EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud

10 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Transformasi Digital Berbasis Cloud

Percepatan transformasi digital berbasis cloud memang membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan, tapi di waktu yang bersamaan juga berpotensi memunculkan tantangan. Agar bisa memiliki performa yang optimal, tetap relevan dengan pasar, dan mampu meningkatkan kualitas, perusahaan harus memprioritaskan proses adopsi cloud yang aman, terjamin, dan tentunya mendukung lingkungan teknologi baru tersebut. Pengaturan pra-adopsi cloud Adopsi cloud dalam skala besar oleh perusahaan jelas memerlukan pengaturan sejumlah aktivitas yang signifikan, termasuk di dalamnya adalah: Memikirkan kembali hasil yang didapatkan dari pemanfaatan teknologi baru serta mengatur agar hasil tersebut bisa benar-benar diterapkan dengan mengubah cara merancang, menyampaikan, dan mengelola software di seluruh bagian perusahaan. Melakukan refactoring proses keamanan, kontrol, dan tata kelola risiko guna memastikan bahwa perusahaan tetap berada dalam profil risiko yang sesuai kapasitas serta tetap mematuhi peraturan selama dan setelah transformasi. Menerapkan model organisasi dan operasi baru untuk memberdayakan peningkatan keterampilan dan kemampuan yang lebih mendalam serta mendorong penerapan budaya yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Peran aktif seluruh elemen perusahaan Photo Credit: Piqsels Dari poin-poin di atas bisa disimpulkan bahwa setiap elemen perusahaan memiliki peran signifikan dalam proses transformasi digital berbasis cloud. Peranan kunci tentu tetap dipegang oleh jajaran direksi perusahaan yang bertugas mengawasi dan mendukung manajemen perusahaan dalam proses transformasi. 10 hal yang harus dipertimbangkan sebelum transformasi digital berbasis cloud Dalam melakukan transformasi digital berbasis cloud, ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan agar perubahan tersebut memberikan hasil yang diinginkan. Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya Anda jadikan pertimbangan saat akan melakukan  tranformasi digital berbasis cloud: Pengaturan pemanfaatan teknologi cloud Sebelum melakukan transformasi berbasis cloud, Anda harus tahu bagaimana penggunaan teknologi cloud diatur dalam perusahaan. Jangan lupa juga untuk memastikan adanya akuntabilitas yang jelas sehingga terdapat kejelasan Tingkat kesesuaian cloud Anda juga harus tahu sejauh mana tingkat kesesuaian teknologi cloud yang diterapkan dengan strategi bisnis perusahaan. Pastikan juga untuk menentukan pendekatan cloud yang sesuai agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Pendekatan teknis Sebelum mengadopsi teknologi cloud dalam transformasi digital perusahaan Anda, pastikan sudah ada pendekatan teknis dan arsitektur yang jelas untuk penggunaan cloud. Tujuannya adalah agar infrastruktur dan aplikasi yang Anda gunakan terpelihara dengan baik dan tetap dalam keadaan aman. Penilaian keterampilan SDM pun harus benar-benar diperhatikan sebelum mengadopsi teknologi cloud untuk transformasi digital. Ada baiknya Anda melakukan penilaian keterampilan untuk menentukan apa yang sebenarnya diperlukan perusahaan ke depannya. Photo Credit: Piqsels Model operasi Penting halnya untuk memastikan bahwa model operasi yang diterapkan perusahaan benar-benar sesuai dengan teknologi cloud. Framework risiko dan pengendalian Ketahui seperti apa profil risiko perusahaan dan potensi perubahannya di masa mendatang. Anda juga harus bisa memastikan perusahaan tetap berada pada profil risiko yang aman. Fungsi risiko dan audit Mengetahui bagaimana fungsi risiko dan audit independen menyesuaikan pendekatan mereka terkait adopsi cloud oleh perusahaan. Regulator dan otoritas lain Melibatkan regulator dan otoritas lain dalam proses adopsi teknologi cloud agar mereka bisa mengikuti perkembangan strategi organisasi dan rencana migrasi proses bisnis. Prioritas sumber daya Anda harus tahu sumber daya mana saja yang harus diprioritaskan sehingga proses adopsi cloud memungkinkan. Prioritas tersebut juga harus bisa mempertahankan fokus yang memadai dalam mengelola teknologi yang sudah ada lebih dulu. Photo Credit: Piqsels Penyedia cloud Pastikan bahwa teknologi cloud yang Anda adopsi ke perusahaan merupakan serangkaian praktek terbaik dari pihak penyedia cloud. Ada baiknya juga untuk memilih penyedia cloud yang terus meningkatkan dan memperbaiki teknologinya dari pengalaman pelanggan. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Adopsi teknologi cloud dalam transformasi digital jelas bukanlah suatu proses singkat yang langsung terlihat hasilnya. Bahkan saat nanti teknologi tersebut sudah benar-benar tertanam dalam perusahaan Anda, masih terdapat potensi perubahan. Ini karena sifat teknologi cloud yang sangat dinamis. Semoga tips mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan transformasi digital ini bisa membantu Anda. Jika memang tertarik untuk mulai mengadopsi teknologi cloud, layanan Google Cloud bisa jadi permulaan yang baik. Anda bisa mendapatkan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini!

