EIKON Technology

Info

Info

Pengembangan Produk Microsoft Surface dengan Dukungan Komputasi Azure HPC

Azure HPC (high-performance computing) merupakan rangkaian sumber daya komputasi, jaringan, dan penyimpanan yang terintegrasi dengan layanan orkestrasi workload untuk aplikasi HPC. Dengan infrastruktur yang dibangun khusus dan layanan aplikasi, Azure menawarkan performa yang kompetitif. Artikel kali ini akan membahas bagaimana peran Azure HPC mendukung pengembangan produk Microsoft Surface dengan cara yang efisien. Mari simak bersama! Pengembangan perangkat Surface di Microsoft Azure  Tahun 2015, tim Surface memecahkan banyak problem dengan implementasi Abaqus (software Finite Element Analysis – FEA) di Azure HPC. Tahun 2016, simulasi struktural tingkat produk untuk Surface Pro 4 dan laptop Surface asli telah sepenuhnya bermigrasi ke Azure HPC dari server lokal. Model besar dapat diotomatiskan dan mudah diselesaikan di Azure HPC. Penggunaan simulasi awal ini memungkinkan pemecahan masalah bagi insinyur desain yang ditugaskan dengan metrik ketahanan dan keandalan. Baca juga: Google Workspace Vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul? Pengembangan produk: Surface laptop Photo Credit: Microsoft Blog Ketersediaan Azure HPC untuk simulasi struktural menggunakan Abaqus menjadikannya alat pengembangan utama untuk desain produk. Konsep desain yang dibuat dalam sistem digital computer-aided design (CAD) diterjemahkan ke dalam model FEA secara detail. Ini adalah prototipe digital dan merupakan seluruh subsistem utama dalam perangkat. Baca juga: Peningkatan Metrik Azure Postgres Flexible Server, Seperti Apa? Analis dapat menggunakan model FEA untuk menerapakan kondisi pengujian dan keandalan yang berbeda dalam lingkungan virtual dan menentukan kelayakan. Ratusan simulasi dijalankan untuk mengevaluasi berbagai ide desain dan solusi. Selanjutnya, desain yang dipilih menjadi prototip dan kemudian diuji secara ketat untuk kondisi penggunaan di dunia nyata. Pada grafik pertama yang digambarkan di atas, perangkat laptop prototipe digital (model FEA) diatur untuk dijatuhkan pada sudutnya ke lantai. Ini memodelkan pengujian fisik dunia nyata yang dilakukan di laboratorium Reliability Engineering Microsoft. Photo Credit: Microsoft Blog Grafik kedua ini menggambarkan contoh engsel pada perangkat yang dioptimalkan kekuatannya. Tim dapat memvisualisasikan dampak gerakan yang ditimbulkan dan tingkat tekanan pada bagian internal engsel dari simulasi. Ini memungkinkan adanya isolasi masalah utama dan melakukan perbaikan desain yang tepat. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Tim Microsoft Surface kini fokus pada penerapan simulasi yang lebih skalabel dan resource Azure HPC untuk tim multidisiplin serta pemodelan multifisika. Ada peluang besar untuk mengaktifkan pembelajaran mesin dan AI dalam pembuatan produk. Azure HPC dan Microsoft dapat dimanfaatkan untuk mendorong inovasi berskala besar dengan cepat. Surface melanjutkan perjalanan transformasi digital ini dengan model-based systems engineering (MBSE) Bersama V4 Institute. Bagi Anda yang ingin berinovasi lebih banyak dengan biaya lebih sedikit dan ingin meningkatkan skala simulasi digital akan mendapatkan manfaat besar dari kolaborasi dengan Azure. EIKON Technology merupakan Microsoft Partner yang selalu menyediakan berbagai solusi resmi dari Microsoft, termasuk Azure HPC. Kami menawarkan penerapan menyeluruh, yang juga mencakup perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Microsoft Entra ID: Autentikasi Workload Identity

