Google Workspace

Google Workspace

Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa?

Untuk membatasi gangguan selama online meeting, Google Meet menawarkan peredam bising (noise cancellation) untuk menyaring kebisingan di latar belakang, seperti suara pintu tertutup atau suara dari lokasi konstruksi terdekat. Pada tanggal 27 Februari 2023 lalu, Google Meet memperluas kapabilitas noise cancellation, memungkinkan pengguna meminimalkan gangguan suara saat melakukan online meeting. Seperti apa perubahannya? Perluasan kapabilitas noise cancellation Google Meet Untuk meminimalkan gangguan suara selama online meeting, Google Meet menghadirkan kapabilitas noise cancellation. Saat kapabilitas tersebut aktif, maka kebisingan yang ada di latar belakang pengguna pun dapat diredam. Per 27 Februari 2023, kapabilitas tersebut mengalami perluasan hingga menjadi: Tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi di lebih banyak jenis perangkat Android; Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, dan Education Fundamentals; Diaktifkan secara default untuk perangkat pihak ketiga yang terhubung ke Meet menggunakan Pexip. Memperluas kapabilitas ini membantu pengguna Meet membuat panggilan menjadi lebih produktif dengan mengurangi gangguan di berbagai perangkat. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Mulai mengaktifkan noise cancellation Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Administrator Sebagai administrator Workspace, Anda dapat menentukan apakah noise cancellation aktif atau nonaktif di awal setiap rapat. Pengguna masih dapat mengubah setelan untuk rapat individu. Berikut cara mengaktifkan dan menonaktifkan noise cancellation: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Buka Menu > Devices > Google Meet hardware > Devices. Anda dapat menyaring perangkat menurut organizational unit (OU) atau kriteria lainnya sesuai kebutuhan. Klik perangkat yang ingin Anda kelola. Klik bagian Device settings untuk membuka pilihan yang tersedia. Klik Edit di sebelah Noise cancellation. Centang atau hapus centang pada kotak di samping opsi “Noise cancellation is on at the beginning of each call”. Klik Save. End user Untuk membantu membatasi gangguan dalam rapat, Anda dapat menyaring kebisingan latar belakang. Meet dapat menghilangkan kebisingan latar belakang seperti suara ketikan, menutup pintu, gema ruangan, atau suara dari lokasi konstruksi di sekitar. Jika Anda bergabung menggunakan akun Workspace, edisi Workspace penyelenggara rapat akan menentukan status default. Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur dari pengaturan. Jika Anda bergabung ke rapat di perangkat Android dengan Google Account pribadi, noise cancellation akan nonaktif secara default. Pengambilan audio dari berbagi layar tidak akan terpengaruh oleh noise cancellation. Namun suara dari TV atau suara orang yang berbicara pada saat bersamaan tidak akan difilter. Disarankan untuk menonaktifkan noise cancellation jika terdapat elemen non-speech (seperti suara alat musik) dalam online meeting Anda agar suara tetap terdengar. Meet menyesuaikan audio dengan volume yang nyaman agar semua orang terdengar. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Perluasan kapabilitas noise cancellation Google Meet ini dirilis dalam format extended rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 27 Februari 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Google Meet Update: Lebih Mudah Bagikan Konten Presentasi dengan Semua Peserta Dengan perluasan kapabilitas noise cancellation Google Meet ini, Anda dapat melakukan online meeting tanpa harus terganggu oleh suara bising. Perluasan sudah tersedia di Workspace dan bisa langsung digunakan dalam online meeting. Kapabilitas ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan paket Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia untuk Umum, Ini Kegunaannya

