EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules

Google Calendar baru saja meluncurkan update untuk fitur appointment schedules. Ini merupakan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan jadwal mereka melalui booking page, sehingga dapat digunakan oleh kolega, klien, dan mitra untuk menjadwalkan rapat. Versi terdahulu appointment schedules tidak memiliki kapabilitas untuk meninjau beberapa kalender sekaligus, berpotensi menimbulkan jadwal yang bentrok. Dengan update ini pengguna Google Calendar dapat memeriksa dan melihat pratinjau visual dari beberapa kalender sekaligus, sehingga memudahkan pembuatan jadwal janji temu. Selain itu, update terbaru ini juga akan membuat booking page Anda menampilkan status ketersediaan berdasarkan kalender yang sudah dipilih. Mengenal appointment schedules Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur appointment schedules Google Calendar memungkinkan pengguna untuk dapat membuat dan membagikan booking pages, membatasi waktu agar orang dapat membuat janji temu, serta melihat janji temu yang sudah di pesan melalui Calendar. Jika Anda mengakses Calendar melalui akun kantor atau sekolah, maka fitur ini juga akan menampilkan pratinjau jadwal janji temu yang baru. Namun perlu diingat, akun Google Business Starter tidak memiliki akses ke appointment schedules. Untuk menggunakan appointment schedules di akun email pribadi, Anda harus berlangganan Workspace Individual terlebih dahulu. Penting untuk diketahui juga, selain kalender utama, kini Anda juga dapat memeriksa ketersediaan dari semua kalender yang ditambahkan ke Google Calendar di web, seperti kalender milik Anda, kalender yang Anda kelola, maupun kalender yang Anda ikuti. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Mulai menggunakan fitur Peningkatan fitur appointment schedules Google Calendar ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari administrator. Pengguna bisa langsung menggunakan fitur setelah tanggal perilisan. Google telah menyusun dokumentasi khusus mengenai fitur appointment schedules yang dapat Anda akses di sini. Cara mengaktifkan fitur appointment schedules Di menu Settings, Anda dapat beralih antara slot appointment schedules lama dan baru kapan saja. Setiap slot atau jadwal yang dibuat sebelumnya akan tetap aktif dan tersedia saat appointment schedules diaktifkan maupun dinonaktifkan. Untuk periode akses awal, slot appointment schedules lama dan baru tersedia di kalender Anda. Untuk mengaktifkan fitur, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer, buka Google Calendar. Buka Settings > General > Appointment schedules. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping opsi “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Jika ingin menonaktifkan fitur, hapus centang. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Peningkatan fitur appointment schedules ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Keduanya dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dimulai pada tanggal 24 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dimulai pada tanggal 7 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching dan Learning Upgrade, serta Nonprofits customers. Namun fitur appointment schedules Google Calendar tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, termasuk paker G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Agar tidak tertinggal fitur baru dari berbagai aplikasi produktivitas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Azure, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Melindungi Data Sensitif dengan Microsoft Purview Information Protection

Melindungi konten sensitif merupakan prioritas utama administrator keamanan dan kepatuhan tiap perusahaan. Dengan Microsoft Purview Information Protection, Anda akan mendapat kemampuan untuk melacak dan mengatur akses pengguna ke konten dengan label sensitivitas.  Namun, dengan adopsi aplikasi yang dipercepat dan evolusi lanskap ancaman kami, administrator perlu memastikan bahwa perlindungan dari konten sensitivitas pengguna juga tersedia untuk aplikasi yang berjalan di perusahaan mereka. Baru-baru ini Microsoft meluncurkan fitur terbaru untuk wawasan dan perbaikan konten sensitif yang diidentifikasi oleh label Microsoft Purview Information Protection di add-on Microsoft Defender for Cloud Apps, App governance. Administrator perusahaan kini memiliki visibilitas ke beban kerja yang diakses aplikasi ini dan informasi mengenai data sensitif dalam beban kerja tersebut. Dengan kebijakan standar dan khusus, admin akan diberi tahu tentang aplikasi yang mencoba mengakses data sensitif. Selain itu, App governance dapat secara otomatis menonaktifkan aplikasi yang tidak sesuai. App governance memberikan konteks khusus aplikasi tambahan untuk mengizinkan atau melarang akses ke data sensitif, memberi lebih banyak wawasan tentang aktivitas aplikasi terkait, sekaligus kemampuan untuk mengatur aplikasi secara otomatis. Peningkatan wawasan dan perbaikan Microsoft Purview Information Protection Wawasan tentang akses data di Microsoft 365: Microsoft memberikan wawasan tentang seberapa banyak konten (sensitif atau tidak) yang diakses melalui aplikasi OAuth pihak ketiga dan line-of-business (LOB) di SharePoint (baik situs maupun file), OneDrive, Exchange Online, dan Teams. Photo Credit: Microsoft 365 Defender Blog Informasi mengenai konten sensitif: Microsoft memberikan wawasan tentang aplikasi OAuth yang mengakses berbagai jenis data sensitif seperti yang diidentifikasi oleh label sensitivitas Information Protection di SharePoint (baik situs maupun file), OneDrive, Exchange Online, dan Teams. Photo Credit: Microsoft 365 Defender Blog Kebijakan untuk pemantauan dan perbaikan otomatis: Microsoft menambahkan ketentuan kebijakan baru untuk menandai aplikasi yang mengakses data sensitif. Kondisi baru ini dapat digabungkan untuk melacak akses ke data sensitif oleh aplikasi dengan atribut berisiko lainnya. Admin keamanan dapat memilih untuk mengonfigurasi kebijakan sehingga aplikasi dinonaktifkan secara otomatis berdasarkan toleransi risikonya. Baca juga: Semua Yang Perlu Anda Ketahui tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Integrasi dengan Secure Score: Microsoft merilis kebijakan standar yang dapat digunakan admin keamanan untuk meningkatkan visibilitas dan kontrol mereka dengan cepat. Dengan rekomendasi Secure Score yang sesuai, admin keamanan dapat memperkuat postur keamanan mereka dengan kebijakan yang tepat. Baca juga: 5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM Ketika perusahaan terus menerapkan kemampuan baru untuk perlindungan aplikasi SaaS, sangat penting untuk mempertahankan strategi pencegahan kehilangan data yang kuat. Dengan wawasan tata kelola aplikasi dan perbaikan untuk fitur konten sensitif, perusahaan bisa mendapatkan perlindungan yang lebih dalam untuk aplikasi yang mengakses data atas nama aplikasi lain. Baca juga: Mengenal Azure Healthcare APIs, Platform Layanan Kesehatan dari Microsoft Cloud App governance merupakan add-on dari Microsoft Defender for Cloud Apps. Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai add-on App goverance melalui halaman dokumentasi dari Microsoft berikut ini. Portal App governance dapat diakses melalui Microsoft 365 Defender. Seluruh fitur keamanan terhadap data sensitif di atas bisa Anda nikmati dengan berlangganan Microsoft 365. Tertarik untuk mencoba? EIKON Technology menawarkan paket Free Trials khusus untuk Anda! Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology.

