EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud, Google Workspace

Komputasi Awan dari Google Cloud untuk Pacu Pertumbuhan Bisnis di Surabaya

Komputasi awan atau cloud computing merupakan suatu inovasi teknologi yang memungkinkan Anda memanfaatkan sistem komputer sebagai sumber daya untuk mendukung berbagai kebutuhan. Salah satunya, kebutuhan penyimpanan data. Salah satu penyedia layanan komputasi awan ini adalah raksasa teknologi, Google. Melalui Google Cloud Platform, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menyediakan layanan cloud yang skalabel sehingga dapat dimanfaatkan oleh siapa pun, baik dalam skala kecil seperti pengguna individu, maupun skala besar di perusahaan mapan. Google Cloud pun dapat dimanfaatkan oleh startup atau UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro). Pada tanggal 15 Juni 2022 lalu, EIKON Technology berkesempatan untuk menyelenggarakan talkshow bersama Google Cloud Indonesia sekaligus menghadirkan pembicara dari PT. Pelindo Husada Citra serta PT. Pakuwon Jati. Talkshow ini membahas bagaimana peluang pemanfaatan cloud untuk meningkatkan geliat bisnis di Surabaya. Persiapan hadapi era digitalisasi Photo Credit: Freepik Pertumbuhan teknologi informasi (TI) di Indonesia sedang menunjukkan tren positif. TI dianggap sebagai sebuah solusi yang dapat membantu perusahaan untuk bisa tetap bertahan dalam kompetisi. Terlebih di era digitalisasi seperti sekarang, kompetisi semakin ketat. Kompetitor tak hanya datang dari skala regional maupun nasional, tapi bahkan global. Solusi komputasi awan dari Google Cloud menawarkan dukungan bagi para pelaku bisnis dalam mengembangkan sekaligus mengamankan data. Selain itu, migrasi ke cloud juga dapat membangun kepercayaan bisnis di masa mendatang. Dengan begitu, perusahaan pun bisa lebih fokus pada kegiatan bisnis utama untuk bersaing dengan kompetitor. Megawaty Khie, Country Director, Google Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan pengguna cloud di Indonesia terus bertambah, “Sejak diperkenalkan 4 tahun lalu, pengguna Google Cloud terus bertambah di Indonesia. Saat ini, sekitar 100-an perusahaan besar telah menjadi mitra Google Cloud. Di Surabaya kami juga bekerja sama dengan Pakuwon Group, Wings Group, Datalabs, dan EIKON Technology,”. Fleksibel, untuk berbagai keperluan bisnis Photo Credit: tirachardz (Freepik) Pemanfaatan Google Cloud pun sangat luas. Solusi komputasi awan ini dapat dimanfaatkan oleh perusahan dari sektor industri mana pun dan dalam skala apa pun. “Google Cloud bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis apa saja baik skala kecil, menengah, maupun besar. Bahkan pelaku UMKM dan startup juga bisa memanfaatkan Google Cloud untuk pengembangan usaha mereka. Sebab, pemanfaatannya tidak memerlukan investasi besar. Bahkan dalam jumlah ratusan ribu, pengusaha UMKM bisa memulai bisnisnya dengan memanfaatkan platform Google Cloud meskipun dengan kapasitas yang tidak besar. Nanti kalau bisnisnya sudah berkembang, kapasitas bisa dinaikkan,” jelas Johannes Candra, CEO EIKON Technology. Dari data EIKON Technology, diketahui bahwa perumbuhan pengguna Google Cloud di Indonesia tergolong besar. EIKON mencatat bahwa mereka mengalami pertumbuhan sekitar 30% di tahun 2021. Di tahun sebelumnya (2020), pertumbuhan EIKON bahklan lebih besar lagi, yakni sekitar 40%. Johannes yakin bahwa ke depannya, pasar Google Cloud akan makin cepat pertumbuhannya. Hemat biaya dengan infrastuktur minimal Photo Credit: Freepik Kelebihan lain komputasi awan sebagai solusi penyimpanan adalah efisiensinya. “Enaknya pakai cloud, kita tidak perlu banyak membangun infrastruktur. Kita hanya butuh storage-nya saja. Dimulai dari yang kecil dulu. Kalau dirasa kurang, nanti bisa ditambah. Dan itu hitungan menit sudah jadi,” jelas Johannes Candra. Pemanfaatannya yang fleksibel pun membuat cloud tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang TI. Terlebih sebagai Google Cloud Partner dengan spesialisasi Work Transformation – Enterprise, EIKON Technology juga menyediakan layanan Google Workspace. Saat ini beberapa perusahaan besar, dari industri manufaktur hingga keuangan, telah memanfaatkan Google Cloud dan menjadi klien EIKON, di antaranya, BukaLapak, Traveloka, Gojek, ticket.com, Lazada, Alfamart, OT Group, Pakuwon Group, Wings Group, Sinarmas, Maspion Group, Cardig Air, hingga instansi seperti BPJS, Waskita Karya, PP Properti, dan banyak lagi lainnya. Dukung tren kerja masa kini Era digitalisasi memunculkan suatu tren kerja baru. Salah satunya adalah tren WFH dan WFA yang memungkinkan pekerja untuk tidak harus datang ke kantor. Tren yang populer di masa pandemi tersebut tentu memicu hambatan baru, yaitu masalah komunikasi dan kolaborasi. Dengan memanfaatkan layanan dari Google Cloud yang didukung oleh Workspace, perusahaan bisa tetap beroperasi dengan lancar meski para karyawan harus bekerja di luar kantor. Terlebih, pemanfaatan teknologi cloud ini juga dapat menghemat biaya dan waktu. Begitu juga dengan analisis keuangan perusahaan. Memanfaatkan aplikasi yang ada di Workspace data keuangan tidak hanya disimpan dengan aman, tapi juga dianalisis dengan cepat. Jadi, perusahaan bisa cepat mengambil strategi dengan akurat. Bahkan data semua customer yang jumlahnya mencapai puluhan ribu bisa tersimpan dengan aman. “Sejak pandemi, kami banyak memanfaatkan Google Workspace untuk keperluan bisnis Pakuwon Group. Kami akan terus melakukan migrasi data dengan Google Cloud untuk semua unit usaha Pakuwon Group,” kata Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon Group. Photo Credit: our-team (Freepik) Daniel Tjandra, CTO Wings Surya pun menambahkan bahwa teknologi digital seperti cloud pun sangat besar manfaatnya sekarang, terutama bagi para pemilik bisnis. “Misalnya dari sisi marketing, sekarang perusahaan bisa mudah melihat seberapa besar kebutuhan pasar dan seberapa besar yang bisa dipenuhi,” Pun demikian dengan distribusi produk. Dengan dukungan teknologi, perusahaan kini dapat selalu memastikan penyebaran produk, apakah sudah merata ke pasar yang dituju atau belum. Jika terdapat kekurangan pun bisa segera dipenuhi. “Biaya lebih hemat dan market bisa berkembang lebih luas. Storage data bisa menyimpan lebih banyak sehingga menghemat biaya. Bahkan bisa meningkatkan performa kerja,” tandasnya.

