EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Menggunakan Access Approvals untuk Mengontrol Akses Data Selama Pemeliharaan Sistem

Google Workspace baru saja meluncurkan Access Approvals, yang didesain berdasarkan Access Transparency dan Access Management. Fitur baru ini memungkinkan pelanggan Workspace untuk secara eksplisit menyetujui atau menolak akses ke data selama pemeliharaan umum berlangsung. Sebelumnya Google memang telah merancang sistem mereka untuk membatasi jumlah karyawan yang memiliki akses ke data pelanggan dan secara aktif memantau aktivitas karyawan tersebut. Access Approvals memungkinkan pelanggan Workspace menyiapkan kontrol terperinci, baik di tingkat organizational unit atau grup admin, untuk meminta izin eksplisit bagi Google agar dapat mengakses konten dalam jangka waktu terbatas. Fitur Access Approvals Photo Credit: Google Workspace Updates Access Approvals memberikan kontrol kepada admin atas cara Google mengakses data saat pemeliharaan sedang berlangsung. Yang paling penting, fitur baru ini memberi pelanggan kemampuan untuk menyetujui atau menolak akses atas permintaan individu. Update ini, bersama dengan Sovereign Controls for Google Workspace, Client-side encryption, region data, dan kemampuan Access Management, memberikan solusi bagi para pelanggan untuk mencapai kedaulatan digital mereka. Baca juga: Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda Sebelum 30 Januari 2023 Ketentuan Access Approvals Untuk menggunakan Access Approvals, Anda memerlukan add-on Google Workspace Assured Controls. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari Access Approvals, sebaiknya memilih paker berlangganan, karena Access Approvals events akan muncul di log Access Transparency. Bagi administrator dengan Enterprise Plus, masing-masing OU dapat memiliki pengguna di beberapa tingkat langganan. Jika Anda menggunakan Access Approvals dan menetapkan kebijakan untuk OU tertentu, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pengguna dalam OU berlisensi Assured Controls. Sebagai administrator, Access Approvals for Google Workspace mewajibkan staf Google yang dapat mengambil tindakan dukungan terkait data perusahaan Anda untuk meminta persetujuan sebelum melihat data yang diperlukan untuk pemeliharaan. Perlu diingat, staf Google hanya dapat mengakses data Anda untuk menyediakan layanan dukungan, memenuhi kewajiban kontrak dan hukum, serta melindungi atau memelihara sistem. Access Approvals hanya mencakup data layanan inti tertentu. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Mulai menggunakan Access Approvals Photo Credit: DCStudio (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin Anda di admin.google.com. Pastikan untuk masuk menggunakan akun administrator Anda, dan bukan akun Gmail pribadi Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Account > Account settings > Access Approvals. Untuk menyiapkan Access Approvals di seluruh domain Anda, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU atau grup turunan. Centang kotak berikut: “Require Google staff to request approval before viewing data necessary for support services” Klik Save. Klik Override jika Anda menyiapkan Access Approvals untuk OU turunan. Ketersediaan fitur Access Approvals dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan untuk kedua domain dimulai pada tanggal 15 November 2022 (kemungkinan besar akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Access Approvals sendiri merupakan adalah bagian dari Google Workspace Assured Controls, yang tersedia sebagai add-on khusus untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus. Baca juga: Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Google Workspace terus berkomitmen untuk mendukung kedaulatan digital perusahaan Anda sambil tetap mempertahankan keamanannya. Optimalkan keamanan data dan kolaborasi kerja Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa

Google Cloud baru saja meluncurkan update untuk Cloud Search. Kini pengguna bisa lebih mudah mengonfigurasi serta menggunakan filter dan facet penelusuran Cloud Search dengan beberapa peningkatan pada fungsi yang sudah ada. Dengan peluncuran ini, Anda dapat menggunakan Cloud Search Query API untuk mengonfigurasi kemampuan tambahan baru: Faceting dukungan untuk bidang tipe integer, seperti tingkat prioritas untuk tiket dukungan atau jumlah halaman dalam dokumen. Faceting dukungan untuk ukuran dokumen, pembuatan dokumen, dan kolom tanggal custom. Operator cadangan default baru untuk bidang ukuran dokumen dan tanggal pembuatan Respons Query API yang disederhanakan dengan filter yang langsung disediakan dalam respons. Memperluas opsi filter, menciptakan pengalaman pencarian yang lebih ramah pengguna, membuatnya lebih mudah dan lebih cepat untuk mempersempit hasil pencarian ke dokumen yang paling relevan. Mulai melakukan pembaruan Google Cloud Search Google Cloud telah menerbitkan dokumentasi khusus yang menjelaskan cara untuk melakukan pembaruan Cloud Search. Anda dapat mengaksesnya di sini. Per 13 Desember 2022, update dapat diakses oleh seluruh pengguna Google Cloud. Pembaruan ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari end-user. Pembaruan akan muncul secara otomatis, termasuk filter baru dari Cloud Search. Opsi filter baru akan langsung muncul setelah admin selesai melakukan konfigurasi. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Cloud Cara membuat antarmuka pencarian dengan Query API Photo Credit: Freepik Query API menyediakan metode pencarian dan saran untuk membuat antarmuka pencarian atau menyematkan hasil pencarian dalam aplikasi. Untuk aplikasi web dengan persyaratan minimal, pertimbangkan untuk menggunakan widget pencarian. Pembuatan antarmuka untuk aplikasi web dengan widget bisa dilihat di sini, Baca juga: Migrasi Cloud Dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center Membangun antarmuka pencarian Photo Credit: lois_molinero (Freepik) Membangun antarmuka pencarian minimal memerlukan beberapa langkah, seperti: Mengonfigurasikan aplikasi pencarian. Membuat kredensial OAuth untuk aplikasi Menyusun permintaan indeks Menampilkan hasil kueri Anda dapat meningkatkan antarmuka pencarian dengan fitur seperti paging, pengurutan, pemfilteran, facet, dan saran otomatis. Mengonfigurasikan aplikasi pencarian Anda harus membuat setidaknya satu aplikasi penelusuran untuk dikaitkan dengan setiap antarmuka penelusuran yang Anda buat. Aplikasi penelusuran menyediakan parameter default untuk kueri, seperti sumber data yang akan digunakan, tata urutan, filter, dan faset yang akan diminta. Jika perlu, Anda dapat mengganti parameter ini menggunakan API kueri. Membuat kredensial OAuth untuk aplikasi Anda juga harus membuat kredensial OAuth untuk aplikasi web. Jenis kredensial yang Anda buat bergantung pada konteks tempat API digunakan. Gunakan kredensial untuk meminta otorisasi atas nama pengguna. Gunakan cakupan https://www.googleapis.com/auth/cloud_search.query saat meminta otorisasi. Menyusun permintaan indeks Gunakan metode pencarian untuk melakukan pencarian terhadap indeks. Setiap permintaan harus menyertakan dua bagian informasi: kueri teks untuk mencocokkan item dan searchApplicationId yang mengidentifikasi ID untuk menjalankan search application. Menampilkan hasil kueri Antarmuka pencarian diharapkan dapat menampilkan judul item serta tautan ke item asli. Anda dapat lebih menyempurnakan tampilan hasil pencarian dengan memanfaatkan informasi tambahan yang ada di hasil pencarian seperti cuplikan dan metadata. Baca juga: Inovasi Baru Google Sambut Era Baru Desain Sistem, Lebih Andal dan Aman Cloud Search menyediakan metode pencarian dan saran untuk membuat antarmuka pencarian atau menyematkan hasil pencarian dalam aplikasi. Kemudahan ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Cloud, resmi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya?

