EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search

Anda tentu sudah mengenal Google Search. Hasil pencarian Search bagi tiap individu bisa dikatakan cukup relevan, sehingga mereka jarang menelusuri halaman hasil berikutnya. Google meluncurkan Retail Search yang ditujukan bagi retailer untuk memanfaatkan kapabilitas Google Search dalam mengelola produk mereka sendiri. Kini retailer punya banyak pilihan untuk membangun sistem pencarian yang mendukung situs mereka. Jadi mengapa harus menggunakan Retail Search? Criticality of search systems for ecommerce retailers Photo Credit: Google Cloud Blog Seberapa penting sistem pencarian untuk perusahaan retail? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mengetahui halaman mana di website retail yang diberdayakan oleh sistem pencarian dan seberapa penting halaman tersebut untuk tingkat konversi. Saluran penjualan Biasanya retail mengklasifikasikan saluran penjualan menjadi tiga kategori: Top of the funnel (TOF): Beranda, halaman kategori, halaman pencarian, halaman detail produk Bottom of the funnel (BOF): Halaman keranjang, halaman checkout, halaman konfirmasi pesanan Post purchase: Manajemen pesanan, pembatalan pesanan Photo Credit: Google Cloud Blog Traffic pelanggan umumnya lebih tinggi di halaman TOF dan menurun saat mencapai halaman BOF. Terlihat, ada lebih banyak halaman TOF daripada halaman BOF. Bisa dibilang, halaman TOF mendorong pelanggan untuk akhirnya berkonversi. Pelanggan akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu di halaman TOF daripada BOF, jadi jelas retail perlu memberi banyak penekanan pada halaman tersebut. Sama pentingnya dengan pengalaman pelanggan yang kohesif untuk keseluruhan perjalanan penjualan, halaman TOF memainkan peran yang sangat penting dalam perjalanan tersebut. Pelanggan biasanya membuka halaman TOF terlebih dahulu sebelum mereka dapat memulai proses pembelian. Baca juga: Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud Contoh penerapan Retailer Search Berikut ini adalah proses umum penerapan pencarian yang diikuti oleh perusahaan retail: Integrasi data produk Photo Credit: Google Cloud Blog Retailer membangun beberapa jenis pipeline untuk memasukkan data produk sumber ke dalam search engine pilihan. Mereka mulai menguji search engine dengan mengimpor semua data produk secara massal terlebih dahulu. Setelah pengujian awal, retailer membuat pipeline streaming lain untuk menyerap pembaruan katalog produk secara bertahap. Menyempurnakan hasil pencarian secara manual Photo Credit: Google Cloud Blog Merchandiser mulai mengonfigurasi search engine secara manual agar sesuai dengan relevansi yang mereka inginkan. Dalam proses ini, mereka menambahkan aturan yang terkait dengan sinonim, pemeriksaan ejaan, hingga pengalihan. Penyerapan kinerja produk Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan relevansi, retailer akan membangun pipeline lain untuk menambahkan atribut terkait performa produk ke dalam search engine. Atribut kinerja baru ini bervariasi dari tingkat konversi hingga tayangan di website. Retailer harus menyesuaikan skema dokumen produk di search engine untuk memberi ruang bagi atribut ini. Baca juga: Apa Itu Metrik Bidang Kontrol Kubernetes yang Baru Diluncurkan di GKE? Machine learning Photo Credit: Google Cloud Blog Pada tahap ini, kata kunci sederhana seperti jam tangan, pakaian berfungsi cukup baik untuk retailer. Namun, maksud pengguna dengan kata kunci multi-frasa seperti kemeja biru untuk pria, masih kurang. Mencocokkan kata kunci saja tidak akan memberi hasil yang optimal. Misalnya, menelusuri frasa “kemeja biru untuk pria” memberikan hasil yang berbeda dibanding saat Anda mencari kemeja dalam kategori pakaian jadi. Untuk mencapai hal ini, retailer harus membuat model machine learning untuk mengurai kueri dan menguraikan maksud pengguna, sekaligus membuat kueri penelusuran yang sesuai. Baca juga: Mengenal Supply Chain Twin, Layanan Terbaru dari Google Cloud Google Cloud Retail Search adalah solusi Google untuk mengimplementasikan pencarian retailer dengan kekuatan AI dan mengatasi sebagian besar kekurangan yang disebutkan di atas. Photo Credit: Google Cloud Blog Tidak seperti solusi pencarian lainnya, Retail Search berusaha untuk meningkatkan pengoptimalan pendapatan melalui revenue per visit (RPV) yang lebih tinggi dengan fokus tidak hanya pada relevansi, tapi juga pada daya beli dan personalisasi. Selain itu, layanan rekomendasi ditawarkan Retail Search menggunakan data yang sama sehingga retailer tidak perlu lagi mengelola dua sistem yang  terpisah.

