EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Education, Google Workspace, School

Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom

Sekarang ini ada banyak sekali tools teknologi pendidikan (EdTech) yang bisa dimanfaatkan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Namun sayangnya, terkadang tools tersebut sulit untuk diakses. Sering kali, guru harus melakukan pendaftaran berulang kali saat ingin mendapatkan tools yang berbeda. Begitu pula ketika mereka menggunakannya. Mau tak mau, harus berulang kali pindah platform. Ini tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebagai solusi, Google Classroom meluncurkan integrasi dengan beberapa tools teknologi pendidikan yang banyak digunakan oleh tenaga pendidik. Menariknya, guru hanya perlu sign-on ke akun Classroom mereka untuk bisa mengakses tools. Untuk mengenal integrasi ini lebih jauh, mari simak penjelasannya berikut ini. Integrasi tools teknologi pendidikan Dengan integrasi baru yang mulus dan sistem masuk tunggal, kini para tenaga pendidik yang menggunakan Google Classroom bisa langsung mengakses tools EdTech populer yang paling sesuai untuk kelas mereka langsung. Tidak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk menggunakan tools karena semua telah tersedia di satu tempat. Fitur baru ini memungkinkan pendidik untuk menelusuri, menetapkan, dan menilai konten yang menarik untuk kelas mereka sekaligus membantu pendidik dan siswa untuk mengakses tools EdTech mereka tanpa harus melalui berbagai langkah login, seperti mengingat banyak nama pengguna dan sandi, atau harus menavigasi ke situs web dan aplikasi eksternal. Selain menghemat waktu pendidik dan siswa, ini memberikan pengalaman yang lebih efisien saat menggunakan teknologi untuk memberi dampak pada pembelajaran. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Daftar tools yang telah terintegrasi Photo Credit: Google Blog Google Classroom menyebutkan bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan teknologi pendidikan untuk membuat add-on khusus. Ada pun perusahaan yang dimaksud adalah Adobe Express for Education, BookWidgets, CK-12, Edpuzzle, Formative, Genially, Google Arts & Culture, Google Play Books, IXL, Kahoot!, Nearpod, Newsela, PBS LearningMedia, Pear Deck, SAFARI Montage, Sora from OverDrive Education, WeVideo, dan juga Wordwall. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Blog Untuk bisa menghadirkan integrasi tools ini, diperlukan konfigurasi dari administrator terlebih dulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyetel konfigurasi: Administrator: Admin distrik harus mengaktifkan akses ke add-on agar pendidik dapat menggunakan fitur ini. Kunjungi Help Centerr untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk pemasangan, cara menyiapkan fitur add-on, dan masing-masing add-on untuk domain, OU (organizational unit), atau grup. Setelah menyiapkan add-on, distrik Anda dapat menggunakan kit pengembangan profesional ini, yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran. Untuk melatih pendidik tentang cara memulai add-on. Mitra add-on Classrom, Genially, juga telah membuat versi interaktif pelatihan pengembangan profesional. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Tenaga pendidik: Setelah diaktifkan oleh admin, Anda akan melihat modul “add-on” di dalam layar Assignment and Stream. Dari sana, Anda akan menemukan daftar add-on yang tersedia. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menggunakan add-on di Classroom. Perusahaan EdTech dan developer: Jika Anda tertarik untuk membuat add-on Classroom, Google telah menyediakan ruang untuk menyampaikan minat Anda di sini. Ketersediaan integrasi Integrasi dengan tools teknologi pendidikan ini telah tersedia di Google Classroom. Silakan hubungi administrator untuk mulai menggunakannya. Perlu diingat, add-on ini hanya akan muncul pada Workspace edisi Teaching and Learning Upgrade serta Google Workspace for Education Plus. Integrasi tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk G Suite Basic dan G Suite Business. Serta tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan hadirnya integrasi ini, tenaga pendidik bisa langsung mengakses tools teknologi pendidikan populer tanpa harus keluar dari aplikasi Google Classroom. Sebagai raksasa teknologi, Google memang terus mengembangkan berbagai fitur, kapabilitas, hingga tools untuk memudahkan para tenaga pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Ingin mulai menerapkan ekosistem pendidikan dengan dukungan Google. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menawarkan paket berlangganan dengan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pra-implementasi hingga pemantauan pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Workspace

Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar

Awal tahun 2022 ini Android memperkenalkan 12L, pembaruan software untuk membuat perangkat dengan layar lebih besar, seperti tablet, lebih mudah digunakan. Melalui I/O, Google mengumumkan rencana untuk memperbarui lebih dari 20 aplikasi Google di tablet untuk memanfaatkan ruang ekstra di layar yang lebih besar secara optimal. Sebagai langkah awal, Google meluncurkan Workspace yang telah disesuaikan dengan layar Android besar. Ini telah termasuk pembaruan pada Google Drive, Docs, Spreadsheet, Slide, dan juga Keep. Drag and drop Salah satu keunggulan tablet adalah layarnya yang lebih besar dibanding smartphone sehingga memungkinkan Anda untuk multitasking di dua jendela sekaligus. Google telah menemukan sebuah cara baru untuk menggunakan aplikasi Google Workspace saat Anda membuka dua layar di perangkat Android layar besar. Baca juga: How to Increase Productivity with Android for Work Kini Anda bisa dengan mudah menyeret teks atau gambar dari aplikasi, seperti Chrome atau Spreadsheet, dan kemudian meletakkannya langsung ke dokumen atau sel spreadsheet yang ada. Photo Credit: Google Workspace Updates Di Google Drive, Anda bisa mengunggah file cukup dengan menyeret dan melepaskannya ke dalam aplikasi. Anda juga dapat menambahkan tautan ke file Drive dengan menyeretnya ke aplikasi yang sedang terbuka seperti Keep. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Lalu di Keep, Anda bisa dengan mudah menyisipkan gambar yang disimpan dalam catatan ke aplikasi lain. Cukup dengan menyeretnya keluar dari carousel gambar. Photo Credit: Google Workspace Updates Buka Drive berdampingan untuk melihat informasi lebih lengkap Di Drive, terkadang Anda perlu menelusuri folder untuk melihat file yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang file Drive di perangkat Android, kini Anda dapat membuka dua jendela Drive secara berdampingan. Cukup ketuk menu pada file Drive apa pun dan pilih opsi “Open in new window“. Ini membantu Anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus perlu menekan tombol kembali berulang kali. Photo Credit: Google Blog Hemat waktu dengan pintasan keyboard Tablet sering dihubungkan ke keyboard dan digunakan sebagai alternatif laptop. Ketika menggunakan keyboard yang terpasang untuk membantu mengetik, kini Anda dapat menggunakan pintasan keyboard sederhana (seperti pilih, potong, salin, tempel, urungkan, dan ulangi) untuk menavigasi Drive, Docs, dan Slide dengan cepat. Ketersediaan fitur Untuk dukungan keyboard Drive, Drag & Drop di Drive, serta dukungan Multi-instance di Drive telah tersedia mulai 25 Juli 2022. Sedangkan untuk dukungan keyboard Docs & Slides serta Drag & Drop di Docs dan Sheets diluncurkan secara bertahap mulai tanggal 28 Juli 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), baik itu untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Fitur untuk perangkat Android layar besar ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Anda juga bisa menemukannya melalui Google Account pribadi. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Kapabilitas baru yang dihadirkan Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk lebih produktif selama menggunakan perangkat Android berlayar besar. Menariknya lagi, fitur ini pun bisa digunakan dalam skala besar asalkan Anda telah berlangganan edisi Workspace untuk perusahaan seperti Business atau untuk instansi pendidikan seperti Education. Kedua edisi tersebut telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan paket implementasi menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi selengkapnya, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Mengenal Fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace

Google Workspace baru saja m memperkenalkan fungsionalitas API baru yang memungkinkan Anda melakukan otomatisasi dalam proses menemukan akun yang bermasalah dan mengundang mereka untuk bergabung kembali dengan jaringan perusahaan Anda. Fungsionalitas API UserInvitation Saat karyawan membuat akun Google menggunakan salah satu domain perusahaan Anda untuk mengakses layanan Google, ini dikenal sebagai akun yang tidak dikelola. Akun yang tidak dikelola tidak ideal untuk mengelola pengguna dan menjaga keamanan data kerja mereka. Selain itu, jika admin mencoba membuat akun terkelola dengan nama yang sama, maka prosesnya pun akan terhambat. Dengan menggunakan fungsi UserInvitation API, Anda dapat mengirim permintaan untuk mengonversi akun pribadi mereka menjadi akun Google Workspace terkelola. Meskipun tindakan yang sama dapat dilakukan secara manual dengan Transfer Tool, API UserInvitation memungkinkan akun yang tidak dikelola untuk diidentifikasi dan diperbaiki secara terprogram, menggunakan logika yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console Menemukan akun yang tidak terkelola Photo Credit: Rawpixel Sebelum mengaktifkan fungsionalitas API baru ini, ada baiknya Anda mengecek ada-tidaknya akun yang belum terkelola dalam jaringan perusahaan. Untuk menemukan akun yang tidak terkelola, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Directory > Users. Di kanan atas halaman, klik More > Transfer tool for unmanaged users. Halaman Unmanaged users menampilkan daftar semua pengguna yang saat ini tidak dikelola. Anda juga dapat membuka daftar pengguna yang tidak dikelola dari halaman beranda konsol Admin: Di kanan atas halaman beranda, klik Open <. Di bawah Tools, klik Transfer tool for unmanaged users. Baca juga: Setelan Admin Baru untuk Mengatur Akses ke Google Experimental Apps Mengaktifkan fungsionalitas Untuk mengaktifkan fungsionalitas API UserInvitation ini diperlukan konfigurasi dari administrator dan developer, serta persetujuan dari end-user (dalam kasus ini berarti karyawan dengan akun yang tidak dikelola). Bagi Administrator dan developer, bisa mengikuti petunjuk yang tercantum dalam dokumentasi fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace. Telah tersedia juga halaman petunjuk untuk membuat dan mengelola user invitation. Sedangkan untuk end-user, jika Anda menerima permintaan dari admin untuk mentransfer akun, maka admin akan mendapat akses menuju data beserta kapabilitas untuk mengelola akun Anda. Namun jika tidak menerima undangan, Anda harus mengganti nama akun terlebih dulu. Dengan begitu, Administrator dapat membuat akun baru yang dikelola untuk Anda. Ketersediaan Fungsionalitas API baru ini diluncurkan secara bertahap baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal mulai tanggal 25 Juli 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Cloud Identity Premium, dan Cloud Identity Free. Fungsionalitas ini tidak tersedia untuk Google Workspace edisi Essentials, Enterprise Essentials, Education Standard, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, dan Nonprofits, termasuk untuk pengguna yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business.  Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Memanfaatkan fungsionalitas API baru ini Anda dapat “mengembalikan” akun yang tidak terkelola dalam jaringan perusahaan dengan tepat dan cepat. Namun perlu diingat, fungsionalitas ini baru tersedia untuk beberapa edisi Google Workspace saja, salah satunya adalah Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology menyediakan berbaga produk dan solusi dari Google yang legal serta bergaransi resmi. Kami juga menawarkan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kini Berbagi Tautan Profil Makin Mudah dengan Google Contacts

