EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Microsoft, Microsoft office 365

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Compliance Risk Management

Compliance risk management adalah sebuah proses yang kompleks. Proses ini bahkan akan semakin rumit seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Brian Armstrong, General Manager Risk and Compliance Microsoft menyebutkan bahwa compliance management akan jauh lebih mulus dengan pola pikir inklusif dan alat digital. Compliance risk management berarti merencanakan cara menghadapi kejadian tak terduga. Hal ini sama artinya dengan berarti menyelaraskan orang, proses, dan teknologi yang ada. Armstrong membagikan 5 hal yang ia dapat di Microsoft terkait manajemen kepatuhan. Mari simak bersama. Nilai postur kepatuhan Anda Mempertahankan postur kepatuhan yang baik dapat membantu Anda menghindari hukuman, reputasi yang negatif, denda, dan kerugian finansial. Mengingat betapa cepatnya peraturan berubah, ini bisa menjadi tantangan besar. Terlebih kini melacak masalah kepatuhan secara manual di spreadsheet sering kali tidak cukup. Sebagai langkah pertama, evaluasi kembali status kepatuhan saat ini dengan alat visual yang membantu mengukur posisi Anda saat ini sekaligus melacak kemajuan kolektif Anda dari waktu ke waktu. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Libatkan semua orang Melibatkan banyak orang sangat masuk akal jika mengingat bagaimana seluruh orang di perusahaan akan mendapat manfaat dari apa yang dimungkinkan oleh manajemen kepatuhan yang kuat. Pemerintah Kota Marion, Australia menggunakan Microsoft Purview Records Management untuk mengelola data dari 90 layanan yang disediakannya dengan lebih baik. Langkah tersebut kemudian mendorong para staf untuk lebih terlibat dalam proses pembuatan dan penanganan informasi. Mereka dapat mengatur diri mereka sendiri dan alur kerja mereka di Microsoft Teams, menyiapkan situs SharePoint, membuat dan menautkan informasi, menyusun laporan Power BI mereka sendiri, mengonfigurasi alur kerja, hingga menghubungkan berbagai informasi dengan lebih mudah. Perluas pemahaman Anda mengenai kepatuhan Photo Credit: Rawpixel Ketika orang mendengar istilah “compliance”, banyak yang langsung berpikir tentang kepatuhan terhadap peraturan. Tidak mengherankan jika mengingat beberapa jenis peraturan seperti California Consumer Protection Act (CCPA) dan General Data Protection Regulation (GDPR) yang memang begitu menarik perhatian. Namun compliance risk management lebih dari sekadar peraturan. Compliance management bahkan dapat mengarah pada inovasi. Visionary Wealth Advisors, sebuah perusahaan manajemen keuangan di Amerika Serikat, mengembangkan compliance management mereka agar pelanggan dapat berkomunikasi dengan perusahaan melalui pesan teks dengan pengelolaan data yang aman. Visionary Wealth Advisors mampu memaksimalkan keamanan dan kepatuhan mereka dengan Microsoft Purview Data Lifecycle Management dan CellTrust SL2. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Lacak data dan lakukan identifikasi risiko Jika perusahaan Anda mengalami merger atau akuisisi, audit internal atau eksternal, dan berbagai tindakan hukum lainnya, solusi teknologi dapat membantu menemukan data relevan yang dibutuhkan secara lebih efisien. Terlebih kini data mengalami proliferasi dengan cepat. Padahal, terlalu banyak data bisa menimbulkan sebuah tantangan baru. Solusi teknologi seperti Microsoft Purview eDiscovery dapat membantu Anda menghemat waktu dan biaya saat melacak data. Melalui solusi seperti Kepatuhan Komunikasi Microsoft Purview, perusahaan dapat mengurangi risiko yang terkait dengan kewajiban kepatuhan terhadap peraturan. Sederhanakan dan otomatisasi compliance Photo Credit: Rawpixel Solusi teknologi yang efektif memiliki cara yang luar biasa untuk menyederhanakan proses yang kompleks. Beberapa penyedia solusi dapat membuat rumit proses kepatuhan yang sudah menantang dan menghasilkan pendekatan yang terfragmentasi dan tidak efisien. Memilih solusi yang komprehensif, seperti Microsoft Purview, dapat membantu Anda dalam memantau perubahan kepatuhan dan mengotomatiskan proses pembaruan. Frost Bank Texas harus mengikuti berbagai peraturan perbankan dan karyawan menyadari betapa pentingnya mematuhi aturan tersebut. Mengikuti semua peraturan tersebut terbukti menantang sebelum mengadopsi Microsoft Purview Compliance Manager, yang diperbarui setiap hari, menambahkan setidaknya 200 pembaruan dari lebih dari 1.000 badan pengatur dan memungkinkan bank untuk membuat laporan terperinci untuk regulator dan auditor. Mengenal Microsoft Purview Microsoft Purview adalah serangkaian solusi compliance risk management komprehensif yang membantu organisasi mengatur, melindungi, dan mengelola data, serta meningkatkan risiko dan postur kepatuhan perusahaan Anda. Solusi ini mencakup eDiscovery, yang membantu Anda menemukan, melestarikan, mengumpulkan, memproses, memisahkan, dan menganalisis data Anda di satu tempat; Compliance Manager, yang membantu Anda menyederhanakan kepatuhan dan mengurangi risiko; serta Communication Compliance, yang membantu mendorong komunikasi yang sesuai di seluruh media perusahaan. Kami ingin menawarkan dukungan dalam perjalanan Anda. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Dengan Microsoft Purview Anda dapat menjalankan strategi compliance risk management dengan mudah dan efisien. Keamanan data perusahaan Anda pun terjamin, Nah, agar performa rangkaian solusi ini dapat bekerja dengan optimal, Anda bisa memanfaatkan solusi lain dari Microsoft seperti Azure dan Microsoft 365. Cara ini akan membantu Anda menciptakan suatu ekosistem keamanan yang lebih stabil. Implementasi solusi dari Microsoft ini bisa Anda lakukan melalui EIKON Technology, Microsoft Partner yang telah berpengalaman mendampingi penerapan berbagai produk original Microsoft. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Collaboration, Google Workspace

