EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Memberdayakan Inovasi agar Dapat Membangun Bisnis yang Adaptif

Inovasi sering dikaitkan dengan suatu hal yang besar: meningkatkan keunggulan kompetitif atau mengembangkan produk baru. Namun sebenarnya semua itu dimulai dari hal-hal kecil. Mulai dari cara perusahaan secara teratur menyediakan waktu untuk berpikir kreatif, bereksperimen dengan proses, hingga menerapkan teknologi untuk berkolaborasi. Pendekatan inovasi ini membuatnya menjadi suatu eksplorasi berkelanjutan dari mode kerja yang membuat para karyawan merasa lebih terdorong untuk mencari tahu cara membuat pekerjaan mereka menjadi lebih efisien sehingga bisnis pun lebih tangguh. Ketika tim secara teratur diberdayakan untuk bereksperimen, penemuan yang muncul dan peningkatan produktivitas dapat membantu organisasi mengatasi tantangan yang tidak terduga dan membuka peluang baru. Menciptakan lingkungan yang mendorong terciptanya inovasi Photo Credit: Google Cloud Blog Pada akhirnya, terserah kepada setiap organisasi untuk menentukan cara terbaik untuk mengadopsi inovasi sebagai praktik sehari-hari. Namun, sebagai titik awal, ada nilai-nilai tertentu yang bisa diperkenalkan untuk membangun budaya yang mendukung pendekatan baru dalam bekerja. Dimulai dengan menciptakan suasana keamanan psikologis. Agar karyawan dan tim dapat mengambil risiko dalam mengembangkan inovasi, mereka harus merasa nyaman untuk berbicara, mengajukan pertanyaan, dan membuat kesalahan. Dorong karyawan untuk mengungkapkan rasa ingin tahu mereka. Selalu berikan apresiasi atas apa yang sudah mereka lakukan. Ketika karyawan merasa didengar, peluang mereka untuk berkontribusi pada potensi inovasi pun lebih besar. Namun mendengarkan tidak akan lengkap tanpa dorongan dari kepemimpinan. Agar perusahaan Anda lebih inovatif, dorong karyawan tingkat senior untuk memperkuat kontribusi rekan junior mereka. Baca juga: Trik Optimalisasi Chrome Browser untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja Mempraktikkan inovasi Menumbuhkan nilai-nilai seperti keselamatan, inklusivitas, dan kolaborasi adalah langkah pertama untuk membangun inovasi menjadi kebiasaan sehari-hari. Untuk memperkuat inovasi perusahaan Anda, pertimbangkan latihan yang dapat membantu tim Anda menjadi lebih kreatif berikut: Selenggarakan dan fasilitasi latihan brainstorming rutin yang ditujukan untuk inovasi. Anda dapat mencurahkan sesi yang berbeda untuk topik tertentu. Alat virtual, seperti Google Meet untuk bekerja secara real-time atau Spaces untuk percakapan yang berkelanjutan, memastikan karyawan hybrid bisa tetap berpartisipasi dari mana saja. Saring keingintahuan calon karyawan. Gunakan Google Forms untuk membuat survei guna membantu tim dan manajer departemen menilai kandidat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bereksperimenlah sedikit setiap hari. Secara khusus, dorong karyawan Anda untuk menggunakan teknologi dengan cara baru. Cara ini akan memberdayakan mereka untuk menjadi kreatif. Jadwalkan sesi berbagi pengetahuan atau buat utas obrolan yang memungkinkan karyawan dapat bertukar tips dan praktik terbaik untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi di tempat kerja. Photo Credit: Rawpixel Dukung karyawan Anda untuk fokus pada inovasi yang tepat bagi mereka. Pekerjaan semacam ini sering membutuhkan kombinasi antara waktu individu dan kolaborasi kelompok. Preferensi orang untuk setiap jenis pekerjaan mungkin bergantung pada beban kerja dan jadwal harian mereka, berikan fleksibilitas kepada karyawan Anda untuk memutuskan kapan dan bagaimana mereka berkontribusi pada upaya inovatif. Dorong karyawan Anda untuk menggunakan Google Calendar dan mengambil Focus Time yang dikhususkan untuk aktivitas yang mendukung inovasi, seperti riset tren. Bantu tim Anda menemukan alat pilihan mereka untuk pekerjaan individu dan kolektif serta kolaborasi waktu yang sama dan bertahap. Alat interaktif seperti Jamboard dan Miro di Google Meet dapat menyempurnakan sesi kerja real-time. Baca juga: 4 Fitur Baru Chrome untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Membangun budaya kreatif membutuhkan waktu, dan ini merupakan sebuah proses berkelanjutan. Pertama, Anda harus menerapkan praktik yang kreatif. Setelah memunculkan serangkaian ide bagus, Anda pilih yang terbaik untuk dikembangkan. Terakhir, ujilah ide-ide tersebut, luncurkan dan sempurnakan berdasarkan data yang tersedia dan feedback dari pengguna. Jika inovasi dapat berjalan, waktunya untuk mengembangkan dan menskalakannya. Namun jika tidak, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi kegagalan Anda. Google Workspace beserta aplikasi, fitur, kapabilitas, dan resources produktivitasnya siap mendukung Anda untuk menciptakan suatu budaya perusahaan baru yang lebih kreatif sehingga mampu menciptakan inovasi. Belum menggunakan Google Workspace? Hubungi EIKON Technology untuk penerapan yang mulus, praktis, dan hemat biaya. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Workspace

