EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik

BigQuery merupakan sebuah tool yang disediakan Google Cloud untuk mengelola dan menganalisis data Anda dengan fitur bawaan seperti analisis geospasial, business intelligence, hingga machine learning. Tool ini memiliki banyak sekali fitur, yang beberapa masih belum banyak diketahui pengguna. Berikut 3 fitur “rahasia” di BigQuery yang bisa Anda manfaatkan untuk mengelola data berskala besar lebih baik lagi. AUTO column  Photo Credit: DCStudio (Freepik) Bisa dibilang, fitur yang satu ini adalah “hidden gem” BigQuery, Pasalnya, fitur AUTO column ini tidak tercantum di dokumentasi resmi BigQuery. Bagaimana cara kerjanya? Katakanlah Anda memasukkan beberapa data ke BigQuery, lalu sistem lain ingin menjalankan tugas terjadwal untuk memproses data yang baru datang. Misalnya, sistem dirancang untuk menarik data dari BigQuery ke penyimpanan lain atau menjalankan laporan per jam berdasarkan data. Dalam setiap kasus tersebut, disarankan menghindari pemrosesan catatan yang sama beberapa kali. Namun itu berarti Anda harus tahu catatan mana yang sudah diproses dan mana yang baru ditambahkan setelah pemrosesan berlangsung. Tidak seperti OLTP DB tradisional, BigQuery tidak mendukung kolom kenaikan otomatis atau kolom yang secara otomatis diisi dengan tanggal-waktu terkini (kecuali Anda menggunakan API Streaming) Dengan fitur AUTO column, Anda cukup menambahkan kolom TIMESTAMP ke skema tabel dan menetapkan “AUTO” di payload JSON. Hal ini memungkinkan BigQuery mengisi kolom yang disebutkan dengan waktu yang menunjukkan kapan data masuk secara otomatis. Baca juga: Fitur Penelusuran BigQuery: Bantu Tentukan Elemen Unik Data dengan Mudah Transaksi multi-statement Meski bukan OLTP DB, BigQuery mendukung transaksi multi-statement. Per bulan Agustus 2022, fitur ini masih dalam preview. Namun Google Cloud akan segera mengubah ketersediaannya menjadi general availability (GA). Tidak banyak yang bisa dibahas tentang transaksi dan cara penggunaannya. Google telah menyediakan dokumentasi resmi khusus untuk hal itu. Namun ada beberapa hal menarik yang perlu Anda perhatikan: Jika transaksi mengubah (memperbarui atau menghapus) baris dalam tabel, maka transaksi lain atau pernyataan DML yang mengubah baris dalam satu tabel sama tidak dapat berjalan secara bersamaan. Transaksi yang bertentangan dibatalkan. Transaksi tidak dapat menggunakan pernyataan DDL yang memengaruhi entitas permanen. Fungsi CURRENT_TIMESTAMP, CURRENT_DATE, dan CURRENT_TIME mengembalikan time stamp waktu mulai transaksi. Anda tidak dapat menggunakan klausa FOR SYSTEM_TIME AS OF untuk membaca tabel di luar time stamp waktu mulai transaksi. Melakukannya akan mengembalikan kesalahan. Dalam sebuah transaksi, views yang terwujud diinterpretasikan sebagai pandangan logis. Anda masih dapat menanyakan tampilan terwujud di dalam transaksi, tetapi tidak menghasilkan peningkatan kinerja atau pengurangan biaya dibandingkan dengan tampilan logis yang setara. Baca juga: Percepat Migrasi Data BigQuery dengan Penerjemah SQL Otomatis Clustering Photo Credit: Freepik Bicara tentang pengoptimalan kueri di BigQuery (sebagian besar adalah tentang optimalisasi biaya), pendekatan pertama yang terlintas dalam pikiran adalah partisi tabel (table partitioning). Namun sebenarnya partitioning bukanlah satu-satunya pilihan yang tersedia. Ada juga clustering atau pengelompokan. Sementara partitioning membagi data menjadi beberapa partisi (memungkinkan kueri untuk membaca hanya partisi tertentu bila diperlukan), clustering bekerja dengan menempatkan data terkait dan mengizinkan kueri mengakses segmen data tertentu jika filter untuk kolom pengelompokan digunakan. Baca juga: Memantau dan Menganalisis Performa BigQuery dengan Information Schema Dari ketiga fitur “rahasia” BigQuery di atas, adakah yang sudah pernah Anda gunakan? Dengan memngoptimalkan berbagai fitur serta kapabilitas yang ada dalam tool milik Google Cloud ini, Anda dapat mengelola sekaligus menganalisis data jauh lebih mudah dan optimal, terutama dari segi biaya. Tool ini bisa Anda akses dengan mudah jika menggunakan solusi komputasi awan dari Google Cloud. Dapatkan segera melalui EIKON Technology, authorized reseller yang menyediakan Google Cloud resmi untuk penggunaan skala besar. Kami juga menyediakan layanan konsultasi untuk mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan solusi. Informasi selengkapnya mengenai implementasi Google Cloud, silakan klik di sini!

