EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites

Di tahun 2017 lalu, Google mengumumkan transisi untuk tool penyusunan website mereka, Google Sites. Transisi tersebut mulai dijalankan tahun 2021 ini, tepatnya pada bulan Mei 2021. Secara bertahap, versi lama Google Sites yang disebut Classic, bermigrasi menjadi New Google Sites. Apa saja yang harus diperhatikan sebelum melakukan transisi tersebut? Timeline transisi Photo Credit: Chrome Web Store Seperti yang telah disebutkan, transisi Sites dari versi Classic ke New dijalankan secara bertahap. Sebab, ada banyak sekali elemen yang harus diubah dalam Sites dan migrasi secara langsung hanya akan membuat versi baru tidak berjalan mulus. Perubahan ini tepatnya dimulai pada bulan Mei 2021 dan berakhir di tahun 2022. Berikut timeline lengkap transisi Google Sites: 15 Mei 2021 – Pembuatan akun baru pada versi Classic dihentikan. 1 Juni 2022 (sebelumnya 1 Desember 2021) – Fitur edit untuk tiap situs versi Classic dihilangkan. 1 Juli 2022 (sebelumnya 1 Januari 2022) – Situs yang dibuat dengan versi Classic tidak akan dapat ditampilkan, kecuali sudah dikonversi ke versi New. Sebab, pada tanggal tersebut versi Classic akan dinonaktifkan permanen. Hal lain yang perlu diperhatikan Namun perlu diingat, dalam masa transisi ini, conversion tool yang tersedia di Classic Sites Manager akan terus diperbaharui secara berkala. Sebab, Google sedang menyempurnakan fidelitas konversi untuk setelan situs. Update mengenai conversion tool dapat dicek melalui halaman Google Workspace Known Issues. Google sendiri sebenarnya menyediakan transisi Sites otomatis menjelang bulan Juli 2022.  Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut: Download situs Anda dan kemudian arsipkan menggunakan fitur Archive untuk menyimpannya dalam Google Drive. Kemudian pada New Sites, tambah draft baru. Draft tersebut bisa Anda edit terlebih dulu atau langsung dimuat . Jika semua situs dalam versi Classic sudah tersimpan dan dipindahkan pada versi New, Anda bisa langsung menghapusnya. Meski proses transisi otomatis ini cukup aman, ada baiknya Anda tetap melakukan transisi jauh sebelum bulan Juli 2022 tiba guna menghindari risiko kehilangan data. Pihak yang terpengaruh Photo Credit: Piqsels Transisi ini akan mempengaruhi pengguna layanan Sites, baik itu Administrators maupun end-users. Namun pengguna Google dengan akun pribadi tidak akan terdampak proses transisi sama sekali. Oleh karenanya, Google terus mendorong pengguna Sites untuk mulai memindahkan sites mereka ke versi New. Guna memudahkan pengguna, Google juga telah menyediakan fitur konversi yang tersedia di Classic Sites Manager. Memulai proses transisi Agar proses transisi lancar, Google telah memberikan panduan yang bisa diterapkan oleh Administrators maupun end-users, yaitu: Administrator Beritahukan end-users mengenai timeline transisi secara detail guna menghindari risiko kehilangan data. Manfaatkan Classic Sites Manager untuk membantu end-users menjalankan proses transisi sites mereka. Google Workspace end-users Selain mengikuti arahan dari Administrators, end-users juga bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai transisi Sites melalui layanan Help Center. Agar proses transisi lancar dan tidak ada data yang hilang, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Buat arsip Sites di Classic Sites Manager sehingga Anda menggunakannya kembali nanti jika diperlukan. Pengaturan sharing pada Sites versi New akan berbeda dengan versi Classic. Untuk itu, selalu periksa pengaturan sharing Anda setelah konversi melalui langkah-langkah di bawah ini: Pastikan audiens yang menjadi target sharing memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda sebelum menerbitkan sites. Jangan lupa untuk mengelola pengaturan kolaborator. Pastikan pengaturan sharing bagi kolaborator sesuai dengan kebutuhan. Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Jika pengaturan sharing Sites pada domain Anda berbeda dengan pengaturan sharing Drive, pastikan untuk melakukan konfirmasi terlebih dulu bahwa akses telah disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain. Ketersediaan layanan transisi Seluruh layanan transisi Google Sites ini tersedia untuk pengguna Google Workspace Business Standard, juga termasuk pengguna G Suite Basic serta G Suite Business Starter. Perlu diingat juga, untuk saat ini, transisi Google Sites belum tersedia untuk pengguna Google Workspace, Google Workspace Essentials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, Nonprofits, serta Business. Photo Credit: Max Pixel Agar proses transisi Anda berjalan lancar, pastikan untuk terus mengikuti timeline dan panduan yang telah disediakan Google. Bagi Anda end-users, lakukan komunikasi dengan pihak Administrators untuk menghindari risiko kehilangan data selama transisi. Seperti yang telah disebutkan, layanan transisi Google Sites ini belum tersedia untuk pengguna akun pribadi Google. Untuk memudahkan proses transisi Anda, end-users yang terdaftar dengan akun pribadi, gunakan Google Workspace. Dengan Workspace, Anda tidak hanya bisa mengelola Google Sites, tapi juga berbagai tools lain dari Google. Dapatkan hanya di EIKON Technology, Google Apps Partner untuk Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.  

