EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Industri Manufaktur yang Lebih Cerdas dengan Solusi Terbaru dari Google Cloud

Sekarang ini, industri manufaktur sedang bergerak maju dalam transformasi digital. Sudah banyak perusahaan yang menggunakan teknologi inovatif seperti cloud dan AI (kecerdasan buatan) untuk memperkuat daya saing dan memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Menurut data daru McKinsey, hampir dua pertiga perusahaan manufaktur sudah menggunakan solusi cloud. Setelah perusahaan mulai melakukan transformasi digital, sebenarnya tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah bagaimana menskalakan proyek transformasi digital dari tahap konsep hingga produksi. Untuk memastikan produsen dapat menskalakan upaya transformasi digital mereka ke dalam produksi, Google Cloud mengumumkan solusi manufaktur baru, yang dirancang khusus untuk kebutuhan produsen. Bagaimana cara kerjanya? Solusi manufaktur dari Google Cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Sebenarnya, apa saja solusi manufaktur baru yang ditawarkan oleh Google Cloud? Mari membahasnya satu per satu! Manufacturing Data Engine adalah solusi cloud dasar untuk memproses, kontekstualisasi, dan menyimpan data pabrik. Platform ini dapat mengambil data dari semua jenis mesin, mendukung berbagai data (dari telemetri hingga data gambar) melalui koneksi pribadi, aman, dan berbiaya rendah. Dengan normalisasi data bawaan dan kemampuan pengayaan konteks, layanan ini menyediakan model data umum, dengan warehouse yang dioptimalkan pabrik untuk penyimpanan. Manufacturing Connect adalah platform yang dikembangkan bersama Litmus Automation. Layanan ini terhubung dengan hampir semua aset manufaktur melalui library ekstensif yang berisi lebih dari 250 protokol mesin. Mampu menerjemahkan data mesin menjadi kumpulan data yang dapat dicerna dan mengirimkannya ke Manufacturing Data Engine. Dengan mendukung workload dalam container, Anda juga dapat menjalankan visualisasi data latensi rendah, analitik, dan kapabilitas ML langsung. Selain itu, di Manufacturing Data Engine Anda juga bisa menemukan kumpulan analisis data dan kasus penggunaan AI yang diaktifkan oleh Google Cloud dan partner mereka: Manufacturing analytics & insights: Integrasi langsung dengan template Looker yang menghadirkan dasbor dan analitik. Model analitik dan data tanpa kode yang mudah digunakan, model ini memberdayakan insinyur manufaktur dan manajer pabrik untuk membuat dan memodifikasi dasbor, menambahkan mesin baru, hingga melakukan persiapan secara otomatis. Predictive maintenance: Model pemeliharaan prediktif yang dapat langsung diterapkan dalam beberapa minggu dengan tingkat akurasi tinggi. Anda bahkan dapat terus menyempurnakan model melalui kerja sama dengan teknisi Google Cloud. Machine-level anomaly detection: Integrasi yang dibuat khusus dengan memanfaatkan Time Series Insights API Google Cloud pada mesin real-time dan data sensor untuk mengidentifikasi anomali dan memberikan peringatan. Baca juga: Membangun Industri Manufaktur Berbasis Digital dengan SAP Google Cloud Berdayakan insinyur pabrik untuk membangun pusat manufaktur cerdas Selama beberapa tahun terakhir, industri manufaktur menyumbang lebih dari 10% dari produk domestik bruto AS, atau 24% dari PDB dengan nilai tidak. Manufaktur juga merupakan sektor yang mempekerjakan sekitar 15 juta orang, mewakili 10% dari total pekerjaan AS. Namun, lebih dari 20% tenaga kerja pabrikan di AS rata-rata berusia 44 tahun. Pola serupa pun terjadi di seluruh dunia. Artinya, makin sulit  menemukan SDM baru untuk menggantikan tenaga kerja yang pensiun. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengaktifkan tenaga kerja mereka yang ada, sekaligus membuatnya lebih menarik bagi talenta muda untuk bergabung. Keseimbangan ini mengharuskan teknologi penting seperti Cloud dan AI dapat diakses, lebih mudah digunakan, dan tertanam kuat dalam operasi sehari-hari pabrik. Photo Credit: Google Cloud Blog Solusi manufaktur Google Cloud dirancang dengan tujuan ini. Menggabungkan implementasi yang cepat dan kemudahan penggunaan, alat digital yang kuat ditempatkan langsung ke tenaga kerja mengoptimalkan operasi dengan cara baru. Bagian kunci dari solusi ini adalah pengaturan dan penggunaan yang rendah hingga tanpa kode, sangat cocok untuk berbagai macam end user. Dibuat untuk skala, solusi ini memungkinkan peluncuran berbasis template dan mendorong penggunaan kembali melalui standarisasi. Dirancang dengan mempertimbangkan praktik terbaik, produsen dapat memfokuskan resources berharga pada kasus penggunaan, bukan infrastruktur yang mendasarinya. AI untuk ekosistem manufaktur yang cerdas Sudah banyak produsen yang membuktikan nilai solusi AI dalam mendorong biaya dan optimalisasi produksi. Beberapa perusahaan manufaktur AS bahkan memiliki paten aktif pada inisiatif AI. Menurut penelitian Google pada Juni 2021, 66% produsen melaporkan tingkat ketergantungan pada AI meningkat. Google Cloud membantu produsen menerapkan teknologi cloud dan AI untuk membantu pabrik berjalan lebih cepat dan lancar. Pelanggan yang menggunakan Manufacturing Data Engine dari Google Cloud bisa langsung mengakses Vertex AI yang menawarkan alat AI/ML terintegrasi mulai dari AutoML untuk insinyur manufaktur, hingga alat AI canggih untuk para ahli. Baca juga: Memimpin dengan Google Cloud & Partners untuk Modernisasi Infrastruktur Industri Manufaktur Semua solusi manufaktur cerdas tersebut bisa Anda akses hanya dengan berlangganan solusi komputasi awan untuk perusahaan dari Google Cloud. Untuk proses implementasinya, Anda dapat menghubungi kami, EIKON Technology. EIKON Technology merupakan authorized partner yang ditunjuk langsung oleh Google untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Di samping menyediakan produk, kami juga menawarkan konsultasi menyeluruh mulai dari perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Workspace

Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs

Selama masa pandemi dan kebijakan WFH (work from home) berlaku, kebutuhan akan platform dan aplikasi produktivitas yang menyediakan sistem kolaborasi meningkat. Sebab, tanpanya, pekerjaan akan sulit untuk dilakukan dari jarak jauh (remote). Para raksasa teknologi pun berlomba untuk menghadirkan platform kolaborasi. Bagi yang sudah menyediakan—seperti Google—terus melakukan perbaikan dan update untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Google sendiri sebenarnya sudah memiliki platform produktivitas kolaboratif bernama Workspace. Dalam platform tersebut Anda bisa menemukan berbagai aplikasi produktivitas yang dapat menunjang kolaborasi secara remote, salah satunya Google Docs. Google Docs dapat digunakan bersamaan oleh beberapa user sekaligus meski mereka terpisah jarak. Otomatis di masa pandemi, aplikasi ini menjadi laris-manis. Tak ingin mengecewakan para pelanggan, Google pun terus melakukan pengembangan terhadap Docs. Paling baru adalah fitur penambahan template tabel dan juga dropdown chips yang akan memudahkan Anda melakukan kolaborasi. Seperti apa cara kerjanya? Dropdown chips Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Dalam update yang diumumkan melalui blog resmi Google Workspace, diketahui bahwa Docs kini punya dua fitur baru, yaitu template tabel serta dropdown chips. Fitur dropdown chips dapat digunakan untuk menunjukkan status dokumen atau berbagai pencapaian proyek yang diuraikan dalam dokumen Anda dengan mudah dan cepat. Tersedia dua pilihan default dropdowns, yaitu: Project Status (Status Proyek). Opsi ini mencakup pilihan untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “Blocked”, “In Progress”, dan “Complete”. Katakanlah Anda ingin menyampaikan bahwa dokumen terkait telah selesai dikerjakan, maka bisa memilih opsi “Complete”. Review Status (Status Peninjauan). Opsi ini mencakup untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “In Progress”, “Under Review”, dan “Approverd”. Misalnya Anda diberi tanggung jawab sebagai editor dan masih perlu menyunting dokumen yang ditugaskan, bisa menambahkan status “Under Review” pada dokumen tersebut menggunakan dropdown chips Menariknya lagi, Anda juga bisa menambahkan status custom sesuai kebutuhan pada fitur dropdown chips ini. Google juga menyediakan beberapa pilihan warna yang bisa Anda pilih sesuka hati. Jadi, Anda pun bisa menampilkan status suatu dokumen di Google Docs tanpa harus melalui langkah-langkah yang rumit. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Template tabel Selain fitur dropdown chips, pada update terbaru Google Docs Anda juga bisa menemukan fitur template tabel. Lewat fitur ini pengguna dapat menyisipkan building block yang umum digunakan saat penyusunan alur kerja seperti: Pelacak konten dalam dokumen Aset proyek Pelacak ulasan Peta perjalanan produk Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Kolom yang ada dalam template tabel juga menyertakan contoh baris konten untuk membantu Anda mengenai cara penggunaannya dengan jelas dan mudah dipahami. Selain itu, kolom yang tersedia juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Ketersediaan Baik fitur dropdown chips maupun template tabel dari Google Docs ini akan tersedia untuk seluruh end user Google Workspace. Bahkan, Anda yang tergabung dalam paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business lama juga masih bisa menikmati layanan baru ini secara default. Tidak berlangganan paket Google Workspace? Tidak perlu khawatir karena kedua fitur Google Docs ini juga bisa digunakan oleh pengguna dengan Google Accounts personal. Fitur dropdown chips akan disebarkan baik melalui domain rapid release maupun scheduled release. Update akan muncul secara otomatis mulai dari tanggal 2 Mei 2022 dan akan terus berjalan hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk fitur template tabel, domain rapid release dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Untuk domain scheduled release hadir pada tanggal 9 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Visibilitas terhadap keseluruhan fitur juga bisa dirasakan di tanggal yang sama. Mulai menggunakan fitur dropdown chips dan template tabel Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Untuk bisa menggunakan kedua fitur baru dari Google Docs ini sangat mudah. Anda bahkan tidak perlu meminta bantuan kepada pihak administrator. Sebab, keduanya tersedia di Google Accounts personal end user. Selain itu, Google Docs juga tidak menyediakan admin control untuk fitur ini. Sebab, fitur baru ini cenderung personal dan dibuat agar bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Bagi end user, fitur baru ini tersedia secara default. Anda dapat memasukkan dropdown chips pada dokumen dengan klik menu Insert > Dropdown. Sedangkan untuk menyisipkan template tabel, pilih opsi Insert > Table > Table. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Fitur baru ini berjalan di aplikasi Google Docs. Namun jika Anda memiliki tugas kerja yang kompleks, Docs saja akan kurang lengkap. Tidak perlu khawatir, dengan Google Workspace Anda bisa menemukan beberapa aplikasi produktivitas yang saling terintegrasi seperti Docs, Gmail, Sheets, hingga Slides. Tentu saja semuanya cocok untuk digunakan kerja remote. Untuk penggunaan skala besar Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Cloud

Optimalkan Startup Anda dengan Technical Guide for Startups, Panduan Teknis Praktis dari Google Cloud

