EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Gmail, Google Workspace, Info

Cara Mengatur Visibilitas Warning Banner Gmail Email Melalui Kontrol Admin Baru

Google baru saja meluncurkan pengaturan tambahan bagi admin Workspace untuk mengontrol warning banner email Gmail yang masuk. Dengan pengaturan tambahan ini, admin dapat menentukan apakah warning banner akan dimunculkan atau tidak pada Workspace end-user. Bagaimana caranya? Mari simak penjelasan berikut! Pengaturan warning banner Gmail email melalui kontrol admin Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, warning banner akan muncul secara otomatis setiap pesan spam atau pesan yang terindikasi sebagai phishing masuk ke inbox Gmail. Namun kini administrator dapat mengatur untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut sesuai kebutuhan. Pengaturan baru tersebut tersedia di Admin console dapat diakses melalui langkah-langkah berikut:  Apps > Google Workspace > Settings for Gmail > Spam, Phishing, and Malware > Add Another Rule  Sebagai administrator, Anda dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan peringatan ini saat melakukan pelatihan anti-phishing dengan end-user. Opsi baru ini memberikan lebih banyak fleksibilitas seputar visibilitas peringatan ini, bagaimanapun pilihan konfigurasi yang Anda pilih. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta Pengaturan filter spam di Gmail Secara default, Gmail memindai semua email untuk mencari spam. Saat Gmail mendeteksi adanya spam, maka pesan akan langsung dikirim ke folder spam penerima. Administrator tidak dapat menonaktifkan pemindaian spam Gmail. Namun, administrator dapat menggunakan Spam setting untuk membuat filter spam guna menyesuaikan perilaku pemindaian spam Gmail. Dengan menyesuaikan filter spam Gmail, maka Anda dapat mengatur: Pesan dari pengirim pada daftar pengirim yang disetujui tidak ditandai sebagai spam. Pesan dari pengirim di domain Anda tidak ditandai sebagai spam. Pesan spam dikarantina, sehingga Anda dapat meninjaunya sebelum dikirim ke penerima. Pesan dari pengirim massal dipindai lebih dalam untuk mencari spam. Cara menambahkan filter spam di Gmail Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Gmail > Spam, Phishing and Malware. Di sebelah kiri, pilih organizational unit (OU). Gulir ke Spam dan klik Configure atau Add another rule. Di kotak Add setting dan masukkan nama unik untuk setelan tersebut. Pilih opsi pemfilteran spam. Gmail menyediakan enam opsi yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Di bagian bawah kotak Add setting, klik Save. Verifikasi bahwa setelan baru telah tercantum di tabel Spam setting. Perubahan kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Anda juga dapat melacak perubahan di log audit konsol Admin. Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mulai menggunakan fitur Warning banner Gmail kini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada level domain atau OU. Anda cukup mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan warning banner di Gmail end-user. Pengaturan baru ini dirilis secara bertahap di mulai pada tanggal 17 Februari 2023, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang dikelola oleh administrator. Itu artinya, fitur tidak berlaku bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Pengaturan tambahan ini juga tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (pendahulu Google Workspace). Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Pengaturan tambahan ini memungkinkan administrator untuk mengelola warning banner di setiap akun Gmail end-user mereka. Ini akan sangat memudahkan jika Anda ingin melakukan pelatihan anti-phishing atau untuk sekadar menunjukkan contoh pesan phishing dan malware untuk menjaga keamanan end-user. Seperti yang telah disebutkan, fitur baru ini hadir untuk penggunaan Workspace yang dikelola oleh administrator. Bagi Anda yang membutuhkan Workspace untuk penggunaan skala besar, EIKON Technology menyediakan paket langganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi pemasangan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace, Info

