Gmail

Gmail, Google Workspace

Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja

Pada tanggal 31 Januari 2022 lalu, Google mengumumukan tampilan terintegrasi Gmail yang baru. Tampilan terintegrasi tersebut akan menyatukan email, Google Meet, Google Chat, dan Spaces dalam satu tempat. Dengan begitu, Anda sebagai pengguna dapat mengecek informasi terbaru dari beberapa aplikasi sekaligus tanpa harus berpindah tempat. Di akhir bulan Juni 2022 kemarin, Gmail baru saja meluncurkan pengalaman untuk melakukan opt-out ke segmen pengguna. Artinya, pengguna terpilih dapat melihat pengalaman Gmail baru secara default. Namun, mereka juga diberi opsi untuk kembali ke tampilan Gmail klasik melalui menu setelan. Di waktu yang bersamaan, tampilan Gmail baru juga akan terus tersedia bag pengguna yang ingin mengaktifkannya melalui Quick settings. Tampilan integrasi Gmail baru Ketika tampilan terintegrasi Gmail baru diaktifkan, menu navigasi baru memungkinkan Anda beralih dengan mudah antara kotak masuk, percakapan penting, dan bergabung ke rapat tanpa harus berpindah tab atau membuka jendela baru. Fitur baru ini dihadirkan untuk memudahkan Anda ketika ingin mengetahui hal-hal penting dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat di satu lokasi. Tampilan terintegrasi baru ini akan bervariasi berdasarkan edisi Google Workspace yang Anda gunakan. Khususnya, jika hanya memiliki Gmail, maka Anda akan terus memiliki konfigurasi khusus Gmail di navigasi baru. Berikut adalah tampilan Gmail baru untuk pengguna dengan akun Gmail saja: Photo Credit: Google Workspace Updates Pengguna yang menggunakan Gmail, Chat, dan Meet, dapat menentukan aplikasi mana yang ingin mereka sertakan dalam tampilan baru mereka dengan menyesuaikan aplikasi mereka dalam setelan cepat. Mereka juga memiliki opsi untuk menggunakan konfigurasi khusus Gmail: Photo Credit: Google Workspace Updates Detail tambahan Selain itu, Gmail juga menghadirkan navigasi baru bernama Material You, tampilan dan nuansa baru yang hadir untuk melengkapi aplikasi Google Anda. Baca juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja? Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan tampilan baru Gmail Untuk mulai menggunakan tampilan baru Gmail sangatlah mudah. Tampilan terintegrasi ini bahkan tidak memerlukan pengaturan konfigurasi dari administrator. Berikut adalah beberapa kapabilitas yang bisa Anda nikmati dengan tampilan baru Gmail: Berpindah aplikasi: Klik nama aplikasi. Melihat preview ikon: Arahkan ke ikon. Menyembunyikan atau menampilkan panel yang dapat diciutkan: Di bagian kiri atas, klik opsi Show or Hide main menu. Menyesuaikan aplikasi yang muncul di menu utama: Di kanan atas, klik Settings. Menu Quick settings akan muncul. Di bawah bagian “Apps in Gmail“, klik Customize. Pilih aplikasi yang ingin Anda gunakan di Gmail. Klik Selesai. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Ketersediaan update tampilan Tampilan terintegrasi Gmail yang baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Pengguna dengan akun Google pribadi, serta pengguna Google Workspace Individual pun dapat menikmati tampilan baru ini. Namun Gmail versi baru ini tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials. Baik domain untuk rilis cepat maupun terjadwal dimulai pada tanggal 28 Juni 2022 dan mengalami peluncuran yang diperpanjang (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas keseluruhan fitur baru). Baca juga: Mengenal Fungsi Fitur “External Labels” di Gmail untuk Pekerjaan Dengan tampilan terintegrasi Gmail yang baru ini Anda dapat berpindah aplikasi Google dengan cepat ketika membuka email. Menariknya lagi, tampilan baru ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Jadi Anda dapat memilih aplikasi Google apa saja yang bisa ditampilkan ketika menggunakan Gmail. Selain integrasi melalui Gmail, Google menghadirkan kemudahan dalam menjalankan aplikasi produktivitas seperti Docs, Sheets, dan Slides melalui Workspace. Lewat Google Workspace, Anda bisa bekerja dengan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu waktu tanpa harus berpindah-pindah. Ingin mulai bekerja dengan sistem terintegrasi Google? Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace, baik untuk perusahaan (For Business), maupun untuk instansi pendidikan (For Education). Informasi selengkapnya tentang Google Workspace, silakan klik di sini!

