Author name: EIKON Technology

Chromebook

Update Terbaru Chromebook Menunjang Pembelajaran Bersistem Hybrid

  Per 2020 lalu, tercatat ada 40 juta perangkat Chromebook yang digunakan di seluruh dunia untuk kebutuhan pendidikan. Jumlah tersebut meningkat 33% jika dibandingkan tahun 2019 yang angkanya hanya mencapai 30 juta pengguna. Tahun ini, jumlah tersebut diprediksi akan meningkat dengan adanya tambahan 40 perangkat Chromebook baru. Seiring dengan hal tersebut, Google juga baru-baru ini melakukan update Chromebook agar aktivitas belajar-mengajar dapat dilakukan dari mana saja, baik di sekolah, rumah masing-masing, maupun di antara keduanya (hybrid).  Dengan adanya update terbaru pada Chromebook, diharapkan agar para pelajar dan pengajar dapat tetap saling terhubung sehingga memudahkan partisipasi aktif selama kelas berlangsung. Berikut ini sejumlah update Chromebook yang akan semakin menunjang aktivitas belajar dan mengajar bersistem hybrid. Peningkatan keamanan dengan fitur PIN untuk login Photo Credit: Google Melalui Chromebook, Google tak hanya menyediakan perangkat edukasi yang aman, tapi juga mudah digunakan. Itulah kenapa mulai Agustus 2021 ini, Chromebook meluncurkan fitur PIN untuk login. Jadi, baik pelajar, pengajar, hingga admin tak perlu lagi mengetik password panjang demi bisa mengakses perangkat. Ketika login ke perangkat Chromebook, Anda hanya akan diminta menyiapkan enam digit PIN. PIN inilah yang nantinya digunakan untuk login atau men-unlock perangkat Chromebook. Bagi yang menggunakan perangkat terbaru Chromebook, fitur PIN untuk login ini akan langsung menjadi standar keamanan secara default. Pemberitahuan terkait Automatic Update Expiration Photo Credit: Google Salah satu keunggulan Chromebook adalah adanya update sistem secara otomatis sejak pemakaian pertama hingga delapan tahun ke depan. Tujuannya tentu agar perangkat Chromebook Anda selalu up-to-date dengan fitur dan sistem keamanan terbaru. Namun, Google menerima masukan bahwa beberapa pengguna kesulitan untuk mengetahui kapan fitur update otomatis tersebut akan berhenti. Batas waktu maksimal ini disebut juga dengan Automatic Update Expiration (AUE). Sebetulnya pada 2020 lalu, Google telah melakukan update Chromebook terkait hal ini, yaitu dengan memperbarui halaman Devices pada Google Admin Console untuk menunjukkan kapan perangkat Chromebook pengguna mencapai AUE. Kini, Google menambahkan halaman baru pada Admin Console yang memungkinkan admin untuk mengakses Chrome Insights Reports. Laporan pertama menampilkan tanggal AUE perangkat-perangkat Chromebook, memudahkan Anda untuk mengetahui kapan dan berapa banyak perangkat yang akan atau telah mencapai tanggal AUE. Berdasarkan laporan ini, Anda dapat membuat keputusan untuk mempertimbangkan kapan harus beli perangkat Chromebook baru. Point Scanning, mode navigasi baru untuk Switch Access Photo Credit: Kelly Sikkema (Pexels) Dibekali banyak fitur aksesibilitas bawaan, Chromebook dikenal sebagai salah satu perangkat edukasi yang cukup inklusif. Salah satu fitur yang telah membantu banyak pengguna adalah Switch Access, yang memungkinkan Anda menggunakan keyboard bawaan atau perangkat eksternal melalui Bluetooth atau USB untuk mengontrol kursor. Pada Agustus 2021 ini, Switch Access mendapatkan fitur navigasi baru bernama Point Scanning. Update Chromebook ini memungkinkan Anda untuk memilih titik mana pun pada layar. Caranya adalah dengan terlebih dulu menentukan lokasi horizontal dari titik yang Anda pilih, kemudian beralih ke lokasi vertikalnya. Tutorial baru untuk ChromeVox Photo Credit: Google ChromeVox adalah salah satu fitur pembaca bawaan yang tersedia pada Chromebook. Melalui update Chromebook terbaru, Google meluncurkan tutorial baru untuk ChromeVox, termasuk panduan singkat untuk pengguna baru yang secara otomatis akan muncul saat ChromeVox diaktifkan. Tak hanya itu, tutorial tersebut juga mencakup pelajaran interaktif (interactive lessons). Fitur ini akan meminta pengguna menjalankan suatu perintah atau menekan tombol tertentu untuk melanjutkan pemakaian. Tidak ketinggalan adanya bagian khusus pada ChromeVox untuk latihan. Melalui fitur ini, pengguna bisa melatih apa yang telah mereka baca atau pelajari. Tenang saja, seluruh fitur tutorial pasa ChromeVox ini juga tersedia untuk perangkat layar sentuh. Penggunaan Chromebook memudahkan para pelajar dan pengajar untuk menjalankan kegiatan pendidikan secara hybrid, terutama dengan adanya berbagai update di atas. Seluruh update Chromebook tersebut akan ter-install secara otomatis pada perangkat Anda. Bagi yang belum punya, pastikan Anda mendapatkan perangkat Chromebook edisi terbaru hanya dari partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan Chromebook dalam berbagai merek dan spesifikasi, tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Tak perlu tunggu lama, hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Appsheet

