EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya?

Backup atau pencadangan merupakan aspek mendasar dalam perlindungan aplikasi. Oleh karenanya, kebutuhan akan layanan backup terpusat yang terintegrasi dengan mulus sangat penting sangat penting saat Anda harus memastikan ketahanan dan pemulihan data yang dihasilkan oleh layanan Google Cloud atau infrastruktur lokal. Kemampuan pencadangan yang komprehensif harus memiliki karakteristik berikut: memiliki manajemen yang terpusat di seluruh beban kerja, menggunakan penyimpanan dengan efisien demi meminimalkan biaya, serta waktu pemulihan yang minimal. Untuk memenuhi persyaratan ini secara efektif, penyedia layanan pencadangan harus memberikan efisiensi pada tingkat beban kerja, sekaligus mendukung beragam spektrum lingkungan pelanggan, aplikasi, dan kasus penggunaan. Berangkat dari situ, dirilislah Google Cloud Backup dan DR yang memungkinkan pengelolaan pencadangan terpusat langsung dari Google Cloud Console. Optimalkan rencana pencadangan Anda Dengan Google Cloud Backup dan DR, administrator dapat secara efektif mengelola cadangan yang mencakup beberapa beban kerja sekaligus. Admin dapat membuat cadangan aplikasi dan crash-consistent untuk VM di Compute Engine, VMware Engine atau VMware lokal, database (seperti SAP, MySQL, dan SQL Server), dan sistem file. Memiliki visibilitas menyeluruh tentang backup di berbagai beban kerja berarti Anda menghabiskan lebih sedikit waktu untuk pengelolaan dan dapat memastikan bahwa cakupan perlindungan data akan tetap konsisten. Photo Credit: Google Cloud Blog Menariknya lagi, Google Cloud Backup and DR menyimpan data cadangan dalam format aslinya yang dapat dibaca aplikasi. Alhasil, data cadangan untuk banyak beban kerja bisa diambil langsung dari penyimpanan cadangan jangka panjang (misalnya, memanfaatkan Cloud Storage yang hemat biaya), tanpa perlu pemindahan atau terjemahan data yang memakan waktu. Ini mempercepat pemulihan file penting dan mendukung dimulainya kembali operasi bisnis vital dengan cepat. Baca juga: Aplikasi Backup Data Cloud Backupify Juga Bisa untuk Media Sosial Anda Memastikan biaya seminimal mungkin Google Cloud Backup and DR juga mengupayakan TCO atau total cost of ownership yang seminimal mungkin untuk cadangan Anda. Layanan ini telah menerapkan teknologi penyimpanan “incremental forever” yang hemat ruang untuk memastikan bahwa Anda hanya membayar sesuai kebutuhan. Dengan teknologi ini, setelah Google Cloud Backup dan DR melakukan pencadangan awal, pencadangan berikutnya hanya menyimpan data yang terkait dengan perubahan yang terkait dengan pencadangan sebelumnya. Hal ini memungkinkan pencadangan ditangkap lebih cepat dan mengurangi bandwidth jaringan yang diperlukan untuk mengirimkan data terkait. Photo Credit: Google Cloud Blog Selain itu, terdapat fleksibilitas bawaan agar Anda dapat mencapai keseimbangan yang diinginkan antara biaya penyimpanan dan waktu penyimpanan data. Misalnya, saat memilih untuk menyimpan cadangan di Google Cloud Storage, Anda dapat memilih kelas Cloud Storage yang paling sesuai dengan kebutuhan. Baca juga: Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner Mulai menerapkan solusi pencadangan Google Cloud Backup and DR Google Cloud Backup and DR merupakan cerminan dari komitmen Google dalam menghadirkan infrastruktur cloud yang lebih mudah dikelola, lebih cepat, dan lebih murah, sekaligus membantu Anda membangun bisnis yang lebih tangguh. Dengan memusatkan administrasi pencadangan dan menerapkan penyimpanan mutakhir dan teknologi manajemen data, solusi ini telah menghilangkan banyak kerumitan, waktu, dan biaya yang biasanya terkait dengan perlindungan data perusahaan. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Google Cloud Backup and DR kini telah tersedia di Google Cloud Console. Sebagai promo peluncuran, Google menawarkan kredit Google Cloud gratis senilai US$300 yang bisa Anda gunakan untuk mencoba Google Cloud Backup and DR. Promo ini dimulai akhir September 2022.  Segera nikmati manfaat pencadangan dan pemulihan yang terintegrasi dengan cloud ini! Selain solusi pencadangan ini, Google Cloud juga telah menghadirkan berbagai fitur, layanan, dan solusi untuk mendukung kebutuhan bisnis. Kembangkan bisnis Anda dengan Google Cloud yang bisa didapatkan melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk mulai konsultasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan klik di sini!

Google Cloud

Apa Itu Metrik Bidang Kontrol Kubernetes yang Baru Diluncurkan di GKE?