Tiap tahap perjalanan startup pasti memerlukan tingkat dukungan dan sumber daya yang berbeda. Dukungan dan sumber daya yang Anda butuhkan saat akan melakukan ekspansi tentu akan berbeda dengan saat baru membangun startup. Namun sering kali pemilik startup tidak menyadari hal tersebut. Mereka pada akhirnya menerapkan dukungan serta sumber daya yang sama pada tiap tahapan. Dampaknya, potensi yang mereka miliki tidak dikelola secara optimal dan hasil yang didapat pun kurang maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Google Cloud meluncurkan Technical Guide for Startups. Ini merupakan sebuah rangkaian panduan teknis dalam format video yang dapat diakses secara gratis. Hingga saat ini sudah ada puluhan video yang bisa Anda tonton dan pelajari. Paling baru, Google Cloud meluncurkan Build Series yang memang dikhususkan untuk pengembangan startup. Apa saja yang ditawarkan dalam rangkaian video panduan tersebut? Panduan teknis untuk bantu perkembangan startup Anda Photo Credit: pressfoto (Freepik) Secara garis besar, Google Cloud Technical Guides for Startups merupakan rangkaian panduan teknis yang membantu para pemilik dan pelaku startup. Panduan tersebut hadir dalam berbagai format seperti artikel, handbook, dan juga komunitas diskusi. Namun yang paling menarik hadir dalam format seri video. Pada rangkaian video tersebut Anda akan diajak untuk memahami seluk-beluk startup, mulai dari tahap awal hingga penggembangannya. Hingga artikel ini ditulis (pertengahan Mei 2022), Google Cloud telah meluncurkan 2 seri video. Masing-masing seri menggambarkan tiap tahapan dalam perjalanan startup, yaitu: Start Series: Dalam seri ini, Google Cloud memperkenalkan beberapa topik untuk membantu Anda memulai startup di ekosistem mereka. Tahapan ini termasuk menyiapkan proyek, memilih opsi komputasi yang tepat, melakukan konfigurasi database dan jaringan, serta memahami dukungan dan penagihan. Start Series bisa Anda akses di sini. Build Series: Seri ini dirancang untuk membantu Anda dalam mengoptimalkan dan menskalakan penerapan yang ada. Dengan begitu, Anda pun akan lebih mudah menjangkau target audiens. Rencananya, dua seri video tersebut akan dilanjutkan dengan sebuah seri baru mengenai pertumbuhan startup. Seri baru ini diberi judul Grow Series. Berikut deskripsi Grow Series yang telah dirilis Google Cloud: Grow Series: Dalam seri ini, Google Cloud menyediakan panduan teknis yang akan membantu startup Anda tumbuh dan mencapai skala lebih besar dengan berbagai penerapan di ekosistem mereka. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Setelah mengikuti rangkaian tersebut, diharapkan Anda sudah bisa mulai menerapkan aplikasi yang berjalan di Google Cloud. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan tentu saja adalah mengembangkan dan mengoptimalkan penerapan tersebut. Google juga menyediakan beberapa dukungan yang bisa Anda manfaatkan untuk kebutuhan tersebut. Memulai Build Series Dengan selesainya Start Series, Google melanjutkan dengan seri mengenai pembangunan startup yang diberi nama Build Series. Build Series fokus pada proses optimalisasi penerapan dan penskalaan bisnis startup, sehingga memungkinkan Anda membangun fondasi untuk mempercepat pertumbuhan di masa depan. Tersedia berbagai topik menarik di dalam Build Series ini, mulai dari program startup hingga solusi analisis data dan pipeline Google Cloud, pembelajaran mesin, manajemen API, dan banyak lagi. Photo Credit: drobotdean (Freepik) Rangkaian panduan ini juga akan memberikan insight terhadap data startup Anda. Agar data tersebut tidak sekadar ada, Google juga memberikan pengetahuan mengenai cara mengelola serta mengamankan aplikasi Anda dengan lebih baik. Dengan begitu, Anda pun dapat mempercepat skala bisnis sekaligus memberikan pemahaman yang baik kepada seluruh end user. Episode pertama Build Series membagikan ikhtisar tentang topik tersebut dan menampilkan situs web baru Google Cloud yang memuat berbagai dukungan dan sumber daya untuk startup. Anda juga bisa menemukan handbook yang dapat dipelajari. Video kick-off dari Build Series Technical Guide for Startups bisa Anda tonton di sini. Baca juga: Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Berkualitas Keseluruhan panduan teknis di atas bisa Anda akses melalui website Google Cloud Technical Guide for Startups. Sedangkan playlist video telah tersedia untuk umum di channel YouTube Google Cloud Tech. Selain Google Cloud Technical Guide sebenarnya masih ada banyak sekali layanan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan startup. Namun sebelum memulainya, pastikan Anda telah menerapkan komputasi awan Google Cloud untuk perusahaan. Sebab skala yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda jelas lebih besar dari skala komputasi awan untuk pemakaian personal. Untuk mulai menerapkan ekosistem cloud dari Google, EIKON Technology siap membantu Anda. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, kami menyediakan produk legal dan bergaransi resmi. Di samping itu, kami juga menyediakan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini

Google Cloud

Mempercepat Pemeriksaan Sistem dengan Pelacakan Beban Kerja Google Cloud

Ekspansi masif dari internet dan komputasi awan (cloud), tanpa disadari telah menyebabkan beban kerja WSC (warehouse-scale computing) menjadi sangat tinggi, hingga mendorong pertumbuhan terbesar dalam permintaan komputasi sepanjang sejarah. Hal ini sebenarnya sangat wajar jika mengingat fungsi WSC yang begitu luas, mulai dari pencarian, berkirim email, berbagi video, hingga peta online. Namun tantangan beban kerja WSC ini tentu harus segera ditemukan solusinya. Ini karena beban kerja berbeda dari komputasi lainnya, terutama dalam hal persyaratan yang berhubungan dengan permintaan skalabilitas, elastisitas, dan ketersediaan. Sudah banyak studi dan penelitian yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebenarnya, ada banyak sekali solusi yang muncul. Namun jika dilihat dari segi penyebab masalah, diketahui bahwa hal ini masih berhubungan dengan beban kerja. Disebutkan, pemeriksaan sistem WSC menjadi sangat lama karena ada banyak sekali beban kerja yang harus dilacak. Google menghadirkan solusi atas permasalahan ini dengan menyediakan layanan pelacakan beban kerja. Bagaimana layanan tersebut bekerja dalam menangani tantangan WSC ini? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Mengenal WSC dan beban kerjanya Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa beban kerja WSC pada dasarnya memiliki karakteristik yang berbeda dari tolok ukur tradisional serta memerlukan perubahan arsitektur komputer modern untuk mencapai efisiensi yang optimal. Beban kerja Google memiliki jejak data dan instruksi yang melampaui kapasitas cache CPU modern. Itu artinya, CPU akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menunggu kode dan data. Sayangnya, permasalahan ini tidak dapat diatasi dengan meningkatkan bandwidth memori. Sebab, ada banyak akses yang berada di jalur kritis untuk pemrosesan permintaan aplikasi. Selain itu, banyak yang sering melupakan bahwa mengurangi latensi akses memori juga sama pentingnya dengan meningkatkan bandwidth memori. Baca juga: Membangun Data Warehouse yang Aman dengan Blueprint Keamanan Baru Google Cloud Pelacakan beban kerja Google Karakteristik WSC yang unik tersebut membuat mereka yang ada dalam komunitas arsitektur komputer terus mengembangkan teknologi untuk melacak jejak beban kerja WSC. Dengan melacak beban kerja WSC maka mereka pun akan lebih mudah melakukan penelitian arsitektur. Di awal bulan Mei 2022, Google meluncurkan layanan pelacakan beban kerja Google tertentu. Layanan ini akan membantu Anda dalam memahami beban kerja WSC, terutama saat berinteraksi dengan komponen yang mendasarinya. Dengan format open-source, alat pelacakan ini diharapkan dapat mengembangkan solusi baru untuk front-end dan mengatasi hambatan akses data. Teknologi DynamoRIO Photo Credit: Freepik Untuk bisa melacak jejak beban kerja, Google menggunakan DyanamoRIO pada server komputer yang menjalankan beban kerja. Detail mengenai layanan ini dapat Anda akses melalui link berikut: https://dynamorio.org/google_workload_traces.html. Untuk melindungi privasi pengguna, jejak tersebut hanya akan berisi instruksi dan alamat memori. Jejak tersebut berguna untuk memahami beban  kerja WSC dan menyemai pemeriksaan internal pada prosesor front-end, interkoneksi on-die, cache, dan subsistem memori, dan lain-lain (pada dasarnya, semua area yang bisa memengaruhi beban kerja WSC). Misalnya, menggunakan jejak untuk mengembangkan AsmDB. Ke depannya, layanan pelacakan jejak beban kerja Google ini diharapkan dapat membantu komunitas arsitektur komputer untuk mengembangkan ide-ide baru yang meningkatkan kinerja dan efisiensi beban kerja WSC lainnya. Baca juga: Menghubungkan Data SAP Lewat Cloud Data Fusion Dengan Google Cloud Cortex Framework Google sendiri memiliki layanan komputasi mandiri (Google Computing Service). Layanan tersebut masih merupakan bagian dari Google Cloud. Nah, penerapan teknologi pelacakan beban kerja WSC ini akan lebih optimal jika Anda menggunakan Google Cloud. Untuk penggunaan Google Cloud dalam skala besar seperti pada perusahaan atau instansi pendidikan, tentu tidak bisa disamakan dengan penggunaan layanan cloud individu. Tak perlu khawatir, sebab EIKON Technology menyediakan paket subscriptions Google Cloud resmi dan bergaransi. Anda pun bisa memilih paket sesuai kebutuhan. Jika sudah menemukan paket yang sesuai, bisa langsung memulai implementasi Google Cloud. Kami juga akan mendampingi mulai dari perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, hubungi kami di sini.

