EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Meet

Update Terbaru untuk Google Meet di Perangkat Poly Studio

Google baru saja meluncurkan pembaruan Meet untuk mendukung perilisan perangkat terbaru berbasis Poly Android. Melalui konsol Google Admin, nantinya Anda dapat mendaftarkan perangkat Poly dan menyertakan pelaporan peralatan baru ini. Kelengkapan hardware Google Meet akan tersedia dalam pembaruan Poly OS 4.0 mendatang sebagai bagian dari seri Poly Studio X. Pembaruan ini mulai diluncurkan awal Maret 2023. Namun pelanggan dan admin dapat mencoba pengalaman ini sebelum peluncuran resmi Poly OS 4.0 dengan mengunduh versi beta untuk perangkat seri Studio X mereka. Google Meet Poly Studio X Berbagai kemudahan yang ada pada hardware Google Meet akan tersedia di lini seri Poly Studio X setelah diperbarui ke Poly OS 4.0. Admin dapat mendaftarkan perangkat ini dan mengelolanya sebagai bagian dari pengalaman konsol Google Admin biasa. Lini Poly Studio X menawarkan peralatan dengan berbagai ukuran: Studio X30 untuk ruangan kecil, Studio X50 untuk ruangan sedang, dan Studio X70 untuk ruangan besar. Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan terbaru ini akan memudahkan pelanggan yang saat ini menggunakan lini Studio X untuk beralih ke Google Meet dari platform konferensi lainnya. Ini juga menawarkan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas kepada pelanggan baru dalam opsi perangkat keras mereka untuk Google Meet. Peralatan Google Meet di Poly Android memerlukan lisensi hardware Google Meet. Anda bisa mendapatkannya melalui authorized reseller seperti EIKON Technology. Pembaruan terbaru ini akan memudahkan pelanggan yang saat ini menggunakan lini Studio X untuk beralih ke Google Meet dari platform konferensi lainnya. Ini juga menawarkan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas kepada pelanggan baru dalam memilih hardware yang untuk Google Meet. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Mulai menggunakan perangkat Photo Credit: Poly Peralatan Studio X Series perlu diperbarui ke Poly OS 4.0 melalui halaman pengaturan Poly Admin untuk memilih Google Meet sebagai Conferencing Partner Application. Setelah diperbarui dan partner konferensi disetel ke Google Meet, administrator bisa langsung mengikuti petunjuk di perangkat untuk mendaftarkan perangkat ke konsol admin hardware Google Meet. End user tidak perlu melakukan pengaturan apa pun. Setelah perangkat Studio X Series selesai terpasang, Anda bisa langsung bergabung dalam rapat online Google Meet. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Ketersediaan fitur Hardware experience untuk lini Studio X Series ini dirilis dalam format extended rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai dari tanggal 9 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk perangkat Poly X30, X50, dan X70. Dukungan untuk perangkat Poly lainnya akan ditambahkan seiring berjalannya waktu. Hardware experience ini telah terintegrasi dengan rangkaian produktivitas Google Workspace edisi apa pun, termasuk untuk rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business yang merupakan pendahulu Google Workspace. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings Update untuk Google Meet hardware berbasis Poly Android ini akan memudahkan Anda dalam menjalankan rapat virtual secara seamless. Menariknya lagi, Google pun telah mengumumkan bahwa peningkatan akan terus dilakukan sehingga hardware bisa benar-benar mewujudkan pengalaman rapat virtual yang terasa lebih nyata. Update ini pun telah terintegrasi dengan seluruh edisi Google Workspace. Dengan integrasi Workspace, pekerjaan pun akan menjadi lebih ringkas, apa pun model kerja yang Anda terapkan, termasuk untuk model kerja hybrid. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu khawatir karena Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan rangkaian produktivitas Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Update Google Voice: Lebih Banyak Opsi Status Ketersediaan Panggilan

Google Voice memiliki sebuah kapabilitas yang membantu Anda menunjukkan ketersediaan (availability) di Ring Group. Kini, kapabilitas tersebut telah diperluas sehingga Anda bisa dengan mudah menunjukkan ketersediaan di Google Voice versi web maupun mobile. Status ketersediaan di Google Voice Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan adanya pembaruan ini, Anda bisa mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola status ketersediaan di Google Voice, utamanya dalam Ring Group. Sekarang, Anda bahkan tak perlu keluar dari Voice atau memblokir semua panggilan masuk untuk bisa menggunakan status ketersediaan “Do Not Disturb”. Sekarang Anda dapat menyesuaikan status ketersediaan pada: Seluruh panggilan; Panggilan langsung (direct calls). Namun jika tidak tersedia, panggilan akan langsung masuk ke pesan suara Voice; Panggilan dari Ring Group tertentu. Apabila satu atau lebih saluran Ring Group tidak tersedia, panggilan akan dialihkan ke anggota berikutnya yang tersedia. Untuk bisa menggunakan perluasan kapabilitas ini Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun, baik itu oleh administrator maupun oleh end user. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai status ketersediaan di Google Voice, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Cara mengelola ketersediaan panggilan di Google Voice Saat memilih dari opsi ketersediaan di Google Voice, Anda dapat dengan mudah mengelola ketersediaan untuk panggilan masuk. Gunakan setelan “Do not disturb” untuk mengelola panggilan Photo Credit: stocking (Freepik) Untuk meneruskan semua panggilan masuk ke pesan suara, Anda dapat mengaktifkan pengaturan “Do not disturb”. Pengaturan tersebut dapat diakses di: Mobile: Buka menu kiri atas dan ketuk Menu. Web: Ke bagian atas halaman Google Voice. Menunjukkan ketersediaan panggilan berdasarkan jadwal Anda Anda dapat mengaktifkan “Do not disturb” secara otomatis berdasarkan jadwal Google Calendar. Anda dapat mengaktifkan salah satu atau kedua opsi berikut: Saat Anda berada di luar jam kerja: “Do not disturb” otomatis mati saat Anda kembali berada pada jam kerja. Saat Anda berada di luar kantor: “Do not disturb” otomatis mati saat Anda berada di kantor. Baca juga: Peningkatan Performa Panggilan Google Voice dengan Pengalihan Jaringan Cerdas Menunjukkan ketersediaan panggilan di Ring Group Anda Jika Anda mengaktifkan setelan “Do not disturb”, panggilan masuk ke Ring Group Anda akan diteruskan ke anggota berikutnya yang tersedia. Jika Anda adalah bagian dari satu atau beberapa Ring Group sekaligus, Anda dapat memblokir panggilan ke sambungan langsung, Ring Group individual, atau keduanya secara selektif. Untuk memblokir panggilan ke sambungan langsung, grup dering tertentu, atau keduanya, Anda dapat mengakses setelan di: Mobile: Buka menu kiri atas dan ketuk Menu. Web: Ke bagian atas halaman Google Voice. Ketersediaan fitur Perluasan kapabilitas status panggilan Google Voice ini dirilis dalam format full rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 6 Maret 2023 (dan kemungkinan akan memakan waktu 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perluasan kapabilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Voice, baik itu edisi Standard maupun Premier. Baca juga: Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon Di Negara Lain Dengan perluasan kapabilitas Google Voice ini Anda bisa lebih leluasa menentukan status panggilan, baik itu secara umum maupun dalam Ring Group. Nah, agar Voice dapat bekerja lebih optimal, jangan lupa untuk mengintegrasikannya dengan Google Workspace. Rangkaian produktivitas dari Google ini telah tersedia di EIKON Technology yang menyediakan implementasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pemutakhiran Google Apps Device Policy Menjadi Apps Device Policy, Apa yang Harus Dilakukan?

Tahun 2019 lalu, Google mengumumkan bahwa Android Device Policy akan menggantikan Google Apps Device Policy sebagai klien pengelolaan Android yang baru. Bulan Maret 2023 ini, diketahui bahwa pemutakhiran klien pengelolaan Android tersebut telah memasuki tahap akhir. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui terkait perubahan ini. Android Device Policy Sebelumnya, Google menggunakan Google Apps Device Policy sebagai klien pengelolaan Android mereka. Dengan adanya pemutakhiran ke Android Device Policy, maka otomatis seluruh perangkat yang menerapkan kebijakan lama tersebut akan kehilangan akses selama bulan Maret 2023 jika tidak dilakukan pembaruan versi. Photo Credit: Google Workspace Updates Pengguna aplikasi Google Apps Device Policy yang sudah ada harus beralih ke Android Device Policy sebelum itu untuk terus menyinkronkan data kerja. Perlu diingat, sesuai pembaruan terakhir Google, alur pendaftaran pengguna baru di Google Apps Device Policy lama akan diblokir dan pengguna mungkin melihat kesalahan selama proses pendaftaran per Januari 2022. Admin dapat bertindak langsung dengan memberi pemberitahuan di konsol Admin untuk mengidentifikasi pengguna yang perlu melakukan pembaruan versi. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang migrasi ke Android Device Policy. Google juga telah merilis artikel resmi yang membahas masalah pemutakhiran klien pengelolaan Android ini. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Mulai melakukan pemutakhiran Photo Credit: Pexels Lalu, bagaimana cara melakukan pemutakhiran dari Google Apps Device Policy ke Android Device Policy? Administrator dapat mengetahui perangkat mana yang perlu diperbarui. Informasi tersebut akan ditampilkan melalui konsol Admin. Penting untuk diingat, tiap perangkat kemungkinan besar akan memerlukan langkah yang berbeda saat proses pemutakhiran. Berikut penjelasannya: Perangkat pengelolaan lanjutan Temukan perangkat pengelolaan lanjutan dengan membuka konsol Admin > Mobile devices dan kemudian aktifkan pemfilteran perangkat dengan memilih opsi “Type: Android” serta “Management level: Advanced”. Tentukan perangkat mana yang saat ini dikelola oleh aplikasi Google Apps Device Policy dan sudah mendukung Android Device Policy (yaitu perangkat dengan Android 6+ dan dukungan untuk profil kerja). Selanjutnya, administrator bisa langsung mengirimkan petunjuk ini kepada end user untuk membantu mereka bermigrasi ke Android Device Policy. Kirimkan petunjuk ini kepada pengguna Anda untuk membantu mereka bermigrasi ke Android Device Policy. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Perangkat pengelolaan dasar Temukan perangkat pengelolaan dasar dengan membuka konsol Admin > Mobile devices dan kemudian aktifkan pemfilteran perangkat dengan memilih opsi “Type: Android” serta “Management level: Basic”. Instruksikan pengguna perangkat untuk melakukan upgrade OS Android ke versi 6.0 Marshmallow atau yang lebih baru. ​Sementara untuk end user bisa langsung mengunjungi halaman Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara memigrasikan perangkat dari Google Apps Device Policy ke Android Device Policy. Ketersediaan fitur Android Device Policy telah dirilis untuk publik dan sudah tersedia sejak tanggal 9 Maret 2023. Penting untuk diingat, agen lama yang sebelumnya digunakan akan kehilangan akses selama Maret 2023. Untuk menghindari terjadinya disrupsi, pengguna perangkat diharuskan segera melakukan upgrade ke Android Device Policy. Perubahan ini akan berdampak langsung pada pelanggan Google Workspace yang menggunakan perangkat pengelolaan mobile dasar dan lanjutan. Baca juga: Melacak Pengecekan Uptime Cloud Monitoring di Aplikasi Seluler Google Cloud Pastikan untuk segera melakukan upgrade ke Android Device Policy untuk memastikan agar perangkat pengelolaan Android Anda bisa tetap berjalan dan tidak kehilangan akses. Upgrade bisa dilakukan melalui konsol Admin Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mendapatkannya langsung melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, kami menghadirkan solusi resmi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat

 Google terus mengembangkan kapabilitas Google Chat untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dalam melakukan percakapan secara mulus. Tahun 2022 lalu, Google telah meluncurkan beberapa peningkatan kapabilitas, salah satunya adalah dengan memperbarui space sehingga makin mudah untuk dikelola. Kali ini, Google Chat kembali dengan gebrakan baru, seperti apa? Space Manager Google Chat Tahun lalu, Google Chat meningkatkan kapabilitas space yang ada di dalam aplikasi. Dengan peningkatan tersebut, pengguna dapat mengelola peserta hingga topik percakapan. Pembaruan tersebut juga turut memperkenalkan sebuah peran baru, yakni Space Manager. Seorang Space Manager memiliki kemampuan untuk dapat: Menghapus dan menambah peserta chat; Menunjuk atau mengganti Space Manager; Menghapus space; Menghapus pesan; Menyunting deskripsi space; Memperbarui akses space dari “restricted” atau terbatas, menjadi “discoverable” atau dapat ditemukan. Photo Credit: Google Workspace Updates Per 13 Maret 2023, Space Manager akan mendapat kapabilitas tambahan untuk memastikan percakapan di dalam space tetap berjalan efektif. Kapabilitas tersebut, yakni: Space configuration: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat mengubah detail space, seperti nama, ikon, deskripsi, dan aturan. Konfigurasi ini juga memungkinkan Manager untuk dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Chat history space. Member management: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat menambahkan atau mengeluarkan anggota atau grup di dalam space. Conversation moderation: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat menggunakan @all di dalam space. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Kelebihan space Google Chat Namun sebenarnya apa kegunaan space di Google Chat? Apa bedanya jika dibandingkan dengan percakapan kelompok (group conservation)? Space dapat menjadi: Tempat memusatkan pekerjaan Space dapat menjadi tempat yang efektif untuk memusatkan pekerjaan Anda, termasuk saat pengambilan keputusan, memberikan pengumuman, hingga mendorong diskusi tim. Dengan space, semua orang bisa tetap sinkron dengan akses ke konten yang sama dan visibilitas ke dalam keputusan. Aplikasi Workspace dan alat pihak ketiga telah terintegrasi dalam space. Ruang yang berorientasi pada topik Dengan membuat space yang fokus pada topik tertentu, maka pengguna dapat mengatur space secara efisien dan menyiapkan pemberitahuan secara efektif. Ruang diskusi yang aman Space menyediakan lingkungan yang cepat, ekspresif, dan ringan dengan percakapan dan emoji yang lebih kasual. Gaya komunikasi informal ini menurunkan hambatan keterlibatan dan mendorong percakapan yang lebih mengalir bebas dan keamanan psikologis bagi peserta chat. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah Mulai mengaktifkan kapabilitas Space Manager Photo Credit: benzoix (Freepik) Untuk bisa mengaktifkan kapabilitas tambahan Space Manager ini tidak dibutuhkan pengaturan apa pun dari administrator. Anda bisa mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai detail Space Manager dan kapabilitasnya. Bagi end user, silakan klik Menu > pilih Space Settings > pilih opsi Configure space settings and modify permission as needed. Untuk detail lebih lanjut mengenai pengaturan end user di dalam space, silakan kunjungi halaman ini. Ketersediaan fitur Kapabilitas baru Space Manager Google Chat ini dirilis secara bertahap (format gradual rollout). Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai pada tanggal 27 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, apa pun edisinya dan juga berlaku bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace). Namun kapabilitas baru ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas Space Manager Google Chat ini, Anda bisa lebih leluasa dalam mengelola space agar percakapan tetap efektif. Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya?

