EIKON Technology

belajar online

Google Workspace, School

Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus

Aplikasi Google Classroom merupakan suatu platform yang menjadi bagian dari Google Apps for Education. Platform yang diperkenalkan Google pada tahun 2014 lalu ini dirancang untuk memudahkan komunikasi antara guru dan para murid. Di tahun 2021, diperkirakan Classroom memiliki lebih dari 150 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Aplikasi Google Classroom juga telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi dan tools Google Apps for Education, seperti Gmail, Google Calendar, Google Docs, Google Slides, hingga Google Sheets. Dengan begitu, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) pun menjadi lebih mudah dijalankan. Tool ini berhasil membuktikan kemampuannya sebagai alat bantu KBM yang efektif di masa pandemi seperti saat ini. Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap platform belajar online, Google Classroom pun terus melakukan peningkatan kemampuan. Dalam update terbarunya, tool tersebut menambahkan beberapa detail pada fitur yang telah ada sebelumnya. Seperti apa? Fitur penjadwalan yang lebih detail Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google Classroom telah menyediakan fitur penjadwalan untuk guru. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, guru dapat menjadwalkan materi pelajaran untuk para siswa. Pada update kali ini, fitur penjadwalan mengalami beberapa peningkatan. Salah satu peningkatan yang paling menonjol adalah kemampuan untuk menetapkan jadwal tayang materi perjalanan di beberapa kelas sekaligus. Para pengajar juga bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengatur: Tenggat waktu pengumpulan tugas siswa. Tanggal posting materi pelajaran. Topik pengajaran yang akan datang. Perlu diingat, sisa tugas yang sudah ada akan tetap sama. Setelah pengaturan, guru dapat memilih kelas mana saja yang akan menerima materi pelajaran. Guru juga bisa menentukan waktu tayang materi pelajaran di perangkat murid. Tersedia 3 opsi yang bisa dipilih, yaitu langsung ditayangkan, diterbitkan pada tanggal tertentu atau disimpan sebagai draft. Harapannya, pembaruan ini akan memudahkan guru untuk menetapkan tugas di berbagai kelas, menghemat waktu mereka yang berharga, serta menyederhanakan perencanaan dan pengelolaan kelas. Beban kerja guru pun akan berkurang. Baca juga: Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom Tidak ada biaya tambahan Tidak ada biaya tambahan yang dibebankan untuk fungsi baru ini. Hanya saja, guru perlu fokus dengan beberapa perubahan terjadi. Sebab, beberapa fitur dan capabilities mengalami perubahan. Misalnya, saat menetapkan jadwal pengumpulan tugas. Setelah tugas dijadwalkan, kini guru bisa mengubah tugas di setiap kelas. Namun perlu diperhatikan, memilih opsi “Copy settings to all” akan menghapus semua pengaturan yang dimasukkan sebelumnya. Selain itu, jika sudah menjadwalkan waktu tayang materi pelajaran untuk satu atau beberapa kelas, secara otomatis Anda akan menjadi pemilik file materi yang tersimpan di Google Drive. Anda juga bisa membagi file tersebut dengan pihak terkait misalnya bagian kurikulum sekolah. Tersedia untuk beberapa paket saja Photo Credit: Freepik Fitur penjadwalan ini hanya tersedia untuk pelanggan Google Workspace for Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Education Plus. Tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan lama G Suite Basic dan Business. Sedikit tambahan informasi, update terbaru ini juga tidak memerlukan pengaturan dari administrator sekolah. Guru dan murid sebagai end-user bisa langsung menggunakannya. Untuk waktu rilisnya sendiri sudah dimulai sejak 17 Maret 2022 dan terus berjalan hingga 15 hari ke depan. Baca juga: 5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini Dengan adanya kapabilitas tambahan pada fitur penjadwalan Google Classroom, guru bisa lebih mudah mengelola materi pelajaran mereka. Waktu penayangan materi dan pengumpulan tugas pun bisa diatur sejak awal agar alur pengajaran lebih tertata. Seperti yang telah disebutkan, aplikasi Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain yang ada dalam jaringan Google for Education. Nikmati kelas online berbasis cloud yang lebih optimal dan seamless dengan G Suite for Education. Dapatkan paket G Suite for Education yang terbaik untuk institusi pendidikan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membangun Hubungan di Lingkungan Edukasi dengan Microsoft Teams

