Google Workspace

Google Workspace

Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya

Keberadaan data yang tepercaya dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan dan mengambil tindakan. Namun untuk sepenuhnya memberdayakan pengguna data, tidak cukup jika hanya mengandalkan data saja. Perusahaan harus menyediakan akses bagi pengguna melalui alat yang mereka gunakan setiap hari, seperti spreadsheet. Pada tanggal 15 Februari 2023 lalu, Google mengumumkan ketersediaan umum fitur Connected Sheets for Looker. Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mengakses metrik yang ditentukan secara terpusat serta hubungan data dari lapisan semantik Looker melalui antarmuka Google Sheets yang sudah familier bagi pengguna Workspace. Dukungan terbaik Looker dan Google Sheets Dengan lapisan semantik terpadu Looker, pengguna data dapat menyederhanakan data kompleks untuk end-user dengan menyusun logika dan metrik bisnis dalam model data terpusat. Untuk membangun organisasi berbasis data, kapabilitas untuk membuat keputusan berbasis data harus dapat diakses oleh seluruh karyawan dan dapat diterapkan pada keputusan sehari-hari dengan mudah. Connected Sheets for Looker menghadirkan pengalaman tersebut bagi para penggunanya. Photo Credit: Google Cloud Blog Salah satu penerapannya adalah pada sektor kesehatan. Connected Sheets for Looker dimanfaatkan untuk meningkatkan akses perawatan kesehatan dengan menggabungkan perawatan virtual terbaik, kunjungan langsung, dan teknologi untuk mendukung pasien. Connected Sheets for Looker menyediakan pelaporan yang mudah diakses—yang telah mendorong transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar di seputar metrik utama—sehingga menghasilkan hasil operasi yang lebih baik. Dengan begitu, pengguna dapat memenuhi kebutuhan data seluruh pemangku kepentingan mereka. Baca juga: Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets Data yang terus diperbarui Photo Credit: Google Cloud Blog Melalui Connected Sheets for Looker, pengguna Google Sheets dapat mengakses dan menjelajahi data tepercaya dari 50+ database berbeda yang didukung oleh Looker. Tampilan Looker, dimensi, dan ukuran disajikan melalui tabel pivot, memungkinkan pengguna menjelajahi kumpulan data secara fleksibel dengan membuat pivot, membuat bagan, dan menambahkan formula baru. Dengan adanya koneksi langsung antara Looker dan Google Sheets, maka data selalu terbarui dan akses pengguna pun diamankan berdasarkan izin Looker. Baca juga: Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk memanfaatkan Connected Sheets for Looker, satu-satunya hal yang perlu dilakukan admin adalah mengaktifkan Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets dalam panel BI Connectors di bagian Platform menu Admin Looker. Pastikan juga Anda sudah mengaktifkan instance Looker versi 22.20 atau lebih baru dan di-hosting di Google Cloud. Setelah Connected Sheets for Looker diaktifkan, pengguna dapat mulai mempelajari data Looker di Google Sheets dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Sheets dan arahkan ke menu Data. Di dalam menu Data, arahkan kursor ke Data connectors, lalu klik Connect to Looker. Masukkan URL instance Looker (misalnya: https://contoh.looker.com) Izinkan Google Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Pilih model Looker dan jelajahi model yang ingin Anda sambungkan. Buat tabel pivot dan mulai jelajahi data Anda. Baca juga: Perluasan Smart Chips di GSheets, Kini Anda Bisa Menambahkan Events Dengan hadirnya fitur Connected Sheets for Looker ini Anda dapat mengelola akses data dengan mudah dan aman. Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Cloud dengan aktivasi oleh administrator. Belum menggunakan Cloud sebagai solusi komputasi awan Anda? Kini paket berlangganan Google Cloud bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology memastikan Anda menerima produk resmi dan berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah

Bulan Desember 2022 lalu, Google Drive mengumumkan akan mengubah setelan shared drive bagi pengelola konten (content managers). Pembaruan tersebut memungkinkan pengelola konten untuk lebih leluasa mengubah shared drive, Tanggal 13 Februari 2023 lalu, pembaruan setelan Google Drive tersebut resmi diluncurkan. Setelah pembaruan, seluruh pengelola konten akan memiliki kapabilitas untuk berbagi folder secara default, di samping kapabilitas mereka saat ini yang dapat menyunting, mengatur ulang, dan menghapus konten shared drive. Pembaruan setelan shared drive di Google Drive Sebelumnya, pengelola konten shared drive di Google Drive hanya dapat menyunting, mengatur ulang, dan menghapus konten yang ada di dalam shared drive. Namun setelah pembaruan setelan Google Drive ini mereka dapat membagikan folder. Pengaturan tersebut bahkan aktif secara default setelah pembaruan resmi diluncurkan. Dengan begitu, pengguna dapat lebih mudah mengelola akses ke data mereka. Photo Credit: Google Workspace Updates Penting untuk diingat, pembaruan ini berlaku pada administrator, developer, dan juga end user Google Drive. Pengaturan default hanya akan aktif pada shared drive yang baru dibuat, sementara shared drive lama akan tetap mengikuti preferensi lama administrator. Bersamaan dengan pembaruan setelan shared drive, Google juga mengumumkan metode Drive API baru yang memungkinkan developer memperbarui setelan baru bagi pengelola konten untuk mengubah shared drive secara terprogram. Misalnya, jika Anda ingin mengubah setelan untuk sebagian besar shared drive yang ada secara massal, Anda dapat menulis dan menjalankan skrip untuk melakukannya atau menggunakan GAM command line tool. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Mulai menggunakan fitur Bagi administrator, setelan baru Google Drive ini akan aktif secara default setelah peluncuran. Untuk menonaktifkan setelan, masuk ke menu Sharing settings di bagian Drive and Docs yang ada di Admin Console > gulir ke bagian Shared drive creation > ganti Allow content managers to share folders ke opsi OFF. Kemudian untuk developer Drive, Google telah menyediakan halaman dokumentasi khusus mengenai Google Drive API yang dapat diakses di sini. Untuk end user, dapat mempelajari lebih lanjut mengenai setelan shared drive di sini. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Ketersediaan fitur Photo Credit: creativeart (Freepik) Pembaruan setelan Google Drive dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 13 Februari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh pengguna). Sedangkan untuk Drive API, perilisan juga dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 13 Februari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh pengguna). Pembaruan setelan ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Pembaruan juga tersedia bagi pelanggan G Suite Business (pendahulu Workspace). Namun pembaruan tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Frontline, G Suite Basic, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Penambahan Kontrol Untuk Waktu Akses File Google Drive Bagi Anda yang ingin menikmati pembaruan setelan Google Drive ini, bisa memulai dengan berlangganan paket Workspace for Business untuk perusahaan atau Workspace for Education untuk instansi pendidikan. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, yang memastikan paket langganan Anda adalah produk asli dan berlisensi. Proses implementasinya pun menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Enkripsi Client-side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya

Tahun 2022 lalu, Google Calendar memperluas versi beta enkripsi client-side mereka. Tujuannya ialah untuk membantu pelanggan memperkuat kerahasiaan data mereka sekaligus membantu menangani berbagai persyaratan kepatuhan (compliance) dan kedaulatan (sovereignty) data. Per tanggal 14 Februari 2023, enkripsi client-side untuk Google Calendar kini tersedia bagi publik. Selain itu, enkripsi client-side versi ini pun telah diperluas sehingga dapat mendukung Key Migration dan Google Takeout. Enkripsi client-side Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi data rest sekaligus data transit di antara fasilitas mereka. Dengan enkripsi client-side, Workspace memberikan kontrol langsung kepada pelanggan atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Ini akan membantu Anda sebagai pelanggan Workspace dalam memperkuat kerahasiaan data sekaligus menangani berbagai kebutuhan kepatuhan serta kedaulatan data. Enkripsi client-side memungkinkan Anda membangun postur privasi yang lebih kuat secara fundamental, baik untuk membantu perusahaan Anda mematuhi peraturan tentang penyebaran data atau sekadar untuk melindungi privasi data rahasia Anda dengan lebih baik. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengakitfkan enkripsi Enkripsi client-side Google Calendar akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan pada level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, administrator bisa langsung masuk ke Admin console > Security > Access and data control > Client-side encryption. Google telah menyediakan dokumentasi khusus mengenai enkripsi client-side Calendar yang dapat diakses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk end-user, Anda harus masuk melalui Identity Provider untuk memiliki akses ke konten terenkripsi. Jika ingin menambahkan enkripsi ke acara apa pun di Calendar, Anda cukup mengeklik ikon perisai di bagian atas kartu pembuatan acara. Ini akan menambahkan enkripsi ke deskripsi acara, lampiran, sekaligus Meet. Namun item lain seperti judul acara, waktu, dan daftar tamu akan tetap menggunakan enkripsi standar Calendar. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Ketersediaan enkripsi Enkripsi client-side untuk Google Calendar mobile saat ini tersedia dalam versi beta. Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard memenuhi syarat untuk mengajukan versi beta seluler hingga 3 Maret 2023. Untuk mengajukan akses, Anda bisa mengunjungi halaman berikut ini. Kapabilitas baru Calendar ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Peluncuran penuh dilakukan pada tanggal 14 Februari 2023 lalu (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur di seluruh Calendar pelanggan). Enkripsi client-side Google Calendar tersedia bagi pelanggan Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun enkripsi ini masih belum tersedia bagi pelanggan Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Enkripsi juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Enkripsi client-side Google Calendar akan membantu Anda dalam melindungi privasi data rahasia. Saat enkripsi aktif, maka server Google tidak dapat membaca item seperti deskripsi acara, lampiran, dan data Meet. Itu artinya, Anda memiliki kendali penuh atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Peningkatan Google Calendar ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace Education. Anda bisa mendapatkan paket berlangganannya melalui EIKON Technology. Tidak hanya menyediakan produk resmi berlisensi Google, kami juga memberikan layanan menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT?

