EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Meet, Google Workspace

Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet

Pada Januari 2022 lalu, Google Meet mengumumkan ketersediaan umum teks terjemahan di ruang meeting. Meet bahkan menyediakan teks terjemahan real-time dari bahasa pembicara, membantu menjadikan rapat lebih inklusif dan kolaboratif bagi peserta rapat. Bulan Desember 2022 ini, Google Meet memperluas fitur tersebut. Seperti apa? Pembaruan caption Google Meet Photo Credit: Google Meet Help Pada tanggal 16 Desember 2022 lalu, Google Meet meluncurkan pembaruan berupa perluasan dukungan bahasa dan caption terjemahan. Setelah pembaruan Anda dapat: Menerjemahkan panggilan bahasa Inggris ke bahasa Jepang, Mandarin (sederhana), dan Swedia Menerjemahkan panggilan dalam Perancis, Jerman, Portugis, dan Spanyol ke bahasa Inggris Selain itu, teks standar kini tersedia dalam bahasa Jepang, Rusia, Italia, Korea, Belanda, Portugis, Mandarin (tradisional). Anda mungkin akan menemukan beberapa bahasa dengan tag “Beta”. Tag ini berarti bahasa tersebut masih dalam proses pengembangan untuk mengoptimalkan kinerja. Meet juga terus memperkenalkan bahasa tambahan dari waktu ke waktu. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat Dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Pilihan bahasa yang tersedia Kini Anda dapat menggunakan caption Google Meet dalam bahasa: Belanda Bahasa Inggris Prancis Jerman Italia Jepang Korea Mandarin (Tradisional) Portugis Portugis (Brasil) Rusia Spanyol (Spanyol) Spanyol (Meksiko) Penting untuk diingat, jika Anda merekam meeting Google Meet, caption tidak akan muncul di rekaman meeting. Mulai menggunakan fitur Admin: Tidak ada kontrol admin untuk fitur ini. End-user: Fitur ini akan tersedia secara default. End-user dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari tentang captions dan captions terjemahan di Google Meet lebih lanjut. Peserta rapat: Anda dapat menggunakan teks terjemahan langsung jika rapat diselenggarakan oleh pengguna dengan edisi Google Workspace yang memenuhi syarat. Teks tersedia untuk semua pengguna. Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis secara full rollout atau peluncuran penuh (kemungkinan memerlukan waktu 1–3 hari untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 16 Desember 2022. Jadwal perilisan berlaku untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Ketersediaan captions Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan yang masih berlangganan paket G Suite Basic dan G Suite Business. Ketersediaan captions terjemahan Tersedia untuk rapat yang diselenggarakan oleh Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Bisakah Memberi Respons secara Anonim dalam Polling Aplikasi Google Meet? Cara mengaktifkan dan menonaktifkan caption Google Meet Photo Credit: Google Meet Help Di komputer Anda, buka Google Meet. Bergabung dengan rapat. Di bagian bawah, klik Turn on captions atau Turn off captions. Cara mengganti bahasa caption Di bagian bawah layar rapat, klik Menu Captions. Pilih bahasa yang diinginkan > Apply. Perlu diingat, bahasa yang Anda pilih akan menjadi pilihan caption default hingga Anda melakukan pengaturan kembali. Baca juga: Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC? Dengan adanya perluasan bahasa caption Google Meet, aplikasi virtual meeting ini menjadi semakin lengkap. Virtual meeting pun akan jadi makin inklusif, terutama jika peserta menggunakan bahasa yang berbeda-beda. Google Meet sendiri merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Google Workspace