Gmail, Google Docs, Google Workspace

Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks

Google Tasks merupakan aplikasi daftar tugas yang fokus pada penyediaan fungsionalitas dengan antarmuka sederhana. Aplikasi ini juga memungkinkan integrasi dengan aplikasi lain Google seperti Gmail dan Calendar untuk memudahkan manajemen tugas. Dalam update terbarunya, Google Tasks memungkinkan pengguna untuk dapat mencetak Task Lists dari ruang pribadi dan ruang Chat di web. Bagaimana cara kerjanya? Cara memulai fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mulai mengaktifkan fitur memerlukan konfigurasi dari Administrator Google Tasks harus DIAKTIFKAN agar orang-orang di domain Anda dapat mengakses dan mencetak daftar Tasks Lists. Baca juga: 3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Mengaktifkan atau nonaktifkan Tasks Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Google Tasks untuk orang-orang di dalam perusahaan. Orang yang mengaktifkan Tasks dapat membuat dan mengelola tugas yang ada di: Google Calendar Editor Gmail atau Docs menggunakan sidebar Tasks Gmail menggunakan tab Tasks di ruang obrolan (untuk tim) Orang yang menonaktifkan Tasks tidak akan bisa melihat Tasks di editor Calendar, Gmail, atau Docs. Selain itu, mereka juga tidak dapat melihat tab Tugas pada Gmail yang terintegrasi. Namun, mereka masih bisa melihat pembaruan tugas di aliran obrolan jika orang lain memperbarui tugas. Untuk mengontrol siapa yang menggunakan Tasks Sebelum memulai: Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di unit perusahaan (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke grup akses (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau di dalam departemen). Masuk ke konsol Google Admin. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Apps Google Workspace Tasks. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk semua orang di perusahaan Anda, klik On untuk semua orang atau Off untuk semua orang, lalu klik Save. (Opsional) Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk unit organisasi: Di sebelah kiri, pilih unit perusahaan. Untuk mengubah Service status, pilih On atau Off. Pilih salah satu: Jika Service status disetel ke “Inherited” dan Anda ingin tetap memperbarui setelan, meskipun setelan induk berubah, klik Override. Jika Service status diatur ke “Overridden”, klik Inherited untuk kembali ke setelan yang sama dengan induknya atau klik Save untuk menyimpan setelan baru, meskipun setelan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekumpulan pengguna di seluruh atau di dalam unit perusahaan, pilih grup akses. Perubahan biasanya baru akan muncul setelah beberapa menit, tapi terkadang bisa memakan waktu hingga 24 jam. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cetak tugas Anda Photo Credit: jcomp (Freepik) Perlu diingat, Task Lists hanya bisa dicetak di komputer. Untuk mencetak satu daftar tugas, ikuti langkah-langkah berikut: Buka Gmail, Calendar, Chat, Drive atau file di Google Docs, Spreadsheet, atau Slide. Di sebelah kanan, klik Tasks. Di bagian atas, klik panah bawah. Pilih Task List yang ingin Anda cetak. Di samping “Add a task”, klik More. Klik menu Print list dan pilih Print. Anda juga dapat menggunakan pintasan keyboard untuk mencetak tugas: Untuk Chrome OS dan Windows: Ctrl + P Untuk Mac: ⌘ + p Ketersediaan fitur Fitur Google Tasks ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta G Suite Basic dan G Suite Business secara bertahap mulai 23 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Selain itu, fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks Google Tasks hadir untuk memudahkan pengguna dalam mengelola tugas mereka. Menariknya lagi, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola tugas kelompok. Tasks kini telah terintegrasi dengan aplikasi Google lainnya seperti Gmail dan Calendar. Agar fitur cetak Task Lists ini bekerja dengan optimal, terutama untuk penggunaan skala besar, ada baiknya Anda berlangganan paket Google Workspace for Business. EIKON Technology siap membantu Anda dalam implementasi Workspace untuk kebutuhan perusahaan, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Informasi selengkapnya silakan klik di sini.