Baik bertatap muka langsung atau secara online, membangun hubungan yang baik merupakan bagian penting dalam pengalaman belajar seorang murid. Agar hal tersebut dapat terwujud walau di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, para guru dan murid pun mengandalkan teknologi modern seperti Microsoft Teams. Tentunya hal ini cukup menantang karena membutuhkan proses adaptasi, baik dari pihak guru maupun murid. Kabar baiknya, proses tersebut menjadi lebih mudah berkat fitur-fitur pendukung Microsoft Teams. Fitur-fitur ini tak hanya dirancang untuk mendukung aktivitas pembelajaran, tapi juga membangun hubungan positif antara murid dan guru. Penggunaan Microsoft Teams sebagai “ruang kelas” baru Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Microsoft Teams menyediakan “ruang kelas” di ranah virtual yang memungkinkan guru dan murid untuk berkomunikasi secara mudah. Jadi, walaupun masing-masing orang berada di lokasi berbeda, mereka tetap bisa melakukan kolaborasi. Melalui Teams, guru bisa mengunggah tugas beserta panduan pengerjaannya. Di sisi lain, murid juga dapat menggunakan Teams untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lalu, bagaimana jika para murid harus berdiskusi dengan satu sama lain? Tak perlu khawatir, Microsoft Teams telah dilengkapi dengan fitur Breakout Rooms sebagai ruang berdiskusi. Sebagai contoh, guru bisa membagi kelas menjadi beberapa kelompok Breakout Rooms untuk mendiskusikan berbagai topik. Jadi, sambil berdiskusi, secara tidak langsung para murid juga bisa belajar untuk mengoperasikan teknologi. Penerapan teknologi inovatif untuk mendukung tumbuh kembang murid Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walau mungkin awalnya membutuhkan adaptasi, pembelajaran virtual melalui Microsoft Teams dapat membawa hikmah tersendiri bagi pengalaman belajar para murid. Perlu diingat bahwa seluruh rekaman diskusi dan tugas akan tersimpan dalam Teams. Kapan pun dibutuhkan, para murid bisa mengaksesnya dengan mudah. Tak hanya itu, platform Teams juga sangat bagus untuk mendukung murid yang mengambil kelas bahasa tertentu atau sedang mendalami bahasa baru. Teams telah menyediakan fitur Immersive Reader yang dapat diakses murid secara private. Fitur ini akan membantu murid untuk lebih mudah memahami bahasa baru sehingga bisa menyelesaikan tugas secara lebih akurat. Didukung dengan pemberian perangkat Windows 10 Photo Credit: Microsoft Education Blog Fungsi platform ruang kelas virtual seperti Microsoft Teams akan semakin optimal apabila dibarengi dengan penggunaan perangkat yang powerful. Untuk membantu para murid mendapatkan akses perangkat secara adil dan merata, Microsoft menyediakan program penyediaan laptop maupun tablet dengan harga terjangkau untuk kebutuhan edukasi. Mulai dari harga 219 Dolar AS atau sekitar Rp3 jutaan, Anda sudah bisa mendapatkan perangkat Windows 10 yang sangat pas untuk kebutuhan pembelajaran virtual. Bagi sekolah yang langsung membeli 15-300 perangkat Windows 10 untuk para murid, maka Microsoft akan memberikan harga lebih spesial. Perangkat-perangkat ini dirancang dengan perpaduan fitur yang menunjang pengalaman belajar murid, mulai dari daya tahan baterai yang lama, kamera untuk online class, hingga aneka aplikasi dan platform pembelajaran, termasuk salah satunya Microsoft Teams.   Menghadirkan “ruang kelas” baru, Microsoft membantu para guru dan murid untuk saling terhubung selama pembelajaran virtual berlangsung. Agar bisa merasakan fungsi dan manfaatnya secara maksimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft Teams secara premium. Namun, ingat, pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi berlangganan yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran virtual dengan Microsoft Teams!