Google Cloud

Merancang Technical Training yang Lebih Mudah Diakses dengan Google Cloud

Akhir-akhir ini, perkembangan teknologi begitu di dinamis, termasuk dalam hal komputasi awan atau cloud. Para insinyur cloud terus-menerus dihadapkan pada rentetan layanan, produk, dan inovasi teknologi pendukung cloud baru. Hingga penghujung tahun 2021 lalu, Google Cloud sendiri telah merilis ribuan fitur baru dalam ratusan layanan yang mereka miliki. Kombinasi antara teknologi Google dengan rilisan penyedia lainnya akan sangat membantu Anda menyelesaikan tugas berat sekalipun. Meski begitu, tentunya hal tersebut bisa membuat navigasi antar cloud menjadi sangat rumit. Akan sulit bagi insinyur cloud untuk bisa menavigasi, menggunakan cloud, dan  di waktu yang bersamaan, mengikuti dinamika perkembangan lanskap teknologi. Sering kali hal ini menimbulkan kecemasan tersendiri bagi para insinyur cloud. Ada banyak sekali opsi training yang tersedia untuk mengejar ketertinggalan, tapi waktu dan dana yang tersedia sangatlah terbatas. Google Cloud mengadakan kembali technical training untuk para insinyur cloud. Kali ini, training disusun agar lebih informatif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelanggan dan partner Google dari sektor publik. Dengan begitu, Anda bisa mengakses pelatihan dengan mudah dan tentunya tetap sesuai kebutuhan. Materi yang menarik dan sesuai kebutuhan Sekarang ini, memang ada banyak sekali pilihan training umum. Sayangnya, kebanyakan opsi yang ditawarkan masih kurang sesuai dengan teknologi sektor publik. Google Cloud menyusun kurikulum training baru yang memang difokuskan pada teknologi sektor publik. Kurikulum training terbaru dari Google Cloud disusun berdasarkan kasus-kasung penggunaan teknologi sektor publik. Menariknya lagi, materi disampaikan oleh teknisi yang memang memiliki keahlian dalam hal manajemen pelanggan. Meski padat, durasi pelatihan telah disesuaikan dengan kebutuhan para insinyur cloud sehingga bisa diselesaikan dalam waktu yang kurang dari dua jam. Artinya, peserta training bisa langsung menerapkan hasil pembelajaran pada kasus nyata yang sedang mereka hadapi. Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud Untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Mudah ditemukan, mudah diikuti Photo Credit: Piqsels Peluang untuk bisa mengikuti training harus selalu terbuka bagi para insinyur cloud, Jika tidak, mereka akan sulit mengikuti dinamika perkembangan teknologi cloud yang sangat cepat berubah. Platform pelatihan dari Google Cloud memastikan bahwa Anda hanya perlu mendaftar satu kali untuk bisa mengakses seluruh materi yang tersedia. Selain itu, sistem juga secara otomatis akan memberitahu Anda mengenai sesi yang akan datang. Jadi, Anda bisa melakukan persiapan dan mengatur jadwal sesuai kebutuhan. Jika memang belum bisa mengikuti satu sesi training, sistem akan memberikan penawaran berulang hingga Anda bisa menemukan jadwal yang cocok. Menarik dan menyenangkan Kebanyakan sesi training diisi oleh wajah-wajah yang lelah dan tidak bersemangat. Jelas para insinyur cloud memiliki kesibukan tinggi sehingga sulit fokus pada materi yang disampaikan, Namun terkadang sering ditemukan juga, penyampaian materi yang begitu kaku dan kurang “mengundang” partisipasi aktif peserta. Technical training dari Google Cloud dirancang sesuai dengan budaya kerja Google yang interaktif. Setiap materi yang tersedia telah dirancang sedemikian rupa sehingga memunculkan pertukaran interaktif antara peserta dan pemateri. Dengan begitu, peserta pun merasa ikut dilibatkan dan bisa mendapatkan inspirasi baru. Merupakan bagian dari komunitas yang lebih besar Photo Credit: Piqsels Belajar bersama atau dari komunitas partner yang sebaya, entah itu dari segi usia maupun pengalaman, merupakan salah satu cara yang efisien untuk mengatasi tantangan dan kompleksitas penerapan teknologi baru. Platform technical training dari Google Cloud telah terhubung dengan komunitas Public Sector Connect yang memungkinkan Anda untuk terkoneksi dengan para insinyur cloud lain dari berbagai belahan dunia. Komunitas ini juga menyediakan beberapa fasilitas seperti “Coffee Hours” setiap minggu dan sesi kerja kolaborasi. Melalui fasilitas tersebut, Anda bisa belajar dari para ahli yang membagikan perjalanan dan pengalaman mereka menghadapi inovasi cloud. Jadi, saat menemukan masalah suatu masalah, Anda bisa langsung menanyakan pada insinyur lain yang sudah lebih dulu menghadapinya. Baca juga: Memperkenalkan Rangkaian Operasi Google Cloud Platform technical training dari Google Cloud dirancang untuk mudah diakses oleh siapa saja dan di mana saja, Selain itu, pelatihan ini juga didesain untuk dapat diikuti tanpa harus memakan waktu lama. Pelatihan tersebut bisa Anda dapatkan dengan mengakses platform technical training untuk sektor publik dari Google Cloud. Hasil pelatihan akan lebih maksimal jika langsung menerapkannya pada akun Google Cloud milik Anda. Belum menerapkan layanan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda? EIKON Technology menyediakan solusi terbaik Anda. EIKON Technology sendiri merupakan partner resmi untuk distribusi produk-produk Google di Indonesia. Jadi, keaslian produk yang Anda dapatkan melalui EIKON Technology selalu terjamin. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Info

