EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage

Google Cloud Storage baru saja memperkenalkan aturan lifecycle conditions baru. Aturan lifecycle adalah kondisi yang harus dipenuhi objek sebelum tindakan yang ditentukan dalam aturan terjadi. Penambahan aturan lifecycle ini diharapkan dapat membantu pelanggan mengelola biaya penyimpanan mereka dengan cara baru. Ada dua fitur baru yang disertakan dalam peluncuran ini. Prefix/suffix lifecycle conditions Photo Credit: senivpetro (Freepik) Sebelumnya, Google Cloud Storage sudah menyediakan beberapa aturan lifecycle conditions yang bisa dipilih pelanggan. Aturan tersebut di antaranya: Age CreatedBefore CustomTimeBefore DaysSinceCustomTime DaysSinceNoncurrentTime IsLive MatchesStorageClass MatchesPrefix and MatchesSuffix NoncurrentTimeBefore NumberOfNewerVersions Kini pelanggan dapat menambahkan kondisi pada nama objek, cukup dengan menambahkan prefix (awalan) atau suffix (akhiran). Kondisi prefix dan suffix dapat bermanfaat untuk beberapa penggunaan. Berikut adalah contoh penerapan yang umum digunakan: Mengelola prefix objek umum secara terpisah. Mengelompokkan objek menggunakan prefix umum merupakan praktik yang sering terjadi, seperti dalam kumpulan data. Sekarang, lifecycle condition dapat diterapkan pada grup tersebut menggunakan aturan MatchesPrefix. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Mengelola kategori objek secara terpisah. Menggunakan ekstensi pada kunci objek untuk menunjukkan format data seperti .mp4, .zip, dan .csv adalah sebuah praktik umum. Sebab tak jarang, semua format tersebut ada dalam satu lokasi. Untuk bisa mengelolanya secara terpisah, terkadang pelanggan memanfaatkan ekstensi. Misalnya, ketika pelanggan memiliki objek biner besar yang jarang dibaca, namun metadata tentang mereka dengan ekstensi berbeda cukup sering dibaca (contohnya .mov dan .xml). Dengan lifecycle conditions baru, pelanggan bisa dengan mudah menjaga metadata tetap “panas” sambil tetap menghemat biaya. Sebab, kini pelanggan dapat mengatur sebagian besar agar tetap “dingin” dengan aturan MatchesSuffix. Baca juga: Mempelajari Update Keamanan Terbaru Cloud Storage dari Google Pembersihan unggahan multi-bagian yang tidak lengkap Photo Credit: pressfoto (Freepik) Pada tahun 2021, Google Cloud Storage meluncurkan protokol Multipart Upload di XML API. Ini memberi pelanggan jalur migrasi yang lebih mulus dengan peningkatan kompatibilitas S3. Satu masalah umum dengan unggahan multi-bagian adalah bahwa mereka terkadang ditinggalkan. Penyimpanan sebagian tidak gratis, jadi memangkas unggahan yang ditinggalkan adalah hal yang penting. Sekarang, pelanggan dapat “mengatur dan melupakannya” dengan dukungan lifecycle Google Cloud Storage untuk unggahan multi-bagian yang tidak lengkap. Fitur lifecycle baru ini telah tersedia untuk semua pelanggan Google Cloud Storage. Perlu diketahui juga, fitur ini juga dapat diakses melalui Google Cloud Storage API, Google Cloud Storage GUI, gsutil, penyimpanan gcloud, dan library klien. Baca juga: Menjadwalkan Perintah di Google Cloud Dengan Cloud Run dan Cloud Scheduler Lifecycle conditions dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pelanggan dalam mengelola biaya penyimpanan Google Cloud Storage. Penambahan aturan ini menghadirkan cara baru dalam menghemat biaya yang digunakan untuk penyimpanan. Selain lifecycle conditions, Google Cloud Storage juga menghadirkan berbagai fitur dan kapabilitas untuk memudahkan pelanggan dalam mengelola penyimpanan berbasis komputasi awan, bahkan dalam hal pengelolaan biaya. Tertarik untuk mulai menggunakan solusi Google Cloud Storage? EIKON Technology sebagai authorized partner Google menyediakan solusi Google Cloud Storage berlisensi dan proses implementasi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Meet, Google Workspace

Update Google Assistant untuk Perangkat Meeting: Perintah Suara yang Lebih Terkontrol