Google Workspace, Productivity, School

Belajar Lebih Aman dengan Google for Education

Dalam merancang setiap produk, tim Google for Education selalu mengutamakan privasi dan keamanan para penggunanya. Fitur-fitur keamanan pun rutin ditingkatkan agar bisa memberikan proteksi terhadap data yang tersimpan di aplikasi-aplikasi Google for Education. Hal ini merupakan salah satu komitmen Google untuk menyediakan lingkungan pembelajaran online yang aman dan terlindungi tanpa mengorbankan privasi para pengguna. Dengan begitu, mereka pun bisa benar-benar fokus dalam aktivitas belajar dan mengajar. Tiga prinsip utama pengembangan Google for Education Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Demi mewujudkan komitmen tersebut, Google for Education selalu menerapkan tiga prinsip utama dalam proses pengembangan setiap produk. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing prinsip tersebut:   Secure by default – Google for Education dilengkapi dengan sistem keamanan bersifat built-in yang akan secara otomatis melindungi Anda dari berbagai ancaman siber seperti ransomware. Private by design – Menjunjung tinggi privasi para pengguna, Google tidak menggunakan data dari Google Workspace for Education Core Services untuk kepentingan iklan apa pun. Tak hanya itu, Google juga sama sekali tidak menjual data personal para pengguna ke pihak mana pun. Kontrol di tangan pengguna – Pengguna memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data mereka sendiri. Sebagai pengguna, Anda juga berhak mengontrol siapa yang bisa mengunduh data tersebut dan kapan bisa diunduh. Jika terjadi hal tak diinginkan, Anda akan mendapat peringatan bersifat real-time. Tidak ketinggalan dashboard khusus untuk mendapatkan laporan terkait status keamanan Anda.   Kebijakan default baru untuk pengguna Chrome dari kalangan K-12 Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Berdasarkan ketiga prinsip tersebut, Google for Education pun dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti SafeSites, SafeSearch, Incognito Mode, dan Guest Mode. Sudah banyak sekolah yang mengaktifkan fitur-fitur tersebut untuk meningkatkan keamanan penggunaan Google for Education. Kini, Google telah menerapkan kebijakan default baru pada aktivitas web browsing untuk institusi K-12 atau setara jenjang pendidikan kelas 1 SD hingga 12 SMA. Melalui kebijakan baru ini, fitur SafeSites dan SafeSearch akan aktif secara default, sedangkan Incognito Mode dan Guest Mode akan nonaktif secara default. Namun, tenang saja, admin tetap dapat mengubah kebijakan tersebut pada Chrome OS untuk unit organisasi individual. Misalnya, memberikan akses penggunaan Guest Mode untuk para pengguna pada domain mereka. Penyesuaian akses berdasarkan usia pengguna Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Baru-baru ini, Google meluncurkan kebijakan baru yang memudahkan admin untuk mengatur akses penggunaan aplikasi berdasarkan usia pengguna. Seluruh admin dari institusi pendidikan dasar dan menengah wajib memberi informasi siapa saja pengguna Google for Education yang telah berusia di atas delapan belas tahun dan berada dalam jaringan unit organisasi.  Perubahan tersebut akan berlaku setelah 1 September 2021. Sebagai contoh, nantinya murid berusia di bawah delapan belas tahun yang termasuk dalam domain K-12 tetap bisa menonton video YouTube yang ditugaskan guru, tapi mereka tidak dapat mengunggah video, memberikan komentar, maupun melakukan live stream menggunakan akun Google dari sekolah. Jika admin tidak menyesuaikan pengaturan hingga 1 September 2021, maka seluruh pengguna dari institusi pendidikan dasar dan menengah secara default akan tercatat berusia di bawah delapan belas tahun. Sedangkan institusi pendidikan dengan jenjang lebih tinggi akan tercatat berusia di atas delapan belas tahun. Namun, kebijakan terkait usia ini tidak bersifat mutlak. Artinya, admin dapat kembali melakukan penyesuaian berdasarkan usia asli tiap pengguna di institusi pendidikan masing-masing. Dilengkapi sistem keamanan optimal, Google for Education menawarkan pengalaman belajar online yang melindungi privasi para penggunanya. Buktikan sendiri dengan berlangganan Google for Education melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology siap membantu menjawab segala pertanyaan Anda seputar Google for Education. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology!

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Collaboration, Education, Google Workspace, Produktivitas, School

Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah

  Sejak setahun belakangan ini, mayoritas aktivitas belajar berpindah ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Demi kemudahan dan kelancaran aktivitas, platform pembelajaran online Google Classroom pun digunakan oleh banyak guru dan murid. Namun, walaupun sebetulnya Google Classroom telah diluncurkan sejak 2014, kemungkinan masih ada beberapa murid yang belum terbiasa menggunakannya. Nah, agar murid bisa semakin mudah belajar, berikut sejumlah tips penggunaan Google Classroom yang bisa coba diterapkan. Kustomisasi notifikasi Google Classroom Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Google Classroom memiliki fitur notifikasi yang akan muncul saat terjadi aktivitas tertentu, contohnya sesama murid yang memberikan komentar pada suatu diskusi online, postingan dari guru, hingga reminder atau pengingat deadline tugas.  Dengan banyaknya notifikasi yang muncul, kemungkinan murid pun akan merasa terdistraksi, terlebih jika ia bergabung dengan banyak kelas sekaligus. Sebagai solusinya, murid bisa melakukan kustomisasi notifikasi untuk meminimalisir notifikasi yang muncul. Caranya adalah dengan masuk ke menu Classroom Settings, buka Notifications, dan langsung aktifkan notifikasi sesuai kebutuhan saja. Murid juga bisa mengatur notifikasi kelas satu per satu melalui tab bernama Class Notification di bagian bawah kanan. Cek daftar tugas di tab Classwork Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Salah satu tujuan penggunaan Google Classroom adalah agar murid bisa mengerjakan tugas secara tepat waktu. Agar hal ini bisa tercapai, Google telah menyematkan fitur Classwork pada Classroom. Fitur ini bisa murid temukan di setiap kelas online yang mereka ikuti. Buka menu Classwork, pilih opsi View Your Work, dan murid akan menemukan seluruh tugas yang harus dikerjakan, berikut dengan deadline-nya. Jika seandainya murid mengunggah file tugas yang salah, mereka bisa membatalkan unggahan dengan klik tombol Unsubmit. Manfaatkan Google Calendar agar tak ada jadwal tertinggal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Tahukah Anda bahwa Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai produk Google lain? Salah satunya adalah Google Calendar, yang dapat membuat penggunaan Google Classroom jadi semakin efektif bagi murid untuk belajar. Dengan Google Calendar, seluruh hal penting dapat tercatat berdasarkan hari dan tanggal, baik itu deadline tugas, jadwal kelas online, jadwal diskusi kelompok, dan sebagainya. Pastikan saja akun Classroom dan Calendar menggunakan alamat Gmail yang sama agar datanya dapat saling terhubung. Edit warna folder pada Google Drive Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tak hanya Calendar, Drive juga termasuk produk Google yang dapat terintegrasi dengan penggunaan Google Classroom. Seluruh file tugas yang murid kumpulkan akan tersimpan dalam Drive ini. Begitu juga saat guru membagikan materi, mereka akan mengunggahnya ke Drive agar bisa diakses secara mudah oleh para murid. Dengan begitu banyaknya file yang tersimpan dalam Drive, bukan tidak mungkin murid jadi kebingungan saat harus menemukan file yang dibutuhkan. Sebagai tipsnya, murid bisa mengubah warna folder pada Drive untuk membedakan folder satu dari yang lain. Caranya, klik kanan pada suatu folder, klik Change Color, lalu tinggal pilih warna yang diinginkan. Sebaiknya hindari menggunakan warna yang sama pada lebih dari satu folder agar nantinya tidak bingung. Gunakan fitur Private Comments untuk diskusi personal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Google Classroom tak hanya bisa digunakan oleh guru untuk memeriksa dan menilai tugas murid, tapi juga memberikan feedback. Dengan begini, murid bisa belajar dari kesalahan dan terus melakukan perbaikan. Menariknya, feedback tersebut tidak bersifat satu arah. Di Google Classroom, murid juga bisa memberi komentar terhadap feedback yang diberikan guru. Secara default, fitur komentar tersebut bersifat publik. Namun, jika murid tidak ingin diskusinya dengan guru diketahui teman-teman lain, mereka bisa mengaktifkan fitur Private Comment. Sedangkan komentar lain yang bersifat publik akan ditandai dengan tag bernama Class Comments.   Dengan berbagai tips di atas, penggunaan Google Classroom untuk belajar pun jadi semakin mudah. Terlebih jika Anda juga ikut berlangganan Google Workspace for Education, yang menyediakan aneka layanan produktivitas Google dalam versi premium. Mulai dari kapasitas penyimpanan Drive yang besar hingga jumlah peserta Meet yang banyak, semua akan mendukung aktivitas pembelajaran Anda bersama Google Classroom. Cari tahu lebih banyak tentang Google Workspace for Education dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia.      

Collaboration, Education, Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, Rapat online, School

5 Kelebihan Google Classroom untuk Belajar

  Diluncurkan pada 2014, Google Classroom adalah sebuah layanan berbasis web yang dikembangkan Google untuk pengajaran jarak jauh. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Google Classroom untuk belajar. Melalui Google Classroom, pengajar bisa membagikan tugas kepada murid, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan murid. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini mampu mempermudah proses pembelajaran secara online. Beberapa di antaranya bisa Anda buktikan di bawah ini. Terintegrasi dengan layanan Google for Education lainnya Photo Credit: Elle Cartier (Unsplash) Google Classroom merupakan salah satu layanan unggulan dari Google for Education, serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi. Nah, berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contohnya, saat Anda membuat tugas dengan deadline baru di Google Classroom, deadline tersebut akan secara otomatis tercatat pada Google Calendar. Sebagai contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, Anda tak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilainya karena semua dapat diakses secara online. Seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada pengajar dan murid. Pengajar bisa menilai tugas murid, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, murid juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari pengajar. Baik pengajar dan murid tak perlu khawatir ada file yang hilang karena semua tersimpan aman dalam Google Classroom. Mendukung kolaborasi secara efisien Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara pengajar dan murid. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online. Kelebihan Google Classroom satu ini dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi para pengajar, Anda bisa mengirimkan pemberitahuan kepada murid tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, murid juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom. Bantu menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas Photo Credit: RF._.studio (Pexels) Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan Anda untuk melakukan banyak hal secara praktis. Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa adalah Anda tak perlu mencetak tugas untuk dibagikan kepada para murid. Cukup unggah soft file ke Google Classroom dan murid bisa langsung mengaksesnya. Setelah murid selesai mengerjakan tugas, pengajar bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Ya, semua masih tetap dilakukan melalui platform Google Classroom. Dengan begini, Anda tak perlu berpindah-pindah aplikasi sehingga lebih hemat waktu dan tenaga. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, pengajar dan murid juga dapat menghemat penggunaan kertas. Artinya, sambil belajar dengan menggunakan Google Classroom, Anda juga bisa sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan. Murid bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari pengajar Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Salah satu sumber pembelajaran murid tak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur Grading atau Penilaian. Pada fitur Grading, terdapat opsi bagi pengajar untuk memantau progress tugas setiap murid. Pengajar bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada murid sehingga murid bisa belajar dari komentar tersebut.   Berbagai kelebihan Google Classroom tersebut dirancang untuk mempermudah aktivitas pembelajaran. Akan lebih efisien lagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai layanan Google secara maksimal. Dengan Google Workspace for Education, Anda bisa mendapatkan kapasitas penyimpanan Drive yang lebih besar, mengadakan kelas online di Google Meet dengan lebih banyak partisipan, dan masih banyak privilege lain yang akan Anda rasakan. Segera hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace for Education atau mengajukan trial terlebih dulu!        

