EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Meet

Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware

 Tahun 2021 lalu Google meluncurkan seri baru perangkat Google Meet hardware. Rangkaian perangkat tersebut diperkenalkan dengan nama Series One dan terdiri dari Desk 27, Board 65, serta Room Kit. Ketiganya hadir dengan kapabilitas yang berbeda-beda untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna Google Meet hardware. Pada bulan Februari 2023 ini, dua dari perangkat Series One Google Meet hardware, yakni Desk 27 dan Board 65 mengalami peningkatan fitur. Seperti apa peningkatan tersebut? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini. Peningkatan fitur aksesibilitas Google Meet hardware Sejak diperkenalkan kepada publik pada tahun 2021 lalu, rangkaian Series One Google Meet hardware terus mengalami pengembangan. Paling baru, Google meningkatkan fitur aksesibilitas pada dua perangkat Series One, yakni Desk 27 dan Board 65. Pada dua perangkat tersebut kini tersedia tombol “Connect device” di halaman muka. Jadi, Anda bisa menghubungkan perangkat ke perangkat lain lebih cepat. Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan ini hadir untuk mendukung keunggulan perangkat Desk 27 dan Board 65 sebagai monitor utama saat dihubungkan dengan laptop. Menggunakan tombol “Connect device” pada halaman muka perangkat akan membantu Anda memanfaatkan keunggulan tersebut lebih cepat. Selain itu, peningkatan ini sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menemukan fitur, yang hanya dapat diakses melalui tombol fisik di bagian belakang perangkat Desk 27 dan Board 65. Cara menampilkan tombol Connect device Photo Credit: Google Meet Hardware Untuk menampilkan tombol “Connect device”, Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun. Fitur baru ini akan muncul secara otomatis setelah tanggal perilisan. Anda pun bisa langsung menggunakan fitur tanpa perlu mengubah setelan awal perangkat. Baca juga: Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom Ketersediaan fitur Tombol “Connect device” akan muncul setelah perilisan fitur. Penting untuk diingat, fitur baru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Waktu perilisan untuk kedua domain sama, yakni mulai tanggal 14 Februari 2023. Perilisan dilakukan secara bertahap dan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi seluruh pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace). Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Cara menggunakan Desk 27 sebagai monitor Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, fungsi utama perangkat Desk 27 adalah untuk dijadikan monitor utama saat dihubungkan dengan laptop. Saat terhubung, perangkat ini pun dapat digunakan untuk mengisi daya laptop Anda. Untuk menjadikan Desk 27 sebagai monitor tambahan laptop, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Sambungkan kabel USB-C dari komputer Anda ke port USB-C di bagian belakang Desk 27. Di bagian belakang Desk 27, tekan tombol “Video output”. Desk 27 akan langsung menampilkan layar laptop Anda. Penting untuk diingat, ketika Anda ingin menggunakan Desk 27 sebagai monitor utama, tutup laptop atau ubah pengaturan monitor komputer terlebih dulu. Jika Anda ingin berhenti menggunakan Desk 27 sebagai monitor, tekan tombol “Video output” sekali lagi. Baca juga: Filter Google Meet Kini Hadir dengan Lebih Banyak Opsi, Bagaimana Cara Menggunakannya? Hadirnya peningkatan fitur aksesibilitas Google Meet hardware ini diharapkan dapat memudahkan pengguna saat harus menghubungkan perangkat. Cukup dengan menekan satu tombol saja, hardware akan langsung terhubung dengan perangkat lain seperti laptop atau PC. Fitur aksesibilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace. Belum berlangganan? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mendapatkan paket Workspace Business atau Workspace for Education melalui EIKON Technology, Google Workspace authorized reseller & partner Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Enkripsi Client-side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya

Tahun 2022 lalu, Google Calendar memperluas versi beta enkripsi client-side mereka. Tujuannya ialah untuk membantu pelanggan memperkuat kerahasiaan data mereka sekaligus membantu menangani berbagai persyaratan kepatuhan (compliance) dan kedaulatan (sovereignty) data. Per tanggal 14 Februari 2023, enkripsi client-side untuk Google Calendar kini tersedia bagi publik. Selain itu, enkripsi client-side versi ini pun telah diperluas sehingga dapat mendukung Key Migration dan Google Takeout. Enkripsi client-side Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi data rest sekaligus data transit di antara fasilitas mereka. Dengan enkripsi client-side, Workspace memberikan kontrol langsung kepada pelanggan atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Ini akan membantu Anda sebagai pelanggan Workspace dalam memperkuat kerahasiaan data sekaligus menangani berbagai kebutuhan kepatuhan serta kedaulatan data. Enkripsi client-side memungkinkan Anda membangun postur privasi yang lebih kuat secara fundamental, baik untuk membantu perusahaan Anda mematuhi peraturan tentang penyebaran data atau sekadar untuk melindungi privasi data rahasia Anda dengan lebih baik. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengakitfkan enkripsi Enkripsi client-side Google Calendar akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan pada level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, administrator bisa langsung masuk ke Admin console > Security > Access and data control > Client-side encryption. Google telah menyediakan dokumentasi khusus mengenai enkripsi client-side Calendar yang dapat diakses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk end-user, Anda harus masuk melalui Identity Provider untuk memiliki akses ke konten terenkripsi. Jika ingin menambahkan enkripsi ke acara apa pun di Calendar, Anda cukup mengeklik ikon perisai di bagian atas kartu pembuatan acara. Ini akan menambahkan enkripsi ke deskripsi acara, lampiran, sekaligus Meet. Namun item lain seperti judul acara, waktu, dan daftar tamu akan tetap menggunakan enkripsi standar Calendar. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Ketersediaan enkripsi Enkripsi client-side untuk Google Calendar mobile saat ini tersedia dalam versi beta. Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard memenuhi syarat untuk mengajukan versi beta seluler hingga 3 Maret 2023. Untuk mengajukan akses, Anda bisa mengunjungi halaman berikut ini. Kapabilitas baru Calendar ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Peluncuran penuh dilakukan pada tanggal 14 Februari 2023 lalu (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur di seluruh Calendar pelanggan). Enkripsi client-side Google Calendar tersedia bagi pelanggan Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun enkripsi ini masih belum tersedia bagi pelanggan Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Enkripsi juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Enkripsi client-side Google Calendar akan membantu Anda dalam melindungi privasi data rahasia. Saat enkripsi aktif, maka server Google tidak dapat membaca item seperti deskripsi acara, lampiran, dan data Meet. Itu artinya, Anda memiliki kendali penuh atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Peningkatan Google Calendar ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace Education. Anda bisa mendapatkan paket berlangganannya melalui EIKON Technology. Tidak hanya menyediakan produk resmi berlisensi Google, kami juga memberikan layanan menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT?

Layanan chatbot berbasis AI ChatGPT, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Hadir dalam format interaktif, layanan ini mampu memberikan jawaban, mengoreksi kesalahan, hingga menolak permintaan yang tidak pantas. Tanggal 6 Februari 2023 lalu, Sundar Pichai, CEO Google mengumumkan akan segera memulai public testing untuk teknologi chatbot AI mereka yang bernama Bard. Pengumuman tersebut berhasil membuat publik berekspektasi, akankah teknologi baru Google ini dapat menyaingi ChatGPT? Bard, teknologi chatbot AI Google Mengembangkan teknologi berbasis AI (kecerdasan buatan) bukanlah sebuah hal baru bagi Google. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan sebuah kemampuan bahasa dan percakapan yang didukung oleh Language Model for Dialogue Applications (LaMDA). Dari situ, Google kemudian menggarap sebuah layanan percakapan AI dengan dukungan LaMDA, yang diberi nama Bard. Layanan tersebut resmi diperkenalkan pada 6 Februari kemarin dan membuka kesempatan public testing. Bard berupaya menggabungkan luasnya pengetahuan dunia dengan kecerdasan, kekuatan, dan kreativitas model bahasa Google. Teknologi ini didukung oleh data yang diambil dari web untuk memberikan respons berkualitas, dan tentunya, sesuai ekspektasi penggunanya. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Public testing dengan versi ringan LaMDA Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk kebutuhan public testing, Bard hadir dalam versi model ringan LaMDA Google. Model ringan ini hanya membutuhkan daya komputasi yang juga ringan, sehingga dapat diskalakan ke lebih banyak pengguna. Harapannya, feedback yang didapatkan nantinya pun akan lebih banyak. Selanjutnya, feedback dari tester akan digabungkan dengan pengujian internal untuk memastikan respons Bard dapat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan landasan yang tinggi dalam penyajian informasi dunia nyata. Menghadirkan manfaat AI ke dalam kehidupan sehari-hari Google memiliki sejarah panjang dalam menggunakan AI. Salah satunya adalah untuk menyempurnakan Google Search. Teknologi AI mereka, seperti BERT, MUM, hingga LaMDA telah menjadi tonggak dalam pengembangan kecerdasan buatan, terutama yang berkaitan dengan bahasa dan juga percakapan. Penggunaan AI diyakini dapat memperdalam pemahaman tentang informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan yang bermanfaat, sehingga memudahkan orang memahami inti dari apa yang mereka cari secara efisien. Baca juga: Cara Manfaatkan Google Document AI Dan Google Workspace Untuk Menjalankan SAP Build Process Automation Membantu developer berinovasi dengan AI Photo Credit: DCStudio (Freepik) Bulan Maret 2023 nanti, Google mengundang developer, creator, dan juga perusahaan untuk mencoba Generative Language API mereka. API tersebut didukung oleh LaMDA dan dikembangkan dengan berbagai model lainnya. Nantinya, Google berencana membuat rangkaian alat dan API yang memudahkan developer untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif dengan AI. Google pun membuka kesempatan bagi perusahaan startup untuk membangun sistem AI yang andal dan tepercaya melalui program kemitraan Google Cloud dengan Cohere, C3.ai, dan Anthropic, yang baru saja diumumkan awal Februari ini. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Pemanfaatan AI dalam pengembangan chatbot kini tengah menjadi perbincangan hangat. Layanan chatbot AI seperti ChatGPT pun makin populer. Sebagai rakasasa teknologi yang telah bertahun-tahun mengembangkan teknologi AI bahasa dan percakapan, Google siap menghadirkan “tandingan” ChatGPT, yakni Bard yang dibekali dengan kapabilitas mumpuni LaMDA. Akankah teknologi terbaru dari Google ini mampu menyaingi ChatGPT? Jika melihat track record Google, tentu saja hal tersebut mungkin saja terjadi. Sambil menanti rilis resmi Bard, Anda bisa meningkatkan pengalaman kerja kolaboratif di tengah maraknya penerapan ekosistem hybrid seperti sekarang dengan Google Workspace. Penerapan Workspace di perusahaan atau institusi Anda akan membuat kolaborasi kerja, meski dilakukan di tempat dan waktu terpisah, akan terasa lebih mulus dan aman. Tertarik? Anda bisa mulai berlangganan Workspace melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini!