Di tanggal 22 Agustus 2022 lalu, Google Assistant memperbarui perintah suara “Hey Google” pada perangkat keras (hardware) Google Meet. Dengan update ini, Google Assistant hanya akan aktif ketika perangkat sedang tidak digunakan untuk rapat dan dalam rentang 10 menit dari rapat yang akan datang. Lalu, apakah update ini akan langsung otomatis berjalan? Update kontrol suara Google Assistant Dengan update terbaru untuk perangkat meeting Google Meet ini, maka Assistant mengalami penyesuaian. Google Assistant tidak akan muncul ketika Anda berkata “Hey Google” jika perangkat sedang digunakan rapat atau akan dipakai rapat (jarak 10 menit dari acara). Ini akan membantu Anda menghindari aktivasi Assistant yang tidak disengaja. Selain update kontrol suara ini, Google juga memperluas jenis perangkat yang dapat mendukung kontrol “Hey Google”, di antaranya adalah perangkat Logitech Rally Bar, Logitech Rally Bar Mini, serta perangkat Seri One Desk 27 yang akan segera meluncur di kuartal IV tahun 2022 ini. Baca juga: Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work from Home Keterangan tambahan Photo Credit: DCStudio (Freepik) Perlu diingat, hardware Google Meet menerima update otomatis yang menyempurnakan perangkat maupun software pada perangkat. Namun, kemajuan perangkat keras dan teknologi akhirnya membuat perangkat lama menjadi ketinggalan zaman. Oleh karenanya, ada kemungkinan jika Anda masih menggunakan hardware Google Meet yang lama, update kontrol suara ini tidak akan muncul. Update Chrome OS di perangkat Google Meet disediakan setiap tiga bulan, sehingga perangkat Anda akan selalu berada setidaknya satu versi di belakang versi Chrome OS terbaru. Jenis perangkat yang didukung Untuk memudahkan Anda, berikut adalah daftar hardware Google Meet yang bisa menerima update baru ini: Nama produk Tanggal auto-update expiration (AUE) Acer Chromebase for Meetings 24V2 (CA24V2) Juni 2025 Asus Chromebox 3 (CN65) Juni 2025 CTL Chromebox CBx1 Juni 2025 ASUS Google Meet Compute System Juni 2028 CTL Google Meet Compute System Juni 2028 Meet Compute System – Series One Juni 2028 ASUS Google Meet Compute System (Intel 10th Gen) Juni 2028 Meet Compute System – Series One (Intel 10th Gen) Juni 2028 Agar auto-update bisa berjalan, semua perangkat harus dibeli dari pengecer bersertifikat. Tanggal saat perangkat tidak lagi dijual dikendalikan oleh produsen dan tidak ada hubungannya dengan tanggal AUE model. Tanggal akhir penjualan tidak dimunculkan dalam tabel AUE. Baca juga: Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda Jenis perangkat yang tidak didukung Auto-update tak berlaku untuk perangkat meeting berikut karena sudah melampaui tanggal AUE: Asus Chromebox CN62 (Juni 2021) Acer Chromebox CXI2 / CXV2 (Juni 2021) Acer Chromebase for Meetings CA24V (Juni 2021) HP Chromebox G1 (September 2019) Dell Chromebox (September 2019) Asus Chromebox CN60 (September 2019) Samsung Series 3 (Maret 2018) Untuk bisa menikmati update kontrol suara Google Assistant ini, Anda perlu melakukan pembaruan manual sebab auto-update sudah tidak berjalan lagi. Ketersediaan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Fitur baru ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga akan secara otomatis muncul pada perangkat Google Meet yang belum mencapai tanggal AUE. Baca juga: Meningkatkan Kualitas Meet dengan Perangkat Chromebook Perangkat Google Meet memang terus dikembangkan untuk bisa menghadirkan pengalaman rapat virtual yang seamless dan dapat mendorong kontribusi seluruh peserta. Anda bisa mendapatkan perangkat ini melalui EIKON Technology. Sebagai reseller dengan sertifikasi resmi Google, kami memastikan produk hardware Google Meet yang ditawarkan bisa digunakan secara optimal. Di samping itu, EIKON Technology juga menawarkan Google Workspace for Business untuk mendukung kolaborasi kerja di perusahaan Anda. Untuk informasi lengkap mengenai rencana implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Calender, Google Workspace