Cara Mengembangkan Add-ons Workspace Melalui Google Apps Script

Selama menggunakan Google Workspace, pernahkah Anda merasa ingin menambahkan fitur tertentu agar pekerjaan semakin mudah. Namun sayangnya, tidak pernah ada satu produk yang benar-benar bisa mengatasi masalah setiap orang. Meski begitu, bukan berarti hal ini tidak ada solusinya. Agar Workspace bisa memenuhi kebutuhan Anda, Google menghadirkan Apps Script. Apps Script sendiri merupakan subset dari JavaScript yang memungkinkan pengguna Google Workspace untuk memanipulasi kinerja aplikasi di dalamnya. Selain itu, add-ons buatan Apps Script dapat diunggah ke Google Workspace Marketplace, sehingga Anda bisa membagikan solusi yang sudah Anda buat atau menemukan add-ons gratis yang dibuat orang lain untuk memecahkan masalah serupa secara gratis. Mulai membangun add-on Google Apps Script dapat diakses dari aplikasi Workspace seperti Google Docs, Sheets, Slides, and Forms, membuatnya mudah untuk membuat skrip terbatas dalam dokumen tertentu. Anda dapat membuat sebuah add-on sambil menggunakannya ketika sedang menjalankan aplikasi. Add-on yang masih dalam pengembangan akan ditolak, tetapi karena Google mengizinkan fitur dan pembaruan tambahan untuk ditambahkan setelah disetujui, maka ada baiknya Anda merancang add-on sederhana yang dapat dikembangkan nantinya. Anda bahkan bisa meminta feedback dari orang lain yang sudah menggunakan add-on. Baca juga: Add-Ons to Docs and Sheets: A Little Something Extra Mempersiapkan add-on di Google Workspace Marketplace Setelah add-on siap digunakan, ada beberapa item yang perlu disiapkan sebelum dapat diunggah ke Marketplace untuk ditinjau: Situs web add-on: Marketplace mengharuskan semua add-on untuk memiliki situs web mereka sendiri yang hidup di domain yang dimiliki pembuatnya (bukan di Google Sites). Nama domain tidak harus berupa nama produk. Situs web add-on juga harus menyertakan halaman kebijakan privasi dan halaman persyaratan layanan. Halaman ini harus dapat diakses dari tingkat atas situs, dengan tautan ke kebijakan privasi dan persyaratan layanan yang tersedia. Logo aplikasi: Setiap add-on memerlukan logo aplikasi yang harus ditampilkan di situs web aplikasi. Ini tidak boleh menyertakan apa pun yang terlihat mirip dengan logo Google, termasuk semua logo produk. Ukuran logo kunci untuk verifikasi oAuth adalah 120×120. Menghubungkan add-on ke Google Cloud Project Setelah situs web dan logo aplikasi siap, saatnya menghubungkannya ke Google Cloud Project (GCP). Anda dapat memulai proyek baru di https://console.cloud.google.com, tetapi sebelum dapat menghubungkan proyek GCP ke skrip, selesaikan verifikasi OAuth terlebih dahulu. Photo Credit: Google Cloud Blog Dari Google Cloud Console, gunakan menu 3 baris di kiri atas untuk memilih “API’s & Services” dan pilih “OAuth consent screen” dari menu. Di sini, Anda dapat mengatur apakah add-on akan dipublikasikan sebagai aplikasi internal di domain Google Workspace Anda atau sebagai aplikasi eksternal yang dapat diakses siapa saja. Selanjutnya, unggah logo aplikasi dan masukkan tautan ke situs web aplikasi, kebijakan privasi, dan persyaratan layanan ke layar persetujuan OAuth. Setelah mengirimkan semua elemen yang diminta untuk layar persetujuan OAuth, Anda akan diarahkan kembali ke dasbor untuk meninjau aplikasi. Untuk menghubungkan skrip ke nomor project GCP, pilih editor skrip add-on dari dasbor di sidebar. Setelah itu, navigasikan ke project settings cog dan tempel nomor proyek. Baca juga: Membuat Aplikasi Customer Experience dengan Google Docs di Appsheet Membangun pratinjau YouTube Anda Sebelum memublikasikan, Anda perlu menyiapkan video YouTube untuk tujuan. Berikut cara yang direkomendasikan untuk membangun pratinjau YouTube: Navigasikan ke bagian Security akun Google Anda dan pilih “Third party apps with account access”. Hapus akses otorisasi yang Anda berikan sendiri selama pengujian. Saat jendela otorisasi Anda merekam layar, pilih untuk menguji add-on. Perhatikan bahwa audio tidak diperlukan karena ini bukan tutorial, hanya demonstrasi. Pastikan untuk menunjukkan Client ID di otorisasi add-on. Dalam rekaman, gulir melalui URL di bagian atas pop-up otorisasi, jeda pada Client ID cukup lama agar peninjau dapat mengonfirmasi bahwa ID dalam URL cocok dengan nomor proyek pada proyek Google Cloud. Photo Credit: Google Cloud Blog Setelah video selesai, Anda bisa langsung mengunggahnya ke YouTube. Video ini dapat disetel ke format unlisted, tetapi tidak dapat disetel menjadi video pribadi. Baca juga: Cara Membuat Aplikasi Tanpa Coding untuk Menyederhanakan Proses Kerja Jika ini adalah percobaan pertama Anda mengirimkan add-on untuk Google Marketplace, prosesnya mungkin akan terasa begitu panjang. Bahkan tidak menutup kemungkinan Anda akan mendapat penolakan. Bagaimanapun juga, mereka harus selalu memastikan bahwa end-user memiliki pengalaman positif dalam menggunakan add-on Google. Namun jangan lekas putus asa, terus lakukan evaluasi terhadap skrip Anda dan mintalah feedback dari orang lain. Akan lebih baik lagi jika add-on buatan Anda kemudian diterapkan sebagai solusi produktivitas di tempat kerja Anda. Penggunaan Workspace pun akan lebih optimal. Perusahaan Anda belum menggunakan Workspace? EIKON Technology menawarkan solusi penerapan Google Workspace yang mulus dan terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tips Menciptakan Work-Life Balance di Era Hybrid bersama Microsoft

