EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Integrasi Google Keep dengan Assistant Kini Tersedia untuk Seluruh Pengguna Google Workspace

Google baru saja meluncurkan integrasi antara Google Assistant dan Workspace. Dengan hadirnya integrasi ini, Anda dapat menggunakan Assistant bersama perangkat Workspace. Kini Anda dapat menyetel Google Keep sebagai penyedia default untuk catatan dan daftar (notes and lists). Selengkapnya, mari simak ulasan berikut. Integrasi Google Keep dengan Assistant Photo Credit: Google Workspace Updates Integrasi terbaru dari Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Assistant dengan Keep. Itu artinya, seluruh catatan dan daftar (notes and lists) yang Anda buat dengan Google Assistant sekarang bisa dilihat melalui Keep. Selain itu, Anda juga dapat meminta Assistant untuk membuat daftar baru, menambahkan atau menghapus item untuk daftar yang sudah atau, hingga melihat kembali semua item di dalam daftar. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant Ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Mulai memanfaatkan integrasi Administrator yang telah ditunjuk dapat mengontrol siapa saja yang menggunakan layanan Google Keep dan Assistant dengan Google Account mereka. Cukup aktifkan atau nonaktifkan layanan melalui konsol Admin. Setelah Keep diaktifkan, end-user dapat mengubah penyedia catatan menjadi Keep di bagian “notes and list” pada Assistant Settings. Pengguna yang mengaktifkan layanan dapat menggunakan akun mereka untuk melihat catatan dan daftar serta mengakses fitur tambahan. Untuk pengguna yang layanannya nonaktif masih bisa menggunakan beberapa fitur Keep, meski tanpa menggunakan informasi dari akunnya atau menyimpan informasi ke dalamnya, serupa dengan pengalaman pengguna yang keluar (sign out) dari akunnya, Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Mengaktifkan atau menonaktifkan Keep Secara default, Keep diaktifkan untuk semua perusahaan yang baru mendaftar dan sudah perusahaan yang menggunakan Drive. Anda juga dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan baru Keep. Sebelum mengaktifkan Keep, pastikan Drive sudah aktif, Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, letakkan akun mereka di organizational unit (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke access group (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau dalam departemen). Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut: Di konsol Admin, klik Menu > Apps > Google Workspace > Keep. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi semua orang di perusahaan Anda, klik On for everyone atau Off for everyone, kemudian klik Save. Jika Anda ingin mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk organizational unit saja, maka: Di sebelah kiri, pilih unit yang ingin Anda ubah statusnya, lalu klik On atau Off. Selanjutnya, pilih salah satu: Apabila Service status diatur ke Inherited dan Anda ingin terus memperbarui pengaturan, meski pengaturan induk berubah, klik Override. Apabila Service status diatur ke Overridden, klik Inherited untuk kembali ke pengaturan yang sama dengan unit induk atau klik Save untuk mempertahankan pengaturan baru, meski pengaturan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekelompok pengguna di seluruh unit atau dalam organizational unit, pilih access group yang diinginkan. Ketersediaan Photo Credit: fabrikasimf (Freepik) Integrasi baru Google Workspace ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 9 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Integrasi ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Dengan adanya integrasi baru antara Google Assistant dan Keep ini, Anda bisa dengan mudah melacak jadwal serta membuat catatan dan daftar baru. Google memang terus berinovasi dalam menghadirkan integrasi yang menghubungkan aplikasi dan kapabilitas mereka agar alur kerja Anda menjadi semakin mulus, bebas hambatan. Optimalkan penggunaan berbagai aplikasi Workspace, seperti Google Assistant dan Keep dengan berlangganan edisi khusus Workspace for Business (untuk perusahaan) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) melalui EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami memastikan produk yang Anda terima resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual saat Mengakses Workspace Applications