Google Meet menghadirkan label “External” bagi para penggunanya. Setelah pembaruan, pengguna dapat menemukan label di bagian pojok kiri atas layar rapat. Label ini menunjukkan bahwa peserta yang berada di luar domain penyelenggara rapat telah bergabung ke dalam rapat. Di bagian panel “People”, peserta eksternal akan ditandai dengan label yang sama. Bagaimana cara mengaktifkannya? External label di Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Hadirnya label baru di Google Meet ini akan memudahkan Anda untuk mengenali peserta eksternal dalam rapat. Peserta eksternal di sini adalah mereka yang bergabung ke dalam rapat menggunakan domain luar. Misalnya, mitra bisnis perusahaan Anda atau masyarakat umum. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Cara mengaktifkan label Label “External” ini akan tersedia secara default dan dapat diatur melalui konsol Admin. Anda cukup masuk ke dalam menu Apps > Google Workspace > Google Meet > Google Meet Safety Settings. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan ini, silakan kunjungi Help Center Workspace. Bagi end user, tidak dibutuhkan pengaturan tambahan apa pun untuk bisa menggunakan fitur baru dari Google Meet ini. Label akan muncul secara aktif setelah konfigurasi oleh administrator selesai. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Mengelola pengaturan Meet Photo Credit: Rawpixel Sebagai administrator, Anda dapat memutuskan fitur Google Meet mana, seperti perekaman dan pelacakan kehadiran, yang tersedia untuk end user. Anda juga dapat mengontrol pengaturan keamanan dan partisipasi. Misalnya, Anda dapat memutuskan apakah pengguna dapat mengundang peserta eksternal atau bergabung ke rapat di luar domain perusahaan. Anda dapat menerapkan setelan khusus bagi pengguna tertentu. Caranya mudah, cukup tempatkan akun mereka di organizational unit (OU) untuk penetapan akun menurut divisi atau configuration group untuk penetapan bagi pengguna di seluruh atau di dalam divisi. Mulai mengelola rapat Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka menu Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau configuration group. Klik setelan dan centang atau hapus centang pada opsi pengaturan yang diinginkan. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Perubahan dapat memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Ketersediaan fitur Fitur label “External” Google Meet ini dirilis dalam format full rollout untuk domain rilis cepat. Perilisan dimulai pada tanggal 14 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Selain itu, perilisan juga dilakukan dalam format gradual rollout untuk domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai sejak tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan juga paket berlangganan Nonprofits. Namun fitur label “External” ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings Dengan memanfaatkan fitur baru dari Google Meet ini, Anda bisa lebih mudah mengenali peserta rapat yang bergabung melalui domain luar. Fitur ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace dengan edisi yang terdaftar. Ingin segera menikmati berbagai kemudahan meeting online dengan Google Meet secara optimal? Anda bisa berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menghadirkan solusi penerapan menyeluruh hingga implementasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace

Google telah mengembangkan teknologi AI (kecerdasan buatan) selama bertahun-tahun. Hasilnya pun beragam, mulai dari publikasi penelitian mutakhir hingga tools yang memudahkan kehidupan manusia, utamanya dalam dunia kerja. Terobosan dalam AI generatif secara mendasar mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi. Google telah mengembangkan model large language dan tepatnya pada tanggal 14 Maret 2023, meluncur API dan produk baru untuk mulai membangun prototipe baru dengan model AI terbaik Google yang disebut MakerSuite. PaLM API & MakerSuite Photo Credit: Freepik Perkembangan zaman telah menimbulkan banyak pergeseran teknologi. Hal ini telah menginspirasi seluruh ekosistem developer untuk memulai bisnis baru, mengembangkan produk baru, dan mengubah cara mereka berkreasi. Di tengah-tengah pergeseran tersebut, ada AI yang berdampak besar pada setiap lini industri. Bagi developer yang bereksperimen dengan AI, Google meluncurkan PaLM API, cara yang mudah dan aman untuk membangun di atas model bahasa terbaik Google. API ini dilengkapi dengan alat intuitif MakerSuite, yang memungkinkan Anda membuat prototipe ide dengan cepat dan nantinya juga akan memiliki fitur untuk rekayasa cepat, pembuatan data sintetik, dan penyetelan model khusus, semuanya didukung oleh alat keamanan yang kuat. Baca juga: Bard, Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Menghadirkan kemampuan AI generatif ke Google Cloud Bagi developer yang ingin merancang dan menyesuaikan model dan aplikasi mereka sendiri menggunakan AI generatif, dapat mengakses model AI Google, termasuk PaLM, di Google Cloud. Solusi baru ini telah berintegrasi dengan solusi Cloud yang sudah ada seperti: Dukungan AI generatif di Vertex AI Developer telah menggunakan platform AI Vertex Google Cloud untuk membangun dan menerapkan model machine learning dan aplikasi AI dalam skala besar. Google telah menyediakan model dasar, awalnya untuk menghasilkan teks dan gambar, dan seiring waktu, bertambah dengan audio dan video. Pelanggan Google Cloud akan memiliki kemampuan untuk menemukan model, membuat dan memodifikasi perintah, menyempurnakannya dengan data mereka sendiri, dan menerapkan aplikasi yang menggunakan teknologi baru ini. Generative AI App Builder Photo Credit: Google The Keyword Untuk bisnis dan instansi pemerintah yang ingin merancang antarmuka chat dan asisten digital bertenaga AI, tersedia Generative AI App Builder yang menghubungkan AI untuk media chat dengan pengalaman pencarian yang tidak biasa dan model dasar, membantu perusahaan membangun aplikasi AI generatif dalam hitungan menit atau jam. Photo Credit: Google The Keyword Kemitraan dan program AI baru Selain mengumumkan produk Google Cloud AI baru, Google juga memperluas ekosistem AI mereka dan program khusus untuk mitra, penyedia software yang berfokus pada AI, dan startup. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Fitur AI generatif baru di Workspace Lebih dari 3 miliar orang telah memanfaatkan fitur yang didukung AI di Google Workspace, entah itu menggunakan Smart Compose di Gmail atau ringkasan otomatis Docs. Sebagai tahapan selanjutnya, Google menghadirkan rangkaian fitur baru. Di Gmail dan Google Docs, cukup ketikkan topik yang ingin di tulis dan sistem akan langsung menyusun draf untuk Anda. Dari sana, Anda dapat menyingkat pesan atau menyesuaikan nada agar lebih ceria atau profesional—semuanya hanya dengan beberapa klik. Menskalakan AI secara bertanggung jawab AI generatif adalah teknologi tengah berkembang pesat, namun memiliki tantangan yang kompleks. Oleh karenanya Google menghadirkan AI Principles untuk memandu pengembangan AI. Selain itu, Google pun aktif mengundang penguji eksternal dan internal untuk menguji teknologi terbaru. AI Principles pun diterapkan bagi seluruh pelanggan yang mengandalkan produk Google untuk membangun dan mengembangkan bisnis mereka secara aman dengan AI. Dengan begitu, pengembangan model AI pun tetap aman dan bermanfaat bagi semua orang. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Google telah mengembangkan teknologi AI (kecerdasan buatan) selama bertahun-tahun. Paling baru, Google mengembangkan AI generatif dengan membidik developer dan penerapan langsung di Workspace. Untuk langsung menikmati hasil pengembangan ini, Anda dapat berlangganan rangkaian produktivitas Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Fitur Background Google Meet: Mudahkan Administrator Sediakan Gambar Latar End-user

Pernah terlibat dalam sebuah online meeting atau webinar yang mengharuskan Anda untuk memasang background khusus? Atau mungkin Anda ingin menyesuaikan gambar background online meeting dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia rapat? Dengan pembaruan Google Meet, semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Mari simak ulasannya berikut. Fitur penggantian background Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Memiliki gambar background atau latar belakang yang sesuai dengan branding perusahaan Anda akan membuat rapat menjadi lebih berwarna. Hal ini juga akan menumbuhkan rasa kedekatan pada brand perusahaan Anda. Baca juga: Peningkatan Kualitas Virtual Meeting saat Bergabung dengan Virtual Machine Google Meet baru saja meluncurkan pembaruan melalui fitur background replace. Dengan fitur ini, administrator Workspace di tempat Anda bekerja dapat menyediakan sekumpulan gambar untuk mengganti background pengguna secara otomatis. Ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memilih gambar yang secara tepat mewakili brand dan gaya khusus perusahaan. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum memulai, jika Anda ingin menerapkan setelan khusus bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di organizational unit (agar bisa ditetapkan menurut divisi mereka) atau configuration group (agar bisa ditetapkan bagi pengguna di seluruh atau di dalam divisi). Selanjutnya, administrator Workspace dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan organizational unit (OU) teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau configuration group. Klik Visual effects. Jika Anda ingin mengizinkan pengguna mengganti latar belakang mereka dengan gambar atau menggunakan gaya, centang kotak Users can replace their background with an image. Jika Anda mengaktifkan setelan ini, bahkan orang luar dapat mengganti latar belakang mereka selama rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Anda juga dapat memilih satu atau beberapa opsi berikut: Users can replace their background with custom images they provide themselves: Memungkinkan pengguna menggunakan gambar kustom mereka sendiri di rapat Meet. Gambar tidak akan tersedia untuk digunakan peserta lain. Jika Anda mengaktifkan setelan ini, bahkan orang luar dapat mengganti latar belakang mereka dengan gambar kustom selama rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Users can replace their background with stock seasonal images: Memungkinkan pengguna memilih gambar latar musiman yang disediakan Google, sering kali terkait dengan hari peringatan. Users can replace their background with a custom image provided by you: Memungkinkan pengguna untuk memilih gambar yang Anda berikan. Anda dapat membuat label untuk setiap gambar yang disediakan bagi screen readers. Jika Anda ingin mengizinkan pengguna menggunakan filter yang disediakan oleh Google, centang kotak Users can use special effects. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU atau grup, tersedia opsi untuk Inherit atau Override OU induk atau Unset setelan grup. Perubahan mungkin memerlukan waktu hingga 24 jam, tetapi biasanya terjadi lebih cepat. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru background Google Meet ini dirilis serentak pada tanggal 14 Maret 2023, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Dengan adanya fitur baru ini, administrator bisa dengan mudah menyimpan gambar background untuk digunakan oleh end-user selama virtual meeting berlangsung. Pengguna pun bisa menambahkan gambar sesuai dengan keinginan mereka lebih mudah dan lebih cepat. Fitur background Google Meet ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace. Nah, bagi Anda yang belum berlangganan, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk penggunaan di perusahaan dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Kami menyediakan solusi resmi, bergaransi, dengan implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

“Facelift” Aplikasi Google Workspace, Apa Saja yang Berubah?

