Google Workspace

Google Workspace

7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace

Browser merupakan gerbang utama yang menghubungkan Anda dengan dunia luar melalui internet. Namun pada waktu yang bersamaan, browser juga bisa menjadi potensi risiko yang membahayakan keamanan data pribadi Anda. Bagi Anda pengguna Google Workspace, dapat mengikuti 7 langkah berikut untuk menjaga keamanan data selama berselancar dengan browser Chrome. Kelola Chrome dengan Cloud Management Cloud Management Google merupakan satu platform tunggal untuk menerapkan kebijakan browser Chrome sekaligus kontrol keamanan di Windows, Mac, Linux, iOS, dan Android. Tanpa biaya tambahan, Anda akan mendapat visibilitas mendalam terhadap browser fleet, termasuk mengetahui browser mana yang sudah usang, ekstensi mana yang sedang digunakan end-user, dan memberikan wawasan tentang potensi risiko keamanan di perusahaan Anda. Photo Credit: Google Security Blog Terapkan perlindungan bawaan terhadap phishing, ransomware & malware Chrome menggunakan teknologi Safe Browsing Google melindungi miliaran perangkat setiap hari dengan menampilkan peringatan kepada pengguna saat mereka mencoba membuka situs berbahaya atau mengunduh file berbahaya. Safe Browsing diaktifkan secara default untuk semua pengguna saat mengunduh Chrome. Administrator dapat mencegah pengguna menonaktifkan Safe Browsing dengan menerapkan kebijakan SafeBrowsingProtectionLevel. Photo Credit: Google Security Blog Aktifkan Enterprise Credential Protections di Chrome Penggunaan ulang kata sandi perusahaan menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Cukup sering, karyawan menggunakan kembali kredensial perusahaan sebagai login pribadi dan sebaliknya. Kadang-kadang, karyawan bahkan memasukkan kata sandi perusahaan mereka ke situs web phishing. Login karyawan yang digunakan kembali memberi jalan mudah bagi penjahat untuk mengakses data perusahaan. Deteksi Chrome Enterprise Password Reuse membantu perusahaan menghindari pencurian identitas dan pelanggaran data dengan mendeteksi saat karyawan memasukkan kredensial perusahaan mereka ke situs web lain mana pun. Google Password Manager di Chrome juga memiliki fitur Password Checkup bawaan yang memberitahu pengguna jika username dan kata sandi telah terekspos. Lansiran kata sandi ditampilkan di Audit Log Audit dan Security Investigation Tool akan membantu admin membuat aturan otomatis atau mengambil langkah yang tepat untuk menguranginya dengan meminta pengguna menyetel ulang kata sandi mereka. Baca juga: Melindungi Keamanan Siswa dengan Kesadaran terhadap Keamanan Siber Manfaatkan Log Audit, Google Security Center, atau SIEM untuk meninjau peristiwa kritis Tim IT dapat memperoleh insight berguna mengenai potensi ancaman keamanan dan peristiwa yang dialami pengguna Google Workspace saat menjelajahi web menggunakan Chrome. Tim TI dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman melalui Security Reporting. Photo Credit: Google Security Blog Lakukan pembaruan keamanan browser Browser modern, seperti software lainnya, dapat memiliki kerentanan “zero day” (kelemahan dalam software yang dapat dieksploitasi oleh penyerang hingga diidentifikasi dan diselesaikan). Untungnya, di antara semua browser, Chrome dikenal dapat menambal kerentanan zero day dengan cepat. Namun, untuk memanfaatkan ini, tim TI harus memastikan bahwa semua browser yang digunakan adalah versi terbaru. Proses pembaruan Chrome dirancang untuk mudah dijalankan dan lancar tanpa menghambat produktivitas pengguna sekaligus menjaga keamanan yang optimal. Baca juga: Menimbang Kembali Open-Source dan Keamanan Multicloud Pastikan karyawan hanya menggunakan ekstensi yang diperiksa Ekstensi dapat menimbulkan risiko keamanan yang besar. Banyak ekstensi meminta izin yang jika disalahgunakan, dapat menyebabkan pelanggaran keamanan atau kehilangan data. Manfaatkan kapabilitas bawaan Chrome seperti Apps & Extensions Usage Report dan Extension Workflow untuk memastikan keamanan ekstensi yang digunakan end-user. Pastikan resource Google Workspace Anda hanya diakses dari Managed Chrome Browser Context-Aware Access memastikan hanya orang yang tepat, dalam kondisi yang tepat, yang dapat mengakses informasi rahasia. Dengan menggunakan Context-Aware Access, Anda dapat membuat kebijakan kontrol akses terperinci untuk aplikasi yang mengakses data Workspace berdasarkan atribut, seperti identitas pengguna, lokasi, status keamanan perangkat, dan alamat IP. Untuk memastikan bahwa resource Google Workspace Anda hanya diakses dari browser Chrome terkelola dengan perlindungan diaktifkan, atur tingkat akses dalam mode Advanced menggunakan Common Expressions Language (CEL). Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengamankan data penting di lingkungan kerja Anda. Terapkan langkah-langkah di atas agar keamanan data tetap terjaga. Pastikan juga Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Chrome Cleanup Tool Dinonaktifkan, Apa yang Harus Dilakukan