Formula dan Expressions, Kunci Utama Membuat Aplikasi Tanpa Coding

Merancang aplikasi secara custom dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menyederhanakan proses bisnis. Namun, jika Anda tidak memiliki background IT, dari mana Anda harus memulai? Kabar baiknya, kini Anda bisa membuat aplikasi menggunakan platform pengembangan bersifat no-code. Artnya, tak perlu kemampuan coding untuk menghasilkan aplikasi yang dapat membantu transformasi digital pada bisnis. Pastikan Anda memilih platform yang mengutamakan fleksibilitas dan fungsionalitas seperti AppSheet dari Google Cloud. Ini karena AppSheet menggunakan formula dan expressions dalam membuat aplikasi tanpa coding untuk Anda. Kedua hal ini menjadi kunci utama yang memudahkan para pengguna untuk mengembangkan aplikasi di AppSheet. Hanya perlu membutuhkan ilmu dasar spreadsheet ​​ Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Istilah formula dan expressions mungkin terdengar sangat teknis, terutama bagi Anda yang bukan berasal dari bidang IT. Namun, sebetulnya kedua hal tersebut relatif mudah dipahami. Bahkan jika selama ini Anda terbiasa menggunakan spreadsheet, maka kemungkinan besar Anda akan bisa dengan mudah mengoperasikan platform AppSheet.  Formula adalah rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai dari suatu cell. Sementara itu, expression merujuk pada persamaan yang menggunakan data dan operator untuk mendapatkan hasil atau nilai. Pada AppSheet, expressions sangat mirip dengan formula yang biasa Anda gunakan di Google Sheets atau Excel. Misalnya, jika Anda membuat aplikasi tanpa coding yang memuat data seluruh tugas tim Anda, maka Anda bisa menggunakan formula untuk menyaring tampilan sesuai kriteria khusus, contohnya “tugas yang sudah selesai” dan “tugas yang belum selesai”. Tentu masih banyak hal fungsional lain yang dapat dilakukan formula. Dengan formula, Anda bisa merancang aplikasi tanpa coding yang menampilkan data-data tertentu secara spesifik dalam tampilan sesuai preferensi. Formula menyediakan pengalaman penggunaan aplikasi yang user-friendly dan bersifat dinamis. Tingkatkan penggunaan formula dan expressions dengan automasi  Photo Credit: Maxim Ilyahov (Unsplash) Pada level lebih tinggi, formula dan expressions memungkinkan Anda untuk menciptakan actions. Sebagai contoh, pada tiap tugas yang telah melampaui deadline, Anda bisa merancang agar nantinya aplikasi mengirimkan email berisi pesan yang dapat dengan mudah diedit oleh manajer sebelum dikirimkan ke supervisor. Anda juga dapat mencatat notifikasi email terkirim pada aplikasi. Dalam membuat aplikasi tanpa coding, fungsi formula dan expressions akan semakin powerful jika Anda memasukkan unsur automasi. Pada contoh di atas, pengiriman email mengharuskan manajer untuk membuka pesan serta memencet tombol khusus untuk mengirim dan menyimpan data email.  Aktivitas manual ini dapat diminimalisir jika Anda mengautomasikan aplikasi tanpa coding yang sedang dirancang. Jadi, misalnya, nantinya setiap pagi aplikasi buatan Anda akan mengirimkan notifikasi kepada manajer dan supervisor terkait tugas-tugas yang telah melampaui deadline. Dengan begini, akan tercipta proses kerja terautomasi (automated workflow) yang tidak hanya mengurangi aktivitas kerja manual, tapi juga meminimalisir terjadinya human error. Proses kerja pun bisa berjalan lebih efektif serta efisien. Tips singkat membuat aplikasi tanpa coding Photo Credit: Alex Kotliarsky (Unsplash) Untuk membantu mempermudah proses membuat aplikasi tanpa coding menggunakan formula dan expressions, di AppSheet, berikut sejumlah tips yang dapat Anda terapkan: Filter data menggunakan expressions pada fitur Security Filters atau Slices untuk memastikan pengguna aplikasi hanya akan melihat data yang memang relevan untuk mereka. Gunakan expressions sebagai fungsi “Show If” pada tampilan, action, dan data di seluruh bagian aplikasi untuk memastikan agar fitur-fitur spesifik aplikasi hanya muncul ketika benar-benar relevan terhadap pengguna. Manfaatkan detail pengguna aplikasi untuk meningkatkan fungsionalitas aplikasi sehingga nantinya benar-benar relevan terhadap mereka. Berikut beberapa formula dan expressions yang bisa digunakan:   USEREMAIL () – untuk mendeteksi siapa saja yang menggunakan aplikasi. HERE () – menggunakan data lokasi pengguna untuk menampilkan entri terdekat dengan mereka. CONTEXT () – mempelajari jenis perangkat yang pengguna pakai untuk membuka aplikasi.     Penerapan formula dan expressions memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa coding secara mudah menggunakan platform AppSheet. Buktikan sendiri dengan berlangganan AppSheet versi premium melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology!

Appsheet

5 Sampel Aplikasi Tanpa Coding untuk Mengurangi Risiko di Tempat Kerja Selama Pandemi COVID-19

  Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak kebiasaan di dunia kerja sejak 1,5 tahun belakangan ini. Ruang rapat kosong karena aktivitas pertemuan berpindah ke platform conference call. Begitu juga dengan percakapan harian yang kini lebih banyak terjadi di platform chatting. Lalu, bagaimana dengan pekerja yang masih harus datang ke kantor? Banyak perusahaan yang akhirnya mengandalkan software cloud computing agar mereka tetap bisa terhubung dengan tim di kantor. Ditambah dengan berbagai dinamisme tinggi di tengah pandemi, semakin banyak pula perusahaan yang memakai platform aplikasi tanpa coding seperti AppSheet dari Google Cloud untuk mengembangkan aplikasi dalam waktu cepat. AppSheet merupakan platform yang memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa coding sedikit pun. Dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang dikembangkan dari berbagai sampel di AppSheet, para pekerja lapangan atau pekerja yang masih harus datang ke kantor pun dapat meminimalisir risiko selama pandemi COVID-19. Apa saja aplikasi yang dimaksud? Cari tahu selengkapnya di bawah ini.   COVID Disinfectants   Photo Credit: cottonbro (Pexels) Di tengah pandemi COVID-19, kebersihan lingkungan kerja menjadi salah satu faktor yang urgensinya meningkat. Kantor atau tempat kerja wajib dilengkapi dengan aneka perlengkapan pembersih untuk mengurangi potensi penyebaran virus. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi COVID Disinfectants. Menggunakan data dari file Google Sheet, sampel aplikasi tanpa coding dari AppSheet ini menyediakan daftar produk disinfektan yang telah memenuhi standar EPA dalam melawan virus penyebab COVID-19. Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung memesannya melalui aplikasi tersebut.   Surface Sanitizer   Photo Credit: Matilda Wormwood (Pexels) Menyimpan perlengkapan pembersih saja belum cukup untuk mengurangi risiko di tempat kerja selama pandemi COVID-19. Anda juga perlu memastikan agar aktivitas pembersihan dan sanitasi rutin dilakukan di kantor. Manfaatkan aplikasi Surface Sanitizer yang sampelnya dapat Anda modifikasi di AppSheet. Aplikasi ini akan memudahkan Anda dalam memeriksa area mana saja yang perlu dibersihkan secara rutin. Secara default, aplikasi akan memberikan notifikasi setiap 24 jam sekali untuk melakukan sanitasi. Namun, Anda juga bisa mengubah pengaturan waktu tersebut.   Building Management   Photo Credit: Austin Distel (Unsplash) Karena COVID-19, banyak perusahaan harus memikirkan ulang pemakaian gedung kantor demi menjaga kesehatan dan keamanan para pekerjanya. Anda bisa kembali melakukan pengelolaan gedung dengan bantuan sampel aplikasi tanpa coding yang tersedia di AppSheet. Melalui aplikasi bernama Building Management, Anda dapat mengatur ulang denah lantai, mengatur pemeliharaan perabotan kantor, dan sebagainya. Bahkan Anda juga bisa mengatur ulang ruang kerja untuk menerapkan social distancing di antara para pekerja.   Building Inspections   Photo Credit: Matilda Wormwood (Pexels) Agar lingkungan kerja bisa terus menerapkan protokol kesehatan dan keamanan selama pandemi COVID-19, maka perlu dilakukan inspeksi gedung secara rutin. Gunakan sampel aplikasi Building Inspections di AppSheet agar prosesnya jadi lebih mudah. Memanfaatkan data dari file Google Sheet, aplikasi Building Inspections akan melacak, memonitor, dan langsung mengambil tindakan untuk memastikan agar gedung kantor Anda selalu up-to-date dengan kebijakan terbaru terkait protokol kesehatan dan keamanan selama pandemi COVID-19.   Safety Reporting   Photo Credit: John Tuesday (Unsplash) Demi menciptakan lingkungan kerja yang minim risiko selama pandemi COVID-19, maka pekerja juga turut berpartisipasi aktif. Jika menemukan masalah atau insiden terkait protokol kesehatan di tempat kerja, mereka harus segera melaporkannya. Anda dan tim dapat melakukan hal tersebut dengan menggunakan Safety Reporting. Sampel aplikasi tanpa coding ini memungkinkan Anda untuk mengajukan laporan keamanan yang mencangkup level prioritas, deskripsi detail, dan foto bukti terkait. Berdasarkan laporan tersebut, pihak pengelola gedung pun bisa segera melakukan peninjauan.   Beberapa pekerjaan tertentu mengharuskan sejumlah karyawan untuk tetap bekerja dari kantor saat pandemi COVID-19. Demi meminimalisir risiko kesehatan dan keamanan di lingkungan kerja tersebut, manfaatkan teknologi automasi melalui aplikasi-aplikasi tanpa coding di atas. Anda dapat mengembangkannya melalui sampel aplikasi yang bisa dimodifikasi pada AppSheet. Lalu, bagaimana caranya untuk mulai menggunakan AppSheet dari Google Cloud? Cukup menghubungi partner resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda untuk mulai berlangganan AppSheet secara premium. Tenang saja, tersedia beberapa edisi langganan AppSheet sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

