EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Setelan Client-side Encryption Kini Tersedia dalam Mode Default

Google Workspace baru saja meluncurkan update terkait client-side encryption atau CSE. Kini administrator dapat menetapkan CSE sebagai enkripsi default untuk beberapa tindakan. Mari simak ulasannya berikut ini. Setelan client-side encryption sebagai default Administrator kini dapat menetapkan client-side encryption atau CSE sebagai setelan default bagi pengguna di tingkat organizational unit (OU) yang secara rutin menangani data sensitif dan perlu enkripsi tambahan. Ini akan memberi fleksibilitas bagi perusahaan untuk memenuhi persyaratan kepatuhan (compliance) dan peraturan serta mengurangi beban program change management. Pengguna diminta untuk membuat objek CSE di setiap aplikasi yang berarti email, event, dan file mereka dienkripsi secara default dengan kunci dari Google yang dikelola pelanggan dan bersifat privat. Bagi perusahaan yang memiliki kebutuhan peraturan atau kedaulatan yang ketat, hal ini dapat membantu mereka menutup kesenjangan kepatuhan dengan menetapkan setelan CSE ke mode default untuk menangani data sensitif. Kesimpulannya, kini administrator dapat menerapkan setelan CSE sebagai default untuk: Pesan Gmail yang baru dibuat, event Google Calendar; File Google Docs, Sheets, dan Slides yang baru dibuat; File Google Drive yang baru diunggah. Baca juga: Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-side Encryption Google Docs Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Gmail Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk saat ini, setelan CSE sebagai mode default hanya tersedia untuk versi web. Versi aplikasi mobile akan segera tersedia dalam update selanjutnya. Mengapa setelan CSE penting bagi end user Hadirnya fitur ini akan membantu administrator dalam meningkatkan keamanan pengguna tanpa perlu mengorbankan produktivitas, sekaligus meningkatkan kontrol bagi mereka yang perlu menerapkan kebijakan kontrol data. Ini juga mencakup log audit yang ditingkatkan sehingga memberi lebih banyak detail bagi administrator yang menyusun laporan kepatuhan terhadap peraturan (regulatory compliance reports). Google Workspace telah menerapkan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi data secara default, baik saat rest maupun transit. CSE lebih dari itu, mampu memberikan kontrol otoritatif dan privasi kepada perusahaan sebagai pemilik tunggal enkripsi privat dan penyedia identitas kunci enkripsi. Ini akan memberi kepercayaan yang lebih tinggi bagi perusahaan, bahwa pihak ketiga mana pun, termasuk Google dan pemerintah asing, tidak dapat mengakses data sensitif mereka. Pengguna dapat terus berkolaborasi di seluruh aplikasi pilihan mereka di Workspace, sementara tim TI dan kepatuhan bisa terus memastikan bahwa data sensitif pengguna tetap mematuhi peraturan. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia bagi Umum, Ini Kegunaannya Mulai menggunakan fitur Fitur ini akan NONAKTIF secara default dan hanya dapat dikonfigurasi di tingkat grup atau OU. Anda dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai client-side encryption Google Workspace. Ketersediaan Fitur ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 5 Desember 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Google Workspace Assured Controls hanya tersedia sebagai add-on bagi pelanggan Google Workspace Enterprise Plus. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Dengan hadirnya opsi untuk menetapkan setelan client-side encryption sebagai setelan default, administrator dapat meningkatkan keamanan pengguna tanpa perlu mengorbankan produktivitas, sekaligus meningkatkan kontrol bagi mereka yang perlu menerapkan kebijakan kontrol data. Google Workspace merupakan rangkaian produktivitas yang tidak hanya memiliki aplikasi untuk mendukung pekerjaan Anda, tapi juga telah dibekali dengan tingkat keamanan tertinggi seperti client-side encryption. Pastikan keamanan kolaborasi kerja Anda dengan menggunakan Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk perusahaan dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Cara Mengaktifkan Snippets untuk Aturan Data Loss Prevention

Google Workspace baru saja meluncurkan pembaruan untuk Admin Console. Kini, administrator dapat melihat “Sensitive Content Snippets” atau cuplikan konten sensitif untuk aturan data loss prevention (DLP). Bagaimana cara menampilkan cuplikan tersebut untuk menambahkan konteks pada pelanggaran aturan DLP di lingkungan kerja Anda? Simak detail selengkapnya di sini. Sensitive Content Snippets DLP Photo Credit: Google Workspace Updates Sensitive Content Snippets yang baru saja diluncurkan Google Workspace di Admin Console ini berlaku untuk events data loss prevention (DLP) yang berjalan di Drive, Chat, dan Chrome. Apabila fitur tersebut diaktifkan, maka snippets akan mencatat konten yang dinilai dapat memicu pelanggaran aturan DLP pada alat investigasi keamanan (security investigation tool). Nantinya administrator dapat menggunakan informasi yang diambil dari snippets tersebut untuk mengidentifikasi risiko keamanan secara aktual, memastikan kebenaran hasil deteksi (kemungkinan munculnya hasil positif palsu), sehingga dapat mengambil tindak lanjut yang akurat. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan administrator yang perlu memeriksa snippet sudah diberi hak untuk melihat konten sensitif (view sensitive content). Hanya super admin yang dapat menyembunyikan dan menampilkan data sensitif. Saat pertama diluncurkan, fitur akan NONAKTIF secara default dan dapat diaktifkan melalui Admin Console. Administrator cukup masuk ke menu Security > Data Protection Settings > Sensitive Content Storage. Fitur ini tidak berlaku bagi end user. Untuk melihat snippets di alat investigasi keamanan, pilih baris mana pun dari kolom Description dan gulir ke bawah pada opsi Sensitive Content Snippets. Di sini Anda akan menemukan detector ID (pendeteksi identitas) yang sesuai, content starting character yang sesuai, dan panjang konten yang sesuai. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara melihat cuplikan konten yang memicu pelanggaran aturan DLP, menggunakan DLP Workspace untuk mencegah risiko kehilangan data, dan alat investigasi keamanan. Ketersediaan fitur Fitur Sensitive Content Snippets ini diluncurkan dalam perilisan yang diperpanjang (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Peluncuran dimulai pada tanggal 6 Desember 2023. Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Frontline Standard, Enterprise Standard and Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, and Education Plus, dan Enterprise Essentials Plus. Tersedia juga bagi pelanggan Cloud Identity Premium dan BeyondCorp Enterprise. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Hadirnya fitur Sensitive Content Snippets ini memungkinkan administrator untuk dapat mengidentifikasi risiko keamanan secara aktual, memastikan kebenaran hasil deteksi (kemungkinan munculnya hasil positif palsu), sehingga dapat mengambil tindak lanjut yang akurat. Dengan begitu, munculnya risiko pelanggaran aturan Data Loss Prevention (DLP) di lingkungan kerja dapat ditangani secara tepat. Fitur Sensitive Content Snippets tersedia bagi pelanggan Workspace Education, rangkaian produktivitas Google yang dirancang khusus untuk kebutuhan institusi pendidikan. Edisi Workspace ini telah tersedia di EIKON Technology. Kami merupakan official partner Google Workspace yang menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi Solusi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace Education, hubungi kami di sini.

Google Workspace

Lebih Mudah Kelola Percakapan Google Chat dengan Opsi Bisukan Notifikasi

Google memperkenalkan sebuah kapabilitas baru di Google Chat yang akan membantu Anda memprioritaskan dan mengelola pesan. Fitur ini merupakan bagian dari penyempurnaan pengalaman baru Chat yang hadir untuk membantu pengguna meningkatkan konsentrasi, menghilangkan gangguan, dan tentunya lebih fokus pada percakapan penting. Lalu, bagaimana cara menggunakan fitur baru ini? Mengelola notifikasi Google Chat kini jadi lebih mudah Photo Credit: Google Workspace Updates Notifikasi diperlukan agar Anda bisa langsung memeriksa isi sebuah percakapan. Namun terkadang ada beberapa pesan tidak mendesak yang muncul ketika Anda harus mengerjakan hal lain. Tentu saja pesan tersebut akan mengganggu alur kerja Anda. Sebagai solusi, kini Google Chat menghadirkan opsi untuk membisukan notifikasi percakapan (mute notification). Jika Anda memilih untuk membisukan percakapan, maka Chat tidak akan mengirimkan push notification, memunculkannya di beranda, dan menurunkan level prioritasnya secara visual (notifikasi pesan akan dipindahkan ke bagian bawah percakapan). Namun lencana notifikasi akan tetap berlaku pada percakapan yang dibisukan ketika muncul @mention untuk Anda atau semua orang yang ada dalam percakapan tersebut. Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan memanfaatkan kapabilitas baru dari Google Chat ini, Anda yang sering merasa kewalahan dengan banyaknya percakapan yang sangat aktif, kini bisa punya opsi untuk menghilangkan kebisingan tersebut, menghemat waktu untuk pekerjaan individu, dan tentunya fokus pada percakapan penting yang lebih mendesak. Penting untuk diingat, jika Anda kemudian memilih untuk mengaktifkan kembali percakapan atau unmute, maka penurunan prioritas secara visual yang diterapkan pada percakapan pun akan dibatalkan, begitu pula dengan pengaturan notifikasi sebelum dibisukan pun akan diterapkan kembali pada percakapan. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat Dengan Smart Chip Mulai menggunakan kapabilitas Untuk membisukan notifikasi Google Chat tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk membisukan atau mengaktifkan kembali notifikasi percakapan: Membisukan notifikasi Klik menu tiga titik Chat yang ada di panel sebelah kiri jendela percakapan apa pun. Pilih opsi mute. Cara lainnya adalah dengan membuka pengaturan notification yang ada di jendela percakapan apa pun dan kemudian centang opsi mute. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Mengaktifkan kembali notifikasi Klik menu tiga titik Chat yang ada di panel sebelah kiri jendela percakapan apa pun. Pilih opsi unmute. Cara lainnya adalah dengan membuka pengaturan notification yang ada di jendela percakapan apa pun dan kemudian hapus centang pada opsi mute. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kapabilitas pembisuan notifikasi Google Chat, Anda bisa mengunjungi halaman Help Center Google Workspace ini. Ketersediaan Google Chat versi web Kapabilitas bisukan notifikasi ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna). Domain rilis cepat dimulai pada tanggal 6 Desember 2023, sementara rilis terjadwal mulai tanggal 18 Desember 2023. Google Chat versi mobile Versi mobile juga dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna) dan dimulai pada tanggal 28 November 2023. Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga:  Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Fitur baru dari Google Chat ini hadir untuk membantu pengguna meningkatkan konsentrasi, menghilangkan gangguan, dan tentunya lebih fokus pada percakapan penting. Selain Chat, Google Workspace juga telah menyediakan berbagai aplikasi produktivitas kerja yang saling terintegrasi, seperti Gmail, Docs, Sheets, dan Slides. Segera nikmati berbagai kemudahannya dengan berlangganan Workspace melalui EIKON Technology. Kami siap menemukan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya

Pada bulan Juli 2023 lalu, Google memperkenalkan kapabilitas untuk menampilkan notifikasi khusus ketika pesan Google Chat diblokir atau disadap sesuai aturan data loss prevention (pencegahan kehilangan data). Kapabilitas tersebut diluncurkan dalam versi beta untuk administrator. Per 7 Desember 2023, kapabilitas tersebut tersedia secara umum di Chat web maupun seluler. Lalu, bagaimana cara kerjanya? Notifikasi khusus data loss prevention Google Chat Notifikasi khusus atau custom notifications akan membantu administrator untuk memberikan lebih banyak konteks kepada para pengguna mengenai alasan mereka diblokir dari tindakan tertentu, apa yang dapat mereka lakukan untuk membuka blokir secara mandiri, hingga menyertakan tautan ke konteks lain yang lebih lengkap agar dapat membantu pengguna, seperti pedoman perlindungan data sensitif milik perusahaan atau dokumentasi dari Google Chat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai notifikasi khusus data loss prevention ini, silakan kunjungi halaman pengumuman Google ini. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Mulai menggunakan kapabilitas Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas notifikasi khusus data loss prevention Google Chat akan langsung tersedia di konsol Admin secara otomatis setelah perilisan. Notifikasi khusus dapat diatur menyesuaikan aturan data loss prevention di tiap tingkat domain, organizational unit (OU), maupun grup. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat Dengan Smart Chip Saat menyusun aturan baru, tepat di Step 4: Actions under “User Message”, pilih “customize message”. Notifikasi khusus juga dapat diterapkan pada aturan data loss prevention yang ada. Jika administrator tidak menyesuaikan notifikasi, yang akan ditampilkan kepada pengguna adalah notifikasi umum Google Chat. Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Menyesuaikan setelan dari administrator, pengguna nantinya dapat menemukan informasi yang lebih terperinci saat mengirim pesan Chat yang sesuai dengan ketentuan dari aturan data loss prevention. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kapabilitas ini, kunjungi halaman Help Center ini. Ketersediaan kapabilitas Kapabilitas notifikasi khusus Google Chat ini dirilis penuh mulai tanggal 7 Desember 2023 (memerlukan 1-3 hari untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna). Rilis penuh berlaku bagi domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Kapabilitas tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade, Education Plus, dan juga Frontline Standard. Data loss prevention untuk Google Chat juga tersedia bagi pengguna Cloud Identity Premium yang juga memiliki lisensi untuk edisi Workspace yang mencakup Google Chat serta Audit and investigation. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan bagi pengguna Cloud Identity Premium, Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini. Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Dengan hadirnya kapabilitas baru yang memungkinkan administrator untuk menyusun notifikasi khusus sesuai aturan data loss prevention ini, pengguna bisa langsung mengetahui konteks mengapa mereka mendapatkan peringatan dari administrator. Ini akan mempersingkat waktu penanganan saat muncul risiko kehilangan data di perusahaan Anda. Ingin menikmati berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh rangkaian produktivitas Google Workspace? Anda bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan Workspace edisi Business untuk perusahaan dan Education untuk institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini

Google Workspace

eSignature Kini Tersedia bagi Pelanggan Google Workspace Individual, Bagaimana Cara Kerjanya?