Keberhasilan Merger Gojek dan Tokopedia, Tak Lepas dari Peran Integrasi Google Workspace

Merger antara dua startup raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia menjadi salah satu kabar bisnis terhangat pada tahun 2021 lalu. Kabar tersebut bahkan tidak hanya ramai diperbincangkan di Indonesia, tapi juga hingga mancanegara. Alasannya tak lain adalah karena performa Gojek sebagai perusahaan berbasis teknologi yang berkembang dengan pesat. Didirikan pada tanggal 5 Oktober 2009, pada tahun 2019 lalu, Gojek berhasil menjadi startup decacorn pertama Indonesia. Merger Gojek dan Tokopedia yang melahirkan Grup GoTo pun semakin membesarkan nama kedua startup tersebut. Tidak hanya sekadar populer, keduanya bahkan menawarkan lebih banyak layanan untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Terlebih kini GoTo mulai merambah pasar Asia Tenggara dengan menghadirkan layanan di Vietnam, Singapura, Thailand, serta Singapura. Namun di balik semua itu, pada dasarnya merger bukanlah suatu mekanisme bisnis yang simpel, terlebih jika melibatkan dua perusahaan besar yang sama-sama bonafide. Masing-masing perusahaan tentu memiliki nilai, metode operasional. dan tentu saja cara kerja yang berbeda. Untuk mencapai merger cara kerja yang sukses, GoTo Group memiliki satu kunci rahasia: integrasi Google Workspace. Manfaatkan ekosistem kolaborasi Google Workspace Photo Credit: gotocompany.com Selain sama-sama identik dengan warna hijau, ternyata Gojek dan Tokopedia sama-sama menggunakan Google Workspace untuk mendukung sistem kerja mereka. Seluruh staf dari kedua raksasa startup Indonesia tersebut telah terbiasa untuk bekerja dalam ekosistem kerja Workspace. Pada dasarnya, Google telah mendesain Workspace sebagai sebuah ruang kerja yang kolaboratif dan intuitif. Pengguna bisa dengan mudah mengundang dan menambahkan anggota dalam ruang kerjanya untuk kemudian mengerjakan proyek kerja bersama. Jika satu-dua orang saja yang harus diundang, tentu tidak akan menjadi masalah besar, namun bagaimana jika harus menambahkan seluruh staf yang ada dalam satu perusahaan? Jelas akan menjadi suatu tantangan tersendiri. Tidak mungkin pengguna menambahkan satu per satu staf dari perusahaan merger, karena jelas akan memakan banyak waktu, tenaga, dan tentunya biaya. Operasional bisnis pun berisiko terganggu karena harus menunggu proses tersebut. Dukungan migrasi Google Workspace dari EIKON Technology Untuk memastikan agar merger ekosistem Google Workspace Gojek dan Tokopedia berjalan lancar, tentu dibutuhkan suatu solusi yang tidak sekadar berpengalaman, tapi juga mampu meminimalkan berbagai risiko yang mungkin timbul. Di sinilah EIKON Technology hadir sebagai solusi. EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (TI), outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, EIKON Technology telah berpengalaman dalam mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk berbagai tantangan bisnis, termasuk mekanisme merger antara dua perusahaan atau lebih. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan dukungan migrasi dari EIKON Technology, proses merger ekosistem Google Workspace antara Gojek dan Tokopedia pun berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Total, proses merger ini menghabiskan waktu selama 3 bulan, terhitung singkat jika mengingat skala bisnis Gojek dan Tokopedia yang memang sudah begitu luas. Boris Hadjuk, Chief Information Security Officer (CISO) bahkan memuji lancarnya proses merger ekosistem Google Workspace Grup GoTo. Hadjuk mengungkapkan bahwa EIKON Technology berhasil menghadirkan sebuah solusi yang mustahil dijalankan dalam proses merger Global Fashion Group pada tahun 2018. Global Fashion Group sendiri merupakan sebuah e-commerce raksasa Singapura, tempat Hadjuk sempat menjabat sebagai Group CISO.   Solusi yang dihadirkan oleh EIKON Technology dalam proses merger Grup GoTo sekali lagi membuktikan bahwa ekosistem Google Workspace merupakan sebuah ekosistem kerja yang kolaboratif. Namun tentu saja hal ini juga tak lepas dari komitmen EIKON Technology dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif yang dapat menjawab berbagai tantangan bisnis yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Informasi selengkapnya mengenai berbagai solusi teknologi yang ditawarkan EIKON Technology, tersedia dalam website resmi www.eikontechnology.com.