Google Meet, Google Workspace

Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC?

 Dalam update terbarunya, Google Meet untuk PC menghadirkan kapabilitas baru yang memungkinkan host dari video meeting memiliki lebih banyak opsi saat akan menghapus peserta. Bagaimana cara mengaktifkan kapabilitas baru tersebut? Simak detailnya berikut ini! Kapabilitas baru Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru dari Google Meet untuk PC memungkinkan pengguna untuk mendapat pengalaman video meeting yang lebih lancar dan bebas gangguan. Kini pengguna yang ditunjuk sebagai host meeting (atau co-host meeting), akan memiliki lebih banyak opsi tindakan tambahan saat akan menghapus peserta dari panggilan. Secara khusus, kini pengguna dapat memilih untuk: Langsung menghapus pengguna dari panggilan Membuat laporan penyalahgunaan tambahan Blokir pengguna agar tidak bergabung kembali Google Meet untuk PC menyarankan Anda menggunakan fungsi “Block” atau blokir hanya ketika benar-benar diperlukan. Misalnya, saat peserta terbukti mengganggu jalannya video meeting atau jika peserta melakukan tindak asusila. Penting untuk diingat juga, pengguna yang diblokir bisa kembali ke panggilan secara manual dari panel “People”. Diharapkan, opsi tambahan ini akan mempermudah pengelolaan rapat dan menghindari gangguan lebih lanjut. Selain Google Meet untuk PC, pembaruan ini juga tersedia di perangkat Android dan iOS. Baca juga: Picture-In-Picture dan Multi-Pinning Kini Tersedia untuk Google Meet Di Chrome Cara mengaktifkan kapabilitas baru Google Meet Untuk menghadirkan opsi baru tersebut, tidak memerlukan konfigurasi tambahan dari administrator. Sedangkan end user bisa mempelajari lebih lanjut mengenai cara mengaktifkan fitur ini melalui halaman Help Center Google Workspace. Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk juga pengguna G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, pemilik Google Accounts pribadi. Domain untuk rilis cepat dan terjadwal dimulai dari tanggal 15 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Cara menghapus peserta dari rapat Google Meet untuk PC Di kanan bawah, klik “People ”. Di samping nama peserta, klik “More actions”  dan pilih opsi “Remove from meeting ” atau “Hang up” untuk mengakhiri rapat.  Cara mengakhiri rapat untuk semua Di bagian bawah, klik “Leave call”. Pada jendela yang muncul, klik “End meeting for all”. Opsional: Untuk keluar dari rapat tetapi tidak mengakhirinya untuk semua orang, klik “Leave meeting”. Perlu diingat, fitur “End meeting for all” juga akan mengakhiri ruang kerja kelompok yang terbuka. Jika ada banyak ruang Breakout yang terbuka, ruang utama akan berakhir lebih dulu dan semua ruang Breakout lainnya mungkin memerlukan waktu hingga beberapa menit untuk berakhir. Mengakhiri pertemuan untuk semua Untuk bisa mengakhiri rapat untuk semua, Anda harus mengaktifkan Host Management. Opsi “End meeting for all” akan mengakhiri rapat dan secara otomatis menghapus semua peserta dari rapat, sehingga penyelenggara tidak perlu menghapus peserta satu per satu secara manual. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Beberapa trik yang bisa dicoba Photo Credit: tirachardz (Freepik) Host Workspace dengan Quick access dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya saat mereka mengakhiri rapat untuk semua orang. Saat link rapat yang sama digunakan untuk memulai ulang rapat, penyelenggara rapat dapat mengaktifkan Quick access jika diinginkan. Peserta dapat mengakses link untuk rapat yang telah berakhir, tapi tidak dapat bergabung hingga penyelenggara rapat memulai ulang rapat. Rapat akan dimulai ulang secara otomatis setelah host bergabung kembali. Jika host mengakhiri rapat dengan Quick access aktif, peserta dapat bergabung kembali ke rapat bahkan tanpa host. Pada Google Workspace for Education, untuk memastikan siswa tidak dapat mengakses fitur “end-meeting” untuk memulai atau mengakhiri rapat. Administrator dapat menonaktifkan setelan “Create a meeting” untuk siswa. Secara default, saat rapat yang dibuat dari Classroom berakhir, Quick access dinonaktifkan secara otomatis. Beberapa admin pada edisi Workspace tertentu dapat mengakhiri rapat dengan Investigation Tool. Buat rapat baru setiap kali Anda ingin bertemu dengan kelompok peserta yang berbeda. Jadi, saat Anda memulai ulang rapat yang telah berakhir, semua peserta sebelumnya dapat bergabung. Baca juga: Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams Google Meet untuk PC bisa menjadi solusi komunikasi dan kolaborasi untuk bisnis, terutama jika perusahaan Anda menerapkan model kerja hybrid. Terlebih Meet juga terus meningkatkan dukungan untuk membantu kerja hybrid yang lebih inklusif. Untuk mulai memanfaatkan Meet dalam skala besar, tersedia Google Workspace for Business dan Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized partner Google. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Cloud