5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya

Saat ini, multicloud telah menjadi kebutuhan banyak perusahaan, baik yang berskala besar maupun sedang. Hal ini tidak mengherankan jika melihat perkembangan dunia TI yang semakin kompleks dari hari ke hari. Semakin kompleks sistem yang ada maka satu layanan cloud saja rasanya tidak akan cukup. Jelas Anda bisa memilih untuk menjadi ahli salah satu cloud saja. Meski begitu, memiliki kefasihan terhadap beberapa jenis cloud sekaligus terbukti bisa membuka peluang yang lebih luas. Setidaknya, dua dari tiga raksasa penyedia cloud (Google Cloud, Amazon Web Service, dan Microsoft Azure) membuka beberapa pilihan karier yang dioptimalkan untuk perkembangan cloud di masa depan. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cara untuk mulai mempelajari ekosistem multicloud. Seperti apa tipsnya? Mari simak penjelasannya berikut ini. Tips mempelajari ekosistem multicloud Dari bagian pembuka kita bisa tahu bahwa kedekatan dengan beberapa cloud sekaligus dapat membuka peluang karier yang lebih luas. Namun, mempelajari satu jenis cloud saja terkadang sudah terasa berat. Lalu bagaimana cara memetakan karier multicloud tanpa merasa “lelah” mempelajari satu jenis cloud yang belum Anda kenal sebelumnya? Pahami konsep inti dengan baik Seperti yang Anda ketahui, setiap cloud berbeda. Meski begitu, jika diperhatikan, semua cloud yang ada sebenarnya memiliki pendekatan dasar yang sama seperti dari segi jaringan virtual, ketersediaan, tinggi, hingga IAM. Hal inilah yang perlu menjadi dasar pemikiran Anda saat mulai mempelajari ekosistem multicloud. Akan lebih baik jika Anda langsung belajar pada ahlinya. Coba cari tahu tentang arsitek cloud yang telah tersertifikasi. Sebab, dalam hal penerapan multicloud, praktek akan membantu Anda untuk lebih cepat paham daripada sekadar membaca materi. Perkuat pemahaman cloud utama Anda Photo Credit: Piqsels Sebelum terjun dalam ekosistem multicloud, penting bagi seorang insinyur cloud untuk memiliki tingkat kefasihan tinggi pada salah satu penyedia cloud. Ini karena kebanyakan lowongan cloud engineering yang ada saat ini, memerlukan keahlian dengan pemahaman signifikan pada cloud tertentu. Perlu diingat, seorang pakar multicloud sekalipun pasti memiliki satu satu jenis cloud yang lebih dikuasai. Cara terbaik untuk mulai “menyeberang” ke multicloud setelah memperkuat cloud utama Anda adalah bekerja dalam sebuah tim dengan kepakaran cloud yang berbeda-beda.  Pengalaman langsung seperti ini akan memudahkan Anda untuk lebih dekat dengan jenis cloud baru. Serap pengetahuan sebanyak mungkin pada cloud sekunder Agar Anda tidak hanya jalan di tempat, pastikan untuk selalu memacu diri. Sambil memperdalam pemahaman cloud utama, mulai ambil sertifikasi cloud sekunder Anda. Langkah seperti ini akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan melalui pemahaman cloud utama dan “menyadari” keberadaan cloud lain. Jadi, saat nanti muncul peluang untuk membangun cloud sekunder, Anda sudah siap. Baca juga: 5 Tips Penggunaan Multicloud Yang Efektif untuk Dapatkan Lebih Banyak Manfaat Manfaatkan sebaik mungkin layanan cloud-native Inti penggunaan cloud adalah memanfaatkan layanan terbaik dari cloud tersebut. Biasanya, hal tersebut berarti memanfaatkan layanan terkelola asli yang andal. Di sisi lain, ekosistem cloud saat ini sudah semakin matang. Dengan menginvestasikan waktu Anda untuk mempelajari alat lintas cloud tersebut maka akan ada lebih banyak lagi pintu untuk membangun hal-hal menarik dalam cloud. Pelajari lingua franca cloud Photo Credit: Piqsels Jika diibaratkan, penyedia cloud yang berbeda ibarat sebuah perumahan. Dalam sebuah perumahan, ada beberapa bangunan rumah dengan cluster berbeda namun menerapkan konsep arsitektur yang sama. Cloud pada dasarnya sama saja. Ada banyak blok, namun sebenarnya dibangun dengan satu konsep umum. Manusia seringkali belajar dengan memanfaatkan analogi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Begitu pula dengan mempelajari multicloud. Anda akan lebih mudah memahami fitur-fitur Azure jika bisa memahami cara kerja fitur yang serupa pada Google Cloud. Baca juga: Kemudahan Analisis Data Multicloud dengan BigQuery Omni Sedikit tips tambahan, saat mempelajari ekosistem multicloud, usahakan untuk selalu mengikuti pendapat tepercaya yang bisa membantu Anda memfilter hal-hal tak perlu. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Anda dapat membuat agenda rutin untuk mengikuti kelas atau event virtual. Cara efektif lainnya adalah dengan membangun proyek sampingan sebagai praktek untuk mengasah pemahaman Anda. Seperti yang sudah dibahas di atas, mempelajari ekosistem multicloud akan lebih mudah jika Anda memiliki dasar yang kuat pada cloud utama. Jika pilihan cloud utama jatuh pada Google Cloud, sebaiknya Anda mulai berlangganan layanan resminya agar mudah mengakses seluruh layanan dan tools di dalamnya. Dapatkan Google Cloud secara legal dengan sertifikat resmi dari Google melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Cloud IDS untuk Deteksi Ancaman Berbasis Jaringan Sekarang Tersedia Secara Umum

Awal tahun 2021 lalu, Google meluncurkan Cloud IDS. Yakni sebuah platform komputasi awan yang berfokus pada penguatan keamanan jaringan. Salah satunya dengan mendeteksi ancaman sejak dini untuk mencegah kerugian yang lebih besar di kemudian hari. Apa saja kemampuan Cloud IDS dan platform apa saja yang bisa digunakan? Simak ulasannya di tulisan ini sampai akhir. Kemampuan Cloud IDS Photo: Kaspersky Cloud IDS dirancang dengan Palo Alto Network, dimana perusahaan ini menyediakan berbagai fitur dan teknologi terbaik dalam mendeteksi ancaman. Adapun beberapa kemampuan pendeteksian yang dapat dilakukan oleh Cloud IDS dengan baik di antaranya adalah: Layanan yang dapat digunakan sudah tersedia di berbagai regional atau wilayah. Layanan auto-scaling juga tersedia di berbagai regional, dimana hal ini memudahkan dalam merancang jaringan lebih baik. Dapat digunakan bagi para pengguna Google Cloud HIPAA Memiliki sertifikasi ISO27001 Terintegrasi dengan Chronicle, yakni fitur analisa keamanan dari Google yang dapat membantu dalam investigasi ancaman pada jaringan. Platform yang Sudah Terintegrasi Cloud IDS dan Bisa Anda Pilih Keamanan dalam jaringan Cloud IDS cukup penting bagi sebuah organisasi besar maupun perusahaan. Agar lebih baik dalam penerapannya, ada beberapa platform yang bisa dipadukan dengan Cloud IDS ini. Mulai dari Avaya, Lytic, dan Meditech. Berikut ulasan ringkasnya. Avaya Photo: Klob.id Avaya menjadi salah satu pelopor dalam platform komunikasi berbasis cloud dan collaboration solutions. Cloud IDS dapat digunakan untuk Avaya dengan lingkungan Google Cloud dalam mendeteksi ancaman pada jaringan. Keunggulan dari platform Avaya ini adalah mudah untuk disetel dan diterapkan pada jaringan Anda dalam waktu yang singkat. Selain itu, proses pemindaian di Avaya semakin mudah dengan adanya fitur scanner running untuk pengujian penggunaan. Tak hanya itu saja, Avaya juga dapat terhubung dengan Google Cloud IDS UI. Cloud IDS – Lytics Photo: Lytics Platform berikutnya adalah Lytics yang bisa digunakan untuk platform Google Cloud berskala besar. Salah satunya adalah penggunaan untuk jaringan di sebuah perusahaan. Khususnya jaringan untuk penggunaan pada Google SREs. Implementasi dari Lytics dapat memangkas biaya pengeluaran. Kemudian, tidak berdampak pada infrastruktur IT yang ada. Lytics dapat diandalkan untuk mendeteksi ancaman dengan cepat. Dengan begitu, akan mudah untuk memetakan tindakan apa yang harus dilakukan oleh tim IT di sebuah perusahaan guna mencegah ancaman yang akan datang. Meditech Photo: Meditech.com Terakhir, untuk pengamanan jaringan dari ancaman dapat menggunakan Meditech. Terutama di bidang kesehatan yang terintegrasi dengan data rekaman kesehatan pasien atau electronic health record (EHR) di sektor medis. Selain itu, Meditech memberikan kenyamanan dalam perekaman kesehatan secara tepat guna, efisien, dan meningkatkan kepuasan bagi para pasien. Fitur keamanan di Meditech pun menggunakan Cloud IDS dari Palo Alto Networks dan juga Chronicle untuk mencegah ancaman dalam hal perlindungan data pasien tetap berada di tempat yang aman dan tidak disalahgunakan. Memulai Cloud IDS Photo: NETDepot Setelah Anda mengetahui kemampuan Cloud IDS beserta beberapa pilihan yang dapat digunakan, penting pula untuk mengetahui bagaimana cara untuk memulainya. Sebagai langkah awal, Anda bisa memulainya dengan menggunakan konsol GCP. Untuk mendeteksi dan mengidentifikasi permasalahan dan ancaman pada Cloud IDS, Anda bisa menggunakan platform Chronicle. Dimana Anda bisa menyimpan data penting dan menganalisis log ancaman melalui telemetri data dan bisa melakukan investigasi dan tindakan pencegahan terhadap ancaman dengan cepat. Apabila Anda ingin mengaplikasikannya, ada baiknya untuk perhatikan Google Cloud yang digunakan oleh perusahaan maupun organisasi Anda. Maka dari itulah, Anda perlu membeli layanan Google Cloud yang original di vendor terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditawarkan, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda

Bagi sebuah perusahaan yang ingin menggunakan dan mengalihkan data melalui jaringan komputasi awan atau cloud. faktor keamanan dan kecepatan dalam mengakses data menjadi dua hal utama yang perlu diperhatikan. Google Cloud sebagai salah satu platform komputasi awan yang banyak digunakan di perusahaan, memiliki keunggulan tersendiri dalam dua hal tersebut. Terlebih lagi kini terdapat Deployment Google Cloud. Lalu apa saja keunggulan dari fitur tersebut? Dan mengapa sangat penting digunakan pada komputasi awan di perusahaan Anda? Simak ulasannya hingga tuntas di artikel ini. Pentingnya Keamanan Deployment Google Cloud Photo: WHOA.com Mengalihkan beban kerja ke dalam sebuah jaringan cloud menjadi salah satu cara terbaik untuk improvisasi dan memodernisasi infrastruktur keamanan di jaringan komputer. Fondasi keamanan dalam cetak biru Deployment Google Cloud memberikan beberapa manfaat penting bagi perusahaan. Di antaranya adalah sebagai berikut: Membantu meyakinkan dan mengedukasi brand untuk lebih baik dalam penggunaan keamanan Google Cloud. Baik dari segi kemampuan maupun dari segi penerapannya. Deployment Google Cloud mengumpulkan keamanan mendasar pada sumber daya utama. Kemudian, menyediakan opsi referensi dari template yang ditawarkan oleh Google. Platform ini menyediakan pengiriman data secara otomatis, namun tetap memperhatikan aspek keamanan yang utama. Deployment Google Cloud dapat digunakan untuk solusi mengamankan data-data penting yang menjadi fondasi dalam pengoperasian Google Cloud milik perusahaan. Meningkatkan  Kecepatan Deployment Google Cloud Photo: MyData Trust Permasalahan berikutnya selain keamanan, yang menjadi concern utama dari Deployment Google Cloud adalah segi kecepatan akses data. Setting dengan cara manual, terutama dari segi konfigurasi firewall, IAM, logging, hingga backup memiliki faktor-faktor yang cukup kompleks. Tak hanya itu saja, proses manual ini pun cukup lambat. Dengan menggunakan Deployment Google Cloud, permasalahan tersebut perlahan menjadi teratasi. Para pengguna pun bisa melakukan tes terlebih dahulu sebelum mencobanya dan dapat terintegrasi dengan modul dari Terraform. operasional tugas dapat dilakukan secara otomatis. Ini tentu akan menambah kecepatan akses data dan bisa melakukan pengelolaan dan pelacakan data secara mudah.  Melakukan Kustomisasi Google Cloud Photo: PojokKoran.com Manfaat lain ketika Anda menggunakan platform Deployment Google Cloud adalah lebih mudah untuk melakukan kustomisasi data-data penting yang menjadi indikator jaringan komputasi awan di perusahaan. Misalnya saja target audiens, geografi, dan hal-hal unik lainnya yang memberikan pengaruh lebih baik pada perusahaan. Menggunakan Google Cloud menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan data secara mendasar. Selain itu, platform yang disediakan oleh Google Cloud pun lebih mudah untuk dimengerti oleh penggunanya. Dengan begitu, ketika pengguna ingin melakukan kustomisasi dengan berbagai macam indikator, ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Penutup Photo: Career Tool Belt Dari ulasan di atas, kecepatan akses data dan keamanan Deployment Google Cloud menjadi dua hal utama yang menjadi perhatian dalam organisasi maupun perusahaan. Oleh karena itulah ada baiknya Anda untuk memilih produk-produk Google Cloud di tempat terpercaya. Salah satunya adalah di EIKON Technology. Kami menyediakan layanan Google Cloud dengan lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Dapatkan pula layanan after sales dari teknisi kami untuk kenyamanan Anda dalam menggunakan produk-produk Google dari kami. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan, Anda bisa klik di sini. Selamat mencoba dan rasakan sensasi menggunakan Deployment Google Cloud untuk kenyamanan dan kemudahan serta keamanan data perusahaan Anda.

