EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Fitur Pencegahan Data Google Chat Sekarang Tersedia dalam Versi Open Beta

Kini administrator dapat menetapkan aturan DLP (data loss prevention atau pencegahan kehilangan data) untuk Google Chat. Fitur ini dihadirkan untuk melindungi data sensitif agar tidak sampai ke pihak yang tidak memiliki wewenang. Aturan DLP Google Chat sekarang tersedia dalam versi open beta. Itu berarti, admin dapat menggunakannya tanpa perlu mendaftar di program beta tertentu. Aturan DLP di Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates DLP atau data loss prevention merupakan solusi keamanan siber yang mendeteksi dan mencegah pelanggaran data. Fitur keamanan ini bekerja dengan memblokir ekstraksi data sensitif, biasanya digunakan oleh perusahaan untuk keamanan data internal dan memastikan kepatuhan peraturan. Google sendiri telah menerapkan aturan DLP pada beberapa edisi Workspace. Dengan memanfaatkan DLP Workspace, Anda dapat membuat dan menerapkan aturan untuk mengontrol konten yang dapat dibagikan pengguna. DLP memberi Anda kontrol atas apa yang dapat dibagikan pengguna dan mencegah paparan informasi sensitif yang tidak diinginkan seperti nomor kartu kredit atau nomor identitas. Baca juga: Kontrol Admin untuk Spaces yang Dapat Ditemukan di Google Chat Pengaturan DLP oleh administrator Aturan DLP untuk Google Chat membantu admin dan pakar keamanan membangun kerangka kerja yang lebih kuat terhadap data sensitif untuk mencegah tersebarnya informasi pribadi atau hak milik kepada tangan yang salah. Berikut adalah tampilan pengaturan DLP pada konsol Admin Workspace: Photo Credit: Google Workspace Updates Admin dapat secara selektif menerapkan aturan perlindungan data pada: Pesan dalam grup, Spaces, dan/atau pesan langsung Pesan antara peserta internal dan/atau eksternal Teks pesan dan/atau lampiran Setelah aturan DLP diterapkan, pesan dan file dalam percakapan yang relevan akan otomatis dipindai untuk mengetahui informasi sensitif. Pengguna akan diberi tahu tentang potensi kehilangan data, mencegah file keluar, baik secara tidak sengaja atau sengaja. Admin dapat mengonfigurasi tindakan yang akan diambil sebagai respons terhadap data sensitif yang terdeteksi, seperti: memblokir pengiriman, memperingatkan sebelum mengirim, dan log untuk audit di masa mendatang. Admin dapat mengonfigurasi opsi ini agar sesuai dengan kebutuhan organisasi mereka. Jika admin memilih untuk mencatat peristiwa tersebut, bisa dilakukan melalui Security Investigation Tool. Hal ini memungkinkan admin untuk melakukan investigasi komprehensif dan mengidentifikasi alasan setiap insiden serta melakukan penyesuaian pada kebijakan perlindungan data jika diperlukan. Baca juga: Space Managers Kini Dapat Ubah Akses di Google Chat, Bagaimana Caranya? Mulai mengaktifkan aturan DLP untuk Google Chat Untuk bisa menggunakan DLP di Google Chat, diperlukan konfigurasi dari administrator yang telah ditunjuk. Fitur akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan di tingkat domain, OU (organizational unit), maupun grup. Anda dapat membuat aturan DLP di konsol Admin di bagian Security > Data Protection. Anda juga dapat menyamakan konfigurasi aturan DLP Google Chat dengan Drive atau pun Chrome. Apabila fitur berhasil diaktifkan maka end user akan mendapatkan pesan seperti berikut saat mengakses Google Chat versi web: Photo Credit: Google Workspace Updates Atau tampilan berikut jika mereka mengakses melalui aplikasi mobile: Photo Credit: Google Workspace Updates Ketersediaan fitur DLP di Google Chat Fitur DLP untuk Google Chat diluncurkan secara bertahap (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 12 Juli 2022, baik melalui domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Aturan DLP tersedia untuk Google Workspace edisi Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching & Learning yang telah ditingkatkan. Sedangkan DLP untuk Drive juga tersedia untuk pengguna Cloud Identity Premium yang memiliki lisensi untuk edisi Workspace dengan log audit Drive. Namun sayangnya aturan DLP ini tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Mencoba Update Baru Google Chat Versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah! Aturan DLP membantu Anda dalam melindungi data perusahaan yang bersifat sensitif. Kini, DLP telah tersedia untuk Google Chat, memastikan komunikasi dan kolaborasi kerja tetap aman. Fitur ini dapat dinikmati melalui paket berlangganan Google Workspace for Education yang tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya mengenai implementasi, silakan klik di sini.