Google Cloud, Info

Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine

BigQuery BI Engine adalah sebuah sistem analisis in-memory untuk BigQuery yang saat ini memproses lebih dari 2 miliar kueri per bulan dan akan terus bertambah. Penggunaan BI Engine sangatlah mudah, Anda cukup membuat reservasi memori pada project yang menjalankan BigQuery, dan itu akan meng-cache data serta menggunakan optimalisasi. Artikel kali ini akan membahas bagaimana BI Engine memberikan performa yang sangat cepat untuk kueri BigQuery Anda dan apa yang dapat dilakukan pengguna untuk memanfaatkan potensinya. Optimalisasi BI Engine Dua pilar utama BI Engine adalah in-memory data caching dan pemrosesan vektor. Optimalisasi lainnya termasuk pemangkasan metadata CMETA, pemrosesan simpul tunggal, dan optimalisasi gabungan untuk tabel yang lebih kecil. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Bantu BigQuery dalam pengelolaan data BI Engine menggunakan filter kueri untuk mempersempit sekumpulan blok yang akan dibaca. Oleh karenanya, mempartisi dan mengelompokkan data Anda akan mengurangi jumlah data yang akan dibaca, latensi, dan penggunaan slot. Kedalaman kueri BI Engine saat ini mempercepat tahapan kueri yang membaca data dari tabel, yang biasanya merupakan bagian dari eksekusi kueri. Artinya, hampir setiap kueri akan menggunakan beberapa slot BigQuery. Untuk memitigasi hal ini, BI Engine mencoba mendorong komputasi sebanyak mungkin ke tahap pertama. Misalnya, Query1 dari benchmark TPCH 10G relatif sederhana. Kedalamannya 3 tahap dengan filter dan agregasi efisien yang memproses 30 juta baris, namun hanya menghasilkan 1. Photo Credit: Google Cloud Blog Menjalankan kueri ini di BI Engine, Anda dapat melihat bahwa kueri lengkap membutuhkan waktu 215 ms dengan tahap “S00: Input” yang dipercepat oleh BI Engine hingga menjadi 26 ms saja. Photo Credit: Google Cloud Blog Menjalankan kueri yang sama di BigQuery menghasilkan 583 md, dengan “S00: Input” membutuhkan waktu 229 md saja. Photo Credit: Google Cloud Blog Itu artinya, waktu proses tahap “S00: Input” turun hingga 8x, tapi kueri keseluruhan tidak menjadi 8x lebih cepat. Sebab, dua tahap lainnya tidak dipercepat dan waktu prosesnya tetap kurang lebih sama. Berikut gambaran perincian antar tahapannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Joins BI mempercepat tahapan “leaf” kueri. Namun, ada satu pola yang sangat umum digunakan dalam alat BI yang dioptimalkan oleh BI Engine. Saat itulah, satu tabel “fact” besar digabungkan dengan satu atau lebih tabel “dimension” yang lebih kecil. Kemudian BI Engine dapat melakukan banyak gabungan, semuanya dalam satu tahap “leaf”, menggunakan apa yang disebut sebagai strategi eksekusi gabungan “broadcast”. Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real- Time Selama broadcast join, tabel fakta dipecah untuk dieksekusi secara paralel pada beberapa node, sedangkan tabel dimensi dibaca pada setiap node secara keseluruhan. Misalnya, Anda menjalankan Query 3 dari benchmark TPC-DS 1G. Tabel faktanya adalah store_sales dan tabel dimensinya adalah date_dim dan item. Di BigQuery, tabel dimensi akan dimuat ke pengacakan terlebih dahulu, lalu ke tahap “S03: Join+”. Untuk setiap bagian paralel store_sales, akan membaca semua kolom yang diperlukan dari tabel dua dimensi untuk digabungkan. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan BI Engine, katakanlah dua node akan memproses kueri karena tabel store_sales terlalu besar untuk pemrosesan satu node. Pada gambar di bawah, Anda dapat melihat bahwa kedua node akan memiliki operasi yang serupa—membaca data, memfilter, membuat tabel pencarian, dan kemudian melakukan penggabungan. Meski hanya sebagian data untuk tabel store_sales, yang diproses pada masing-masing tabel, semua operasi pada tabel dimensi akan diulang. Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Bisa disimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan penggunaan BI Engine, pastikan untuk memfilter dan mengagregasi data sebanyak mungkin di awal kueri. Dorong filter dan komputasi ke dalam BI Engine. Kueri dengan jumlah tahapan yang sedikit akan mendapat akselerasi terbaik. Penggunaan join terkadang mahal, namun BI Engine mungkin akan sangat efisien dalam mengoptimalkan kueri skema biasa. Mempartisi dan/atau mengelompokkan tabel bermanfaat untuk membatasi jumlah data yang akan dibaca. BigQuery BI Engine merupakan mesin analitik data untuk menjalankan data yang disimpan di BigQuery. Mesin ini berjalan di ekosistem Google Cloud, menawarkan pengalaman yang lebih seamless, cepat, dan tentunya aman. Dapatkan layanan komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami merupakan partner resmi Google Cloud Indonesia, yang menghadirkan produk berlisensi dengan layanan konsultasi penerapan komprehensif. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Mengenal Fitur Data Praprocessing dari BigQuery ML