Info

Update Terbaru Google Meet: Bisa Meeting Hingga 500 Peserta

Google Meet atau yang sebelumnya bernama Hangouts Meet, merupakan sebuah aplikasi video conference. Dengan Meet, Anda bisa melakukan virtual meeting dengan banyak orang di mana pun dan kapan pun, selama terdapat akses internet. Selama masa pandemi ini, Google Meet telah menunjukkan performa yang apik untuk mendukung transisi dari ruang meeting fisik menjadi ruang meeting digital. Guna memenuhi kebutuhan tiap penggunanya, Google pun terus melakukan pengembangan pada Meet. Salah satu update terbarunya menghasilkan kemampuan untuk melakukan meetings hingga 500 peserta. Simak detail lengkapnya di sini. Kini Google Meet bisa meetings hingga 500 peserta Photo Credit: Google Meet Help Kapasitas total ruang meeting virtual adalah salah satu hal yang dijadikan pertimbangan saat memilih aplikasi video conference. Sebab, tak jarang meeting harus diselenggarakan dengan banyak peserta, terutama bagi Anda yang memiliki perusahaan atau organisasi besar dengan jumlah anggota banyak. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Meet melakukan pengembangan terus-menerus. Dalam update terbaru, Google mengumumkan bahwa kapasitas ruang pertemuan virtual Meet kini telah meningkat hingga mampu menampung 500 peserta. Selain itu, Meet juga menyediakan fitur yang memungkinkan host untuk menggelar live streams dengan 100,000 penonton. Dengan kemampuan ini maka Anda tak perlu kesulitan lagi untuk menyelenggarakan pertemuan atau rapat virtual melalui Google Meet. Terlebih kini Meet juga dilengkapi dengan berbagai fitur baru yang menunjang kenyamanan sekaligus keamanan selama Anda melakukan virtual meeting. Simak poin-poin berikut untuk mengetahui detailnya. Tampilan video yang lebih jernih Photo Credit: Google Meet Help Selain kapasitas, tampilan video juga sering dijadikan pertimbangan dalam memilih aplikasi video conference. Makin jernih tampilan video maka semakin baik kualitas meeting yang Anda selenggarakan. Sebab, tampilan yang jernih akan memudahkan peserta meeting membaca mimik wajah masing-masing, memberikan kesan seolah sedang berada di ruang rapat fisik. Selain itu, video yang jernih juga mempermudah peserta untuk menyimak materi yang sedang disampaikan oleh host. Baca juga: Cara Mudah Menggunakan Google Meet Di HP Google membekali Meet dengan tampilan video yang lebih jernih dalam update terbaru mereka. Selain itu, Anda juga bisa menemukan fitur pengaturan cahaya. Fitur ini hadir untuk melengkapi fitur yang telah diperkenalkan sebelumnya di tahun 2020 yaitu mode low-light (redup). Pilihan background lebih variatif Photo Credit: Google Meet Help Bagi Anda yang sering mengganti background saat meeting, sekarang Google Meet memberikan lebih banyak pilihan. Kini tersedia dua animated background baru yaitu Café dan Condo. Background Café akan memberikan kesan Anda seolah sedang berada di sebuah kafe. Sedangkan Condo menampilkan pemandangan sebuah ruangan kondominium yang netral. Keduanya dilengkapi dengan animasi yang menunjukkan perubahan cuaca seperti cerah, hujan, hingga salju. Sebelumnya, Meet juga telah menawarkan enam pilihan animated background yang menarik yaitu Classroom, Party with Disco Light, Forest dengan animasi tupai dan rubah, Spaceship, Under the Sea, serta Beach with Palm Trees. Ketersediaan layanan Untuk saat ini, update Google Meet di atas sudah bisa dinikmati dengan berlangganan layanan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan juga Education Plus. Bagi Anda yang menggunakan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, the Teaching and Learning Upgrade atau G Suite Basic and Business harus bersabar terlebih dulu untuk bisa menikmati kemudahan tersebut. Photo Credit: Stocksnap Adanya aplikasi video conference seperti Meet memang terbukti mampu menjadi solusi di tengah situasi pandemi. Melalui Meet, Anda bisa tetap menggelar meeting dengan banyak orang dan tetap menjaga protokol kesehatan. Terlebih dengan adanya pengembangan pada fitur-fitur yang tersemat, Meet bisa memberikan atmosfer meeting virtual serupa dengan meeting konvensional. Update terbaru dari Google untuk Meet bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Bagaimana caranya mulai berlangganan? Anda bisa menghubungi EIKON Technology. Sebagai Google Apps Partner untuk Indonesia, EIKON Technology telah dipercaya banyak perusahaan besar dalam menyediakan berbagai layanan dari Google, termasuk Workspace dan Education yang mendukung Google Meet. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini.