Layanan chatbot berbasis AI ChatGPT, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Hadir dalam format interaktif, layanan ini mampu memberikan jawaban, mengoreksi kesalahan, hingga menolak permintaan yang tidak pantas. Tanggal 6 Februari 2023 lalu, Sundar Pichai, CEO Google mengumumkan akan segera memulai public testing untuk teknologi chatbot AI mereka yang bernama Bard. Pengumuman tersebut berhasil membuat publik berekspektasi, akankah teknologi baru Google ini dapat menyaingi ChatGPT? Bard, teknologi chatbot AI Google Mengembangkan teknologi berbasis AI (kecerdasan buatan) bukanlah sebuah hal baru bagi Google. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan sebuah kemampuan bahasa dan percakapan yang didukung oleh Language Model for Dialogue Applications (LaMDA). Dari situ, Google kemudian menggarap sebuah layanan percakapan AI dengan dukungan LaMDA, yang diberi nama Bard. Layanan tersebut resmi diperkenalkan pada 6 Februari kemarin dan membuka kesempatan public testing. Bard berupaya menggabungkan luasnya pengetahuan dunia dengan kecerdasan, kekuatan, dan kreativitas model bahasa Google. Teknologi ini didukung oleh data yang diambil dari web untuk memberikan respons berkualitas, dan tentunya, sesuai ekspektasi penggunanya. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Public testing dengan versi ringan LaMDA Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk kebutuhan public testing, Bard hadir dalam versi model ringan LaMDA Google. Model ringan ini hanya membutuhkan daya komputasi yang juga ringan, sehingga dapat diskalakan ke lebih banyak pengguna. Harapannya, feedback yang didapatkan nantinya pun akan lebih banyak. Selanjutnya, feedback dari tester akan digabungkan dengan pengujian internal untuk memastikan respons Bard dapat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan landasan yang tinggi dalam penyajian informasi dunia nyata. Menghadirkan manfaat AI ke dalam kehidupan sehari-hari Google memiliki sejarah panjang dalam menggunakan AI. Salah satunya adalah untuk menyempurnakan Google Search. Teknologi AI mereka, seperti BERT, MUM, hingga LaMDA telah menjadi tonggak dalam pengembangan kecerdasan buatan, terutama yang berkaitan dengan bahasa dan juga percakapan. Penggunaan AI diyakini dapat memperdalam pemahaman tentang informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan yang bermanfaat, sehingga memudahkan orang memahami inti dari apa yang mereka cari secara efisien. Baca juga: Cara Manfaatkan Google Document AI Dan Google Workspace Untuk Menjalankan SAP Build Process Automation Membantu developer berinovasi dengan AI Photo Credit: DCStudio (Freepik) Bulan Maret 2023 nanti, Google mengundang developer, creator, dan juga perusahaan untuk mencoba Generative Language API mereka. API tersebut didukung oleh LaMDA dan dikembangkan dengan berbagai model lainnya. Nantinya, Google berencana membuat rangkaian alat dan API yang memudahkan developer untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif dengan AI. Google pun membuka kesempatan bagi perusahaan startup untuk membangun sistem AI yang andal dan tepercaya melalui program kemitraan Google Cloud dengan Cohere, C3.ai, dan Anthropic, yang baru saja diumumkan awal Februari ini. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Pemanfaatan AI dalam pengembangan chatbot kini tengah menjadi perbincangan hangat. Layanan chatbot AI seperti ChatGPT pun makin populer. Sebagai rakasasa teknologi yang telah bertahun-tahun mengembangkan teknologi AI bahasa dan percakapan, Google siap menghadirkan “tandingan” ChatGPT, yakni Bard yang dibekali dengan kapabilitas mumpuni LaMDA. Akankah teknologi terbaru dari Google ini mampu menyaingi ChatGPT? Jika melihat track record Google, tentu saja hal tersebut mungkin saja terjadi. Sambil menanti rilis resmi Bard, Anda bisa meningkatkan pengalaman kerja kolaboratif di tengah maraknya penerapan ekosistem hybrid seperti sekarang dengan Google Workspace. Penerapan Workspace di perusahaan atau institusi Anda akan membuat kolaborasi kerja, meski dilakukan di tempat dan waktu terpisah, akan terasa lebih mulus dan aman. Tertarik? Anda bisa mulai berlangganan Workspace melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini!