Awal tahun 2023 ini, Google memperkenalkan eSignature (tanda tangan elektronik) untuk Docs dan Drive dalam versi beta.Per 7 Desember 2023, Google resmi meluncurkan eSignature untuk Docs dan Drive secara umum bagi seluruh pelanggan Workspace Individual. Bagaimana cara kerjanya? eSignature untuk Docs dan Drive Google Workspace Individual   eSignature Google ditanamkan langsung ke dalam Docs sehingga memudahkan para wirausahawan dan pelaku UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro). Anda dapat memanfaatkannya untuk meminta tanda tangan, melacak dan mengelola kontrak seperti perjanjian pelanggan, kontrak vendor, persetujuan pemangku kepentingan, dan banyak lagi. Secara garis besar, eSignature Google dapat digunakan untuk: Meminta tanda tangan, melacak status tanda tangan yang tertunda, dan melihat kontrak yang sudah selesai. Menandatangani kontrak resmi langsung di dalam Google Drive, sehingga tidak perlu lagi berpindah aplikasi atau bahkan tab. Membuat salinan kontrak tertentu sehingga dapat digunakan sebagai templat untuk memulai beberapa permintaan eSignature sekaligus. Photo Credit: Google Workspace Updates Bukan hanya itu, eSignature yang diluncurkan untuk umum ini juga sudah mengalami beberapa peningkatan dari versi sebelumnya dan memiliki beberapa fitur baru seperti: Audit trail: Semua kontrak yang diselesaikan secara otomatis akan disertai dengan laporan jejak audit. Multi-signer: Kapabilitas untuk meminta tanda tangan lebih dari satu pengguna. Non-Gmail users: Kapabilitas untuk meminta eSignature dari non pengguna Gmail. Initiating eSignature on PDF (beta): Kapabilita untuk memulai eSignature pada file PDF yang tersimpan di Drive pengguna. Baca juga: eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Google pun berencana untuk menambahkan fitur eSignature yang rencananya akan dirilis beberapa bulan mendatang, seperti: PDF templates: Kapabilitas untuk menggunakan kembali file PDF sebagai templat kontrak dengan mudah. Custom text fields: Kapabilitas untuk meminta penandatangan (signers) menambahkan informasi yang berhubungan (misalnya jabatan atau alamat email) ke dalam kontrak.  Baca juga: Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive Mulai menggunakan eSignature Anda bisa melihat ketersediaan eSignature pada poin mengenai “Ketersediaan” di bawah. Apabila edisi Workspace yang Anda gunakan tercantum, silakan lakukan pendaftaran beta test dengan mengisi formulir ini. Google membuka pendaftaran beta test hingga tanggal 18 Desember 2023 nanti. eSignature Docs dan Drive ini tersedia sebagai bagian dari versi beta yang lebih besar. Versi beta yang lebih besar tersebut akan mencakup akses ke layout baru Gmail. Layout baru Gmail ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan templat yang ada, menggunakan layout khusus untuk menyusun email tertentu (misalnya promosi produk), atau membuat layout baru dari awal. Setelah Google menyetujui pengajuan beta test Anda, maka eSignature dan beberapa fitur Gmail baru akan langsung muncul dalam beberapa minggu mendatang. Untuk mulai menggunakan eSignature, Anda bisa mengikuti panduan dari halaman Help Center Google Workspace ini. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur eSignature untuk umum ini dirilis dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 7 Desember 2023 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur pada keseluruhan pengguna). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Individual. Pelanggan yang memenuhi syarat untuk eSignature adalah pelanggan Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Baca juga: Mengatur Masa Kedaluwarsa Akses File dengan Google Drive API Dengan diluncurkannya eSignature untuk umum, pelanggan Google Workspace Individual pun kini bisa menggunakannya. Untuk bisa segera menggunakan fitur ini, Anda cukup mengisi formulir pengajuan beta test di sini. Untuk pemanfaatan eSignature dan berbagai fitur lainnya, Anda dapat berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan edisi Workspace yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, seperti Workspace for Education untuk institusi pendidikan dan Workspace for Business untuk perusahaan. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Menyinkronkan Atribut Sistem Pengguna dari Direktori Eksternal ke Google Workspace dengan Directory Sync

