EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

BigQuery BI Engine Kini Tersedia untuk Publik, Apa Saja Fitur yang Tersedia?

Dulu, ketika harus menjalankan BI (business intelligence) pada kumpulan data besar, pelanggan yang menggunakan data warehouse mau tak mau harus memilih latensi rendah dan mengorbankan kemutakhiran data. Namun kini dengan adanya BigQuery BI Engine, mereka dapat mempercepat dashboard dan laporan yang terhubung ke BigQuery tanpa harus melakukan hal tersebut. Sebenarnya, bagaimana teknologi BigQuery BI Engine ini bekerja? Hasil pengembangan dari versi preview tahun lalu Menggunakan insight terbaru data akan membantu para pengguna data warehouse dalam membuat keputusan yang lebih baik untuk bisnis mereka. BI Engine memungkinkan pelanggan mendapatkan performa tercepat untuk kueri mereka di seluruh alat BI yang terhubung dengan BigQuery. Sebenarnya, layanan ini telah diluncurkan tahun 2021 lalu. Hanya saja, saat itu masih menggunakan format pratinjau yang terbatas. BigQuery BI Engine sendiri merupakan sebuah layanan analisis in-memory yang mempercepat dan memberikan performa kueri dalam hitungan sub-detik untuk dasbor dan laporan yang terhubung ke BigQuery. Layanan ini bekerja dengan banyak tools BI atau dasbor khusus. BI Engine dirancang untuk membantu analis data mengidentifikasi tren lebih cepat, mengurangi risiko, menyesuaikan laju permintaan pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam iklim bisnis yang terus berubah seperti sekarang ini. Format baru yang tersedia untuk publik ini memungkinkan pelanggan untuk membuat dasbor interaktif cepat menggunakan tools populer seperti Looker, Tableau, Spreadsheet, PowerBI, Qlik atau bahkan aplikasi khusus perusahaan. Baca juga: Fitur Penelusuran BigQuery: Bantu Tentukan Elemen Unik Data dengan Mudah BI Engine Acceleration terintegrasi BigQuery  Integrasi Native dengan BigQuery API BI Engine terintegrasi secara native dengan BigQuery API. Itu artinya, ketika dasbor Anda menggunakan antarmuka standar seperti SQL, BigQuery API atau driver JDBC/ODBC untuk terhubung ke BigQuery, maka dukungan untuk BI Engine akan muncul secara otomatis. Tidak ada pengaturan tambahan yang harus dilakukan pada aplikasi atau dasbor untuk mengaktifkan dan menjalankan dasbor sub-detik yang dapat diskalakan. Jika Anda menjalankan kueri yang dapat dipercepat dengan BigQuery, maka bisa langsung menggunakan BI Engine. Photo Credit: Google Cloud Blog Penskalaan Cerdas Pelanggan umumnya tak perlu khawatir lagi tentang efisiensi penggunaan memori, BI Engine melakukannya untuk Anda berdasarkan pola akses. Layanan ini telah dibekali teknik canggih seperti pemrosesan vektor, pengkodean data tingkat lanjut, dan caching adaptif untuk membantu memaksimalkan kinerja sekaligus mengoptimalkan penggunaan memori. BI Engine juga dapat membuat replika data yang sama untuk mengaktifkan akses bersamaan dengan cepat dan cermat. Konfigurasi Sederhana Satu-satunya konfigurasi yang diperlukan saat menggunakan BI Engine adalah menyiapkan reservasi memori. Layanan ini telah menyediakan sebuah peningkatan fine-grained masing-masing 1GB. Visibilitas Penuh Pemantauan dan pencatatan sangat penting untuk menjalankan aplikasi di cloud dan juga untuk mendapatkan wawasan tentang kinerja serta peluang optimalisasi. BI Engine telah terintegrasi dengan tools yang sudah dikenal seperti Information Schema untuk detail pekerjaan (rasio pencapaian cache, latensi kueri, dan lain-lain) serta Stackdriver untuk memantau penggunaan. Baca juga: Mengelola BigQuery Lebih Mudah dengan Resource Charts dan Slot Estimator Mulai menggunakan BigQuery BI Engine Photo Credit: Google Cloud Blog BI Engine kini telah tersedia di seluruh wilayah operasional BigQuery, termasuk Indonesia. Untuk mulai menggunakannya, Anda cukup mendaftar ke sandbox BigQuery. Setelah itu, bisa langsung mengaktifkan BI Engine untuk proyek Anda. BigQuery juga telah menyediakan panduan penggunaan layanan, termasuk panduan memulai cepat tools BI populer. Anda juga dapat menonton demo dari Data Cloud Summit untuk melihat tutorial penggunaan BI Engine dengan tools seperti Looker, Data Studio, dan Tableau. Jika telah menerapkan integrasi dengan BigQuery, tersedia program inisiatif Google Cloud Ready – BigQuery. Detail mengenai program tersebut bisa Anda akses di sini. Baca juga: Mengenal BigQuery Write API dalam Google Cloud BigQuery BI Engine hadir untuk memudahkan Anda dalam mengoperasikan BI, terutama saat harus mengelola data dalam skala besar. Selain itu, BigQuery juga merupakan bagian dari Google Cloud Platform sehingga telah terintegrasi dengan berbagai tools dan layanan yang ada di GCP. Optimalkan kinerja data perusahaan Anda dengan menggunakan solusi komputasi awan dari Google Cloud. Kini Anda bahkan dapat memilih paket berlangganan yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan. EIKON Technology sebagai authorized partner siap membantu Anda dalam penerapan Google Cloud, mulai dari perencanaan hingga manajemen pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan hubungi kami di sini.

Google Cloud

Masa Depan Data dalam Whitepaper Terbaru Google Cloud, Seperti Apa?