Info, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peningkatan Metrik Azure Postgres Flexible Server, Seperti Apa?

PostgreSQL adalah database terpopuler di dunia dan telah mendukung data untuk beberapa perusahaan besar dunia. Baru-baru ini, Microsoft mengumumkan peningkatan untuk teknologi andalan tersebut bersamaan dengan Azure, menghasilkan peningkatan metrik Azure Postgres Flexible Server. Seperti apa? Anda bisa simak detail selengkapnya di sini! Metrik yang disempurnakan Azure Postgres Flexible Server memudahkan pelanggan untuk menyiapkan, menjalankan, menskalakan, dan memantau beban kerja Postgres mereka. Teknologi ini pun tidak dibebani biaya operasional (sama seperti desain Azure lainnya yang berpusat pada pelanggan), memberi keleluasaan bagi pelanggan untuk lebih fokus membangun logika bisnis mereka. Salah satu fitur utama yang ditawarkan layanan ini adalah kemampuan untuk mengoptimalkan kinerja menggunakan metrik. Azure telah menyediakan lebih dari 20 metrik database seperti CPU, IOPS, dan Memory. Kini, Azure Postgres Flexible Server meluncurkan public preview Enhanced Metrics yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Baca juga: 5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM Metrik monitor Azure memberikan visibilitas real-time ke dalam performa database PostgreSQL. Anda dapat menggunakan metrik ini untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan keseluruhan performa database. Setelah mengaktifkan metrik yang ditingkatkan, pelanggan bisa mendapatkan akses ke lebih dari 27 database baru, replikasi, sesi, dan metrik terkait disk I/O. Anda dapat mengonfigurasi lansiran pada seluruh metrik tersebut dan juga dapat mengakses dimensi metrik baru, memungkinkan Anda memisahkan dan memfilter data metrik dengan menggunakan dimensi yang tersedia seperti nama basis data, hingga status. Baca juga: Google Workspace Vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul? Pelanggan dapat memanfaatkan metrik yang disempurnakan ini untuk memvisualisasikan dengan lebih baik kesehatan database dan menghubungkan performa Database Azure Anda untuk PostgreSQL, database Flexible Server dengan aplikasinya. Di bawah ini adalah contoh dasbor metrik yang disempurnakan untuk salah satu database instance. Untuk daftar lengkap metrik yang disempurnakan, Anda bisa mengunjungi dokumentasi Monitoring Azure Postgres berikut ini. Photo Credit: Microsoft Blog Anda dapat mengaktifkan metrik yang disempurnakan untuk database instance yang ada dengan mengaktifkan parameter server metrics.collector_database_activity. Parameter ini dinamis dan tidak memerlukan instance restart. Photo Credit: Microsoft Blog Menerapkan filter dan pemisahan pada metrik yang disempurnakan Sebagian besar metrik yang disempurnakan kini hadir dengan dimensi seperti nama database dan status. Filtering dan Splitting tersedia untuk metrik yang memiliki dimensi. Anda dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi outlier. Filtering memungkinkan Anda memilih nilai dimensi mana yang disertakan dalam diagram. Misalnya, saat Anda ingin menampilkan koneksi yang menganggur saat memetakan metrik Sessions-by-State. Anda dapat menerapkan filter pada dimensi siaga status. Splitting mengontrol apakah diagram menampilkan garis terpisah untuk setiap nilai dimensi atau menggabungkan nilai menjadi satu garis. Misalnya, Anda dapat melihat satu baris untuk metrik Sessions-by-State di semua sesi. Anda juga dapat melihat baris terpisah untuk setiap sesi yang dikelompokkan berdasarkan statusnya. Terapkan pemisahan pada dimensi status untuk melihat baris terpisah. Pada contoh di bawah ini, Anda dapat melihat contoh pemisahan berdasarkan State dimension. Photo Credit: Microsoft Blog Secara keseluruhan, metrik yang ditingkatkan di server fleksibel Azure Database for Postgres memberikan wawasan berharga tentang performa dan kesehatan database, membantu Anda mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kinerja keseluruhan database. Untuk mulai menggunakan metrik yang disempurnakan, silakan lihat kunjungi Monitoring Azure Postgres Flexible Server. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Peningkatan metrik Azure Database for Postgres ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pemantauan database Anda, sehingga dapat bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih produktif. Anda bisa memulai langkah peningkatan ini dengan berlangganan solusi cloud computing Microsoft Azure melalui EIKON Technology. EIKON Technology merupakan Microsoft Partner yang selalu menyediakan berbagai solusi resmi dari Microsoft. Kami menawarkan penerapan menyeluruh, yang juga mencakup perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Azure

