EIKON Technology

Chromebook

Chromebook, Collaboration, Security

Pencegahan Ransomware pada Bisnis dengan Chrome OS

  Sistem kerja hybrid, atau hybrid working, semakin banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai belahan dunia. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sistem kerja yang terdistribusi seperti itu menciptakan celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber. Menurut Harvard Business Review, serangan ransomware mengalami peningkatan hingga 150% sepanjang 2020 lalu. Hal ini tentu sangat meresahkan mengingai ransomware dapat mengenkripsi data Anda, membuat Anda dan tim jadi tidak bisa mengaksesnya. Sudah banyak perusahaan yang menjadi korban ransomware dan harus membayar banyak uang untuk mendekripsi data mereka. Itulah kenapa dibutuhkan perlindungan lebih untuk pencegahan ransomware. Selama menggunakan Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena platform berbasis cloud satu ini secara default telah dibekali dengan proteksi khusus terhadap ransomware. Google Safe Browsing Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) Pada perangkat Chrome OS, browser bawaan yang disematkan adalah Google Chrome. Melalui Google Chrome inilah biasanya para pengguna mengunjungi berbagai situs web untuk mencari informasi atau melakukan keperluan lain. Sebagai salah satu langkah pencegahan ransomware, Google Chrome telah dilengkapi dengan fitur Google Safe Browsing. Jika pengguna akan mengunjungi situs web atau mengunduh file yang dianggap berbahaya, maka Google Safe Browsing akan langsung memberi peringatan agar Anda terhindar dari risiko ransomware. Sistem update secara otomatis Photo Credit: Anna Auza (Unsplash) Sistem keamanan yang up-to-date menjadi salah satu kunci penting untuk pencegahan ransomware pada bisnis Anda. Lalu, apakah ini artinya Anda harus selalu melakukan update secara manual? Tenang saja, selama menggunakan perangkat Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena sistem operasi rutin melakukan update secara otomatis, termasuk update sistem keamanan. Kabar baiknya lagi, proses update ini selalu berjalan pada background sehingga tak akan mengganggu aktivitas. Data ter-back up secara otomatis ke cloud Photo Credit: Charles Deluvio (Unsplash) Chrome OS merupakan platform yang mengutamakan cloud. Artinya, hanya ada sedikit data pada perangkat yang rentan terhadap ancaman ransomware. Ini karena seluruh data pengguna Anda ter-back up secara otomatis pada sistem cloud. Sementara itu, data-data pekerjaan akan di-back up di layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive. Jika seandainya sistem keamanan Chrome OS dijebol oleh ransomware, yang mana sangat jarang terjadi, data dan file Anda di cloud akan tetap aman dan Anda bisa segera mengambil tindakan pemulihan. Pemblokiran executable file Photo Credit: Crew (Unsplash) Executable file adalah file yang dapat dieksekusi (executable). Maksudnya, file tersebut berisi sebuah program yang dapat dijalankan sesuai perintah. Umumnya, executable file diakhiri dengan ekstensi .exe. Nah, ransomware kerap bersembunyi di dalam executable file sehingga ketika dijalankan, file tersebut akan merusak data Anda. Sebagai langkah pencegahan ransomware, Chrome OS memblokir aplikasi-aplikasi berbahaya agar tidak bisa dijalankan pada perangkat Anda. Chrome OS hanya akan menjalankan aplikasi dari Google Play Store yang telah dilengkapi dengan sistem Google Play Protect untuk memindai adanya ancaman malware. OS bersifat read-only, sulit untuk diintervensi Photo Credit: Deepanker Verma (Pexels) Kekhawatiran lain yang kerap muncul terkait ransomware adalah adanya intervensi terhadap sistem operasi pada perangkat itu sendiri; dalam hal ini, Chrome OS. Kabar baiknya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang bersifat read-only. Artinya, file sistem pada Chrome OS disimpan di partisi terpisah. Tujuannya agar sistem operasi tidak bisa dimodifikasi oleh aplikasi atau extension apa pun sehingga akan cenderung lebih sulit untuk “disentuh” oleh ancaman ransomware.   Berkat berbagai teknologi pencegahan ransomware pada Chrome OS, hingga kini tidak ada satu pun laporan terkait serangan ransomware yang dialami oleh para pengguna perangkat Chrome OS. Maka dari itu, agar bisnis Anda lebih terlindungi dari ransomware, segera beralih ke perangkat Chrome OS seperti Chromebook. Chromebook tersedia dalam beragam produk dan spesifikasi sehingga dapat Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar Chromebooks!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Memahami Prioritas Kebijakan pada Browser Chrome