Setelah update terbaru konsol Admin Google Workspace, kini administrator dapat menggunakan akses kontekstual (context-aware access) untuk memblokir akses pengguna ke Workspace Applications, baik melalui aplikasi Google lainnya (pihak pertama) maupun aplikasi non-Google (pihak ketiga). Apa saja yang bisa didapat dengan peningkatan ini? Akses kontekstual untuk mengatur akses ke Workspace Applications Dengan hadirnya peningkatan ini, administrator kini dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Photo Credit: Google Workspace Updates Akses kontekstual untuk API memungkinkan administrator yang sudah ditunjuk untuk memperluas kontrol akses konteks CAA pengguna atau perangkat yang ada. Nantinya, akses tersebut akan memudahkan pemantauan admin terhadap end-user yang mencoba mengakses Google Workspacce Applications melalui aplikasi Google lain maupun non-Google. Memperluas kebijakan ini ke API yang meminta data inti Google Workspace memberi administrator lapisan kontrol dan keamanan tambahan, serta membantu melindungi end-user dari risiko terjadinya penyelundupan data. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Sebelum memulai, tinjau lebih dulu aplikasi pihak ketiga di perusahaan Anda. Di menu App access control, Anda dapat meninjau tiga jenis aplikasi pihak ketiga berikut: Aplikasi yang dikonfigurasi; Aplikasi yang diakses; Aplikasi yang menunggu peninjauan (khusus untuk edisi Education). Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Buka Menu > Security > Access and data control > API control. Klik opsi Manage Third-Party App Access untuk melihat aplikasi yang dikonfigurasi. Untuk memfilter daftar aplikasi, klik Add a filter dan pilih salah satu opsi yang tersedia. Untuk melihat aplikasi yang diakses, di bagian Accessed apps, klik View list. Baca juga: Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Dari daftar aplikasi yang dikonfigurasi atau aplikasi yang diakses, klik ikon aplikasi untuk: Mengelola apakah aplikasi Anda dapat mengakses layanan Google (apakah aplikasi ditandai sebagai Trusted, Limited, atau Blocked. Jika Anda mengubah konfigurasi, jangan lupa klik Save. Mengecek informasi mengenai aplikasi (ID klien OAuth2 lengkap aplikasi, jumlah pengguna, kebijakan privasi, dan informasi dukungan). Melihat API layanan Google (cakupan OAuth) yang diminta aplikasi (daftar cakupan OAuth yang diminta setiap aplikasi. Untuk melihat tiap cakupan OAuth, luaskan baris tabel atau klik Expand All). Untuk mengunduh informasi aplikasi menjadi file .CSV, di bagian atas daftar Configured apps atau Accessed apps, klik Download list. Semua data dalam tabel akan diunduh (termasuk data yang belum Anda tampilkan). Untuk aplikasi yang dikonfigurasi, file .CSV memiliki kolom tambahan berikut: Jumlah pengguna, Layanan yang diminta, dan Cakupan API yang terkait dengan tiap layanan. Jika aplikasi yang dikonfigurasi belum diakses, jumlah penggunanya adalah nol (0) dan kedua kolom lainnya sudah dipastikan akan kosong. Ketersediaan Photo Credit; DCStudio (Freepik) Update terbaru untuk konsol Admin Google Workspace ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Cloud Identity Premium.  Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi Untuk Framing Di Konsol Admin Melalui update terbaru konsol Google Admin ini, administrator Workspace sekarang dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Untuk penggunaan Workspace dalam skala besar, Google telah menyediakan konsol admin khusus yang terus diperbarui fitur dan kapabilitasnya. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace guna mengoptimalkan alur kerja Anda? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) dan Workspace for Business (untuk keperluan bisnis) dengan proses implementasi menyeluruh dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Terhubung secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar

Ketika bekerja lintas lokasi dan zona waktu, fungsionalitas Google Calendar sangat penting agar Anda dapat terhubung secara efektif dengan orang lain. Interoperabilitas Google Calendar adalah sebuah kapabilitas penting yang hadir untuk membantu memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender dapat disebarkan secara akurat kepada mereka yang menggunakan sistem berbeda. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Interoperabilitas Google Calendar Google Calendar menghadirkan kapabilitas interoperabilitas yang memungkinkan Anda menyebarkan suatu acara secara efektif dan akurat, bahkan kepada mereka yang tidak menggunakan platform kalender tersebut. Dengan memanfaatkan kapabilitas ini, Anda bisa membagikan undangan acara yang dibuat di Calendar lebih cepat dan mudah kepada siapa pun. Interoperabilitas Google Calendar akan membantu Anda memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender, dapat disebarkan secara akurat kepada tamu acara dengan sistem kalender berbeda. Hal ini memungkinkan Anda menyusun jadwal secara produktif dan mengatur jadwal secara kolaboratif, apa pun platform kalender yang digunakan. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Baru-baru ini, Google mengumumkan peningkatan terkini pada kapabilitas interoperabilitas Calendar, berupa: Pengguna Microsoft Outlook yang juga memiliki Google Calendar dengan alamat email yang sama dapat menerima undangan Google Calendar dan RSVP di Outlook. Pengingat rapat default akan dibuat di Microsoft Outlook jika undangan dibuat di Google Calendar untuk membantu memastikan tamu yang menggunakan Outlook tidak melewatkan acara. Acara rutin (recurring events) non-Google Calendar akan diperbarui secara lebih sistematis dan akurat di Google Calendar. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Peningkatan terkini kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Baik administrator dan end-user bisa langsung menggunakan kapabilitas setelah update. Namun pastikan Anda sudah memenuhi persyaratan di bawah ini. Persyaratan untuk Google Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Microsoft Exchange untuk mengakses Google Calendar. Mengaktifkan akses ke layanan tambahan untuk semua pengguna atau unit organisasi tertentu. Untuk mengetahui detailnya, Anda dapat mengunjungi halaman ini. Persyaratan untuk Microsoft Exchange Menggunakan Microsoft Exchange 2013 atau 2016 atau Exchange Online (Microsoft 365). Memiliki konektivitas internet inbound dan outbond untuk Exchange Web Services (EWS). Memiliki Sertifikat SSL (dikeluarkan oleh otoritas sertifikat public root tepercaya) untuk server Exchange. Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Google Calendar untuk mengakses Exchange. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Autentikasi Microsoft mengumumkan bahwa mulai dari tanggal 1 Oktober 2022, autentikasi dasar (basic authentication) untuk EWS telah dinonaktifkan. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan dukungan untuk OAuth 2.0. Detail mengenai autentikasi Microsoft dapat Anda pelajari lebih lanjut di sini. Fitur Calendar Interop mendukung autentikasi dasar untuk Exchange lokal dan OAuth 2.0 untuk Exchange Online (Microsoft 365). Menggunakan interoperabilitas dengan produk Calendar lainnya Saat menggunakan fitur interoperabilitas Calendar, Anda tidak dapat menggunakan Google Calendar Connector for HCL Notes (GCCHN). Ini karena Calendar hanya mendukung satu sumber informasi ketersediaan eksternal dalam satu waktu. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai GCCHN dan cara kerjanya, Google telah menyediakan halaman dokumentasi di sini. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur interoperabilitas Google Calendar ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Dengan memanfaatkan kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini, Anda dapat membagikan acara yang sudah dibuat ke platform berbeda tanpa melakukan pengaturan tambahan. Itu artinya, Anda bisa menghemat lebih banyak waktu saat menyebarkan undangan acara. Untuk mengoptimalkan Google Calendar dan berbagai fitur di dalamnya, jangan lupa berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk keperluan bisnis dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Batasan Baru untuk Keanggotaan Google Groups

Saat bekerja dengan Google Workspace, perusahaan Anda dapat membuat Google Groups untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar tim secara mudah. Pengaturannya pun mudah, Anda cukup menunjuk administrator untuk mengonfigurasi fitur dan layanan Workspace. Google Groups dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, mengirim email ke beberapa penerima sekaligus di dalam satu grup atau mengatur pertemuan tanpa perlu langkah yang rumit. Untuk memastikan keamanan Anda selama menggunakan fitur dan layanan Groups, Google memberikan beberapa tindakan pengamanan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan sebuah kapabilitas yang memungkinkan administrator untuk mengonfigurasi aktivitas grup. Bagaimana cara kerjanya? Anda bisa simak ulasannya berikut ini. Batas keanggotaan baru Google Groups for Business Sebagai upaya pengamanan, layanan Google Groups for Business memiliki batasan aktivitas pesan, jumlah anggota grup, undangan, dan keanggotaan. Dalam update terbarunya, Groups meningkatkan batas jumlah keanggotaan grup langsung (direct) dan tidak langsung (indirect) pengguna: Grup langsung: 3,000 keanggotaan (sebelumnya 2.000 keanggotaan) Gabungan grup langsung dan tidak langsung: 7.500 keanggotaan (sebelumnya 5.000 keanggotaan) Photo Credit: tirachardz (Freepik) Apabila Anda adalah pemilik atau pengelola grup, maka status tersebut akan dihitung sebagai dua keanggotaan—satu sebagai anggota grup dan satu lagi sebagai pemilik atau pengelola grup. Pengguna (user) dikatakan sebagai anggota tidak langsung (indirect member) suatu grup, jika mereka tergabung dalam grup lain yang masih ada dalam grup tersebut. Katakanlah Anda bergabung dalam grup besar PT ABC yang di dalamnya terdapat grup A, B, dan C. Apabila Anda sebagai user tergabung sebagai anggota langsung grup A, maka di grup A dan B Anda akan menjadi anggota tidak langsung. Baca juga: Peningkatan User Interface Tool Email Log Search di Google Workspace Meningkatkan batas keanggotaan ini akan memberi pengguna Google Groups lebih banyak fleksibilitas untuk menskalakan dan mengelola penggunaan