Google Cloud

Cara Google Menskalakan Personalisasi Iklan dengan Bigtable

Cloud Bigtable adalah database populer yang tersedia di Google Cloud. Layanan ini telah digunakan untuk produksi berkelanjutan di Google selama lebih dari 15 tahun. Salah satu kasus penggunaan utama untuk Bigtable di Google adalah personalisasi iklan. Artikel ini akan menjelaskan peran utama yang dimainkan Bigtable dalam personalisasi iklan. Personalisasi iklan Personalisasi iklan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan menyajikan konten iklan yang relevan dan sesuai topik. Namun kapabilitas ini memerlukan pemrosesan data berskala besar hampir secara real-time. Ketersediaan sistem harus tinggi, dan latensi penayangan harus rendah karena jendela sempit di mana keputusan perlu dibuat terkait konten iklan yang akan diambil dan ditayangkan. Platform personalisasi iklan Google menyediakan framework untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran mesin relevansi dan peringkat konten iklan. Platform ini dibuat menggunakan Bigtable, yang memungkinkan produk Google mengakses sumber data personalisasi iklan dengan cara yang aman dan mematuhi kebijakan. Bigtable  Fleksibilitas Bigtable dalam mendukung akses data berbiaya rendah dan throughput tinggi untuk personalisasi offline serta akses latensi rendah yang konsisten untuk penyajian data online membuatnya sangat cocok untuk beban kerja iklan. Baca juga: Lebih Jauh Mengenai Autoscaling pada Bigtable dan Analisis Penghematan Biayanya Data model Platform personalisasi menyimpan objek di Bigtable sebagai protobuf serial yang dikunci oleh Object id. Ukuran data umum kurang dari 1 MB dan latensi penayangan kurang dari 20 mdtk pada p99. Data diatur sebagai corpora dengan kategori data yang berbeda. Corpus dipetakan ke Bigtable yang telah direplikasi. Di dalam corpus data diatur sebagai DataTypes, pengelompokan data yang logis. Fitur, penyematan, dan berbagai jenis profil iklan disimpan sebagai DataTypes, yang dipetakan ke kelompok kolom Bigtable. DataTypes didefinisikan dalam skema yang menggambarkan struktur proto data dan metadata tambahan yang menunjukkan kepemilikan dan asal. SubTypes dipetakan ke kolom Bigtable dan berbentuk bebas. Konsistensi Photo Credit: Freepik Modus konsistensi default untuk operasi adalah ujung akhirnya. Dalam mode ini, data dari replika Bigtable yang terdekat dengan pengguna diambil, memberikan median dan latensi ekor terendah. Membaca dan menulis ke satu replika Bigtable dilakukan secara konsisten. Jika ada beberapa replika Bigtable di suatu wilayah, limpahan lalu lintas lintas wilayah lebih mungkin terjadi. Untuk meningkatkan kemungkinan konsistensi baca-setelah-tulis, platform personalisasi menggunakan gagasan afinitas baris. Jika ada beberapa replika di suatu wilayah, satu replika akan dipilih secara istimewa untuk setiap baris tertentu, berdasarkan hash Row ID. Baca juga: Apa Itu Fungsi Autoscaling yang Baru Diluncurkan di Cloud Bigtable? Replikasi Bigtable Workload personalisasi Iklan menggunakan topologi replikasi Bigtable dengan lebih dari 20 replika, yang tersebar di empat benua. Replikasi membantu mengatasi kebutuhan ketersediaan tinggi untuk penayangan iklan. Persentase waktu aktif bulanan zonal Bigtable melebihi 99,9%, dan replikasi yang digabungkan dengan kebijakan perutean multi-cluster memungkinkan ketersediaan lebih dari 99,999%. Isolasi workload Photo Credit: Freepik Batch workload personalisasi iklan diisolasi dari workload penayangan dengan menyematkan sekumpulan workload tertentu ke replika tertentu; beberapa replika Bigtable secara eksklusif mendorong jalur personalisasi sementara yang lain mendorong penyajian data pengguna. Model ini memungkinkan loop umpan balik yang berkelanjutan dan mendekati waktu real-time antara sistem penyajian dan saluran personalisasi offline. Residensi data Secara default, data direplikasi ke setiap replika. Hal ini merupakan pemborosan untuk data yang hanya diakses secara regional. Regionalisasi menghemat biaya penyimpanan dan replikasi dengan membatasi data ke wilayah yang paling mungkin diakses. Lokasi data dapat ditentukan secara implisit oleh lokasi akses permintaan atau melalui metadata lokasi dan sinyal produk lainnya. Setelah lokasi untuk pengguna ditentukan, lokasi tersebut disimpan dalam tabel metadata lokasi yang menunjuk ke replika Bigtable. Migrasi data berdasarkan kebijakan penempatan baris terjadi di latar belakang, tanpa waktu henti dan regresi kinerja. Baca juga: Tampilan Baru Google Cloud SDK + CLI untuk Pengembangan yang Lebih Mudah Selama beberapa tahun terakhir, Bigtable telah ditingkatkan karena kebutuhan personalisasi Google telah ditingkatkan berdasarkan urutan besarnya. Untuk beban kerja personalisasi skala besar, Bigtable menawarkan penyimpanan berbiaya rendah dengan karakteristik kinerja yang sangat baik. Kemudahannya dalam menangani penyajian latensi rendah dan komputasi batch throughput tinggi menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk pipeline pemrosesan data bergaya lambda. Untuk kebutuhan personalisasi yang optimal, Google Cloud terbukti mampu menyediakan solusi terbaik. Dengan memanfaatkan Bigtable, Anda tidak hanya dapat merancang personalisasi iklan yang tepat sasaran, tapi juga hemat biaya. Jadikan Google Cloud sebagai solusi komputasi awan perusahaan Anda. Dapatkan produk resmi Google Cloud hanya di EIKON Technology, authorized partner Googel untuk Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan BeyondCorp Enterprise untuk Lindungi Aplikasi Perusahaan