Terhitung mulai pembaruan Chrome 111, Google akan mulai menonaktifkan Chrome Cleanup Tool, aplikasi yang didistribusikan ke pengguna Chrome di Windows untuk membantu menemukan dan menghapus software yang tidak diinginkan (unwanted software, UwS). Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna dalam menghadapi perubahan ini? Mengenal Chrome Cleanup Tool Chrome Cleanup Tool mulanya diperkenalkan Google pada tahun 2015 untuk membantu pengguna memulihkan setelan perangkat mereka dari perubahan yang tidak terduga, sekaligus untuk mendeteksi dan menghapus software yang tidak diinginkan. Hingga tahun 2023 ini, Chrome Cleanup Tool telah melakukan lebih dari 80 juta pembersihan, membantu membuka jalan bagi pengguna dalam mengunduh aplikasi secara aman dan bersih. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Perubahan lanskap cleanup tool Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Dalam beberapa tahun terakhir, muncul beberapa hal yang membuat kebutuhan aplikasi Chrome Cleanup Tool perlu dievaluasi kembali. Pertama, telah terjadi perubahan perspektif pengguna. Keluhan pengguna Chrome terhadap UwS terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir (rata-rata turun sekitar 3% tiap tahunnya). Misalnya, pada bulan Februari 2023 lalu, hanya terjadi 0,06% pemindaian Chrome Cleanup Tool oleh pengguna yang mendeteksi UwS. Kedua, muncul beberapa perubahan positif dalam ekosistem platform. Hal ini kemudian berkontribusi pada kebiasaan pengguna yang cenderung lebih proaktif dibanding reaktif. Contohnya, mengaktifkan Google Safe Browsing dan menggunakan software antivirus yang dapat memblokir UwS berbasis file dengan lebih efektif (yang mana ini adalah tujuan awal dari Chrome Cleanup Tool). Saat UwS berbasis file kemudian bermigrasi ke ekstensi, Google melakukan peninjauan Chrome Web Store yang kemudian membantu menangkap ekstensi berbahaya yang melanggar kebijakan. Terakhir, telah terjadi perubahan tren dalam ruang malware dengan teknik semacam Cookie Theft yang kini tengah meningkat. Oleh karenanya, Chrome menggandakan pertahanan terhadap malware tersebut melalui berbagai peningkatan, termasuk alur kerja autentikasi yang ditingkatkan dan heuristic canggih untuk memblokir phising dan social engineering emails, malware landing pages, dan juga unduhan dari internet. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Lalu, apa yang berubah? Photo Credit: Freepik Mulai dari update Chrome 111, pengguna tidak lagi dapat meminta pemindaian Chrome Cleanup Tool melalui Safety Check atau memanfaatkan opsi “Reset settings and cleanup” yang ditawarkan melalui chrome://settings di Windows. Selain itu, Chrome juga akan menghapus komponen yang memindai perangkat Windows secara berkala dan meminta pengguna melakukan pembersihan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kini bahkan tanpa Chrome Cleanup Tool, pengguna secara otomatis dilindungi oleh Safe Browsing di Chrome. Pengguna juga memiliki opsi untuk mengaktifkan Enhanced protection (Perlindungan yang ditingkatkan) dengan membuka chrome://settings/security. Mode ini secara substansial meningkatkan perlindungan dari situs web berbahaya dan unduhan dengan berbagi data real-time menggunakan Safe Browsing. Meski sekarang Chrome Cleanup Tool telah dinonaktifkan, pengguna bisa tetap memberikan masukan dan saran selama pemakaian aplikasi dalam memerangi UwS selama 8 tahun terakhir. Anda dapat mengirimkan feedback melalui halaman ini atau dengan mention akun Twitter @googlechrome. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Menghilangnya Chrome Cleanup Tool bukan berarti pengguna akan kehilangan proteksi terhadap ancaman keamanan siber yang mengancam mereka selama melakukan unduhan di internet. Chrome terus melakukan peningkatan sehingga browser memiliki sistem pengamanan yang lebih ketat untuk mencegah munculnya UwS. Perlindungan tersebut akan semakin optimal jika dikombinasikan dengan rangkaian produktivitas Google Workspace. Dengan Workspace, tidak hanya alur unduhan Anda saja yang terlindungi, tapi juga seluruh bagian alur kerja. Dapatkan rangkaian produktivitas Workspace melalui partner resmi Google seperti EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi beserta penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!  