Meningkatkan Efisiensi Kerja di Bidang Retail dengan Teknologi No-code Automation

  Bisnis retail dituntut melakukan adaptasi besar-besaran selama pandemi COVID-19. Dari yang semula menawarkan pengalaman belanja di toko, kini bisnis retail harus beralih ke model penjualan digital demi alasan keamanan. Perubahan ini tentunya membawa tantangan tersendiri, tapi untungnya dapat dipermudah dengan mengautomasi aktivitas kerja. Tak dapat dipungkiri bahwa transformasi digital dapat terkesan berat, terlebih jika tidak didampingi oleh tim teknisi IT yang kuat. Namun, tidak begitu halnya jika Anda menggunakan teknologi no-code automation seperti yang disediakan AppSheet dari Google Cloud. AppSheet adalah platform pengembangan aplikasi tanpa coding untuk mengautomasi proses kerja (workflow), yang dapat berlaku pula di bidang retail. Menggabungkan kekuatan artificial intelligence (AI) dan teknologi no-code automation, AppSheet akan membantu meningkatkan efisiensi kerja di bidang retail melalui berbagai cara. Mempercepat pengecekan barang di gudang Photo Credit: Nana Smirnova (Unsplash) Saat tidak bisa menemukan barang yang dicari, umumnya konsumen akan bertanya apakah Anda masih memiliki persediaan barang tersebut di gudang. Untuk memastikannya, Anda perlu mengecek gudang terlebih dulu sehingga tak jarang konsumen harus menunggu cukup lama demi mendapatkan jawaban. Proses tersebut dapat dipersingkat dengan menggunakan aplikasi khusus stok barang yang dikembangan pada platform no-code automation seperti AppSheet. Melalui aplikasi tersebut, Anda bisa memeriksa persediaan barang di gudang langsung dari perangkat mobile sehingga tak perlu langsung mendatangi gudang. Jika stok barang yang dimaksud ternyata telah habis, Anda bisa menggunakan aplikasi yang sama untuk mencari stok di cabang toko atau gudang terdekat. Dengan proses yang lebih singkat, Anda bisa berpeluang menghasilkan lebih banyak penjualan. Berikan pengalaman berkesan kepada konsumen Photo Credit: Arturo Rey (Unsplash) Retail dikenal sebagai bidang bisnis yang sangat kompetitif. Agar bisa unggul, melakukan penjualan saja tidaklah cukup. Anda juga perlu memenangkan hati konsumen. Untungnya, hal ini juga bisa dilakukan melalui teknologi no-code automation. Melalui platform yang dikembangkan di AppSheet, Anda dapat membentuk sistem reward untuk konsumen agar mereka punya motivasi untuk kembali berbelanja di tempat Anda. Beberapa contohnya adalah memberikan loyalty point untuk dikumpulkan, membagikan kode diskon, dan memberikan hadiah khusus saat mereka ulang tahun. Lebih akurat dalam melakukan merchandise planning Photo Credit: Ksenia Chernaya (Pexels) Merchandise planning adalah metode untuk memilih, mengelola, membeli, menampilkan dan menetapkan harga produk agar bisa memberikan returns on investment (ROI) optimal serta menambah value pada brand produk tersebut. Mengingat tujuannya yang begitu penting, tak mengherankan jika umumnya retailer menghabiskan 20% waktu mereka untuk merchandise planning. Teknologi no-code automation dapat membantu melakukan hal tersebut secara optimal. Anda dan tim bisa mengembangkan aplikasi yang mampu menjalankan analisis prediktif untuk mempelajari tren pada masa lalu, saat ini, dan masa depan. Berdasarkan hasil yang didapat, Anda pun dapat mengambil keputusan yang relatif lebih akurat untuk kebutuhan merchandise planning. Peluang untuk mendapatkan ROI yang maksimal pun akan semakin tinggi. Automasi berbagai kegiatan akuntansi Photo Credit: Christina Hawkins (Unsplash) Accounting, atau akuntansi, merupakan salah satu area paling penting dalam kesuksesan suatu bisnis. Melalui praktik akuntansi yang baik, Anda dapat memanfaatkan hasil data untuk mengambil keputusan terkait pengeluaran, payroll, hingga utang dan piutang. Agar lebih mudah dalam melakukan berbagai kegiatan akuntansi, terapkan automasi workflow menggunakan teknologi no-code automation. Automasi workflow akan mempercepat proses berbagai aktivitas akuntansi. Terlebih, jika menggunakan AppSheet, telah tersedia sampel aplikasi Expensing and Procurement yang dapat Anda salin dan modifikasi sesuai kebutuhan bisnis. Penerapan teknologi no-code automation dapat meningkatkan efisiensi bisnis retail melalui berbagai area di atas. Kabar baiknya lagi, untuk melakukan hal tersebut, Anda tidak membutuhkan kemampuan coding karena bisa memanfaatkan platform AppSheet dari Google Cloud. Jadi, tunggu apa lagi? Buktikan sendiri manfaat teknologi no-code automation dengan berlangganan AppSheet melalui partner premium Google di Indonesia, EIKON Technology. Cukup klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology yang akan membantu Anda berlangganan AppSheet dan mulai menggunakannya!