Microsoft Entra tak hanya menjadi identity system, tapi juga identity and access management (IAM) system untuk layanan berbasis Azure, layanan infrastruktur internal Microsoft, dan workload identity pengguna. Tahun 2021, Microsoft memperkenalkan sistem autentikasi cadangan yang secara otomatis dan transparan menangani autentikasi workload yang didukung saat layanan utama Microsoft Entra ID mengalami degradasi. Layanan ini terus dikembangkan cakupannya ke seluruh cloud dan beragam jenis aplikasi. Resiliensi workload identity dari endpoint autentikasi yang terisolasi secara regional Endpoint autentikasi ini diisolasi secara regional ke wilayah Azure. Seluruh identitas yang sering digunakan akan dapat diautentikasi tanpa ketergantungan pada wilayah Azure lainnya. Pada dasarnya, ini adalah endpoint utama untuk layanan infrastruktur Azure serta endpoint utama untuk identitas terkelola di Azure. Cara kerja endpoint autentikasi yang terisolasi secara regional Photo Credit: Microsoft Blog Setiap wilayah Azure diberi endpoint unik untuk autentikasi workload identity. Wilayah ini dilayani oleh instance khusus Microsoft Entra ID yang ditempatkan secara regional. Instance regional bergantung pada metadata cache untuk merespons permintaan autentikasi workload identity secara efisien dan tangguh. Baca juga: Melindungi Data Sensitif dengan Microsoft Purview Information Protection Desain ringan ini akan mengurangi ketergantungan pada layanan lain sekaligus meningkatkan ketahanan dengan memungkinkan seluruh autentikasi diselesaikan dalam satu wilayah. Data dalam cache lokal akan selalu diperbarui secara proaktif. Layanan regional bergantung pada layanan global Microsoft Entra ID untuk memperbarui dan mengisi ulang cache ketika data yang diperlukan tidak mencukupi (cache hilang) atau ketika mendeteksi perubahan dalam postur keamanan untuk layanan yang didukung. Baca juga: Berbagi Spreadsheet Microsoft Teams Kini Makin Mudah dengan Excel Live Sistem autentikasi cadangan untuk autentikasi infrastruktur workload identity Photo Credit: Microsoft Blog Untuk autentikasi workload identity yang tidak bergantung pada identitas terkelola, Microsoft memanfaatkan sistem autentikasi cadangan untuk menambah ketahanan toleransi kesalahan. Sebelumnya, Microsoft telah memperkenalkan pendekatan autentikasi pengguna yang beroperasi di cloud Microsoft, namun ada pada sistem dan jalur jaringan yang terpisah dengan sistem utama Microsoft Entra ID. Artinya, layanan ini bisa terus beroperasi saat terjadi masalah layanan, jaringan, atau kapasitas. Pendekatan ini sekrang diterapkan pada workload identity. Baca juga: Mengenal Fitur Terjemahan di Microsoft Teams untuk Perangkat Seluler Manfaat dari endpoint yang terisolasi secara regional dan juga sistem autentikasi cadangan telah terintegrasi dalam platform Microsoft Entra ID. Untuk lebih mengoptimalkan fungsinya dalam mendukung ketahanan serta keamanan sistem Anda, gunakan layanan Microsoft Authentication Library (MSAL) yang akan memaksimalkan pemanfaatan identitas terkelola. Lindungi perusahaan Anda dengan solusi cloud identity dan manajemen akses yang menghubungkan karyawan, pelanggan, dan partner ke aplikasi, perangkat, serta data mereka dengan Microsoft Entra ID. Optimalkan kapabilitasnya dengan berlangganan Microsoft Azure yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Klik di sini untuk free trial!

Info

Peleburan Tool Appointment Slots dan Appointment Schedules di Google Calendar, Apa yang Berubah?

