EIKON Technology

Google Meet

Google Meet, Google Workspace

Picture-in-Picture dan Multi-pinning Kini Tersedia untuk Google Meet di Chrome

Sebagai aplikasi video meeting dengan jumlah pengguna terbanyak, Google Meet terus melakukan pembaruan. Tidak hanya untuk versi aplikasi, Google juga terus menghadirkan update fitur untuk versi web di Chrome yang lebih mudah diakses pengguna. Paling baru, Google Meet menghadirkan dua fitur unggulannya: Picture-in-Picture (PiP) serta Multi-pinning untuk versi web di Chrome. Bagaimana cara mengaktifkan update baru ini di Chrome? Fitur Picture-in-Picture dan Multi-pinning di Chrome Photo Credit: Google Workspace Updates Picture-in-Picture (PiP) merupakan suatu fitur yang memungkinkan Anda untuk bisa membuka halaman Meet sambil membuka halaman lain di Chrome. Anda bahkan bisa melakukan minimize pada Chrome tanpa membuat panggilan di Meet terhenti. Selain itu, Anda sekarang dapat menyematkan beberapa feeds video di Chrome. Ini akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam cara Anda menggabungkan orang dan konten, memungkinkan Anda menyesuaikan tampilan dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan. Fitur ini juga diharapkan dapat memudahkan penyaji dan peserta untuk tetap terlibat dalam rapat secara aktif. Google Meet bahkan telah menyediakan tutorial yang bisa Anda akses secara gratis untuk mengeksplorasi fitur ini lebih jauh di Google Blog Cloud. Mulai menerapkan fitur Fitur ini hadir secara default. Artinya, baik end-user maupun administrator tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan. Bagi Anda yang ditunjuk menjadi Admin di ekosistem Workspace, bisa langsung menyediakan fitur ini bagi seluruh pengguna di perusahaan atau instansi Anda. Baca juga: Sensasi Video Call Ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Ketersediaan fitur Fitur ini mulai diluncurkan pada tanggal 16 Juni 2022 baik untuk rapid maupun scheduled domain. Google Meet juga mengumumkan bahwa perilisan akan mengalami penambahan waktu, kira-kira lebih dari 15 hari setelah rilis resmi. Baik Picture-in-Picture (PiP) maupun Multi-pinning di Chrome tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, kedua fitur ini juga bisa digunakan oleh seluruh pengguna dengan Google Accounts personal. Layout baru Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum meluncurkan kedua fitur yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, Meet sebenarnya baru saja memperkenalkan layout baru. Tampilan baru tersebut merupakan hasil pengembangan yang didapat dari masukan para pelanggan. Layout terbaru Meet versi desktop dan laptop dibuat lebih sederhana guna memberi lebih banyak ruang untuk feed video, konten, dan membuat kontrol lebih mudah ditemukan. Layout baru Meet ini diluncurkan dari Mei hingga Juni. Pengguna secara otomatis akan mendapatkan pengalaman baru tanpa harus melakukan pembaruan secara manual. Anda juga dapat memilih untuk tidak menggunakan pengalaman baru hingga peluncuran selesai. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Menemukan kontrol baru Meet Anda dapat menemukan semua kontrol di bilah bawah jendela rapat. Bilah bawah selalu terlihat. Kode rapat ada di pojok kiri bawah. Saat layar dimaksimalkan, jam akan muncul di kiri bawah. Mikrofon, kamera, keterangan, raise hand, kontrol presentasi, lebih banyak opsi, dan tombol tutup ada di tengah. Agar Anda tidak menutup telepon secara tidak sengaja, tombol keluar rapat ada di paling kanan, jauh dari tombol kamera dan mikrofon. Di kanan bawah, Anda dapat menemukan detail rapat seperti info bergabung, panel orang, panel obrolan, dan panel aktivitas untuk ruang Kerja Kelompok, Jajak Pendapat, Tanya Jawab, dan banyak lagi. Multi-task dengan Picture-in-Picture  Gunakan Picture-in-Picture untuk keluar dari tab Meet dan membuka floating window dengan tile video. Floating window menampilkan hingga 4 video peserta dan tetap di atas aplikasi lain yang sedang Anda buka. Cara mengaktifkan Picture-in-Picture adalah dengan mengarahkan kursor ke bagian bawah tab Meet, klik Opsi lainnya dan pilih Open Picture-in-Picture. Fitur Picture-in-Picture: Bisukan mikrofon Kontrol kamera Tinggalkan panggilan Kembali ke tab Meet Presenter dapat terus melihat presentasi di tab Meet Saat Picture-in-Picture aktif, Anda terus mendapatkan notifikasi penting seperti: Pesan obrolan Raise hand Permintaan bergabung Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Dengan adanya update ini maka Google Meet versi web Chrome pun semakin lengkap. Anda tak perlu mengunduh aplikasi apa pun untuk bisa menikmati fitur Picture-in-Picture dan Multi-pinning saat melakukan video meeting. Google Meet sendiri merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Google Meet, Google Workspace

Sensasi Video Call ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa?