Selain menyetel durasi khusus untuk “Do Not Disturb” di Google Chat, kini Anda dapat menyetel jadwal berulang agar tidak terganggu oleh notifikasi Chat di web, Android, dan iOS. Fitur baru ini dapat Anda manfaatkan untuk membisukan pemberitahuan selama jam istirahat reguler Anda, atau menyetel “ Do Not Disturb ” secara otomatis selama akhir pekan saat jauh dari meja Anda. Fitur ini diharapkan dapat membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi tanpa terganggu notifikasi dari Google Chat dan bisa dimanfaatkan untuk terputus sejenak dari pekerjaan Anda sepenuhnya, Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini tersedia otomatis di Google Chat. Tidak diperlukan pengaturan administrator sama sekali untuk bisa menggunakannya. Bagi end-user yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai status ketersediaan dan membisukan notifikasi di Google Chat, silakan kunjungi Help Center. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Ketersediaan fitur Google Chat merilis fitur baru ini pada waktu yang berbeda untuk tiap platform. Berikut adalah detail waktu rilis selengkapnya: Web:  Domain rilis cepat: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 15 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 9 Desember 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Android & iOS:  Domain rilis cepat & terjadwal: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 21 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business, juga berlaku untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Percakapan Terpisah di Spaces Google Chat dengan Untaian In-Line Cara mengubah status ketersediaan dan menonaktifkan notifikasi Google Chat Untuk memberi tahu orang lain tentang ketersediaan Anda, maka status Google Chat dapat diubah dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: Mengubah status Di komputer Anda, buka Gmail. Di kanan atas, di samping indikator status, klik panah bawah . Pilih: Automatic, Do not disturb, atau Set as away. Menetapkan status khusus Buka Google Chat atau akun Gmail Anda. Dari indikator status Anda di bagian atas, klik panah bawah . Klik Add a status. Ikuti perintah untuk memilih emoji, menulis pesan status, atau mengakhiri atau menghapus status. Klik Done. Menghapus status khusus Buka Google Chat atau akun Gmail Anda. Dari indikator status Anda di bagian atas, klik panah bawah . Klik status yang akan dihapus. Klik X. Klik Done. Menetapkan status Calender dengan akun Workspace Photo Credit: Lifestorymemory (Freepik) Anda juga dapat mengimpor status dari Calendar yang menggunakan akun Google Workspace. Status Chat Anda akan diperbarui secara otomatis ke OOO, dalam rapat, atau dalam focus time berdasarkan status kalender Anda. Status kalender otomatis selalu dapat diubah menjadi status kalender khusus, begitu pula sebaliknya. Anda dapat menemukan status Calendar di bagian kanan atas jendela Gmail di indikator status. Siapa pun yang mengirimi pesan langsung akan menemukan status Calendar Anda di bawah nama Anda dalam jendela pesan langsung. Penting untuk diingat juga, pesan grup tidak akan menampilkan status Calendar. Administrator dapat mengaktifkan dan menonaktifkan status Calendar untuk semua orang di domain mereka. Setelah Administrator mengaktifkan status Calendar untuk domain Anda, maka status dapat diaktifkan atau dinonaktifkan secara permanen maupun sementara. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan status secara permanen: Buka Google Calendar. Di kanan atas, klik menu Settings. Di sebelah kiri, pada “Settings for my calendar”, pilih kalender Anda. Di bagian “Access permission for events”, centang kotak di samping “Show calendar info in other Google apps, limited by access permissions”. Perubahan Anda akan disimpan secara otomatis. Baca juga: Ringkasan Percakapan Google Chat, Bantu Anda Pantau Pesan di Spaces Dengan hadirnya peningkatan fitur notifikasi baru Google Chat ini, Anda bisa mengatur pemberitahuan Chat dengan mudah, bahkan menentukan penjadwalan sesuai keinginan, Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Peningkatan Kualitas Virtual Meeting Saat Bergabung dengan Virtual Machine