Sebelumnya, Google Calendar memiliki dua tools khusus untuk mengelola janji, yaitu appointment slots dan appointment schedules. Beberapa tahun belakangan, appointment schedule berkembang menjadi tool yang lebih canggih, menawarkan pengalaman kelola janji yang lebih mulus dengan dukungan berbagai fitur andal. Untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih ringkas, per 18 Juli 2024, fitur appointment slots akan dilebur ke appointment schedule. Lalu, apa perbedaannya? Peleburan tool appointment slots dan appointment schedules Per 18 Juli 2024 nanti, fungsi appointment slots di Google Calendar akan digantikan dengan tool appointment schedules. Seluruh data yang tercatat di appointment slots akan tetap tersimpan dan aktif hingga 18 Juli 2024 nanti. Meski demikian, disarankan untuk membuat jadwal janji temu baru menggunakan tool appointment schedules mulai saat ini. Sebab, per 18 Juli 2024, halaman booking appointment schedules akan dihapus dan seluruh janji temu hanya dapat dibuat dan disimpan melalui appointment schedules. Baca juga: Kini Lebih Mudah Atur Jadwal dengan Fitur Baru Google Calendar Beberapa perubahan Photo Credit: Freepik Menyesuaikan transisi, pelanggan Google Workspace Business Starter kini akan memiliki akses ke tool appointment schedule. Itu artinya, tiap pengguna dapat membuat satu halaman booking sendiri. Sementara itu, kapabilitas untuk membuat beberapa jadwal sekaligus, dan beberapa fitur premium tambahan tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Individual, Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, serta Google One Premium.  Mulai menggunakan tool Google mengirimkan pemberitahuan kepada administrator domain yang penggunanya menggunakan appointment slots selama 30 hari terakhir. Apabila Anda sebagai administrator tidak menerima pemberitahuan apa pun hingga 29 April 2024, itu artinya tidak ada pengguna dalam domain yang menggunakan appointment slots. Tinjau kembali penggunaan appointment slots di domain Anda agar transisi penggguna ke appointment schedules lebih mulus. Penting untuk diingat, appointment slots yang sudah dibuat tidak akan dimigrasikan secara otomatis, sehingga pengguna perlu membuat ulang jadwal dengan appointment schedules. Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Ketersediaan  Photo Credit: Freepik Transisi ini akan dimulai tanggal 18 Juli 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara keseluruhan). Tool appointment schedules tersedia untuk Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Google Workspace Individual, dan Google One Premium.  Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Peleburan dua tools Google Calendar ini diharapkan akan menyederhanakan alur kerja Anda. Tool appointment schedule yang telah ditingkatkan telah tersedia untuk Workspace for Business dan Education. Keduanya bisa Anda dapatken melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan Workspace. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas

Looker Studio merupakan sebuah platform yang mendukung analisis layanan mandiri untuk data ad hoc. Dalam update terbarunya, platform ini menghadirkan opsi tambahan yang membantu pengguna untuk mengeksplorasi data dan mengambil keputusan bisnis. Berikut ulasan lengkapnya! Memperkenalkan tautan personal report Photo Credit: Google Cloud Looker Studio memiliki dashboard bersama yang berisi metrik dan KPI utama. Fitur ini biasanya menjadi titik awal untuk mengeksplorasi data lebih dari sekadar analisis yang dikurasi untuk mendapatkan insight lebih luas. Fitur personal report akan membantu Anda melakukan aktivitas tersebut, menghadirkan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri tanpa mengubah laporan asli yang telah dikurasi. Update laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Analisis dan insight hanya akan berguna jika laporan Anda selalu diperbarui. Pengguna Looker Studio kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis dengan kecepatan yang telah ditentukan sebelumnya. Baca juga: Google Cloud Technical Guides for Startups: Panduan Lengkap Cloud untuk Perusahaan Startup Pemfilteran data yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Pemfilteran yang cepat memungkinkan Anda membagi data dan mengungkap pola tersembunyi dalam laporan. Fitur ini dilengkapi dengan filter bar yang akan memberi gambaran lengkap apakah filter yang sedang diterapkan berasal dari pemfilteran cross-chart atau pemfilteran cepat. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Memeriksa underlying data Photo Credit: Google Cloud Saat analis data mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, underlying data yang mendasarinya harus sesuai dengan konteks serta sesuai dengan data dan struktur yang tersedia sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Dukungan Generative AI Dengan hadirnya beberapa fitur baru ini, pengguna Looker Studio kini bisa dengan mudah mengetahui bahwa data yang mereka bagikan merupakan data terbaru, kemudian memeriksanya secara detail, membuat filter dengan cepat, hingga membagikan tautan laporan pribadi. Anda dapat mengakses Looker Studio secara gratis cukup dengan berlangganan Google Cloud. Belum menemukan partner yang tepat untuk penerapan solusi komputasi awan ini? Tak perlu khawatir karena EIKON Technology hadir untuk Anda. Sebagai partner resmi Google Cloud Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi, dengan proses yang menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Sortir Shared Files di Space Google Chat Kini Jadi Lebih Mudah, Begini Caranya