Info

Meningkatkan Efektivitas Keamanan Google Cloud Platform dengan Mute Findings

Untuk memberikan keamanan bagi penggunanya, Google Cloud Platform menyediakan Security Command Center (SCC). Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengelola keamanan cloud dan meminimalisir risiko. Google terus meningkatkan performa SCC agar kebutuhan setiap pengguna terpenuhi. Dalam update Cloud terbaru, Google membekali SCC dengan fitur Mute Findings. Bagaimana cara kerjanya?  Mengenal fitur Mute Findings Di saat volume temuan pada Google Cloud Platform tinggi, tim keamanan akan sulit mengidentifikasi, melakukan triase, dan memulihkan risiko kritis. Adanya kemampuan menyesuaikan volume temuan jelas akan sangat membantu. Sebab, beberapa di antaranya mungkin tidak memiliki relevansi dengan kebijakan atau profil risiko perusahaan Anda. Mute Findings akan membantu tim keamanan Anda untuk menyusun prioritas risiko yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Efektivitas operasional keamanan Dengan kemampuan untuk melakukan Mute Findings ini, Anda dapat mengurangi jumlah temuan dan fokus pada masalah keamanan yang paling relevan. Cara ini jelas akan menghemat waktu Anda untuk segera mengenali sekaligus menanggapi risiko yang masih dapat diterima. Salah satu contohnya adalah saat Anda menerima peringatan Google Cloud Platform untuk aset yang terisolasi atau disimpan pada parameter yang dapat diperbolehkan. Jika melihat posisi aset maka peringatan tersebut tidak harus menjadi prioritas utama. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Kemampuan Mute Findings pun tidak hanya berhenti di situ. Setelah dibisukan, temuan akan langsung dicatat agar dapat diaudit. Dengan begitu, Anda bisa meninjau temuan yang telah dibisukan setiap saat. Hanya saja, statusnya disembunyikan pada dashboard SSC dan dapat dikonfigurasikan untuk menghindari pembuatan notifikasi pub/sub sehingga memudahkan Anda untuk fokus pada temuan yang tidak dibisukan.  Contoh penggunaan Mute Findings Pada aset yang ada dalam lingkungan non-produksi. Pada kunci enkripsi yang dikelola pelanggan dalam proyek tidak berisi data penting. Ketika memberikan akses menuju sebuah datastore, yang sengaja dibuka untuk umum. Temuan yang tidak relevan dengan organisasi Anda berdasarkan kebijakan keamanan perusahaan Anda. Cara mengaktifkan Mute Findings Anda bisa langsung menerapkan Mute Findings pada lingkungan Google Cloud dengan cara berikut ini: Menerapkan “mute rules” Mute rules memunkinkan Anda untuk dapat menyesuaikan dan merampingkan proses keamanan dengan membisukan temuan secara otomatis. Anda bisa mengatur kriteria pembisuan sesuai dengan kebutuhan. Jika terdapat temuan yang sesuai dengan kriteria maka secara otomatis akan langsung dibisukan. Photo Credit: Google Cloud Blog Aktivasi manual Anda juga bisa mengaktifkan Mute Findings secara manual Caranya adalah dengan memilih satu atau beberapa temuan sekaligus kemudian membisukannya satu per satu. Photo Credit: Google Cloud Blog Pengaturan lain yang perlu diingat Selain pengaturan untuk mengaktifkan setelan Mute Findings pada Google Cloud Platform, sebaiknya Anda juga memahami beberapa pengaturan lain seperti: Mengaktifkan kembali temuan Ada kalanya, saat kebijakan organisasi berubah, maka beberapa kriteria temuan tidak akan berlaku lagi. Anda mungkin ingin mengaktifkan kembali temuan yang sudah dibisukan. Tenang saja, prosesnya tidak sulit. Cukup aktifkan kembali pada tampilan temuan dan statusnya akan aktif kembali. Mengaudit ulang temuan Pada Mute Findings, Anda akan menemukan dua atribut tambahan yaitu ‘mute initiator’ dan ‘mute update time’.  Keduanya menyimpan setelan pembisuan serta pengguna yang menerapkan tindakan pembisuan (lengkap dengan tanda waktu). Jadi, Anda bisa mengaudit ulang temuan dengan mudah di masa mendatang. Photo Credit: Google Cloud Blog Mengatur tampilan temuan Tampilan temuan pada SCC diatur menurut konsolidasi ancaman, kesalahan konfigurasi, serta kerentanan risiko. Untuk menemukan temuan yang dibisukan, Anda bisa menuju dashboard kemudian klik More Options > Include muted findings. Photo Credit: Google Cloud Blog Namun jika Anda hanya ingin melihat temuan yang dibisukan, tambahkan “mute=MUTED” pada filter. Photo Credit: Google Cloud Blog Fitur Mute Findings saat ini sudah tersedia di SCC melalui konsol Google Cloud Platform,. Selain itu, Anda juga bisa menemukannya pada tool gcloud tool serta API. Dengan adanya fitur Mute Findings ini maka proteksi keamanan Google Cloud Platform pun semakin meningkat. Adanya proteksi keamanan tingkat tinggi dan berbagai fitur produktivitas yang membantu pekerjaan membuat Google Cloud selalu bisa diandalkan untuk urusan penyimpanan berbasis awan. Dapatkan segera Google Cloud Platform melalui EIKON Technology. Sebagai premier partner Google Apps Reseller Indonesia, EIKON Technology siap membantu Anda dapatkan benefit maksimal dari Google Cloud Platform. Klik di sini untuk info lebih lanjut!  