Cloud Computing, Google Cloud

Menggunakan Data Advocacy untuk Menangani Data Privasi Konsumen

Ketika peraturan data privasi konsumen semakin ketat dan akhir dari cookie pihak ketiga semakin dekat, perusahaan dari berbagai ukuran cenderung mencari jalan menuju cara kerja yang berpusat pada privasi. Brand yang berhadapan langsung dengan konsumen harus mencermati data pelanggan yang mereka kumpulkan, dan belajar merangkul pendekatan berbasis data pihak pertama. Sementara beberapa brand sudah memahami pentingnya privasi dan persetujuan konsumen, sisanya masih belum tahu harus mulai dari mana. Parahnya lagi, masih banyak yang tidak tahu kebutuhan konsumen dalam hal privasi data. Saat ini, 40% konsumen tidak mempercayai brand untuk menggunakan data mereka secara etis. Meski kesenjangan antara bagaimana brand dan konsumen menyikapi data privasi terlihat jelas, sebaiknya tidak perlu ditekankan. Perusahaan harus mulai memperlakukan data konsumen sebagai pilar bisnis mereka: sebagai nilai yang memandu cara data digunakan, proses dijalankan, dan perilaku tim. Dengan menerapkan panel data advocacy lintas fungsi, brand dapat memastikan bahwa perlindungan data konsumen selalu menjadi perhatian utama. Mengapa harus data advocacy? Brand terbaik melihat pentingnya privasi data pelanggan sebagai peluang, bukan ancaman. Konsumen saat ini tahu pasti apa yang mereka inginkan dan menyerahkan penyampaiannya pada brand. Di sini, transparansi adalah kuncinya. Sebagian besar konsumen menuntut transparansi yang lebih dari brand yang kerap mereka gunakan, tapi sebanyak 40% konsumen bersedia membagikan informasi pribadi jika mereka tahu cara menggunakannya. Data advocacy yang ditanamkan ke dalam perusahaan dapat berfungsi sebagai pedoman untuk mencapai titik tengah persetujuan privasi data. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Bagaimana penerapannya? Photo Credit: tirachardz (Freepik) Misi data advocacy adalah membangun dan mempertahankan budaya positif persetujuan di seluruh perusahaan. Ini dapat berfungsi sebagai cara untuk mengasah kekuatan data pelanggan untuk bisnis Anda sekaligus memberikan kekuatan persetujuan kepada pelanggan. Namun apa sebenarnya panel data advocacy itu? Panel data advocacy Anda harus mencakup perwakilan dari setiap unit bisnis yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi, mengumpulkan, membuat, berbagi, atau mengakses data dalam bentuk apa pun. Anggota tim ini kemudian harus bersatu untuk menangani dua tujuan utama: menetapkan strategi dan kebijakan tentang penanganan data di seluruh perusahaan serta bereaksi dengan cepat terhadap perkembangan data baru seperti: potensi pelanggaran data, pergeseran sentimen pasar, atau persyaratan kepatuhan baru. Baca juga: Mengenal Data Loss Prevention (DLP), Kebijakan untuk Melindungi Data Sensitif Tips yang bisa Anda terapkan Menurut VP of Consumer Packaged Goods Google Cloud, Giusy Buonfantino, “Lanskap privasi dan ekspektasi konsumen yang berubah menandakan perusahaan harus memikirkan kembali cara mereka mengumpulkan, menganalisis, menyimpan, dan mengelola data konsumen untuk mendorong kinerja bisnis dan memberikan pengalaman yang dipersonalisasi kepada pelanggan.” Perusahaan mengadopsi Customer Data Platforms (CDP) untuk mendorong keterlibatan pelanggan yang berpusat pada privasi. Solusi platform data pelanggan Lytics dibuat dengan Google Cloud BigQuery untuk membantu perusahaan terus mengembangkan cara mereka menangkap dan menggunakan data konsumen. Lytics di BigQuery membantu bisnis mengumpulkan dan menafsirkan data perilaku pelanggan pihak pertama pada platform yang aman dan skalabel dengan machine learning bawaan. Singkatnya, ini bukan hanya tentang perubahan kecil. Ini tentang memulai dengan katalis yang akan mendorong perubahan skala besar. Katalis tersebut adalah panel data advocacy yang akan terus menjadi pusat pertukaran nilai antara brand dan pelanggan Anda. Baca juga: Masa Depan Data dalam Whitepaper Terbaru Google Cloud, Seperti Apa? Perkembangan teknologi mau tak mau mengubah bagaimana cara data dipandang. Kini data ibarat sebuah sumber daya yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, cara Anda menangani data, terutama data privasi konsumen, bisa sangat menentukan kesuksesan bisnis. Cara menangani dan mengelola data yang lama sudah tak lagi relevan karena tidak mampu mengeluarkan potensi terbaik data secara aman. Untuk itulah, Anda perlu membangun panel data advocacy yang baik. Tak lupa, dukung panel Anda agar mampu melindungi data privasi konsumen dengan solusi komputasi awan Google Cloud. Solusi komputasi dengan tingkat keamanan tinggi ini bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Cloud