Google Cloud

Melacak Pengecekan Uptime Cloud Monitoring di Aplikasi Seluler Google Cloud

Kemampuan pemeriksaan uptime yang ditawarkan oleh Cloud Monitoring adalah alat observasi yang sederhana namun andal untuk memantau ketersediaan dan kinerja aplikasi pada URL yang disediakan oleh pelanggan. Tujuan utama pemeriksaan uptime adalah untuk melacak ketersediaan sumber daya secara berkelanjutan. Bagaimana cara kerjanya? Pengecekan uptime Cloud Monitoring Ini pada dasarnya adalah pemeriksaan pulse untuk suatu sistem dan sering kali menjadi yang pertama mendeteksi masalah yang akan datang. Menggunakan pemeriksaan uptime dapat secara proaktif mendeteksi masalah ketersediaan dan latensi pada aplikasi serta mengurangi waktu dan tingkat keparahan pengguna yang terkena dampak gangguan. Cek uptime dapat memvalidasi apakah kode respons dari aplikasi Anda sesuai harapan sekaligus memeriksa latensi layanan Anda dari berbagai wilayah. Pemeriksaan uptime dapat menginformasikan SLA dan SLO lebih lanjut serta melacak kesehatan layanan dari waktu ke waktu. Mengingat peran penting yang diberikan oleh pemeriksaan uptime, Google menghadirkan kapabilitas ini di aplikasi seluler Google Cloud. Dengan SRE peluncuran ini, operator atau administrator dapat mengakses sumber daya cloud mereka dengan mudah (App Engine, Compute, Database, Penyimpanan), mengelola izin menggunakan IAM, melihat log, insiden, kesalahan, dan juga billing. Baca juga: Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud Cara menggunakan cek uptime di aplikasi seluler Google Cloud Untuk mengakses cek uptime, cukup ketuk tab “Operations” di aplikasi seluler Google Cloud di perangkat iOS atau Android Anda. Photo Credit: Google Cloud Blog Setelah masuk ke menu “Uptime Checks”, Anda akan melihat daftar semua layanan yang telah ditambahkan sebelumnya menggunakan dokumentasi Check public uptime check. Photo Credit: Google Cloud Blog Daftar ini diurutkan berdasarkan status, sehingga semua pemeriksaan yang gagal berada di atas. Anda dapat dengan mudah memfilter menurut status menggunakan opsi “Filter” di pojok kanan atas layar. Mengetuk salah satu pemeriksaan uptime akan membawa Anda ke layar “Detail“. Baca juga: Mengintip Layanan Baru Google Cloud: Tawarkan Fleksibilitas Tinggi bagi Pengguna Photo Credit: Google Cloud Blog Di sini Anda akan melihat waktu aktif aplikasi, latensi, status per wilayah (jika Anda memantau aplikasi dari lebih dari satu wilayah cloud) dan grafik untuk memberi Anda pratinjau sekilas. Grafik “passed check” menunjukkan berapa banyak pemeriksaan yang lulus dalam 1 jam terakhir hingga 6 minggu. Anda dapat dengan mudah mengubah interval menggunakan skala di atas grafik. ​ Photo Credit: Google Cloud Blog Gulir ke bawah halaman untuk melihat lebih banyak data. Di bagian bawah layar, telah tersedia beberapa detail konfigurasi untuk pemeriksaan uptime ini, sehingga Anda dapat memeriksa data di atas dengan setelan khusus ini. Fitur baru ini tersedia mulai dari tanggal 1 Maret 2023. Google Cloud menyediakan tombol “Send feedback” di dalam aplikasi jika Anda ingin memberikan masukan. Apabila Anda belum memiliki aplikasinya, bisa langsung mengunduh di Google Play atau App Store. Untuk informasi harga cek uptime, lihat ringkasan harga Cloud Monitoring di sini. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud Kemampuan pemeriksaan uptime yang ditawarkan oleh Cloud Monitoring adalah alat observasi yang sederhana namun andal untuk memantau ketersediaan dan kinerja aplikasi pada URL yang disediakan oleh pelanggan. Dengan begitu, Anda dapat selalu melacak ketersediaan sumber daya secara berkelanjutan. Kapabilitas ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami menawarkan solusi komputasi awan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan kerja Anda, termasuk untuk lingkungan kerja hybrid. Untuk informasi lebih lanjut, s klik di sini!