 Di tahun 2021 lalu, Google memperkenalkan tampilan baru Google Contacts (contacts.google.com) yang memberikan banyak informasi tentang kolega dan pemangku kepentingan Anda. Per 30 Juni 2022, setiap kontak dengan email Workspace akan memiliki tautan profil baru yang mudah disalin, dibagikan, dan dikirim dalam lingkungan perusahaan. Tautan profil baru ini membantu semua orang di perusahaan Anda agar saling terhubung. Photo Credit: Google Workspace Updates Cara bagikan tautan profil melalui Google Contacts Untuk bisa membagikan tautan profil melalui Google Contacts, ada beberapa pengaturan dari administrator yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya: Mengingat fitur ini hanya muncul untuk kontak dengan email yang terhubung ke profil Workspace mereka, akan sangat membantu jika data pengguna terisi penuh di seluruh aplikasi Google Workspace. Admin Workspace dapat mengisi data ini di beberapa lokasi: Bagian “Users” di konsol Admin Google Cloud Directory Sync Admin SDK Setelah semua profil dipastikan memiliki email, end user bisa langsung mulai menyalin dan membagikan tautan profil dengan dua cara, yaitu: Pada tampilan detail untuk kontak, pilih “menu 3-titik” dan klik tombol “Copy profile link“. Dalam tampilan daftar kontak (contacts.google.com), pilih ” menu 3-titik” untuk baris kontak dan klik tombol “Copy profile link“. Anda juga dapat mengetikkan “contacts.google.com/emailaddress” ke bilah alamat browser web untuk mencari seseorang di dalam perusahaan. Contoh format email yang dapat dibaca meliputi: tom.holland@domain.com, tom.holland@domain, dan tom.holland. Baca juga: Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks Cara memperbarui profil pengguna Metode ini adalah cara paling sederhana untuk memperbarui beberapa profil pengguna. Jika Anda perlu memperbarui banyak profil, gunakan salah satu metode pembaruan massal yang dijelaskan di bagian berikut. Masuk ke konsol Google Admin. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Users. Dalam daftar Users, temukan pengguna. Jika kesulitan, buka Find a user account. Klik nama pengguna untuk membuka halaman akun mereka. Klik User information. Klik salah satu bagian berikut untuk mengedit informasi profil pengguna: Contact information—Alamat email sekunder, nomor telepon, dan alamat fisik Email aliases—Alamat email domain tambahan Employee information—ID, jabatan, jenis karyawan, email manajer, departemen, pusat biaya, ID gedung, nama lantai, dan bagian lantai Custom attribute fields—Jika Anda atau admin lain membuat atribut khusus untuk profil pengguna Photo Credit: Google Workspace Admin Help Tips: Setelah Anda menambahkan informasi ke bidang, bidang lain akan muncul untuk memungkinkan Anda menambahkan entri lain. Untuk menentukan detail entri, seperti Rumah atau Kantor, klik menu di sebelah kanan. Untuk menghapus entri, klik Remove di sebelah kanan. Di kanan bawah, klik Save. Perlu diingat, perubahan detail kontak akan memerlukan waktu setidaknya 24 jam hingga muncul. Baca juga: Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Software dengan Google Workspace Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan juga G Suite Business lama. Namun tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Peluncuran fitur dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas fitur), dimulai dari tanggal 30 Juni 2022 dan diharapkan selesai pada tanggal 18 Juli 2022. Oleh karena sifat peluncuran yang bertahap, end user mungkin bisa menyalin tautan profil melalui bilah alamat browser sebelum tombol “Copy profile link” muncul dan dapat digunakan. Baca juga: Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks Fitur baru dari Google Contacts ini memungkinkan Anda untuk membagikan tautan profil lebih cepat dan efisien. Tidak perlu lagi melakukan salin tautan secara manual. Ingin bekerja lebih efisien dan kolaboratif? Google Workspace adalah solusi terbaik untuk Anda. Kini paket berlangganan Workspace untuk perusahaan (Business), maupun untuk instansi pendidikan (Education) telah tersedia di EIKON Technology. Kami juga menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan Anda memilih edisi Google Workspace yang paling tepat. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace

Sinkronkan File Terenkripsi Client-side dengan Google Drive for Desktop

 Dengan Google Workspace Client-side encryption (CSE), Anda dapat menggunakan kunci enkripsi sendiri untuk mengenkripsi data perusahaan di samping menggunakan enkripsi default yang tersedia Google Workspace. Dengan Google Workspace CSE, enkripsi konten ditangani di browser klien sebelum data dikirim atau disimpan di penyimpanan berbasis cloud Drive. Dengan begitu, server Google tidak dapat mengakses kunci enkripsi dan mendekripsi data Anda. Untuk menggunakan CSE, Anda harus menghubungkan Google Workspace ke layanan kunci enkripsi eksternal dan identity provider (IdP). Pengguna dapat berbagi file CSE baik secara internal maupun dengan pihak eksternal (dengan catatan, pihak tersebut juga menggunakan Google Workspace dan menyiapkan CSE). Dalam update terbaru Google Workspace CSE, pengguna kini dapat melakukan sinkronisasi file terenkripsi client-side melalui Google Drive for Desktop. Seperti apa? Sinkronkan File Terenkripsi Client-side dengan Google Drive for Desktop Photo Credit: Google Workspace Updates Kini administrator untuk edisi Google Workspace tertentu dapat memperbarui konfigurasi enkripsi client-side mereka untuk menyertakan Google Drive for Desktop. Jika diaktifkan, pengguna dapat menyinkronkan file Google Drive, Doc, Spreadsheet, dan Slide dengan Drive for Desktop di perangkat Windows dan Mac OS. File yang disinkronkan dan dienkripsi akan muncul sebagai pintasan di Windows dan tautan simbolis di Mac OS. Dukungan untuk pengguna Mac OS di File Provider akan diperkenalkan pada rilisan mendatang. Update mengenai hal ini dapat Anda pantau melalui halaman blog Google Workspace. Selain itu, fitur baru ini juga memungkinkan pengguna enkripsi client-side di domain Anda untuk mengenkripsi dan mengunggah file lokal ke Google Drive. Baca juga: Kontrol Privasi Yang Lebih Kuat untuk Instansi Pemerintah dengan Enkripsi Client-side Kenapa harus Google Workspace CSE? Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data, baik saat diam maupun dalam transit antar fasilitasnya. Namun, dengan CSE, Anda memiliki kontrol langsung atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Kontrol tambahan ini dapat membantu Anda memperkuat kerahasiaan data sensitif atau yang diatur. Perusahaan Anda mungkin perlu menggunakan CSE karena berbagai alasan, misalnya: Privasi, karena perusahaan Anda bekerja dengan kekayaan intelektual yang sangat sensitif. Kepatuhan terhadap peraturan. perusahaan Anda beroperasi di industri yang diatur dengan ketat, seperti kedirgantaraan dan pertahanan, layanan keuangan, atau pemerintahan. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Mulai menggunakan fitur Fitur ini mengharuskan admin untuk memperbarui konfigurasi CSE mereka (menambahkan Drive for Desktop Client ID ke setelan penyedia identitas). Peluncuran fitur dilakukan secara bertahap dan dimulai sejak tanggal 29 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Ketersediaan fitur Photo Credit: 8photo (Freepik) Ketersediaan fitur menyesuaikan kapabilitas yang ada. Berikut detail lengkapnya: Kapabilitas untuk sinkronkan file terenkripsi Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, maupun pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Kapabilitas untuk enkripsi dan unggah file lokal Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Namun kapabilitas ini tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Education Teaching & Learning Upgrade, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan lama G Suite Basic dan juga G Suite Business. Baca juga: Fitur Context-Aware Access di Google Workspace Untuk Penolakan Akses dengan Konteks Dengan adanya Google Workspace Client-side encryption (CSE), pengguna dapat mengenkripsi data perusahaan mereka sendiri, selain menggunakan enkripsi default yang telah disediakan oleh sistem. Layanan ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace dan dapat dioperasikan dalam skala besar, seperti di perusahaan maupun instansi pendidikan. Apakah fitur ini adalah solusi yang Anda cari? Implementasi Google Workspace untuk perusahaan dan instansi pendidikan kini telah tersedia di EIKON Technology melalui paket Workspace edisi Business dan Education. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Gmail, Google Workspace

Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja

Pada tanggal 31 Januari 2022 lalu, Google mengumumukan tampilan terintegrasi Gmail yang baru. Tampilan terintegrasi tersebut akan menyatukan email, Google Meet, Google Chat, dan Spaces dalam satu tempat. Dengan begitu, Anda sebagai pengguna dapat mengecek informasi terbaru dari beberapa aplikasi sekaligus tanpa harus berpindah tempat. Di akhir bulan Juni 2022 kemarin, Gmail baru saja meluncurkan pengalaman untuk melakukan opt-out ke segmen pengguna. Artinya, pengguna terpilih dapat melihat pengalaman Gmail baru secara default. Namun, mereka juga diberi opsi untuk kembali ke tampilan Gmail klasik melalui menu setelan. Di waktu yang bersamaan, tampilan Gmail baru juga akan terus tersedia bag pengguna yang ingin mengaktifkannya melalui Quick settings. Tampilan integrasi Gmail baru Ketika tampilan terintegrasi Gmail baru diaktifkan, menu navigasi baru memungkinkan Anda beralih dengan mudah antara kotak masuk, percakapan penting, dan bergabung ke rapat tanpa harus berpindah tab atau membuka jendela baru. Fitur baru ini dihadirkan untuk memudahkan Anda ketika ingin mengetahui hal-hal penting dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat di satu lokasi. Tampilan terintegrasi baru ini akan bervariasi berdasarkan edisi Google Workspace yang Anda gunakan. Khususnya, jika hanya memiliki Gmail, maka Anda akan terus memiliki konfigurasi khusus Gmail di navigasi baru. Berikut adalah tampilan Gmail baru untuk pengguna dengan akun Gmail saja: Photo Credit: Google Workspace Updates Pengguna yang menggunakan Gmail, Chat, dan Meet, dapat menentukan aplikasi mana yang ingin mereka sertakan dalam tampilan baru mereka dengan menyesuaikan aplikasi mereka dalam setelan cepat. Mereka juga memiliki opsi untuk menggunakan konfigurasi khusus Gmail: Photo Credit: Google Workspace Updates Detail tambahan Selain itu, Gmail juga menghadirkan navigasi baru bernama Material You, tampilan dan nuansa baru yang hadir untuk melengkapi aplikasi Google Anda. Baca juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja? Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan tampilan baru Gmail Untuk mulai menggunakan tampilan baru Gmail sangatlah mudah. Tampilan terintegrasi ini bahkan tidak memerlukan pengaturan konfigurasi dari administrator. Berikut adalah beberapa kapabilitas yang bisa Anda nikmati dengan tampilan baru Gmail: Berpindah aplikasi: Klik nama aplikasi. Melihat preview ikon: Arahkan ke ikon. Menyembunyikan atau menampilkan panel yang dapat diciutkan: Di bagian kiri atas, klik opsi Show or Hide main menu. Menyesuaikan aplikasi yang muncul di menu utama: Di kanan atas, klik Settings. Menu Quick settings akan muncul. Di bawah bagian “Apps in Gmail“, klik Customize. Pilih aplikasi yang ingin Anda gunakan di Gmail. Klik Selesai. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Ketersediaan update tampilan Tampilan terintegrasi Gmail yang baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Pengguna dengan akun Google pribadi, serta pengguna Google Workspace Individual pun dapat menikmati tampilan baru ini. Namun Gmail versi baru ini tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials. Baik domain untuk rilis cepat maupun terjadwal dimulai pada tanggal 28 Juni 2022 dan mengalami peluncuran yang diperpanjang (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas keseluruhan fitur baru). Baca juga: Mengenal Fungsi Fitur “External Labels” di Gmail untuk Pekerjaan Dengan tampilan terintegrasi Gmail yang baru ini Anda dapat berpindah aplikasi Google dengan cepat ketika membuka email. Menariknya lagi, tampilan baru ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Jadi Anda dapat memilih aplikasi Google apa saja yang bisa ditampilkan ketika menggunakan Gmail. Selain integrasi melalui Gmail, Google menghadirkan kemudahan dalam menjalankan aplikasi produktivitas seperti Docs, Sheets, dan Slides melalui Workspace. Lewat Google Workspace, Anda bisa bekerja dengan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu waktu tanpa harus berpindah-pindah. Ingin mulai bekerja dengan sistem terintegrasi Google? Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace, baik untuk perusahaan (For Business), maupun untuk instansi pendidikan (For Education). Informasi selengkapnya tentang Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar

Di awal tahun 2022 ini, GCal atau Google Calendar mengumumkan peningkatan antarmuka pengguna yang memungkinkan Anda untuk berbagi lokasi kerja. Per 26 Juli 2022, Anda dapat menyetel lokasi kerja tanpa harus mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu di setelan Google Calendar. Bagaimana caranya? Cara menampilkan lokasi kerja di Google Calendar Untuk menampilkan dan berbagi lokasi kerja di Google Calendar, Anda memerlukan konfigurasi dari administrator. Berikut penjelasannya: Administrator: Fitur Working Location akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan di tingkat domain maupun OU (organizational unit). Setelan untuk domain Anda akan tetap sama kecuali diperbarui di konsol Admin.  End-user: Fitur Working Location akan aktif secara default kecuali sedang dinonaktifkan oleh administrator. Tidak akan ada perubahan visual besar pada Calendar, kecuali Anda mengatur lokasi kerja dan menampilkannya. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Mengaktifkan atau menonaktifkan lokasi kerja untuk pengguna Photo Credit: Rawpixel Edisi yang mendukung fitur ini: Business Standard dan Business Plus; Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, and Education Plus; Nonprofits.  Pengguna Anda dapat membagikan lokasi tempat mereka bekerja berdasarkan rutinitas mingguan, serta lokasi ketika mereka mengaktifkan fitur. Jika Anda menonaktifkan fitur, maka lokasi yang sudah ada pun akan terhapus. Sekarang, mari simak cara mengaktifkan atau menonaktifkan lokasi kerja di GCal untuk pengguna berikut ini. Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu Apps > Google Workspace > Calendar. Klik Sharing settings. Klik Working location. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Centang atau hapus centang Allow users to set their daily working location. Klik Save. Ketika mengonfigurasi unit organisasi turunan, Anda mungkin dapat memilih opsi Inherit atau Overtide terhadap setelan OU induk. Jika Anda menonaktifkan lokasi kerja, mungkin diperlukan waktu hingga 36 jam untuk menghapus fitur Working location dan lokasi kerja pengguna. Baca juga: Tampilan Email Undangan Google Calendar Berubah, Jadi Seperti Apa? Bagaimana tampilan antarmuka baru ini? Photo Credit: Freepik (tirachardz) Perlu diketahui, Working location saat ini hanya muncul di Calendar, bukan di profil direktori pengguna. Jika Anda: Menonaktifkan lokasi kerja, maka orang lain masih melihat bagian lokasi kantor utama, yang Anda kontrol dengan pengaturan berbeda. Mengaktifkan lokasi kerja, maka orang dengan status “free” atau “busy” pada event GCal bisa melihat nama lokasi kerja di kalender tersebut. Ketersediaan Fitur Working Location ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan rilis terjadwal. Untuk rilis cepat dilakukan peluncuran bertahap mulai dari tanggal 26 Juli 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk rilis terjadwal dilakukan peluncuran yang diperpanjang mulai dari tanggal 10 Agustus 2022 (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia untuk Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Business lama. Tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, pelanggan G Suite Basic lama, dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Fitur Working Location dari GCal ini memungkinkan Anda untuk berbagi lokasi kerja kepada pengguna lain. Meski sederhana, fitur baru ini akan memudahkan perusahaan yang menerapkan sistem remote. Dengan begitu, performa karyawan bisa mudah dipantau. Fitur Working Location sendiri baru tersedia di beberapa edisi Google Workspace. Namun Anda tidak perlu khawatir karena semua edisi yang ditawarkan EIKON Technology, yaitu Google Workspace for Education dan Google Workspace for Business telah mendukung fitur baru ini. Dapatkan segera platform produktivitas kolaboratif Google Workspace hanya di EIKON Technology, authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Collaboration, Productivity, Teamwork, Timkerja

Solusi Manajemen Tugas Asana Kini Tersedia di EIKON Technology

Per Juni 2022 lalu, EIKON Technology resmi tergabung sebagai Asana Partners. Program kerja sama ini memperluas jaringan global Asana Channel Partner yang menggandeng penyedia tepercaya dalam menawarkan layanan manajemen tugas profesional. Asana Partners membantu perusahaan dari berbagai skala dalam meningkatkan sekaligus memajukan upaya transformasi digital sehingga mereka dapat terus berkembang sembari terus mendapatkan akses ke berbagai solusi khusus. Program Asana Partner Tampilan Fitur Human Resources Tracking di Asana – Photo Credit: Asana Program Asana Partner telah bermitra dengan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Dell. Jaringan global Asana menghubungkan pelanggan dengan para pakar teknologi, pengecer, dan bahkan system integrator terkemuka dari 75 negara untuk menghilangkan silo informasi dan membantu perusahaan dalam melakukan koordinasi pekerjaan mereka dengan jelas. Belasan ribu perusahaan telah membuktikan kemampuan Asana sebagai perangkat lunak untuk mendukung kinerja perusahaan sekaligus manajemen perubahan. Asana Partner menawarkan layanan profesional dan teknis untuk memastikan kesuksesan bagi pekerja secara terdistribusi. Ini mencakup proses penyusunan alur kerja hingga membangun solusi khusus. Menjalani program sertifikasi yang ketat, mitra menawarkan pelatihan dan sumber daya yang mencakup berbagai kebutuhan serta keterampilan lintas tim dan bahkan zona waktu. Mulai dari merencanakan dan memprioritaskan proyek, hingga menetapkan tujuan dan tetap selaras, Asana Channel Partner membantu perusahaan melacak dengan cepat upaya transformasi digital mereka. EIKON Technology sebagai Asana Partner EIKON Technology menyediakan layanan implementasi paket, integrasi, penyesuaian, dan pelatihan yang diperlukan untuk bergabung secara efisien dengan Asana. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengimplementasikan solusi cloud kolaborasi dan manajemen kerja, kami telah mengembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mengoptimalkan proses bisnis mereka dan mendapatkan hasil optimal dari platform manajemen kerja. Dari pengguna baru hingga tim yang sudah menggunakan Asana, kami siap memberikan dukungan terbaik guna memastikan pengalaman yang lancar. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan global untuk berbagi pengetahuan, belajar, dan meningkatkan kapabilitas pelanggan. Bagi EIKON Technology, melihat perusahaan mitra tumbuh dan berkembang semakin baik merupakan kepuasan tersendiri. Lewat kerja sama dengan Asana ini, EIKON Technology ingin memberikan solusi yang lebih komprehensif guna meningkatkan produktivitas mitra, terutama dalam hal manajemen kerja. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Asana sendiri telah membantu lebih dari 93.000 perusahaan dan jutaan organisasi nonprofit di 190 dalam mengelola pekerjaan mereka, baik itu proyek kecil maupun inisiatif strategis. Perusahaan terkemuka mengandalkan Asana untuk mengelola segalanya mulai dari tujuan perusahaan hingga transformasi digital, baik peluncuran produk maupun kampanye pemasaran. Tentang EIKON Technology EIKON Technology merupakan perusahaan konsultan teknologi informasi, outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Sejak saat itu, EIKON telah menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan terkemuka di Surabaya, Jakarta dan di seluruh Indonesia. EIKON Technology bekerja mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan bisnis. Kami memfasilitasi perusahaan dan institusi pendidikan untuk menerapkan sistem komputasi awan dengan dukungan terbaik dari para ahli. EIKON Technology memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia dan tidak lama kemudian menjadi penyedia perusahaan cloud terkemuka di Indonesia. Untuk memperluas bisnis dan memenuhi kebutuhan unik lainnya dari para pelanggan, EIKON juga menyediakan berbagai Microsoft Service Solution, alat pemasaran, manajemen media sosial menggunakan Local Measure, keamanan tambahan untuk sistem komputasi awan, dan layanan pencadangan cloud to cloud. Paling baru, EIKON Technology menawarkan layanan manajemen tugas melalui Asana.

