EIKON Technology

kerja hybrid

Google Workspace

Tips Meningkatkan Fokus saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace

Mempertahankan fokus saat menjalankan hybrid work bukanlah sebuah perkara mudah. Fokus di sini berarti melakukan apa yang ingin Anda lakukan, ketika Anda memang berniat melakukannya. Belajar meningkatkan fokus akan membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas serta keterlibatan karyawan. Artikel kali ini akan membahas tentang tips meningkatkan fokus saat kerja hybrid dengan memanfaatkan Google Workspace. Mari simak bersama. 4 Tips memanfaatkan Google Workspace untuk meningkatkan fokus Photo Credit: Google Workspace Blog Waktu merupakan sumber daya yang paling berharga. Setiap gangguan yang muncul dan merusak fokus Anda terdapat konsekuensi yang dapat mengakibatkan hilangnya sumber daya yang paling berharga ini. Berikut adalah 4 cara untuk meningkatkan fokus dalam era kerja hybrid seperti sekarang dengan memanfaatkan Google Workspace. Sesuaikan waktu fokus dengan lokasi Anda Karyawan yang bekerja di lingkungan hybrid biasanya terbagi dalam dua kelompok: mereka yang lebih fokus di rumah (atau jarak jauh) dan mereka yang lebih fokus di kantor. Orang yang lebih fokus di rumah sebaiknya menjadwalkan agenda mereka di kantor agar fokus kerja tidak terpecah. Kemudian mereka yang lebih mudah fokus di kantor bisa menjadwalkan agenda saat ada di rumah untuk mengurangi gangguan selama di kantor. Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Gunakan isyarat fisik untuk melatih otak agar fokus Sulit untuk mengubah mental saat bekerja dari rumah. Untungnya, kita bisa masuk ke mode kerja di rumah dengan trik yang membantu otak mengasosiasikan penataan tertentu dengan waktu kerja. Misalnya, memilih sudut tertentu di rumah untuk bekerja. Dengan bekerja di tempat tersebut secara teratur, otak akan mengasosiasikannya sebagai sebuah tempat untuk bekerja. Lakukan secara teratur dan disiplin untuk mempertajam fokus Anda. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Cegah gangguan sebelum terjadi Cara terbaik untuk pulih dari gangguan adalah mencegahnya terjadi sejak awal. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membatasi gangguan: Gunakan fitur Focus time untuk menolak rapat dan mematikan Google Chat secara otomatis. Pertimbangkan untuk menonaktifkan notifikasi email dari Docs, Sheets, dan Slides bersama. Pesan yang belum dibuka masih dapat menarik perhatian meski Anda tidak berencana membacanya. Fitur Filters and label membantu pengguna Gmail merapikan kotak masuk. Bekerjalah di satu tab saja untuk tetap menjaga fokus. Jika terasa sulit untuk dilakukan Anda dapat mengelompokkan tab menurut tugas yang sedang dikerjakan. Tetapkan aturan bagi tim Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sambil mengajak karyawan untuk menyesuaikan kebiasaan dan lingkungan kerja mereka, manajer dapat membantu tim mereka membangun kondisi dan kultur kerja yang dapat mempertahankan fokus. Identifikasi faktor-faktor yang mempermudah atau mempersulit anggota tim untuk tetap mengerjakan tugas dan menetapkan aturan tim untuk cara terbaik berkomunikasi dan berkolaborasi. Misalnya dengan menetapkan aturan “Tidak Ada Meeting di Hari Jumat” atau “Dilarang Mengirim Email Selama Akhir Pekan”. Sambil menata kembali norma tim, pikirkan platform mana yang paling cocok unutk tugas tertentu. Contohnya, Chat hanya boleh digunakan untuk permintaan yang benar-benar mendesak. Paling penting, semua aturan yang sudah dibuat harus benar-benar dilaksanakan, tidak hanya oleh anggota tim, tapi juga oleh manajer tim. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Memperdalam fokus akan memberikan hasil besar untuk perusahaan. Menghadapi gangguan dan menetapkan ruang untuk bekerja membuat kita menjadi karyawan, rekan tim, dan pemimpin yang lebih baik. Dengan kebebasan untuk fokus, kita menjadi lebih produktif, lebih kreatif, dan terbuka terhadap kemungkinan yang lebih besar. Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di Google Workspace, Anda dapat meningkatkan fokus lebih baik saat bekerja di lingkungan hybrid. Tingkatkan kolaborasi kerja hybrid Anda dengan Google Workspace sekarang. EIKON Technology siap membantu Anda untuk penerapan Workspace mulai dari tahap perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google Workspace

Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda

  Sudah banyak perusahaan yang tak lagi menjadikan kantor fisik sebagai pusat gravitasi kerja mereka. Kebanyakan yang belum melakukannya pun bukan karena tidak tertarik, tapi karena sumber daya yang mereka miliki masih belum memenuhi kebutuhan ekosistem kerja hybrid. Google Workspace sebagai alat produktivitas dengan pengguna lebih dari 3 miliar terus berinovasi dalam hal konektivitas dan tentunya keamanan. Berikut adalah beberapa inovasi dari Workspace serta mitra pihak ketiga untuk memudahkan Anda dalam menerapkan ekosistem kerja hybrid. Koneksi yang imersif Photo Credit: Google Workspace Blog Beberapa tahun terakhir ini, Google Meet terus dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara orang-orang yang bekerja dari lokasi berbeda. Google menghadirkan pengalaman baru yang menciptakan koneksi imersif untuk membuat panggilan video terasa sama menariknya dengan pertemuan tatap muka. Berikut adalah di antaranya: Sorotan pembicara di Slide Fitur baru ini akan menempatkan video pembicara langsung di dalam konten mereka. Dengan begitu, fokus akan tetap ada pada penampil. Versi preview akan muncul pada akhir tahun 2022 ini. Photo Credit: Google Workspace Blog Meeting room check-in Fitur ini memungkinkan seluruh peserta meeting mengetahui siapa saja yang ada di dalam ruang rapat virtual dengan menampilkan nama mereka bersama nama ruang. Tersedia awal tahun 2023.  Photo Credit: Google Workspace Blog Mode pendamping seluler sebagai layar kedua di Meet Fitur ini memberi peserta untuk berpartisipasi penuh dengan mengangkat tangan, mengobrol, atau mengajukan pertanyaan dari ponsel sambil memanfaatkan audio dan video dalam ruangan. Tersedia awal tahun 2023. Menetapkan ruang konferensi ke ruang kerja kelompok di Meet Membantu mengelola logistik untuk peserta dalam ruang selama diskusi kerja kelompok. Fitur telah tersedia sejak bulan Oktober 2022. Baca juga: Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim Pembingkaian video otomatis di Meet Memusatkan peserta di video tile mereka sebelum bergabung ke rapat dan memungkinkan mereka membingkai ulang secara manual kapan saja. Fitur telah tersedia sejak bulan Oktober 2022. Selain rapat, Google Chat memungkinkan tim untuk bekerja secara real-time dengan menyediakan ruang khusus untuk percakapan dan konten. Baru-baru ini Google Workspace meluncurkan ruang yang dapat ditemukan dengan peningkatan keanggotaan hingga 8.000 orang, untuk menciptakan peluang baru untuk koneksi, komunitas, dan kolaborasi. Selain itu, Google juga menghadirkan: Photo Credit: Google Workspace Blog Emoji khusus dan percakapan beralur di Google Chat, memungkinkan pengguna mengekspresikan diri mereka secara lebih autentik dan mendalami percakapan tertentu. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Meleburkan batas dengan smart canvas Google Workspace meluncurkan smart canvas yang akan memudahkan pengguna berkolaborasi. Cukup dengan ‘@-mention’ Anda dapat melibatkan orang sekaligus memasukkan data yang dibutuhkan ke ruang kerja, menciptakan alur kerja yang teratur dan tidak memecah fokus. Oktober 2022 lalu, smart canvas telah mengalami beberapa perluasan dengan menghadirkan: Blok penyusun khusus di Google Docs Memungkinkan pengguna membuat komponen sendiri yang dapat digunakan kembali. Fitur dapat diakses dengan mudah menggunakan menu ‘@’. Fitur ini tersedia akhir tahun 2022 ini. Photo Credit: Google Workspace Blog Variabel di Google Docs Memungkinkan pengguna untuk menentukan elemen data umum dalam Docs, seperti nama klien atau nomor kontrak, dan memperbaruinya di seluruh dokumen dengan mengubah nilainya di satu tempat. Fitur tersedia awal tahun 2023. Bekerja lebih aman dengan Google Workspace Ada kecenderungan untuk berpikir bahwa mengamankan orang dan data dalam lingkungan hybrid lebih menantang daripada sebelumnya. Hal ini berlaku untuk sistem yang dibangun di era pra-cloud yang memiliki keamanan ditingkatkan dan sering kali kesulitan untuk menyesuaikan skala untuk mengatasi ancaman. Workspace lahir dan dikembangkan di cloud. Artinya, pelanggan akan mendapat manfaat dari keahlian cloud Google selama puluhan tahun dalam perlindungan ancaman, AI, dan skala global. Tahun ini Google memperluas kontrol perlindungan data tingkat lanjut untuk menjaga pengguna dan data tetap aman di lebih banyak aplikasi yang mereka gunakan setiap hari. Photo Credit: Google Workspace Blog Pencegahan kehilangan data (DLP) untuk Chat Memungkinkan admin membuat kebijakan khusus untuk membantu mencegah kebocoran informasi sensitif. Pemeriksaan terjadi secara real-time dan menerapkan tindakan korektif tanpa penundaan yang merupakan standar di seluruh industri. DLP dan kepatuhan konten sudah tersedia di Gmail, Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Fitur telah tersedia sejak bulan Oktober 2022. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Ekosistem hybrid memang telah menjadi idola saat ini. Ekosistem ini dinilai lebih efisien dan dapat meningkatkan produktivitas. Namun hybrid tidak akan bekerja dengan optimal tanpa sistem yang baik. Workspace menghadirkan solusi all-in yang akan memenuhi seluruh kebutuhan hybrid Anda. Optimalkan ekosistem hybrid Anda dengan Google Workspace yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi mengenai penerapan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid

Fleksibilitas kini menjadi hal yang dicari ketika bekerja. Namun ekosistem kerja hibrida kemudian menunjukkan pentingnya pilihan. Orang-orang tak lagi ingin dikunci dalam satu aplikasi saja. Mereka ingin menggunakan alat produktivitas seperti email dan panggilan video dengan tetap mengerjakan tugas lain memvisualisasikan data, mengelola proyek, membuat desain kreatif, dan banyak lagi. Sebagai platform produktivitas paling terbuka dan selalu dapat diperluas, Google Workspace terus mengembangkan solusi bagi para penggunanya. Pada gelaran Google Cloud Next ’22 bulan Oktober lalu, Google meluncurkan smart chips di Docs, serta integrasi baru dan kemampuan API yang ditingkatkan untuk Meet, Chat, dan Spaces. Mari simak detail selengkapnya dalam ulasan berikut. Smart chips untuk integrasi dengan aplikasi pihak ketiga Photo Credit: Google Workspace Blog Tahun 2021 lalu, Google Workspace memperkenalkan smart canvas, sebuah kapabilitas yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan informasi yang mereka butuhkan ke dalam file Docs tanpa perlu berpindah aplikasi. Pada tahun 2022 ini, Google memperluas kapabilitas smart chips untuk integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Dengan smart chips yang baru ini, Anda dapat menandai dan melihat informasi penting dari aplikasi mitra menggunakan ‘@-mentions’, serta memasukkan informasi interaktif atau pratinjau dari aplikasi pihak ketiga langsung ke dalam Docs. Perwakilan Google menyebutkan bahwa perluasan ini akan hadir pada bulan Januari 2023 nanti. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Menambahkan kapabilitas pihak ketiga ke Google Meet Awal tahun 2022 ini, Google Workspace memperkenalkan kapabilitas untuk bergabung ke rapat dan melakukan presentasi langsung dari Docs, Sheets, dan Slides untuk memudahkan pengguna bekerja sama secara real-time. Workspace juga membangun integrasi dengan Miro, yang memungkinkan Anda memulai kolaborasi di papan tulis Miro langsung dari panggilan Meet. Pengembangan dari Google Meet API dan Google Meet add-on SDK memungkinkan aplikasi dari pihak ketiga untuk menyatukan kapabilitas mereka dengan Google Meet, memberikan cara baru yang mulus bagi user untuk menggunakan alat favorit mereka saat sedang berada dalam panggilan video. Misalnya, Figma menggunakan SDK ini untuk menghadirkan desain populer dan kemampuan papan tulisnya ke dalam Google Meet. Photo Credit: Google Workspace Blog Menghadirkan aplikasi mitra ke Google Chat dan Spaces API Chat dan Spaces umum digunakan untuk menambahkan pengalaman baru ke Google Workspace. Misalnya, menyetujui aplikasi pihak ketiga untuk menambahkan orang ke Chat Spaces secara otomatis ketika terjadi situasi darurat (misalnya ketika memerlukan respons insiden). Photo Credit: Google Workspace Blog Google baru saja memperluas Chat and Spaces API untuk mengaktifkan lebih banyak fungsi antara Google Chat dan aplikasi mitra. Nantinya, aplikasi ini dapat membuat pesan langsung 1:1 atau obrolan grup secara terprogram. Aplikasi ini juga akan dapat membaca dan menulis pesan Cha tanpa mengharuskan pengguna untuk meluncurkan aplikasi, yang selanjutnya memperluas kemampuan untuk memungkinkan pemahaman kontekstual dari percakapan. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Kekuatan ekosistem Sudah menjadi komitmen Google Workspace untuk menghadirkan platform produktivitas yang terbuka, selalu dapat diperluas, dan tentunya memenuhi segala kebutuhan ekosistem hybrid. Bersama dengan para mitra, Google terus mengembangkan alat yang lebih bermanfaat dan fleksibel, menciptakan kemampuan terbaik di kelasnya untuk seluruh pekerjaan hybrid, sekaligus menyediakan cara berkomunikasi dan berkolaborasi yang benar-benar baru. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang add-on dan integrasi Google Workspace di sini dan membaca lebih lanjut tentang manfaat melakukan modernisasi program kantor lama di sini. Baca juga: Kelola Aktivitas Penyimpanan Lebih Mudah dengan Alat Manajemen Penyimpanan Baru Google Workspace Google Workspace terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi produktivitas yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan pekerjaan hybrid. Apakah kini kantor Anda menerapkan ekosistem hybrid. Optimalkan komunikasi dan kolaborasi kerja Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tips Menciptakan Work-Life Balance di Era Hybrid bersama Microsoft