Google Workspace

Trust Rules Google Drive PC Kini Tersedia dalam Versi Open Beta

 Pada tahun 2021 lalu, Google Drive PC menghadirkan kapabilitas Trust Rules. Hanya saja, kapabilitas tersebut baru tersedia dalam versi closed beta. Dengan Trust Rules, administrator akan mendapat lebih banyak kontrol atas cara berbagi file, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Per 14 Juli 2022, fitur Trust Rules akan tersedia dalam versi open beta untuk pelanggan Google Workspace dari beberapa edisi pilihan. Itu artinya, Anda dapat menggunakannya tanpa mendaftar ke program beta tertentu. Apa yang bisa didapat dengan menggunakan kapabilitas Trust Rules ini? Trust Rules di Google Drive PC Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan kapabilitas Trust Rules ini, administrator dapat menerapkan kebijakan yang membatasi cara berbagi file, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Administrator bahkan dapat menetapkan aturan khusus untuk unit organisasi dan grup tertentu, memungkinkan pendekatan yang lebih mendetail dibanding menerapkan kebijakan menyeluruh pada setiap pengguna. Trust Rules dapat diaktifkan melalui konsol Admin. Begitu kapabilitas diaktifkan, maka secara otomatis akan langsung menggantikan “Sharing options” di bagian Google Drive pada konsol Admin. Setelan berbagi Drive Anda yang ada akan otomatis berubah menjadi Trust Rules. Perlu diingat, perubahan ini tidak akan mengubah setelan berbagi atau konfigurasi keamanan yang sudah ada. Baca juga: Proteksi Baru terhadap Perubahan Konfigurasi Google Workspace, Seperti Apa? Lebih banyak konfigurasi berbagi file Sebelumnya, administrator hanya diberi kontrol umum pada konfigurasi setelan berbagi Drive. Itu artinya, admin hanya bisa memilih antara opsi seperti: tidak memperbolehkan berbagi file dengan pihak eksternal perusahaan atau hanya berbagi dengan domain tepercaya. Dengan mengaktifkan Trust Rules beta, admin kini memiliki kontrol lebih besar atas bagaimana file dapat dibagikan, baik di dalam maupun di luar perusahaan mereka. Misalnya, admin dapat membatasi apa yang harus diakses oleh karyawan frontliner perusahaan dibanding dengan karyawan dari bagian lain di perusahaan mereka. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Mulai mengaktifkan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini dapat langsung diaktifkan oleh administrator dari edisi Google Workspace yang memenuhi syarat. Aktifkan fitur melalui konsol Admin dengan membuka Rules > Turn on trust rules. Sedangkan untuk end user, konfigurasi Trust Rules mengikuti setelan dari administrator. Artinya, administrator akan menentukan dengan siapa Anda dapat berbagi dan berkolaborasi melalui file Drive. Trust Rules untuk Google Drive PC tersedia melalui domain rilis cepat dan rilis terjadwal. Fitur tersedia mulai tanggal 14 Juli 2022. Fitur dapat diakses oleh admin melalui konsol dan menu Rules. Ketersediaan fitur Trust Rules Google Drive PC tersedia di beberapa edisi Google Workspace, yaitu Workspace Enterprise Plus, Enterprise Standard, Education Plus, dan Education Standard. Namun fitur ini tidak tersedia untuk Workspace edisi Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits. Trust Rules juga tidak tersedia untuk G Suite Basic dan G Suite Business.  Baca juga: Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Software dengan Google Workspace Mengatur cara berbagi file adalah salah satu langkah preventif terhadap risiko keamanan siber. Hadirnya fitur Trust Rules di Google Drive PC akan melindungi file penting dan sensitif di perusahaan Anda dari potensi bahaya yang bisa menimbulkan kerugian seperti peretasan data oleh oknum tidak bertanggung jawab, baik dari pihak internal maupun eksternal. Fitur Trust Rules Google Drive PC tersedia untuk Google Workspace Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner, EIKON Technology menawarkan beragam produk Google resmi dan berlisensi. Kami juga menyediakan layanan konsultasi, mulai dari perencanaan hingga pemasangan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya

GCal atau Google Calendar baru saja meluncurkan fitur penjadwalan janji temu (appointment scheduling) yang memungkinkan pengguna untuk membagikan ketersediaan mereka melalui booking page. Dengan adanya fitur baru GCal ini, Anda dapat membagikan ketersediaan waktu kepada pihak eksternal perusahaan, klien, dan mitra agar penjadwalan rapat lebih mudah. Per 12 Juli 2022, Google Calendar mempermudah berbagi jadwal janji temu di web melalui tombol Share yang baru. Pembaruan ini memungkinkan penyelenggara event untuk menyalin tautan singkat ke semua jadwal janji temu atau booking page tertentu saja, serta menambahkan HTML untuk menyematkannya di situs web mereka. Cara membagikan jadwal Anda dari GCal Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum membagikan jadwal Anda dari aplikasi Google Calendar, perlu diingat bahwa booking page yang telah dibuat bersifat publik dan tidak akan terpengaruh oleh pengaturan berbagi Calendar. Siapa pun yang memiliki tautan dapat melihat booking page, foto profil, serta nama akun Anda. Sekarang, mari simak cara membagikan tautan jadwal Anda dari GCal. Di komputer Anda, buka Google Calendar. Pada kisi kalender, klik jadwal janji temu yang ingin dibagikan Di samping “Open booking page”, klik Share. Di bawah “Link”, pilih salah satu opsi: Untuk membagikan tautan semua layanan di kalender Anda, klik All appointment schedules. Untuk membagikan tautan untuk layanan tertentu di kalender Anda, klik A single booking page. Klik Copy link kemudian tekan Done. Baca juga: Tampilan Email Undangan Google Calendar Berubah, Jadi Seperti Apa? Cara tambahkan tombol jadwal janji temu ke situs web Di komputer Anda, buka Google Calendar. Pada kisi kalender, klik jadwal janji temu yang ingin dibagikan Di samping “Open booking page”, klik Share. Di bagian bawah “Website embed”, pilih salah satu opsi: Untuk membuat tombol semua layanan di kalender Anda, klik All appointment schedules. Untuk membuat tombol layanan tertentu di kalender Anda, klik A single booking page. Untuk membuka opsi “Button with popup”, klik Expand. Sedangkan untuk menambahkan tombol ke situs web Anda, klik Copuy code. Tempelkan kode ke dalam HTML situs web Anda. Klik Done. Cara sematkan booking page ke situs web Di komputer Anda, buka Google Calendar. Pada kisi kalender, klik jadwal janji temu yang ingin dibagikan Di samping “Open booking page”, klik Share. Di bagian bawah “Website embed”, pilih salah satu opsi: Untuk membuat tombol semua layanan di kalender Anda, klik All appointment schedules. Untuk membuat tombol layanan tertentu di kalender Anda, klik A single booking page. Jika ingin membuka opsi “Inline booking page”, klik Expand. Untuk menyematkan booking page langsung ke situs web Anda, klik Copy code. Tempelkan kode ke dalam HTML situs web Anda. Klik Done. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mulai menggunakan fitur baru ini tidak diperlukan pengaturan dari administrator. Pengguna bisa langsung membagikan atau menyematkan tautan sesuai kebutuhan. Fitur baru GCal ini tersedia untuk domain rilis cepat sekaligus rilis terjadwal. Untuk rilis cepat dimulai pada tanggal 12 Juli 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk rilis terjadwal dimulai pada tanggal 27 Juli 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia untuk pengguna Google Workspace Individual, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits customers. Namun tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Frontline, G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan Google Accounts pribadi.  Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Google Workspace menyebutkan bahwa fitur berbagi GCal ini termasuk dalam rilisan yang akan datang dan termasuk dalam roadmap tahun 2022. Itu artinya, akan hadir lebih banyak lagi fitur produktivitas yang bisa Anda gunakan untuk memudahkan berbagai aktivitas kerja. Agar tidak tertinggal fitur baru dari berbagai aplikasi produktivitas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Cloud

Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud

Google Cloud memiliki dan mengoperasikan salah satu jaringan tulang punggung terbesar di dunia untuk menghubungkan pusat datanya. Saat lalu lintas Anda berada di jaringan Google, maka tidak perlu lagi transit di internet publik, sehingga kecil kemungkinannya untuk diserang atau dimanipulasi. Dalam jaringan Google, data dienkripsi saat transit dan diberi perlindungan penolakan layanan yang kuat. Dengan keamanan jaringan yang melekat ini, Anda memiliki akses ke layanan yang membantu melindungi aplikasi dari ancaman dan serangan berbasis jaringan lebih jauh lagi. Artikel kali ini akan membahas lebih jauh bagaimana keamanan Google Cloud melindungi jaringan dan aplikasi Anda. Keamanan aplikasi Ketika membangun situs web, aplikasi, atau layanan berbasis API, Anda harus memikirkan sistem perlindungan dari berbagai serangan seperti: Serangan bot: digunakan untuk menghapus situs atau digunakan untuk penipuan. Serangan DDoS (Distributed Denial of Service): menyebabkan downtime yang tidak direncanakan. Pencurian kredensial: dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari phishing nama pengguna dan sandi atau menggunakan kredensial yang bocor untuk mendapatkan akses ke sistem. Penipuan Aplikasi: dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pelaku kejahatan menggunakan identitas curian untuk melakukan pembelian (tiket, produk yang dirilis terbatas) atau mengajukan pinjaman bank. Serangan API: dapat mencakup serangan DDoS terhadap API perusahaan yang mencoba memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi sensitif. Google Cloud Load Balancing Photo Credit: Google Cloud Blog Saat menggunakan HTTP(S) Load Balancing, Anda telah memanfaatkan penyeimbang beban Layer 7 berbasis proxy. Ini memungkinkan Anda menjalankan dan menskalakan layanan di belakang satu alamat IP eksternal. Skala tempat beroperasi memberikan pertahanan otomatis terhadap serangan DDoS volumetrik serta protokol Layer 3 dan Layer 4. Anda dapat melindungi aplikasi dari semua serangan tersebut dengan menggunakan solusi Web App and API protection (WAAP) Google Cloud. WAAP menggabungkan Cloud Armor, Apigee, dan reCAPTCHA Enterprise untuk membantu Anda mengurangi banyak ancaman umum. Cloud Armor: Proteksi DDoS dan Web Application Firewall Photo Credit: Google Cloud Blog Cloud Armor bekerja dengan Cloud Load Balancing dan membantu mengurangi serangan DDoS. Caranya adalah dengan memfilter permintaan web yang masuk berdasarkan lokasi pengakses atau sejumlah parameter L7 seperti cookie atau query strings. Setiap kebijakan keamanan di Cloud Armor terdiri dari serangkaian aturan yang memfilter lalu lintas berdasarkan kondisi seperti alamat IP pengakses, rentang IP, hingga kode wilayah. Cloud Armor juga merupakan web application firewall (WAF) lengkap dan berisi aturan yang telah dikonfigurasi sebelumnya dari ModSecurity Core Rule Set untuk mencegah serangan web yang paling umum dan upaya eksploitasi kerentanan seperti injeksi SQL dan skrip lintas situs. Baca juga: Memahami Keamanan Infrastruktur Google Cloud reCAPTCHA Enterprise: Melindungi dari bot dan penipuan Photo Credit: Google Cloud Blog Merupakan layanan cloud yang menyediakan perlindungan terhadap penipuan dan bot. Layanan ini memanfaatkan pembelajaran Google Cloud dengan layanan reCAPTCHA yang telah melindungi jutaan situs. Sistem membawa banyak sinyal dari klien JavaScript di browser atau SDK di aplikasi dan mempelajari per situs untuk membedakan aktivitas manusia dengan bot. Dapat bekerja dengan backend situs web apa pun dan tidak mengharuskan pengguna untuk memecahkan teka-teki visual. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Apigee: Keamanan API Apigee menyediakan satu titik pengelolaan untuk API melalui seluruh siklus proses, baik dari perspektif pengembangan maupun operasi. Platform memeriksa permintaan API untuk melindungi, menskalakan, mengadaptasi, mengontrol, dan memantau lalu lintas API. Kebijakan siap pakai Apigee memungkinkan Anda menambah API dengan fitur untuk mengontrol lalu lintas, meningkatkan kinerja, dan menegakkan keamanan tanpa menulis kode apa pun. Baca juga: Cara Google Cloud Amankan Rantai Pasok Software Anda Lalu lintas API dapat dibatasi oleh kuota untuk mencegah penyalahgunaan dan untuk mempertahankan diri dari serangan DDoS. Misalnya, ini dapat menilai batas sesuatu seperti pendaftaran akun atau checkout secara berbeda dari kueri penelusuran di seluruh katalog produk. Contoh Aplikasi Web & Arsitektur keamanan API Photo Credit: Google Cloud Blog Dari sini dapat disimpulkan bahwa Google Cloud telah didukung oleh beberapa layanan dan platform untuk memberikan perlindungan terbaik terhadap jaringan dan aplikasi penggunanya. Tingkatkan keamanan jaringan dan aplikasi Anda dengan solusi komputasi awan Google Cloud. EIKON Technology siap membantu Anda dalam implementasi solusi, mulai dari perencanaan hingga pemeliharaannya nanti. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Space Managers Kini Dapat Ubah Akses di Google Chat, Bagaimana Caranya?