Upgrade Otorisasi OAuth 2.0 agar Calendar Interop Tetap Berjalan

Di tahun 2020 lalu, Google Workspace sempat mengumumkan dukungan OAuth 2.0 untuk memastikan Calendar Interop tetap tersedia meski Microsoft sudah menonaktifkan autentikasi dasar di Exchange Online mereka. Pada tanggal 1 Oktober 2022 nanti, Microsoft secara resmi akan mulai menghapus kemampuan untuk menggunakan autentikasi dasar di Exchange Online untuk Exchange Web Services. Ini akan memengaruhi pelanggan Workspace yang menggunakan Calendar Interop dengan autentikasi dasar Microsoft Office 365 untuk menjalankan Microsoft Exchange dan Google Calendar bekerja bersama.  Mengenal Calendar Interop Photo Credit: mamewmy (Freepik) Calendar Interop memungkinkan administrator untuk dapat menjalankan Microsoft Exchange dan Google Calendar bersamaan. Dengan begitu, pengguna kedua sistem kalender tersebut dapat berbagi ketersediaan mereka sehingga semua orang dapat melihat jadwal masing-masing. Dengan Calendar Interop administrator dapat: Mengaktifkan sistem di skala domain. Mengizinkan pengguna Calendar memesan item yang ada di Exchange, seperti ruang rapat, saat mereka menjadwalkan rapat. Menggunakan alat otomatis untuk memverifikasi penyiapan. Melihat pesan kesalahan dan saran untuk mengatasi kesalahan tersebut. Melacak permintaan pengguna lintas sistem untuk informasi ketersediaan di konsol Google Admin. Baca juga: Update Google Calendar: Lebih Banyak Opsi Tersedia untuk Working Location Sedangkan pengguna Calendar dan Exchange yang telah terhubung melalui Calendar Interop dapat: Melihat informasi ketersediaan pengguna, kalender grup atau tim, dan item pada kalender (seperti ruang rapat) di seluruh sistem. Telah mendukung ketersediaan dan pencarian informasi acara tambahan. Untuk ketersediaan, hanya blok “busy” yang terlihat oleh pengguna. Untuk informasi acara tambahan, hanya “title” dan “location” acara yang dapat dilihat. Informasi kalender dapat dilihat untuk peserta rapat di seluruh sistem saat menjadwalkan acara (misalnya, menggunakan opsi “Find a time” di Google Calendar atau “Scheduling Assistant” di Exchange). Selain itu, pengguna Exchange 2016 atau yang lebih baru dapat menambahkan kalender ke Google Calendar dalam tampilan utama mereka. Penting: Interop Kalender menghormati pengaturan privasi tingkat acara. Jika acara ditandai sebagai “private” di Exchange, detail acara tidak akan terlihat di Google Calendar. Demikian pula, jika acara ditandai sebagai “private” di Google Calendar, detailnya tidak akan terlihat di Exchange. Memesan item di Exchange (seperti ruang rapat) saat membuat acara di Google Calendar. Menggunakan Calendar Interop dengan Google Calendar di Android, Apple iOS, dan klien web. Menggunakan Calendar Interop dengan Microsoft Exchange 2013 atau yang lebih baru, atau klien Exchange Online (Microsoft 365). Ini juga termasuk versi Outlook komputer, seluler, dan web. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Meningkatkan autentikasi OAuth 2.0 untuk bisa terus gunakan Calendar Interop Photo Credit: Google Workspace Updates Seperti yang telah disebutkan di bagian awal, untuk bisa terus menggunakan Calendar Interop, administrator perlu melakukan upgrade ke OAuth 2.0. Namun perlu diingat, hal ini hanya berdampak pada implementasi Microsoft Exchange Online (Microsoft 365). Jika saat ini Anda menggunakan implementasi Exchange lokal, maka tidak perlu melakukan upgrade apa pun. Google Workspace telah menyusun sebuah panduan di Help Center untuk membantu administrator dalam menyiapkan Calendar Interop dan langkah-langkah yang diperlukan dalam upgrade ke OAuth 2.0. End-user tidak perlu melakukan pengaturan mandiri karena setelah administrator selesai menyiapkan, Calendar Interop bisa langsung digunakan. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Dengan Calendar Interop, Anda dapat mengakses informasi yang tersedia di dua sistem kalender sekaligus: Google Calendar sekaligus Microsoft Exchange. Agar tidak kehilangan kapabilitas tersebut, jangan lupa untuk melakukan upgrade ke OAuth 2.0 sebelum tanggal 1 Oktober 2022. Selain Calendar untuk menyusun jadwal Anda, Google Workspace juga menawarkan sejumlah aplikasi produktivitas lainnya seperti Docs dan Slides. Rangkaian produktivitas ini bahkan dapat digunakan untuk skala besar seperti di perusahaan atau instansi pendidikan. Dapatkan rangkaian Google Workspace for Business untuk bisnis Anda hanya di EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Docs, Google Workspace

Cara Buat Google Docs dan Tentukan Tugas dengan Mudah

Cara buat Google Docs begitu mudah dan simpel. Anda tidak perlu mengunduh software terpisah sebab aplikasi ini bisa diakses melalui browser. Bahkan jika fitur offline diaktifkan, Anda bisa tetap menggunakan aplikasi meski tidak tersambung ke internet. Bukan hanya itu, fitur di Google Docs pun terus ditingkatkan. Paling baru, kini Anda bisa menetapkan checklist tugas di aplikasi tersebut. Bagaimana cara kerjanya? Integrasi tugas di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Cara buat Google Docs yang simpel membuatnya makin digemari sebagai aplikasi produktivitas. Terlebih aplikasi ini pun dirancang untuk bisa mendukung kolaborasi kerja. Fitur baru ini adalah salah satu buktinya. Dengan fitur baru ini sekarang Anda dapat menambah dan menetapkan checklist, baik untuk diri sendiri maupun rekan kerja. Checklist baru akan secara otomatis muncul di Tasks list penerima tugas. Ketika pengeditan dokumen dilakukan pada item yang ditetapkan di Tasks, seperti perubahan judul, tanggal jatuh tempo, atau status penyelesaian, pembaruan tersebut akan ditampilkan di Docs. Cara buat Google Docs untuk menetapkan tugas baru Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru ini memerlukan pengaturan Google Tasks dari administrator. Tanyakan kepada administrator apakah Tasks untuk Anda dan orang-orang di satu domain yang sama sudah diaktifkan atau belum. Setelah aktif, pastikan bahwa Anda memiliki akses untuk mengedit dokumen. Jika status dokumen di Google Workspace adalah View only maka dokumen tersebut tidak bisa diedit. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Pengaturan administrator Administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Google Tasks untuk pengguna Workspace di satu domain. Pengguna yang mengaktifkan Tasks dapat membuat dan mengelola tugas: Dalam Calendar Di editor Chat, Gmail, atau Docs menggunakan Tasks sidebar Di Docs, dengan menetapkan tugas dari checklist Di Gmail menggunakan tab Tasks di spaces (untuk tim) Mengatur pengguna yang menggunakan Tasks Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Sebelum Anda mulai: Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di organizational unit (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke grup akses tersendiri. Sekarang, mari simak langkah-langkahnya: Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace Tasks. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan semua orang di perusahaan Anda, klik On for everyone atau Off for everyone, lalu klik Save. (Opsional) Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan di organizational unit: Di sebelah kiri, pilih organizational unit. Untuk mengubah Service status, pilih On atau Off. Pilih satu: Jika Service status diatur ke Inherited dan Anda ingin mempertahankan setelan yang diperbarui, meskipun setelan induk berubah, klik Override. Jika Service status diatur ke Overridden, klik Inherit untuk kembali ke pengaturan yang sama seperti induknya, atau klik Save untuk menyimpan pengaturan baru, bahkan jika pengaturan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekumpulan pengguna di seluruh atau di dalam organizational unit, pilih grup akses. Perlu diingat, perubahan konfigurasi dapat memakan waktu hingga 24 jam, tetapi biasanya terjadi lebih cepat. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Namun sayangnya fitur ini tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Fitur dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 17 Agustus 2022 (hingga maksimal 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal mulai diluncurkan pada tanggal 31 Agustus (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Dengan hadirnya fitur baru ini, cara buat Google Docs sebagai dokumen kolaborasi pun makin mudah. Anda bahkan bisa selalu memantau perubahan pada dokumen. Namun perlu diingat, fitur ini hanya tersedia untuk Workspace dalam penggunaan skala besar, bukan untuk pribadi. Nah, jika Anda tertarik untuk bekerja dengan ekosistem kerja Google Workspace, EIKON Technologu menawarkan edisi Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya dapat digunakan dalam skala besar untuk mendukung kolaborasi kerja. Kami menawarkan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Collaboration, Google Workspace

Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace

Selama bertahun-tahun, Google Workspace telah meluncurkan fitur untuk mendukung aksesibilitas yang berkelanjutan. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa setiap produk yang diluncurkan dapat dengan baik untuk semua orang, termasuk bagi pengguna dengan kebutuhan khusus. Beberapa fitur yang telah diluncurkan di antaranya adalah pembaca layar (screen readers), perangkat braille (braille devices), dan pembesar layar (screen magnifier). Baru-baru ini, Google Workspace meningkatkan kemampuan untuk menyesuaikan preferensi fitur aksesibilitas tersebut untuk aplikasi Docs, Sheets, Slides, dan Drawings secara terpisah. Itu artinya, setelan fitur aksesibilitas akan menyesuaikan masing-masing aplikasi, tak lagi satu setelan untuk semua (one for all) seperti sebelumnya. Preferensi fitur aksesibilitas Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace memang telah membekali aplikasi produktivitasnya, seperti Docs, Sheets, Slides, dan Drawings dengan fitur aksesibilitas. Hanya saja, pengaturan preferensi fitur-fitur tersebut tidak bisa diatur untuk masing-masing aplikasi. Namun dengan adanya peningkatan ini, Anda bisa mengatur preferensi fitur di tiap aplikasi. Baca juga: Apa yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365? Menariknya lagi, pengaturan preferensi ini tidak memerlukan konfigurasi dari administrator. Anda bisa langsung menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan saat menggunakan aplikasi. Caranya pun mudah. Pada aplikasi Docs, Sheets, Slides, atau Drawings, klik menu Tools > Accessibility > pilih pengaturan yang Anda inginkan. Peningkatan ini diluncurkan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai sejak tanggal 15 Agustus 2022 (visibilitas fitur hingga 15 hari ke depan). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022 (visibilitas fitur hingga 15 hari ke depan). Tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan G Suite Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Mengatur fitur screen reader Aksesibilitas Google Workspace sendiri terdiri dari beberapa fitur, di antaranya screen readers, braille devices, dan screen magnifier. Untuk membantu Anda mendapat gambaran penggunaan fitur, mari ambil contoh screen readers. Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan perangkat Anda sudah memiliki software untuk screen reader seperti ChromeVox, JAWS, NVDA, atau VoiceOver. Jika sudah, ikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Docs Spreadsheet, atau Slide, dan buka file. Di menu Tools, pilih Accessibility settings. Pilih Turn on screen reader support.  Setelah itu, fitur screen reader akan otomatis aktif. Anda bisa langsung mulai bekerja. Untuk menggunakan fitur lainnya, cukup ubah opsi. Katakanlah Anda ingin menggunakan fitur screen magnifier karena tampilan di layar kurang jelas. Untuk fitur yang satu ini, terdapat perbedaan antara MacOS, Windows, dan Chrome OS. MacOS Di browser Chrome, buka Google Docus. Di bawah “Tools,” pilih Accessibility settings lalu Turn on screen magnifier support. Jika kaca pembesar tidak mengikuti posisi di layar, Anda mungkin perlu menyesuaikan pengaturan komputer. Berikut langkah-langkahnya: Di “System preferences”, pilih Accessibility, lalu Zoom, klik Advanced. Pilih Zoom follows the keyboard focus. Windows Photo Credit: Freepik Untuk mengetahui cara menggunakan kaca pembesar layar, kunjungi Anda bisa mengakses dokumentasi yang telah disediakan Google Workspace ini. ChromeOS Di browser Chrome, buka Google Docus. Di bawah “Tools,” pilih Accessibility setting lalu Turn on screen magnifier support. Untuk menyalakan kaca pembesar di komputer Anda: Di “Settings,” klik Advanced, lalu Accessibility dan pilih Manage accessibility features. Pilih Enable fullscreen magnifier atau Enable docked magnifier. Baca juga: Update Terbaru Chromebook Menunjang Pembelajaran Bersistem Hybrid Dengan hadirnya upgrade ini, pengguna bisa menyesuaikan preferensi pengaturan fitur aksesibilitas untuk masing-masing aplikasi. Bekerja pun menjadi lebih efisien dan mudah. Solusi produktivitas Google Workspace menawarkan beragam aplikasi, fitur, serta kapabilitas untuk menunjang performa kerja Anda, bahkan saat bekerja dalam tim. Dapatkan Google Workspace for Business untuk menunjang kinerja bisnis Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Cloud

Region Google Cloud Baru Akan Hadir di Asia Pasifik, Apa Saja?