7 Inovasi Google Workspace : Ciptakan Transformasi Model Kerja

 Tahun 2022 lalu, Workspace telah meluncurkan lebih dari 300 fitur untuk memudahkan pelanggan dalam bekerja. Tidak sekadar menyederhanakan proses kerja, Workspace juga terus berusaha untuk menciptakan konektivitas yang lebih seamless dan bermakna. Berikut 7 inovasi dari Google Workspace yang telah berhasil menciptakan transformasi kerja. Meningkatkan kapabilitas smart canvas Tahun lalu, Google mengumumkan perluasan kapabilitas smart canvas ke aplikasi pihak ketiga, yaitu Asana, Atlassian, Figma, Salesforce, dan mitra lainnya tanpa meninggalkan Workspace. Selain itu, hadir fitur baru smart chip dan tampilan timeline ke Sheets, mengubah spreadsheet sederhana menjadi dasbor yang canggih untuk pelacakan proyek. Menjaga komunikasi hybrid working Photo Credit: Freepik Setelah pandemi, jutaan organisasi di seluruh dunia telah menerapkan sistem kerja hybrid, tapi mereka menemukan kesenjangan yang signifikan antara karyawan di kantor dan kolega jarak jauh mereka. Akibatnya, banyak pekerja merasa kesulitan berkomunikasi, Untuk mendorong ekspresi dan koneksi dalam rapat video, Workspace meluncurkan speaker spotlight di Slide. Ada juga companion mode untuk smartphone untuk memastikan bahwa setiap orang dapat berpartisipasi penuh dalam rapat hybrid. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Memastikan tiap orang terlihat dan terdengar Dalam model kerja hybrid, ada kalanya situasi seseorang tidak seragam seperti saat mereka bekerja di kantor. Misalnya, saat video meeting, ada yang bergabung dari bandara yang bising atau kedai kopi dengan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk memastikan konsistensi pengalaman pengguna di Meet, Workspace meluncurkan portrait restore, portrait light, dan automatic de-reverbation untuk membantu mereka yang sedang dalam perjalanan, bergabung dengan webcam biasa, atau koneksi Wi-Fi terbatas, Jadi, mereka tetap dapat dilihat dan didengar selama panggilan video Meet. Menindaklanjuti informasi penting dengan cepat Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk bisa memilah mana dokumen yang penting dan tidak, butuh waktu yang tidak sebentar. Workspace menawarkan solusi dengan meluncurkan kapabilitas auto-generated summaries di Docs yang akan menyediakan ringkasan tentang poin-poin utama dalam dokumen. Jadi, Anda dapat mengurai informasi yang penting dengan cepat dan memprioritaskan poin yang perlu difokuskan. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Menyelesaikan lebih banyak hal dengan tampilan terpadu Google Workspace Karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya berpindah-pindah antara email, aplikasi perpesanan, dan rapat virtual. Perpindahan tersebut dapat menyebabkan hilangnya fokus. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Google menyatukan Gmail, Chat, Docs, dan Meet ke dalam satu tampilan terpadu (dengan opsi untuk menyesuaikan berdasarkan gaya kerja pribadi Anda). Menciptakan ruang kerja yang lebih aman Photo Credit: onlyyouqj (Freepik) Saat dunia kerja terus berkembang, keamanan dan privasi menjadi sangat penting. Sebab keduanya adalah dasar untuk semua kolaborasi. Google melindungi pengguna Gmail dari hampir 15 miliar pesan yang tidak diinginkan setiap hari, memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Google juga telah meluncurkan Access Approvals agar perusahaan dapat membuat aturan terperinci untuk akses ke data yang tercakup. Selain itu, tersedia enkripsi client-side untuk Gmail dan Calendar, menambah kemampuan maximum transmission unit (MTU) yang sudah tersedia di Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet. Menghadirkan aplikasi lain ke Workspace Saat bekerja, sering kali Anda perlu berpindah-pindah aplikasi. Perusahaan dan karyawannya tentu menginginkan akses yang mudah dan aman ke email, obrolan, konferensi video, dan mereka mengharapkan alat tersebut bekerja dengan mulus bersama aplikasi penting lainnya yang mereka gunakan untuk tetap berhubungan dengan pelanggan, memvisualisasikan data, mengelola proyek, dan membuat desain kreatif . Workspace terus berusaha untuk menjadi platform produktivitas yang terbuka dan dapat diperluas untuk pengguna di seluruh dunia. Google membuka ekosistem mereka dengan API untuk Meet dan Chat serta Meet add-on SDK, memungkinkan developer untuk memperkaya pengalaman Meet dengan menghubungkannya secara aman dengan aplikasi pihak ketiga. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Inovasi yang diluncurkan Google Workspace pada tahun 2022 telah membantu banyak perusahaan menyelesaikan lebih banyak hal dan mencapai tujuan mereka, sekaligus menjaga agar seluruh karyawan mereka bisa tetap terhubung sehingga mereka dapat lebih mudah berkreasi. Untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dan berkolaborasi, paket berlangganan Google Workspace kini telah tersedia di EIKON Technology. Dengan Workspace, perusahaan dapat menghadirkan kolaborasi modern yang lebih seamless. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Tips Meningkatkan Fokus saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace

Mempertahankan fokus saat menjalankan hybrid work bukanlah sebuah perkara mudah. Fokus di sini berarti melakukan apa yang ingin Anda lakukan, ketika Anda memang berniat melakukannya. Belajar meningkatkan fokus akan membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas serta keterlibatan karyawan. Artikel kali ini akan membahas tentang tips meningkatkan fokus saat kerja hybrid dengan memanfaatkan Google Workspace. Mari simak bersama. 4 Tips memanfaatkan Google Workspace untuk meningkatkan fokus Photo Credit: Google Workspace Blog Waktu merupakan sumber daya yang paling berharga. Setiap gangguan yang muncul dan merusak fokus Anda terdapat konsekuensi yang dapat mengakibatkan hilangnya sumber daya yang paling berharga ini. Berikut adalah 4 cara untuk meningkatkan fokus dalam era kerja hybrid seperti sekarang dengan memanfaatkan Google Workspace. Sesuaikan waktu fokus dengan lokasi Anda Karyawan yang bekerja di lingkungan hybrid biasanya terbagi dalam dua kelompok: mereka yang lebih fokus di rumah (atau jarak jauh) dan mereka yang lebih fokus di kantor. Orang yang lebih fokus di rumah sebaiknya menjadwalkan agenda mereka di kantor agar fokus kerja tidak terpecah. Kemudian mereka yang lebih mudah fokus di kantor bisa menjadwalkan agenda saat ada di rumah untuk mengurangi gangguan selama di kantor. Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Gunakan isyarat fisik untuk melatih otak agar fokus Sulit untuk mengubah mental saat bekerja dari rumah. Untungnya, kita bisa masuk ke mode kerja di rumah dengan trik yang membantu otak mengasosiasikan penataan tertentu dengan waktu kerja. Misalnya, memilih sudut tertentu di rumah untuk bekerja. Dengan bekerja di tempat tersebut secara teratur, otak akan mengasosiasikannya sebagai sebuah tempat untuk bekerja. Lakukan secara teratur dan disiplin untuk mempertajam fokus Anda. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Cegah gangguan sebelum terjadi Cara terbaik untuk pulih dari gangguan adalah mencegahnya terjadi sejak awal. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membatasi gangguan: Gunakan fitur Focus time untuk menolak rapat dan mematikan Google Chat secara otomatis. Pertimbangkan untuk menonaktifkan notifikasi email dari Docs, Sheets, dan Slides bersama. Pesan yang belum dibuka masih dapat menarik perhatian meski Anda tidak berencana membacanya. Fitur Filters and label membantu pengguna Gmail merapikan kotak masuk. Bekerjalah di satu tab saja untuk tetap menjaga fokus. Jika terasa sulit untuk dilakukan Anda dapat mengelompokkan tab menurut tugas yang sedang dikerjakan. Tetapkan aturan bagi tim Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sambil mengajak karyawan untuk menyesuaikan kebiasaan dan lingkungan kerja mereka, manajer dapat membantu tim mereka membangun kondisi dan kultur kerja yang dapat mempertahankan fokus. Identifikasi faktor-faktor yang mempermudah atau mempersulit anggota tim untuk tetap mengerjakan tugas dan menetapkan aturan tim untuk cara terbaik berkomunikasi dan berkolaborasi. Misalnya dengan menetapkan aturan “Tidak Ada Meeting di Hari Jumat” atau “Dilarang Mengirim Email Selama Akhir Pekan”. Sambil menata kembali norma tim, pikirkan platform mana yang paling cocok unutk tugas tertentu. Contohnya, Chat hanya boleh digunakan untuk permintaan yang benar-benar mendesak. Paling penting, semua aturan yang sudah dibuat harus benar-benar dilaksanakan, tidak hanya oleh anggota tim, tapi juga oleh manajer tim. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Memperdalam fokus akan memberikan hasil besar untuk perusahaan. Menghadapi gangguan dan menetapkan ruang untuk bekerja membuat kita menjadi karyawan, rekan tim, dan pemimpin yang lebih baik. Dengan kebebasan untuk fokus, kita menjadi lebih produktif, lebih kreatif, dan terbuka terhadap kemungkinan yang lebih besar. Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di Google Workspace, Anda dapat meningkatkan fokus lebih baik saat bekerja di lingkungan hybrid. Tingkatkan kolaborasi kerja hybrid Anda dengan Google Workspace sekarang. EIKON Technology siap membantu Anda untuk penerapan Workspace mulai dari tahap perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud

Google Cloud Technical Guides for Startups: Panduan Lengkap untuk Perusahaan Startup

Penting bagi perusahaan startup untuk mendapatkan dukungan teknis yang holistik sehingga dapat membangun dan mengukur bisnis mereka ke tingkatan selanjutnya. Pada tahun 2023 ini, Google meluncurkan seri terbaru Google Cloud Technical Guides for Startups. Melalui panduan ini Anda dapat mempelajari aspek teknis yang dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan startup. Mari simak detail selengkapnya berikut. Google Cloud Technical Guides for Startups Panduan Google Cloud Technical Guides for Startups ini hadir dalam 3 multi-series, yakni seri Start, Build, dan Grow. Pada seri Start dan Build, Anda dapat menjelajahi cara untuk mulai menggunakan Google Cloud di startup Anda, serta cara untuk membangun dan mengoptimalkan aplikasi yang ada. Google Cloud Technical Guides for Startups hadir dalam format video yang mudah diikuti. Video bisa Anda akses kapan saja. Di samping itu, Google juga menyediakan handbook gratis yang terhubung dengan video panduan. Seluruh materi disampaikan oleh internal Google sesuai dengan kompetensi masing-masing, seperti customer engineer yang akan memandu Anda di sepanjang seri Start. Baca juga: Optimalkan Startup Anda Dengan Technical Guide For Startups, Panduan Teknis Mengembangkan startup Anda dengan seri Grow Baru-baru ini, Google meluncurkan seri ketiga dari panduan Google Cloud Technical Guides for Startups, yakni seri Grow. Seri ini berfokus pada tips untuk menumbuhkan dan menskalakan penyebaran startup Anda. Grow merupakan bagian terakhir dari multi-series pemberdayaan teknis. Dalam seri Grow ini Anda tidak hanya akan mendapat informasi mengenai beberapa solusi Google Cloud yang menarik dan inovatif, tapi juga bisa mempelajari beberapa contoh kasus yang nantinya dapat diterapkan pada startup Anda. Skalakan penyebaran Anda Photo Credit: DCStudio (Freepik) Di Seri Grow Google Cloud Technical Guides for Startups, Anda dapat mempelajari cara untuk menskalakan bisnis startup dengan memanfaatkan solusi yang disediakan seperti Looker (untuk mendapatkan insight yang kuat), Cloud Spanner (database relasional yang sangat terukur), AlloyDB (database postgresql), dan Anthos (platform berkinerja tinggi untuk kebutuhan konektivitas hibrida startup Anda). Jelajahi arsitektur khusus industri Tidak hanya mengenal dan mempelajari solusi yang disediakan Google Cloud, di seri terbaru ini Anda juga dalam menyelam ke beragam contoh kasus dari berbagai industri. Contoh kasus tersebut merupakan hasil temuan Google Cloud saat mengeksplorasi arsitektur startup, mulai dari perawatan kesehatan hingga vertikal ritel, dan banyak lagi. Baca juga: Tips Membangun Data Team yang Solid untuk Startup EdTech dengan Google Cloud Optimalkan untuk keberlanjutan digital Penting bagi perusahaan startup untuk mempelajari keberlanjutan digital dan operasional (digital and operational sustainability) sekarang. Ini akan membantu mereka untuk bertahan di industri dan unggul dalam persaingan pasar. Pemahaman mengenai keberlanjutan ini pun telah tersedia di Google Cloud Technical Guides for Startups. Seri terbaru ini bahkan menyajikan informasi mengenai cara menjalankan aplikasi dengan karbon bersih (nol emisi). Mulai episode pertama seri Grow Photo Credit: Google Cloud Blog Episode pertama seri Grow Google Cloud Technical Guides for Startups telah dirilis. Bagian pertama ini memberi penjelasan mengenai overview dari topik yang akan dibahas pada keseluruhan seri nantinya. Anda bisa langsung mengakses videonya di sini. Keseluruhan panduan Google Cloud Technical Guides for Startups bisa Anda akses melalui website Cloud on Air. Anda juga dapat berlangganan kanal YouTube Google Cloud Tech untuk menemukan video panduan seri Start, Build, dan Grow. Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Google Cloud dapat membantu pengembangan startup, bisa mengunjungi halaman ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan dari Google dan mendaftar dalam komunitas startup Cloud, acara virtual, penawaran khusus, dan masih banyak lagi. Baca juga: Ini yang Perlu Dipelajari dari Penyebab Kegagalan Usaha Startup Selain Google Cloud Technical Guide sebenarnya masih ada banyak sekali layanan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan startup. Namun sebelum memulainya, pastikan Anda telah menerapkan komputasi awan Google Cloud untuk perusahaan. Sebab skala yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda jelas lebih besar dari skala komputasi awan untuk pemakaian personal. Untuk mulai menerapkan ekosistem cloud dari Google, EIKON Technology siap membantu Anda. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, kami menyediakan produk legal dan bergaransi resmi. Di samping itu, kami juga menyediakan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud

 Google Cloud mendukung berbagai kemampuan IPv6. Saat menggunakan IPv6 addressing, Cloud memberi Anda 2 pilihan: menggunakan Global Unicast Addresses (GUA) untuk konektivitas eksternal atau Unique Loca Addresses (ULA) untuk konektivitas pribadi. Artikel ini akan membahas cara menggunakan address space GUA dan ULA Google Cloud dalam jaringan VPC serta menyesuaikannya untuk lingkungan Anda, dengan 4 miliar IPv6 addressing tersedia untuk setiap VM instance. Penting untuk diingat, Anda hanya dapat mengonfigurasi jaringan VPC dengan dual-stack subnet disetel ke kustom; IPv6 addressing tidak tersedia jika mode subnet diatur ke otomatis. Anda dapat membuat jaringan VPC mode kustom sebagai berikut: Jika memilih untuk menggunakan ULA addressing sebagai jaringan VPC Anda, Google Cloud akan memberi pilihan berikut ini: Alokasi otomatis rentang alamat /48 untuk VPC Anda dari rentang fd20::/20 Rentang alamat /48 pilihan Anda dari rentang fd20::/20 range gcloud compute networks create my-test-network –subnet-mode=custom –enable-ula-internal-ipv6 –internal-ipv6-range fd20:1:2:3::/48 Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Setiap rentang alamat /48 secara otomatis dialokasikan di semua region GCP dengan bagian dari /48 dicadangkan untuk setiap region (mis., /54 untuk us-central1, /55 untuk europe-west1, /56 untuk asia-south1). Subnet dengan panjang awalan /64 dialokasikan dari masing-masing reservasi regional. Ini memungkinkan Anda membuat: hingga 256 subnet di region tempat /56 dicadangkan secara otomatis; hingga 512 subnet di region tempat /55 dicadangkan secara otomatis; dan hingga 1024 subnet di region tempat /54 dicadangkan secara otomatis. Photo Credit: Freepik Keseluruhan /48 hanya tersedia untuk jaringan Anda dan dijamin tidak akan tumpang tindih dengan jaringan lain mana pun di GCP. Anda dapat membuat subnet dengan rentang ULA yang terkait dengan mengetikkan: Anda dapat membuat VM dengan ULA addressing untuk konektivitas internal dengan mengaitkannya ke subnet ULA. A /96 dialokasikan ke VM saat pembuatan: Jika memilih menggunakan GUA addressing untuk subnet Anda, maka /64 dialokasikan untuk setiap subnet yang dibuat. Subnet GUA dialokasikan dari rentang alamat 2600:1900::/28: Anda juga dapat membuat VM dengan GUA address untuk konektivitas eksternal dengan mengaitkannya ke subnet GUA. A /96 dialokasikan ke VM saat pembuatan: Secara default, Google Cloud menggunakan DHCPv6 untuk menetapkan alamat /128 pertama ke antarmuka VM dan membuat data Auto-DNS AAAA untuk /128 pertama. Namun, Google Cloud memberi Anda fleksibilitas untuk menggunakan 4 miliar IPv6 addressing yang dialokasikan ke setiap antarmuka VM dengan mengubah konfigurasi default. Berikut adalah beberapa hal menarik yang dapat Anda lakukan dengan kapabilitas ini: Buat container dan sematkan container id 32-bit unik di rentang alamat VM. Misalnya: <VM 96-bit IPv6 range> <32-bit container id>. Ini memungkinkan penerima traffic untuk mengenali pengirim dari container id. Jika membuat aplikasi di Google Cloud, Anda dapat meneruskan beberapa metadata melalui lapisan jaringan secara buram. Untuk tujuan pengaburan, gunakan sembarang alamat IPv6 /128 dari rentang alamat /96 yang ditetapkan. Anda juga dapat menyandikan informasi yang relevan dengan lingkungan Anda seperti ID lokasi, menggunakan random bits dari 32-bit terakhir. Terakhir, gunakan pemrograman berbasis sufiks dengan menggunakan sufiks terkenal untuk mengidentifikasi jenis beban kerja tertentu. Baca juga: Cara Memigrasikan Pengguna Active Directory Lokal ke Google Cloud Managed Microsoft AD Contoh Berikut adalah contoh penetapan IPv6 addressing unik ke container menggunakan ruang nama jaringan: Photo Credit: Google Cloud Blog Pertimbangkan kasus di mana Anda memiliki container untuk lingkungan dev dan prod yang berjalan di VM. Jika setiap lingkungan diberi ID unik (katakanlah, lingkungan dev memiliki ID=1 dan lingkungan prod memiliki ID=2), maka 32-bit VM yang lebih rendah dapat menyandikan ID ini. Anda kemudian dapat menerapkan ACL sehingga prod database hanya dapat menerima koneksi dengan alamat yang 32-bitnya lebih rendah adalah ‘2’. Ini menambah tingkat keamanan lain dengan menyediakan isolasi lingkungan pada lapisan jaringan. Semoga dokumentasi ini dapat membantu Anda memahami cara memanfaatkan alokasi /96 address untuk setiap VM dengan cara yang unik dan menyesuaikannya untuk lingkungan Anda. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memulai IPv6 di Google Cloud, Anda dapat mengunjungi halaman berikut ini. Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Google Cloud mendukung berbagai kapabilitas IPv6, Anda bahkan dapat memilih jaringan untuk konektivitas eksternal atau pribadi. Nikmati kemudahan ini dengan berlangganan Google Cloud melalui EIKON Technology, partner resmi Google Cloud Indonesia. Di samping menyediakan solusi resmi bergaransi, kami juga memberikan pelayanan menyeluruh dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings

Setelah mengalami peningkatan pengguna selama pandemi, aplikasi konferensi video semakin berkembang. Apllikasi panggilan video unggulan seperti Google Meet bahkan terus menambahkan fitur baru, memperbaiki bug, hingga meningkatkan aksesibilitas. Paling baru, Meet menyertakan caption terjemahan langsung selama rapat untuk mengatasi kendala bahasa, jarak, dan disabilitas. Pada pertengahan Februari lalu, Google meningkatkan fitur tersebut lebih jauh lagi dengan menyertakan caption dalam rekaman rapat. Caption terjemahan video recording Google Meet Tahun 2021 lalu, Google Meet memperkenalkan caption terjemahan real-time yang dibuat secara otomatis untuk panggilan video mereka. Kini, host maupun co-host dapat mengaktifkan teks untuk video recording (dengan asumsi akun Workspace mereka telah mendukung kapabilitas perekaman). Selain itu, pengajar yang memulai sesi Meet melalui Google Classroom juga akan memiliki akses ke kapabilitas ini. Kapabilitas baru ini akan sangat bermanfaat bagi peserta rapat dengan gangguan pendengaran yang tidak dapat hadir dalam live meeting. Dengan begitu, mereka pun bisa lebih mudah memahami jalannya rapat. Agar seluruh peserta rapat, baik yang bisa hadir dalam live meeting maupun tidak, dapat mengakses caption terjemahan video recording Meet, host harus membagikan rekaman, beserta caption terjemahannya. Anda dapat menyimpan keduanya dalam folder ‘Meet Recordings’ yang ada di akun Google Drive dengan format MP4. Baca juga: Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom Ketersediaan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Per 12 Februari 2023, fitur baru ini telah muncul di sebagian akun pengguna. Namun jika fitur belum muncul di akun Google Meet Anda, tak perlu merasa khawatir. Pasalnya, perilisan fitur dilakukan secara bertahap dan kemungkinan besar akan selesai pada tanggal 15 Maret 2023 nanti. Sebagai fitur aksesibilitas, Google telah membuatnya dapat diakses oleh semua akun Workspace (yang telah dilengkapi dengan kapabilitas video recording). Namun jika ekosistem Workspace Anda masih belum menggunakan kapabilitas ini, Anda masih dapat mengaktifkan fitur Live Transcribe Android atau Live Captions Chrome untuk mendapatkan transkripsi serupa saat melihat video recording Google Meet. Google juga menyebutkan bahwa kapabilitas untuk memasukkan caption terjemahan ke video recording Meet akan tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, dan Enterprise Plus. Bersamaan dengan semua ini, pelanggan Education Plus, Teaching, dan Learning Upgrade juga termasuk dalam daftar. Peluncuran fitur ini ditujukan untuk domain rilis cepat pada tanggal 1 Maret dan akan tersedia bagi seluruh pengguna pada tanggal 15 Maret. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Mulai menggunakan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sebelumnya, Google telah melakukan peluncuran caption terjemahan langsung untuk Meet pada Januari 2022. Fitur ini memiliki kemampuan untuk menerjemahkan percakapan secara otomatis dari satu bahasa lisan ke bahasa lain secara real-time di Google Meet. Bahasa yang tersedia untuk menampilkan teks adalah Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Belanda (beta), Italia (beta), Jepang (beta), Korea (beta), Portugis (beta), Rusia (beta), dan Mandarin-Tradisional (segera hadir). Caption terletak di bagian bawah layar panggilan video Google Meet. Peserta Google Meet juga dapat memvisualisasikan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya. Anda juga dapat memodifikasi bahasa teks dengan memilih opsi bahasa yang tersedia dan mengeklik ‘Apply’. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Dengan adanya perluasan kapabilitas Google Meet, aplikasi virtual meeting ini menjadi semakin lengkap. Virtual meeting pun akan jadi makin inklusif, terutama jika peserta menggunakan bahasa yang berbeda-beda atau mengalami kesulitan untuk mengakses suara video recording Meet. Google Meet merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Google Workspace

Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk 2023, Seperti Apa?