Google Cloud

BigQuery BI Engine Kini Tersedia untuk Publik, Apa Saja Fitur yang Tersedia?

Dulu, ketika harus menjalankan BI (business intelligence) pada kumpulan data besar, pelanggan yang menggunakan data warehouse mau tak mau harus memilih latensi rendah dan mengorbankan kemutakhiran data. Namun kini dengan adanya BigQuery BI Engine, mereka dapat mempercepat dashboard dan laporan yang terhubung ke BigQuery tanpa harus melakukan hal tersebut. Sebenarnya, bagaimana teknologi BigQuery BI Engine ini bekerja? Hasil pengembangan dari versi preview tahun lalu Menggunakan insight terbaru data akan membantu para pengguna data warehouse dalam membuat keputusan yang lebih baik untuk bisnis mereka. BI Engine memungkinkan pelanggan mendapatkan performa tercepat untuk kueri mereka di seluruh alat BI yang terhubung dengan BigQuery. Sebenarnya, layanan ini telah diluncurkan tahun 2021 lalu. Hanya saja, saat itu masih menggunakan format pratinjau yang terbatas. BigQuery BI Engine sendiri merupakan sebuah layanan analisis in-memory yang mempercepat dan memberikan performa kueri dalam hitungan sub-detik untuk dasbor dan laporan yang terhubung ke BigQuery. Layanan ini bekerja dengan banyak tools BI atau dasbor khusus. BI Engine dirancang untuk membantu analis data mengidentifikasi tren lebih cepat, mengurangi risiko, menyesuaikan laju permintaan pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam iklim bisnis yang terus berubah seperti sekarang ini. Format baru yang tersedia untuk publik ini memungkinkan pelanggan untuk membuat dasbor interaktif cepat menggunakan tools populer seperti Looker, Tableau, Spreadsheet, PowerBI, Qlik atau bahkan aplikasi khusus perusahaan. Baca juga: Fitur Penelusuran BigQuery: Bantu Tentukan Elemen Unik Data dengan Mudah BI Engine Acceleration terintegrasi BigQuery  Integrasi Native dengan BigQuery API BI Engine terintegrasi secara native dengan BigQuery API. Itu artinya, ketika dasbor Anda menggunakan antarmuka standar seperti SQL, BigQuery API atau driver JDBC/ODBC untuk terhubung ke BigQuery, maka dukungan untuk BI Engine akan muncul secara otomatis. Tidak ada pengaturan tambahan yang harus dilakukan pada aplikasi atau dasbor untuk mengaktifkan dan menjalankan dasbor sub-detik yang dapat diskalakan. Jika Anda menjalankan kueri yang dapat dipercepat dengan BigQuery, maka bisa langsung menggunakan BI Engine. Photo Credit: Google Cloud Blog Penskalaan Cerdas Pelanggan umumnya tak perlu khawatir lagi tentang efisiensi penggunaan memori, BI Engine melakukannya untuk Anda berdasarkan pola akses. Layanan ini telah dibekali teknik canggih seperti pemrosesan vektor, pengkodean data tingkat lanjut, dan caching adaptif untuk membantu memaksimalkan kinerja sekaligus mengoptimalkan penggunaan memori. BI Engine juga dapat membuat replika data yang sama untuk mengaktifkan akses bersamaan dengan cepat dan cermat. Konfigurasi Sederhana Satu-satunya konfigurasi yang diperlukan saat menggunakan BI Engine adalah menyiapkan reservasi memori. Layanan ini telah menyediakan sebuah peningkatan fine-grained masing-masing 1GB. Visibilitas Penuh Pemantauan dan pencatatan sangat penting untuk menjalankan aplikasi di cloud dan juga untuk mendapatkan wawasan tentang kinerja serta peluang optimalisasi. BI Engine telah terintegrasi dengan tools yang sudah dikenal seperti Information Schema untuk detail pekerjaan (rasio pencapaian cache, latensi kueri, dan lain-lain) serta Stackdriver untuk memantau penggunaan. Baca juga: Mengelola BigQuery Lebih Mudah dengan Resource Charts dan Slot Estimator Mulai menggunakan BigQuery BI Engine Photo Credit: Google Cloud Blog BI Engine kini telah tersedia di seluruh wilayah operasional BigQuery, termasuk Indonesia. Untuk mulai menggunakannya, Anda cukup mendaftar ke sandbox BigQuery. Setelah itu, bisa langsung mengaktifkan BI Engine untuk proyek Anda. BigQuery juga telah menyediakan panduan penggunaan layanan, termasuk panduan memulai cepat tools BI populer. Anda juga dapat menonton demo dari Data Cloud Summit untuk melihat tutorial penggunaan BI Engine dengan tools seperti Looker, Data Studio, dan Tableau. Jika telah menerapkan integrasi dengan BigQuery, tersedia program inisiatif Google Cloud Ready – BigQuery. Detail mengenai program tersebut bisa Anda akses di sini. Baca juga: Mengenal BigQuery Write API dalam Google Cloud BigQuery BI Engine hadir untuk memudahkan Anda dalam mengoperasikan BI, terutama saat harus mengelola data dalam skala besar. Selain itu, BigQuery juga merupakan bagian dari Google Cloud Platform sehingga telah terintegrasi dengan berbagai tools dan layanan yang ada di GCP. Optimalkan kinerja data perusahaan Anda dengan menggunakan solusi komputasi awan dari Google Cloud. Kini Anda bahkan dapat memilih paket berlangganan yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan. EIKON Technology sebagai authorized partner siap membantu Anda dalam penerapan Google Cloud, mulai dari perencanaan hingga manajemen pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan hubungi kami di sini.