 Google baru saja mengumumkan pembaruan untuk aplikasi Workspace. Pembaruan tersebut menyasar beberapa aspek namun fokus pada upaya untuk menghilangkan batas antara berbagai aplikasi di dalamnya. Ini termasuk aplikasi andalan mereka, seperti Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Seperti apa kira-kira “facelift” yang diberikan Google pada aplikasi Workspace? Custom building blocks Photo Credit: Google Workspace Blog Pembaruan ini memungkinkan Anda membuat komponen yang dapat digunakan kembali untuk tugas umum dan mengaksesnya dari @-menu. Misalnya, Anda dapat membuat template untuk melacak pencapaian dan tugas, checklist peluncuran produk, atau bahkan blok kode atau teks yang umum digunakan oleh tim Anda. Baca juga: Cara Menambahkan Trusted Types ke Google Workspace Template undangan kalender baru Photo Credit: Google Workspace Blog Google juga menghadirkan template undangan kalender baru yang akan memudahkan untuk berkolaborasi dengan tim. Kini Anda dapat membuat draf undangan kalender di Docs dengan mengakses “calendar draft” di bawah building blocks, mirip dengan tampilan Gmail. Menu drop-down Google Drive Pengguna Google Drive kini bisa lebih mudah mengakses berbagai jenis dokumen melalui menu drop-down di bagian atas setiap halaman. Tersedia juga in-line action bar untuk berbagi, mengunduh, atau mengedit dokumen saat mengarahkan kursor ke file. Baca juga: Tips Meningkatkan Fokus saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace Desain yang lebih simpel Elemen pendukung di Docs, Slides, dan Sheets, seperti toolbar di bagian atas, kolom komentar, hingga tombol “Share” kini didesain menjadi lebih bulat agar tampak lebih menonjol dibanding bagian putih halaman aplikasi. Fitur seperti companion bar dan ruler juga akan disembunyikan secara default. Dengan begitu, tampilan aplikasi pun menjadi lebih simpel. Penyempurnaan Google Drive Google menyempurnakan Drive untuk membantu Anda menyelesaikan tugas yang paling sering dilakukan dengan lebih cepat. Misalnya, kini berbagi, mengunduh, dan menghapus beberapa file sekaligus menjadi lebih sederhana dan cepat. Drive juga akan menampilkan tindakan utama (seperti berbagi, mengunduh, dan mengedit) secara langsung saat Anda mengarahkan kursor ke file. Tersedia juga search chip yang memungkinkan Anda memfilter menurut kriteria seperti jenis file, pemilik, dan tanggal modifikasi terakhir untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat. Ekstraksi data smart chip Photo Credit: Google Workspace Blog Pembaruan ini memungkinkan Anda memperkaya Sheets dengan informasi mengenai orang, file, dan event. Katakanlah Anda memerlukan detail kontak utama untuk suatu proyek, maka cukup klik kanan sel yang berhubungan dengan chip orang. Selanjutnya, pilih “data extraction” untuk menarik informasi tersebut langsung ke Sheet. Baca juga: Google Workspace FedRAMP High, Bantu Instansi Pemerintah Berkolaborasi secara Efektif Seluruh pembaruan di atas hadir dengan beberapa integrasi pihak ketiga, termasuk kemampuan smart chip pada Docs untuk perusahaan seperti Asana, Figma, Tableau, dan ZenDesk. Tahun lalu, Vishnu Sivaji, Direktur Manajemen Produk Google Workspace, juga membicarakan bagaimana Google mulai memasukkan ringkasan AI machine learning ke dalam Docs. “Facelift” Workspace sudah diluncurkan mulai akhir Februari 2023 lalu. Beberapa pembaruan masih berlangsung hingga saat ini. Hadirnya pembaruan ini sekaligus membuktikan komitmen Google Workspace untuk menghadirkan solusi kerja yang lebih efektif, apa pun model kerja yang Anda terapkan, baik itu bekerja langsung di kantor, di rumah, maupun secara hybrid. Untuk penerapan Workspace skala besar, Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Menyederhanakan Penerapan Fungsi Jaringan Cloud-native dengan Jaringan Native Kubernetes dan Network Function Optimizer