AppSheet merupakan sebuah platform terintegrasi Google Workspace yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi dengan cepat tanpa kode. Platform ini hadir untuk memudahkan Anda mengejar model kerja yang terus berubah. Dengan terus berubahnya cara kerja, kebutuhan akan alat tanpa kode (no-code) dan rendah kode (low-code) yang memungkinkan kerja hybrid dan memberdayakan tenaga kerja di semua industri terus meningkat. Demokratisasi pembuatan software pun makin populer di dalam perusahaan. Data dari Forbes memprediksi bahwa pada tahun 2024 nanti, 65% aplikasi akan dikembangkan dengan alat low-code. Sepanjang sejarah, kebutuhan akan alat produktivitas yang membangun aliran informasi tanpa hambatan, komunikasi instan, wawasan yang kuat, dan memanfaatkan data real-time tidak pernah sebesar ini. Sebagai raksasa platform no-code dan low-code, Google terus mengembangkan solusi untuk dapat menyelesaikan hambatan yang dihadapi konsumen. Dengan menghadirkan AppSheet, Google fokus untuk membantu Anda menciptakan kolaborasi tenaga kerja dalam skala besar, mendigitalkan alur kerja manual, dan membangun tata kelola yang baik. Rencana pengembangan AppSheet Photo Credit: pressfoto (Freepik) Pada tahun 2022 lalu, AppSheet telah meluncurkan beberapa inovasi baru yang menitikberatkan pada kolaborasi, kemudahan penggunaan platform, serta tata kelola. Berikut adalah beberapa area fokus AppSheet untuk tahun 2023 ini: Tak ada lagi paper trails melalui pengembangan aplikasi yang mudah Kunci keberhasilan strategi transformasi digital apa pun adalah memastikan semua orang—terlepas dari pengetahuan teknologi mereka—diberdayakan secara setara. Tahun lalu, Google memperkenalkan AppSheet Database dan meluncurkan preview terbatas. Kapabilitas tersebut hadir untuk menyederhanakan pembuatan aplikasi AppSheet dan mengintegrasikannya dengan platform. Selain itu, Google juga meluncurkan preview navigasi baru yang disempurnakan ke editor AppSheet untuk memudahkan pengembangan. Kedua fitur ini akan diluncurkan untuk umum tahun 2023 ini. Baca juga: Kenalan Dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Meningkatkan kolaborasi, keterhubungan tenaga kerja, dan pengalaman pengguna Kebanyakan perusahaan menggunakan aplikasi chatting untuk menjalankan alur kerja mereka. Pada tahun 2023 ini, AppSheet berencana meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membuat Chat Apps (chatbots). Dengan fitur baru tersebut Anda dapat mendesain aplikasi chatting untuk menjalankan alur kerja tanpa menulis satu baris kode pun. Dengan begitu, digitalisasi proses komunikasi di tempat kerja Anda pun menjadi lebih mudah. Selain itu, AppSheet juga memudahkan pengguna dalam membuat aplikasi desktop dan membangun Desktop User Experience. Fitur-fitur baru ini akan diluncurkan untuk publik pada akhir kuarter pertama (Q1) 2023. Baca juga: Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet Tata kelola dan kepatuhan Photo Credit: creativeart (Freepik) AppSheet menyederhanakan tata kelola dalam skala besar. Tahun 2022 lalu, platform yang terintegrasi dengan Google Workspace tersebut telah memperkenalkan kebijakan tata kelola yang diperluas untuk mengontrol perilaku dan batasan AppSheet. Selain itu, administrator untuk AppSheet kini dapat memiliki kontrol hierarki atas manajemen tim dalam akun mereka. Kapabilitas ini memungkinkan pengawasan terpusat terhadap tim terdistribusi. Kemitraan Tahun lalu, AppSheet bersama Google mengumumkan program baru yang fokus dalam pembangunan masyarakat. Tepat pada momen tahun baru, AppSheet resmi masuk dalam silver tier level Project Management Institute (PMI) Citizen Developer™ Partner. PMI sendiri merupakan sebuah lembaga yang berdedikasi untuk membantu membekali individu dan organisasi di seluruh dunia dengan alat yang akan membuat mereka unggul. Baca juga: Tips Meningkatkan Fleksibilitas Kerja dengan AppSheet AppSheet adalah sebuah platform pengembangan aplikasi no-code yang terintegrasi dengan Google Workspace. Dengan memanfaatkan platform ini, Anda dapat merancang sebuah aplikasi meski tidak memiliki dasar terkait programming. Pada tahun 2023 ini, AppSheet berencana meluncurkan beberapa fitur dan kapabilitas baru yang semakin memudahkan Anda dalam mengembangkan aplikasi tanpa kode. Nikmati segala kemudahan yang ditawarkan AppSheet dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami siap membantu Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Dapatkan segera di sini!