Education

Tips Memilih Edisi Google for Education Yang Baik dan Benar

Tips Memilih Edisi Google for Education – Google for Education merupakan serangkaian produk, program, dan layanan yang dikembangkan Google untuk menunjang aktivitas pendidikan, terutama bagi kalangan pengajar dan pelajar. Salah satu produk unggulan tersebut adalah Google Workspace for Education. Melalui Google Workspace for Education, Anda bisa mengakses berbagai produk Google secara gratis untuk keperluan belajar dan mengajar. Mulai dari Gmail, Calendar, Meet, Docs, Sheets, Slides, Forms, Classrooms, Assignments, Sites, Group, Drive, dan Admin. Namun, versi gratis tersebut memiliki batasan pemakaian. Jika ingin lebih leluasa mengakses seluruh fitur secara optimal, Anda bisa upgrade ke edisi premium Google for Education. Setidaknya ada tiga edisi premium yang dapat Anda pilih. Namun, bagaimana cara menentukan edisi yang paling tepat untuk kebutuhan Anda? Hitung dulu jumlah murid atau peserta Photo Credit: lucas law (Unsplash) Jumlah murid yang Anda ajar dapat memengaruhi pemilihan edisi Google for Education, terutama jika Anda cukup sering mengadakan pembelajaran online melalui video conference. Pasalnya, tiap edisi menawarkan kapasitas peserta video conference dalam jumlah berbeda. Misalnya, jika jumlah murid Anda kurang dari seratus, maka Google for Education edisi Education Standard bisa menjadi pilihan tepat karena kapasitas maksimal pesertanya adalah seratus. Namun, jika jumlah murid melebihi itu, maka lebih baik Anda memilih edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus yang mampu menampung peserta video conference hingga 250 murid. Pertimbangkan kebutuhan akan video conference Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak “ruang kelas” pindah ke ranah online akibat pandemi, kebutuhan akan video conference sebagai perangkat belajar dan mengajar jadi meningkat pesat. Google memenuhi kebutuhan Anda tersebut melalui aplikasi Google Meet, yang juga termasuk dalam rangkaian Google for Education. Coba pertimbangkan hal apa saja yang Anda butuhkan saat mengajar melalui video conference. Kalau memang ingin mendapatkan fitur yang lengkap, pilihlah edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus. Kedua edisi tersebut telah dilengkapi fitur attendance tracking, noise cancellation, breakout rooms, bahkan hingga polling and QA. Fitur-fitur ini tidak akan Anda dapatkan dalam edisi Education Standard. Perhatikan tingkat kecepatan respons tim support Photo Credit: Jeswin Thomas (Unsplash) Pada dasarnya, seluruh edisi Google for Education memiliki akses terhadap layanan support melalui telepon, email, maupun online. Ya, bahkan pengguna edisi gratis (Education Fundamentals) juga berhak mengakses layanan tersebut. Namun, bagi yang membutuhkan layanan support Google for Education dalam waktu lebih cepat, maka sebaiknya Anda memilih edisi Education Plus. Hanya pengguna edisi inilah yang berhak mendapatkan respons lebih cepat dari tim spesialis support Google. Prioritaskan sistem keamanan Photo Credit: FLY:D (Unsplash) Kelancaran aktivitas belajar dan mengajar online juga ditentukan dari sistem keamanan perangkat yang digunakan. Seluruh edisi Google for Education tentunya telah dibekali dengan sistem kontrol dan keamanan yang mumpuni. Namun, memang, ada fasilitas keamanan khusus yang hanya terdapat pada edisi tertentu. Beberapa fitur keamanan yang terdapat di seluruh edisi, termasuk edisi gratis, adalah data loss prevention untuk Gmail dan Drive; eDiscovery untuk chat, email, dan data; serta advanced protection program. Namun, jika memilih edisi Education Standard atau Education Plus, Anda juga akan mendapatkan fitur keamanan tambahan berupa pencegahan spam dan phishing, pencegahan ancaman serangan, automate monitoring, dan masih banyak lagi. Peningkatan sistem keamanan ini tidak akan Anda dapatkan pada edisi Education Fundamentals ataupun Teaching and Learning Upgrade. Jadi, Google for Education mana yang akan Anda pilih untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar secara online? Apa pun itu, Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Klik di sini untuk tahu lebih banyak tentang Google for Education! Apabila sudah membaca tips memilih edisi Google for Education dan berminat untuk menggunakannya, atau jika ingin bertanya lebih lanjut, langsung saja hubungi EIKON Technology. Tim spesialis kami siap memberikan layanan terbaik untuk Anda.