Masa pandemi membuat kebutuhan akan komunikasi video meningkat. Entah itu untuk bekerja, belajar atau bahkan sekadar bertanya kabar kepada kerabat dan teman. Inilah yang kemudian mendorong Google untuk mengembangkan lini aplikasi video mereka, baik itu Meet maupun Duo. Penggunaan Google Meet sudah tak perlu diragukan lagi. Selama pandemi, penggunaan Meet mengalami peningkatan hingga 60% dari hari ke hari. Namun bagaimana dengan Duo? Meski tidak se-populer Meet, sebenarnya Duo pun memiliki fitur yang cukup komprehensif untuk ukuran aplikasi komunikasi video melalui ponsel. Dalam update terbarunya, Google menghadirkan beberapa fitur unggulan Meet pada Duo. Misalnya, panggilan grup hingga 100 peserta serta kapabilitas untuk menambahkan doodle dan efek kamera. Mari simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut. Upgrade Google Duo: Satu solusi yang terhubung Photo Credit: Google Cloud Blog Di bulan Juni 2022 ini, Google akan menambahkan semua fitur yang ada di Google Meet ke aplikasi Google Duo secara bertahap. Dengan begitu, pengguna Duo dapat dengan mudah menjadwalkan video meeting pada waktu yang sesuai untuk semua orang atau menggunakan panggilan video untuk langsung terhubung dengan seseorang atau grup. Akhir tahun 2022, Google juga berencana untuk mengganti aplikasi Duo menjadi Google Meet. Jadi, nantinya seluruh layanan komunikasi video Google berada dalam satu aplikasi Meet, yang tersedia untuk seluruh user tanpa biaya. Fitur panggilan video dari Duo akan tetap ada, termasuk kapabilitas untuk melakukan panggilan video ke teman dan keluarga dengan nomor telepon atau alamat email, menggunakan filter dan efek kamera, mengirim pesan, serta meminta Google Assistant untuk menelepon menggunakan perangkat yang ada. Semua riwayat percakapan, kontak, dan pesan akan terus disimpan dalam aplikasi. Anda pun tak perlu mengunduh aplikasi baru untuk bisa menggunakan layanan Duo. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Fitur panggilan video yang disempurnakan Photo Credit: Google Cloud Blog Selain memiliki cara baru untuk terhubung, upgrade ini akan memberi fitur yang disempurnakan bagi para pengguna Duo. Fitur dan kapabilitas yang sebelumnya hanya tersedia di Meet, kini bisa dinikmati di aplikasi Duo, termasuk kemampuan untuk: Menyesuaikan latar belakang virtual dalam panggilan dan rapat. Menjadwalkan rapat sehingga semua orang dapat bergabung pada waktu yang nyaman bagi mereka. Menggunakan chat dalam rapat untuk keterlibatan yang lebih dalam. Membagikan konten langsung sehingga memungkinkan interaksi dengan semua peserta dalam panggilan. Mendapatkan real-time close caption untuk mendukung aksesibilitas dan meningkatkan partisipasi dengan lebih baik. Meningkatkan jumlah peserta panggilan video dari batas maksimum 32 menjadi 100 peserta. Integrasi dengan aplikasi Google lainnya, seperti Gmail, Calendar, Assistant, dan Message. Baca juga: Meeting Hybrid yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Satu pengalaman untuk semua orang Upgrade ini merupakan bagian dari misi Google untuk membangun pengalaman koneksi menyeluruh bagi seluruh pengguna. Raksasa teknologi tersebut juga berkomitmen untuk menyatukan teknologi panggilan video dan rapat ke dalam satu solusi yang kuat dan tentunya mudah digunakan. Komunikasi video adalah area fokus utama bagi mereka.  Ke depannya, pengguna dapat menikmati hasil inovasi dan investasi Google Meet untuk membantu orang terhubung, berkolaborasi, dan berbagi pengalaman dengan perangkat apa pun, di rumah, di sekolah, dan di tempat kerja. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Selain Duo dan Meet, Google juga masih memiliki aplikasi produktivitas lain seperti Gmail, Sheets, Docs, dan Slides. Semuanya terangkum lengkap dalam platform Google Workspace. Bagi Anda yang ingin membangun ekosistem kerja baru dengan dukungan teknologi serta pemrosesan real-time, Workspace adalah solusi terbaik. Terlebih kini Google Workspace juga menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk instalasi dan implementasi, silakan hubungi EIKON Technology, official reseller Google khusus wilayah Indonesia. Kami menawarkan proses yang menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga paska-pemasangan. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides!

