Google Workspace

Google Workspace

Update Google Voice: Lebih Banyak Opsi Status Ketersediaan Panggilan

Google Voice memiliki sebuah kapabilitas yang membantu Anda menunjukkan ketersediaan (availability) di Ring Group. Kini, kapabilitas tersebut telah diperluas sehingga Anda bisa dengan mudah menunjukkan ketersediaan di Google Voice versi web maupun mobile. Status ketersediaan di Google Voice Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan adanya pembaruan ini, Anda bisa mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola status ketersediaan di Google Voice, utamanya dalam Ring Group. Sekarang, Anda bahkan tak perlu keluar dari Voice atau memblokir semua panggilan masuk untuk bisa menggunakan status ketersediaan “Do Not Disturb”. Sekarang Anda dapat menyesuaikan status ketersediaan pada: Seluruh panggilan; Panggilan langsung (direct calls). Namun jika tidak tersedia, panggilan akan langsung masuk ke pesan suara Voice; Panggilan dari Ring Group tertentu. Apabila satu atau lebih saluran Ring Group tidak tersedia, panggilan akan dialihkan ke anggota berikutnya yang tersedia. Untuk bisa menggunakan perluasan kapabilitas ini Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun, baik itu oleh administrator maupun oleh end user. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai status ketersediaan di Google Voice, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Cara mengelola ketersediaan panggilan di Google Voice Saat memilih dari opsi ketersediaan di Google Voice, Anda dapat dengan mudah mengelola ketersediaan untuk panggilan masuk. Gunakan setelan “Do not disturb” untuk mengelola panggilan Photo Credit: stocking (Freepik) Untuk meneruskan semua panggilan masuk ke pesan suara, Anda dapat mengaktifkan pengaturan “Do not disturb”. Pengaturan tersebut dapat diakses di: Mobile: Buka menu kiri atas dan ketuk Menu. Web: Ke bagian atas halaman Google Voice. Menunjukkan ketersediaan panggilan berdasarkan jadwal Anda Anda dapat mengaktifkan “Do not disturb” secara otomatis berdasarkan jadwal Google Calendar. Anda dapat mengaktifkan salah satu atau kedua opsi berikut: Saat Anda berada di luar jam kerja: “Do not disturb” otomatis mati saat Anda kembali berada pada jam kerja. Saat Anda berada di luar kantor: “Do not disturb” otomatis mati saat Anda berada di kantor. Baca juga: Peningkatan Performa Panggilan Google Voice dengan Pengalihan Jaringan Cerdas Menunjukkan ketersediaan panggilan di Ring Group Anda Jika Anda mengaktifkan setelan “Do not disturb”, panggilan masuk ke Ring Group Anda akan diteruskan ke anggota berikutnya yang tersedia. Jika Anda adalah bagian dari satu atau beberapa Ring Group sekaligus, Anda dapat memblokir panggilan ke sambungan langsung, Ring Group individual, atau keduanya secara selektif. Untuk memblokir panggilan ke sambungan langsung, grup dering tertentu, atau keduanya, Anda dapat mengakses setelan di: Mobile: Buka menu kiri atas dan ketuk Menu. Web: Ke bagian atas halaman Google Voice. Ketersediaan fitur Perluasan kapabilitas status panggilan Google Voice ini dirilis dalam format full rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 6 Maret 2023 (dan kemungkinan akan memakan waktu 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perluasan kapabilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Voice, baik itu edisi Standard maupun Premier. Baca juga: Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon Di Negara Lain Dengan perluasan kapabilitas Google Voice ini Anda bisa lebih leluasa menentukan status panggilan, baik itu secara umum maupun dalam Ring Group. Nah, agar Voice dapat bekerja lebih optimal, jangan lupa untuk mengintegrasikannya dengan Google Workspace. Rangkaian produktivitas dari Google ini telah tersedia di EIKON Technology yang menyediakan implementasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pemutakhiran Google Apps Device Policy Menjadi Apps Device Policy, Apa yang Harus Dilakukan?