Memanfaatkan Azure Confidential Computing dan Sarus Smart Privacy Solution untuk Melacak Kejahatan Finansial

Solusi confidential computing semakin populer untuk memanipulasi data sensitif. Teknologi ini menghadirkan keamanan tingkat tinggi untuk memproses data pribadi di lingkungan cloud. Mengambil data dari banyak pihak ke platform confidential computing untuk melindungi dari kebocoran ke vendor cloud dan ke pihak lain. Data hanya berguna jika dapat ditanyakan, namun confidential computing saja hanya memberi sedikit perlindungan untuk hasil kueri. Lantas, bagaimana seseorang dapat menjamin bahwa output tidak akan membocorkan informasi rahasia? Masalah ini biasanya disebut sebagai output privacy dan telah menjadi bidang penelitian intensif selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2006, Microsoft memperkenalkan konsep Differential Privacy sebagai definisi matematis dari risiko kebocoran informasi pribadi dalam output komputasi. Differential Privacy menawarkan universalitas yang membuatnya menjadi alat sempurna untuk meningkatkan akses data sambil meminimalkan risiko kebocoran. Sarus mengimplementasikannya dalam semua manipulasi data sehingga output tidak pernah mengungkapkan informasi sensitif kepada konsumen data. Arsitektur yang memecahkan privasi input dan output Azure Confidential Computing menyediakan layanan berikut ini: Database SQL Server yang berjalan di VM rahasia, menerapkan fitur tambahan seperti Transparent Data Encryption, sehingga data dienkripsi—baik saat digunakan maupun saat istirahat. Azure Key Vault Managed HSM untuk menyimpan kunci enkripsi. Instance Sarus yang berjalan pada VM rahasia terpisah, di subnet terisolasi. VM data science standar untuk praktisi data. Azure Bastion yang disiapkan untuk semua tugas administrasi. Pengguna masuk ke VM data science melalui antarmuka web menggunakan kredensial lokal atau Azure AD mereka. Photo Credit: Microsoft Blog Pengaturan jaringan menerapkan standar keamanan tertinggi berdasarkan prinsip zero-trust yang menggunakan Microsoft Defender for Cloud dan memastikan seluruh traffic tetap pribadi. Instance SQL Server hanya dapat ditanyakan oleh instance Sarus. Sarus API hanya dapat ditanyakan dari VM data science dan disiapkan agar hasilnya sesuai kebijakan privasi yang ketat. Output pun tidak dapat membawa informasi rahasia apa pun keluar. Baca juga: Memanfaatkan Microsoft Security Insider untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber Membuat alur kerja data science yang menjaga privasi sepenuhnya Setelah penyerapan selesai, data scientist dapat mulai mengerjakan data jarak jauh menggunakan Sarus API. API dapat ditanyakan baik dalam SQL maupun python SDK. Setiap kueri pemrosesan data diperiksa terhadap kebijakan privasi dan ditulis ulang untuk mematuhi tujuan privasi diferensial. Kueri yang dimodifikasi kemudian dikirim ke Database SQL Server untuk dieksekusi. Data scientist dapat memanfaatkan Sarus Private Learning SDK untuk membangun alur pemrosesan data yang komprehensif dan merancang model deteksi. SDK sudah mencakup libraries manipulasi data yang paling umum (numpy, pandas, scikit-learn). Photo Credit: Microsoft Blog Data scientist secara progresif membangun data pipeline mereka sambil berinteraksi dengan data jarak jauh melalui Sarus. Mereka dapat menggunakan alat yang sama dan menulis kode yang identik. Perbedaan penting adalah bahwa seluruh proyek dilakukan tanpa memberikan akses menuju informasi tingkat pengguna. Baca juga: Mengenal Azure Healthcare APIs, Platform Layanan Kesehatan dari Microsoft Cloud Demonstrasi sukses yang dapat diskalakan ke lebih banyak kasus penggunaan Data dari Microsoft menunjukkan bahwa kolaborasi dengan data sensitif dapat disampaikan dalam skala besar dengan memanfaatkan arsitektur cloud modern yang disediakan oleh Azure. Perlindungan data end-to-end tidak menghalangi kreativitas data scientist dan data analyst untuk memecahkan tantangan baru. Aplikasinya dapat meminimalkan kejahatan finansial, yang cocok diterapkan pada industri asuransi, perawatan kesehatan, smart city, dan bahkan mobilitas. Baca juga: Yuk, Intip Bagaimana Ekosistem Partner Microsoft Menskalakan Solusi Cloud! Sarus sendiri merupakan startup privasi yang memungkinkan penelitian dan data science terhadap data rahasia. Mereka mengimplementasikan penelitian terbaru dalam teknologi privasi dan membawanya langsung ke data warehouse. Sarus juga merupakan bagian dari batch Y Combinator W22 sekaligus Microsoft Partner yang tersedia di Azure Marketplace. Solusi komputasi awan Microsoft Azure kini sudah tersedia di EIKON Technology. Sebagai Microsoft Partner, EIKON Technology memastikan bahwa solusi yang Anda dapatkan resmi dan lisensi. Anda juga dapat menyesuaikan solusi ini sesuai dengan kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Berbagi Spreadsheet Microsoft Teams Kini Makin Mudah dengan Excel Live