 Pandemi telah mengubah cara kerja orang-orang di seluruh dunia. Sejak Februari 2020, rata-rata pengguna Microsoft Teams mengalami peningkatan waktu rapat mingguan sebesar 252% dan jumlah rapat mingguan telah meningkat sebesar 153%. Penelitian Glint menemukan bahwa orang yang tidak mampu menjaga work-life balance dua kali lebih mungkin menunjukkan tanda-tanda kelelahan dibandingkan mereka yang mampu. Berikut beberapa tips menciptakan work-life balance di era hybrid bersama Microsoft. 5 tips untuk para pemimpin perusahaan Photo Credit: Rawpixel Ciptakan norma perilaku baru Membangun budaya kerja yang fleksibel membutuhkan eksperimen dan mindset untuk berkembang. Namun Anda dapat mengambil langkah-langkah di bawah ini untuk memberi sinyal bahwa orang dapat bekerja secara fleksibel tanpa merasa perlu bekerja sepanjang waktu. Rekam rapat Teams bila memungkinkan Dorong penyelenggara acara untuk menekan tombol rekam di bagian atas setiap rapat sehingga siapa pun yang tidak hadir bisa tetap mengikuti perkembangan terbaru. Anda juga dapat menunda pengiriman email di luar jam kerja dengan mengaktifkan fitur Delay delivery di Microsoft Viva. Sampaikan bahwa pesan yang tidak mendesak dapat menunggu Jelaskan kepada pemimpin, manajer, dan karyawan bahwa tidak apa-apa untuk tidak memeriksa email dan mengobrol di luar jam kerja inti. Lindungi waktu fokus. Dorong karyawan untuk mencatat di kalender mereka untuk pekerjaan terfokus atau meeting-free blocks. Viva Insights dapat membantu menyimpan waktu fokus berdasarkan preferensi. Ciptakan norma bahwa orang harus melihat jadwal di sekitar blok waktu tersebut bila memungkinkan. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Dorong manajer untuk bereksperimen Dalam model kerja yang fleksibel, manajer adalah kunci untuk menyelaraskan kebutuhan individu karyawan dengan prioritas organisasi yang lebih luas, tapi mereka sering merasa buntu. Indeks Tren Kerja 2022 menemukan bahwa 74% manajer yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pengaruh atau sumber daya yang mereka butuhkan untuk membuat perubahan atas nama tim mereka. Untuk merangkul pola pikir belajar segalanya yang diperlukan untuk membantu karyawan mengatur ulang work-life balance mereka, manajer sebaiknya diberi izin untuk bereksperimen dengan tim mereka. Dukung karyawan untuk membuat daftar prioritas Prioritas adalah salah satu cara terbaik bagi karyawan untuk mengendalikan waktu kerja mereka. Fokus pada pekerjaan yang paling penting dan biasakan untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang kurang penting. Hal ini bisa dimulai dengan memastikan bahwa individu dan tim memahami: Tujuan bisnis yang lebih luas Bagaimana pekerjaan mereka mencapai tujuan tersebut Mengadopsi kerangka penetapan tujuan seperti Objectives and Key Results (OKR) dapat membantu individu dan tim memahami tujuan organisasi yang lebih luas. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure 4 Langkah penting bagi setiap karyawan Photo Credit: Rawpixel Keterampilan manajemen waktu dapat membantu setiap orang menjaga keseimbangan kehidupan kerja, memberi Anda rasa kontrol sepanjang hari, menurunkan stres, dan meningkatkan kesehatan mental. Anda bisa mengajak tim untuk mulai menerapkan kebiasaan-kebiasaan berikut Menerapkan JOMO, Joy of Missing Out Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membiasakan diri dengan JOMO: Coba tolak rapat yang kehadiran Anda bersifat opsional. Anda bisa mendengarkan rekaman atau membaca transkripnya nanti. Tahan keinginan untuk bekerja selama istirahat makan siang dan waktu senggang. Coba matikan notifikasi atau beralih ke Focus Mode saat mengerjakan dokumen Word. Evaluasi selama apakah Anda menghabiskan waktu untuk proyek yang sebenarnya tidak memerlukan perhatian Anda. Tutup aplikasi dan tab media sosial saat bekerja. Periksa kotak masuk Anda pada waktu yang ditentukan dalam sehari alih-alih mengecek inbox setiap waktu. Jadwalkan waktu fokus Sering kali kita meremehkan betapa kuatnya waktu fokus. Beberapa hal, seperti tugas kreatif atau tugas-tugas yang menuntut kognitif, membutuhkan konsentrasi penuh dan interupsi terbatas. Tetapkan sebagian waktu di kalender Anda untuk pekerjaan yang terfokus sehingga rekan kerja dapat melihat kapan Anda sibuk dan tahu kapan tidak mengganggu Anda dengan permintaan email atau rapat. Butuh waktu untuk memulihkan fokus setelah gangguan apa pun, jadi gunakan Viva dan alat lain untuk menjadwalkan dan melindungi periode kerja yang terfokus. Anda akan mengurangi gangguan dan mendapatkan kembali waktu-waktu paling produktif. Jadwalkan juga waktu untuk dekompresi setelah tugas-tugas yang membuat stres agar Anda tidak merasa kelelahan. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Waktu tim Anda sangat berharga—begitu juga kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Membantu orang mengatur ulang work-life balance mereka adalah sebuah keterampilan kepemimpinan baru yang penting dalam pekerjaan yang fleksibel. Teruslah bereksperimen, dan Anda akan menemukan cara penting untuk membantu individu dan organisasi berkembang selama bertahun-tahun yang akan datang. Manfaatkan berbagai solusi dari Microsoft untuk mendukung pendekatan Anda. EIKON Technology sebagai Microsoft Partner siap membantu Anda menghadirkan solusi tanpa proses yang rumit. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi solusi dari Microsoft guna menciptakan work-life balance.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