Salah satu aspek penting dalam pengoperasian aplikasi apa pun adalah kapabilitas untuk mengamati kinerja aplikasi tersebut serta infrastruktur yang mendasarinya dalam menyelesaikan masalah dengan cepat. Google Kubernetes Engine (GKE) telah menyediakan log audit, log operasional, metrik, serta pelaporan kesalahan otomatis untuk menjalankan aplikasi andal dalam skala besar. Selain resources yang sudah ada ini, GKE memperkenalkan metrik bidang kontrol Kubernetes, yang kini tersedia untuk umum. Metrik ini akan membantu Anda ketika memecahkan masalah dengan memberikan akses ke metrik tertentu yang ditampilkan oleh bidang kontrol Kubernetes. Apa itu metrik bidang kontrol Kubernetes? Metrik bidang kontrol ini terintegrasi langsung dengan Cloud Monitoring, sehingga Anda tidak perlu mengelola pengumpulan metrik atau konfigurasi scrape. Misalnya, untuk memahami kesehatan server API, Anda dapat menggunakan metrik seperti apiserver_request_total dan apiserver_request_duration_seconds untuk melacak beban yang dialami server API, fraksi permintaan server API yang mengembalikan kesalahan, dan latensi respons untuk permintaan yang diterima oleh server API. Baca juga: Memahami Jaringan Dasar Google Kubernetes Engine Ditampilkan dengan konteks GKE juga mengumumkan bahwa metrik baru ini ditampilkan di bagian Kubernetes Engine di Cloud Console untuk memudahkan Anda dalam mengidentifikasi dan menyelidiki masalah dengan konteks saat sedang mengelola klaster GKE. Untuk melihat metrik bidang kontrol ini, buka bagian klaster Kubernetes di Cloud Console, klik tab “Observability” dan pilih “Control plane”. Photo Credit: Google Cloud Blog semua metrik bidang kontrol Kubernetes telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring. Dengan begitu, Anda dapat membuat alerting policies di Cloud Alerting. Anda akan segera menerima notifikasi jika terdapat suatu hal yang tak biasa. Kompatibel dengan PromQL Saat Anda mengaktifkan metrik bidang kontrol Kubernetes pada klaster GKE, semua metrik dikumpulkan menggunakan Google Cloud Managed Service for Prometheus. Itu berarti metrik dikirim ke Cloud Monitoring dalam project GCP yang sama dengan klaster Kubernetes Anda dan dapat dikueri menggunakan PromQL melalui Cloud Monitoring API dan Metrics explorer. Misalnya, Anda dapat memantau lonjakan apa pun dalam latensi respons server API persentil ke-99 menggunakan kueri PromQL ini:   sum by (instance, verb) (histogram_quantile(0.99, rate(apiserver_request_duration_seconds_bucket{cluster=”cluster-name”}[5m]))) Dukungan pihak ketiga Jika Anda memantau klaster GKE menggunakan alat observabilitas pihak ketiga yang populer, alat observabilitas pihak ketiga mana pun dapat menyerap metrik bidang kontrol Kubernetes ini menggunakan Cloud Monitoring API. Misalnya, jika Anda adalah pelanggan Datadog dan telah mengaktifkan metrik bidang kontrol Kubernetes untuk klaster GKE, maka Datadog dapat memberikan visualisasi yang menyertakan metrik bidang kontrol Kubernetes dari server API, penjadwal, dan controller manager. Harga Semua metrik bidang kontrol Kubernetes dikenakan harga standar untuk metrik yang diserap dari Google Cloud Managed Service for Prometheus. Baca juga: Cost Estimator: Fitur Baru GKE Untuk Perkiraan Biaya yang Lebih Akurat Mulai menggunakan metrik bidang kontrol Kubernetes Klaster GKE yang menjalankan metrik bidang kontrol versi 1.23.6 atau yang lebih baru kini dapat mengakses metrik dari server Kubernetes API, Scheduler, dan Controller Manager. Metrik bidang kontrol Kubernetes tidak tersedia untuk cluster GKE Autopilot. Perintah gcloud berikut akan memperbarui klaster untuk mengaktifkan pengumpulan metrik dari server API, Scheduler, dan Controller Manager:   gcloud container clusters update [CLUSTER_ID] \   –zone=[ZONE] \   –project=[PROJECT_ID] \   –monitoring=SYSTEM,API_SERVER,SCHEDULER,CONTROLLER_MANAGER Baca juga: Update Fitur Google Cloud Deploy: Pemanfaatan di Lingkungan GKE Makin Mudah? Google Kubernetes Engine menyediakan lingkungan terkelola untuk menerapkan, mengelola, dan menskalakan aplikasi dalam container menggunakan infrastruktur Google. Pembaruan metrik ini memungkinkan Anda untuk melakukan pengaturan yang lebih kompleks, namun tetap dengan besaran biaya yang sama. Agar layanan ini dapat bekerja dengan optimal, manfaatkan solusi komputasi awan Google Cloud yang menawarkan fasilitas lengkap, infrastruktur aman, dan tentunya dapat diterapkan pada penggunaan skala besar. Dapatkan solusi Google Cloud melalui EIKON Technology, distributor resmi produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai implementasi, bisa Anda simak di sini!

Google Cloud

Cara Menunda Notifikasi Monitoring Melalui Cloud Alerting Google Cloud

Ada kalanya, tim developer Anda ingin menunda peringatan pengembangan program. Misalnya, ketika mereka sedang berada di luar jam kerja atau sedang mengambil cuti. Contoh skenario lainnya adalah Anda perlu secara proaktif mencegah pembuatan peringatan pada periode pemeliharaan program yang akan datang. Layanan Cloud Alerting yang ada di rangkaian operasi Google Cloud kini mendukung kapabilitas untuk menunda kebijakan notifikasi untuk jangka waktu tertentu. Bagaimana cara mengaktifkannya? Opsi tunda notifikasi di Cloud Monitoring Google Cloud Dengan pembaruan layanan Cloud Alerting di rangkaian operasi Google Cloud, kini Anda dapat menunda kebijakan notifikasi untuk jangka waktu tertentu. Anda dapat membuat penundaan yang disebut dengan istilah “Snooze”. Menariknya, Snooze ini dapat diatur dengan kebijakan peringatan khusus dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Selama jangka waktu yang ditentukan tersebut, jika kebijakan peringatan dilanggar, tidak akan muncul notifikasi atau pemberitahuan yang dibuat. Namun ketika waktu yang ditetapkan berakhir maka notifikasi pun akan kembali seperti biasa. Baca juga: Temukan Log Lebih Cepat dengan Update Logs Explorer Google Cloud Console Cara menunda notifikasi Cloud Monitoring Tim Anda dapat menggunakan fitur ini dalam berbagai cara. Salah satu contohnya adalah menghindari halaman untuk lingkungan non-produksi selama akhir pekan. Cara lain adalah dengan merencanakan periode pemeliharaan atau cutover. Anda juga dapat menghentikan notifikasi yang bising selama proses penyelesaian masalah. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Untuk membuat Snooze, buka menu Monitoring kemudian pilih opsi Alerting. Lihat tabel baru dengan tanda Snooze dan klik Create snooze. Anda bisa memberi nama Snooze, jangka waktu, dan pilih Alert Policies yang diinginkan. Setelah Anda selesai memilih kriteria sesuai kebutuhan, tabel akan mencantumkan Incidents terbaru yang cocok dengan kriteria tersebut. Peristiwa semacam ini tidak akan menimbulkan peringatan saat snooze aktif. Photo Credit: Google Cloud Blog Pada halaman yang sama Anda dapat melihat visualisasi timeline dari semua Snooze yang sudah lewat, sedang berjalan, dan yang akan datang. Jika ingin menyesuaikan durasi, Anda dapat kembali ke halam sebelumnya dan mengedit detail yang dibutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, Google Cloud telah menyediakan dokumentasi yang bisa Anda akses di sini. Photo Credit: Google Cloud Blog Kapabilitas baru ini masih terus dikembangkan. Ke depannya, Google Cloud berencana untuk memperluas kapabilitas tersebut untuk memungkinkan penundaan notifikasi menurut label. Anda dapat menetapkan Snooze berdasarkan resources, metrik, dan bahkan label khusus yang masih berkaitan. Dengan begitu, Anda dapat menunda semua kebijakan peringatan di lingkungan, zona, atau tim tertentu. Fungsionalitas ini akan diperluas untuk didukung di API, yang akan memudahkan Anda membuat Snooze secara terprogram untuk kondisi yang berlangsung secara teratur seperti mekanisme pemeliharaan program. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance Di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Hadirnya kapabilitas Snooze di Cloud Alerting yang berjalan di rangkaian operasi Google Cloud ini memungkinkan Anda untuk bisa menunda notifikasi atau pemberitahuan yang muncul sesuai kebutuhan. Dengan begitu, developer program Anda tidak akan merasa terganggu saat menghabiskan waktu luang atau ketika mekanisme pemeliharaan sedang berlangsung. Google Cloud memang menyediakan solusi komputasi awan yang menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada penyimpanan saja sehingga cocok untuk mendukung kebutuhan pengembangan program. Apakah saat ini Anda sedang mengembangkan program namun belum menemukan solusi komputasi awan yang cocok? Google Cloud bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Segera dapatkan solusi komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi selengkapnya mengenai pemesanan, silakan klik di sini!