Gmail, Google Workspace

Kontrol Admin untuk Spaces yang Dapat Ditemukan di Google Chat

Spaces merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh Google Chat. Lewat fitur ini Anda dapat melakukan komunikasi dengan leluasa bersama anggota tim atau kelompok kerja. Untuk membuatnya pun mudah, Anda cukup membuat Space secara mandiri kemudian membagikan link kepada orang lain agar mereka bisa bergabung. Fitur ini terus ditingkatkan agar semakin mudah untuk digunakan. Dalam update terbarunya, Google Chat memberikan kontrol tambahan kepada administrator untuk bisa menyetel pengaturan default pada Space yang baru dibuat dan mengaktifkan kapabilitas untuk berbagi pada audiens tertentu. Kontrol admin pada Spaces yang dapat ditemukan Photo Credit: Google Workspace Updates Dalam pembaruan terkini Google Chat, administrator dapat mengatur akses default untuk Spaces yang baru dibuat dan menentukan siapa saja yang dapat menemukan ruang tersebut. Di samping itu, administrator kini juga bisa menentukan target audiens yang dirasa akan sesuai dengan Spaces. Pembaruan ini hadir karena terkadang dalam Spaces pengguna perlu mendiskusikan suatu topik yang sifatnya sensitif sehingga membagikannya kepada pihak yang tidak tervalidasi pun akan berisiko. Lewat kontrol tambahan ini, administrator dapat membantu pengguna menemukan dan bergabung dengan percakapan yang relevan untuk mendorong kolaborasi secara lebih efektif. Baca juga: Mencoba Update Baru Google Chat Versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah! Berlaku pada administrator saja Perlu diingat, pembaruan kali ini hanya berlaku untuk administrator saja. Pengguna yang merupakan end-user Google Chat tidak akan menemukan konfigurasi kontrol baru ini pada halaman mereka. Jika memang membutuhkan pengaturan terkait target audiens Spaces, silakan hubungi administrator pada perusahaan atau instansi Anda. Memulai kontrol Untuk memulai pengaturan baru ini tidaklah sulit. Google Chat telah mengatur agar semua pembaruan yang dihadirkan memudahkan para pengguna. Bagi pihak administrator, pembaruan ini secara otomatis akan tampil pada halaman Google Chat Anda. Secara default, pembuatan Spaces dengan format “Discoverable” akan dinonaktifkan. Kapabilitas ini dapat diaktifkan kembali pada level domain. Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih jelas, silakan kunjungi Help Center Google Chat. Sedangkan untuk end-user, kontrol tidak akan muncul pada halaman Google Chat. Meski begitu, Anda bisa tetap membagikan Spaces yang sudah dibuat dengan langkah-langkah berikut: Buka akun Gmail Anda. Di sebelah kiri, klik Spaces Rooms, lalu New Space. Klik Create space. Masukkan nama untuk Space Anda. Masukkan nama atau email orang yang ingin Anda tambahkan, Google Group yang ingin Anda undang, atau pilih dari daftar kontak yang disarankan. Pilih audiens target untuk organisasi Anda, baik “Restricted” atau “All of your organization”. Jika memiliki akun kantor atau sekolah dengan Google, Anda mungkin melihat opsi audiens target tambahan yang dibuat oleh administrator. Restricted: Hanya pengguna yang ditambahkan dan diundang secara langsung yang memiliki akses ke Space. Ini adalah opsi default. Untuk membuat ruang Anda dapat ditemukan, pilih “All of your organization“. All of your organization—Semua anggota di perusahaan Anda memiliki akses ke Space dan dapat bergabung jika mereka memiliki link. Klik Create. Baca juga: Cara Menghapus Space Bernama di Google Chat Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur kontrol Admin ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun pembaruan ini tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic lama. Selain itu, fitur kontrol Admin ini juga tidak tersedia untuk pengguna individu Google Workspace atau pengguna dengan Google Account pribadi. Untuk jadwal perilisan fitur berlangsung serentak baik untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Fitur ini mulai diluncurkan ke publik pada tanggal 6 Juni 2022. Perilisan akan terus berlangsung hingga 15 hari setelahnya hingga semua pelanggan menerima fitur. Baca juga: Sensasi Video Call Ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Google Chat merupakan sebuah aplikasi yang dirancang bukan hanya untuk berkomunikasi saja, tapi juga untuk berkolaborasi. Adanya fitur seperti Spaces memungkinkan Anda untuk bisa berkomunikasi dengan tim secara leluasa tanpa harus mengkhawatirkan keamanan. Google Chat juga merupakan bagian dari platform produktivitas Google Workspace. Itu artinya, Anda bisa melakukan beragam integrasi dengan aplikasi kolaborasi lain dari Google seperti Drive, Sheets, hingga Docs. Dapatkan Google Workspace untuk menunjang produktivitas kolaboratif perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk memulai konsultasi produk, silakan klik di sini!

Gmail, Google Workspace

Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google

Ketika Anda menghapus item dari aplikasi Google seperti Gmail, Drive, Photos, Contacts atau bahkan tab di Chrome, sistem akan memindahkannya ke folder sampah. Secara otomatis, item akan dihapus secara permanen setelah periode waktu tertentu. Sebenarnya, sebelum melewati periode waktu tersebut, Anda bisa melakukan restore items. Caranya pun sangat simpel. Mari bahas satu per satu. Restore email yang terhapus di Gmail Buka Gmail di browser web. Klik ikon Sampah/Trash. Centang setiap email yang ingin dipulihkan. Klik ikon folder dengan panah menunjuk ke kanan (ikon Pindah ke). Pilih salah satu lokasi untuk memulihkan email yang sudah dipilih. Photo Credit: Tech Republic Perlu diingat, Sampah berbeda dengan Arsip (Archive). E-mail yang diarsipkan masih bisa diakses melalui menu All-Mail. Namun e-mail yang dihapus akan masuk ke folder Sampah dan akan terhapus permanen secara otomatis setelah 30 hari. Restore item yang terhapus di Google Drive Photo Credit: Tech Republic Buka Google Drive di web. Klik menu Sampah/Trash. Pilih item yang ingin dipulihkan. Klik ikon berbentuk jam untuk memulihkan item dari sampah. Item akan dihapus dari folder Sampah dan prompt singkat yang menyertakan opsi untuk Tampilkan Lokasi File. Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Restore foto yang terhapus di Google Photos Photo Credit: Tech Republic Buka Google Photos melalui web browser. Klik menu Sampah/Trash. Pilih foto yang ingin Anda restore. Gambar akan muncul dan ditampilkan di browser. Klik opsi Restore Restore tab yang tertutup di Google Chrome Photo Credit: Tech Republic Untuk mengembalikan tab yang tidak sengaja tertutup di Google Chrome, Anda cukup menekan kombinasi 3 tombol keyboard. Untuk sistem operasi Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+Shift+T. Sedangkan untuk sistem operasi macOS, tekan Command+Shift+T. Bisa juga dengan membuka kembali tab melalui opsi Riwayat (History). Pilih ikon tiga titik vertikal di bagian kanan atas. Kemudian klik menu Riwayat untuk mengakses tab yang baru saja ditutup,. Untuk membuka, Anda tinggal memilih alamat web yang diinginkan. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Anda juga dapat mengakses dan mencari semua situs yang tersimpan di riwayat Chrome. Pada sistem Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+H. Sedangkan di perangkat macOS, tekan Command+Y. Jika Anda lebih suka mengetik, buka chrome://history/ pada address bar. Ini berguna jika Anda ingin menemukan situs yang telah dikunjungi, tapi tab atau jendelanya tidak lagi terbuka. Restore kontak yang terhapus di Google Contacts Buka Google Contacts melalui web. Klik menu Sampah/Trash. Centanglah setiap kontak yang ingin dipulihkan. Klik opsi Pulihkan (Recover) yang ada di sebelah kanan opsi Hapus selamanya (Delete  forever). Photo Credit: Tech Republic Trik ini tidak berlaku untuk kontak yang diakses melalui item menu Kontak Lainnya (Other Contacts). Daftar tersebut biasanya disusun dari e-mail atau interaksi lain dan bukan merupakan catatan Google Contacts yang sebenarnya. Jika Anda menghapus informasi dari daftar ini, kontak tersebut akan dihapus begitu saja dan tidak akan muncul di folder Sampah. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Aplikasi produktivitas yang ditawarkan Google memang menawarkan antarmuka yang praktis dan simpel sehingga mudah untuk dioperasikan, bahkan oleh mereka yang masih awam. Bahkan melakukan prosedur restore pun sangat mudah. Seluruh aplikasi produktivitas Google bisa Anda temukan di platform Google Workspace. Dengan menerapkannya di perusahaan atau instansi Anda, maka produktivitas karyawan pun akan meningkat. Dapatkan segera Google Workspace for Business hanya di EIKON Technology, authorized reseller yang ditunujuk langsung oleh Google. Kami menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan agar Anda mendapat solusi terbaik. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Gmail, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja?