15 Tahun OneDrive Microsoft: Hadirkan Pengalaman Baru yang Lebih Intuitif

Pada tanggal 9 Agustus 2022 lalu, OneDrive Microsoft merayakan ulang tahun yang ke-15. Memasuki usia baru ini, apa saja layanan yang telah dihadirkan oleh OneDrive. Bagaimana dengan potensi pengembangannya? Mari simak cerita selengkapnya berikut ini. Sejarah OneDrive Microsoft Photo Credit: Microsoft 365 Blog Sejarah OneDrive dimulai pada Agustus 2007 ketika Microsoft pertama kali meluncurkan sistem penyimpanan cloud yang memungkinkan penggunanya berbagi dan menyinkronkan file di cloud. Setahun kemudian, OneDrive menambahkan kemampuan untuk menyimpan dan mengakses foto dan video. Di 5 tahun pertamanya, OneDrive mengalami pertumbuhan yang begitu cepat. Penyebabnya tak lain adalah karena perusahaan mulai memindahkan solusi produktivitas dan kolaborasi mereka ke cloud dengan Microsoft 365 dan orang-orang mulai mengandalkan perangkat seluler mereka untuk mengelola semuanya, mulai dari foto pribadi ke email dan file kantor mereka. Baca juga: What’s Next In Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks Sejak tahun 2016, Gartner® telah mengakui Microsoft sebagai Leader in the Content Services Platforms Magic Quadrant. Nilai yang diberikan OneDrive telah berkembang dari sekadar tempat untuk berbagi file menjadi sebuah wadah untuk berkolaborasi dengan anggota tim internal dan kolega eksternal dengan andal, lancar, dan aman di semua faktor baik melalui desktop, seluler, maupun web. Dalam lima tahun terakhir, OneDrive telah meningkatkan pengguna aktif bulanan sebesar 240 persen. Para pelanggan pun mengandalkan OneDrive untuk model kerja hybrid. Memperkenalkan pengalaman OneDrive Home baru Momen anniversary ini juga sekaligus menjadi momen bagi OneDrive untuk memperkenalkan pengalaman OneDrive Home baru. Pembaruan ini dirancang untuk membantu Anda melanjutkan pekerjaan dengan mudah dan mengejar apa yang terlewat. Segera, OneDrive akan menampilkan file Anda yang paling relevan dan mencantumkan file terbaru Anda bersama dengan pembaruan aktivitas apa pun, sehingga Anda dapat melihat semuanya secara sekilas dan dengan cepat menyusun daftar prioritas tugas kerja. file OneDrive Microsoft juga telah menambahkan fitur “Recent” ke OneDrive Home. Ini akan memastikan bahwa ketika Anda mulai bekerja, bisa langsung menemukan file yang perlu dikerjakan terlebih dahulu. Kini Anda juga dapat memfilter menurut jenis file (.docx, .pptx, .xlsx, dan .pdf) menggunakan tombol di bagian atas daftar Recent file. OneDrive Home beru ini akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang. Pengalaman baru di ini akan diluncurkan ke OneDrive untuk pengguna kantor dan sekolah. Hadirkan pengalaman yang konsisten untuk semua jenis file OneDrive berdedikasi untuk memberikan pengalaman kolaboratif yang koheren di seluruh Microsoft 365. Platform ini juga telah mendukung pengalaman berbagi yang lebih intuitif di seluruh aplikasi Office, OneDrive, SharePoint, dan Teams yang memberi Anda cara cepat dan andal untuk memberikan akses ke informasi, menyetel kontrol berbagi terperinci, melihat semua orang yang telah Anda bagikan file, dan mengelola pengaturan akses. Photo Credit: Microsoft 365 Blog OneDrive juga merancang familiar files experience di OneDrive, SharePoint, dan Microsoft Teams, sehingga Anda dapat dengan cepat menemukan file untuk dibagikan dengan rekan kerja. Entah itu untuk menelusuri, memindahkan, atau menyalin file di OneDrive atau saluran Microsoft Teams, menambahkan pintasan ke OneDrive dari pustaka dokumen di situs SharePoint atau Teams, pengalaman Anda akan selalu koheren dan konsisten. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure untuk Implementasi AI yang Lebih Aman Photo Credit: Microsoft 365 Blog Cara baru membagikan kenangan Anda Sejak 2007, OneDrive telah berkomitmen untuk melindungi seluruh file Anda yang tersimpan di cloud. Sekarang, komitmen tersebut ditingkatkan dengan menghadirkan pengalaman berbagi foto yang diperbarui untuk menghidupkan kembali kenangan seumur hidup Photo Credit: Microsoft 365 Blog OneDrive photo story membawa semua kenangan Anda ke dalam feed pribadi yang dapat Anda bagikan dengan keluarga dan teman. Fitur ini juga telah dilengkapi dengan komentar, reaksi, dan pemberitahuan untuk memacu interaksi otentik. OneDrive photo story kini tersedia di Australia melalui aplikasi seluler OneDrive untuk Android dan iOS dan dapat diakses melalui browser web favorit Anda. Nantinya fitur ini juga akan diluncurkan di wilayah lain nanti pada tahun 2023. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Menyambut usia barunya, OneDrive Microsoft menghadirkan beberapa pembaruan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Bagi Anda yang berminat untuk menggunakan OneDrive sebagai solusi penyimpanan berbasis cloud, kami dari EIKON Technology siap membantu. Sebagai Microsoft Partner, EIKON Technology telah berpengalaman dalam implementasi solusi yang ditawarkan oleh Microsoft. Tertarik? Silakan hubungi kami di sini!

Microsoft, Microsoft office 365

Ciptakan Pengalaman Hybrid Learning Baru dengan Canvas dan Microsoft 365

 Tuntutan pengajaran dan pembelajaran terus berubah akhir-akhir ini. Hal tersebut mau tak mau mendorong para pendidik untuk terus menyesuaikan solusi teknologi yang mereka gunakan, terlebih jika melihat model hybrid learning yang semakin sering digunakan. Berangkat dari permasalahan tersebut, Microsoft meluncurkan sebuah solusi yang menggabungkan Canvas and Microsoft 365 untuk memudahkan Anda dalam menyiapkan materi. Canvas + Microsoft Teams Kini tenaga pendidik dapat menggunakan Learning Management System (LMS) yang kaya fitur dari Canvas di Microsoft Teams. Menggabungkan kolaborasi dan alat produktivitas terbaik di kelasnya, Canvas + Microsoft Teams menghadirkan pengalaman belajar yang tak tertandingi. Photo Credit: Microsoft Education Blog Ratusan ribu perusahaan dan institusi pendidikan telah menggunakan Microsoft Teams untuk menyediakan panggilan video, fungsionalitas obrolan yang kompleks, dan kolaborasi berbasis grup. Fitur Microsoft Teams seperti Education Insights juga mendukung kesuksesan siswa. Alat tim seperti Viva Learning membantu staf berkoordinasi dan berkembang secara profesional. Dengan mengintegrasikan Teams dengan Canvas, Anda dapat mengakses pengalaman kolaborasi kelas dunia dan memberi siswa Anda keterampilan teknologi yang akan mereka butuhkan dalam karier mereka. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Fitur LTI baru dilengkapi Canvas Microsoft telah menambahkan Canvas ke Learning Tools Interoperability (LTI). Ini juga telah mencakup Teams Classes LTI baru, Teams Meetings LTI baru, dan OneDrive LTI with Canvas baru. Teams Classes LTI memungkinkan guru dan siswa berpindah dengan mulus dari kelas mereka di Canvas ke tim kelas yang sesuai di Microsoft Teams. Dengan Teams Meetings LTI, pengguna dapat membuat, melihat, mengatur, dan bergabung dengan rapat Teams dari dalam Canvas. OneDrive LTI memungkinkan guru membuat tugas, menambahkan konten menggunakan Rich Content Editor (RCE) dan modul, serta membuat dokumen kolaboratif di Canvas. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Akses situs Teams dan file bersama dari OneDrive LTI Pendidik dan siswa sekarang dapat mengakses file bersama dan file Teams mereka secara langsung dalam LTI OneDrive di Canvas. Ini membuatnya lebih mudah untuk membawa pekerjaan kolaboratif Anda ke dalam Canvas. Dengan menggunakan OneDrive LTI, Anda dapat membuat tugas, memulai kolaborasi, atau menambahkan file cloud ke kerangka dan halaman kursus di Canvas. Photo Credit: Microsoft Education Blog Dukungan untuk Channel Meetings di Microsoft Teams Meetings LTI Fitur baru lainnya memungkinkan Anda membuat channel meeting dari dalam Canvas di Teams Meetings LTI. Hal ini memungkinkan rapat berlangsung dalam Class Team, yang otomatis memberikan akses s ke semua fitur kolaborasi Teams dalam satu saluran. Photo Credit: Microsoft Education Blog Lihat pemberitahuan Teams Anda di Canvas Pendidik dan siswa kini dapat melihat pemberitahuan Teams secara langsung di dalam Canvas sehingga mereka dapat mengikuti obrolan atau diskusi penting tanpa harus berpindah aplikasi. Photo Credit: Microsoft Education Blog Buat postingan Teams langsung di Canvas Photo Credit: Microsoft Education Blog Aplikasi Teams Classes LTI di dalam Canvas membantu memfasilitasi kolaborasi pengajar dan siswa. Untuk menciptakan pengalaman yang lebih lancar, Microsoft kini mendukung kemampuan pembuatan konten dalam Canvas menggunakan aplikasi Teams Classes LTI, semuanya dengan cara yang intuitif dan tanpa harus meninggalkan Canvas untuk membuat konten. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Hybrid learning memunculkan beragam tantangan baru, bukan hanya bagi institusi pendidikan, tapi juga bagi pengajar dan siswa. Solusi baru yang dihadirkan Microsoft memudahkan para pengajar dan siswa untuk berkolaborasi. Tertarik untuk menggunakan berbagai solusi dari Microsoft untuk institusi pendidikan Anda? EIKON Technology siap membantu Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Compliance Risk Management