Sebagai bagian dari upaya untuk memopulerkan keamanan Zero Trust, Google Cloud merancang solusi BeyondCorp Enterprise menjadi sebuah platform yang dapat diperluas sehingga pelanggan dapat mengintegrasikan sinyal dari vendor teknologi lain dan memasukkannya ke dalam kebijakan akses Zero Trust mereka. Setelah pengumuman integrasi awal tahun lalu, Google Cloud baru-baru ini mengumumkan bahwa integrasi BeyondCorp Enterprise baru dengan Microsoft Intune, kini telah tersedia dalam versi Preview. Perlindungan akses Zero Trust Integrasi ini memungkinkan perusahaan untuk membuat kebijakan akses Zero Trust dan melindungi aplikasi pribadi serta aplikasi SaaS, termasuk Office 365. Perlindungan ini bahkan mencakup postur perangkat dan sinyal kepercayaan lainnya. Layanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengonfigurasi kebijakan akses kontekstual untuk aplikasi Google Workspace. Kebijakan tersebut kemudian dapat diterapkan di seluruh perangkat end user, di mana pun mereka berada. Kemampuan untuk memanfaatkan informasi perangkat untuk membuat keputusan akses adalah komponen penting dari pendekatan Zero Trust. Intune merupakan tool manajemen perangkat seluler yang dapat membantu pelanggan memastikan bahwa seluruh tenaga kerja mereka dapat mengakses resources milik perusahaan dengan tepat. Baca juga: Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd Microsoft Graph API Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi BeyondCorp Enterprise dengan Microsoft Intune mengumpulkan data dari Intune menggunakan Microsoft Graph API. Informasi perangkat pengguna akhir yang dikumpulkan oleh konektor kemudian dimasukkan ke Access Context Manager, komponen BeyondCorp Enterprise, untuk membuka akses ke sumber daya berdasarkan kebijakan dan tingkat akses. Baca juga: BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome Percepat konfigurasi kebijakan akses Salah satu contoh pemanfaatan integrasi BeyondCorp Enterprise dengan Microsoft Intune adalah untuk memastikan perangkat milik perusahaan telah mematuhi kebijakan internal sebelum terhubung ke resources milik perusahaan. Dengan integrasi Intune, perangkat akan dengan cepat mengonfigurasi kebijakan akses kontekstual dengan atribut yang harus dipatuhi ketika mengakses aplikasi tertentu. Sebelumnya, tanpa integrasi, pelanggan perlu menyiapkan integrasi khusus serta mengelola kode dan infrastruktur tempat kode tersebut dijalankan. Integrasi ini tidak hanya mengurangi kebutuhan untuk membuat kode khusus, tetapi pelanggan juga telah melihat pengurangan waktu yang diperlukan untuk memasang perangkat baru dan membuat kebijakan ini. Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, Google Cloud telah menyusun panduan referensi lengkap untuk integrasi Intune di sini. Lindungi aplikasi milik perusahaan Photo Credit: DCStudio (Freepik) BeyondCorp Enterprise dapat membantu memastikan bahwa pihak yang mengakses aplikasi resources perusahaan merupakan orang yang tepat dan sesuai dengan kebijakan perusahaan berdasarkan identitas dan informasi perangkat mereka. Pelanggan Google Workspace juga dapat menggabungkan informasi sinyal dari vendor lain, termasuk Intune, untuk membuat kebijakan akses kontekstual untuk mengamankan aplikasi Workspace. Awal tahun 2022 ini, Google mengumumkan Netskope sebagai anggota baru dari BeyondCorp Alliance untuk memungkinkan integrasi skor risiko pengguna antara Netskope Cloud Exchange dan Google Cloud. Selain itu, ada juga integrasi baru dengan Jamf Pro untuk MacOS, yang berbagi status kepatuhan yang ditentukan Jamf dengan BeyondCorp Enterprise sehingga admin dapat memasukkan informasi ini ke dalam kebijakan kontekstual untuk membatasi atau mengizinkan akses ke aplikasi yang dilindungi oleh kebijakan perusahaan. Baca juga: 3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang integrasi BeyondCorp Enterprise dengan mendaftar ke Google Cloud Next ’22 pada 11-13 Oktober, dan menghadiri sesi “What’s New in Zero Trust”. Google Cloud juga akan ditampilkan di Jamf Nation User Conference (JNUC) mendatang, 27-29 September, untuk membahas integrasi BeyondCorp Enterprise dengan Jamf. Integrasi ini dapat dijalankan pada solusi Google Cloud dengan penerapan skala besar. Dapatkan segera solusi komputasi awan Google Cloud untuk perusahaan Anda di EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi lengkap mengenai implementasi produk, silakan klik di sini!

Google Meet

Update Google Meet Hardware, Kini Tersedia Lebih Banyak Opsi Pembingkaian

 Tepat pada tanggal 8 September 2022 lalu, update Google Meet hardware diluncurkan. Update tersebut menghadirkan pembaruan untuk pembingkaian (framing) di Google Meet hardware. Salah satunya adalah menghadirkan kemudahan untuk menemukan fitur “Frame people” dan meningkatkan stabilitas keseluruhan pengalaman pembingkaian. Mari simak detail selengkapnya dalam ulasan berikut ini. Update Google Meet hardware Update Google Meet hardware kali ini menghadirkan lebih banyak opsi untuk framing atau pembingkaian. Kini Anda bisa lebih mudah menemukan fitur “Frame people” dan meningkatkan keseluruhan pengalaman pembingkaian. Seiring dengan pembaruan framing dan penyempurnaan Google Meet hardware, konsol Admin juga akan diperbarui untuk menyesuaikan pembaruan tersebut. Selama beberapa minggu mendatang, Google Meet akan mengganti pengaturan pembingkaian saat ini dengan opsi untuk mengatur opsi pembingkaian default berdasarkan kemampuan kamera perangkat—seperti opsi untuk membingkai orang secara default dan pembingkaian speaker atau grup, yang akan diperkenalkan di masa depan. Hal ini membantu memastikan bahwa setiap perangkat hardware Meet menggunakan setelan yang paling sesuai untuk ruangan dan peserta meeting. Baca juga: Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work from Home Mulai menerapkan update Photo Credit: Rawpixel Update kali ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Apabila memang ke depannya memerlukan pengaturan dari administrator, Google Meet akan mengumumkannya melalui Workspace Updates Blog. Sedangkan untuk end user, update kali ini juga tidak memerlukan persetujuan tambahan. Semua perubahan akan otomatis muncul saat tanggal peluncuran dimulai. Perlu diingat, fitur terbaru tidak akan tersedia jika perangkat lain, seperti webcam, masih terhubung dengan Google Meet hardware. Peluncuran update dimulai pada tanggal 8 September 2022 secara bertahap (hingga 15 ke depan untuk visibilitas fitur). Hal ini berlaku baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Baca juga: Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda Ketersediaan update Update tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Update juga tersedia untuk seluruh perangkat Google Meet hardware yang belum mencapai auto-update expiration date. Adapun perangkat yang telah melampaui auto-update expiration date adalah sebagai berikut Asus Chromebox CN62 (kedaluwarsa per Juni 2021) Acer Chromebox CXI2 / CXV2 (kedaluwarsa per Juni 2021) Acer Chromebase for Meetings CA24V (kedaluwarsa per Juni 2021) HP Chromebox G1 (kedaluwarsa per September 2019)  Dell Chromebox (kedaluwarsa per September 2019)  Asus Chromebox CN60 (kedaluwarsa per September 2019)  Samsung Series 3 (kedaluwarsa per Maret 2018) Sedangkan perangkat yang belum mencapai auto-update expiration date di antaranya: Acer Chromebase for Meetings 24V2 (CA24V2) (kedaluwarsa per Juni 2025) Asus Chromebox 3 (CN65) (kedaluwarsa per Juni 2025)       CTL Chromebox CBx1 (kedaluwarsa per Juni 2025)  ASUS Google Meet Compute System (kedaluwarsa per Juni 2028)     CTL Google Meet Compute System (kedaluwarsa per Juni 2028)       Meet Compute System – Series One (kedaluwarsa per Juni 2028)      ASUS Google Meet Compute System (Intel 10th Gen) (kedaluwarsa per Juni 2028)  Meet Compute System – Series One (Intel 10th Gen) (kedaluwarsa per Juni 2028)    Baca juga: 5 Strategi Menjaga Hardware Perusahaan untuk Jangka Panjang Itu dia ulasan mengenai update Google Meet hardware terbaru. Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati seluruh fitur yang ditawarkan karena semuanya akan muncul secara otomatis. Google Meet hardware terbaru bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya?