Chromebook, Productivity, Technology

Upgrade Fitur Pendidikan Online di Perangkat Chromebook

Fitur Pendidikan Online – Sejak tahun lalu, kegiatan belajar dan mengajar di seluruh dunia telah berpindah ke ranah online demi menghambat penyebaran virus COVID-19. Google Chromebook menjadi salah satu perangkat yang diandalkan untuk melangsungkan aktivitas pendidikan online. Kemudahan pemakaian, sehingga mempercepat adaptasi, menjadi alasan utama Chromebook digunakan banyak pengajar dan pelajar. Demi terus menunjang kualitas pendidikan online di penjuru dunia, Google tak hanya rutin melakukan update sistem operasi, tapi juga upgrade fitur pada perangkat Chromebook. Cari tahu apa saja upgrade fitur tersebut melalui uraian berikut ini! Perangkat screen recording baru Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Sejak sebelum pandemi, sudah banyak pengajar atau edukator yang merekam sesi pembelajaran untuk membantu murid mengerjakan tugas atau belajar sebelum ujian. Kebutuhan tersebut meningkat selama setahun belakangan ini mengingat pembelajaran dilakukan secara virtual. Didasari kebutuhan tersebut, Google pun menghadirkan perangkat screen recording baru pada Chrome OS. Fitur ini sudah bisa Anda dapatkan melalui update Chromebook terbaru pada Maret 2021 lalu. Berkat adanya perangkat tersebut, para pengajar dan pelajar pun kini bisa dengan mudah merekam sesi pembelajaran dan memutarnya kembali untuk review. Lebih mudah kelola Chromebook dengan Google Admin Console Photo Credit: Artem Podrez (Pexels) Demi menunjang kegiatan pendidikan online, banyak sekolah di berbagai negara yang membeli ratusan bahkan ribuan perangkat Chromebook untuk staff pengajar dan para murid. Dengan begitu banyaknya Chromebook, pihak sekolah mungkin akan kesulitan untuk mengelolanya. Namun, kekhawatiran tersebut telah mendapatkan solusi dari Google dalam bentuk Google Admin Console. Google Admin Console adalah sebuah laman atau space yang ditujukan bagi administrator atau super admin untuk melakukan berbagai pengaturan terhadap perangkat Chromebook. Ya, bahkan untuk ratusan hingga ribuan perangkat Chromebook sekaligus. Melalui Google Admin Console, pihak admin bisa mengaktifkan akun baru, menambah atau membatasi akses, dan sebagainya. Kabar baiknya lagi, Google Admin Console juga dilengkapi fitur Zero Touch Enrollment yang memungkinkan admin untuk mengaktifkan dan mengelola banyak perangkat Chromebook sekaligus dari jarak jauh. Akses untuk murid penyandang disabilitas Photo Credit: Marcus Aurelius (Pexels) Google berkomitmen memberikan akses pendidikan online untuk seluruh murid dengan kondisi apa pun, termasuk murid penyandang disabilitas. Sejumlah upgrade fitur pun dilakukan demi mewujudkan hal tersebut. Beberapa upgrade tersebut dapat Anda dapatkan melalui ChromeVox, perangkat screen reader pada Chromebook. Salah satu bentuk upgrade tersebut adalah fitur peralihan suara yang otomatis akan mengubah suara pembaca tulisan layar sesuai dengan bahasa pada teks. Tak hanya itu, Google juga memberikan upgrade pada Meet di Chromebook. Aplikasi video conference satu ini menerima peningkatan performa pada kualitas dan video. Alhasil, aktivitas pembelajaran online lewat video pun bisa berlangsung lebih mulus. Fitur khusus untuk keterlibatan orang tua Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Dengan pembelajaran online yang berlangsung dari rumah masing-masing, bantuan dan partisipasi orang tua pun semakin dibutuhkan untuk mendukung pendidikan anak. Google pun menambahkan fitur khusus yang memungkinkan orang tua melakukan hal tersebut sambil tetap memastikan bahwa anak-anak mereka beraktivitas online secara aman. Kini orang tua bisa menambahkan akun Google Workspace for Education pada akun Google personal anak dan mengelolanya melalui fitur Family Link. Melalui adanya upgrade fitur ini, orang tua bisa menentukan situs dan aplikasi mana saja yang bisa diakses anak sambil tetap mengawasinya. Di sisi lain, anak tetap dapat mengakses situs dan aplikasi yang mereka butuhkan secara aman dengan menggunakan akun dari sekolah. Kini melangsungkan kegiatan pendidikan online jadi semakin mudah dan aman berkat beragam upgrade fitur pada Google Chromebook. Kabar baiknya lagi, tahun ini Google meluncurkan 40 perangkat Chromebook baru dengan berbagai fitur yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Anda bisa mendapatkan salah satunya melalui EIKON Technology. Sebagai reseller resmi perangkat Google yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology tak sekadar menjual Chromebook, tapi juga akan membantu Anda dalam adaptasi penggunaannya. Bahkan jika Anda membutuhkan perangkat Google lain untuk memaksimalkan performa Chromebook, tim EIKON Technology akan siap melayani Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Segera dapatkan perangkat Chromebook melalui EIKON Technology untuk mengoptimalkan aktivitas pendidikan online!