 Pandemi telah mengubah cara kerja orang-orang di seluruh dunia. Sejak Februari 2020, rata-rata pengguna Microsoft Teams mengalami peningkatan waktu rapat mingguan sebesar 252% dan jumlah rapat mingguan telah meningkat sebesar 153%. Penelitian Glint menemukan bahwa orang yang tidak mampu menjaga work-life balance dua kali lebih mungkin menunjukkan tanda-tanda kelelahan dibandingkan mereka yang mampu. Berikut beberapa tips menciptakan work-life balance di era hybrid bersama Microsoft. 5 tips untuk para pemimpin perusahaan Photo Credit: Rawpixel Ciptakan norma perilaku baru Membangun budaya kerja yang fleksibel membutuhkan eksperimen dan mindset untuk berkembang. Namun Anda dapat mengambil langkah-langkah di bawah ini untuk memberi sinyal bahwa orang dapat bekerja secara fleksibel tanpa merasa perlu bekerja sepanjang waktu. Rekam rapat Teams bila memungkinkan Dorong penyelenggara acara untuk menekan tombol rekam di bagian atas setiap rapat sehingga siapa pun yang tidak hadir bisa tetap mengikuti perkembangan terbaru. Anda juga dapat menunda pengiriman email di luar jam kerja dengan mengaktifkan fitur Delay delivery di Microsoft Viva. Sampaikan bahwa pesan yang tidak mendesak dapat menunggu Jelaskan kepada pemimpin, manajer, dan karyawan bahwa tidak apa-apa untuk tidak memeriksa email dan mengobrol di luar jam kerja inti. Lindungi waktu fokus. Dorong karyawan untuk mencatat di kalender mereka untuk pekerjaan terfokus atau meeting-free blocks. Viva Insights dapat membantu menyimpan waktu fokus berdasarkan preferensi. Ciptakan norma bahwa orang harus melihat jadwal di sekitar blok waktu tersebut bila memungkinkan. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Dorong manajer untuk bereksperimen Dalam model kerja yang fleksibel, manajer adalah kunci untuk menyelaraskan kebutuhan individu karyawan dengan prioritas organisasi yang lebih luas, tapi mereka sering merasa buntu. Indeks Tren Kerja 2022 menemukan bahwa 74% manajer yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pengaruh atau sumber daya yang mereka butuhkan untuk membuat perubahan atas nama tim mereka. Untuk merangkul pola pikir belajar segalanya yang diperlukan untuk membantu karyawan mengatur ulang work-life balance mereka, manajer sebaiknya diberi izin untuk bereksperimen dengan tim mereka. Dukung karyawan untuk membuat daftar prioritas Prioritas adalah salah satu cara terbaik bagi karyawan untuk mengendalikan waktu kerja mereka. Fokus pada pekerjaan yang paling penting dan biasakan untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang kurang penting. Hal ini bisa dimulai dengan memastikan bahwa individu dan tim memahami: Tujuan bisnis yang lebih luas Bagaimana pekerjaan mereka mencapai tujuan tersebut Mengadopsi kerangka penetapan tujuan seperti Objectives and Key Results (OKR) dapat membantu individu dan tim memahami tujuan organisasi yang lebih luas. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure 4 Langkah penting bagi setiap karyawan Photo Credit: Rawpixel Keterampilan manajemen waktu dapat membantu setiap orang menjaga keseimbangan kehidupan kerja, memberi Anda rasa kontrol sepanjang hari, menurunkan stres, dan meningkatkan kesehatan mental. Anda bisa mengajak tim untuk mulai menerapkan kebiasaan-kebiasaan berikut Menerapkan JOMO, Joy of Missing Out Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membiasakan diri dengan JOMO: Coba tolak rapat yang kehadiran Anda bersifat opsional. Anda bisa mendengarkan rekaman atau membaca transkripnya nanti. Tahan keinginan untuk bekerja selama istirahat makan siang dan waktu senggang. Coba matikan notifikasi atau beralih ke Focus Mode saat mengerjakan dokumen Word. Evaluasi selama apakah Anda menghabiskan waktu untuk proyek yang sebenarnya tidak memerlukan perhatian Anda. Tutup aplikasi dan tab media sosial saat bekerja. Periksa kotak masuk Anda pada waktu yang ditentukan dalam sehari alih-alih mengecek inbox setiap waktu. Jadwalkan waktu fokus Sering kali kita meremehkan betapa kuatnya waktu fokus. Beberapa hal, seperti tugas kreatif atau tugas-tugas yang menuntut kognitif, membutuhkan konsentrasi penuh dan interupsi terbatas. Tetapkan sebagian waktu di kalender Anda untuk pekerjaan yang terfokus sehingga rekan kerja dapat melihat kapan Anda sibuk dan tahu kapan tidak mengganggu Anda dengan permintaan email atau rapat. Butuh waktu untuk memulihkan fokus setelah gangguan apa pun, jadi gunakan Viva dan alat lain untuk menjadwalkan dan melindungi periode kerja yang terfokus. Anda akan mengurangi gangguan dan mendapatkan kembali waktu-waktu paling produktif. Jadwalkan juga waktu untuk dekompresi setelah tugas-tugas yang membuat stres agar Anda tidak merasa kelelahan. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Waktu tim Anda sangat berharga—begitu juga kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Membantu orang mengatur ulang work-life balance mereka adalah sebuah keterampilan kepemimpinan baru yang penting dalam pekerjaan yang fleksibel. Teruslah bereksperimen, dan Anda akan menemukan cara penting untuk membantu individu dan organisasi berkembang selama bertahun-tahun yang akan datang. Manfaatkan berbagai solusi dari Microsoft untuk mendukung pendekatan Anda. EIKON Technology sebagai Microsoft Partner siap membantu Anda menghadirkan solusi tanpa proses yang rumit. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi solusi dari Microsoft guna menciptakan work-life balance.