Sebelumnya, untuk join Google Meet pengguna harus membuka link atau mengetikkan kode meeting. Namun kini Anda bisa bergabung dan bahkan memulai meeting tanpa harus membuka aplikasi Google Meet. Seperti apa detailnya? Integrasi Google Meet dengan Docs, Sheets, dan Slides Pada akhir bulan Maret 2022 lalu, Google memperkenalkan Meet versi built-in yang akan terpasang pada aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Meet versi built-in tersebut berbentuk sebuah icon yang akan langsung menghubungkan pengguna ke meeting. Dengan begitu, Anda bisa berkolaborasi saat melakukan meeting atau video conference secara real-time tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Fitur ini akan rilis melalui dua tahapan yaitu rapid release domains serta scheduled release domains. Untuk rapid release domains dimulai sejak tanggal 12 April 2022 hingga 15 hari ke depan (kemungkinan lebih lama lagi). Sedangkan untuk scheduled release domains dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk masalah ketersediaan, fitur join Google Meet dalam Docs, Sheets, dan Slides ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Cara join Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui PC, buka sebuah file dengan Docs. Selain Docs, tutorial ini juga berlaku untuk Sheets dan Slides. Jika sudah, lanjut ke poin selanjutnya. Di bagian atas file klik icon Meet. Sistem akan menampilkan 2 pilihan: Untuk join Google Meet yang sudah dijadwalkan, klik meeting yang ingin Anda ikuti Untuk join Google Meet dengan kode meeting, klik “Use a meeting code” dan masukkan kode. Jika ingin memasukkan panggilan ke dalam Docs, Sheets atau Slides, klik “Join the call”. Nanti meeting akan ditampilkan di panel samping file yang sedang dibuka. Namun jika Anda ingin menampilkan file pada panggilan, klik “Share screen”, kemudian pilih tab yang berisi file dan “Share”. Untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” di bagian kanan bawah. Cara memulai Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Langkah-langkah yang harus dilakukan masih sama dengan tutorial sebelumnya. Namun kini Anda memilih opsi “Start a new meeting”. Undang orang lain ke rapat Anda dengan klik “Copy” dan pilih “Share the meeting link”. Untuk menampilkan dokumen Anda, klik “Share screen” dan kemudian pilih tab yang berisi file, klik “Share”. Sedangkan untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” yang ada di bagian kanan bawah. Untuk keluar dari rapat video, di kanan bawah, klik “Leave call”. Fitur Picture-in-Picture Photo Credit: Google Workspace Updates Selain built-in Google Meet, user juga bisa menikmati fitur Picture-in-Pictue (PiP) serta in-call reaction. Dengan fitur PiP, Anda bisa menampilkan hingga 8 video tile dalam format grid. Menariknya lagi, PiP ini juga bisa dimunculkan pada panel sebelah kanan file yang sedang Anda kerjakan. Sedangkan untuk fitur in-call reaction juga akan meluncur di bulan April ini. Enam emoji akan hadir di bagian yang biasanya berisi perintah, “Raise my hand” atau “Show as away”, sementara reaksi yang dikirim akan muncul di atas atau di sebelah kiri video. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Dengan hadirnya fitur built-in join Google Meet di Docs, Sheets, dan Slides, integrasi di dalam Workspace pun menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Anda bahkan tak perlu lagi melakukan buka tutup aplikasi berbeda untuk menampilkan file dalam sebuah meeting. Untuk menghadirkan pengalaman kolaborasi yang seamless Google Workspace memang terus melakukan berbagai pengembangan. Selain update fitur yang dibahas dalam artikel ini, Google Workspace juga sedang menyiapkan beberapa pembaruan yang akan segera diluncurkan. Buat kolaborasi kerja perusahaan Anda lebih mulus dan simpel dengan Google Workspace. EIKON Technology siap membantu Anda menemukan paket langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai memilih produk, silakan hubungi kami di sini.