  Di era transformasi digital yang begitu pesat, tugas tim IT tak hanya berkutat pada proteksi sistem keamanan teknologi yang digunakan perusahaan, tapi juga sambil memastikan agar para karyawan tetap bisa produktif bekerja. Kabar baiknya, menjalankan kedua prioritas tersebut bukanlah hal sulit selama tim IT Anda menggunakan browser Chrome. Browser Chrome memiliki ratusan kebijakan enterprise yang tersedia di seluruh opsi cloud maupun on-prem. Bersifat fleksibel, kebijakan-kebijakan tersebut dapat Anda atur pada tingkat yang berbeda. Nah, metode yang Anda gunakan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini akan menentukan tingkat prioritasnya. Jadi, seandainya suatu hari ada sejumlah kebijakan yang bertentangan, maka Anda bisa tahu mana yang harus diprioritaskan. Untuk memastikan agar seluruh kebijakan dapat berlaku sesuai yang ditetapkan admin IT, mari kenali dulu tingkatan prioritas pada browser Chrome dari yang tertinggi hingga paling rendah berikut ini.   Machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Ini dia jenis kebijakan dengan tingkat prioritas paling tinggi. Jika seandainya ditemui sejumlah kebijakan yang saling bertentangan, maka machine policy inilah yang akan selalu didahulukan. Pada perangkat Windows, tingkatan prioritas satu ini biasanya dapat diatur pada Group Policy. Sedangkan bagi pengguna perangkat Mac, Anda bisa mengaturnya pada menu Managed Preferences.   Cloud machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Jenis kebijakan satu ini telah diatur dalam Chrome Browser Cloud Management. Artinya, saat Anda menggunakan Chrome Browser Cloud Management, maka platform pengelolaan browser tersebut akan berjalan berdampingan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Apabila terjadi pertentangan kebijakan, maka machine policy pada perangkat komputer yang akan diprioritaskan. Namun, penting untuk diingat bahwa ada pula kebijakan Google Policy Overrides (GPO) untuk mengubah urutan prioritas. Melalui adanya GPO ini, Anda dapat mengatur agar Cloud Policy ditetapkan sebagai prioritas utama, termasuk dengan tingkatan lebih tinggi dari machine policy lokal.   OS user policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tidak semua pengguna mengakses browser Chrome dari perangkat OS seperti Chromebook. Banyak juga dari Anda yang melakukannya melalui perangkat Windows maupun Mac. Kebijakan OS user inilah yang akan berlaku jika Anda melakukan sign in melalui perangkat Windows atau Mac yang dikelola perusahaan.   Cloud user policy   Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Cloud user policy disebut juga dengan kebijakan profil Chrome (Chrome profile policy). Bagi Anda para pengguna Google Workspace, cloud user policy diatur dalam Google Admin Console. Kebijakan tersebut baru akan berlaku saat para pengguna Anda melakukan sign in ke Google dan menerapkannya.   Users settings   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Pengaturan pengguna, atau users settings, merujuk pada default settings yang menjadi kebijakan standar pada browser Chrome atau settings yang diatur secara manual oleh pengguna. Users settings inilah yang memiliki tingkat prioritas paling rendah. Namun, walaupun pengguna bisa mengatur settings secara manual, idealnya pihak administrator tetap bisa membatasi kemampuan pengguna dalam melakukan perubahan settings pada lingkungan perusahaan. Sistem prioritas kebijakan pada browser Chrome memang dapat diterapkan pada berbagai jenis berangkat, mulai dari Windows hingga Mac. Namun, untuk performa lebih optimal, penggunaan perangkat Chrome OS seperti Chromebook sangatlah disarankan. Beruntung kini Chromebook bisa didapatkan dengan mudah dan aman melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology. Bahkan Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang benar-benar sesuai kebutuhan. Segera hubungi EIKON Technology dan dapatkan perangkat Chromebook untuk menunjang produktivitas!

Chromebook, Collaboration, Productivity

3 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Berlangganan Chrome Enterprise

  Demi kelancaran bisnis, peran departemen IT sangatlah dibutuhkan di perusahaan. Terutama di era pandemi seperti sekarang yang mengharuskan banyak karyawan bekerja secara remote dari tempat tinggal masing-masing. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, tim IT menjaga stabilitas performa kerja para karyawan agar tetap produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak tim IT perusahaan yang beralih ke cloud untuk mendukung fleksibilitas kerja, menjaga sistem keamanan secara optimal, sekaligus mengurangi infrastruktur dengan pemeliharaan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka pun menggunakan Chrome Enterprise, seperangkat layanan Google yang fokus pada kebutuhan bisnis. Menyediakan aneka perangkat manajemen dan sumber daya berbasis cloud, Chrome Enterprise pun menjadi pilihan banyak perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari dengan fleksibilitas maksimal. Lantas, apa yang membuat Chrome Enterprise begitu diminati banyak perusahaan?   Menyediakan berbagai aplikasi dan sumber daya penunjang kerja   Photo Credit: fauxels (Pexel) Sebagai salah satu perangkat Chrome OS, Chromebook juga turut menjadi bagian dari Chrome Enterprise yang ditawarkan Google. Bukannya tanpa alasan, perangkat Chromebook mampu mengakomodasi kebutuhan kolaborasi kerja secara aman, baik ketika Anda mengakses situs web, membuka aplikasi, atau lainnya. Namun, dalam proses pemindahan workflow ke lingkungan cloud, kemungkinan besar Anda masih akan membutuhkan sejumlah aplikasi berfitur penuh agar tetap produktif. Masalahnya, sering kali aplikasi-aplikasi tersebut tidak bekerja pada sistem cloud. Memahami dilema tersebut, Google pun bekerja sama dengan Parallels Desktop untuk menyediakan solusi yang dapat menjembatani proses transisi perusahaan Anda ke penggunaan aplikasi berbasis cloud secara penuh. Parallels Desktop dijalankan secara “lokal” pada perangkat Chrome dalam edisi atau sesi pengguna Chrome US. Jadi, Anda pun tak membutuhkan koneksi internet. Terlebih, sejak awal Parallels Desktop untuk Chrome Enterprise memang dirancang khusus bagi para pelaku bisnis. Nantinya, para admin IT dapat mengaktifkan akses ke perangkat-perangkat yang terhubung dengan Chrome Enterprise Upgrade saja sehingga lebih aman.   Meningkatkan efisiensi operasional pada seluruh perangkat   Photo Credit: krakenimages (Unsplash) Masih dengan penggunaan Chromebook untuk Chrome Enterprise, admin IT perusahaan dapat menerapkan sistem keamanan berstandar tinggi, menjaga kestabilan produktivitas karyawan, hingga pengawasan IT. Semua hal ini bisa dilakukan dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan layanan dari kompetitor. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya tentang menghemat biaya, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh para pelanggan Chrome Enterprise yang mengakui adanya siklus hidup yang cukup panjang pada perangkat Chromebook; mulai dari penggunaan untuk pertama kali, pengalihan penggunaan kepada karyawan baru, hingga akhirnya pencabutan akses saat perangkat tersebut sudah tak dapat dipakai lagi. Riset dari Enterprise Strategy Group (ESG) pun menunjukkan hasil serupa. Mereka meneliti tentang penghematan waktu pada siklus hidup Chromebook jika dibandingkan dengan PC biasa. Hasilnya, Chromebook terbukti mampu menghemat waktu hingga 76% selama proses deployment perangkat dan 96% saat proses peralihan perangkat ke pengguna baru.   Rutin meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna   Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Sebagai penunjang Chrome Enterprise, Chromebook dilengkapi dengan fitur update OS otomatis yang berlangsung pada “di balik layar” (background). Idealnya, update ini berlangsung selama seminggu sekali. Dengan begitu, Anda pun akan selalu memiliki akses ke fitur-fitur edisi terbaru, termasuk sistem keamanan terkini. Sebagai contoh, update OS yang baru-baru ini dirilis adalah Chrome 84. Melalui update ini, Google memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk menunjang produktivitas kerja dan pengawasan IT. Beberapa di antaranya adalah manajemen aplikasi dan extension yang lebih mudah dari Chrome Web Store pada Google Admin Console, overview mode yang kini mendukung pengaturan multimonitor, hingga peningkatan aksesibilitas pada konsol Google Admin melalui penambahan lima belas aturan baru. Jadi, bagi yang ingin tetap produktif menjalankan bisnis walaupun harus bekerja secara remote dengan tim, berlangganan Chrome Enterprise adalah solusinya. Terlebih dengan perangkat Chrome OS seperti Chromebook, berbagai keperluan pekerjaan pun bisa diselesaikan secara lebih efisien melalui fitur-fitur pendukungnya yang begitu canggih. Beruntung kini pembelian Chromebook sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan untuk menghubungi partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan beragam pilihan Chromebook, Anda pun bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk dapatkan Chromebook Anda!  