Client-side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta

Google baru saja memperluas akses pelanggan ke client-side encryption di Gmail web. Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard dapat mengajukan permohonan versi beta enkripsi ini hingga 20 Januari 2023 nanti. Menggunakan client-side encryption di Gmail memastikan data sensitif di email dan lampirannya tidak dapat dibaca oleh server Google. Itu artinya, pelanggan memegang kendali atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Tentang enkripsi Gmail Dengan client-side encryption beta Gmail ini, Anda dapat mengirim dan menerima email terenkripsi di dalam dan di luar domain. Apa yang dienkripsi di Gmail: Isi dan lampiran email, termasuk gambar sebaris Tidak dienkripsi di Gmail: Header email, termasuk subjek, stempel waktu, dan daftar penerima Baca juga: Upgrade Penelusuran Google Chat dan Gmail, Kini Dilengkapi dengan Saran Pencarian Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data saat dalam status istirahat maupun saat transit di antara fasilitas Google. Client-side encryption membantu memperkuat kerahasiaan data Anda sambil membantu menangani berbagai kebutuhan kepatuhan dan kedaulatan data. Client-side encryption sudah tersedia untuk Google Drive, Google Docs, Sheets, dan Slides, Google Meet, dan Google Calendar (beta). Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mendaftar client-side encryption beta Photo Credit: Google Workspace Updates Admin  Pelanggan Workspace yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan beta setelah menyelesaikan beberapa langkah untuk menyiapkan akun Anda. Fitur ini akan non-aktif secara default dan dapat diaktifkan di tingkat domain, organizational unit (OU), dan Grup (Admin console> Security > Access and data control > Client-side encryption). Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang enkripsi sisi klien Gmail. End-user  Untuk menambahkan enkripsi sisi klien ke email apa pun, klik ikon gembok dan pilih additional encryption, lalu tulis pesan Anda dan tambahkan lampiran seperti biasa. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan enkripsi sisi klien Gmail. Google telah menerima permohonan enkripsi sisi klien versi beta dan mengizinkan pelanggan sejak tanggal 16 Desember 2022 hingga tanggal 20 Januari 2023 nanti. Ketersediaan Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Enkripsi ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan Business lama. Tidak tersedia untuk pengguna dengan Akun Google pribadi Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Dengan hadirnya client-side encryption untuk Gmail, Anda bisa memberikan keamanan tambahan untuk tiap pesan yang dikirimkan. Sebab, seluruh data sensitif di email dan lampirannya tidak dapat dibaca oleh server Google. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara aman dan mudah. Ingin mulai menerapkan Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon di Negara Lain

Sebelumnya, pelanggan Google Voice Standard hanya dapat menetapkan nomor telepon di negara langganan mereka. Per 21 Desember 2022, pelanggan Standard di Kanada, Eropa, dan AS dapat menetapkan nomor telepon ke negara mana pun yang didukung di wilayah mereka: Pelanggan di Eropa dapat menetapkan nomor telepon di negara-negara Eropa yang didukung. Pelanggan di Kanada dan AS dapat menetapkan nomor telepon di kedua negara. Perubahan ini memberi pelanggan Standard fleksibilitas untuk menerapkan Voice di berbagai negara tempat mereka beroperasi dalam wilayah yang sama. Ketersediaan fitur Pembaruan ini dirilis secara langsung, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Pembaruan dirilis serentak pada tanggal 21 Desember 2022 dan bisa langsung digunakan oleh pelanggan Google Voice Standard tanpa pengaturan tambahan. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Cara kerja tagihan Voice Anda akan mendapatkan tagihan Google Voice di konsol Google Admin. Faktur menampilkan tagihan bulanan Anda. Jika pelanggan membeli Voice dari partner resmi Google, merekalah yang akan melakukan penagihan. Saat penagihan Voice dimulai Setelah Anda mendaftar ke Voice, maka penagihan akan dimulai pada awal bulan berikutnya. Katakanlah Anda mulai berlangganan pada bulan Januari, maka tagihan akan dimulai pada awal Februari. Setelah itu, siklus penagihan berlanjut secara otomatis di setiap awal bulan. Anda akan ditagih untuk jumlah pengguna yang ada di perusahaan atau institusi Anda per hari selama bulan sebelumnya. Pembayaran prorata dapat terjadi, misalnya, jika Anda mendaftar di pertengahan bulan atau menambahkan pengguna selama siklus penagihan. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Bagaimana pembayaran Voice dihitung Total tagihan bulanan Anda untuk langganan Voice bergantung pada 3 faktor: Jenis langganan Photo Credit: Google Workspace Admin Help Nomor lisensi yang ditetapkan Setiap pengguna Voice memerlukan lisensi dan nomor telepon. Anda dikenai biaya bulanan untuk jumlah lisensi Voice yang telah ditetapkan kepada pengguna, berdasarkan tarif langganan di atas. Tagihan bulanan juga mencakup kuota untuk nomor baru dan yang ditransfer, sama dengan jumlah lisensi Voice yang Anda tetapkan. Misalnya, jika Anda memberikan lisensi Voice kepada 50 pengguna, Anda dapat menetapkan satu nomor telepon baru atau porting untuk setiap pengguna tersebut. Nomor mereka berlaku untuk kuota 50 nomor baru dan 50 nomor porting. Kuota yang tersisa dapat digunakan untuk penjawab otomatis dan ring group. Anda tidak dikenai biaya untuk nomor yang ditetapkan ke penjawab otomatis dan ring group. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Berdasarkan jumlah lisensi dan edisi Workspace Anda, Google Voice juga menyertakan nomor tambahan untuk penjawab otomatis dan ring group. Google saat ini tidak mengenakan biaya untuk nomor yang melebihi kuota Anda, namun tambahan =biaya kemungkinan akan penerapan di masa mendatang. Google akan memberi tahu Anda saat ada perubahan yang dimulai. Untuk mempersiapkan batasan dan tagihan yang akan datang. Catatan: Jika Anda menyiapkan pemberian lisensi otomatis, pengguna di tempat kerja Anda akan mendapatkan lisensi Voice secara otomatis dan dikenai biaya bulanan. Tagihan untuk panggilan berbayar Perusahaan Anda akan dikenai biaya saat pengguna melakukan panggilan ke tujuan berbayar. Catatan: Sebagian besar panggilan dari nomor Voice Eropa ke nomor ponsel dan telepon rumah Eropa tidak dikenakan tarif domestik dan internasional, serta sudah termasuk dalam biaya lisensi Google Voice. Tidak termasuk panggilan ke nomor tarif non-standar, seperti tarif premium, biaya bersama, akses universal, dan nomor non-geografis. Baca juga: Cara Menggunakan SIP Link untuk Menautkan Nomor Telepon Lokal ke Google Voice Hadirnya fitur baru Google Voice ini hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna, sekaligus membuktikan komitmen Google Workspace untuk mewujudkan ekosistem produktivitas kolaboratif yang mulus dan praktis. Tertarik untuk menggunakan solusi produktivitas kolaboratif dari Google Workspace? Meski layanan Google Voice masih belum tersedia di Indonesia, Anda masih bisa tetap menikmati berbagai layanan dan aplikasi lainnya seperti Google Docs, Sheets, dan Slides, tentunya dengan kapabilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk implementasi Workspace di tempat kerja Anda, EIKON Technology adalah solusinya. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, resmi, dan bergaransi. Untuk mulai konsultasi penerapan, hubungi kami di sini