Memigrasikan Instances ke MIG Stateful GCP Menggunakan Skrip Python

Managed instance group (MIG) GCP Compute Engine mendukung konfigurasi VM apa pun yang Anda perlukan, sekaligus membantu mengelola VM. Misalnya, ketika VM tiba-tiba berhenti berjalan, maka MIG GCP akan membuat ulang VM sesuai konfigurasi yang Anda tetapkan. Anda juga dapat menyiapkan health check berbasis aplikasi untuk memastikan aplikasi memberi respons seperti yang diharapkan. Jika Anda baru mulai bekerja dengan GCP dan ingin melakukan deploy aplikasi stateful, maka sangat disarankan untuk menggunakan konfigurasi MIG stateful. MIG stateful memungkinkan Anda untuk mempertahankan status unik setiap instances pada VM restart, recreation, auto-healing, maupun update. Artikel kali ini ditujukan kepada mereka yang sudah memiliki aplikasi stateful yang berjalan pada instance Compute Engine mandiri (tidak terkelola) dan ingin memigrasikannya secara otomatis ke MIG stateful menggunakan skrip Python. Kode skrip dan petunjuk terperinci untuk penggunaan dan pemasangannya bisa Anda simak di sini. Persyaratan skrip Photo Credit: Rawpixel Sebelum menjalankan skrip, pastikan instance Anda yang ada memenuhi kriteria berikut: Semua instances sumber harus memiliki konfigurasi yang sama. Boot disk harus stateless. Jika ingin mempertahankan status, Anda masih dapat membuat MIG stateful, namun sistem operasi atau software tidak dapat diperbarui dengan meluncurkan pembaruan boot image. Skrip akan menghentikan instance VM sumber Anda. Skrip membiarkan semua VM sumber berhenti agar mudah dikembalikan jika MIG tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Baca juga: API Management yang Lebih Efisien dengan Apigee dari GCP Langkah-langkah skrip Photo Credit: Rawpixel Hentikan semua instance Jika perlu, buat boot disk image Buat template instance berdasarkan properti instance yang dipilih, abaikan disk data yang dilampirkan dan buat MIG kosong. Untuk setiap instance dalam grup asli, lakukan langkah-langkah berikut: Kloning semua instance disks kecuali boot disk. Buat instances di MIG berdasarkan instance template dan sertakan disk kloning dari instances sumber. Cetak perintah untuk membersihkan instances sumber setelah Anda memverifikasi bahwa MIG stateful telah memenuhi kebutuhan. Baca juga: Mulai Mendesain Website yang Skalabel dengan GCP Contoh penggunaan Sekarang coba bayangkan beberapa konfigurasi instance dan tunjukkan bagaimana skrip berjalan. Katakanlah Anda memiliki tiga instance mandiri dengan nama “alpha“, “beta“, dan “gamma” di zona us-central1-a yang ingin dimigrasikan ke MIG dengan nama “greek“. Instance “alpha” memiliki dua disk tambahan: “alpha-disk-1” dan “alpha-disk-2“, instance “beta” memiliki satu disk tambahan “beta-disk-1“, dan “gamma” memiliki nol disk tambahan. Pada saat yang sama kami ingin membuat image disk untuk image boot. Jalankan perintah berikut: $ python3 migrate_script.py -s alpha beta gamma -z us-central1-a -m greek –image_for_boot_disk Berikut output untuk tiap langkah: Semua instance dihentikan di awal.   Instance alpha is not stopped. Stopping … Instance alpha stopped  ========== Instance beta is not stopped. Stopping … Instance beta stopped ========== Instance gamma is not stopped. Stopping … Instance gamma stopped ========== Setelan flag “image_for_boot_disk”, secara otomatis membuat sebuah image untuk boot disk.   Creating disk image for boot image alpha … Disk image alpha-image-ed0d24 created ========== Secara default, “alpha” dipilih untuk menentukan konfigurasi mesin di instance template.   Creating base instance template … Instance template alpha-template-004cb8 created ========== Sebuah MIG “gamma” kosong dibuat.   Creating empty MIG gamma… MIG gamma created ========== Untuk setiap instance individu, buatlah salinan pada semua disknya (agar tidak merusak data instance sumber) dan melampirkannya ke VM di MIG.   Creating disk alpha-disk-1-bb2a30 from disk alpha-disk-1 ========== Creating disk alpha-disk-2-f7344b from disk alpha-disk-2 ========== Adding instance alpha-b7273d to greek MIG ========== Creating disk beta-disk-1–7498a2 from disk beta-disk-1 ========== Adding instance beta-6475c6 to greek MIG ========== Adding instance gamma-17d7c7 to greek MIG ========== Migration successfully finished. Time spent: 457 seconds. Baca juga: Menghemat Biaya Workload Proyek GCP dengan Dukungan VM Spot Prosedur migrasi instances di atas dapat dijalankan cukup dengan menggunakan managed instance group (MIG) dari GCP Compute Engine. Anda tak perlu berpindah ke aplikasi lain dan tersedia opsi untuk menggunakan bahasa pemrograman Python. GCP atau Google Cloud Platform menyediakan berbagai aplikasi, layanan, dan juga kapabilitas yang akan memudahkan Anda dalam mengelola VM (virtual machine). Dapatkan solusi komputasi awan dari Google ini hanya di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Gmail, Google Docs, Google Workspace

Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks

Google Tasks merupakan aplikasi daftar tugas yang fokus pada penyediaan fungsionalitas dengan antarmuka sederhana. Aplikasi ini juga memungkinkan integrasi dengan aplikasi lain Google seperti Gmail dan Calendar untuk memudahkan manajemen tugas. Dalam update terbarunya, Google Tasks memungkinkan pengguna untuk dapat mencetak Task Lists dari ruang pribadi dan ruang Chat di web. Bagaimana cara kerjanya? Cara memulai fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mulai mengaktifkan fitur memerlukan konfigurasi dari Administrator Google Tasks harus DIAKTIFKAN agar orang-orang di domain Anda dapat mengakses dan mencetak daftar Tasks Lists. Baca juga: 3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Mengaktifkan atau nonaktifkan Tasks Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Google Tasks untuk orang-orang di dalam perusahaan. Orang yang mengaktifkan Tasks dapat membuat dan mengelola tugas yang ada di: Google Calendar Editor Gmail atau Docs menggunakan sidebar Tasks Gmail menggunakan tab Tasks di ruang obrolan (untuk tim) Orang yang menonaktifkan Tasks tidak akan bisa melihat Tasks di editor Calendar, Gmail, atau Docs. Selain itu, mereka juga tidak dapat melihat tab Tugas pada Gmail yang terintegrasi. Namun, mereka masih bisa melihat pembaruan tugas di aliran obrolan jika orang lain memperbarui tugas. Untuk mengontrol siapa yang menggunakan Tasks Sebelum memulai: Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di unit perusahaan (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke grup akses (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau di dalam departemen). Masuk ke konsol Google Admin. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Apps Google Workspace Tasks. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk semua orang di perusahaan Anda, klik On untuk semua orang atau Off untuk semua orang, lalu klik Save. (Opsional) Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk unit organisasi: Di sebelah kiri, pilih unit perusahaan. Untuk mengubah Service status, pilih On atau Off. Pilih salah satu: Jika Service status disetel ke “Inherited” dan Anda ingin tetap memperbarui setelan, meskipun setelan induk berubah, klik Override. Jika Service status diatur ke “Overridden”, klik Inherited untuk kembali ke setelan yang sama dengan induknya atau klik Save untuk menyimpan setelan baru, meskipun setelan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekumpulan pengguna di seluruh atau di dalam unit perusahaan, pilih grup akses. Perubahan biasanya baru akan muncul setelah beberapa menit, tapi terkadang bisa memakan waktu hingga 24 jam. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cetak tugas Anda Photo Credit: jcomp (Freepik) Perlu diingat, Task Lists hanya bisa dicetak di komputer. Untuk mencetak satu daftar tugas, ikuti langkah-langkah berikut: Buka Gmail, Calendar, Chat, Drive atau file di Google Docs, Spreadsheet, atau Slide. Di sebelah kanan, klik Tasks. Di bagian atas, klik panah bawah. Pilih Task List yang ingin Anda cetak. Di samping “Add a task”, klik More. Klik menu Print list dan pilih Print. Anda juga dapat menggunakan pintasan keyboard untuk mencetak tugas: Untuk Chrome OS dan Windows: Ctrl + P Untuk Mac: ⌘ + p Ketersediaan fitur Fitur Google Tasks ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta G Suite Basic dan G Suite Business secara bertahap mulai 23 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Selain itu, fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks Google Tasks hadir untuk memudahkan pengguna dalam mengelola tugas mereka. Menariknya lagi, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola tugas kelompok. Tasks kini telah terintegrasi dengan aplikasi Google lainnya seperti Gmail dan Calendar. Agar fitur cetak Task Lists ini bekerja dengan optimal, terutama untuk penggunaan skala besar, ada baiknya Anda berlangganan paket Google Workspace for Business. EIKON Technology siap membantu Anda dalam implementasi Workspace untuk kebutuhan perusahaan, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Informasi selengkapnya silakan klik di sini.

Google Cloud, Google Workspace

Kontrol Privasi yang Lebih Kuat untuk Instansi Pemerintah dengan Enkripsi Client-Side

Instansi pemerintah selalu bekerja dengan data sensitif, seperti data keuangan, informasi pengenal pribadi atau bahkan informasi kepemilikan. Penanganan data ini mengharuskan lembaga untuk memenuhi persyaratan kerahasiaan dan kepatuhan. Pada saat yang sama, instansi tentu tidak ingin berkompromi dengan pengalaman kolaborasi yang mereka berikan kepada karyawan mereka. Kontrol kerahasiaan data dengan kunci enkripsi Photo Credit: Freepik Enkripsi adalah kontrol teknis penting yang membatasi akses penyedia cloud ke data pelanggan. Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru (Advanced Encryption Standard) untuk mengenkripsi semua data saat istirahat dan dalam transit antar fasilitas kami. Enkripsi client-side Google Workspace memungkinkan instansi pemerintah mempertahankan kerahasiaan dan kontrol penuh atas data dengan memilih bagaimana dan di mana kunci enkripsi mereka disimpan. Ini berarti menyimpan kunci enkripsi di dalam batas negara tertentu, meng-hosting-nya di cloud terpisah atau di lokasi untuk membatasi akses dalam satu jaringan area lokal. Pada saat yang sama, instansi dapat mengatur penggunanya untuk terhubung dengan aman dari perangkat yang disetujui kapan saja untuk mengakses Google Workspace tanpa memerlukan klien desktop. Dengan kontrol tambahan ini, pengguna masih dapat berkolaborasi pada dokumen bersama menggunakan cara yang sama. Baca juga: Temukan Log Lebih Cepat dengan Update Logs Explorer Google Cloud Console Cara kerja enkripsi client-side Instansi memilih bagaimana dan di mana menyimpan kunci enkripsi mereka baik dengan mengelolanya sendiri atau melalui pihak ketiga yang tepercaya. Kemudian, mereka menghubungkan Google Workspace ke layanan utama mereka dan mengaktifkan enkripsi client-side. Mereka juga memiliki fleksibilitas untuk mengaktifkannya bagi pengguna, unit organisasi atau drive bersama tertentu. Setelah itu, pengguna dapat membuat dokumen, spreadsheet atau presentasi terenkripsi baru di dalam Google Drive. Baca juga: Menghemat Biaya Workload Proyek Google Cloud dengan Dukungan VM Spot Membuat dokumen terenkripsi pun mudah. Cukup pilih jenis dokumen yang ingin Anda buat dan pilih opsi “Blank encrypted document” dari menu. Enkripsi client-side saat ini tersedia untuk Google Docs, Spreadsheet, Slide, dan jenis file lain yang didukung oleh Google Drive seperti Office atau PDF. Layanan Google lainnya, termasuk Gmail, Google Calendar, dan Meet, akan memiliki enkripsi client-side pada rilisan selanjutnya. Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna juga dapat mengunggah dokumen sensitif yang ada di Google Drive sambil tetap menjaga kerahasiaan lengkap. Pengguna yang perlu melihat atau mengedit dokumen terenkripsi dapat melakukannya dengan akun Google Workspace mana pun, tanpa mengorbankan keamanan dan kerahasiaan. Saat dokumen terenkripsi dibagikan melalui Google Drive, layanan kunci pelanggan memastikan hanya pengguna yang berwenang dan diautentikasi yang dapat membuka dokumen. Photo Credit: Google Cloud Blog Dapatkan pengalaman kolaborasi Google Workspace dengan kunci yang dikontrol pelanggan Google Cloud berkomitmen untuk melengkapi pelanggan dengan solusi teknis canggih yang membuat seluruh pengguna tetap aman, berikut dengan data dan informasi pribadi mereka, termasuk untuk pelanggan dari instansi pemerintah. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang fitur keamanan dan kepatuhan, termasuk enkripsi sisi klien, Anda dapat mendaftar ke program Google Workspace for Government Series kami. Seri ini menampilkan sembilan video pelatihan berbasis demo yang menampilkan tool untuk administrator dan end user yang membantu instansi pemerintah tetap aman dan produktif. Baca juga: Benarkah Desentralisasi Adalah Masa Depan Identitas Digital? Dengan adanya enkripsi client-side ini, instansi pemerintah dapat meningkatkan keamanan jaringan mereka tanpa harus mengorbankan kemudahan akses. Selain fitur ini, Google Cloud juga menyediakan berbagai kapabilitas lain untuk meningkatkan keamanan. Untuk mengoptimalkan kontrol privasi pada instansi Anda, Google Cloud menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Cloud skala besar, termasuk untuk instansi pemerintah. Informasi selengkapnya mengenai biaya berlangganan dan implementasi, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Workspace

Sinkronisasi Offline Tersedia untuk Dokumen Microsoft Office, Bagaimana Cara Kerjanya?