Info

Memperkenalkan Rangkaian Operasi Google Cloud

Saat menjalankan berbagai macam tools dan aplikasi pada Google Cloud, terkadang karena satu dan hal lain dapat menjadi hambatan. Seperti terjadinya kerusakan dan kendala pada sistem sehingga berdampak pada kenyamanan penyimpanan data. Bahkan, Anda terkadang dihadapkan pada banyak tools untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Oleh karena itulah, Operasi Google Cloud Suite hadir dan bisa Anda coba. Mengenal Operasi Suite di Google Cloud Photo: Google Clouds Operasi Google Cloud Suite diciptakan untuk membantu proses monitoring permasalahan layanan yang digunakan dengan berbasis skala. Misalnya untuk penggunaan DevOps, SREs, maupun ITOps pada sebuah tim dengan memaksimalkan penggunaan Google SRE. Platform ini juga menawarkan beberapa kelebihan lain, terutama dalam proses monitoring, logging, hingga observasi permasalahan pada layanan. Seperti proses pelacakan. Adapun hal dasar yang menjadi titik fokusnya adalah menawarkan solusi operasi end-to-end termasuk telemetry, out-of-box dashboard, dan lainnya. Apa Saja yang Termasuk Cloud Operation Photo: YouTube Operasi Google Cloud Suite memiliki beberapa layanan utama. Adapun yang sering digunakan di antaranya adalah cloud logging, cloud monitoring, dan Application Performance Management (APM). Berikut penjelasan secara singkat mengenai ketiganya. Cloud Logging Pertama adalah cloud logging, yakni sebuah layanan dengan skalabilitas tinggi untuk mengagregasi log data dari infrastruktur IT maupun aplikasi yang terhubung dengan Google Cloud ke dalam satu lokasi khusus. Cloud logging akan mengumpulkan data dari Google Cloud secara otomatis maupun source lainnya. Misalnya sebuah aplikasi melalui pihak ketiga dan API. Hal ini akan memberikan kontrol secara penuh untuk menentukan dimana log data akan disimpan, melakukan ekspor data ke Cloud Storage maupun Cloud Pub. Saat ini Cloud Logging memiliki fitur Log Analytics untuk membuat log secara otomatis tetap terhubung dengan BigQuery. Tak hanya itu saja, juga ada fitur Log Explorer yang memiliki kemampuan lebih baik dalam memfilter log dan mengkonversinya menjadi metrik log dasar untuk proses monitoring, analisis, hingga visualisasi bila diperlukan. Cloud Monitoring Berikutnya adalah cloud monitoring. Layanan ini menyediakan beberapa sistem metrik yang dibuat pada layanan Google Cloud. Cloud monitoring juga terintegrasi dengan berbagai layanan yang disediakan oleh pihak ketiga, termasuk di luar layanan Google Cloud Monitoring. Metrik yang mudah dikustomisasi juga bisa diterapkan pada aplikasi dan layanan diluar source dari Google Cloud maupun API. Melalui metrik tersebut, Anda dapat dengan mudah membuat charts dan dashboard, notifikasi dan peringatan, SLO Monitoring, serta cek uptime dengan mudah. Application Performance Management (APM) Layanan Operasi Google Cloud Suite adalah Application Performance Management (APM). Layanan ini merupakan gabungan untuk memonitor maupun untuk mendeteksi masalah yang ada pada Cloud Logging maupun Cloud Monitoring dengan Cloud Trace, Cloud Debugger, dan Cloud Profiler. Tujuannya adalah untuk mereduksi pengeluaran dan latensi. Dengan begitu,penggunaan aplikasi akan lebih optimal. Jadi, kinerjanya adalah Cloud Trace adalah melacak hubungan layanan terhadap tingkat latency. Sementara, Cloud profiler akan melacak fungsi-fungsi berdasarkan Codebase, dan Cloud Debugger akan membantu Anda dalam menemukan akar permasalahan dari segi metode yang digunakan maupun problem pada kode secara spesifik dan sistematis. Bagaimana Cara Kerja Operasi Suite di Google Cloud Photo: Global Cloud Platforms Untuk menggunakan tools dari Google Cloud, Anda bisa langsung melalui cloud console atau bisa juga dengan API untuk mengakses data di IDE. Tools Operasi Google Cloud membantu dalam Reduce Mean Time to Recover (MTTR) dan mengoptimalisasi performa aplikasi yang Anda jalankan. Dilihat dari sudut pandang keamanan, maka bisa dikatakan Operasi Google Cloud ini bisa diandalkan. Hal itu karena data akan diamankan menggunakan sistem enkripsi pada Cloud Logging. Dengan menggunakan log akses transparansi tentu akan memudahkan pengguna untuk mengakses data dengan aman, cepat, dan nyaman. Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Operasi Google Cloud cukup penting bagi organisasi maupun perusahaan di era digital seperti saat ini. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memilih layanan Google Cloud di vendor yang sudah terpercaya seperti EIKON Technology. Keunggulan di kami adalah, kami memiliki lisensi resmi dari Google pusat dan bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditawarkan, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Cloud

Memimpin dengan Google Cloud & Partners untuk Memodernisasi Infrastruktur di Bidang Manufaktur