Chromebook, Collaboration, Productivity, Technology

4 Upaya Chrome OS Membangun Masa Depan Ramah Lingkungan

  Google memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga planet dan lingkungan. Berbagai langkah berhasil dicapai demi mewujudkan komitmen tersebut. Sejak 2007, Google telah menjadi perusahaan netral karbon (carbon-neutral). Lalu, pada 2017, Google menjadi perusahaan pertama yang berhasil menyesuaikan 100% konsumsi listrik tahunan dengan pemakaian energi terbarukan. Tak berhenti sampai situ, Google juga memiliki target agar seluruh data center dapat beroperasi menggunakan energi bebas karbon pada 2030 nanti. Sebagai salah satu produk unggulan Google, Chrome OS pun turut ambil bagian dalam mendukung misi tersebut. Tak hanya menyediakan software dan hardware computing yang sifatnya berkelanjutan (sustainable), Chrome OS juga melakukan berbagai langkah penting berikut ini demi membangun masa depan yang ramah lingkungan. Kurangi jejak karbon, optimalkan efisiensi energi Photo Credit: Kelly Lacy (Pexels) Sejak awal diperkenalkan, Chrome OS menawarkan kemampuan manajemen daya dengan sistem charging efisien dan optimalisasi performa perangkat. Salah satu klien Google yang berhasil membuktikan hal tersebut adalah Kingston dan Sutton, keduanya merupakan organisasi dewan untuk kerajaan di London. Setelah menggunakan lebih dari 3.800 perangkat Chrome OS, Kingston dan Sutton berhasil menurunkan gas rumah kaca dan konsumsi energi tahunan hingga 32%. Sebagai informasi, perangkat Chrome OS yang digunakan adalah Chromebook Acer dan Citrix sebagai aplikasi workspace-nya. Perangkat dirancang dengan bahan baku yang dapat didaur ulang Photo Credit: Sigmund (Pexels) Dalam merancang berbagai perangkatnya, Chrome OS selalu memastikan agar desain dan komponen-komponennya bersifat tahan lama. Tidak bekerja sendiri, berbagai partner Chrome OS seperti Acer dan HP pun turut mendukung misi tersebut. HP Elite c1030 Chromebook Enterprise, misalnya, berhasil menjadi perangkat Chromebook pertama yang diproduksi menggunakan plastik dari laut. Bahkan ternyata HP telah mengumpulkan lebih dari 780 ton plastik (setara 60 juta botol plastik) dari laut untuk didaur ulang menjadi bahan pembuatan produk-produk HP. Tak hanya HP, Acer juga telah melakukan langkah serupa. Lebih dari 7,6 juta perangkat Chrome OS dikirimkan menggunakan plastik ramah lingkungan (plastik PCR). Di samping itu, Acer juga telah mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) pada kemasan produk hingga 60%. Memperpanjang siklus hidup perangkat untuk minimalisir limbah elektronik Photo Credit: Sahand Babali (Unsplash) Cara lain yang dilakukan Chrome OS untuk membangun masa depan ramah lingkungan adalah dengan memperpanjang siklus hidup perangkat. Dengan begitu, limbah pemakaian elektronik pun dapat diminimalisir. Kini, perangkat-perangkat terbaru Chromebook mampu menerima pembaruan update OS hingga delapan tahun. Selama periode tersebut, performa perangkat tidak akan menurun sehingga mampu berfungsi optimal dalam waktu lama. Sistem supply chain yang lebih ramah lingkungan Photo Credit: Reproductive Health Supplies Coalition (Unsplash) Banyak partner Gogole yang menggunakan Chrome OS untuk meningkatkan efisiensi rantai pasokan (supply chain), logistik, dan operasional harian. Salah satunya adalah Insight Enterprise yang bergerak di bidang inovasi digital. Melalui penggunaan perangkat eco-friendly seperti Chromebook dari Google, Insight Enterprise dapat membantu para karyawannya untuk produktif bekerja secara mobile dengan penghematan sumber daya. Selain Insight Enterprise, partner lain yang juga merasakan dampak positif serupa adalah CDW. Menawarkan berbagai produk teknologi, CDW fokus meningkatkan efisiensi energi pada aktivitas operasional mereka sekaligus memaksimalkan dampak dari upaya daur ulang mereka. Hal ini memungkinkan CDW untuk menjalankan bisnis yang sustainable pada berbagai sektornya. Chrome OS tak hanya menyediakan solusi atas kebutuhan produktivitas Anda, tapi juga dibarengi dengan upaya konkret untuk menjaga planet dan lingkungan. Anda bisa ambil bagian dalam upaya positif tersebut dengan menggunakan perangkat Chrome OS seperti Chromebook untuk bekerja sehari-hari. Terlebih, kini pembelian Chromebook bisa dilakukan secara mudah. Kini di Indonesia telah hadir partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Sebelum membeli, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang paling sesuai kebutuhan produktivitas. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Leaptakers, Platform Google untuk Mengapresiasi Para Pekerja IT