Google Workspace

Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah

Sebelumnya, Google Chat menyediakan opsi “View members” dan “Add people and apps” untuk mengelola anggota Spaces. Per 26 Januari 2023, opsi tersebut mengalami upgrade, menghadirkan sebuah pengalaman baru yang akan memudahkan Anda dalam mengelola peserta Spaces. Berikut penjelasan selengkapnya. Upgrade pengelolaan anggota Spaces Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menggantikan opsi “View members” dan “Add people and apps”, Google Chat memperkenalkan kapabilitas “Manage members”. Dengan kapabilitas baru ini, Anda dapat melihat daftar berisi anggota yang sudah ditambahkan dan diundang ke Space. Bukan hanya itu, dengan upgrade ini Anda juga dapat menemukan perubahan pada menu Settings. Pada menu Settings yang baru, tersedia pilihan untuk menambahkan atau menghapus anggota, dan juga pilihan untuk mengatur setelan Space. Pengguna pun kini diberi keleluasaan dalam mengelola aplikasi Chat berikut integrasinya melalui opsi “Apps & integration” yang juga diluncurkan pada upgrade kali ini. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Menggunakan fitur baru Chat Opsi pengelolaan membership Spaces ini tidak membutuhkan kontrol administrator sama sekali. Bagi Anda end user, bisa langsung menggunakannya setelah tanggal perilisan. Untuk mengelola anggota Space Anda, klik bagian header Space dan kemudian pilih opsi “Manage Members”. Opsi ini dapat digunakan untuk melihat, menambah, atau menghapus anggota dari Space. Anda juga dapat mengubah pengaturan akses Space dengan memilih opsi “Space settings” yang berada tepat di bawah opsi “Manage Members”. Google Chat telah menyediakan dokumentasi khusus untuk upgrade ini dan dapat diakses secara gratis melalui halaman ini. Cara melihat anggota Space Masuk ke Google Chat atau akun Gmail Anda. Di sebelah kiri halaman, pilih Space yang ingin dilihat. Klik opsi “Manage Members”. Sistem kemudian akan langsung menampilkan seluruh anggota yang ada di dalam Space tersebut (termasuk akun yang sudah diundang bergabung). Jika Anda ingin menambahkan anggota baru ke Space, klik ikon +Add. Baca juga: Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Photo Credit: pressfoto (Freepik) Fitur terbaru Chat ini telah tersedia untuk versi web. Untuk aplikasi Chat seluler, perilisan fitur akan dilakukan pada akhir kuartal pertama 2023. Fitur dirilis dalam format extended rollout. Ini berlaku untuk domain rilis cepat dan juga domain rilis terjadwal. Berikut detail selengkapnya: Domain rilis cepat: Extended rollout mulai dari tanggal 26 Januari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Extended rollout mulai dari tanggal 13 Februari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Frontline. Namun fitur ini tidak tersedia bagi pelanggan Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Tidak tersedia juga untuk Google Account pribadi. Baca juga: Tingkatkan Kolaborasi Kerja dengan Fitur Chat dan Channel Microsoft Teams Dengan upgrade ini, Anda bisa lebih leluasa dalam mengelola membership di sebuah Space. Anda juga akan mendapatkan visibilitas yang lebih baik dalam melihat anggota yang terdaftar dan masuk dalam daftar undangan. Upgrade terbaru dari Google Chat ini dapat diakses oleh pelanggan Google Workspace for Business dan Education. Keduanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official reseller Google Workspace. Kami menawarkan produk resmi beserta layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa

Sebelumnya, pada bulan April 2022 lalu, Google mengumumkan akan meluncurkan peningkatan kapabilitas pemindahan folder di Google Drive. Pada tanggal 18 Januari 2023, peningkatan tersebut dirilis dalam versi beta. Dengan memanfaatkan peningkatan tersebut, end user akan lebih mudah memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama. Peningkatan kapabilitas pemindahan folder Google Drive Pada tahun 2022 lalu, kapabilitas untuk memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama hanya terbatas untuk administrator dan dalam versi beta saja. Kali ini, Google Drive memperluas jangkauan kapabilitas tersebut untuk end user. Dengan begitu, kini end user bisa lebih fleksibel dalam membagikan file dan folder mereka, sekaligus mencegah terjadinya kebocoran akses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (permission escalations). Bukan hanya itu, Google Drive juga meningkatkan kapabilitas My Drive dan drive bersama, sehingga pengalaman berbagi pengguna akan lebih mulus dan aman. Sebelumnya, saat administrator akan memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama, semua Editors pun diubah menjadi Contributors dalam setelan default. Kini, saat administrator atau end user memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama, status Editors akan berubah menjadi Content managers. Pembaruan ini akan mengarah pada retensi kemampuan pengguna dalam mengatur konten serta berbagi folder, secara mulus dan aman. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Mulai menggunakan fitur Administrator Untuk mengajukan permohonan versi beta, administrator bisa mendaftar di sini. Jika permohonan diterima, silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memindahkan file dan folder dari My Drive ke drive bersama. Google Drive juga telah menyediakan dokumentasi mengenai cara berbagi izin atau peran pengguna yang bisa Anda akses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates End user Setelah beta diaktifkan oleh administrator, pengguna dapat langsung melakukan pemindahan dengan memilih folder yang diinginkan dan kemudian mengeklik “Move to” di menu folder (terletak di toolbar). Silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memindahkan file dan folder ke drive bersama. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Ketersediaan fitur Photo Credit: senivpetro (Freepik) Google Drive akan mulai menerima domain baru permohonan versi beta program ini mulai pertengahan bulan Januari 2023. Anda dapat mengajukan permohonan di sini. Sedangkan untuk update ke user roles dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai tanggal 18 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Permohonan versi beta ini terbuka untuk seluruh pelanggan  Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits, termasuk pelanggan paket G Suite Business lama. Permohonan tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Frontline, serta G Suite Basic lama. Versi beta juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Potong dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas Google Drive ini, Anda dapat memindahkan file dan folder dari My Drive ke drive bersama secara lebih mudah dan aman. Apakah Anda tertarik dengan kapabilitas ini? Peningkatan kapabilitas terbaru dari Google Drive ini bisa Anda nikmati dengan berlangganan paket Google Workspace for Business melalui EIKON Technology yang menyediakan solusi implementasi secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom

Tahun 2022 lalu, Google memperkenalkan interoperabilitas perangkat konferensi video untuk Google Meet dengan Zoom. Update terbaru ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk terhubung dan berkolaborasi dengan orang lain di luar ekosistem Google Meet. Interoperabilitas Google Meet dan Zoom Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru dari Google Meet ini memungkinkan Anda untuk dapat bergabung ke Zoom Meetings dari hardware Google Meet dan juga bergabung ke rapat virtual Google Meet dari Zoom Room. Penting untuk diingat, interoperabilitas Zoom mendukung fitur inti konferensi video Meet. Beberapa fitur lanjutan, seperti polling, wired present, dan dual-screen support mungkin tidak tersedia saat Anda menggunakan hardware Google Meet untuk bergabung ke Zoom Meetings dan sebaliknya. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Detail tambahan interoperabilitas Penggunaan fitur interoperabilitas ini pada perangkat yang didukung tidak dikenakan biaya tambahan. Nantinya, fitur juga akan dilengkapi dengan kapabilitas untuk bergabung melalui kode rapat, termasuk kapabilitas untuk mengonfigurasi bergabung no-knock (lobby bypass) di kedua arah. Interoperabilitas serupa sudah tersedia, menghubungkan Google Meet dan Cisco Webex di perangkat masing-masing platform. Di samping itu, Pexip juga tengah mengembangkan kapabilitas yang memungkinkan pengguna bergabung ke rapat Meet dari berbagai hardware konferensi video pihak ketiga, termasuk perangkat lama yang mungkin tidak mendukung interoperabilitas bawaan. Baca juga: Cara Menggunakan Google Slide di Meet, Ternyata Mudah! Mulai menggunakan interoperabilitas Interoperabilitas Zoom di hardware Google Meet Photo Credit: DCStudio (Freepik) Administrator Interoperabilitas Zoom di hardware Google Meet akan tersedia secara default dan dapat dinonaktifkan di konsol Workspace Admin tingkat OU (organizational unit) di Devices > Google Meet hardware > Settings > Device Settings > Built-in interoperability. Perlu diingat, pengaturan admin ini dapat dikonfigurasi sebelum fitur mulai diluncurkan, sehingga Anda dapat menonaktifkannya sebelum 25 Januari 2023. Untuk mengonfigurasi no-knock join untuk Zoom Meetings dari hardware Meet, buat token di Zoom Admin di Account Management > Account Settings > Meeting > Allow my organization’s 3rd party conference room systems to join my Zoom meetings as an authorized user and paste it in the Google Workspace Admin at Devices > Google Meet hardware > Settings > Service settings > Built-in interoperability direct access. End user Jika interoperabilitas diaktifkan oleh administrator, end user dapat bergabung ke rapat Zoom dari hardware Google Meet dengan: Bergabung ke ad-hoc meeting “Join or start a meeting” dan pilih Zoom yang ada di opsi dropdown. Bergabung ke rapat terjadwal dengan menambahkan ruang virtual ke event dengan rapat Zoom. Perlu diperhatikan, event yang berasal dari luar Google Calendar harus digandakan dan diisi dengan detail ruang secara manual atau dengan menyalin rincian bergabung Zoom ke kolom deskripsi acara Calendar. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai interoperabilitas Google Meet, Anda dapat mengunjungi dokumentasi berikut ini. Interoperabilitas Meet di Zoom Rooms Photo Credit: DCStudio (Freepik) Administrator Interoperabilitas Meet di Zoom Rooms akan dinonaktifkan secara default dan dapat diaktifkan dari Zoom Admin, melalui Room Management > Zoom Rooms > Meeting > Support Google Meet web client meeting on Zoom Rooms. Untuk mengonfigurasi no-knock join untuk rapat Meet dari Zoom Rooms, buat token di konsol Workspace Admin, melalui Apps > Google Workspace > Settings for Google Meet > Interoperability tokens dan salin ke kolom Zoom Admin di Google Meet Interop Token yang ada di Room Management > Zoom Rooms > Support Google Meet web client meeting on Zoom Rooms. End user Jika interoperabilitas diaktifkan oleh administrator, end user dapat bergabung ke rapat Zoom dari hardware Google Meet dengan: Bergabung ke ad-hoc meeting dari Zoom Room Controller dengan memasukkan kode rapat Meet. Bergabung ke rapat terjadwal dengan menambahkan ruang virtual ke event dengan detail Meet. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Peningkatan interoperabilitas dari hardware Meet ini diluncurkan secara bertahap mulai dari tanggal 19 Januari 2023. Hardware Meet resmi dan berlisensi Google bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai reseller dengan sertifikasi resmi Google, kami memastikan produk hardware Google Meet yang ditawarkan bisa digunakan secara optimal. Di samping itu, EIKON Technology juga menawarkan Google Workspace for Business untuk mendukung kolaborasi kerja di perusahaan Anda. Untuk informasi lengkap mengenai rencana implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Google Meet Update: Lebih Mudah Bagikan Konten Presentasi dengan Semua Peserta

