Anda Berikutnya, bangun tim Anda. Pastikan Anda memilih orang dengan skill yang tepat, entah itu memiliki keahlian untuk mengembangkan, menerapkan, maupun memelihara data pipeline perusahaan. Bagaimana cara terbaik untuk membangun tim yang handal? Pelajari kembali tujauan Anda. Dari tujuan tersebut Anda bisa punya gambaran mengenai apa saja persyaratan yang diperlukan pipeline penyerapan data perusahaan. Persyaratan tersebut akan membantu Anda untuk mengidentifikasi SDM yang diperlukan sekaligus memperkirakan potensi kelemahan yang memerlukan dukungan tambahan dari pihak ketiga di luar perusahaan. Efisiensi waktu Photo Credit: Rawpixel Dalam mengembangkan pipeline untuk penyerapan data Anda juga harus mempertimbangkan efisiensi waktu. Coba hitung beban pemeliharaan jangka panjang dari pipeline penyerapan data Anda sebelum mengembangkan dan menerapkannya. Langkah ini akan membantu Anda untuk menerapkan pipeline yang efisien dan layak. Google Cloud merekomendasikan beberapa pendekatan untuk membangun pipeline yang efisien: Memanfaatkan produk penyerapan data berbasis interface dari Google Cloud. Dengan menggunakan produk semacam ini, Anda bisa mengurangi jumlah kode yang memerlukan pemeliharaan sekaligus mengurangi waktu pengembangan jalur pipeline. Beberapa produk yang bisa Anda pertimbangkan adalah Google Data Transfer Service serta Fivetran untuk mengelola pipeline penyerapan data dengan aplikasi SaaS. Gunakan template kode yang tersedia saat produk penyerapan data berbasis interface tidak mencukupi. Anda bisa menggunakan template yang tersedia untuk Dataflow. Template tersebut akan memungkinkan Anda untuk menentukan variabel dengan mudah dan hemat waktu. Jika kedua opsi di atas masih belum membantu, gunakan layanan untuk menerapkan kode pada pipeline Anda. Beberapa layanan tersebut di antaranya adalah Dataflow dan Dataproc. Cara ini akan mengurangi biaya operasional pengelolaan konfigurasi pipeline. Meningkatkan kepercayaan dan transparansi data Prinsip keempat dari Google Cloud terkait dengan penyerapan data adalah meningkatkan kepercayaan dan transparansi data. Meningkatkan kepercayaan dan transparansi bisa dilakukan dengan mengawasi serta mengelola pipeline pada seluruh tools yang Anda gunakan. Adanya banyak pipeline terkadang mengharuskan Anda untuk menerapkan beberapa alat yang berbeda. Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan overhead manajemen pipeline karena jumlah jalur terus meningkat. Akan menjadi semakin rumit jika Anda memperhitungkann persyaratan untuk mengawasi saluran data. Anda bisa memanfaatkan layanan monitoring seperti Google Cloud Monitoring Service atau Splunk yang dapat menjalankan metrics, events, serta pengumpulan metadata dari beragam produk secara otomatis. Mengelola biaya Photo Credit: Rawpixel Menurut Google Cloud, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan terkait pengelolaan biaya yaitu: Memilih tools: Tiap jalur pipeline penyerapan data memiliki aturan tersendiri mengenai tingkat latensi, waktu aktif, hingga transformasi. Masing-masing jalur akan memiliki kecocokan dengan tools tertentu. Pastikan Anda memilih tools yang sesuai dengan masing-masing pipeline agar penggunaannya efisien. Terapkan pengendalian biaya: Apabila memang tersedia, jangan ragu untuk manfaatkan layanan pengendalian biaya untuk mencegah kesalahan yang menyebabkan biaya tambahan tak terduga. Catat pengeluaran cloud: Selalu catat pengeluaran Anda untuk seluruh pemanfaatan sumber daya cloud. Dengan begitu, Anda bisa memahami tiap perubahan dalam pembelanjaan cloud dan korelasinya dengan dinamika bisnis perusahaan. Manfaatkan layanan yang terus ditingkatkan Layanan Google Cloud secara konsisten melakukan peningkatan kinerja dan stabilitasnya. Dengan memanfaatkan peningkatan tersebut, pipeline data Anda bisa bekerja dengan optimal dan bahkan lebih efisien. Cara termudah untuk merasakan manfaat dari layanan ini adalah melakukan otomatisasi terhadap manajemen pipeline Anda. Dengan begitu, Anda bisa mengurangi biaya operasional dari setiap jalur pipeline. Merancang pipeline yang efisien untuk penyerapan data memang tidak mudah, terlebih jika penyimpanan data Anda begitu luas. Anda bisa menerapkan prinsip pengelolaan pipeline dari Google Cloud di atas untuk membuat sekaligus mengelola pipeline dengan lebih optimal. Seluruh tools manajemen pipeline bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud official. Anda bisa berlangganan layanan Google Cloud yang resmi melalui EIKON Technology. EIKON Technology sendiri merupakan official partner Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Google Cloud