Backup atau pencadangan merupakan aspek mendasar dalam perlindungan aplikasi. Oleh karenanya, kebutuhan akan layanan backup terpusat yang terintegrasi dengan mulus sangat penting sangat penting saat Anda harus memastikan ketahanan dan pemulihan data yang dihasilkan oleh layanan Google Cloud atau infrastruktur lokal. Kemampuan pencadangan yang komprehensif harus memiliki karakteristik berikut: memiliki manajemen yang terpusat di seluruh beban kerja, menggunakan penyimpanan dengan efisien demi meminimalkan biaya, serta waktu pemulihan yang minimal. Untuk memenuhi persyaratan ini secara efektif, penyedia layanan pencadangan harus memberikan efisiensi pada tingkat beban kerja, sekaligus mendukung beragam spektrum lingkungan pelanggan, aplikasi, dan kasus penggunaan. Berangkat dari situ, dirilislah Google Cloud Backup dan DR yang memungkinkan pengelolaan pencadangan terpusat langsung dari Google Cloud Console. Optimalkan rencana pencadangan Anda Dengan Google Cloud Backup dan DR, administrator dapat secara efektif mengelola cadangan yang mencakup beberapa beban kerja sekaligus. Admin dapat membuat cadangan aplikasi dan crash-consistent untuk VM di Compute Engine, VMware Engine atau VMware lokal, database (seperti SAP, MySQL, dan SQL Server), dan sistem file. Memiliki visibilitas menyeluruh tentang backup di berbagai beban kerja berarti Anda menghabiskan lebih sedikit waktu untuk pengelolaan dan dapat memastikan bahwa cakupan perlindungan data akan tetap konsisten. Photo Credit: Google Cloud Blog Menariknya lagi, Google Cloud Backup and DR menyimpan data cadangan dalam format aslinya yang dapat dibaca aplikasi. Alhasil, data cadangan untuk banyak beban kerja bisa diambil langsung dari penyimpanan cadangan jangka panjang (misalnya, memanfaatkan Cloud Storage yang hemat biaya), tanpa perlu pemindahan atau terjemahan data yang memakan waktu. Ini mempercepat pemulihan file penting dan mendukung dimulainya kembali operasi bisnis vital dengan cepat. Baca juga: Aplikasi Backup Data Cloud Backupify Juga Bisa untuk Media Sosial Anda Memastikan biaya seminimal mungkin Google Cloud Backup and DR juga mengupayakan TCO atau total cost of ownership yang seminimal mungkin untuk cadangan Anda. Layanan ini telah menerapkan teknologi penyimpanan “incremental forever” yang hemat ruang untuk memastikan bahwa Anda hanya membayar sesuai kebutuhan. Dengan teknologi ini, setelah Google Cloud Backup dan DR melakukan pencadangan awal, pencadangan berikutnya hanya menyimpan data yang terkait dengan perubahan yang terkait dengan pencadangan sebelumnya. Hal ini memungkinkan pencadangan ditangkap lebih cepat dan mengurangi bandwidth jaringan yang diperlukan untuk mengirimkan data terkait. Photo Credit: Google Cloud Blog Selain itu, terdapat fleksibilitas bawaan agar Anda dapat mencapai keseimbangan yang diinginkan antara biaya penyimpanan dan waktu penyimpanan data. Misalnya, saat memilih untuk menyimpan cadangan di Google Cloud Storage, Anda dapat memilih kelas Cloud Storage yang paling sesuai dengan kebutuhan. Baca juga: Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner Mulai menerapkan solusi pencadangan Google Cloud Backup and DR Google Cloud Backup and DR merupakan cerminan dari komitmen Google dalam menghadirkan infrastruktur cloud yang lebih mudah dikelola, lebih cepat, dan lebih murah, sekaligus membantu Anda membangun bisnis yang lebih tangguh. Dengan memusatkan administrasi pencadangan dan menerapkan penyimpanan mutakhir dan teknologi manajemen data, solusi ini telah menghilangkan banyak kerumitan, waktu, dan biaya yang biasanya terkait dengan perlindungan data perusahaan. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Google Cloud Backup and DR kini telah tersedia di Google Cloud Console. Sebagai promo peluncuran, Google menawarkan kredit Google Cloud gratis senilai US$300 yang bisa Anda gunakan untuk mencoba Google Cloud Backup and DR. Promo ini dimulai akhir September 2022.  Segera nikmati manfaat pencadangan dan pemulihan yang terintegrasi dengan cloud ini! Selain solusi pencadangan ini, Google Cloud juga telah menghadirkan berbagai fitur, layanan, dan solusi untuk mendukung kebutuhan bisnis. Kembangkan bisnis Anda dengan Google Cloud yang bisa didapatkan melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk mulai konsultasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan klik di sini!

Google Cloud

Apa Itu Metrik Bidang Kontrol Kubernetes yang Baru Diluncurkan di GKE?