Jika Anda menggunakan Virtual Desktop Interface (VDI) seperti Citrix atau VMWare untuk bergabung ke panggilan virtual meeting Google Meet, maka akan terlihat peningkatan kualitas video dan audio. Meet kini akan mendeteksi apakah Anda bergabung dari VDI dan kemudian secara otomatis menyesuaikan sistem agar memberikan performa terbaik. Pengoptimalan ini juga akan membantu mengurangi permintaan pada VDI Anda, seperti penggunaan CPU, GPU, dan memori, sekaligus meningkatkan kualitas rapat dan performa keseluruhan. Cara melakukan update Update terbaru yang ditawarkan Google Meet ini memungkinkan Anda untuk bergabung menggunakan virtual machine (VM) tanpa penurunan kualitas. Menariknya lagi, update ini juga hanya memerlukan pengaturan dari administrator untuk bisa digunakan. Bagi administrator, pastikan Google Meet dapat mendeteksi bahwa ia berjalan di dalam VM dengan mengaktifkan kebijakan Enterprise Hardware Platform API di Chrome. Kunjungi halaman API dan Help Center untuk mempelajari lebih lanjut cara menetapkan kebijakan Chrome untuk pengguna atau browser dan menggunakan VDI dengan Google Meet. Update ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari end user. Google Meet akan langsung melakukan optimasi pengalaman Anda saat melakukan virtual meeting melalui VDI secara otomatis. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Ketersediaan update Photo Credit: DCStudio (Freepik) Update Google Meet untuk virtual meeting melalui VDI ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Untuk kedua domain, perilisan dilakukan secara bertahap, mulai dari tanggal 30 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Perlu diingat, update ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih terdaftar dalam paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Cara menyiapkan jaringan Anda untuk virtual meeting Google Meet Untuk menghadirkan virtual meeting berkualitas tinggi, Anda perlu menyiapkan jaringan agar Meet dapat berkomunikasi secara efisien dengan infrastruktur Google. Anda harus: Memastikan lalu lintas Meet memiliki jalur pendek ke internet. Menghindari proxy, inspeksi paket, penganalisa protokol, dan kualitas layanan (QoS). Mengukur dan mengoptimalkan latensi, bandwidth, dan jaringan WiFi Anda Siapkan jaringan Anda Photo Credit: Freepik Langkah 1: Izinkan akses ke rentang alamat IP Google Perbarui firewall Anda untuk mengizinkan lalu lintas media mengalir ke dan dari tempat Anda: Untuk media (audio dan video), siapkan port UDP keluar 3478 dan 19302–19309. Jika Anda ingin membatasi jumlah port Chrome WebRTC yang digunakan, lihat setelan Port UDP WebRTC Chrome. Alternatifnya, batasi port tersebut melalui firewall Anda. Untuk lalu lintas web dan autentikasi pengguna, gunakan UDP keluar dan port TCP 443. Langkah 2: Izinkan akses ke pengidentifikasi uniform resource identifiers (URI) Layanan inti Google memerlukan akses jaringan penuh. Jika ada kebijakan pembatasan atau pemfilteran untuk pengguna di jaringan Anda, berikan akses jaringan ke endpoint HTTPS. Langkah 3: Izinkan akses ke rentang alamat IP Google Izinkan akses ke rentang alamat IP untuk mengaktifkan lalu lintas media audio dan video. Jika tempat Anda hanya mendukung traffic Meet melalui port 443, tambahkan SNI Meet ke daftar yang diizinkan firewall atau proxy untuk mengaktifkan traffic audio dan video melalui TLS. Langkah 4: Tinjau persyaratan bandwidth Jaringan Anda harus memiliki bandwidth yang cukup untuk bisa memunculkan virtual meeting berkualitas HD, ditambah bandwidth tambahan untuk kebutuhan lain, seperti streaming langsung. jumlah peserta, berbagi layar, dan faktor lainnya juga mempengaruhi penggunaan bandwidth. Jika jaringan Anda tidak memiliki bandwidth yang cukup, Meet akan menurunkan definisi video agar sesuai dengan batasan jaringan Anda. Jika jaringan Anda tidak memiliki bandwidth yang cukup untuk mendukung video, Meet akan menggunakan audio. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu dDi Google Meet PC Google Meet PC hingga sekarang masih menjadi aplikasi andalan untuk melakukan virtual meeting. Hadirnya kapabilitas baru ini akan memudahkan Anda untuk bergabung dalam meeting melalui VM tanpa khawatir kualitas video berkurang. Dapatkan Google Workspace for Business untuk mendukung produktivitas kerja Anda dalam skala besar hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk-produk Google resmi beserta layanan konsultasi untuk pemasangan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Cloud Computing, Google Cloud

Menimbang Kembali Open Source dan Keamanan Multicloud

Teknologi open source telah menjadi bagian integral dari komputasi sejak era paling awal, bahkan sebelum lahirnya pusat teknologi modern seperti Silicon Valley. Proyek open source merupakan fondasi lahirnya beberapa perangkat lunak paling populer di dunia, seperti Mozilla Firefox dan sistem operasi Linux. Ulasan kali ini akan membahas sekilas tentang konsep dasar teknologi open source, peran yang dimainkannya di dunia multicloud, serta perspektif developer dalam menggunakan teknologi tersebut dalam mendukung pekerjaan mereka sehari-hari. Memahami konsep dasar open source Photo Credit: lucabravo (Freepik) Konsep dasar multicloud ada pada kemampuan untuk menjalankan beban kerja di cloud, sekaligus mampu memilih penyedia yang paling cocok untuk mengerjakan bagian tertentu dari beban kerja. Mengadopsi teknologi dan bahasa open source akan membantu perusahaan untuk mengoptimalkan alat yang mereka butuhkan, terlepas dari penyedia cloud, tanpa takut terkunci di penyedia tertentu. Saat Anda memikirkan tentang berpindah di lingkungan yang berbeda, apakah itu cloud ke cloud, atau desktop pengembang ke tujuan akhir, atau justru dari pusat data ke cloud Anda, perangkat lunak open source selalu memungkinkan Anda melakukan itu. Kemudian, multicloud hanyalah perpanjangan dari itu. Dengan begitu, Anda tak perlu merasa kesulitan jika harus menjalankan perangkat lunak yang sama dengan perangkat yang berbeda. Baca juga: Mendapatkan Insights Baru untuk Mengelola Multicloud dengan Hybrid Cloud Logs Tantangan baru dalam keamanan dengan multicloud Photo Credit: creativeart (Freepik) Makin banyaknya perusahaan yang mengadopsi pendekatan multicloud, pertanyaan tentang bagaimana menjaga keamanan di lingkungan yang kompleks ini dan meningkatnya beban tim SecOps lantas menjadi perhatian utama. Tantangan cloud yang dihadapi oleh tim yang lebih tradisional berkisar dari jenis telemetri dan log hingga volume dan kurangnya kejelasan kasus penggunaan deteksi. Namun, masalah tersebut meningkat saat penggunaan diperluas dengan menyertakan banyak cloud. Situasi semacam ini dapat menimbulkan hambatan baru, karena cara menangani sesuatu di satu penyedia kemungkinan akan sama sekali berbeda di penyedia lainnya. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Saat menggunakan multicloud, Anda harus memahami seperti apa cara kerja dengan satu penyedia terlebih dahulu. Ibaratnya, saat Anda perlu memperbaiki 3 buah mobil, maka sebelumnya Anda sudah harus tahu cara memperbaiki sebuah mobil. Pun demikian dengan multicloud.  Anda harus sudah paham betul dengan cara menggunakan cloud sebelum naik ke multicloud. Untuk mengatasi tantangan keamanan multicloud, Anda bisa menerapkan tips berikut ini: Pelajari lebih banyak cloud, bukan lebih sedikit, terlebih jika Anda menggunakan multicloud. Ini karena teknologi multicloud membutuhkan lebih banyak pengetahuan cloud, Anda tidak dapat mempelajari satu penyedia, kemudian menganggapnya selesai. Anda harus memahami perbedaannya agar dapat mengamankan beberapa lingkungan cloud sekaligus. Fokus pada pembelajaran manajemen cloud identity dan perbandingannya dengan fungsi layanan manajemen identitas tradisional Anda. Mulailah dengan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan di satu cloud, lalu lanjutkan dengan cloud lain yang Anda gunakan. Jelajahi di mana area ancaman berubah di lingkungan cloud saat Anda merencanakan aktivitas deteksi dan respons untuk memahami apakah deteksi tersebut masuk di cloud. Baca juga: Kemudahan Analisis Data Multicloud dengan BigQuery Omni Google Cloud menghadirkan diskusi rutin melalui akun Twitter mereka, @googlecloud. Melalui podcast bertajuk #MulticloudMindset, Anda dapat menyimak informasi mengenai keamanan cloud, pertimbangan dan tantangan utama yang dihadapi tim keamanan, dan beberapa praktik terbaik yang berguna untuk keamanan di lingkungan multicloud. Menggunakan teknologi cloud akan memudahkan Anda untuk mengembangkan perangkat lunak atau program tanpa harus terbatas dengan perangkat tertentu. Cukup dengan koneksi internet saja, Anda sudah bisa terhubung dengan progres pengembangan perangkat lunak, di mana pun dan kapan pun. Google Cloud menawarkan teknologi cloud tercanggih yang telah terjamin keamanannya untuk Anda. Dapatkan segera hanya di EIKON Technology, authorized reseller produk Google Cloud di Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Cloud Computing, Google Cloud, Microsoft