Google Workspace

Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar

Setelah sebelumnya mengumumkan kapabilitas untuk berbagi tempat Anda bekerja secara langsung, kini Google Calendar memperkenalkan sebuah fitur baru. Dengan fitur baru ini maka Anda dapat menyusun perencanaan yang lebih baik seputar kolaborasi dan koordinasi rapat, terutama di lingkungan kerja hybrid. Mari simak ulasannya berikut! Peningkatan fitur Google Calendar tahun 2023 Tahun 2021 lalu, Google Calendar merilis kapabilitas untuk berbagi tempat bekerja. Kini, Calendar kembali memperluas kapabilitasnya yang akan memudahkan Anda menyusun perencanaan seputar kolaborasi dan koordinasi rapat, terutama untuk lingkungan kerja hybrid. Beberapa kapabilitas yang diluncurkan di antaranya: Dukungan Office Building untuk Working Locations; Mendorong cakupan Working Location di seluruh perusahaan; Meningkatkan efisiensi melalui pengelolaan ruang rapat yang lebih baik dengan pembebasan ruangan. Menentukan lokasi lebih cepat Photo Credit: Google Workspace Updates Per 27 Februari 2023, Google Calendar juga menambahkan pembaruan yang akan membantu Anda menentukan lokasi kerja lebih cepat dan mudah menggunakan lokasi kerja yang disarankan berdasarkan lokasi terbaru Anda. Dengan begitu, Anda tak perlu berlama-lama mencari lokasi kerja yang sesuai. Pembaruan ini secara otomatis akan menampilkan rekomendasi lokasi kerja berdasarkan lokasi terbaru. Ini tentu akan menghemat lebih banyak waktu dibanding saat Anda harus melakukan pencarian manual. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: pch.vector (Freepik) Fitur ini sebenarnya tidak membutuhkan pengaturan tambahan yang rumit dari administrator. Working location akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan pada tingkatan domain maupun organizational unit (OU). Dengan kata lain, administrator memiliki keleluasaan untuk menentukan di mana saja fitur ini aktif. Sedangkan untuk end-user, rekomendasi working location hanya akan tampil ketika Anda menyetel lokasi kerja khusus. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Working location Google Calendar. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengaktifkan dan menonaktifkan Working location di Calendar End-user dapat membagikan lokasi tempat mereka bekerja berdasarkan rutinitas mingguan, serta lokasi yang sudah pernah dipilih sebelumnya. Anda dapat menonaktifkan fitur ini, tapi setelan tersebut akan menghapus lokasi yang sudah ada. Berikut cara untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur Working location Calendar: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Calendar. Klik Sharing settings. Klik Working location. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Centang atau hapus centang pada opsi “Allow users to set their daily working location”. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU turunan, akan tersedia opsi Inherit atau Override dari setelan OU induk Anda. Jika Anda menonaktifkan lokasi kerja, perlu waktu hingga 36 jam untuk menghapus fitur lokasi kerja dan menghapus lokasi kerja pengguna. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Ketersediaan fitur Fitur baru dari Google Calendar ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan mulai dari tanggal 27 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dilakukan mulai dari tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching & Learning Upgrade, dan Nonprofits, termasuk juga pelanggan G Suite Business. Namun fitur tidak tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, G Suite Basic, serta pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Update fitur Google Calendar ini dimaksudkan untuk memudahkan Anda dalam berkolaborasi. Dengan mencantumkan lokasi kerja maka kolega Anda pun bisa lebih mudah menyesuaikan jadwal. Agar fitur Working location Google Calendar bekerja dengan optimal, gunakan Google Workspace for Business untuk mendukung lingkungan kerja Anda. Selain Calendar, suite ini juga memiliki aplikasi serta layanan produktivitas seperti Gmail, Docs, Sheets, hingga Slides, tentu saja semuanya telah disesuaikan dengan penggunaan skala besar. Dapatkan segera melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google. Informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Workspace