Google Meet, Google Workspace

Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation

Google Meet merupakan layanan komunikasi video yang dirancang untuk menggantikan Google Hangouts. Aplikasi ini umumnya digunakan untuk video conference atau video meeting. Di masa pandemi, jumlah penggunanya mengalami peningkatan signifikan. Data dari tahun 2020 bahkan menunjukkan bahwa Meet mendapatkan 3 juta user baru tiap harinya, Hal tersebut tidak mengherankan jika melihat situasi pandemi. Di masa pandemi, banyak pertemuan, rapat, bahkan kegiatan belajar-mengajar yang kemudian beralih ke media online. Momentum kenaikan jumlah user yang signifikan tersebut lantas dimanfaatkan Meet untuk menghadirkan berbagai fitur dan layanan baru. Salah satunya adalah noise cancellation. Dengan fitur ini, user bisa meredam kebisingan di sekelilingnya sehingga suara yang keluar pun lebih jernih. Jalannya meeting pun jadi lebih lancar. Nah, pada update terbaru Google Meet, fitur ini mengalami peningkatan. Seperti apa? Akses yang lebih luas   Dalam update terbaru Google Meet yang diumumkan pada 23 Maret 2022 lalu, terdapat perubahan pada fitur noise cancellation. Kini, semua peserta rapat dapat menggunakan kapabilitas noise cancellation apabila: Kapabilitas noise cancellation tersedia di Google Workspace milik penyelenggara rapat. Pengguna bergabung ke meeting menggunakan hardware Google Meet apa pun. Di samping itu, jika salah satu peserta rapat memiliki kapabilitas noise cancellation, maka fungsi tersebut akan berlaku bagi seluruh peserta rapat lainnya, meski penyelenggara tidak memilikinya. Update ini diharapkan akan membantu pengguna Google Meet dan Google Workspace dalam meningkatkan kualitas rapat dan membatasi gangguan kebisingan di tempat mereka. Baca juga: Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda Cara mengaktifkan Photo Credit: DCStudio (Freepik) Peningkatan noise cancellation ini akan otomatis bekerja saat Anda memulai atau mengikuti rapat online. Google menyebutkan bahwa layanan ini telah tersedia untuk seluruh pengguna Meet. Bagi Anda yang menggunakan Google Workspace dari tempat kerja, pembaruan ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari administrator. Namun jika Anda memerlukan bantuan, Google menyediakan halaman bantuan di Help Center yang bisa diakses di sini.   Ketersediaan layanan Noise cancellation ini memang telah tersedia untuk seluruh pengguna Meet, namun untuk aktivasi otomatisnya, terdapat pengaturan khusus. Berikut detailnya: Noise cancellation diaktifkan secara default untuk: Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Frontline, Enterprise Plus, dan akun pelanggan Workspace Individual. Noise cancellation dinonaktifkan secara default untuk: akun Education Plus serta Teaching and Learning Upgrade. Untuk semua akun Google Workspace: Jika setelan diaktifkan secara default untuk perusahaan Anda dalam rapat dengan orang lain di luar perusahaan, mereka juga dapat menggunakan fitur ini selama rapat berjalan. Pengaturan baru di konsol Admin Selain noise cancellation, pembaruan tersebut juga menghadirkan opsi pengaturan baru di konsol Admin. Dengan setelan baru, administrator kini bisa mengontrol akses ke fitur Google Meet seperti Chat, Present, Q&A, dan Polls. Namun perlu diingat, opsi ini baru tersedia untuk edisi Google Workspace yang telah menyertakan kapabilitas administrator. Sebelumnya, hanya penyelenggara rapat dan rekan penyelenggara yang dapat mengontrol akses ke fitur ini per rapat. Sekarang admin dapat menentukan fitur Meet interaktif mana yang dapat diakses oleh pengguna di domain mereka. Photo Credit: prostooleh (Freepik) Fitur ini memberi administrator lebih banyak kontrol terhadap penggunaan Google Meet di perusahaan mereka. Misalnya, di sekolah, pengaturan ini memungkinkan Anda mengontrol apakah siswa dapat mengirim pesan chat selama rapat video atau tidak. Dalam pengaturan bisnis, khususnya pada rapat perusahaan besar, Anda bisa memberikan kendali kepada penyelenggara untuk melakukan jajak pendapat sehingga memudahkan mereka mengambil keputusan. Baca juga: Update T Terbaru Google Meet: Bisa Meeting Hingga 500 Peserta Dengan adanya peningkatan ini diharapkan pengguna Google Meet bisa meningkatkan kualitas rapat untuk memudahkan pekerjaan mereka. Selain Meet, Google juga menyediakan berbagai aplikasi serta fitur produktivitas lewat Google Workspace. Bagi Anda pemilik perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas sekaligus memunculkan kultur kolaborasi, Google Workspace adalah solusi terbaik. Dapatkan personalized Google Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller yang ditunjuk Google untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Info

Update Terbaru Google Meet: Bisa Meeting Hingga 500 Peserta

Google Meet atau yang sebelumnya bernama Hangouts Meet, merupakan sebuah aplikasi video conference. Dengan Meet, Anda bisa melakukan virtual meeting dengan banyak orang di mana pun dan kapan pun, selama terdapat akses internet. Selama masa pandemi ini, Google Meet telah menunjukkan performa yang apik untuk mendukung transisi dari ruang meeting fisik menjadi ruang meeting digital. Guna memenuhi kebutuhan tiap penggunanya, Google pun terus melakukan pengembangan pada Meet. Salah satu update terbarunya menghasilkan kemampuan untuk melakukan meetings hingga 500 peserta. Simak detail lengkapnya di sini. Kini Google Meet bisa meetings hingga 500 peserta Photo Credit: Google Meet Help Kapasitas total ruang meeting virtual adalah salah satu hal yang dijadikan pertimbangan saat memilih aplikasi video conference. Sebab, tak jarang meeting harus diselenggarakan dengan banyak peserta, terutama bagi Anda yang memiliki perusahaan atau organisasi besar dengan jumlah anggota banyak. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Meet melakukan pengembangan terus-menerus. Dalam update terbaru, Google mengumumkan bahwa kapasitas ruang pertemuan virtual Meet kini telah meningkat hingga mampu menampung 500 peserta. Selain itu, Meet juga menyediakan fitur yang memungkinkan host untuk menggelar live streams dengan 100,000 penonton. Dengan kemampuan ini maka Anda tak perlu kesulitan lagi untuk menyelenggarakan pertemuan atau rapat virtual melalui Google Meet. Terlebih kini Meet juga dilengkapi dengan berbagai fitur baru yang menunjang kenyamanan sekaligus keamanan selama Anda melakukan virtual meeting. Simak poin-poin berikut untuk mengetahui detailnya. Tampilan video yang lebih jernih Photo Credit: Google Meet Help Selain kapasitas, tampilan video juga sering dijadikan pertimbangan dalam memilih aplikasi video conference. Makin jernih tampilan video maka semakin baik kualitas meeting yang Anda selenggarakan. Sebab, tampilan yang jernih akan memudahkan peserta meeting membaca mimik wajah masing-masing, memberikan kesan seolah sedang berada di ruang rapat fisik. Selain itu, video yang jernih juga mempermudah peserta untuk menyimak materi yang sedang disampaikan oleh host. Baca juga: Cara Mudah Menggunakan Google Meet Di HP Google membekali Meet dengan tampilan video yang lebih jernih dalam update terbaru mereka. Selain itu, Anda juga bisa menemukan fitur pengaturan cahaya. Fitur ini hadir untuk melengkapi fitur yang telah diperkenalkan sebelumnya di tahun 2020 yaitu mode low-light (redup). Pilihan background lebih variatif Photo Credit: Google Meet Help Bagi Anda yang sering mengganti background saat meeting, sekarang Google Meet memberikan lebih banyak pilihan. Kini tersedia dua animated background baru yaitu Café dan Condo. Background Café akan memberikan kesan Anda seolah sedang berada di sebuah kafe. Sedangkan Condo menampilkan pemandangan sebuah ruangan kondominium yang netral. Keduanya dilengkapi dengan animasi yang menunjukkan perubahan cuaca seperti cerah, hujan, hingga salju. Sebelumnya, Meet juga telah menawarkan enam pilihan animated background yang menarik yaitu Classroom, Party with Disco Light, Forest dengan animasi tupai dan rubah, Spaceship, Under the Sea, serta Beach with Palm Trees. Ketersediaan layanan Untuk saat ini, update Google Meet di atas sudah bisa dinikmati dengan berlangganan layanan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan juga Education Plus. Bagi Anda yang menggunakan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, the Teaching and Learning Upgrade atau G Suite Basic and Business harus bersabar terlebih dulu untuk bisa menikmati kemudahan tersebut. Photo Credit: Stocksnap Adanya aplikasi video conference seperti Meet memang terbukti mampu menjadi solusi di tengah situasi pandemi. Melalui Meet, Anda bisa tetap menggelar meeting dengan banyak orang dan tetap menjaga protokol kesehatan. Terlebih dengan adanya pengembangan pada fitur-fitur yang tersemat, Meet bisa memberikan atmosfer meeting virtual serupa dengan meeting konvensional. Update terbaru dari Google untuk Meet bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Bagaimana caranya mulai berlangganan? Anda bisa menghubungi EIKON Technology. Sebagai Google Apps Partner untuk Indonesia, EIKON Technology telah dipercaya banyak perusahaan besar dalam menyediakan berbagai layanan dari Google, termasuk Workspace dan Education yang mendukung Google Meet. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini.