Google Cloud

5 Langkah Ciptakan Lingkungan Kerja Hybrid Inklusif yang Unggul

Lingkungan kerja hybrid sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Transisi dari lingkungan kerja konvensional menjadi hybrid terbukti memunculkan perubahan yang signifikan. Itu berarti, para pemilik bisnis harus mampu menyediakan infrastruktur yang dapat memfasilitasi transisi tersebut. Di satu sisi, perusahaan juga harus mengevaluasi apa saja yang diperlukan untuk menarik dan mempertahankan karyawan. Ya, kedua tantangan tersebut sebenarnya masih saling berkaitan. Pemilik bisnis dan pimpinan perusahaan bisa mulai melakukan perombakan terhadap budaya perusahaan yang fokus pada lingkungan kerja hybrid dan strategi DEI atau diversity, equity, dan inclusion (keragaman, kesetaraan, dan inklusi) secara bersamaan. Bagaimana caranya? 5 langkah untuk ciptakan budaya kerja hybrid yang unggul Photo Credit: Rawpixel Bisa dibilang, strategi DEI telah menjadi keharusan dalam bisnis saat ini. Perusahaan harus berusaha untuk meminimalisir bias yang sering kali tidak disadari, memberikan gaji berbasis pasar untuk tiap pekerja, dan memperkenalkan program training yang mendukung pengembangan bakat SDM. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan: Edukasi untuk pimpinan perusahaan terkait lingkungan kerja hybrid dan strategi DEI Saat Anda mulai membangun infrastruktur untuk lingkungan kerja hybrid, sangat penting untuk memahami tentang bias bawah sadar. Sebaiknya perusahaan menerapkan strategi pembelajaran DEI holistik, yang di dalamnya terdapat pemahaman mengenai bias bawah sadar dan pengembangan infrastruktur untuk perubahan perilaku jangka panjang. Gunakan alat yang mendukung DEI dan lingkungan kerja hybrid Photo Credit: Rawpixel Perusahaan bisa mulai memanfaatkan teknologi dan software HR berbasis AI untuk mendukung proses transisi. Misalnya, menggunakan alat kolaborasi seperti Google Workspace yang mampu memastikan keterlibatan setiap orang, di mana pun mereka berada. Bisa juga dengan membeli solusi perekrutan yang telah diperkaya dengan teknologi AI untuk mengurangi kemungkinan diskriminasi saat menilai kandidat. Baca juga: Meeting Hybrid yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Perkuat kultur dengan kombinasi DEI dan meritokrasi Pastikan perusahaan Anda memiliki pedoman eksplisit yang memastikan bahwa sistem dan proses perekrutan atau promosi karyawan, dilakukan secara transparan dan adil. Salah satu cara untuk bisa mencapai hal tersebut adalah dengan menentukan kualifikasi pekerjaan yang terperinci dan metrik tiap peran yang jelas untuk memahami keterampilan yang dibutuhkan tiap-tiap jabatan. Penting juga untuk memastikan bahwa sistem tersebut bebas bias. Beberapa perusahaan besar telah menggunakan alat analitik untuk mengevaluasi kinerja sistem rekrutmen dan promosi mereka. Menciptakan program upskilling untuk melatih para karyawan Banyak perusahaan yang merasa kesulitan untuk menemukan SDM denga keahlian yang tepat. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adlaah dengan berinvestasi dalam melatih SDM yang sudah dimiliki perusahaan. Perusahaan harus mengembangkan bakat yang beragam di setiap tingkat untuk menciptakan jalur kandidat yang nantinya bisa berkembang hingga mencapai level manajemen senior. Selain itu, perusahaan harus mampu merancang program yang bisa memberikan peningkatan keterampilan bagi karyawan pemula dan tingkat menengah. Selalu ingat bahwa uang bukanlah segalanya Photo Credit: Rawpixel Pada kebanyakan kasus, karyawan memilih hengkang karena alasan uang, namun bertahan karena budaya perusahaan. Itu berarti, dengan memberikan pengalaman terbaik bagi karyawan, perusahaan bisa mempertahankan mereka. Seperti apa kira-kira pengalaman yang sebaiknya diberikan kepada karyawan? Tiap perusahaan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, cobalah untuk mengamati apa kira-kira yang diperlukan karyawan. Anda bisa menawari mereka untuk bekerja di luar kantor, menerapkan jadwal yang fleksibel, hingga memberi program lanjutan seperti tunjangan penitipan anak. Meski begitu, rasa memiliki karyawan bisa ditumbuhkan dengan melibatkan mereka. Sebuah penelitian McKinsey menemukan bahwa karyawan yang lebih sering dilibatkan, menunjukkan komitmen yang lebih besar terhadap perusahaan. Sebaliknya, jika karyawan tidak pernah dilibatkan, mereka akan merasa tidak dihargai. Baca juga: Tips Tingkatkan Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Kerja Hybrid Pandemi mau tak mau mengubah kebiasaan hidup manusia, termasuk dalam hal pekerjaan. Adanya pandemi menyebabkan lingkungan kerja bertransisi ke model hybrid yang menggabungkan model konvensional dan remote (jarak jauh). Sayangnya, lingkungan kerja hybrid rentan menimbulkan bias dan berpotensi menurunkan tingkat keterlibatan karyawan. Dikhawatirkan, kondisi ini bisa menyebabkan tingkat retensi naik. Anda bisa menerapkan langkah-langkah di atas untuk mengatasi tantangan yang muncul karena proses transisi ke lingkungan kerja hybrid. Jangan lupa juga untuk memilih infrastruktur yang memang mendukung sistem hybrid seperti solusi komputasi awan Google Cloud yang kini bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut terkait pilihan paket Google Cloud untuk mendukung lingkungan kerja hybrid, klik di sini!

Scroll to Top