Google Workspace

Peningkatan Fitur Pengaturan Konten Google Docs

Google baru saja meluncurkan peningkatan pada opsi pemformatan dan penyesuaian untuk daftar isi (table of contents) di Docs. Dengan peningkatan ini, Anda akan memiliki opsi untuk: Berpindah di antara tiga gaya default Docs. Mengalihkan nomor halaman. Mengalihkan gaya tab leader (dengan menambahkan garis antara judul dan nomor halaman). Menyertakan dan membuat indentasi heading berdasarkan level. Peningkatan ini hadir untuk memudahkan Anda dalam menyempurnakan judul dan headings dokumen Anda yang dibuat di Docs. Lalu, bagaimana cara mengaktifkannya? Peningkatan fitur heading di Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan terbaru dari Google Docs ini hadir untuk menyederhanakan proses penyusunan konten dokumen Anda. Hanya dengan beberapa klik saja, kini Anda dapat mengatur dan menyesuaikan daftar isi serta heading dokumen. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Bukan hanya itu saja, Google Docs juga menata ulang opsi yang disertakan pada sidebar properties untuk memudahkan Anda menemukan dan menggunakan pemformatan tabel. Anda dapat menemukannya pada bagian Cell baru dengan opsi pemformatan khusus sel yang lebih jelas di bagian sidebar properti tabel. Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan fitur Peningkatan fitur Docs ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. End-user cukup mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mulai menggunakan fitur: Untuk tabel Klik menu Insert > Table > Table options (tombol ada di bagian atas toolbar untuk membuka Table properties sidebar). Anda juga bisa klik kanan pada sebuah tabel dan pilih opsi Table properties untuk membuka sidebar. Google telah menyediakan dokumentasi khusus yang bisa Anda akses di sini. Untuk daftar isi Jika Anda ingin mengatur konten daftar isi (table of contents), cukup buka menu Insert > Table of contents. Pada mode paginasi (paginated), tersedia tiga opsi layout (tata letak) daftar isi yang bisa Anda pilih, yaitu: Plain text Dotted Links Dengan fitur ini, Anda bisa membuat daftar isi yang rapi dan teratur tanpa perlu memakan banyak waktu di Google Docs. Untuk membuka sidebar pengaturan, klik kanan pada draf daftar isi yang baru dibuat dan kemudian pilih opsi Table of contents options. Baca juga: Pembaruan Fitur Google Docs: Tampilkan Non-Printing Characters Ketersediaan fitur Masing-masing kapabilitas yang disebutkan di sini dirilis pada waktu yang berbeda-beda. Berikut adalah rincian lengkapnya: Table of Contents: Dirilis secara bertahap untuk domain rilis cepat dan dimulai pada tanggal 20 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sementara untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan utuh pada tanggal 3 April 2023 (kemungkinan butuh waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Table sidebar: Baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal dilakukan perilisan bertahap mulai dari tanggal 16 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Peningkatan fitur Google Docs ini tersedia bagi seluruh pelanggan Googlo Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, fitur juga dapat diakses oleh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs   Itu dia pembahasan mengenai pembaruan Google Workspace berupa peningkatan fitur Google Docs. Untuk menggunakan Workspace dengan optimal, Anda bisa berlangganan edisi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, Workspace for Business untuk bisnis atau Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller dan partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Google Workspace

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-side Encryption Google Docs

Google Workspace menyediakan kunci enkripsi pribadi untuk mengenkripsi data perusahaan (seperti file dan email). Dengan client-side encryption (CSE) ini, enkripsi konten akan ditangani di browser klien sebelum data apa pun dikirim atau disimpan di penyimpanan berbasis cloud Google. Itu artinya, server tidak dapat mengakses kunci enkripsi dan mendekripsi data Anda. Setelah menyiapkan CSE, Anda dapat memilih pengguna mana yang dapat membuat konten dengan CSE dan membagikan atau mengirimkannya. Kini, Anda dapat memilih untuk menambahkan CSE ke dokumen yang sudah ada atau menghapusnya dari dokumen yang sudah dienkripsi. Pembaruan ini memberi Anda fleksibilitas untuk mengontrol enkripsi saat tengah mengerjakan dokumen atau saat mengembangkan proyek. Bagaimana cara menggunakannya? Mari simak ulasan berikut! Mengapa menggunakan client-side encryption? Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data saat dalam posisi rest maupun transit antar fasilitas untuk semua layanan. Selain itu, Gmail juga sudah menggunakan TLS (Transport Layer Security) untuk berkomunikasi dengan penyedia layanan email lainnya. Namun, dengan CSE, Anda memiliki kontrol langsung atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Kontrol tambahan ini dapat membantu Anda memperkuat kerahasiaan data sensitif atau yang diatur. Perusahaan Anda mungkin perlu menggunakan CSE karena berbagai alasan. misalnya: Privasi: Perusahaan Anda bekerja dengan kekayaan intelektual yang sangat sensitif. Kepatuhan terhadap peraturan: Perusahaan atau instansi Anda beroperasi dalam industri yang sangat diatur, seperti kedirgantaraan dan pertahanan, layanan keuangan, atau pemerintahan. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Mulai menggunakan CSE di Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Client-side encryption Google Workspace dapat diaktifkan pada level domain, organizational unit (OU), dan Group levels). Untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya, administrator cukup mengakses halaman Admin console dan masuk ke menu Security > Access and data control > Client-side encryption. Setelah CSE diaktifkan oleh administrator, end-user bisa langsung mengenkripsi data mereka sebelum membagikan atau mengirimkannya (prosedur CSE dapat diterapkan pada data yang dibagikan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan). Data dapat berupa file yang tersimpan di Drive, maupun file yang sedang Anda kerjakan di Docs, Sheets, dan juga Slides. Baca juga: Menggunakan Access Approvals untuk Mengontrol Akses Data Selama Pemeliharaan Ketersediaan CSE Photo Credit: Freepik CSE Google Workspace dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat, dimulai pada tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Di sisi lain, domain rilis terjadwal dimulai pada 6 April 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). CSE Google Workspace tersedia untuk edisi Enterprise Plus, Education Standard, serta Education Plus. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia untuk Umum, Ini Kegunaannya Dengan hadirnya client-side encryption untuk Google Docs, Anda bisa memberikan keamanan tambahan untuk tiap file dan proyek yang sedang dikerjakan di Docs. Sebab, seluruh data sensitif di Docs tidak akan dapat dibaca oleh server Google. Selain Docs, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi dan dilindungi oleh CSE, seperti Gmail, Slides, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara aman dan mudah. Ingin mulai menerapkan Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker

Tahun 2020 lalu, Google memperkenalkan fitur Connected Sheets untuk aplikasi Sheets. Fitur tersebut hadir untuk membantu Anda menganalisis, memvisualisasikan, dan membagikan miliaran baris data dari spreadsheet. Setelah diperkenalkan kepada publik, fitur Connected Sheets terus mengalami pengembangan dan penyempurnaan. Belum lama ini, Google mengumumkan bahwa Anda kini dapat menjelajahi instance Looker yang di-hosting Google Cloud menggunakan Connected Sheets. Akhir Maret 2023 lalu, Google mengembangkan kapabilitas tersebut dengan menyediakan akses Connected Sheets untuk instance Looker yang di-hosting oleh penyedia di luar Google Cloud, seperti AWS (Amazon Web Service) dan juga Azure. Connected Sheets untuk penyedia di luar Google Cloud Photo Credit: Google Workspace Updates Perluasan akses Connected Sheet untuk instance Looker yang di-hosting oleh penyedia non-Google Cloud ini memberikan kemudahan bagi Anda. Tak perlu lagi menggunakan alat atau aplikasi pihak ketiga untuk bisa menghubungkan Connected Sheet dari Looker dari penyedia di luar Google Cloud, seperti Azure maupun AWS. Perluasan fitur ini telah tersedia untuk seluruh pengguna Google Cloud yang berlangganan Workspace, termasuk pengguna dengan Google Account pribadi (tidak termasuk pengguna yang menggunakan paket produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business). Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Agar end-user bisa menggunakan perluasan fitur ini, administrator harus sudah mengaktifkan Connected Sheets for Looker di menu Looker Admin. Google juga telah menyediakan dokumentasi yang bisa Anda kunjung kapan saja mengenai penggunaan Connected Sheets di sini. Setelah Connected Sheets for Looker sudah diaktifkan oleh administrator, maka end-user cukup mengikuti langkah-langkah berikut untuk menjelajahi data Looker dengan Connected Sheets: Di Google Sheets, buka menu Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker yang ingin Anda jelajahi, misalnya: https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda perlu memberikan otorisasi Sheets untuk bisa mengakses data Looker. Setelah terhubung ke Explore, Anda bisa langsung melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Sheets. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Menggunakan Connected Sheets untuk perusahaan Anda Anda dapat mengakses, menganalisis, memvisualisasikan, dan membagikan miliaran baris data dari spreadsheet dengan Connected Sheets. Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya untuk: Melakukan kolaborasi dengan mitra, analis, atau pemangku kepentingan lainnya dalam antarmuka spreadsheet yang sudah dikenal. Mengizinkan pengguna mendelegasikan akses ke kolaborator. Memastikan satu sumber data yang tepercaya untuk analisis tanpa ekspor .csv tambahan. Anda dapat menjalankan kueri dari Connected Sheets di BigQuery atau Looker secara manual atau sesuai jadwal yang ditentukan. Sheets menyimpan hasil kueri ini di spreadsheet sehingga Anda dapat menganalisis dan membagikannya. Untuk melihat query events Connected Sheets buka Drive log events. Tutorial selengkapnya mengenai penggunaan Connected Sheets bisa Anda akses di sini. Menggunakan Connected Sheets dengan VPC Service Controls VPC Service Controls tidak mendukung Google Sheets untuk BigQuery. Oleh karenanya, Anda mungkin tidak bisa mengakses data BigQuery yang dilindungi oleh VPC Service Controls. Namun, jika Anda memiliki izin yang diperlukan dan memenuhi batasan akses, bisa dilakukan konfigurasi perimeter VPC Service Controls untuk mengizinkan kueri yang dikeluarkan Connected Sheets. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis agar lebih mudah dalam penyusunan workflows maupun aplikasi. Fitur Connected Sheets yang terhubung dengan Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kami menyediakan produk resmi berlisensi yang. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Fungsi Working Location Calendar API Google Dirilis dalam Versi Beta, Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Kini Anda dapat membaca data working location menggunakan Calendar API Google dan mendapatkan pemberitahuan saat lokasi kerja tersebut berubah. Sebelumnya, Google mengumumkan bahwa fungsi tersebut akan tersedia melalui API terpisah. Namun, untuk memberikan pengalaman yang lebih sederhana, fungsi dirilis dalam satu API. Per 27 Maret 2023, fungsi ini dirilis dalam versi beta untuk penggunaan terbatas. Calendar API working location Menggunakan Calendar API untuk membaca working location dapat membantu Anda: Menganalisis aliran dan volume orang sehingga lebih mudah menyesuaikan sumber daya dengan kebutuhan karyawan Anda. Membagikan lokasi di seluruh platform internal lain atau pihak ketiga, sehingga memudahkan untuk mengaktifkan tugas seperti pemesanan hot desk atau menjadwalkan hari kerja. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Mulai menggunakan API Developer dapat menggunakan fitur baru dari Calendar API ini dengan mengajukan permohonan ke Google Workspace Developer Preview Program. Google Workspace juga telah menyediakan documentation tentang cara membaca data working location di sini. Melalui Google Workspace Developer Preview Program, developer bisa mendapatkan early access untuk beberapa fitur baru Calendar API. Fitur yang dihadirkan pada developer preview telah melalui tahap pengembangan awal, sehingga siap untuk implementasi langsung. Dengan mengikuti program ini, Anda dapat memberi masukan untuk pengembangan API ke tahap selanjutnya. Selain itu, Anda juga berkesempatan mendapat dukungan pra-perilisan, dan kemudahan integrasi saat API nantinya dirilis untuk umum. Untuk bergabung dalam Google Workspace Preview Program, Anda dapat mengeklik link berikut: Bergabung dengan Google Workspace Developer Preview Program Penting untuk diingat, meski seluruh developer dapat menggunakan Calendar API, namun fungsi terbaru ini hanya tersedia untuk edisi Workspace tertentu (simak poin selanjutnya untuk mengetahui edisi Workspace yang mendukung fungsi terbaru Calendar API ini) Cara mengaktifkan dan menonaktifkan working location Calendar API Photo Credit: Freepik End user dapat membagikan lokasi kerja mereka berdasarkan rutinitas mingguan mereka, maupun lokasi satu waktu. Untuk mengaktifkan dan menonaktifkan working location, admin dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol admin, masuk ke Menu > Apps > Google Workspace > Calendar. Klik opsi Sharing settings. Klik Working location. Untuk menerapkan pengaturan ke seluruh orang, pilih organizational unit (OU) teratas. Anda juga bisa memilih OU turunan jika ingin menerapkan pengaturan pada akun tertentu. Centang opsi Allow users to set their daily working location untuk mengaktifkan opsi berbagi working location pada user. Klik Save untuk menyimpan pengaturan. Jika memilih OU turunan, akan tersedia opsi Inherit atau Override pengaturan OU induk. Jika Anda menonaktifkan opsi berbagi workin location, kemungkinan butuh waktu hingga 36 jam untuk menghilangkan fitur working location dan menghapus data lokasi kerja user. Baca juga: Reminder Google Calendar dan Assistant Reminders Akan Bermigrasi ke Tasks, Seperti Apa Perubahannya? Tampilan working location Untuk saat ini, working location tampil pada Calendar, bukan Directory profil. Jika administrator: Menonaktifkan working location—User lain akan tetap melihat bagian Main office location (bagian ini dapat dikontrol administrator melalui pengaturan tambahan). Tetap mengaktifkan working location—User dengan akses “free” atau “busy” ke event kalender dapat melihat nama working location yang dicantumkan. Ketersediaan fungsi Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Meskipun semua developer dapat menggunakan API, fitur working location ini hanya tersedia untuk edisi Workspace yang memenuhi syarat: Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofit, serta pelanggan G Suite Business lama. Tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, G Suite Basic. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Untuk bisa menggunakan fitur working location Calendar API ini, pastikan Anda sudah berlangganan edisi Workspace yang sesuai, seperti Google Workspace for Business. Edisi Workspace ini telah tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Workspace

Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet

Google Chat app merupakan aplikasi web serta layanan yang berjalan di Google Chat. Untuk memudahkan para developer, Google kini menyediakan opsi pengembangan Chat apps melalui AppSheet. Dengan AppSheet, Anda bahkan dapat mengembangkan aplikasi tanpa kode. Menariknya lagi, melalui AppSheet, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan aplikasi Anda di Google Chat tanpa perlu membuka jendela terpisah. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Mengenal AppSheet Photo Credit: AppSheet Google AppSheet menghadirkan kemampuan untuk mengembangkan aplikasi tanpa kode (no coding solutions). Ini memungkinkan Anda untuk dapat mengembangkan aplikasi, baik versi mobile maupun desktop yang sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus membuang banyak waktu dan tenaga. Dengan AppSheet, Anda dapat: Mengembangkan aplikasi dengan tangkapan data yang lebih kaya, mencakup data dalam bentuk form, barcode, tanda tangan, hingga foto. Menyesuaikan fitur, UX, keamanan, serta branding aplikasi sesuai kebutuhan. Menjaga keamanan data pengguna dengan laporan keamanan, autentikasi, dan laporan penggunaan. Mengelola keamanan data pengguna dengan keamanan berbasis peran, autentikasi, dan penggunaan berbasis peran. Google Chat app Photo Credit: AppSheet Google Chat merupakan aplikasi percakapan dari Google yang memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan rekan kerja secara aman dan bebas hambatan. Untuk mengoptimalkan penggunaannya, pengguna dapat menambahkan app sesuai kebutuhan. Google telah memfasilitasi para developer untuk dapat mengembangkan Chat app dengan mudah menggunakan AppSheet. Chat dan AppSheet telah saling terintegrasi sehingga penggunaan aplikasi yang sudah Anda kembangkan pun akan jauh lebih mudah. Baca juga: Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk Tahun 2023, Seperti Apa? Mengembangkan Chat app dengan AppSheet Photo Credit: Google Workspace Updates Duet AI for AppSheet memudahkan developer dalam mengembangkan aplikasi (terutama intelligent business application), menghubungkan data, dan membuat alur kerja di Google Workspace. Tanpa memerlukan pengkodean, Anda dapat mengembangkan aplikasi cukup dengan mengikuti panduan. Pembuatan aplikasi disusun dalam format obrolan sehingga Anda seolah-olah sedang berkonsultasi dengan pakar untuk membuat aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Proses pembuatan ini telah didukung oleh artificial intelligence (AI). Dukungan AI ini membuat pembuatan aplikasi dapat diakses oleh lebih banyak pengguna, yang memungkinkan developer untuk lebih memfokuskan waktu mereka pada pekerjaan lain yang lebih penting. Dengan Duet AI for AppSheet, kini Anda dapat segera menuangkan ide menjadi sebuah aplikasi hanya dalam hitungan menit. Untuk mulai menggunakan Duet AI for AppSheet, Anda dapat mengajukan permohonan sebagai trusted tester di sini. Baca juga: Kenalan dengan Apps Script Connector For AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Ketersediaan Photo Credit: Google Workspace Updates Pembuatan Chat app melalui AppSheet saat ini sudah tersedia untuk umum. Itu berarti, kini Anda sudah bisa membuat sendiri aplikasi pendukung Google Chat tanpa memerlukan pengkodean di AppSheet. Anda bisa langsung membuat aplikasi untuk mengatur alur kerja, maupun aplikasi untuk otomatisasi tugas kerja yang terintegrasi dengan Chat. Photo Credit: Google Workspace Updates Aplikasi yang sudah Anda buat dengan AppSheet nantinya akan langsung melalui proses verifikasi dari Google Chat. Dengan adanya integrasi antara AppSheet dan Chat, maka proses verifikasi pun akan lebih singkat dan tentunya lebih aman. Anda pun bisa langsung menggunakan aplikasi untuk mengoptimalkan performa Google Chat. Baca juga: Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet AppSheet memungkinkan Anda untuk dapat mengembangkan aplikasi tanpa pengkodean. Menariknya, kini melalui Duet AI for AppSheet, pengembangan aplikasi melalui AppSheet bisa dilakukan dalam format percakapan yang mudah diikuti, bahkan oleh pemula. AppSheet kini juga telah terintegrasi dengan Google Chat sehingga memudahkan Anda dalam pembuatan Chat app. Kapabilitas pembuatan aplikasi ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace yang memiliki AppSheet edisi Starter, Core, maupun Enterprise. Belum berlangganan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education dan Workspace for Business untuk Anda dengan implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Duet AI for Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan

 Google Workspace dibuat dan dikembangkan untuk memungkinkan Anda berkolaborasi secara real-time dengan orang lain. Tahun 2023 ini, Workspace semakin berkembang dengan dukungan artificial intelligence (AI). Kini, kekuatan generative AI telah ditanamkan di semua aplikasi Workspace. Dengan generative AI, aplikasi Workspace akan bekerja lebih optimal dalam membantu Anda menulis, mengatur waktu, memvisualisasikan data, hingga mempercepat alur kerja. Pengembangan terbaru dengan dukungan kecerdasan buatan tersebut bernama Duet AI for Google Workspace. Google dan generative AI Akhir-akhir ini, AI tengah menjadi pembicaraan hangat. Selama satu dekade terakhir, AI telah berevolusi dari yang awalnya hanya berupa prototipe eksperimental, kini penggunaannya semakin meluas. Pengembangan terkini seperti generative AI bahkan mulai mengubah cara manusia berkreasi, saling terhubung, dan berkolaborasi. Bulan Maret 2023 lalu, Google mengumumkan dukungan generative AI dalam Google Cloud, untuk membantu developer dalam mengembangkan aplikasi secara bertanggung jawab. Beberapa contohnya adalah Gen App Builder yang memungkinkan developer merancang aplikasi percakapan generatif dan Vertex AI yang memperluas platform pengembangan aplikasi dengan akses ke model pembelajaran mesin dasar Google. Kini, melalui Duet AI for Google Workspace, Google menghadirkan dukungan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan alur kerja Anda selama menggunakan Workspace. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace Bantu kembangkan ide Photo Credit: Google Workspace Duet AI sudah bekerja di belakang layar untuk membantu Anda menulis, baik itu saat menulis email di Gmail maupun saat menuangkan ide di Docs. Paling baru, Google menghadirkan dukungan AI ke Gmail versi mobile. Nantinya, Anda dapat menyusun respons lengkap saat menulis email hanya dengan beberapa kata sebagai perintah. Mengolah data menjadi insight baru Photo Credit: Google Workspace Duet AI hadir untuk membantu Anda menganalisis dan menindaklanjuti data Sheet lebih cepat dengan klasifikasi data otomatis. Kapabilitas “help me organize” di Sheets secara otomatis membuat perencanaan untuk tugas, proyek, atau aktivitas apa pun yang ingin Anda lacak atau kelola. Cukup jelaskan tujuan Anda dan Sheet kemudian akan menyusun perencanaan untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Duet AI membantu Anda membuat perencanaan yang rapi dengan tool yang mudah digunakan. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Menjalin koneksi yang lebih bermakna Photo Credit: Google Workspace Google juga telah memadukan Duet AI dengan Meet dan memperkenalkan kemampuan untuk membuat background unik pada panggilan video Anda. Kapabilitas baru ini membantu pengguna mengekspresikan diri dan memperdalam koneksi selama panggilan video berlangsung, sambil tetap melindungi privasi mereka. Semuanya bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik saja. Tetap terkendali Meski perkembangannya begitu pesat, AI bukanlah pengganti kreativitas dan kecerdasan alami manusia. Google telah merancang produknya sesuai dengan AI Principles yang membuat pengguna tetap memegang kendali, memberikan saran yang bisa Anda ubah dan sesuaikan dengan kebutuhan. Google juga telah menyediakan kontrol administratif yang sesuai sehingga Anda dapat menetapkan kebijakan yang tepat bagi lingkungan kerja Anda. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Generative AI Perkembangan AI, terutama generative AI semakin pesat akhir-akhir ini. Penggunaanya pun semakin meluas, bahkan hingga mencapai masyarakat awam. Namun memang tidak dapat dimungkiri bahwa AI memang dapat membantu dan bahkan mengoptimalkan produktivitas. Google menjawab itu semua dengan mengembangkan generative AI yang telah disesuaikan dengan produk dan aplikasi mereka. Untuk Google Workspace misalnya, kecerdasan buatan telah ditanamkan untuk dapat menyederhanakan dan mengotomatisasikan tugas, seperti menyusun draf dan mengambil sumber data. Tertarik untuk mulai mencoba kepintaran generative AI? Anda bisa langsung menikmatinya melalui teknologi Duet AI for Google Workspace. Dapatkan segera rangkaian produktivitas Google Workspace untuk mendukung alur kerja perusahaan atau instansi Anda melalui EIKON Technology. Kami menyediakan produk resmi beserta proses implementasi yang aman dan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Google Keep Notes Kini Tersedia untuk Perangkat Android