 Pra-pemrosesan dan transformasi data mentah menjadi features merupakan langkah penting namun memakan waktu dalam proses machine learning (ML). Terutama ketika seorang data scientist harus memindahkan data. Dalam artikel ini, Anda dapat menyimak tentang bagaimana BigQuery ML dapat menyederhanakan proses tersebut dengan menambahkan dua kemampuan rekayasa fitur. Fitur Data Preprocessing BigQuery ML Photo Credit: Freepik Bulan Oktober 2022 lalu, BigQuery ML meluncurkan beberapa fungsi rekayasa fitur lanjutan. Fitur-fitur tersebut akan membantu mereka untuk menghitung, menormalkan, hingga encode data. Dengan memanfaatkan fitur-fitur ini, tahapan prapemrosesan data pun menjadi lebih cepat dan aman. Berikut adalah beberapa fitur yang diluncurkan BigQuery ML dalam rilisan tersebut: ML.MAX_ABS_SCALER Menskalakan kolom numerik ke range [-1, 1] tanpa pemusatan dengan nilai absolut maksimum. ML.ROBUST_SCALER Skala kolom numerik dengan memusatkan median (opsional) dan membaginya dengan quantile range pilihan ([25, 75] secara default). ML.NORMALIZER Mengubah input numerical array menjadi unit norm array untuk p-norm apa pun: 0, 1, >1, +inf. Standarnya adalah 2, menghasilkan array yang dinormalisasi di mana jumlah kuadratnya adalah 1. ML.IMPUTER Mengganti nilai yang hilang dalam input numerik atau kategori dengan rata-rata, median, atau mode (paling sering). ML.ONE_HOT_ENCODER One-hot encode input kategori. Selain itu, fitur ini secara opsional melakukan dummy encoding dengan menghilangkan nilai yang paling sering. Dimungkinkan juga untuk membatasi ukuran pengkodean dengan menentukan k untuk k kategori yang paling sering dan/atau ambang batas yang lebih rendah untuk frekuensi kategori. ML.LABEL_ENCODER Enkode input kategori ke nilai integer [0, n kategori] di mana 0 mewakili NULL dan kategori yang dikecualikan. Anda dapat mengecualikan kategori dengan menentukan k untuk k kategori yang paling sering dan/atau ambang batas yang lebih rendah untuk frekuensi kategori. Baca juga: Mengenal Fitur Log Analytics dari Cloud Logging yang Telah Didukung oleh BigQuery Ekspor model dengan TRANSFORM Statement Anda kini dapat mengekspor model BigQuery ML yang menyertakan statemen feature TRANSFORM. Kemampuan untuk menyertakan statemen TRANSFORM membuat model lebih portabel saat mengekspornya untuk prediksi online. Kemampuan ini juga berfungsi saat model BigQuery ML didaftarkan dengan Vertex AI Model Registry dan diterapkan ke end point Vertex AI Prediction. Fitur baru ini tersedia melalui Google Cloud Console, BigQuery API, dan client libraries. Baca juga: Pengalaman Terpadu Log Gmail di BigQuery, Seperti Apa? Kemudahan prepemrosesan data dengan BigQuery ML Photo Credit: Freepik Dengan fungsi prapemrosesan baru dari BigQuery ML ini, Anda dapat menyederhanakan eksplorasi data dan prapemrosesan feature. Selanjutnya, dengan menyematkan prapemrosesan dalam pelatihan model menggunakan statemen TRANSFORM, proses penyajian disederhanakan dengan menggunakan model yang sudah disiapkan tanpa memerlukan langkah tambahan. Dengan kata lain, prediksi dilakukan langsung di dalam BigQuery atau sebagai alternatif, model dapat diekspor ke lokasi mana pun di luar BigQuery seperti Vertex AI Prediction untuk penayangan online. Untuk mempelajari cara kerja fitur Data Praprocessing BigQuery ML, Anda dapat mengunjungi halaman tutorial ini. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Memanfaatkan fitur Data Praprocessing dari BigQuery ML ini pengguna dapat menyederhanakan proses eksplorasi data secara mudah dan aman. BigQuery ML sendiri merupakan sebuah solusi yang dihadirkan Google Cloud untuk memanggil model ML pada data terstruktur hanya dengan menggunakan SQL. Mulai perjalanan transformasi cloud Anda dengan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner Google Cloud Indonesia, kami menghadirkan produk resmi bergaransi yang disertai dengan konsultasi untuk memastikan penerapan yang mulus dan aman. Informasi lebih lanjut mengenai cara berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah

Sebelumnya, Google Chat menyediakan opsi “View members” dan “Add people and apps” untuk mengelola anggota Spaces. Per 26 Januari 2023, opsi tersebut mengalami upgrade, menghadirkan sebuah pengalaman baru yang akan memudahkan Anda dalam mengelola peserta Spaces. Berikut penjelasan selengkapnya. Upgrade pengelolaan anggota Spaces Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menggantikan opsi “View members” dan “Add people and apps”, Google Chat memperkenalkan kapabilitas “Manage members”. Dengan kapabilitas baru ini, Anda dapat melihat daftar berisi anggota yang sudah ditambahkan dan diundang ke Space. Bukan hanya itu, dengan upgrade ini Anda juga dapat menemukan perubahan pada menu Settings. Pada menu Settings yang baru, tersedia pilihan untuk menambahkan atau menghapus anggota, dan juga pilihan untuk mengatur setelan Space. Pengguna pun kini diberi keleluasaan dalam mengelola aplikasi Chat berikut integrasinya melalui opsi “Apps & integration” yang juga diluncurkan pada upgrade kali ini. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Menggunakan fitur baru Chat Opsi pengelolaan membership Spaces ini tidak membutuhkan kontrol administrator sama sekali. Bagi Anda end user, bisa langsung menggunakannya setelah tanggal perilisan. Untuk mengelola anggota Space Anda, klik bagian header Space dan kemudian pilih opsi “Manage Members”. Opsi ini dapat digunakan untuk melihat, menambah, atau menghapus anggota dari Space. Anda juga dapat mengubah pengaturan akses Space dengan memilih opsi “Space settings” yang berada tepat di bawah opsi “Manage Members”. Google Chat telah menyediakan dokumentasi khusus untuk upgrade ini dan dapat diakses secara gratis melalui halaman ini. Cara melihat anggota Space Masuk ke Google Chat atau akun Gmail Anda. Di sebelah kiri halaman, pilih Space yang ingin dilihat. Klik opsi “Manage Members”. Sistem kemudian akan langsung menampilkan seluruh anggota yang ada di dalam Space tersebut (termasuk akun yang sudah diundang bergabung). Jika Anda ingin menambahkan anggota baru ke Space, klik ikon +Add. Baca juga: Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Photo Credit: pressfoto (Freepik) Fitur terbaru Chat ini telah tersedia untuk versi web. Untuk aplikasi Chat seluler, perilisan fitur akan dilakukan pada akhir kuartal pertama 2023. Fitur dirilis dalam format extended rollout. Ini berlaku untuk domain rilis cepat dan juga domain rilis terjadwal. Berikut detail selengkapnya: Domain rilis cepat: Extended rollout mulai dari tanggal 26 Januari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Extended rollout mulai dari tanggal 13 Februari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Frontline. Namun fitur ini tidak tersedia bagi pelanggan Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Tidak tersedia juga untuk Google Account pribadi. Baca juga: Tingkatkan Kolaborasi Kerja dengan Fitur Chat dan Channel Microsoft Teams Dengan upgrade ini, Anda bisa lebih leluasa dalam mengelola membership di sebuah Space. Anda juga akan mendapatkan visibilitas yang lebih baik dalam melihat anggota yang terdaftar dan masuk dalam daftar undangan. Upgrade terbaru dari Google Chat ini dapat diakses oleh pelanggan Google Workspace for Business dan Education. Keduanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official reseller Google Workspace. Kami menawarkan produk resmi beserta layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud, Info

Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif

Google Cloud baru saja meluncurkan peningkatan kapabilitas untuk Looker, platform business intelligence (BI) modern mereka. Upgrade yang diperkenalkan pada 1 Februari 2023 tersebut menghadirkan sebuah fitur baru yakni Connected Sheets. Bagaimana cara kerjanya? Fitur Connected Sheets di Looker Photo Credit: Google Workspace Updates Looker yang merupakan platform business intelligence (BI) andalan Google Cloud baru saja meluncurkan sebuah fitur baru bernama Connected Sheets. Fitur baru ini menghadirkan konektivitas antara interface Google Sheets dengan 50 lebih sumber data yang tersedia dalam ekosistem terbuka Looker (ini termasuk BigQuery, Cloud SQL, Snowflake, dan juga Redshift). Dengan fitur baru ini Anda akan mendapatkan satu source of truth, yang dapat digunakan untuk menganalisis data menggunakan tabel pivot, charts, formula, dan sumber data terintegrasi lainnya. Selain itu, dengan koneksi langsung ini, lini akses menjadi lebih aman dan data akan tetap diperbarui. Connected Sheets memungkinkan eksplorasi data yang bersifat intuitif, menghadirkan tampilan model yang terorganisasi dengan bidang dan ukuran seperti yang ditentukan di Looker. Data Looker melalui Connected Sheets dapat digunakan dalam konstruksi Sheets standar, seperti tabel pivot dan rumus, memungkinkan fleksibilitas analisis melalui konstruksi yang sudah dikenal. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk bisa menggunakan fitur Connected Sheets di Looker, administrator harus lebih dulu mengaktifkan opsi Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets pada panel BI Connectors di pilihan “Platform” yang ada di menu Looker’s Admin. Anda juga harus memastikan bahwa Instance Looker sudah di-hosting oleh Looker di Google Cloud. Pastikan instance yang Anda gunakan adalah versi 22.20 atau lebih baru. Penting untuk diingat, setiap pengguna yang ingin terhubung ke instance Looker dari Google Spreadsheet harus menggunakan alamat email yang sama di akun pengguna Looker (alamat email yang digunakan untuk akun Google Workspace). Jika alamat email akun Workspace dan Looker berbeda, sistem akan menampilkan pesan error saat mencoba terhubung ke Looker dari Sheets. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Setelah aktivasi oleh administrator, pengguna bisa langsung menjelajah data Looker menggunakan Connected Sheets dengan langkah-langkah berikut: Di Google Sheets, navigasikan kursor ke Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker, misalnya https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda harus mengotorisasi Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Setelah terhubung ke Explore, Anda dapat melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Google Sheets. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur Connected Sheets ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 1 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru dari Looker ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta Nonprofits. Fitur tidak tersedia untuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas Google pendahulu Workspace). Connected Sheets tersedia untuk pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis hingga membuatnya lebih mudah untuk digunakan dalam membangun workflows maupun aplikasi. Looker dengan fitur Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kamu menyediakan produk resmi berlisensi yang disertai dengan konsultasi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa

Sebelumnya, pada bulan April 2022 lalu, Google mengumumkan akan meluncurkan peningkatan kapabilitas pemindahan folder di Google Drive. Pada tanggal 18 Januari 2023, peningkatan tersebut dirilis dalam versi beta. Dengan memanfaatkan peningkatan tersebut, end user akan lebih mudah memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama. Peningkatan kapabilitas pemindahan folder Google Drive Pada tahun 2022 lalu, kapabilitas untuk memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama hanya terbatas untuk administrator dan dalam versi beta saja. Kali ini, Google Drive memperluas jangkauan kapabilitas tersebut untuk end user. Dengan begitu, kini end user bisa lebih fleksibel dalam membagikan file dan folder mereka, sekaligus mencegah terjadinya kebocoran akses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (permission escalations). Bukan hanya itu, Google Drive juga meningkatkan kapabilitas My Drive dan drive bersama, sehingga pengalaman berbagi pengguna akan lebih mulus dan aman. Sebelumnya, saat administrator akan memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama, semua Editors pun diubah menjadi Contributors dalam setelan default. Kini, saat administrator atau end user memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama, status Editors akan berubah menjadi Content managers. Pembaruan ini akan mengarah pada retensi kemampuan pengguna dalam mengatur konten serta berbagi folder, secara mulus dan aman. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Mulai menggunakan fitur Administrator Untuk mengajukan permohonan versi beta, administrator bisa mendaftar di sini. Jika permohonan diterima, silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memindahkan file dan folder dari My Drive ke drive bersama. Google Drive juga telah menyediakan dokumentasi mengenai cara berbagi izin atau peran pengguna yang bisa Anda akses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates End user Setelah beta diaktifkan oleh administrator, pengguna dapat langsung melakukan pemindahan dengan memilih folder yang diinginkan dan kemudian mengeklik “Move to” di menu folder (terletak di toolbar). Silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memindahkan file dan folder ke drive bersama. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Ketersediaan fitur Photo Credit: senivpetro (Freepik) Google Drive akan mulai menerima domain baru permohonan versi beta program ini mulai pertengahan bulan Januari 2023. Anda dapat mengajukan permohonan di sini. Sedangkan untuk update ke user roles dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai tanggal 18 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Permohonan versi beta ini terbuka untuk seluruh pelanggan  Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits, termasuk pelanggan paket G Suite Business lama. Permohonan tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Frontline, serta G Suite Basic lama. Versi beta juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Potong dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas Google Drive ini, Anda dapat memindahkan file dan folder dari My Drive ke drive bersama secara lebih mudah dan aman. Apakah Anda tertarik dengan kapabilitas ini? Peningkatan kapabilitas terbaru dari Google Drive ini bisa Anda nikmati dengan berlangganan paket Google Workspace for Business melalui EIKON Technology yang menyediakan solusi implementasi secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom

Tahun 2022 lalu, Google memperkenalkan interoperabilitas perangkat konferensi video untuk Google Meet dengan Zoom. Update terbaru ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk terhubung dan berkolaborasi dengan orang lain di luar ekosistem Google Meet. Interoperabilitas Google Meet dan Zoom Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru dari Google Meet ini memungkinkan Anda untuk dapat bergabung ke Zoom Meetings dari hardware Google Meet dan juga bergabung ke rapat virtual Google Meet dari Zoom Room. Penting untuk diingat, interoperabilitas Zoom mendukung fitur inti konferensi video Meet. Beberapa fitur lanjutan, seperti polling, wired present, dan dual-screen support mungkin tidak tersedia saat Anda menggunakan hardware Google Meet untuk bergabung ke Zoom Meetings dan sebaliknya. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Detail tambahan interoperabilitas Penggunaan fitur interoperabilitas ini pada perangkat yang didukung tidak dikenakan biaya tambahan. Nantinya, fitur juga akan dilengkapi dengan kapabilitas untuk bergabung melalui kode rapat, termasuk kapabilitas untuk mengonfigurasi bergabung no-knock (lobby bypass) di kedua arah. Interoperabilitas serupa sudah tersedia, menghubungkan Google Meet dan Cisco Webex di perangkat masing-masing platform. Di samping itu, Pexip juga tengah mengembangkan kapabilitas yang memungkinkan pengguna bergabung ke rapat Meet dari berbagai hardware konferensi video pihak ketiga, termasuk perangkat lama yang mungkin tidak mendukung interoperabilitas bawaan. Baca juga: Cara Menggunakan Google Slide di Meet, Ternyata Mudah! Mulai menggunakan interoperabilitas Interoperabilitas Zoom di hardware Google Meet Photo Credit: DCStudio (Freepik) Administrator Interoperabilitas Zoom di hardware Google Meet akan tersedia secara default dan dapat dinonaktifkan di konsol Workspace Admin tingkat OU (organizational unit) di Devices > Google Meet hardware > Settings > Device Settings > Built-in interoperability. Perlu diingat, pengaturan admin ini dapat dikonfigurasi sebelum fitur mulai diluncurkan, sehingga Anda dapat menonaktifkannya sebelum 25 Januari 2023. Untuk mengonfigurasi no-knock join untuk Zoom Meetings dari hardware Meet, buat token di Zoom Admin di Account Management > Account Settings > Meeting > Allow my organization’s 3rd party conference room systems to join my Zoom meetings as an authorized user and paste it in the Google Workspace Admin at Devices > Google Meet hardware > Settings > Service settings > Built-in interoperability direct access. End user Jika interoperabilitas diaktifkan oleh administrator, end user dapat bergabung ke rapat Zoom dari hardware Google Meet dengan: Bergabung ke ad-hoc meeting “Join or start a meeting” dan pilih Zoom yang ada di opsi dropdown. Bergabung ke rapat terjadwal dengan menambahkan ruang virtual ke event dengan rapat Zoom. Perlu diperhatikan, event yang berasal dari luar Google Calendar harus digandakan dan diisi dengan detail ruang secara manual atau dengan menyalin rincian bergabung Zoom ke kolom deskripsi acara Calendar. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai interoperabilitas Google Meet, Anda dapat mengunjungi dokumentasi berikut ini. Interoperabilitas Meet di Zoom Rooms Photo Credit: DCStudio (Freepik) Administrator Interoperabilitas Meet di Zoom Rooms akan dinonaktifkan secara default dan dapat diaktifkan dari Zoom Admin, melalui Room Management > Zoom Rooms > Meeting > Support Google Meet web client meeting on Zoom Rooms. Untuk mengonfigurasi no-knock join untuk rapat Meet dari Zoom Rooms, buat token di konsol Workspace Admin, melalui Apps > Google Workspace > Settings for Google Meet > Interoperability tokens dan salin ke kolom Zoom Admin di Google Meet Interop Token yang ada di Room Management > Zoom Rooms > Support Google Meet web client meeting on Zoom Rooms. End user Jika interoperabilitas diaktifkan oleh administrator, end user dapat bergabung ke rapat Zoom dari hardware Google Meet dengan: Bergabung ke ad-hoc meeting dari Zoom Room Controller dengan memasukkan kode rapat Meet. Bergabung ke rapat terjadwal dengan menambahkan ruang virtual ke event dengan detail Meet. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Peningkatan interoperabilitas dari hardware Meet ini diluncurkan secara bertahap mulai dari tanggal 19 Januari 2023. Hardware Meet resmi dan berlisensi Google bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai reseller dengan sertifikasi resmi Google, kami memastikan produk hardware Google Meet yang ditawarkan bisa digunakan secara optimal. Di samping itu, EIKON Technology juga menawarkan Google Workspace for Business untuk mendukung kolaborasi kerja di perusahaan Anda. Untuk informasi lengkap mengenai rencana implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Google Meet Update: Lebih Mudah Bagikan Konten Presentasi dengan Semua Peserta