Google Meet, Google Workspace

Kini Google Meet sediakan fitur Co-Host

Sebagai salah satu aplikasi dan platform untuk melakukan panggilan video yang terhubung secara online, Google Meet memiliki sejumlah pembaruan fitur. Yakni fitur co-host Google Meet untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan serta keselamatan pengggunanya. Peluncuran fitur ini sendiri dilakukan pada 16 Agustus 2021 lalu khusus untuk penggunaan android dan website. Sementara bagi pengguna iOS bisa menikmati fitur ini sejak tanggal 30 Agustus 2021. Seperti apa keunggulannya dan bagaimana mendaftar sebagai host? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Apa Itu Host Google Meet? Photo: Tirto.id Sebelum menginjak pada pembahasan keunggulan Co-Host Google Meet, penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa itu host dalam Google Meet. Secara umum, host di sini dapat diartikan sebagai seseorang atau peserta yang memimpin atau memiliki akses penuh pada jalannya meeting online. Di sisi lain, host dapat pula diartikan pengguna dari platform Google Meet yang ingin memaparkan sebuah materi. Mulai dari laporan keuangan perusahaan, karyawan, maupun presentasi yang dilakukan oleh seorang siswa maupun mahasiswa. Sedangkan co-host adalah orang yang memiliki akses yang sama dengan host saat diberikan akses tertentu. Keunggulan Co-Host Google Meet Photo: Computer World Fitur baru Co-Host Google Meet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Google Meet sebelumnya. Pertama, Google Meet dapat menambahkan co-host hingga 25 peserta untuk setiap meeting. Dengan begitu, para peserta juga memiliki akses kontrol ke host. Nantinya, peserta yang sudah ditetapkan untuk menjadi co-host bisa membatasi peserta lainnya yang bisa membagikan layar maupun mengirimkan pesan lewat chat. Termasuk membisukan peserta lainnya melalui satu kali klik saja. Kedua, apabila Anda menjadi co-host maka dapat mengakhiri sebuah meeting dan bisa mengontrol peserta lain yang bisa masuk ruang meeting. Namun, fitur ini masih tersedia untuk Google Workspace versi tertentu. Tak hanya itu saja, Google pun menambahkan fitur berupa akses cepat untuk pengguna Google Workspace. Khususnya pengguna Google Workspace Business Standard, Essntials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, maupun Enterprise Plus. Dengan fitur tersebut, memungkinkan untuk melakukan entry panggilan secara otomatis bagi pengguna yang berada pada domain yang sama. Apabila akan dinonaktifkan, maka host diharuskan bergabung dan peserta lain yang tak diundah perlu meminta akses atau izin masuk terlebih dahulu. Cara Menjadi Host Google Meet Photo: Daihatsu Indonesia Untuk menjadi seorang host maupun co-host Google Meet, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui komputer maupun smartphone. Berikut beberapa di antaranya khususnya bagi para pemula yang baru menggunakannya. Melalui Komputer Jika Anda ingin menjadi host Google Meet melalui komputer, langkah-langkahnya adalah: Buka platform Google Meet dan klik ‘Join or Start a Meeting’. Masukkan judul meeting yang akan Anda lakukan sebagai host. Lanjutkan dengan klik ‘Continue’. Kemudian, klik tombol ‘Join Now’. Tunggulah beberapa saat hingga pop-up muncul dan pilih ‘Add People’. Ketiklah email maupun nama pengguna peserta lainnya. Secara otomatis setelah email dimasukkan, maka mereka akan muncul pada layar dan mulailah meeting Anda. Melalui Smartphone Sementara, jika Anda ingin menjadi host melalui smartphone maka cara yang harus dilakukan adalah: Bukalah Google Meet melalui smartphone Pilih ‘New Meeting’ Anda bisa membagikan link ruang untuk meeting tersebut melalui grup di Telegram maupun WhatsApp. Kini, Anda pun bisa memulai meeting. Penutup Photo: Asia Quest Indonesia Dengan ditambahkannya berbagai fitur baru seperti Co-Host Google Meet membuat aplikasi ini semakin diminati. Mulai dari penggunaannya untuk aktivitas belajar-mengajar, meeting perusahaan secara online, hingga aktivitas webinar. Untuk bisa menggunakannya, pastikan pula koneksi internet yang Anda gunakan stabil dan perangkat mendukung. Agar lebih nyaman, Anda bisa menggunakan layanan Google Workspace premium di EIKON Technology. Keunggulan produk dari kami adalah memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan purna-jual memuaskan. Untuk informasi mengenai produk dan pembelian, Anda bisa langsung menghubungi CS kami dengan klik tautan berikut.

Google Workspace

Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer

Beberapa lalu, Google mengumumkan sebuah platform laporan transformasi Google for Education bagi penggunanya. Tools yang bisa digunakan secara gratis ini, dapat Anda gunakan dalam membantu melihat berapa banyak organisasi platform dan layanan Google for Education di berbagai program. Seperti apa layanan laporan transformasi Google for Educational ini? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Laporan Transformasi Google for Education Photo: Google for Education Layanan laporan transformasi Google for Educational memiliki manfaat yang membuat Anda lebih mudah dalam mengelola file dan data-data pendidikan. Misalnya saja dalam melacak tren penggunaan selama kurun waktu tertentu. Selain itu, lebih mudah untuk mengetahui organisasi yang Anda miliki menggunakan layanan Google Workspace for Education, Chromebooks, dan sertifikasinya. Dari data dan survei yang dilakukan nantinya, Anda dapat memetakan dan merekomendasikan tren apa saja yang bisa dikembangkan serta membawa dampak secara menyeluruh pada organisasi Anda. Bila Anda menjadi Super Administrator di berbagai diomain Google Workspace for Education, Anda bisa masuk (log in) di laporan transformasi secara custom. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan fitur update secara realtime dari laporan yang ada kapan saja. Ini dapat dilakukan pada tanggal 2 November hingga 10 Desember 2021 mendatang.  Keunggulan Laporan transformasi Google for Educational Photo: NOS Pada layanan dan tools ini Google memperkenalkan pembaruan mengena transformasi pelaporan seperti: Akses yang cepat dengan dihapuskannya fitur tunggu selama proses masuk dan meminta laporan maupun menerima laporan. Update secara realtime, dengan adanya layanan ini Anda dapat menyeimbangkan data di Windows dari para pengajar maupun siswa yang menggunakan produk Google dengan mudah. Mengambil dan membagikan survey lebih mudah. Namun, perlu dicatat di sini adalah partisipasi survei ini bersifat opsional bagi anggota pengguna. Akan tetapi, jika Anda sebagai pimpinan dalam sebuah tim kecil maka ada baiknya untuk melengkapi survei yang ada paling tidak sekali setahun untuk melihat tranformasi digital Anda dan mendapatkan feedback.  Kompatibilitas Platform Photo: Google For Education Meski memiliki beberapa keunggulan, layanan laporan transformasi Google for Educational sayangnya terbatas. Melansir dari laman Devdiscourse, layanan tersebut hanya dapat digunakan pada beberapa platform seperti: US-English for K-12 Google Workspace for Education Fundamentals Google Workspace Educational Standard Google Workspace Educational Plus Pengguna Teaching and Learning Upgrade Sementara itu, layanan ini tidak tersedia untuk platform lainnya seperti Google Workspace Essentials, Business Starter, dan Business Standard. Termasuk pula pada layanan Enterprise seperti  Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, dan Enterprise Plus. Di sisi lain laporan transformasi Google for Educational juga belum kompatibel untuk Frontline. Penutup Photo: The Keyword Setidaknya itulah ulasan mengenai laporan transformasi Google for Education. Secara umum, platform ini memang cukup unggul dengan berbagai macam fitur yang ditawarkannya. Dengan begitu, akan sangat membantu bagi para pengguna untuk melakukan aktivitas belajar mengajar dan hal sebagainya. Baik bagi individu maupun secara kelompok. Kini, Anda bisa mendapatkan platform tersebut sekaligus menggunakan fitur laporan transformasi Google for Education melalui vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Kami menyediakan produk Google for Education yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Selain itu, ada layanan purna-jual dengan yang dapat Anda nikmati. Keunggulan selanjutnya adalah, produk yang ditawarkan pun memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Dengan begitu, pengguna akan merasa aman dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk terbaik dari kami, Anda bisa klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Mendukung Semua Aplikasi dengan Infrastructure Azure