Compliance risk management adalah sebuah proses yang kompleks. Proses ini bahkan akan semakin rumit seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Brian Armstrong, General Manager Risk and Compliance Microsoft menyebutkan bahwa compliance management akan jauh lebih mulus dengan pola pikir inklusif dan alat digital. Compliance risk management berarti merencanakan cara menghadapi kejadian tak terduga. Hal ini sama artinya dengan berarti menyelaraskan orang, proses, dan teknologi yang ada. Armstrong membagikan 5 hal yang ia dapat di Microsoft terkait manajemen kepatuhan. Mari simak bersama. Nilai postur kepatuhan Anda Mempertahankan postur kepatuhan yang baik dapat membantu Anda menghindari hukuman, reputasi yang negatif, denda, dan kerugian finansial. Mengingat betapa cepatnya peraturan berubah, ini bisa menjadi tantangan besar. Terlebih kini melacak masalah kepatuhan secara manual di spreadsheet sering kali tidak cukup. Sebagai langkah pertama, evaluasi kembali status kepatuhan saat ini dengan alat visual yang membantu mengukur posisi Anda saat ini sekaligus melacak kemajuan kolektif Anda dari waktu ke waktu. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Libatkan semua orang Melibatkan banyak orang sangat masuk akal jika mengingat bagaimana seluruh orang di perusahaan akan mendapat manfaat dari apa yang dimungkinkan oleh manajemen kepatuhan yang kuat. Pemerintah Kota Marion, Australia menggunakan Microsoft Purview Records Management untuk mengelola data dari 90 layanan yang disediakannya dengan lebih baik. Langkah tersebut kemudian mendorong para staf untuk lebih terlibat dalam proses pembuatan dan penanganan informasi. Mereka dapat mengatur diri mereka sendiri dan alur kerja mereka di Microsoft Teams, menyiapkan situs SharePoint, membuat dan menautkan informasi, menyusun laporan Power BI mereka sendiri, mengonfigurasi alur kerja, hingga menghubungkan berbagai informasi dengan lebih mudah. Perluas pemahaman Anda mengenai kepatuhan Photo Credit: Rawpixel Ketika orang mendengar istilah “compliance”, banyak yang langsung berpikir tentang kepatuhan terhadap peraturan. Tidak mengherankan jika mengingat beberapa jenis peraturan seperti California Consumer Protection Act (CCPA) dan General Data Protection Regulation (GDPR) yang memang begitu menarik perhatian. Namun compliance risk management lebih dari sekadar peraturan. Compliance management bahkan dapat mengarah pada inovasi. Visionary Wealth Advisors, sebuah perusahaan manajemen keuangan di Amerika Serikat, mengembangkan compliance management mereka agar pelanggan dapat berkomunikasi dengan perusahaan melalui pesan teks dengan pengelolaan data yang aman. Visionary Wealth Advisors mampu memaksimalkan keamanan dan kepatuhan mereka dengan Microsoft Purview Data Lifecycle Management dan CellTrust SL2. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Lacak data dan lakukan identifikasi risiko Jika perusahaan Anda mengalami merger atau akuisisi, audit internal atau eksternal, dan berbagai tindakan hukum lainnya, solusi teknologi dapat membantu menemukan data relevan yang dibutuhkan secara lebih efisien. Terlebih kini data mengalami proliferasi dengan cepat. Padahal, terlalu banyak data bisa menimbulkan sebuah tantangan baru. Solusi teknologi seperti Microsoft Purview eDiscovery dapat membantu Anda menghemat waktu dan biaya saat melacak data. Melalui solusi seperti Kepatuhan Komunikasi Microsoft Purview, perusahaan dapat mengurangi risiko yang terkait dengan kewajiban kepatuhan terhadap peraturan. Sederhanakan dan otomatisasi compliance Photo Credit: Rawpixel Solusi teknologi yang efektif memiliki cara yang luar biasa untuk menyederhanakan proses yang kompleks. Beberapa penyedia solusi dapat membuat rumit proses kepatuhan yang sudah menantang dan menghasilkan pendekatan yang terfragmentasi dan tidak efisien. Memilih solusi yang komprehensif, seperti Microsoft Purview, dapat membantu Anda dalam memantau perubahan kepatuhan dan mengotomatiskan proses pembaruan. Frost Bank Texas harus mengikuti berbagai peraturan perbankan dan karyawan menyadari betapa pentingnya mematuhi aturan tersebut. Mengikuti semua peraturan tersebut terbukti menantang sebelum mengadopsi Microsoft Purview Compliance Manager, yang diperbarui setiap hari, menambahkan setidaknya 200 pembaruan dari lebih dari 1.000 badan pengatur dan memungkinkan bank untuk membuat laporan terperinci untuk regulator dan auditor. Mengenal Microsoft Purview Microsoft Purview adalah serangkaian solusi compliance risk management komprehensif yang membantu organisasi mengatur, melindungi, dan mengelola data, serta meningkatkan risiko dan postur kepatuhan perusahaan Anda. Solusi ini mencakup eDiscovery, yang membantu Anda menemukan, melestarikan, mengumpulkan, memproses, memisahkan, dan menganalisis data Anda di satu tempat; Compliance Manager, yang membantu Anda menyederhanakan kepatuhan dan mengurangi risiko; serta Communication Compliance, yang membantu mendorong komunikasi yang sesuai di seluruh media perusahaan. Kami ingin menawarkan dukungan dalam perjalanan Anda. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Dengan Microsoft Purview Anda dapat menjalankan strategi compliance risk management dengan mudah dan efisien. Keamanan data perusahaan Anda pun terjamin, Nah, agar performa rangkaian solusi ini dapat bekerja dengan optimal, Anda bisa memanfaatkan solusi lain dari Microsoft seperti Azure dan Microsoft 365. Cara ini akan membantu Anda menciptakan suatu ekosistem keamanan yang lebih stabil. Implementasi solusi dari Microsoft ini bisa Anda lakukan melalui EIKON Technology, Microsoft Partner yang telah berpengalaman mendampingi penerapan berbagai produk original Microsoft. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Collaboration, Google Workspace