Google Cloud Directory Sync atau GCDS merupakan suatu teknologi yang menyinkronkan data pengguna dan grup dari direktori eksternal ke direktori cloud Google. Proses sinkronisasi berlangsung di cloud sehingga Anda tak perlu menginstal sync client atau on-premises software. GDCS menyesuaikan data dari pengguna Google, kontak bersama, dan grup dengan server LDAP. Hal ini memungkinkan administrator untuk menyinkronkan pengguna, grup, dan informasi direktori lainnya dari layanan Active Directory/LDAP ke direktori domain Google Cloud mereka. Untuk menyiapkan GDCS, cukup download dan install di mesin Windows atau Linux yang memiliki akses ke AD on-premises dan Google Workspace atau Google Cloud. GDCS tidak memigrasikan konten apa pun seperti email, acara dari Calendar, atau file ke Google Account. Kini, Directory Sync telah tersedia dalam versi open beta untuk memetakan dan menyinkronkan atribut sistem pengguna dari direktori eksternal. Seperti apa cara kerjanya? Menyinkronkan atribut pengguna dengan Directory Sync Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan Directory Sync, administrator dapat memetakan semua atribut sistem, atribut default pengguna, termasuk atribut khusus dari Microsoft Active Directory atau Microsoft Azure Active Directory ke atribut pengguna Google Directory dan melakukan sinkronisasi. Atribut yang dimaksud mencakup nama depan dan nama belakang, jabatan, perusahaan, dan departemen. Daftar detail atribut yang didukung bisa Anda temukan di halaman Help Center Google Workspace. Berdasarkan nilai atribut tersebut, Directory Sync akan secara otomatis memetakan pengguna dengan atribut yang disediakan dari Active Directory atau Azure Active Directory di bagian Google Workspace. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Directory Sync kini telah tersedia dalam versi open beta. Itu artinya, Anda bisa langsung menggunakannya tanpa harus mendaftar. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai penggunaan Directory Sync, silakan kunjungi halaman dokumentasi dan halaman FAQ ini. Untuk mulai menggunakan Directory Sync, masuk ke konsol Google Admin dan kemudian klik menu Home > Directory > Directory Sync. Di Directory Sync, masukkan nama grup dari direktori eksternal untuk melakukan sinkronisasi pengguna. Untuk pengguna individual dalam grup (bukan grup itu sendiri) akan disinkronkan ke direktori cloud Google Anda. Sebelum mulai melakukan sinkronisasi, pastikan Anda sudah menambahkan dan menguji koneksi direktori eksternal ke direktori cloud Google. Baca juga: Membangun Pipeline Data Streaming di Google Cloud Mengecek status simulasi sinkronisasi direktori Untuk melihat status simulasi, masuk ke halaman directory details. Anda dapat memeriksa apakah simulasi telah selesai di log history Directory Sync dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Buka log history Directory Sync. Untuk mengetahui detailnya, buka log event data Access Directory Sync. Klik Add a filter > Event. Jawaban Yes pada kolom Simulation menandakan simulasi telah selesai. Anda mungkin perlu menambahkan kolom Simulation untuk melihat hasilnya. Memeriksa hasil sinkronisasi simulasi Ketika simulasi selesai, pada halaman directory details, klik View Simulation log. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Directory Sync telah tersedia dalam versi open beta bagi seluruh pengguna. Versi ini memungkinkan Anda untuk mengakses Directory Sync tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. Baca juga: Cara Sinkronisasi Server Apple DEP dan Google Mobile Device Management Dengan Directory Sync, Anda kini dapat memetakan dan menyinkronkan atribut pengguna dengan mudah tanpa harus menggunakan sync client tambahan maupun on-premises software. Directory Sync hadir dalam versi open beta sehingga dapat digunakan langsung tanpa perlu mendaftar. Berbagai kemudahan dari Directory Sync bisa langsung Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education

Bulan Juni 2023 lalu, Google memperkenalkan pembaruan pada pemutar YouTube yang dapat disematkan (embeddable player) dalam layanan Workspace for Education. Pembaruan tersebut juga termasuk URL baru (www.youtubeeducation.com) agar pemutar YouTube dapat menayangkan konten yang tersemat dalam aplikasi Google Workspace for Education. Pada bulan November 2023 ini, kapabilitas tersebut mengalami beberapa perubahan. Seperti apa perubahannya? Mari simak penjelasannya berikut ini. Perubahan pada embeddable player YouTube Google Workspace for Education Pembaruan terhadap embeddable player YouTube untuk layanan Google Workspace for Education pada bulan Juni 2023 lalu telah memunculkan perubahan. Apabila institusi Anda mengizinkan atau memblokir suatu video YouTube dalam layanan Google Workspace for Education, maka pengguna nantinya akan diminta untuk menambahkan www.youtubeeducation.com ke daftar yang diizinkan atau tidak diizinkan. Langkah ini mempertahankan cara institusi Anda selama menggunakan video YouTube dalam aplikasi Google Workspace for Education, seperti Google Classroom atau Slides. Google Workspace menghapus fitur tersebut untuk sementara guna mengevaluasi kinerja dan kualitasnya. Sebagai langkah selanjutnya, ketika  pengguna memperbarui daftar yang diizinkan atau daftar blokir untuk menyertakan www.youtube.com, maka diharuskan untuk mengembalikan daftar yang diizinkan atau daftar blokir untuk menyertakan URL tersebut. Tujuannya tak lain adalah agar Anda bisa tetap mempertahankan bagaimana video YouTube bekerja