Pada update terbarunya, Google Chat menyempurnakan tab Files di Spaces untuk meningkatkan pengalaman manajemen file bagi para pengguna. Kini Anda bisa dengan mudah mengakses dan menyortir shared files. Simak uraian lengkapnya berikut ini! Shared files Space Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Google Chat baru saja merilis penyempurnaan untuk fitur Space mereka dengan meningkatkan pengalaman pengelolaan file dan menciptakan lokasi terpusat untuk mengelola seluruh konten yang berhubungan dengan percakapan pengguna. Tab Updated kini akan berubah menjadi Shared. Selain perubahan nama tab tersebut, setelah update Anda juga akan melihat tampilan antarmuka pengguna (user interface) yang diperbarui serta fitur-fitur seperti menu drop-down pengurutan, dukungan untuk shared links dan media files, dan banyak lagi. Update ini termasuk dalam Upaya berkelanjutan Google untuk menjadikan Chat sebagai pusat kolaborasi kerja dan tim di dalam ekosistem Workspace. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara mengakses dan mengelola file dalam Space Anda dapat melihat daftar file, link, dan media yang dibagikan di suatu Space dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di Chat, pilih Space. Di bagian atas, klik tab Shared. Di tab Shared, akan tersedia opsi untuk mengurutkan file berdasarkan kategori atau tanggal. Mulai menggunakan fitur Kapabilitas baru dari Space ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Untuk menggunakannya, end user cukup mengeklik tab Shared yang ada di bagian atas halaman Space. Setelah mengeklik tab tersebut, sistem akan menampilkan tiga pilihan: Files, Links, dan Media. Pilih jenis konten yang ingin Anda akses. Baca juga: Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah? Ketersediaan fitur Photo Credit: Freepik Update kapabilitas Space Google Chat ini dirilis dalam format extended rollout untuk domain rilis cepat. Perilisan dimulai tanggal 27 Maret 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kapabilitas juga dirilis dalam domain rilis terjadwal mulai tanggal 25 April 2024 dan berlaku perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Tab Shared Space Google Chat tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, pelanggan Google Workspace Individual, dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mengelola Konten yang Dilaporkan di Google Chat dari Konsol Admin Update kapabilitas Space ini akan memudahkan Anda untuk mengakses dan mengelola file yang pernah dibagikan di Google Chat melalui Space. Cukup dengan mengeklik tab Shared yang ada di bagian atas halaman Space, maka seluruh file pun akan ditampilkan. Sederhanakan alur kerja Anda dengan Google Workspace yang menyediakan rangkaian tools dan aplikasi terintegrasi. Mulai dari sekarang bersama EIKON Technology. Kami menyediakan solusi Google Workspace resmi dan bergaransi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya?