Tak dapat dipungkiri, pendekatan berbasis data yang kini banyak diterapkan oleh perusahaan membuat volume data tumbuh secara eksponensial. Sayangnya, pengguna masih merasa kesulitan dalam mengelola data dan mengekstraksi nilai data, terutama dengan skala. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Misalnya, akses menuju penyimpanan data, tools yang tidak konsisten, resources dan format data baru yang masih berkembang, masalah kepatuhan (compliance), hingga pertimbangan keamanan. Untuk membantu Anda dalam mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan tersebut, Google Cloud menyusun sebuah whitepaper baru. Kali ini, apa yang menjadi fokus utama? Mari simak penjelasannya berikut! Masa depan data: Terpadu, fleksibel, dan mudah diakses Photo Credit: Rawpixel Dalam whitepaper baru tersebut Google Cloud menitikberatkan pada masa depan data. Digambarkan, data di masa depan akan lebih terpadu, sangat fleksibel, dan mudah diakses. Ini sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan layanan Google Cloud yang menginginkan hasil maksimal dari data mereka. Contoh sederhananya, saat Anda perlu menggabungkan data yang berasal dari sistem lama dengan teknologi baru perusahaan. Agar kombinasi tersebut bisa bekerja, apakah Anda harus memindahkan seluruh data tersebut ke cloud? Haruskah data dikumpulkan dalam satu cloud atau justru sebaiknya didistribusikan ke beberapa cloud? Bagaimana Anda mengekstrak nilai sebenarnya dari data tersebut tanpa memunculkan lebih banyak silo? Dalam kasus tersebut, gerak Anda untuk menganalisis data pun akan cenderung terbatas. Mau tak mau, Anda harus melakukan analisis dalam batch alih-alih memprosesnya secara real-time. Hal ni tentu akan menambah kompleksitas arsitektur Anda dan jelas butuh pemeliharaan yang mahal untuk mengatasi latensi. Atau bisa jadi Anda harus menghadapi data tak terstruktur. Perlu diingat bahwa faktor pendorong yang ada sangatlah beragam. Namun kebanyakan terjadi karena akses yang tidak memadai menuju data. Terkadang hal tersebut juga diperburuk oleh silo dan kapabilitas yang tidak memadai untuk memproses dan memahami masalah. Baca juga: Ada yang Baru di Google Cloud EKM, Apa Saja? Manfaatkan aset data secara efektif Photo Credit: pressfoto (Freepik) Rangkaian teknologi modern harusnya terdiri dari rangkaian streaming yang dapat diskalakan dengan data Anda, mampu menyediakan analitik real-time, menggabungkan dan memahami berbagai jenis data, serta memungkinkan Anda menggunakan AI/ML untuk memperoleh insight dan menjalankan proses secara prediktif. Secara garis besar, untuk bisa memanfaatkan data secara efektif,, maka: Seluruh data yang ada di perusahaan harus disatukan. Bahkan data yang ada di seluruh pemasok, mitra, dan platform. Gunanya adalah untuk menghilangkan silo perusahaan dan teknologi. Data tak terstruktur harus dibuka dan dimanfaatkan dalam strategi analitik Anda. Rangkaian teknologi harus terpadu dan cukup fleksibel untuk mendukung kasus penggunaan, mulai dari analisis data offline hingga real-time streaming dan penerapan ML (machine learning). Hal ini harus bisa dilakukan tanpa mempertahankan beberapa rangkaian yang sudah ada sebelumnya. Rangkaian teknologi harus dapat diakses sesuai permintaan, menyediakan dukungan untuk berbagai platform, bahasa pemrograman, alat, dan standar terbuka yang kompatibel dengan keahlian pekerja yang ada. Jika semua persyaratan tersebut terpenuhi maka Anda sudah siap untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Bagi para pemilik bisnis akan memiliki dukungan dalam menghadapi ekspektasi pelanggan yang berubah. Di saat yang bersamaan Anda juga akan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap insinyur dan ilmuwan data perusahaan. Baca juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Melakukan Transformasi Digital Berbasis Cloud Demikian ulasan mengenai whitepaper baru dari Google Cloud. Bagi Anda yang ingin mempelajari whitepaper lebih lanjut, bisa mengunduh salinannya di sini. Atau Anda justru belum menggunakan layanan Google Cloud? Google Cloud sendiri merupakan salah satu penyedia layanan komputasi awan besar di dunia. Layanan yang ditawarkan sangat komprehensif sehingga cocok untuk kebutuhan data berskala besar seperti di perusahaan maupun instansi. Untuk mulai berlangganan layanan Google Cloud, silakan hubungi kami dari EIKON Technology, authorized partner yang menyediakan produk-produk resmi Google. Untuk langsung terhubung, silakan klik di sini!