Chromebook, Education

Bagaimana Google Chromebooks Menjangkau 40 Juta Pengajar dan Pelajar di Dunia?

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2011 lalu, hingga kini Google Chromebooks telah berhasil menjangkau lebih dari 40 juta pengajar dan pelajar di seluruh dunia. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Jepang, dan Kanada, Google Chromebooks sudah menjadi perangkat penting dalam kegiatan pendidikan sehari-hari mereka. Selama sepuluh tahun hadir membantu bidang pendidikan, tentu perjalanan yang ditempuh Google Chromebooks sangatlah panjang. Berbagai tantangan diatasi, beragam milestones berhasil dicapai. Bagaimana Google Chromebooks melakukan itu semua? Utamakan tiga prinsip utama: simpel, cepat, dan aman Photo Credit: KOBU Agency (Unsplash) Walaupun pertama kali diluncurkan ke publik pada 2011, sebetulnya Chromebooks sudah lebih dulu melalui program pilot pada 2010. Beberapa sekolah di Amerika Serikat mendapat kesempatan menggunakan Google Chromebooks untuk pertama kalinya. Tim Google pun mencatat bahwa para pengajar dan pelajar begitu menyukai Chromebooks karena pemakaiannya begitu sederhana, cepat, dan aman. Ketiga hal tersebut memang menjadi prinsip utama Google dalam menciptakan Chromebooks, yang terus dibawa hingga hari ini. Terlebih, selama satu dekade belakangan ini, Google juga rutin melakukan upgrade terhadap Chromebooks. Melalui Google Admin Console, misalnya, kini para administrator sekolah bisa mengelola perangkat Chromebooks secara remote karena sifatnya yang berbasis cloud. Lagi-lagi begitu simpel, cepat, dan aman. Terus meningkatkan akses untuk para pengajar dan pelajar Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Sejak awal, Chromebooks dirancang agar bisa menjadi salah satu pondasi penting dalam aktivitas belajar dan mengajar, tak peduli di mana pun Anda berada. Itulah kenapa kemudahan akses menjadi salah satu fokus utama Google dalam mengembangkan Chromebooks. Demi mewujudkan hal tersebut, Google bekerja sama dengan sejumlah produsen seperti Samsung, Acer, Lenovo, HP, Dell, dan ASUS untuk melakukan ekspansi Chromebooks secara global. Bahkan baru-baru ini, Sharp dan NEC juga bergabung dan sudah mulai mengembangkan Chromebooks untuk pasar pendidikan Jepang. Di samping itu, akses koneksi pada Chromebooks juga terus ditingkatkan dengan adanya opsi untuk terhubung pada Wi-Fi dan mobile data. Dengan begini, para pengajar dan pelajar bisa lebih mudah mengakses berbagai fitur dalam Chromebooks, termasuk Chromebook App Hub. Chromebook App Hub adalah online resource untuk membantu para pengajar menemukan ide, perangkat, dan aplikasi yang bisa digunakan secara tepat dalam kegiatan belajar dan mengajar. Nantinya, pihak pengajar juga bisa memberikan feedback serta masukan kepada tim Google terkait aplikasi atau perangkat yang dibutuhkan. Sediakan fitur yang benar-benar dibutuhkan Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Keberhasilan Chromebooks dalam menjangkau 40 juta pengajar dan pelajar di dunia juga tak terlepas dari fitur-fitur yang disematkan. Fitur-fitur ini tak hanya modern, tapi juga selalu mengikuti kebutuhan pengajar, pelajar, dan para pelaku pendidikan lainnya. Salah satu contohnya adalah Screen Capture. Sejak 2020 lalu, kegiatan belajar-mengajar beralih ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Google Meet pun banyak digunakan untuk pembelajaran melalui video conference. Dengan adanya Screen Capture, Anda bisa melakukan screenshot dan screen recording secara mudah selama kegiatan belajar-mengajar online berlangsung. Nantinya, setiap hasil screenshot maupun screen recording akan muncul secara otomatis pada Tote, fitur space baru untuk menyimpan berbagai dokumen penting secara mudah. Cocok untuk menambahkan foto atau video pada file presentasi atau proyek kelompok. Masih dengan mengutamakan tiga prinsip utamanya—simpel, cepat, dan aman—Google Chromebooks masih akan terus menjangkau jutaan pengajar dan pelajar lain di dunia. Ambil bagian dari perubahan besar ini dengan menggunakan Chromebooks dalam kegiatan belajar dan mengajar Anda. Tak perlu bingung, Anda bisa mendapatkan Chromebooks melalui EIKON Technology, reseller resmi perangkat asli Google yang tepercaya di Indonesia. Di EIKON Technology, Anda tak hanya akan mendapatkan perangkat Chromebooks dengan harga relatif terjangkau, tapi juga layanan terbaik dari tim staf kami. Segera dapatkan sekarang juga di sini!