Google Meet, Google Workspace

Kini Google Meet sediakan fitur Co-Host

Sebagai salah satu aplikasi dan platform untuk melakukan panggilan video yang terhubung secara online, Google Meet memiliki sejumlah pembaruan fitur. Yakni fitur co-host Google Meet untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan serta keselamatan pengggunanya. Peluncuran fitur ini sendiri dilakukan pada 16 Agustus 2021 lalu khusus untuk penggunaan android dan website. Sementara bagi pengguna iOS bisa menikmati fitur ini sejak tanggal 30 Agustus 2021. Seperti apa keunggulannya dan bagaimana mendaftar sebagai host? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Apa Itu Host Google Meet? Photo: Tirto.id Sebelum menginjak pada pembahasan keunggulan Co-Host Google Meet, penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa itu host dalam Google Meet. Secara umum, host di sini dapat diartikan sebagai seseorang atau peserta yang memimpin atau memiliki akses penuh pada jalannya meeting online. Di sisi lain, host dapat pula diartikan pengguna dari platform Google Meet yang ingin memaparkan sebuah materi. Mulai dari laporan keuangan perusahaan, karyawan, maupun presentasi yang dilakukan oleh seorang siswa maupun mahasiswa. Sedangkan co-host adalah orang yang memiliki akses yang sama dengan host saat diberikan akses tertentu. Keunggulan Co-Host Google Meet Photo: Computer World Fitur baru Co-Host Google Meet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Google Meet sebelumnya. Pertama, Google Meet dapat menambahkan co-host hingga 25 peserta untuk setiap meeting. Dengan begitu, para peserta juga memiliki akses kontrol ke host. Nantinya, peserta yang sudah ditetapkan untuk menjadi co-host bisa membatasi peserta lainnya yang bisa membagikan layar maupun mengirimkan pesan lewat chat. Termasuk membisukan peserta lainnya melalui satu kali klik saja. Kedua, apabila Anda menjadi co-host maka dapat mengakhiri sebuah meeting dan bisa mengontrol peserta lain yang bisa masuk ruang meeting. Namun, fitur ini masih tersedia untuk Google Workspace versi tertentu. Tak hanya itu saja, Google pun menambahkan fitur berupa akses cepat untuk pengguna Google Workspace. Khususnya pengguna Google Workspace Business Standard, Essntials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, maupun Enterprise Plus. Dengan fitur tersebut, memungkinkan untuk melakukan entry panggilan secara otomatis bagi pengguna yang berada pada domain yang sama. Apabila akan dinonaktifkan, maka host diharuskan bergabung dan peserta lain yang tak diundah perlu meminta akses atau izin masuk terlebih dahulu. Cara Menjadi Host Google Meet Photo: Daihatsu Indonesia Untuk menjadi seorang host maupun co-host Google Meet, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui komputer maupun smartphone. Berikut beberapa di antaranya khususnya bagi para pemula yang baru menggunakannya. Melalui Komputer Jika Anda ingin menjadi host Google Meet melalui komputer, langkah-langkahnya adalah: Buka platform Google Meet dan klik ‘Join or Start a Meeting’. Masukkan judul meeting yang akan Anda lakukan sebagai host. Lanjutkan dengan klik ‘Continue’. Kemudian, klik tombol ‘Join Now’. Tunggulah beberapa saat hingga pop-up muncul dan pilih ‘Add People’. Ketiklah email maupun nama pengguna peserta lainnya. Secara otomatis setelah email dimasukkan, maka mereka akan muncul pada layar dan mulailah meeting Anda. Melalui Smartphone Sementara, jika Anda ingin menjadi host melalui smartphone maka cara yang harus dilakukan adalah: Bukalah Google Meet melalui smartphone Pilih ‘New Meeting’ Anda bisa membagikan link ruang untuk meeting tersebut melalui grup di Telegram maupun WhatsApp. Kini, Anda pun bisa memulai meeting. Penutup Photo: Asia Quest Indonesia Dengan ditambahkannya berbagai fitur baru seperti Co-Host Google Meet membuat aplikasi ini semakin diminati. Mulai dari penggunaannya untuk aktivitas belajar-mengajar, meeting perusahaan secara online, hingga aktivitas webinar. Untuk bisa menggunakannya, pastikan pula koneksi internet yang Anda gunakan stabil dan perangkat mendukung. Agar lebih nyaman, Anda bisa menggunakan layanan Google Workspace premium di EIKON Technology. Keunggulan produk dari kami adalah memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan purna-jual memuaskan. Untuk informasi mengenai produk dan pembelian, Anda bisa langsung menghubungi CS kami dengan klik tautan berikut.