Di awal tahun 2022 ini, Google Chat mengumumkan kapabilitas untuk berbagi Spaces lebih luas. Caranya adalah dengan mengizinkan audiens tertentu di perusahaan Anda untuk bergabung ke dalam Space melalui tautan. Di bulan Juli 2022 ini, Space Managers sebagai pengelola ruang kini dapat mengatur akses, baik menuju Space baru maupun Space yang sudah ada sebelumnya. Bagaimana kapabilitas ini bekerja? Mengubah akses Space di Google Chat Per tanggal 7 Juli 2022, Space Managers dapat mengubah akses menuju Space baru atau yang sudah ada sebelumnya. Pengelola kini dapat mengatur akses Space menjadi “Restricted” untuk membatasi akses bagi pengguna tertentu atau “Discoverable” agar Space dapat ditemukan oleh orang-orang dalam perusahaan Anda seiring berkembangnya percakapan. Pembaruan ini menghilangkan kebutuhan untuk membuat ruang baru agar dapat dibagikan dan ditemukan. Artinya, Anda tak perlu lagi membuat ruang baru jika kemudian terdapat tambahan peserta yang ingin bergabung. Selain itu, kapabilitas ini juga membantu memastikan Space dapat diperbarui dengan akses yang tepat.  Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur ini tidak diperlukan konfigurasi ulang dari administrator. Sedangkan untuk end user, hanya pengelola Space yang dapat mengubah akses ke ruang baru dan yang sudah ada dengan menavigasi ke opsi “View Members” yang ada pada menu drop-down di dalam Space > Space access section > Update access. Baca juga: Kontrol Admin Untuk Spaces yang Dapat Ditemukan di Google Chat Cara mengatur akses Space di Google Chat Menyetel akses default untuk Space baru yang dibuat pengguna: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Apps, lalu Google Workspace, pilih opsi Google Chat and classic Hangouts. Klik Sharing settings lalu pilih Space access default. Pilih setelan: Primary Target Audience: Siapa pun yang ada dalam grup dapat menemukan dan bergabung dengan Space terpilih. Restricted: Hanya orang dan grup yang ditambahkan yang dapat bergabung dengan Space terpilih. Klik Save. Baca juga: Fitur Context-Aware Access di Google Workspace untuk Penolakan Akses dengan Konteks Memilih audiens untuk Space yang dapat ditemukan Masuk ke konsol Google Admin Anda. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Apps dan pilih Google Workspace, lalu klik Google Chat and classic Hangouts. Klik Sharing settings, lalu Target audiences. Audiences list menunjukkan audiens target yang sudah dimasukkan, sesuai urutan kemunculannya di setelan berbagi pengguna. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan unit organisasi teratas dipilih. Jika tidak, pilih unit organisasi turunan atau grup konfigurasi. Tambahkan satu atau beberapa audiens: Klik Add target audiences. Pilih opsi: Centang kotak hingga 5 audiens target yang ingin Anda pilih. Telusuri audiens dengan memasukkan beberapa huruf pertama dari namanya. Untuk menghapus audiens target, di samping audiens, klik ikon [X] untuk menghapus audiens target. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Sedangkan untuk mengubah urutan kemunculan audiens target di setelan berbagi tautan pengguna, pilih salah satu opsi berikut: Seret audiens ke posisi baru. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Masukkan urutan yang Anda inginkan untuk muncul di kotak di sebelah kiri nama audiens. Catatan: Posisi pertama adalah audiens target utama (default), yang muncul pertama kali dalam daftar rekomendasi berbagi pengguna. Klik Save. Ketersediaan fitur Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan lama G Suite Basic dan Business. Tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Fitur diluncurkan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 7 Juli 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain terjadwal dimulai pada tanggal 29 Juli 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Spaces adalah kapabilitas baru dari Google Chat yang memungkinkan pengguna akun Gmail berkumpul dalam grup melalui undangan, untuk kemudian memulai percakapan dan berbagi hal-hal seperti tautan, artikel, video, dan gambar. Hadirnya Spaces sekaligus membuktikan komitmen Google Workspace sebagai platform produktivitas kerja yang mendukung kolaborasi.  Optimalkan penggunaan Google Chat dan aplikasi lain dalam ekosistem Google Workspace dengan berlangganan paket yang sesuai kebutuhan Anda. Dapatkan paket berlangganan Google Workspace untuk penggunaan skala besar hanya di EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google form, Google Workspace

