EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Update Terbaru Google Sheets: Edit File Excel Jadi Makin Mudah

Google Workspace baru saja meluncurkan pembaruan untuk aplikasi spreadsheet andalan mereka, Google Sheets. Pembaruan tersebut memungkinkan Anda untuk dapat melihat dan mengedit file Excel terenkripsi sisi-klien (client-side encrypted Excel files) dengan Google Sheets. Seperti apa detailnya? Mari simak ulasan berikut inI! Peningkatan kapabilitas editing Google Sheets Photo Credit: Google Workspace Updates Tanggal 31 Agustus 2023 lalu, Google Sheets meluncurkan perluasan untuk kapabilitas editing mereka. Kini pengguna Sheets dapat melihat dan mengedit file Excel (.xls) terenkripsi sisi-klien (client-side encrypted Excel files). Setiap perubahan yang dilakukan nantinya dapat disimpan dalam format Excel asli. Perluasan ini akan memudahkan pengguna untuk memanfaatkan Google Workspace dengan alat dan format yang sudah lebih dulu digunakan sambil menjaga kerahasiaan data sensitif menggunakan perlindungan keamanan enkripsi sisi-klien. Dengan menggunakan perluasan kapabilitas ini Anda dapat: Melihat dan mengedit file Excel dengan format .xls. Untuk saat ini, Sheets belum mendukung format file Excel dan file tabular lainnya. Mengakses file Excel dengan ukuran maksimum 20 MB. Membuka hingga 5 juta sel Excel. Saat ini, Google terus menyempurnakan kapabilitas editing Office di Sheets terenkripsi, Anda mungkin akan mengalami ketidakcocokan pada fitur tertentu. Kemungkinan, beberapa fitur juga tidak akan ditampilkan dan/atau tidak dapat diedit, namun dapat disimpan dalam dokumen dan dibuka kembali di Microsoft Office. Baca juga: Selesaikan Tugas di Google Sheets Lebih Cepat dengan Smart Chip Baru Fitur lain yang ada di Excel mungkin akan hilang atau berubah saat file diedit di Google Sheets. Pengguna akan menerima pemberitahuan di dalam file yang sedang dibuka jika proses editing akan menyebabkan terjadinya perubahan fitur. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik File terenkripsi sisi-klien untuk Google Sheets bisa diaktifkan untuk tingkat domain, organizational unit (OU), hingga grup. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya, administrator cukup membuka konsol Google Admin > Security > Access and data control > Client-side encryption. Google Workspace juga telah menyediakan panduan yang dapat Anda akses di sini. Bagi end-user, setelah kapabilitas file terenkripsi sisi-klien untuk Google Sheets diaktifkan oleh administrator, maka Anda bisa langsung menggunakan fitur baru ini. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Ketersediaan Perluasan kapabilitas editing Google Sheets untuk file terenkripsi Excel ini diluncurkan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 31 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai pada tanggal 14 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perluasan kapabilitas editing Google Sheets untuk file terenkripsi Excel ini tersedia untuk Google Workspace edisi Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Baca juga: Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets Perluasan kapabilitas editing terbaru dari Google Sheets ini memungkinkan Anda untuk dapat membuka dan mengedit file Excel langsung dari Sheets tanpa perlu melakukan konversi. Menariknya lagi, perluasan ini juga sudah didukung oleh perlindungan keamanan client-side encryption sehingga file akan tetap aman meski dibuka di platform berbeda (dari Microsoft Office ke Google Workspace). Selain perluasan ini, Google Sheets dan aplikasi produktivitas lain dalam ekosistem Google Workspace telah dibekali dengan kapabilitas dan fitur canggih yang akan menyederhanakan alur kerja Anda. Optimalkan dengan berlangganan edisi Google Workspace sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan edisi Workspace for Business (untuk perusahaan) dan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip

Tahun 2021 lalu, Google memperkenalkan kapabilitas smart canvas di Workspace untuk mendorong kolaborasi yang lebih seamless. Sejak saat itu, Google telah menambahkan banyak dukungan untuk smart canvas seperti smart chips ke Google Docs dan Sheets yang memungkinkan Anda melihat pratinjau dan mengakses informasi dan file. Kini, dukungan smart chip tersebut telah tersedia di Google Chat versi web. Smart chip untuk Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Google Chat merupakan aplikasi percakapan dari Google yang dirancang untuk dapat mendukung kolaborasi di ekosistem Workspace. Aplikasi ini memiliki ragam fitur yang memudahkan para penggunanya berkomunikasi secara seamless. Paling baru, Google Chat menghadirkan kapabilitas smart chip yang merupakan dukungan untuk ekosistem Workspace. Photo Credit: Google Workspace Updates Kini, jika Anda mengetikkan “@” di kolom pesan Google Chat, maka sistem secara otomatis akan menampilkan daftar saran file untuk disertakan sebagai smart chip. Anda dapat mencari file cukup dengan mengetikkan namanya. Hasil pencarian akan didasarkan pada file terakhir yang Anda gunakan. Setelah file dipilih, Anda dapat memasukkannya langsung ke dalam pesan Chat. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Mengapa fitur ini penting? Banyak orang melakukan sejumlah tindakan kolaboratif di Google Chat agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Misalnya, Anda dapat berbagi file tugas dalam pesan langsung (atau bahkan Space Google Chat) untuk mengumpulkan respons dari berbagai pihak yang terlibat. Fitur ini juga mengurangi hambatan bagi pengirim dengan menyederhanakan langkah untuk mencari file. Pengguna tak perlu lagi mencari file secara terpisah di dalam Drive, lalu menyalin atau menempelkannya ke dalam pesan Chat. Kini, pengguna dapat mengirim file sebagai smart chip sehingga jauh lebih ringkas dan mudah dibaca dalam pesan, tanpa perluu lagi keluar dari Chat. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu Pratinjau in-line dari chip file akan ditampilkan saat Anda menulis pesan, mirip dengan saat menempelkan URL file ke Chat. Jika Anda kurang menyukai tampilan tersebut, bisa menghilangkannya cukup dengan mengeklik tombol tutup sebelum mengirim pesan atau kepan pun saat mengedit pesan. Mulai menggunakan fitur Seluruh dukungan smart chip di ekosistem Google Workspace tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator, termasuk untuk fitur baru ini. Pengguna bisa langsung menggunakan fitur dengan mengetikkan “@” yang kemudian diikuti nama file untuk mencari file yang ingin ditambahkan ke dalam pesan Chat. Perlu diketahui, fitur ini berjalan penuh di Google Chat versi web. Pengguna Google Chat versi mobile dapat menerima dan mengeklik smart chip, namun tidak bisa menambahkan atau mengirimkan smart chip (untuk saat ini). Ketersediaan fitur Fitur terbaru Google Chat ini dirilis secara bertahap (gradual rollout) untuk domain rilis cepat, mulai dari tanggal 1 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan penuh (full rollout) mulai dari tanggal 15 September 2023 (membutuhkan 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Smart chip untuk Google Chip tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mudah Rapikan Percakapan di Google Chat Dengan hadirnya dukungan smart chip baru di Google Chat ini, Anda bisa mengirimkan file dokumen lebih cepat sehingga kolaborasi pun jadi makin seamless. Optimalkan performa Google Chat di lingkungan kerja Anda dengan berlangganan Google Workspace. Sebagai official partner Workspace Indonesia, EIKON Technology menyediakan Workspace resmi berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Info

Peningkatan Kapabilitas Ekspor Data di Google Workspace

Integrasi Google Workspace dan Google Cloud Storage memungkinkan Anda untuk mengekspor semua atau sebagian data perusahaan ke arsip digital dengan tingkat keamanan tinggi. Data yang telah disimpan ke dalam arsip pun nantinya dapat diunduh. Cloud Storage memiliki tool Data Export yang dirancang khusus untuk mengekspor seluruh data. Kini, kapabilitas tersebut mengalami peningkatan seputar ekspor data pengguna untuk pelanggan Google Workspace. Peningkatan kapabilitas ekspor data Per awal Agustus 2023, Google Workspace meluncurkan peningkatan dalam hal ekspor data pengguna. Workspace menghadirkan beberapa peningkatan berupa: Photo Credit: Google Workspace Updates Seluruh pelanggan Google Workspace kini dapat memilih untuk mengekspor data pengguna tertentu, bukan keseluruhan data mereka (data yang berupa user generated content). Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan antarmuka tool Data Export, yang memberikan informasi lebih detail mengenai ekspor, mencatat riwayat ekspor yang lebih panjang, sekaligus menawarkan lebih banyak fitur (seperti takeout yang telah difilter). Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real-Time Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade kini memiliki opsi tambahan untuk mengekspor data. Jika menggunakan salah satu edisi tersebut, maka Anda dapat mengekspor konten untuk sekumpulan pengguna individual. Misalnya, Anda dapat memilih untuk mengekspor seluruh data yang ditujukan khusus bagi beberapa pengguna tertentu (bukan untuk seluruh pengguna dalam satu domain). Dengan hadirnya opsi ini, Anda bisa memiliki lebih banyak pilihan saat harus melakukan ekspor data, sekaligus melengkapi opsi yang telah dirilis tahun 2022 lalu, yaitu: Mengekspor user generated content menurut organizational unit (OU). Mengekspor user generated content berdasarkan grup. Secara historis, ekspor data terbatas pada kumpulan lengkap user generated content milik pelanggan. Namun, saat mengekspor, banyak pelanggan yang menemukan bahwa dari keseluruhan user generated content, hanya beberapa saja yang relevan. Dengan hadirnya peningkatan ini maka pelanggan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Adanya lebih banyak opsi ekspor, memungkinkan pelanggan untuk bisa mengambil data spesifik yang diperlukan, kapan pun mereka membutuhkannya. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Google Cloud Storage Kapabilitas baru ini dikelola sepenuhnya oleh Super Admins. Untuk bisa menggunakan kapabilitas ini pastikan Workspace Anda sudah: Memiliki akun Super Admins atau Cloud Identity yang berusia setidaknya 30 hari. Mengaktifkan 2-Step Verification (2SV) untuk akun Anda. Memastikan bahwa ekspor data terakhir yang berhasil diselesaikan bertanggal lebih dari 30 hari. Namun, jika ekspor terakhir tidak berhasil, Anda bisa segera memulai ekspor baru atau menjalankan ekspor remediasi untuk mendapatkan data yang hilang. Memastikan tidak ada aktivitas ekspor data lain yang sedang berlangsung. Hanya satu ekspor yang dapat dijalankan dalam satu waktu. Ketersediaan Peluncuran penuh kapabilitas baru ini dimulai tanggal 7 Agustus 2023 (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, dan Assured Controls. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas ekspor data ini maka pelangan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Tertarik dengan kapabilitas terbaru Google Cloud Storage ini? Anda bisa mendapatkannya secara otomatis saat berlangganan Google Workspace edisi Business atau Education. Keduanya telah tersedia di EIKON Technology official partner Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms

Rangkaian produktivitas Google Workspace kembali menghadirkan inovasi untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Kali ini, Workspace meluncurkan beberapa template baru Google Slides dan Google Forms yang dapat Anda manfaatkan untuk keperluan branding perusahaan. Untuk detail selengkapnya mengenai cara kerja dan ketersediaan fitur, mari simak ulasan berikut. Domain template Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa membuat konten branding perusahaan lebih cepat di Google Slides. Pasalnya, Slides baru saja meluncurkan beberapa templates dan themes siap pakai. Fitur ini bisa langsung digunakan setelah administrator Workspace Anda membagikan material desain kepada para pengguna dalam domain. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan slide, layout, font, gambar, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat presentasi di Slides. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Domain template Google Forms Photo Credit: Google Workspace Updates Bersamaan dengan perilisan domain template Google Slides, Workspace juga merilis domain template untuk Google Forms. Sama seperti domain template Slides, fitur ini dapat diakses setelah administrator membagikan material desain ke domain kerja Anda. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan gambar header, font, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat formulir di Forms. Dengan hadirnya fitur baru ini, Anda dapat dengan mudah mempertahankan konsistensi branding perusahaan. Administrator pun bisa mengatur domain template yang dapat diakses oleh seluruh pengguna maupun domain template untuk divisi atau kelompok kerja tertentu. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur baru Google Slides dan Google Forms dalam domain Workspace Anda, cukup ikuti petunjuk berikut: Administrator Kedua fitur ini NONAKTIF secara default dan bisa selalu diaktifkan dalam level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, masuk ke konsol Google Admin dan klik menu Apps > Google Workspace > Setting for Drive and Docs > Templates > Default themes and templates > Slide library template (untuk Slides) atau Forms default theme (untuk Forms). End-user Setelah diaktifkan oleh administrator, end-user bisa langsung mengakses template dan theme di Slides dengan menggunakan template sidebar yang otomatis tersedia saat Anda membuat presentasi. Selain itu, Anda juga bisa mengaksesnya dengan masuk ke menu Insert > Templates. Untuk mengakses template Forms, Anda cukup mengeklik ikon Customize Theme (berbentuk palet) yang ada di bagian kanan atas halaman.    Ketersediaan Template Google Slides dan Google Forms ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 7 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas template). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Hadirnya kapabilitas berupa domain template untuk Google Slides dan Google Forms ini akan memudahkan Anda merancang konten branding perusahaan yang seragam dalam waktu singkat. Template telah tersedia untuk Workspace for Business dan Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi berlangganan, silakan hubungi kami di sini!  