Industri manufaktur menjadi salah satu bidang yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan bisnis. Khususnya dalam memberikan pemasukan besar terhadap negara. Oleh karena itulah, perusahaan yang bergerak di industri manufaktur harus senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Salah satunya adalah dengan menggunakan platform Google Cloud Manufacture seperti Google Cloud & Partners. Apa saja keunggulan dan manfaat yang bisa didapatkan? Simak ulasannya di bawah ini. Industri Manufaktur Perlu Menggunakan IT yang Mumpuni Photo: Active System Software Inc Platform seperti Google Cloud Manufacture dan Google Workspace memberikan manfaat cukup besar di industri manufaktur. Hal ini menjadi solusi perencanaan organisasi secara otomatis dan bisa meminimalisir kesalahan yang disebabkan oleh human error.  Bekerja dengan menggunakan Google Cloud di perusahaan manufaktur dapat membantu lebih fokus dalam hal operasional sehari-hari. Misalnya saja membuat pekerjaan lebih cepat selesai dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memproduksi lebih baik. Di sisi lain, menjadi salah satu cara yang digunakan dalam memecahkan sebuah permasalahan perusahaan. Meningkatkan Produktivitas Photo: Wipro.com Manfaat yang berikutnya dari penggunaan Google Cloud Manufacture setidaknya membantu dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan platform digital dalam industri manufaktur akan membuat para karyawan untuk mempelajari hal baru. Misalnya saja dalam penggunaan Augury yang mengombinasikan kecerdasan buatan dengan Internet of Things (IoT). Dengan begitu, perusahaan dapat menghemat biaya untuk perawatan mesin dan sumberdaya yang ada. Bahkan hingga 75% pengeluaran biaya perawatan dapat ditekan ketika industri manufaktur menggunakan fitur kecerdasan buatan dan juga Internet of Things (IoT). Semua data yang menyangkut tentang sumber daya manufaktur akan tersimpan di sebuah platform dan bisa digunakan untuk menganalisis menggunakan algoritma khusus. Akses Sumber Daya dan Data Lebih Mudah Photo: Corporate Finance Institute Ketika perusahaan mengerjakan sebuah proyek tertentu, dibutuhkan sumber daya ekstra baik itu sumber daya manusia maupun infrastrukturnya. Untuk memudahkan Anda mengakses sumber daya infrastruktur, salah satunya adalah dengan menggunakan platform SentriLock terutama bagi industri manufaktur yang bergerak di bidang real estate.  Dengan menggunakan SentriLock, Anda akan lebih mudah dalam menentukan proyek menggunakan Google Cloud Projects. Termasuk menggunakan konfigurasi VPN, Subnets, VPN dan VPN Peering untuk mengalokasikan ‘Infrastructure as Code’  dalam Google Cloud. Keunggulan SentriLock ini juga mudah untuk dimodernisasi, sehingga pengguna dapat mengakses berbagai sumber daya kebutuhan dengan cepat, aman, dan mudah. Mengakomodasikan Shift Lebih Mudah Photo: Advance Technology Service Industri yang bergerak di bidang manufaktur terkadang memerlukan jam kerja ekstra dan berbeda dari industri lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sistem shift bagi para karyawannya. Di sini, platform Google Cloud Manufacture yang bisa digunakan misalnya Origami yang dapat meminimalisir terjadinya bottleneck sebuah perusahaan atau ketidakmampuan dalam manajemen karyawan. Origami ini dapat diandalkan dalam memantau dan mengkoordinasikan pembagian shift antar karyawan. Para supervisor pun lebih mudah melakukan pengawasan secara penuh melalui Google Workspace yang dapat dipantau secara remote. Baik itu melalui email maupun platform komunikasi lainnya. Menciptakan Peluang Baru Photo: Siemens PLM  Manfaat terakhir dalam memimpin perusahaan dengan Google Cloud Manufacture adalah menguntungkan perusahaan untuk menciptakan peluang-peluang baru. Hal ini karena semua pekerjaan dapat dilakukan melalui proses otomatisasi. Dengan begitu, Anda pun dapat memimpin dan melihat perkembangan manufaktur secara mudah. Selain itu, Anda bisa menemukan peluang baru seperti bagaimana cara memasarkan produk-produk manufaktur yang efektif dengan biaya yang dapat ditekan dan mendapatkan keuntungan yang besar. Apabila Anda memanfaatkannya lebih baik, bukan tidak mungkin nantinya akan mendapatkan investor baru, karena mereka menganggap perusahaan lebih terpercaya dengan pengelolaan yang tepat. Setidaknya, itulah beberapa keunggulan Google Cloud Manufacture yang bisa Anda gunakan dalam memimpin perusahaan maupun memodernisasi infrastruktur yang dimiliki. Anda bisa menggunakan platform Google Cloud yang bisa Anda dapatkan di vendor resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang ditawarkan, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Cloud

5 Metrik Utama Mengukur Dampak Cloud FinOps di Organisasi Anda pada Tahun 2022

Metrik sangat diperlukan bagi sebuah tim IT perusahaan dalam mengukur sejauh mana efektifitas perangkat yang digunakan. Salah satunya adalah Cloud FinOps. Untuk mengukur dampak penggunaan dari Cloud FinOps pada sebuah organisasi melalui platform Google Cloud, di sini yang paling utama bagi tim IT perusahaan adalah dengan menetapkan nilai dasar pengukuran itu sendiri.  Di sini, beberapa aspek yang paling penting adalah bagaimana komponen baik hardware maupun software IT tersebut dijalankan. Kemudian, memiliki Key Performance Index (KPI) yang jelas untuk mengukur keberhasilan. Untuk tipe organisasi di sebuah perusahaan menghitung metrik dapat berfokus pada biaya yang dikeluarkan dan apa saja yang mereka dapatkan dari biaya yang dikeluarkan tersebut untuk kebutuhan IT perusahaan. Bentuk Pengukuran Metrik Photo: Opsani Menyambung dari ulasan singkat di atas, maka dalam mengukur dampak Cloud FinOps ini ada lima metrik utama sebagai berikut. Metrik Perhitungan Biaya Metrik yang pertama adalah menghitung biaya pengeluaran untuk IT support. Optimasi biaya menjadi kunci penting jika perusahaan ingin meningkatkan traffic yang cukup tinggi. Menghitung metrik perhitungan biaya ini, biasanya ada dua tipe yang sering digunakan. Pertama, melihat pada sumber daya yang berdampak pada biaya yang dikeluarkan. Kedua, adalah dengan melibatkan sumber daya yang tak diperlukan. Pada Cloud FinOps, Anda bisa menggunakan metrik yang terhubung dengan Recommendation Hub. Di mana fitur tersebut dapat melihat tools mana yang bisa dipilih sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan membantu optimalisasi. Dengan mengetahui rekomendasi tersebut, setidaknya tim IT perusahaan dapat memperkirakan biaya  yang dikeluarkan nantinya. Metrik Perencanaan Keuangan Perencanaan keuangan juga tak kalah penting dalam memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk operasional Cloud yang digunakan. Perencanaan keuangan untuk kebutuhan Google Cloud harus dilakukan secara berkala. Setidaknya dalam waktu satu bulan. Tak hanya melihat perencanaan saja, fungsi dari metrik ini juga bisa digunakan sebagai bahan untuk evaluasi mengenai penggunaan tools dan platform IT yang digunakan. Sebab, dalam cloud computing memiliki variabel yang berbeda-beda. Metrik Akselerator Photo: Brink News Selanjutnya adalah metrik akselerator. Metrik ini biasanya digunakan untuk melihat penggunaan FinOps guna mendapatkan keuntungan yang optimal. Adanya metrik Tools & Accelerators ini memungkinkan pengguna untuk melihat mana saja platform yang dapat diotomatisasi dan dapat mengurangi biaya pengeluaran. Dalam melihat metrik akselerator, Recommendation Hub menjadi pilihan tepat. Khususnya bila Anda menggunakan tools unggulan seperti Google Cloud Console. Tak hanya itu saja, untuk mendukung kelancaran perusahaan Anda bisa menggunakan tools yang terintegrasi dengan API. Metrik Akuntabilitas Cloud FinOps dapat pula Anda gunakan untuk mengukur metrik akuntabilitas penggunaan Google Cloud. Tujuan dari metrik ini adalah untuk membantu akselerasi finansial bagi sebuah organisasi perusahaan. Oleh karena itu, Google Cloud menyarankan para penggunanya untuk mengadopsi Cloud Enablement % sebagai standar metrik dari pilar akuntabilitas dan memudahkan tim IT maupun para petinggi perusahaan dalam membaca data. Sebab, tanpa adanya pengetahuan yang cukup maka proses perhitungan metrik menggunakan Cloud FinOps cukup sulit dilakukan. Misalnya saja menggunakan metode prinsip Pareto 80/20. Atau dengan menggunakan FinOps Foundation untuk lebih baik dalam mengetahui proses penggunaan metrik akuntabilitas. Metrik Pengukuran dan Realisasi Terakhir adalah metrik pengukuran dan realisasi. Untuk melakukannya, Anda perlu melakukan proses penandaan sebuah produk dan platform. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan proses audit. Secara umum, dalam perhitungan metrik ini ada tiga tipe pada sumber daya cloud. Pertama, tandai bagian penting seperti komputer, database, dan media penyimpanan. Kedua, Anda juga perlu untuk menandai sumber daya lainnya yang berhubungan dengan proses bisnis perusahaan. Ketiga, menggunakan metode alokasi P&L secara tradisional apabila proses penandaan secara otomatis tidak bisa dilakukan. Penutup Photo: Khyber Academy Setidaknya itulah lima jenis metrik utama dalam mengukur dampak Cloud FinOps di Google Cloud pada organisasi Anda. Jika Anda ingin menggunakan layanan Google Cloud premium sesuai kebutuhan, sebaiknya pilih vendor yang sudah terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang memiliki lisensi resmi dari Google pusat dalam menjual berbagai macam platform bagi para pengguna di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di sini. Selain mendapatkan produk berkualitas, juga ada layanan after sales yang ditawarkan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna. Selamat mencoba!