Akhir tahun 2022 lalu, Google mengumumkan enkripsi client-side untuk Gmail dalam versi beta. Pada tanggal 28 Februari 2023 ini, enkripsi client-side Gmail resmi diluncurkan untuk umum. Sebelumnya, Workspace sudah mengenkripsi data saat istirahat dan saat transit dengan menggunakan libraries kriptografi yang didesain aman. Enkripsi client-side meningkatkan kemampuan enkripsi yang ada ke tingkat berikutnya dengan memastikan bahwa pelanggan memiliki kendali tunggal atas kunci enkripsi mereka dan akses ke data mereka. Google dan client-side encryption Di era digitalisasi seperti sekarang, privasi data adalah prioritas utama. Untuk alasan itulah, Google membangun teknologi keamanan canggih ke dalam produk mereka. Misalnya, memanfaatkan Google AI untuk menghentikan sebagian besar ancaman online secara otomatis sebelum ancaman tersebut muncul. Gmail, misalnya, secara otomatis memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Tahun 2022 lalu, Google telah mengaktifkan client-side encryption (CSE) untuk Drive, Docs, Slides, Sheets, dan Meet. Pada tahun 2023 ini, CSE meluas ke Gmail dan juga Calendar. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta Enkripsi client-side Gmail Mulai 28 Februari 2023, enkripsi client-side untuk Gmail tersedia secara umum bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Untuk pelanggan yang saat ini terdaftar dalam versi beta, pengalaman enkripsi Gmail tidak akan berubah. Menggunakan enkripsi client-side di Gmail memastikan data sensitif di badan email dan lampiran tidak dapat dibaca oleh server Google. Dengan kata lain, pelanggan memegang kendali penuh atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Selain Gmail, enkripsi client-side juga sudah berlaku di Google Drive, Google Docs, Sheets, dan Slides, Google Meet, dan juga Google Calendar (masih dalam versi beta). Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mulai mengaktifkan enkripsi client-side Gmail Administrator Fitur ini akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan di tingkat domain, organizational unit (OU), dan Grup. Untuk mengaturnya, administrator bisa masuk ke Admin console (Konsol Admin > Security > Access and data control > Client-side encryption dan pilih pengaturan sesuai kebutuhan. End users Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah diaktifkan oleh administrator Workspace, maka Anda bisa langsung menambahkan enkripsi client-side ke dalam pesan apa pun. Caranya cukup klik ikon gembok pada halaman email baru Gmail dan pilih opsi “Additional encryption”. Selanjutnya, Anda bisa langsung mengetikkan pesan dan menambahkan lampiran seperti biasa. Ketersediaan fitur Photo Credit: lifeforstock (Freepik) Enkripsi client-side Gmail telah tersedia di seluruh akun pengguna Google Workspace. Peluncuran dilakukan secara serentak, baik itu melalui domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal mulai tanggal 28 Februari 2023 kemarin. Enkripsi client-side Gmail tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun masih belum tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk pelanggn G Suite Basic dan G Suite Business lama (rangkaian produktivitas pendahulu Workspace). Fitur ini juga masih belum tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Upgrade Penelusuran Google Chat dan Gmail, Kini Dilengkapi dengan Saran Pencarian Dengan hadirnya client-side encryption untuk Gmail, Anda bisa memberikan keamanan tambahan untuk tiap pesan yang dikirimkan. Sebab, seluruh data sensitif di email dan lampirannya tidak dapat dibaca oleh server Google. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara aman dan mudah. Ingin mulai menerapkan Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Reminder Google Calendar dan Assistant Reminders Akan Bermigrasi ke Tasks, Seperti Apa Perubahannya?

Tahun 2022 lalu, Workspace telah mengumumkan untuk memigrasikan Reminders dari Google Calendar dan Google Assistant ke Google Tasks untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless dalam mengelola daftar tugas di dalam ekosistem Google. Pengguna nantinya dapat membuat tugas dari Calendar dan menggunakan kemampuan hands-free dari Assistant, sama dengan cara mereka membuat Reminders sebelumnya. Tidak seperti Reminders, mereka juga dapat membuat tugas dari aplikasi Google Workspace lain, seperti Gmail, Docs, Chat, atau langsung dari aplikasi Tasks. Jika Anda adalah pelanggan Google Workspace dengan layanan Tasks aktif, maka end-user dapat melakukan migrasi secara sukarela mulai tanggal 12 April 2023 nanti. Perintah migrasi ini telah tersedia bagi pengguna dengan akun pribadi mulai tanggal 6 Maret 2023. Memigrasikan Reminders Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pelanggan Google Workspace, mulai tanggal 22 Mei 2023, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis ke Tasks untuk pengguna yang belum bermigrasi. Untuk membantu memastikan kelancaran transisi, disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk administrator Pastikan layanan Tasks aktif di lingkungan kerja Anda. Jika layanan Tasks nonaktif, maka semua data Reminders tidak akan dimigrasikan ke Tasks dan penghapusan data akan dimulai setelah tanggal 22 Juni 2023 nanti. Aktifkan tempat kerja Anda untuk bisa menggunakan Google Takeout. Jika end-user di tempat Anda ingin mengekspor data dari Assistant dan Calendar Reminders mereka. Jika end-user di tempat Anda ingin menggunakan Assistant untuk mengelola tugas setelah migrasi, pastikan sesuaikan setelan pengguna Search dan Assistant terlebih dahulu. Untuk pengguna akun Google kantor atau sekolah Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 12 April 2023. Jika Anda menginginkan salinan data Reminders dan Takeout diaktifkan di tempat kerja Anda, pastikan untuk melakukan ekspor data sebelum tanggal 22 Juni 2023. Untuk pengguna akun Google pribadi Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 6 Maret 2023. Jika Anda belum bermigrasi, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis pada kuarter kedua tahun 2023 ini. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Mengapa harus bermigrasi? Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Setelah migrasi selesai, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Tasks dapat diakses melalui web atau aplikasi Google Workspace seperti Gmail, Kalender, Docs, dan Chat, sehingga memudahkan pembuatan tugas tanpa perlu beralih tab atau aplikasi. Jika menggunakan Assistant, Anda juga dapat membuat Tasks langsung dari sana. Penting untuk diingat, Calendar Reminders yang dibuat di Keep tidak akan dimigrasikan ke Tasks. Pengingat tersebut akan tetap tersedia di Keep, tapi tidak akan ditampilkan di Google Calendar setelah proses migrasi selesai. Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedule Kapan proses migrasi dimulai? Waktu migrasi Calendar Reminders ke Tasks ini akan menyesuaikan jenis akun yang Anda gunakan. Berikut rincian lengkapnya: Bagi pelanggan Google Workspace Migrasi sukarela bisa mulai dilakukan sejak tanggal 12 April 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Untuk migrasi otomatis akan dimulai pada tanggal 22 Mei 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Bagi pemilik Google Account pribadi  Migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan mulai dari tanggal 6 Maret 2023. Perubahan ini akan memengaruhi seluruh pelanggan Google Workspace, pelanggan G Suite Basic dan Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda Melacak Jadwal Dengan migrasi ini, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Docs, Google sheets, Google Workspace

Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs

Smart Canvas adalah kumpulan alat kolaboratif dari Google Workspace yang menyempurnakan cara kerja Docs, Sheets, dan Slides. Ini merupakan kapabilitas dari Google yang akan meningkatkan fitur di setiap aplikasi, memungkinkan pengguna untuk bekerja tanpa meninggalkan ruang obrolan atau menyambungkan panggilan Meets langsung ke file Docs atau Slides. Dalam inovasi terbarunya, Google memperkenalkan lebih banyak lagi smart chip dan cara baru untuk menampilkan tanggal di Sheets yang akan memudahkan Anda melihat pratinjau dan berinteraksi dengan tanggal, lokasi, dan informasi keuangan lebih cepat. Selain itu, Google juga telah menambahkan stopwatch chip ke Docs yang dapat melacak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu aktivitas, membantu Anda mengerjakan tugas tepat waktu. Fitur baru smart canvas Google Sheets dan Docs Untuk memudahkan pengguna dalam mengerjakan tugas di Google Sheets dan Docs, Google terus mengembangkan kapabilitas smart canvas Workspace. Berikut adalah fitur baru yang ditawarkan dalam pengembangan terbaru smart canvas Sheets dan Docs: Place chips Saat chip lokasi Google Maps ditambahkan ke Sheets, Anda dapat membuka lokasi langsung di Google Maps, dan melihat pratinjau lokasi atau menemukan petunjuk arah. Photo Credit: Google Workspace Updates Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules Kemampuan tanggal yang diperluas Sertakan tanggal di Lembar Anda dengan lebih mudah menggunakan @ titik masuk dengan pintasan seperti @hari ini, @kemarin, @besok, dan @tanggal. Mengeklik tanggal akan menampilkan pemilih tanggal yang memungkinkan Anda memperbarui tanggal sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Workspace Updates Finance chips Menambahkan entitas Google Finance, seperti saham, reksa dana, dan mata uang ke dalam Sheets. Arahkan kursor ke atas chip untuk melihat informasi menurut jenis entitas. Misalnya, untuk saham, Anda dapat melihat nama perusahaan, Indeks listing, harga saham, dan kapitalisasi pasar. Mengeklik chip akan membawa Anda ke halaman Finance khusus entitas. Photo Credit: Google Workspace Updates Stopwatch chips Saat stopwatch chip dimasukkan, Anda dapat memulai, menghentikan, dan mengatur ulang timer sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan fitur baru smart canvas Bagi administrator Fitur baru ini dapat langsung diakses tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Bagi end-user Anda dapat memasukkan chip finance maupun map di sel Sheet dengan mengikuti salah satu atau semua metode berikut: Ketik “@” diikuti dengan entitas Place atau Finance. Arahkan ke Insert > Smart chip. Untuk menyisipkan tanggal dan mengaktifkan pemilih tanggal, ketik “@” diikuti dengan “tanggal”, “hari ini”, “kemarin”, atau “besok”. Anda juga dapat mengakses pemilih tanggal dengan mengetuk dua kali tanggal yang dimasukkan secara manual. Anda dapat memasukkan chip stopwatch di Docs dengan mengikuti salah satu atau semua metode berikut: Ketik “@” diikuti dengan “Stopwatch” Arahkan ke Insert > Smart chip. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Fitur baru smart canvas Google Docs dan Sheets diluncurkan secara bertahap (gradual rollout). Domain rilis cepat dimulai pada tanggal 23 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 9 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Selain itu, fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Agar tidak tertinggal fitur baru dari smart canvas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Workspace