Keberhasilan Merger Gojek dan Tokopedia, Tak Lepas dari Peran Integrasi Google Workspace

Merger antara dua startup raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia menjadi salah satu kabar bisnis terhangat pada tahun 2021 lalu. Kabar tersebut bahkan tidak hanya ramai diperbincangkan di Indonesia, tapi juga hingga mancanegara. Alasannya tak lain adalah karena performa Gojek sebagai perusahaan berbasis teknologi yang berkembang dengan pesat. Didirikan pada tanggal 5 Oktober 2009, pada tahun 2019 lalu, Gojek berhasil menjadi startup decacorn pertama Indonesia. Merger Gojek dan Tokopedia yang melahirkan Grup GoTo pun semakin membesarkan nama kedua startup tersebut. Tidak hanya sekadar populer, keduanya bahkan menawarkan lebih banyak layanan untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Terlebih kini GoTo mulai merambah pasar Asia Tenggara dengan menghadirkan layanan di Vietnam, Singapura, Thailand, serta Singapura. Namun di balik semua itu, pada dasarnya merger bukanlah suatu mekanisme bisnis yang simpel, terlebih jika melibatkan dua perusahaan besar yang sama-sama bonafide. Masing-masing perusahaan tentu memiliki nilai, metode operasional. dan tentu saja cara kerja yang berbeda. Untuk mencapai merger cara kerja yang sukses, GoTo Group memiliki satu kunci rahasia: integrasi Google Workspace. Manfaatkan ekosistem kolaborasi Google Workspace Photo Credit: gotocompany.com Selain sama-sama identik dengan warna hijau, ternyata Gojek dan Tokopedia sama-sama menggunakan Google Workspace untuk mendukung sistem kerja mereka. Seluruh staf dari kedua raksasa startup Indonesia tersebut telah terbiasa untuk bekerja dalam ekosistem kerja Workspace. Pada dasarnya, Google telah mendesain Workspace sebagai sebuah ruang kerja yang kolaboratif dan intuitif. Pengguna bisa dengan mudah mengundang dan menambahkan anggota dalam ruang kerjanya untuk kemudian mengerjakan proyek kerja bersama. Jika satu-dua orang saja yang harus diundang, tentu tidak akan menjadi masalah besar, namun bagaimana jika harus menambahkan seluruh staf yang ada dalam satu perusahaan? Jelas akan menjadi suatu tantangan tersendiri. Tidak mungkin pengguna menambahkan satu per satu staf dari perusahaan merger, karena jelas akan memakan banyak waktu, tenaga, dan tentunya biaya. Operasional bisnis pun berisiko terganggu karena harus menunggu proses tersebut. Dukungan migrasi Google Workspace dari EIKON Technology Untuk memastikan agar merger ekosistem Google Workspace Gojek dan Tokopedia berjalan lancar, tentu dibutuhkan suatu solusi yang tidak sekadar berpengalaman, tapi juga mampu meminimalkan berbagai risiko yang mungkin timbul. Di sinilah EIKON Technology hadir sebagai solusi. EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (TI), outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, EIKON Technology telah berpengalaman dalam mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk berbagai tantangan bisnis, termasuk mekanisme merger antara dua perusahaan atau lebih. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan dukungan migrasi dari EIKON Technology, proses merger ekosistem Google Workspace antara Gojek dan Tokopedia pun berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Total, proses merger ini menghabiskan waktu selama 3 bulan, terhitung singkat jika mengingat skala bisnis Gojek dan Tokopedia yang memang sudah begitu luas. Boris Hadjuk, Chief Information Security Officer (CISO) bahkan memuji lancarnya proses merger ekosistem Google Workspace Grup GoTo. Hadjuk mengungkapkan bahwa EIKON Technology berhasil menghadirkan sebuah solusi yang mustahil dijalankan dalam proses merger Global Fashion Group pada tahun 2018. Global Fashion Group sendiri merupakan sebuah e-commerce raksasa Singapura, tempat Hadjuk sempat menjabat sebagai Group CISO.   Solusi yang dihadirkan oleh EIKON Technology dalam proses merger Grup GoTo sekali lagi membuktikan bahwa ekosistem Google Workspace merupakan sebuah ekosistem kerja yang kolaboratif. Namun tentu saja hal ini juga tak lepas dari komitmen EIKON Technology dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif yang dapat menjawab berbagai tantangan bisnis yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Informasi selengkapnya mengenai berbagai solusi teknologi yang ditawarkan EIKON Technology, tersedia dalam website resmi www.eikontechnology.com.