Email, Google Workspace

Fitur Baru untuk Email Marketing dari Gmail, Apa Saja

Email marketing merupakan salah satu strategi yang memanfaatkan email untuk memberikan informasi kepada pelanggan, baik itu tentang berita perusahaan, penawaran waktu terbatas, pembaruan produk, dan banyak lagi. Meski kini sudah ada media sosial dan saluran marketing digital lainnya, keberadaan email marketing masih belum tergeser. Gmail menyediakan kapabilitas untuk membuat email marketing perusahaan Anda. Menariknya, Anda bisa menemukan berbagai fitur dan tools yang memudahkan perancangan email. Paling baru, Gmail menambahkan dua fitur baru yang bisa Anda gunakan untuk mengirim email profesional dengan mudah ke audiens dalam skala besar. Seperti apa cara kerjanya? Tools baru Gmail untuk email marketing Gmail secara rutin meluncurkan tools dan fitur untuk memudahkan penggunanya. Termasuk bagi pengguna dengan skala audiens yang besar, seperti perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa memanfaatkannya untuk menunjang beragam keperluan bisnis, salah satunya untuk mengirimkan email marketing. Berikut dua fitur baru yang bisa Anda manfaatkan untuk keperluan marketing. Layout Photo Credit: Google Workspace Updates Anda dapat memilih dari kumpulan template email yang telah ditentukan sebelumnya. Template email ini menampilkan gambar, elemen teks, dan tombol yang disusun sedemikian rupa. Anda selanjutnya dapat menyesuaikan template ini dengan skema warna, logo, gambar, teks footer, dan bahkan tautan. Multi-send Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini memungkinkan Anda mengirim email massal tanpa perlu menambahkan BCC ke seluruh penerima. Secara default, email multi-send telah menyertakan tautan berhenti berlangganan yang unik untuk setiap penerima (siapa pun yang berhenti berlangganan secara otomatis dikecualikan dari email multi-send berikutnya dari Anda). Selain itu, Gmail juga memperkenalkan setelan Administrator untuk mengontrol apakah fitur multi-send ini aktif atau tidak untuk end-user. Pengaturan administrator diluncurkan akhir Juli 2022 lalu, memberikan waktu untuk mengonfigurasi ketersediaan bagi end-user terlebih dahulu. Baca juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja? Mulai menggunakan fitur Fitur baru ini memerlukan konfigurasi tambahan dari Administrator. Untuk fitur Layout, akan aktif secara default pada level domain. Administrator bisa mengaktifkan dan menonaktifkannya sesuai kebutuhan atau menurut domain, organizational unit, dan grup tertentu. Sedangkan untuk fitur multi-send, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Untuk Google Workspace Enterprise Starter dan yang lebih baru, serta pelanggan Google Workspace for Education, fitur ini dibatasi untuk penerima internal secara default. Untuk pelanggan Google Workspace Business dan Nonprofit, multi-send tersedia secara default untuk penerima eksternal. Untuk semua edisi Google Workspace, Anda dapat MENGAKTIFKAN multi-send untuk penerima eksternal di tingkat OU atau grup. Perlu diingat, peluncuran fitur ini tidak memengaruhi kuota pengiriman yang ada untuk pengguna.. Jika organisasi Anda telah menonaktifkan Google Drive, fitur Layout dari Gmail akan dinonaktifkan secara otomatis. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Ketersediaan fitur Untuk pengaturan fitur tersedia mulai tanggal 28 Juli 2022 melalui peluncuran bertahap (baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal). Peluncuran ini akan membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Sedangkan untuk end-user, fitur baru bisa digunakan mulai tanggal 8 Agustus 2022 untuk domain rilis cepat dan 22 Agustus 2022 untuk domain rilis terjadwal. Peluncuran untuk kedua domain dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Kedua fitur tersedia untuk pengguna Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus dan Workspace Individual. Namun tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Education Fundamentals, Education Teaching & Learning, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline serta mereka yang masih menggunakan G Suite Basic atau G Suite Business. Baca juga: Update Gmail Terbaru: Hadirkan Opsi Penelusuran yang Lebih Baik Dengan hadirnya dua fitur baru dari Gmail ini, Anda bisa menyusun dan mengirimkan email marketing profesional lebih mudah dan efisien. Keduanya dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business atau Google Workspace for Education yang tersedia di EIKON Technology. Kami menawarkan paket implementasi lengkap mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search