Hadirnya cloud telah memicu transformasi di seluruh dunia, termasuk di Asia Pasifik., IDC bahkan memperkirakan bahwa total pengeluaran untuk layanan cloud di Asia Pasifik (kecuali Jepang) akan mencapai USD282 miliar pada tahun 2025. Untuk memenuhi permintaan layanan cloud yang terus meningkat di Asia Pasifik, Google mengumumkan tiga region Cloud baru, yaitu Malaysia, Thailand, dan Selandia Baru. Penambahan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dari seluruh industri, perusahaan rintisan, dan sektor publik di Asia Pasifik akan mendapat manfaat dari kontrol utama yang memungkinkan mereka mempertahankan latensi rendah dan standar keamanan, residensi data, dan kepatuhan tertinggi, termasuk persyaratan penyimpanan data tertentu. Dapat sambutan meriah Photo Credit: pressfoto (Freepik) Dari retail hingga sektor publik, perusahaan terkemuka menjadikan Google Cloud sebagai partner inovasi tepercaya mereka. Region Cloud baru di Malaysia, Thailand, dan Selandia Baru akan membantu pelanggan tumbuh dan memecahkan masalah bisnis mereka yang paling kritis. Google Cloud menyebutkan akan terus mengembangkan region cloud mereka agar bisa terus memenuhi kebutuhan pelanggan yang selalu berkembang. Baca juga: 3 Fitur Security dnd Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Region Cloud baru ini mendapat sambutan meriah, terutama dari perusahaan asal negara yang baru ditambahkan. Salah satunya datang dari Kami, sebuah perusahaan edutech asal Selandia Baru. Jordan Thoms, CTO Kami menyebutkan bahwa Google Cloud merupakan partner yang dapat mendukung perjalanan inovasi berkelanjutan mereka. Dengan dukungan Cloud, Kami telah memberikan pengalaman yang menarik dan dapat diandalkan bagi jutaan guru dan siswa di seluruh dunia. Investasi dari Google Cloud ini diharapkan dapat memberikan layanan dengan latensi lebih rendah kepada pengguna serta meningkatkan dan mengoptimalkan penawaran premium gratis Kami ke semua sekolah di Selandia Baru. Photo Credit: yanalya (Freepik) Antusiasme juga datang dari Trade Me, situs lelang online dan iklan baris terbesar di Selandia Baru. Anders Skoe, CEO Trade Me menyebutkan, “Pelanggan adalah inti bisnis kami, dan membantu menemukan apa yang mereka cari, lebih cepat dari sebelumnya, adalah prioritas utama kami. Kolaborasi dengan Google Cloud sangat penting dalam memastikan stabilitas dan ketahanan infrastruktur kami, memungkinkan kami untuk memberikan pengalaman kelas dunia kepada 650.000 pengunjung situs kami tiap hari. Trade Me menyambut baik investasi Google Cloud di Selandia Baru, dan menantikan lebih banyak peluang untuk bermitra erat dalam perjalanan transformasi teknologi kami.” Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search “Perjalanan kami dengan Google Cloud berlangsung hampir setengah dekade, dengan inisiatif kemitraan dan inovasi terbaru kami membuka jalan bagi AirAsia dan Capital A untuk mendisrupsi arena platform digital dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan pada maskapai penerbangan. Pengumuman region Cloud baru yang akan hadir di Malaysia menunjukkan keinginan berkelanjutan Google Cloud untuk memperluas kapabilitas guna melengkapi dan mendukung aspirasi kami untuk mendirikan Airasia Super App di pusat e-commerce, logistik, dan ekosistem fintech, sambil memperkaya komunitas lokal dan memberi inklusivitas, aksesibilitas, dan nilai bagi 700 juta orang di ASEAN. Saya sangat senang dengan pencapaian besar ini dan kemungkinan baru yang akan diciptakan oleh jaringan region cloud Google Cloud yang berkembang untuk kami, rekan-rekan kami, dan masyarakat luas.” – Tony Fernandes, CEO Capital A. Jaringan global Wilayah cloud baru ini merupakan bukti komitmen berkelanjutan Google Cloud dalam mendukung transformasi digital di seluruh Asia Pasifik. Ke depannya, Google terus berinvestasi dalam memperluas konektivitas di seluruh kawasan dengan bekerja sama dengan mitra di industri telekomunikasi untuk membangun kabel bawah laut, termasuk Apricot, Echo, JGA South, INDIGO, dan Topaz dan titik menambah kehadiran di kota-kota besar. Baca juga: Fitur Private Offers dari Google Cloud Marketplace, Apa yang Ditawarkan? Penambahan region Google Cloud ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di kawasan Asia Pasifik. Indonesia sendiri sudah tergabung dalam jaringan ini dan sudah banyak perusahaan yang merasakan manfaatnya. Apakah Anda juga ingin menjadi bagian dalam jaringan global Google Cloud? Gunakan solusi komputasi awan Google Cloud untuk menunjang bisnis Anda. EIKON Technology siap membantu Anda dengan menghadirkan produk resmi dan berlisensi, serta konsultasi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Education, Google Workspace, School