3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui

Adopsi cloud oleh perusahaan dan sektor publik terus berakselerasi. Di tengah situasi tersebut, mendapat gambaran akurat tentang siapa yang melakukan apa di lingkungan cloud Anda penting untuk tujuan keamanan dan kepatuhan (security and compliance). Log sangat penting saat Anda mencoba mendeteksi pelanggaran, menyelidiki masalah keamanan yang sedang berlangsung, atau melakukan penyelidikan. Berikut tiga fitur security and compliance Google Cloud Logging yang dapat membantu Anda membuat log untuk melakukan audit keamanan terbaik: Cloud Logging adalah bagian dari Assured Workloads Assured Workloads Google Cloud membantu pelanggan memenuhi persyaratan kepatuhan dengan software-defined cloud komunitas. Cloud Logging dan data log eksternal mencakup banyak peraturan, itulah sebabnya Cloud Logging sekarang menjadi bagian dari Assured Workloads. Cloud Logging dengan Assured Workloads makin memudahkan pelanggan untuk memenuhi retensi log dan persyaratan audit NIST 800-53 dan kerangka kerja lain yang didukung. Baca juga: Memahami Keamanan Infrastruktur Google Cloud Cloud Logging sekarang bersertifikat FedRAMP High Photo Credit: DCStudio (Freepik) FedRAMP adalah program pemerintah Amerika Serikat yang mempromosikan adopsi layanan cloud yang aman dengan menyediakan pendekatan standar untuk penilaian keamanan dan risiko untuk lembaga federal yang mengadopsi teknologi cloud. Tim Google Cloud Logging telah menerima sertifikasi untuk menerapkan kontrol yang diperlukan untuk mematuhi FedRAMP di tingkat High Baseline Level. Sertifikasi ini memungkinkan pelanggan untuk menyimpan data sensitif di cloud log dan menggunakan Cloud Logging untuk memenuhi persyaratan kontrol kepatuhan mereka sendiri. Di bawah ini adalah kontrol yang telah diterapkan oleh Cloud Logging sebagaimana diwajibkan oleh NIST untuk sertifikasi FedRAMP: Event Logging (AU-2) – Berbagai macam peristiwa ditangkap di cloud. Contoh peristiwa yang ditentukan termasuk perubahan kata sandi, akses gagal terkait sistem, perubahan atribut keamanan atau privasi, penggunaan hak istimewa administratif, penggunaan kredensial Personal Identity Verification (PIV), perubahan tindakan data, parameter kueri, atau penggunaan kredensial eksternal. Making Audits Easy (AU-3) – Untuk menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pengguna dalam audit, Cloud Logging menangkap jenis peristiwa, waktu terjadinya, lokasi peristiwa, sumber peristiwa, hasil peristiwa, dan informasi identitas. Extended Log Retention (AU-4) – Cloud Logging mendukung kebijakan yang diuraikan untuk kapasitas dan retensi penyimpanan log guna memberikan dukungan untuk investigasi insiden setelah kejadian. Dengan begitu pelanggan dapat memenuhi persyaratan penyimpanan informasi dengan mengizinkan mereka untuk mengonfigurasi periode penyimpanan. Alerts for Log Failures (AU-5) – Pelanggan dapat membuat peringatan saat terjadi kegagalan log. Create Evidence (AU-16) – Jejak audit seluruh sistem (logis atau fisik) yang terdiri dari catatan audit dalam format standar ditangkap. Kemampuan audit lintas organisasi dapat diaktifkan. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Manage your own Keys Photo Credit: Rawpixel Manage your own Keys atau juga dikenal sebagai customer managed encryption keys (CMEK), dapat mengenkripsi keranjang log Google Cloud Logging. Untuk pelanggan dengan persyaratan enkripsi khusus, Cloud Logging kini mendukung CMEK melalui Cloud KMS. CMEK dapat diterapkan ke bucket logging individual dan dapat digunakan dengan log router. Cloud Logging dapat dikonfigurasi untuk memusatkan semua log untuk organisasi ke dalam satu bucket dan router jika diinginkan, yang membuat penerapan CMEK ke penyimpanan log perusahaan menjadi sederhana. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Dengan adanya fitur dan kapabilitas ini, diharapkan proses adopsi dan penggunaan Cloud Logging menjadi jauh lebih mudah, lebih aman, dan lebih sesuai. Tertarik untuk menerapkan fitur security and compliance yang ditawarkan Cloud Logging? Semuanya bisa dinikmati dengan menerapkan solusi Google Cloud untuk mendukung ekosistem komputasi perusahaan Anda. EIKON Technology menyediakan solusi Google Cloud menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Anda bahkan dapat menyesuaikan solusi sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai konsultasi mengenai penerapan produk, silakan klik di sini!