Google Workspace

Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya

Keberadaan data yang tepercaya dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan dan mengambil tindakan. Namun untuk sepenuhnya memberdayakan pengguna data, tidak cukup jika hanya mengandalkan data saja. Perusahaan harus menyediakan akses bagi pengguna melalui alat yang mereka gunakan setiap hari, seperti spreadsheet. Pada tanggal 15 Februari 2023 lalu, Google mengumumkan ketersediaan umum fitur Connected Sheets for Looker. Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mengakses metrik yang ditentukan secara terpusat serta hubungan data dari lapisan semantik Looker melalui antarmuka Google Sheets yang sudah familier bagi pengguna Workspace. Dukungan terbaik Looker dan Google Sheets Dengan lapisan semantik terpadu Looker, pengguna data dapat menyederhanakan data kompleks untuk end-user dengan menyusun logika dan metrik bisnis dalam model data terpusat. Untuk membangun organisasi berbasis data, kapabilitas untuk membuat keputusan berbasis data harus dapat diakses oleh seluruh karyawan dan dapat diterapkan pada keputusan sehari-hari dengan mudah. Connected Sheets for Looker menghadirkan pengalaman tersebut bagi para penggunanya. Photo Credit: Google Cloud Blog Salah satu penerapannya adalah pada sektor kesehatan. Connected Sheets for Looker dimanfaatkan untuk meningkatkan akses perawatan kesehatan dengan menggabungkan perawatan virtual terbaik, kunjungan langsung, dan teknologi untuk mendukung pasien. Connected Sheets for Looker menyediakan pelaporan yang mudah diakses—yang telah mendorong transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar di seputar metrik utama—sehingga menghasilkan hasil operasi yang lebih baik. Dengan begitu, pengguna dapat memenuhi kebutuhan data seluruh pemangku kepentingan mereka. Baca juga: Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets Data yang terus diperbarui Photo Credit: Google Cloud Blog Melalui Connected Sheets for Looker, pengguna Google Sheets dapat mengakses dan menjelajahi data tepercaya dari 50+ database berbeda yang didukung oleh Looker. Tampilan Looker, dimensi, dan ukuran disajikan melalui tabel pivot, memungkinkan pengguna menjelajahi kumpulan data secara fleksibel dengan membuat pivot, membuat bagan, dan menambahkan formula baru. Dengan adanya koneksi langsung antara Looker dan Google Sheets, maka data selalu terbarui dan akses pengguna pun diamankan berdasarkan izin Looker. Baca juga: Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk memanfaatkan Connected Sheets for Looker, satu-satunya hal yang perlu dilakukan admin adalah mengaktifkan Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets dalam panel BI Connectors di bagian Platform menu Admin Looker. Pastikan juga Anda sudah mengaktifkan instance Looker versi 22.20 atau lebih baru dan di-hosting di Google Cloud. Setelah Connected Sheets for Looker diaktifkan, pengguna dapat mulai mempelajari data Looker di Google Sheets dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Sheets dan arahkan ke menu Data. Di dalam menu Data, arahkan kursor ke Data connectors, lalu klik Connect to Looker. Masukkan URL instance Looker (misalnya: https://contoh.looker.com) Izinkan Google Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Pilih model Looker dan jelajahi model yang ingin Anda sambungkan. Buat tabel pivot dan mulai jelajahi data Anda. Baca juga: Perluasan Smart Chips di GSheets, Kini Anda Bisa Menambahkan Events Dengan hadirnya fitur Connected Sheets for Looker ini Anda dapat mengelola akses data dengan mudah dan aman. Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Cloud dengan aktivasi oleh administrator. Belum menggunakan Cloud sebagai solusi komputasi awan Anda? Kini paket berlangganan Google Cloud bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology memastikan Anda menerima produk resmi dan berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud

Mengintip Layanan Baru Google Cloud: Tawarkan Fleksibilitas Tinggi bagi Pengguna

Masih banyak pengguna cloud yang merasa kesulitan memprediksi resources apa yang akan mereka butuhkan di masa mendatang. Google Cloud menawarkan solusi dengan menghadirkan cara baru bagi pelanggan dalam menggunakan dan membayar layanan. Paling baru, Cloud menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelanggan dalam memilih dan membayar layanan yang disediakan. Menghapus hambatan dengan Google Flex Agreements Banyak pelanggan memilih paket berlangganan multi-year karena memudahkan dalam penganggaran. Namun paket tersebut dapat menimbulkan kesulitan bagi mereka yang tidak memiliki visibilitas jelas terhadap kebutuhan konsumsi cloud di masa mendatang. Sebagai solusi, Cloud meluncurkan Flex Agreements, yang memungkinkan pelanggan memigrasikan beban kerja mereka ke cloud tanpa komitmen di awal. Bukan hanya itu, tahun 2022 lalu, Cloud juga meluncurkan langganan tahunan Innovators Plus, yang menghadirkan toolkit pilihan untuk membantu developer, serta akses ke pelatihan langsung melalui Google Cloud Skills Boost, kredit Google Cloud, dan lainnya. Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Fleksibilitas kontrak dan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Google Cloud menawarkan beberapa kontrak yang fleksibel seperti Committed Use Discounts (CUDs yang memberikan potongan harga sebagai imbalan atas komitmen untuk menggunakan tingkat minimum resources untuk jangka waktu tertentu. Selain fleksibilitas kontrak, Cloud juga menawarkan keleluasaan dalam memilih fitur dan fungsionalitas berdasarkan tahapan adopsi cloud dan kompleksitas kebutuhan bisnis. Oleh karenanya, pada beberapa waktu ke depan, Google Cloud akan meluncurkan edisi baru Standard, Enterprise, dan Enterprise Plus. Untuk pelanggan yang menjalankan workload yang diatur seperti perbankan dan sektor publik, tingkat Enterprise Plus kelas atas akan menawarkan layanan komputasi, penyimpanan, jaringan, dan analitik dengan ketersediaan tinggi, dukungan multi-region, regional failover dan pemulihan bencana, keamanan tingkat lanjut, dan berbagai dukungan kepatuhan peraturan. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud Sesuaikan biaya konsumsi dengan penskalaan otomatis Persyaratan inti Google Cloud adalah menyediakan kemampuan terdepan di industri kepada pelanggan untuk menaikkan dan menurunkan skala layanan secara otomatis untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan real-time. Penskalaan otomatis meningkatkan waktu kerja, mengurangi biaya infrastruktur, dan menghilangkan beban operasional. Banyak produk Google Cloud menyertakan kemampuan penskalaan otomatis untuk membantu pelanggan mengelola variasi permintaan yang tidak direncanakan. Misalnya, penskalaan otomatis vertikal dan horizontal Dataflow, dikombinasikan dengan konfigurasi resources adaptif granular, menghasilkan penghematan biaya infrastruktur untuk streaming hingga 50% dan secara otomatis memilih jumlah instans yang tepat yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan. Bigtable juga menyediakan kemampuan penskalaan otomatis asli, dan penskalaan otomatis Spanner adalah tool open-source  yang berfungsi di seluruh penerapan Spanner regional dan multiregional. Photo Credit: Google Cloud Blog Google juga tengah meningkatkan kemampuan ini dengan mengaktifkan penskalaan otomatis di BigQuery pada tingkat yang lebih terperinci sehingga Anda tidak perlu membayar lebih dari yang Anda gunakan. Hal ini memungkinkan Anda menyediakan kapasitas tambahan dalam peningkatan yang lebih kecil, sehingga Anda tidak perlu menyediakan dan membayar lebih untuk kapasitas yang kurang terpakai. Pelanggan BigQuery sekarang dapat mencoba penskala otomatis BigQuery baru di konsol Google Cloud mereka. Baca juga: Penyempurnaan Infrastruktur Google Cloud untuk Menyesuaikan Beban Kerja Anda Google Cloud terus berkomitmen terhadap kesuksesan pelanggan dengan menghadirkan inovasi yang akan memudahkan mereka dalam mengelola cloud resources. Dengan menghadirkan fleksibilitas yang tinggi, pelanggan dapat memilih layanan sesuai kebutuhan dan tentunya bujet mereka tanpa perlu mengorbankan fitur-fitur penting. Mulai perjalanan migrasi cloud Anda ke Google Cloud bersama EIKON Technology. Sebagai partner Google Cloud Indonesia, kami menghadirkan produk resmi berlisensi yang didukung oleh layanan konsultasi untuk memudahkan proses penerapan. Untuk nformasi lebih lanjut mengenai perencanaan dan penerapan Google Cloud, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah

Bulan Desember 2022 lalu, Google Drive mengumumkan akan mengubah setelan shared drive bagi pengelola konten (content managers). Pembaruan tersebut memungkinkan pengelola konten untuk lebih leluasa mengubah shared drive, Tanggal 13 Februari 2023 lalu, pembaruan setelan Google Drive tersebut resmi diluncurkan. Setelah pembaruan, seluruh pengelola konten akan memiliki kapabilitas untuk berbagi folder secara default, di samping kapabilitas mereka saat ini yang dapat menyunting, mengatur ulang, dan menghapus konten shared drive. Pembaruan setelan shared drive di Google Drive Sebelumnya, pengelola konten shared drive di Google Drive hanya dapat menyunting, mengatur ulang, dan menghapus konten yang ada di dalam shared drive. Namun setelah pembaruan setelan Google Drive ini mereka dapat membagikan folder. Pengaturan tersebut bahkan aktif secara default setelah pembaruan resmi diluncurkan. Dengan begitu, pengguna dapat lebih mudah mengelola akses ke data mereka. Photo Credit: Google Workspace Updates Penting untuk diingat, pembaruan ini berlaku pada administrator, developer, dan juga end user Google Drive. Pengaturan default hanya akan aktif pada shared drive yang baru dibuat, sementara shared drive lama akan tetap mengikuti preferensi lama administrator. Bersamaan dengan pembaruan setelan shared drive, Google juga mengumumkan metode Drive API baru yang memungkinkan developer memperbarui setelan baru bagi pengelola konten untuk mengubah shared drive secara terprogram. Misalnya, jika Anda ingin mengubah setelan untuk sebagian besar shared drive yang ada secara massal, Anda dapat menulis dan menjalankan skrip untuk melakukannya atau menggunakan GAM command line tool. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Mulai menggunakan fitur Bagi administrator, setelan baru Google Drive ini akan aktif secara default setelah peluncuran. Untuk menonaktifkan setelan, masuk ke menu Sharing settings di bagian Drive and Docs yang ada di Admin Console > gulir ke bagian Shared drive creation > ganti Allow content managers to share folders ke opsi OFF. Kemudian untuk developer Drive, Google telah menyediakan halaman dokumentasi khusus mengenai Google Drive API yang dapat diakses di sini. Untuk end user, dapat mempelajari lebih lanjut mengenai setelan shared drive di sini. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Ketersediaan fitur Photo Credit: creativeart (Freepik) Pembaruan setelan Google Drive dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 13 Februari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh pengguna). Sedangkan untuk Drive API, perilisan juga dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 13 Februari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh pengguna). Pembaruan setelan ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Pembaruan juga tersedia bagi pelanggan G Suite Business (pendahulu Workspace). Namun pembaruan tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Frontline, G Suite Basic, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Penambahan Kontrol Untuk Waktu Akses File Google Drive Bagi Anda yang ingin menikmati pembaruan setelan Google Drive ini, bisa memulai dengan berlangganan paket Workspace for Business untuk perusahaan atau Workspace for Education untuk instansi pendidikan. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, yang memastikan paket langganan Anda adalah produk asli dan berlisensi. Proses implementasinya pun menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top