  Di balik kelancaran aplikasi yang kita gunakan, keamanan akses sistem cloud, hingga kemudahan pemakaian berbagai produk teknologi lain, terdapat tim IT yang telah berjasa besar. Mereka bekerja keras demi memastikan agar para pengguna bisa selalu menikmati teknologi dengan aman dan nyaman. Di Google, tim IT menjadi bagian penting dalam tulang punggung perusahaan. Begitu banyak kisah inspiratif yang menarik perhatian Google, mulai dari tim DevOps yang mengubah jaringan rumah sakit agar keluarga pasien bisa tetap konsultasi dengan dokter selama masa lockdown pandemi, hingga para inovator yang membantu pemerintah mengirimkan kebutuhan darurat dengan drone. Google yakin bahwa masih ada banyak sekali kisah inspiratif serupa dari para pekerja IT lain di seluruh dunia. Agar ada semakin banyak orang yang mengetahui kisah-kisah tersebut, Google pun menciptakan platform bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT dapat berbagi cerita tentang berbagai project yang pernah mereka kerjakan. Bentuk apresiasi Google terhadap para pekerja IT Photo Credit: Annie Spratt (Unsplash) Kehadiran tim IT begitu penting di tengah era digital seperti sekarang. Berkat dedikasi dan kemampuan mumpuni mereka, tercipta begitu banyak sistem dan produk teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Sayangnya, masih banyak dari tim IT yang kurang mendapat apresiasi atas kerja keras mereka. Terlebih, tim IT kerap kali tidak memiliki waktu untuk meresapi betapa besar dampak hasil kerja mereka. Setelah menyelesaikan satu project, kemungkinan besar mereka akan langsung beralih mengerjakan project lainnya. Demi memberi sorotan lebih kepada para pekerja IT di seluruh dunia, Google baru-baru ini memperkenalkan program bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT bisa berbagi cerita tentang project-project yang pernah mereka kerjakan, tantangan yang dihadapi, hingga dampak signifikan dari karya IT yang telah dihasilkan. Leaptakers menjadi salah satu cara Google untuk merayakan kerja keras tim IT. Di samping itu, para pekerja IT juga dapat memanfaatkan Leaptakers untuk meresapi betapa signifikan dampak yang telah mereka berikan terhadap kehidupan manusia melalui kerja keras mereka. Bisa juga menominasikan orang lain Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Jadi, bagi para pekerja IT di mana pun Anda berada, jangan ragu untuk berbagi cerita tentang project yang pernah Anda kerjakan. Semua bisa Anda bagikan melalui platform Google bernama Leaptakers. Caranya pun sangat mudah. Anda hanya perlu klik di sini dan mengisi formulir berisi ragam pertanyaan yang telah disediakan Google. Jika semua telah terisi, klik tombol Submit Your Story dan cerita Anda telah terkirim ke Google! Lalu, jika Anda memiliki teman sesama pekerja IT yang menurut Anda pantas mendapat sorotan, Anda bisa menominasikannya. Bagikan saja link ini kepada mereka agar mereka bisa turut berbagi cerita tentang project-project IT menakjubkan lainnya. Google akan membuat project video kompilasi Photo Credit: Wahid Khene (Unsplash) Pengiriman cerita melalui platform Google Leaptakers akan ditutup pada 16 Juli 2021. Setelah itu, Google akan melakukan seleksi dan memilih sejumlah project utama untuk dikompilasi dalam sebuah video. Tentunya video ini juga akan dibagikan oleh Google secara online. Tenang saja, seluruh cerita lain yang masuk akan tetap ditampilkan pada platform khusus Leaptakers. Bahkan nantinya Anda dan para pekerja IT lain juga tetap bisa terus berbagi cerita melalui platform tersebut. Dengan begini, akan ada semakin banyak kisah inspiratif dari tim IT yang bisa diketahui orang lain.   Jika Anda termasuk salah satu anggota tim IT yang selama ini berkutat dengan banyak project berarti, jangan ragu membagikan cerita Anda melalui platform Google yang baru, Leaptakers. Pastikan Anda menggunakan perangkat yang powerful seperti Chromebook agar pengisian formulir berjalan lancar dan terhindar dari system crash. Anda bisa mendapatkan perangkat Chromebook terbaru dari berbagai produsen IT ternama melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia! Langsung saja klik di sini atau hubungi tim EIKON Technology sekarang juga!  