Google Cloud

Cara Google Menskalakan Personalisasi Iklan dengan Bigtable

Cloud Bigtable adalah database populer yang tersedia di Google Cloud. Layanan ini telah digunakan untuk produksi berkelanjutan di Google selama lebih dari 15 tahun. Salah satu kasus penggunaan utama untuk Bigtable di Google adalah personalisasi iklan. Artikel ini akan menjelaskan peran utama yang dimainkan Bigtable dalam personalisasi iklan. Personalisasi iklan Personalisasi iklan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan menyajikan konten iklan yang relevan dan sesuai topik. Namun kapabilitas ini memerlukan pemrosesan data berskala besar hampir secara real-time. Ketersediaan sistem harus tinggi, dan latensi penayangan harus rendah karena jendela sempit di mana keputusan perlu dibuat terkait konten iklan yang akan diambil dan ditayangkan. Platform personalisasi iklan Google menyediakan framework untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran mesin relevansi dan peringkat konten iklan. Platform ini dibuat menggunakan Bigtable, yang memungkinkan produk Google mengakses sumber data personalisasi iklan dengan cara yang aman dan mematuhi kebijakan. Bigtable  Fleksibilitas Bigtable dalam mendukung akses data berbiaya rendah dan throughput tinggi untuk personalisasi offline serta akses latensi rendah yang konsisten untuk penyajian data online membuatnya sangat cocok untuk beban kerja iklan. Baca juga: Lebih Jauh Mengenai Autoscaling pada Bigtable dan Analisis Penghematan Biayanya Data model Platform personalisasi menyimpan objek di Bigtable sebagai protobuf serial yang dikunci oleh Object id. Ukuran data umum kurang dari 1 MB dan latensi penayangan kurang dari 20 mdtk pada p99. Data diatur sebagai corpora dengan kategori data yang berbeda. Corpus dipetakan ke Bigtable yang telah direplikasi. Di dalam corpus data diatur sebagai DataTypes, pengelompokan data yang logis. Fitur, penyematan, dan berbagai jenis profil iklan disimpan sebagai DataTypes, yang dipetakan ke kelompok kolom Bigtable. DataTypes didefinisikan dalam skema yang menggambarkan struktur proto data dan metadata tambahan yang menunjukkan kepemilikan dan asal. SubTypes dipetakan ke kolom Bigtable dan berbentuk bebas. Konsistensi Photo Credit: Freepik Modus konsistensi default untuk operasi adalah ujung akhirnya. Dalam mode ini, data dari replika Bigtable yang terdekat dengan pengguna diambil, memberikan median dan latensi ekor terendah. Membaca dan menulis ke satu replika Bigtable dilakukan secara konsisten. Jika ada beberapa replika Bigtable di suatu wilayah, limpahan lalu lintas lintas wilayah lebih mungkin terjadi. Untuk meningkatkan kemungkinan konsistensi baca-setelah-tulis, platform personalisasi menggunakan gagasan afinitas baris. Jika ada beberapa replika di suatu wilayah, satu replika akan dipilih secara istimewa untuk setiap baris tertentu, berdasarkan hash Row ID. Baca juga: Apa Itu Fungsi Autoscaling yang Baru Diluncurkan di Cloud Bigtable? Replikasi Bigtable Workload personalisasi Iklan menggunakan topologi replikasi Bigtable dengan lebih dari 20 replika, yang tersebar di empat benua. Replikasi membantu mengatasi kebutuhan ketersediaan tinggi untuk penayangan iklan. Persentase waktu aktif bulanan zonal Bigtable melebihi 99,9%, dan replikasi yang digabungkan dengan kebijakan perutean multi-cluster memungkinkan ketersediaan lebih dari 99,999%. Isolasi workload Photo Credit: Freepik Batch workload personalisasi iklan diisolasi dari workload penayangan dengan menyematkan sekumpulan workload tertentu ke replika tertentu; beberapa replika Bigtable secara eksklusif mendorong jalur personalisasi sementara yang lain mendorong penyajian data pengguna. Model ini memungkinkan loop umpan balik yang berkelanjutan dan mendekati waktu real-time antara sistem penyajian dan saluran personalisasi offline. Residensi data Secara default, data direplikasi ke setiap replika. Hal ini merupakan pemborosan untuk data yang hanya diakses secara regional. Regionalisasi menghemat biaya penyimpanan dan replikasi dengan membatasi data ke wilayah yang paling mungkin diakses. Lokasi data dapat ditentukan secara implisit oleh lokasi akses permintaan atau melalui metadata lokasi dan sinyal produk lainnya. Setelah lokasi untuk pengguna ditentukan, lokasi tersebut disimpan dalam tabel metadata lokasi yang menunjuk ke replika Bigtable. Migrasi data berdasarkan kebijakan penempatan baris terjadi di latar belakang, tanpa waktu henti dan regresi kinerja. Baca juga: Tampilan Baru Google Cloud SDK + CLI untuk Pengembangan yang Lebih Mudah Selama beberapa tahun terakhir, Bigtable telah ditingkatkan karena kebutuhan personalisasi Google telah ditingkatkan berdasarkan urutan besarnya. Untuk beban kerja personalisasi skala besar, Bigtable menawarkan penyimpanan berbiaya rendah dengan karakteristik kinerja yang sangat baik. Kemudahannya dalam menangani penyajian latensi rendah dan komputasi batch throughput tinggi menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk pipeline pemrosesan data bergaya lambda. Untuk kebutuhan personalisasi yang optimal, Google Cloud terbukti mampu menyediakan solusi terbaik. Dengan memanfaatkan Bigtable, Anda tidak hanya dapat merancang personalisasi iklan yang tepat sasaran, tapi juga hemat biaya. Jadikan Google Cloud sebagai solusi komputasi awan perusahaan Anda. Dapatkan produk resmi Google Cloud hanya di EIKON Technology, authorized partner Googel untuk Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan BeyondCorp Enterprise untuk Lindungi Aplikasi Perusahaan