Google Cloud

Menjadwalkan Perintah di Google Cloud dengan Cloud Run dan Cloud Scheduler

Kehadiran Google Cloud CLI memudahkan para engineer untuk memulai pengembangan awal mereka di GCP (Google Cloud Platform) dan melakukan banyak tugas cloud umum. Sebagian besar pengalaman pengembangan awal melalui antarmuka baris perintah menggunakan alat seperti gsutil, gcloud, namun untuk bisa mendapatkan kode produksi perlu penulisan kode seremonial atau membangun integrasi API-level. Developer sering menemukan skenario di mana mereka perlu menjalankan perintah sederhana di lingkungan produksi mereka secara terjadwal. Untuk menjalankannya dengan sukses, mereka diharuskan membuat kode dan membuat jadwal dalam alat orkestrasi seperti Data Fusion. Salah satu skenario tersebut adalah menyalin objek dari satu bucket ke bucket lain, yang umumnya dicapai dengan menggunakan gsutil. Gsutil adalah aplikasi Python untuk berinteraksi dengan Google Cloud Storage melalui baris perintah. Ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai fungsi seperti tugas pengelolaan bucket dan objek, termasuk: membuat dan menghapus bucket, mengunggah, mengunduh, menghapus, menyalin, dan memindahkan objek. Artikel kali ini akan menjelaskan cara untuk menjadwalkan perintah seperti Gsutil menggunakan Cloud Run dan Cloud Scheduler. Metodologi ini menghemat waktu dan mengurangi jumlah upaya yang diperlukan untuk pra-kerja dan penyiapan dalam membangun integrasi API level. Arsitektur penjadwalan perintah dengan Cloud Run dan Cloud Scheduler Photo Credit: Google Cloud Ada pun tiga layanan GCP yang digunakan adalah: Cloud Run: Kode akan dikemas dalam container, gcloud SDK akan diterapkan (atau Anda juga dapat menggunakan base image dengan gcloud SDK yang sudah diinstal). Cloud Scheduler: Memanggil tugas yang dibuat di Cloud Run pada frekuensi berulang. Cloud Storage: Google Cloud Storage (GCS) digunakan untuk penyimpanan dan pengambilan data dalam jumlah berapa pun. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Contoh ini mengharuskan engineer menyiapkan lingkungan mereka untuk Cloud Run dan Cloud Scheduler, membuat tugas Cloud Run, mengemasnya ke dalam image container, mengunggah image container ke Container Registry, lalu melakukan deploy ke Cloud Run. Ikuti langkah-langkahnya  di bawah ini:   Langkah 1: Aktifkan layanan (Cloud Scheduler, Cloud Run) dan buat akun layanan export REGION=<<Region>> export PROJECT_ID=<<project-id>> export PROJECT_NUMBER=<<project-number>> export SERVICE_ACCOUNT=cloud-run-sa   gcloud services enable cloudscheduler.googleapis.com run.googleapis.com cloudbuild.googleapis.com cloudscheduler.googleapis.com –project ${PROJECT_ID}   gcloud iam service-accounts create ${SERVICE_ACCOUNT} \ –description=”Cloud run to copy cloud storage objects between buckets” \ –display-name=”${SERVICE_ACCOUNT}” –project ${PROJECT_ID}   gcloud projects add-iam-policy-binding ${PROJECT_ID} \ –member serviceAccount:${SERVICE_ACCOUNT}@${PROJECT_ID}.iam.gserviceaccount.com \ –role “roles/run.invoker” Untuk menerapkan layanan Cloud Run menggunakan akun layanan yang dikelola pengguna, Anda harus memiliki izin untuk meniru identitas (iam.serviceAccounts.actAs) akun layanan tersebut. Izin ini dapat diberikan melalui peran IAM peran/iam.serviceAccountUser.   gcloud iam service-accounts add-iam-policy-binding ${SERVICE_ACCOUNT}@${PROJECT_ID}.iam.gserviceaccount.com   \ –member “user:<<your_email>>” \ –role “roles/iam.serviceAccountUser” –project ${PROJECT_ID} Langkah 2: Buat docker image dan dorong ke GCR. Arahkan ke folder gcs-to-gcs dan tekan image   cd gcs-to-gcs gcloud builds submit -t “gcr.io/${PROJECT_ID}/gsutil-gcs-to-gcs” –project ${PROJECT_ID} Langkah 3: Buat tugas dengan GCS_SOURCE dan GCS_DESTINATION untuk bucket gcs-to-gcs. Pastikan untuk memberikan izin (roles/storage.legacyObjectReader) ke GCS_SOURCE dan role/storage.legacyBucketWriter ke GCS_DESTINATION   export GCS_SOURCE=<<Source Bucket>> export GCS_DESTINATION=<<Source Bucket>>   gsutil iam ch \ serviceAccount:${SERVICE_ACCOUNT}@${PROJECT_ID}.iam.gserviceaccount.com:objectViewer \   ${GCS_SOURCE}   gsutil iam ch \ serviceAccount:${SERVICE_ACCOUNT}@${PROJECT_ID}.iam.gserviceaccount.com:legacyBucketWriter \   ${GCS_DESTINATION}   gcloud beta run jobs create gcs-to-gcs \ –image gcr.io/${PROJECT_ID}/gsutil-gcs-to-gcs \ –set-env-vars GCS_SOURCE=${GCS_SOURCE} \ –set-env-vars GCS_DESTINATION=${GCS_DESTINATION} \ –max-retries 5 \ –service-account ${SERVICE_ACCOUNT}@${PROJECT_ID}.iam.gserviceaccount.com \ –region $REGION –project ${PROJECT_ID} Langkah 4: Terakhir, buat jadwal untuk menjalankan pekerjaan.   gcloud scheduler jobs create http gcs-to-gcs \ –location $REGION \ –schedule=”0 1 * * 0″ \  –uri=”https://${REGION}-run.googleapis.com/apis/run.googleapis.com/v1/namespaces/${PROJECT_ID}/jobs/gcs-to-gcs:run” \ –http-method POST \ –oauth-service-account-email ${SERVICE_ACCOUNT}@${PROJECT_ID}.iam.gserviceaccount.com –project ${PROJECT_ID} Langkah 5: Buat pemantauan dan peringatan untuk memeriksa apakah Cloud Run gagal. Cloud Run terintegrasi secara otomatis dengan Cloud Monitoring tanpa memerlukan penyiapan atau konfigurasi. Ini berarti metrik layanan Cloud Run Anda ditangkap secara otomatis saat dijalankan. Anda dapat melihat metrik di Cloud Monitoring atau di halaman Cloud Run dalam konsol. Cloud Monitoring menyediakan lebih banyak opsi pembuatan bagan dan pemfilteran. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Langkah-langkah di atas menyajikan metode yang disederhanakan untuk menjalankan perintah CLI yang paling umum diterapkan pada jadwal, dalam pengaturan produksi. Kode dan contoh yang diberikan di atas mudah digunakan dan membantu menghindari kebutuhan integrasi level API untuk menjadwalkan perintah seperti gsutil, gcloud, dan lain sebagainya. GCP merupakan rangkaian layanan komputasi awan yang berjalan pada infrastruktur internal milik Google untuk berbagai produk end-user, seperti mesin pencari Google, Gmail, hingga YouTube. Rangkaian ini juga menyediakan layanan cloud modular termasuk komputasi, penyimpanan data, analitik data, dan machine learning. Untuk menikmati layanan GCP, Anda bisa berlangganan solusi komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini.