Cara Menambahkan Trusted Types ke Google Workspace

Google baru saja mengumumkan bahwa mereka meningkatkan keamanan client-side pada Google Docs, Sheets, Slides, Forms, Sites, Jamboard, Drawings, Drive, dan Calendar dengan Trusted Types. Peningkatan ini akan memberi lapisan perlindungan tambahan di sekitar API Document Object Model (DOM) yang digunakan pada aplikasi tersebut maupun pada extension dari pihak ketiga. Mari simak ulasan lengkapnya berikut! Keamanan Trusted Types Mode penerapan baru ini akan membutuhkan ekstensi pihak ketiga untuk menggunakan objek yang diketik, bukan string saat menetapkan nilai ke API DOM, dan sudah mulai diluncurkan pada tanggal 23 Maret 2023. Setelah Trusted Types diterapkan sepenuhnya, arahan Trusted Types akan hadir di tajuk Content Security Policy (CSP) sebagai berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Trusted Types merupakan sebuah fitur yang akan menyempurnakan kontrol pelindungan data lanjutan dari Google. Fitur ini berfungsi sebagai penjaga keamanan pengguna dan data di lebih banyak aplikasi yang mereka gunakan setiap hari. Penambahan Trusted Types ini akan berdampak langsung pada developer (yang mengandalkan extension Chrome apa pun yang mengubah API DOM). Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Penting untuk diingat Pembaca layar, perangkat braille, dan pembesaran layar tidak akan berubah dengan adanya penambahan Trusted Types. Namun ada baiknya administrator dan developer memeriksa extension pihak ketiga untuk pelanggaran Trusted Types. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang Aksesibilitas Docs, Sheets, Slides, dan Drawings. Mulai menambahkan Trusted Types Untuk menambahkan Trusted Types di aplikasi Google Workspace tidak dibutuhkan pengaturan dari administrator, begitu juga dengan end-user. Namun bagi Anda developer, bisa mengikuti tahapan-tahapan berikut ini: Untuk membuat kode Trusted Type dengan tepat, beri sinyal ke browser bahwa data yang digunakan dalam konteks API DOM ini dapat dipercaya dengan membuat objek khusus Trusted Type. Ada beberapa cara untuk mematuhi Trusted Type, seperti menghapus kode yang mengganggu, menggunakan libraries, atau membuat kebijakan Trusted Type. Untuk memastikan pengalaman yang mulus bagi pengguna, teknik ini dapat digunakan sebelum penerapan Trusted Type diluncurkan. Kunjungi blog Chrome DevTools untuk mempelajari lebih lanjut tentang penerapan proses debug CSP dan Trusted Type di Chrome DevTools. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Ketersediaan fitur Penambahan Trusted Types ke Google Workspace dilakukan secara bertahap untuk domain rilis cepat dan dimulai pada tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis terjadwal, dilakukan perilisan utuh pada tanggal 23 April 2023 (namun kemungkinan tetap memakan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Photo Credit: katemangostar (Freepik) Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business lama. Trusted Types juga dapat dimanfaatkan oleh pengguna Workspace dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Penambahan Trusted Types ini akan meningkatkan keamanan pengguna selama mereka menggunakan aplikasi-aplikasi Google Workspace. Dengan begitu, bekerja dengan aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets pun akan lebih aman. Belum menggunakan Workspace? Dengan Google Workspace, Anda akan lebih leluasa dalam bekerja, termasuk untuk model kerja hybrid. Untuk mulai berlangganan, Anda dapat menghubungi EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya?

Bulan Oktober 2022 lalu, Google mengumumkan akan menyederhanakan cara mengatur percakapan di Google Chat. Tepat pada akhir Februari 2023, Google merilis pengaturan tersebut. Seperti apa pengaruhnya di Google Chat? Mari simak ulasannya berikut ini! In-line thread Google Chat Mulai 13 Maret 2023, semua ruang yang baru dibuat di Google Chat akan dirangkai secara in-line. Pengguna tidak lagi memiliki opsi untuk mengaturnya berdasarkan topik percakapan, tempat pesan dan balasan terkait dikelompokkan bersama di jendela percakapan utama. Ruang-ruang yang sudah diatur berdasarkan topik percakapan akan terus berfungsi seperti sekarang ini. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Akhir tahun 2023 ini, ruang yang sudah diatur berdasarkan topik percakapan akan dimigrasikan ke pengalaman rangkaian pesan in-line yang baru. Informasi mengenai pembaruan ini nantinya akan diumumkan melalui blog Workspace Updates dan melalui email ke admin utama di domain Anda sebelum perubahan ini. ​ Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan dalam cara mengatur ruang Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Adanya ruang di Google Chat dapat membantu Anda berkomunikasi dengan sekelompok orang tentang suatu topik, proyek, atau minat yang sama. Sebelumnya, terdapat dua opsi berbeda untuk mengatur ruang Chat. Namun terkadang kedua opsi tersebut justru membingungkan, alih-alih memudahkan pengguna. Untuk menyederhanakan pengalaman pengguna sekaligus mempercepat pengembangan produk, maka kedua opsi tersebut diubah menjadi satu kesatuan menjadi in-line threading. Dengan in-line threading ini, Anda dapat membalas pesan apa pun dan membuat diskusi terpisah dari percakapan utama. In-line threading dapat membantu saat Anda ingin membalas pesan tertentu atau mendiskusikan suatu topik secara mendalam tanpa mengganggu alur percakapan utama. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah? Apa yang berubah? Photo Credit: Google Workspace Updates In-line thread di Space akan memudahkan Anda untuk: Memindai dan memahami apa yang sedang dibahas di sebuah ruang. Menelusuri semua topik melalui panel navigasi utas yang aktif. Menemukan dan mengikuti topik serta percakapan yang paling relevan. Semua ruang yang dibuat pada atau setelah tanggal 13 Maret 2023, akan diurutkan dalam thread. Mulai tanggal tersebut, opsi untuk “Organize the conversation by topic” tidak akan terlihat lagi saat pengguna membuat ruang baru.  Mulai mengaktifkan fitur Perubahan baru di Google Chat ini tidak memerlukan pengaturan apa pun, baik itu dari administrator maupun end-user. Itu berarti, tampilan dan pengaturan Chat akan berubah secara otomatis setelah tanggal 13 Maret 2023. Anda bisa mengunjungi halaman blog Google Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengaturan Google Chat. Pengaturan baru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). In-line threading Chat tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Namun penting untuk diingat, pengaturan ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran Di Google Chat Lebih Cepat Dengan Search Chips Dengan pembaruan ini maka pengaturan ruang di Google Chat pun menjadi lebih simpel dan tak lagi membingungkan. Nah, untuk terus menikmati berbagai peningkatan kapabilitas Google Chat, jangan lupa untuk berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh untuk pemasangan Google Workspace, baik itu untuk perusahaan maupun institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa?