Chromebook, Productivity, Security

5 Langkah Mengatur Chrome Device Management untuk Pertama Kali

  Perangkat Chrome, atau disebut juga dengan Chromebook, menawarkan banyak keuntungan untuk para penggunanya. Sejak awal, Chromebook dirancang dengan software update otomatis, perlindungan maksimal terhadap virus, pencegahan kerusakan sistem, hingga sistem proteksi keamanan data. Dengan begitu, Anda sebagai pengguna pun bisa lebih fokus mengerjakan hal-hal produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak perusahaan mulai beralih ke Chromebook untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Nah, agar nantinya Anda bisa menggunakan Chromebook secara lancar, diperlukan pengaturan khusus yang dinamakan Chrome Device Management. Berikut ini langkah-langkah melakukan pengaturan Chrome Device Management pada perangkat Chromebook yang baru.   Dapatkan lisensi perangkat Google Chrome   Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Menurut kebijakan lisensi Google, Anda diwajibkan memiliki satu lisensi untuk setiap perangkat Chrome yang akan digunakan di perusahaan. Tersedia dua jenis lisensi yang bisa Anda pilih. Yaitu lisensi standar Chrome Device Management dan lisensi untuk single app kiosk. Anda bisa mendapatkannya secara online atau menghubungi tim Google. Lisensi standar memberikan Anda akses menyeluruh ke semua pengaturan dan kebijakan yang digunakan di perusahaan Anda. Bahkan waktu perpanjangan lisensi pun bisa Anda tentukan sendiri, baik yang bersifat tahunan hingga seumur hidup. Sementara itu, lisensi single app kiosk memungkinkan manajer atau administrator untuk mengakses seluruh pengaturan dan kebijakan untuk perangkat-perangkat Chrome yang dijalankan sebagai kiosk. Contoh dari perangkat Chrome bersifat kiosk adalah mesin register POS di toko retail atau perangkat registrasi di resepsionis hotel.   Segera daftarkan perangkat Chrome   Photo Credit: Nathan Dumlao (Unsplash) Setelah mendapatkan lisensi, Anda perlu mendaftarkan seluruh perangkat Chrome pada konsol Chrome Admin. Penting untuk diingat bahwa pendaftaran perangkat ini harus dilakukan sebelum pengguna melakukan sign in pada Chromebook. Hanya dengan beginilah perangkat-perangkat tersebut dapat menjalankan aturan atau kebijakan penggunaan yang telah ditetapkan pihak admin. Sebaliknya, jika ada pengguna yang sign in perangkat sebelum pendaftaran, maka aturan pemakaian yang ditetapkan admin tak akan berlaku pada perangkat tersebut. Tenang saja, cara mendaftarkan perangkat Chrome tidaklah sulit. Pada konsol Chrome Admin, ketik Ctrl+Alt+E untuk masuk ke halaman pendaftaran. Anda akan diminta memasukkan username dan password yang Anda terima pada surat penyambutan (welcome letter) Google Admin. Setelahnya, Anda akan dipandu hingga proses pendaftaran perangkat selesai.   Mengatur setelan pengguna dan perangkat Chrome   Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Begitu semua perangkat telah terdaftar pada konsol Google Admin, kini saatnya mengatur setelan pengguna (user settings) dan perangkat Chrome. Perlu diingat bahwa user settings tidak dapat dikonfigurasi untuk perangkat Chrome dengan lisensi single app kiosk.  Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan pada halaman user settings, mulai dari memblokir aplikasi atau extensions tertentu, mengonfigurasi sistem single sign-on pada seluruh perangkat Chrome, hingga membuat koleksi aplikasi Chrome di Chrome Web Store untuk para pengguna.   Kelola pengaturan perangkat Chrome   Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) User settings yang telah Anda buat sebelumnya akan berlaku untuk seluruh pengguna perangkat Chrome, bahkan jika pengguna tersebut merupakan pengguna tamu (guest user) atau melakukan log in menggunakan akun Google pribadi mereka. Namun, ingat, ada beberapa pengaturan yang tidak tersedia bagi pengguna perangkat Chrome dengan lisensi single app kiosk.   Buat unit organisasi   Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Setelah proses pendaftaran dan user settings berhasil dilakukan, kini saatnya membuat unit organisasi. Tujuannya adalah mengumpulkan sejumlah perangkat Chrome tertentu agar bisa diterapkan konfigurasi yang sama. Jangan khawatir, caranya sangat mudah. Pada konsol Chrome Admin, masuklah ke Chrome Device Management, lalu pilih opsi Chrome Devices. Nantinya Anda akan menemukan informasi berisi perangkat-perangkat Chrome yang beroperasi menggunakan domain Anda. Jadi, bukan hanya pemakaian Chromebook yang begitu mudah dan praktis, tapi juga pengaturan Chrome Device Management saat pertama kali Anda hendak menggunakan perangkat tersebut. Buktikan sendiri dengan segera beralih ke Chromebook! Anda bisa mendapatkan perangkat Chrome untuk kebutuhan perusahaan dengan menghubungi partner resmi produk Google, EIKON Technology. Bahkan untuk membantu kelancaran pengaturan Chrome Device Management nanti, tim EIKON Technology juga dapat membantu Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Chromebook, Security