Google Cloud

Masa Depan Data dalam Whitepaper Terbaru Google Cloud, Seperti Apa?

Tak dapat dipungkiri, pendekatan berbasis data yang kini banyak diterapkan oleh perusahaan membuat volume data tumbuh secara eksponensial. Sayangnya, pengguna masih merasa kesulitan dalam mengelola data dan mengekstraksi nilai data, terutama dengan skala. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Misalnya, akses menuju penyimpanan data, tools yang tidak konsisten, resources dan format data baru yang masih berkembang, masalah kepatuhan (compliance), hingga pertimbangan keamanan. Untuk membantu Anda dalam mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan tersebut, Google Cloud menyusun sebuah whitepaper baru. Kali ini, apa yang menjadi fokus utama? Mari simak penjelasannya berikut! Masa depan data: Terpadu, fleksibel, dan mudah diakses Photo Credit: Rawpixel Dalam whitepaper baru tersebut Google Cloud menitikberatkan pada masa depan data. Digambarkan, data di masa depan akan lebih terpadu, sangat fleksibel, dan mudah diakses. Ini sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan layanan Google Cloud yang menginginkan hasil maksimal dari data mereka. Contoh sederhananya, saat Anda perlu menggabungkan data yang berasal dari sistem lama dengan teknologi baru perusahaan. Agar kombinasi tersebut bisa bekerja, apakah Anda harus memindahkan seluruh data tersebut ke cloud? Haruskah data dikumpulkan dalam satu cloud atau justru sebaiknya didistribusikan ke beberapa cloud? Bagaimana Anda mengekstrak nilai sebenarnya dari data tersebut tanpa memunculkan lebih banyak silo? Dalam kasus tersebut, gerak Anda untuk menganalisis data pun akan cenderung terbatas. Mau tak mau, Anda harus melakukan analisis dalam batch alih-alih memprosesnya secara real-time. Hal ni tentu akan menambah kompleksitas arsitektur Anda dan jelas butuh pemeliharaan yang mahal untuk mengatasi latensi. Atau bisa jadi Anda harus menghadapi data tak terstruktur. Perlu diingat bahwa faktor pendorong yang ada sangatlah beragam. Namun kebanyakan terjadi karena akses yang tidak memadai menuju data. Terkadang hal tersebut juga diperburuk oleh silo dan kapabilitas yang tidak memadai untuk memproses dan memahami masalah. Baca juga: Ada yang Baru di Google Cloud EKM, Apa Saja? Manfaatkan aset data secara efektif Photo Credit: pressfoto (Freepik) Rangkaian teknologi modern harusnya terdiri dari rangkaian streaming yang dapat diskalakan dengan data Anda, mampu menyediakan analitik real-time, menggabungkan dan memahami berbagai jenis data, serta memungkinkan Anda menggunakan AI/ML untuk memperoleh insight dan menjalankan proses secara prediktif. Secara garis besar, untuk bisa memanfaatkan data secara efektif,, maka: Seluruh data yang ada di perusahaan harus disatukan. Bahkan data yang ada di seluruh pemasok, mitra, dan platform. Gunanya adalah untuk menghilangkan silo perusahaan dan teknologi. Data tak terstruktur harus dibuka dan dimanfaatkan dalam strategi analitik Anda. Rangkaian teknologi harus terpadu dan cukup fleksibel untuk mendukung kasus penggunaan, mulai dari analisis data offline hingga real-time streaming dan penerapan ML (machine learning). Hal ini harus bisa dilakukan tanpa mempertahankan beberapa rangkaian yang sudah ada sebelumnya. Rangkaian teknologi harus dapat diakses sesuai permintaan, menyediakan dukungan untuk berbagai platform, bahasa pemrograman, alat, dan standar terbuka yang kompatibel dengan keahlian pekerja yang ada. Jika semua persyaratan tersebut terpenuhi maka Anda sudah siap untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Bagi para pemilik bisnis akan memiliki dukungan dalam menghadapi ekspektasi pelanggan yang berubah. Di saat yang bersamaan Anda juga akan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap insinyur dan ilmuwan data perusahaan. Baca juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Melakukan Transformasi Digital Berbasis Cloud Demikian ulasan mengenai whitepaper baru dari Google Cloud. Bagi Anda yang ingin mempelajari whitepaper lebih lanjut, bisa mengunduh salinannya di sini. Atau Anda justru belum menggunakan layanan Google Cloud? Google Cloud sendiri merupakan salah satu penyedia layanan komputasi awan besar di dunia. Layanan yang ditawarkan sangat komprehensif sehingga cocok untuk kebutuhan data berskala besar seperti di perusahaan maupun instansi. Untuk mulai berlangganan layanan Google Cloud, silakan hubungi kami dari EIKON Technology, authorized partner yang menyediakan produk-produk resmi Google. Untuk langsung terhubung, silakan klik di sini!