Appsheet, Google Cloud

5 Aplikasi Tanpa Coding yang Bisa Anda Buat untuk Automasi Bisnis

  Automasi proses kerja (workflow) menjadi langkah signifikan dalam transformasi digital suatu bisnis. Pasalnya, teknologi automasi menyediakan solusi efektif untuk kebutuhan bisnis di berbagai area. Sayangnya, masih banyak bisnis yang ragu untuk menerapkannya karena khawatir teknologi automasi membutuhkan proses lama dan rumit.  Namun, tidak begitu halnya jika Anda menggunakan AppSheet dari Google Cloud. Mengusung sistem no-code automation, AppSheet memungkinkan Anda dan tim untuk mengembangkan aplikasi automasi workflow tanpa membutuhkan coding. Tak hanya itu, AppSheet juga menyediakan sejumlah sampel aplikasi yang bisa Anda salin dan modifikasi sesuai kebutuhan automasi bisnis. Jadi, aplikasi apa saja yang bisa Anda buat tanpa harus coding untuk automasi bisnis? Manajemen event Photo Credit: Teemu Paananen (Unsplash) Salah satu sektor bisnis yang dapat merasakan manfaat dari pengembangan aplikasi tanpa membutuhkan coding di AppSheet adalah event organizer. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengelolaan event sangatlah rumit karena ada banyak hal yang harus diurus, mulai dari penjadwalan registrasi hingga kerja sama dengan berbagai vendor. Kini Anda bisa menyederhanakan proses tersebut dengan menggunakan sampel aplikasi Event Management yang ada di AppSheet. Melalui sampel ini, Anda bisa merancang aplikasi dengan berbagai fitur pendukung perencanaan event seperti custom maps dan laporan progress kerja. Automasi pembelian dan pengadaan barang Photo Credit: Mikhail Nilov (Pexels) Apa pun bidangnya, suatu bisnis tak dapat dipisahkan dari aktivitas pembelian dan pengadaan marang. Anda tentu paham betul betapa proses pesanan pembelian bisa memakan banyak waktu dan tenaga. Kesalahan sedikit saja dapat berdampak pada ketidakseimbangan stok hingga keterlambatan pembayaran. Di sinilah sampel aplikasi Procurement and Expensing Automation di AppSheet dapat membantu. Melalui aplikasi ini, Anda bisa lebih mudah memproses pesanan penjualan dan laporan pengeluaran, yang secara otomatis terhubung dengan alur pengajuan persetujuan. Dengan begini, pihak yang dibutuhkan bisa cepat memberikan persetujuannya. Deteksi anomali data Photo Credit: Luke Chesser (Unsplash) Keanehan atau anomali data biasanya terjadi ketika suatu titik data menyimpang dari kondisi normal yang selama ini ditunjukkan kumpulan data (dataset). Munculnya anomali data dapat menjadi indikasi atas banyak hal, contohnya saat perilaku konsumen mengalami perubahan atau terjadi gangguan teknis ketika Anda sedang menjalankan event. Itulah kenapa penting bagi bisnis untuk mendeteksi anomali data secara cepat agar penanganannya pun tidak terlambat. Saatnya mengembangkan aplikasi tanpa coding dari AppSheet, yang menyediakan sampel aplikasi Anomaly Detection untuk disalin dan dimodifikasi. Aplikasi ini dapat mengirimkan notifikasi jika ditemukan anomali data, sehingga Anda bisa cepat bertindak. Permintaan persetujuan bersifat hierarki Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Agar proyek bisnis dapat berjalan, biasanya membutuhkan persetujuan atau approval dari stakeholder. Semakin panjang rantai komandonya, maka akan semakin banyak pula approval yang harus Anda dapatkan. Misalnya, saat seorang manajer keuangan membuat suatu keputusan, maka harus disetujui pula oleh direktur mereka, lalu VP, hingga Chief Financial Officer (CFO). Proses mendapatkan approval ini bisa cukup berbelit. Untungnya, proses tersebut bisa disederhanakan melalui aplikasi Hierarchical Approvals yang sampelnya tersedia di AppSheet. Aplikasi tanpa coding ini dapat menentukan dari pihak mana sajakah approval suatu proses kerja dibutuhkan, lalu mengirimkan notifikasi kepada pihak-pihak tersebut. Pesan otomatis Photo Credit: Matilda Wormwood (Pexels) Komunikasi menjadi salah satu hal penting bagi bisnis untuk memelihara hubungan dengan para konsumen. Banyak cara yang bisa dilakukan, contohnya dengan mengirimkan newsletter jika ada produk baru, promosi khusus, atau perubahan kebijakan. Namun, pastikan Anda konsumen tidak terpaksa saat menerimanya. Menggunakan sampel aplikasi Automated Messaging pada AppSheet, Anda bisa memberi pilihan kepada konsumen untuk bersedia menerima pesan promosi dari Anda. Aplikasi ini memungkinkan konsumen untuk melakukan registrasi secara in-app jika mereka memilih untuk menerima pesan tersebut. Ada begitu banyak jenis aplikasi yang bisa Anda buat untuk mendukung automasi workflow bisnis, terlebih jika Anda menggunakan AppSheet dari Google Cloud yang relatif mudah digunakan karena tak membutuhkan kemampuan coding.  Agar transformasi digital pada bisnis segera terwujud, langsung saja hubungi EIKON Technology untuk berlangganan AppSheet versi premium. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi langganan yang paling sesuai kebutuhan automasi bisnis Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Appsheet