Kemudahan Analisis Data Multicloud dengan BigQuery Omni

Penerapan strategi multicloud bukan lagi menjadi hal aneh, terlebih di era yang serba digital seperti sekarang ini. Laporan riset yang dilakukan Flexera menunjukkan bahwa dari 750 perusahaan korporat di Amerika Serikat, 92% persen di antaranya sudah menerapkan strategi multicloud. Strategi multicloud diterapkan karena perusahaan ingin mendapatkan yang terbaik dalam hal penyimpanan data mereka. Meski multicloud kemudian mengambil bagian terbaik dari tiap penyedia layanan cloud, strategi ini kemudian menimbulkan kompleksitas, baik itu dari segi integrasi, orkestrasi, hingga tata kelola data. Tantangannya tidak hanya berhenti di situ. Ketika perusahaan membangun dan menjalankan jaringan data mereka di cloud, dalam waktu yang bersamaan mereka juga mengelola analitik di seluruh penyedia cloud yang dipakai. Tanpa disadari, hal ini akan menimbulkan silo data yang menyebabkan gesekan bagi analis data. Sebagai solusi, perusahaan yang menerapkan strategi multicloud sebaiknya juga menerapkan analisis multicloud untuk memudahkan para analis data memecah silo data. Google Cloud menyediakan solusi atas permasalahan tersebut melalui BigQuery Omni. Seperti apa kemudahan analisis data multicloud dengan BigQuery Omni ini? Analisis data lintas cloud yang lebih mudah Photo Credit: Google Cloud Blog BigQuery Omni menawarkan kemudahan dalam melakukan analitik data, baik yang tersimpan dalam satu cloud maupun lintas cloud. Dalam versi general yang Q4 tahun 2021 ini, BigQuery memungkinkan Anda untuk melakukan analitik data lintas cloud mulai dari Google Cloud, Amazon Web Services (AWS), dan juga Microsoft Azure. Bahkan Google memastikan Anda akan mendapatkan koneksi yang aman untuk mengakses data S3 di AWS maupun data Azure Blob Storage milik Azure. Dengan begitu, analis data bisa membuat kueri data secara langsung cukup melalui interface BigQuery saja, tanpa harus membuka tempat data berada. Fungsionalitas dan integrasi tinggi BigQuery Omni tidak sekadar menyediakan layanan analitik lintas cloud biasa, tapi platform ini juga menyediakan lebih banyak fungsionalitas dan integrasi, bahkan di seluruh cloud. Katakanlah Anda ingin menggabungkan data kompetitor yang tersimpan di AWS dengan data engagement ads di Google Cloud agar lebih memahami efektivitas campaign yang sedang berjalan. Dengan BigQuery, Anda bisa langsung melakukannya hanya dengan membuka satu interface. Lebih simpel hemat biaya. Layanan multicloud yang seamless Photo Credit: Rawpixel BigQuery Omni menyediakan konsol pengoperasian satu panel kaca di semua cloud penyimpanan data. Hal ini kemudian memungkinkan tim analis untuk memperluas skill mereka dalam memaksimalkan potensi bisnis perusahaan tanpa harus mempelajari keterampilan baru. Perusahaan juga tidak perlu khawatir tentang lokasi data disimpan. Ini karena BigQuery Omni sendiri didesain menggunakan APIs (Application Programming Interface) yang sama dengan pendahulunya, Google BigQuery. Pada Google BigQuery, lokasi penyimpanan (baik itu AWS, Azure, maupun Cloud) begitu diperhatikan karena merupakan detail implementasi mereka. Pola keamanan yang konsisten Pada skala perusahaan, ada lebih banyak asset data yang dibuat. Maka dari itu, menerapkan pemberian akses yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Tim keamanan data perusahaan perlu kontrol menyeluruh terhadap akses data. Bukan hanya itu, mereka juga perlu detail sebanyak mungkin untuk keperluan sinkronisasi data yang aman. Dengan BigQuery, Anda tidak perlu khawatir dengan keamanan data lagi. Sebab, akses menuju data bisa dikontrol dengan mudah oleh tim keamanan namun tetap dengan pola keamanan yang konsisten. Mendorong terjadinya inovasi Photo Credit: Rawpixel Penerapan analisis data lintas cloud menjauhkan perusahaan dari potensi penimbunan data yang tidak konsisten. Dengan memanfaatkan layanan seperti BigQuery Omni, Anda bisa dengan mudah mendapatkan data yang tepat untuk pengambilan keputusan. Saat proses pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat maka perusahaan pun bisa lebih berkembang. Kemungkinan untuk melahirkan inovasi baru pun bukan hal mustahil. Jadi, mengapa tidak mulai menerapkan strategi multicloud dengan analitik BigQuery Omni dari sekarang? Baca juga:  Transformasi Digital Lebih Mudah dengan Google Cloud Dengan adanya layanan analitik data seperti BigQuery Omni maka penerapan strategi multicloud menjadi tidak terlalu rumit lagi. Perusahaan pun bisa menghemat banyak waktu dan tentunya biaya karena seluruh proses analitik bisa dilakukan dengan satu interface saja. Ingin mulai menerapkan strategi multicloud di perusahaan? Anda bisa mulai dengan menerapkan infrastruktur cloud seperti Google Cloud. Dengan menerapkan cloud computing, perusahaan pun bisa mencapai efisiensi bisnis. Google Cloud bisa Anda dapatkan melalui official partner Google seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai Google Cloud.