Pada tanggal 25 Januari 2023 lalu, muncul Google Meet update terbaru. Dalam update terbaru ini, Google menghadirkan dua penyempurnaan kapabilitas yang akan membuat berbagi file di Meet menjadi lebih mudah. Pertama, pengguna kini dapat membagikan akses ke konten yang dipresentasikan dalam rapat dengan peserta. Kedua, setiap kali pengguna menempelkan tautan ke obrolan Meet, sistem akan memunculkan dialog akses file. Mari simak detail selengkapnya berikut ini. Google Meet update, kini lebih mudah bagikan konten presentasi Photo Credit: Google Workspace Updates Pertama, pengguna kini dapat membagikan akses ke konten yang dipresentasikan dalam rapat dengan peserta, termasuk semua orang di dalam guest list Calendar, langsung dari aplikasi. Ketika melakukan presentasi, Anda dapat membagikan file dari menu floating action atau melalui saran di Meet Chat. Peserta rapat akan melihat pemberitahuan saat Anda membagikan file dan tautan ke file tersebut akan dibagikan secara otomatis di ruang obrolan Meet. Photo Credit: Google Workspace Updates Kedua, setiap kali pengguna menempelkan tautan ke obrolan Meet, sistem akan memunculkan dialog akses file. Dari situ, pengguna dapat menyesuaikan akses sesuai kebutuhan dan memilih untuk melampirkan file ke event Calendar. Mari detail selengkapnya berikut ini. Dengan mengizinkan berbagi langsung dari Meet, Anda dapat membagikan konten yang disajikan secara lancar, tanpa harus beralih ke jendela lain untuk memberikan akses. Ini memudahkan peserta rapat untuk mengikuti presentasi Anda, menemukan dan mereferensikan materi Anda nanti, dan terus mengerjakan tugas dari rapat. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Mengaktifkan Google Meet update terbaru Photo Credit: Google Workspace Updates Google Meet update ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Pasalnya, update akan muncul secara otomatis di halaman end-user setelah tanggal perlisan. Namun administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini untuk seluruh organisasi. Pengguna dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari fitur baru ini lebih lanjut. Mulai menggunakan fitur Melakukan presentasi saat video meeting Masuk ke rapat video Meet yang Anda inginkan. Di bagian bawah, klik Present now. Pilih Your entire screen, A window, atau A tab. Jika Anda menampilkan tab Chrome, tab tersebut membagikan audio tab tersebut secara default. Untuk menyajikan tab lain, pilih tab yang ingin Anda sajikan, klik Share this tab instead. Jika ingin menyajikan presentasi Slide melalui tab, Anda dapat mengontrolnya di Meet. Klik Share. Opsional: Untuk melepaskan sematan presentasi Anda, klik Unpin. Menghentikan presentasi saat video meeting Di jendela Meet, klik Stop Presenting. Di kanan bawah, klik You are presenting > Stop presenting. Tips Saat menggunakan Google Workspace, Anda dapat mengadakan video meeting besar jarak jauh. Untuk pengguna seluler, saat ini Anda tidak dapat berbagi audio saat melakukan presentasi. Jika kamera dihidupkan, video akan aktif saat Anda melakukan presentasi. Untuk presentasi yang lebih baik dan untuk mencegah pencerminan, bagikan jendela baru atau tab tertentu, bukan jendela rapat. Untuk berbagi audio, pilih Share a Chrome tab atau Share this tab. Baca juga: Peningkatan Kualitas Virtual Meeting saat Bergabung dengan Virtual Machine Ketersediaan fitur Fitur baru Google Meet ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan peluncuran bertahap mulai tanggal 25 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan peluncuran diperpanjang mulai tanggal 14 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Selain itu, fitur baru ini pun tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Fitur akan muncul secara otomatis setelah tanggal perilisan. Dengan fitur ini, Anda dapat mempresentasikan seluruh layar atau jendela tertentu dalam rapat. Saat melakukan presentasi, Anda dapat berbagi informasi seperti dokumen, presentasi, dan spreadsheet. Baca juga: Cara Membuat Transkripsi Panggilan Meet Menjadi File Documents Google Hadirnya Google Meet update terbaru ini akan memudahkan Anda untuk membagikan konten yang dipresentasikan dalam video meeting. Fitur ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan paket Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules

Google Calendar baru saja meluncurkan update untuk fitur appointment schedules. Ini merupakan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan jadwal mereka melalui booking page, sehingga dapat digunakan oleh kolega, klien, dan mitra untuk menjadwalkan rapat. Versi terdahulu appointment schedules tidak memiliki kapabilitas untuk meninjau beberapa kalender sekaligus, berpotensi menimbulkan jadwal yang bentrok. Dengan update ini pengguna Google Calendar dapat memeriksa dan melihat pratinjau visual dari beberapa kalender sekaligus, sehingga memudahkan pembuatan jadwal janji temu. Selain itu, update terbaru ini juga akan membuat booking page Anda menampilkan status ketersediaan berdasarkan kalender yang sudah dipilih. Mengenal appointment schedules Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur appointment schedules Google Calendar memungkinkan pengguna untuk dapat membuat dan membagikan booking pages, membatasi waktu agar orang dapat membuat janji temu, serta melihat janji temu yang sudah di pesan melalui Calendar. Jika Anda mengakses Calendar melalui akun kantor atau sekolah, maka fitur ini juga akan menampilkan pratinjau jadwal janji temu yang baru. Namun perlu diingat, akun Google Business Starter tidak memiliki akses ke appointment schedules. Untuk menggunakan appointment schedules di akun email pribadi, Anda harus berlangganan Workspace Individual terlebih dahulu. Penting untuk diketahui juga, selain kalender utama, kini Anda juga dapat memeriksa ketersediaan dari semua kalender yang ditambahkan ke Google Calendar di web, seperti kalender milik Anda, kalender yang Anda kelola, maupun kalender yang Anda ikuti. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Mulai menggunakan fitur Peningkatan fitur appointment schedules Google Calendar ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari administrator. Pengguna bisa langsung menggunakan fitur setelah tanggal perilisan. Google telah menyusun dokumentasi khusus mengenai fitur appointment schedules yang dapat Anda akses di sini. Cara mengaktifkan fitur appointment schedules Di menu Settings, Anda dapat beralih antara slot appointment schedules lama dan baru kapan saja. Setiap slot atau jadwal yang dibuat sebelumnya akan tetap aktif dan tersedia saat appointment schedules diaktifkan maupun dinonaktifkan. Untuk periode akses awal, slot appointment schedules lama dan baru tersedia di kalender Anda. Untuk mengaktifkan fitur, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer, buka Google Calendar. Buka Settings > General > Appointment schedules. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping opsi “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Jika ingin menonaktifkan fitur, hapus centang. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Peningkatan fitur appointment schedules ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Keduanya dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dimulai pada tanggal 24 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dimulai pada tanggal 7 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching dan Learning Upgrade, serta Nonprofits customers. Namun fitur appointment schedules Google Calendar tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, termasuk paker G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Agar tidak tertinggal fitur baru dari berbagai aplikasi produktivitas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Workspace