Google Meet, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams

Apa software video conference terbaik? Anda mungkin menjawab Google Meet atau mungkin Microsoft Teams. Keduanya memang sudah lama dikenal sebagai software video conference. Namun jika harus memilih, mana yang paling tepat untuk Anda? Tren remote working atau kerja jarak jauh makin populer dekade belakangan ini. Mengutip data dari FlexJobs, jumlah pekerja remote di dunia meningkat hingga 159% selama 2005-2017. Jumlah tersebut terus bertambah dan semakin pesat saat dunia memasuki masa pandemi tahun 2020 lalu. Perubahan tren bekerja tersebut juga diikuti dengan kenaikan jumlah penggunaan software video conference.  Pilihan software yang beredar pun semakin beragam. Google dan Microsoft sebagai raksasa teknologi tentu tidak ingin ketinggalan dalam persaingan. Nah, di antara Google Meet dan Microsoft Teams, mana yang terbaik? Head to head Google Meet dan Microsoft Teams Photo Credit: Rawpixel (PxHere) Untuk menentukan mana yang terbaik di antara Google Meet dan Microsoft Teams, ada beberapa aspek yang bisa Anda pertimbangkan. EIKON telah merangkumkan beberapa poin perbandingan yang bisa menjadi pertimbangan. Mari simak bersama.     Dari segi harga Pada dasarnya, baik Meet maupun Teams menyediakan layanan gratis untuk pengguna pribadi. Namun fitur-fitur yang tersedia terbatas. Selain itu, layanan gratis tersebut seringkali dirasa kurang cocok untuk kebutuhan bisnis. Jika menginginkan lebih banyak fitur, Google Workspace dan Microsoft menawarkan beberapa paket berbayar yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.      Dari segi fitur Photo Credit: Pxfuel Selain harga, hal lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah fitur. Meski saat dilihat sekilas keduanya serupa, Meet dan Teams ternyata memiliki  beberapa fitur uniknya masing-masing. Misalnya, Anda hanya bisa menemukan fitur penyesuaian kualitas koneksi berbasis AI (Artificial Intelligence) di Meet. Namun di sisi lain, Teams menawarkan fitur easy guest access yang tidak dimiliki Meet. Perlu diingat, Teams dirancang untuk kebutuhan bisnis, terutama untuk perusahaan dengan kapasitas besar. Jadi tidak mengherankan jika ada banyak sekali fitur komunikasi dan kolaborasi di Teams. Di sisi lain, Meets menawarkan interface yang intuitif dan integrasi yang mudah dengan aplikasi lain di dalam Google Workspace. Bagi pemula, Meets juga relatif lebih mudah digunakan dibanding dengan Teams.     Dari segi user experience Mengapa Meets relatif lebih mudah digunakan pemula? Jawabannya secara garis besar terletak pada desain layout yang sederhana dan tampilan interface yang intuitif. Plus, sudah bukan rahasia lagi jika Google selalu terdepan dalam urusan user experience. Untuk video conference atau online meeting sederhana saja, Meets sudah dapat diintegrasikan dengan aplikasi Google lain seperti Calendar dan tentunya Gmail. Dengan integrasi tersebut, Anda bisa menjadwalkan meeting sekaligus memasang reminder bagi peserta meeting. Meski begitu, bukan berarti Teams kalah jauh. Tampilan Teams memang lebih kompleks dibandingkan dengan Meet. Namun kompleksitas tersebut justru menunjukkan kemampuan Teams. Ini karena desain yang kompleks tersebut menandakan adanya lebih banyak fitur untuk memudahkan pekerjaan Anda. The final verdict Photo Credit: Pxfuel Sekarang kembali pada pertanyaan utamanya, mana yang lebih tepat untuk Anda, Google Meet ataukah Microsoft Team? Jawabannya, tergantung pada kebutuhan Anda. Google Meet menawarkan tampilan interface yang intuitif dan layout yang simpel. Sementara itu, desain Teams memang lebih kompleks tapi fitur komunikasi dan kolaborasi yang ditawarkan lebih lengkap. Dari segi fungsi, Meet dirancang hanya sebagai software video conference. Di sisi lain, Teams adalah platform kolaborasi, yang tidak hanya bisa digunakan untuk video conferencing. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan Meet untuk kolaborasi kerja. Optimalisasi Meet bisa dilakukan dengan melakukan integrasi ke Google Workspace. Dengan Workspace, Anda dapat menggunakan aplikasi kolaborasi Google seperti Drive, Sheets, dan Documents. Di sisi lain, optimalisasi Teams bisa dilakukan dengan aplikasi produktivitas Microsoft 365 Business. Semoga ulasan mengenai perbandingan antara Google Meet dan Microsoft Teams ini dapat membantu Anda ya. Jika memang tertarik untuk menggunakan software video conference, Anda bisa langsung menghubungi EIKON. EIKON Technology merupakan partner resmi Google dan Microsoft di Indonesia. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!  