Setelah memperkenalkan tampilan panel ganda (dual pane view) dan sejumlah fitur lain untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada tahun 2022 lalu, Google Keep kini meluncurkan widget catatan tunggal (single note). Bagaimana cara kerjanya? Widget note Google Keep Dengan fitur baru ini, Anda dapat “menyematkan” catatan atau daftar ke layar beranda perangkat dan menyuntingnya di aplikasi Keep cukup dengan sekali ketuk. Selain itu tersedia juga opsi untuk membuat daftar (lists). Kapabilitas ini memungkinkan Anda untuk dapat mengaktifkan checkbox secara langsung pada catatan tanpa harus membuka aplikasi Keep. Bukan hanya itu saja, widget notes Keep juga telah terintegrasi dengan aplikasi. Itu artinya, catatan dan daftar yang Anda buat dengan widget akan mencerminkan warna latar belakang dan pengingat apa pun yang ada di aplikasi. Photo Credit: Google Workspace Updates Google Keep juga menambahkan ikon kolaborator (ada di bagian bawah notes). Ikon ini menunjukkan apakah catatan yang sedang Anda buka merupakan catatan bersama atau bukan. Jika Anda menemukan ikon dengan ikon tersebut, maka catatan dapat dibuka oleh beberapa orang sekaligus. Hadirnya widget baru ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih cepat dan mudah ke catatan dan daftar penting yang tersimpan dalam aplikasi Keep. Semuanya bahkan kini bisa Anda akses melalui layar beranda perangkat. Tidak perlu lagi membuka aplikasi Keep. Dengan begitu, produktivitas pun akan lebih lancar dan bebas dari hambatan. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Mengelola Google Contacts dengan Sidebar Tambahan Mulai menggunakan widget Photo Credit: benzoix (Freepik) Widget baru dari Google Keep ini tidak memerlukan pengaturan administrator. End user bisa langsung menggunakannya setelah widget resmi diluncurkan. Pastikan Anda mengakses Keep dari perangkat Android untuk bisa menggunakan widget. Untuk menambahkan notes Keep ke layar utama perangkat Anda, ikuti langkah-langkah berikut: Di perangkat Android Anda, sentuh dan tahan layar utama. Klik opsi Widget. Telusuri aplikasi Google Keep. Di bawah “Keep Notes“, temukan widget yang ingin Anda tambahkan. Untuk menyematkan catatan ke layar beranda, pilih widget “Single note”. Untuk menyematkan beberapa catatan ke layar beranda, pilih widget “Note collection”. Untuk membuat catatan dengan cepat dari layar beranda, pilih widget “Quick capture”. Sentuh dan tahan widget. Geser widget ke tempat yang Anda inginkan. Jika Anda telah menggunakan beberapa akun di aplikasi Google Keep, Anda dapat memilih satu akun. Apabila Anda menambahkan: Widget Single note, pilih catatan yang ingin Anda tambahkan ke layar beranda. Widget Note collection, pilih apakah Anda ingin menampilkan semua catatan, catatan tersemat, atau catatan di bawah label tertentu. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Ketersediaan widget Widget terbaru dari Google Keep ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 2 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visivilitas keseluruhan fitur). Widget ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi pelanggan yang masih menggunakan rangkaian lama G Suite Basic maupun G Suite Business. Widget juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Mencari Aplikasi Di Google Workspace Marketplace Kini Makin Mudah dengan Filter Pencarian Dengan hadirnya fitur baru dari Google Keep ini, Anda bisa lebih mudah menyusun catatan singkat maupun daftar baru. Anda bahkan tidak perlu membuka aplikasi untuk membuat catatan baru. Cukup dengan satu klik saja di halaman utama perangkat, Anda sudah bisa menambahkan catatan. Tidak hanya Keep, Google juga terus melakukan peningkatan untuk aplikasi mereka lainnya, mulai dari Drive, Docs, hingga Sheets. Semuanya bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace yang bisa didapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Google Material Design 3: Hadirkan Antarmuka Baru untuk Aplikasi Workspace