Salah satu aspek penting dalam pengoperasian aplikasi apa pun adalah kapabilitas untuk mengamati kinerja aplikasi tersebut serta infrastruktur yang mendasarinya dalam menyelesaikan masalah dengan cepat. Google Kubernetes Engine (GKE) telah menyediakan log audit, log operasional, metrik, serta pelaporan kesalahan otomatis untuk menjalankan aplikasi andal dalam skala besar. Selain resources yang sudah ada ini, GKE memperkenalkan metrik bidang kontrol Kubernetes, yang kini tersedia untuk umum. Metrik ini akan membantu Anda ketika memecahkan masalah dengan memberikan akses ke metrik tertentu yang ditampilkan oleh bidang kontrol Kubernetes. Apa itu metrik bidang kontrol Kubernetes? Metrik bidang kontrol ini terintegrasi langsung dengan Cloud Monitoring, sehingga Anda tidak perlu mengelola pengumpulan metrik atau konfigurasi scrape. Misalnya, untuk memahami kesehatan server API, Anda dapat menggunakan metrik seperti apiserver_request_total dan apiserver_request_duration_seconds untuk melacak beban yang dialami server API, fraksi permintaan server API yang mengembalikan kesalahan, dan latensi respons untuk permintaan yang diterima oleh server API. Baca juga: Memahami Jaringan Dasar Google Kubernetes Engine Ditampilkan dengan konteks GKE juga mengumumkan bahwa metrik baru ini ditampilkan di bagian Kubernetes Engine di Cloud Console untuk memudahkan Anda dalam mengidentifikasi dan menyelidiki masalah dengan konteks saat sedang mengelola klaster GKE. Untuk melihat metrik bidang kontrol ini, buka bagian klaster Kubernetes di Cloud Console, klik tab “Observability” dan pilih “Control plane”. Photo Credit: Google Cloud Blog semua metrik bidang kontrol Kubernetes telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring. Dengan begitu, Anda dapat membuat alerting policies di Cloud Alerting. Anda akan segera menerima notifikasi jika terdapat suatu hal yang tak biasa. Kompatibel dengan PromQL Saat Anda mengaktifkan metrik bidang kontrol Kubernetes pada klaster GKE, semua metrik dikumpulkan menggunakan Google Cloud Managed Service for Prometheus. Itu berarti metrik dikirim ke Cloud Monitoring dalam project GCP yang sama dengan klaster Kubernetes Anda dan dapat dikueri menggunakan PromQL melalui Cloud Monitoring API dan Metrics explorer. Misalnya, Anda dapat memantau lonjakan apa pun dalam latensi respons server API persentil ke-99 menggunakan kueri PromQL ini:   sum by (instance, verb) (histogram_quantile(0.99, rate(apiserver_request_duration_seconds_bucket{cluster=”cluster-name”}[5m]))) Dukungan pihak ketiga Jika Anda memantau klaster GKE menggunakan alat observabilitas pihak ketiga yang populer, alat observabilitas pihak ketiga mana pun dapat menyerap metrik bidang kontrol Kubernetes ini menggunakan Cloud Monitoring API. Misalnya, jika Anda adalah pelanggan Datadog dan telah mengaktifkan metrik bidang kontrol Kubernetes untuk klaster GKE, maka Datadog dapat memberikan visualisasi yang menyertakan metrik bidang kontrol Kubernetes dari server API, penjadwal, dan controller manager. Harga Semua metrik bidang kontrol Kubernetes dikenakan harga standar untuk metrik yang diserap dari Google Cloud Managed Service for Prometheus. Baca juga: Cost Estimator: Fitur Baru GKE Untuk Perkiraan Biaya yang Lebih Akurat Mulai menggunakan metrik bidang kontrol Kubernetes Klaster GKE yang menjalankan metrik bidang kontrol versi 1.23.6 atau yang lebih baru kini dapat mengakses metrik dari server Kubernetes API, Scheduler, dan Controller Manager. Metrik bidang kontrol Kubernetes tidak tersedia untuk cluster GKE Autopilot. Perintah gcloud berikut akan memperbarui klaster untuk mengaktifkan pengumpulan metrik dari server API, Scheduler, dan Controller Manager:   gcloud container clusters update [CLUSTER_ID] \   –zone=[ZONE] \   –project=[PROJECT_ID] \   –monitoring=SYSTEM,API_SERVER,SCHEDULER,CONTROLLER_MANAGER Baca juga: Update Fitur Google Cloud Deploy: Pemanfaatan di Lingkungan GKE Makin Mudah? Google Kubernetes Engine menyediakan lingkungan terkelola untuk menerapkan, mengelola, dan menskalakan aplikasi dalam container menggunakan infrastruktur Google. Pembaruan metrik ini memungkinkan Anda untuk melakukan pengaturan yang lebih kompleks, namun tetap dengan besaran biaya yang sama. Agar layanan ini dapat bekerja dengan optimal, manfaatkan solusi komputasi awan Google Cloud yang menawarkan fasilitas lengkap, infrastruktur aman, dan tentunya dapat diterapkan pada penggunaan skala besar. Dapatkan solusi Google Cloud melalui EIKON Technology, distributor resmi produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai implementasi, bisa Anda simak di sini!