5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda

  Menjaga keamanan pengguna di ranah online merupakan salah satu prioritas utama Google. Terlebih, ada miliaran orang di dunia yang menggunakan produk browser andalan Google, Chrome, untuk mengakses web. Berbagai cara pun diterapkan untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome agar Anda dapat browsing tanpa rasa khawatir. Berikut beberapa di antaranya.   Proteksi terhadap password    Photo Credit: Dan Nelson (Unsplash) Sebagai pengguna aktif internet, kemungkinan besar Anda memiliki banyak akun di berbagai website. Demi alasan keamanan, tiap website pun mempunyai password berbeda untuk sign in. Dengan banyaknya password yang harus diingat, tentu hal tersebut cukup menyulitkan. Untungnya, Anda tak perlu melakukan hal tersebut karena telah hadir Password Manager yang dapat menyimpan password akun-akun online Anda secara aman. Tak hanya itu, tersedia pula fitur Password Checkup yang akan memberi notifikasi apabila ternyata ada password yang berpotensi mudah diretas.   Fitur Safe Browsing untuk mencegah risiko kejahatan siber   Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Bentuk perlindungan privasi dan keamanan Chrome tidak hanya diberikan pada informasi password akun online Anda, tapi juga untuk aktivitas browsing secara keseluruhan. Tahukah Anda bahwa Chrome dilengkapi dengan fitur bernama Safe Browsing? Jika Anda hendak membuka atau mengunjungi website yang berpotensi mengandung virus atau bahaya lain, fitur Safe Browsing inilah yang akan memperingatkan Anda, begitu juga saat Anda mengunduh file mencurigakan dari internet. Dengan begini, risiko kejahatan siber seperti malware dan phising pun dapat diminimalisir. Kontrol sendiri iklan yang mau Anda lihat     Photo Credit: Pixabay (Pexels) Saat sedang browsing, kemungkinan besar Anda pernah melihat iklan online yang ditampilkan pada beberapa website tertentu. Apabila Anda merasa heran kenapa iklan tersebut ditampilkan kepada Anda, maka Anda bisa klik opsi Why This Ad yang tertera pada iklan tersebut. Lalu, jika Anda tidak suka dengan iklan tertentu karena dianggap tidak cocok atau relevan, Anda juga bisa memblokirnya dengan menggunakan fitur Mute This Ad. Fitur-fitur menjadi langkah untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome Anda melalui kontrol terhadap iklan. Google ingin memberikan transparansi sejelas mungkin terkait pemasangan iklan, bahwa mereka tidak menjual informasi personal Anda kepada pengiklan maupun pihak mana pun.   Bisa menghapus data secara otomatis   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Saat Anda browsing melalui Chrome, berbagai data pun akan disimpan, mulai dari aktivitas penggunaan web, riwayat lokasi, hingga riwayat pencarian YouTube. Sebagai bentuk perlindungan privasi dan keamanan Chrome, Google telah menyediakan fitur khusus untuk menghapus data-data tersebut secara otomatis. Dinamakan Auto-delete, fitur ini mampu menghapus berbagai data riwayat yang tersimpan di Chrome secara otomatis setelah 3-18 bulan. Di samping itu, Anda juga bisa mengontrol data apa saja yang disimpan akun Google Anda melalui fitur kontrol on/off pada Google Account.   Tingkatkan privasi dengan mode Incognito   Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Sejak diluncurkan bersama Chrome pada 2008, mode Incognito menjadi salah satu fitur kontrol privasi yang paling populer digunakan. Saat mode Incognito diaktifkan, riwayat aktivitas browsing Anda pada Chrome tidak akan tersimpan pada Google Account Anda. Melihat popularitas mode Incognito yang cukup tinggi, sejak 2019 lalu pun Google menambahkan mode tersebut pada Google Maps dan YouTube. Untuk mengaktifkan mode ini, Anda hanya perlu masuk ke Google Account dengan tap foto profil di bagian kanan atas laman Chrome. Apa pun aktivitas online yang Anda lakukan melalui Chrome, sudah menjadi kewajiban Google untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome Anda. Apabila ingin mendapatkan proteksi yang lebih maksimal, disarankan untuk mengakses Chrome menggunakan Chromebook, perangkat laptop bersistem Chrome OS. Sistem ChromeOS memiliki fitur update otomatis, termasuk pada fitur-fitur privasi dan keamanan yang ada dalam Chrome. Alhasil, sistem privasi dan keamanan Chrome Anda pun akan selalu up-to-date. Karenanya, jangan tunda lagi dan segera dapatkan perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk cari tahu lebih lanjut seputar Chromebook atau tanyakan langsung kepada tim EIKON Technology!  

Chromebook, Security

BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome

  Sejak pertama kali dirilis pada 2008, Google Chrome selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan web. Berbagai fitur, inovasi, dan inisiatif pun dilakukan demi memberikan pengalaman web browsing dengan keamanan optimal bagi para pengguna. Sebagai salah satu upaya untuk terus menciptakan web browser yang aman, Google Chrome bekerja sama dengan tim Google Cloud Security menjalankan suatu inisiatif baru. Inisiatif ini dinamakan BeyondCorp Enterprise, yang dikembangkan berdasarkan prinsip zero trust. Melalui adanya BeyondCorp Enterprise, kini Google Chrome mampu memberikan proteksi keamanan yang lebih baik dan bersifat real-time tanpa perangkat lunak (software) tambahan. Proteksi dalam bentuk apa saja yang disediakan oleh BeyondCorp Enterprise? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini! Dikembangkan berdasarkan prinsip zero trust Photo Credit: Jefferson Santos (Unsplash) Seperti disebutkan sebelumnya, pengembangan BeyondCorp Enterprise dilakukan berdasarkan prinsip zero trust. Konsep utama di balik prinsip ini adalah tidak ada jaringan web yang bisa dipercaya secara default sehingga aksesnya harus selalu diamankan dan diautorisasi. Melalui pemasangan pada Chrome, BeyondCorp Enterprise dapat memberikan solusi bersifat zero trust untuk melindungi data Anda, proteksi lebih baik secara real-time dari berbagai ancaman, sekaligus menyediakan informasi penting tentang perangkat untuk membantu Anda menentukan apakah perangkat tersebut berhak mendapatkan akses web.  Berbagai kelebihan tersebut sudah langsung terpasang pada Chrome. Artinya, Anda tak perlu mengunduh software tambahan apa pun untuk bisa mendapatkan perlindungan lebih dari BeyondCorp Enterprise. Lebih baik dalam mencegah kebocoran data dan kejahatan siber Photo Credit: Google Peningkatan keamanan web menjadi fokus utama BeyondCorp Enterprise. Mengusung prinsip zero trust, BeyondCorp Enterprise mampu meningkatkan performa Chrome dalam mencegah risiko kebocoran data di web, khususnya untuk data-data yang bersifat sensitif. Tim IT perusahaan kini dapat menerapkan aturan khusus untuk menentukan tipe data apa saja yang bisa diunggah dan diunduh. Dengan begini, karyawan perusahaan pun tidak akan asal mengunggah maupun mengunduh data yang bisa saja berbahaya untuk keamanan perusahaan. Tak hanya itu, BeyondCorp Enterprise juga menunjang pencegahan potensi kejahatan siber seperti malware dan phishing. Adanya prinsip zero trust memungkinkan BeyondCorp Enterprise untuk mengecek URL secara real-time dan melakukan pemindaian mendalam terhadap file untuk melacak adanya malware. Peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman risiko Photo Credit: Google Di samping mengoptimalkan proteksi keamanan terhadap jaringan web pada Chrome, BeyondCorp Enterprise juga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman risiko kejahatan siber. Melalui BeyondCorp Enterprise berbasis prinsip zero-trust, kini perusahaan atau organisasi akan mendapatkan lebih banyak informasi mendalam seputar adanya potensi ancaman atau aktivitas online yang mencurigakan. Informasi tersebut dapat diakses melalui laporan berbasis cloud. Sebagai contoh, jika seandainya ada seorang karyawan mengunduh file berbahaya menggunakan perangkat perusahaan, atau misalnya karyawan tersebut log in pada situs phishing, maka Anda akan langsung mendapatkan notifikasi sehingga bisa segera mengambil tindakan yang sesuai.   Berkat inisiatif BeyondCorp Enterprise dengan prinsip zero trust, kini Anda dan segenap tim di perusahaan bisa menggunakan Chrome secara lebih aman dan nyaman. Terlebih jika Anda mengaksesnya melalui perangkat Chromebook yang berbasis Chrome OS, sistem operasi yang khusus diciptakan untuk Chromebook. Hal tersebut memungkinkan Chrome untuk memberikan performa yang lebih optimal. Tidak percaya? Anda bisa membuktikannya sendiri dengan mendapatkan perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Menyediakan banyak jenis perangkat Chromebook dengan beragam fitur, tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga di sini!  