Read Along: Bantu Siswa Belajar Membaca Lebih Cepat

Di tahun 2019, Google India meluncurkan Bolo, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar (SD) belajar membaca. Aplikasi tersebut berhasil membantu lebih dari 30 juta anak di India dan menyediakan lebih dari 120 juta cerita. Pada bulan Agustus 2022 ini, aplikasi tersebut diluncurkan untuk global di 180 negara dan berganti nama menjadi Read Along. Apa saja fitur yang ditawarkan aplikasi belajar ini? Mengenal aplikasi belajar Read Along Aplikasi Read Along pada dasarnya merupakan aplikasi Bolo yang telah dikembangkan dan didukung oleh teknologi canggih seperti text-to-speech dan pengenalan suara (speech recognition) milik Google. Selain itu, Read Along juga sudah mendukung 9 bahasa dunia, yaitu Inggris, Spanyol, Portugis, Hindi, Bengali, Marathi, Tamil, Telugu, dan Gujarat. Seperti pendahulunya, Bolo, Read Along juga diluncurkan dalam versi aplikasi mobile (Android app). Namun kini Google sedang mengembangkan versi web dan Anda bisa mencoba versi public beta di readalong.google.com. Sedikit tambahan informasi, baik Read Along versi aplikasi maupun web dapat diakses dan diunduh secara gratis. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Teman belajar Diya Photo Credit: senivpetro (Freepik) Untuk mendorong siswa agar dapat belajar membaca secara mandiri, Read Along telah dilengkapi dengan “seorang” asisten virtual bernama Diya. Ketika siswa membaca cerita, Diya akan mendengarkan. Setelah siswa selesai membaca, Diya akan memberikan penilaian dan mengoreksi jika ada kata-kata yang salah pelafalannya. Bukan cuma itu, Diya juga sudah dibekali kapabiltas untuk memberikan dukungan pada siswa agar mereka tetap semangat belajar membaca. Diya bisa ditemukan pada versi aplikasi maupun website. Selain itu, seluruh cerita yang tersedia di Read Along juga telah disertai dengan ilustrasi menarik yang akan memudahkan siswa membayangkan isi cerita. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Bantu tenaga pengajar Photo Credit: Freepik Read Along versi web juga membuka peluang baru bagi guru dan pimpinan sekolah di seluruh dunia, untuk memanfaatkan Read Along sebagai alat latihan membaca bagi siswa. Aplikasi ini dapat diakses melalui beberapa browser populer seperti Chrome, Firefox, dan Edge, dengan dukungan untuk iOS dan lebih banyak browser seperti Safari akan segera hadir. Di samping itu, tenaga pengajar juga bisa masuk dari akun unik untuk setiap anak di perangkat yang sama. Sebaiknya gunakan akun Google Workspace for Education di sekolah serta akun Google dengan Family Link di rumah agar penggunaan Read Along tetap aman dan terkontrol. Selain peluncuran situs web, Google juga telah menambahkan beberapa cerita baru di Read Along. Cerita-cerita baru ini merupakan hasil kolaborasi Google dengan content creator YouTube seperti ChuChu TV dan USP Studios. Kolaborasi tersebut mengadaptasi beberapa video populer mereka ke dalam format buku cerita. Google juga melanjutkan kolaborasi dengan Kutuki untuk mengadaptasi koleksi buku alfabet dan fonetik bahasa Inggris serta Hindi yang sangat baik untuk pembaca pemula. Buku-buku tersebut akan tersedia akhir tahun ini. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Membaca adalah keterampilan penting untuk dikembangkan pada usia muda. Dengan aplikasi Read Along, anak-anak bisa belajar membaca secara terarah namun tetap menyenangkan. Konten yang ditampilkan pun telah dikurasi dengan ketat sehingga aman untuk anak-anak. Seperti yang telah disebutkan, aplikasi Read Along akan bekerja lebih optimal jika di sekolah siswa juga belajar dengan dukungan Google Workspace for Education. Integrasi antara Read Along dengan Workspace akan memudahkan tenaga pengajar dalam melacak perkembangan belajar siswa. Dapatkan solusi Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, kami siap memberikan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi perencanaan hingga penerapan solusi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini

Google Meet, Google Workspace

Transformasi Google Duo Menjadi Meet, Apa yang Berubah

Di bulan Juni 2022 lalu, Google Duo mengalami upgrade besar-besaran. Aplikasi mobile dengan fungsi utama video call tersebut menghadirkan sebagian besar fitur Google Meet. Hingga pada akhirnya pada awal Agustus, Google mengumumkan bahwa dua aplikasi video call tersebut dilebur menjadi satu solusi. Peningkatan tersebut memberi semua orang akses ke fitur baru, seperti menjadwalkan dan bergabung ke rapat, latar belakang virtual, obrolan dalam rapat, dan lainnya, di samping fitur video call yang dimiliki Google Duo sekarang. Lebih banyak fitur menarik Photo Credit: Google The Keyword Peningkatan baru Google Duo ini memungkinkan Anda memulai panggilan video instan dengan seluruh kelompok belajar atau terhubung dengan rekan kerja pada waktu yang terjadwal. Sebelum bergabung ke rapat, Anda dapat mengubah latar belakang atau menerapkan efek visual. Selama rapat, Anda juga bisa menggunakan obrolan dan teks untuk lebih aktif berpartisipasi. Baca juga: Sensasi Video Call ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Selain itu, upgrade ini juga menghadirkan kapabilitas untuk berbagi langsung. Kapabilitas baru yang disebut “live sharing” ini memungkinkan pengguna Google Meet berinteraksi dalam rapat melalui konten yang mereka bagikan. Jadi katakanlah Anda baru saja menemukan sebuah video menarik di YouTube kemudian ingin membagikannya pada rekan kerja. Melalui kapabilitas baru ini, Anda bisa langsung menampilkan video tersebut ketika meeting berlangsung. Photo Credit: Google The Keyword Bukan hanya video, Anda juga bisa membagikan playlist dari aplikasi Spotify untuk mendengarkan lagu bersama, bahkan bermain gim seperti Heads Up!, UNO! Mobile, atau Kahoot! Sebagai ice breaker sebelum rapat dimulai. Dengan begitu, seluruh peserta rapat lebih antusias untuk berpartisipasi. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Apa saja yang berubah? Lalu sebenarnya, apa saja perubahan yang akan dirasakan oleh end-user, terutama pengguna yang telah terbiasa menggunakan Google Duo? Sejak akhir Juli hingga awal Agustus, fitur dan kapabilitas baru ini mulai diluncurkan ke aplikasi Google Duo. Perubahan yang paling jelas adalah penggantian icon aplikasi. Kini, icon aplikasi Duo berubah menjadi icon Google Meet. Sementara fitur serta kapabilitas di dalamnya perlahan-lahan ditambahkan sepanjang bulan Agustus 2022 ini di seluruh perangkat seluler serta tablet, dan akan muncul untuk perangkat lain nantinya. Untuk memastikan transisi yang mulus, pastikan untuk perbarui aplikasi Google Duo Anda ke versi terbaru. Jika sekarang Anda menggunakan aplikasi Google Meet yang sudah ada, tidak akan ada perubahan. Aplikasi dan icon Meet Anda yang sudah ada akan berubah menjadi Google Meet (original). Anda dapat terus menggunakan aplikasi ini untuk bergabung dan menjadwalkan rapat, tetapi sebaiknya gunakan aplikasi Google Meet yang diperbarui untuk mendapatkan gabungan fitur video meeting dan panggilan di satu tempat. Photo Credit: Google The Keyword Ke depannya, Google berencana untuk menghadirkan lebih banyak fitur serta kapabilitas di aplikasi video meeting tersebut. Tujuannya tak lain adalah untuk membantu orang terhubung, berkolaborasi, dan saling berbagi pengalaman di perangkat apa pun, baik di rumah, di sekolah, maupun di kantor. Transisi dari Google Duo menjadi Meet ini pun telah didukung teknologi terbaru yang seamless sehingga perubahan terjadi begitu mulus dan tidak mengganggu produktivitas kerja. Baca juga: Fitur De-Reverberation Kini Tersedia di Google Meet PC Dan Aplikasi “Peleburan” Google Duo dan Meet ini bertujuan agar Google bisa memberikan aplikasi video meeting terbaik yang dapat diakses dari perangkat apa pun. Upgrade terbaru ini memungkinkan Anda menikmati pengalaman video call dengan Meet di PC meski sebenarnya sedang terhubung melalui smartphone saja. Untuk mendukung upgrade ini, Anda sebaiknya menggunakan rangkaian produktivitas Google Workspace, terlebih jika bekerja dengan banyak orang. Dengan Google Workspace, Anda bisa dengan mudah mengakses Meet meski sedang bekerja di aplikasi seperti Docs maupun Slides. Dapatkan paket berlangganan Google Workspace for Business di EIKON Technology. Klik di sini untuk mulai berkonsultasi mengenai solusi yang Anda cari.

Gmail, Google Cloud

Pengalaman Terpadu Log Gmail di BigQuery, Seperti Apa?

Sebelumnya, Google menyimpan log Gmail langsung ke lokasi tersendiri di BigQuery. Namun mulai 10 Agustus 2022, penyimpanan log Gmail secara bertahap dipindahkan ke log dan laporan Google Workspace di BigQuery. Untuk lebih memahami tentang transisi ini, mari simak ulasan berikut. Perpindahan ke log dan laporan Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui update di blog resminya, Google Workspace mengumumkan bahwa kini log Gmail akan dipindahkan ke log dan laporan Google Workspace di BigQuery. Sebelumnya, log Gmail diletakkan di tempat terpisah di BigQuery. Namun perubahan ini hanya akan memengaruhi pelanggan Google Workspace yang mengaktifkan BigQuery Export. Sedangkan pelanggan baru akan dipandu dalam menyiapkan proyek BigQuery Workspace untuk log Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Saat perubahan ini terjadi, data Gmail akan diekspor ke log Gmail dan log Workspace dalam waktu singkat. Pelanggan Google Workspace lama yang terpengaruh akan menerima pemberitahuan email dengan informasi lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang. Mengapa perpindahan ini penting? Perubahan ini akan membuat satu ruang untuk mengakses semua peristiwa audit Google Workspace Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu berpindah-pindah lokasi untuk mengecek log Gmail. Semuanya telah tersimpan dalam satu tempat dan saling terintegrasi. Setelah penggabungan ini selesai, Anda tidak bisa lagi menggunakan log Gmail di BigQuery melalui konsol Admin. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Help Center. Google telah menyediakan dokumentasi khusus membahas perubahan ini, termasuk petunjuk langkah demi langkah terperinci tentang penanganan perubahan ini. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Periode ekspor ganda sementara dan persyaratan penyimpanan BigQuery Setelah log Gmail disetel untuk diekspor ke log Workspace, data ini akan diekspor untuk sementara ke dua tujuan: Proyek BigQuery khusus Gmail Anda sebelumnya Proyek BigQuery Workspace baru atau yang sudah ada, yang menyimpan data untuk semua aplikasi Google Workspace Hal ini juga akan memengaruhi batas kuota BigQuery Anda dan seberapa sering kuota tersebut harus diperbarui, serta biaya yang terkait dengan mengekspor log ke BigQuery. Untuk menghindari dampak pada kuota dan data duplikat, sebaiknya nonaktifkan ekspor log Gmail ke proyek BigQuery khusus Gmail Anda. Baca juga: Percepat Migrasi Data BigQuery dengan Penerjemah SQL Otomatis Mulai menerapkan transisi Perubahan ini memerlukan konfigurasi dari administrator, end-user tidak perlu melakukan pengaturan sendiri. Detail mengenai konfigurasi tersebut bisa Anda simak di sini. Transisi akan dimulai pada tanggal 10 Agustus 2022 baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal melalui metode extended rollout (ada kemungkinan peluncuran lebih lama dari 15 untuk visibilitas keseluruhan fitur). Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard  Namun tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Frontline, dan Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace).  Baca juga: Memantau dan Menganalisis Performa BigQuery dengan Information Schema Transisi baru BigQuery tersebut tersedia untuk Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan produk Google resmi dan bergaransi. Di samping itu, kami juga menyediakan layanan konsultasi untuk memudahkan Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. EIKON Technology juga menyediakan Google Workspace for Business yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan produktivitas bisnsi. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Calender, Google Workspace