Untuk membatasi gangguan selama online meeting, Google Meet menawarkan peredam bising (noise cancellation) untuk menyaring kebisingan di latar belakang, seperti suara pintu tertutup atau suara dari lokasi konstruksi terdekat. Pada tanggal 27 Februari 2023 lalu, Google Meet memperluas kapabilitas noise cancellation, memungkinkan pengguna meminimalkan gangguan suara saat melakukan online meeting. Seperti apa perubahannya? Perluasan kapabilitas noise cancellation Google Meet Untuk meminimalkan gangguan suara selama online meeting, Google Meet menghadirkan kapabilitas noise cancellation. Saat kapabilitas tersebut aktif, maka kebisingan yang ada di latar belakang pengguna pun dapat diredam. Per 27 Februari 2023, kapabilitas tersebut mengalami perluasan hingga menjadi: Tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi di lebih banyak jenis perangkat Android; Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, dan Education Fundamentals; Diaktifkan secara default untuk perangkat pihak ketiga yang terhubung ke Meet menggunakan Pexip. Memperluas kapabilitas ini membantu pengguna Meet membuat panggilan menjadi lebih produktif dengan mengurangi gangguan di berbagai perangkat. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Mulai mengaktifkan noise cancellation Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Administrator Sebagai administrator Workspace, Anda dapat menentukan apakah noise cancellation aktif atau nonaktif di awal setiap rapat. Pengguna masih dapat mengubah setelan untuk rapat individu. Berikut cara mengaktifkan dan menonaktifkan noise cancellation: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Buka Menu > Devices > Google Meet hardware > Devices. Anda dapat menyaring perangkat menurut organizational unit (OU) atau kriteria lainnya sesuai kebutuhan. Klik perangkat yang ingin Anda kelola. Klik bagian Device settings untuk membuka pilihan yang tersedia. Klik Edit di sebelah Noise cancellation. Centang atau hapus centang pada kotak di samping opsi “Noise cancellation is on at the beginning of each call”. Klik Save. End user Untuk membantu membatasi gangguan dalam rapat, Anda dapat menyaring kebisingan latar belakang. Meet dapat menghilangkan kebisingan latar belakang seperti suara ketikan, menutup pintu, gema ruangan, atau suara dari lokasi konstruksi di sekitar. Jika Anda bergabung menggunakan akun Workspace, edisi Workspace penyelenggara rapat akan menentukan status default. Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur dari pengaturan. Jika Anda bergabung ke rapat di perangkat Android dengan Google Account pribadi, noise cancellation akan nonaktif secara default. Pengambilan audio dari berbagi layar tidak akan terpengaruh oleh noise cancellation. Namun suara dari TV atau suara orang yang berbicara pada saat bersamaan tidak akan difilter. Disarankan untuk menonaktifkan noise cancellation jika terdapat elemen non-speech (seperti suara alat musik) dalam online meeting Anda agar suara tetap terdengar. Meet menyesuaikan audio dengan volume yang nyaman agar semua orang terdengar. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Perluasan kapabilitas noise cancellation Google Meet ini dirilis dalam format extended rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 27 Februari 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Google Meet Update: Lebih Mudah Bagikan Konten Presentasi dengan Semua Peserta Dengan perluasan kapabilitas noise cancellation Google Meet ini, Anda dapat melakukan online meeting tanpa harus terganggu oleh suara bising. Perluasan sudah tersedia di Workspace dan bisa langsung digunakan dalam online meeting. Kapabilitas ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan paket Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia untuk Umum, Ini Kegunaannya