Cara Menerapkan Rich Text Format pada Google Forms

Rich Text Format atau RTF merupakan format penulisan universal yang digunakan pengolah kata. Format ini diciptakan oleh Microsoft Corporation mulai dari tahun 1987 hingga 2007 untuk pertukaran dokumen lintas platform dengan produk Microsoft. Artinya, dengan RTF ini, teks akan tetap terbaca meski tidak dibuka melalui aplikasi Microsoft Word. Sama seperti namanya, RTF “memperkaya” tampilan teks. RTF membuat teks dapat dipertebal, diberi garis bawah, hingga disematkan tautan untuk menuju halaman atau dokumen lain.  Nah, Rich Format Text kini hadir di Google Forms agar tampilan formulir Anda lebih mudah terbaca. Bagaimana cara mengaktifkan pemformatan tersebut? Rich Text Format pada Google Forms Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, update Google Forms menghadirkan lebih banyak pilihan font. Selain opsi baru untuk menata font tersebut, Rich Text Formatting kini tersedia di Google Forms, memungkinkan Anda untuk menyesuaikan dan menambahkan penekanan pada formulir yang sedang dibuat. Fitur ini memungkinkan Anda untuk dapat menggunakan huruf tebal (bold), garis bawah (underline), miring (italic), hyperlink, serta daftar dalam judul, judul pertanyaan, dan deskripsi. Baca juga: Update Google Forms: Kini Tersedia Lebih Banyak Pilihan Font Cara menerapkan Rich Text Form di Google Forms Dengan fitur baru ini Anda dapat menambahkan tautan, daftar bernomor (numbered lists), dan daftar berpoin (bulleted lists) ke teks di formulir. Selain itu, kini Anda juga dapat menebalkan, memiringkan, dan menggarisbawahi teks dalam formulir. Namun penting untuk diingat, Anda hanya dapat memformat teks pada bagian judul, pertanyaan, dan deskripsi. Anda tidak dapat memformat opsi jawaban. Berikut beberapa cara untuk menerapkan Rich Text Format di Google Forms: Menebalkan, miringkan, atau garis bawahi teks Di komputer Anda, buka formulir yang ingin diformat di Google Forms. Klik item yang ingin Anda edit. Pilih teks yang ingin Anda ubah. Memformat teks bisa dilakukan dengan cara berikut Untuk menebalkan: Klik Tebal . Untuk mencetak miring: Klik Miring . Untuk menggarisbawahi: Klik Garis Bawah . Menambahkan daftar bernomor atau berpoin Di komputer Anda, buka formulir di Google Forms. Klik bagian deskripsi yang ingin diberi tambahan daftar. Pilih daftar: Untuk menambahkan daftar bernomor: Klik Numbered list . Untuk menambahkan daftar berpoin: Klik Bulleted list . Jika Anda tidak dapat menemukan opsi tersebut, klik More dan pilih opsi Description. Baca juga: Mengenal Data Loss Prevention (DLP), Kebijakan untuk Melindungi Data Sensitif di Google Forms Ketersediaan fitur Photo Credit: karlyukav (Freepik) Rich Text Format ini tidak memerlukan kontrol dari administrator. Sedangkan bagi end user yang ingin mengakses Rich Text Format, klik opsi create a Form > add or edit text > dan pilih format yang ingin Anda terapkan pada teks. Fitur ini dirilis pada tanggal 28 Juni 2022 melalui domain rilis cepat (dengan peluncuran bertahap hingga 15 untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur juga dirilis melalui domain rilis terjadwal pada tanggal 19 Juli 2022 (dengan peluncuran penuh, 1-3 untuk visibilitas keseluruhan fitur). Pemformatan baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. RTF di Google Forms juga tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Baca juga: Cara Mudah Membuat Google Forms dengan Baik Dengan hadirnya Rich Text Format di Google Forms, Anda memiliki lebih banyak keleluasaan untuk memberi penekanan pada teks. Terlebih kini integrasi antar aplikasi Google pun menjadi lebih mudah dan praktis melalui Google Workspace. Menariknya lagi, Google Workspace juga bisa diatur untuk penggunaan skala besar seperti untuk perusahaan atau institusi pendidikan. Mulai ciptakan ekosistem kerja yang lebih kolaboratif dengan Workspace. Bingung memilih mana edisi Workspace yang harus dipilih? EIKON Technology menyediakan paket Google Workspace yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC

Google Meet PC hingga kini masih menjadi aplikasi andalan untuk melakukan virtual meeting. Entah itu meeting kerja, memberikan webinar, atau sekadar menghubungi teman-teman yang lama tak bersua, semua bisa dilakukan dengan mudah lewat Meet via PC. Dibandingkan dengan versi aplikasi handphone memang versi PC menawarkan lebih banyak fitur. Anda bahkan tidak perlu mengunduh aplikasi khusus untuk bisa mulai berkomunikasi via Google Meet PC. Kini, melakukan virtual meeting bahkan bisa dimulai dengan cepat dan efisien dengan integrasi terbaru antara Google Meet dengan Google Calendar. Apa kelebihan yang ditawarkan? Daftar Tamu Google Meet PC Photo Credit: Google Workspace Updates Di Google Meet PC, kini Anda dapat melihat peserta yang diundang ke meeting, tetapi belum bergabung ke panggilan. Para peserta ini sekarang dapat ditemukan di bawah tab berjudul “Also invited”. Selain itu, Anda juga dapat melihat status RSVP (konfirmasi kehadiran) semua orang di undangan, termasuk peserta “opsional” dan catatan RSVP tambahan. Fitur Daftar Tamu atau Guest List ini sendiri merupakan integrasi antara Google Meet dengan Google Calendar. Itu artinya, setiap peserta yang telah menandai konfirmasi kehadiran melalui event di Calendar, secara otomatis akan masuk ke Daftar Tamu Google Meet. Bagi penyelenggara, hal ini tentu akan lebih memudahkan pengelolaan peserta, terutama sebelum acara berlangsung. Baca juga: Fitur De-Reverberation Kini Tersedia di Google Meet PC dan Aplikasi Pop-up konfirmasi Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru ini juga dilengkapi dengan pop-up notifikasi yang akan memastikan kehadiran peserta. Jika kemudian terdapat peserta yang sudah menyatakan kehadiran tapi belum muncul di meeting, sistem secara otomatis akan menampilkan informasi kontak mereka. Dari situ, Anda dapat menghubungi pengguna tersebut melalui Chat untuk mengonfirmasi apakah mereka akan bergabung langsung dari Meet, sehingga tidak perlu membuka tab tambahan atau berangkat dari aplikasi Google lainnya. Hadirnya fitur ini diharapkan dapat memudahkan pengguna memulai rapat secara efisien dengan memastikan siapa yang belum bergabung lebih cepat dan mengirimkan pesan melalui Chat langsung dari Meet. Semuanya bisa dilakukan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Mulai menggunakan fitur Fitur baru di Google Meet PC ini tidak memerlukan pengaturan konfigurasi dari administrator. Sedangkan bagi end user dari edisi Google Workspace yang memenuhi syarat, fitur ini akan tersedia secara default untuk panggilan Meet dengan event dari Calendar. Baca juga: Picture-In-Picture dan Multi-Pinning Kini Tersedia untuk Google Meet di Chrome Ketersediaan fitur Kapan fitur baru Google Meet PC ini rilis? Fitur ini hadir mulai tanggal 29 Juni 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Rollout yang diperpanjang akan berjalan kemungkinan lebih dari 15 hari untuk visibilitas keseluruhan fitur. Lalu, untuk edisi Google Workspace mana saja fitur memulai meeting ini tersedia? Fitur tersedia untuk Google Workspace edisi Enterprise Standard, Enterprise Plus, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Education Fundamentals, Education Standard, the Teaching & Learning Upgrade, Education Plus, pelanggan Non profit, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Perlu diingat, fitur integrasi Google Meet dengan Calendar ini tidak tersedia untuk Google Workspace edisi Essentials, Enterprise Essentials, dan Individual. Serta user Google Accounts pribadi.  Baca juga: Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC? Google Meet PC hingga sekarang masih menjadi aplikasi andalan untuk melakukan virtual meeting dan video call, terutama untuk panggilan dalam skala besar. Selain fitur baru yang menghubungkan Meet dengan Calendar, Google juga menghadirkan beragam integrasi menarik untuk memudahkan pekerjaan Anda melalui Google Workspace. Dapatkan Google Workspace for Business untuk mendukung produktivitas kerja Anda dalam skala besar hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk-produk Google resmi beserta layanan konsultasi untuk pemasangan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Google Workspace

Proteksi Baru terhadap Perubahan Konfigurasi Google Workspace, Seperti Apa?

Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan mengamati perubahan yang terjadi pada konfigurasi sistem kerja Anda. Jika konfigurasi berubah tanpa sepengetahuan Anda, bukan tidak mungkin sistem telah disusupi oleh pihak yang memiliki maksud buruk. Untuk itulah Google Workspace meluncurkan sistem proteksi baru melalui notifikasi mereka. Seperti apa? Notifikasi perubahan konfigurasi sensitif Setelah update terbaru di akhir bulan Juni 2022 lalu, melalui Alert Center, administrator akan diberi tahu tentang perubahan penting dan sensitif pada konfigurasi Google Workspace mereka. Secara khusus, Alert Center akan mengeluarkan peringatan saat salah satu peristiwa berikut muncul pada log audit Anda: Perubahan pada administrator utama (primary admin). Penambahan profil SSO baru (hanya jika profil SSO pihak ketiga telah ditambahkan dan diaktifkan untuk perusahaan Anda). Pembaruan profil SSO (hanya jika profil SSO pihak ketiga telah diperbarui untuk perusahaan Anda). Penghapusan profil SSO (hanya jika profil SSO pihak ketiga telah dihapus untuk perusahaan Anda). Reset sandi untuk super admin (ketika sandi disetel ulang untuk akun super admin). Di samping itu, Google Workspace juga berencana memperkenalkan peringatan untuk tindakan berisiko tinggi dari waktu ke waktu. Pembaruan akan otomatis muncul setelah pengujian selesai. Photo Credit: Google Workspace Updates Mengapa notifikasi ini penting? Photo Credit: Google Workspace Updates Proteksi keamanan melalui notifikasi ini memang hanya bisa dilihat oleh administrator. Hanya saja, dampaknya akan terasa oleh seluruh pihak yang ada dalam lingkungan kerja Google Workspace. Sebab, peringatan cerdas tambahan ini akan memantau dengan cermat beberapa tindakan sensitif, sehingga memudahkan admin untuk tetap mengetahui perubahan berisiko tinggi pada lingkungan mereka dan kemungkinan tindakan jahat yang dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Untuk setiap peringatan, admin dan super admin akan menerima notifikasi email dengan informasi penting terkait hal tersebut. Setelah peringatan diterima, admin dapat menggunakan alat investigasi keamanan untuk menyelidiki insiden lebih lanjut. Baca juga: Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Software dengan Google Workspace Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Domain untuk rilis cepat dan rilis terjadwal sama, yaitu melalui peluncuran bertahap mulai 28 Juni 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Perlu diingat, fitur ini hanya tersedia untuk administrator. Bagi admin dan super admin, fitur peringatan serta pemberitahuan email ini akan aktif secara default dan tidak dapat dinonaktifkan. Untuk melakukan pengaturan mengenai siapa yang akan menerima email peringatan, Anda bisa melihat poin selanjutnya. Sementara itu, Google Workspace juga telah menyediakan halaman Help Center khusus yang dapat diakses jika Anda memerlukan detail lebih lanjut. Baca juga: Fitur Context-Aware Access di Google Workspace untuk Penolakan Akses Cara mengatur email notifikasi Untuk mengatur siapa saja yang mendapat email notifikasi, administrator bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Di halaman beranda konsol Admin, buka Rules. Halaman Rules mencantumkan aturan untuk peristiwa keamanan yang dapat dilacak seperti login yang mencurigakan, perangkat yang disusupi, sandi yang bocor, atau pengguna yang baru ditambahkan. Untuk beberapa peristiwa ini, Anda dapat mengaktifkan notifikasi (akan muncul di Alert Center). Semuanya dapat  diatur untuk memunculkan notifikasi email. Klik sebuah rule untuk membuka halaman Rule details. Klik panel Actions. Jika terdapat opsi Alerts, pastikan peringatan dihidupkan dan pilih tingkat keparahan default. Jika Anda menonaktifkan peringatan, pemberitahuan email tidak akan dikirim. Pada opsi Send email notifications, Anda memiliki opsi untuk memilih All super administrators serta mengklik Add email recipients untuk menambahkan beberapa penerima dari daftar pengguna di domain Anda. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Dengan adanya pembaruan ini, administrator akan langsung mengetahui jika terdapat perubahan konfigurasi pada ekosistem kerja Google Workspace perusahaan Anda, terutama jika konfigurasi tersebut bersifat sensitif. Hal ini tentu saja akan memudahkan pelacakan tindak kejahatan yang menyusup ke dalam sistem. Selain menawarkan berbagai kemudahan, Google Workspace juga terus meningkatkan keamanan. Jadi Anda dan tim pun dapat bekerja dengan nyaman serta aman. Fitur keamanan ini membuat Anda tertarik untuk mulai mengadopsi lingkungan kerja Google Workspace? Paket Google Workspace for Business telah tersedia di EIKON Technology. Di EIKON Technology, Anda akan mendapatkan pendampingan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga pemasangan sistem. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Meet, Google Workspace