Gmail, Google Workspace

Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler

Sebagai sebuah penyedia layanan email gratis, Gmail hadir dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang akan membantu Anda dalam mengirimkan pesan elektronik. Salah satunya adalah fitur penerjemah atau translator. Dengan fitur ini, pengguna bisa dengan mudah menerjemahkan email mereka ke lebih dari 100 bahasa. Sebelumnya, fitur penerjemah otomatis Gmail ini tersedia dalam versi web saja. Namun seiring dengan perkembangannya, Google mengumumkan integrasi penerjemah otomatis untuk aplikasi Gmail versi mobile. Bagaimana cara kerjanya? Penerjemah otomatis untuk Gmail versi mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Ada kalanya Anda harus mengirim atau menerima email berbahasa asing. Situasi semacam ini di zaman modern seperti sekarang bisa dipecahkan dengan mudah menggunakan mesin penerjemah. Namun, mengakses web mesin penerjemah tentu akan mengganggu alur kerja Anda. Sebagai solusi, Anda dapat memanfaatkan fitur penerjemah otomatis atau translator dari Gmail. Kabar baiknya lagi, fitur tersebut kini telah tersedia di Gmail versi mobile. Integrasi fitur penerjemah otomatis dalam aplikasi mobile Gmail ini memungkinkan Anda berkomunikasi dengan lancar dalam berbagai bahasa. Untuk menerjemahkan email di perangkat mobile Anda, cukup pilih opsi Translate pada dismissible banner yang ada di halaman email. Gmail juga telah menyediakan opsi untuk memilih bahasa yang Anda inginkan. Dismissible banner tersebut akan muncul secara otomatis apabila bahasa yang digunakan dalam email berbeda dari bahasa tampilan Google.com Mail di setelan akun. Anda juga bisa selalu memilih agar Gmail selalu menerjemahkan atau tidak perlu menerjemahkan bahasa tertentu. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur penerjemah otomatis Gmail ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. End-user bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai menggunakan fitur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk menerjemahkan email, klik opsi Translate yang ada di bagian atas email Anda. Jika Anda mengabaikan opsi terjemahan, maka opsi tersebut akan muncul lagi saat bahasa konten email tidak sama dengan bahasa tampilan Google.com Mail yang ditetapkan di setelan akun Anda. Anda juga bisa menonaktifkan pengaturan ini (dismissable banner tidak akan dimunculkan di halaman pesan) untuk bahasa tertentu. Caranya, klik tombol x pada banner dan kemudian setujui perintah Don’t translate [language] again yang muncul saat banner tertutup. Bisa juga dengan memilih Don’t translate [language] again dari menu pengaturan terjemahan. Apabila pengguna secara eksplisit memilih untuk tidak menerjemahkan bahasa tertentu (seperti poin sebelumnya) atau sistem tidak mendeteksi adanya penggunaan bahasa lain, fitur terjemahan dapat diakses secara manual melalui menu tiga titik di halaman pesan. Baca juga: Temukan E-Mail Lebih Cepat dengan Top Results Gmail Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis untuk aplikasi mobile Gmail, baik itu versi Android maupun iOS. Perilisan fitur untuk versi Android dan iOS dilakukan secara bertahap, dengan rincian sebagai berikut: Android Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur).  iOS Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 21 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur).  Fitur terjemah otomatis Gmail versi mobile ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia bagi Umum, Ini Kegunaannya Dengan hadirnya fitur penerjemah pesan otomatis Gmail versi mobile ini, Anda bisa lebih cepat mengetahui maksud email yang masuk, tanpa perlu mengganggu keseluruhan alur kerja atau bahkan berpindah aplikasi. Semuanya hanya dengan satu klik dan pesan Anda akan diterjemahkan secara otomatis oleh sistem Gmail. Gmail merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace yang hadir untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Workspace hadir dalam bermacam-macam edisi untuk menyesuaikan beragam kebutuhan pengguna. Tersedia Workspace for Business untuk bisnis dan Workspace for Education untuk pendidikan. Semuanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official partner Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Integrasi Google Keep dengan Assistant Kini Tersedia untuk Seluruh Pengguna Google Workspace