Google Meet, Google Workspace

Filter Google Meet Kini Hadir dengan Lebih Banyak Opsi, Bagaimana Cara Mengaktifkannya

Pengguna Google Workspace kini dapat mengakses lebih banyak pilihan efek filter Google Meet, baik untuk versi web maupun mobile. Filter baru tersebut di antaranya adalah loghead, strawberry, dan working bunny. Hadirnya filter baru ini diharapkan dapat membantu menghadirkan unsur kesenangan ke dalam rapat. Efek dapat ditemukan di panel “effects” dan dapat ditambahkan sebelum atau selama panggilan berlangsung. Filter baru Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menghadirkan unsur kesenangan dalam virtual meeting, Google Meet menghadirkan beberapa pilihan filter animasi yang dapat menyesuaikan gerak-gerik pengguna secara otomatis. Pada 21 Desember 2022 lalu, Google meluncurkan beberapa filter baru yang bisa dipilih pengguna untuk digunakan saat melakukan virtual meeting. Filter baru ini berlaku untuk versi web maupun mobile. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi Untuk Framing di Konsol Admin Kontrol administrator Admin dapat mengontrol apakah efek ini aktif atau nonaktif untuk penggunanya—secara default, setelan ini adalah: OFF untuk pengguna Google Workspace Education. ON untuk semua edisi Google Workspace lainnya, termasuk pengguna Google Workspace individu. Mulai menggunakan filter Google Meet Photo Credit: DCStudio (Freepik) Admin: Untuk mengontrol ketersediaan efek ini, buka Apps > Google Workspace > Settings for Google Meet > Meet video settings in the Admin console. Anda juga dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut cara mengontrol apakah pengguna dapat mengubah latar belakangnya di Meet. End-user: Jika fitur ini sudah diaktifkan oleh admin, maka Anda pun bisa langsung menggunakannya. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut cara menggunakan efek video dan mengubah latar belakang Anda di Google Meet. Perlu diingat bahwa efek filter tidak akan muncul di antara rapat, panggilan, atau ruang kerja kelompok dan saat ini tidak dapat digabungkan dengan latar belakang atau style Google Meet. Baca juga: Update Google Meet Hardware, Kini Tersedia Lebih Banyak Opsi Pembingkaian Mengganti filter sebelum meeting Buka Google Meet > pilih rapat. Di kanan bawah tampilan diri Anda, klik Apply visual effects. Untuk memburamkan latar belakang sepenuhnya, klik Blur your background. Untuk sedikit memburamkan latar belakang Anda, klik Slightly blur your background. Untuk memilih latar belakang yang telah diunggah sebelumnya, pilih background yang diinginkan. Untuk mengunggah gambar Anda sendiri sebagai latar belakang, klik Upload a background image. Untuk menambahkan style ke video Anda, pilih style yang diinginkan. Untuk memilih filter, ketuk Filter > pilih filter yang ingin digunakan. Tips: Jika filter bersifat interaktif, ikuti petunjuk di layar untuk mengaktifkannya. Klik Join Now. Mengganti filter saat meeting Di bagian bawah, klik More. Klik Apply visual effects. Untuk memburamkan latar belakang sepenuhnya, klik Blur your background. Untuk sedikit memburamkan latar belakang Anda, klik Slightly blur your background. Untuk memilih latar belakang yang telah diunggah sebelumnya, pilih background yang diinginkan. Untuk mengunggah gambar Anda sendiri sebagai latar belakang, klik Upload a background image. Untuk menambahkan style ke video Anda, pilih style yang diinginkan. Untuk memilih filter, ketuk Filter > pilih filter yang ingin digunakan. Tips: Jika filter bersifat interaktif, ikuti petunjuk di layar untuk mengaktifkannya. Perlu diingat. kamera akan otomatis dihidupkan saat Anda mengeklik efek. Perangkat mungkin melambat saat Anda menggunakan efek dan latar belakang. Anda mungkin ingin mematikan fitur ini agar aplikasi lain dapat berjalan lebih cepat. Ketersediaan fitur Efek filter baru Google Meet ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Waktu perilisan kedua domain tersebut sama, yakni mulai dari tanggal 21 Desember 2022 (kemungkinan besar akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Efek filter ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi para pelanggan G Suite Basic dan juga G Suite Business lama. Filter pun tersedia bagi semua pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Miro X Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif Google Meet hingga kini masih menjadi aplikasi andalan untuk melakukan virtual meeting. Selain filter Google Meet yang baru, Google juga menghadirkan beragam integrasi menarik untuk memudahkan pekerjaan Anda dengan Workspace. Dapatkan Google Workspace for Business untuk mendukung produktivitas kerja Anda dalam skala besar hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk-produk Google resmi beserta layanan konsultasi untuk pemasangan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Google Workspace

Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips

Pada tahun 2021 lalu, Google Chat meluncurkan sebuah fitur yang memudahkan pengguna untuk menemukan item yang mereka butuhkan secara akurat melalui kolom pencarian. Fitur ini berjalan untuk versi mobile maupun desktop. Photo Credit: Google Workspace Updates Anda dapat mencoba mencari kata kunci dari sebuah pesan atau menggunakan filter untuk melihat semua file dalam obrolan tertentu. Selain itu, antarmuka visual Chat juga telah diperbarui sehingga memberikan tampilan hasil penelusuran yang lebih seimbang, bahkan hasil pencarian kini juga menyertakan konten pesan, membuatnya lebih mudah untuk menemukan apa yang Anda cari. Per Desember 2022, fitur ini diperluas untuk versi desktop. Kini pengguna dapat menemukan apa yang mereka cari lebih cepat menggunakan search chips yang memfilter hasil pencarian. Search chips Google Chat desktop Photo Credit: Google Workspace Updates Search chips sebelumnya telah hadir di Google Chat versi mobile. Fitur ini dihadirkan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian melalui filter yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Berikut adalah beberapa filter dari search chips Google Chat: From: Pesan yang dikirim dari orang tertentu. Said in: Pesan yang diucapkan dalam percakapan atau ruang tertentu. Date: Pesan yang dikirim selama rentang tanggal tertentu. Has file: Pesan yang menyertakan dokumen, spreadsheet, slide, dan lainnya. Has link: Pesan yang menyertakan tautan. Mentions me: Pesan yang menyebutkan Anda. Baca juga: Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya? Mulai menggunakan fitur Fitur search chips dari Google Chat ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Itu artinya, Anda bisa langsung menggunakannya mulai dari tanggal 21 Desember 2022. Untuk menemukan pesan tertentu dengan bantuan filter search chips: ketik kata kunci Anda di bilah pencarian di chat.google.com atau aplikasi mobile Chat > tekan enter. Pada hasil penelusuran, Anda dapat melihat chip filter di atas hasil > klik chip filter untuk menerapkan filter pada hasil penelusuran. Untuk Chat di Gmail, ketik kata kunci Anda di bilah penelusuran > arahkan ke tab “messages” di laman hasil penelusuran > Anda dapat melihat chip filter di atas hasil > klik chip filter untuk menerapkan filter pada hasil pencarian. Untuk detail lebih lanjut mengenai search chips dan penelusuran pesan Google Chat, Anda dapat mengunjungi halaman dokumentasi dari Google ini. Baca juga: Cara Membuat Percakapan Terpisah di Spaces Google Chat Dengan Untaian In-Line Ketersediaan fitur Peningkatan search chips Google Chat ini telah tersedia mulai dari tanggal 21 Desember 2022. Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan paket produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business lama. Fitur ini pun tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Upgrade Penelusuran Google Chat dan Gmail, Kini Dilengkapi dengan Saran Pencarian Dengan hadirnya peningkatan fitur penelusuran pada Google Chat dan Gmail ini, Anda bisa mendapatkan hasil pencarian yang akurat tanpa memerlukan waktu lama. Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor

Google Workspace baru saja memperkenalkan kemampuan baru untuk data ekspor, memberikan pelanggan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pemindahan data mereka. Pembaruan ini mencakup opsi untuk: Ekspor konten buatan pengguna menurut unit organisasi (OU). Ekspor konten buatan pengguna berdasarkan grup. Kemudahan data ekspor Google Workspace Secara historis, data ekspor terbatas pada konten yang dibuat pengguna. Namun, terkadang pelanggan membutuhkan pengalaman yang lebih lancar untuk mengelola data ekspor mereka, terutama karena kebutuhan bisnis dan compliance mereka terus berkembang. Dengan menyediakan alat ekspor yang lebih terperinci dan fleksibel, kini pelanggan Google Workspace dapat mengambil data spesifik yang diperlukan, saat mereka membutuhkannya. Baca juga: Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda Sebelum 30 Januari 2023 Ketersediaan fitur Photo Credit: lookstudio (Freepik) Fitur baru ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Semuanya dimulai pada tanggal 20 Desember 2022 dan kemungkinan besar akan membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Kemudahan data ekspor ini tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Namun belum tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Panduan data ekspor skala besar Google Workspace Anda dapat mengekspor semua data perusahaan Anda ke arsip Google Cloud Storage dan mengunduhnya dari sana. Data Export tool akan mengekspor semua data yang didukung untuk seluruh pengguna. Anda kemudian dapat mengunduh data yang diekspor secara selektif berdasarkan pengguna dan layanan. Untuk mengizinkan pengguna mengunduh datanya, aktifkan layanan Google Takeout terlebih dahulu. Baca juga: Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Ekspor data pengguna Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Anda harus masuk sebagai super administrator untuk tugas ini. Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, pada panel kanan di bawah Tools, klik Data Export. Klik Start export. Saat ekspor Anda selesai, segera lihat dan unduh data yang diekspor. Data yang diekspor tersedia di Cloud Storage selama 30 hari, lebih dari itu, data akan dihapus secara permanen. Lihat dan unduh data yang diekspor Sebelum memulai: Pastikan Google Cloud diaktifkan untuk akun Anda. Untuk mengetahui detailnya, lihat dokumentasi Google Cloud ini. Di email konfirmasi Anda atau di Data Export tool, klik Access archive. Perlu diingat, hanya admin yang memulai ekspor yang mendapatkan notifikasi email, namun semua administrator super dapat mengakses ekspor. Tinjau status ekspor di konsol Admin atau di Google Cloud Storage: Laman Data Export di konsol Admin menampilkan salah satu indikator status berikut untuk arsip ekspor: Failed—Tidak ada data yang diekspor Complete with errors—Beberapa data hilang dari arsip Complete. Selesai—Semua data telah diekspor Dalam arsip di Cloud Storage, laporan ekspor menyertakan ringkasan kegagalan jika terjadi kesalahan. Jika ekspor mengalami kesalahan, Anda dapat mencoba mengekspor data yang hilang saja. Saat Anda siap untuk melihat dan mengunduh data yang diekspor, di arsip di Cloud Storage, klik root folder. Root folder berisi daftar folder pengguna. Setiap folder pengguna berisi file zip dari data pengguna tersebut. Beberapa data, seperti file di drive bersama, dimiliki oleh akun layanan, bukan oleh pengguna. Di arsip ekspor, akun layanan diberi nama “Resource“. Klik file zip untuk mengunduh data pengguna. Buka file zip untuk meninjau data pengguna. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Google Workspace terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang akan memudahkan Anda dalam data ekspor skala besar. Optimalkan proses ekspor data Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode

Tahun 2021 lalu, Google Workspace meluncurkan smart canvas, sebuah fitur yang memudahkan pengguna untuk berkolaborasi. Dengan fitur tersebut, Anda bisa lebih mudah terhubung, fokus pada waktu, hingga mengubah gagasan menjadi suatu aksi nyata. Sejak diluncurkan, smart canvas terus dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan. Paling baru, smart canvas di Google Docs memungkinkan Anda untuk mempresentasikan kode dengan proses yang lebih sederhana. Smart canvas di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Blog Model kerja hybrid yang terus berkembang belakangan ini memunculkan tantangan baru dalam aspek kolaborasi—bagaimana tim bisa tetap terhubung saat mereka bekerja, meski tiap orang berada di lokasi yang berbeda? Smart canvas membangun koneksi yang lebih dalam di seluruh jaringan Google Workspace untuk memudahkan para pelanggan berkolaborasi, di mana pun mereka berada. Salah satu kapabilitas andalan smart canvas, yakni @-mentions memungkinkan pengguna Workspace untuk melibatkan orang lain sekaligus menyertakan dokumen pendukung dalam satu tugas. Kapabilitas ini akan menghubungkan orang, konten, dan acara tanpa hambatan. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia Di Google Docs, Berikut Cara Menggunakannya Code block di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Salah satu pengembangan terbaru smart canvas di Google Docs adalah building block berupa code block. Block baru ini memungkinkan Anda dan kolaborator dokumen untuk menampilkan kode dan kemudian menerapkan gaya secara manual dengan menyorot sintaks. Dengan begitu Anda dapat memvisualisasikan kode dengan standar industri, membuat kode mudah dibaca, dan tentunya kolaborasi pun jadi lebih mudah. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Mulai menggunakan fitur Code block dari smart canvas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Kapabilitas akan muncul secara otomatis setelah pembaruan Google Docs. Itu artinya, pengguna bisa langsung menggunakan code block di Google Docs. Untuk memasukkan code block smart canvas, Anda cukup menekan Insert > Building blocks > Code blocks > pilih bahasa pemrograman Anda atau cari @ (Google menyediakan bahasa C/C++, Java, Javascript, Python, dan Unset. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai code block dari smart canvas, Anda bisa mengunjungi dokumentasi ini. Ketersediaan fitur Building block baru yang tersedia di Google Docs ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 14 Desember 2022 (kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 3 Januari 2023 (kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas baru Google Docs ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan juga Nonprofits. Namun kapabilitas ini tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta G Suite Basic dan Business. Fitur juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Untuk mulai menggunakan building block baru Google Docs. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Cloud

Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud

Aplikasi yang beredar saat ini sering kali dirakit di lingkungan terdistribusi, termasuk integrasi layanan di lingkungan multi-cloud, multi-SaaS, dan lokal. Meskipun pendekatan ini memiliki keuntungan yang memungkinkan Anda memilih layanan terbaik yang tersedia untuk mendukung aplikasi, namun penyampaian layanannya di lingkungan heterogen cenderung rumit. Untuk mengatasinya, Cloud Load Balancing mendukung strategi cloud terbuka, yang meliputi: Mendukung kebijakan manajemen traffic universal di lingkungan yang heterogen dengan memanfaatkan open-source dan open-standards. Mengaktifkan global front-end sehingga aplikasi dapat memanfaatkan serangkaian kebijakan umum dan postur keamanan. Menyediakan alat yang memberikan kinerja dan keandalan optimal. Manajemen lalu lintas universal dengan open-source dan open-standards Cloud Load Balancing menciptakan kebijakan traffic yang homogen di seluruh lingkungan heterogen yang terdistribusi dengan mendukung manajemen traffic berbasis standar dalam solusi yang terkelola sepenuhnya, memungkinkan open-source Envoy Proxy sidecars untuk digunakan di lingkungan multi-cloud, menggunakan traffic yang sama sebagai Cloud Load Balancer. Saat perusahaan mulai memodernisasi layanan dan memfaktorkan ulang aplikasi monolitik, mereka memerlukan solusi yang dapat menyediakan manajemen traffic konsisten di seluruh sistem terdistribusi dalam skala besar. Envoy adalah proksi open-source berkinerja tinggi yang berjalan bersama aplikasi untuk memberikan kemampuan jaringan platform-agnostic umum, termasuk: Algoritma load balancing baru, (seperti round robin, ring hash, least conns); Pembagian traffic berbobot; Fault injection; Request mirroring; Cross-origin resource sharing (CORS). Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Hybrid Load Balancing di multi-cloud dan private cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Selama bertahun-tahun Google telah menerapkan Load Balancers di 173+ lokasi Edge Pop, menghadirkan aplikasi pelanggan dalam skala besar di infrastruktur Google. Kini Google Cloud memperkenalkan Hybrid Load Balancing yang memperluas kemampuan Load Balancing di luar jaringan Google ke cloud pribadi dan solusi multi-cloud lokal. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk memigrasikan aplikasi ke cloud secara iteratif atau membuat aplikasi hybrid dari layanan yang berjalan di lingkungan heterogen. Mendukung penyampaian aplikasi modern dengan HTTP3/QUIC Cloud Load Balancing adalah solusi load balancing terdistribusi penuh yang menyeimbangkan traffic pengguna (HTTP(s), HTTPS/2, HTTPS/3 dengan gRPC, TCP/SSL, UDP, dan QUIC) ke beberapa backend untuk menghindari kemacetan, mengurangi latensi, meningkatkan keamanan, dan mengurangi biaya. Solusi ini dibangun di atas infrastruktur frontend-serving Google, mendukung jutaan kueri per detik dengan kinerja tinggi yang konsisten dan latensi rendah. Baca juga: Memahami Jaringan Dasar Google Kubernetes Engine Untuk melayani traffic dalam jumlah besar, Google membangun load balancing pertama, Maglev, yang telah melayani sejak 2008. Guna mengakomodasi lalu lintas yang terus meningkat, Maglev secara khusus dioptimalkan untuk Linux Kernel Offload. Maglev juga dilengkapi dengan fitur hashing dan pelacakan koneksi yang konsisten, meminimalkan dampak negatif dari kesalahan tak terduga pada protokol berorientasi koneksi. Photo Credit: Google Cloud Blog Pengaktif utama lainnya untuk mendukung skala global ini adalah Cloud Load Balancer yang dibangun di atas QUIC (RFC9000), sebuah protokol yang dikembangkan dari gQUIC. HTTP/3 didukung antara Load Balancer HTTP(S) Eksternal, Cloud CDN, dan end client. Setelah diaktifkan, pelanggan biasanya melihat peningkatan dramatis dalam performa dan hasil. Photo Credit: Google Cloud Blog Jika layanan Anda peka terhadap latensi, QUIC akan membuatnya lebih cepat karena membangun koneksi yang lebih sederhana. Saat web client menggunakan TCP dan TLS, diperlukan dua hingga tiga perjalanan bolak-balik dengan server untuk membuat sambungan aman sebelum browser dapat mengirim permintaan. Dengan QUIC, jika klien telah terhubung dengan server tertentu sebelumnya, ia dapat mulai mengirimkan data tanpa bolak-balik, sehingga halaman web Anda akan lebih cepat termuat. QUIC memiliki keunggulan dibandingkan TCP lama sebagai berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Sejak 2008, Google telah menjadi pionir dalam jaringan software-defined, mendukung aplikasi yang berjalan dalam skala besar. Google Cloud Load Balancers mendukung HTTP3 dan QUIC sebagai protokol transportasi web generasi berikutnya, yang secara signifikan meningkatkan latensi lalu lintas pelanggan. Google Load Balancers juga telah memasukkan Envoy proxy sebagai teknologi dasar, yang memberikan manajemen traffic lanjutan yang kompatibel dengan ekosistem open-source Envoy proxy. Baca juga: Migrasi Cloud dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center Dapatkan solusi Google Cloud untuk mendukung pengembangan aplikasi Anda melalui EIKON Technology, authorized reseller resmi yang dipilih langsung oleh Google untuk melakukan distribusi di Indonesia. Untuk mulai berlangganan, hubungi kami di sini.