Cara Memigrasikan Pengguna Active Directory Lokal ke Google Cloud Managed Microsoft AD

Salah satu manfaat migrasi cloud adalah akses ke layanan terkelola, yang dapat mengurangi biaya operasional. Untuk perusahaan yang beroperasi di lingkungan yang berpusat pada Microsoft, Google Cloud menawarkan Managed Service untuk Microsoft Active Directory yang berjalan di virtual machine (VM) Windows. Managed Microsoft AD memberikan manfaat seperti pembaruan server AD otomatis, pemeliharaan, konfigurasi keamanan default, dan tidak memerlukan manajemen hardware. Biasanya, saat memigrasikan objek Active Directory, pengguna yang sudah ada tidak dapat terus mengakses resources di domain baru, kecuali riwayat security identifier (SID) dipertahankan. Ini dapat menyebabkan pekerjaan tambahan bagi administrator karena izin harus dibuat ulang setelah migrasi. Agar migrasi lebih mulus, Google Cloud meluncurkan kapabilitas baru di Managed Microsoft AD, yakni dukungan untuk migrasi pengguna AD dengan riwayat SID. Kini, pengguna dapat mempertahankan entri Access Control List (ACL) historis sehingga pengguna dapat mengakses resources tanpa harus membuat ulang izin setelah migrasi. Langkah-langkah untuk memigrasikan pengguna AD lokal ke Managed Microsoft AD Untuk memulai, Anda dapat menggunakan Active Directory Migration Tool (ADMT) untuk memigrasikan domain AD lokal ke Managed Microsoft AD secara khusus dengan riwayat SID. 1. Persiapkan Active Directory dan Managed Microsoft AD lokal Anda Sebagai prasyarat untuk migrasi, pengguna harus menyiapkan two-way trust antara domain AD lokal yang ada dan domain Managed Microsoft AD yang baru. Baik pengguna individu maupun tim, dapat melakukan aktivitas migrasi. Saat tim terlibat, sebaiknya tambahkan anggota tim ke grup domain lokal di Managed Microsoft AD. Pengguna dapat terhubung ke domain Managed Microsoft AD dan menggunakan alat Active Directory standar seperti Active Directory Users and Computers (ADUC). Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data di Google Cloud 2. Siapkan Google Compute Engine Virtual Machine dan ADMT Photo Credit: DCStudio (Freepik)Selanjutnya, install dan siapkan Microsoft Active Directory Migration Tool (ADMT) dan Microsoft SQL Server 2016 Express di Google Compute Engine Virtual Machine. Gabungkan VM ke domain Google Cloud Managed Microsoft AD. 3. Aktifkan izin pada Managed Microsoft AD Setelah pengguna menyiapkan Active Directory lokal dan Managed Microsoft AD, mereka dapat mengaktifkan izin yang diperlukan di Managed Microsoft AD untuk memigrasikan pengguna dengan riwayat SID. Gunakan perintah gCloud CLI berikut: gcloud beta active-directory domains migration enable DOMAIN_NAME \ –onprem-domains=SOURCE_DOMAIN_NAME \ –disable-sid-filtering-domains=SID_FILTERING_DOMAIN_NAME Setelah pengguna mengaktifkan izin, tambahkan grup lokal domain ke “Cloud Service Administrators” dan “Cloud Service Migrate SID Administrators” sehingga pengguna yang ditunjuk akan memiliki izin untuk Active Directory dengan riwayat SID. Baca juga: Migrasi Cloud dengan Google Cloud Migration Center 4. Konfigurasikan ADMT dan install layanan PES Untuk memigrasikan sandi dengan aman selama migrasi domain, pengguna harus menggunakan layanan Microsoft Password Export Server (PES). Sebelum install PES di domain lokal, buat kunci enkripsi di VM yang menjalankan ADMT. Gunakan perintah berikut untuk membuat kunci enkripsi: admt key /option:create /sourcedomain:[SOURCE_DOMAIN_NAME] /keyfile:[KEY_FILE_PATH] /keypassword:{[PASSWORD]} 5. Migrasikan pengguna AD ke Google Cloud Managed Microsoft AD Selanjutnya, migrasikan pengguna & grup AD beserta riwayat SID. Pengguna harus menggunakan User Account Migration Wizard di alat ADMT. Pilih opsi “Migrate user SIDs to target domain” di halaman Account Transition Options. Photo Credit: Google Cloud Blog Jendela proses migrasi akan menampilkan status berapa banyak pengguna, grup, dan komputer yang telah dimigrasikan. Anda dapat mengeklik “View Log” untuk memeriksa kesalahan pada log migrasi dan memeriksa detail operasi. Setelah proses migrasi selesai, verifikasi bahwa pengguna ada di domain Managed Microsoft AD menggunakan alat Active Directory Users and Computers. Pengguna juga dapat menggunakan login AD untuk memverifikasi bahwa akses diatur dengan benar. Baca juga: Penyempurnaan Infrastruktur Google Cloud untuk Menyesuaikan Beban Kerja Sekarang proses migrasi objek AD selesai. Ini termasuk untuk pengguna beserta riwayat SID dari domain AD lokal ke domain Managed Microsoft AD yang baru. Setelah migrasi berhasil, sebaiknya nonaktifkan izin pengguna yang diaktifkan untuk migrasi. Google Cloud terus mengembangkan kapabilitas untuk memudahkan berbagai tugas kerja Anda. Manfaatkan ekosistem komputasi awan terkelola Cloud dengan berlangganan melalui EIKON Technology, authorized reseller Google untuk Indonesia. EIKON Technology menawarkan paket langganan komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Gsuite

Google Meet Gratis Kini Dibatasi Satu Jam, Adakah Cara Mengatasinya?