Google baru saja meluncurkan integrasi antara Google Assistant dan Workspace. Dengan hadirnya integrasi ini, Anda dapat menggunakan Assistant bersama perangkat Workspace. Kini Anda dapat menyetel Google Keep sebagai penyedia default untuk catatan dan daftar (notes and lists). Selengkapnya, mari simak ulasan berikut. Integrasi Google Keep dengan Assistant Photo Credit: Google Workspace Updates Integrasi terbaru dari Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Assistant dengan Keep. Itu artinya, seluruh catatan dan daftar (notes and lists) yang Anda buat dengan Google Assistant sekarang bisa dilihat melalui Keep. Selain itu, Anda juga dapat meminta Assistant untuk membuat daftar baru, menambahkan atau menghapus item untuk daftar yang sudah atau, hingga melihat kembali semua item di dalam daftar. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant Ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Mulai memanfaatkan integrasi Administrator yang telah ditunjuk dapat mengontrol siapa saja yang menggunakan layanan Google Keep dan Assistant dengan Google Account mereka. Cukup aktifkan atau nonaktifkan layanan melalui konsol Admin. Setelah Keep diaktifkan, end-user dapat mengubah penyedia catatan menjadi Keep di bagian “notes and list” pada Assistant Settings. Pengguna yang mengaktifkan layanan dapat menggunakan akun mereka untuk melihat catatan dan daftar serta mengakses fitur tambahan. Untuk pengguna yang layanannya nonaktif masih bisa menggunakan beberapa fitur Keep, meski tanpa menggunakan informasi dari akunnya atau menyimpan informasi ke dalamnya, serupa dengan pengalaman pengguna yang keluar (sign out) dari akunnya, Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Mengaktifkan atau menonaktifkan Keep Secara default, Keep diaktifkan untuk semua perusahaan yang baru mendaftar dan sudah perusahaan yang menggunakan Drive. Anda juga dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan baru Keep. Sebelum mengaktifkan Keep, pastikan Drive sudah aktif, Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, letakkan akun mereka di organizational unit (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke access group (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau dalam departemen). Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut: Di konsol Admin, klik Menu > Apps > Google Workspace > Keep. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi semua orang di perusahaan Anda, klik On for everyone atau Off for everyone, kemudian klik Save. Jika Anda ingin mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk organizational unit saja, maka: Di sebelah kiri, pilih unit yang ingin Anda ubah statusnya, lalu klik On atau Off. Selanjutnya, pilih salah satu: Apabila Service status diatur ke Inherited dan Anda ingin terus memperbarui pengaturan, meski pengaturan induk berubah, klik Override. Apabila Service status diatur ke Overridden, klik Inherited untuk kembali ke pengaturan yang sama dengan unit induk atau klik Save untuk mempertahankan pengaturan baru, meski pengaturan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekelompok pengguna di seluruh unit atau dalam organizational unit, pilih access group yang diinginkan. Ketersediaan Photo Credit: fabrikasimf (Freepik) Integrasi baru Google Workspace ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 9 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Integrasi ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Dengan adanya integrasi baru antara Google Assistant dan Keep ini, Anda bisa dengan mudah melacak jadwal serta membuat catatan dan daftar baru. Google memang terus berinovasi dalam menghadirkan integrasi yang menghubungkan aplikasi dan kapabilitas mereka agar alur kerja Anda menjadi semakin mulus, bebas hambatan. Optimalkan penggunaan berbagai aplikasi Workspace, seperti Google Assistant dan Keep dengan berlangganan edisi khusus Workspace for Business (untuk perusahaan) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) melalui EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami memastikan produk yang Anda terima resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual saat Mengakses Workspace Applications

Setelah update terbaru konsol Admin Google Workspace, kini administrator dapat menggunakan akses kontekstual (context-aware access) untuk memblokir akses pengguna ke Workspace Applications, baik melalui aplikasi Google lainnya (pihak pertama) maupun aplikasi non-Google (pihak ketiga). Apa saja yang bisa didapat dengan peningkatan ini? Akses kontekstual untuk mengatur akses ke Workspace Applications Dengan hadirnya peningkatan ini, administrator kini dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Photo Credit: Google Workspace Updates Akses kontekstual untuk API memungkinkan administrator yang sudah ditunjuk untuk memperluas kontrol akses konteks CAA pengguna atau perangkat yang ada. Nantinya, akses tersebut akan memudahkan pemantauan admin terhadap end-user yang mencoba mengakses Google Workspacce Applications melalui aplikasi Google lain maupun non-Google. Memperluas kebijakan ini ke API yang meminta data inti Google Workspace memberi administrator lapisan kontrol dan keamanan tambahan, serta membantu melindungi end-user dari risiko terjadinya penyelundupan data. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Sebelum memulai, tinjau lebih dulu aplikasi pihak ketiga di perusahaan Anda. Di menu App access control, Anda dapat meninjau tiga jenis aplikasi pihak ketiga berikut: Aplikasi yang dikonfigurasi; Aplikasi yang diakses; Aplikasi yang menunggu peninjauan (khusus untuk edisi Education). Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Buka Menu > Security > Access and data control > API control. Klik opsi Manage Third-Party App Access untuk melihat aplikasi yang dikonfigurasi. Untuk memfilter daftar aplikasi, klik Add a filter dan pilih salah satu opsi yang tersedia. Untuk melihat aplikasi yang diakses, di bagian Accessed apps, klik View list. Baca juga: Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Dari daftar aplikasi yang dikonfigurasi atau aplikasi yang diakses, klik ikon aplikasi untuk: Mengelola apakah aplikasi Anda dapat mengakses layanan Google (apakah aplikasi ditandai sebagai Trusted, Limited, atau Blocked. Jika Anda mengubah konfigurasi, jangan lupa klik Save. Mengecek informasi mengenai aplikasi (ID klien OAuth2 lengkap aplikasi, jumlah pengguna, kebijakan privasi, dan informasi dukungan). Melihat API layanan Google (cakupan OAuth) yang diminta aplikasi (daftar cakupan OAuth yang diminta setiap aplikasi. Untuk melihat tiap cakupan OAuth, luaskan baris tabel atau klik Expand All). Untuk mengunduh informasi aplikasi menjadi file .CSV, di bagian atas daftar Configured apps atau Accessed apps, klik Download list. Semua data dalam tabel akan diunduh (termasuk data yang belum Anda tampilkan). Untuk aplikasi yang dikonfigurasi, file .CSV memiliki kolom tambahan berikut: Jumlah pengguna, Layanan yang diminta, dan Cakupan API yang terkait dengan tiap layanan. Jika aplikasi yang dikonfigurasi belum diakses, jumlah penggunanya adalah nol (0) dan kedua kolom lainnya sudah dipastikan akan kosong. Ketersediaan Photo Credit; DCStudio (Freepik) Update terbaru untuk konsol Admin Google Workspace ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Cloud Identity Premium.  Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi Untuk Framing Di Konsol Admin Melalui update terbaru konsol Google Admin ini, administrator Workspace sekarang dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Untuk penggunaan Workspace dalam skala besar, Google telah menyediakan konsol admin khusus yang terus diperbarui fitur dan kapabilitasnya. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace guna mengoptimalkan alur kerja Anda? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) dan Workspace for Business (untuk keperluan bisnis) dengan proses implementasi menyeluruh dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Terhubung secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar

Ketika bekerja lintas lokasi dan zona waktu, fungsionalitas Google Calendar sangat penting agar Anda dapat terhubung secara efektif dengan orang lain. Interoperabilitas Google Calendar adalah sebuah kapabilitas penting yang hadir untuk membantu memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender dapat disebarkan secara akurat kepada mereka yang menggunakan sistem berbeda. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Interoperabilitas Google Calendar Google Calendar menghadirkan kapabilitas interoperabilitas yang memungkinkan Anda menyebarkan suatu acara secara efektif dan akurat, bahkan kepada mereka yang tidak menggunakan platform kalender tersebut. Dengan memanfaatkan kapabilitas ini, Anda bisa membagikan undangan acara yang dibuat di Calendar lebih cepat dan mudah kepada siapa pun. Interoperabilitas Google Calendar akan membantu Anda memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender, dapat disebarkan secara akurat kepada tamu acara dengan sistem kalender berbeda. Hal ini memungkinkan Anda menyusun jadwal secara produktif dan mengatur jadwal secara kolaboratif, apa pun platform kalender yang digunakan. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Baru-baru ini, Google mengumumkan peningkatan terkini pada kapabilitas interoperabilitas Calendar, berupa: Pengguna Microsoft Outlook yang juga memiliki Google Calendar dengan alamat email yang sama dapat menerima undangan Google Calendar dan RSVP di Outlook. Pengingat rapat default akan dibuat di Microsoft Outlook jika undangan dibuat di Google Calendar untuk membantu memastikan tamu yang menggunakan Outlook tidak melewatkan acara. Acara rutin (recurring events) non-Google Calendar akan diperbarui secara lebih sistematis dan akurat di Google Calendar. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Peningkatan terkini kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Baik administrator dan end-user bisa langsung menggunakan kapabilitas setelah update. Namun pastikan Anda sudah memenuhi persyaratan di bawah ini. Persyaratan untuk Google Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Microsoft Exchange untuk mengakses Google Calendar. Mengaktifkan akses ke layanan tambahan untuk semua pengguna atau unit organisasi tertentu. Untuk mengetahui detailnya, Anda dapat mengunjungi halaman ini. Persyaratan untuk Microsoft Exchange Menggunakan Microsoft Exchange 2013 atau 2016 atau Exchange Online (Microsoft 365). Memiliki konektivitas internet inbound dan outbond untuk Exchange Web Services (EWS). Memiliki Sertifikat SSL (dikeluarkan oleh otoritas sertifikat public root tepercaya) untuk server Exchange. Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Google Calendar untuk mengakses Exchange. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Autentikasi Microsoft mengumumkan bahwa mulai dari tanggal 1 Oktober 2022, autentikasi dasar (basic authentication) untuk EWS telah dinonaktifkan. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan dukungan untuk OAuth 2.0. Detail mengenai autentikasi Microsoft dapat Anda pelajari lebih lanjut di sini. Fitur Calendar Interop mendukung autentikasi dasar untuk Exchange lokal dan OAuth 2.0 untuk Exchange Online (Microsoft 365). Menggunakan interoperabilitas dengan produk Calendar lainnya Saat menggunakan fitur interoperabilitas Calendar, Anda tidak dapat menggunakan Google Calendar Connector for HCL Notes (GCCHN). Ini karena Calendar hanya mendukung satu sumber informasi ketersediaan eksternal dalam satu waktu. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai GCCHN dan cara kerjanya, Google telah menyediakan halaman dokumentasi di sini. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur interoperabilitas Google Calendar ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Dengan memanfaatkan kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini, Anda dapat membagikan acara yang sudah dibuat ke platform berbeda tanpa melakukan pengaturan tambahan. Itu artinya, Anda bisa menghemat lebih banyak waktu saat menyebarkan undangan acara. Untuk mengoptimalkan Google Calendar dan berbagai fitur di dalamnya, jangan lupa berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk keperluan bisnis dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Batasan Baru untuk Keanggotaan Google Groups

Saat bekerja dengan Google Workspace, perusahaan Anda dapat membuat Google Groups untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar tim secara mudah. Pengaturannya pun mudah, Anda cukup menunjuk administrator untuk mengonfigurasi fitur dan layanan Workspace. Google Groups dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, mengirim email ke beberapa penerima sekaligus di dalam satu grup atau mengatur pertemuan tanpa perlu langkah yang rumit. Untuk memastikan keamanan Anda selama menggunakan fitur dan layanan Groups, Google memberikan beberapa tindakan pengamanan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan sebuah kapabilitas yang memungkinkan administrator untuk mengonfigurasi aktivitas grup. Bagaimana cara kerjanya? Anda bisa simak ulasannya berikut ini. Batas keanggotaan baru Google Groups for Business Sebagai upaya pengamanan, layanan Google Groups for Business memiliki batasan aktivitas pesan, jumlah anggota grup, undangan, dan keanggotaan. Dalam update terbarunya, Groups meningkatkan batas jumlah keanggotaan grup langsung (direct) dan tidak langsung (indirect) pengguna: Grup langsung: 3,000 keanggotaan (sebelumnya 2.000 keanggotaan) Gabungan grup langsung dan tidak langsung: 7.500 keanggotaan (sebelumnya 5.000 keanggotaan) Photo Credit: tirachardz (Freepik) Apabila Anda adalah pemilik atau pengelola grup, maka status tersebut akan dihitung sebagai dua keanggotaan—satu sebagai anggota grup dan satu lagi sebagai pemilik atau pengelola grup. Pengguna (user) dikatakan sebagai anggota tidak langsung (indirect member) suatu grup, jika mereka tergabung dalam grup lain yang masih ada dalam grup tersebut. Katakanlah Anda bergabung dalam grup besar PT ABC yang di dalamnya terdapat grup A, B, dan C. Apabila Anda sebagai user tergabung sebagai anggota langsung grup A, maka di grup A dan B Anda akan menjadi anggota tidak langsung. Baca juga: Peningkatan User Interface Tool Email Log Search di Google Workspace Meningkatkan batas keanggotaan ini akan memberi pengguna Google Groups lebih banyak fleksibilitas untuk menskalakan dan mengelola penggunaan Group, terutama untuk grup dengan struktur yang kompleks dan rumit. Jenis Penjelasan Batas Keanggotaan total, per grup Jumlah maksimum anggota yang dapat dimiliki suatu grup Tak terbatas Keanggotaan langsung, per user Jumlah maksimum grup tempat pengguna dapat menjadi anggota langsung Catatan: Batasan ini juga berlaku untuk grup. Itu artinya, satu grup bisa menjadi anggota dari 3.000 grup secara langsung Sekitar 3.000 Gabungan keanggotaan langsung dan tidak langsung, per user Jumlah maksimum grup tempat pengguna dapat menjadi anggota langsung (direct) atau tidak langsung (indirect) Catatan: Batasan ini juga berlaku untuk grup. Itu artinya, satu grup bisa menjadi anggota langsung atau tidak langsung dari 7.500 grup Sekitar 7.500 Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace Mulai menggunakan Google Groups Photo Credit: krakenimages.com (Freepik) Google menyediakan dua versi Groups. Pertama, versi gratis untuk semua pengguna. Kedua, versi berbayar untuk perusahaan (kantor, bisnis, sekolah, dan sebagainya). Tiap versi memiliki fitur dan kapabilitas masing-masing. Jika Anda masuk dengan akun perusahaan atau sekolah, maka tugas dan fitur yang tersedia akan disesuaikan oleh pihak administrator pengelola Groups. Batasan jumlah keanggotaan Groups resmi berubah per 15 Mei 2023. Itu artinya, kini Anda dapat bergabung di lebih dari 3.000 grup langsung dan 7.500 grup secara keseluruhan (gabungan antara grup langsung dan grup tidak langsung). Baca juga: Duet AI For Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan Peningkatan batas keanggotaan ini akan memberi pengguna Google Groups lebih banyak fleksibilitas untuk menskalakan dan mengelola penggunaan Group, terutama untuk grup dengan struktur yang kompleks dan rumit. Update ini sudah mulai berjalan sehingga bisa langsung dinikmati oleh seluruh pengguna Google Workspace. Agar penggunaan Google Workspace di lingkungan kerja Anda semakin optimal, gunakan edisi khusus yang dirancang untuk skala besar, yakni Workspace for Business (untuk kebutuhan bisnis) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Keduanya bisa Anda dapatkan melalui official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology. Untuk informasi lengkap mengenai implementasi solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google Workspace

Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen

Salah satu aplikasi andalan Workspace, Google Docs, kembali memperkenalkan sebuah fitur baru. Fitur yang dihadirkan pada update terbaru Docs tersebut akan membantu Anda merapikan tampilan dokumen, sehingga lebih mudah dilihat dan dibaca. Dengan memanfaatkan fitur ini, dokumen Anda pun bisa terlihat lebih ringkas dan memiliki lebih sedikit halaman. Seperti apa fitur baru dari Google Docs ini? Mari simak ulasannya berikut! Collapsible heading Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Google Docs memperkenalkan fitur baru yang membantu Anda meringkas dan memperjelas konten. Fitur yang dinamakan collapsible headings ini mempermudah penggunaan konten dengan memungkinkan Anda menyembunyikan bagian dokumen yang lebih besar, lebih mudah. Fitur ini akan membantu Anda membuat dan membaca konten yang lebih mudah dicerna di Docs. Akun yang ditunjuk sebagai Editor dokumen akan memiliki kemampuan untuk mengatur status default header menjadi expanded (diperluas) atau collapsed (diciutkan) untuk semua pengguna. Pengguna dengan akses sebagai Viewer atau Commenter dapat meluaskan dan menciutkan konten ketika mereka membuka dokumen, dan ketika mereka menutup dokumen, perubahan perluasan/penciutan mereka tidak akan disimpan. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia di Google Docs, Begini Cara Menggunakannya Cara menggunakan collapsible headings di Google Docs Jika dokumen dalam mode pageless, Anda dapat memperluas dan menciutkan title dan heading untuk mengatur konten atau menyembunyikan bagian tertentu. Siapa pun yang memiliki akses untuk mengedit, memberi komentar, atau melihat dokumen dapat menggunakan fitur ini, Buka Google Docs yang ada dalam mode pageless. Arahkan kursor ke headings yang ingin diperluas atau diciutkan. Di sebelah kiri headings, klik Expand heading atau Collapse heading. Cara memperluas atau menciutkan beberapa headings Jika ada banyak judul dalam satu dokumen, Anda dapat memilih untuk menciutkan atau memperluas semua judul dengan gaya yang sama. Buka Google Docs yang berada dalam mode pageless. Klik kanan pada satu judul. Klik opsi Expand all headings of the same style atau Collapse all headings of the same style. Baca juga: Kini Susun Undangan untuk Calendar Makin Mudah Dengan Google Docs, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Fitur collapsible headings ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 16 Mei 2023, sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 30 Mei 2023. Fitur baru dari Google Docs ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite (pendahulu Workspace), baik itu edisi Basic maupun Business. Fitur collapsible headings juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Dengan fitur collapsible headings Google Docs ini, tampilan dokumen Anda akan lebih ringkas dan mudah dibaca. Pemanfaatan fitur ini juga akan membuat dokumen terlihat lebih singkat tanpa mengurangi keseluruhan konten. Anda bisa mulai menggunakannya langsung setelah tanggal perilisan tanpa perlu pengaturan tambahan apa pun. Agar pemanfaatan collapsible headings dan berbagai fitur Docs lainnya lebih optimal, gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace di lingkungan kerja Anda. EIKON Technology menyediakan paket Business dan juga Education untuk penggunaan bisnis dan institusi pendidikan. Tertarik? Silakan hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top