 Pada tahun 2019 lalu, Google Workspace mengumumkan fitur penyuntingan Office untuk mempermudah pengguna bekerja dengan file dokumen dari Microsoft Office, baik di Google Docs, Spreadsheet, maupun Slide. Kini di tahun 2022 ini Google Workspace meluncurkan fitur yang lebih baik sehingga memungkinkan Anda untuk bisa bekerja di mana saja dengan Google Docs, Spreadsheet, dan Slide dalam mode offline. Mulai hari ini, Anda dapat bekerja secara offline dengan file Microsoft Office melalui desktop. Bagaimana cara mengaktifkan sinkronisasi offline tersebut? Sinkronisasi offline untuk dokumen Microsoft Office Fitur baru ini menghadirkan manfaat kolaborasi Google Workspace pada file Microsoft Office Anda. Saat perangkat offline, kini Anda bisa tetap menyunting, berkomentar, dan berkolaborasi di file Office menggunakan Docs, Spreadsheet, dan Slide. Setiap perubahan yang dibuat pada file saat offline akan disinkronkan ke Drive secara otomatis setelah Anda terhubung kembali. Baca juga: Kenapa Microsoft Office 365 Lebih Baik dari Microsoft Office Biasa Pengaturan fitur dari administrator Photo Credit: DCStudio (Freepik) Perubahan ini hanya berlaku untuk file yang telah dibuka dalam mode pengeditan Office. Untuk administrator, akses offline diizinkan secara default. Untuk menyiapkan akses offline ke editor Google Docs, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Opsi 1: Izinkan pengguna mengaktifkan akses offline Metode termudah untuk mengizinkan akses offline adalah dengan mengaktifkan akses offline untuk seluruh pengguna melalui cara berikut: Masuk ke konsol Google Admin. Dari halaman beranda konsol Admin, buka Apps Google Workspace Drive and Docs. Klik Features and Applications. Di sebelah opsi Offline, pilih “Allow users to enable offline access” (disarankan). File terbaru akan disinkronkan dan disimpan di komputer pengguna dan komputer yang telah diberi akses. Beri tahu pengguna Anda cara menyinkronkan file untuk penggunaan offline. Opsi 2: Gunakan kebijakan untuk mengontrol akses offline dari komputer Sebagai administrator, Anda dapat menggunakan kebijakan untuk mengontrol akses offline ke Docs, Spreadsheet, dan Slide di komputer yang menjalankan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Opsi ini mengharuskan Anda untuk mendorong kebijakan terkelola ke setiap komputer. Jika Anda memilih opsi ini sebelum menyiapkan kebijakan, pengguna akan kehilangan kapabilitas ini jika mereka sudah memiliki akses sebelumnya. Setelah Anda memilih opsi ini, pengguna dapat mengaktifkan akses offline hanya jika kebijakan terkelola diinstal di komputer mereka. Namun perlu diingat, opsi ini tidak tersedia untuk perangkat ChromeOS atau perangkat seluler (ponsel dan tablet). Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Pengaturan fitur untuk end user Sebelum mengaktifkan akses offline, Anda harus terhubung ke internet dan menggunakan browser Google Chrome atau Microsoft Edge. Selain itu, jangan gunakan penjelajahan pribadi. Pastikan Anda memasang dan mengaktifkan ekstensi Chrome Offline Google Documents. Anda juga harus memiliki cukup ruang yang tersedia di perangkat untuk bisa menyimpan file. Ketersediaan fitur Photo Credit: DCStudio (Freepik) Fitur baru ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite lama. Selain itu, fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Peluncuran akan dilakukan secara bertahap baik untuk domain rilis cepat sekaligus rilis terjadwal mulai tanggal 27 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Sebagai platform produktivitas kolaboratif, Google Workspace menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang terus ditingkatkan. Platform ini juga menyediakan paket berlangganan untuk penggunaan skala besar, seperti perusahaan dan instansi. EIKON Technology, authorized partner Google menyediakan paket berlangganan Workspace untuk penggunaan skala besar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.  