Bisa dibilang, kapabilitas filter spam yang dimiliki Gmail adalah garda terdepan yang melindungi pengguna dari ancaman kejahatan siber. Data dari Google Cloud menunjukkan bahwa kemampuan filtrasi tersebut mampu memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware agar tidak bisa mencapai kotak masuk pengguna. Seiring waktu, Google juga terus meningkatkan keamanan sistem mereka agar bisa tetap memberi perlindungan yang relevan. Namun sebenarnya, bagaimana cara filter spam yang ada di Gmail bekerja? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal filter spam Photo Credit: master1305 (Freepik) Kapabilitas filter spam hadir untuk menghentikan pesan yang tidak diinginkan, tidak diminta atau berbahaya agar tidak masuk ke inbox, sehingga pengguna bisa tetap fokus pada konten yang ingin mereka terima. Perlindungan dan sistem Gmail dirancang mengikuti prinsip tersebut. Pengguna pada dasarnya sudah sangat familier dengan kapabilitas ini. Hanya saja, terkadang timbul pertanyaan mengenai cara kerja alat klasifikasi email buatan Google tersebut. Dalam blog resmi Google disebutkan bahwa pengguna dari berbagai spektrum, mulai dari pengguna individu hingga perusahaan kerap mempertanyakan cara kerja penyaringan spam di Gmail. Sebab, baru-baru ini, muncul beberapa kesalahpahaman mengenai cara kerja penyaringan spam Gmail. Ada yang menilai bahwa filter spam Gmail memang bekerja, tapi tidak konsisten. Umumnya, filter berhasil menyaring spam, namun tak jarang pesan berbahaya tetap masuk ke inbox pengguna. Untuk mengetahui penjelasan mengenai fenomena ini, Anda bisa simak penjelasan pada poin selanjutnya. Baca juga:  8 Tips Memilih Email Hosting yang Teraman dan Terpercaya Cara kerja filter spam Gmail Untuk melindungi pengguna dalam skala besar, Gmail mengandalkan pembelajaran mesin (machine learning) yang didukung oleh umpan balik dari pengguna untuk menangkap spam. Sistem kemudian mengidentifikasi pola dalam kumpulan data besar sehingga lebih mudah untuk beradaptasi dengan cepat saat menghadapi taktik spam yang terus berubah. Gmail menggunakan sejumlah filter berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan pesan yang dianggap sebagai spam. Kapabilitas ini menimbang berbagai sinyal, termasuk karakteristik alamat IP, domain/subdomain, otentikasi untuk pesan massal, serta input pengguna. Umpan balik pengguna, seperti ketika pengguna menandai email tertentu sebagai spam atau sinyal bahwa mereka menginginkan email pengirim di kotak masuk mereka, juga merupakan elemen krusial dalam proses pemfilteran Gmail. Baca juga:  Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing Jaminan untuk pengirim email Photo Credit: Rawpixel Di waktu yang bersamaan, para pengirim email juga ingin mendapat kepastian bahwa pesan yang mereka kirim telah sampai ke inbox yang dimaksud. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, Gmail menawarkan beberapa tools serta resources gratis untuk memastikan email benar-benar terkirim dan masuk ke inbox penerima. Untuk meningkatkan pengiriman email ke inbox, tool yang direkomendasikan untuk pengiriman massal adalah Postmaster Tools milik Google. Dengan tool ini, setiap pengirim email massal dapat memastikan kesehatan domain mereka. Disarankan bagi pengirim email massal menggunakan tool ini untuk mengakses data dan melakukan diagnostic. Jadi, sistem dapat membantu menemukan cara yang tepat untuk bisa menjangkau penerima yang dituju. Baca juga: 6 Langkah Meningkatkan Keamanan Email dari Serangan Cyber Kapabilitas filter spam dan perlindungan keamanan Gmail dirancang untuk dapat memberikan pengalaman berkirim email terbaik kepada pengguna. Dengan adanya filter, pengguna bisa tetap fokus pada konten yang ingin mereka lihat. Di waktu yang sama, pengirim juga mendapat kepastian bahwa email yang dikirimnya sampai ke tujuan. Photo Credit: Rawpixel Sebagai penyedia layanan email terkemuka, Gmail terus mengembangkan cara untuk memberi perlindungan terbaik. Meski begitu, ada baiknya Anda juga melakukan pengaturan filter spam agar tetap sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan pengirim email massal yang disarankan untuk memanfaatkan tool tambahan agar bisa meningkatkan kemampuan pengiriman. Gmail sendiri sekarang merupakan bagian dari Google Workspace. Itu berarti, layanan pengiriman email ini telah terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Optimalkan kinerja Anda dengan berbagai aplikasi, layanan, serta fitur Google Workspace. Untuk paket berlangganan dalam skala besar, silakan hubungi EIKON Technology!