Tahun 2019 lalu, Google mengumumkan bahwa Android Device Policy akan menggantikan Google Apps Device Policy sebagai klien pengelolaan Android yang baru. Bulan Maret 2023 ini, diketahui bahwa pemutakhiran klien pengelolaan Android tersebut telah memasuki tahap akhir. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui terkait perubahan ini. Android Device Policy Sebelumnya, Google menggunakan Google Apps Device Policy sebagai klien pengelolaan Android mereka. Dengan adanya pemutakhiran ke Android Device Policy, maka otomatis seluruh perangkat yang menerapkan kebijakan lama tersebut akan kehilangan akses selama bulan Maret 2023 jika tidak dilakukan pembaruan versi. Photo Credit: Google Workspace Updates Pengguna aplikasi Google Apps Device Policy yang sudah ada harus beralih ke Android Device Policy sebelum itu untuk terus menyinkronkan data kerja. Perlu diingat, sesuai pembaruan terakhir Google, alur pendaftaran pengguna baru di Google Apps Device Policy lama akan diblokir dan pengguna mungkin melihat kesalahan selama proses pendaftaran per Januari 2022. Admin dapat bertindak langsung dengan memberi pemberitahuan di konsol Admin untuk mengidentifikasi pengguna yang perlu melakukan pembaruan versi. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang migrasi ke Android Device Policy. Google juga telah merilis artikel resmi yang membahas masalah pemutakhiran klien pengelolaan Android ini. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Mulai melakukan pemutakhiran Photo Credit: Pexels Lalu, bagaimana cara melakukan pemutakhiran dari Google Apps Device Policy ke Android Device Policy? Administrator dapat mengetahui perangkat mana yang perlu diperbarui. Informasi tersebut akan ditampilkan melalui konsol Admin. Penting untuk diingat, tiap perangkat kemungkinan besar akan memerlukan langkah yang berbeda saat proses pemutakhiran. Berikut penjelasannya: Perangkat pengelolaan lanjutan Temukan perangkat pengelolaan lanjutan dengan membuka konsol Admin > Mobile devices dan kemudian aktifkan pemfilteran perangkat dengan memilih opsi “Type: Android” serta “Management level: Advanced”. Tentukan perangkat mana yang saat ini dikelola oleh aplikasi Google Apps Device Policy dan sudah mendukung Android Device Policy (yaitu perangkat dengan Android 6+ dan dukungan untuk profil kerja). Selanjutnya, administrator bisa langsung mengirimkan petunjuk ini kepada end user untuk membantu mereka bermigrasi ke Android Device Policy. Kirimkan petunjuk ini kepada pengguna Anda untuk membantu mereka bermigrasi ke Android Device Policy. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Perangkat pengelolaan dasar Temukan perangkat pengelolaan dasar dengan membuka konsol Admin > Mobile devices dan kemudian aktifkan pemfilteran perangkat dengan memilih opsi “Type: Android” serta “Management level: Basic”. Instruksikan pengguna perangkat untuk melakukan upgrade OS Android ke versi 6.0 Marshmallow atau yang lebih baru. ​Sementara untuk end user bisa langsung mengunjungi halaman Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara memigrasikan perangkat dari Google Apps Device Policy ke Android Device Policy. Ketersediaan fitur Android Device Policy telah dirilis untuk publik dan sudah tersedia sejak tanggal 9 Maret 2023. Penting untuk diingat, agen lama yang sebelumnya digunakan akan kehilangan akses selama Maret 2023. Untuk menghindari terjadinya disrupsi, pengguna perangkat diharuskan segera melakukan upgrade ke Android Device Policy. Perubahan ini akan berdampak langsung pada pelanggan Google Workspace yang menggunakan perangkat pengelolaan mobile dasar dan lanjutan. Baca juga: Melacak Pengecekan Uptime Cloud Monitoring di Aplikasi Seluler Google Cloud Pastikan untuk segera melakukan upgrade ke Android Device Policy untuk memastikan agar perangkat pengelolaan Android Anda bisa tetap berjalan dan tidak kehilangan akses. Upgrade bisa dilakukan melalui konsol Admin Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mendapatkannya langsung melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, kami menghadirkan solusi resmi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat

 Google terus mengembangkan kapabilitas Google Chat untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dalam melakukan percakapan secara mulus. Tahun 2022 lalu, Google telah meluncurkan beberapa peningkatan kapabilitas, salah satunya adalah dengan memperbarui space sehingga makin mudah untuk dikelola. Kali ini, Google Chat kembali dengan gebrakan baru, seperti apa? Space Manager Google Chat Tahun lalu, Google Chat meningkatkan kapabilitas space yang ada di dalam aplikasi. Dengan peningkatan tersebut, pengguna dapat mengelola peserta hingga topik percakapan. Pembaruan tersebut juga turut memperkenalkan sebuah peran baru, yakni Space Manager. Seorang Space Manager memiliki kemampuan untuk dapat: Menghapus dan menambah peserta chat; Menunjuk atau mengganti Space Manager; Menghapus space; Menghapus pesan; Menyunting deskripsi