Beberapa waktu belakangan, Microsoft Azure cukup banyak digunakan oleh perusahaan untuk menyimpan data dan file secara aman dan nyaman. Platform komputasi awan ini membantu dalam pengelolaan tujuan organisasi dan target perusahan. Maka dari itu, tak heran jika banyak perusahaan di bidang keuangan maupun e-commerce menggunakannya. Keunggulan Microsoft Azure ini juga berkat teknologi infrastruktur yang dimilikinya. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut ini. Pemantauan Performa, Keamanan dan Skalabilitas Photo: Vuzion Infrastruktur Microsoft Azure mendukung performa, keamanan, dan skalabilitas pada jaringan cloud. Terutama dalam untuk infrastruktur yang penting. Untuk itu Microsoft Azure berfokus pada kemampuannya melalui  Infrastructure as a Service (IaaS) untuk memperkuat jaringan cloud di antaranya adalah dengan: Performa infrastruktur semakin meningkat dengan Azure Virtual Machines (VM). Misalnya dengan dukungan New AMD-based Dv5 dan Ev5 VM untuk media penympanan lokal. Kini, Microsoft Azure juga mengembangkan optimasi memori penyimpanan Ebsv5 VM Series yang memungkinkan pengiriman lebih cepat hingga 4.000 Mbps dibandingkan generasi sebelumnya. Meningkatkan kemampuan aplikasi dengan Azure Virtual Machine Scale Sets yang mudah dimoderasi. Platform dan layanan ini memberikan kontrol penuh pada VM yang mumpuni dalam menambahkan VM hingga ribuan. Tingkatkan performa penyimpanan data-data penting bagi perusahaan dengan menggunakan Azure Disk Storage. Anda pun dapat menambahkan dan mentransfer data dengan aman dan cepat tanpa khawatir downtime. Dengan Gateway Load Balancer terbaru, memungkinkan pengguna lebih mudah dalam membagikan data maupun jaringan dengan pihak ketiga secara otomatis yang memiliki kandalan tinggi. Adanya Azure Virtual Network Manager membuat Anda lebih mudah dalam mengelola jaringan. Selain itu, juga menjadi lebih aman dalam melindungi jaringan data. VM Azure generasi terbaru memudahkan Anda dalam melindungi serangan yang berbahaya dan mengalihkan beban kerja ke VM baru. Misalnya saja Azure Kubernetes pada VM Intel SGX dan VM AMD SEV-NP.  Keamanan data semakin baik dengan dukungan IPv6 yang bisa digunakan untuk peering secara individu maupun dukungan MACsec. Microsoft Azure Mendukung dalam Migrasi, Modernisasi, dan Optimasi Beban Kerja Photo: Inovflow Selanjutnya, selain mampu untuk memantau performa, infrastruktur Microsoft Azure juga mendukung tim IT perusahaan dalam melakukan migrasi, modernisasi, hingga optimasi beban kerja. Keunggulan infrastruktur Microsoft Azure dalam melakukan migrasi dan modernisasi antara lain adalah: Menyederhanakan operasional IT untuk meminimalisir beban kerja Windows Server dan Linux melalui Azure Automanage. Mulai dari profil konfigurasi khusus dengan dukungan server yang mumpuni untuk Azure Arc dan lebih fleksibel. Cakupan lebih luas berkat dukungan Azure VMware Solution hingga 18 area secara global.  Pengoperasian jarak jauh lebih optimal dengan peningkatan infrastruktur Microsoft Azure Virtual Desktop. Infrastruktur ini menjadi solusi dari cloud VDI yang memberikan dukungan secara penuh untuk Windows 10 dan Windows 11. Pengelolam aplikasi menjadi lebih mudah dengan menggunakan Azure Kubernetes Services. Di samping itu, untuk kemudahan skenario ketika melakukan migrasi Anda dapat menggunakan Azure Migration and Modernization Program (AMMP). Termasuk juga menggunakan SAP dan Azure Arc. Penutup Photo: Nextmedia Itulah beberapa keunggulan dari infrastruktur Microsoft Azure yang bisa Anda gunakan untuk menunjang kinerja jaringan maupun penyimpanan data perusahaan lebih aman dan mudah. Kini, untuk berlangganan Microsoft Azure bisa Anda dapatkan di vendor terpercaya seperti EIKON Technology dengan lisensi resmi dari Microsoft pusat.  Selain itu kami memiliki layanan purna-jual yang bisa Anda dapatkan. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan pemesanan untuk penggunaan, hubungi kami di sini.