Google Docs, Google Workspace

Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs

Sejak dirilis tahun 2006 lalu, Google Docs telah terbukti sebagai platform pengolah kata yang andal. Dalam perkembangannya, Google Docs bahkan tidak sekadar menawarkan fitur untuk mengolah kata, tapi juga menyediakan platform kolaborasi berbasis cloud. Anda bisa membuat sekaligus mengedit dokumen bersama user lain dalam waktu bersamaan, sangat praktis untuk proyek kolaborasi real time. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, Google terus melakukan pengembangan Docs. Mulai dari menambahkan format dokumen yang bisa disunting, hingga menambahkan fitur untuk memudahkan pembuatan dokumen. Salah satu pengembangan terbaru yang bisa Anda coba adalah universal @ menu pada halaman baru Docs. Seperti apa fitur baru Google Docs ini? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal universal @ menu, fitur baru Google Docs Photo Credit: Google Support Fitur Google Docs ini merupakan pengembangan dari integrasi smart chip yang diperkenalkan Google awal tahun 2021 lalu. Smart chip sendiri dirancang sebagai sebuah alat tag untuk menautkan beragam informasi dari aplikasi Workspace lain (seperti Slides dan Sheets) ke file Docs. Mulanya smart chip dibuat untuk menautkan data yang terkait dengan profil user, namun dalam perluasannya alat tag ini juga bisa menautkan file serta events. Perluasan ini memungkinkan user untuk bisa membuat file Docs yang lebih detail tanpa perlu susah payah mengetik ulang. Selain Slides dan Sheets, fitur ini juga bisa menautkan informasi dari Gmail, Workspace, bahkan jadwal pribadi Anda yang tercantum di Google Calendar. Cara menggunakan menu @ universal Untuk menggunakan menu @ universal sangat mudah. Begitu Anda terhubung dengan Docs, pada page kosong Untitled Document akan terdapat tulisan “Type @ to insert”. Setelah Anda mengetik @, sistem secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang bisa disematkan pada file dokumen tersebut seperti alamat email kontak Anda, gambar, hingga dokumen lain. Untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik Anda bisa mengetikkan huruf, angka atau simbol terkait. Misalnya Anda ingin menautkan email tim EIKON, maka cukup ketikkan @EIKON. Anda tidak perlu membuka platform Google lain untuk bisa mengaktifkan fitur baru Google Docs ini. Hanya saja, pastikan Anda sudah log in pada akun Google.   Apa saja yang bisa ditautkan? Jika merujuk pada penjelasan Docs Editors Help, Anda bisa menautkan elemen berikut dengan fitur menu @ universal: Smart chips, untuk menampilkan informasi serta rekomendasi tindakan yang berhubungan dengan orang, file, serta events. Elemen-elemen dalam dokumen Anda seperti: Ceklis, daftar angka (numbered lists), dan daftar poin (bulleted lists). Gambar, tabel, dan diagram. Headings dan hyperlinks Optimalkan Google Docs dengan Smart Canvas Photo Credit: Google Cloud Blog Menu @ universal sendiri merupakan bagian dari Smart Canvas, transformasi kolaborasi Google Workspace. Smart Canvas sendiri menghubungkan tiga platform Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Dengan Smart Canvas Anda bisa membuat file yang mengandung elemen-elemen dari ketiga platform tersebut. Selain menu @ universal, Smart Canvas juga menawarkan fitur lain seperti checklists yang bisa digunakan untuk menyusun to-do list. Tidak hanya berhenti di situ, Smart Canvas juga memungkinkan Anda untuk melakukan integrasi dengan Google Meet di dalam Docs, Sheets, dan Slides. Itu dia pembahasan mengenai menu @ universal yang merupakan fitur Google Docs. Fitur ini akan lebih mudah digunakan jika Anda berlangganan Google Workspace. Google Workspace menyediakan aplikasi produktivitas yang akan memudahkan pekerjaan Anda seperti Gmail, Drive, Docs, Calendar, dan Meet. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller & partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Kelola Kelas Online Lebih Mudah dengan Fitur Assignments Microsoft Teams