Education

Tips Memaksimalkan Fitur Tugas di Google Workspace for Education

Tips Memaksimalkan Fitur Tugas di Google Workspace for Education – Google Workspace for Education digunakan oleh banyak pengajar di dunia untuk melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar secara online, terutama di era pandemi COVID-19 seperti sekarang. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai fitur yang canggih, menarik, dan sesuai kebutuhan pengajar. Salah satunya adalah fitur Tugas atau Assignments. Sebagai pengajar, kemungkinan pihak sekolah atau lembaga pendidikan telah membekali Anda dengan learning management system (LMS) sendiri. Namun, Anda bisa menambahkan fitur Assignments pada LMS tersebut untuk mempermudah berbagai aktivitas terkait tugas murid. Agar bisa merasakan manfaatnya secara maksimal, berikut sejumlah tips yang dapat Anda terapkan. Berikan nomor pada tugas yang diberikan Photo Credit: Sam Lion (Pexels) Untuk memastikan bahwa murid telah memahami materi yang Anda ajarkan, biasanya Anda akan memberikan tugas. Mengingat bahwa materi tersebut bisa berbeda tiap minggunya, maka tugas yang diberikan pun bisa beragam pula. Terlebih jika Anda mengajar banyak kelas, jumlah tugas pun akan semakin banyak. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu memberi nomor pada tugas yang Anda berikan. Hal ini akan mempermudah Anda dalam mengorganisasi file secara rapi. Jadi, ketika Anda hendak mencari tugas yang dimaksud untuk mengeceknya, Anda bisa langsung mencarinya berdasarkan nomor tersebut. Gunakan direct link pada tugas Photo Credit: Glenn Carstens-Peters (Unsplash) Google Workspace for Education juga memiliki fitur direct link yang dapat mempermudah Anda dalam pemberian tugas kepada murid. Jadi, seandainya ada tugas yang harus dikembalikan atau direvisi oleh murid tersebut, mereka bisa dengan cepat melakukannya. Caranya mudah, Anda hanya perlu mencari tugas yang dimaksud, klik gambar tiga titik di sebelah kanan tugas, lalu copy link tugas tersebut. Baru setelah itu kirimkan link kepada murid agar mereka bisa langsung mengakses tugasnya. Manfaatkan fitur “assign to multiple classes” Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Beberapa pengajar biasanya bertanggung jawab memberikan tugas ke banyak kelas sekali pun. Hal ini bisa lebih mudah dilakukan berkat adanya fitur “assign to multiple classes” pada Google Workspace for Education. Anda dapat melakukannya melalui opsi “For” yang merupakan menu drop-down, lalu pilih kepada siapa saja tugas akan diberikan. Penting untuk diingat bahwa setelah Anda menekan tombol “Assign”, setiap tugas hanya bisa diedit sendiri-sendiri. Karenanya, pastikan bahwa tugas tersebut sudah memiliki detail atau brief yang benar. Jangan sampai terjadi kesalahan dan Anda harus membetulkan tugas tersebut satu per satu. Gunakan fitur komentar secara publik dan private Photo Credit: Chris Montgomery (Unsplash) Tanggung jawab pengajar juga mencakup memberikan feedback terhadap tugas yang telah dikerjakan para murid. Fitur komentar hadir untuk membantu Anda melakukan hal tersebut secara mudah. Bahkan Anda bisa memberikan feedback secara publik maupun private. Komentar atau feedback yang diberikan secara publik nantinya dapat dilihat oleh seluruh kelas. Sebaliknya, fitur private dapat Anda manfaatkan untuk memberikan feedback yang sifatnya lebih personal dan mendalam. Dengan begitu, murid pun tidak akan merasa malu sehingga terus terpacu untuk memperbaiki diri. Aplikasikan berbagai tips tersebut saat menggunakan fitur tugas atau Assignments di Google Workspace for Education. Selain Assignments, tentunya masih ada banyak fitur lain yang dapat menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Segera berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu proses transisi dan penggunaannya. Bahkan jika ada fitur tambahan Google yang ingin Anda gunakan, EIKON Technology juga bisa menyediakannya. Dapatkan segera Google Workspace for Education di sini!

Scroll to Top