5 Peran Aplikasi Tanpa Coding pada Bidang Manufaktur

Teknologi automasi telah terbukti mampu memberikan keuntungan pada para tenaga kerja di bidang manufaktur. Tak hanya dari segi efisiensi dan keselamatan kerja, keuntungan tersebut juga berdampak pada finansial perusahaan. Menurut para ahli, perusahaan manufaktur bisa menghemat hingga 2,7 triliun USD melalui automasi proses kerja (workflow). Aplikasi tanpa coding dapat mendukung penerapan automasi tersebut. Anda bisa mengembangkannya melalui platform AppSheet dari Google Cloud. Menggabungkan artificial intelligence (AI) dan pengembangan bersifat no-code, AppSheet memungkinkan tim manufaktur untuk merancang aplikasi tanpa harus menulis coding sedikit pun. Melalui aplikasi tanpa coding ini, ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan di bidang manufaktur. Apa saja keuntungan yang dimaksud? Cek daftar selengkapnya berikut ini! Pengelolaan inventaris Photo Credit: Remy Gieling (Unsplash) Agar perusahaan manufaktur dapat selalu memenuhi kebutuhan produksi, maka perlu adanya keseimbangan pada ketersediaan bahan baku, peralatan, dan suku cadang. Kuncinya adalah dengan melakukan kontrol inventaris secara efisien. Tak hanya menghemat waktu, hal tersebut juga dapat membantu Anda mengurangi limbah yang dihasilkan dari produksi manufaktur. Aplikasi tanpa coding dapat membantu Anda mengautomasi kontrol inventaris tersebut sehingga prosesnya lebih sederhana, minim human error, dan optimal. Platform pengembangan seperti AppSheet adalah solusinya. AppSheet menyediakan sejumlah sampel aplikasi yang dapat Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan manufaktur Anda. Contohnya aplikasi Manufacturing Inventory dan Barcode Scan and Search. Pengiriman Photo Credit: ELEVATE (Pexels) Pada bidang manufaktur, pekerjaan belum berhenti ketika produk meninggalkan pabrik. Anda juga harus memastikan bahwa produk tersebut sampai di tangan konsumen dalam keadaan aman. Dengan banyaknya produk yang harus dikirim ke berbagai lokasi, proses pengiriman pun biasanya memakan cukup banyak waktu. Beruntung kini Anda bisa menyederhanakan prosesnya melalui aplikasi tanpa coding yang dikembangkan melalui AppSheet. Aplikasi tersebut akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada konsumen saat pesanan mereka siap dikirim. Ketika pesanan diantar, aplikasi juga akan mengirimkan notifikasi lain kepada Anda maupun konsumen. Bahkan jika Anda mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan Google Maps, pengemudi bisa mendapatkan update rute perjalanan berdasarkan kondisi lalu lintas secara real-time. Dengan begini, risiko pengiriman telat pun dapat ditekan. Manajemen tenaga kerja Photo Credit: ThisIsEngineering (Pexels) Bukan menjadi rahasia lagi bahwa tenaga kerja merupakan bagian terpenting dalam operasional manufaktur. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa proses manajemen tenaga kerja cukup rumit dan rentan error, misalnya terkait kesalahan nominal saat transfer gaji bulanan. Pekerjaan bersifat administratif seperti itu dapat disederhanakan dengan penggunaan teknologi automasi dari aplikasi tanpa coding. Di AppSheet, misalnya, tersedia sampel aplikasi Timesheet yang memudahkan pekerja manufaktur untuk mendata jam kerja harian dan secara otomatis menghitung upah yang berhak diterima masing-masing orang berdasarkan data jam kerja. Karena merupakan sampel, aplikasi Timesheet tersebut dapat Anda salin dan modifikasi kembali sesuai dengan kebutuhan manajemen tenaga kerja di perusahaan manufaktur Anda. Tentunya semua itu bisa Anda lakukan tanpa coding di AppSheet. Pengelolaan aset perusahaan Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Umumnya, perusahaan manufaktur memiliki banyak sekali aset yang tersebar di berbagai lokasi. Aset yang dimaksud bisa berupa mesin, server sumber daya manusia, kendaraan, dan lainnya. Dengan mengautomasi pengelolaan aset-aset tersebut, stabilitas dan peluang profit perusahaan manufaktur pun bisa meningkat. Menggunakan platform pengembangan aplikasi tanpa coding seperti AppSheet, siapa pun bisa dengan mudah merancang aplikasi yang berfungsi sebagai satu platform terpusat untuk memonitor workflow manufaktur, manajemen data, proses HR, kontrol inventaris, dan lainnya. Dengan begini, Anda pun bisa memantau seluruh aset secara praktis dan efisien. Lalu, karena berbasis cloud, maka Anda dapat mengakses aplikasi dari mana saja dan kapan saja. Jadi, jika sewaktu-waktu ditemukan masalah, Anda bisa cepat mengambil tindakan. Pelaporan insiden Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Tidak ada perusahaan manufaktur yang ingin mengalami insiden atau kecelakaan kerja. Namun, hal seperti ini tidak pernah bisa diprediksi. Jika terjadi, pihak manajemen harus segera memberikan respons secara cepat. Itulah kenapa penting bagi para petinggi perusahaan manufaktur untuk memiliki sistem otomatis yang bisa diandalkan dalam membuat dan mengirimkan laporan insiden. Automasi tanpa coding adalah solusinya. Anda bisa dengan mudah mengembangkan aplikasi pelaporan insiden bersifat autopilot. Melalui aplikasi ini, nantinya para pekerja bisa mengisi formulir untuk melaporkan insiden, menjadwalkan pertemuan dengan pihak terkait, hingga mengumpulkan bukti insiden. Jika membutuhkan tanda tangan dari pihak tertentu pun, mereka bisa mengajukan permintaan melalui SMS atau email yang terintegrasi dengan aplikasi. Hal ini tentu akan mempercepat pelaporan insiden secara akurat sehingga penanganan tepat bisa segera dilakukan.   Tanpa membutuhkan kemampuan coding, AppSheet memungkinkan para pekerja di bidang manufaktur untuk mengautomasi workflow pada sektor-sektor krusial. Untuk merasakan berbagai keunggulan aplikasi tanpa coding pada bisnis manufaktur seperti di atas, Anda bisa berlangganan AppSheet melalui partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology. Cukup klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology yang akan memberi penjelasan mendalam seputar AppSheet. Sampaikan kebutuhan Anda dan tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih paket langganan yang paling sesuai!