Cloud Computing, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure

Sebagai perusahaan teknologi yang sudah dipercaya sejak dulu, Microsoft terus mengembangkan inovasinya untuk memudahkan pengguna dalam pengelolaan jaringan dan data. Salah satunya adalah melalui cloud Microsoft Azure. Cloud Microsoft Azure memiliki banyak keunggulan. Hal ini karena dapat dikombinasikan dengan jaringan berbeda. Dengan kata lain, Azure tidak hanya bisa digunakan untuk jaringan berbasis cloud saja, melainkan juga untuk hybrid. Dengan begitu, proses pengelolaan manajemen IT di perusahaan Anda menjadi lebih mudah dan aman.  Hal itu semakin baik dengan dukungan lima fitur unggulannya. Yakni Azure SQL, Azure Redis Cache, dan Azure Website Gallery.  Fitur yang ada di dalamnya pun bisa ditingkatkan dengan menggunakan cara yang bisa Anda lakukan. Cara Meningkatkan Cloud Microsoft Azure Photo: Netpluz Asia Ada tiga cara utama yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan pengalaman terbaik bagi perusahaan. Berikut di antaranya yang perlu Anda ketahui. Cloud Microsoft Azure Chaos Studio Pertama adalah dengan menggunakan cloud Microsoft Azure Chaos Studio. Layanan ini diluncurkan untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi ketika Anda menggunakan dan mencoba aplikasi. Mulai dari melacak hingga memetakan kegagalan pada aplikasi tersebut. Jadi, melalui platform ini, Anda bisa mengatasi permasalahan di aplikasi melalui beberapa simulasi skenario kegagalan. Chaos Studio memungkinkan Anda untuk menggunakannya dan melihat aplikasi lebih baik, terutama dalam mengatasi permasalahan dan kegagalan yang ada. Keunggulannya antara lain, Anda dapat lebih banyak waktu dalam menganalisis aplikasi, memulainya dengan cepat, hingga validasi produk atau aplikasi sebelum diluncurkan nantinya. Cloud Microsoft Azure Landing Zone Photo: Linktech Australia Kedua adalah cloud Microsoft Azure Landing Zone yang bisa Anda gunakan untuk membuat aplikasi untuk cloud. Termasuk saat Anda melakukan moderasi aplikasi tersebut pada lingkungan multisubskripsi Azure. Keunggulan dari cloud Microsoft Azure ini di antaranya adalah lebih scalable dan digunakan dalam mode modular. Adapun yang dimaksud scalable di sini adalah mendukung untuk konfigurasi pada lingkungan jaringan cloud. Sementara itu, semua fitur pada Microsoft Azure Landing Zone ini menggunakan pendekatan modular untuk membangun lingkungan dengan berdasarkan pada desain area yang sudah dibuat. Dengan begitu, mudah untuk dikonfigurasikan dengan platform lainnya seperti Azure SQL Database, Azure Kubernetes Service, dan Azure Virtual Desktop. Cloud Economics Ketiga ada cloud Microsoft Azure Economics. Platform ini memang dikhususkan bagi perusahaan yang ingin menginvestasikan jaringan cloud mereka. Menggunakan platform dan layanan ini akan membuat pengeloaan menjadi lebih mudah.  Agar lebih nyaman, pihak Microsoft pun juga menambahkan dukungan dengan template Power BI berbasis model Excel. Template tersebut akan menguntungkan pengguna sebagaimana mereka menggunakan Azure Hybrid. Dari Azure Cost Management Portal ke Power BI ini bisa Anda gunakan untuk melakukan kustomisasi dan pelaporan. Terlebih lagi adanya integrasi API ini membuat sistem data lebih mudah dan aman. Penutup Photo: Medium.com Itulah beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan pengalaman dalam menggunakan cloud Microsoft Azure. Kini, mendapatkan Microsoft Azure untuk keperluan bisnis Anda lebih baik. Salah satunya adalah membelinya di vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Kami menyediakan platform Microsoft resmi dengan lisensi dari Microsoft. Anda juga bisa memilhnya sesuai dengan kebutuhan. Dapatkan pula layanan purna-jual dan maintenance yang ditawarkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk Microsoft dari kami, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Workspace