Google Cloud

Kolaborasi Google Cloud dan RAMP untuk Percepatan Migrasi Cloud

Ketika perusahaan perlu mempercepat proses migrasi ke cloud, kebanyakan dari mereka mengalami tantangan migrasi fase tengah dan akhir. Data dari Google Cloud menemukan bahwa 41% dari perusahaan pengguna  menghadapi tantangan tersebut saat mengoptimalkan aplikasi di cloud setelah migrasi. Sedangkan 38% masih harus berjuang dengan masalah kinerja pada workload yang dipindahkan ke cloud. Lebih lanjut, proses migrasi juga membuat perusahaan meningkatkan ketergantungan terhadap konsultan dan penyedia layanan pihak ketiga, terutama pada tahap awal. Beberapa juga masih bergantung pada pihak ketiga hingga manajemen pasca-implementasi. Untuk membantu pelanggan menyelesaikan tantangan tersebut dengan simpel dan cepat, Google Cloud merancang sebuah solusi komprehensif RAMP atau Rapid Assessment & Migration Program (RAMP). Untuk mengetahui bagaimana Google Cloud dan RAMP menyederhanakan proses migrasi ke cloud, mari simak ulasan berikut ini. Perluasan fokus pada TCO/ROI pasca-migrasi Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Sebagai salah satu penyedia komputasi awan, Google Cloud terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi migrasi. Sebisa mungkin, pengguna mendapatkan pengalaman migrasi yang mudah dan minim hambatan. Tidak hanya pada proses migrasi, tapi Google Cloud juga memperhatikan tahapan-tahapan pasca-migrasi. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan perusahaan pengguna dapat mengimplementasikan cloud dengang optimal. RAMP sendiri merupakan kerangka kerja holistik berdasarkan analisis TCO dan ROI pelanggan. Teknologi ini diproyeksikan untuk mendukung perjalanan pelanggan dalam mengimplementasikan solusi cloud sepenuhnya, mulai dari menilai lanskap digital mereka di berbagai sumber (termasuk cloud lokal), mengidentifikasi workload target yang diprioritaskan, membangun rencana migrasi yang komprehensif, hingga modernisasi sistem. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Percepat migrasi dengan mitra ahli Google Cloud Pelanggan kini juga dapat menikmati pengalaman migrasi yang lebih efisien melalui ekosistem mitra ahli Google Cloud. Pada bulan April 2022 lalu, Google telah mengumumkan pembaruan untuk program pendanaan mitra dengan paket penilaian dan konsumsi baru. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan sekaligus mempercepat proses migrasi pelanggan dengan sedikit biaya. Paket-paket tersebut menawarkan jalur preskriptif untuk menunjukkan inisiatif infrastruktur dan modernisasi aplikasi. Dengan begitu, perusahaan mitra pun akan lebih berdaya dalam mendukung pelanggan di setiap tahapan, mulai dari penemuan dan perencanaan hingga migrasi dan modernisasi. Melalui ekosistem mitra ini, nantinya pelanggan Google berkesempatan untuk menerima: Paket pendanaan yang berbeda untuk penilaian, perencanaan, dan migrasi Proses persetujuan yang lebih cepat untuk penerapan yang dipercepat Lebih banyak mitra yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam RAMP dan mengakses paket pendanaan baru ini Mencapai keberlanjutan melalui migrasi Photo Credit: senivpetro (Freepik) Area fokus utama RAMP lainnya adalah untuk membantu perusahaan mengoptimalkan perencanaan migrasi dan memaksimalkan ROI mereka dengan memasukkan pertimbangan bisnis dan teknis mereka di awal proses. Ini juga termasuk tujuan keberlanjutan yang mereka miliki. Untuk membantu upaya keberlanjutan perusahaan pelanggan, Google Cloud menyediakan Digital Sustainability Report yang disertai dengan penilaian IT. Itu artinya, pelanggan dapat menambahkan aspek keberlanjutan pada strategi migrasi mereka. Laporan tersebut akan memberikan insight yang dapat dimanfaatkan untuk mengukur dan mengurangi dampak lingkungan, Menariknya, laporan ini juga telah mengikuti beberapa praktik terbaik Google Cloud yang telah mencapai carbon neutral selama beberapa dekade terakhir. Baca juga: Membangun Data Warehouse yang Aman dengan Blueprint Keamanan Baru Google Cloud Sebagai salah satu raksasa penyedia layanan komputasi awan, Google Cloud terus meluncurkan inovasi baru yang dirancang untuk memudahkan pengalaman pelanggan. Begitu pula dengan teknologi RAMP ini yang diharapkan dapat mempercepat proses migrasi ke cloud. Untuk masalah komputasi awan, Google Cloud memang menyediakan berbagai solusi yang komprehensif. Bahkan solusi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang baru memulai transformasi digital mereka. Apakah Anda juga sedang mempertimbangkan migrasi ke cloud. EIKON Technology sebagai partner resmi yang ditunjuk oleh Google menyediakan paket berlangganan Google Cloud resmi dan bergaransi. Kami juga siap mendampingi Anda mulai dari perencanaan hingga proses implementasi. Untuk mulai memilih paket Google Cloud Anda, silakan hubungi kami di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tips Mengadakan Meeting Virtual Skala Besar dengan Microsoft Teams