Google Cloud

Kolaborasi Google Cloud dan RAMP untuk Percepatan Migrasi Cloud

Ketika perusahaan perlu mempercepat proses migrasi ke cloud, kebanyakan dari mereka mengalami tantangan migrasi fase tengah dan akhir. Data dari Google Cloud menemukan bahwa 41% dari perusahaan pengguna  menghadapi tantangan tersebut saat mengoptimalkan aplikasi di cloud setelah migrasi. Sedangkan 38% masih harus berjuang dengan masalah kinerja pada workload yang dipindahkan ke cloud. Lebih lanjut, proses migrasi juga membuat perusahaan meningkatkan ketergantungan terhadap konsultan dan penyedia layanan pihak ketiga, terutama pada tahap awal. Beberapa juga masih bergantung pada pihak ketiga hingga manajemen pasca-implementasi. Untuk membantu pelanggan menyelesaikan tantangan tersebut dengan simpel dan cepat, Google Cloud merancang sebuah solusi komprehensif RAMP atau Rapid Assessment & Migration Program (RAMP). Untuk mengetahui bagaimana Google Cloud dan RAMP menyederhanakan proses migrasi ke cloud, mari simak ulasan berikut ini. Perluasan fokus pada TCO/ROI pasca-migrasi Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Sebagai salah satu penyedia komputasi awan, Google Cloud terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi migrasi. Sebisa mungkin, pengguna mendapatkan pengalaman migrasi yang mudah dan minim hambatan. Tidak hanya pada proses migrasi, tapi Google Cloud juga memperhatikan tahapan-tahapan pasca-migrasi. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan perusahaan pengguna dapat mengimplementasikan cloud dengang optimal. RAMP sendiri merupakan kerangka kerja holistik berdasarkan analisis TCO dan ROI pelanggan. Teknologi ini diproyeksikan untuk mendukung perjalanan pelanggan dalam mengimplementasikan solusi cloud sepenuhnya, mulai dari menilai lanskap digital mereka di berbagai sumber (termasuk cloud lokal), mengidentifikasi workload target yang diprioritaskan, membangun rencana migrasi yang komprehensif, hingga modernisasi sistem. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Percepat migrasi dengan mitra ahli Google Cloud Pelanggan kini juga dapat menikmati pengalaman migrasi yang lebih efisien melalui ekosistem mitra ahli Google Cloud. Pada bulan April 2022 lalu, Google telah mengumumkan pembaruan untuk program pendanaan mitra dengan paket penilaian dan konsumsi baru. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan sekaligus mempercepat proses migrasi pelanggan dengan sedikit biaya. Paket-paket tersebut menawarkan jalur preskriptif untuk menunjukkan inisiatif infrastruktur dan modernisasi aplikasi. Dengan begitu, perusahaan mitra pun akan lebih berdaya dalam mendukung pelanggan di setiap tahapan, mulai dari penemuan dan perencanaan hingga migrasi dan modernisasi. Melalui ekosistem mitra ini, nantinya pelanggan Google berkesempatan untuk menerima: Paket pendanaan yang berbeda untuk penilaian, perencanaan, dan migrasi Proses persetujuan yang lebih cepat untuk penerapan yang dipercepat Lebih banyak mitra yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam RAMP dan mengakses paket pendanaan baru ini Mencapai keberlanjutan melalui migrasi Photo Credit: senivpetro (Freepik) Area fokus utama RAMP lainnya adalah untuk membantu perusahaan mengoptimalkan perencanaan migrasi dan memaksimalkan ROI mereka dengan memasukkan pertimbangan bisnis dan teknis mereka di awal proses. Ini juga termasuk tujuan keberlanjutan yang mereka miliki. Untuk membantu upaya keberlanjutan perusahaan pelanggan, Google Cloud menyediakan Digital Sustainability Report yang disertai dengan penilaian IT. Itu artinya, pelanggan dapat menambahkan aspek keberlanjutan pada strategi migrasi mereka. Laporan tersebut akan memberikan insight yang dapat dimanfaatkan untuk mengukur dan mengurangi dampak lingkungan, Menariknya, laporan ini juga telah mengikuti beberapa praktik terbaik Google Cloud yang telah mencapai carbon neutral selama beberapa dekade terakhir. Baca juga: Membangun Data Warehouse yang Aman dengan Blueprint Keamanan Baru Google Cloud Sebagai salah satu raksasa penyedia layanan komputasi awan, Google Cloud terus meluncurkan inovasi baru yang dirancang untuk memudahkan pengalaman pelanggan. Begitu pula dengan teknologi RAMP ini yang diharapkan dapat mempercepat proses migrasi ke cloud. Untuk masalah komputasi awan, Google Cloud memang menyediakan berbagai solusi yang komprehensif. Bahkan solusi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang baru memulai transformasi digital mereka. Apakah Anda juga sedang mempertimbangkan migrasi ke cloud. EIKON Technology sebagai partner resmi yang ditunjuk oleh Google menyediakan paket berlangganan Google Cloud resmi dan bergaransi. Kami juga siap mendampingi Anda mulai dari perencanaan hingga proses implementasi. Untuk mulai memilih paket Google Cloud Anda, silakan hubungi kami di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tips Mengadakan Meeting Virtual Skala Besar dengan Microsoft Teams

Kebutuhan akan meeting virtual meroket karena adanya pandemi COVID-19. Untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan pelanggan, aplikasi video conference seperti Microsoft Teams pun terus mengalami pengembangan. Salah satu pengembangan tersebut adalah kapabilitas untuk melakukan meeting skala besar dengan puluhan (bahkan ribuan) peserta. Saat akan menggelar meeting berskala besar, Anda tentu ingin menyiapkan yang terbaik. Sebisa mungkin, seluruh peserta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan bisa terlibat aktif dalam rapat. Di Teams sendiri, saat ini sudah mendukung video conference dengan 10.000 peserta dan 1.000 peserta dapat berinteraksi melalui chat, audio, dan video. Microsoft Teams menawarkan pengalaman kolaboratif sekaligus interaktif dengan menghadirkan opsi untuk menambahkan struktur dalam rapat besar. Di sini Anda dapat mengetahui tips mengoptimalkan layanan tersebut untuk mendukung jalannya meeting virtual berskala besar. Mari simak penjelasannya berikut. Tips mengadakan meeting virtual skala besar dengan Microsoft Teams Untuk menjalankan meeting virtual yang sukses, Microsoft merekomendasikan penggunanya untuk mengikuti cara yang diuraikan pada poin-poin berikut: Penyelenggara dan Presenter Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk kelancaran meeting, penyelenggara harus sudah menentukan penyaji acara. Langkah ini akan menciptakan struktur rapat yang terorganisir. Setelah rapat dimulai, penyaji dapat menunjuk peserta lain untuk menjadi penyaji. Tentukan co-organizer melalui opsi meeting yang tersedia. Lakukan pra-konfigurasi pengaturan video dan mikrofon untuk mengontrol aktivitas peserta. Nonaktifkan mikrofon peserta untuk menghindari gangguan. Anda bisa menggunakan fitur “raise hand” untuk mempersilakan peserta berbicara. Nonaktifkan video peserta untuk menghindari gangguan visual. Anda bisa mengizinkan penggunaan video untuk peserta pada waktu yang sudah ditentukan. Tentukan fitur tambahan yang akan digunakan selama pertemuan (misalnya polling atau Q&A). Penyelenggara dan penyaji acara harus mematuhi hal-hal berikut agar meeting berjalan optimal: Jalankan tes konektivitas jaringan Microsoft 365 untuk memverifikasi kesesuaian jaringan beberapa hari sebelum acara. Jika melakukan presentasi dari rumah, pastikan perangkat lain menggunakan jumlah bandwidth yang proporsional (layanan streaming, online game, unduhan berukuran besar). Pastikan pengguna menggunakan aplikasi Teams terbaru di desktop atau perangkat seluler. Saat menggunakan laptop, pastikan konektivitas jaringan yang tinggi dan daya yang cukup. Jadwalkan uji coba sebelum acara untuk mengidentifikasi masalah perangkat, pencahayaan atau jaringan, dan memastikan penyelenggara/penyaji memahami fitur yang akan mereka gunakan. Gunakan lobby controls untuk mengontrol entri rapat atau ruang tunggu lobi. Manfaatkan fitur seperti highlight, PowerPoint Live, rekaman rapat, captions, dan transkripsi untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas. Peserta harus mematikan notifikasi obrolan selama meeting virtual untuk menghindari gangguan. Baca juga: 4 Update Terbaru dari Microsoft Teams Administrator TI dan staf dukungan TI Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Jika dirasa perlu, gunakan pemantauan dan dukungan tambahan oleh administrator TI untuk rapat penting berskala besar. Pastikan bahwa semua Network Connectivity Principles dari Microsoft telah diikuti, baik di kantor maupun di lokasi pekerja remote. Admin TI dapat memeriksa telemetri data real-time untuk memantau tiap kejadian dan mengidentifikasi kemungkinan masalah dan sumbernya. Analisis telemetri secara real-time ini akan memudahkan admin untuk berinteraksi secara real-time dengan pengguna yang memiliki kendala dalam meeting karena metrik melebihi ambang batas yang dapat ditoleransi. Pemantau rapat harus disetel sebagai penyaji sehingga mereka dapat menonaktifkan aliran video jahat, menonaktifkan mikrofon langsung yang tidak disengaja, dan dalam skenario terburuk, menghapus peserta. Penjadwalan rapat dan pembuatan meeting virtual Photo Credit: Rawpixel Saat membuat undangan rapat untuk webinar atau rapat berskala besar, Microsoft merekomendasikan Anda untuk menentukan penyaji terlebih dahulu sehingga mikrofon dan kamera peserta akan dinonaktifkan saat bergabung. Dengan mengikuti metodologi rapat terstruktur ini, Anda dapat menghindari gangguan selama acara berlangsung sambil tetap mengizinkan partisipasi peserta menurut penilaian penyaji selama periode interaktif. Di awal acara, Presenter atau Moderator harus menginformasikan adanya periode tersebut. Jadi, peserta dapat memanfaatkan fitur “raise hand” saat ingin berpartisipasi pada periode waktu tersebut. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Untuk saat ini, Microsoft Teams sudah bisa digunakan untuk menyelenggarakan meeting virtual dengan 10.000 peserta. Aplikasi tersebut dapat ditemukan di rangkaian produktivitas Office 365 dan telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi serta layanan lain seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook, hingga penyimpanan cloud OneDrive. Office 365 cocok digunakan untuk kolaborasi kerja dalam skala besar, misalnya di perusahaan atau institusi pendidikan. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Microsoft, EIKON Technology menyediakan berbagai jenis paket berlangganan 365 legal dan bergaransi resmi. Anda bahkan bisa menyesuaikan paket dengan kebutuhan perusahaan. Optimalkan jalannya meeting virtual Anda dengan dukungan Office 365 yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi

Tanpa disadari, pandemi telah memperlebar kesenjangan literasi siswa. Kelompok siswa yang paling rentan pun semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan mereka. Pemanfaatan teknologi bisa menjadi solusi yang tepat untuk situasi ini. Penggunaan perangkat seperti alat pembaca digital dapat membantu siswa mengeksplorasi potensi mereka. Microsoft Education meluncurkan Literacy Solutions untuk menangani beragam kebutuhan siswa. Sebab, semua siswa pada dasarnya berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengembangkan keterampilan mereka, terutama dalam hal literasi. Dengan begitu, mereka pun dapat mencapai kesuksesan, baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai gebrakan baru, melalui Literacy Solutions, Microsoft Education meluncurkan Reading Coach, sebuah tool untuk meningkatkan pengalaman literasi siswa. Seperti apa cara kerjanya? Mengenal Reading Coach dari Microsoft Education Photo Credit: Microsoft Education Blog Reading Coach merupakan sebuah alat latihan membaca untuk siswa yang secara otomatis menghasilkan latihan individu berdasarkan kebutuhan spesifik mereka. Tool ini akan mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi kritis yang telah terintegrasi dengan layanan Microsoft lain seperti Reading Progress, Education Insights, dan Immersive Reader. Setelah siswa mengunggah tugas Reading Progress, Reading Coach secara otomatis mengidentifikasi kata-kata yang sulit dipahami oleh siswa dan menciptakan peluang tambahan untuk latihan. Fitur baru ini memberikan panduan tentang pengucapan dan suku kata yang benar, berbagi visual untuk membantu mengingat kosakata, dan membantu membangun kepercayaan diri mereka. Reading Coach dan Reading Progress bekerja secara integral untuk membantu guru memberikan dukungan terhadap perkembangan setiap siswa secara akademis dan emosional. Baca juga: 5 Fitur Baru Microsoft Teams untuk Kegiatan Belajar Daring Kini, Reading Coach pun hadir dalam Immersive Reading, alat membaca gratis yang mendukung pendidikan merata. Siswa di setiap level dapat mengakses pelatihan kelancaran membaca individu yang berkualitas di seluruh aplikasi Microsoft 365. Itu artinya, Reading Coach juga akan terintegrasi dengan layanan Microsoft Translator yang menawarkan bantuan penerjemahan real-time. Pembaruan Reading Progress Photo Credit: Rawpixel Berbicara soal Reading Progress, Microsoft Education juga baru saja mengumumkan sebuah pembaruan. Sekarang, para tenaga pendidik dapat memanfaatkan alat ini untuk membuat tugas kelancaran membaca individual secara otomatis. Artinya, mereka bisa lebih menghemat waktu dan fokus pada hal lain seperti pengembangan minat siswa. Selain mengukur dan mengidentifikasi kata-kata yang benar per menit, tingkat akurasi, dan kata-kata yang menantang, Reading Progress versi baru juga dapat melacak ketiga komponen kelancaran membaca dengan tambahan pendeteksian prosodi secara otomatis. Prosodi sendiri adalah komponen kunci dari kelancaran membaca dan terkait dengan pemahaman bacaan (misalnya, pola ekspresi dan intonasi dalam suatu bahasa). Di samping itu, update tersebut pun telah mencakup dukungan untuk lebih dari 100 bahasa dan wawasan yang lebih dapat ditindaklanjuti. Alat dari Microsoft Education ini memberdayakan semua kelompok pelajar untuk bekerja dengan kecepatan mereka sendiri, dalam lingkungan yang aman, serta membantu guru memberikan dukungan. Ke depannya, Reading Progress juga akan dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pengajar melihat aturan fonetik yang sedang dihadapi siswa. Baca juga: Kelola Kelas Online Lebih Mudah dengan Fitur Assignments Microsoft Teams Setiap siswa berhak mendapatkan akses menuju teknologi yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai pelajar. Saat ini, semua sekolah dengan lisensi Office 365 atau Microsoft 365 dapat mengakses seluruh fitur dan layanan yang tersedia di Reading Progress secara gratis menggunakan Teams Assignments. Pertengahan tahun 2022 ini, Reading Coach juga akan dilengkapi dengan aturan prosodi dan fonik. Photo Credit: Freepik Untuk Anda yang tertarik dengan Reading Coach serta berbagai tool pendidikan dari Microsoft bisa mulai berlangganan lisensi Office 365 atau Microsoft 365. Seluruh tool, fitur, dan layanan Microsoft Education dapat diakses melalui lisensi tersebut. Kami dari EIKON Technology siap mendampingi dalam proses pemasangan dan penerapannya pada instansi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket langganan lisensi Microsoft, silakan klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Yuk, Intip Bagaimana Ekosistem Partner Microsoft Menskalakan Solusi Cloud!