Chromebook, Security

Menghubungkan Pekerjaan Karyawan dengan Chromebook

  Kata siapa perangkat Chromebook hanya bisa digunakan oleh pelajar? Fitur-fitur canggih yang tersemat di dalamnya juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan karyawan. Terlebih, Chromebook hadir dalam bentuk laptop sehingga karyawan bisa lebih mudah membawanya ke mana pun. Kerja remote pun tak lagi jadi halangan. Berbekal Chrome OS yang dirancang Google, laptop Chromebook dikenal sangat user-friendly. Penggunaannya sangat simpel dan mudah, bahkan bagi yang belum pernah memakainya sama sekali untuk bekerja. Tak hanya itu, pekerjaan karyawan juga dapat terhubung dengan Chromebook secara mudah dan praktis! Set up perangkat Chromebook dapat dilakukan secara online Photo Credit: Thought Catalog (Unsplash) Mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, kemungkinan besar masih banyak pula beberapa dari Anda yang melangsungkan sistem work from home (WFH). Alhasil, para karyawan harus membawa pulang perangkat Chromebook mereka untuk bekerja. Set up ulang pun perlu dilakukan agar pekerjaan karyawan dapat terhubung dengan Chromebook. Kabar baiknya, hal tersebut sangatlah mudah dilakukan secara online. Kuncinya adalah dengan berlangganan Chrome Enterprise Upgrades sehingga Anda dapat mengelola seluruh Chromebook karyawan secara remote. Dengan Chrome Enterprise Upgrades, Anda bisa memasang Chrome OS dalam versi lebih advanced yang memang khusus ditujukan untuk keperluan bisnis. Sedangkan untuk set up yang dilakukan secara individu oleh masing-masing karyawan, mereka hanya perlu menghubungkan Chromebook pada jaringan Wi-Fi dan perangkat pun sudah bisa digunakan. Tak ada software apa pun yang harus Anda pasang. Aktifkan fitur Sync untuk menghubungkan perangkat dengan informasi akun Google Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Karena bekerja menggunakan Chrome OS, maka Chromebook akan meminta Anda untuk memasukkan informasi akun Google. Dari sinilah berbagai pekerjaan karyawan bisa terhubung dengan Chromebook melalui fitur bernama Sync. Fitur tersebut dapat Anda aktifkan melalui browser Google Chrome. Langsung saja buka aplikasi Chrome pada perangkat Chromebook, klik Profile di bagian kanan atas, sign in ke akun Google Anda, dan klik Turn On Sync. Secara otomatis, Anda juga akan langsung sign in ke akun Gmail, YouTube, dan berbagai layanan Google lainnya. Tak hanya itu, Anda pun dapat mengakses informasi lain yang tersinkronisasi dengan akun Google Anda seperti password dan bookmarks. Dengan begini, data pekerjaan karyawan yang disimpan menggunakan akun Google pun bisa Anda akses kembali secara mudah. Bisa gunakan Citrix untuk menunjang sinkronisasi Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Dalam bekerja, Google paham betul bahwa Anda kerap membutuhkan resource tambahan untuk menunjang produktivitas. Itulah kenapa Chromebook pun dirancang agar mudah dihubungkan dengan pemakaian berbagai aplikasi. Salah satunya adalah Citrix yang dapat membantu menghubungkan pekerjaan karyawan dengan Chromebook. Disebut juga sebagai Citrix Workspace, aplikasi satu ini merupakan sebuah platform manajemen berbasis cloud yang akan memberikan akses instan ke semua aplikasi web, aplikasi virtual, dokumen digital, hingga desktop melalui satu all-in-one interface. Aplikasi Citrix Workspace bisa Anda dapatkan melalui Chrome Web Store. Hadir dalam bentuk Extension, Citrix Workspace dapat langsung dipasangkan pada browser Chrome di perangkat Chromebook Anda.   Berbasis cloud dan bersifat user-friendly, perangkat Chromebook memiliki pengoperasian yang begitu simpel. Bahkan jika sebelumnya tidak pernah menggunakannya pun, Anda tetap bisa menghubungkan pekerjaan karyawan dengan Chromebook secara mudah. Masih tidak percaya? Buktikan sendiri dengan membeli perangkat Chromebook melalui partner resmi Google seperti EIKON Technology. Telah bekerja sama dengan produsen teknologi ternama seperti Acer dan Asus, perangkat Chromebook hadir dalam berbagai desain dan fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan perangkat Chromebook!  