Sebelumnya, untuk berbagai spreadsheet dalam rapat virtual Microsoft Teams merupakan pengalaman yang cukup berat sebelah. Anda berbagi layar, lalu semua orang menonton saat Anda menavigasi buku kerja dan memperbarui konten. Namun bagaimana jika grup Anda dapat menggunakan waktu rapat tersebut dengan lebih efisien untuk menyelesaikan pekerjaan bersama? Sebagai solusi, Microsoft meluncurkan sebuah solusi kolaborasi yang telah disempurnakan untuk mengerjakan workbook Excel, yakni Excel Live. Solusi ini akan membantu tim Anda untuk berkolaborasi secara real-time saat melakukan rapat virtual dengan Teams. Solusi ini diperkenalkan kepada publik pada bulan Oktober 2022 setelah sebelumnya diluncurkan untuk pratinjau publik di Microsoft Inspire pada Juli 2022. Cara kerja Excel Live di Microsoft Teams Untuk mulai menggunakan solusi ini, Anda cukup mengeklik opsi Share yang ada di halaman Teams. Gulir ke bawah ke pilihan Excel Live. Di situ Anda akan menemukan daftar workbook Excel terbaru. Photo Credit: Microsoft 365 Blog Untuk mulai berbagi, klik workbook yang ingin Anda bagikan. Anda akan diminta untuk memberikan akses edit ke file dengan peserta rapat lainnya. Klik Share. Photo Credit: Microsoft 365 Blog Setelah berbagi akses, setiap orang yang bergabung dalam rapat kini dapat menyunting file Excel yang sedang dibagikan dari layar rapat Teams.  Baca juga: Tips Mengadakan Meeting Virtual Skala Besar dengan Microsoft Teams Photo Credit: Microsoft 365 Blog Jendela rapat Teams kini menjadi kanvas interaktif bagi semua peserta untuk bekerja sama. Peserta dapat mengikuti penyaji, berinteraksi, mengedit workbook, sekaligus menyinkronkan kembali file—semuanya dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan layar rapat. Peserta bahkan tidak perlu menjalankan Excel di perangkat mereka. Baca juga: Apa Yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365? Excel Live juga mendukung Sheet View, yang memungkinkan semua orang menyunting workbook bersama-sama untuk membuat tampilan yang dikustomisasi guna mengurutkan atau memfilter informasi (tanpa mengganggu tampilan di layar peserta lainnya). Workbook dimuat untuk setiap peserta dalam tingkat optimal dengan mempertimbangkan ukuran perangkat dan apa yang ditampilkan, dengan fleksibilitas untuk menyesuaikan zoom sesuai kebutuhan. Peserta rapat dapat berkolaborasi dengan di worksheet selama rapat dan menggunakan Show Changes untuk mengelola pengeditan yang dilakukan pada workbook. Anda juga bisa mengakses Excel Live melalui Excel versi web. Cukup klik Share dan kemudian pilih opsi Work Together in Teams. Photo Credit: Microsoft 365 Blog Excel Live juga tersedia untuk peserta yang bergabung menggunakan perangkat seluler dan tablet.  Photo Credit: Microsoft 365 Blog Photo Credit: Microsoft 365 Blog Rapat virtual Teams makin interaktif dengan Excel Live Excel Live dapat Anda manfaatkan dalam grup proyek yang melibatkan proses pembuatan, peninjauan, dan bahkan revisi workbook dalam rapat virtual Teams. Ini akan menghemat waktu kerja Anda secara efisien, bahkan memungkinkan kolaborasi real-time. Keuntungan lain yang ditawarkan Excel Live meliputi: Menyederhanakan kolaborasi dengan menghilangkan kebutuhan untuk beralih antar program. Mempromosikan inklusivitas dan mendorong kontribusi di antara peserta. Menghemat waktu yang dihabiskan setelah rapat mencoba menangkap dan menggabungkan konten. Mendorong produktivitas dan efisiensi dengan menindaklanjuti feedback secara real-time. Baca juga: Cara Memigrasikan Pengguna Active Directory Lokal ke Google Cloud Managed Microsoft AD Excel Live memanfaatkan web Excel dan kerangka kerja aplikasi Teams untuk pengalaman yang lebih interaktif. Dibangun di platform kolaborasi kantor dengan infrastruktur sinkronisasi baru yang mendukung penulisan bersama dan kolaborasi real-time. Anda dapat mulai memanfaatkan solusi ini dengan berlangganan Microsoft 365 for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai Microsoft Partner, EIKON Technology menghadirkan paket langganan berlisensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Mengenal Fitur Terjemahan di Microsoft Teams untuk Perangkat Seluler