space; Memperbarui akses space dari “restricted” atau terbatas, menjadi “discoverable” atau dapat ditemukan. Photo Credit: Google Workspace Updates Per 13 Maret 2023, Space Manager akan mendapat kapabilitas tambahan untuk memastikan percakapan di dalam space tetap berjalan efektif. Kapabilitas tersebut, yakni: Space configuration: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat mengubah detail space, seperti nama, ikon, deskripsi, dan aturan. Konfigurasi ini juga memungkinkan Manager untuk dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Chat history space. Member management: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat menambahkan atau mengeluarkan anggota atau grup di dalam space. Conversation moderation: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat menggunakan @all di dalam space. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Kelebihan space Google Chat Namun sebenarnya apa kegunaan space di Google Chat? Apa bedanya jika dibandingkan dengan percakapan kelompok (group conservation)? Space dapat menjadi: Tempat memusatkan pekerjaan Space dapat menjadi tempat yang efektif untuk memusatkan pekerjaan Anda, termasuk saat pengambilan keputusan, memberikan pengumuman, hingga mendorong diskusi tim. Dengan space, semua orang bisa tetap sinkron dengan akses ke konten yang sama dan visibilitas ke dalam keputusan. Aplikasi Workspace dan alat pihak ketiga telah terintegrasi dalam space. Ruang yang berorientasi pada topik Dengan membuat space yang fokus pada topik tertentu, maka pengguna dapat mengatur space secara efisien dan menyiapkan pemberitahuan secara efektif. Ruang diskusi yang aman Space menyediakan lingkungan yang cepat, ekspresif, dan ringan dengan percakapan dan emoji yang lebih kasual. Gaya komunikasi informal ini menurunkan hambatan keterlibatan dan mendorong percakapan yang lebih mengalir bebas dan keamanan psikologis bagi peserta chat. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah Mulai mengaktifkan kapabilitas Space Manager Photo Credit: benzoix (Freepik) Untuk bisa mengaktifkan kapabilitas tambahan Space Manager ini tidak dibutuhkan pengaturan apa pun dari administrator. Anda bisa mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai detail Space Manager dan kapabilitasnya. Bagi end user, silakan klik Menu > pilih Space Settings > pilih opsi Configure space settings and modify permission as needed. Untuk detail lebih lanjut mengenai pengaturan end user di dalam space, silakan kunjungi halaman ini. Ketersediaan fitur Kapabilitas baru Space Manager Google Chat ini dirilis secara bertahap (format gradual rollout). Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai pada tanggal 27 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, apa pun edisinya dan juga berlaku bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace). Namun kapabilitas baru ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas Space Manager Google Chat ini, Anda bisa lebih leluasa dalam mengelola space agar percakapan tetap efektif. Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya?

Google Meet menghadirkan label “External” bagi para penggunanya. Setelah pembaruan, pengguna dapat menemukan label di bagian pojok kiri atas layar rapat. Label ini menunjukkan bahwa peserta yang berada di luar domain penyelenggara rapat telah bergabung ke dalam rapat. Di bagian panel “People”, peserta eksternal akan ditandai dengan label yang sama. Bagaimana cara mengaktifkannya? External label di Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Hadirnya label baru di Google Meet ini akan memudahkan Anda untuk mengenali peserta eksternal dalam rapat. Peserta eksternal di sini adalah mereka yang bergabung ke dalam rapat menggunakan domain luar. Misalnya, mitra bisnis perusahaan Anda atau masyarakat umum. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Cara mengaktifkan label Label “External” ini akan tersedia secara default dan dapat diatur melalui konsol Admin. Anda cukup masuk ke dalam menu Apps > Google Workspace > Google Meet > Google Meet Safety Settings. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan ini, silakan kunjungi Help Center Workspace. Bagi end user, tidak dibutuhkan pengaturan tambahan apa pun untuk bisa menggunakan fitur baru dari Google Meet ini. Label akan muncul secara aktif setelah konfigurasi oleh administrator selesai. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Mengelola pengaturan Meet Photo Credit: Rawpixel Sebagai administrator, Anda dapat memutuskan fitur Google Meet mana, seperti perekaman dan pelacakan kehadiran, yang tersedia untuk end user. Anda juga dapat mengontrol pengaturan keamanan dan partisipasi. Misalnya, Anda dapat memutuskan apakah pengguna dapat mengundang peserta eksternal atau bergabung ke rapat di luar domain perusahaan. Anda dapat menerapkan setelan khusus bagi pengguna tertentu. Caranya mudah, cukup tempatkan akun mereka di organizational unit (OU) untuk penetapan akun menurut divisi atau configuration group untuk penetapan bagi pengguna di seluruh atau di dalam divisi. Mulai mengelola rapat Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka menu Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau configuration group. Klik setelan dan centang atau hapus centang pada opsi pengaturan yang diinginkan. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Perubahan dapat memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Ketersediaan fitur Fitur label “External” Google Meet ini dirilis dalam format full rollout untuk domain rilis cepat. Perilisan dimulai pada tanggal 14 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Selain itu, perilisan juga dilakukan dalam format gradual rollout untuk domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai sejak tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan juga paket berlangganan Nonprofits. Namun fitur label “External” ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings Dengan memanfaatkan fitur baru dari Google Meet ini, Anda bisa lebih mudah mengenali peserta rapat yang bergabung melalui domain luar. Fitur ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace dengan edisi yang terdaftar. Ingin segera menikmati berbagai kemudahan meeting online dengan Google Meet secara optimal? Anda bisa berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menghadirkan solusi penerapan menyeluruh hingga implementasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace

Google telah mengembangkan teknologi AI (kecerdasan buatan) selama bertahun-tahun. Hasilnya pun beragam, mulai dari publikasi penelitian mutakhir hingga tools yang memudahkan kehidupan manusia, utamanya dalam dunia kerja. Terobosan dalam AI generatif secara mendasar mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi. Google telah mengembangkan model large language dan tepatnya pada tanggal 14 Maret 2023, meluncur API dan produk baru untuk mulai membangun prototipe baru dengan model AI terbaik Google yang disebut MakerSuite. PaLM API & MakerSuite Photo Credit: Freepik Perkembangan zaman telah menimbulkan banyak pergeseran teknologi. Hal ini telah menginspirasi seluruh ekosistem developer untuk memulai bisnis baru, mengembangkan produk baru, dan mengubah cara mereka berkreasi. Di tengah-tengah pergeseran tersebut, ada AI yang berdampak besar pada setiap lini industri. Bagi developer yang bereksperimen dengan AI, Google meluncurkan PaLM API, cara yang mudah dan aman untuk membangun di atas model bahasa terbaik Google. API ini dilengkapi dengan alat intuitif MakerSuite, yang memungkinkan Anda membuat prototipe ide dengan cepat dan nantinya juga akan memiliki fitur untuk rekayasa cepat, pembuatan data sintetik, dan penyetelan model khusus, semuanya didukung oleh alat keamanan yang kuat. Baca juga: Bard, Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Menghadirkan kemampuan AI generatif ke Google Cloud Bagi developer yang ingin merancang dan menyesuaikan model dan aplikasi mereka sendiri menggunakan AI generatif, dapat mengakses model AI Google, termasuk PaLM, di Google Cloud. Solusi baru ini telah berintegrasi dengan solusi Cloud yang sudah ada seperti: Dukungan AI generatif di Vertex AI Developer telah menggunakan platform AI Vertex Google Cloud untuk membangun dan menerapkan model machine learning dan aplikasi AI dalam skala besar. Google telah menyediakan model dasar, awalnya untuk menghasilkan teks dan gambar, dan seiring waktu, bertambah dengan audio dan video. Pelanggan Google Cloud akan memiliki kemampuan untuk menemukan model, membuat dan memodifikasi perintah, menyempurnakannya dengan data mereka sendiri, dan menerapkan aplikasi yang menggunakan teknologi baru ini. Generative AI App Builder Photo Credit: Google The Keyword Untuk bisnis dan instansi pemerintah yang ingin merancang antarmuka chat dan asisten digital bertenaga AI, tersedia Generative AI App Builder yang menghubungkan AI untuk media chat dengan pengalaman pencarian yang tidak biasa dan model dasar, membantu perusahaan membangun aplikasi AI generatif dalam hitungan menit atau jam. Photo Credit: Google The Keyword Kemitraan dan program AI baru Selain mengumumkan produk Google Cloud AI baru, Google juga memperluas ekosistem AI mereka dan program khusus untuk mitra, penyedia software yang berfokus pada AI, dan startup. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Fitur AI generatif baru di Workspace Lebih dari 3 miliar orang telah memanfaatkan fitur yang didukung AI di Google Workspace, entah itu menggunakan Smart Compose di Gmail atau ringkasan otomatis Docs. Sebagai tahapan selanjutnya, Google menghadirkan rangkaian fitur baru. Di Gmail dan Google Docs, cukup ketikkan topik yang ingin di tulis dan sistem akan langsung menyusun draf untuk Anda. Dari sana, Anda dapat menyingkat pesan atau menyesuaikan nada agar lebih ceria atau profesional—semuanya hanya dengan beberapa klik. Menskalakan AI secara bertanggung jawab AI generatif adalah teknologi tengah berkembang pesat, namun memiliki tantangan yang kompleks. Oleh karenanya Google menghadirkan AI Principles untuk memandu pengembangan AI. Selain itu, Google pun aktif mengundang penguji eksternal dan internal untuk menguji teknologi terbaru. AI Principles pun diterapkan bagi seluruh pelanggan yang mengandalkan produk Google untuk membangun dan mengembangkan bisnis mereka secara aman dengan AI. Dengan begitu, pengembangan model AI pun tetap aman dan bermanfaat bagi semua orang. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Google telah mengembangkan teknologi AI (kecerdasan buatan) selama bertahun-tahun. Paling baru, Google mengembangkan AI generatif dengan membidik developer dan penerapan langsung di Workspace. Untuk langsung menikmati hasil pengembangan ini, Anda dapat berlangganan rangkaian produktivitas Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Fitur Background Google Meet: Mudahkan Administrator Sediakan Gambar Latar End-user

Pernah terlibat dalam sebuah online meeting atau webinar yang mengharuskan Anda untuk memasang background khusus? Atau mungkin Anda ingin menyesuaikan gambar background online meeting dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia rapat? Dengan pembaruan Google Meet, semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Mari simak ulasannya berikut. Fitur penggantian background Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Memiliki gambar background atau latar belakang yang sesuai dengan branding perusahaan Anda akan membuat rapat menjadi lebih berwarna. Hal ini juga akan menumbuhkan rasa kedekatan pada brand perusahaan Anda. Baca juga: Peningkatan Kualitas Virtual Meeting saat Bergabung dengan Virtual Machine Google Meet baru saja meluncurkan pembaruan melalui fitur background replace. Dengan fitur ini, administrator Workspace di tempat Anda bekerja dapat menyediakan sekumpulan gambar untuk mengganti background pengguna secara otomatis. Ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memilih gambar yang secara tepat mewakili brand dan gaya khusus perusahaan. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum memulai, jika Anda ingin menerapkan setelan khusus bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di organizational unit (agar bisa ditetapkan menurut divisi mereka) atau configuration group (agar bisa ditetapkan bagi pengguna di seluruh atau di dalam divisi). Selanjutnya, administrator Workspace dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan organizational unit (OU) teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau configuration group. Klik Visual effects. Jika Anda ingin mengizinkan pengguna mengganti latar belakang mereka dengan gambar atau menggunakan gaya, centang kotak Users can replace their background with an image. Jika Anda mengaktifkan setelan ini, bahkan orang luar dapat mengganti latar belakang mereka selama rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Anda juga dapat memilih satu atau beberapa opsi berikut: Users can replace their background with custom images they provide themselves: Memungkinkan pengguna menggunakan gambar kustom mereka sendiri di rapat Meet. Gambar tidak akan tersedia untuk digunakan peserta lain. Jika Anda mengaktifkan setelan ini, bahkan orang luar dapat mengganti latar belakang mereka dengan gambar kustom selama rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Users can replace their background with stock seasonal images: Memungkinkan pengguna memilih gambar latar musiman yang disediakan Google, sering kali terkait dengan hari peringatan. Users can replace their background with a custom image provided by you: Memungkinkan pengguna untuk memilih gambar yang Anda berikan. Anda dapat membuat label untuk setiap gambar yang disediakan bagi screen readers. Jika Anda ingin mengizinkan pengguna menggunakan filter yang disediakan oleh Google, centang kotak Users can use special effects. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU atau grup, tersedia opsi untuk Inherit atau Override OU induk atau Unset setelan grup. Perubahan mungkin memerlukan waktu hingga 24 jam, tetapi biasanya terjadi lebih cepat. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru background Google Meet ini dirilis serentak pada tanggal 14 Maret 2023, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Dengan adanya fitur baru ini, administrator bisa dengan mudah menyimpan gambar background untuk digunakan oleh end-user selama virtual meeting berlangsung. Pengguna pun bisa menambahkan gambar sesuai dengan keinginan mereka lebih mudah dan lebih cepat. Fitur background Google Meet ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace. Nah, bagi Anda yang belum berlangganan, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk penggunaan di perusahaan dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Kami menyediakan solusi resmi, bergaransi, dengan implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

“Facelift” Aplikasi Google Workspace, Apa Saja yang Berubah?