Education, Google Workspace

Google Assignments for Canvas: Lebih Banyak Opsi untuk Berikan Penilaian

Mulai tanggal 4 Agustus 2022, menyediakan opsi untuk memberi penilaian dengan Canvas SpeedGrader di samping opsi penilaian Google Assignments. Nah, Google Assignments for Canvas sendiri merupakan layanan yang memungkinkan Google Docs Editors dan Google Drive agar kompatibel dengan Canvas untuk pengiriman file. Bagaimana tool baru ini bekerja? Opsi penilaian Canvas SpeedGrader Photo Credit: Google Workspace Updates Tool baru ini memungkinkan pengajar untuk terus menggunakan fitur yang telah mereka nikmati dengan Google Assignments, seperti memberikan file yang dipersonalisasi kepada siswa, melihat tugas siswa yang sedang berlangsung, dan mendeteksi plagiarisme. Jika pengajar memilih untuk menilai dengan Canvas SpeedGrader, mereka juga dapat menggunakan anotasi serta komentar audio dan video saat mereka melakukan penilaian. Untuk memberikan penilaian, pengajar cukup memilih opsi “Canvas SpeedGrader” pada menu “Create a Google assignment”. Namun perlu diingat, jika tugas yang dikumpulkan siswa berupa file Google Docs, opsi ini akan mengubahnya ke format PDF view-only. Baca juga: Mengapa Belajar Menjadi Mudah dengan Google for Education? Ketersediaan Opsi penilaian Canvas SpeedGrader di Google Assignments dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 4 Agustus 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan akan memakan waktu kurang lebih 15 hari ke depan hingga seluruh pengguna bisa menikmatinya. Opsi ini tersedia untuk pengguna Google Workspace Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning Upgrade. Namun tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Frontline, Nonprofits, dan pengguna G Suite Basic dan G Suite Business lama. Tidak tersedia pula untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console Mulai menggunakan fitur Fitur baru ini memerlukan konfigurasi dari administrator Google Workspace Anda sebelum bisa mulai digunakan. Administrator juga sudah harus mengaktifkan Google Assignments LT 1.3 agar pengajar bisa menggunakan Canvas SpeedGrader. Setelah itu, administrator bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Aktifkan Google Assignments sebagai alat eksternal resmi. Tambahkan Google Assignments sebagai aplikasi ke Canvas. Langkah-langkah ini mungkin memerlukan bantuan dari administrator learning management system (LMS) di tempat Anda. Langkah 1: Aktifkan Google Tugas sebagai alat eksternal resmi Di Canvas, masuk sebagai administrator. Klik Admin > Developer Keys.   Photo Credit: Assignments Help Catatan: Jika tidak memiliki opsi Developer Keys, Anda mungkin tidak memiliki hak istimewa admin yang diperlukan untuk mengaktifkan alat tersebut. Untuk mencoba menyelesaikan instalasi, lewati ke langkah kedua di bawah ini. Jika langkah kedua gagal dan muncul pesan bahwa kunci dinonaktifkan, Anda memerlukan admin akun root Canvas. Di Developer Keys, klik Inherited. Photo Credit: Assignments Help Pada opsi Inherited, tepat di samping Google Assignments, klik On. Photo Credit: Assignments Help Catatan: Untuk melihat Google Assignments pada daftar, Anda mungkin perlu menggulir ke bawah atau klik opsi Show All Keys. Salin 170000000000573 ke clipboard. Anda akan membutuhkannya di pada Langkah 2.  Langkah 2: Tambahkan Google Assignments sebagai aplikasi ke Canvas Dengan menyiapkan Assignments di Canvas, pengguna Workspace dapat memilih untuk mengirimkan Docs dan nilai siswa ke Canvas. Persyaratan dan Kebijakan Privasi Canvas akan berlaku setelah data ditransfer. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung Di Google Classroom Google Assignment adalah sebuah layanan dari Google yang memudahkan pengajar dalam proses penugasan siswa, mulai dari penugasan hingga penilaian tugas. Dalam update terbarunya, layanan ini berkolaborasi dengan Canvas sehingga memungkinkan pengajar untuk bisa memberikan penilaian melalui Canvas SpeedGrader. Layanan ini tersedia di Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi. Kami juga menyertakan layanan konsultasi untuk memastikan kelancaran proses implementasi produk. Informasi selengkapnya mengenai produk, silakan klik di sini!

Education, Google Workspace, School

Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom

Sekarang ini ada banyak sekali tools teknologi pendidikan (EdTech) yang bisa dimanfaatkan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Namun sayangnya, terkadang tools tersebut sulit untuk diakses. Sering kali, guru harus melakukan pendaftaran berulang kali saat ingin mendapatkan tools yang berbeda. Begitu pula ketika mereka menggunakannya. Mau tak mau, harus berulang kali pindah platform. Ini tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebagai solusi, Google Classroom meluncurkan integrasi dengan beberapa tools teknologi pendidikan yang banyak digunakan oleh tenaga pendidik. Menariknya, guru hanya perlu sign-on ke akun Classroom mereka untuk bisa mengakses tools. Untuk mengenal integrasi ini lebih jauh, mari simak penjelasannya berikut ini. Integrasi tools teknologi pendidikan Dengan integrasi baru yang mulus dan sistem masuk tunggal, kini para tenaga pendidik yang menggunakan Google Classroom bisa langsung mengakses tools EdTech populer yang paling sesuai untuk kelas mereka langsung. Tidak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk menggunakan tools karena semua telah tersedia di satu tempat. Fitur baru ini memungkinkan pendidik untuk menelusuri, menetapkan, dan menilai konten yang menarik untuk kelas mereka sekaligus membantu pendidik dan siswa untuk mengakses tools EdTech mereka tanpa harus melalui berbagai langkah login, seperti mengingat banyak nama pengguna dan sandi, atau harus menavigasi ke situs web dan aplikasi eksternal. Selain menghemat waktu pendidik dan siswa, ini memberikan pengalaman yang lebih efisien saat menggunakan teknologi untuk memberi dampak pada pembelajaran. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Daftar tools yang telah terintegrasi Photo Credit: Google Blog Google Classroom menyebutkan bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan teknologi pendidikan untuk membuat add-on khusus. Ada pun perusahaan yang dimaksud adalah Adobe Express for Education, BookWidgets, CK-12, Edpuzzle, Formative, Genially, Google Arts & Culture, Google Play Books, IXL, Kahoot!, Nearpod, Newsela, PBS LearningMedia, Pear Deck, SAFARI Montage, Sora from OverDrive Education, WeVideo, dan juga Wordwall. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Blog Untuk bisa menghadirkan integrasi tools ini, diperlukan konfigurasi dari administrator terlebih dulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyetel konfigurasi: Administrator: Admin distrik harus mengaktifkan akses ke add-on agar pendidik dapat menggunakan fitur ini. Kunjungi Help Centerr untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk pemasangan, cara menyiapkan fitur add-on, dan masing-masing add-on untuk domain, OU (organizational unit), atau grup. Setelah menyiapkan add-on, distrik Anda dapat menggunakan kit pengembangan profesional ini, yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran. Untuk melatih pendidik tentang cara memulai add-on. Mitra add-on Classrom, Genially, juga telah membuat versi interaktif pelatihan pengembangan profesional. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Tenaga pendidik: Setelah diaktifkan oleh admin, Anda akan melihat modul “add-on” di dalam layar Assignment and Stream. Dari sana, Anda akan menemukan daftar add-on yang tersedia. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menggunakan add-on di Classroom. Perusahaan EdTech dan developer: Jika Anda tertarik untuk membuat add-on Classroom, Google telah menyediakan ruang untuk menyampaikan minat Anda di sini. Ketersediaan integrasi Integrasi dengan tools teknologi pendidikan ini telah tersedia di Google Classroom. Silakan hubungi administrator untuk mulai menggunakannya. Perlu diingat, add-on ini hanya akan muncul pada Workspace edisi Teaching and Learning Upgrade serta Google Workspace for Education Plus. Integrasi tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk G Suite Basic dan G Suite Business. Serta tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan hadirnya integrasi ini, tenaga pendidik bisa langsung mengakses tools teknologi pendidikan populer tanpa harus keluar dari aplikasi Google Classroom. Sebagai raksasa teknologi, Google memang terus mengembangkan berbagai fitur, kapabilitas, hingga tools untuk memudahkan para tenaga pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Ingin mulai menerapkan ekosistem pendidikan dengan dukungan Google. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menawarkan paket berlangganan dengan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pra-implementasi hingga pemantauan pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Workspace

Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar

Awal tahun 2022 ini Android memperkenalkan 12L, pembaruan software untuk membuat perangkat dengan layar lebih besar, seperti tablet, lebih mudah digunakan. Melalui I/O, Google mengumumkan rencana untuk memperbarui lebih dari 20 aplikasi Google di tablet untuk memanfaatkan ruang ekstra di layar yang lebih besar secara optimal. Sebagai langkah awal, Google meluncurkan Workspace yang telah disesuaikan dengan layar Android besar. Ini telah termasuk pembaruan pada Google Drive, Docs, Spreadsheet, Slide, dan juga Keep. Drag and drop Salah satu keunggulan tablet adalah layarnya yang lebih besar dibanding smartphone sehingga memungkinkan Anda untuk multitasking di dua jendela sekaligus. Google telah menemukan sebuah cara baru untuk menggunakan aplikasi Google Workspace saat Anda membuka dua layar di perangkat Android layar besar. Baca juga: How to Increase Productivity with Android for Work Kini Anda bisa dengan mudah menyeret teks atau gambar dari aplikasi, seperti Chrome atau Spreadsheet, dan kemudian meletakkannya langsung ke dokumen atau sel spreadsheet yang ada. Photo Credit: Google Workspace Updates Di Google Drive, Anda bisa mengunggah file cukup dengan menyeret dan melepaskannya ke dalam aplikasi. Anda juga dapat menambahkan tautan ke file Drive dengan menyeretnya ke aplikasi yang sedang terbuka seperti Keep. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Lalu di Keep, Anda bisa dengan mudah menyisipkan gambar yang disimpan dalam catatan ke aplikasi lain. Cukup dengan menyeretnya keluar dari carousel gambar. Photo Credit: Google Workspace Updates Buka Drive berdampingan untuk melihat informasi lebih lengkap Di Drive, terkadang Anda perlu menelusuri folder untuk melihat file yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang file Drive di perangkat Android, kini Anda dapat membuka dua jendela Drive secara berdampingan. Cukup ketuk menu pada file Drive apa pun dan pilih opsi “Open in new window“. Ini membantu Anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus perlu menekan tombol kembali berulang kali. Photo Credit: Google Blog Hemat waktu dengan pintasan keyboard Tablet sering dihubungkan ke keyboard dan digunakan sebagai alternatif laptop. Ketika menggunakan keyboard yang terpasang untuk membantu mengetik, kini Anda dapat menggunakan pintasan keyboard sederhana (seperti pilih, potong, salin, tempel, urungkan, dan ulangi) untuk menavigasi Drive, Docs, dan Slide dengan cepat. Ketersediaan fitur Untuk dukungan keyboard Drive, Drag & Drop di Drive, serta dukungan Multi-instance di Drive telah tersedia mulai 25 Juli 2022. Sedangkan untuk dukungan keyboard Docs & Slides serta Drag & Drop di Docs dan Sheets diluncurkan secara bertahap mulai tanggal 28 Juli 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), baik itu untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Fitur untuk perangkat Android layar besar ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Anda juga bisa menemukannya melalui Google Account pribadi. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Kapabilitas baru yang dihadirkan Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk lebih produktif selama menggunakan perangkat Android berlayar besar. Menariknya lagi, fitur ini pun bisa digunakan dalam skala besar asalkan Anda telah berlangganan edisi Workspace untuk perusahaan seperti Business atau untuk instansi pendidikan seperti Education. Kedua edisi tersebut telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan paket implementasi menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi selengkapnya, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Mengenal Fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace

Google Workspace baru saja m memperkenalkan fungsionalitas API baru yang memungkinkan Anda melakukan otomatisasi dalam proses menemukan akun yang bermasalah dan mengundang mereka untuk bergabung kembali dengan jaringan perusahaan Anda. Fungsionalitas API UserInvitation Saat karyawan membuat akun Google menggunakan salah satu domain perusahaan Anda untuk mengakses layanan Google, ini dikenal sebagai akun yang tidak dikelola. Akun yang tidak dikelola tidak ideal untuk mengelola pengguna dan menjaga keamanan data kerja mereka. Selain itu, jika admin mencoba membuat akun terkelola dengan nama yang sama, maka prosesnya pun akan terhambat. Dengan menggunakan fungsi UserInvitation API, Anda dapat mengirim permintaan untuk mengonversi akun pribadi mereka menjadi akun Google Workspace terkelola. Meskipun tindakan yang sama dapat dilakukan secara manual dengan Transfer Tool, API UserInvitation memungkinkan akun yang tidak dikelola untuk diidentifikasi dan diperbaiki secara terprogram, menggunakan logika yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console Menemukan akun yang tidak terkelola Photo Credit: Rawpixel Sebelum mengaktifkan fungsionalitas API baru ini, ada baiknya Anda mengecek ada-tidaknya akun yang belum terkelola dalam jaringan perusahaan. Untuk menemukan akun yang tidak terkelola, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Directory > Users. Di kanan atas halaman, klik More > Transfer tool for unmanaged users. Halaman Unmanaged users menampilkan daftar semua pengguna yang saat ini tidak dikelola. Anda juga dapat membuka daftar pengguna yang tidak dikelola dari halaman beranda konsol Admin: Di kanan atas halaman beranda, klik Open <. Di bawah Tools, klik Transfer tool for unmanaged users. Baca juga: Setelan Admin Baru untuk Mengatur Akses ke Google Experimental Apps Mengaktifkan fungsionalitas Untuk mengaktifkan fungsionalitas API UserInvitation ini diperlukan konfigurasi dari administrator dan developer, serta persetujuan dari end-user (dalam kasus ini berarti karyawan dengan akun yang tidak dikelola). Bagi Administrator dan developer, bisa mengikuti petunjuk yang tercantum dalam dokumentasi fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace. Telah tersedia juga halaman petunjuk untuk membuat dan mengelola user invitation. Sedangkan untuk end-user, jika Anda menerima permintaan dari admin untuk mentransfer akun, maka admin akan mendapat akses menuju data beserta kapabilitas untuk mengelola akun Anda. Namun jika tidak menerima undangan, Anda harus mengganti nama akun terlebih dulu. Dengan begitu, Administrator dapat membuat akun baru yang dikelola untuk Anda. Ketersediaan Fungsionalitas API baru ini diluncurkan secara bertahap baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal mulai tanggal 25 Juli 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Cloud Identity Premium, dan Cloud Identity Free. Fungsionalitas ini tidak tersedia untuk Google Workspace edisi Essentials, Enterprise Essentials, Education Standard, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, dan Nonprofits, termasuk untuk pengguna yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business.  Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Memanfaatkan fungsionalitas API baru ini Anda dapat “mengembalikan” akun yang tidak terkelola dalam jaringan perusahaan dengan tepat dan cepat. Namun perlu diingat, fungsionalitas ini baru tersedia untuk beberapa edisi Google Workspace saja, salah satunya adalah Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology menyediakan berbaga produk dan solusi dari Google yang legal serta bergaransi resmi. Kami juga menawarkan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kini Berbagi Tautan Profil Makin Mudah dengan Google Contacts

 Di tahun 2021 lalu, Google memperkenalkan tampilan baru Google Contacts (contacts.google.com) yang memberikan banyak informasi tentang kolega dan pemangku kepentingan Anda. Per 30 Juni 2022, setiap kontak dengan email Workspace akan memiliki tautan profil baru yang mudah disalin, dibagikan, dan dikirim dalam lingkungan perusahaan. Tautan profil baru ini membantu semua orang di perusahaan Anda agar saling terhubung. Photo Credit: Google Workspace Updates Cara bagikan tautan profil melalui Google Contacts Untuk bisa membagikan tautan profil melalui Google Contacts, ada beberapa pengaturan dari administrator yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya: Mengingat fitur ini hanya muncul untuk kontak dengan email yang terhubung ke profil Workspace mereka, akan sangat membantu jika data pengguna terisi penuh di seluruh aplikasi Google Workspace. Admin Workspace dapat mengisi data ini di beberapa lokasi: Bagian “Users” di konsol Admin Google Cloud Directory Sync Admin SDK Setelah semua profil dipastikan memiliki email, end user bisa langsung mulai menyalin dan membagikan tautan profil dengan dua cara, yaitu: Pada tampilan detail untuk kontak, pilih “menu 3-titik” dan klik tombol “Copy profile link“. Dalam tampilan daftar kontak (contacts.google.com), pilih ” menu 3-titik” untuk baris kontak dan klik tombol “Copy profile link“. Anda juga dapat mengetikkan “contacts.google.com/emailaddress” ke bilah alamat browser web untuk mencari seseorang di dalam perusahaan. Contoh format email yang dapat dibaca meliputi: tom.holland@domain.com, tom.holland@domain, dan tom.holland. Baca juga: Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks Cara memperbarui profil pengguna Metode ini adalah cara paling sederhana untuk memperbarui beberapa profil pengguna. Jika Anda perlu memperbarui banyak profil, gunakan salah satu metode pembaruan massal yang dijelaskan di bagian berikut. Masuk ke konsol Google Admin. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Users. Dalam daftar Users, temukan pengguna. Jika kesulitan, buka Find a user account. Klik nama pengguna untuk membuka halaman akun mereka. Klik User information. Klik salah satu bagian berikut untuk mengedit informasi profil pengguna: Contact information—Alamat email sekunder, nomor telepon, dan alamat fisik Email aliases—Alamat email domain tambahan Employee information—ID, jabatan, jenis karyawan, email manajer, departemen, pusat biaya, ID gedung, nama lantai, dan bagian lantai Custom attribute fields—Jika Anda atau admin lain membuat atribut khusus untuk profil pengguna Photo Credit: Google Workspace Admin Help Tips: Setelah Anda menambahkan informasi ke bidang, bidang lain akan muncul untuk memungkinkan Anda menambahkan entri lain. Untuk menentukan detail entri, seperti Rumah atau Kantor, klik menu di sebelah kanan. Untuk menghapus entri, klik Remove di sebelah kanan. Di kanan bawah, klik Save. Perlu diingat, perubahan detail kontak akan memerlukan waktu setidaknya 24 jam hingga muncul. Baca juga: Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Software dengan Google Workspace Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan juga G Suite Business lama. Namun tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Peluncuran fitur dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas fitur), dimulai dari tanggal 30 Juni 2022 dan diharapkan selesai pada tanggal 18 Juli 2022. Oleh karena sifat peluncuran yang bertahap, end user mungkin bisa menyalin tautan profil melalui bilah alamat browser sebelum tombol “Copy profile link” muncul dan dapat digunakan. Baca juga: Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks Fitur baru dari Google Contacts ini memungkinkan Anda untuk membagikan tautan profil lebih cepat dan efisien. Tidak perlu lagi melakukan salin tautan secara manual. Ingin bekerja lebih efisien dan kolaboratif? Google Workspace adalah solusi terbaik untuk Anda. Kini paket berlangganan Workspace untuk perusahaan (Business), maupun untuk instansi pendidikan (Education) telah tersedia di EIKON Technology. Kami juga menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan Anda memilih edisi Google Workspace yang paling tepat. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace

Sinkronkan File Terenkripsi Client-side dengan Google Drive for Desktop

 Dengan Google Workspace Client-side encryption (CSE), Anda dapat menggunakan kunci enkripsi sendiri untuk mengenkripsi data perusahaan di samping menggunakan enkripsi default yang tersedia Google Workspace. Dengan Google Workspace CSE, enkripsi konten ditangani di browser klien sebelum data dikirim atau disimpan di penyimpanan berbasis cloud Drive. Dengan begitu, server Google tidak dapat mengakses kunci enkripsi dan mendekripsi data Anda. Untuk menggunakan CSE, Anda harus menghubungkan Google Workspace ke layanan kunci enkripsi eksternal dan identity provider (IdP). Pengguna dapat berbagi file CSE baik secara internal maupun dengan pihak eksternal (dengan catatan, pihak tersebut juga menggunakan Google Workspace dan menyiapkan CSE). Dalam update terbaru Google Workspace CSE, pengguna kini dapat melakukan sinkronisasi file terenkripsi client-side melalui Google Drive for Desktop. Seperti apa? Sinkronkan File Terenkripsi Client-side dengan Google Drive for Desktop Photo Credit: Google Workspace Updates Kini administrator untuk edisi Google Workspace tertentu dapat memperbarui konfigurasi enkripsi client-side mereka untuk menyertakan Google Drive for Desktop. Jika diaktifkan, pengguna dapat menyinkronkan file Google Drive, Doc, Spreadsheet, dan Slide dengan Drive for Desktop di perangkat Windows dan Mac OS. File yang disinkronkan dan dienkripsi akan muncul sebagai pintasan di Windows dan tautan simbolis di Mac OS. Dukungan untuk pengguna Mac OS di File Provider akan diperkenalkan pada rilisan mendatang. Update mengenai hal ini dapat Anda pantau melalui halaman blog Google Workspace. Selain itu, fitur baru ini juga memungkinkan pengguna enkripsi client-side di domain Anda untuk mengenkripsi dan mengunggah file lokal ke Google Drive. Baca juga: Kontrol Privasi Yang Lebih Kuat untuk Instansi Pemerintah dengan Enkripsi Client-side Kenapa harus Google Workspace CSE? Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data, baik saat diam maupun dalam transit antar fasilitasnya. Namun, dengan CSE, Anda memiliki kontrol langsung atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Kontrol tambahan ini dapat membantu Anda memperkuat kerahasiaan data sensitif atau yang diatur. Perusahaan Anda mungkin perlu menggunakan CSE karena berbagai alasan, misalnya: Privasi, karena perusahaan Anda bekerja dengan kekayaan intelektual yang sangat sensitif. Kepatuhan terhadap peraturan. perusahaan Anda beroperasi di industri yang diatur dengan ketat, seperti kedirgantaraan dan pertahanan, layanan keuangan, atau pemerintahan. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Mulai menggunakan fitur Fitur ini mengharuskan admin untuk memperbarui konfigurasi CSE mereka (menambahkan Drive for Desktop Client ID ke setelan penyedia identitas). Peluncuran fitur dilakukan secara bertahap dan dimulai sejak tanggal 29 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Ketersediaan fitur Photo Credit: 8photo (Freepik) Ketersediaan fitur menyesuaikan kapabilitas yang ada. Berikut detail lengkapnya: Kapabilitas untuk sinkronkan file terenkripsi Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, maupun pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Kapabilitas untuk enkripsi dan unggah file lokal Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Namun kapabilitas ini tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Education Teaching & Learning Upgrade, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan lama G Suite Basic dan juga G Suite Business. Baca juga: Fitur Context-Aware Access di Google Workspace Untuk Penolakan Akses dengan Konteks Dengan adanya Google Workspace Client-side encryption (CSE), pengguna dapat mengenkripsi data perusahaan mereka sendiri, selain menggunakan enkripsi default yang telah disediakan oleh sistem. Layanan ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace dan dapat dioperasikan dalam skala besar, seperti di perusahaan maupun instansi pendidikan. Apakah fitur ini adalah solusi yang Anda cari? Implementasi Google Workspace untuk perusahaan dan instansi pendidikan kini telah tersedia di EIKON Technology melalui paket Workspace edisi Business dan Education. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Scroll to Top