Google Cloud

Percepat Produktivitas Pengembang Anda dengan Query Library

Beberapa waktu lalu, Google Cloud memperkenalkan Cloud Logging. Layanan tersebut hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas developer program. Pendekatannya adalah dengan menyederhanakan proses pemecahan masalah. Jika diperhatikan, waktu yang dihabiskan untuk menulis dan menganalisis kueri, kemudian mendeteksi letak kesalahannya bisa sangat memengaruhi produktivitas developer. Padahal, baik memecahkan masalah, menganalisis log, ketepatan dan kecepatan sangatlah penting. Berangkat dari pengalaman tersebut, Google Cloud baru-baru ini memperkenalkan Query Library dan beberapa fitur tambahan lainnya untuk membuat kueri log Anda menjadi lebih mudah. Layanan yang hadir di Cloud Logging ini akan mempermudah pencarian log lebih cepat meski hanya dengan menggunakan kueri umum. Buat kueri lebih cepat dengan template yang tersedia Fitur pencarian teks dan drop-down yang baru diperkenalkan dirancang untuk membuat kueri dengan sangat mudah, hanya dengan beberapa klik mouse saja. Fitur-fitur ini secara otomatis menghasilkan bahasa kueri Logging yang Anda butuhkan. Query Library memperluas proses yang simpel ini dengan template untuk kueri GCP umum. Photo Credit: Google Cloud Blog Perlu diingat, Query Library terletak di bilah pembuat kueri di sebelah Suggested queries. Untuk membantu menemukan kueri yang paling relevan, Anda bisa mengikuti petunjuk berikut: Query categories: Setiap kueri dipecah menjadi kategori yang dapat digunakan untuk mempersempit pencarian kueri yang relevan dengan mudah. Query occurrences: Untuk membantu Anda memilih kueri yang memiliki hasil paling optimal. Grafik mini akan ditampilkan untuk kueri yang memiliki log di proyek Anda. Query details: Setiap kueri memiliki deskripsi bersama dengan Logging query. Photo Credit: Google Cloud Blog Run/Stream: Jalankan kueri atau mulai streaming log langsung dari library. Save: Simpan kueri dalam daftar kueri tersimpan Anda. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Beberapa fitur pendukung lainnya Selain fitur yang telah disebutkan di atas, Cloud Logging juga memperkenalkan beberapa fitur lainnya. Salah satu fitur unggulan adalah pembaruan Logs Explorer yang akan memudahkan Anda dalam membuat kueri. Pembaruan ini menghadirkan beberapa kemudahan seperti: Simple text search: Kotak pencarian teks sederhana baru untuk pencarian teks global. Advanced query: Sebuah toggle baru untuk menampilkan atau menyembunyikan bahasa kueri Logging untuk kueri. Date/time picker: Pemilih rentang waktu, kini menjadi bagian dari query builder. Date/time preferences: Tampilan tanggal/waktu sekarang mengikuti preferensi tanggal/waktu yang ditetapkan di pengaturan Cloud Console. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Dropdown selectors: Menampilkan dengan jelas resource, logName, serta tingkat keparahan. Untuk melihat informasi yang dibutuhkan, cukup klik menu dropdown yang tersedia. Dropdown selector state: Mempertahankan status di kotak pencarian resources, logName, tingkat keparahan, dan teks bebas, baik untuk membuat kueri melalui menu dropdown atau dengan menyunting bahasa kueri Logging. Default summary fields: Opsi baru yang disediakan untuk menonaktifkan bidang ringkasan default. Dengan begitu, Anda bisa mendapat tampilan log yang lebih mendasar. Hadirnya layanan baru Query Library ini akan memudahkan Anda dalam membuat kueri baru. Terlebih, telah disediakan template yang berbasis kebutuhan pengguna. Jadi, Anda hanya perlu melakukan sedikit modifikasi untuk membangung kueri baru. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Google Cloud memang terus berinovasi untuk menghadirkan layanan terbaik yang memudahkan penggunanya, termasuk dalam hal pengembangan program. Apakah Anda juga bergerak dalam bidang pengembangan program dan sedang membutuhkan solusi komputasi awan yang komprehensif? Google Cloud adalah jawabannya. Anda bisa mendapatkan Google Cloud untuk penggunaan skala besar di perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Kami menjamin semua produk yang ditawarkan adalah produk resmi dan berlisensi. Tertarik? Hubungi kami di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer

Komputasi awan atau cloud telah dimanfaatkan untuk mendorong inovasi. Para developer menggunakan cloud sebagai semacam mesin untuk menguji ide-ide baru dan otomatisasi skalabilitas. Dengan banyaknya eksperimen yang harus dijalankan, inovasi di jaringan cloud amat membutuhkan kebebasan dan fleksibilitas. Namun kebebasan sering kali berseberangan dengan keamanan. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan antara keamanan dengan kebebasan inovasi? Keamanan Google Cloud Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Google Cloud terus berupaya untuk menyediakan solusi atas berbagai tantangan keamanan cloud. Sejauh ini, Google Cloud telah mengambil spesialisasi dalam domain keamanan cloud seperti cloud native compliance, arsitektur zero trust, keamanan aplikasi, perlindungan data, dan juga operasi keamanan. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana Google Cloud membantu Anda dalam konfigurasi kontrol keamanan preventif, tentunya masih dengan kapabilitas yang sudah tersedia dalam ekosistem Cloud. Kontrol keamanan preventif, juga dikenal sebagai “pagar pengaman” keamanan, adalah kontrol yang memungkinkan fleksibilitas pengembang untuk berinovasi dalam batas-batas kebijakan keamanan yang ditentukan serta mencegah kesalahan konfigurasi atau kerentanan sebelum dapat dieksploitasi. Infrastruktur sebagai Kode: Proses deploy yang aman Program keamanan cloud yang matang adalah perpaduan antara proses operasional yang berulang dan kontrol otomatis. Untuk membantu memastikan developer berinovasi pada baseline yang aman, sebaiknya pelanggan merancang proses terpusat untuk meminta project GCP baru dan mendaftarkan beban kerja. Hal ini memungkinkan tim keamanan memiliki kemampuan untuk konfigurasi proyek GCP dengan parameter keamanan yang ditentukan. Untuk membantu mengaktifkan pengulangan dan konsistensi proses, penggunaan Google Cloud Project Factory telah disetel otomatis untuk menerapkan proyek berdasarkan opini kepada developer secara terpusat. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Fungsi pagar pembatas adalah untuk mencegah pelanggaran keamanan sebelum berdampak pada platform produksi. Umumnya, perusahaan menggunakan proses manajemen perubahan yang rumit untuk mengontrol penyebaran serangan secara manual dan mengevaluasi postur keamanan. Google Cloud bekerja sama dengan pelanggan untuk merancang pipeline Infrastructure as Code (IaC) untuk menentukan pemeriksaan kebijakan keamanan dan secara otomatis memvalidasi postur sebelum penerapan. Pola desain tipikal menggunakan alat “policy-as-code”, seperti Terraform Validator, untuk menerapkan pagar pengaman bagi developer sebagai bagian dari pipeline CI/CD. Desain ini memungkinkan pelanggan untuk konfigurasi batasan keamanan berdasarkan persyaratan khusus atau toleransi risiko mereka. Membangun kontrol pencegahan menggunakan kapabilitas GCP Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Google Cloud bekerja untuk menghadirkan cloud paling tepercaya yang menawarkan platform asli dan kapabilitas produk yang memungkinkan kontrol keamanan preventif. Berikut adalah beberapa layanan Google Cloud yang direkomendasikan untuk digunakan dalam penerapan pagar pengaman bagi pengembang: Organization Policy: Memberikan kontrol terpusat dan terprogram mengenai cara resources digunakan. Tim keamanan dapat memilih dari daftar batasan yang tersedia untuk membatasi cara resources dikonfigurasi, mencegah potensi kesalahan konfigurasi terjadi. Misalnya, batasan kebijakan organisasi, constraint/storage.publicAccessPrevention akan mencegah developer mengekspos bucket penyimpanan cloud secara publik. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage VPC Service Controls: Mencegah perpindahan data yang tidak sah dengan mengisolasi resource GCP dan membatasi aliran data dengan aturan yang mendetail. Layanan ini memungkinkan Anda mendesain perimeter keamanan berbasis konteks untuk mengamankan layanan berbasis API. Developer yang bekerja pada layanan dengan perimeter VPC Service Controls akan dibatasi pada aturan yang ditentukan oleh administrator, membantu mengurangi risiko pemusnahan data. Cloud IAM: Mengaktifkan akses terperinci untuk memastikan developer hanya memiliki akses ke resources Google Cloud tertentu. Tim keamanan dapat menerapkan prinsip hak istimewa paling rendah, mencegah peran yang terlalu permisif untuk mengurangi serangan ke seluruh platform. Layanan GCP asli di atas telah didukung oleh pipeline Infrastructure as Code. Untuk membantu memastikan perlindungan yang konsisten bagi developer, layanan keamanan preventif harus dikonfigurasi dan diterapkan dengan pipeline IaC terkelola yang telah dibahas sebelumnya. Membangun pola otomatis berulang untuk penyebaran IaC akan menyederhanakan proses bagi developer dan melindungi lingkungan dengan pagar pengaman yang sudah ditentukan. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahu Layanan dan kapabilitas asli dari Google Cloud di atas memungkinkan Anda untuk mendapat keamanan terbaik tanpa harus menggunakan produk eksternal. Itu artinya, risiko keamanan yang muncul karena penggunaan produk di luar ekosistem pun dapat diminimalkan. Semua layanan dan kapabilitas yang disebutkan di atas telah tersedia di Google Cloud Platform. Bagi Anda yang ingin memberi keamanan tambahan bagi developer program, gunakan paket solusi komputasi Google Cloud dari EIKON Technology. Sebagai authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan solusi Google Cloud resmi dan berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom

 Penggunaan data telah mengalami ekspansi besar-besaran dalam 5 tahun belakangan ini. Temuan dari perusahaan analisis data Domo menyebutkan bahwa 99% data yang beredar sekarang merupakan data yang dibuat dalam 2 tahun terakhir, kurang lebih ada sekitar 2,5 triliun byte data muncul tiap harinya. Teknologi seperti komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) tanpa disadari telah mengubah cara menggunakan data, memperoleh nilai dari data, dan mengumpulkan insight dari data. Data terus bergerak, bergeser, dan bertambah, saat Anda menggabungkan kumpulan data dan mendapatkan nilai baru dalam prosesnya. Pada waktu yang bersamaan, data baru sedang dibuat di tempat lain. Model keamanan data saat ini Sekarang ini, data ada di berbagai lokasi dan memerlukan akses dari lokasi dan media yang berbeda. Namun sayangnya, kebanyakan model keamanan saat ini tidak dirancang untuk hal tersebut. Singkatnya, data Anda tidak cocok dengan model keamanan yang melindunginya. Ini merupakan celah yang terbuka bagi penyerang. Lalu, bagaimana agar data dan model keamanan kembali selaras? Google Cloud telah mengidentifikasi beberapa tantangan seputar pendekatan klasik terhadap keamanan data dan perubahan yang dipicu oleh cloud—yang kini hampir ada di mana-mana. Kasus ini menarik untuk mengadopsi pendekatan modern terhadap keamanan data. Cara paling optimal untuk diterapkan di masa mendatang adalah dengan keamanan data otonom. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Keamanan data otonom Photo Credit: Rawpixel Sebuah konsep yang relatif baru, keamanan data otonom adalah model keamanan yang terintegrasi dengan data sepanjang siklus hidupnya. Ini dapat mempermudah pengguna dengan membebaskan mereka dari mendefinisikan dan mendefinisikan ulang banyak sekali aturan tentang siapa yang dapat melakukan apa, kapan, di mana. Keamanan data otonom adalah pendekatan yang sejalan dengan ancaman siber dan perubahan bisnis yang terus berkembang. Keamanan data otonom dapat membantu menjaga aset TI Anda lebih aman dan dapat membuat bisnis dan proses TI lebih cepat. Misalnya, berbagi data dengan mitra dan keputusan akses data secara bersamaan menjadi lebih cepat dan lebih aman. Baca juga: 5 Tips Meningkatkan Keamanan Data saat Menggunakan G Suite Evaluasi keamanan data Anda Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk mempersiapkan masa depan keamanan data, cobalah untuk mengukur model yang Anda terapkan saat ini. Ajukan pertanyaan kritis untuk mengevaluasi status keamanan Anda dan kemudian mulai menyusun rencana tentang bagaimana Anda dapat mulai memasukkan pilar keamanan data otonom ke dalam model keamanan data. Berikut adalah dua rangkaian pertanyaan yang bisa Anda jadikan titik awal evaluasi. Kumpulan pertanyaan pertama akan membantu Anda mengidentifikasi sifat dan status data. Data apa yang saya miliki? Siapa yang memilikinya? Apakah data tersebut sensitif? Bagaimana cara menggunakannya? Apa nilai yang Anda tekankan dalam menyimpan data? Kemudian kumpulan pertanyaan kedua fokus pada masalah dengan tingkatan yang lebih tinggi, yaitu: Apa pendekatan saya saat ini terhadap keamanan data? Di manakah pendekatan tersebut gagal mendukung bisnis dan melawan ancaman? Apakah pendekatan tersebut telah mendukung bisnis Anda? Haruskah mulai mempertimbangkan untuk membuat perubahan? Jika iya, ke arah mana? Jalan menuju peningkatan keamanan data dimulai dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. Google Cloud telah menyediakan dokumentasi lengkap mengenai Keamanan Data Otonom yang dapat Anda akses secara gratis untuk eksplorasi lebih jauh. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Model keamanan yang berlaku saat ini kebanyakan sudah tidak relevan lagi dengan jenis data yang beredar. Sebagai perusahaan terdepan dalam manajemen data dan keamanan cloud, Google Cloud terus berupaya mengembangkan keamanan data otonom secara optimal agar dapat memenuhi kebutuhan perlindungan data untuk saat ini dan masa mendatang. Dengan inovasi ini, rasanya tak berlebihan jika menjadikan Google Cloud sebagai solusi komputasi awan nomor satu. Tertarik untuk melindungi data komputasi awan perusahaan Anda dengan Google Cloud? EIKON Technology sebagai authorized reseller untuk produk-produk Google menyediakan Google Cloud resmi berlisensi. Kami juga menghadirkan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan solusi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!  