Sebagai bagian dari upaya untuk memopulerkan keamanan Zero Trust, Google Cloud merancang solusi BeyondCorp Enterprise menjadi sebuah platform yang dapat diperluas sehingga pelanggan dapat mengintegrasikan sinyal dari vendor teknologi lain dan memasukkannya ke dalam kebijakan akses Zero Trust mereka. Setelah pengumuman integrasi awal tahun lalu, Google Cloud baru-baru ini mengumumkan bahwa integrasi BeyondCorp Enterprise baru dengan Microsoft Intune, kini telah tersedia dalam versi Preview. Perlindungan akses Zero Trust Integrasi ini memungkinkan perusahaan untuk membuat kebijakan akses Zero Trust dan melindungi aplikasi pribadi serta aplikasi SaaS, termasuk Office 365. Perlindungan ini bahkan mencakup postur perangkat dan sinyal kepercayaan lainnya. Layanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengonfigurasi kebijakan akses kontekstual untuk aplikasi Google Workspace. Kebijakan tersebut kemudian dapat diterapkan di seluruh perangkat end user, di mana pun mereka berada. Kemampuan untuk memanfaatkan informasi perangkat untuk membuat keputusan akses adalah komponen penting dari pendekatan Zero Trust. Intune merupakan tool manajemen perangkat seluler yang dapat membantu pelanggan memastikan bahwa seluruh tenaga kerja mereka dapat mengakses resources milik perusahaan dengan tepat. Baca juga: Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd Microsoft Graph API Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi BeyondCorp Enterprise dengan Microsoft Intune mengumpulkan data dari Intune menggunakan Microsoft Graph API. Informasi perangkat pengguna akhir yang dikumpulkan oleh konektor kemudian dimasukkan ke Access Context Manager, komponen BeyondCorp Enterprise, untuk membuka akses ke sumber daya berdasarkan kebijakan dan tingkat akses. Baca juga: BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome Percepat konfigurasi kebijakan akses Salah satu contoh pemanfaatan integrasi BeyondCorp Enterprise dengan Microsoft Intune adalah untuk memastikan perangkat milik perusahaan telah mematuhi kebijakan internal sebelum terhubung ke resources milik perusahaan. Dengan integrasi Intune, perangkat akan dengan cepat mengonfigurasi kebijakan akses kontekstual dengan atribut yang harus dipatuhi ketika mengakses aplikasi tertentu. Sebelumnya, tanpa integrasi, pelanggan perlu menyiapkan integrasi khusus serta mengelola kode dan infrastruktur tempat kode tersebut dijalankan. Integrasi ini tidak hanya mengurangi kebutuhan untuk membuat kode khusus, tetapi pelanggan juga telah melihat pengurangan waktu yang diperlukan untuk memasang perangkat baru dan membuat kebijakan ini. Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, Google Cloud telah menyusun panduan referensi lengkap untuk integrasi Intune di sini. Lindungi aplikasi milik perusahaan Photo Credit: DCStudio (Freepik) BeyondCorp Enterprise dapat membantu memastikan bahwa pihak yang mengakses aplikasi resources perusahaan merupakan orang yang tepat dan sesuai dengan kebijakan perusahaan berdasarkan identitas dan informasi perangkat mereka. Pelanggan Google Workspace juga dapat menggabungkan informasi sinyal dari vendor lain, termasuk Intune, untuk membuat kebijakan akses kontekstual untuk mengamankan aplikasi Workspace. Awal tahun 2022 ini, Google mengumumkan Netskope sebagai anggota baru dari BeyondCorp Alliance untuk memungkinkan integrasi skor risiko pengguna antara Netskope Cloud Exchange dan Google Cloud. Selain itu, ada juga integrasi baru dengan Jamf Pro untuk MacOS, yang berbagi status kepatuhan yang ditentukan Jamf dengan BeyondCorp Enterprise sehingga admin dapat memasukkan informasi ini ke dalam kebijakan kontekstual untuk membatasi atau mengizinkan akses ke aplikasi yang dilindungi oleh kebijakan perusahaan. Baca juga: 3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang integrasi BeyondCorp Enterprise dengan mendaftar ke Google Cloud Next ’22 pada 11-13 Oktober, dan menghadiri sesi “What’s New in Zero Trust”. Google Cloud juga akan ditampilkan di Jamf Nation User Conference (JNUC) mendatang, 27-29 September, untuk membahas integrasi BeyondCorp Enterprise dengan Jamf. Integrasi ini dapat dijalankan pada solusi Google Cloud dengan penerapan skala besar. Dapatkan segera solusi komputasi awan Google Cloud untuk perusahaan Anda di EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi lengkap mengenai implementasi produk, silakan klik di sini!

Google Meet

Update Google Meet Hardware, Kini Tersedia Lebih Banyak Opsi Pembingkaian

 Tepat pada tanggal 8 September 2022 lalu, update Google Meet hardware diluncurkan. Update tersebut menghadirkan pembaruan untuk pembingkaian (framing) di Google Meet hardware. Salah satunya adalah menghadirkan kemudahan untuk menemukan fitur “Frame people” dan meningkatkan stabilitas keseluruhan pengalaman pembingkaian. Mari simak detail selengkapnya dalam ulasan berikut ini. Update Google Meet hardware Update Google Meet hardware kali ini menghadirkan lebih banyak opsi untuk framing atau pembingkaian. Kini Anda bisa lebih mudah menemukan fitur “Frame people” dan meningkatkan keseluruhan pengalaman pembingkaian. Seiring dengan pembaruan framing dan penyempurnaan Google Meet hardware, konsol Admin juga akan diperbarui untuk menyesuaikan pembaruan tersebut. Selama beberapa minggu mendatang, Google Meet akan mengganti pengaturan pembingkaian saat ini dengan opsi untuk mengatur opsi pembingkaian default berdasarkan kemampuan kamera perangkat—seperti opsi untuk membingkai orang secara default dan pembingkaian speaker atau grup, yang akan diperkenalkan di masa depan. Hal ini membantu memastikan bahwa setiap perangkat hardware Meet menggunakan setelan yang paling sesuai untuk ruangan dan peserta meeting. Baca juga: Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work from Home Mulai menerapkan update Photo Credit: Rawpixel Update kali ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Apabila memang ke depannya memerlukan pengaturan dari administrator, Google Meet akan mengumumkannya melalui Workspace Updates Blog. Sedangkan untuk end user, update kali ini juga tidak memerlukan persetujuan tambahan. Semua perubahan akan otomatis muncul saat tanggal peluncuran dimulai. Perlu diingat, fitur terbaru tidak akan tersedia jika perangkat lain, seperti webcam, masih terhubung dengan Google Meet hardware. Peluncuran update dimulai pada tanggal 8 September 2022 secara bertahap (hingga 15 ke depan untuk visibilitas fitur). Hal ini berlaku baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Baca juga: Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda Ketersediaan update Update tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Update juga tersedia untuk seluruh perangkat Google Meet hardware yang belum mencapai auto-update expiration date. Adapun perangkat yang telah melampaui auto-update expiration date adalah sebagai berikut Asus Chromebox CN62 (kedaluwarsa per Juni 2021) Acer Chromebox CXI2 / CXV2 (kedaluwarsa per Juni 2021) Acer Chromebase for Meetings CA24V (kedaluwarsa per Juni 2021) HP Chromebox G1 (kedaluwarsa per September 2019)  Dell Chromebox (kedaluwarsa per September 2019)  Asus Chromebox CN60 (kedaluwarsa per September 2019)  Samsung Series 3 (kedaluwarsa per Maret 2018) Sedangkan perangkat yang belum mencapai auto-update expiration date di antaranya: Acer Chromebase for Meetings 24V2 (CA24V2) (kedaluwarsa per Juni 2025) Asus Chromebox 3 (CN65) (kedaluwarsa per Juni 2025)       CTL Chromebox CBx1 (kedaluwarsa per Juni 2025)  ASUS Google Meet Compute System (kedaluwarsa per Juni 2028)     CTL Google Meet Compute System (kedaluwarsa per Juni 2028)       Meet Compute System – Series One (kedaluwarsa per Juni 2028)      ASUS Google Meet Compute System (Intel 10th Gen) (kedaluwarsa per Juni 2028)  Meet Compute System – Series One (Intel 10th Gen) (kedaluwarsa per Juni 2028)    Baca juga: 5 Strategi Menjaga Hardware Perusahaan untuk Jangka Panjang Itu dia ulasan mengenai update Google Meet hardware terbaru. Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati seluruh fitur yang ditawarkan karena semuanya akan muncul secara otomatis. Google Meet hardware terbaru bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top