Communication Service Provider (CSP) melakukan modernisasi pada jaringan mereka, dengan memanfaatkan model operasi cloud dan komponen software yang disampaikan sebagai cloud-native network functions (CNF). Pergerakan menuju prinsip cloud-native dalam industri telekomunikasi telah tertanam kuat dalam standar industri seluler 5G. Sebagai sistem orkestrasi container yang paling banyak digunakan, Kubernetes telah menjadi platform de-facto untuk membuat software menggunakan prinsip-prinsip cloud-native, dan industri telekomunikasi merangkulnya untuk pengembangan, distribusi, dan manajemen fungsi jaringan cloud-native. Awalnya, komunitas Kubernetes mengambil pendekatan yang mengutamakan pengembang dengan menyediakan objek asli Kubernetes seperti Ingress. Kini, agar vendor fungsi jaringan dapat memenuhi persyaratan jaringan yang ketat dan kinerja CNF, mereka perlu memanfaatkan solusi jaringan eksternal untuk Kubernetes. Tantangan operasional CNF dengan pendekatan baru Kubernetes Pendekatan ini menimbulkan beberapa tantangan saat mengoperasionalkan CNF. Pertama, penggunaan rangkaian plugin berarti kebijakan jaringan dan keamanan tidak dapat diterapkan atau diterapkan secara statis khusus untuk antarmuka jaringan. Kedua, kebutuhan akan driver khusus perangkat atau modul kernel menurunkan keamanan workload dan menciptakan hubungan erat antara hardware dan software, mengikat workload ke platform akselerasi berbasis hardware tertentu yang sulit untuk dimigrasikan. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing Di Lingkungan Hybrid Dan Multicloud Peningkatan kebutuhan Kubernetes Pods Photo Credit: pressfoto (Freepik) Riset Google menemukan adanya kebutuhan yang jelas terhadap Kubernetes Pods dengan beberapa antarmuka jaringan untuk menambahkan pemisahan traffic yang ketat serta kontrol kinerja dan latensi. Ini menunjukkan bahwa Kubernetes dibutuhkan untuk mendukung pendekatan jaringan lebih holistik lagi. Kontribusi multi-networking Kubernetes Sebagai solusi, hadir kontribusi multi-networking mereka ke Cloud Native Computing Foundation (CNCF) Kubernetes Networking Special Interest Group (SIG). Tidak hanya berhenti di situ, Kubernetes juga meluncurkan Network Function, sebuah layanan jaringan baru yang tersedia untuk Google Distributed Cloud Edge dan Google Kubernetes Engine (GKE) yang memberikan dukungan multi-networking dan dataplane asli Kubernetes berperforma tinggi. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data Yang Lebih Aman di Google Kapabilitas Network Function Optimizer di GKE Network Function Optimizer di GKE menawarkan tiga kapabilitas, yaitu: Modernisasi jaringan cloud dengan multi-networking Kubernetes-native; Akselerasi bidang data berbasis software berkinerja tinggi; Kemampuan mengarahkan traffic. Menuju CNF cloud-native Photo Credit: Freepik Bukan hanya itu, pendekatan Kubernetes-native untuk jaringan ini juga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kebijakan, IPAM, penjadwalan, dan bahkan skenario ketersediaan tinggi Anda. Saat CSP mulai mengadopsi Network Function Optimizer, diharapkan pendekatan ini dapat mengaktifkan lebih banyak fungsi jaringan untuk GKE dan GDC Edge. Untuk kasus penggunaan seperti akses roaming seluler, panggilan darurat, peningkatan kapasitas, atau upgrade dan pemulihan bencana. Network Function Optimizer menghadirkan tingkat kebebasan dan penyederhanaan baru untuk CSP dan CNF. Kubernetes pun akan terus mengembangkan solusi ini untuk memudahkan Anda. Baca juga: Opsi Isolasi Dan Konektivitas Bidang Kontrol Baru untuk Klaster Google Kubernetes Engine Google Kubernetes Engine atau GKE merupakan platform unggulan yang dimiliki oleh Google Cloud. Dapatkan solusi Google Cloud yang telah disesuaikan dengan penggunaan skala besar hanya di EIKON Technology. Kami merupakan authorized reseller resmi yang dipilih langsung oleh Google untuk melakukan distribusi di Indonesia. Untuk mulai berlangganan, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Membangun Pipeline Data Streaming di Google Cloud

Banyak pelanggan membangun saluran data streaming untuk menyerap, memproses, dan kemudian menyimpan data untuk dianalisis. Di Google Cloud, desain umum pipeline terdiri dari tiga langkah: Sumber data mengirim pesan dengan data ke topik Pub/Sub. Pub/Sub menyangga pesan dan meneruskannya ke komponen pemrosesan. Setelah diproses, komponen pemrosesan menyimpan data di BigQuery. Untuk komponen pemrosesan, terdapat tiga alternatif, mulai dari dasar hingga lanjutan: langganan BigQuery, layanan Cloud Run, dan pipeline Dataflow. Mari simak ulasannya berikut. Contoh penerapan Photo Credit: Google Cloud Blog Tiga alternatif pemrosesan Artikel ini akan membahas cara melakukan pemrosesan menggunakan tiga opsi berikut: Langganan BigQuery, solusi pass-through tanpa kode yang menyimpan pesan tidak berubah dalam set data BigQuery. Layanan Cloud Run, untuk pemrosesan pesan individual yang ringan tanpa agregasi. Pipeline