Google Cloud

3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs

 Google Cloud VM Spot memungkinkan pelanggan kami memanfaatkan kapasitas idle Google secara maksimal di mana pun dan kapan pun tersedia. Bahkan kini Anda dapat mempertahankan elastisitas sekaligus memanfaatkan diskon terbaik yang ditawarkan Google dengan menerapkan beban kerja yang tepat pada VM Spot. Artikel kali ini membahas beberapa contoh penerapan VM Spot dan praktik terbaik dalam kasus penerapan tersebut. Dengan begitu, Anda dapat memaksimalkan penghematan Google Cloud Spot VM sambil tetap mencapai tujuan aplikasi dan beban kerja. Rendering media Photo Credit: drobotdean (Freepik) Beban kerja rendering (seperti rendering 2D atau 3D) membutuhkan sumber daya TI yang terampil untuk mengelola render farms. Manajemen pekerjaan menjadi lebih sulit ketika pemanfaatan render farms berada pada kapasitas 100%. Spot VM adalah sumber daya yang ideal untuk beban kerja rendering yang toleran terhadap kesalahan. Ketika dikombinasikan dengan sistem antrian, Anda dapat mengintegrasikan pemberitahuan pendahuluan untuk melacak pekerjaan yang ditunda. Ini memungkinkan Anda membangun render farms yang mendapat manfaat dari pengurangan TCO. Jika perender mendukung pengambilan snapshot dari render yang sedang berlangsung pada interval yang ditentukan, menyimpan snapshot ini ke data persisten (Cloud Storage) akan membatasi kehilangan pekerjaan jika VM Spot didahulukan. Ketika VM Spot berikutnya dibuat, Anda dapat melanjutkan dengan menggunakan snapshot di Cloud Storage. Bisa juga memanfaatkan fitur “tangguhkan dan lanjutkan VM” baru yang memungkinkan Anda menyimpan instance VM selama peristiwa preemption, tapi tidak dikenakan biaya apa pun saat VM tidak digunakan. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan Pemodelan keuangan Photo Credit: our-team (Freepik) Perusahaan pasar modal memiliki investasi yang signifikan dalam infrastruktur mereka untuk menciptakan jaringan komputasi kelas dunia yang canggih. Sejak komputasi grid dimulai, peneliti internal memanfaatkan grid besar ini di pusat data fisik untuk menguji hipotesis perdagangan mereka dan melakukan back-testing. Namun seiring pertumbuhan bisnis, apa yang terjadi jika semua peneliti memiliki ide cemerlang dan ingin mengujinya pada saat yang bersamaan? Peneliti kemudian harus bersaing satu sama lain untuk sumber daya yang sama. Ini bisa menyebabkan antrean pekerjaan dan peningkatan waktu tunggu untuk menguji ide-ide mereka. Perusahaan pasar modal dapat menggunakan Google Cloud sebagai perpanjangan jaringan lokal mereka dengan memutar sumber daya komputasi sementara. Mereka juga bisa menggunakan cloud dan membangun jaringan di Google Cloud. Dalam kedua skenario tersebut, VM Spot adalah kandidat ideal untuk beban kerja penelitian yang meningkat, mengingat sifat beban kerja yang sementara dan biaya VM yang sangat efisien. Baca juga: Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database Penerapan umum Untuk memanfaatkan Spot VM, kasus penggunaan Anda tidak harus sama persis dengan yang dijelaskan di atas. Jika beban kerja tidak memiliki status, dapat diskalakan, dapat dihentikan dan diperiksa dalam waktu kurang dari 30 detik atau fleksibel terhadap lokasi dan perangkat keras, maka mereka mungkin cocok untuk VM Spot. Ada banyak beberapa tindakan yang dapat diambil untuk membantu memastikan beban kerja Anda berjalan semulus mungkin. Di bawah ini adalah praktik terbaik untuk melakukan deploy spot di belakang Regional Managed Instance Groups (RMIG): RMIG sangat cocok untuk beban kerja Spot mengingat kemampuannya dalam membuat ulang instances yang didahulukan. Menggunakan profil beban kerja Anda, tentukan bentuk distribusi target RMIG. Misalnya, dengan beban kerja penelitian batch, Anda dapat memilih bentuk distribusi target apa pun. Ini akan memungkinkan instances Spot untuk didistribusikan dengan cara apa pun di berbagai zona, sehingga memanfaatkan sumber daya yang kurang dimanfaatkan. Anda dapat menggunakan campuran RMIG sesuai permintaan dan RMIG Spot untuk mempertahankan aplikasi stateful sambil meningkatkan ketersediaan dengan cara yang hemat biaya. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Baik beban kerja Anda adalah rendering grafis, pemodelan keuangan, atau kasus penggunaan stateless lainnya, VM Spot adalah cara terbaik dan termudah untuk mengurangi biaya pengoperasian hingga lebih dari 60%. Dengan mengikuti contoh di atas, Anda dapat memastikan bahwa VM Spot akan menghasilkan hasil yang tepat.. VM Spot menawarkan diskon signifikan dari harga jual untuk mendorong penghematan maksimum asalkan pelanggan memiliki beban kerja fleksibel dan stateless yang dapat menangani preemption. Mulailah hari ini dengan uji coba gratis Google Cloud. Jika sudah mantap untuk mulai menerapkan solusi VM Spot dari Google Cloud, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mulai konsultasi penerapan Google Cloud, silakan klik di sini.

Google Cloud

Cara Memantau Cloud SQL dengan Audit Database SQL Server

Cloud SQL for SQL Server merupakan sebuah layanan database terkelola sepenuhnya yang berjalan di jaringan Google. Layanan ini memungkinkan Anda untuk dapat menjalankan SQL Server dalam jaringan cloud untuk kemudian ditangani oleh. Tahun 2021 lalu, Google telah meluncurkan fitur yang membantu pengguna untuk dapat memaksimalkan SQL Server; misalnya, dukungan untuk autentikasi Active Directory, SQL Server 2019, serta Cross Region Replicas. Fitur audit database Cloud SQL for SQL Server Di tahun 2022 ini, Google berencana untuk menambahkan fitur keamanan SQL Server lainnya, yakni audit database. Audit database ini memungkinkan Anda memantau perubahan pada database SQL Server, seperti pembuatan database baru, penyisipan data, hingga penghapusan tabel. Cloud SQL menulis log audit yang dihasilkan oleh SQL Server ke disk penyimpanan lokal, sekaligus ke Google Cloud Storage. Anda juga dapat menentukan berapa lama log harus disimpan pada instance (maksimal 7 hari) dan menggunakan fungsi SQL Server untuk memeriksa log. Cloud SQL juga akan secara otomatis menulis semua file audit ke penyimpanan Google Cloud Storage yang Anda kelola, Dengan adanya kapabilitas tersebut, Anda dapat memutuskan berapa lama durasi penyimpanan catatan ini jika dibutuhkan lebih dari tujuh hari atau menggabungkannya dengan file audit dari instance SQL Server lainnya. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Cara mengaktifkan fitur audit database Untuk mengaktifkan fitur pengauditan database, buka Google Cloud Console, kemudian pilih instance Cloud SQL for SQL Server Anda. Setelah itu, pilih opsi Edit dari halaman Overview. Anda juga dapat mengaktifkan SQL Server Audit saat membuat instance Cloud SQL baru. Untuk langkah-langkahnya bisa Anda lihat pada gambar berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Prasyarat file yang akan diaudit Sebelum mengaktifkan fitur audit database, pastikan Anda telah memenuhi prasyarat berikut ini: Bucket Cloud Storage untuk file audit File audit (log audit) diunggah ke lokasi bucket Cloud Storage. Dengan demikian, Anda mungkin perlu membuat bucker dari akun Google Cloud pribadi. Alternatif lainnya adalah menggunakan lokasi bucket yang dimiliki oleh akun lain. Saat mengaktifkan pengauditan, jika Anda memiliki izin yang diperlukan, peran role/storage.objectAdmin diberikan secara otomatis untuk mengunggah file audit ke lokasi bucket dari akun layanan yang diberikan. Catatan: Anda perlu mengelola retensi log di bucket Cloud Storage. Untuk informasi tentang menambahkan kebijakan penyimpanan untuk menentukan periode penyimpanan, lihat halaman Retention policies and retention policy locks. Pengguna yang dapat mengaktifkan audit Untuk mengaktifkan audit dan membuat spesifikasi audit, pengguna sqlserver default harus tersedia. Saat Anda membuat instance Cloud SQL for SQL Server, pengguna sqlserver default telah dibuat. Baca juga: Preview Cloud SQL Insights For MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database Kegunaan fitur audit database Photo Credit: DCStudio (Freepik) Setelah mengaktifkan fitur audit instance pada Cloud SQL for SQL Server, Anda dapat membuat audit SQL Server dan spesifikasi audit. Ini menentukan informasi apa yang akan dilacak pada database Anda. Selain itu, dengan fitur ini Anda juga dapat menangkap informasi terperinci mengenai berbagai operasi yang dijalankan pada database, termasuk, memantau tiap percobaan login yang berhasil atau gagal. Jika ingin menangkap informasi yang berbeda untuk setiap database, Anda dapat membuat spesifikasi audit yang berbeda untuk setiap database pada instances atau Anda juga bisa membuat spesifikasi audit tingkat server untuk melacak perubahan pada keseluruhan database yang ada. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan Fitur audit database SQL Server kini tersedia untuk semua instance Cloud SQL for SQL Server. Anda bisa mengunjungi halaman khusus untuk mempelajari fitur audit database di sini. Adanya fitur audit database ini menambahkan kapabilitas baru pada Cloud SQL for SQL Server, sekaligus memperluas dukungan Google untuk mengelola database Anda. Layanan ini pun telah terintegrasi dengan berbagai layanan dan aplikasi Google, termasuk Cloud. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai memanfaatkan solusi komputasi awan dari Google, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan skala besar, seperti untuk korporasi atau instansi pendidikan. Untuk mulai memilih paket sebagai solusi komputasi awan perusahaan Anda, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365