Google Cloud

5 Cara Mengatur Biaya BigQuery Anda

Apakah Anda pernah merasa khawatir tentang pengendalian biaya BigQuery di beberapa proyek? Ulasan kali ini akan membahas tentang beberapa trik untuk membatasi biaya dan juga memantau konsumsi BigQuery. Anda juga dapat menemukan cara melakukan partisi yang tepat agar biaya yang dikeluarkan tetap sesuai bujet. Mari simak penjelasan lengkapnya bersama. Mengatur kuota tingkat pengguna dan kuota tingkat proyek untuk menetapkan batas penggunaan Photo Credit: Google Cloud Blog Jika Anda memiliki beberapa proyek dan pengguna BigQuery, Anda dapat mengelola biaya dengan meminta kuota khusus yang menentukan batas jumlah data kueri yang diproses per hari. Membuat kuota khusus pada data kueri memungkinkan Anda mengontrol biaya di tingkat proyek atau di tingkat pengguna. Kuota khusus tingkat proyek membatasi penggunaan agregat semua pengguna dalam proyek tersebut. Kuota khusus tingkat pengguna diterapkan secara terpisah ke semua pengguna dan akun layanan dalam suatu proyek. Namun perlu diingat, Anda tidak akan bisa menetapkan kuota khusus untuk pengguna atau akun layanan tertentu. Baca juga: Pengalaman Terpadu Log Gmail di BigQuery, Seperti Apa? Membatasi biaya kueri dengan membatasi jumlah byte yang ditagih Photo Credit: katemangostar (Freepik) Anda dapat membatasi jumlah byte yang ditagih untuk kueri menggunakan setelan byte maksimum yang ditagih. Saat Anda menetapkan byte maksimum yang ditagih, jumlah byte yang akan dibaca kueri bisa diprediksi sebelum eksekusi kueri. Jika jumlah byte yang diperkirakan melebihi batas, maka kueri akan gagal tanpa dikenakan biaya. Jika kueri gagal karena setelan tagihan byte maksimum, pesan error seperti berikut akan ditampilkan: Error: Query exceeded limit for bytes billed 1000000. 10485760 or higher required. Buat anggaran Cloud Billing Hindari tagihan yang membengkak dengan membuat anggaran Cloud Billing untuk memantau semua tagihan Google Cloud Anda di satu tempat. Anggaran memungkinkan Anda melacak pembelanjaan Google Cloud aktual terhadap pembelanjaan yang direncanakan. Setelah menetapkan jumlah anggaran, Anda dapat menetapkan aturan ambang batas peringatan anggaran yang digunakan untuk memicu pemberitahuan email. Email peringatan anggaran membantu Anda mendapat informasi mengenai kesesuaian pembelanjaan dengan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Menulis kueri yang bagus Photo Credit: pressfoto (Freepik) Sebisa mungkin, hindari memilih opsi tambahan (*). Penting untuk diingat juga, menerapkan klausa LIMIT ke kueri tidak akan memengaruhi jumlah data yang dibaca. Selain itu, jangan pernah menjalankan kueri untuk menjelajahi atau melihat pratinjau data tabel. Anda juga disarankan untuk melakukan dry run dan selalu memperkirakan biayanya sebelum menjalankan kueri. Terakhir, selalu pilih data yang Anda butuhkan saja. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Partisi tabel sehingga pengguna BigQuery terpaksa menentukan klausa WHERE Tabel yang dipartisi adalah tabel khusus yang dibagi menjadi beberapa segmen. Cara ini akan memudahkan pengelolaan dan kueri data Anda. Dengan membagi tabel besar menjadi partisi yang lebih kecil, Anda dapat meningkatkan kinerja kueri. Anda pun dapat mengontrol biaya dengan mengurangi jumlah byte yang dibaca oleh kueri. Dengan tabel yang dipartisi, pelanggan dipaksa untuk menentukan klausa WHERE dan itu akan memberlakukan limit untuk membatasi pemindaian tabel penuh. Jika kueri menggunakan filter yang memenuhi syarat pada nilai kolom partisi, BigQuery dapat memindai partisi yang cocok dengan filter dan melewati partisi yang tersisa. Proses ini disebut pemangkasan partisi. Pemangkasan partisi adalah mekanisme yang digunakan BigQuery untuk menghilangkan partisi tidak perlu dari pemindaian input. Partisi yang dipangkas tidak disertakan saat menghitung byte yang dipindai oleh kueri. Secara umum, pemangkasan partisi membantu mengurangi biaya kueri. Baca juga: Percepat Migrasi Data BigQuery dengan Penerjemah SQL Otomatis Dengan menerapkan  cara di atas, Anda akan memiliki kontrol penuh atas biaya yang dihabiskan dalam pemanfaatan BigQuery. Namun Anda tak perlu khawatir karena penggunaan BigQuery secara umum dapat diatur untuk bisa menyesuaikan bujet dan kebutuhan. Untuk pemanfaatan BigQuery yang lebih optimal, gunakan solusi komputasi awan Google Cloud. Solusi ini tersedia untuk penggunaan perusahaan, baik itu skala besar, menengah, maupun kecil. Google Cloud resmi dan berlisensi bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Cloud

Update Fitur Google Cloud Deploy: Pemanfaatan di Lingkungan GKE Makin Mudah?

Google Cloud Deploy resmi diperkenalkan pada bulan Januari 2022 lalu. Layanan tersebut diluncurkan dengan tujuan utama untuk mempermudah pembuatan dan pengoperasian pengiriman software berkelanjutan ke lingkungan Google Kubernetes Engine (GKE). Pada bulan Agustus kemarin, Google memperkenalkan beberapa penambahan fitur Google Cloud Deploy, terutama yang masih berkaitan dengan kecepatan orientasi, manajemen jalur pengiriman, dan perluasan fitur perusahaan. Seperti apa cara kerja fitur baru yang ditawarkan? Orientasi yang lebih cepat dengan Skaffold Skaffold merupakan open-source tool yang mengatur pengembangan berkelanjutan, continuous integration (CI), continuous delivery (CD), serta merupakan bagian integral dari Google Cloud Deploy. Melalui Skaffold dan Google Cloud Deploy, loop pengembangan aplikasi lokal dapat terhubung dengan CD secara mulus, menghadirkan konsistensi pada siklus hidup tool pengiriman software menyeluruh Anda. Google Cloud Deploy sekarang memungkinkan Anda membuat konfigurasi Skaffold untuk aplikasi manifes tunggal jika belum tersedia ada. Saat membuat rilis, perintah baru ‘gcloud deploy releases create … –from-k8s-manifest‘ menyediakan manifes aplikasi dan menghasilkan konfigurasi Skaffold. Hal ini memungkinkan tim pengembangan aplikasi dan operator pengiriman berkelanjutan Anda membiasakan diri dengan Google Cloud Deploy, mengurangi konfigurasi tahap awal dan gesekan pembelajaran saat mereka membangun kemampuan pengiriman berkelanjutan. Baca juga: Cara Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Pengelolaan delivery pipeline Delivery pipeline terus menerus digunakan. Rilis terbaru Google Cloud Deploy menavigasi urutan perkembangan saat mereka mencapai target produksi. Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Dalam hal ini, Anda mungkin perlu mengelola jalur pengiriman dan resources terkait secara lebih hati-hati. Baca juga: Model Deployment Google Cloud untuk Cloud Spanner Emulator Dengan tambahan penangguhan delivery pipeline, kini Anda dapat menjeda sementara pipeline yang bermasalah untuk membatasi semua aktivitas peluncuran. Dengan menghentikan aktivitas, Anda dapat melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi masalah dan penyebabnya. Photo Credit: Google Cloud Blog Ketika meninjau masalah manifes rilis, Anda mungkin ingin membandingkan manifes aplikasi antara rilis dan lingkungan target untuk menentukan waktu terjadinya perubahan aplikasi dan penyebabnya. Namun, membandingkan manifes aplikasi bisa jadi sulit, karena mengharuskan Anda untuk menggunakan baris perintah untuk mencari dan membedakan beberapa file. Untuk membantu, Google Cloud Deploy kini memiliki Release inspector, yang memudahkan peninjauan manifes aplikasi serta membandingkan rilis dengan target dalam delivery pipeline. Photo Credit: Google Cloud Blog Kemudian jika Anda memperhatikan listing peluncuran di konsol Google Cloud Deploy, tampak masih terbatas pada rilis atau target tertentu. Listing peluncuran delivery pipeline yang lengkap kini dapat Anda temukan di halaman detail delivery pipeline. Photo Credit: Google Cloud Blog Fitur untuk perusahaan yang kini diperluas Lingkungan perusahaan sering kali memiliki banyak persyaratan untuk dapat beroperasi, seperti kontrol keamanan, logging, dukungan Terraform, dan ketersediaan regional. Sebelumnya, Google telah memperkenalkan dukungan untuk VPC Security Controls (VPC-SC) dalam versi Pratinjau. Kini, dukungan tersebut telah tersedia untuk umum. Terkadang, ketika meninjau manifest-render dan log penerapan aplikasi mungkin tidak cukup untuk pemecahan masalah. Untuk situasi ini, telah hadir penambahan log platform layanan Google Cloud Deploy, yang dapat memberikan detail tambahan penyelesaian masalah. Terraform memainkan peran penting dalam meluncurkan resource Google Cloud. Sekarang Anda dapat menerapkan delivery pipeline dari Google Cloud Deploy dan menargetkan resource menggunakan penyedia Terraform Google Cloud Platform. Terlebih Google Cloud Deploy kini telah tersedia di 9 region tambahan, sehingga jumlah total region Google Cloud Deploy di seluruh dunia menjadi 15. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi Ke Google Cloud Dengan peningkatan fitur ini, Google Cloud Deploy pengguna dapat membuat dan mengoperasikan pengiriman software berkelanjutan ke lingkungan Google Kubernetes Engine secara mudah serta lebih minim risiko. Semua ini bisa Anda nikmati dengan pemanfaatan solusi komputasi awan Google Cloud yang bisa didapatkan melalui EIKON Technology. EIKON Technology menyediakan solusi berbasis komputasi yang efektif untuk memperkuat bisnis Anda secara signifikan. Kami menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud berlisensi resmi yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memahami Jaringan Dasar Google Kubernetes Engine