Update Google Calendar: Lebih Banyak Opsi Tersedia untuk Working Location

Pada tahun 2021, GCal atau Google Calendar meluncurkan sebuah fitur yang memungkinkan Anda untuk membagikan lokasi kerja melalui menu Working location. Lewat fitur tersebut Anda bisa memberitahukan lokasi kerja, entah itu sedang bekerja di rumah atau di kantor. Kini, GCal menambahkan lebih banyak opsi untuk memperjelas posisi Anda. Pilihan lokasi kerja di Google Calendar  Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google Calendar hanya menyediakan dua opsi untuk menu Working location: rumah (home) dan kantor (office). Namun kini opsi kantor dibuat lebih spesifik. Anda bisa mencantumkan gedung atau ruangan kerja. Selain itu, tersedia juga pilihan “Another office” jika Anda bekerja di kantor lain dan “Somewhere else” yang bisa dipilih ketika tidak bekerja di rumah atau pun kantor. Penambahan opsi gedung dan ruang diperhitungkan sebagai saran untuk rekan kerja Anda. Dengan melihat detail lokasi kerja, mereka bisa langsung tahu di mana Anda berada pada hari tertentu. Kolaborasi pun menjadi lebih praktis karena setiap orang memberikan detail lokasi kerjanya. Dengan fitur baru ini, mereka yang mengelola kalender orang lain, seperti asisten eksekutif atau sekretaris juga dapat memperbarui lokasi kerja kalender tersebut selama mereka memiliki akses untuk melakukan perubahan kalender. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Mulai menggunakan fitur Untuk bisa menggunakan fitur, Anda perlu mendapat persetujuan dari administrator Workspace terlebih dulu. Bagi administrator, berikut panduan untuk mengaktifkan fitur Working location: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka menu Apps > Google Workspace > Calendar. Klik Sharing settings. Klik Working location. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU (organizational unit) teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU yang diinginkan. Centang atau hapus centang pada pilihan Allow users to set their daily working location. Klik Save. Jika Anda mengonfigurasi unit organisasi turunan, akan muncul opsi tambahan yaitu Inherit dan Override. Opsi ini digunakan untuk mengatur setelan OU, apakan mengikuti setelan induk (Inherit) atau justru menggantinya (Override). Apabila Anda menonaktifkan fitur ini, dibutuhkan waktu maksimal 36 jam untuk menghilangkan tampilan working location dan menghapus lokasi pengguna. Bagaimana working location ditampilkan? Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Working location saat ini hanya muncul di permukaan Google Calendar, bukan di direktori profil. Jika Anda: Menonaktifkan lokasi kerja: Orang lain masih melihat bagian lokasi kantor utama, yang Anda kontrol dengan pengaturan berbeda. Mengaktifkan lokasi kerja: Orang dengan status “free” atau “busy” pada event di GCal bisa melihat nama lokasi kerja di kalender tersebut. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Mengaktifkan fitur untuk end-user Setelah fitur diaktifkan oleh administrator, Anda bisa langsung menggunakannya Klik jadwal GCal Anda tepat di bawah tanggal, navigasikan ke tab “Working location” > “Choose a location” > klik ikon “+” > “Another office“> pilih gedung kantor Anda. Buka “Working hours & location” di pengaturan GCal Anda. Di bawah menu drop-down lokasi kerja > klik “Another office” > pilih gedung kantor Anda. Ketersediaan fitur Update fitur Google Calendar ini tersedia untuk Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, dan Nonprofits, termasuk seri G Suite Business lama. Namun belum tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline dan G Suite Basic. Fitur ini juga tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Perilisan fitur diperpanjang (kemungkinan besar lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas fitur) yang dimulai pada tanggal 8 Agustus 2022. Ini berlaku untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal. Jadi, jika fitur belum muncul di tempat Anda, ada kemungkinan visibilitas fitur belum utuh. Baca juga: Tampilan Email Undangan Google Calendar Berubah, Jadi Seperti Apa? Update fitur Google Calendar ini dimaksudkan untuk memudahkan Anda dalam berkolaborasi. Dengan mencantumkan lokasi kerja maka kolega Anda pun bisa lebih mudah menyesuaikan jadwal. Agar fitur Working location Google Calendar bekerja dengan optimal, gunakan Google Workspace for Business untuk mendukung lingkungan kerja Anda. Selain Calendar, suite ini juga memiliki aplikasi serta layanan produktivitas seperti Gmail, Docs, Sheets, hingga Slides, tentu saja semuanya telah disesuaikan dengan penggunaan skala besar. Dapatkan segera melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google. Informasi selengkapnya, klik di sini!

Scroll to Top