Kebutuhan akan meeting virtual meroket karena adanya pandemi COVID-19. Untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan pelanggan, aplikasi video conference seperti Microsoft Teams pun terus mengalami pengembangan. Salah satu pengembangan tersebut adalah kapabilitas untuk melakukan meeting skala besar dengan puluhan (bahkan ribuan) peserta. Saat akan menggelar meeting berskala besar, Anda tentu ingin menyiapkan yang terbaik. Sebisa mungkin, seluruh peserta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan bisa terlibat aktif dalam rapat. Di Teams sendiri, saat ini sudah mendukung video conference dengan 10.000 peserta dan 1.000 peserta dapat berinteraksi melalui chat, audio, dan video. Microsoft Teams menawarkan pengalaman kolaboratif sekaligus interaktif dengan menghadirkan opsi untuk menambahkan struktur dalam rapat besar. Di sini Anda dapat mengetahui tips mengoptimalkan layanan tersebut untuk mendukung jalannya meeting virtual berskala besar. Mari simak penjelasannya berikut. Tips mengadakan meeting virtual skala besar dengan Microsoft Teams Untuk menjalankan meeting virtual yang sukses, Microsoft merekomendasikan penggunanya untuk mengikuti cara yang diuraikan pada poin-poin berikut: Penyelenggara dan Presenter Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk kelancaran meeting, penyelenggara harus sudah menentukan penyaji acara. Langkah ini akan menciptakan struktur rapat yang terorganisir. Setelah rapat dimulai, penyaji dapat menunjuk peserta lain untuk menjadi penyaji. Tentukan co-organizer melalui opsi meeting yang tersedia. Lakukan pra-konfigurasi pengaturan video dan mikrofon untuk mengontrol aktivitas peserta. Nonaktifkan mikrofon peserta untuk menghindari gangguan. Anda bisa menggunakan fitur “raise hand” untuk mempersilakan peserta berbicara. Nonaktifkan video peserta untuk menghindari gangguan visual. Anda bisa mengizinkan penggunaan video untuk peserta pada waktu yang sudah ditentukan. Tentukan fitur tambahan yang akan digunakan selama pertemuan (misalnya polling atau Q&A). Penyelenggara dan penyaji acara harus mematuhi hal-hal berikut agar meeting berjalan optimal: Jalankan tes konektivitas jaringan Microsoft 365 untuk memverifikasi kesesuaian jaringan beberapa hari sebelum acara. Jika melakukan presentasi dari rumah, pastikan perangkat lain menggunakan jumlah bandwidth yang proporsional (layanan streaming, online game, unduhan berukuran besar). Pastikan pengguna menggunakan aplikasi Teams terbaru di desktop atau perangkat seluler. Saat menggunakan laptop, pastikan konektivitas jaringan yang tinggi dan daya yang cukup. Jadwalkan uji coba sebelum acara untuk mengidentifikasi masalah perangkat, pencahayaan atau jaringan, dan memastikan penyelenggara/penyaji memahami fitur yang akan mereka gunakan. Gunakan lobby controls untuk mengontrol entri rapat atau ruang tunggu lobi. Manfaatkan fitur seperti highlight, PowerPoint Live, rekaman rapat, captions, dan transkripsi untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas. Peserta harus mematikan notifikasi obrolan selama meeting virtual untuk menghindari gangguan. Baca juga: 4 Update Terbaru dari Microsoft Teams Administrator TI dan staf dukungan TI Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Jika dirasa perlu, gunakan pemantauan dan dukungan tambahan oleh administrator TI untuk rapat penting berskala besar. Pastikan bahwa semua Network Connectivity Principles dari Microsoft telah diikuti, baik di kantor maupun di lokasi pekerja remote. Admin TI dapat memeriksa telemetri data real-time untuk memantau tiap kejadian dan mengidentifikasi kemungkinan masalah dan sumbernya. Analisis telemetri secara real-time ini akan memudahkan admin untuk berinteraksi secara real-time dengan pengguna yang memiliki kendala dalam meeting karena metrik melebihi ambang batas yang dapat ditoleransi. Pemantau rapat harus disetel sebagai penyaji sehingga mereka dapat menonaktifkan aliran video jahat, menonaktifkan mikrofon langsung yang tidak disengaja, dan dalam skenario terburuk, menghapus peserta. Penjadwalan rapat dan pembuatan meeting virtual Photo Credit: Rawpixel Saat membuat undangan rapat untuk webinar atau rapat berskala besar, Microsoft merekomendasikan Anda untuk menentukan penyaji terlebih dahulu sehingga mikrofon dan kamera peserta akan dinonaktifkan saat bergabung. Dengan mengikuti metodologi rapat terstruktur ini, Anda dapat menghindari gangguan selama acara berlangsung sambil tetap mengizinkan partisipasi peserta menurut penilaian penyaji selama periode interaktif. Di awal acara, Presenter atau Moderator harus menginformasikan adanya periode tersebut. Jadi, peserta dapat memanfaatkan fitur “raise hand” saat ingin berpartisipasi pada periode waktu tersebut. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Untuk saat ini, Microsoft Teams sudah bisa digunakan untuk menyelenggarakan meeting virtual dengan 10.000 peserta. Aplikasi tersebut dapat ditemukan di rangkaian produktivitas Office 365 dan telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi serta layanan lain seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook, hingga penyimpanan cloud OneDrive. Office 365 cocok digunakan untuk kolaborasi kerja dalam skala besar, misalnya di perusahaan atau institusi pendidikan. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Microsoft, EIKON Technology menyediakan berbagai jenis paket berlangganan 365 legal dan bergaransi resmi. Anda bahkan bisa menyesuaikan paket dengan kebutuhan perusahaan. Optimalkan jalannya meeting virtual Anda dengan dukungan Office 365 yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi

Tanpa disadari, pandemi telah memperlebar kesenjangan literasi siswa. Kelompok siswa yang paling rentan pun semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan mereka. Pemanfaatan teknologi bisa menjadi solusi yang tepat untuk situasi ini. Penggunaan perangkat seperti alat pembaca digital dapat membantu siswa mengeksplorasi potensi mereka. Microsoft Education meluncurkan Literacy Solutions untuk menangani beragam kebutuhan siswa. Sebab, semua siswa pada dasarnya berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengembangkan keterampilan mereka, terutama dalam hal literasi. Dengan begitu, mereka pun dapat mencapai kesuksesan, baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai gebrakan baru, melalui Literacy Solutions, Microsoft Education meluncurkan Reading Coach, sebuah tool untuk meningkatkan pengalaman literasi siswa. Seperti apa cara kerjanya? Mengenal Reading Coach dari Microsoft Education Photo Credit: Microsoft Education Blog Reading Coach merupakan sebuah alat latihan membaca untuk siswa yang secara otomatis menghasilkan latihan individu berdasarkan kebutuhan spesifik mereka. Tool ini akan mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi kritis yang telah terintegrasi dengan layanan Microsoft lain seperti Reading Progress, Education Insights, dan Immersive Reader. Setelah siswa mengunggah tugas Reading Progress, Reading Coach secara otomatis mengidentifikasi kata-kata yang sulit dipahami oleh siswa dan menciptakan peluang tambahan untuk latihan. Fitur baru ini memberikan panduan tentang pengucapan dan suku kata yang benar, berbagi visual untuk membantu mengingat kosakata, dan membantu membangun kepercayaan diri mereka. Reading Coach dan Reading Progress bekerja secara integral untuk membantu guru memberikan dukungan terhadap perkembangan setiap siswa secara akademis dan emosional. Baca juga: 5 Fitur Baru Microsoft Teams untuk Kegiatan Belajar Daring Kini, Reading Coach pun hadir dalam Immersive Reading, alat membaca gratis yang mendukung pendidikan merata. Siswa di setiap level dapat mengakses pelatihan kelancaran membaca individu yang berkualitas di seluruh aplikasi Microsoft 365. Itu artinya, Reading Coach juga akan terintegrasi dengan layanan Microsoft Translator yang menawarkan bantuan penerjemahan real-time. Pembaruan Reading Progress Photo Credit: Rawpixel Berbicara soal Reading Progress, Microsoft Education juga baru saja mengumumkan sebuah pembaruan. Sekarang, para tenaga pendidik dapat memanfaatkan alat ini untuk membuat tugas kelancaran membaca individual secara otomatis. Artinya, mereka bisa lebih menghemat waktu dan fokus pada hal lain seperti pengembangan minat siswa. Selain mengukur dan mengidentifikasi kata-kata yang benar per menit, tingkat akurasi, dan kata-kata yang menantang, Reading Progress versi baru juga dapat melacak ketiga komponen kelancaran membaca dengan tambahan pendeteksian prosodi secara otomatis. Prosodi sendiri adalah komponen kunci dari kelancaran membaca dan terkait dengan pemahaman bacaan (misalnya, pola ekspresi dan intonasi dalam suatu bahasa). Di samping itu, update tersebut pun telah mencakup dukungan untuk lebih dari 100 bahasa dan wawasan yang lebih dapat ditindaklanjuti. Alat dari Microsoft Education ini memberdayakan semua kelompok pelajar untuk bekerja dengan kecepatan mereka sendiri, dalam lingkungan yang aman, serta membantu guru memberikan dukungan. Ke depannya, Reading Progress juga akan dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pengajar melihat aturan fonetik yang sedang dihadapi siswa. Baca juga: Kelola Kelas Online Lebih Mudah dengan Fitur Assignments Microsoft Teams Setiap siswa berhak mendapatkan akses menuju teknologi yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai pelajar. Saat ini, semua sekolah dengan lisensi Office 365 atau Microsoft 365 dapat mengakses seluruh fitur dan layanan yang tersedia di Reading Progress secara gratis menggunakan Teams Assignments. Pertengahan tahun 2022 ini, Reading Coach juga akan dilengkapi dengan aturan prosodi dan fonik. Photo Credit: Freepik Untuk Anda yang tertarik dengan Reading Coach serta berbagai tool pendidikan dari Microsoft bisa mulai berlangganan lisensi Office 365 atau Microsoft 365. Seluruh tool, fitur, dan layanan Microsoft Education dapat diakses melalui lisensi tersebut. Kami dari EIKON Technology siap mendampingi dalam proses pemasangan dan penerapannya pada instansi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket langganan lisensi Microsoft, silakan klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Yuk, Intip Bagaimana Ekosistem Partner Microsoft Menskalakan Solusi Cloud!