Google Meet merupakan produk andalan Google yang menyediakan layanan video call atau video conference. Anda bisa mengaksesnya melalui perangkat desktop maupun mobile. Berbagai fitur yang disematkan membuat Google Meet menjadi aplikasi online video conference favorit banyak orang. Terlebih, layanan Google Meet juga ada yang disediakan secara gratis! Namun, baru-baru ini Google menginfokan secara resmi bahwa pengguna Google Meet gratis hanya bisa menikmati layanan online video conference hingga satu jam saja. Sebelumnya, seluruh pengguna bisa menggunakan layanan premium panggilan video tanpa batas durasi. Efektif berlaku mulai 1 April 2021 Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Demi mencegah penyebaran virus COVID-19, pertemuan tatap muka pun harus sebisa mungkin diminimalisir. Alhasil, sebagian besar komunikasi jadi beralih ke ranah online, termasuk lewat video call. Google Meet menjadi salah satu platform unggulan banyak orang untuk melangsungkan bentuk komunikasi tersebut. Hal tersebut bukannya tanpa alasan. Sejak April 2020 lalu, Google Meet memang menawarkan penggunaan gratis tanpa batas hingga seratus peserta. Awalnya, layanan Google Meet gratis tersebut direncanakan berakhir pada 30 September 2020. Namun, setelah melakukan berbagai pertimbangan, periode tersebut diperpanjang hingga 31 Maret 2021. Dengan kata lain, mulai 1 April 2021 nanti, pengguna tak lagi bisa melakukan panggilan video berdurasi tanpa batas via Google Meet. Layanan Google Meet gratis tetap bisa diakses, tapi durasi panggilan video dibatasi jadi hanya satu jam atau enam puluh menit. Fitur lain yang juga dihilangkan untuk pengguna gratis Photo Credit: Bench Accounting (Unsplash) Sebagai salah satu produk Google Workspace, ternyata Google Meet bukan satu-satunya yang mengalami pembatasan pada layanan gratisnya. Google juga telah membatasi layanan gratis pada penggunaan Google Workspace for Education, bahkan sejak 30 September 2020 lalu. Sejumlah layanan yang tak lagi bisa diakses pengguna gratis Google Workspace for Education adalah online video conference dengan maksimal 250 peserta, menyimpan rekaman video conference di Google Drive, dan streaming langsung hingga 100.000 peserta di satu domain. Saat tepat untuk berlangganan Google Workspace Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Perlu diingat kembali bahwa Google Meet gratis tetap bisa Anda nikmati. Hanya saja, durasi layanan video call atau video conference dibatasi menjadi maksimal satu jam saja. Hal ini tentu bisa membuat komunikasi jadi tidak maksimal, terlebih jika selama ini Anda menggunakan Google Meet untuk keperluan bisnis atau profesional. Solusinya, Anda bisa berlangganan Google Workspace. Tak hanya Google Meet, nantinya Anda juga bisa mengakses berbagai layanan Google lain secara premium. Sebut saja Gmail, Google Drive, Google Calendar, hingga Google Chat. Tak ketinggalan Google Docs, Google Slides, dan Google Sheets untuk mempermudah kolaborasi kerja. Cara berlangganan Google Workspace Photo Credit: Pathum Danthanarayana (Unsplash) Agar bisa segera menikmati berbagai layanan premium Google Workspace, Anda dapat langsung berlangganan melalui EIKON Technology, reseller resmi Google Workspace di Indonesia. EIKON Technology telah menyediakan daftar pricing terbaik untuk berlangganan Google Workspace. Setidaknya ada tiga edisi yang dapat Anda pilih untuk upgrade ke Google Workspace, yaitu Business Starter, Business Standard, dan Business Plus. Harga langganannya pun cukup terjangkau, mulai dari 4,2 USD/orang/bulan atau sekitar Rp60 ribuan. Tersedia pula edisi Enterprise, cocok bagi para pelaku bisnis  yang membutuhkan kolaborasi kerja maksimal. Untuk informasi lebih lengkap tentang pricing berlangganan Google Workspace di EIKON Technology, Anda bisa klik di sini. Tentu tidak ada yang salah dengan menggunakan Google Meet gratis. Namun, jika Anda ingin mendapatkan pengalaman komunikasi maksimal tanpa batasan durasi, upgrade ke Google Workspace premium adalah solusinya. Sebagai reseller Google Workspace resmi di Indonesia, EIKON Technology dapat membantu Anda memulai berlangganan. Pelajari lebih lanjut tentang Google Workspace di sini!

Serangan Hafnium
Info

Microsoft Tingkatkan Keamanan dari Serangan Kelompok Peretas Asal Cina (Hafnium)