Dengan terjadinya percepatan transformasi digital di berbagai sektor kehidupan, kebutuhan pelanggan akan solusi cloud terus meningkat secara eksponensial. Hal ini menyebabkan keberadaan perusahaan penyedia solusi cloud (seperti independent software vendor atau ISV, penyedia SaaS, hingga pengembang aplikasi) menjadi sangat penting. Ekosistem partner Microsoft Cloud melihat hal ini sebagai peluang yang besar. Bagi ISV misalnya, transformasi digital akan memudahkan mereka untuk terhubung dengan mitra dan pelanggan yang ada di jaringan Microsoft Cloud dan pasar komersial. Ulasan kali ini akan membahas bagaimana strategi yang dilakukan oleh Microsoft untuk membantu ekosistem partner dalam memanfaatkan peluang tersebut. Mari simak bersama. Penawaran khusus untuk ISV Untuk mendukung seluruh elemen yang ada dalam ekosistem partner mereka, Microsoft menerapkan beberapa strategi, di antaranya: Memberikan penawaran pribadi dengan pembagian margin untuk memotivasi lebih dari 90.000 mitra cloud Penawaran ini kini tersedia untuk publik. Dengan demikian, ISV dapat menggunakannya untuk membuat dan membagikan margin kepada mitra dalam program Cloud Solution Provider. Mereka pun memiliki kesempatan untuk membuat saluran penjualan baru secara instan. Peningkatan kelincahan dengan penawaran pribadi untuk pelanggan Dengan penyempurnaan penawaran pribadi di pasar komersial, ISV dapat membuat penawaran pribadi yang unik per pelanggan dalam waktu kurang dari 15 menit. Ini membantu ISV membuka penawaran tujuh digit dan menjual langsung ke pelanggan dengan komitmen konsumsi cloud (jika solusi ISV memenuhi syarat untuk penjualan bersama Azure IP). Baca juga: What’s Next In Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks Mempercepat penjualan tujuh digit Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kelincahan, ISV sering menggunakan penawaran pribadi. Penawaran pribadi adalah kunci untuk pembuatan kesepakatan perusahaan di pasar yang memberikan fleksibilitas. Microsoft baru-baru ini membuat peningkatan substansial pada fungsi tersebut. Kini, ISV dapat membuat penawaran unik per pelanggan dalam waktu kurang dari 15 menit. Sedangkan perbaikan tambahan meliputi: Buat penawaran pribadi dalam jumlah tak terbatas. Kemampuan untuk mengikat waktu penawaran pribadi. Tawarkan syarat dan ketentuan khusus. Bundle beberapa produk dalam penawaran pribadi yang sama. Salah satu motivator utama bagi pelanggan untuk membeli melalui pasar B2B adalah dengan mengurangi pengeluaran cloud yang telah ditentukan sebelumnya. Microsoft menawarkan 100% penjualan melalui Azure Marketplace for Azure IP co-sell. Peningkatan terbaru dalam penawaran pribadi akan membantu ISV terhubung dengan pelanggan yang memenuhi syarat Microsoft Azure Consumption Commitment (MACC). Menurut laporan tahunan State of Cloud Marketplaces, 82% ISV mendaftarkan pembelanjaan cloud pra-komitmen untuk membuka kunci sebagai alasan utama mereka untuk menjual melalui pasar komersial. Photo Credit: Freepik Untuk kelincahan dan kecepatan, partner Microsoft dapat memanfaatkan API untuk membuat penawaran pribadi serta melihat semua penawaran pribadi di dasbor terpusat dengan fleksibilitas untuk menyalin, menarik, dan meningkatkan penawaran yang sesuai. Saat pelanggan menerima penawaran pribadi, atau saat penawaran pribadi ditetapkan kedaluwarsa, ISV akan diberitahukan di Microsoft Partner Center. Di sisi lain, pelanggan dapat melihat semua penawaran pribadi yang terkait. Ketika melakukan pembelian, mereka cukup menerima penawaran dengan sekali klik. Tidak perlu menerapkan ulang virtual machine mereka. Solusi ini diterapkan langsung dari portal Azure dan dikonfigurasi untuk bekerja di layanan pelanggan. Microsoft Cloud Partner: Merangkul pasar komersial sebagai saluran penjualan Photo Credit: yanalya (Freepik) Dengan pertumbuhan pesat solusi cloud, pasar komersial menyederhanakan penjualan, menawarkan kenyamanan pelanggan, menyediakan lingkungan tepercaya untuk membeli, dan menerapkan solusi untuk menjalankan bisnis mereka. ISV dapat mempercepat pertumbuhan mereka dengan merangkul pasar pihak ketiga sebagai saluran penjualan utama. Penyempurnaan pada penawaran pribadi memberi ISV kelincahan yang mereka butuhkan baik menjual kepada pelanggan dengan komitmen konsumsi cloud atau menskalakan melalui lebih dari 90.000 partner Microsoft Cloud. Baca juga: Memanfaatkan Microsoft Security Insider Untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber Ekosistem partner Microsoft Cloud merupakan wadah yang diciptakan untuk menghubungkan lebih dari 30.000 solusi dari mitra ke 1 miliar pelanggan yang menggunakan produk Microsoft. Segera aktifkan saluran ini dengan menjadi partner Microsoft. Jika Anda masih belum menemukan paket subscription Microsoft yang cocok, EIKON Technology punya penawaran menarik. Sebagai partner resmi yang ditunjuk oleh Microsoft untuk memasarkan produknya, EIKON Technology menghadirkan produk resmi, legal, dan bergaransi. Selain itu, Anda juga bisa memilih paket yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Memanfaatkan Microsoft Security Insider untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber

Data dari Microsoft menemukan bahwa terdapat peningkatan hingga 1.070 persen serangan ransomware antara bulan Juli 2020 hingga Juni 2021. Untuk bisa mengatasinya, alat deteksi saja tidak cukup karena ancaman tersebut terus berubah. Microsoft Security Insider sendiri merupakan sebuah situs yang dapat dimanfaatkan oleh para pemilik bisnis untuk mendapatkan berita terbaru, wawasan, serta perspektif mengenai topik-topik paling populer di dunia keamanan siber. Layanan ini hadir setelah Microsoft menemukan bahwa para pengguna menerima setidaknya 24 triliun sinyal ancaman setiap harinya. Dalam artikel kali ini EIKON Technology akan membagikan beberapa insight terbaru mengenai ancaman keamanan siber dalam Microsoft Insider. Mari pelajari bersama. Mempersiapkan serangan Photo Credit: standret (Freepik) Meski tidak semua siap menghadapinya, perubahan selalu menawarkan peluang. Kemajuan teknologi yang sangat pesat memungkinkan manusia untuk dapat bekerja dari jarak jauh dan membantu perusahaan untuk bisa tetap produktif dalam lingkungan kerja yang terus berubah. Sayangnya, lingkungan digital yang semakin kompleks telah memunculkan celah bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi keamanan Anda. Laporan terbaru Microsoft Security Insider menemukan bahwa upaya untuk mengelabui pekerja agar mengungkapkan informasi sensitif melalui phishing terkait pekerjaan mereka sedang meningkat. Bahkan, 88% pemilik bisnis mengatakan bahwa serangan phishing telah memengaruhi alur kerja mereka. Seringkali, hal tersebut justru disebabkan oleh kesalahan sederhana dalam dasar-dasar keamanan, seperti tidak mengaktifkan sertifikat (yang kemudian mengarah pada pelanggaran keamanan). Dalam laporan CISO Insider, terdapat tujuh dasar strategi keamanan, termasuk mendapatkan visibilitas, mendidik pengguna, dan mengelola kerentanan. Baca juga: What’s Next in Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks Mempertahankan rantai pasokan Rantai pasokan yang saling terhubung dan kompleks adalah target yang sangat menarik bagi para penjahat dunia siber. Diketahui, serangan rantai pasokan open-source naik hingga 650% dari tahun ke tahun (mulai tahun 2020). Dalam Microsoft Security Insider, Anda bisa menemukan detail mengenai jumlah rata-rata vendor dalam rantai pasokan perusahaan. Menerapkan sistem keamanan Zero Trust juga akan sangat membantu. Beberapa klien Microsoft mengungkapkan bahwa sistem tersebut telah memberikan “angin segar” bagi keamanan rantai pasokan mereka. Mengatasi kekurangan SDM Masih dari laporan Microsoft Security Insider, diketahui pada November 2021, sekitar 4,5 juta orang di Amerika Serikat berhenti dari pekerjaan mereka. Ini merupakan sebuah rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih lanjut, sekitar 40% karyawan di seluruh dunia sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaan mereka pada 2022. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang memasuki tren kekurangan tenaga kerja (seringkali disebut dengan istilah Great Resignation). Bahkan sebelum pandemi, divisi keamanan siber perusahaan berjuang dengan kekurangan tenaga kerja. Itu artinya, para pemilik bisnis harus inovatif dalam mengatasi tantangan tersebut. Beberapa sudah menunjukkan “pergerakan” dengan mengeksplorasi konsep “keamanan adalah pekerjaan semua orang” (security is everyone’s job). Dalam konsep ini, perusahaan harus memastikan tim pengembangan, administrator sistem, dan pengguna telah memahami kebijakan dan risiko keamanan. Di Microsoft Security Insider, Anda akan menemukan berbagai insight mengenai berbagai perusahaan dan divisi TI mereka dalam menghadapi ancaman keamanan. Baca juga: Mencapai Observabilitas yang Lebih Baik dengan Azure Monitor Pelajari Microsoft Security Insider lebih lanjut Photo Credit: Freepik Selain temuan yang telah dipaparkan dalam artikel ini, Microsoft Security Insider juga menyajikan berbagai informasi dan update mengenai dunia keamanan siber. Anda bahkan bisa menemukan penjelasan serta perspektif dari para ahli yang berhubungan langsung dengan masalah ancaman keamanan siber terkini. Microsoft Security Insider pada dasarnya dapat diakses melalui browser. Namun alur kerjanya akan lebih optimal jika Anda juga menggunakan layanan Microsoft seperti Azure dan 365. Sebab, langkah mitigasi akan menjadi jauh lebih cepat dan praktis. Anda tak perlu lagi berpindah-pindah perangkat atau membuka banyak aplikasi. Kini Anda dapat berlangganan layanan dan aplikasi produktivitas untuk perusahaan dari Microsoft. Semuanya telah dibekali dengan teknologi keamanan terbaru. Layanan tersebut juga telah terintegrasi dengan Microsoft Security. Dapatkan segera layanan Microsoft untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