Kolaborasi dan komunikasi yang efektif dalam aplikasi perpesanan membutuhkan alat dan fitur yang memahami siapa Anda, di mana, dan bagaimana Anda ingin berkomunikasi. Microsoft Teams versi perangkat seluler dapat memahami bahasa pilihan pelanggan dan cara pelanggan berinteraksi dengan kontak mereka. Saat kolaborator mengobrol dalam berbagai bahasa, fitur terjemahan pesan cerdas menggunakan preferensi akun mereka untuk memberi tahu pengguna kapan mereka akan mendapat manfaat dari terjemahan dan mempersonalisasinya. Microsoft Teams untuk perangkat seluler iOS & Android memperkenalkan terjemahan pesan cerdas dalam obrolan. Saat pengguna menerima pesan obrolan dalam bahasa yang tidak mereka pahami, Teams akan memberi tahu mereka dengan perintah untuk menerjemahkan pesan obrolan ke dalam bahasa pilihan pengguna. Pengguna juga dapat mempersonalisasi perilaku terjemahan obrolan mereka dengan mengaktifkan terjemahan otomatis. Bagaimana fitur ini bekerja? Saat menerima pesan obrolan dalam bahasa asing, Teams akan memunculkan pop-up yang menawarkan untuk menerjemahkannya ke bahasa pilihan Anda. Untuk mulai menggunakan fitur ini, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini. Photo Credit: Microsoft Translator Blog Klik Translate untuk menerjemahkan pesan. Pilih Never translate (language) jika Anda tidak memerlukan terjemahan untuk bahasa tersebut. Teams akan berhenti menampilkan terjemahan untuk bahasa tersebut dan secara otomatis akan ditambahkan ke daftar Never translate list di Teams seluler. Anda dapat mengedit preferensi bahasa di Teams dengan mengetuk profil Anda, pilih Settings, di bawah General, pilih Translation. Untuk menghapus bahasa dari daftar Never translate list, hapus untuk membatalkan perubahan. Ikon Help di sebelah kanan Never translate (language) memungkinkan Anda memberikan umpan balik yang akan digunakan untuk menyempurnakan deteksi bahasa di Teams. Photo Credit: Microsoft Translator Blog Setelah menggunakan fitur terjemahan beberapa kali, Teams akan memunculkan opsi untuk mengaktifkan terjemahan otomatis. Dengan begitu, jika nanti muncul pesan dalam bahasa yang sama, maka sistem akan langsung menerjemahkannya ke bahasa pilihan Anda. Kapabilitas terjemahan ini tersedia dalam rilis terbaru Microsoft Teams untuk perangkat seluler iOS & Android. Secara default, bahasa terjemahan akan diatur mengikut bahasa default Teams Anda. Baca juga: Cara Memigrasikan Pengguna Active Directory Lokal ke Google Cloud Managed Microsoft AD Jika Anda ingin mengubah bahasa default: Photo Credit: Microsoft Translator Blog Ketuk gambar profil Anda di Teams. Ketuk Settings. di bawah General, pilih Translation. Dari sana, Anda dapat menyesuaikan setelan terjemahan. Untuk saat ini, Teams mendukung terjemahan ke dan dari lebih dari 100 bahasa. Di samping itu, Anda juga dapat mengelola preferensi terjemahan. Untuk mengelola semua preferensi terjemahan seluler Teams Anda, masuk ke Settings profil Anda, di bawah General, pilih opsi Translation yang tersedia. Baca juga: Sinkronisasi Offline Tersedia untuk Dokumen Microsoft Office, Bagaimana Cara Kerjanya? Fitur terjemahan dari Microsoft Teams ini memudahkan Anda untuk lebih memahami pesan obrolan dalam bahasa asing. Anda tak perlu lagi menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menerjemahkan pesan. Menariknya lagi, kapabilitas ini pun dapat disetel agar bisa berjalan secara otomatis. Jadi, saat Anda menerima pesan dalam bahasa asing di masa mendatang, akan langsung diterjemahkan tanpa pengaturan tambahan lagi. Baca juga: Apa yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365? Selain Microsoft Teams, Anda juga dapat memanfaatkan solusi dari Microsoft lainnya, yakni Microsoft 365 untuk mendukung kolaborasi kerja. Solusi ini kini tersedia di EIKON Technology. Sebagai Microsoft Partner, EIKON Technology menyediakan Microsoft 365 berlisensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Melindungi Keamanan Siswa dengan Kesadaran terhadap Keamanan Siber

Banyak yang menganggap bahwa anak muda akan lebih mudah memahami teknologi karena mereka tumbuh dengan ponsel sejak usia dini. Namun sayangnya, mereka pun sangat rentan terhadap bahaya serangan keamanan siber. Dengan memadukan instruksi keamanan digital yang fokus dan konsisten dengan alat keamanan Microsoft seperti Defender dan Intune for Education, siswa dapat menavigasi kehidupan digital mereka dengan aman. Curigai phishing Photo Credit: Microsoft Education Blog Phishing terjadi saat situs, aplikasi komunikasi, atau platform lain mencoba mengumpulkan informasi pribadi untuk tujuan jahat. Sering kali, serangan phishing mencoba mengumpulkan informasi pribadi seperti detail kartu kredit atau kredensial login. Untuk membantu mengurangi jumlah ancaman yang berhasil, berikut adalah beberapa tanda phishing yang harus diwaspadai: Pesan atau subjek memiliki ejaan yang salah. Pesan tersebut menggunakan alamat email yang menyerupai nama guru atau administrator. Pesan tersebut berisi tautan yang tidak mengarah ke tempat yang diharapkan. Pesan tersebut tampaknya berasal dari sekolah atau anggota staf dan menyampaikan ancaman, urgensi, atau menawarkan hadiah yang tidak realistis. Pesan membuat permintaan untuk memberikan informasi pribadi. Anda dapat memanfaatkan Microsoft Defender for the Cloud Apps untuk melindungi dan memantau potensi ancaman terhadap perangkat siswa. Perlindungan komprehensif Defender membantu siswa tetap aman saat mereka berada di kampus, di rumah, atau bahkan saat menggunakan perangkat dari berbagai tempat di belahan dunia lain. Baca juga: Yuk, Intip Bagaimana Ekosistem Partner Microsoft Menskalakan Solusi Cloud! Waspadai tautan yang mencurigakan Pergeseran ke blended learning dipercepat secara tiba-tiba selama beberapa tahun terakhir. Sayangnya, banyak keterampilan digital siswa dan keamanan siber yang masih tertinggal. Siswa mengakses konten dengan berbagai cara, baik itu melalui alat pembelajaran, aplikasi komunikasi, dan mesin telusur. Masing-masing platform ini adalah tempat pendaratan untuk teks hyperlink. Siswa memerlukan keterampilan literasi digital untuk membantu mereka menentukan tautan mana yang aman saat mereka menjelajahi konten. Bantu siswa meningkatkan keamanan siber mereka dengan mencontohkan cara menilai dan memverifikasi tautan yang ditemukan di situs web, hasil penelusuran, email, aplikasi komunikasi, dan media sosial. Penting bagi siswa untuk memahami bahwa mengeklik tautan berbahaya dapat menyebabkan orang yang tak bertanggung jawab mengakses kamera perangkat mereka, memata-matai atau merusak perangkat, bahkan mencuri informasi pribadi. Tautan berbahaya dapat muncul di perangkat yang sering digunakan siswa di kelas seperti ponsel, tablet, dan laptop. Iklan yang menjebak Photo Credit: benzoix (Freepik) Meskipun iklan pada dasarnya tidak terlalu mengancam keamanan siber, penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan membedakan antara iklan yang sah dan yang berpotensi membahayakan. Iklan biasanya ditemukan di video interstisial game, hasil penelusuran yang dipromosikan, dan media sosial. Iklan muncul di mana-mana menjanjikan barang yang menarik, tapi kadang bisa menjadi pintu gerbang untuk malware atau serangan phishing. Ingat, iklan tidak selalu buruk. Penting bagi siswa untuk memahami tanda-tanda iklan tepercaya dan iklan yang mencurigakan. Bantu siswa menghindari iklan berbahaya dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini: Identifikasi iklan. Label atau teks seperti #ad atau “sponsored” bisa menjadi petunjuk yang bagus. Putuskan apakah iklan tersebut relevan dengan kueri penelusuran. Hindari tautan yang meminta data pribadi atau mencoba menimbulkan rasa takut. Baca juga: Kelola Kelas Online Lebih Mudah Dengan Fitur Assignments Microsoft Teams Beberapa tahun terakhir ini telah menunjukkan pentingnya memahami bagaimana berperilaku aman saat online dan bahwa setiap orang memiliki peran dalam keamanan siber. Microsoft telah membuat situs web Cybersecurity Awareness, dengan sumber daya yang dapat dikonsumsi organisasi, konsumen, dan pelajar untuk mempelajari praktik terbaik keamanan siber. Seiring siswa terus mendapatkan keterampilan digital yang penting, mereka akan meningkatkan pemahaman mereka tentang ancaman yang biasanya mencoba menyusup ke sekolah, aplikasi media sosial, dan alat komunikasi yang mereka gunakan setiap hari. Jelaskan kepada mereka sebab dan akibat sehingga mereka dapat melihat cara menghindari penipuan dan kompromi. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Dengan memanfaatkan Microsoft Teams for Education, kelas online bisa dilakukan dengan optimal dan kendala teknis pun bisa diminimalisir. Untuk memaksimalkan Teams, ada baiknya Anda melakukan integrasi dengan Microsoft 365®. Microsoft 365® menawarkan berbagai aplikasi yang memudahkan pelaksanaan kelas online seperti Word, PowerPoint®, dan Excel®. Dapatkan Microsoft 365® resmi melalui EIKON Technology yang merupakan official partner Microsoft. Klik di sini untuk mencoba free trial Microsoft 365®! 