Log audit Google Workspace di BigQuery memungkinkan administrator mengetahui aktivitas data mereka (misalnya, saat data dibagikan atau diunduh oleh user), kapan aktivitas tersebut terjadi, dan siapa saja di dalam domain yang melakukan aktivitas tersebut. Kabar baik bagi administrator BigQuery, kini seluruh aktivitas tersebut telah dilengkapi dengan label metadata Google Drive. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini! Log audit Workspace di BigQuery Adanya log audit Workspace di BigQuery membantu administrator mendapatkan visibilitas yang lebih baik terkait data mereka—utamanya yang berhubungan dengan Google Workspace. Ini juga mencakup visibilitas terhadap seluruh aktivitas di Google Drive, mulai dari konten yang dibuat oleh user di Docs, Sheets, Slides, hingga konten yang diunggah oleh user ke Drive (seperti file PDF dan Microsoft Word). Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Label metadata Drive di BigQuery Dalam update terbaru BigQuery pada bulan Maret 2024, seluruh log audit Workspace akan dilengkapi dengan label metadata Drive. Dengan label Drive ini, administrator dapat menerapkan metadata deskriptif, seperti sensitivitas file ke item Google Drive yang ada di BigQuery. Selain itu, dengan pengayaan label metadata pada log events, administrator kini dapat memfokuskan analisis mereka pada aktivitas yang terjadi di file terpenting mereka dengan memfilter kondisi label. Baca juga: Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Label metadata Drive ini akan muncul dengan sendirinya setelah update diluncurkan. Namun pastikan Anda sudah mengatur konfigurasi ekspor BigQuery dengan langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin dengan akun super administrator. Di konsol Admin, buka Menu > Reporting > Data integrations. Pilih BigQuery Export dan klik Edit. Untuk mengaktifkan log BigQuery, beri tanda centang pada “Enable Google Workspace data export” di kotak Google BigQuery. Di bawah ID project BigQuery, pilih lokasi yang Anda inginkan untuk menyimpan logs. Pilih lokasi dengan akses edit. Di bawah dataset baru yang ada dalam project, masukkan nama dataset yang Anda gunakan untuk menyimpan logs. Klik Save. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur ini telah tersedia di BigQuery. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace edisi Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard dan Enterprise Plus, serta Education Standard dan Education Plus. Baca juga: 5 Cara Mengatur Biaya BigQuery Anda Peningkatan kapabilitas log audit BigQuery ini telah tersedia untuk Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Info

Kiat agar Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan Tidak Hanya Sekadar Menjadi Model

Seiring dengan meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, perusahaan mulai mempertimbangkannya sebagai solusi atas tantangan bisnis mereka. Dengan penerapan yang tepat, AI memang bisa menjadi solusi. Namun, penerapan AI memerlukan lebih dari sekadar model. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana penerapan kecerdasan buatan yang tepat, mulai dari ide, identifikasi kasus penggunaan, hingga pembuatan prototipe model AI yang sukses. Memulai dengan tepat Photo Credit: Google Cloud Blog Secara ringkas, berikut komponen utama dalam merancang produk berbasis AI end-to-end: Tentukan strategi yang berfokus pada pengguna. Pahami kebutuhan pengguna agar dapat merancang produk yang tepat untuk mereka. Rencanakan design sprint yang fokus pada Customer User Journey, user experience (UX), dan desain. Definisikan kasus penggunaan yang dapat dipecahkan dengan AI dari design sprint tersebut. Rancang prototipe software yang menunjukkan representasi visual user interface (UI). Rancang kembali prototipe model AI yang disesuaikan dengan kasus penggunaan, tunjukkan dengan rinci proses model menyelesaikan kasus tersebut. Integrasikan prototipe model AI dengan kasus penggunaan dan desain UX sebagai solusi berbasis AI. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat Ddan Platform Perpesanan Lain Lalu, tim seperti apa yang dibutuhkan? Photo Credit: Google Cloud Blog Secara garis besar, tim yang ideal untuk merancang solusi berbasis kecerdasan buatan terdiri dari desainer UX, manajer program, insinyur teknis, dan konsultan AI. Komposisi ini akan memudahkan Anda dalam proses pengembangan dan memberi keuntungan berupa: Keahlian bisnis: Hadirnya manajer program akan menawarkan panduan operasional dan keuangan yang strategis. Mereka juga dapat membantu memastikan kebutuhan bisnis terpenuhi. Baca juga: Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-Commerce UX yang ditingkatkan: Desainer UX ahli dalam memahami kebutuhan dan perilaku pengguna, memastikan bahwa aplikasi tersebut intuitif, ramah pengguna, dan mudah digunakan. Manajemen proyek yang efektif: Manajer program dapat membantu Anda menyiapkan struktur dan menjadi pengawas selama proses pengembangan agar tetap mengikuti jadwal serta bujet. Keahlian teknis: Insinyur memiliki keterampilan dan pengetahuan teknis untuk menerjemahkan konsep desain ke dalam program atau aplikasi yang fungsional. Baca juga: Membandingkan ManageEngine Dan Kaseya Sebagai Platform Mobile Device Management, Mana yang Lebih Baik? Membangun aplikasi solusi bisnis berbasis kecerdasan buatan atau AI adalah suatu proses yang kompleks, namun hasilnya sangat bermanfaat bagi bisnis. Google dapat membantu Anda memulai merancang strategi pengembangan aplikasi dan tren terkini terkait AI. Dengan mengikuti kiat yang sudah disebutkan dalam artikel ini, Anda dapat meningkatkan Jangan lupa juga untuk menggunakan solusi komputasi awan Google Cloud untuk memudahkan seluruh proses perancangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, hubungi kami di sini