Gmail, Google Workspace

Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing

Hingga saat ini, email phishing masih menjadi ancaman keamanan digital yang membahayakan. Teknologi phishing bahkan terus berkembang hingga sulit untuk membedakan mana email yang benar-benar aman dan mana yang mengandung ancaman. Tidak ada cara lain yang efektif untuk mencegah phishing selain meningkatkan sistem keamanan Anda. Google Workspace baru saja melakukan update untuk meminimalisir risiko email phishing. Lewat pembaruan ini, Anda bisa berkolaborasi dengan aman tanpa harus khawatir dengan malware yang disebarkan email phishing. Seperti apa update terbaru dari Google Workspace tersebut? Pembaruan notifikasi email Photo Credit: Google Workspace Updates Di masa pandemi seperti sekarang ini, kolaborasi digital menjadi sangat penting. Langkah ini terbukti efektif menghubungkan seluruh karyawan, baik yang bekerja di kantor maupun sedang menerapkan WFH (work from home). Sayangnya, ancaman keamanan digital pun ikut membayangi sistem kolaborasi kerja ini. Baru-baru ini, Workspace, platform kolaborasi yang dikembangkan oleh Google, melakukan perubahan penting dalam menyajikan notifikasi komentar. Notifikasi yang dimaksud adalah pemberitahuan dari aplikasi Google Workspace seperti Docs. Langkah ini dilakukan untuk mencegah phishing dan melindungi pengguna dari ancaman malware. Adanya update ini membantu pengguna untuk melakukan kolaborasi jarak jauh tanpa harus khawatir dengan peretasan dan serangan berbahaya lainnya. Google Workspace kini akan menyertakan alamat email kolaborator dalam notifikasi saat Anda menerima @mention. Jadi, Anda bisa lebih mudah mengidentifikasi kolaborator. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Lebih mudah kenali kolaborator Workspace Sebelumnya, ketika kolaborator menambahkan catatan @mention dalam aplikasi Google Workspace, Anda akan mendapatkan email yang memberitahu bahwa seseorang telah melakukan perubahan. Masalahnya adalah, pemberitahuan tersebut hanya berisi nama pemberi komentar tanpa disertai dengan alamat email yang jelas. Hal ini jelas akan menyulitkan Anda untuk mengidentifikasi apakah notifikasi tersebut memang karena kolaborator melakukan perubahan atau justru penyerang siber yang memiliki maksud jahat. Sangat sulit untuk mengetahui apakah email tersebut phishing atau tidak. Dengan adanya update terbaru ini, Anda bisa lebih mudah mengonfirmasi notifikasi tersebut kepada kolaborator. Sebab, alamat email mereka telah dicantumkan dalam notifikasi. Jadi, saat kolaborator menggunakan @mention untuk menyebut Anda dalam aplikasi Google Workspace, sistem secara otomatis akan mengirim pemberitahuan lengkap dengan nama kolaborator dan alamat email mereka ke kotak masuk email Anda. Ketersediaan Photo Credit: Rawpixel Update ini diluncurkan Google Workspace pada tanggal 3 Maret 2022. Dalam rentang waktu 15 hari, seharusnya pembaruan ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pengguna. Menariknya lagi, update ini tidak memerlukan penanganan khusus dari administrator. Pembaruan akan langsung muncul secara default. Jika Anda menemukan kesulitan dalam penggunaannya, Google menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk Anda yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan Business. Notifikasi anti email phising ini juga bisa dinikmati oleh pengguna dengan akun pribadi Google. Baca juga: Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs Semakin hari, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi lingkungan kerja hybrid atau bahkan jarak jauh. Hal ini memang memudahkan di masa pandemi. Namun di satu sisi, kolaborasi digital juga meningkatkan risiko munculnya keamanan digital seperti email phishing. Dengan update notifikasi dari Google Workspace, Anda bisa meminimalisir potensi bahaya keamanan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan dan melindungi keamanan pelanggannya, Google Workspace teruse melakukan pembaruan secara berkala. Mulai kolaborasi kerja yang lebih mudah dan aman bersama Google Workspace. Di EIKON Technology, Anda bisa memilih paket Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan dan bujet perusahaan. Untuk konsultasi langsung dengan tim dari EIKON Technoloy, silakan klik di sini!