Meningkatkan Pengalaman Mengelola Google Contacts dengan Sidebar Tambahan

Sebelumnya, untuk menyunting Google Contacts, Anda harus mengunjungi contacts.google.com. Namun per 17 Februari 2023, telah tersedia fitur baru di sidebar Google Contacts yang akan memudahkan Anda menyunting dan menambahkan kontak baru. Bagaimana cara menampilkan fitur baru ini? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut! Sidebar baru di Google Contacts Photo Credit: Google Workspace Updates Google Contacts merupakan sebuah aplikasi yang hadir untuk memudahkan Anda dalam mengatur, meninjau, hingga menggabungkan kontak. Melalui aplikasi ini Anda juga dapat menyusun mailing list (milis) pribadi, bahkan mengirim pesan ke beberapa orang sekaligus dengan cepat tanpa memasukkan alamat mereka satu per satu. Contacts menyederhanakan pengalaman Anda dalam menyimpan semua informasi kontak di satu tempat dan menjangkau beberapa orang sekaligus. Pada pertengahan Februari 2023 lalu, Google Contacts mengalami update. Dalam update tersebut, muncul sebuah sidebar tambahan yang akan memudahkan pengguna dalam menyunting dan menambahkan kontak. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Cara menampilkan sidebar baru Contacts Sidebar baru Contacts ini akan muncul secara otomatis setelah update. Itu artinya, tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator untuk bisa menggunakan fitur baru ini. End-user bisa langsung menggunakan fitur untuk menyunting atau menambahkan kontak. Baca juga: Kini Berbagi Tautan Profil Makin Mudah Dengan Google Contacts Cara menyunting kontak yang sudah ada Setelah update, Anda bisa langsung menyunting kontak dengan langkah-langkah berikut: Buka panel samping di Google Workspace dan buka aplikasi Contacts. Klik kontak yang ingin Anda ubah. Klik ikon Edit di bagian kanan atas. Ubah informasi kontak dan kemudian klik Save setelah selesai menyunting. Cara menambahkan kontak baru Photo Credit: Freepik Buka aplikasi Contacts melalui bilah App vertikal yang ada di bagian kanan halaman Workspace Anda. Klik Create Contacts. Sedikit catatan: Opsi ini hanya akan tersedia dalam mode Contacts, bukan di mode In this thread saat membuka tampilan detail kontak melalui Gmail. Masukkan nama kontak dan tambahkan informasi kontak apa pun. Klik Save. Baca juga: Contact Center Terintegrasi Penuh di Chrome OS Cara menambahkan kontak baru dari pencarian Buka aplikasi Contacts dari bilah App vertikal yang ada di sebelah kanan Workspace Anda. Klik ikon Search di kanan atas. Masukkan nama kontak. Jika tidak ada kontak, klik tombol Create Contacts untuk membuat kontak secara otomatis dengan nama yang Anda masukkan. Ketikkan informasi tambahan ke kontak. Klik Save untuk menyimpan kontak baru. Ketersediaan fitur Seperti yang sudah disebutkan, fitur baru Contacts ini dirilis pada tanggal 17 Februari 2023 lalu. Perilisan dilakukan dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Sidebar tambahan Contacts ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic atau G Suite Business (pendahulu Workspace). Selain itu, sidebar juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Tips Meningkatkan Fokus Saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace Melalui Google Contacts, Anda dapat mengelola kontak dengan mudah dan mengambil tindakan lanjutan, seperti membuat milis, tanpa proses yang rumit. Untuk mengoptimalkan fungsi Contacts, gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace yang telah dirancang khusus untuk kebutuhan kerja. Workspace telah tersedia di EIKON Technology dengan penerapan sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace, Info

Cara Mengatur Visibilitas Warning Banner Gmail Email Melalui Kontrol Admin Baru

Google baru saja meluncurkan pengaturan tambahan bagi admin Workspace untuk mengontrol warning banner email Gmail yang masuk. Dengan pengaturan tambahan ini, admin dapat menentukan apakah warning banner akan dimunculkan atau tidak pada Workspace end-user. Bagaimana caranya? Mari simak penjelasan berikut! Pengaturan warning banner Gmail email melalui kontrol admin Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, warning banner akan muncul secara otomatis setiap pesan spam atau pesan yang terindikasi sebagai phishing masuk ke inbox Gmail. Namun kini administrator dapat mengatur untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut sesuai kebutuhan. Pengaturan baru tersebut tersedia di Admin console dapat diakses melalui langkah-langkah berikut:  Apps > Google Workspace > Settings for Gmail > Spam, Phishing, and Malware > Add Another Rule  Sebagai administrator, Anda dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan peringatan ini saat melakukan pelatihan anti-phishing dengan end-user. Opsi baru ini memberikan lebih banyak fleksibilitas seputar visibilitas peringatan ini, bagaimanapun pilihan konfigurasi yang Anda pilih. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta Pengaturan filter spam di Gmail Secara default, Gmail memindai semua email untuk mencari spam. Saat Gmail mendeteksi adanya spam, maka pesan akan langsung dikirim ke folder spam penerima. Administrator tidak dapat menonaktifkan pemindaian spam Gmail. Namun, administrator dapat menggunakan Spam setting untuk membuat filter spam guna menyesuaikan perilaku pemindaian spam Gmail. Dengan menyesuaikan filter spam Gmail, maka Anda dapat mengatur: Pesan dari pengirim pada daftar pengirim yang disetujui tidak ditandai sebagai spam. Pesan dari pengirim di domain Anda tidak ditandai sebagai spam. Pesan spam dikarantina, sehingga Anda dapat meninjaunya sebelum dikirim ke penerima. Pesan dari pengirim massal dipindai lebih dalam untuk mencari spam. Cara menambahkan filter spam di Gmail Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Gmail > Spam, Phishing and Malware. Di sebelah kiri, pilih organizational unit (OU). Gulir ke Spam dan klik Configure atau Add another rule. Di kotak Add setting dan masukkan nama unik untuk setelan tersebut. Pilih opsi pemfilteran spam. Gmail menyediakan enam opsi yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Di bagian bawah kotak Add setting, klik Save. Verifikasi bahwa setelan baru telah tercantum di tabel Spam setting. Perubahan kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Anda juga dapat melacak perubahan di log audit konsol Admin. Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mulai menggunakan fitur Warning banner Gmail kini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada level domain atau OU. Anda cukup mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan warning banner di Gmail end-user. Pengaturan baru ini dirilis secara bertahap di mulai pada tanggal 17 Februari 2023, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang dikelola oleh administrator. Itu artinya, fitur tidak berlaku bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Pengaturan tambahan ini juga tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (pendahulu Google Workspace). Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Pengaturan tambahan ini memungkinkan administrator untuk mengelola warning banner di setiap akun Gmail end-user mereka. Ini akan sangat memudahkan jika Anda ingin melakukan pelatihan anti-phishing atau untuk sekadar menunjukkan contoh pesan phishing dan malware untuk menjaga keamanan end-user. Seperti yang telah disebutkan, fitur baru ini hadir untuk penggunaan Workspace yang dikelola oleh administrator. Bagi Anda yang membutuhkan Workspace untuk penggunaan skala besar, EIKON Technology menyediakan paket langganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi pemasangan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace, Info