Microsoft mendeteksi adanya serangan siber dari kelompok peretas asal Cina, HAFNIUM. Peretasan tersebut menjebol sistem perusahaan dengan memanfaatkan kerentanan yang baru saja ditemukan dalam perangkat lunak server email Microsoft. Tujuannya adalah mengambil data dengan membobol akses ke Microsoft Exchange Server. Namun, pelanggan tidak perlu panik dan khawatir. Microsoft telah merilis update untuk meningkatkan keamanan terhadap serangan HAFNIUM tersebut. HAFNIUM, kelompok peretas asal Cina HAFNIUM adalah kelompok peretas asal Cina yang kerap menarget entitas-entitas di Amerika Serikat, dengan tujuan mencuri data atau informasi dari banyak sektor industri. Beberapa di antaranya seperti institusi pendidikan, firma hukum, lembaga swadaya masyarakat (NGO), hingga badan penelitian untuk penyakit menular. Itulah kenapa walaupun berbasis di Cina, HAFNIUM justru beroperasi melalui server private virtual (virtual private servers – VPS) yang disewa di Amerika Serikat. Sebelumnya, HAFNIUM juga pernah melakukan peretasan dengan memanfaatkan kerentanan pada server yang terhubung ke internet. Namun, pada aksi tersebut, mereka hanya mampu mengetahui rincian server Microsoft Exchange Server dan akun-akun yang ingin mereka bobol. Sedangkan pada serangan terbaru ini, HAFNIUM meretas melalui empat titik kerentanan, yaitu CVE-2021-26855, CVE-2021-26857, CVE-2021-26858, dan CVE-2021-27065. Mereka melakukannya dalam tiga langkah. Pertama, HAFNIUM membobol akses ke Microsoft Exchange Server, baik dengan mencuri password atau memanfaatkan titik kerentanan untuk menyamar jadi orang lain. Kedua, mereka akan membuat sebuah web shell untuk mengontrol server dari jauh. Ketiga, dengan menggunakan akses jarak jauh, tepatnya menggunakan server private yang berbasis di Amerika Serikat, mereka pun mencuri data dari jaringan suatu organisasi. Microsoft Rilis Pembaruan Keamanan Untuk Melindungi Pengguna dari Serangan Hafnium Perlindungan terhadap pengguna merupakan prioritas utama Microsoft. Per Selasa (2/3/2021) lalu, Microsoft telah merilis beberapa pembaruan keamanan pada Microsoft Exchange Server untuk mengatasi kerentanan yang menjadi target serangan peretasan. Mengingat sifatnya yang sangat krusial, pengguna dianjurkan untuk segera melakukan update pada sistem yang terdampak. Dengan begitu, pengguna dapat terlindungi dari serangan peretasan serupa. Setidaknya ada empat versi Microsoft Exchange Server yang terkena dampak dari serangan peretasan HAFNIUM, yaitu Microsoft Exchange Server 2010, Microsoft Exchange Server 2013, Microsoft Exchange 2016, dan Microsoft Exchange Server 2019. Sedangkan Microsoft Exchange Online tidak ikut terdampak oleh serangan peretasan tersebut. Berikut detail teknis pembaruan yang dirilis oleh Microsoft: Microsoft Exchange Server 2010 – KB5000978 Microsoft Exchange Server 2013 – KB5000871 Microsoft Exchange Server 2016 – KB5000871 Microsoft Exchange Server 2019 – KB5000871 Langkah apa yang harus pengguna lakukan? Pengguna harus segera melakukan update atau pembaruan keamanan pada Microsoft Exchange Server yang digunakan. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan terlebih dulu. Pengguna perlu memastikan bahwa Cumulative Update (CU) yang terpasang sudah merupakan rilisan terbaru. Berikut ini daftar CU terbaru yang dapat melakukan update keamanan pada Microsoft Exchange Server: Microsoft Exchange Server 2010 (RU 31 untuk Service Pack 3) Microsoft Exchange Server 2013 (CU 23) Microsoft Exchange Server 2016 (CU 19, CU 18) Microsoft Exchange Server 2019 (CU 8, CU 7) Di samping itu, pengguna juga disarankan untuk mengecek apakah serangan peretasan HAFNIUM juga berdampak ke bagian-bagian lain. Caranya, lakukan scan atau pemindaian logs pada Microsoft Exchange Server untuk mencari adanya indicators of compromise (IOC). Setelah itu, cek pula host pada IOC. Panduan selengkapnya dapat Anda pelajari di sini. Peretasan yang dilakukan HAFNIUM mampu menyerang Microsoft Exchange Server dengan memanfaatkan kerentanan pada sistem. Demi melindungi pengguna dari serangan tersebut, Microsoft telah merilis pembaruan keamanan terbaru. Segera lakukan update untuk “menambal” kerentanan tersebut sehingga Anda bisa menggunakan Microsoft Exchange Server dengan aman. Sebagai solusi alternatif agar terhindar dari masalah serupa pada kemudian hari, sudah saatnya Anda beralih menggunakan layanan cloud seperti Microsoft 365 dan Google Workspace untuk menjalankan berbagai aktivitas bisnis. Mulai dari menggunakan ragam produk Microsoft Office, video call dengan Skype, hingga penyimpanan berkapasitas besar, semua dapat Anda lakukan secara aman di Microsoft 365. Dapatkan Microsoft 365 sekarang juga di sini! Sedangkan bagi yang lebih memilih platform cloud berbasis Google, Anda bisa menggunakan Google Workspace. Dilengkapi berbagai fitur penunjang seperti mail, drive, document office, hingga video conference, Google Workspace akan membantu meningkatkan produktivitas bisnis Anda. Google Workspace merupakan salah satu produk dari yang dapat memberikan berbagai manfaat untuk keamanan dan produktivitas bisnis. Anda dapat mempelajari Google Workspace secara lengkap https://workspace.eikontechnology.com/ . Anda juga dapat langsung mendaftar Google Workspace di https://workspace.eikontechnology.com/pricing/ .