Google Cloud, Info

3 Alasan untuk Melakukan Peering Aplikasi SAP dengan Google Cloud Services

Akhir-akhir ini, RISE with SAP menjadi solusi yang efisien bagi para pengguna SAP yang mencari jalur cloud tercepat, sederhana, dan tentunya lebih terjangkau. RISE with SAP sendiri merupakan penawaran berbasis subscriptions yang biasanya mencakup sejumlah aplikasi yang terkelola sepenuhnya, termasuk SAP S/4HANA Cloud dan elemen SAP Business Technology Platform. Sebagai partner RISE with SAP, Google Cloud bekerja sama dengan SAP untuk memastikan konektivitas yang aman, handal, dan memiliki performa tinggi antara aplikasi SAP yang Anda pakai dengan layanan Google Cloud lainnya. Untuk mewujudkannya, Google Cloud fokus pada kemampuan VPC network peering. Simak ulasan berikut untuk mempelajari lebih lanjut mengapa sebaiknya melakukan VPC network peering aplikasi SAP Anda melalui Google Cloud services.   VPC network peering merupakan tautan penting aplikasi SAP Photo Credit: Google Cloud Blog Ketika SAP mengimplementasi aplikasi Anda yang dikelola dengan RISE with SAP di Google Cloud, SAP juga menyediakan sebuah VPC atau virtual private cloud untuk lingkungan SAP tersebut. VPC sendiri berarti sebuah jaringan yang telah tervirtualisasi dan menyediakan fungsionalitas, performa, dan manfaat keamanan yang sama dengan jaringan fisik khusus. Menggunakan VPC network peering untuk menghubungkan lingkungan SAP terkelola milk Anda dengan aplikasi dan Google Cloud services, memberikan tiga manfaat utama: Latensi jaringan Traffic yang tetap berada dalam jaringan Google bisa menikmati latensi yang lebih rendah daripada konektivitas dengan alamat eksternal. Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Google Cloud Operations Suite? Keamanan jaringan Pemilik layanan tidak perlu mengekspos layanan mereka kepada publik dan VPC network peering juga mendukung bantuan untuk menangani risiko terkait. Biaya jaringan Jaringan yang melalui proses peering bisa menggunakan IP internal untuk berkomunikasi. Ini jauh lebih hemat dibandingkan jika Anda menggunakan bandwidth dari IP eksternal. Harga jaringan regular pun berlaku untuk seluruh traffic. Memperkuat struktur keamanan SAP Photo Credit: Dan Nelson (Pixabay) Meski klaim utama VPC network peering adalah untuk memastikan konektivitas tanpa batas antara aplikasi yang dikelola SAP dengan lingkungan Google Cloud lainnya, namun dalam temuan terbaru justru ditemukan hal lain. VPC network peering telah terbukti mampu membantu pengguna mendapatkan kontrol yang lebih besar atas keamanan lingkungan cloud mereka yang mencakup: Menerapkan kemampuan keamanan jaringan tambahan seperti firewall tingkat tinggi, deteksi awal intrusi, hingga inspeksi paket jaringan yang melampaui langkah-langkah keamanan SAP standar. Integrasi dengan Google Cloud Interconnect untuk menautkan lingkungan lokal dan Google Cloud, termasuk RISE dengan aplikasi terkelola SAP, memungkinkan Anda untuk tidak harus mengirimkan traffic ke internet publik. Meningkatkan nilai aplikasi SAP Anda Jika perusahaan Anda sudah melakukan konfigurasi VPC network peering, segalanya akan menjadi lebih praktis. Selain dua manfaat yang telah disebutkan, Google Cloud juga menawarkan banyak cara agar Anda bisa melengkapi dan bahkan meningkatkan nilai aplikasi SAP, yaitu dengan cara: Menggunakan Google BigQuery untuk menggabungkan dan memperkaya data aplikasi terkelola SAP. Mengandalkan kemampuan Google AI/ML untuk mempertajam analitis prediktif dan memberikan opsi pengambilan keputusan secara real-time. Memanfaatkan Google Kubernetes Engine untuk memulai upaya pengembangan aplikasi cloud-native Anda sendiri. Dengan melakukan VPC network peering pada aplikasi terkelola SAP milik Anda menggunakan Google Cloud maka konektivitas pun menjadi semakin luas dan lebih mudah dikelola. Selain itu, layanan ini juga menawarkan peningkatan keamanan terbaik yang melindungi Anda dari berbagai macam ancaman bahaya. Untuk memastikan agar proses VPC network peering berjalan lancar tanpa hambatan, gunakan hanya Google Cloud yang berlisensi asli. Di Indonesia sendiri, Anda bisa mendapatkan produk Google yang asli melalui official partner yang telah mereka tunjuk seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk konsultasi langsung dengan tim EIKON Technology mengenai Google Cloud services untuk aplikasi SAP.