7 Inovasi Google Workspace : Ciptakan Transformasi Model Kerja

 Tahun 2022 lalu, Workspace telah meluncurkan lebih dari 300 fitur untuk memudahkan pelanggan dalam bekerja. Tidak sekadar menyederhanakan proses kerja, Workspace juga terus berusaha untuk menciptakan konektivitas yang lebih seamless dan bermakna. Berikut 7 inovasi dari Google Workspace yang telah berhasil menciptakan transformasi kerja. Meningkatkan kapabilitas smart canvas Tahun lalu, Google mengumumkan perluasan kapabilitas smart canvas ke aplikasi pihak ketiga, yaitu Asana, Atlassian, Figma, Salesforce, dan mitra lainnya tanpa meninggalkan Workspace. Selain itu, hadir fitur baru smart chip dan tampilan timeline ke Sheets, mengubah spreadsheet sederhana menjadi dasbor yang canggih untuk pelacakan proyek. Menjaga komunikasi hybrid working Photo Credit: Freepik Setelah pandemi, jutaan organisasi di seluruh dunia telah menerapkan sistem kerja hybrid, tapi mereka menemukan kesenjangan yang signifikan antara karyawan di kantor dan kolega jarak jauh mereka. Akibatnya, banyak pekerja merasa kesulitan berkomunikasi, Untuk mendorong ekspresi dan koneksi dalam rapat video, Workspace meluncurkan speaker spotlight di Slide. Ada juga companion mode untuk smartphone untuk memastikan bahwa setiap orang dapat berpartisipasi penuh dalam rapat hybrid. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Memastikan tiap orang terlihat dan terdengar Dalam model kerja hybrid, ada kalanya situasi seseorang tidak seragam seperti saat mereka bekerja di kantor. Misalnya, saat video meeting, ada yang bergabung dari bandara yang bising atau kedai kopi dengan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk memastikan konsistensi pengalaman pengguna di Meet, Workspace meluncurkan portrait restore, portrait light, dan automatic de-reverbation untuk membantu mereka yang sedang dalam perjalanan, bergabung dengan webcam biasa, atau koneksi Wi-Fi terbatas, Jadi, mereka tetap dapat dilihat dan didengar selama panggilan video Meet. Menindaklanjuti informasi penting dengan cepat Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk bisa memilah mana dokumen yang penting dan tidak, butuh waktu yang tidak sebentar. Workspace menawarkan solusi dengan meluncurkan kapabilitas auto-generated summaries di Docs yang akan menyediakan ringkasan tentang poin-poin utama dalam dokumen. Jadi, Anda dapat mengurai informasi yang penting dengan cepat dan memprioritaskan poin yang perlu difokuskan. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Menyelesaikan lebih banyak hal dengan tampilan terpadu Google Workspace Karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya berpindah-pindah antara email, aplikasi perpesanan, dan rapat virtual. Perpindahan tersebut dapat menyebabkan hilangnya fokus. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Google menyatukan Gmail, Chat, Docs, dan Meet ke dalam satu tampilan terpadu (dengan opsi untuk menyesuaikan berdasarkan gaya kerja pribadi Anda). Menciptakan ruang kerja yang lebih aman Photo Credit: onlyyouqj (Freepik) Saat dunia kerja terus berkembang, keamanan dan privasi menjadi sangat penting. Sebab keduanya adalah dasar untuk semua kolaborasi. Google melindungi pengguna Gmail dari hampir 15 miliar pesan yang tidak diinginkan setiap hari, memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Google juga telah meluncurkan Access Approvals agar perusahaan dapat membuat aturan terperinci untuk akses ke data yang tercakup. Selain itu, tersedia enkripsi client-side untuk Gmail dan Calendar, menambah kemampuan maximum transmission unit (MTU) yang sudah tersedia di Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet. Menghadirkan aplikasi lain ke Workspace Saat bekerja, sering kali Anda perlu berpindah-pindah aplikasi. Perusahaan dan karyawannya tentu menginginkan akses yang mudah dan aman ke email, obrolan, konferensi video, dan mereka mengharapkan alat tersebut bekerja dengan mulus bersama aplikasi penting lainnya yang mereka gunakan untuk tetap berhubungan dengan pelanggan, memvisualisasikan data, mengelola proyek, dan membuat desain kreatif . Workspace terus berusaha untuk menjadi platform produktivitas yang terbuka dan dapat diperluas untuk pengguna di seluruh dunia. Google membuka ekosistem mereka dengan API untuk Meet dan Chat serta Meet add-on SDK, memungkinkan developer untuk memperkaya pengalaman Meet dengan menghubungkannya secara aman dengan aplikasi pihak ketiga. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Inovasi yang diluncurkan Google Workspace pada tahun 2022 telah membantu banyak perusahaan menyelesaikan lebih banyak hal dan mencapai tujuan mereka, sekaligus menjaga agar seluruh karyawan mereka bisa tetap terhubung sehingga mereka dapat lebih mudah berkreasi. Untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dan berkolaborasi, paket berlangganan Google Workspace kini telah tersedia di EIKON Technology. Dengan Workspace, perusahaan dapat menghadirkan kolaborasi modern yang lebih seamless. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Tips Meningkatkan Fokus saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace

Mempertahankan fokus saat menjalankan hybrid work bukanlah sebuah perkara mudah. Fokus di sini berarti melakukan apa yang ingin Anda lakukan, ketika Anda memang berniat melakukannya. Belajar meningkatkan fokus akan membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas serta keterlibatan karyawan. Artikel kali ini akan membahas tentang tips meningkatkan fokus saat kerja hybrid dengan memanfaatkan Google Workspace. Mari simak bersama. 4 Tips memanfaatkan Google Workspace untuk meningkatkan fokus Photo Credit: Google Workspace Blog Waktu merupakan sumber daya yang paling berharga. Setiap gangguan yang muncul dan merusak fokus Anda terdapat konsekuensi yang dapat mengakibatkan hilangnya sumber daya yang paling berharga ini. Berikut adalah 4 cara untuk meningkatkan fokus dalam era kerja hybrid seperti sekarang dengan memanfaatkan Google Workspace. Sesuaikan waktu fokus dengan lokasi Anda Karyawan yang bekerja di lingkungan hybrid biasanya terbagi dalam dua kelompok: mereka yang lebih fokus di rumah (atau jarak jauh) dan mereka yang lebih fokus di kantor. Orang yang lebih fokus di rumah sebaiknya menjadwalkan agenda mereka di kantor agar fokus kerja tidak terpecah. Kemudian mereka yang lebih mudah fokus di kantor bisa menjadwalkan agenda saat ada di rumah untuk mengurangi gangguan selama di kantor. Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Gunakan isyarat fisik untuk melatih otak agar fokus Sulit untuk mengubah mental saat bekerja dari rumah. Untungnya, kita bisa masuk ke mode kerja di rumah dengan trik yang membantu otak mengasosiasikan penataan tertentu dengan waktu kerja. Misalnya, memilih sudut tertentu di rumah untuk bekerja. Dengan bekerja di tempat tersebut secara teratur, otak akan mengasosiasikannya sebagai sebuah tempat untuk bekerja. Lakukan secara teratur dan disiplin untuk mempertajam fokus Anda. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Cegah gangguan sebelum terjadi Cara terbaik untuk pulih dari gangguan adalah mencegahnya terjadi sejak awal. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membatasi gangguan: Gunakan fitur Focus time untuk menolak rapat dan mematikan Google Chat secara otomatis. Pertimbangkan untuk menonaktifkan notifikasi email dari Docs, Sheets, dan Slides bersama. Pesan yang belum dibuka masih dapat menarik perhatian meski Anda tidak berencana membacanya. Fitur Filters and label membantu pengguna Gmail merapikan kotak masuk. Bekerjalah di satu tab saja untuk tetap menjaga fokus. Jika terasa sulit untuk dilakukan Anda dapat mengelompokkan tab menurut tugas yang sedang dikerjakan. Tetapkan aturan bagi tim Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sambil mengajak karyawan untuk menyesuaikan kebiasaan dan lingkungan kerja mereka, manajer dapat membantu tim mereka membangun kondisi dan kultur kerja yang dapat mempertahankan fokus. Identifikasi faktor-faktor yang mempermudah atau mempersulit anggota tim untuk tetap mengerjakan tugas dan menetapkan aturan tim untuk cara terbaik berkomunikasi dan berkolaborasi. Misalnya dengan menetapkan aturan “Tidak Ada Meeting di Hari Jumat” atau “Dilarang Mengirim Email Selama Akhir Pekan”. Sambil menata kembali norma tim, pikirkan platform mana yang paling cocok unutk tugas tertentu. Contohnya, Chat hanya boleh digunakan untuk permintaan yang benar-benar mendesak. Paling penting, semua aturan yang sudah dibuat harus benar-benar dilaksanakan, tidak hanya oleh anggota tim, tapi juga oleh manajer tim. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Memperdalam fokus akan memberikan hasil besar untuk perusahaan. Menghadapi gangguan dan menetapkan ruang untuk bekerja membuat kita menjadi karyawan, rekan tim, dan pemimpin yang lebih baik. Dengan kebebasan untuk fokus, kita menjadi lebih produktif, lebih kreatif, dan terbuka terhadap kemungkinan yang lebih besar. Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di Google Workspace, Anda dapat meningkatkan fokus lebih baik saat bekerja di lingkungan hybrid. Tingkatkan kolaborasi kerja hybrid Anda dengan Google Workspace sekarang. EIKON Technology siap membantu Anda untuk penerapan Workspace mulai dari tahap perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings

Setelah mengalami peningkatan pengguna selama pandemi, aplikasi konferensi video semakin berkembang. Apllikasi panggilan video unggulan seperti Google Meet bahkan terus menambahkan fitur baru, memperbaiki bug, hingga meningkatkan aksesibilitas. Paling baru, Meet menyertakan caption terjemahan langsung selama rapat untuk mengatasi kendala bahasa, jarak, dan disabilitas. Pada pertengahan Februari lalu, Google meningkatkan fitur tersebut lebih jauh lagi dengan menyertakan caption dalam rekaman rapat. Caption terjemahan video recording Google Meet Tahun 2021 lalu, Google Meet memperkenalkan caption terjemahan real-time yang dibuat secara otomatis untuk panggilan video mereka. Kini, host maupun co-host dapat mengaktifkan teks untuk video recording (dengan asumsi akun Workspace mereka telah mendukung kapabilitas perekaman). Selain itu, pengajar yang memulai sesi Meet melalui Google Classroom juga akan memiliki akses ke kapabilitas ini. Kapabilitas baru ini akan sangat bermanfaat bagi peserta rapat dengan gangguan pendengaran yang tidak dapat hadir dalam live meeting. Dengan begitu, mereka pun bisa lebih mudah memahami jalannya rapat. Agar seluruh peserta rapat, baik yang bisa hadir dalam live meeting maupun tidak, dapat mengakses caption terjemahan video recording Meet, host harus membagikan rekaman, beserta caption terjemahannya. Anda dapat menyimpan keduanya dalam folder ‘Meet Recordings’ yang ada di akun Google Drive dengan format MP4. Baca juga: Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom Ketersediaan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Per 12 Februari 2023, fitur baru ini telah muncul di sebagian akun pengguna. Namun jika fitur belum muncul di akun Google Meet Anda, tak perlu merasa khawatir. Pasalnya, perilisan fitur dilakukan secara bertahap dan kemungkinan besar akan selesai pada tanggal 15 Maret 2023 nanti. Sebagai fitur aksesibilitas, Google telah membuatnya dapat diakses oleh semua akun Workspace (yang telah dilengkapi dengan kapabilitas video recording). Namun jika ekosistem Workspace Anda masih belum menggunakan kapabilitas ini, Anda masih dapat mengaktifkan fitur Live Transcribe Android atau Live Captions Chrome untuk mendapatkan transkripsi serupa saat melihat video recording Google Meet. Google juga menyebutkan bahwa kapabilitas untuk memasukkan caption terjemahan ke video recording Meet akan tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, dan Enterprise Plus. Bersamaan dengan semua ini, pelanggan Education Plus, Teaching, dan Learning Upgrade juga termasuk dalam daftar. Peluncuran fitur ini ditujukan untuk domain rilis cepat pada tanggal 1 Maret dan akan tersedia bagi seluruh pengguna pada tanggal 15 Maret. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Mulai menggunakan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sebelumnya, Google telah melakukan peluncuran caption terjemahan langsung untuk Meet pada Januari 2022. Fitur ini memiliki kemampuan untuk menerjemahkan percakapan secara otomatis dari satu bahasa lisan ke bahasa lain secara real-time di Google Meet. Bahasa yang tersedia untuk menampilkan teks adalah Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Belanda (beta), Italia (beta), Jepang (beta), Korea (beta), Portugis (beta), Rusia (beta), dan Mandarin-Tradisional (segera hadir). Caption terletak di bagian bawah layar panggilan video Google Meet. Peserta Google Meet juga dapat memvisualisasikan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya. Anda juga dapat memodifikasi bahasa teks dengan memilih opsi bahasa yang tersedia dan mengeklik ‘Apply’. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Dengan adanya perluasan kapabilitas Google Meet, aplikasi virtual meeting ini menjadi semakin lengkap. Virtual meeting pun akan jadi makin inklusif, terutama jika peserta menggunakan bahasa yang berbeda-beda atau mengalami kesulitan untuk mengakses suara video recording Meet. Google Meet merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Google Workspace

Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk 2023, Seperti Apa?