Info

5 Cara Mudah dan Praktis Menggunakan Google Drive

Tidak asing dengan Google Drive, cloud storage terbaik gagasan Google? Berikut cara penggunaan Google Drive bagi Anda agar bisa mendapatkan manfaat maksimal dari ini. Seperti yang Anda tahu, di era perkembangan teknologi yang semakin pesat Google Drive mulai banyak digunakan. Google Drive merupakan media penyimpanan yang digagas oleh Google. Siapapun dapat menggunakan dan mengakses Google Drive ini secara gratis. Kira-kira, bagaimana sih cara penggunaan Google Drive? Secara umum, layanan cloud storage ini akan memberikan Anda kemudahan dalam mengakses, menyimpan, atau bahkan membagikan berkas. Bagi pemula, mungkin penggunaan Google Drive ini belum terbiasa, sehingga Anda mungkin akan mengalami sedikit kendala. Untuk itu, simak tutorial lengkap penggunaan Google Drive berikut ini. Cara Membuka Google Drive Untuk masuk Google Drive, Anda tentu wajib memiliki akun Google terlebih dahulu. Jika sudah memilikinya, selanjutnya ikuti langkah berikut: 1. Kunjungi laman https://drive.google.com, lalu klik Go to Drive 2. Masukkan detail akun, seperti misalnya alamat email dan juga password (saat diminta) 3. Anda akan masuk ke halaman utama Google Drive. Di sebelah kiri terdapat beberapa kolom pilihan. Di sana, Anda juga dapat melihat ruang kosong yang masih tersedia Nah, langkah-langkah di atas merupakan cara log in dengan menggunakan desktop. Lalu, bagaimana cara membuka Google Drive di smartphone? Adapun langkah-langkah untuk membuka Google Drive di ponsel pintar adalah sebagai berikut. 1. Ketuk ikon Google Drive yang memiliki bentuk seperti segitiga berwarna hijau, kuning, dan biru. Apabila Anda belum memiliki aplikasi Google Drive, Anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu melalui Play Store atau App Store. 2. Klik tombol “Sign In” yang terletak di bagian bawah halaman 3. Masukkan akun Google Anda. Jika Anda sudah masuk ke akun Google sebelumnya, Anda hanya perlu memilih akun Google yang akan digunakan 4. Untuk melihat ruang kosong yang tersedia, klik tanda “≡” di layar bagian atas sebelah kiri                             Cara Membuat Berkas Baru Setelah login Google Drive, apakah Anda ingin membuat berkas baru? Dengan menggunakan Google Drive, Anda dapat membuat berkas dalam bentuk dokumen, excel, power point, dan lain sebaiknya. Langkah-langkah untuk membuat berkas baru pada Google Drive adalah sebagai berikut. 1. Klik tombol “New” berwarna biru uang di bagian atas jendela Google Drive sebelah kiri 2. Pilih jenis dokumen yang Anda perlukan pada menu drop-down yang muncul Google Sheets: Menampilkan lembar lajur kosong, seperti Microsoft Excel Google Docs: Menampilkan dokumen kosong, seperti Microsoft Word Google Slides: Menampilkan presentasi kosong, seperti Microsoft Powerpoint Google Forms: Digunakan untuk membuat dokumen Google Form 3. Beri nama pada dokumen Anda dengan cara klik teks “Untitled” di atas halaman sebelah kiri 4. Mulai ketikkan sesuatu pada dokumen Anda. Di sana. Anda juga dapat memasukkan gambar, teks, URL, atau konten lainnya 5. Pastikan di bagian atas halaman terdapat kata “All changes saved in Drive” agar dokumen Anda berhasil disimpan secara otomatis. Anda juga dapat membuat berkas di Google Drive melalui smartphone. Namun, Anda harus memiliki aplikasi Google Sheets, Google Docs, atau Google Slides terlebih dahulu. Cara Mengunggah Berkas di Google Drive Apakah Anda sudah memiliki dokumen yang tersimpan di komputer atau laptop? Jika iya dan Anda berkeinginan untuk mengunggah ke Google Drive, Anda dapat mengikuti tutorial Google Drive berikut ini. 1. Klik tombol “New” yang berwarna biru di pojok atas jendela Google Drive sebelah kiri 2. Klik “File Upload” pada menu drop-down yang muncul 3. Tunggu hingga jendela File Explorer muncul dan pilih berkas yang hendak Anda upload. Jika Anda ingin mengunggah beberapa berkas sekaligus, tekan CTRL+klik berkas yang Anda hendak dipilih 4. Klik open, selanjutnya berkas akan diupload ke Google Drive 5. Tunggu hingga proses penguploadan selesai Lamanya waktu mengunggah berkas pada Google Drive ini tergantung besarnya ukuran berkas dan juga koneksi internet. Sebelum berkas belum terupload semua, pastikan halaman Google Drive tetap terbuka. Jika sudah berhasil diupload, akan muncul tanda centang di samping nama berkas. Apakah bisa mengunggah berkas ke Google Drive melalui smartphone? Tentu saja bisa. Anda dapat melakukannya dengan beberapa cara berikut. 1. Klik tombol “+” yang terletak di bawah sebelah pojok kanan 2. Klik “Upload” pada menu pop-up yang muncul 3. Pilih file yang hendak diupload 4. Klik “Upload” yang terletak di pojok kanan atas layar dan tunggu hingga semua berkas berhasil terunggah Membagikan Berkas ke Orang Lain Berkas-berkas yang sudah Anda buat pada Google Drive juga dapat Anda bagikan dengan orang lain dengan cara sebagai berikut. 1. Klik berkas yang hendak Anda bagikan 2. Klik menu “Share” yang diberi tanda manusia dan tanda “+” di bagian samping. Anda juga dapat menemukan ikon ini di halaman Drive sebelah kanan atas. Jika sudah, jendela baru akan terbuka 3. Klik menu “Edit” yang ditandai dengan ikon pensil. Menu ini terletak di pojok sebelah kanan jendela pop-up 4. Pilih salah satu pilihan berbagi yang ditampilkan menu drop-down Can View: memungkinkan pengguna dapat melihat berkas yang dibagikan Can edit: memungkinkan pengguna dapat menyunting berkas yang dibagikan Can comment: memungkinkan pengguna untuk meninggalkan komentar pada berkas yang dibagikan, tetapi tidak dapat menyuntingnya 5. Pada kolom teks “People”, ketikkan alamat email pengguna yang hendak Anda ajak berbagi. Anda dapat memasukkan beberapa alamat email dengan menekan tombol “Tab” 6. Jika diperlukan, Anda dapat menambahkan sedikit catatan pada kolom teks “Add a note” 7. Tekan tombol “Send” berwarna biru. Letaknya di bagian bawah jendela Drive sebelah pojok kiri Cara Mengunduh Berkas di Google Drive Tak hanya membuat, mengirim, dan membagikan berkas saja, Anda juga dapat mendownload file-file yang ada di Google Drive. Cara untuk mengunduh file yang ada di Google Drive, yaitu: 1. Klik link Google Drive yang mengarah ke file yang hendak Anda unduh atau masuk ke Google Drive, lalu cari file tersebut 2. Klik ikon tanda panah ke bawah Jika file berukuran kurang dari 100 MB, file akan langsung terdownload. Namun, jika file berukuran lebih dari 100 MB, Anda akan diarahkan ke halaman selanjutnya 3. Tunggu hingga proses download selesai Nah, buat Anda yang sering menggunakan Google Drive, sebaiknya Anda mendaftar Google Workspace. Apa itu Google workspace? Google workspace merupakan satu set aplikasi besutan Google yang dapat memberikan Anda beberapa manfaat, seperti: • Lebih hemat biaya