Merancang kelas online yang interaktif jelas bukan perkara mudah. Selain masalah penyampaian, terkadang tenaga pendidik juga harus dihadapkan dengan beberapa kendala teknis. Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kelas online dilakukan melalui platform atau software yang memang dikhususkan untuk pembelajaran daring (dalam jaringan) seperti Microsoft Teams. Selama ini, Teams lebih dikenal sebagai platform untuk video conferencing. Namun ternyata, platform rilisan Microsoft ini juga memiliki beberapa fitur canggih yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran daring. Fitur-fitur tersebut bahkan terus diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan setiap user. Dalam update terbaru Teams, Microsoft tidak lupa menyematkan peningkatan fitur pada segmen mereka yang dikhususkan untuk pendidikan yaitu Microsoft Teams for Education. Anda bisa menemukan update ini pada fitur Assignments Microsoft Teams for Education. Seperti apa fitur baru tersebut dan bagaimana penerapannya untuk kelas online? Simak pembahasannya berikut ini. Pembaruan fitur Assignments Photo Credit: Microsoft Education Blog Fitur Assignments pada Microsoft Teams for Education sendiri dirancang khusus untuk program pemberian tugas. Dengan fitur ini, guru atau dosen bisa memberikan tugas kepada siswa dan kemudian memberikan penilaian. Siswa pun bisa mengumpulkan tugas mereka dan langsung mengetahui nilai mereka melalui fitur ini. Dalam update Teams for Education, Microsoft menyematkan beberapa kemampuan baru untuk meningkatkan performa fitur Assignments ini seperti: Filter tugas sesuai kelas Ada kalanya memantau perkembangan tugas terasa lebih sulit disbanding mengoreksi tugas, terlebih bagi Anda yang mengajar di banyak kelas sekaligus. Agar tidak ada tugas yang terlewat untuk dikoreksi dan dinilai, Anda bisa memanfaatkan filter tugas (Filter Assignments by Class) di Teams. Dengan mengaktifkan filter ini, Anda bisa mengelompokkan tugas siswa sesuai dengan kelas mereka. Anda tidak perlu takut ada tugas yang terlewat untuk dikoreksi. Progres pengumpulan tugas pun bisa terus dipantau dengan mudah dari waktu ke waktu saat filter ini aktif. Merevisi tugas siswa Untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait materi, ada kalanya pendidik memberikan tugas proyek jangka panjang bagi siswa. Apakah hal ini juga berlaku di kelas online Anda? Jika jawaban Anda iya, maka update terbaru dari fitur Assignments Teams ini tidak boleh dilewatkan. Penilaian untuk tugas proyek jangka panjang tentu berbeda dengan penilaian tugas biasa seperti PR (pekerjaan rumah). Guru biasanya meminta siswa untuk melaporkan perkembangan tugas mereka secara berkala. Untuk keperluan tersebut, Anda bisa memanfaatkan opsi Return. Dengan opsi Return ini, Anda bisa merevisi progress tugas siswa dan kemudian mengembalikannya untuk diperbaiki. Cukup pilih opsi Returns pada tugas tersebut maka siswa akan langsung menerima revisi dari Anda dalam tab “active work” mereka. Cara ini akan memudahkan siswa untuk mengecek progress tugas sekaligus melakukan revisi sesuai arahan guru. Memberikan tugas kelompok Photo Credit: Fox (PxHere) Collaborative learning kini telah menjadi metode belajar yang umum diterapkan, terutama dalam kelas online. Bahkan metode ini diaplikasikan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ini karena collaborative learning akan mendorong siswa belajar bekerja sama dan melatih kemampuannya untuk mengemukakan pendapat. Bagi tenaga pendidik, collaborative learning juga amat membantu karena dapat mempercepat proses belajar. Anda bisa mulai menerapkan metode collaborative ini melalui opsi group work pada fitur Assignments Microsoft Teams. Melalui group work Anda bisa memberikan tugas kelompok yang bisa dikerjakan dengan metode collaborative learning. Setelah tugas selesai, siswa bisa langsung mengumpulkannya untuk menerima penilaian. Anda juga bisa melakukan penilaian individu maupun kelompok. Mengelola tugas melalui perangkat mobile Photo Credit: Microsoft Education Blog Salah satu keunggulan kelas online adalah pelaksanaannya yang tidak terbatas di ruang kelas saja. Anda bisa menyelenggarakan kelas di mana pun asal kondisinya memadai. Microsoft memfasilitasi Anda untuk bisa melaksanakan kelas online di mana saja dengan menghadirkan fitur Assignments pada aplikasi Microsoft Teams for Education. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store maupun iOS App Store. Instalasinya pun bisa dilakukan di smartphone maupun tablet. Dengan aplikasi ini Anda bisa mengoreksi, merevisi, hingga menilai tugas siswa di mana pun dan kapan pun! Dengan memanfaatkan Microsoft Teams for Education, kelas online bisa dilakukan dengan optimal dan kendala teknis pun bisa diminimalisir. Untuk memaksimalkan Teams, ada baiknya Anda melakukan integrasi dengan Microsoft 365®. Microsoft 365® menawarkan berbagai aplikasi yang memudahkan pelaksanaan kelas online seperti Word, PowerPoint®, dan Excel®. Dapatkan Microsoft 365® resmi melalui EIKON Technology yang merupakan official partner Microsoft. Klik di sini untuk mencoba free trial Microsoft 365®! 

Info

Mencoba Windows Server 2022, Apa Saja Upgrade yang Ditawarkan?