What’s Next in Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks

 Dalam update keamanan Microsoft terbaru, kompleksitas ancaman menjadi sorotan utama. Akhir-akhir ini, tidak hanya jumlah ancaman yang terus bertambah, tapi pengguna juga belum bisa menemukan solusi menyeluruh. Akibatnya, mereka cenderung menerapkan solusi tambal-sulam yang tidak bekerja sama dengan baik. Jika diamati, pendekatan sedikit demi sedikit ini cenderung lebih mahal, kurang aman, dan menghambat pertumbuhan. Inovasi keamanan terbaru Microsoft Photo Credit: DCStudio (Freepik) Pada 24 Februari 2022, di acara digital What’s Next in Security, Microsoft memaparkan rencana keamanan terbaru mereka. Disebutkan, inovasi keamanan tersebut akan memberi kepercayaan diri kepada pelanggan dalam menghadapi risiko keamanan. Bagi pelanggan yang menggunakan Microsoft dalam skala besar seperti perusahaan dan instansi, diharapkan solusi baru ini juga akan membantu pertumbuhan. Dalam acara tersebut, Vasu Jakkal, Wakil Presiden Perusahaan Microsoft untuk Keamanan, Kepatuhan, dan Identitas, bersama pakar keamanan lainnya juga berbagi berbagai inovasi menarik yang membantu mengurangi risiko dari ancaman terbaru pada keamanan data perusahaan. Baca juga: Harga Microsoft 365 Akan Berubah Maret 2022? Berikut Penjelasannya! Dapatkan informasi tentang tren keamanan terbaru Lanskap keamanan terus berkembang—baik dari perubahan besar seperti adopsi cepat kerja jarak jauh di tahun 2020 atau dari penyebar ancaman keamanan yang mengubah taktik. Untuk membangun strategi keamanan yang kuat, Anda perlu mengetahui tentang risiko yang muncul dan teknologi terbaru. Dalam What’s Next in Security, pengguna dapat mendengar tentang tren keamanan, termasuk apa yang terjadi di pasar saat ini dan proyeksi untuk masa depan. Jeff Pollard, Wakil Presiden dan Analis Utama di Forrester, membahas tentang cara menggabungkan kekuatan pengetahuan manusia dengan teknologi, dan kecerdasan cloud untuk menciptakan solusi keamanan yang inovatif. Perluas perlindungan ke seluruh jaringan cloud Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Keamanan yang komprehensif dimulai dengan cakupan. Perusahaan saat ini memindahkan lebih banyak resources dan layanan ke cloud. Perpindahan ini bahkan tidak hanya terjadi pada satu cloud—kebanyakan perusahaan kini menggunakan banyak cloud sekaligus untuk menjalankan bisnis mereka. Untuk bertahan melawan ancaman canggih yang bergerak secara lateral di seluruh sistem dan platform, Anda memerlukan pandangan menyeluruh tentang lingkungan multicloud tersebut. Kelola akses di lingkungan multicloud Akibat adanya pandemi, tempat kerja menjadi lebih fleksibel. Itu artinya, ada lebih banyak orang bekerja dari jarak jauh atau membagi waktu kerjanya antara kantor dan rumah. Di mana pun karyawan Anda berada, mereka perlu dengan mudah mengakses sumber daya dan aplikasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Melalui What’s Next in Security, Microsoft juga memperkenalkan beberapa teknologi keamanan baru yang membantu pengguna dalam mengelola dan melindungi identitas di lingkungan multicloud. Atasi tantangan keamanan terbesar saat ini Selain kegiatan yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, update keamanan Microsoft ini juga menghadirkan informasi mengenai: Pembaruan strategi keamanan yang disesuaikan dengan tren pasar terbaru. Perlindungan identitas, aplikasi, awan, dan end point dengan solusi komprehensif. Cara menghilangkan titik buta (blind spot) dengan pelacakan ancaman proaktif dan deteksi serta extended detection and response (XDR). Penerapan akses hak istimewa paling rendah di seluruh lingkungan cloud. Identifikasi celah keamanan dan cara melindungi lingkungan multicloud dari berbagai ancaman keamanan. Baca juga: Microsoft Viva Kini Tersedia untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Anda Acara What’s Next in Security membuktikan bahwa Microsoft terus memperhatikan perkembangan ancaman keamanan pelanggan. Dalam update keamanan terbarunya, kompleksitas menjadi sorotan utama. Sebab, kini ancaman keamanan bukanlah sekadar serangan yang merugikan suatu aspek saja, tapi juga berpotensi melumpuhkan keseluruhan operasional perusahaan. Produk-produk Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure terus dikembangkan untuk bisa mencegah dan mengatasi ancaman tersebut. Dengan begitu, keamanan pengguna pun tetap terjamin. Tertarik untuk mulai berlangganan produk Microsoft di perusahaan Anda? EIKON Technology menyediakan paket langganan Microsoft yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan

Dengan berbagai fitur dan kapabilitas, Google Docs telah berhasil membuktikan kemampuannya sebagai aplikasi produktivitas sekaligus kolaborasi. Lewat Docs, Anda dapat mengerjakan sebuah tugas bersama orang lain dengan mudah dan cepat, tanpa harus berpindah perangkat atau bahkan melakukan pendaftaran akun baru. Ini membuktikan visi Google di tahun 2006 yang bercita-cita untuk menghadirkan sebuah aplikasi produktivitas dengan kolaborasi seamless. Meski kala itu cita-cita tersebut tak langsung terwujud, Google terus mengembangkan Docs dengan berbagai fitur dan tools di dalamnya. Bahkan, Google kemudian tak sekadar membuat sebuah aplikasi pengolah kata, tapi juga rangkaian produktivitas yang mendukung kolaborasi kerja. Di penghujung bulan April 2022 ini, Google Docs kembali hadir dengan sedikit pembaruan. Disebutkan, pengguna sekarang dapat merasakan navigasi yang lebih mudah dan cepat. Simak penjelasan detailnya berikut. Update Google Docs: Navigasi fitur yang lebih cepat Dalam pembaruan ini, Google melakukan “sedikit” perbaikan pada menu Docs. Lewat pembaruan tersebut, Anda sekarang dapat mengakses fitur yang paling sering digunakan dengan cepat. Lebih lengkap, pembaruan tersebut mencakup: Menu yang dipersingkat untuk navigasi yang lebih baik. Reorganisasi untuk lokasi fitur yang lebih intuitif. Ikon menonjol untuk pengenalan yang lebih cepat. Photo Credit: Google Workspace Updates Tidak pengaruhi fungsi yang sudah ada Desain baru ini akan meningkatkan kemampuan sistem dalam menemukan fitur-fitur utama, membuatnya lebih cepat, dan lebih mudah untuk menggunakan Google Docs. Perlu diingat, pembaruan ini tidak akan memengaruhi fungsi yang sudah ada sebelumnya. Penataan ulang beberapa fitur dilakukan Google mengikuti penilaian dari pengguna. Diharapkan, tampilan baru ini akan lebih intuitif, serta dapat mempermudah dan mempercepat navigasi fitur. Secara khusus, fungsionalitas terkait Apps Script sekarang dikelompokkan di bawah menu “Extensions” yang baru. Ini termasuk akses menuju Apps Script IDE serta pengelolaan add-ons Docs. Baca juga: Fitur Baru Google Docs: Bikin Tulisan Lebih Enak Dibaca! Mulai menerapkan update Google Docs menyebutkan bahwa update ini akan berlaku secara default untuk seluruh pengguna mulai tanggal 26 April 2022. Tidak diperlukan kontrol admin tambahan untuk bisa menggunakan seluruh kapabilitas yang ada pada update baru ini. Jika Docs pada perangkat Anda tidak menampilkan perubahan atau menemukan gangguan pada update, silakan kunjungi Help Center yang telah disediakan oleh pihak Google. Perlu diingat juga, domain untuk rapid release dan scheduled release tersedia peluncuran yang diperpanjang hingga akhir Mei 2022 nanti. Setelah itu, diperkirakan seluruh end user sudah bisa menikmati navigasi baru ini. Ketersediaan fitur Photo Credit: yanalya (Freepik) Update ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, termasuk untuk pengguna individu yang tidak tergabung dalam paket langganan khusus. Selain itu, fitur baru ini juga dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan G Suite Basic dan G Suite Bisnis lama. Bagi Anda pemilik Google Account personal juga bisa menikmati layanan baru ini. Tidak perlu melakukan update sistem karena fitur baru ini akan otomatis tampil saat Anda membuka Google Docs. Anda bahkan bisa langsung menggunakannya untuk mengolah dokumen. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Google Docs memang menyediakan berbagai fitur yang memudahkan Anda dalam mengolah kata. Namun jika Anda menginginkan kolaborasi kerja yang lebih optimal, manfaatkan integrasi Docs dengan layanan Google Workspace lain seperti Gmail, Slides, Sheets, hingga Meet. Untuk penggunaan Workspace dalam skala besar, misalnya untuk perusahaan atau institusi pendidikan, Anda bisa memilih berbagai paket Workspace yang telah tersedia. Bingung memilih mana paket Workspace yang paling sesuai dengan kebutuhan kerja Anda? Kami dari EIKON Technology siap membantu. Tidak hanya memilihkan paket, kami juga memastikan Workspace dapat bekerja dengan optimal dalam lingkungan kerja Anda. Untuk informasi selengkapnya mengenai berlangganan Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Kelola Aktivitas Penyimpanan Lebih Mudah dengan Alat Manajemen Penyimpanan Baru Google Workspace