dalam aplikasi Google Workspace for Education di lingkungan kerja Anda. Jika Anda tak segera mengembalikan daftar yang diizinkan atau daftar blokir untuk menyertakan www.youtube.com, maka ke depannya akses institusi Anda ke video YouTube kemungkinan besar akan berubah. Baca juga: Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal Mulai mengaktifkan kapabilitas Photo Credit: Freepik Memperbarui daftar yang diizinkan atau daftar blokir hanya dapat dilakukan oleh administrator Google Workspace for Education. Pastikan administrator telah menambahkan nama yang ditunjuk sebagai host ke dalam daftar agar Workspace API dapat berfungsi dengan benar. Di Workspace API, buka port konektivitas berikut: Port Tujuan TCP port 443 (HTTPS) Mengakses URL utama untuk autentikasi dan panggilan API TCP port 80 (HTTP) Mengizinkan pemeriksaan CRL dan OCSP Penting untuk diingat, Anda mungkin perlu mengizinkan beberapa aturan tambahan mengikuti penyiapan dan aplikasi yang akan dituju, misalnya jika Anda menggunakan klien Microsoft Windows, maka perlu untuk mengizinkan aturan yang berhubungan dengan penyiapan Microsoft. Selanjutnya, izinkan atau blokir URL www.youtubeeducation.com untuk mengizinkan atau memblokir penggunaan embeddable player YouTube dalam lingkungan Anda. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Ketersediaan Perubahan ini telah berjalan di aplikasi Google Classroom, Slides, Sites, dan Forms (per tanggal 7 November 2023). Lalu, untuk Workspace edisi apa sajakah perubahan ini berlaku? Perubahan ini berlaku untuk Google Workspace for Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Jangan lupa untuk segera memperbarui daftar yang diizinkan atau daftar blokir Anda agar pemutar YouTube yang dapat disematkan (embeddable player) bisa tetap beroperasi sesuai kebutuhan institusi Anda.  Google Workspace telah menyediakan panduan lengkap bagi administrator untuk memperbarui daftar Anda melalui Workspace API di sini. Google Workspace for Education merupakan rangkaian produktivitas kerja yang dirancang khusus untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar. Anda bisa mendapatkan rangkaian produktivitas ini melalui EIKON Technology yang merupakan official partner Google Workspace Indonesia. Kami menyediakan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Penyempurnaan Viewer Mode Google Meet, Apa yang Berubah?

Awal tahun 2023 ini, Google Meet memperkenalkan viewer mode. Fitur ini hadir untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dalam online meeting skala besar. Dengan mengaktifkan viewer mode saat menyebarkan event melalui Google Calendar, Anda bisa menentukan siapa saja yang menjadi viewer atau penonton meeting. Penonton di sini adalah peserta meeting yang tidak dapat membagikan audio atau videonya. Kali ini, fitur viewer mode Google Meet mendapat penyempurnaan untuk semakin memudahkan Anda dalam mengelola online meeting skala besar. Lalu, seperti apa perubahannya? Penyempurnaan fitur viewer mode Google Meet Fitur viewer mode Google Meet memungkinkan sebagian peserta bergabung dalam sebuah online meeting tanpa memiliki kapabilitas untuk membagikan audio atau video mereka. Per 1 November 2023, fitur tersebut mengalami peningkatan sehingga viewer dan host dari online meeting dapat: Photo Credit: Google Workspace Updates Viewer kini dapat mengirimkan reaksi cepat berupa emoji selama online meeting. Ini merupakan cara untuk terlibat dan berpartisipasi yang tidak mengganggu jalannya meeting. Photo Credit: Google Workspace Updates Host dan co-host (penyelenggara online meting) dapat mengubah status viewer menjadi contributor. Dengan catatan, host atau co-host sudah masuk dalam mode PiP (Picture-in-Picture). Perubahan ini akan memberi fleksibilitas yang lebih besar kepada host maupun co-host, sekaligus menghemat waktu ketika perlu mengubah status peserta. Baca juga: Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware Mulai menggunakan fitur Fitur reaksi emoji akan AKTIF secara default dan dapat dinonaktifkan melalui konsol Google Admin. Untuk menerapkan setelan bagi pengguna tertentu, masukkan akun mereka di organizational unit (OU) atau configuration group. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan ketersediaan reaksi emoji bagi pengguna, administrator dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Di konsol Admin, masuk ke Menu > Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke seluruh pengguna, biarkan OU teratas terpilih. Jika Anda ingin menerapkan setelan hanya ke beberapa pengguna saja, pilih OU turunan atau configuration group. Klik setelan Reactions. Selanjutnya, centang atau hapus centang pada kotak untuk mengaktifkan atau menonaktifkan setelan. Klik Save. Saat mengonfigurasi OU atau configuration group, akan tersedia pilihan Inherit atau Override setelan OU induk, atau Unset setelan grup. Perubahan setelan ini biasanya akan memerlukan waktu maksimal 24 jam (namun biasanya perubahan dapat terjadi lebih cepat). Baca juga: Filter Google Meet Kini Hadir dengan Lebih Banyak Opsi, Bagaimana Cara Mengaktifkannya? Bagi host dan co-host yang ingin mengubah status peserta dari semula viewer menjadi contributor, mula-mula harus mengaktifkan mode PiP atau Picture-in-Picture. Setelah mode PiP aktif, klik ikon tiga titik yang ada pada panel peserta. Selanjutnya, pilih opsi Make a contributor. Ketersediaan fitur Penyempurnaan fitur viewer mode Google Meet telah diluncurkan, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching & Learning upgrade, dan juga Education Plus. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas untuk Menerima atau Menolak Permintaan Bergabung di Google Meet Dengan penyempurnaan fitur viewer mode ini, administrator akan lebih mudah mengatur bagaimana konten audio dan video dibagikan selama online meeting berlangsung di Google Meet. Itu artinya, jalannya meeting pun menjadi lebih kondusif dan terkontrol. Untuk mengoptimalkan penggunaan Google Meet dan berbagai aplikasi Workspace lainnya, jangan lupa berlangganan edisi Workspace sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dikhususkan untuk kebutuhan bisnis dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Ingin mulai berlangganan Workspace? Silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Meeting Online saat Bepergian dengan Google Meet Kini Makin Mudah dengan Peningkatan Fitur On-the-Go

Ada kalanya Anda harus melakukan online meeting saat bepergian. Melakukan online meeting di perjalanan tentu berbeda saat Anda melakukannya di situasi yang lebih representatif. Anda perlu user interface yang lebih simpel sehingga lebih mudah diakses. Nah, sebagai solusinya, Google Meet menyediakan fitur On-the-Go. Saat fitur On-the-Go ini aktif, Anda bisa mengakses aplikasi Google Meet mobile lebih cepat dan lebih mudah. Tampilan user interface Meet pun akan berubah menjadi lebih sederhana. Pada awal November 2023, Google Meet meluncurkan update untuk fitur tersebut. Seperti apa perubahannya? Peningkatan fitur On-the-Go Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Seiring dengan semakin banyaknya orang yang melakukan online meeting sambil bepergian, baik saat berjalan kaki atau saat menggunakan transportasi umum, maka kebutuhan akan aplikasi online meeting mobile yang mudah diakses pun semakin meningkat. Oleh karenanya, Google Meet meluncurkan peningkatan untuk fitur On-the-Go mereka. Google Meet memperkenalkan sebuah pengalaman baru bagi pengguna aplikasi mobile mereka melalui peningkatan fitur On-the-Go. Peningkatan ini membuat panggilan meeting selama Anda bepergian menjadi lebih mudah dan tidak mengganggu. Baca juga: Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware Setelah peningkatan ini, saat Anda bergabung ke meeting dari perangkat seluler, maka Meet akan mendeteksi posisi Anda yang sedang berada dalam perjalanan secara otomatis. Jika memang terdeteksi Anda sedang dalam perjalanan, maka sistem akan menampilkan pesan untuk berpindah ke mode On-the-Go. Selanjutnya, tampilan meeting akan disederhanakan untuk menampilkan fitur penting Meet saja agar Anda tetap fokus dan bisa menghemat bandwidth menjadi seperti: User interface yang disederhanakan dengan akses ke fitur paling penting seperti mute & unmute, hand raise, dan audio device selection. Hanya informasi penting yang akan ditampilkan, seperti siapa saja active speaker dan jumlah orang yang berada dalam meeting. Video Anda akan dinonaktifkan secara otomatis. Anda akan diberi opsi untuk melihat konten yang ingin ditampilkan (melalui fitur Show Presentation yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan). Memungkinkan Anda bergabung ke breakout room dan tetap berada di dalamnya. Baca juga: Update Terbaru untuk Google Meet di Perangkat Poly Studio Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur On-the-Go di Meet tidak dibutuhkan pengaturan apa pun dari administrator Workspace Anda. Fitur akan tersedia secara default di aplikasi Meet versi mobile. Fitur ini akan aktif dengan sendirinya saat aplikasi mendeteksi Anda sedang bergerak. Untuk masuk ke mode On-the-Go, klik Go pada pop-up yang muncul saat Anda membuka aplikasi. Jika ingin menonaktifkan pop-up On-the-Go, ikuti langkah-langkah berikut: Saat sedang tidak berada dalam meeting, ketuk Menu > Settings > Meeting settings. Geser tombol pada opsi Automatically use On the go ke pilihan nonaktif. Bagi pelanggan Workspace Business dan Education Saat sedang tidak berada dalam meeting, ketuk Menu > Settings > General. Geser tombol pada opsi Automatically use On the go sesuai kebutuhan. Ketersediaan fitur Photo Credit: benzoix (Freepik) Peningkatan fitur On-the-Go Google Meet ini tersedia untuk Android maupun iOS, serta dapat diakses oleh seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Berikut adalah rincian untuk tanggal perilisannya: Android Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal: Perilisan penuh (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 1 November 2023. iOS Domain rilis cepat: perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 1 November 2023. Domain rilis terjadwal: perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 15 November 2023. Baca juga: Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya? Dengan peningkatan fitur On-the-Go ini, Anda bisa bergabung ke online meeting di Google Meet lebih mudah dan cepat selama bepergian. Cukup dengan mengaktifkan fitur ini, maka tampilan Meet akan menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diakses. Untuk mengoptimalkan On-the-Go dan berbagai fitur Google Meet lainnya, jangan lupa berlangganan Google Workspace dengan edisi yang sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan edisi Business yang cocok untuk kebutuhan bisnis skala besar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Cara Membuat Kreasi Visual Menarik dengan Dukungan Duet AI di Google Slides

Setelah sebelumnya meluncurkan fitur yang memudahkan pengguna untuk merancang slide presentasi branding, kini Google Slides menghadirkan fitur pendukung yang akan memberi pengguna kapabilitas untuk menghasilkan visual menarik. Seperti apa? Mari simak ulasannya berikut. Kreasi visual menarik dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk makin memudahkan pengguna dalam menghasilkan kreasi visual yang menarik, Google Slides baru saja memperkenalkan sebuah kapabilitas baru. Kapabilitas yang didukung oleh kecerdasan buatan dari Duet AI for Google Workspace ini akan memberi Anda kemampuan untuk menghasilkan visual menarik dalam slides presentasi. Cara kerjanya pun simpel, Anda cukup mengetikkan beberapa kata di jendela Help me visualize. Selanjutnya, Duet AI for Google Workspace akan mengolahnya menjadi gambar yang nantinya bisa Anda tambahkan ke slide presentasi. Baca juga: Duet AI for Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan Baik untuk agensi kreatif yang mengembangkan konsep campaign awal untuk klien atau perusahaan konsultan yang menyempurnakan proposal perencanaan tahunan, fitur baru dari Google Slides ini akan menyederhanakan alur kerja, terlepas dari keahlian artistik yang Anda miliki, untuk menciptakan gambar unik yang membantu mengomunikasikan ide lebih mudah, dengan lebih sedikit waktu dan usaha. Sekilas tentang Duet AI for Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Blog Sejak awal, Google Workspace dibuat untuk memungkinkan Anda berkolaborasi secara real time dengan orang lain. Kini dengan hadirnya Duet AI for Google Workspace, And dapat berkolaborasi dengan kecerdasan buatan d seluruh aplikasi Workspace. Fitur-fitur dengan dukungan Duet AI for Google Workspace tidak hanya dapat menciptakan gambar untuk Slides, tapi juga dapat membantu Anda menulis, mengatur jadwal, memvisualisasikan, merancang rapat yang lebih inklusif, dan tentunya menyederhanakan alur kerja. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Cara menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru dari Google Slides ini akan AKTIF secara default dan bisa langsung digunakan tanpa pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa mengikuti langkah berikut untuk mulai menggunakan fitur tersebut: Masuk ke menu Insert > Image > Help me visualize atau klik ikon Help me visualize yang ada di toolbar > Buka sidebar Google Slides > Ketik deskripsi gambar, semakin detail semakin baik > Klik Create > Lalu, sistem Duet AI for Google Workspace akan menampilkan hasil gambar > Pilih gambar yang Anda suka > Klik gambar untuk menambahkannya ke slide presentasi Anda. Ketersediaan fitur Fitur penghasil gambar dengan dukungan kecerdasan buatan ini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Duet AI for Google Workspace Enterprise. Fitur ini tersedia sebagai bagian dari add-on Duet AI for Google Workspace Enterprise. Belum berlangganan Duet AI for Google Workspace? Anda bisa mengajukan permohonan trial AI melalui link berikut ini. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Duet AI for Google Workspace, Anda bisa mengunjungi halaman blog Google Workspace ini. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Dengan memanfaatkan fitur baru dari Google Slides yang telah didukung oleh kecanggihan Duet AI for Google Workspace ini, Anda dapat menghasilkan gambar baru untuk mempercantik tampilan slides. Cara kerjanya pun cukup sederhana, hanya dengan beberapa detik saja, Anda sudah bisa mendapatkan tampilan slide presentasi yang jauh lebih menarik. Untuk mengoptimalkan penggunaan Google Slides dan berbagai aplikasi Workspace lainnya, Anda dapat berlangganan Google Workspace for Education atau Google Workspace for Business. Keduanya tersedia di EIKON Technology yang merupakan official partner Workspace Indonesia. Untuk informasi mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top