Tampilan Email Undangan Google Calendar Berubah, Jadi Seperti Apa?

Salah satu kapabilitas yang dimiliki GCal atau Google Calendar adalah mengirimkan undangan event langsung ke email peserta. Menariknya lagi, peserta juga akan mendapat notifikasi mendekati datangnya event. Dengan begitu, peserta pun tidak akan melewatkan jadwal untuk mengikuti event yang sudah tercatat dalam GCal. Dalam update Google Calendar yang muncul pada tanggal 13 Juni 2022 lalu, terdapat pemberitahuan bahwa tampilan layout email yang dikirim GCal akan berubah. Seperti apa? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut ini. Perubahan tampilan layout email dari Google Calendar Update ini memperbarui tata letak email yang dikirim oleh Google Calendar. Perubahannya terletak pada bagian detail acara yang sudah tersimpan di aplikasi. Dengan membuat detail acara utama lebih mudah diakses dan berguna, pembaruan ini memungkinkan Anda menemukan dan menindaklanjuti informasi terpenting acara dengan cepat. Selain itu, ketika Anda menerima email yang memberi tahu tentang modifikasi suatu acara, seperti waktu atau perubahan lokasi, maka informasi lama dan informasi yang diperbarui akan ditampilkan. Photo Credit: Google Workspace Updates Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan tampilan baru ini? Untuk menikmati tampilan baru ini Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan. Sebab, ini merupakan layout baru email dari GCal yang efektif per 13 Juni 2022. Email yang Anda dapat mungkin masih menggunakan tampilan lama, karena update ini sendiri dilakukan berangsur-angsur. Begitu juga untuk administrator Google Workspace. Tidak diperlukan kontrol atau konfigurasi tambahan dari administrator untuk memunculkan fitur baru ini. End user pun bisa langsung menikmati tampilan email yang ditingkatkan ini. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Ketersediaan update  Tampilan baru ini akan muncul otomatis pada email Anda. Sebab, layout ini telah resmi menjadi tampilan baru email dari Google Calendar. Email akan berubah otomatis setelah tanggal 13 Juni 2022. Untuk domain rilis cepat, update akan muncul secara bertahap mulai tanggal 13 Juni 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal menjalani peluncuran penuh mulai tanggal 27 Juni 2022 (hingga 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia untuk seluruh semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama, serta untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks Cara membuat undangan dengan GCal Anda dapat menambahkan siapa saja yang memiliki alamat email ke acara, meski mereka tidak memiliki Google Calendar. Melalui Komputer Tambahkan orang ke acara Anda Di komputer Anda, buka Google Calendar. Pilih acara, lalu klik Edit event. Di sebelah kanan, di bawah “Guests“, mulailah mengetik nama orang tersebut dan pilih seseorang dari kontak Anda. Bisa juga dengan mengetikkan alamat email untuk mengundang orang yang tidak ada dalam daftar kontak. Untuk menandai tamu sebagai opsional: Di samping nama tamu, klik ikon orang tersebut. Jika Anda tidak melihat ikonnya, arahkan kursor ke nama tamu. Setelah selesai mengedit acara, klik Save. Saat Anda menyimpan acara, undangan email akan dikirim ke tamu Anda. Anda tidak dapat menambahkan orang ke acara yang dibuat secara otomatis dari Gmail. Melalui Android Di ponsel atau tablet Android Anda, buka aplikasi Google Calendar. Buka acara yang ingin Anda tambahkan orang. Ketuk Edit. Klik Invite people. Masukkan nama atau alamat email orang yang ingin Anda undang. Ketuk Done. Untuk mengetahui kapan jadwal tamu Anda kosong, geser ke bawah atau ketuk View schedule. Klik Save. Saat Anda menyimpan acara, undangan email akan langsung dikirim ke tamu Anda. Anda hanya dapat menambahkan orang ke acara yang tidak dibuat secara otomatis dari Gmail. iPhone atau iPad Photo Credit: Rawpixel Di iPhone atau iPad, buka aplikasi Google Kalender . Edit atau buat acara yang ingin Anda tambahkan orang. Ketuk Edit. Ketuk Add guests. Masukkan nama atau alamat email orang yang ingin Anda undang. Ketuk Done. Untuk mengetahui kapan jadwal tamu Anda kosong, geser ke bawah atau ketuk View schedules. Ketuk Save. Saat Anda menyimpan acara, kami akan mengirimkan undangan email ke tamu Anda. Anda hanya dapat menambahkan orang ke acara yang tidak dibuat secara otomatis dari Gmail. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Dengan tampilan baru ini, Anda bisa mendapat informasi yang lebih jelas mengenai event dari GCal. Untuk integrasi yang lebih optimal antara Google Calendar dan Gmail, terutama dalam penggunaan berskala besar, ada baiknya Anda menggunakan Google Workspace, untuk perusahaan bisa menggunakan edisi For Business. Sedangkan untuk instansi pendidikan bisa menggunakan edisi For Education. EIKON Technology siap membantu Anda mulai dari perencanaan hingga implementasi. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Google Meet, Google Workspace