 Google baru saja mengumumkan pembaruan untuk aplikasi Workspace. Pembaruan tersebut menyasar beberapa aspek namun fokus pada upaya untuk menghilangkan batas antara berbagai aplikasi di dalamnya. Ini termasuk aplikasi andalan mereka, seperti Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Seperti apa kira-kira “facelift” yang diberikan Google pada aplikasi Workspace? Custom building blocks Photo Credit: Google Workspace Blog Pembaruan ini memungkinkan Anda membuat komponen yang dapat digunakan kembali untuk tugas umum dan mengaksesnya dari @-menu. Misalnya, Anda dapat membuat template untuk melacak pencapaian dan tugas, checklist peluncuran produk, atau bahkan blok kode atau teks yang umum digunakan oleh tim Anda. Baca juga: Cara Menambahkan Trusted Types ke Google Workspace Template undangan kalender baru Photo Credit: Google Workspace Blog Google juga menghadirkan template undangan kalender baru yang akan memudahkan untuk berkolaborasi dengan tim. Kini Anda dapat membuat draf undangan kalender di Docs dengan mengakses “calendar draft” di bawah building blocks, mirip dengan tampilan Gmail. Menu drop-down Google Drive Pengguna Google Drive kini bisa lebih mudah mengakses berbagai jenis dokumen melalui menu drop-down di bagian atas setiap halaman. Tersedia juga in-line action bar untuk berbagi, mengunduh, atau mengedit dokumen saat mengarahkan kursor ke file. Baca juga: Tips Meningkatkan Fokus saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace Desain yang lebih simpel Elemen pendukung di Docs, Slides, dan Sheets, seperti toolbar di bagian atas, kolom komentar, hingga tombol “Share” kini didesain menjadi lebih bulat agar tampak lebih menonjol dibanding bagian putih halaman aplikasi. Fitur seperti companion bar dan ruler juga akan disembunyikan secara default. Dengan begitu, tampilan aplikasi pun menjadi lebih simpel. Penyempurnaan Google Drive Google menyempurnakan Drive untuk membantu Anda menyelesaikan tugas yang paling sering dilakukan dengan lebih cepat. Misalnya, kini berbagi, mengunduh, dan menghapus beberapa file sekaligus menjadi lebih sederhana dan cepat. Drive juga akan menampilkan tindakan utama (seperti berbagi, mengunduh, dan mengedit) secara langsung saat Anda mengarahkan kursor ke file. Tersedia juga search chip yang memungkinkan Anda memfilter menurut kriteria seperti jenis file, pemilik, dan tanggal modifikasi terakhir untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat. Ekstraksi data smart chip Photo Credit: Google Workspace Blog Pembaruan ini memungkinkan Anda memperkaya Sheets dengan informasi mengenai orang, file, dan event. Katakanlah Anda memerlukan detail kontak utama untuk suatu proyek, maka cukup klik kanan sel yang berhubungan dengan chip orang. Selanjutnya, pilih “data extraction” untuk menarik informasi tersebut langsung ke Sheet. Baca juga: Google Workspace FedRAMP High, Bantu Instansi Pemerintah Berkolaborasi secara Efektif Seluruh pembaruan di atas hadir dengan beberapa integrasi pihak ketiga, termasuk kemampuan smart chip pada Docs untuk perusahaan seperti Asana, Figma, Tableau, dan ZenDesk. Tahun lalu, Vishnu Sivaji, Direktur Manajemen Produk Google Workspace, juga membicarakan bagaimana Google mulai memasukkan ringkasan AI machine learning ke dalam Docs. “Facelift” Workspace sudah diluncurkan mulai akhir Februari 2023 lalu. Beberapa pembaruan masih berlangsung hingga saat ini. Hadirnya pembaruan ini sekaligus membuktikan komitmen Google Workspace untuk menghadirkan solusi kerja yang lebih efektif, apa pun model kerja yang Anda terapkan, baik itu bekerja langsung di kantor, di rumah, maupun secara hybrid. Untuk penerapan Workspace skala besar, Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar

Setelah sebelumnya mengumumkan kapabilitas untuk berbagi tempat Anda bekerja secara langsung, kini Google Calendar memperkenalkan sebuah fitur baru. Dengan fitur baru ini maka Anda dapat menyusun perencanaan yang lebih baik seputar kolaborasi dan koordinasi rapat, terutama di lingkungan kerja hybrid. Mari simak ulasannya berikut! Peningkatan fitur Google Calendar tahun 2023 Tahun 2021 lalu, Google Calendar merilis kapabilitas untuk berbagi tempat bekerja. Kini, Calendar kembali memperluas kapabilitasnya yang akan memudahkan Anda menyusun perencanaan seputar kolaborasi dan koordinasi rapat, terutama untuk lingkungan kerja hybrid. Beberapa kapabilitas yang diluncurkan di antaranya: Dukungan Office Building untuk Working Locations; Mendorong cakupan Working Location di seluruh perusahaan; Meningkatkan efisiensi melalui pengelolaan ruang rapat yang lebih baik dengan pembebasan ruangan. Menentukan lokasi lebih cepat Photo Credit: Google Workspace Updates Per 27 Februari 2023, Google Calendar juga menambahkan pembaruan yang akan membantu Anda menentukan lokasi kerja lebih cepat dan mudah menggunakan lokasi kerja yang disarankan berdasarkan lokasi terbaru Anda. Dengan begitu, Anda tak perlu berlama-lama mencari lokasi kerja yang sesuai. Pembaruan ini secara otomatis akan menampilkan rekomendasi lokasi kerja berdasarkan lokasi terbaru. Ini tentu akan menghemat lebih banyak waktu dibanding saat Anda harus melakukan pencarian manual. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: pch.vector (Freepik) Fitur ini sebenarnya tidak membutuhkan pengaturan tambahan yang rumit dari administrator. Working location akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan pada tingkatan domain maupun organizational unit (OU). Dengan kata lain, administrator memiliki keleluasaan untuk menentukan di mana saja fitur ini aktif. Sedangkan untuk end-user, rekomendasi working location hanya akan tampil ketika Anda menyetel lokasi kerja khusus. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Working location Google Calendar. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengaktifkan dan menonaktifkan Working location di Calendar End-user dapat membagikan lokasi tempat mereka bekerja berdasarkan rutinitas mingguan, serta lokasi yang sudah pernah dipilih sebelumnya. Anda dapat menonaktifkan fitur ini, tapi setelan tersebut akan menghapus lokasi yang sudah ada. Berikut cara untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur Working location Calendar: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Calendar. Klik Sharing settings. Klik Working location. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Centang atau hapus centang pada opsi “Allow users to set their daily working location”. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU turunan, akan tersedia opsi Inherit atau Override dari setelan OU induk Anda. Jika Anda menonaktifkan lokasi kerja, perlu waktu hingga 36 jam untuk menghapus fitur lokasi kerja dan menghapus lokasi kerja pengguna. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Ketersediaan fitur Fitur baru dari Google Calendar ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan mulai dari tanggal 27 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dilakukan mulai dari tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching & Learning Upgrade, dan Nonprofits, termasuk juga pelanggan G Suite Business. Namun fitur tidak tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, G Suite Basic, serta pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Update fitur Google Calendar ini dimaksudkan untuk memudahkan Anda dalam berkolaborasi. Dengan mencantumkan lokasi kerja maka kolega Anda pun bisa lebih mudah menyesuaikan jadwal. Agar fitur Working location Google Calendar bekerja dengan optimal, gunakan Google Workspace for Business untuk mendukung lingkungan kerja Anda. Selain Calendar, suite ini juga memiliki aplikasi serta layanan produktivitas seperti Gmail, Docs, Sheets, hingga Slides, tentu saja semuanya telah disesuaikan dengan penggunaan skala besar. Dapatkan segera melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google. Informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Workspace

Cara Menambahkan Trusted Types ke Google Workspace

Google baru saja mengumumkan bahwa mereka meningkatkan keamanan client-side pada Google Docs, Sheets, Slides, Forms, Sites, Jamboard, Drawings, Drive, dan Calendar dengan Trusted Types. Peningkatan ini akan memberi lapisan perlindungan tambahan di sekitar API Document Object Model (DOM) yang digunakan pada aplikasi tersebut maupun pada extension dari pihak ketiga. Mari simak ulasan lengkapnya berikut! Keamanan Trusted Types Mode penerapan baru ini akan membutuhkan ekstensi pihak ketiga untuk menggunakan objek yang diketik, bukan string saat menetapkan nilai ke API DOM, dan sudah mulai diluncurkan pada tanggal 23 Maret 2023. Setelah Trusted Types diterapkan sepenuhnya, arahan Trusted Types akan hadir di tajuk Content Security Policy (CSP) sebagai berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Trusted Types merupakan sebuah fitur yang akan menyempurnakan kontrol pelindungan data lanjutan dari Google. Fitur ini berfungsi sebagai penjaga keamanan pengguna dan data di lebih banyak aplikasi yang mereka gunakan setiap hari. Penambahan Trusted Types ini akan berdampak langsung pada developer (yang mengandalkan extension Chrome apa pun yang mengubah API DOM). Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Penting untuk diingat Pembaca layar, perangkat braille, dan pembesaran layar tidak akan berubah dengan adanya penambahan Trusted Types. Namun ada baiknya administrator dan developer memeriksa extension pihak ketiga untuk pelanggaran Trusted Types. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang Aksesibilitas Docs, Sheets, Slides, dan Drawings. Mulai menambahkan Trusted Types Untuk menambahkan Trusted Types di aplikasi Google Workspace tidak dibutuhkan pengaturan dari administrator, begitu juga dengan end-user. Namun bagi Anda developer, bisa mengikuti tahapan-tahapan berikut ini: Untuk membuat kode Trusted Type dengan tepat, beri sinyal ke browser bahwa data yang digunakan dalam konteks API DOM ini dapat dipercaya dengan membuat objek khusus Trusted Type. Ada beberapa cara untuk mematuhi Trusted Type, seperti menghapus kode yang mengganggu, menggunakan libraries, atau membuat kebijakan Trusted Type. Untuk memastikan pengalaman yang mulus bagi pengguna, teknik ini dapat digunakan sebelum penerapan Trusted Type diluncurkan. Kunjungi blog Chrome DevTools untuk mempelajari lebih lanjut tentang penerapan proses debug CSP dan Trusted Type di Chrome DevTools. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Ketersediaan fitur Penambahan Trusted Types ke Google Workspace dilakukan secara bertahap untuk domain rilis cepat dan dimulai pada tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis terjadwal, dilakukan perilisan utuh pada tanggal 23 April 2023 (namun kemungkinan tetap memakan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Photo Credit: katemangostar (Freepik) Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business lama. Trusted Types juga dapat dimanfaatkan oleh pengguna Workspace dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Penambahan Trusted Types ini akan meningkatkan keamanan pengguna selama mereka menggunakan aplikasi-aplikasi Google Workspace. Dengan begitu, bekerja dengan aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets pun akan lebih aman. Belum menggunakan Workspace? Dengan Google Workspace, Anda akan lebih leluasa dalam bekerja, termasuk untuk model kerja hybrid. Untuk mulai berlangganan, Anda dapat menghubungi EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya?