Info

Firestore Multiple Database Kini Tersedia untuk Umum, Bagaimana Cara Menggunakannya?

Google Cloud baru saja mengumumkan ketersediaan publik Firestore Multiple Databases, yang memungkinkan Anda mengelola beberapa database Firestore dalam satu proyek. Apa kegunaannya? Mari simak ulasannya berikut ini. Tentang Firestore Multiple Database Firestore Multiple Databases memungkinkan Anda mengelola beberapa database Firestore dalam satu proyek Google Cloud. Ini akan meningkatkan pemisahan data, keamanan, pengelolaan sumber daya, dan pelacakan biaya. Terlebih, kini beberapa database telah didukung sepenuhnya di Google Cloud, Terraform, dan seluruh SDK Firestore. Tiap database Firestore beroperasi dengan isolasi independen, memastikan pemisahan data dan performa yang kuat. Misalnya, hotspotting beban traffic pada satu database tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja database lain dalam proyek tersebut. Mulai membuat database Firestore Berikut cara membuat database Firestore baru: Masuk ke Firestore service. Klik tombol “CREATE DATABASE”. Pilih id database, yang berfungsi sebagai pengidentifikasi database Anda. Pilih pengaturan konfigurasi database yang diinginkan (Database Mode, Location, konfigurasi Security Rules). Baca juga: Cara Memantau Cloud SQL dengan Audit Database SQL Server Konfigurasi keamanan Photo Credit: Google Cloud Blog Firestore memungkinkan pengguna menerapkan konfigurasi keamanan terperinci pada database individual melalui IAM. Jadi, Anda dapat menerapkan kebijakan keamanan yang berbeda ke database yang berbeda, sehingga pengontrolan akan lebih terperinci. Misalnya, Anda dapat memberi akses ke database A kepada grup pengguna tertentu saja. Untuk menetapkan aturan pada database tertentu, dalam conditions editor tool, lakukan langkah-langkah berikut: Pilih “firestore.googleapis.com” sebagai resource.type Tentukan nama database resource sebagai resource.name, dengan mengikuti format “projects/<project-id>/databases/<database-id>”. Cara melihat penggunaan database Photo Credit: Google Cloud Blog Firestore menawarkan data penggunaan dan penagihan yang terperinci, per database. Untuk mengaksesnya, Anda bisa menggunakan BigQuery. Sebagai contoh, kueri  di atas menunjukkan cara mengambil data penggunaan pada 18 Oktober 2023, yang dikelompokkan berdasarkan ID database Firestore individual. Baca juga: Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud Menghapus database Jika sudah tidak membutuhkan database Firestore, Anda dapat dengan mudah menghapusnya langsung dari konsol dengan mengikuti petunjuk berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Jika Anda baru menggunakan Firestore, sebaiknya mulai dengan database baru dengan nama `(default)`. Database tersebut akan mendapat dukungan gratis, sehingga Anda dapat menjelajahi fungsionalitas Firestore tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu, dukungan runtime App Engine lama pun terbatas pada default database. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Selalu aktifkan perlindungan penghapusan untuk database penting. Perlindungan ini mencegah penghapusan yang tidak disengaja dan membantu memastikan integritas data. Pilih nama dan lokasi sumber daya database dengan hati-hati selama pembuatan, karena keduanya tidak dapat diubah setelah pembuatan. Namun, Anda dapat menghapus database yang ada dan membuat database baru dengan nama sumber daya yang sama, namun di lokasi berbeda. Ini memungkinkan Anda menyesuaikan lokasi tetapi tetap mempertahankan nama sumber daya asli. Nikmati sekarang juga kemudahan mengelola beberapa database sekaligus dengan Firestore Multiple Database yang kini telah tersedia untuk publik. Dapatkan dengan berlangganan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi bergaransi untuk Anda. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud

Large language model (LLM) dilatih dengan kumpulan besar data dari berbagai topik sehingga sangat berguna dalam banyak hal. Sayangnya LLM membutuhkan data pelatihan yang besar. Salah satu pendekatan populer untuk mengatasi problem tersebut adalah dengan “menurunkan” LLM menggunakan teknik Retrieval Augmented Generation. Teknik ini akan membuka peluang baru bagi perusahaan untuk membangun aplikasi gen AI yang dapat memanfaatkan data baru. Ulasan kali ini akan membahas tentang membangun gen AI perusahaan dengan LLM dari database Google Cloud. Mengenal teknik RAG Salah satu contoh umum pemanfaatan teknik RAG adalah untuk chatbot layanan pelanggan. Dengan RAG, Anda dapat menciptakan bot yang dapat menjawab berbagai pertanyaan, mulai dari ketersediaan barang hingga kebijakan pengembalian. RAG terdiri dari satu langkah persiapan dan empat tahap penerapan. Contoh RAG yang disederhanakan ini mengalir melalui proses bagaimana aplikasi dapat memberikan jawaban mendasar dengan memanfaatkan fitur pencarian kesamaan dari database yang mendukung pengindeksan vektor. Photo Credit: Google Cloud Blog Persiapan: Data internal disimpan dalam database melalui model penyematan. Penerapan: Aplikasi Gen AI menggunakan model penyematan untuk mengonversi pertanyaan dari natural language (contoh: “Apakah Anda memiliki produk X dengan fitur A, B, C?”) menjadi vektor. Model penyematan digunakan untuk mengubah pertanyaan menjadi vektor dan melakukan pencarian semantik pada database. Database mengembalikan data yang akan digunakan sebagai bagian dari prompt untuk LLM. LLM menyusun jawaban yang akurat berdasarkan data. LLM dan database bekerja sama untuk memberikan hasil real-time. Pada pengaturan awal, Anda perlu menyimpan data internal seperti deskripsi produk melalui model penyematan ke dalam database operasional sebagai vektor. Database vektor Photo Credit: Freepik Komponen kunci dari pendekatan RAG adalah penerapan penyematan vektor. Google Cloud menyediakan beberapa opsi untuk menyimpannya. Vertex AI Vector Speech adalah alat yan dibuat khusus untuk menyimpan dan mengambil vektor pada volume tinggi, namun berlatensi rendah. Apabila Anda sudah familier dengan PostgreSQL, ekstensi pgvector menyediakan cara mudah untuk menambahkan kueri vektor ke database untuk mendukung aplikasi gen AI. Cloud SQL dan AlloyDB mendukung pgvector, dengan AlloyDB AI mendukung ukuran vektor hingga 4x lebih besar dan performa hingga 10x lebih cepat dibanding PostgreSQL standar saat menggunakan mode indeks IVFFlat. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi Membangun aplikasi Gen AI untuk perusahaan mungkin tampak sulit di awal, tapi dengan memanfaatkan open-source tools seperti LangChain dan memanfaatkan resources Google Cloud, Anda bisa memulai dengan mudah. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pgvector di Cloud SQL dan AlloyDB, Google Cloud telah menyediakan dokumentasinya di sini. Bangun aplikasi Gen AI untuk perusahaan Anda sekarang juga dengan berbagai resources yang disediakan oleh Google Cloud. Untuk bisa memanfaatkan resources lengkap Cloud dalam pengembangan Gen AI, Anda bisa langsung memilih paket berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