Gmail, Google Workspace

Aplikasi Gmail sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video

Aplikasi pengiriman berkas dan surat elektronik Gmail terus melakukan pembaruan dari waktu ke waktu untuk memudahkan para penggunanya.  Misalnya saja dengan adanya fitur untuk melakukan panggilan suara maupun video secara langsung melalui aplikasi dan Google Workspace. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa melakukan panggilan suara maupun video secara langsung. Jadi, tak perlu membuat sebuah meeting room khusus layaknya di Google Meet. amun, untuk sementara panggilan ini hanya bisa dilakukan antar pengguna atau individu dan belum bisa dilakukan untuk penggunaan grup. Untuk bisa menggunakannya, pengguna harus mengunduh dan menginstal aplikasi Gmail di smartphone mereka. Lantas, bagaimana cara melakukan panggilan suara dan video ini? Simak ulasannya berikut ini.  Cara Melakukan  Panggilan Suara dan Video di Gmail Photo: Slash Gear Bagi pengguna yang ingin mencoba melakukan panggilan suara dan video di aplikasi Gmail ini, sebenarnya ada cara mudah yang dapat dilakukan. Cukup dengan tekan ikon berupa gambar gagang telepon untuk panggilan suara. Atau gambar ikon video jika ingin melakukan panggilan video. Ikon tersebut berada di bagian kanan atas chat atau percakapan di Gmail. Ketika melakukan panggilan dengan pengguna lainnya, maka Anda sebagai pihak yang melakukan panggilan dapat melihat banner seseorang yang menelpon. Termasuk pula mengenai durasi panggilan, serta ikon Meet yang ada pada daftar obrolan. Di sisi lain, ketika ada panggilan suara maupun video yang tidak terjawab, maka muncul tanda ikon telepon maupun video dengan warna merah. Khususnya di bagian dalam daftar obrolan maupun percakapan.  Para pengguna pun dapat membuka aplikasi Gmail ini di smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS. Termasuk penggunaan di pada laptop maupun PC dan melakukan panggilan pada kontak yang mereka miliki seperti halnya melakukan panggilan menggunakan WhatsApp. Terintegrasi dengan Google Workspace Secara Gratis Photo: Velsoft Google tak hanya mengeluarkan fitur unggulan di atas saja untuk aplikasi Gmai, tetapi juga melakukan perubahan terhadap layanan platform digital Google Workspace. Salah satunya adalah Gmail dapat terintegrasi dengan platform tersebut secara gratis. Jika dulu layanan tersebut merupakan layanan berbayar bagi perusahaan, kini dapat digunakan oleh siapa saja. Termasuk pula berbagai layanan yang ada di dalamnya selain Gmail. Mulai dari Google Docs, Google Calendar, Google Sheets, Google Form, Google Task, hingga Google Slides. Selain itu juga layanan untuk berkolaborasi dengan tim lain secara virtual. Seperti pada layanan Google Chats maupun Google Meets hingga Room.  Penutup Photo: Best in Australia Dari ulasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pembaharuan yang dilakukan oleh Gmail yang terhubung dengan Google Workspace menjadi terobosan baru. Khususnya bagi perusahaan maupun para pekerja hybrid di era digital. Hal ini lebih kepada penggunaan yang praktis. Jadi, pengguna nantinya tidak harus membuka dua aplikasi atau lebih untuk melakukan panggilan suara maupun video. Cukup dengan Gmail, semua bisa dilakukan. Mulai dari mengirim berkas, chat, bahkan melakukan panggilan maupun video. Tak hanya itu saja, untuk mendukung penggunaan platform digital Google Workspace secara optimal di perusahaan, akan lebih baik jika memilih dan membelinya di vendor terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang menjual produk Google Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Keunggulan membeli di kami adalah memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, terdapat layanan after sales seperti maintenance kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda dapat klik di sini atau menghubungi customer service kami di sini.