Google Cloud Search merupakan sebuah layanan untuk menelusuri seluruh konten perusahaan Anda, mulai dari Gmail dan Drive, Docs, Spreadsheet, Slide, hingga Calendar. Layanan ini menjawab pertanyaan Anda dan memberikan saran yang relevan. Berikut adalah beberapa contoh kasus penggunaan Google Cloud Search: Karyawan perlu menemukan kebijakan, dokumen, dan konten perusahaan yang dibuat oleh karyawan lain. Anggota tim layanan pelanggan perlu menemukan dokumen pemecahan masalah yang relevan untuk dikirim ke pelanggan. Karyawan perlu mencari informasi internal mengenai suatu proyek perusahaan. Seorang perwakilan penjualan ingin melihat status semua masalah dukungan untuk pelanggan tertentu. Karyawan menginginkan definisi untuk istilah khusus perusahaan. Dalam update terkini, Google Cloud Search bahkan menghadirkan Query API untuk menyempurnakan hasil pencarian. Bagaimana cara kerjanya? Implementasi Google Cloud Search Secara default, Google Cloud Search mengindeks data Google Workspace perusahaan atau instansi Anda, seperti dokumen dan spreadsheet Google. Anda tidak perlu menerapkan penelusuran Google Cloud untuk data Google Workspace. Namun, Anda perlu menerapkan Google Cloud Search untuk data non-Google Workspace, seperti data yang disimpan dalam database pihak ketiga, sistem file seperti Windows Fileshare, OneDrive, atau portal intranet seperti Sharepoint. Langkah-langkah berikut diperlukan untuk menerapkan Google Cloud Search untuk perusahaan Anda: Tentukan kasus penggunaan yang ingin dipecahkan oleh Google Cloud Search. Identifikasi repositori yang menyimpan data yang relevan dengan use case. Identifikasi sistem identitas yang digunakan oleh perusahaan Anda untuk mengelola akses ke data di setiap repositori. Konfigurasikan akses ke Google Cloud Search REST API. Tambahkan sumber data ke Google Cloud Search. Buat dan daftarkan skema untuk setiap sumber data. Tentukan apakah ada konektor konten yang tersedia untuk repositori Anda. Untuk daftar konektor bawaan, lihat direktori konektor Cloud Search. Jika konektor konten tersedia, lewati ke langkah 9. Buat konektor konten untuk mengakses data di setiap repositori dan mengindeksnya ke dalam sumber data Cloud Search. Tentukan apakah Anda memerlukan konektor identitas. Jika Anda tidak memerlukan konektor identitas, langsung ke langkah 11. Buat konektor identitas untuk memetakan repositori atau identitas perusahaan Anda ke identitas Google. Siapkan aplikasi pencarian. Buat antarmuka pencarian untuk melakukan permintaan pencarian. Terapkan konektor dan antarmuka pencarian Anda. Jika Anda menggunakan konektor bawaan, ikuti petunjuk konektor untuk mendapatkan dan menerapkan konektor. Konektor yang tersedia tercantum di Google Cloud Search Connector Directory. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Fitur Suggest Filter di Cloud Search Photo Credit: pressfoto (Freepik) Pada tanggal 26 Juli 2022 lalu, Cloud Search meluncurkan fitur Suggest Filters. Dengan menggunakan Cloud Search Query API, administrator dapat menentukan filter yang akan diterapkan sebelumnya ke saran kata kunci saat pengguna mengetik kueri. Ini akan memunculkan saran yang lebih relevan, membantu mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna untuk mencari. Dengan filter saran, admin dapat mengonfigurasi saran berdasarkan kasus penggunaan untuk aplikasi pencarian tertentu, mengurangi saran yang tidak relevan. Misalnya, admin dapat menambahkan saran seperti negara, yang akan memunculkan saran berdasarkan dokumen yang sesuai dengan kategori tersebut. Mulai menggunakan fitur Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Cloud Search. Untuk mulai mengaktifkannya, administrator dapat mengikuti developer documentation yang telah disediakan Google. Sedangkan untuk end-user tidak diperlukan pengaturan tambahan. End-user secara otomatis akan melihat filter yang disarankan ketika mengetikkan kueri. Baca juga: Fitur Private Offers dari Google Cloud Marketplace, Apa yang Ditawarkan? Menambahkan saran autocomplete Photo Credit: pressfoto (Freepik) Google Cloud Search menyediakan suggestionFilteringOperators[] untuk menentukan properti yang digunakan ketika menyaring saran autocomplete. Misalnya, Anda dapat menentukan operator genre untuk memfilter saran berdasarkan genre film pilihan pengguna. Kemudian, saat pengguna mengetik kueri penelusurannya, hanya film yang cocok dengan genre pilihannya yang ditampilkan sebagai bagian dari saran autocomplete. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Dengan hadirnya fitur baru ini Anda dapat menambahkan filter agar hasil pencarian benar-benar sesuai kebutuhan pengguna. Google Cloud Search juga merupakan tool yang tepat untuk membantu repositori data perusahaan Anda. Layanan ini bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud terlebih dahulu. Solusi komputasi awan dari Google ini tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan klik di sini.

Scroll to Top