Document Approval Tersedia untuk Lebih Banyak User

Google Workspace kini semakin mudah digunakan untuk persetujuan dokumen yang dibagikan. Tools ini mulai diperbarui dan diperkenalkan sejak 8 November 2021 lalu. Pembaruan fitur ini termasuk Anda dapat melakukan seting mengenai kapan dokumen tersebut dikirim dan disetujui. Apa saja hal  yang perlu Anda ketahui tentang document approval Google Workspace ini? Simak ulasan berikut. Keunggulan Menggunakan Document Approval Google Workspace Photo: 10atm.com Menggunakan Google Workspace memiliki banyak manfaat. Khususnya bagi Anda dengan mobilitas tinggi. Dalam kaitannya dengan document approval Google Workspace misalnya, Anda bisa mengandalkan layanan ini untuk proses yang lebih cepat. Sehingga, dapat memangkas waktu dibandingkan menggunakan cara konvensional. Di sisi lain, selain menghemat waktu Anda tentu akan hemat biaya pengeluaran. Sebab, semuanya dilakukan hanya dalam satu sentuhan saja tanpa bertatap muka langsung dengan pihak lain dalam mendapatkan persetujuan. Jika menggunakan cara konvensional, Anda masih harus bertemu orang lain secara langsung dan itu bisa memakan waktu dan biaya. Bagaimana Menambahkan User Baru? Photo: Abweb.ca Setelah Anda mengetahui apa saja keuntungan dan keunggulan dari document approval Google Workspace, penting pula untuk mengetahui bagaimana cara menambahkan user baru. Sebenarnya, caranya cukup mudah yakni, bukalah file dokumen Anda pada Google Docs. Lalu, pilih menu ‘File’ dan lanjutkan dengan memilih ‘Approval’. Kemudian tambahkan email user yang akan mendapatkan akses dokumen tersebut. Nantinya, saat penerima tersebut dikirimi dokumen mereka akan mendapatkan email untuk persetujuan. Baik melalui browser maupun notifikasi Google Chat berdasarkan setingan website Drive Anda saat menerima notifikasi. Notifikasi tersebut berisi link, dan saat di klik akan membuka dokumen yang dibagikan. Cara Memulainya Photo: Presis.nl Untuk memulai menggunakan document approval Google Workspace, ada dua cara yang bisa dilakukan di sini. Anda bisa memilih apakah melalui admin maupun sebagai pengguna atau end user. Berikut cara yang dapat Anda lakukan dengan mudah, cepat, dan lebih nyaman. Jika Anda masuk sebagai admin, fitur ini akan otomatis ‘ON’ dan bisa Anda nonaktifkan pada level domain dan pengelolaan per group atau UO. Selanjutnya, jika Anda sebagai pengguna atau end user dapat mengelola melalui notifikasi Drive dan persetujuan melalui setting Drive. Kompatibilitas Document Approval Google Workspace Photo: Learn.metaline Meski document approval Google Workspace tersedia bagi lebih banyak user, akan tetapi Anda perlu mengetahui jika beberapa platform tidak dapat digunakan pada layanan ini. Adapun beberapa layanan pada Google Workspace yang memungkinkan untuk layanan ini adalah: Google Workspace Essential, Business Standard Business Plus Enterprise Essentials Enerprise Standard Enterprise Plus, Education Plus Selain itu juga kompatibel untuk jaringan lainnya seperti Google Workspace Business, Google Workspace Enterprise, Drive Enterprise, Google workspace for Education, G Suite Enterprise for Education, dan G Suite for Nonprofits. Kemudian,  document approval Google Workspace tidak tersedia untuk layanan pada Google Workspace Business Starter, Educational Fundamental, Educational Standard, Frontline, dan G Suite Basic Customers. Termasuk tidak tersedia pada pengguna dengan Google Accounts.   Itulah beberapa keunggulan dari document approval Google Workspace  pada Google Workspace yang memberikan Anda kemudahan lebih dengan bekolaborasi bersama pengguna lainnya. Jika Anda ingin menggunakannya untuk skala perusahaan, ada baiknya memilih layanan penyedia platform Google Workspace di vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi dari Google pusat, Anda juga akan mendapatkan layanan purnajual yang bisa diseuaikan dengan kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditawarkan, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Memilih Jaringan Konektivitas di Jaringan Google Cloud

Jaringan Google Cloud menjadi platform jaringan yang sangat penting bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Melalui jaringan ini, Anda dapat menyimpan semua data dan sumber daya secara efisien. Selain itu, juga dapat dihubungkan dengan jaringan Google lainnya secara mudah. Lalu, bagaimana memilih jaringan konektivitas di Google Cloud ini? Simak ulasannya berikut. Mengaktifkan Jaringan Google Cloud Photo: Google Cloud untuk bisa menikmati layanan Google Cloud dan jaringan Google lainnya, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan.Mulai dari menggunakan Cloud Interconect dan Cloud VPN, menggunakan Network Connectivity Center, melalui teknik peering API Google, dan melalui provider Content Delivery Network (CDN). Cloud Interconnect Cara yang pertama adalah melalui Cloud Interconect. Cara ini memungkinkan Anda untuk melakukannya dalam dua opsi yakni menggunakan teknik Dedicated Interconnect atau menggunakan teknik Partner Interconnect untuk menghubungkan ke jaringan PVC. Jika bandwidth memerlukan ukuran yang cukup besar mulai 10Gbps hingga 100Gbps, maka Anda bisa memilih jaringan Google dengan teknik Dedicated Interconnect. Lalu, jika bandwdith standar dalam 50 Mbps hingga 50 Gbps, Anda dapat menggunakan teknik yang kedua yakni Partner Interconnect dalam mengaktifkan jaringan Google Cloud. Cloud VPN Berikutnya, mengaktifkan jaringan Google Cloud bisa menggunakan Cloud VPN. Langkah seperti ini memungkinkan pengguna dengan mudah menghubungkan jaringan lokal pada jaringan VPC dengan koneksi yang aman dengan VPN IPSec. Proses pemindahan ini semakin nyaman karena dienkripsi menggunakan VPN Gateway satu dan dideskripsi lagi oleh VPN Gateway lainnya. Network Connectivity Center Photo: e-Pasje Cara yang ketiga adalah melalui Network Connectivity Center. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan dukungan jaringan atau layanan yang berada di luar Google Cloud dengan menggunakan jaringan Google pada Wide Area Network (WAN). Cara seperti ini direkomendasikan bagi pengguna dengan manajemen yang baik dan saling terhubung. Kemudian, jaringan lokal yang Anda miliki dapat terhubung pada hub melalui HA VPN maupun attachment dari VLAN yang terhubung pada Google Cloud. Mengkoneksikan  Jaringan Google Cloud ke Google Workspace dan API Google Keempat, Anda bisa mengaktifkan jaringan Google Cloud dengan menggunakan API Google dan Google Workspace. Hanya saja cara ini terbatas pada dua platform tersebut saja. Caranya  pun bisa dilakukan melalui dua teknik yakni Direct Peering dan Carrier Peering. Direct Peering adalah cara yang dilakukan untuk terhubung langsung dengan Google Cloud melalui Google Edge Location. Sedangkan Carrier Peering dapat dilakukan dengan menghubungkan lewat ISP.  Mengkoneksikan ke Provider CDN Cara terakhir yang dapat Anda gunakan adalah menggunakan CDN Interconnect yang disediakan oleh pihak ketiga penyedia CDN melalui teknik peering yang terhubung dengan jaringan Google di berbagai lokasi. Yakni dengan mengarahkan traffic jaringan VPC ke jaringan penyedia layanan. Nantinya traffic jaringan Anda dari Google Cloud melalui salah satu tautan akan mendapatkan keuntungan langsung dari penyedia CDN secara berbayar. Penagihannya pun dilakukan dengan otomatis. Cara seperti ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang sering melakukan pembaruan konten. Memilih Jaringan Google Cloud dari Platform Terpercaya Photo: Cio.com Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memilih jaringan Google Cloud yang mudah, aman, dan nyaman. Untuk keperluan bisnis dan perusahaan, pilihlah layanan dari Google yang terpercaya. Hal ini penting dilakukan untuk melindungi data-data krusial milik perusahaan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab melalui tindak kejahatan siber. Selain itu, Anda bisa memilih vendor penyedia layanan produk Google seperti Google Cloud ini yang sudah memiliki reputasi baik dan dipercaya oleh banyak perusahaan. Salah satunya adalah EIKON Technology yang menyediakan layanan produk Google dengan lisensi langsung dari Google Pusat. Kami juga memiliki layanan purnajual bagi pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di sini