Gmail, Google Workspace, Info

Berusia 50 Tahun, Simbol @ pada Email Terus Mendorong Kolaborasi

  Email menjadi kebutuhan penting di era Internet of Things (IoT) saat ini. Namun, sadarkah Anda jika email mungkin saja tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya simbol ‘@’ setiap kali mengirimkan pesan kepada penerima? Simbol sederhana ini setidaknya telah 50 tahun mendorong kemajuan teknologi informasi. Pada mulanya, penggunaan simbol ‘@’ untuk teknologi informasi dikembangkan oleh Ray Tomlinson di tahun 1971 saat memecahkan permasalahan yang ada pada ARPANET. Dimana perusahaan itu disebut-sebut sebagai cikal bakal perusahaan  teknologi internet modern saat ini. Tomlinson menciptakan sistem alamat yang menempatkan simbol ‘@’ ini pada sebuah host komputer. Pada awal masa percobaan teknik ini, hanya bisa digunakan untuk komputer lain di jarak 10 kaki saja, namun penemuan tersebut membawa perubahan besar di era teknologi. Simbol ‘@’ yang Merentang Zaman Source: BBC Jauh sebelum Ray Tomlinson menggunakan simbol ‘@’sebagai salah satu hal penting dalam menghubungkan masyarakat di era digital, simbol ini juga sering digunakan untuk berbagai hal. Di Italia, simbol tersebut dikenal dengan istilah ‘the snail’ karena sekilas memang terliihat seperti cangkang siput. Masyarakat Belanda, menyebut simbol itu dengan istilah ‘monkey tail’. Sejak kapan penggunaan simbol ini memang menjadi simpang siur. Namun, berdasarkan data-data simbol tersebut digunakan secara umum pada abad ke-16. Kini, simbol ‘@’ menjadi bagian penting dalam dunia internet. Misalnya saja di berbagai aplikasi seperti Gmail, Twitter, Instagram, hingga WhatsApp untuk menandai seseorang yang ingin kita kirimi pesan.  Kelahiran Gmail Source: IDN Times Sejak 30 tahun setelah Tomlinson menggunakan simbol ‘@’, seorang teknisi Google bernama Paul Buchheit membuat eksperimennya pada email. Buccheit berusaha menemukan solusi yang menurutnya, penggunaan email pada masa awal-awalnya dulu cukup menyusahkan. Lalu, dirinya mencoba membuat Gmail semakin mudah dengan menggunakan simbol tersebut untuk menandai pengguna lainnya. Pada awal masa percobaannya, Buchheit tidak begitu yakin dengan solusi tersebut. Namun, saat Gmail diluncurkan pada 1 April 2004 silam, banyak pihak juga meragukannya. Sampai kemudian, simbol ini benar-benar memiliki manfaat besar sampai sekarang pada layanan Google Workspace. Pada layanan Google inilah simbol ‘@’ memiliki kontribusi besar dalam platform seperti Docs, Slides, Sheets, Meet, dan Chat. Saat ini juga tercatat sekitar 3 miliar pengguna di dunia merasakan manfaat besar dari simbol sederhana. Mengapa Fitur Gmail Membuatnya Lebih Aman Source: Email Marketing Journal Nampaknya, Gmail menjadi tren baru di era teknologi khususnya untuk mengirim perpesanan elektronik atau email. Akan tetapi, Google pun menyadari masih banyak kekurangan pada fitur Gmail versi pertama kali dimunculkan. Salah satunya adalah mengenai isu pesan spam yang cukup mengganggu penggunanya. Termasuk permasalahan-permasalahan lainnya. Seiring berjalannya waktu, Google pun terus berinovasi dalam menangani masalah tersebut. Ini terlihat pada pembaruan-pembaruan yang dilakukan pada Google Workspace. Contohnya, beberapa waktu lalu yang meluncurkan fitur baru Gmail yakni Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Fitur Gmail BIMI ini memberikan banyak manfaat. Terutama bagi brand maupun perusahaan. Misalnya terhadap validasi dan otentikasi kepemilikan logo. BIMI dapat memberikan penerima pesan dengan fitur keamanan Gmail terbaik. Mulai dari sumber email dan lainnya untuk memberikan manfaat terbaik. Dengan adanya pembaruan-pembaruan tersebut, membuat Gmail di masa kini menjadi lebih powerfull, lebih aman, dan bisa lebih diandalkan untuk berbagai keperluan di bidang industri maupun perusahaan pada era perkembangan teknologi digital.  Penutup Source: Stuff.co.nz Itulah ulasan singkat dibalik penggunaan simbol ‘@’ pada email, termasuk email dari Google yakni Gmail. Meski simbol tersebut terlihat sederhana namun membawa manfaat penting bagi perkembangan dunia teknologi sampai saat ini. Terutama teknologi komunikasi dan informasi. Kini, fitur Gmail pun semakin beragam. Anda dapat menggunakannya tak hanya untuk kepentingan individu saja. Melainkan pula untuk keperluan bisnis maupun perusahaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan layanan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Di sini, kami menyediakan layanan berbagai ragam fitur Gmail untuk keperluan bisnis dengan pelayanan yang dapat diandalkan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda bisa klik di sini.

Appsheet, Gmail

Integrasi Appsheet dengan Gmail

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, platform Appsheet mendapatkan respon positif bagi para pengguna akun Google Workspace. Pasalnya, platform ini sangat membantu penggunanya dalam mengelola proyek dan hal penting lainnya. Termasuk dalam mengelola akun Gmail mereka. Lalu, apa saja keuntungan dari integrasi Appsheet dengan Gmail ini dan bagaimana mengintegrasikannya? Berikut ulasannya. Sekilas tentang Appsheet Photo: BFA Global Bagi sebagian orang mungkin masih belum mengetahui tentang Appsheet. Terlebih lagi untuk Anda yang baru pertama kali atau awam menggunakannya. Melansir dari laman resmi Google, platform ini merupakan pengembangan untuk membuat aplikasi web maupun seluler tanpa harus memerlukan coding terlebih dahulu. Dengan begitu, pengguna dapat membuat aplikasi dari sumber data dari mana pun. Misalnya saja dari Spreadsheet, Excel, Cloud SQL, maupun Salesforce. Bahkan yang terbaru saat ini juga terintegrasi dengan Gmail.  Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini bersifat dinamis. Keunggulan Integrasi Appsheet dengan Google Workspace Photo: Punto Informatico Bagi pengguna Google Workspace Enterprise Plus, Anda bisa menggunakan fitur-fitur terbaru di Appsheet. Pihak Google mengatakan jika Appsheet Starter dan Core tersedia dalam layanan subscripsi berbayar di semua edisi Google Workspace. Sementara itu, untuk lisensi Appsheet Core tidak terdapat biaya jika pengguna menggunakan Google Workspace Enterprise Plus. Dengan menggunakan layanan Appsheet yang terhubung dengan Gmail, pengguna lebih mudah untuk mengoperasikan Google Workspace tanpa harus meninggalkan atau menutup program penting antara satu akun dengan lainnya. Dengan begitu dapat menghemat waktu dan lebih produktif.  Cara Mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail Photo: Kompas.com Pada dasarnya, untuk mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail cukup mudah. Di sini, ada perbedaan cara berdasarkan posisi Anda sebagai pengguna. Yakni admin, pengguna (end user), maupun developer. Cara tersebut antara lain adalah: Jika Anda sebagai admin, Appsheet memerlukan layanan tambahan pada perangkat admin. Di sini, admin dapat menyalakan fitur dynamic emails atau mematikannya untuk organisasi pada perangkat admin tersebut. Apabila Anda ada di posisi end user, dynamic emails akan secara otomatis membuat tampilan Appsheet tersemat pada akun Gmail. Lalu, bagi Anda selaku developer, Appsheet dapat digunakan dengan mengaktifkan fitur tambahan melalui Appsheet editor Penutup Photo: New York Post Dari ulasan di atas, dapat kita lihat dan simpulkan bahwa dengan adanya integrasi Appsheet dengan salah satu layanan Google Workspace seperti Gmail tentu sangat membantu bagi para karyawan maupun individu untuk mengelola proyek dengan mudah, aman, dan nyaman. Anda pun tak perlu kesulitan lagi untuk mencari pesan masuk yang penting,atau menghapusnya setelah proyek selesai.  Kini, Anda bisa menggunakan layanan Appsheet dan Google Workspace premium dengan mendapatkannya di EIKON Technology. Di sini, semua produk dan layanan yang ditawarkan memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda akan mendapatkan layanan after sales sesuai kebutuhan dari produk yang dipilih. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami silakan klik di sini.