Dataflow, untuk pemrosesan lanjutan. Mari simak pembahasan untuk masing-masing pendekatan di bawah ini: Menyimpan data tidak berubah menggunakan langganan BigQuery Photo Credit: Google Cloud Blog Pendekatan pertama adalah yang paling mudah. Anda dapat mengalirkan pesan dari topik Pub/Sub langsung ke set data BigQuery menggunakan langganan BigQuery. Gunakan saat Anda menyerap pesan dan tidak perlu melakukan pemrosesan apa pun sebelum menyimpan data. Saat menyiapkan langganan baru untuk suatu topik, pilih opsi Write to BigQuery, seperti yang ditampilkan di sini: Photo Credit: Google Cloud Blog Detail tentang bagaimana langganan ini diimplementasikan sepenuhnya dipisahkan dari pengguna. Artinya, tidak ada cara untuk mengeksekusi kode apa pun pada data yang masuk. Ini adalah solusi tanpa kode, Anda tidak dapat menerapkan pemfilteran pada data sebelum disimpan. Baca juga: Mengintip Layanan Baru Google Cloud: Tawarkan Fleksibilitas Tinggi bagi Pengguna Memproses pesan satu per satu menggunakan Cloud Run Gunakan Cloud Run jika Anda memang perlu melakukan beberapa pemrosesan ringan pada masing-masing pesan sebelum menyimpannya. Misalnya, mengkanonikalisasi format data, di mana setiap sumber data menggunakan format dan bidangnya sendiri, tapi Anda ingin menyimpan data dalam satu format data. Photo Credit: Google Cloud Blog Pertimbangkan untuk menggunakan Cloud Run sebagai komponen pemrosesan dalam pipeline, jika: Anda dapat memproses pesan satu per satu, tanpa memerlukan pengelompokan dan penggabungan pesan. Anda lebih suka menggunakan model pemrograman umum daripada menggunakan SDK khusus. Anda sudah menggunakan Cloud Run untuk melayani aplikasi web dan lebih memilih arsitektur solusi yang konsisten dan simpel. Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Pemrosesan lanjutan dan agregasi pesan menggunakan Dataflow Cloud Dataflow, layanan yang terkelola sepenuhnya untuk mengeksekusi pipeline Apache Beam di Google Cloud, telah lama menjadi landasan pembangunan pipeline streaming di Google Cloud. Ini adalah pilihan yang baik bagi pipeline yang menggabungkan kelompok data untuk mengurangi data dan yang memiliki beberapa langkah pemrosesan. Dalam aliran data, pengelompokan dilakukan dengan menggunakan windowing. Fungsi windowing mengelompokkan koleksi tak terbatas berdasarkan time stamp. Ada beberapa strategi windowing yang tersedia, yaitu fixed, sliding, dan session windowing. Dataflow memiliki dukungan bawaan untuk menangani data yang terlambat. Data terlambat masuk saat jendela telah ditutup, dan Anda mungkin ingin membuang data tersebut atau memulai penghitungan ulang. Pendekatan mana yang sebaiknya dipilih? Photo Credit: Google Cloud Blog Ketiga pendekatan di atas memiliki kemampuan dan tingkat kerumitan yang berbeda. Dataflow adalah opsi paling andal dan paling kompleks, yang mengharuskan pengguna menggunakan SDK khusus (Apache Beam) untuk membangun pipeline mereka. Di sisi lain, langganan BigQuery tidak mengizinkan logika pemrosesan apa pun dan dapat dikonfigurasi menggunakan konsol web. Memilih alat yang paling sesuai dengan kebutuhan akan membantu Anda mendapatkan hasil yang lebih baik dengan lebih cepat. Baca juga: Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine Untuk pipeline besar (Skala Spotify), atau saat Anda perlu mengurangi data menggunakan windowing, atau memiliki multi-step pipeline yang rumit, pilih Dataflow. Dalam semua kasus lainnya, memulai dengan Cloud Run adalah yang terbaik, kecuali jika Anda sedang mencari solusi tanpa kode untuk menghubungkan Pub/Sub ke BigQuery. Dalam hal ini, pilih langganan BigQuery. Biaya adalah faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Cloud Dataflow menerapkan penskalaan otomatis, tetapi tidak akan menskalakan ke instance nol jika tidak ada data yang masuk. Untuk beberapa tim, ini adalah alasan memilih Cloud Run daripada Dataflow. Untuk rangkuman dari ketiga pendekatan tersebut, Anda bisa melihat tabel berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Google Cloud menyediakan solusi menyeluruh untuk membangun pipeline data streaming yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan bujet. Mulai nikmati berbagai kemudahan Cloud dengan berlangganan melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Cloud Indonesia, kami menyediakan solusi bergaransi disertai dengan implementasi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top