Bulan Oktober 2022 lalu, Google mengumumkan akan menyederhanakan cara mengatur percakapan di Google Chat. Tepat pada akhir Februari 2023, Google merilis pengaturan tersebut. Seperti apa pengaruhnya di Google Chat? Mari simak ulasannya berikut ini! In-line thread Google Chat Mulai 13 Maret 2023, semua ruang yang baru dibuat di Google Chat akan dirangkai secara in-line. Pengguna tidak lagi memiliki opsi untuk mengaturnya berdasarkan topik percakapan, tempat pesan dan balasan terkait dikelompokkan bersama di jendela percakapan utama. Ruang-ruang yang sudah diatur berdasarkan topik percakapan akan terus berfungsi seperti sekarang ini. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Akhir tahun 2023 ini, ruang yang sudah diatur berdasarkan topik percakapan akan dimigrasikan ke pengalaman rangkaian pesan in-line yang baru. Informasi mengenai pembaruan ini nantinya akan diumumkan melalui blog Workspace Updates dan melalui email ke admin utama di domain Anda sebelum perubahan ini. ​ Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan dalam cara mengatur ruang Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Adanya ruang di Google Chat dapat membantu Anda berkomunikasi dengan sekelompok orang tentang suatu topik, proyek, atau minat yang sama. Sebelumnya, terdapat dua opsi berbeda untuk mengatur ruang Chat. Namun terkadang kedua opsi tersebut justru membingungkan, alih-alih memudahkan pengguna. Untuk menyederhanakan pengalaman pengguna sekaligus mempercepat pengembangan produk, maka kedua opsi tersebut diubah menjadi satu kesatuan menjadi in-line threading. Dengan in-line threading ini, Anda dapat membalas pesan apa pun dan membuat diskusi terpisah dari percakapan utama. In-line threading dapat membantu saat Anda ingin membalas pesan tertentu atau mendiskusikan suatu topik secara mendalam tanpa mengganggu alur percakapan utama. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah? Apa yang berubah? Photo Credit: Google Workspace Updates In-line thread di Space akan memudahkan Anda untuk: Memindai dan memahami apa yang sedang dibahas di sebuah ruang. Menelusuri semua topik melalui panel navigasi utas yang aktif. Menemukan dan mengikuti topik serta percakapan yang paling relevan. Semua ruang yang dibuat pada atau setelah tanggal 13 Maret 2023, akan diurutkan dalam thread. Mulai tanggal tersebut, opsi untuk “Organize the conversation by topic” tidak akan terlihat lagi saat pengguna membuat ruang baru.  Mulai mengaktifkan fitur Perubahan baru di Google Chat ini tidak memerlukan pengaturan apa pun, baik itu dari administrator maupun end-user. Itu berarti, tampilan dan pengaturan Chat akan berubah secara otomatis setelah tanggal 13 Maret 2023. Anda bisa mengunjungi halaman blog Google Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengaturan Google Chat. Pengaturan baru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). In-line threading Chat tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Namun penting untuk diingat, pengaturan ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran Di Google Chat Lebih Cepat Dengan Search Chips Dengan pembaruan ini maka pengaturan ruang di Google Chat pun menjadi lebih simpel dan tak lagi membingungkan. Nah, untuk terus menikmati berbagai peningkatan kapabilitas Google Chat, jangan lupa untuk berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh untuk pemasangan Google Workspace, baik itu untuk perusahaan maupun institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top