Windows Server merupakan sistem operasi yang khusus dikembangkan Microsoft Corporation sebagai server atau pusat data. Sejak diperkenalkan pada tahun 2003, sistem operasi ini sudah banyak digunakan sebagai networking server perusahaan besar dunia seperti raksasa manufaktur pesawat Boeing dan juga instansi pendidikan terkenal, MIT (Massachusetts Institute of Technology). Pada bulan Oktober 2021, Microsoft mengumumkan general availability Windows Server 2022. Dalam upgrade terbaru ini tentu ada beberapa fitur tambahan yang bisa Anda nikmati sebagai pengguna. Salah satunya adalah kemampuan kerja yang lebih seamless dengan adanya scenario baru hybrid cloud. Untuk mengetahui apa saja upgrade fitur yang ditawarkan Microsoft dalam Windows Server 2022, simak ulasannya berikut! Sistem keamanan berlapis Photo Credit: ColossusCloud (Pixabay) Keamanan selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih server atau data center. Tanpa sistem keamanan yang baik, server akan rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Padahal, ancaman keamanan server sangat beragam. Ada yang mengancam data dalam server melalui serangan virus, ada juga ancaman berupa pencurian dan sabotase data. Ancaman keamanan pun bisa berupa gangguan terhadap lokasi penyimpanan server seperti kebakaran dan bencana alam. Windows Server 2022 menawarkan keamanan multi-layer bagi para penggunanya. Sebagai layer keamanan pertama, Microsoft meningkatkan keamanan pada core server Server 2022. Selain itu, pengguna juga bisa mengaktifkan fitur secured connectivity untuk konektivitas jaringan yang lebih aman. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Seperti apa fitur keamanan core server yang ditawarkan Server 2022? Secured-core server menyediakan perangkat keras (hardware), firmware, serta driver bagi pengguna melalui mitra penyedia hardware. Dengan begitu, pengguna server bisa memperkuat sistem mereka, bahkan untuk sistem kritis sekalipun. Tim TI serta teknisi SecOps perusahaan pun akan mudah menerapkan sistem kemanan yang lebih komprehensif. Langkah preventif untuk melindungi data dalam server pun bisa diterapkan pada tiap lapisan, mulai dari hardware, firmware, dan bahkan untuk virtualisasi data server. Keamanan dalam transfer data Selain menawarkan keamanan pada core server, upgrade Windows Server juga meningkatkan keamanan mereka dalam hal transfer data. Dalam rilis terbaru ini Anda bisa menikmati proses enkripsi HTTPS (hypertext transfer protocol secure) yang lebih aman dan cepat. Microsoft juga telah menerapkan enkripsi AES 256 (advanced encryption standard 256 bit) dengan support untuk protokol SMB (server message block) yang telah disesuaikan standar industri, bahkan proses enkripsi ini juga diterapkan untuk melindungi data sensitif pemerintah Amerika Serikat. Dengan kunci bit yang lebih panjang, server akan lebih sulit untuk direta. Skenario hybrid cloud dengan Azure   Photo Credit: Microsoft Azure Upgrade lain yang ditawarkan Windows Server 2022 adalah pendekatan hybrid dan bahkan multicloud . Dalam rilis terbaru , Server telah terintegrasi dengan Azure Arc. Integrasi antar dua platform Microsoft ini memungkinkan Anda untuk bisa melakukan transformasi digital lebih mudah. Bukan hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa fitur peningkatan File Server seperti SMB Compression. Fitur ini mampu meningkatkan kecepatan tranfer data dengan cara kompresi data saat sedang transit melalui jaringan. Untuk memudahkan pengguna, Microsoft juga telah menyediakan Windows Admin Center. Dengan layanan ini, Anda bisa merasakan manajemen server yang canggih dengan dukungan proxy gateway untuk integrasi Azure. Platform yang lebih fleksibel Photo Credit: Rawpixel Bagi Anda yang melakukan upgrade ke Windows Server 2022 dapat merasakan peningkatan skalabilitas. Ini karena Windows Server 2022 telah menerapkan dukungan memori hingga 48 TB dan 2.048 logical cores dengan 64 socket fisik untuk menjalankan aplikasi Tier1. Anda juga bisa menikmati beberapa peningkatan pada kompatibilitas platform aplikasi Windows seperti HostProcess yang bisa digunakan sebagai konfigurasi node serta implementasi kebijakan jaringan yang lebih konsisten menggunakan Calico. Tersedia juga container support khusus Windows Server 2022 dalam komunitas Kubernetes. Bahkan tersedia peningkatan kemampuan baru pada Azure Kubernetes Service (AKS) serta AKS on Azure Stack HCI. Dengan adanya upgrade baru Windows Server 2022 ini, rasanya Windows sulit untuk diabaikan sebagai penyedia server handal. Tertarik untuk menjadikan Windows sebagai data server perusahaan Anda tapi belum menemukan penyedia yang tepat? EIKON Technology solusinya. Sebagai partner resmi Microsoft, EIKON Technology menyediakan akses menuju berbagai platform layanan serta solusi dari Microsoft secara legal. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Microsoft office 365, Office 365

Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dari Microsoft Learn

Pernah menemukan SDM atau talent yang sebenarnya memiliki potensi tapi performanya kurang maksimal? Atau mungkin Anda memiliki karyawan yang kurang bisa berbaur dengan rekan kerjanya? Penyebabnya bisa jadi datang dari mereka, namun tidak ada salahnya juga jika Anda mulai mengevaluasi lingkungan kerja perusahaan. Bisa jadi, bukan mereka yang bermasalah, tapi justru lingkungan perusahaanlah yang kurang inklusif terhadap karyawan. Menciptakan ruang kerja yang inklusif memang bukan perkara mudah. Sebab, perusahaan terdiri dari banyak orang dengan background dan cara pandang yang berbeda-beda. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menciptakan lingkungan kerja yang inklusif di perusahaan. Dengan majunya perkembangan zaman, Anda bisa memanfaatkan teknologi sebagai solusi atas permasalahan apa pun, termasuk dalam hal membangun lingkungan kerja yang inklusif. Microsoft mencoba menawarkan solusi dengan meluncurkan Growth and Resilience in Tech toolkit melalui platform Learn. Seperti apa fungsinya? Mengenal Microsoft Learn Photo Credit: Rawpixel Sebelum membahas tentang Growth and Resilience toolkit, mari membahas seputar Microsoft Learn. Platform belajar dari Microsoft ini menawarkan beragam jenis pelatihan, terutama yang berhubungan dengan dunia digital.Istimewanya, platform ini telah terintegrasi dengan LinkedIn, sehingga user Learn bisa langsung mulai mencari kerja setelah menyelesaikan pelatihan. Selain itu, user juga bisa memilih jenis pelatihan sesuai kebutuhan. Sebagai user, Anda bisa memilih jenis latihan, menerima rekomendasi materi, hingga membuat koleksi modul belajar. Hingga sekarang, Learn memiliki lebih dari 1.000 modul  belajar yang disertai dengan video, laboratorium praktek, serta artikel pendukung, Learn dirancang layaknya sebuah “game” besar. Anda bisa mengumpulkan poin untuk kemudian ditukarkan dengan program pelatihan atau modul belajar. Bagaimana cara mendapatkan poin? Poin bisa didapatkan melalui beragam aktivitas yang Anda lakukan di Microsoft Learn, termasuk belajar dan mengunduh modul. Growth and Resilience in Tech toolkit Photo Credit: Rawpixel Sekarang mari membahas seputar Growth and Resilience in Tech toolkit. Toolkit yang satu ini ditujukan untuk kalangan pemula (beginner) atau pelajar. Namun jika Anda berada di level manajerial dan ingin mendapat insight terkait generasi muda sebagai SDM baru perusahaan, toolkit ini pun layak untuk dicoba. Growth and Resilience in Tech toolkit sendiri dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif di masa mendatang. Bagi para pelajar yang nanti akan terjun ke dunia kerja, toolkit ini bisa dipakai sebagai persiapan. Sedangkan bagi Anda yang datang dari sisi pemberi kerja, toolkit ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan lingkungan kerja baru. Untuk mengikuti learning path ini, Microsoft tidak menerapkan persyaratan apa pun. Pastikan Anda memiliki poin yang cukup untuk ditukarkan dengan kelas (9.500 XP). Kelas bisa disimpan dan dimulai menyesuaikan kesibukan Anda. Prinsip yang diterapkan Mengapa harus memilih Growth and Resilience in Tech toolkit? Modul belajar dalam learning path ini tidak disusun asal-asalan, Microsoft bahkan melakukan riset terlebih dulu agar materi di dalamnya relevan untuk dunia kerja sekarang dan masa yang akan datang. Ada tiga prinsip yang diterapkan dalam Growth and Resilience in Tech toolkit: Mengenali ketidaknyamanan Teknologi sangat dinamis. Tiap detik selalu ada perubahan baru dalam dunia teknologi. Mau tidak mau, Anda terus didorong untuk mempelajari hal baru dan keluar dari zona nyaman. Berawal dari situasi seperti inilah kemudian Growth and Resilience in Tech dibuat, agar Anda bisa cepat beradaptasi terhadap rasa tidak nyaman saat keluar dari zona nyaman. Strategi solusi Pernah mengalami masalah yang seolah tidak ada ujungnya? Tidak tahu harus mulai dari mana untuk menyelesaikannya? Untuk mengatasi situasi semacam ini, Anda perlu meningkatkan kemampuan problem solving untuk merencanakan, menguji, mengevaluasi, dan memperbaiki pekerjaan, baik dalam kelompok maupun individu. Anda bisa belajar lebih dalam mengenai strategi tersebut dalam toolkit ini. Pivot and persist Belajar tentang cara bereaksi terhadap masalah dan pulih dari keterpurukan adalah kemampuan penting untuk diasah, terutama di dunia kerja. Sebab, tidak semua hal bisa Anda kendalikan. Prinsip ini pun telah diterapkan dalan learning path Growth and Resilience. Anda cukup mendaftar pada kelas yang disediakan. Modul yang ditawarkan Photo Credit: Rawpixel Growth and Resilience in Tech menawarkan materi yang cukup kompleks perihal perkembangan dan resiliensi di dunia digital. Total ada 9 modul yang bisa dipelajari dalam Growth and Resilience in Tech yaitu: Cara mengembangkan mindset untuk terus berkembang. Meningkatkan efikasi diri (kepercayaan diri atas kemampuan dalam mengerjakan tugas). Menumbuhkan budaya saling memiliki. Melatih kecerdasan emosional. Memberi dan menerima umpan balik yang efektif. Menumbuhkan fleksibilitas kognitif. Memanfaatkan pengaturan diri untuk bekerja dengan taktis Berkomunikasi dengan orang lain secara strategis melalui mirroring dan coaching. Bekerja dengan orang lain dengan menerapkan active listening. Untuk mempelajari materi seputar Growth and Resilience in Tech toolkit ini, Anda bisa langsung mengakses Microsoft Learn. Meski Microsoft tidak menetapkan persyaratan apa pun untuk mengikuti kelas, namun pembelajaran akan lebih optimal jika Anda menggunakan sistem operasi Windows.   Sebagai official partner Microsoft, EIKON Technology menyediakan berbagai produk serta solusi rilisan Microsoft seperti Microsoft 365 for Business dan juga Microsoft Azure. Semua bisa Anda dapatkan secara legal dan aman melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Appsheet