Akhir tahun 2022 lalu, Google mengumumkan enkripsi client-side untuk Gmail dalam versi beta. Pada tanggal 28 Februari 2023 ini, enkripsi client-side Gmail resmi diluncurkan untuk umum. Sebelumnya, Workspace sudah mengenkripsi data saat istirahat dan saat transit dengan menggunakan libraries kriptografi yang didesain aman. Enkripsi client-side meningkatkan kemampuan enkripsi yang ada ke tingkat berikutnya dengan memastikan bahwa pelanggan memiliki kendali tunggal atas kunci enkripsi mereka dan akses ke data mereka. Google dan client-side encryption Di era digitalisasi seperti sekarang, privasi data adalah prioritas utama. Untuk alasan itulah, Google membangun teknologi keamanan canggih ke dalam produk mereka. Misalnya, memanfaatkan Google AI untuk menghentikan sebagian besar ancaman online secara otomatis sebelum ancaman tersebut muncul. Gmail, misalnya, secara otomatis memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Tahun 2022 lalu, Google telah mengaktifkan client-side encryption (CSE) untuk Drive, Docs, Slides, Sheets, dan Meet. Pada tahun 2023 ini, CSE meluas ke Gmail dan juga Calendar. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta Enkripsi client-side Gmail Mulai 28 Februari 2023, enkripsi client-side untuk Gmail tersedia secara umum bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Untuk pelanggan yang saat ini terdaftar dalam versi beta, pengalaman enkripsi Gmail tidak akan berubah. Menggunakan enkripsi client-side di Gmail memastikan data sensitif di badan email dan lampiran tidak dapat dibaca oleh server Google. Dengan kata lain, pelanggan memegang kendali penuh atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Selain Gmail, enkripsi client-side juga sudah berlaku di Google Drive, Google Docs, Sheets, dan Slides, Google Meet, dan juga Google Calendar (masih dalam versi beta). Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mulai mengaktifkan enkripsi client-side Gmail Administrator Fitur ini akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan di tingkat domain, organizational unit (OU), dan Grup. Untuk mengaturnya, administrator bisa masuk ke Admin console (Konsol Admin > Security > Access and data control > Client-side encryption dan pilih pengaturan sesuai kebutuhan. End users Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah diaktifkan oleh administrator Workspace, maka Anda bisa langsung menambahkan enkripsi client-side ke dalam pesan apa pun. Caranya cukup klik ikon gembok pada halaman email baru Gmail dan pilih opsi “Additional encryption”. Selanjutnya, Anda bisa langsung mengetikkan pesan dan menambahkan lampiran seperti biasa. Ketersediaan fitur Photo Credit: lifeforstock (Freepik) Enkripsi client-side Gmail telah tersedia di seluruh akun pengguna Google Workspace. Peluncuran dilakukan secara serentak, baik itu melalui domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal mulai tanggal 28 Februari 2023 kemarin. Enkripsi client-side Gmail tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun masih belum tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk pelanggn G Suite Basic dan G Suite Business lama (rangkaian produktivitas pendahulu Workspace). Fitur ini juga masih belum tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Upgrade Penelusuran Google Chat dan Gmail, Kini Dilengkapi dengan Saran Pencarian Dengan hadirnya client-side encryption untuk Gmail, Anda bisa memberikan keamanan tambahan untuk tiap pesan yang dikirimkan. Sebab, seluruh data sensitif di email dan lampirannya tidak dapat dibaca oleh server Google. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara aman dan mudah. Ingin mulai menerapkan Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Reminder Google Calendar dan Assistant Reminders Akan Bermigrasi ke Tasks, Seperti Apa Perubahannya?