Info

Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi

Industri energi memiliki peran signifikan dalam menggerakkan dunia modern. Demi membantu perusahan energi dalam memenuhi kebutuhan, berbagai teknologi automasi pun bermunculan. Tak hanya meningkatkan produktivitas pada sektor energi, teknologi automasi juga mampu menghemat biaya hingga 800 miliar Dolar. Sayangnya, para ahli memprediksi bahwa baru ada 18% organisasi di bidang energi yang memanfaatkan teknologi automasi pada skala enterprise. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian secara teknis di bidang tersebut. Kabar baiknya, kini telah hadir solusi bagi pelaku bisnis energi untuk menerapkan teknologi automasi. Jawabannya adalah dengan AppSheet, platform yang memungkinkan Anda untuk mengembangkan suatu aplikasi tanpa perlu melakukan coding. AppSheet masih merupakan bagian dari Google Cloud Photo Credit: Mitchell Luo (Unsplash) Menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI) dan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet memberikan peluang kepada perusahaan energi untuk mengautomasi proses kerja (workflow) tanpa harus menulis coding sedikit pun. Artinya, Anda yang tidak memiliki ilmu coding pun bisa turut menggunakan AppSheet. Dalam membantu para penggunanya, AppSheet akan memanfaatkan sumber daya milik Google, khususnya Google Cloud. Sejak Januari 2020 lalu, AppSheet telah resmi diakuisisi oleh Google dan bergabung dengan tim Google Cloud. Beragam hal yang bisa dilakukan dengan AppSheet di bidang energi Melalui layanan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet dirancang agar bisa bisa membantu perusahaan energi untuk meningkatkan efisiensi di berbagai lingkup kerja, mulai dari pemeliharaan perangkat, pengangkutan material, hingga pelaporan terjadinya insiden. Berikut penjelasannya.   Pemeliharaan perangkat Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Dalam menyediakan energi kepada para konsumen, perusahaan sangat bergantung pada penggunaan banyak perangkat atau peralatan. Mayoritas perangkat ini tak hanya berukuran besar, tapi juga mahal. Dibutuhkan investasi yang tidak sedikit, baik dalam hal pembelian, pengoperasian, hingga pemeliharaan. Itulah kenapa para pekerja di bidang energi dituntut untuk memahami prosedur pemakaian alat-alat tersebut secara tepat dan aman. Tak hanya itu, mereka juga perlu melakukan inspeksi dan melakukan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan alat-alat tersebut selalu bekerja optimal. Di sinilah AppSheet dapat membantu Anda. Melalui pengembangan aplikasi tanpa coding, Anda bisa menciptakan proses inspeksi dan pemeliharaan alat secara mulus. Berkat adanya alat-alat yang ditenagai teknologi Internet of Things (IoT), AppSheet akan memberi tahu Anda jadwal pemeliharaan suatu alat, termasuk jika alat tersebut membutuhkan perbaikan dalam waktu dekat.   Pengangkutan dan pelacakan material Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Sektor energi memiliki supply chain yang cukup rumit, terlebih dengan banyaknya material yang memiliki spesifikasi beragam, baik dari segi kualitas hingga keamanan. Perusahaan energi perlu mengadaptasi sistem yang teratur untuk mengelola dan melacak setiap sumber daya yang terlibat dalam proses supply chain. Dengan begini, Anda bisa memastikan bahwa setiap material benar-benar sampai di tempat yang seharusnya secara tepat waktu. AppSheet dapat membantu Anda melakukan hal tersebut melalui teknologi automasi tanpa coding sehingga efisiensi dan transparansi dalam pengangkutan material pun akan meningkat. AppSheet memungkinkan Anda untuk menciptakan aplikasi tanpa coding bersifat custom yang dilengkapi fitur pelacakan GPS dan pemindaian QR code untuk meningkatkan akurasi pengangkutan material energi. AppSheet bahkan menyediakan sampel aplikasi Barcode Scanner dan Location Tracker yang bisa Anda salin dan kustomisasi untuk kebutuhan di bidang energi.   Penanganan bencana Photo Credit: Pixabay (Pexels) Jika terjadi suatu bencana, perusahaan energi memiliki peran penting dalam memulihkan layanan di area-area terdampak. Untuk melakukan, dibutuhkan pengelolaan efektif dalam pengiriman kru sekaligus memastikan keselamatan mereka. AppSheet bisa membantu Anda mempercepat waktu respons dan menjamin keselamatan kru melalui pembuatan aplikasi tanpa coding secara cepat. Bekali kru pengemudi Anda dengan integrasi Google Maps yang akan secara otomatis menunjukkan rute tercepat mencapai lokasi. Tak hanya itu, aplikasi juga kan mengirimkan informasi real-time di lokasi kepada headquarter. Tidak ketinggalan aplikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan perlengkapan darurat seperti alat pelindung diri (APD) dan mencocokkannya dengan ketersediaan. AppSheet menyediakan sampel aplikasi Driver Dispatch dan Emergency Management yang bisa Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan pelaporan bencana di bidang energi.   Dengan AppSheet dari Google Cloud, para pekerja di bidang energi dapat mengautomasi workflow melalui pengembangan aplikasi tanpa coding. Untuk memudahkan pengguna dalam memanfaatkan AppSheet, Google telah menyediakan beberapa edisi langganan, mulai dari Starter, Core, Enterprise Standard, hingga Enterprise Plus. Lalu, ke mana Anda harus melakukan panggilan untuk mulai berlangganan AppSheet? Tentunya partner Google Workspace resmi yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan memberikan konsultasi seputar produk-produk Google, termasuk AppSheet. Hubungi sekarang juga!

Info

Bisakah Layanan Kesehatan Memanfaatkan Teknologi No-code Automation?

Tahukah Anda bahwa layanan kesehatan termasuk salah satu industri yang cukup lambat dalam mengadopsi teknologi digital? Padahal, transformasi digital sangat penting dalam automasi proses kerja (workflow), yang dapat membantu organisasi kesehatan dalam meningkatkan efisiensi. Tak mengherankan jika menurut Gartner, sebanyak 63% penyedia layanan kesehatan terpaksa menghadapi gangguan yang cukup berat terkait perubahan organisasi internal, pendanaan, hingga pergeseran permintaan konsumen. Sebagai solusinya, secara perlahan mereka pun mulai mengadaptasi teknologi no-code automation seperti AppSheet. Merupakan bagian dari Google Cloud, AppSheet menyediakan platform bagi para pekerja layanan kesehatan untuk mengembangkan aplikasi yang akan membantu mempercepat workflow. Kabar baiknya, pengembangan aplikasi melalui AppSheet bisa dilakukan tanpa bantuan departemen IT karena sama sekali tak membutuhkan coding. Lantas, hal apa saja yang dapat dilakukan oleh teknologi no-code automation di bidang layanan kesehatan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. Penjadwalan konsultasi dokter Photo Credit: Gustavo Fring (Pexels) Melalui automasi penjadwalan konsultasi dokter, Anda tak hanya akan mengurangi risiko human error, tapi juga meningkatkan efisiensi staff, mengisi jadwal secara efektif, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Di Amerika Serikat, praktik automasi ini mulai marak dilakukan.  Industri layanan kesehatan di Amerika Serikat (AS) telah membuktikan hal tersebut. Berdasarkan analisis dari Accenture Health, hampir 40% dari 100 sistem kesehatan terbaik di AS telah menawarkan metode penjadwalan digital secara mandiri oleh pasien. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Pemesanan resep obat Photo Credit: Christina Victoria Craft (Unsplash) Geografi tak seharusnya menjadi halangan bagi pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan sesegera mungkin. Sebagai salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, banyak penyedia layanan kesehatan yang menerapkan automasi pada permintaan pembaruan resep dari pasien. Dengan begitu, para pasien bisa dengan mudah meminta isi ulang obat (refill) kapan pun mereka butuhkan tanpa harus menghubungi rumah sakit atau kantor layanan kesehatan terlebih dulu. Hal ini pun dapat membantu menghemat waktu pasien dan tenaga layanan kesehatan. Pemrosesan klaim asuransi Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Seiring dengan berjalannya waktu, layanan kesehatan dihadapkan dengan permintaan konsumen dan kompetisi yang semakin tinggi. Sayangnya, hal tersebut kerap tidak diimbangi dengan efisiensi operasional sehingga akhirnya banyak dari Anda yang mengalami kesulitan. Teknologi no-code automation dapat membantu Anda mengatasi hal tersebut, salah satunya untuk mempercepat proses klaim asuransi kesehatan agar kepuasan pasien meningkat. Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan deteksi terjadinya gangguan pada proses tersebut sehingga nantinya dapat segera diambil tindakan yang tepat. Automasi workflow layanan kesehatan Photo Credit: National Cancer Institute (Unsplash) Masih banyak penyedia layanan kesehatan yang mengandalkan sistem lama dalam bekerja, mulai dari hal penerimaan pasien, referensi riwayat medis, hingga komunikasi dengan pasien. Dulu, mungkin sistem tersebut dapat efektif menjalankan layanan kesehatan. Namun, kini tak lagi seperti itu karena sistem lama justru menghambat adaptasi solusi yang inovatif. Jika Anda melihat organisasi layanan kesehatan yang telah melakukan transformasi digital, banyak dari mereka yang mengadaptasi teknologi no-code automation untuk menyederhanakan workflow dan mengurangi error. Dengan begini, mereka pun jadi bisa lebih fokus memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien. Skrining COVID-19 Photo Credit: CDC (Unsplash) Virus COVID-19 memberikan sejumlah tantangan baru kepada layanan kesehatan karena Anda harus melakukan screening terhadap pasien berdasarkan gejalanya. Hanya dengan beginilah Anda dan tim dapat mengukur potensi paparan penyakit tersebut. Teknologi no-code automation seperti AppSheet dapat membantu Anda menyederhanakan proses ini. Sudah banyak klinik yang menggunakan chatbots dan aplikasi komunikasi lain untuk melakukan skrining pasien. Setelah itu, sistem akan secara otomatis membantu pasien menjadwalkan tes COVID atau konsultasi dengan dokter. Automasi workflow tak hanya mempercepat transformasi digital pada layanan kesehatan, tapi juga membantu mengurangi proses manual, mendukung efisiensi operasional, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Sebagai salah satu tenaga layanan kesehatan, Anda bisa mencapai tujuan transformasi digital dengan mengadopsi teknologi no-code automation dari AppSheet. Mengombinasikan artificial intelligence (AI) dengan teknologi pengembangan bersifat no-code, kini seluruh tenaga di layanan kesehatan dapat mengautomasi workflow tanpa harus melakukan coding sedikit pun. AppSheet bisa Anda gunakan dengan mulai berlangganan melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google di Indonesia. Nantinya, Anda bisa memilih edisi langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di organisasi Anda!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Optimalkan Kerja Kolaborasi dengan Microsoft Collaborative Work Management