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

  Melalui Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter, Microsoft dan Google menawarkan rangkaian layanan penunjang produktivitas. Masing-masing memiliki sejumlah paket berlangganan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bisnis berskala kecil. Untuk kebutuhan tersebut, Microsoft telah menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 Business Basic, sedangkan Google hadir dengan Google Workspace Business Starter. Keduanya sama-sama memberikan solusi atas kebutuhan dasar bisnis Anda, mulai dari email, aplikasi produktivitas, video meeting, hingga penyimpanan data. Walau secara garis besar layanan yang diberikan tak jauh berbeda, baik Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter memiliki detail masing-masing. Berikut perbedaan di antara keduanya yang bisa Anda pelajari sebagai pertimbangan sebelum memilih. Aplikasi kerja untuk permudah kolaborasi Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Anda tentu sudah tidak asing dengan aplikasi Office milik Microsoft seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan akses versi web untuk aplikasi Office tersebut. Sementara itu, aplikasi serupa milik Google dikenal dengan nama Docs, Sheets, dan Slides. Ketiganya juga termasuk dalam paket Google Workspace Business Starter. Baik pada Microsoft 365 Business Basic maupun Google Workspace Business Starter, aplikasi-aplikasi tersebut telah menunjang kolaborasi. Artinya, satu file dapat dibuka, ditinjau, hingga diedit oleh banyak pengguna sekaligus. Nilai plus bagi Google Workspace karena mereka memiliki fitur bernama Smart Canvas yang mengintegrasikan berbagai aplikasi Google Workspace. Kini Anda bahkan bisa melakukan panggilan video langsung dari Docs, Sheets, atau Slides. Kapasitas penyimpanan cloud Photo Credit: freestocks (Unsplash) Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti memiliki banyak data penting yang perlu disimpan secara aman. Menjawab kebutuhan ini, Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Apabila Microsoft memiliki One Drive, maka Google mempunyai Google Drive. Untuk poin ini, Microsoft 365 lebih unggul daripada Google Workspace. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 1 TB. Sementara itu, Google Workspace Business Starter hanya menawarkan kapasitas sebesar 30 GB. Kemampuan video meeting Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Kebutuhan video meeting atau online conference juga di-cover oleh Microsoft 365 dan Google Workspace melalui aplikasi Microsoft Teams dan Google Meet. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peserta yang dapat bergabung dalam panggilan video. Paket langganan Microsoft 365 Business Basic memungkinkan Anda untuk melakukan video meeting hingga maksimal 300 peserta. Sedangkan pada Google Workspace Business Starter, jumlah maksimal peserta video meeting adalah 100 orang. Layanan email dan tampilannya Photo Credit: Microsoft Outlook Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Umumnya, aktivitas bisnis tak bisa lepas dari penggunaan email. Tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter menyediakan layanan email yang mumpuni melalui Outlook dan Gmail. Kabar baiknya, baik Outlook dan Gmail memungkinkan Anda untuk menggunakan nama domain kustom sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional. Keduanya juga sama-sama terhubung dengan aplikasi kalender untuk memudahkan pencatatan jadwal rapat. Tak hanya dari segi fitur, aspek interface Outlook dan Gmail pun tak kalah menarik. Saat membuka Outlook, Anda akan menemukan fitur top bar bernama Ribbon yang menampilkan banyak opsi. Tersedia pula Ribbon berbeda untuk seluruh tampilan dalam Outlook, termasuk Mail, Contacts, dan Calendar. Sementara itu, Gmail memiliki tampilan yang lebih simpel. Untuk mulai menulis pesan baru, Anda hanya perlu menekan tombol khusus bertuliskan Compose. Gmail juga menyediakan fitur Filter dan Label untuk membantu Anda mengorganisasi pesan masuk secara praktis. Jadi, mana yang lebih baik untuk bisnis? Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Baik Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama memiliki layanan berkualitas baik untuk menunjang produktivitas bisnis. Jika Anda dan tim memiliki frekuensi kolaborasi yang cukup tinggi, Google Workspace Business Starter dapat menjadi pilihan lebih tepat mengingat adanya fitur Smart Canvas yang mampu memaksimalkan pengalaman kolaborasi. Namun, apabila tim bisnis Anda memiliki anggota lebih dari 100, maka sebaiknya berlangganan Microsoft 365 Business Basic. Kapasitas video meeting hingga 300 peserta, berikut dengan penyimpanan mencapai 1 TB, tentu lebih mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis. Jadi, mana yang akan Anda pilih? Microsoft 365 Business Basic atau Google Workspace Business Starter? Apa pun pilihannya, Anda bisa berlangganan keduanya melalui EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft dan Google di Indonesia. Baik berlangganan Microsoft 365 maupun Google Workspace, tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology sekarang juga!