AppSheet merupakan sebuah platform terintegrasi Google Workspace yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi dengan cepat tanpa kode. Platform ini hadir untuk memudahkan Anda mengejar model kerja yang terus berubah. Dengan terus berubahnya cara kerja, kebutuhan akan alat tanpa kode (no-code) dan rendah kode (low-code) yang memungkinkan kerja hybrid dan memberdayakan tenaga kerja di semua industri terus meningkat. Demokratisasi pembuatan software pun makin populer di dalam perusahaan. Data dari Forbes memprediksi bahwa pada tahun 2024 nanti, 65% aplikasi akan dikembangkan dengan alat low-code. Sepanjang sejarah, kebutuhan akan alat produktivitas yang membangun aliran informasi tanpa hambatan, komunikasi instan, wawasan yang kuat, dan memanfaatkan data real-time tidak pernah sebesar ini. Sebagai raksasa platform no-code dan low-code, Google terus mengembangkan solusi untuk dapat menyelesaikan hambatan yang dihadapi konsumen. Dengan menghadirkan AppSheet, Google fokus untuk membantu Anda menciptakan kolaborasi tenaga kerja dalam skala besar, mendigitalkan alur kerja manual, dan membangun tata kelola yang baik. Rencana pengembangan AppSheet Photo Credit: pressfoto (Freepik) Pada tahun 2022 lalu, AppSheet telah meluncurkan beberapa inovasi baru yang menitikberatkan pada kolaborasi, kemudahan penggunaan platform, serta tata kelola. Berikut adalah beberapa area fokus AppSheet untuk tahun 2023 ini: Tak ada lagi paper trails melalui pengembangan aplikasi yang mudah Kunci keberhasilan strategi transformasi digital apa pun adalah memastikan semua orang—terlepas dari pengetahuan teknologi mereka—diberdayakan secara setara. Tahun lalu, Google memperkenalkan AppSheet Database dan meluncurkan preview terbatas. Kapabilitas tersebut hadir untuk menyederhanakan pembuatan aplikasi AppSheet dan mengintegrasikannya dengan platform. Selain itu, Google juga meluncurkan preview navigasi baru yang disempurnakan ke editor AppSheet untuk memudahkan pengembangan. Kedua fitur ini akan diluncurkan untuk umum tahun 2023 ini. Baca juga: Kenalan Dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Meningkatkan kolaborasi, keterhubungan tenaga kerja, dan pengalaman pengguna Kebanyakan perusahaan menggunakan aplikasi chatting untuk menjalankan alur kerja mereka. Pada tahun 2023 ini, AppSheet berencana meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membuat Chat Apps (chatbots). Dengan fitur baru tersebut Anda dapat mendesain aplikasi chatting untuk menjalankan alur kerja tanpa menulis satu baris kode pun. Dengan begitu, digitalisasi proses komunikasi di tempat kerja Anda pun menjadi lebih mudah. Selain itu, AppSheet juga memudahkan pengguna dalam membuat aplikasi desktop dan membangun Desktop User Experience. Fitur-fitur baru ini akan diluncurkan untuk publik pada akhir kuarter pertama (Q1) 2023. Baca juga: Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet Tata kelola dan kepatuhan Photo Credit: creativeart (Freepik) AppSheet menyederhanakan tata kelola dalam skala besar. Tahun 2022 lalu, platform yang terintegrasi dengan Google Workspace tersebut telah memperkenalkan kebijakan tata kelola yang diperluas untuk mengontrol perilaku dan batasan AppSheet. Selain itu, administrator untuk AppSheet kini dapat memiliki kontrol hierarki atas manajemen tim dalam akun mereka. Kapabilitas ini memungkinkan pengawasan terpusat terhadap tim terdistribusi. Kemitraan Tahun lalu, AppSheet bersama Google mengumumkan program baru yang fokus dalam pembangunan masyarakat. Tepat pada momen tahun baru, AppSheet resmi masuk dalam silver tier level Project Management Institute (PMI) Citizen Developer™ Partner. PMI sendiri merupakan sebuah lembaga yang berdedikasi untuk membantu membekali individu dan organisasi di seluruh dunia dengan alat yang akan membuat mereka unggul. Baca juga: Tips Meningkatkan Fleksibilitas Kerja dengan AppSheet AppSheet adalah sebuah platform pengembangan aplikasi no-code yang terintegrasi dengan Google Workspace. Dengan memanfaatkan platform ini, Anda dapat merancang sebuah aplikasi meski tidak memiliki dasar terkait programming. Pada tahun 2023 ini, AppSheet berencana meluncurkan beberapa fitur dan kapabilitas baru yang semakin memudahkan Anda dalam mengembangkan aplikasi tanpa kode. Nikmati segala kemudahan yang ditawarkan AppSheet dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami siap membantu Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Dapatkan segera di sini!

Scroll to Top