Google Workspace

Halaman Kontrol Terkonsolidasi Baru untuk Google Takeout

Google Takeout atau terkadang disebut Download Your Data, merupakan sebuah proyek dari Google Data Liberation Front yang memungkinkan pengguna produk Google, seperti YouTube dan Gmail, untuk mengekspor data mereka ke file arsip yang dapat diunduh. Halaman kontrol baru Google Takeout Photo Credit: Google Workspace Admin Help Mulai tanggal 15 November 2022, admin dapat mengelola setelan Takeout dari halaman kontrol gabungan yang baru, yang terletak di Admin console > Account > Google Takeout > User access to Takeout for Google services. Bersamaan dengan ini, Google Takeout juga meluncurkan halaman baru. Setelah perilisan halaman baru ini maka halaman pengaturan Takeout yang sebelumnya ada pada Admin tidak tersedia lagi. Setelah peluncuran selesai, admin dapat mengubah setelan Takeout dari halaman kontrol gabungan yang baru dan dari halaman setelan tambahan untuk layanan dengan kontrol Takeout individu. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Layanan yang tersedia untuk Google Takeout Layanan dengan kontrol Takeout bersama: Sebagian besar layanan Google, seperti Drive atau Classroom, tidak memiliki kontrol Takeout sendiri. Sebagai gantinya, Anda dapat mengizinkan atau tidak mengizinkan Takeout untuk semua layanan ini. Layanan dengan kontrol Takeout individu: Pilih pengaturan Takeout untuk setiap layanan ini. Misalnya, mengizinkan pengguna memakai Takeout untuk Google Foto dan YouTube, tetapi tidak untuk Google Pay. Layanan dengan kontrol Takeout bersama Layanan dengan kontrol Takeout individu Izinkan atau jangan izinkan Takeout untuk Drive, Gmail, Calendar, Contacts, dan layanan Google lainnya. Namun Anda tidak dapat membatasi Takeout ke layanan atau grup layanan tertentu. Izinkan atau jangan izinkan Takeout untuk layanan: Blogger * Google Books Google Maps Google Pay * Google Photos Google Play * Google Play Console * Location History * YouTube *Catatan: Pengguna yang berusia di bawah 18 tahun akan dilarang menggunakan layanan ini dengan akun Google Workspace for Education mereka, meskipun layanan ini diaktifkan. Pengaturan Takeout default Untuk Google Workspace secara umum, kontrol Takeout disetel menjadi Allowed secara default. Untuk Google Workspace for Education K-12, kontrol Takeout bersama disetel ke Not Allowed, dan kontrol individu Takeout disetel ke Allowed secara default. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Mulai mengaktifkan fitur Photo Credit: Google Workspace Admin Help Super Admin dan admin Service Settings: Fitur ini akan tersedia untuk admin dengan izin layanan. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara mengizinkan atau memblokir Google Takeout untuk pengguna. End-user: Pengguna dapat menggunakan layanan di mana Takeout telah disetujui oleh admin. Pelajari lebih lanjut cara mengunduh data Google Anda di sini. Ketersediaan fitur Fitur baru Google Takeout ini dirilis secara bertahap mulai pada tanggal 15 November 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Proteksi Baru terhadap Perubahan Konfigurasi Google Workspace, Seperti Apa? Dengan hadirnya upgrade ini, sekarang admin dapat menentukan dari layanan mana pengguna diizinkan atau tidak diizinkan untuk mengekspor data melalui Google Takeout, cukup melalui Admin console saja. Untuk menikmati kemudahan Google Takeout ini, Anda dapat berlangganan paket Google Workspace for Business yang tersedi di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Workspace

Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion

Berbagi file dan folder merupakan salah satu fitur yang banyak digunakan oleh pengguna Google Drive. Pada tanggal 16 November 2022 lalu, Google meluncurkan kapabilitas baru yang akan memudahkan pengguna Drive dalam berbagi file maupun folder. Kapabilitas tersebut berupa sharing suggestion yang akan memudahkan pengguna menemukan penerima file atau folder yang mereka bagikan. Bagaimana cara kerjanya? Sharing suggestion Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Salah satu hal yang menghambat proses berbagi file atau folder adalah pihak pengirim kesulitan menemukan penerima. Hal ini sangat umum terjadi, terutama jika Anda sering berbagi file dengan banyak orang selama beberapa waktu. Sebagai solusi, Google Drive meluncurkan kapabilitas sharing suggestion yang akan memudahkan Anda menemukan akun penerima file. Dengan kapabilitas baru ini, penerima yang disarankan akan muncul di kotak dialog, sehingga kolaborasi di tempat kerja Anda pun menjadi lebih efisien. Sharing suggestion membantu pengguna berbagi konten di Drive dengan lebih cepat dan efisien, serta dapat membantu mengurangi berbagi berlebihan. Kapabilitas ini menghormati kebijakan berbagi tempat kerja Anda dan tidak menyertakan pihak luar (meskipun pengguna telah berbagi dengan mereka sebelumnya). Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Mulai mengaktifkan sharing suggestion Photo Credit: Google Workspace Updates Sharing suggestions akan aktif secara default di Google Drive mulai dari tanggal 16 November 2022. Meski begitu, Anda bisa tetap menyesuaikannya dengan kebijakan berbagi file di tempat kerja Anda. Selain itu, administrator pun dapat mengatur status sharing suggestion pengguna yang masih berada dalam satu lingkungan kerja. Pengaturannya cukup mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Drive and Docs. Klik Sharing settings > Sharing suggestions. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan unit organisasi (OU) teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau grup konfigurasi. Centang kotak untuk mengaktifkan sharing suggestion atau hapus centang untuk menonaktifkannya. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU atau grup, tersedia pula opsi Override dan Inherit konfigurasi dari OU induk atau membatalkan setelan grup. Perubahan bisa memakan waktu hingga 24 jam, namun umumnya terjadi lebih cepat. Baca juga: Penambahan Kontrol untuk Waktu Akses File Google Drive Cara berbagi file dari Google Drive Anda dapat berbagi file dan folder yang tersimpan di Google Drive dengan siapa saja. Saat berbagi dari Google Drive, Anda dapat mengontrol apakah orang dapat mengedit, mengomentari, atau hanya melihat file. Saat Anda berbagi konten dari Google Drive, kebijakan program Google Drive berlaku. Berikut adalah cara untuk membagikan file Drive: Membagikan satu file Di komputer, buka Google Drive, Docs, Sheets, atau Slides. Klik file yang ingin Anda bagikan. Klik Share. Membagikan banyak file Di komputer, buka drive.google.com. Tahan tombol Shift pada keyboard dan pilih dua file atau lebih. Di kanan atas, klik Share. Ketersediaan sharing suggestion Kapabilitas sharing suggestion ini dirilis secara bertahap mulai pada tanggal 16 November 2022, untuk domain rilis cepat (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur) dan tanggal 30 November 2022 untuk domain rilis terjadwal (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Namun sharing suggestion belum tersedia bagi pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Trust Rules untuk File Google Drive Kini Tersedia untuk Umum, Apa yang Berubah? Dengan hadirnya sharing suggestion ini, Anda bisa lebih cepat berbagi file maupun folder Google Drive. Artinya, kolaborasi kerja pun jadi lebih efisien karena Anda tak perlu lagi makan waktu lama untuk berbagi file. Apakah Anda tertarik dengan kapabilitas ini? Sharing suggestion bisa Anda nikmati dengan berlangganan paket Google Workspace for Business melalui EIKON Technology yang menyediakan solusi implementasi secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini!

Scroll to Top