Tahun 2022 lalu, Workspace telah mengumumkan untuk memigrasikan Reminders dari Google Calendar dan Google Assistant ke Google Tasks untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless dalam mengelola daftar tugas di dalam ekosistem Google. Pengguna nantinya dapat membuat tugas dari Calendar dan menggunakan kemampuan hands-free dari Assistant, sama dengan cara mereka membuat Reminders sebelumnya. Tidak seperti Reminders, mereka juga dapat membuat tugas dari aplikasi Google Workspace lain, seperti Gmail, Docs, Chat, atau langsung dari aplikasi Tasks. Jika Anda adalah pelanggan Google Workspace dengan layanan Tasks aktif, maka end-user dapat melakukan migrasi secara sukarela mulai tanggal 12 April 2023 nanti. Perintah migrasi ini telah tersedia bagi pengguna dengan akun pribadi mulai tanggal 6 Maret 2023. Memigrasikan Reminders Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pelanggan Google Workspace, mulai tanggal 22 Mei 2023, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis ke Tasks untuk pengguna yang belum bermigrasi. Untuk membantu memastikan kelancaran transisi, disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk administrator Pastikan layanan Tasks aktif di lingkungan kerja Anda. Jika layanan Tasks nonaktif, maka semua data Reminders tidak akan dimigrasikan ke Tasks dan penghapusan data akan dimulai setelah tanggal 22 Juni 2023 nanti. Aktifkan tempat kerja Anda untuk bisa menggunakan Google Takeout. Jika end-user di tempat Anda ingin mengekspor data dari Assistant dan Calendar Reminders mereka. Jika end-user di tempat Anda ingin menggunakan Assistant untuk mengelola tugas setelah migrasi, pastikan sesuaikan setelan pengguna Search dan Assistant terlebih dahulu. Untuk pengguna akun Google kantor atau sekolah Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 12 April 2023. Jika Anda menginginkan salinan data Reminders dan Takeout diaktifkan di tempat kerja Anda, pastikan untuk melakukan ekspor data sebelum tanggal 22 Juni 2023. Untuk pengguna akun Google pribadi Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 6 Maret 2023. Jika Anda belum bermigrasi, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis pada kuarter kedua tahun 2023 ini. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Mengapa harus bermigrasi? Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Setelah migrasi selesai, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Tasks dapat diakses melalui web atau aplikasi Google Workspace seperti Gmail, Kalender, Docs, dan Chat, sehingga memudahkan pembuatan tugas tanpa perlu beralih tab atau aplikasi. Jika menggunakan Assistant, Anda juga dapat membuat Tasks langsung dari sana. Penting untuk diingat, Calendar Reminders yang dibuat di Keep tidak akan dimigrasikan ke Tasks. Pengingat tersebut akan tetap tersedia di Keep, tapi tidak akan ditampilkan di Google Calendar setelah proses migrasi selesai. Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedule Kapan proses migrasi dimulai? Waktu migrasi Calendar Reminders ke Tasks ini akan menyesuaikan jenis akun yang Anda gunakan. Berikut rincian lengkapnya: Bagi pelanggan Google Workspace Migrasi sukarela bisa mulai dilakukan sejak tanggal 12 April 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Untuk migrasi otomatis akan dimulai pada tanggal 22 Mei 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Bagi pemilik Google Account pribadi  Migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan mulai dari tanggal 6 Maret 2023. Perubahan ini akan memengaruhi seluruh pelanggan Google Workspace, pelanggan G Suite Basic dan Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda Melacak Jadwal Dengan migrasi ini, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Docs, Google sheets, Google Workspace

Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs

Smart Canvas adalah kumpulan alat kolaboratif dari Google Workspace yang menyempurnakan cara kerja Docs, Sheets, dan Slides. Ini merupakan kapabilitas dari Google yang akan meningkatkan fitur di setiap aplikasi, memungkinkan pengguna untuk bekerja tanpa meninggalkan ruang obrolan atau menyambungkan panggilan Meets langsung ke file Docs atau Slides. Dalam inovasi terbarunya, Google memperkenalkan lebih banyak lagi smart chip dan cara baru untuk menampilkan tanggal di Sheets yang akan memudahkan Anda melihat pratinjau dan berinteraksi dengan tanggal, lokasi, dan informasi keuangan lebih cepat. Selain itu, Google juga telah menambahkan stopwatch chip ke Docs yang dapat melacak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu aktivitas, membantu Anda mengerjakan tugas tepat waktu. Fitur baru smart canvas Google Sheets dan Docs Untuk memudahkan pengguna dalam mengerjakan tugas di Google Sheets dan Docs, Google terus mengembangkan kapabilitas smart canvas Workspace. Berikut adalah fitur baru yang ditawarkan dalam pengembangan terbaru smart canvas Sheets dan Docs: Place chips Saat chip lokasi Google Maps ditambahkan ke Sheets, Anda dapat membuka lokasi langsung di Google Maps, dan melihat pratinjau lokasi atau menemukan petunjuk arah. Photo Credit: Google Workspace Updates Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules Kemampuan tanggal yang diperluas Sertakan tanggal di Lembar Anda dengan lebih mudah menggunakan @ titik masuk dengan pintasan seperti @hari ini, @kemarin, @besok, dan @tanggal. Mengeklik tanggal akan menampilkan pemilih tanggal yang memungkinkan Anda memperbarui tanggal sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Workspace Updates Finance chips Menambahkan entitas Google Finance, seperti saham, reksa dana, dan mata uang ke dalam Sheets. Arahkan kursor ke atas chip untuk melihat informasi menurut jenis entitas. Misalnya, untuk saham, Anda dapat melihat nama perusahaan, Indeks listing, harga saham, dan kapitalisasi pasar. Mengeklik chip akan membawa Anda ke halaman Finance khusus entitas. Photo Credit: Google Workspace Updates Stopwatch chips Saat stopwatch chip dimasukkan, Anda dapat memulai, menghentikan, dan mengatur ulang timer sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan fitur baru smart canvas Bagi administrator Fitur baru ini dapat langsung diakses tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Bagi end-user Anda dapat memasukkan chip finance maupun map di sel Sheet dengan mengikuti salah satu atau semua metode berikut: Ketik “@” diikuti dengan entitas Place atau Finance. Arahkan ke Insert > Smart chip. Untuk menyisipkan tanggal dan mengaktifkan pemilih tanggal, ketik “@” diikuti dengan “tanggal”, “hari ini”, “kemarin”, atau “besok”. Anda juga dapat mengakses pemilih tanggal dengan mengetuk dua kali tanggal yang dimasukkan secara manual. Anda dapat memasukkan chip stopwatch di Docs dengan mengikuti salah satu atau semua metode berikut: Ketik “@” diikuti dengan “Stopwatch” Arahkan ke Insert > Smart chip. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Fitur baru smart canvas Google Docs dan Sheets diluncurkan secara bertahap (gradual rollout). Domain rilis cepat dimulai pada tanggal 23 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 9 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Selain itu, fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Agar tidak tertinggal fitur baru dari smart canvas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Workspace