Dengan terjadinya percepatan transformasi digital di berbagai sektor kehidupan, kebutuhan pelanggan akan solusi cloud terus meningkat secara eksponensial. Hal ini menyebabkan keberadaan perusahaan penyedia solusi cloud (seperti independent software vendor atau ISV, penyedia SaaS, hingga pengembang aplikasi) menjadi sangat penting. Ekosistem partner Microsoft Cloud melihat hal ini sebagai peluang yang besar. Bagi ISV misalnya, transformasi digital akan memudahkan mereka untuk terhubung dengan mitra dan pelanggan yang ada di jaringan Microsoft Cloud dan pasar komersial. Ulasan kali ini akan membahas bagaimana strategi yang dilakukan oleh Microsoft untuk membantu ekosistem partner dalam memanfaatkan peluang tersebut. Mari simak bersama. Penawaran khusus untuk ISV Untuk mendukung seluruh elemen yang ada dalam ekosistem partner mereka, Microsoft menerapkan beberapa strategi, di antaranya: Memberikan penawaran pribadi dengan pembagian margin untuk memotivasi lebih dari 90.000 mitra cloud Penawaran ini kini tersedia untuk publik. Dengan demikian, ISV dapat menggunakannya untuk membuat dan membagikan margin kepada mitra dalam program Cloud Solution Provider. Mereka pun memiliki kesempatan untuk membuat saluran penjualan baru secara instan. Peningkatan kelincahan dengan penawaran pribadi untuk pelanggan Dengan penyempurnaan penawaran pribadi di pasar komersial, ISV dapat membuat penawaran pribadi yang unik per pelanggan dalam waktu kurang dari 15 menit. Ini membantu ISV membuka penawaran tujuh digit dan menjual langsung ke pelanggan dengan komitmen konsumsi cloud (jika solusi ISV memenuhi syarat untuk penjualan bersama Azure IP). Baca juga: What’s Next In Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks Mempercepat penjualan tujuh digit Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kelincahan, ISV sering menggunakan penawaran pribadi. Penawaran pribadi adalah kunci untuk pembuatan kesepakatan perusahaan di pasar yang memberikan fleksibilitas. Microsoft baru-baru ini membuat peningkatan substansial pada fungsi tersebut. Kini, ISV dapat membuat penawaran unik per pelanggan dalam waktu kurang dari 15 menit. Sedangkan perbaikan tambahan meliputi: Buat penawaran pribadi dalam jumlah tak terbatas. Kemampuan untuk mengikat waktu penawaran pribadi. Tawarkan syarat dan ketentuan khusus. Bundle beberapa produk dalam penawaran pribadi yang sama. Salah satu motivator utama bagi pelanggan untuk membeli melalui pasar B2B adalah dengan mengurangi pengeluaran cloud yang telah ditentukan sebelumnya. Microsoft menawarkan 100% penjualan melalui Azure Marketplace for Azure IP co-sell. Peningkatan terbaru dalam penawaran pribadi akan membantu ISV terhubung dengan pelanggan yang memenuhi syarat Microsoft Azure Consumption Commitment (MACC). Menurut laporan tahunan State of Cloud Marketplaces, 82% ISV mendaftarkan pembelanjaan cloud pra-komitmen untuk membuka kunci sebagai alasan utama mereka untuk menjual melalui pasar komersial. Photo Credit: Freepik Untuk kelincahan dan kecepatan, partner Microsoft dapat memanfaatkan API untuk membuat penawaran pribadi serta melihat semua penawaran pribadi di dasbor terpusat dengan fleksibilitas untuk menyalin, menarik, dan meningkatkan penawaran yang sesuai. Saat pelanggan menerima penawaran pribadi, atau saat penawaran pribadi ditetapkan kedaluwarsa, ISV akan diberitahukan di Microsoft Partner Center. Di sisi lain, pelanggan dapat melihat semua penawaran pribadi yang terkait. Ketika melakukan pembelian, mereka cukup menerima penawaran dengan sekali klik. Tidak perlu menerapkan ulang virtual machine mereka. Solusi ini diterapkan langsung dari portal Azure dan dikonfigurasi untuk bekerja di layanan pelanggan. Microsoft Cloud Partner: Merangkul pasar komersial sebagai saluran penjualan Photo Credit: yanalya (Freepik) Dengan pertumbuhan pesat solusi cloud, pasar komersial menyederhanakan penjualan, menawarkan kenyamanan pelanggan, menyediakan lingkungan tepercaya untuk membeli, dan menerapkan solusi untuk menjalankan bisnis mereka. ISV dapat mempercepat pertumbuhan mereka dengan merangkul pasar pihak ketiga sebagai saluran penjualan utama. Penyempurnaan pada penawaran pribadi memberi ISV kelincahan yang mereka butuhkan baik menjual kepada pelanggan dengan komitmen konsumsi cloud atau menskalakan melalui lebih dari 90.000 partner Microsoft Cloud. Baca juga: Memanfaatkan Microsoft Security Insider Untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber Ekosistem partner Microsoft Cloud merupakan wadah yang diciptakan untuk menghubungkan lebih dari 30.000 solusi dari mitra ke 1 miliar pelanggan yang menggunakan produk Microsoft. Segera aktifkan saluran ini dengan menjadi partner Microsoft. Jika Anda masih belum menemukan paket subscription Microsoft yang cocok, EIKON Technology punya penawaran menarik. Sebagai partner resmi yang ditunjuk oleh Microsoft untuk memasarkan produknya, EIKON Technology menghadirkan produk resmi, legal, dan bergaransi. Selain itu, Anda juga bisa memilih paket yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini.

Scroll to Top