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Fitur Baru Microsoft 365, Hadirkan Kapabilitas Bahasa Isyarat

Akhir tahun 2022 lalu, Microsoft 365 meluncurkan kemampuan baru untuk meningkatkan produktivitas dan inklusi. Microsoft memperkenalkan game di Teams untuk membantu mendorong pembangunan tim, memungkinkan Anda mengirim pesan terjadwal pada waktu yang tepat dan meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang tunarungu atau gangguan pendengaran atau siapa pun yang menggunakan bahasa isyarat. Microsoft juga telah memperkenalkan fitur follow di Microsoft Whiteboard untuk membantu fasilitator rapat menjaga grup tetap fokus dan pada topik dan alat baru yang dapat digunakan administrator untuk membantu tim mengoptimalkan rangkaian produk Microsoft yang sudah ada. Tingkatkan kolaborasi tim dengan permainan Microsoft Teams Photo Credit: Microsoft 365 Microsoft baru saja memperkenalkan aplikasi Games for Work untuk Microsoft Teams, yang dikembangkan oleh Microsoft Casual Games. Bermain game dengan rekan kerja dapat membantu untuk meningkatkan kolaborasi, mendobrak hambatan, dan mengembangkan relasi tim. Menurut penelitian Universitas Brigham Young, tim yang memainkan permainan singkat bersama 20% lebih produktif daripada mereka yang terlibat dalam aktivitas membangun tim secara tradisional. Mempertahankan tenaga kerja yang kolaboratif membutuhkan lebih banyak usaha dibanding sebelumnya dan games adalah pendekatan yang baik untuk menumbuhkan kreativitas sambil membangun kepercayaan antar anggota tim. Aplikasi Games for Work terintegrasi langsung ke alur pekerjaan Anda dan dapat ditambahkan ke rapat Microsoft Teams. Tersedia pilihan game kasual favorit termasuk Microsoft Minesweeper, Solitaire, IceBreakers, dan Wordament. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Pertahankan agar interpreter dan pengguna bahasa isyarat lainnya tetap terlihat  Photo Credit: Microsoft 365 Sign language view adalah fitur baru di Microsoft Teams yang membantu pengguna bahasa isyarat mengutamakan satu sama lain di sorotan utama, di lokasi yang konsisten, sepanjang rapat. Menargetkan skenario umum di mana peserta tunarungu atau kesulitan mendengar bekerja dengan satu atau beberapa interpreter dalam rapat, tampilan bahasa isyarat memberikan cara yang lebih mudah diprediksi untuk menjaga hingga mereka tetap terlihat setiap saat. Jika diaktifkan, video streaming yang diprioritaskan akan muncul dengan rasio tinggi lebar yang tepat dan dengan kualitas tertinggi yang tersedia. Tampilan ini bersifat pribadi dan tidak akan memengaruhi orang lain dalam rapat. Anda dapat mengaktifkan tampilan bahasa isyarat dengan cepat dalam rapat atau sebagai pengaturan yang tetap ada di semua panggilan. Baca juga: Memanfaatkan Microsoft Security Insider untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber Pandu diskusi dengan fitur follow di Whiteboard Photo Credit: Microsoft 365 Cara lain teknologi membantu menciptakan budaya inklusif adalah dengan mempermudah semua orang untuk tetap terlibat di mana pun mereka bekerja. Fasilitator rapat yang menggunakan fitur ikuti di Whiteboard kini dapat menghasilkan diskusi yang lebih menarik dan dipandu secara visual. Fitur follow memungkinkan fasilitator rapat membawa semua orang ke lokasi dan meminta mereka mengikuti pandangan fasilitator. Peserta yang awalnya mengikuti fasilitator dapat menjeda tampilan papan tulis mereka kapan saja untuk mengedit atau menjelajahi papan tulis secara mandiri, lalu mereka dapat dengan mudah melanjutkan mengikuti fasilitator saat mereka siap. Fitur follow membantu fasilitator rapat memandu peserta melalui Whiteboard serta memungkinkan fasilitator memusatkan perhatian dan diskusi pada bagian penting presentasi. Dengan begitu, fasilitator tak perlu lagi menghabiskan waktu selama rapat untuk membantu peserta mengetahui kapan mereka harus fokus ke whiteboard. Baca juga: Tips Menciptakan Work-Life Balance di Era Hybrid Bersama Microsoft Pembaruan ini menyoroti inovasi Microsoft 365 untuk membantu semua orang bekerja lebih baik, lebih cerdas, dan lebih kohesif sekaligus mengurangi biaya dan kompleksitas. Manfaatkan berbagai solusi dari Microsoft untuk mendukung kolaborasi kerja Anda. EIKON Technology sebagai Microsoft Partner siap membantu Anda menghadirkan solusi tanpa proses yang rumit. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.