Kelebihan Aplikasi untuk Report Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja masih menjadi perbincangan di beberapa sektor industri. Sebab, tak jarang kecelakaan kerja ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, namun juga menyangkut keselamatan para pekerja itu sendiri. Khususnya di sektor yang berisiko tinggi seperti konstruksi, pertambangan, dan manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan adanya aplikasi kecelakaan kerja yang baik. Lalu, apa saja manfaat dan kelebihan aplikasi ini? Berikut ulasannya. Memperkuat Proses dan Prosedur Formal dengan Baik Photo: Pexels.com Beberapa perusahaan di bidang konstruksi maupun manufaktur mungkin akan menyadari pentingnya aplikasi kecelakaan kerja setelah hal buruk terjadi. Tentu hal ini merupakan pandangan yang keliru. Ada baiknya pemanfaatan aplikasi untuka kecelakaan kerja digunakan tak hanya setelah terjadinya insiden, tetapi jauh-jauh hari sudah diberlakukan. Dengan begitu, protokol keselamatan kerja dari segi proses dan prosedur formalitasnya dapat berjalan dengan baik. Langkah ini dapat mencegah kejadian yang merugikan nantinya. Dengan menggunakan aplikasi yang tepat, pihak manajemen perusahaan dapat melakukan tindakan yang tepat bila terjadi kecelakaan kerja. Penjadwalan Interview Semakin Mudah dengan Aplikasi Kecelakaan Kerja Photo: Pexels.com Dalam investigasi kecelakaan kerja yang terjadi, pihak manajemen tentu memanggil berbagai pihak untuk melakukan wawancara pendalaman kasus. Namun, untuk menjadwalkan hal tersebut terkadang cukup sulit.  Sebagai contoh, aplikasi pelaporan kecelakaan kerja bisa berisi mengenai penjadwalan wawancara lebih lanjut. Pihak manajemen juga dapat melacak siapa saja pihak yang terkait dengan insiden, kapan waktu untuk wawancara, hingga latar belakang dan alasan memilih pihak tersebut.  Khususnya pemanggilan untuk wawancara dengan pihak ketiga seperti penyelidik dari pihak kepolisian dan lainnya. Lebih Mudah dalam Mengumpulkan Bukti Photo: Unsplash.com Ketika terjadi kecelakaan kerja, proses selanjutnya adalah mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk keperluan investigasi. Hal ini karena, semakin banyak data-data yang dikumpulkan oleh pihak manajemen maka akan semakin baik. Khususnya mengenai proses hukum nantinya. Aplikasi kecelakaan kerja ini bisa menjadi platform penting sebagai pusat informasi. Misalnya saja mengenai foto, dokumentasi, transkrip wawancara, dan lain sebagainya. Termasuk pula kejadian-kejadian yang saling berhubungan sebelum dan setelah terjadinya kecelakaan kerja berlangsung. Memasukkan Data Jadi Lebih Mudah dengan  Aplikasi Kecelakaan Kerja Photo: Unsplash.com Terakhir, tak hanya dapat dijadikan sebagai platform untuk mengumpulkan bukti saat terjadi kecelakaan kerja saja, aplikasi ini juga akan memudahkan pengguna dalam memasukkan data penting. Sebagai gambaran, setelah kejadian kecelakaan kerja, administrator harus segera melaporkan kejadian tersebut. Saat menggunakan cara lama, tentu akan memakan waktu dan bisa saja laporan perusahaan tersebut kurang akurat karena masalah waktu memasukkan data. Berbeda halnya dengan menggunakan aplikasi untuk mendeteksi kecelakaan kerja yang mampu melaporkan secara akurat dan mengurangi kesalahan interpretasi. Pada akhirnya, akan mempercepat pula waktu investigasi dengan dukungan bukti-bukti yang kuat seperti disebutkan poin di atas. Penutup Photo: Pexels.com Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi kecelakaan kerja memiliki banyak manfaat. Terutama dalam bidang manufaktur maupun infrastruktur. Di mana dua sektor tersebut memiliki potensi kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Namun, dengan aplikasi tersebut setidaknya dapat meminimalisir hal buruk tersebut. Misalnya untuk mengecek hal-hal penting seperti kerusakan mesin dan sebagainya. Dengan mengecek lebih awal, kerusakan kecil dapat ditanggulangi. Termasuk untuk menyimpan bukti-bukti saat terjadi kecelakan kerja sebagai bahan penyelidikan saat dibutuhkan. Kini, membuat aplikasi kecelakaan kerja juga semakin mudah. Contohnya dengan menggunakan Appsheet. Yakni platform yang dapat Anda gunakan untuk membuat aplikasi tanpa coding. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Appsheet dengan lisensi resmi dari Google, Anda bisa hubungi EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi dari Google, kami memiliki layanan purna jual yang bisa pengguna dapatkan sesuai kebutuhan.