  Sistem kerja hybrid maupun remote bagaikan dua sisi mata koin. Di satu sisi, perusahaan bisa tetap aktif selama pandemi melalui fleksibilitas kerja. Namun, di sisi lain, sistem tersebut dapat memicu burnout atau kelelahan yang teramat sangat pada banyak pekerja. Ada lebih banyak informasi yang harus diproses para pekerja seiring dengan beralihnya sistem kerja ke model remote atau hybrid. Alhasil, mereka pun mengalami yang namanya digital overload. Kabar baiknya, kondisi seperti ini sebetulnya dapat diatasi dengan menggunakan perangkat manajemen kerja yang tepat dan efektif. Collaborative Work Management dari Microsoft 365. Tak hanya membantu menghemat waktu melalui manajemen kerja yang sederhana, Microsoft Collaborative Work Management juga dapat mengoptimalkan hasil kerja kolaborasi selama kerja remote maupun hybrid. Mari berkenalan lebih jauh dengan Collaborative Work Management dari Microsoft melalui ulasan berikut ini. Ragam aplikasi kerja dalam satu platform Photo Credit: Microsoft Microsoft Collaborative Work Management dirancang untuk menyederhanakan manajemen kerja melalui serangkaian aplikasi yang dibuat khusus. Aplikasi-aplikasi ini memberikan struktur pada bagian-bagian yang kerap dianggap sepele dalam bisnis, tapi sebetulnya berpengaruh cukup besar terhadap produktivitas kerja: daftar tugas, status update, file-sharing, dan sebagainya. Melalui pendekatan yang lebih efisien dengan Microsoft Collaborative Work Management, Anda dan tim pun jadi punya lebih banyak waktu untuk benar-benar berkolaborasi menyelesaikan kerja. Lantas, aplikasi seperti apa yang akan Anda temukan dalam Collaborative Work Management? Aplikasi tersebut dibagi berdasarkan fungsinya. Pada fungsi manajemen kerja, aplikasi yang tersedia adalah Microsoft Lists, Microsoft To Do, Microsoft Planner, dan Tasks in Teams. Di samping itu, ada pula aplikasi SharePoint, OneDrive, dan Office yang fokus pada fungsi kolaborasi kerja. Walau menawarkan fungsi berbeda, seluruh aplikasi tersebut disatukan oleh Microsoft Teams, yang memang berfungsi sebagai central hub untuk Collaborative Work Management. Jadi, berbagai aplikasi tersebut bisa Anda temukan dalam satu platform terpusat sehingga memudahkan Anda untuk menjalankan fungsi kerja yang dibutuhkan. Bantu pengguna mencatat daftar prioritas tugas Photo Credit: Microsoft Di dunia kerja, tugas atau pekerjaan bisa datang dari mana saja, mulai dari sesama anggota tim, atasan, hingga klien. Hal ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mencatatnya secara rapi. Tidak mengherankan jika akhirnya Anda kebingungan untuk membuat daftar prioritas pekerjaan. Mulai sekarang, Anda bisa menghindari masalah tersebut dengan menggunakan Microsoft Collaborative Work Management. Berbagai aplikasi khusus di dalamnya memungkinkan Anda untuk mencatat daftar tugas secara efisien, lengkap dengan fitur notifikasi untuk membantu Anda memprioritaskan tugas-tugas tertentu. Berikut ini sejumlah aplikasinya:   Planner – Berfungsi mencatat tugas kelompok atau tim seperti peluncuran marketing campaign baru atau perancangan event. Anda dapat memantau pekerjaan untuk tim dan membagi tugas-tugas secara individual kepada setiap anggota.  To Do – Ditujukan untuk tugas individu yang memang harus Anda rampungkan sendiri. Contohnya adalah mengikuti online seminar atau tugas yang diberikan kepada Anda sebagai bagian dari tim. Aplikasi To Do juga telah terintegrasi dengan Planner, sehingga Anda bisa melihat tugas-tugas yang didelegasikan dari tim di samping tugas individu. Task in Teams – Aplikasi satu ini menampilkan seluruh daftar tugas dari Planner dan To Do. Jadi, jika Anda hanya ingin menggunakan satu aplikasi untuk setiap tugas, maka Task in Teams adalah solusinya. List – Berfungsi untuk memonitor tugas atau project yang sedang berlangsung dan memiliki banyak informasi. Contohnya seperti daftar onboarding untuk karyawan baru atau pengelolaan aset perusahaan.   Lebih mudah berbagi file dengan OneDrive dan SharePoint Photo Credit: Microsoft Agar kerja tim bisa berkualitas, maka dibutuhkan kolaborasi yang efisien dalam berkomunikasi, berdiskusi, mengedit kerjaan, dan sebagainya. Itulah kenapa penting bagi Anda dan tim untuk bisa bekerja bersama-sama secara real-time. Di sinilah aplikasi OneDrive dan SharePoint di dalam Microsoft Collaborative Work Management dapat membantu Anda. Kedua aplikasi tersebut menyediakan layanan berbagi file secara aman di seluruh platform Microsoft 365. Artinya, baik bekerja menggunakan Office Doc, List, atau aplikasi Microsoft lainnya, Anda dan tim bisa saling berbagi file tanpa harus berpindah platform. Lalu, jika Anda membuka file Word, Excel, atau PowerPoint dari dalam Teams, maka Anda dan tim bisa berkomunikasi via chat langsung di dalam file tersebut. Tidak ketinggalan fitur comments dan @mentions untuk mempermudah proses editing. Setiap anggota tim yang mendapat @mention, maka ia akan menerima notifikasi sehingga tak akan ada informasi penting yang terlewat. Demi keamanan dan kenyamanan, Anda juga bisa mengatur akses izin terhadap file yang dibagikan. Dengan begini, bisa dipastikan bahwa hanya orang-orang dengan izin sajalah yang bisa mengakses file Anda.   Kerja kolaborasi secara remote maupun hybrid memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, Anda dan tim tetap bisa mendapatkan hasil optimal selama menggunakan Microsoft Collaborative Work Management sebagai perangkat manajemen kerja utama. Untuk mulai mengadaptasi Microsoft Collaborative Work Management dalam sistem kerja kolaborasi, Anda hanya perlu berlangganan Microsoft 365 edisi Business atau Enterprise melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memulai perjalanan kolaborasi kerja yang lebih efisien dengan Collaborative Work Management. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