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Info

Update Google Meet, Kini Anda Bisa Tambah Hingga 25 Co-host

  Lebih dari sekadar platform video call, Google Meet telah menjadi alat penunjang kolaborasi dan produktivitas kerja melalui aktivitas online meeting. Agar aktivitas tersebut berlangsung produktif dan aman, berbagai update Google Meet pun senantiasa diberikan dari waktu ke waktu. Pada update terbaru ini, yang dirilis pada 11 Agustus 2021 lalu, kini online meeting di Google Meet memungkinkan Anda untuk menambahkan hingga 25 co-host. Tak hanya itu, para co-host yang telah ditunjuk juga akan memiliki kontrol lebih dalam menjalankan online meeting di Google Meet.  Apa saja bentuk kontrol yang dimaksud? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. Co-host memiliki kontrol lebih terhadap online meeting Photo Credit: Blog Google Workspace Melalui update Google Meet terbaru, mulai sekarang Anda bisa menunjuk hingga 25 co-host saat online meeting. Sebagai co-host, mereka berhak melakukan sejumlah kontrol terhadap online meeting di Google Meet. Namun, sebelumnya pastikan dulu untuk mengaktifkan opsi Host Management. Anda bisa menemukannya pada menu Settings > Host Controls. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan oleh co-host saat online meeting berlangsung di Google Meet: Membatasi siapa saja yang bisa mengirim pesan atau chat Membatasi siapa saja yang bisa berbagi layar (share screen) Mengakhiri online meeting untuk semua peserta Mengaktifkan mode mute untuk semua peserta hanya dalam satu klik Berbagai kontrol untuk co-host tersebut tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Starter, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Education Plus, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Frontline, serta seluruh pelanggan G Suite Basic dan Business. Fitur Quick Access mempermudah peserta untuk bergabung Photo Credit: Blog Google Workspace Selain penambahan hingga 25 co-host, update Google Meet juga mencakup perluasan kontrol pada fitur Quick Access. Saat online meeting di Google Meet, kontrol Quick Access akan diaktifkan (ON) secara default. Ketika fitur ini aktif, maka peserta meeting dari domain Anda bisa secara otomatis bergabung mengikuti meeting lewat perangkat desktop, mobile, atau melalui panggilan masuk. Lalu, apa yang terjadi jika fitur Quick Access dalam keadaan nonaktif? Host harus terlebih dulu bergabung dengan meeting. Hanya peserta yang telah diundang saja yang dapat mengikuti meeting tanpa harus mengajukan izin lagi. Artinya, tidak ada peserta anonim yang bisa bergabung dengan online meeting di Google Meet. Update pada fitur Quick Access ini dapat diakses seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi yang berlangganan G Suite Basic dan Business. Namun, aksesnya tidak akan tersedia bagi pelanggan Google Workspace Individual yang menggunakan Google Accounts personal. Panel People juga mendapatkan update Photo Credit: Blog Google Workspace Saat mengadakan online meeting di Google Meet, kemungkinan besar Anda akan menemukan panel bernama People yang biasa muncul di sebalah kanan layar. Update Google Meet terbaru ternyata juga diberikan pada panel People ini. Tak hanya tersedia pada versi web, update dari panel People ini juga akan dapat Anda temukan pada Google Meet versi mobile. Berkat adanya update terhadap panel People, kini Anda bisa dengan mudah dan cepat bernavigasi ke peserta tertentu untuk melakukan mute, menghapus mereka dari panggilan online meeting, atau memberikan kontrol sebagai host. Bagi peserta yang ditunjuk sebagai co-host, maka akan muncul ikon atau simbol bergambar perisai keamanan pada nama mereka.   Secara perlahan, berbagai update Google Meet tersebut mulai diluncurkan untuk publik pada 16 Agustus 2021. Namun, mengingat ada update yang hanya bisa diakses oleh pelanggan Google Workspace edisi tertentu, sekarang adalah saat yang tepat untuk berlangganan Google Workspace edisi premium. Cukup hubungi EIKON Technology selaku partner produk Google resmi di Indonesia dan Anda akan mendapat bantuan untuk memilih edisi Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan. Segera berlangganan Google Workspace sekarang juga agar bisa menikmati berbagai update Google Meet di atas!

Scroll to Top