Google Kubernetes Engine atau GKE merupakan sebuah platform open-source yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola beban kerja dan layanan containerized yang berjalan di lingkungan terkelola sepenuhnya, memanfaatkan infrastruktur Google Cloud. Artikel kali ini akan menjelaskan apa saja jaringan dasar GKE serta cara kerjanya. Mari simak bersama. IP addressing Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Beragam komponen jaringan di Kubernetes memanfaatkan alamat dan port IP untuk berkomunikasi. Alamat IP sendiri merupakan alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi beragam komponen di dalam jaringan. Komponen-komponen Google Kubernetes Engine  Container: Komponen terkecil untuk menjalankan proses-proses di dalam aplikasi. Pod: Kumpulan container yang secara fisik dikelompokkan bersama. Node: Mesin pekerja dalam sebuah klaster yang terdiri dari beberapa pods.  Layanan yang tersedia di Google Kubernetes Engine ClusterIP: Menetapkan alamat ke layanan. Load balancer: Memuat traffic internal penyeimbang atau traffic eksternal ke node dalam klaster. Ingress: Jenis Load balancer khusus yang menangani traffic HTTP(S). Alamat IP ditetapkan dari berbagai subnet ke komponen dan layanan. Variable length subnet mask (VLSM) digunakan untuk membuat blok CIDR. Jumlah host yang tersedia pada subnet tergantung pada subnet mask yang digunakan. Alur penetapan alamat akan IP terlihat seperti ini: Node diberi alamat IP dari klaster jaringan VPC. Alamat IP penyeimbang beban internal secara default ditetapkan dari blok Node IPv4. Jika perlu, Anda dapat membuat rentang tertentu untuk penyeimbang beban dan menggunakan opsi loadBalancerIP untuk menentukan alamat dari rentang tersebut. Pod diberikan alamat dari berbagai alamat Pod yang berjalan pada node tersebut. Pod maks default per node adalah 110. Untuk mengalokasikan alamat ke nomor ini jumlahnya dikalikan dengan 2 (110*2=220) dan subnet terdekat digunakan yaitu /24. Ini memungkinkan buffer untuk penjadwalan pod. Batas ini dapat disesuaikan pada waktu pembuatan. Container berbagi alamat IP dari Pod yang mereka jalankan. Alamat layanan (IP cluster) ditetapkan dari kumpulan alamat yang disediakan untuk layanan. Baca juga: Cost Estimator: Fitur Baru GKE untuk Perkiraan Biaya yang Lebih Akurat Domain Naming System (DNS) Photo Credit: Rawpixel DNS memungkinkan resolusi nama ke alamat IP. Ini memungkinkan entri nama otomatis dibuat untuk layanan. Ada beberapa opsi di GKE, yaitu: kube-dns: Layanan add-on asli Kubernetes. Kube-dns berjalan pada penerapan yang diekspos melalui IP cluster. Secara default, pod dalam sebuah klaster menggunakan layanan ini untuk kueri DNS. Cloud DNS: Layanan terkelola Google Cloud DNS yang dapat digunakan untuk mengelola klaster DNS. Load Balancers Mengontrol akses dan mendistribusikan traffic di seluruh resources yang berantakan. Beberapa opsi di Google Kubernetes Engine adalah Internal Load balancers dan External Load balancers. Baca juga: Penerapan Keamanan Zero Trust pada Workload dengan GKE, Traffic Director, dan CA Service Ingress Photo Credit: Google Cloud Blog Berfungsi menangani traffic HTTP(S) yang ditujukan ke layanan di klaster Anda. Layanan ini menggunakan resources tipe Ingress. Saat digunakan, ini akan membuat penyeimbang beban HTTP(S) untuk GKE. Saat mengonfigurasi, Anda dapat menetapkan alamat IP statis ke penyeimbang beban, untuk memastikan alamat tidak berubah. Dengan GKE, Anda dapat menyediakan Ingress eksternal dan internal. GKE juga memungkinkan Anda memanfaatkan load balancing container-native yang mengarahkan traffic langsung ke IP pod menggunakan Network Endpoint Groups (NEGs). Operations Di GKE Anda memiliki beberapa cara untuk mendesain jaringan klaster, yaitu: Standard: Mode ini memungkinkan admin untuk mengonfigurasi infrastruktur yang mendasari klaster. Mode ini bermanfaat jika Anda membutuhkan tingkat kontrol yang lebih dalam. Autopilot: GKE menyediakan dan mengelola infrastruktur dasar klaster. Cara ini telah dikonfigurasi sebelumnya untuk memberi Anda sedikit kebebasan manajemen. Private Cluster: Dapat digunakan ketika Anda memerlukan klien untuk memiliki akses ke internet (misalnya untuk pembaruan. Perlu diingat, cara ini hanya mengizinkan koneksi IP internal. Private Service Access: Memungkinkan VPC Anda berkomunikasi dengan service producer services melalui alamat IP pribadi. Baca juga: Memahami Keamanan Infrastruktur Google Cloud Google Kubernetes Engine menawarkan cara sederhana untuk menyiapkan Cluster Kubernetes. Layanan ini dirancang khusus untuk mendukung penerapan Kubernetes terkelola di Google Cloud, memungkinkan Anda mendapat praktik langsung dalam mengonfigurasi image Docker, container, dan menerapkan aplikasi Kubernetes yang lengkap. Google Kubernetes Engine telah terintegrasi dengan Google Cloud sehingga memudahkan Anda dalam manajemen klaster melalui komputasi awan. EIKON Technology menyediakan solusi Google Cloud resmi, berlisensi, dan tentunya dapat disesuaikan untuk kebutuhan perusahaan. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Cloud

Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud

Salah satu alasan yang sering disebutkan ketika terjadi migrasi ke Google Cloud adalah pengurangan biaya. Elastisitas layanan cloud memungkinkan Anda untuk membayar sesuai dengan pemakaian saja. Dengan kata lain, Anda hanya perlu membayar untuk layanan yang digunakan. Alasan lainnya adalah karena keamanan. Ini karena pengembangan di cloud memungkinkan visibilitas dan tata kelola yang lebih baik atas resources dan data penerapan Anda. Namun, dalam perjalanan mewujudkan penghematan biaya, skalabilitas, peningkatan keamanan, kinerja, keandalan, dan pengelolaan cloud ini, ada kalanya Anda merasa kebingungan. Ini karena Google Cloud sangat rumit. Setidaknya terdapat ratusan produk dalam Google Cloud sehingga terkadang dapat menyulitkan Anda untuk memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan. Berangkat dari situasi tersebut, Google Cloud memperkenalkan Active Assist. Mengenal Active Assist Photo Credit: Google Cloud Blog Active Assist Google Cloud menyatukan informasi dari penggunaan beban kerja Anda, log, dan konfigurasi resources, lalu menggunakan machine learning serta business logic untuk membantu mengoptimalkan penerapan secara proaktif dari segi biaya, keamanan, kinerja, keandalan, pengelolaan, dan bahkan keberlanjutan. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Solusi terbaik dari Active Assist Berikut adalah beberapa rekomendasi tools untuk optimalisasi biaya, yang merupakan salah satu bagian dari portofolio luas Active Assist: Cost Optimization Recommenders Photo Credit: pressfoto (Freepik) Google Cloud memudahkan pengguna menjalankan virtual machine (VM) dan hanya membayar selama resources berjalan. Namun, ada kasus ketika prototipe membuat mesin hanya memerlukan lebih sedikit CPU dan memori virtual daripada yang dialokasikan. Active Assist dapat membantu dalam kedua situasi tersebut dengan menghadirkan visibilitas ke peluang pengoptimalan biaya. Idle VM Recommender Idle VM Recommender mengidentifikasi VM yang belum digunakan dalam 14 hari terakhir dan menyampaikan notifikasi sehingga Anda dapat mematikannya atau menghapusnya dari proyek. Active Assist menggunakan metrik sistem untuk mengklasifikasikan VM sebagai idle saat memenuhi kriteria berikut: VM memiliki pemanfaatan CPU kurang dari 0,03 selama 97% dari waktu selama jendela observasi; VM telah menerima kurang dari 2.600 byte per detik untuk 95% waktu proses VM; VM telah mengirim kurang dari 1.000 byte per detik 95% dari waktu. Active Assist juga dapat membantu Anda mengidentifikasi resource idle lainnya, termasuk instance Cloud SQL dan resource idle yang terkait dengan VM, seperti IP dan persistent disk. VM Machine Type Recommender  VM Machine Type Recommender dapat membantu Anda mengoptimalkan pemanfaatan resources dari instance VM dengan menyarankan konfigurasi jenis mesin yang lebih efisien untuk beban kerja yang berjalan di dalamnya. Misalnya, jika mengidentifikasi aplikasi yang berjalan di VM ternyata menggunakan memori rendah, tool ini akan merekomendasikan Anda untuk beralih ke jenis mesin yang alokasi memorinya lebih rendah. Baca juga: Menjadwalkan Perintah di Google Cloud dengan Cloud Run dan Cloud Scheduler Predictive Autoscaler Solusi lain, Google Cloud menyediakan Predictive Autoscaler yang menggunakan kemampuan machine learning untuk menanggapi kebutuhan kapasitas sekaligus memperkirakannya. Ini menciptakan VM lebih cepat dari permintaan yang meningkat, memungkinkan cukup waktu bagi aplikasi Anda untuk melakukan inisialisasi. Model perkiraannya terus belajar dan beradaptasi dengan pola mingguan dan harian menggunakan riwayat CPU grup instance Anda. Unattended Project Recommender Photo Credit: Google Cloud Blog Unattended Project Recommender memberikan rekomendasi yang membantu Anda menemukan, mengklaim kembali, dan menghapus proyek tanpa pengawasan. Ini membantu mengoptimalkan biaya, keamanan, dan keberlanjutan dalam satu waktu. Menariknya lagi, tool ini juga memberi dampak pengurangan emisi karbon untuk setiap “proyek yang tidak dijaga”, menunjukkan emisi yang dihemat jika Anda menghapus proyek dan melepaskan semua sumber dayanya. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Dengan memanfaatkan Active Assist dari Google Cloud, Anda dapat mengoptimalkan biaya migrasi lebih baik lagi. Anda bahkan bisa menyesuaikan tagihan biaya sesuai dengan kebutuhan. Tertarik untuk bermigrasi ke cloud? Google Cloud menawarkan solusi komputasi awan terlengkap yang telah didukung dengan beragam pilihan tools untuk memudahkan Anda baik dari segi pemakaian maupun efisiensi biaya. EIKON Technology menyediakan Google Cloud resmi dan berlisensi. Kami juga menyediakan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produktivitas Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Scroll to Top