Group, terutama untuk grup dengan struktur yang kompleks dan rumit. Jenis Penjelasan Batas Keanggotaan total, per grup Jumlah maksimum anggota yang dapat dimiliki suatu grup Tak terbatas Keanggotaan langsung, per user Jumlah maksimum grup tempat pengguna dapat menjadi anggota langsung Catatan: Batasan ini juga berlaku untuk grup. Itu artinya, satu grup bisa menjadi anggota dari 3.000 grup secara langsung Sekitar 3.000 Gabungan keanggotaan langsung dan tidak langsung, per user Jumlah maksimum grup tempat pengguna dapat menjadi anggota langsung (direct) atau tidak langsung (indirect) Catatan: Batasan ini juga berlaku untuk grup. Itu artinya, satu grup bisa menjadi anggota langsung atau tidak langsung dari 7.500 grup Sekitar 7.500 Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace Mulai menggunakan Google Groups Photo Credit: krakenimages.com (Freepik) Google menyediakan dua versi Groups. Pertama, versi gratis untuk semua pengguna. Kedua, versi berbayar untuk perusahaan (kantor, bisnis, sekolah, dan sebagainya). Tiap versi memiliki fitur dan kapabilitas masing-masing. Jika Anda masuk dengan akun perusahaan atau sekolah, maka tugas dan fitur yang tersedia akan disesuaikan oleh pihak administrator pengelola Groups. Batasan jumlah keanggotaan Groups resmi berubah per 15 Mei 2023. Itu artinya, kini Anda dapat bergabung di lebih dari 3.000 grup langsung dan 7.500 grup secara keseluruhan (gabungan antara grup langsung dan grup tidak langsung). Baca juga: Duet AI For Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan Peningkatan batas keanggotaan ini akan memberi pengguna Google Groups lebih banyak fleksibilitas untuk menskalakan dan mengelola penggunaan Group, terutama untuk grup dengan struktur yang kompleks dan rumit. Update ini sudah mulai berjalan sehingga bisa langsung dinikmati oleh seluruh pengguna Google Workspace. Agar penggunaan Google Workspace di lingkungan kerja Anda semakin optimal, gunakan edisi khusus yang dirancang untuk skala besar, yakni Workspace for Business (untuk kebutuhan bisnis) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Keduanya bisa Anda dapatkan melalui official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology. Untuk informasi lengkap mengenai implementasi solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google Workspace

Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen

Salah satu aplikasi andalan Workspace, Google Docs, kembali memperkenalkan sebuah fitur baru. Fitur yang dihadirkan pada update terbaru Docs tersebut akan membantu Anda merapikan tampilan dokumen, sehingga lebih mudah dilihat dan dibaca. Dengan memanfaatkan fitur ini, dokumen Anda pun bisa terlihat lebih ringkas dan memiliki lebih sedikit halaman. Seperti apa fitur baru dari Google Docs ini? Mari simak ulasannya berikut! Collapsible heading Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Google Docs memperkenalkan fitur baru yang membantu Anda meringkas dan memperjelas konten. Fitur yang dinamakan collapsible headings ini mempermudah penggunaan konten dengan memungkinkan Anda menyembunyikan bagian dokumen yang lebih besar, lebih mudah. Fitur ini akan membantu Anda membuat dan membaca konten yang lebih mudah dicerna di Docs. Akun yang ditunjuk sebagai Editor dokumen akan memiliki kemampuan untuk mengatur status default header menjadi expanded (diperluas) atau collapsed (diciutkan) untuk semua pengguna. Pengguna dengan akses sebagai Viewer atau Commenter dapat meluaskan dan menciutkan konten ketika mereka membuka dokumen, dan ketika mereka menutup dokumen, perubahan perluasan/penciutan mereka tidak akan disimpan. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia di Google Docs, Begini Cara Menggunakannya Cara menggunakan collapsible headings di Google Docs Jika dokumen dalam mode pageless, Anda dapat memperluas dan menciutkan title dan heading untuk mengatur konten atau menyembunyikan bagian tertentu. Siapa pun yang memiliki akses untuk mengedit, memberi komentar, atau melihat dokumen dapat menggunakan fitur ini, Buka Google Docs yang ada dalam mode pageless. Arahkan kursor ke headings yang ingin diperluas atau diciutkan. Di sebelah kiri headings, klik Expand heading atau Collapse heading. Cara memperluas atau menciutkan beberapa headings Jika ada banyak judul dalam satu dokumen, Anda dapat memilih untuk menciutkan atau memperluas semua judul dengan gaya yang sama. Buka Google Docs yang berada dalam mode pageless. Klik kanan pada satu judul. Klik opsi Expand all headings of the same style atau Collapse all headings of the same style. Baca juga: Kini Susun Undangan untuk Calendar Makin Mudah Dengan Google Docs, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Fitur collapsible headings ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 16 Mei 2023, sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 30 Mei 2023. Fitur baru dari Google Docs ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite (pendahulu Workspace), baik itu edisi Basic maupun Business. Fitur collapsible headings juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Dengan fitur collapsible headings Google Docs ini, tampilan dokumen Anda akan lebih ringkas dan mudah dibaca. Pemanfaatan fitur ini juga akan membuat dokumen terlihat lebih singkat tanpa mengurangi keseluruhan konten. Anda bisa mulai menggunakannya langsung setelah tanggal perilisan tanpa perlu pengaturan tambahan apa pun. Agar pemanfaatan collapsible headings dan berbagai fitur Docs lainnya lebih optimal, gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace di lingkungan kerja Anda. EIKON Technology menyediakan paket Business dan juga Education untuk penggunaan bisnis dan institusi pendidikan. Tertarik? Silakan hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat

 Saat berbalas pesan di Google Chat, ada kalanya Anda hanya ingin memberi respons singkat tanpa menggunakan kata-kata. Sebagai pengganti kata, biasanya digunakan emoji (misalnya, emoji ibu jari untuk menunjukkan persetujuan). Kini, di Google Chat, Anda bisa memberikan respons cepat dengan emoji menggunakan fitur Quick Reaction. Mari simak pembahasannya berikut ini. Fitur Quick Reaction Google Chat Tahun 2022 lalu, Google Chat mempermudah pengguna untuk mengakses emoji yang paling sering mereka gunakan. Pada tahun 2023 ini, Chat meningkatkan kapabilitas tersebut dengan menambahkan sebuah fitur yang dinamakan Quick Reaction. Fitur tersebut akan menampilkan emoji yang paling sering Anda gunakan saat mengarahkan kursor ke pesan. Bukan hanya itu saja, fitur Quick Reaction juga menyediakan opsi untuk membuka pemilih emoji lengkap, membalas thread pesan, dan banyak lagi. Photo Credit: Google Workspace Updates – Tampilan fitur Quick Reaction pada Google Chat versi web. Photo Credit: Google Workspace Updates – Tampilan fitur Quick Reaction pada Google Chat versi Android. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu Mulai menggunakan fitur Fitur Quick Reaction Google Chat ini tidak memerlukan kontrol tambahan apa pun dari administrator. End-user akan menerima pemberitahuan mengenai fitur baru ini saat mereka mulai menggunakan emoji di Chat, baik itu dalam versi web maupun versi terbaru Android. Untuk mulai menggunakannya, cukup arahkan kursor atau tekan lama pada pesan yang ingin diberi reaksi. Ketersediaan fitur Fitur Quick Reaction dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat akan dimulai pada tanggal 16 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal akan dimulai pada tanggal 30 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi pelanggan rangkaian produktivitas pendahulu Workspace, G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Tentang Google Chat emoji picker Google Chat menghadirkan opsi penggunaan emoji untuk berbalas pesan. Dengan emoji, pesan Anda akan semakin berwarna dan pihak penerima pesan pun bisa lebih mudah memahami maksud dari pesan yang mereka terima. Untuk mendukung kapabilitas ini, Chat telah menghadirkan fitur-fitur andalan. Selain Quick Reaction, Anda juga bisa menemukan opsi Frequently Used pada halaman emoji Chat. Melalui opsi tersebut, Anda bisa tahu, emoji mana saja yang paling sering digunakan dan menambahkannya pada pesan dengan cepat. Emoji yang paling sering Anda gunakan secara otomatis akan muncul di bawah tab Frequently Used (ikon berbentuk jam). Dari situ Anda bisa langsung memilih emoji dan menambahkannya ke dalam pesan. Baca juga: Smart Compose, Balas Pesan Google Chat Kini Jadi Makin Ringkas Dengan peningkatan ini, Anda sekarang bisa memberikan respons singkat menggunakan emoji di Google Chat. Ini akan meringkas lebih banyak waktu sehingga alur kerja Anda pun tak akan terganggu. Penggunaannya pun mudah, cukup dengan menggeser kursor pada pesan yang ingin diberi reaksi. Google Workspace terus melakukan peningkatan terhadap aplikasi produktivitas mereka, termasuk Google Chat. Peningkatan akan menghadirkan fitur dan kapabilitas yang akan menyederhanakan alur kerja Anda. Ingin bekerja dengan efisien? Workspace adalah solusi terbaik untuk Anda. Kini, Anda bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami memastikan solusi terbaik untuk Anda dengan garansi resmi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Memantau Penyalahgunaan Melalui Alert Center