Pembaruan Fitur Google Docs: Tampilkan Non-printing Characters

Saat melihat atau mengedit Google Doc, non-printing characters seperti jeda baris (line breaks), jeda bagian (section breaks), tab, dan spasi tidak terlihat. Per 9 Januari 2022, Anda dapat memilih untuk menampilkan non-printing characters untuk melihat bagaimana dokumen ditata. Saat diaktifkan, Anda akan melihat simbol atau teks yang mewakili hal-hal berikut: Hard break (paragraph) Soft break (baris) Section break (jeda bagian) Page break (jeda halaman) Column break (jeda kolom) Tab Spasi Opsi baru di Google Docs  Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan fitur ini menyediakan representasi visual dari hal-hal yang mengontrol pemformatan Docs, memungkinkan Anda untuk melakukan pengeditan yang sesuai dengan lebih mudah. Untuk mulai menggunakan fitur baru ini tidak memerlukan pengaturan admin sama sekali. Bagi end-user yang ingin menampilkan non-printing characters di Docs, cukup klik View > Show non-printing characters. Anda juga bisa mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang melihat kerangka dokumen, summaries, rulers, dan non-printing characters di Docs. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Cara menampilkan kerangka dokumen, summaries, rulers, & non-printing characters Photo Credit: Freepik Anda dapat menyusun Google Doc dengan fitur “document outline“. Fitur ini akan mendeteksi dan mencantumkan judul dari teks Anda untuk membantu mengatur dokumen. Dalam outline, Anda juga dapat menambahkan ringkasan (summaries). Anda pun dapat menampilkan atau menyembunyikan rulers dan non-printing characters untuk membantu memformat dokumen. Mulai bekerja dengan kerangka dokumen Buka dokumen di Google Docs. Untuk membuka kerangka, klik View > Show outline. Outline akan muncul di sebelah kiri. Menampilkan atau menyembunyikan rulers Anda dapat menggunakan rulers horizontal dan vertikal untuk meratakan teks, grafik, atau tabel di dokumen. Rulers akan secara otomatis ditampilkan saat Anda membuka dokumen. Untuk menyembunyikan rulers: Di bagian atas dokumen, klik View. Klik Show ruler. Untuk menampilkannya kembali, klik Show ruler. Menampilkan atau menyembunyikan non-printing characters Anda dapat menggunakan non-printing characters untuk melihat bagaimana dokumen diformat. Non-printing characters muncul dengan warna biru dan akan menunjukkan letak: Hard break (paragraph) Soft break (baris) Section break (jeda bagian) Page break (jeda halaman) Column break (jeda kolom) Tab Spasi Untuk menampilkan non-printing characters: Di bagian atas dokumen, klik View. Klik Show non-printing characters. Untuk menyembunyikan, klik ulang Show non-printing characters. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia di Google Docs, Berikut Cara Ketersediaan fitur Peningkatan fitur Google Docs ini dirilis melalui domain rilis cepat dan terjadwal dengan rincian: Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap mulai dari tanggal 9 Januari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Peluncuran bertahap mulai dari tanggal 23 Januari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, tersedia juga untuk seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Itu dia pembahasan mengenai pembaruan Google Workspace berupa peningkatan fitur Google Docs. Untuk menggunakan Workspace dengan optimal, Anda bisa berlangganan edisi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, Workspace for Business untuk bisnis atau Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller dan partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Scroll to Top