Pada tanggal 25 Januari 2023 lalu, muncul Google Meet update terbaru. Dalam update terbaru ini, Google menghadirkan dua penyempurnaan kapabilitas yang akan membuat berbagi file di Meet menjadi lebih mudah. Pertama, pengguna kini dapat membagikan akses ke konten yang dipresentasikan dalam rapat dengan peserta. Kedua, setiap kali pengguna menempelkan tautan ke obrolan Meet, sistem akan memunculkan dialog akses file. Mari simak detail selengkapnya berikut ini. Google Meet update, kini lebih mudah bagikan konten presentasi Photo Credit: Google Workspace Updates Pertama, pengguna kini dapat membagikan akses ke konten yang dipresentasikan dalam rapat dengan peserta, termasuk semua orang di dalam guest list Calendar, langsung dari aplikasi. Ketika melakukan presentasi, Anda dapat membagikan file dari menu floating action atau melalui saran di Meet Chat. Peserta rapat akan melihat pemberitahuan saat Anda membagikan file dan tautan ke file tersebut akan dibagikan secara otomatis di ruang obrolan Meet. Photo Credit: Google Workspace Updates Kedua, setiap kali pengguna menempelkan tautan ke obrolan Meet, sistem akan memunculkan dialog akses file. Dari situ, pengguna dapat menyesuaikan akses sesuai kebutuhan dan memilih untuk melampirkan file ke event Calendar. Mari detail selengkapnya berikut ini. Dengan mengizinkan berbagi langsung dari Meet, Anda dapat membagikan konten yang disajikan secara lancar, tanpa harus beralih ke jendela lain untuk memberikan akses. Ini memudahkan peserta rapat untuk mengikuti presentasi Anda, menemukan dan mereferensikan materi Anda nanti, dan terus mengerjakan tugas dari rapat. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Mengaktifkan Google Meet update terbaru Photo Credit: Google Workspace Updates Google Meet update ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Pasalnya, update akan muncul secara otomatis di halaman end-user setelah tanggal perlisan. Namun administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini untuk seluruh organisasi. Pengguna dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari fitur baru ini lebih lanjut. Mulai menggunakan fitur Melakukan presentasi saat video meeting Masuk ke rapat video Meet yang Anda inginkan. Di bagian bawah, klik Present now. Pilih Your entire screen, A window, atau A tab. Jika Anda menampilkan tab Chrome, tab tersebut membagikan audio tab tersebut secara default. Untuk menyajikan tab lain, pilih tab yang ingin Anda sajikan, klik Share this tab instead. Jika ingin menyajikan presentasi Slide melalui tab, Anda dapat mengontrolnya di Meet. Klik Share. Opsional: Untuk melepaskan sematan presentasi Anda, klik Unpin. Menghentikan presentasi saat video meeting Di jendela Meet, klik Stop Presenting. Di kanan bawah, klik You are presenting > Stop presenting. Tips Saat menggunakan Google Workspace, Anda dapat mengadakan video meeting besar jarak jauh. Untuk pengguna seluler, saat ini Anda tidak dapat berbagi audio saat melakukan presentasi. Jika kamera dihidupkan, video akan aktif saat Anda melakukan presentasi. Untuk presentasi yang lebih baik dan untuk mencegah pencerminan, bagikan jendela baru atau tab tertentu, bukan jendela rapat. Untuk berbagi audio, pilih Share a Chrome tab atau Share this tab. Baca juga: Peningkatan Kualitas Virtual Meeting saat Bergabung dengan Virtual Machine Ketersediaan fitur Fitur baru Google Meet ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan peluncuran bertahap mulai tanggal 25 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan peluncuran diperpanjang mulai tanggal 14 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Selain itu, fitur baru ini pun tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Fitur akan muncul secara otomatis setelah tanggal perilisan. Dengan fitur ini, Anda dapat mempresentasikan seluruh layar atau jendela tertentu dalam rapat. Saat melakukan presentasi, Anda dapat berbagi informasi seperti dokumen, presentasi, dan spreadsheet. Baca juga: Cara Membuat Transkripsi Panggilan Meet Menjadi File Documents Google Hadirnya Google Meet update terbaru ini akan memudahkan Anda untuk membagikan konten yang dipresentasikan dalam video meeting. Fitur ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan paket Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top