Google Workspace menyediakan Alert Center untuk mengirimkan notifikasi kepada administrator tentang potensi masalah dalam domain mereka dan kemudian mengambil tindakan yang diperlukan (seperti, edukasi kepada pengguna atau pembaruan pada setelan yang ada) untuk menyelesaikan masalah sekaligus melindungi lingkungan kerja Anda dari ancaman keamanan data. Dalam update terbaru Alert Center, administrator kini akan menerima peringatan jika terdapat peristiwa penyalahgunaan. Lalu, bagaimana cara menggunakan fitur baru ini? Monitoring penyalahgunaan melalui Alert Center Photo Credit: Google Workspace Updates – Administrator akan diberitahu melalui email tentang penyalahgunaan, beserta detail informasinya di Alert Center. Administrator kini akan menerima peringatan apabila sistem mendeteksi adanya peristiwa penyalahgunaan dalam domain mereka. Hal ini mencakup peristiwa yang berhubungan dengan konten yang ditandai sebagai penyalahgunaan (abusive) atau pembatasan akses pengguna (user access restrictions) ke aplikasi. Pembaruan ini akan memudahkan administrator untuk terus memantau ada-tidaknya penyalahgunaan dalam domain mereka dan dengan mudah mengambil tindakan yang diperlukan, seperti menangguhkan akses pengguna atau membatasi akses ke layanan tertentu,  Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Mulai menggunakan fitur Administrator yang telah diberi hak untuk mengakses Alert Center akan otomatis menerima notifikasi di Alert Center setelah perilisan fitur ini. Di samping itu, Primary Admin juga akan menerima notifikasi di kotak masuk email mereka. Photo Credit: Google Workspace Updates Dari Alert Center, administrator dapat melihat daftar peringatan. Dari daftar peringatan tersebut, Anda juga bisa mendapatkan detail informasi tambahan dengan mengeklik item yang ada. Jika perusahaan Anda menggunakan Workspace edisi Enterprise, maka Alert Center juga dapat digunakan untuk memulai penyelidikan dengan menautkan langsung penyalahgunaan ke alat investigasi keamanan Google Workspace. Alert Center dan alat investigasi keamanan ini kemudian akan membantu administrator untuk melakukan penyesuaian pada setelan keamanan konsol Google Admin jika diperlukan (atau mengambil tindakan lain sebagai respons terhadap pemberitahuan tersebut). Fitur ini hanya dapat diakses oleh administrator dan tidak berlaku untuk end-user. Administrator yang diberi hak akses Alert Center bisa langsung menggunakan fitur baru ini setelah perilisan. Baca juga: Peningkatan User Interface Tool Email Log Search di Google Workspace Ketersediaan fitur Administrator yang telah memiliki hak akses ke Alert Center akan langsung mendapatkan notifikasi terkait penyalahgunaan setelah fitur resmi dirilis. Selain itu, Primary Admin juga akan mendapatkan notifikasi melalui email mereka. Fitur telah tersedia di Alert Center, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace. Khusus untuk pelanggan Workspace Enterprise Plus, pembaruan ini juga hadir dengan opsi untuk memulai penyelidikan. Admin bisa langsung menautkan peristiwa penyalahgunaan ke alat investigasi keamanan Google Workspace. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Dengan hadirnya fitur baru Alert Center ini, administrator bisa dengan mudah memantau ada-tidaknya tindak penyalahgunaan yang dapat membahayakan keamanan data dalam domain mereka. Fitur baru ini juga memungkinkan Anda untuk bisa langsung mengambil tindak lanjut saat muncul penyalahgunaan, tanpa memerlukan tools tambahan. Fitur ini telah tersedia di konsol Google Admin untuk seluruh edisi Workspace. Ingin berlangganan Google Workspace untuk mendukung alur kerja perusahaan atau institusi pendidikan Anda? EIKON Technology siap membantu dengan menyediakan paket berlangganan Workspace resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google sheets, Google Workspace

Selesaikan Tugas di Google Sheets Lebih Cepat dengan Smart Chip Baru

Google Sheets baru saja meluncurkan sebuah pembaruan untuk kapabilitas smart canvas mereka. Dalam pembaruan kali ini, Sheets memperkenalkan fungsi smart chip tambahan. Dengan smart chip tambahan tersebut, Anda dapat mengerjakan tugas ekstraksi data lebih cepat, tanpa langkah yang berbelit. Bagaimana cara menggunakannya? Smart chip ekstraksi data Google Sheets Photo Credit: Google Workspace Updates Kali ini, Google Sheets menghadirkan smart chip yang akan membantu Anda melakukan ekstraksi data. Dengan fungsionalitas baru tersebut, Anda nantinya bisa dengan cepat mengekstrak informasi dari smart chip untuk penyortiran, pemfilteran, dan analisis tingkat lanjut. Memanfaatkan smart chip ekstraksi data ini, Anda dapat memperkaya spreadsheet dengan informasi dari chip orang, file, maupun peristiwa. Lebih khusus lagi, fitur ini memungkinkan Anda mengeluarkan metadata yang berhubungan dengan smart chip tertentu ke dalam selnya sendiri, sambil tetap mempertahankan koneksi dengan chip tempatnya diekstraksi. Katakanlah Anda perlu melacak sekumpulan dokumen, pemilik, serta detailnya (seperti waktu pembuatan atau siapa yang terakhir kali memodifikasi file). Anda hanya perlu mengekstrak bidang tersebut dari file chip yang relevan. Anda dapat terus memperbarui ekstraksi dengan mengeklik opsi “Refresh & manage” pada sidebar ekstraksi. Di sidebar ini Anda bisa memantau tiap perubahan data. Baca juga: Kapabilitas Baru Fitur Interactive Timeline Google Sheets