Cloud Computing, Google Cloud

3 Kultur Kerja yang Dapat Memengaruhi Kesuksesan DevOps

DevOps adalah tentang alat, praktik, dan cara orang bekerja sama untuk menghadirkan perangkat lunak dengan cepat, andal, sekaligus aman. Riset yang dilakukan oleh tim DORA selama delapan tahun terakhir secara konsisten menunjukkan bahwa kultur kerja merupakan landasan bagi kesuksesan perusahaan dan kesejahteraan karyawannya. Data Google Cloud menunjukkan bahwa perusahaan dengan performa yang memenuhi tujuan kinerja dan profitabilitasnya, cenderung memiliki kultur kerja yang generatif. Laporan State of DevOps 2022 pun mendukung klaim ini. Pada awal tahun 2023 ini Google Cloud memeriksa tiga area utama yang berhubungan dengan dampak kultur kerja DevOps: Dampak pergeseran tatanan kerja yang terjadi sejak awal pandemi terhadap performa perusahaan. Apakah tingkat pergantian tim yang lebih tinggi berdampak pada performa perusahaan. Dampak dari kelelahan kerja karyawan. Pergeseran pengaturan kerja Photo Credit: tonodiaz (Freepik) Pengaturan kerja yang fleksibel kini telah menjadi suatu hal yang lumrah ditemukan di banyak perusahaan. Karyawan di berbagai industri memiliki kesempatan untuk memilih antara pengaturan kerja tatap muka, hybrid, atau jarak jauh sepenuhnya yang paling sesuai dengan kebutuhan. Penelitian yang dilakukan Google menunjukkan bahwa pergeseran ini adalah suatu hal yang positif. Diketahui bahwa pengaturan kerja yang fleksibel dikaitkan dengan kinerja perusahaan yang lebih tinggi dibanding dengan perusahaan dengan pengaturan kerja yang kaku. Itu artinya, kultur kerja employee centric terbukti dapat memberikan manfaat nyata dan langsung bagi perusahaan. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Tingkat pergantian karyawan Pergantian yang terus-menerus dapat memengaruhi produktivitas dan moral. Sebab, anggota tim baru pasti memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi. Di samping itu, mereka yang bertahan pun kemungkinan masih perlu beradaptasi dengan perubahan beban kerja dan dinamika tim mereka. Riset yang dilakukan Google menunjukkan bahwa tim yang lebih stabil cenderung memiliki performa yang lebih berkualitas dibandingkan dengan tim yang mengalami lebih banyak pergantian (churn). Sebuah tim yang terus-menerus berurusan dengan perubahan mungkin lebih sulit mengikuti praktik yang menghasilkan dokumentasi berkualitas. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Cloud Kelelahan karyawan Photo Credit: creativeart (Freepik) Terakhir, penelitian Google Cloud ini juga berfokus pada rasa kelelahan, perasaan takut, sikap apatis, dan sinisme seputar pekerjaan. Mengalami kelelahan dapat menyebabkan orang memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih rendah dan peningkatan omzet perusahaan. Belum lagi, hal tersebut pun berpotensi meningkatkan risiko kesehatan mental dan fisik yang buruk (seperti peningkatan risiko depresi dan kecemasan, dan bahkan penyakit jantung). Temuan Google Cloud menunjukkan bahwa pengaturan kerja yang kaku meningkatkan tingkat kelelahan karyawan sebesar 30%. Secara keseluruhan, ketiga temuan ini menggarisbawahi pentingnya menciptakan kultur kerja yang lebih sehat dan inklusif bagi karyawan baik di tingkat organisasi maupun tim. Baca juga: Penyempurnaan Infrastruktur Google Cloud untuk Menyesuaikan Beban Kerja Anda Meski dari temuan di atas diketahui bahwa kultur kerja memiliki peranan besar, namun meningkatkan atau mengubah kultur kerja jelas bukanlah perkara mudah—terutama jika hal tersebut sudah berjalan begitu lama. Perusahaan sebaiknya mencoba lebih memahami pengalaman karyawan mereka dan kemudian menginvestasikan sumber daya untuk mengatasi masalah kultur kerja sebagai bagian dari upaya transformasi DevOps. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana budaya memengaruhi kinerja organisasi, Anda bisa menyimak Laporan Status DevOps 2022 ini. Anda dapat memulai langkah transformasi kultur kerja dengan menerapkan solusi komputasi awan Google Cloud. EIKON Technology sebagai authorized reseller untuk produk-produk Google menyediakan solusi Cloud berlisensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Informasi lebih lanjut mengenai penerapan, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tingkatkan Kolaborasi Kerja dengan Fitur Chat dan Channel Microsoft Teams