Info

Cara Mudah dan Cepat Membuat Survey / Kuiz menggunakan Google Form

Google Forms adalah aplikasi multifungsi buatan Google yang merupakan bagian Google Workspace atau Google Drive. Aplikasi ini bisa dipakai untuk pembuatan kuis, form order, dan paling sering untuk keperluan survey. Cara membuat Google Form yang gampang, perlahan membuatnya semakin populer.  Pembuatan Google Forms ini bisa dilakukan tidak hanya pada PC atau laptop saja. Bagi Anda yang yang tidak sempat mengutak-atik PC, bisa membuatnya melalui ponsel asalkan sudah mempunyai akun Google dan memasang Google Drive. Cara Membuat Google Formulir Google Forms atau Google Formulir sangat mudah untuk dibuat baik di laptop maupun PC. Untuk Anda yang ingin membuat Google Formulir wajib sudah ada akun Gmail terlebih dahulu ya. Sesudah mempunyai akun Gmail, silahkan ikuti cara membuat Google Formulir pada PC dan ponsel berikut ini : Membuat Google Forms pada PC Untuk membuat Google Forms pada PC, Anda tidak membutuhkan aplikasi lain selain browser Google Chrome. Pastian update dahulu Google Chrome Anda ke versi terbaru untuk mendapatkan performa yang maksimal. Apabila hal itu sudah dilakukan, mari lanjut ke cara bikin google form pada PC. Buka browser Google Chrome Log in ke akun Google Anda di https://www.google.com/accounts/Login?hl=in Sesudah log in, buka Google Forms pada alamat https://docs.google.com/forms/u/0/ Pilih template yang akan dipakai, ada lebih dari 20 pilihan template Beri judul pada lembar form yang telah terbuka Isikan pilihan yang akan dimasukan pada form Sampai disini, selesai sudah pembuatan Google Form dan file yang telah jadi akan tersimpan otomatis. Anda bisa melihat file yang telah dibuat pada akun Google Drive pada https://drive.google.com/. Berikutnya, supaya tutorial Google Form ini lengkap, mari dilanjutkan dengan membuat Google From pada ponsel.  Cara Membuat Google Forms di HP Google Forms di HP sebenarnya sama saja dengan yang dibuka pada PC. Perbedaannya hanya pada tampilan layar, serta akan lebih gampang jika Anda memasang aplikasi Google Drive. Untuk cara membuat Google Form di HP, bisa Anda simak langkah-langkahnya di berikut ini : Buka browser pada ponsel, bisa Google Chrome atau browser bawaan Ketikan forms.google.com pada address bar browser Halaman baru Google Forms langsung terbuka dan Anda tidak diberi pilihan memilih template dahulu Apabila halaman baru Google Forms tidak langsung terbuka dan muncul “Format file tidak didukung”, solusinya perbaharui browser terlebih dahulu.  Jika halaman baru sudah terbuka, pergi ke ikon 3 titik-> setting untuk mengganti pilihan template Beri judul halaman Google Forms Isi data atau pilihan yang diperlukan Data akan tersimpan secara otomatis Apabila Anda sudah sampai pada tahap terakhir itu artinya tutorial sudah selesai. Silahkan buka atau lihat formulir yang telah dibuat pada aplikasi Google Drive yang sudah Anda pasang sebelumnya.  Apakah sampai disini Anda sudah mengerti bagaimana cara membuat Google Form? Perlukah contoh untuk membuat halaman order atau formulir pendaftaran supaya bisa memanfaatkan aplikasi ini lebih maksimal? Contoh Pengaplikasian Google Form Contoh pengaplikasian Google Form yang akan ditunjukan kali ini adalah order form dan formulir. Step untuk membuat order form dan formulir ini sama gampangnya dengan membuat halaman baru google form, tidak percaya? Mari simak contoh Google Form beserta langkah-langkahnya berikut : Contoh Pembuatan Form Order dengan Google Forms Pastikan Anda sudah log in ke dalam akun Google terlebih dahulu ya, kalau sudah baru ikuti langkah ini : Buka Google Forms Pilih template “Order Form” Beri judul form Isi bagian deskripsi dengan keterangan seputar order, misalnya dengan email atau nomor kontak Pilih jenis pilihan yang akan dipilih, misalnya dalam bentuk multiple choice atau isian Buat seluruh pertanyaan atau data yang dibutuhkan Beri gambar/video dengan ikon “Images” atau “Video”yang ada di bagian bawah Geser kanan pada pilihan “Required” yang ada di sebelah masing-masing pilihan jika itu merupakan pilihan yang wajib diisi Pilih ikon palet apabila ingin mengubah tampilan form Pilih ikon kirim Sesudah form Anda selesai Pada tahap ini, form order telah selesai, Anda bisa melihat hasil jawaban form pada menu Responses. Menu ini ada tepat di sebelah kanan dari formulir yang baru dibuat tadi. Contoh Formulir Recruitment  Untuk contoh Google formulir pendaftaran ini dipakai oleh orang yang membuka lowongan pekerjaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui siapa saja yang bisa datang untuk wawancara, hingga apakah si calon pelamar memenuhi syarat. Buka Google Forms Pilih RSVP karena jenis form yang membutuhkan konfirmasi atau respon singkat, template RSVP lebih cocok Masukan nama kegiatan dan perusahaan, misalnya “Recruitment PT. XYZ 2021” Pada bagian deskripsi bawah, isi alamat dan nomor telepon penyelenggara Kemudian berikan pilihan apa yang menjadi syarat recruitment, seperti “Apakah Anda bisa menghadiri walk in interview?” Sesudah selesai memberikan apa saja yang harus dipenuhi, tinggal kirim form yang sudah dibuat. Untuk mengirimnya tinggal pilih ikon kirim yang berada di pojok kanan atas, dan untuk response ada di sebelah kanan menu formulir.  Selain dipakai untuk form order atau formulir recruitment, masih banyak lagi pengaplikasian Google Form.  Pengaplikasian Google Form Ada banyak sekali pengaplikasian dari Google Form yang bisa Anda manfaatkan selain yang ada di atas, seperti : Membuat surat lamaran pekerjaan sekaligus untuk berbagai perusahaan Pembuatan survey atau kuesioner Jadwal kegiatan Kustomisasi newsletter untuk email Membuat kuis Membuat formulir yang memungkinkan responded mengisi jawaban dengan gambar Kelebihan Google Forms dibanding Aplikasi Sejenis Banyaknya pengaplikasian yang mungkin dilakukan dengan Google Form tentu karena aplikasi ini punya banyak kelebihan. Bisa membuat form tanpa batas Hasil atau response bisa dibagikan Ada notifikasi email gampang dipakai pada ponsel Tampilan dan menunya sederhana  Bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan gampang dipakai Tersimpan otomatis pada Google Drive Kelebihan-kelebihan serta pengaplikasian dari Google Form ini sifatnya memang fleksibel. Bisa dipakai untuk banyak keperluan, gampang dipakai, serta yang paling data tersimpan dengan baik. Sayangnya, apabila Anda ingin memakainya untuk usaha, Google Forms bukan yang terbaik. Pada Google Forms masih belum ada menu Admin Console dan menu lain seperti My Business. Jadi, Anda tidak bisa dengan cepat dan efisien mengelola usaha, masih perlu satu per satu membuka aplikasi tambahan terkait.  Sangat tidak praktis bukan? Untungnya Google mempunyai Google Workspace yang menawarkan semua kegampangan dalam satu tempat.  Pada Google Workspace semua aplikasi Google tersedia dalam satu tempat dan terintegrasi. Jadi, apabila Anda perlu untuk mengelola form dan membagikannya atau mengundang rapat pekerja bisa langsung dilakukan.  Anda bisa mengundang klien dan pekerja dalam satu workspace, dan kemudian mengatur

Scroll to Top