Apa yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365?

Sebagai sebuah platform produktivitas, Microsoft 365 terus menghadirkan aplikasi dengan kapabilitas yang inklusif. Salah satunya adalah Office dengan fitur-fitur aksesibilitasnya. Anda bisa menemukan fitur seperti Editor, Immersive Reader, hingga Thesaurus, untuk bisa bekerja tanpa harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga. Microsoft 365 bahkan terus melakukan pengembangan dan pembaruan yang akan meningkatkan fokus serta produktivitas pengguna. Berikut adalah beberapa di antaranya: Meningkatkan fokus pengguna Photo Credit: Microsoft Blog Notifikasi yang datang terus-menerus adalah salah satu sumber gangguan terbesar di lingkungan kerja hybrid. Ini juga merupakan salah satu hal yang menjadi sorotan pengguna Microsoft Teams. Beberapa bulan yang lalu, Microsoft meluncurkan opsi untuk melakukan konfigurasi notifikasi feed aktivitas dengan klik kanan item individual di feed. Sebelum ini, Microsoft 365 juga menambahkan opsi untuk menonaktifkan notifikasi selama rapat berlangsung. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Dukungan untuk tingkatkan pekerjaan baca-tulis Photo Credit: Microsoft Blog Prediksi teks dan tanggapan yang disarankan (Text prediction and suggested responses) dapat membantu menghindari kesalahan dan menyederhanakan proses penulisan. Microsoft terus-menerus melakukan integrasi alat tersebut di lebih banyak tempat. Baru-baru ini, prediksi teks telah diluncurkan ke Outlook untuk perangkat iOS dan Android. Telah tersedia pula, dukungan untuk balasan yang disarankan di Outlook dalam bahasa Jepang, Thailand, dan Turki (beberapa bahasa tambahan sedang dalam proses pengembangan). Di Excel, Microsoft telah menambahkan kapabilitas AutoComplete untuk menu dropdown. Anda dapat memanfaatkannya untuk membuat entri data dan validasi lebih cepat. Microsoft telah menyediakan halaman bantuan untuk menggunakan kapabilitas tersebut di sini. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Pengembangan fitur aksesibilitas pada Microsoft 365 Sejauh ini, memanfaatkan perangkat suara dan audio terbukti dapat membantu pengguna untuk bekerja lebih efektif daripada mengandalkan teks tertulis. Bagi mereka yang menderita GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas), input suara dapat membantu menangkap gagasan dari orang lain dan membantu mereka tetap dalam pembahasan. Perangkat tersebut juga meningkatkan akses bagi penyandang disabilitas penglihatan dan motorik, serta mereka yang menghadapi keterbatasan sementara seperti mencoba bekerja sambil menggendong anak. Aplikasi Office telah lama menyertakan sejumlah fitur pendikte. Di pertengahan tahun 2022 ini, Microsoft 365 menambahkan kemampuan untuk mencari dengan suara di Microsoft Word untuk Windows. Cukup katakan apa yang Anda cari dan sistem akan menemukannya. Di samping itu, Microsoft juga menawarkan beberapa alat text-to-speech seperti Read Aloud, yang dapat digunakan sendiri atau sebagai bagian dari Immersive Reader untuk “mendengarkan” kesalahan dokumen Anda. Pengembangan lainnya berupa perluasan fitur text-to-speech ke Word untuk iOS dan Android. Selengkapnya bisa Anda simak di sini. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Bagi para penyandang disabilitas yang memerlukan bantuan dalam penggunaan produk-produk Microsoft, bisa menghubungi Disability Answer Desk (DAD) untuk mendapatkan dukungan. Sejauh ini, Microsoft juga telah menyediakan opsi dukungan melalui aplikasi Be My Eyes. Pelanggan perusahaan juga dapat menghubungi Enterprise Disability Answer Desk (eDAD) dengan pertanyaan tentang fitur aksesibilitas, kepatuhan produk, dan teknologi bantuan. Dari sini bisa dilihat bahwa inklusivitas memang menjadi salah satu perhatian utama Microsoft 365 dalam mengembangkan produk, aplikasi, hingga fitur untuk pengguna. Ke depannya, diharapkan Microsoft dapat menghadirkan berbagai inovasi yang dapat mendukung penggunaan aplikasi secara inklusif. Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan produk Microsoft 365, EIKON Technology menyediakan produk berlisensi resmi yang implementasinya dapat menyesuaikan kebutuhan Anda. EIKON Technology sendiri merupakan Microsoft Partner yang telah berpengalaman mendampingi penerapan berbagai produk original Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure. Kami juga menyediakan konsultasi menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat

Salah satu fokus utama Program AI for Accesibility dari Microsoft adalah untuk memajukan inovasi teknologi AI dan mengurangi hambatan data yang berkaitan dengan bahasa isyarat. Oleh karenanya, di tahun 2019 lalu, Microsoft menyelenggarakan sebuah workshop bahasa isyarat. Dari acara tersebut, Abraham Glasser, Ph.D., seorang mahasiswa Ilmu Komputer dan Informasi, serta penutur asli ASL (American Sign Language) berhak atas hibah penelitan 3 tahun. Karya Glasser fokus pada kebutuhan dan peluang yang amat pragmatis: mendorong inklusi dengan berkonsentrasi pada interaksi umum dengan asisten pintar rumahan untuk orang-orang yang menggunakan bahasa isyarat sebagai bentuk komunikasi utama. Segera bentuk tim peneliti Tindak lanjut dari proposal yang diajukan Glasser adalah sebuah penelitian intensif yang diselenggarakan di CAIR (Center for Accesibility and Inclusion Research) oleh para peneliti dari ces at Rochester Institute of Technology (RIT). CAIR menerbitkan penelitian tentang aksesibilitas komputasi siswa Tuli dan Sulit Mendengar yang menggunakan dua bahasa, Inggris sekaligus ASL.  Untuk memulai penelitian ini, tim menyelidiki bagaimana siswa Tuli dan Sulit Mendengar lebih senang berinteraksi dengan perangkat asisten pribadi mereka, baik itu speaker pintar maupun perangkat lain di rumah yang dapat merespons perintah lisan. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Ruang pengembangan teknologi AI dengan bahasa isyarat Sayangnya, saat ini, belum ada perangkat yang memahami perintah dalam ASL atau bahasa isyarat lain; sehingga memperkenalkan kemampuan tersebut merupakan pengembangan teknologi masa depan yang penting untuk mendorong inklusi. Glasser mengeksplorasi skenario simulasi di mana, melalui kamera pada perangkat, teknologi akan dapat melihat penutur, memproses permintaan mereka, dan menampilkan hasil di layar perangkat. Beberapa penelitian sebelumnya fokus pada fase interaksi dengan perangkat asisten pribadi, tapi masih sedikit yang menyertakan pengguna Tuli dan Sulit Mendengar. Tampak bahwa penerapan dan bahkan pengumpulan data yang relevan, masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan teknologi AI berbahasa isyarat. Wizard-of-Oz Untuk membuka jalan ke depan bagi kemajuan teknologi, sangat penting untuk memahami kebutuhan pengguna. Glasser menyiapkan pengaturan konferensi video “Wizard-of-Oz.”, seorang “penyihir” juru bahasa isyarat dalam perangkat asisten pribadi pengguna yangbergabung dengan panggilan tanpa terlihat di kamera. Layar dan output perangkat akan muncul di jendela panggilan dan setiap peserta dipandu oleh moderator. Photo Credit: Microsoft Blog Abraham mampu mengidentifikasi cara-cara baru pengguna akan berinteraksi dengan perangkat, seperti perintah “bangun” yang tidak ditangkap dalam penelitian sebelumnya. Tangkapan layar dari berbagai tanda “bangun” yang dihasilkan oleh peserta selama penelitian yang dilakukan dari jarak jauh oleh para peneliti dari RIT. Peserta berinteraksi dengan perangkat asisten pribadi, menggunakan perintah ASL yang diterjemahkan oleh juru bahasa dan mereka secara spontan menggunakan ASL untuk mengaktifkan perangkat asisten pribadi sebelum memberi perintah. Baca juga: What’s Next In Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks  Kategori yang paling banyak dibutuhkan Photo Credit: Microsoft Blog Selain itu, ringkasan frekuensi perintah menunjukkan kategori yang paling populer adalah “perintah dan kontrol” di mana pengguna menyesuaikan pengaturan perangkat, menavigasi hasil, dan menjawab gaya pertanyaan ya/tidak. Kategori populer berikutnya terkait pertanyaan hiburan, diikuti gaya hidup dan belanja. Pengamatan lain adalah penggunaan tanda tanya di awal pertanyaan ya atau tidak, untuk menarik perhatian perangkat, karena biasanya lebih sering digunakan di akhir pertanyaan. Ketika muncul kesalahan, kebanyakan pengguna hanya akan mengabaikannya dan melanjutkan dengan perintah berbeda. Metode kedua adalah mengulangi perintah dengan kata-kata dan gaya yang sama persis, diikuti dengan menulis ulang perintah. Misalnya, beberapa menyusun ulang pertanyaan mereka atau mengeja untuk menunjukkan penekanan. Hasil penelitian Photo Credit: Microsoft Blog Makalah dengan rincian lengkap penelitian telah dipresentasikan dan diterbitkan dalam Prosiding Konferensi CHI 2022 tentang Faktor SDM dalam Sistem Komputasi, berjudul “Analyzing Deaf and Hard-of-Hearing Users’ Behavior, Usage, and Interaction with a Personal Assistant Device that Understands Sign-Language Input”. Pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian ini kemudian menjadi dasar untuk membangun dataset video rekaman penyandang Tuli dan Sulit Mendengar yang membuat perintah ASL dan berinteraksi dengan perangkat asisten pribadi mereka. Nantinya, kumpulan data tersebut dapat dimanfaatkan lebih lanjut oleh komunitas riset untuk melatih teknologi pengenalan ASL. Bisa juga dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi asisten pribadi dan teknologi bahasa isyarat. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure untuk Implementasi AI yang Lebih Aman Penelitian yang dilakukan oleh Glasser dan tim menunjukkan bahwa masih ada ruang yang begitu luas untuk pengembangan teknologi AI dengan dukungan bahasa isyarat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Microsoft terus berupaya untuk bisa menghadirkan teknologi, terutama AI yang lebih inklusif. Untuk mengikuti perkembangan teknologi maupun update dari Microsoft, Anda bisa mengikuti blog EIKON Technology. Kami juga menyediakan berbagai solusi dari Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure. Menariknya lagi, Anda pun dapat memilih paket berlangganan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Scroll to Top