Google Cloud

Cara Menunda Notifikasi Monitoring Melalui Cloud Alerting Google Cloud

Ada kalanya, tim developer Anda ingin menunda peringatan pengembangan program. Misalnya, ketika mereka sedang berada di luar jam kerja atau sedang mengambil cuti. Contoh skenario lainnya adalah Anda perlu secara proaktif mencegah pembuatan peringatan pada periode pemeliharaan program yang akan datang. Layanan Cloud Alerting yang ada di rangkaian operasi Google Cloud kini mendukung kapabilitas untuk menunda kebijakan notifikasi untuk jangka waktu tertentu. Bagaimana cara mengaktifkannya? Opsi tunda notifikasi di Cloud Monitoring Google Cloud Dengan pembaruan layanan Cloud Alerting di rangkaian operasi Google Cloud, kini Anda dapat menunda kebijakan notifikasi untuk jangka waktu tertentu. Anda dapat membuat penundaan yang disebut dengan istilah “Snooze”. Menariknya, Snooze ini dapat diatur dengan kebijakan peringatan khusus dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Selama jangka waktu yang ditentukan tersebut, jika kebijakan peringatan dilanggar, tidak akan muncul notifikasi atau pemberitahuan yang dibuat. Namun ketika waktu yang ditetapkan berakhir maka notifikasi pun akan kembali seperti biasa. Baca juga: Temukan Log Lebih Cepat dengan Update Logs Explorer Google Cloud Console Cara menunda notifikasi Cloud Monitoring Tim Anda dapat menggunakan fitur ini dalam berbagai cara. Salah satu contohnya adalah menghindari halaman untuk lingkungan non-produksi selama akhir pekan. Cara lain adalah dengan merencanakan periode pemeliharaan atau cutover. Anda juga dapat menghentikan notifikasi yang bising selama proses penyelesaian masalah. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Untuk membuat Snooze, buka menu Monitoring kemudian pilih opsi Alerting. Lihat tabel baru dengan tanda Snooze dan klik Create snooze. Anda bisa memberi nama Snooze, jangka waktu, dan pilih Alert Policies yang diinginkan. Setelah Anda selesai memilih kriteria sesuai kebutuhan, tabel akan mencantumkan Incidents terbaru yang cocok dengan kriteria tersebut. Peristiwa semacam ini tidak akan menimbulkan peringatan saat snooze aktif. Photo Credit: Google Cloud Blog Pada halaman yang sama Anda dapat melihat visualisasi timeline dari semua Snooze yang sudah lewat, sedang berjalan, dan yang akan datang. Jika ingin menyesuaikan durasi, Anda dapat kembali ke halam sebelumnya dan mengedit detail yang dibutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, Google Cloud telah menyediakan dokumentasi yang bisa Anda akses di sini. Photo Credit: Google Cloud Blog Kapabilitas baru ini masih terus dikembangkan. Ke depannya, Google Cloud berencana untuk memperluas kapabilitas tersebut untuk memungkinkan penundaan notifikasi menurut label. Anda dapat menetapkan Snooze berdasarkan resources, metrik, dan bahkan label khusus yang masih berkaitan. Dengan begitu, Anda dapat menunda semua kebijakan peringatan di lingkungan, zona, atau tim tertentu. Fungsionalitas ini akan diperluas untuk didukung di API, yang akan memudahkan Anda membuat Snooze secara terprogram untuk kondisi yang berlangsung secara teratur seperti mekanisme pemeliharaan program. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance Di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Hadirnya kapabilitas Snooze di Cloud Alerting yang berjalan di rangkaian operasi Google Cloud ini memungkinkan Anda untuk bisa menunda notifikasi atau pemberitahuan yang muncul sesuai kebutuhan. Dengan begitu, developer program Anda tidak akan merasa terganggu saat menghabiskan waktu luang atau ketika mekanisme pemeliharaan sedang berlangsung. Google Cloud memang menyediakan solusi komputasi awan yang menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada penyimpanan saja sehingga cocok untuk mendukung kebutuhan pengembangan program. Apakah saat ini Anda sedang mengembangkan program namun belum menemukan solusi komputasi awan yang cocok? Google Cloud bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Segera dapatkan solusi komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi selengkapnya mengenai pemesanan, silakan klik di sini!

Google Cloud

Percepat Produktivitas Pengembang Anda dengan Query Library

Beberapa waktu lalu, Google Cloud memperkenalkan Cloud Logging. Layanan tersebut hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas developer program. Pendekatannya adalah dengan menyederhanakan proses pemecahan masalah. Jika diperhatikan, waktu yang dihabiskan untuk menulis dan menganalisis kueri, kemudian mendeteksi letak kesalahannya bisa sangat memengaruhi produktivitas developer. Padahal, baik memecahkan masalah, menganalisis log, ketepatan dan kecepatan sangatlah penting. Berangkat dari pengalaman tersebut, Google Cloud baru-baru ini memperkenalkan Query Library dan beberapa fitur tambahan lainnya untuk membuat kueri log Anda menjadi lebih mudah. Layanan yang hadir di Cloud Logging ini akan mempermudah pencarian log lebih cepat meski hanya dengan menggunakan kueri umum. Buat kueri lebih cepat dengan template yang tersedia Fitur pencarian teks dan drop-down yang baru diperkenalkan dirancang untuk membuat kueri dengan sangat mudah, hanya dengan beberapa klik mouse saja. Fitur-fitur ini secara otomatis menghasilkan bahasa kueri Logging yang Anda butuhkan. Query Library memperluas proses yang simpel ini dengan template untuk kueri GCP umum. Photo Credit: Google Cloud Blog Perlu diingat, Query Library terletak di bilah pembuat kueri di sebelah Suggested queries. Untuk membantu menemukan kueri yang paling relevan, Anda bisa mengikuti petunjuk berikut: Query categories: Setiap kueri dipecah menjadi kategori yang dapat digunakan untuk mempersempit pencarian kueri yang relevan dengan mudah. Query occurrences: Untuk membantu Anda memilih kueri yang memiliki hasil paling optimal. Grafik mini akan ditampilkan untuk kueri yang memiliki log di proyek Anda. Query details: Setiap kueri memiliki deskripsi bersama dengan Logging query. Photo Credit: Google Cloud Blog Run/Stream: Jalankan kueri atau mulai streaming log langsung dari library. Save: Simpan kueri dalam daftar kueri tersimpan Anda. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Beberapa fitur pendukung lainnya Selain fitur yang telah disebutkan di atas, Cloud Logging juga memperkenalkan beberapa fitur lainnya. Salah satu fitur unggulan adalah pembaruan Logs Explorer yang akan memudahkan Anda dalam membuat kueri. Pembaruan ini menghadirkan beberapa kemudahan seperti: Simple text search: Kotak pencarian teks sederhana baru untuk pencarian teks global. Advanced query: Sebuah toggle baru untuk menampilkan atau menyembunyikan bahasa kueri Logging untuk kueri. Date/time picker: Pemilih rentang waktu, kini menjadi bagian dari query builder. Date/time preferences: Tampilan tanggal/waktu sekarang mengikuti preferensi tanggal/waktu yang ditetapkan di pengaturan Cloud Console. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Dropdown selectors: Menampilkan dengan jelas resource, logName, serta tingkat keparahan. Untuk melihat informasi yang dibutuhkan, cukup klik menu dropdown yang tersedia. Dropdown selector state: Mempertahankan status di kotak pencarian resources, logName, tingkat keparahan, dan teks bebas, baik untuk membuat kueri melalui menu dropdown atau dengan menyunting bahasa kueri Logging. Default summary fields: Opsi baru yang disediakan untuk menonaktifkan bidang ringkasan default. Dengan begitu, Anda bisa mendapat tampilan log yang lebih mendasar. Hadirnya layanan baru Query Library ini akan memudahkan Anda dalam membuat kueri baru. Terlebih, telah disediakan template yang berbasis kebutuhan pengguna. Jadi, Anda hanya perlu melakukan sedikit modifikasi untuk membangung kueri baru. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Google Cloud memang terus berinovasi untuk menghadirkan layanan terbaik yang memudahkan penggunanya, termasuk dalam hal pengembangan program. Apakah Anda juga bergerak dalam bidang pengembangan program dan sedang membutuhkan solusi komputasi awan yang komprehensif? Google Cloud adalah jawabannya. Anda bisa mendapatkan Google Cloud untuk penggunaan skala besar di perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Kami menjamin semua produk yang ditawarkan adalah produk resmi dan berlisensi. Tertarik? Hubungi kami di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer

Komputasi awan atau cloud telah dimanfaatkan untuk mendorong inovasi. Para developer menggunakan cloud sebagai semacam mesin untuk menguji ide-ide baru dan otomatisasi skalabilitas. Dengan banyaknya eksperimen yang harus dijalankan, inovasi di jaringan cloud amat membutuhkan kebebasan dan fleksibilitas. Namun kebebasan sering kali berseberangan dengan keamanan. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan antara keamanan dengan kebebasan inovasi? Keamanan Google Cloud Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Google Cloud terus berupaya untuk menyediakan solusi atas berbagai tantangan keamanan cloud. Sejauh ini, Google Cloud telah mengambil spesialisasi dalam domain keamanan cloud seperti cloud native compliance, arsitektur zero trust, keamanan aplikasi, perlindungan data, dan juga operasi keamanan. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana Google Cloud membantu Anda dalam konfigurasi kontrol keamanan preventif, tentunya masih dengan kapabilitas yang sudah tersedia dalam ekosistem Cloud. Kontrol keamanan preventif, juga dikenal sebagai “pagar pengaman” keamanan, adalah kontrol yang memungkinkan fleksibilitas pengembang untuk berinovasi dalam batas-batas kebijakan keamanan yang ditentukan serta mencegah kesalahan konfigurasi atau kerentanan sebelum dapat dieksploitasi. Infrastruktur sebagai Kode: Proses deploy yang aman Program keamanan cloud yang matang adalah perpaduan antara proses operasional yang berulang dan kontrol otomatis. Untuk membantu memastikan developer berinovasi pada baseline yang aman, sebaiknya pelanggan merancang proses terpusat untuk meminta project GCP baru dan mendaftarkan beban kerja. Hal ini memungkinkan tim keamanan memiliki kemampuan untuk konfigurasi proyek GCP dengan parameter keamanan yang ditentukan. Untuk membantu mengaktifkan pengulangan dan konsistensi proses, penggunaan Google Cloud Project Factory telah disetel otomatis untuk menerapkan proyek berdasarkan opini kepada developer secara terpusat. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Fungsi pagar pembatas adalah untuk mencegah pelanggaran keamanan sebelum berdampak pada platform produksi. Umumnya, perusahaan menggunakan proses manajemen perubahan yang rumit untuk mengontrol penyebaran serangan secara manual dan mengevaluasi postur keamanan. Google Cloud bekerja sama dengan pelanggan untuk merancang pipeline Infrastructure as Code (IaC) untuk menentukan pemeriksaan kebijakan keamanan dan secara otomatis memvalidasi postur sebelum penerapan. Pola desain tipikal menggunakan alat “policy-as-code”, seperti Terraform Validator, untuk menerapkan pagar pengaman bagi developer sebagai bagian dari pipeline CI/CD. Desain ini memungkinkan pelanggan untuk konfigurasi batasan keamanan berdasarkan persyaratan khusus atau toleransi risiko mereka. Membangun kontrol pencegahan menggunakan kapabilitas GCP Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Google Cloud bekerja untuk menghadirkan cloud paling tepercaya yang menawarkan platform asli dan kapabilitas produk yang memungkinkan kontrol keamanan preventif. Berikut adalah beberapa layanan Google Cloud yang direkomendasikan untuk digunakan dalam penerapan pagar pengaman bagi pengembang: Organization Policy: Memberikan kontrol terpusat dan terprogram mengenai cara resources digunakan. Tim keamanan dapat memilih dari daftar batasan yang tersedia untuk membatasi cara resources dikonfigurasi, mencegah potensi kesalahan konfigurasi terjadi. Misalnya, batasan kebijakan organisasi, constraint/storage.publicAccessPrevention akan mencegah developer mengekspos bucket penyimpanan cloud secara publik. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage VPC Service Controls: Mencegah perpindahan data yang tidak sah dengan mengisolasi resource GCP dan membatasi aliran data dengan aturan yang mendetail. Layanan ini memungkinkan Anda mendesain perimeter keamanan berbasis konteks untuk mengamankan layanan berbasis API. Developer yang bekerja pada layanan dengan perimeter VPC Service Controls akan dibatasi pada aturan yang ditentukan oleh administrator, membantu mengurangi risiko pemusnahan data. Cloud IAM: Mengaktifkan akses terperinci untuk memastikan developer hanya memiliki akses ke resources Google Cloud tertentu. Tim keamanan dapat menerapkan prinsip hak istimewa paling rendah, mencegah peran yang terlalu permisif untuk mengurangi serangan ke seluruh platform. Layanan GCP asli di atas telah didukung oleh pipeline Infrastructure as Code. Untuk membantu memastikan perlindungan yang konsisten bagi developer, layanan keamanan preventif harus dikonfigurasi dan diterapkan dengan pipeline IaC terkelola yang telah dibahas sebelumnya. Membangun pola otomatis berulang untuk penyebaran IaC akan menyederhanakan proses bagi developer dan melindungi lingkungan dengan pagar pengaman yang sudah ditentukan. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahu Layanan dan kapabilitas asli dari Google Cloud di atas memungkinkan Anda untuk mendapat keamanan terbaik tanpa harus menggunakan produk eksternal. Itu artinya, risiko keamanan yang muncul karena penggunaan produk di luar ekosistem pun dapat diminimalkan. Semua layanan dan kapabilitas yang disebutkan di atas telah tersedia di Google Cloud Platform. Bagi Anda yang ingin memberi keamanan tambahan bagi developer program, gunakan paket solusi komputasi Google Cloud dari EIKON Technology. Sebagai authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan solusi Google Cloud resmi dan berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top