7 Transformasi Komunikasi di Tempat Kerja Tahun 2024

Tahun 2024 ini, dinamika komunikasi di tempat kerja diprediksi akan mengalami perubahan revolusioner yang didorong oleh kemajuan teknologi, perubahan struktur kerja, dan penekanan pada hubungan antar manusia. Berikut beberapa poin yang perlu Anda perhatikan. Kesejahteraan pegawai Kesejahteraan pegawai kini menjadi salah satu pertimbangan penting para talenta unggul. Maka tak heran jika kini perusahaan memprioritaskan kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja. Di sisi SDM, para pimpinan juga perlu mengondisikan sisi empati mereka agar dapat memimpin tim (baik yang bekerja di kantor maupun remote) dengan sukses. Inklusivitas Photo Credit: Freepik Pada tahun 2024, kebutuhan untuk menjadi inklusif (baik yang berhubungan dengan gender, ras, maupun bahasa), menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Perusahaan dengan kebijakan yang menjaga dan melindungi hak-hak berbagai kelompok akan lebih mudah mendapatkan respons positif di mata konsumen maupun masyarakat secara luas. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Komunikasi analitis Perangkat komunikasi internal dan penggunaannya harus dianalisis secara rinci. Anda dapat memanfaatkan analytic tools untuk mengumpulkan insights seputar perangkat komunikasi internal dan penggunaannya, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi komunikasi berbasis data. Peningkatan visual Pada tahun 2024 akan semakin banyak tempat kerja hybrid. Virtual meeting pun akan semakin sering diterapkan. Maka kemudian tidak mengherankan jika alat komunikasi berkembang pesat. Perangkat virtual meeting dengan resolusi layar tinggi yang dapat menerima dan mengirim pesan video pun akan makin banyak dicari. Teknologi AI Photo Credit: Freepik Artificial intelligence (AI) kini menjadi terobosan canggih bagi komunikasi di tempat kerja. Bot dan asisten virtual yang didukung AI akan menyederhanakan tugas sehari-hari, memungkinkan para pegawai fokus pada aspek pekerjaan yang lebih penting. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Keamanan dan privasi Ketika informasi sensitif mengalir dalam bentuk percakapan, perusahaan harus menjaga keamanan data. Tidak hanya untuk menjaga kerahasiaan data perusahaan, tapi juga untuk mendapatkan dan menjaga kepercayaan pegawai. Pemacu produktivitas Untuk memastikan bahwa pengguna tidak perlu berpindah antar aplikasi agar tetap produktif, perangkat komunikasi disiapkan untuk menjadi alat pemacu produktivitas. Perangkat yang tidak sekadar memiliki fitur dasar untuk mengobrol dan menelepon akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih baik. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda Ketika teknologi merangkul sentuhan manusia seperti sekarang, maka komunikasi di tempat kerja ada pada titik yang dramatis. Perangkat digital akan terus berkembang untuk membantu menghubungkan manusia. Pada tahun 2024, tempat kerja sudah sewajarnya menyeimbangkan inovasi teknologi dan empati manusia. Hal ini memang disertai beberapa tantangan, namun peluang pertumbuhan, produktivitas, dan konektivitas di tempat kerja pun turut menyertainya. Sambut transformasi komunikasi tempat kerja dengan dukungan Zoho Workplace Indonesia, rangkaian terintegrasi yang akan memudahkan komunikasi internal perusahaan secara aman. Kini tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top