Google Cloud

Register Domain Lebih Mudah dengan GA Cloud Domain

Pada Februari 2021 lalu, Google meluncurkan Cloud Domain untuk memudahkan pengguna Google Cloud dalam mendaftarkan domain baru. Lantas, apa saja keunggulan dari platform register domain ini dan cara yang harus dilakukan? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Cara Register Domain Photo: Exnet.com Cara register domain pada Cloud Domain sebenarnya cukup mudah. Anda bisa menentukan kapan waktu terbaik bagi tim IT perusahaan untuk melakukannya. Setidaknya ada lima cara dalam melakukan hal tersebut. Pertama, mencari nama domain yang tepat. Kedua, melakukan konfigurasi domain. Ketiga, memilih seting privasi untuk domain Anda. Keempat, spesifikasikan detail kontak. Kelima, melakukan verifikasi registrasi. Mencari Nama Domain yang Tepat Untuk melakukan langkah pertama ini, Anda harus masuk ke laman Cloud Domain terlebih dahulu dan klik ‘Register Domain’. Kemudian, carilah domain yang masih tersedia dan pilih berdasarkan kebutuhan. Harga domain ini akan tersedia dan Anda bisa melakukan klik ‘Add Chart’. Lanjutkan dengan klik menu ‘Continue’. Konfigurasi Domain Langkah selanjutnya adalah konfigurasi DNS untuk domain. Anda bisa memilih DNS yang tersedia. Beberapa DNS ini di antaranya adalah Cloud DNS, Google Domains, dan nama server secara kustom. Jika memilih Cloud DNS maka pilih default ‘New Zone’ dan secara otomatis akan membuat domain. Lalu klik ‘Save and Continue’. Apabila memilih Google Domain, maka Anda bisa memilih mengaktifkan maupun menonaktifkan DNSSEC. Sedangkan jika memilih nama server secara kustom maka setidaknya Anda perlu memasukkkan dua server yang berbeda.  Setting Privasi Domain Ketiga adalah dengan seting privasi domain. Setidaknya di sini ada tiga opsi yang bisa dipilih yakni ‘Privacy Protection On’, ‘Limit Your Info Available to the Public’, dan ‘Make All Contact Info Public’. Setelah memilih salah satunya, lanjutkan dengan klik ‘I Agree’ pada pop-up dan lanjutkan dengan klik ‘Continue’. Spesifikasi Detail Kontak Detail kontak yang diperlukan merupakan dasar dari ICANN untuk mengatasi permasalahan di kemudian hari. Informasi yang Anda cantumkan akan menjadi kontak informasi publik untuk domain Anda dan sebagai database untuk WHOIS. Verikasi Register Domain Proses terakhir adalah verifikasi register domain. Anda perlu melakukan ini setidaknya 15 hari sebelum domain aktif. Untuk melakukannya Anda bisa membuka email verifikasi yang dikisimkan oleh domains-noreply@google.com. Lalu, lanjutkan dengan klik ‘Verifiy Email Now’.  Keunggulan Cloud Domain Photo: Inc. Magazine Register domain melalui Cloud Domain memiliki banyak keunggulan yang dapat dirasakan oleh perusahaan. Melansir dari laman resmi Google Cloud, beberapa keunggulan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: Dengan Cloud Domain, Anda dapat mengaktifkan pula DNSSEC untuk Public DNS Zone menjadi lebih aman dan terlindungi. Saat mentrasfer domain, Anda dapat menghubungi API dari Cloud DNS untuk melakukan setting dan pembaruan DNS.  Cloud Domain akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Termasuk ketika Anda menghubungkannya dengan aplikasi dan layanan lain dari Google Cloud. Misalnya saja seperti Cloud Run, Google App Engine, dan juga Cloud DNS. Semua dapat dikelola dengan menggunakan Google Cloud Platform yang sama. Dengan begitu, proses verifikasi dan konfigurasi domain menjadi lebih simpel. Cloud Domain memudhakan Anda dalam melakukan registrasi domain dengan transfer domain melalui pihak ke tiga melalui API. Menggunakan API akan memudahkan Anda dalam mentransfer domain ke Cloud Domain. Penutup Photo: Unpslash Setidaknya itulah cara register domain dengan GA Cloud Domain yang perlu Anda ketahui beserta keuggulannya. Agar semakin nyaman dalam menggunakan jaringan dan layanan cloud computing di perusahaan Anda, perhatikan pula fitur-fitur pendukung lainnya agar semakin aman dan nyaman. Oleh karena itu, Anda bisa memilih layanan pendukung dari produk-produk Google melalui vendor terbaik dan terpercaya seperti EIKON Technology. Kami menyediakan produk dan layanan dari Google untuk perusahaan Anda dengan lisensi resmi dari Google pusat. Dengan begitu data perusahaan menjadi lebih aman. Anda juga akan mendapatkan layanan purna-jual terbaik dari kami dengan layanan penuh 24/7. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang kami tawarkan, silakan klik di sini.

Scroll to Top