Appsheet

Tahapan Transformasi Digital untuk Perusahaan Konstruksi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satunya adalah dengan melakukan transformasi digital, terutama di bidang perusahaan konstruksi yang cukup kompleks. Di mana perusahaan harus menggunakan berbagai perangkat teknologi untuk memaksimalkan kinerja. Lalu, bagaimana tahapan dan keuntungannya? Berikut ulasannya. Tahapan Transformasi Digital Perusahaan Konstruksi Photo: Pexels.com Tahapan transformasi digital di berbagai perusahaan konstruksi memang berbeda-beda dan memiliki tingkatan tersendiri. Berdasarkan data dari Forrester, pembagian tahapan dan tingkatan ini terbagi atas tiga bagian yakni pemula, menengah, hingga advance. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 47% organisasi perusahaan diklasifikasikan dalam beginner. Yakni yang menggunakan teknologi digital yang masih standard dan masih perlu mengedepankan pengalaman pengguna.  Sementara itu, ada sekitar 39% perusahaan masuk dalam kategori menengah atau intermediate untuk penggunaan transformasi digital ini. Strategi tersebut digunakan untuk mentransformasikan operasional bisnis. Kemudian, di tingkat advance terdapat sekitar 14% perusahaan yang masuk di kategori ini. Itu artinya, perusahaan konstruksi menggunakannya untuk keperluan dasar hingga memperluas pangsa pasar mereka. Berikut beberapa keuntungan yang didapat perusahaan saat menggunakan transformasi digital ini. Tahapan Bagi Pemula Perusahaan yang tidak memiliki koordinasi yang baik dalam hal strategi transformasi digital, dapat dikatakan sebagai perusahaan di tingkat beginner atau pemula. Keuntungan dari perusahaan kelas ini ketika menggunakan transformasi digital dapat mempermudah akses komunikasi maupun koordinasi di berbagai divisi. Di sisi lain juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan itu sendiri. Termasuk dalam hal memasukkan data-data penting perusahaan ke dalam sistem jaringan. Lalu, juga memungkinkan untuk mengurangi biaya pengeluaran. Pada level ini juga dapat menambah pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun mitra perusahaan. Tahapan Transformasi Bagi Menengah Photo: Pexels.com Berikutnya adalah klasifikasi di kelas intermediate atau menengah. Pada klasifikasi ini, transformasi digital secara bersamaan dapat digunakan dalam menerapkan strategi antar organisasi perusahaan. Di tahap ini, manfaat yang didapat dari penggunaan Appsheet misalnya, tak hanya berdampak pada kenyamanan perusahaan saja, tetapi juga pengalaman konsumen lebih baik. Misalnya, perusahaan mengoperasikan berbagai aplikasi mobile yang terkoneksi dengan perangkat dan juga analitik yang lebih mudah. Meskipun begitu, untuk mendapatkan manfaat yang lebih di tingkatan ini perusahaan juga perlu bekerja ekstra dalam mentransformasikan strategi mereka. Tahapan Bagi Kelas Mahir (Advance) Terakhir adalah untuk klasifikasi di tingkat atas atau advance. Biasanya, ini diterapkan pada perusahaan dengan skala besar dan melakukan transformasi hampir secara menyeluruh di berbagai aktivitas. Dengan kata lain telah menerapkan prinsip Internet of Things (IoT). Misalnya saja penggunaan sensor pada bagian-bagian mesin tertentu, menggunakan aplikasi secara massif dalam pelayanan, hingga menggunakannya untuk analitik dalam pembuatan keputusan maupun perencanaan proyek lebih baik. Termasuk pula dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Penutup Photo: Pexels.com Transformasi digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor. Termasuk bagi perusahaan konstruksi. Berdasarkan uraian yang sudah dijabarkan di atas, transformasi digital di perusahaan konstruksi setidaknya membuat bisnis di bidang ini selangkah lebih maju dan lebih baik. Mulai dari aspek pengurusan dokumen, pengadaan barang, hingga memantau aktivitas pekerja sehingga kecelakaan kerja pun dapat diminimalisir dengan baik. Adanya platform seperti Appsheet juga mendukung dalam penerapan transformasi digital ini. Untuk penggunaan Appsheet lebih mudah, Anda bisa menggunakan layanan akun premium yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Keunggulan menggunakan Appsheet premium di kami adalah, kami memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan after sales atau purna jual sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk melihat produk terbaik kami atau hubungi kami di layanan berikut.

Scroll to Top