Google Cloud

5 Cara Manfaatkan Google Cloud untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan

Beberapa tahun terakhir ini, banyak perusahaan yang mempercepat transformasi digital mereka. Dorongan ini bukan hanya sebagai bentuk efisiensi biaya, tapi juga untuk meningkatkan produktivitas. Sayangnya, proses merger & acquisitions (M&A) terkadang tidak berjalan mulus. Sebab, bagaimanapun juga, dua perusahaan yang digabungkan pasti memiliki nilai dan cara kerja yang berbeda. Begitu pula dengan teknologi yang mereka gunakan. Google Cloud menawarkan serangkaian solusi serta proses untuk memudahkan integrasi post-merger perusahaan Anda dengan 5 cara berikut ini. Integrasi yang mulus di seluruh Cloud Service Providers dan data center melalui Anthos Ketika pelanggan M&A memiliki tumpukan teknologi yang terfragmentasi di beberapa Cloud Service Providers (CSP) dan cloud pribadi mereka, maka gesekan dalam siklus hidup software development lifecycle (SDLC) pun meningkat. Hal ini sebabkan oleh adanya banyak proses yang diperlukan untuk mengembangkan, menguji, dan merilis perangkan lunak di berbagai lingkungan. Tanpa adanya platform yang konsisten maka perusahaan sama saja telah menyia-nyiakan resources yang berharga dan gagal memenuhi tuntutan pelanggan untuk mendapatkan kecepatan yang dibutuhkan. Jika melihat temuan dari Forrester Consulting, terlihat bahwa penggunaan Anthos sebagai platform terkelola akan menghasilkan potensi return on investment (ROI) hingga 4.8x, pengurangan aktivitas non-coding hingga 38%, dan peningkatan migrasi serta modernisasi aplikasi sebesar 75%. Peningkatan opsionalitas, obeservabilitas, dan control TI dengan Apigee Bagi tim teknologi, dampak merger akan langsung terasa. Bisa dilihat dari lingkungan teknologi yang menjadi lebih besar, lebih kompleks, dan kemungkinan besar memiliki lebih banyak kantong duplikasi. API merupakan elemen penting yang menentukan keberhasilan integrasi post-merger. Google Cloud melalui layanan API Management, Apigee membantu Anda untuk mendapatkan kontrol yang lebih baik di semua infrastruktur, memungkinkan perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih strategis dan berdasarkan data. Modernisasi technical debt dan mengurangi waktu operasi post-merger Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Google Cloud menawarkan tiga solusi untuk menghadapi situasi post-merger, yaitu: Modernisasi post-merger Menggunakan alat, proses, serta metode dari Google Cloud (Platform G4), Anda bisa mengotomatiskan dan memodernisasi sistem lama dengan cepat, misalnya untuk memperbaharui mainframe dengan menerjemahkan kode dalam bahasa Cobol ke bahasa Java secara otomatis. Menyerang backlog post-merger Google Cloud Cortex Framework menawarkan blueprints berulang dan arsitektur referensi yang dapat mempercepat waktu. Hal ini mungkin dilakukan karena backlog sendiri seringkali berlipat ganda setelah merger. Jadi Anda bisa memanfaatkan pola berulang untuk menetapkan skala output tim teknologi. Membagi dan menyelesaikan kerumitan Menguraikan aplikasi lama melalui container sehingga membuka jalur untuk migrasi dan modernisasi langkah demi langkah. Proses ini juga secara bertahap memindahkan proses ke Virtual Machines yang ada pada Cloud dan kemudian berpindah ke container untuk memanfaatkan kekuatan penuh Kubernetes. Menggabungkan data dan menyusun ulang prioritas operasi serta lisensi data Dengan menggunakan data pasar sebagai layanan di Google Cloud, perusahaan yang digabungkan bisa melakukan rasionalisasi kebutuhan infrastruktur dan lisensi data dengan cepat dan efisien. Misalnya, divisi keuangan dapat memanfaatkan data pasar komersial yang tersimpan di Google Cloud dan sudah dalam kondisi siap untuk dianalisis. Anda juga bisa menggunakan set data geolokasi dari Google Earth Engine untuk menyesuaikan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi geografis. Baca juga: Transformasi Industri FMCG dengan Sistem SAP Google Cloud Menempatkan keamanan dan ketahanan operasional pusat operasi Setelah merger, perusahaan yang bergabung kemungkinan besar harus mematuhi lebih banyak pengawasan dibandingkan dengan situasi saat mereka masih berdiri sendiri. Hal ini terkadang bisa menimbulkan tantangan yang signifikan, terutama dalam masalah operasional teknologi kedua perusahaan. Google Cloud menawarkan serangkaian layanan yang secara inheren dapat dimanfaatkan dalam situasi semacam ini. Contohnya, Google menawarkan transparansi akses data, portabilitas scenario keluar, serta penawaran Sovereign Cloud dengan partner tepercaya untuk proyek dengan jaminan keamanan tingkat tinggi. Photo Credit: Amy Hirschi (Unsplash) Situasi post-merger sudah pasti akan memberikan tekanan signifikan pada tim teknologi kedua perusahaan. Google Cloud dengan rangkaian layanan, teknologi, fitur, serta metode dapat Anda manfaatkan untuk melalui situasi tersebut. Untuk itu, segera dapatkan Google Cloud dengan lisensi asli yang dikeluarkan Google hanya di EIKON Technology, partner resmi Google  di Indonesia. Klik di sini untuk info lebih lanjut!

Scroll to Top