Gmail, Google Cloud, Google Workspace

Peningkatan Sistem Keamanan Gmail dengan BIMI

  Menciptakan pengalaman pengguna terbaik dengan sistem keamanan kuat telah menjadi salah satu prinsip desain dasar dari Gmail, layanan email unggulan Google. Perlindungan bersifat built-in pun disematkan untuk membantu menyaring pesan-pesan berbahaya secara otomatis. Selagi menjamin keamanan Gmail dengan sistem yang kuat, Google juga terus berupaya melindungi fungsi-fungsi email sebagai bagian dari ekosistem besar yang rumit dan saling terhubung. Itulah kenapa pada Juli 2021 lalu, Google mengumumkan dukungan penuh Gmail terhadap Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Adanya BIMI akan membantu meningkatkan keamanan pengguna selama menggunakan layanan Gmail, terutama dari segi autentikasi pengirim. Apa itu BIMI dan seperti apa sistem keamanan yang dimaksud? Simak uraian selengkapnya di bawah ini. Apa itu BIMI? Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) BIMI adalah suatu metode yang memungkinkan Anda untuk menampilkan logo brand atau perusahaan pada email. Bukan sembarang logo, logo tersebut telah distandarisasi sehingga akan sulit untuk dipalsukan atau digandakan. Jadi, ketika klien atau pihak lain menerima email yang dilengkapi logo brand atau perusahaan Anda, maka mereka akan tahu bahwa email tersebut memang benar berasal dari Anda. Dengan kata lain bisa dibilang bahwa BIMI juga berperan sebagai sebuah metode verifikasi email, khususnya Gmail. Apa fungsi BIMI pada sistem keamanan Gmail? Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Terkait sistem keamanan Gmail, BIMI memungkinkan organisasi yang telah mengautentikasi email mereka menggunakan DMARC, untuk memvalidasi kepemilikan terhadap logo mereka sendiri dan mengirimkannya secara aman ke Google. DMARC, yang merupakan singkatan dari Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance, adalah suatu standar yang menjalankan praktik autentikasi pengirim email. Tujuannya adalah untuk menyaring pesan email yang benar-benar kredibel dari pesan-pesan lain yang berisiko berbahaya (mengandung malware, phishing, dan semacamnya). Karena menyediakan autentikasi yang kuat, BIMI pun membantu meningkatkan rasa aman pada pengguna Gmail karena tahu bahwa email yang diterima bersifat autentik. Di sisi lain, pihak brand atau perusahaan juga turut ambil andil dalam menciptakan kepercayaan tersebut (brand trust). Bagaimana cara kerja BIMI? Photo Credit: Krsto Jevtic (Unsplash) Bagi organisasi yang telah mengautentikasi email mereka menggunakan Sender Policy Framework (SPF) atau Domain Keys Identified Mail (DKIM) serta mengaplikasikan DMARC, maka Anda dapat memberikan logo trademark ke Google melalui Verified Mark Certificate (VMC). Namun, ingat, pastikan logo tersebut sudah tervalidasi. Nantinya, BIMI memanfaatkan Mark Verifying Authorities, contohnya Certification Authorities), untuk memverifikasi kepemilikan logo tersebut sekaligus memberikan bukti verifikasi dalam VMC. Apabila email terautentikasi tersebut berhasil lolos pemeriksaan, maka Gmail akan segera menampilkan logo pada slot avatar yang telah tersedia. Itulah kenapa agar bisa menggunakan layanan BIMI pada sistem keamanan Gmail, perusahaan Anda harus lebih dulu mengadopsi standar DMARC. Pastikan pula Anda sudah memvalidasi logo perusahaan dengan VMC. Dukungan Gmail terhadap BIMI membantu menciptakan ekosistem email yang lebih aman dan optimal kepada pihak brand dan pelanggan. BIMI memberi kesempatan kepada brand untuk memperkuat autentikasi identitas pengirim email, sehingga rasa kepercayaan pelanggan terhadap brand pun akan meningkat. Agar bisa menggunakan Gmail yang kini telah mendukung BIMI, Anda perlu berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Gmail memang merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi produktivitas lain yang ada pada Google Workspace. Google Workspace sendiri juga masih menjadi bagian dari lingkup Google Cloud. Untuk memahami lebih jauh tentang Gmail, BIMI, Google Workspace, hingga Google Cloud, klik di sini agar terhubung dengan tim EIKON Technology yang siap menjawab pertanyaan Anda. EIKON Technology adalah partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia.

Scroll to Top