Meningkatkan Pengalaman Mengelola Google Contacts dengan Sidebar Tambahan

Sebelumnya, untuk menyunting Google Contacts, Anda harus mengunjungi contacts.google.com. Namun per 17 Februari 2023, telah tersedia fitur baru di sidebar Google Contacts yang akan memudahkan Anda menyunting dan menambahkan kontak baru. Bagaimana cara menampilkan fitur baru ini? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut! Sidebar baru di Google Contacts Photo Credit: Google Workspace Updates Google Contacts merupakan sebuah aplikasi yang hadir untuk memudahkan Anda dalam mengatur, meninjau, hingga menggabungkan kontak. Melalui aplikasi ini Anda juga dapat menyusun mailing list (milis) pribadi, bahkan mengirim pesan ke beberapa orang sekaligus dengan cepat tanpa memasukkan alamat mereka satu per satu. Contacts menyederhanakan pengalaman Anda dalam menyimpan semua informasi kontak di satu tempat dan menjangkau beberapa orang sekaligus. Pada pertengahan Februari 2023 lalu, Google Contacts mengalami update. Dalam update tersebut, muncul sebuah sidebar tambahan yang akan memudahkan pengguna dalam menyunting dan menambahkan kontak. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Cara menampilkan sidebar baru Contacts Sidebar baru Contacts ini akan muncul secara otomatis setelah update. Itu artinya, tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator untuk bisa menggunakan fitur baru ini. End-user bisa langsung menggunakan fitur untuk menyunting atau menambahkan kontak. Baca juga: Kini Berbagi Tautan Profil Makin Mudah Dengan Google Contacts Cara menyunting kontak yang sudah ada Setelah update, Anda bisa langsung menyunting kontak dengan langkah-langkah berikut: Buka panel samping di Google Workspace dan buka aplikasi Contacts. Klik kontak yang ingin Anda ubah. Klik ikon Edit di bagian kanan atas. Ubah informasi kontak dan kemudian klik Save setelah selesai menyunting. Cara menambahkan kontak baru Photo Credit: Freepik Buka aplikasi Contacts melalui bilah App vertikal yang ada di bagian kanan halaman Workspace Anda. Klik Create Contacts. Sedikit catatan: Opsi ini hanya akan tersedia dalam mode Contacts, bukan di mode In this thread saat membuka tampilan detail kontak melalui Gmail. Masukkan nama kontak dan tambahkan informasi kontak apa pun. Klik Save. Baca juga: Contact Center Terintegrasi Penuh di Chrome OS Cara menambahkan kontak baru dari pencarian Buka aplikasi Contacts dari bilah App vertikal yang ada di sebelah kanan Workspace Anda. Klik ikon Search di kanan atas. Masukkan nama kontak. Jika tidak ada kontak, klik tombol Create Contacts untuk membuat kontak secara otomatis dengan nama yang Anda masukkan. Ketikkan informasi tambahan ke kontak. Klik Save untuk menyimpan kontak baru. Ketersediaan fitur Seperti yang sudah disebutkan, fitur baru Contacts ini dirilis pada tanggal 17 Februari 2023 lalu. Perilisan dilakukan dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Sidebar tambahan Contacts ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic atau G Suite Business (pendahulu Workspace). Selain itu, sidebar juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Tips Meningkatkan Fokus Saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace Melalui Google Contacts, Anda dapat mengelola kontak dengan mudah dan mengambil tindakan lanjutan, seperti membuat milis, tanpa proses yang rumit. Untuk mengoptimalkan fungsi Contacts, gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace yang telah dirancang khusus untuk kebutuhan kerja. Workspace telah tersedia di EIKON Technology dengan penerapan sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top