Fitur De-reverberation Kini Tersedia di Google Meet PC dan Aplikasi

Google Meet PC dan aplikasi kini seolah menjadi kebutuhan tersendiri. Berbagai acara daring telah terselenggara dengan bantuan Meet, mulai dari webinar, workshop, hingga kegiatan sehari-hari seperti rapat dan kuliah. Oleh karenanya, Google terus mengembangkan aplikasi tersebut. Pengguna pun bisa mendapatkan pengalaman video meeting yang terasa lebih dekat dan nyata. Di bulan Juni 2022 lalu, Google Meet PC dan aplikasi smartphone meluncurkan beberapa pembaruan baru. Salah satunya adalah pembaruan yang menghadirkan fitur de-reverberation untuk mengurangi gema yang muncul saat Anda melakukan video meeting. Bagaimana cara kerjanya? Fitur de-reverberation di Google Meet PC dan aplikasi Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Pernahkah suara Anda atau peserta video meeting lain terdengar bergema saat menggunakan Google Meet PC maupun aplikasi? Hal ini sangat wajar terjadi karena bagaimanapun juga, video meeting lewat aplikasi menggunakan perangkat audio yang berbeda. Perangkat yang Anda pakai pasti berbeda dengan peserta lainnya. Inilah yang kemudian menimbulkan gema. Untuk mengatasi hal tersebut, Google Meet kemudian memperkenalkan fitur de-reverberation atau anti-gema. Saat fitur ini aktif maka gema pada audio akan diredam. Fitur ini sendiri merupakan tambahan dari kapabilitas yang telah diluncurkan sebelumnya, yaitu kapabilitas untukn memfilter suara latar seperti pengetikan keyboard. Lewat fitur de-reverberation ini, Google Meet menghapus gema dari suara yang direkam oleh mikrofon Anda. De-reverberation akan secara otomatis menyaring gema yang diciptakan oleh ruang dengan permukaan keras, seperti ruang bawah tanah atau dapur, membantu memastikan kualitas audio yang optimal. Mulai menggunakan fitur Untuk mengaktifkan fitur ini tidak diperlukan konfigurasi khusus dari administrator. Google Meet juga telah menerbitkan panduan penggunaan fitur yang bisa diakses secara gratis pada halaman Help Center Google Workspace.  Namun administrator telah diberi pengaturan khusus untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur saat video meeting terjadi di lingkungan Workspace perusahaan atau institusi. Begitu pula untuk end-user yang dibekali dengan opsi untuk memfilter bunyi agar kualitas panggilan tetap baik. Baca juga: Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC? Cara mengaktifkan noise cancellation untuk administrator Kini pengguna hardware Google Meet PC dapat menggunakan peredam bising agar suara terdengar lebih jernih dan menghilangkan kebisingan latar belakang. Noise cancellation diaktifkan secara default untuk sebagian besar edisi Google Workspace. Namun fitur ini dinonaktifkan secara default untuk akun Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Sebagai administrator Workspace, Anda dapat menentukan apakah fitur ini aktif atau nonaktif di awal setiap panggilan. Pengguna masih dapat mengubah setelan untuk panggilan individual. Untuk informasi selengkapnya tentang edisi dan lokasi Google Workspace yang mendukung peredam bising, silakan kunjungi halaman ini. Masuk ke konsol Google Admin Anda. Dari halaman beranda konsol Admin, buka menu Devices dan pilih Google Meet hardware. (Opsional) Filter perangkat menurut unit organisasi atau kriteria lainnya. Klik perangkat yang ingin Anda kelola. Pilih bagian Device settings untuk memperluasnya. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Klik Edit yang ada di sebelah Noise cancellation. Centang atau hapus centang di sebelah Noise cancellation is on at the beginning of each call. Klik Save untuk menyimpan pengaturan. Ketersediaan fitur Fitur ini telah tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, upgrade Teaching and Learning, serta Frontline. Namun sayangnya, fitur ini tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Fundamentals, Education Standard, Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan G Business lama. Baca juga: Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams Dengan adanya fitur baru pada Google Meet PC dan aplikasi ini, Anda dapat menghasilkan suara yang lebih jernih selama jalannya vide meeting. Fitur ini pun telah tersedia di Google Workspace for Education maupun Google Workspace for Business sehingga cocok untuk mendukung lingkungan kerja Anda. Dapatkan paket berlangganan Google Workspace khusus untuk penggunaan skala besar seperti perusahaan dan instansi hanya di EIKON Technology. Selengkapnya, silakan klik di sini!

Scroll to Top