Fungsi smart chip ekstraksi data Smart chip ekstraksi data memungkinkan Anda melacak dan mengatur data dengan lebih mudah, serta melakukan analisis lebih dalam menggunakan data yang berasal dari smart chip. Anda pun dapat menggunakan file chip untuk memahami kapan dokumen terakhir diperbarui atau menggunakan people chips untuk mengurutkan dan memfilter karyawan berdasarkan lokasi pekerjaan, sehingga Anda dapat mendelegasikan tugas lebih cepat. Anda pun dapat menyusun susunan ekstraksi untuk melakukan analisis yang lebih kompleks. Contoh di bawah ini menggunakan serangkaian chip di B3:B11 untuk menghitung jumlah lokasi kantor unik dari 9 orang yang berbeda. Photo Credit: Google Workspace Updates Mengoperasikan smart chip ekstraksi data Untuk melakukan ekstraksi sidebar Photo Credit: Google Workspace Updates Buka sidebar ekstraksi data (masuk ke menu Data, klik kanan pada sel/range dengan people, event, atau file chips dan navigasikan ke “Data extraction”. Bisa juga dengan mengeklik tautan “Data extraction” pada hover card). Pilih range dengan chip yang datanya ingin Anda ekstrak. Pilih data apa yang ingin Anda ekstrak dari chip terpilih. Pilih range tujuan ekstraksi data. Untuk melakukan ekstraksi formula Ketik “=” di sel tempat Anda ingin informasi diekstraksi. Navigasikan ke sel atau range dengan chip di dalamnya dan pilih. Tambahkan titik setelah sel atau range dan pilih dari autocomplete apa yang akan diekstraksi. Setujui dialog konfirmasi ekstraksi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Untuk memperbarui data di sidebar ekstraksi data Photo Credit: Google Workspace Updates Buka sidebar ekstraksi. Klik Refresh & manage. Temukan smart chip yang ingin Anda perbarui datanya. Klik Refresh data. Untuk memperbarui semua data smart chips, klik tombol Refresh all yang ada di bagian bawah sidebar. Ketersediaan Akan dilakukan peluncuran yang diperpanjang untuk domain rilis cepat (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas fitur), mulai tanggal 17 Mei 2023. Untuk domain rilis terjadwal akan dilakukan perilisan bertahap (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), mulai dari tanggal 14 Juni 2023. Ekstraksi data yang sudah disimpan dalam chip (Nama dan email untuk people chips. Jenis MIME, URL, File Name untuk file chips. URL dan Summary untuk event chips) tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Kemudian untuk ekstraksi seluruh data yang tersedia, bisa digunakan oleh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Hadirnya fitur baru dari smart canvas Google Sheets ini akan memudahkan Anda dalam mengekstraksi data. Bahkan Anda dapat memanfaatkannya untuk menganalisis data di spreadsheet lebih dalam. Untuk mengoptimalkan manfaat dari fitur smart chip ekstraksi data Sheet, gunakan Google Workspace edisi Business atau Education yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Workspace, Info

Buat Dokumen Khusus Lebih Mudah dengan Variable Chips Google Docs

Awal tahun 2023 ini, Google meluncurkan kapabilitas smart canvas untuk aplikasi Docs yang membantu Anda menyederhanakan alur kerja dan menyelesaikan tugas umum dengan perintah sederhana. Kini, kapabilitas tersebut diperluas dengan hadirnya fitur variable chips. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut. Fitur variable chips smart canvas Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menyederhanakan alur kerja Anda selama menggunakan Docs, Google memperkenalkan smart canvas. Kapabilitas ini akan membantu Anda menyelesaikan tugas umum dengan perintah yang lebih sederhana. Selain Docs, kapabilitas ini juga berjalan di aplikasi Google lainnya, seperti Slides dan Sheets. Google baru saja meluncurkan fitur baru untuk smart canvas Docs, yakni variable chips. Ini merupakan sebuah fitur baru yang akan menyederhanakan proses pembuatan dokumen, seperti faktur dan kontrak, sekaligus membuat proses komunikasi yang luas menjadi lebih mudah. Baca juga: Peningkatan Fitur Pengaturan Konten Google Docs Untuk menggunakannya pun mudah, Anda cukup menentukan terlebih dahulu dan masukkan placeholder seperti nama klien, nomor kontrak, atau Alamat, lalu perbarui di seluruh dokumen dengan mengedit nilainya di satu tempat. Menggunakan variabel sebagai placeholder dinamis akan menyederhanakan proses pembuatan templat, baik melalui custom building blocks atau menggunakan dokumen yang sudah disimpan sebagai templat. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur variable chips smart canvas Google Docs ini tidak memerlukan pengaturan apa pun dari administrator, pengguna bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai menggunakan fitur, ikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer Anda, buka dokumen dengan Google Docs. Untuk mengakses variable chips Anda dapat: Masuk ke menu Insert > Variables. Ketik “@” dan pilih Variable. Anda dapat mengubah nama chip di panel sebelah kanan Docs. Cukup arahkan kursor ke variable chip dan klik Edit name. Menetapkan nilai ke variable chip Temukan variable chip yang ingin Anda tetapkan nilainya. Jika variable chip belum memiliki nilai yang ditetapkan, chip tersebut akan memiliki garis hitam di sekitar teks. Klik variable chip tersebut dan masukkan nilainya. Baca juga: Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-Side Encryption Google Docs Ketersediaan Fitur variable chips smart canvas Google Docs ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 23 Mei 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 5 Juni 2023 membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Namun sayangnya, fitur ini belum tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Essentials Starter, Business Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline Starter, dan Frontline Standard. Fitur juga masih belum tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Hadirnya fitur variable chips sebagai perluasan smart canvas di Google Docs ini akan meringkas lebih banyak waktu dan tenaga Anda saat menyusun dokumen khusus, seperti faktur dan juga kontrak. Cukup dengan beberapa perintah sederhana saja, maka Anda bisa menghasilkan dokumen yang dibutuhkan dengan tampilan yang lebih rapi. Fitur variable chips ini telah tersedia di Google Docs Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Kapabilitas Baru Fitur Interactive Timeline Google Sheets

Untuk memudahkan Anda melacak jalannya proyek yang berjalan di aplikasi Sheets, Google memperkenalkan tampilan timeline. Tampilan ini secara resmi dirilis pada tahun 2022 lalu. Nah, per Mei 2023, Google meningkatkan tampilan tersebut untuk semakin memudahkan Anda. Peruabahan seperti apa yang dihadirkan oleh Google di Sheets? Penambahan kapabilitas baru di tampilan timeline Google Sheets Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk memudahkan pengguna dalam melacak perkembangan proyek mereka, Google Sheets menghadirkan tampilan interactive timeline. Tampilan baru ini memungkinkan Anda lebih mudah berinteraksi dengan menampilkan informasi proyek secara detail. Selain itu, interactive timeline juga dapat membantu Anda mengelola berbagai macam pekerjaan, mulai dari kampanye pemasaran, perkembangan proyek, jadwal, kolaborasi lintas tim, dan masih banyak lagi lainnya. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets Dan Docs Pada bulan Mei 2023 ini, Google Sheets menambahkan kapabilitas berikut untuk memperluas fitur interactive timeline mereka: Opsi pemformatan yang ditingkatkan, termasuk pemotongan card text (card text truncation) dan opsi undo/redo. Tampilan card yang diciutkan, memungkinkan Anda untuk menggabungkan beberapa cards sekaligus menjadi satu baris card group. Dukungan cetak dan unduh. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Mulai mengaktifkan tampilan interactive timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi end-user yang ingin mengaktifkan tampilan interactive timeline di Google Sheets, silakan masuk ke menu Insert. Selanjutnya, pilih opsi Timeline dan kemudian pilih rentang data (data range) yang diinginkan. Jika sudah klik pilihan configure the attributes in the timeline settings sidebar. Penting untuk diingat, sebelum bisa menggunakan tampilan timeline ini, Anda harus memiliki setidaknya satu kolom data dalam format tanggal. Jika Anda menggunakan rumus di kolom tanggal, output data pun harus berupa nilai tanggal. Untuk membuat tampilan timeline yang lengkap, Anda harus menyertakan kolom terpisah untuk: Card title: Nama untuk setiap tugas; Start date: Tanggal permulaan (dalam format tanggal); End date: Tanggal akhir (dalam format tanggal); Card detail: Ringkasan setiap tugas; Duration: Durasi tugas. Ketersediaan Peningkatan tampilan interactive timeline Google Sheets ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal (memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 24 Mei 2023, sedangkan domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 7 Juni 2023. Tampilan interactive timeline ini tersedia untuk aplikasi Google Sheets di Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning Upgrade. Namun tidak tersedia untuk Google Workspace edisi Nonprofits, Frontline Starter, dan Frontline Standard, serta Google Account pribadi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Peningkatan tampilan interactive timeline Google Sheets ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih detail terkait proyek yang sedang berjalan. Anda juga dapat memanfaatkannya untuk berbagai macam tugas, seperti menjalankan kampanye pemasaran dan kolaborasi lintas tim. Tampilan interactive timeline ini tersedia untuk Workspace for Business dan Workspace for Education. Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology, official reseller Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini.

Scroll to Top