Chromebook

Perbedaan Chromebook dengan Laptop, Mana yang Lebih Bagus?

[vc_row][vc_column][vc_column_text] Perbedaan Chromebook dengan Laptop – Jika Anda membaca tulisan ini, kemungkinan besar Anda sudah tidak asing lagi dengan Chromebook. Namun, mengingat bentuk perangkat yang terlihat mirip dengan laptop pada umumnya, Anda pun jadi bingung membedakan keduanya. Hal tersebut wajar terjadi karena Perbedaan Chromebook dengan Laptop memang baru akan terasa saat Anda benar-benar menggunakannya. Lantas, apa saja perbedaan tersebut? Lalu, mana yang sebaiknya Anda beli? Sistem operasi yang disematkan Photo Credit: Benjamin Dada (Unsplash) Salah satu Perbedaan Chromebook dengan Laptop yang paling menonjol terletak pada sistem operasinya. Selain Chromebook, di pasaran ada dua jenis laptop yang umumnya dijual, yaitu laptop Windows dan MacBook. Sesuai namanya, laptop Windows dibekali dengan sistem operasi Windows buatan Microsoft. Sedangkan sistem operasi pada MacBook adalah MacOS yang dibuat oleh Apple. Sementara itu, Chromebook menggunakan sistem operasi Chrome OS buatan Google. Alhasil, performa mesinnya pun didesain agar bisa bekerja secara maksimal dengan aplikasi Google. Jadi, apabila selama ini Anda sudah sering menggunakan produk Google seperti Google Chrome, Gmail, Google Drive, dan Calendar, maka Chromebook merupakan pilihan tepat bagi Anda. Penggunaan aplikasi Office untuk keperluan kerja Photo Credit: Startup Stock Photos (Pexels) Pada umumnya, kebanyakan laptop menggunakan aplikasi Microsoft Office seperti Word, Excel, dan Power Point untuk mendukung aktivitas kerja penggunanya. Bahkan pengguna MacBook pun biasanya akan memasang software tersebut pada perangkat mereka. Di sinilah Perbedaan Chromebook dengan Laptop. Chromebook memang tidak menyediakan akses aplikasi software Microsoft Office. Namun, sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan Google Docs, Slides, dan Sheets yang tidak kalah powerful. Bahkan, karena berbasis cloud, ketiga aplikasi tersebut akan memudahkan Anda dalam melakukan kolaborasi kerja bersama tim. Fitur-fiturnya pun tidak kalah lengkap dari Microsoft Office sehingga dapat menunjang pekerjaan secara optimal. Ketergantungan terhadap internet Photo Credit: Bram Van Oost (Unsplash) Saat pertama kali diluncurkan pada 2011 dulu, Chromebook memang dirancang untuk dapat beroperasi dengan ketergantungan terhadap internet. Dengan kata lain, Anda harus selalu terhubung dengan koneksi internet yang stabil selama menggunakan perangkat Chromebook. Hal itulah yang mungkin sempat membuat orang memilih menggunakan laptop biasa. Namun, kini Chromebook telah mengalami banyak sekali pengembangan. Salah satunya adalah kemampuan beroperasi tanpa harus terhubung dengan internet. Layanan unggulan Google seperti Docs, Sheets, dan Slides kini sudah bisa diakses secara offline. Anda pun tetap bisa membuka dan mengedit dokumen tanpa harus terkoneksi dengan internet. Bahkan masih ada sekitar 200-an aplikasi lain yang dapat Anda akses di Chromebook secara offline. Akses terhadap berbagai aplikasi Android Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Perbedaan Chromebook dengan Laptop yang satu ini bisa dibilang cukup menonjol. Melalui perangkat Chromebook terbaru, Anda bisa mengakses berbagai aplikasi Android, termasuk aplikasi-aplikasi populer seperti Adobe dan game berbasis cloud. Dengan kata lain, perangkat Chromebook tidak hanya membantu mendukung produktivitas Anda, tapi juga menjadi perangkat untuk mengakses konten hiburan. Tentunya Anda tidak akan bisa mengakses aplikasi-aplikasi Android di perangkat laptop selain Chromebook. Jadi, setelah mengetahui Perbedaan Chromebook dengan Laptop, mana yang lebih bagus untuk Anda? Tentu semua kembali lagi pada kebutuhan dan preferensi masing-masing. Namun, jika Anda membutuhkan perangkat berbasis cloud dengan akses ke layanan Google, maka Chromebook adalah pilihan tepat. Tak perlu khawatir jika sebelumnya Anda belum pernah menggunakan Chromebook. Jika membeli perangkat Chromebook di EIKON Technology, Anda akan mendapat bantuan migrasi dari laptop ke Chromebook. Tenang saja, pemakaian Chromebook begitu mudah dan simpel sehingga Anda pun bisa dengan cepat menyesuaikan diri. EIKON Technology merupakan Google Cloud Premiere Partner di Indonesia. Sebagai bagian dari Google Partner, EIKON Technology menjadi salah satu cloud provider yang membantu untuk meningkatkan produktivitas bisnis hingga ke sektor pendidikan. Segera dapatkan di EIKON Technology dan rasakan sendiri pengalaman terbaik menggunakan Chromebook!  EIKON Technology memperkenalkan tools yang dapat digunakan untuk membantu mengatur project management dalam perusahaan. Tools tersebut adalah Monday. Monday dapat digunakan untuk membantu memanage task pekerjaan sesuai dengan prioritas dan deadline. Menggunakan Monday sebagai salah satu tools untuk membantu management pekerjaan dapat meningkatkan produktivitas. [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”8155″ img_size=”large” alignment=”center” onclick=”custom_link” link=”https://eikontechnology.monday.com/” css=”.vc_custom_1629102147902{padding-right: 5% !important;padding-left: 5% !important;}”][/vc_column][/vc_row]

Scroll to Top