Google baru saja meluncurkan Material Design 3, versi terbaru dari sistem pedoman, komponen, dan tool Google yang dapat diadaptasi untuk mendukung praktik terbaik desain antarmuka pengguna. Didukung oleh kode open-source, Material Design merampingkan kolaborasi antara designer dan developer, membantu Anda merancang produk dengan tampilan menarik lebih cepat. Apa saja pembaruan yang ditawarkan Material Design 3 ini? Google Material Design 3 Dengan perilisan Google Material Design 3, antarmuka aplikasi dirancang untuk merampingkan kolaborasi kerja pengguna. Pembatuan ini mengubah tampilan aplikasi serta menghadirkan nuansa baru untuk aplikasi Google seperti Drive, Docs, Sheets, dan Slides versi web. Anda akan menemukan peningkatan seperti: Antarmuka pengguna yang disederhanakan di bagian atas Docs, Sheets, dan Slides, membantu Anda menemukan tindakan yang sering digunakan lebih cepat. Peningkatan pengalaman pengguna tambahan dalam komentar, background, ruler, dan gridline. Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, meskipun tidak ada perubahan dalam fungsionalitas, beberapa fitur telah dipindahkan untuk mengurangi kekacauan dalam antarmuka baru. Khususnya, Anda dapat menemukan info status terbaru untuk dokumen tersebut, seperti suntingan terakhir dan riwayat versi, melalui titik entri tunggal: ikon jam di pojok kanan atas. Baca juga: Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah? Peningkatan di Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Sementara itu, di Drive, Anda dapat menemukan peningkatan berupa: Tindakan utama muncul sebaris pada file, untuk akses cepat dan peningkatan produktivitas. Kemampuan untuk memilih beberapa item sekaligus dan melakukan operasi batch untuk tugas yang sering dilakukan. Chip pencarian baru (termasuk type, owner, dan last modified) untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Sederhanakan alur kerja harian Selain kemampuan baru yang membantu orang berkolaborasi dan menyelesaikan lebih banyak hal, Google juga menghadirkan antarmuka pengguna yang disempurnakan di Docs, Sheets, Slides, dan Drive untuk menyederhanakan alur kerja harian. Pertama, antarmuka pengguna di bagian atas Docs, Sheets, dan Slides telah disederhanakan. Begitu pula dengan pengelompokan toolbar untuk membantu Anda menemukan tindakan yang sering digunakan lebih cepat. Google juga telah memperbarui ruler dan menyembunyikan gridlines di sisi kanvas untuk memberi lebih banyak ruang untuk konten Anda. Kedua, Google juga telah menyempurnakan Drive untuk membantu Anda menyelesaikan tugas yang paling sering dilakukan lebih cepat. Misalnya, menyederhanakan proses berbagi, mengunduh, dan menghapus beberapa file sekaligus. Anda juga dapat menemukan tindakan utama (seperti berbagi, mengunduh, dan mengedit) secara langsung saat mengarahkan kursor ke file. Ketiga, pembaruan antarmuka ini juga menghadirkan search chip yang memungkinkan Anda memfilter menurut kriteria seperti jenis file, pemilik, dan tanggal modifikasi terakhir untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat. Ketersediaan Google Material Design 3 dirilis sejak awal Maret 2023. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan dalam format gradual rollout dan dimulai pada tanggal 6 Maret 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dilakukan dalam format full rollout mulai pada tanggal 22 Maret 2023 (memakan waktu hingga 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Google Material Design 3 tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Tersedia juga untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Google Material Design 3 tidak sekadar menghadirkan tampilan antarmuka yang lebih menarik, tapi juga akan memudahkan Anda dalam menjalankan kolaborasi kerja atau sekadar melakukan rutinitas kerja harian. Pembaruan Google Material Design telah tersedia bagi seluruh pelanggan Workspace. Belum berlangganan Google Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace yang dapat Anda sesuaikan dengan beragam kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top