Untuk mengelola aktivitas dan kebijakan penyimpanan, Google Workspace telah menyediakan Admin console. Anda bisa menunjuk administrator dari perusahaan untuk mengelola konsol tersebut. Baru-baru ini Google meluncurkan sebuah pembaruan yang menghadirkan alat manajemen baru pada Admin Console. Seperti apa? Alat manajemen penyimpanan baru Photo Credit: Google Workspace Updates Alat manajemen penyimpanan baru ini diluncurkan untuk memberikan visibilitas, kontrol, dan insight tambahan kepada para pelanggan Google Workspace. Itu berarti, kini Anda dapat mengelola kapasitas penyimpanan untuk seluruh pengguna, grup, dan bahkan keseluruhan perusahaan dengan mudah dan cepat. Alat baru ini bisa ditemukan pada Admin console. Pada konsol tersebut Anda bisa memantau seluruh aktivitas yang berhubungan dengan penyimpanan. Semuanya dapat diakses dan dikelola dari satu sumber. Dengan menggunakan alat manajemen penyimpanan baru ini, administrator dapat: Melihat ringkasan penggunaan penyimpanan yang digunakan di keseluruhan perusahaan. Memantau penyimpanan yang digunakan oleh produk tertentu seperti Drive atau Gmail. Mengecek pengguna penyimpanan teratas di perusahaan. Mencocokkan drive bersama dengan penyimpanan paling banyak digunakan di perusahaan. Mengelola dan menghapus drive bersama berdasarkan penggunaan penyimpanan, termasuk kapabilitas untuk mengurutkan dan menghapus satu atau beberapa drive bersama sekaligus. Memeriksa peringatan batas penyimpanan laporan terperinci Access tentang penggunaan penyimpanan. Menerapkan batas penyimpanan untuk pengguna. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Bantu admin kelola penyimpanan lebih mudah Admin dapat menggunakan alat baru ini untuk melihat berapa banyak penyimpanan yang digunakan di perusahaan atau institusi Anda. Mereka juga dapat memastikan limit kapasitas penyimpanan dari waktu ke waktu agar tidak terjadi overload. Di Storage Settings, admin dapat mengelola batas penyimpanan Google Workspace yang digunakan di perusahaan atau institusi Anda. Pengaturan ini akan menampilkan batas penyimpanan untuk keseluruhan perusahaan dan dapat disesuaikan untuk unit dan grup tertentu. Perlu diingat, setelan ini dinonaktifkan secara default. Saat setelan diaktifkan maka Anda dapat membuat batas penyimpanan individual. Google telah menyediakan Help Center yang dapat diakses kapan saja untuk membantu admin mengelola fitur baru ini. Mengatur kebijakan penyimpanan dengan cepat Photo Credit: Google Workspace Updates Alat manajemen penyimpanan baru ini memungkinkan admin untuk dapat mengontrol semua kebijakan penyimpanan yang diterapkan sebelumnya, memungkinkan mereka mengontrol default dan membuat peran khusus untuk mengelola kebijakan penyimpanan bagi organisasi atau pengguna mereka di unit atau grup organisasi tertentu. Hanya saja, pada tahap peluncuran pertama (25 April 2022), hanya Super Admin yang akan memiliki akses ke alat manajemen penyimpanan. Selama beberapa bulan mendatang, akses akan diperluas ke admin yang didelegasikan, admin pengguna, dan admin reseller. Mulai menggunakan alat manajemen penyimpanan Seperti yang telah disebutkan, fitur baru ini baru bisa diakses oleh Super Admin Google Workspace. Bagi Super Admin, layanan baru ini dapat diakses melalui: Opsi “Storage” yang ada di bagian kiri menu navigasi. Kotak “Storage” baru yang ada pada halaman muka Admin console Google Workspace Menu Account kemudian pilih Settings dan klik Storage. Bagi Anda pelanggan Workspace dapat mengakses Help Center untuk mempelajari tentang penyimpanan dan pengelolaan aktivitas drive yang digunakan bersama. Begitu juga unutk pelanggan Workspace for Education, Google telah menyediakan laman khusus yang membahas tentang manajemen kapasitas dan aktivitas penyimpanan. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Setelah diluncurkan pada tanggal 25 April 2022 lalu, fitur ini baru tersedia untuk Super Admin Google Workspace. Fitur ini juga bisa digunakan oleh Super Admin yang mengelola paket subscription G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Fitur Baru Penyimpanan Google Cloud Memastikan Data Aman Agar seluruh beban kerja Anda tidak terhambat, dibutuhkan manajemen penyimpanan yang baik. Alat manajemen penyimpanan baru untuk Admin console Google Workspace membuat proses tersebut menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Selain fitur manajemen penyimpanan ini, Workspace juga masih memiliki berbagai fitur, layanan, dan kapabilitas untuk menyederhanakan pekerjaan Anda. Mulai bekerja lebih pintar dengan Google Workspace. EIKON Technology sebagai authorized reseller Google menyediakan paket berlangganan Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top