Dalam model kerja hybrid baru, kolaborasi berarti bekerja secara sinkron dan asinkron dengan orang-orang yang berada di lokasi terpisah dan pada jadwal kerja yang berbeda. Hal ini sering menimbulkan tantangan. Penting untuk memastikan bahwa seluruh pelaku model kerja hybrid untuk memiliki dukungan terbaik agar mereka dapat tetap fokus di mana pun dan bagaimanapun cara mereka bekerja. Penghujung tahun 2022 lalu Microsoft meluncurkan beberapa fitur baru yang akan membantu pelanggan dalam memprioritaskan hal yang paling penting dan berkolaborasi secara efisien untuk mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Tetap fokus dan tingkatkan efisiensi Anda Photo Credit: Microsoft Teams Blog Balasan yang disarankan di obrolan grup: Daripada menghabiskan waktu mengetik tanggapan untuk pesan masuk, cukup balas dengan satu klik dengan memilih tanggapan yang disarankan untuk obrolan grup Anda. Balasan yang disarankan menggunakan machine learning untuk menghasilkan respons yang paling relevan dengan percakapan. Photo Credit: Microsoft Teams Blog Orang yang direkomendasikan saat membuat pesan baru: Hemat waktu mencari orang yang tepat. Menggunakan AI, obrolan Teams akan membantu Anda memulai percakapan baru dengan merekomendasikan kolega, berdasarkan kolaborasi Anda sebelumnya. Photo Credit: Microsoft Teams Blog Tambahkan orang ke obrolan grup dengan @mention: Tambahkan peserta baru ke obrolan dengan @mention, sehingga tidak perlu menavigasi ke dialog tambahan. Saat menambahkan peserta baru, Anda dapat mengontrol berapa banyak riwayat obrolan yang akan dibagikan. Photo Credit: Microsoft Teams Blog Mention @everyone: Tarik perhatian semua orang dalam obrolan cepat dengan @everyone. Setiap orang di obrolan akan menerima notifikasi. Ini memastikan pengirim bahwa pemberitahuan telah dikirim ke seluruh audiens obrolan dan membantu penerima memprioritaskan pesan. Photo Credit: Microsoft Teams Blog Hapus obrolan: Atur dan hapus percakapan obrolan yang tidak lagi Anda perlukan dengan mudah, tanpa memengaruhi peserta lain dalam percakapan obrolan yang sama. Baca juga: Tips Menciptakan Work-Life Balance di Era Hybrid Bersama Microsoft Hidupkan interaksi virtual Anda Photo Credit: Microsoft Teams Blog Reaksi yang diperluas: Sampaikan umpan balik secara lebih kreatif dengan lebih dari 800 emoji Microsoft Teams untuk berbagai situasi. Komunikasikan reaksi untuk merayakan, mengungkapkan persetujuan, atau untuk menarik perhatian ke daftar tugas. Klip video: Klip video pendek memungkinkan Anda untuk lebih leluasa mengekspresikan diri, memberikan sentuhan yang lebih pribadi, dan memperkuat koneksi. Cukup rekam, kirim, dan bagikan klip video dalam obrolan. Penerima klip video dapat dengan mudah membalas dengan pesan obrolan atau klip video mereka sendiri. Fitur tersedia di desktop dan perangkat seluler. Baca juga: Tips Mengadakan Meeting Virtual Skala Besar dengan Microsoft Teams Membangun kebiasaan kerja yang sehat Dengan lebih banyak orang yang bekerja dari jarak jauh dan di zona waktu yang berbeda, merencanakan waktu kerja Anda terbukti menantang: berkoordinasi seputar jadwal kerja kolega Anda, merencanakan rapat, atau mengirim pesan tanpa mengganggu jam istirahat mereka. Fitur-fitur baru berikut membantu membangun transparansi dan mencapai lebih banyak tanpa mengorbankan keseimbangan kehidupan kerja tim Anda. Photo Credit: Microsoft Teams Blog Jadwalkan pengiriman: Mirip dengan menunda pengiriman email di Outlook, Anda dapat secara manual memilih tanggal dan waktu yang akan datang untuk mengirimkan pesan obrolan. Cukup klik kanan tombol kirim untuk menjadwalkan pengiriman. Selain itu, jika di luar jam kerja penerima, Anda akan otomatis mendapatkan jadwal kirim saran dari Viva Insights. Hanya dengan satu klik, pengguna dapat mengirim pesan obrolan pada awal jam kerja penerima. Jam kerja dan lokasi: Berikan visibilitas kepada rekan kerja dengan menyiapkan lokasi kerja Anda untuk hari itu. Dengan begitu, mereka akan mengetahui hari apa Anda akan berada di kantor atau bekerja dari rumah, sehingga lebih mudah mengoordinasikan rapat tatap muka. Setiap kali muncul sesuatu, perbarui rencana Anda di Outlook atau Teams. Baca juga: Ciptakan Pengalaman Hybrid Learning Baru dengan Canvas dan Microsoft 365 Fitur-fitur yang disebutkan di atas telah diluncurkan oleh Microsoft pada akhir tahun 2022 lalu. Anda dapat memanfaatkannya dalam menerapkan model kerja hybrid yang lebih efisien pada tahun yang baru ini. Nikmati berbagai solusi dari Microsoft untuk mendukung pekerjaan Anda. EIKON Technology sebagai Microsoft Partner siap membantu Anda menghadirkan solusi tanpa proses yang rumit. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi solusi dari Microsoft guna mendukung model kerja hybrid.

Scroll to Top