Microsoft Inspire 2021: Lebih Banyak Peluang Kerja Sama bagi Para Partner

  Microsoft Inspire merupakan event konferensi yang rutin digelar secara tahunan oleh Microsoft. Tahun ini, Microsoft Inspire 2021 telah sukses diselenggarakan pada 14-15 Juli secara virtual. Setiap tahunnya, event tersebut ditujukan untuk komunitas partner Microsoft yang selama ini telah menyediakan berbagai solusi atas kebutuhan para pengguna. Berkomitmen untuk mendukung perkembangan para partner, baik dari segi inovasi maupun profit, Microsoft berusaha menyediakan teknologi dan perangkat paling inovatif untuk para partner mereka di penjuru dunia. Pada Microsoft Inspire 2021 lalu, Microsoft menawarkan peluang unik tersebut melalui pengembangan cloud. Apa saja peluang-peluang yang dimaksud tersebut? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini. Penurunan harga pada commercial marketplace Photo Credit: Samantha Borger (Unsplash) Dengan lebih dari 30.000 aplikasi dan empat juta pembeli setiap bulannya, commercial marketplace Microsoft berhasil mengalami peningkatan hingga 70% pada aplikasi yang dapat ditransaksikan (transactable applications). Seiring dengan meningkatnya tuntutan terhadap software agar terus berkembang, partner pun membutuhkan proses pemasangan (deployment) yang lebih sederhana. Alhasil, mereka jadi lebih tergantung pada commercial marketplace untuk mengelola portofolio software mereka. Mendukung hal tersebut, Microsoft menginfokan bahwa mereka menurunkan biaya penawaran dari 20% menjadi 3% untuk setiap transactable application yang dirilis di commercial marketplace. Dengan adanya penurunan biaya, partner jadi bisa mendapatkan margin lebih besar dari penjualan software mereka di commercial marketplace Microsoft. Windows 365 beri banyak peluang untuk partner Photo Credit: Microsoft Pada event Microsoft Inspire 2021, Microsoft mengumumkan layanan cloud baru bernama Windows 365. Layanan yang juga disebut Cloud PC ini memungkinkan pengguna untuk mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 lewat perangkat apa pun secara streaming. Kehadiran Windows 365 memberikan peluang bagi seluruh partner yang mengembangkan solusi berbasis Windows. Para independent software vendor (ISV) dapat terus membuat aplikasi-aplikasi Window dan mengirimkannya ke cloud untuk mendukung transformasi digital pelanggan mereka. Sementara itu, partner system integrator (SI) dan managed service provider (MSP) bisa membantu perusahaan mendapatkan hasil optimal dari penggunaan sistem operasi Windows secara keseluruhan. Program integrasi baru pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Selain Windows 365, Microsoft Viva juga menyediakan peluang yang tak kalah unik kepada para partner. Sebagai informasi, Microsoft Viva adalah platform pendukung workflow yang mengintegrasikan fungsi komunikasi dan informasi untuk para pekerja. Melalui event Microsoft Inspire 2021 lalu, resmi diumumkan bahwa Microsoft telah menambahkan integrasi baru dengan lebih dari dua puluh partner pada Microsoft Viva. Beberapa di antaranya seperti Qualtrics, Workday, dan ServiceNow. Sebelumnya, pada Februari 2021, Microsoft Viva juga telah terintegrasi dengan partner baru seperti Headspace dan SuccessFactors. Berkat adanya integrasi ini, pengguna dapat secara lancar terhubung dengan sistem dan perangkat yang mereka gunakan sehari-hari, langsung dari platform workflow Microsoft Viva. Tak berhenti sampai sini, rencananya Microsoft juga akan meluncurkan lebih banyak API tahun ini. Peningkatan program ISV Connect Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga bertepatan dengan momen ulang tahun kedua dari Business Applications ISV Connect, sebuah program untuk mendukung ISV dalam mengembangkan, meluncurkan, dan memasarkan aplikasi mereka. Microsoft melakukan penyederhanaan dan peningkatan program untuk memberikan nilai baru pada para partner. Melalui peningkatan tersebut, Microsoft ingin membantu para partner untuk menghemat waktu pengembangan aplikasi, mengidentifikasi solusi, memasarkan aplikasi secara lebih cepat. Dengan begini, mereka pun bisa mengembangkan bisnis secara lebih efisien. Untuk mendukung program ISV Connect ini, Microsoft akan mengurangi pembagian pendapatan secara substansial hingga menyediakan keuntungan teknis baru seperti ISV App License Management. Tidak ketinggalan penambahan investasi pada Microsoft AppSource untuk meningkatkan peluang ditemukannya aplikasi (app discoverability) pada hasil pencarian.   Agar bisa memberikan produk dan layanan terbaik kepada para pengguna, Microsoft bekerja sama dengan banyak partner dari berbagai industri. Dengan memberikan lebih banyak peluang kepada partner seperti yang disampaikan saat Microsoft Inspire 2021, maka akan lebih banyak pula solusi yang bisa dihadirkan untuk menjawab kebutuhan Anda. Hasil dari kerja sama tersebut bisa Anda nikmati dengan cara menggunakan produk dan layanan Microsoft, salah satunya dengan berlangganan Microsoft 365 for Business. Caranya cukup dengan menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia!

Scroll to Top