EIKON Technology

Google Classroom

Info

Pembaruan Fitur Practice Set Google Classroom, Lebih Leluasa Kontrol Materi Pendukung Tugas

Awal tahun 2023 ini, Google Classroom mengumumkan ketersediaan practice set untuk umum. Fitur tersebut memungkinkan pendidik mengubah konten, baik itu yang sudah ada maupun yang baru dibuat, menjadi tampil lebih menarik dan interaktif. Untuk meningkatkan pengalaman tersebut, Classroom baru saja meluncurkan pembaruan. Seperti apa? Mari simak pembahasannya berikut. Peningkatan fitur practice set Google Classroom Fitur practice set dari Google Classroom memungkinkan Anda, para tenaga pendidik untuk membuat materi pengajaran maupun mengubah materi yang sudah ada hingga menjadi lebih menarik dan interaktif. Selain itu, fitur practice set juga telah dibekali dengan kapabilitas autograding (penilaian otomatis) yang membantu pendidik untuk mendapat gambaran mengenai performa serta kemajuan siswa, dan siswa pun bisa menerima masukan secara real-time setelah mereka menyelesaikan latihan. Photo Credit: katemangostar (Freepik) Saat ini dalam practice set, ketika pendidik memilih keterampilan untuk suatu tugas, maka sistem secara otomatis akan membuka akses menuju materi bagi siswa. Mereka akan melihat ikon bola lampu di sebelah tugas tersebut dan “bantuan tambahan” untuk menyelesaikan soal pun akan langsung dimunculkan. Untuk meningkatkan pengalaman ini, Google Classroom mengumumkan pembaruan yang memberi pendidik kontrol lebih besar atas resources untuk siswa saat menggunakan practice set. Secara khusus, pendidik kini dapat: Lebih mudah meninjau materi tugas sebelum ditugaskan kepada siswanya. Tambahkan dukungan bawaan untuk siswa dengan menghapus atau menambahkan materi mereka sendiri Menyertakan petunjuk berbasis teks dan video YouTube yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Mengontrol urutan pemberian materi kepada siswa (yang muncul pertama, kedua, dan ketiga). Secara keseluruhan, pembaruan ini memberikan pendidik kontrol yang lebih besar terhadap pemberian materi dan penugasan kepada siswa. Selain itu, pendidik juga bisa lebih leluasa dalam mengatur materi apa saja yang dapat mendukung pemberian tugas melalui fitur practice sets. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus Mulai menggunakan fitur Fitur practice set di Google Classroom aktif secara default oleh sistem, namun administrator perlu menambahkan tenaga pendidik ke verified teacher group agar mereka dapat menerima practice set yang dibagikan oleh tenaga pendidik lain yang masih ada dalam satu ekosistem Google Workspace. Untuk mengakses fitur practice set, pendidik cukup masuk ke aplikasi Google Classroom > Practice sets > Create (atau ketikkan practicesets.classroom.google.com di browser). Kemudian untuk menambahkan ikon bola lampu di practice set bagi siswa, arahkan kursor Anda ke bagian bawah soal > masukkan keterampilan yang dikehendaki atau pilih keterampilan yang disarankan > klik tombol drop-down yang ada di bagian kanan > klik tanda “+” dan pilih opsi “hint” > simpan “hint” tersebut. Nantinya, “hint” ini akan menjadi bantuan tambahan bagi siswa. Baca juga: Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Untuk menyusun urutan materi pendukung tugas, Anda cukup menggeser kotak tiap materi. Jika ingin menghapus materi, klik tanda “X” yang ada di bagian kanan atas kotak materi. Apabila ingin mengelola materi pendukung tugas siswa dalam practice sets, navigasikan kursor ke sudut kanan atas halaman > klik extra help > klik simbol “+” untuk menambahkan, mengatur urutan, atau menghapus materi pendukung tugas yang telah ditambahkan berdasarkan keterampilan yang sudah Anda pilih sebelumnya. Penting untuk diingat, siswa hanya dapat mengakses practice set saat mereka diberi tugas oleh pendidik menggunakan fitur practice set Google Classroom. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai practice set, silakan kunjungi halaman berikut. Ketersediaan fitur Photo Credit: zinkevych (Freepik) Pembaruan fitur practice Google Classroom diluncurkan dalam rilisan penuh, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2023 (memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk Google Workspace edisi Education Plus dan Google Workspace edisi Education Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom Mudahkan kegiatan belajar-mengajar Anda dengan practice set dan berbagai fitur andal Google Classroom lainnya. EIKON Technology, sebagai official partner Google Workspace Indonesia, menyediakan Workspace for Education resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi pendidikan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Education, Google Workspace, School

Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom

Sekarang ini ada banyak sekali tools teknologi pendidikan (EdTech) yang bisa dimanfaatkan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Namun sayangnya, terkadang tools tersebut sulit untuk diakses. Sering kali, guru harus melakukan pendaftaran berulang kali saat ingin mendapatkan tools yang berbeda. Begitu pula ketika mereka menggunakannya. Mau tak mau, harus berulang kali pindah platform. Ini tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebagai solusi, Google Classroom meluncurkan integrasi dengan beberapa tools teknologi pendidikan yang banyak digunakan oleh tenaga pendidik. Menariknya, guru hanya perlu sign-on ke akun Classroom mereka untuk bisa mengakses tools. Untuk mengenal integrasi ini lebih jauh, mari simak penjelasannya berikut ini. Integrasi tools teknologi pendidikan Dengan integrasi baru yang mulus dan sistem masuk tunggal, kini para tenaga pendidik yang menggunakan Google Classroom bisa langsung mengakses tools EdTech populer yang paling sesuai untuk kelas mereka langsung. Tidak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk menggunakan tools karena semua telah tersedia di satu tempat. Fitur baru ini memungkinkan pendidik untuk menelusuri, menetapkan, dan menilai konten yang menarik untuk kelas mereka sekaligus membantu pendidik dan siswa untuk mengakses tools EdTech mereka tanpa harus melalui berbagai langkah login, seperti mengingat banyak nama pengguna dan sandi, atau harus menavigasi ke situs web dan aplikasi eksternal. Selain menghemat waktu pendidik dan siswa, ini memberikan pengalaman yang lebih efisien saat menggunakan teknologi untuk memberi dampak pada pembelajaran. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Daftar tools yang telah terintegrasi Photo Credit: Google Blog Google Classroom menyebutkan bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan teknologi pendidikan untuk membuat add-on khusus. Ada pun perusahaan yang dimaksud adalah Adobe Express for Education, BookWidgets, CK-12, Edpuzzle, Formative, Genially, Google Arts & Culture, Google Play Books, IXL, Kahoot!, Nearpod, Newsela, PBS LearningMedia, Pear Deck, SAFARI Montage, Sora from OverDrive Education, WeVideo, dan juga Wordwall. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Blog Untuk bisa menghadirkan integrasi tools ini, diperlukan konfigurasi dari administrator terlebih dulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyetel konfigurasi: Administrator: Admin distrik harus mengaktifkan akses ke add-on agar pendidik dapat menggunakan fitur ini. Kunjungi Help Centerr untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk pemasangan, cara menyiapkan fitur add-on, dan masing-masing add-on untuk domain, OU (organizational unit), atau grup. Setelah menyiapkan add-on, distrik Anda dapat menggunakan kit pengembangan profesional ini, yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran. Untuk melatih pendidik tentang cara memulai add-on. Mitra add-on Classrom, Genially, juga telah membuat versi interaktif pelatihan pengembangan profesional. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Tenaga pendidik: Setelah diaktifkan oleh admin, Anda akan melihat modul “add-on” di dalam layar Assignment and Stream. Dari sana, Anda akan menemukan daftar add-on yang tersedia. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menggunakan add-on di Classroom. Perusahaan EdTech dan developer: Jika Anda tertarik untuk membuat add-on Classroom, Google telah menyediakan ruang untuk menyampaikan minat Anda di sini. Ketersediaan integrasi Integrasi dengan tools teknologi pendidikan ini telah tersedia di Google Classroom. Silakan hubungi administrator untuk mulai menggunakannya. Perlu diingat, add-on ini hanya akan muncul pada Workspace edisi Teaching and Learning Upgrade serta Google Workspace for Education Plus. Integrasi tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk G Suite Basic dan G Suite Business. Serta tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan hadirnya integrasi ini, tenaga pendidik bisa langsung mengakses tools teknologi pendidikan populer tanpa harus keluar dari aplikasi Google Classroom. Sebagai raksasa teknologi, Google memang terus mengembangkan berbagai fitur, kapabilitas, hingga tools untuk memudahkan para tenaga pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Ingin mulai menerapkan ekosistem pendidikan dengan dukungan Google. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menawarkan paket berlangganan dengan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pra-implementasi hingga pemantauan pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Workspace, Productivity, School

Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom

Google Classroom mengalami peningkatan pesat dari segi penggunaan saat pandemi COVID-19. Terlebih lagi ketika pemerintah di berbagai negara mulai menerapkan kebijakan untuk memulai kegiatan belajar para siswa dan guru melalui daring atau online. Pada awalnya, Google Classroom yang merupakan bagian dari Google Workspace for Education memiliki fitur terbatas. Namun, seiring banyaknya permintaan dan kemudahan yang diharapkan Google pun menambahkan fitur unggulan. Salah satunya adalah meeting online semakin mudah dan nyaman. Seperti apa fitur baru ini? Simak ulasan berikut. Fitur Baru Google Classroom untuk Meeting Photo: Zee News Fitur baru Google Classroom ini disebut dengan “Ask to Join”. Di mana para peserta di luar kelas secara otomatis tidak akan bisa mengikuti sesi bila tidak menyetujui pesan yang diberikan. Hal ini akan menambah kenyamanan bagi para peserta yang terlibat. Bagi guru, akan mudah untuk melakukan hosting sesi pembelajaran dan mengirimkan link kepada siswa. Layanan ini pun nantinya akan terintegrasi dengan berbagai layanan dari Google lainnya seperti Google Meet.  Manfaat yang Didapatkan Photo: PPLWARE Keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan. Baik itu bagi para staf pengajar, siswa, hingga partisipan lainnya. Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa didapat dari keberadaan Google Classroom untuk meeting ini: Memudahkan guru dan murid untuk mengelola link yang akan digunakan dalam streaming pembelajaran online. Dengan begitu, aksesnya pun tidak sulit. Siswa akan diarahkan di ‘ruang tunggu’ hingga guru sebagai admin disini bergabung untuk memulai sesi. Peserta di luar kelas dapat memiliki pilihan untuk bergabung. Di sini, guru sebagai admin bisa memberikan pesan ‘ask to join’, apabila setuju maka peserta bisa masuk ke dalam sesi meeting atau pembelajaran tersebut. Bagaimana Memulainya? Photo: Google for Education Untuk bisa menggunakan layanan ini, sebenarnya sangat mudah. Anda pun bisa memilih posisi Anda. Baik itu sebagai admin untuk memulai sesi meeting  atau sebagai pengguna (end user). Semua tergantung kebutuhan Anda, namun ada hal penting yang perlu untuk Anda lakukan yakni: Jika Admin sebenarnya tidak ada admin yang mengontrol fitur ini. Namun, Google Meet harus terhubung agar Anda bisa menikmati layanan meeting online dengan nyaman menggunakan Google Classroom. Bila posisi Anda sebagai pengguna atau partisipan (end user) juga tak kalah mudahnya. Fitur tersebut akan otomatis ‘ON’ saat Anda membuat pertemuan online di Google Classroom ini. Pengguna dapat mengakses meeting melalui tautan yang dikirimkan oleh admin. Setelah itu, tunggulah beberapa saat sampai program berjalan dan Anda bisa memulai meeting dengan lancar. Kesimpulan Photo: Washington University of Virginia Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki peran penting dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Jika dahulu keberadaannya sebagai bagian dari Google Workspace for Education sangat terbatas, saat ini pengembangan fiturnya pun beragam. Dengan adanya fitur ini akan semakin memudahkan berbagai pihak yang terlibat dalam pembelajaran daring. Tak hanya itu saja, fitur tersebut juga mampu menjembatani para guru maupun staf pengajar untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dalam menggunakannya di mana saja dan kapan saja. Dengan begitu, koordinasi pun menjadi semakin mudah dilakukan. Kini, Anda bisa menggunakan Google Classroom dengan berbagai ragam fitur unggulan yang ditawarkan melalui vendor penyedia layanan Google yang resmi di Indonesia yakni EIKON Technology. Di sini tersedia bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

4 Update Penting Google for Education dari Event The Anywhere School 2021

  Tahun ini, event tahunan The Anywhere School telah sukses diselenggarakan pada Juni 2021 lalu. The Anywhere School merupakan online event gratis dari Google yang ditujukan kepada guru, admin IT, dan para petinggi di bidang edukasi. Melalui event ini, Google for Education membagikan update seputar produk dan perangkat yang mereka kembangkan untuk memenuhi kebutuhan edukasi. Ada empat produk unggulan yang menjadi fokus utama Google pada event The Anywhere School 2021. Keempat produk ini tergabung dalam program Google for Education, yaitu Google Classroom, Google Meet, Google Workspace for Education, dan Chrome OS. Apa saja update yang diberikan? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Peningkatan keamanan dan kolaborasi pada Google Workspace for Education Photo Credit: Google Pada Mei 2021 lalu, Google meluncurkan fitur Smart Canvas untuk Google Workspace for Business. Fitur ini membuat aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets menjadi lebih interaktif sehingga memperkuat kolaborasi di antara penggunanya. Ternyata Smart Canvas tak hanya ada pada Google Workspace for Business, tapi juga bisa diakses oleh para pengguna Google Workspace for Education. Hal ini tentunya akan memudahkan para guru dan murid untuk berkolaborasi walaupun tidak bertemu langsung. Tak hanya itu, Google Workspace for Education juga mendapatkan peningkatan sistem keamanan, khususnya bagi Anda yang berlangganan edisi Education, Education Plus, atau Education Standard. Ragam fitur terbaru untuk Google Classroom Photo Credit: Google Produk lain dari Google for Education yang juga mendapat update adalah Google Classroom. Sebagai learning management system (LMS), Classroom telah membantu banyak guru dan murid dalam melangsungkan kegiatan belajar dan mengajar yang efektif secara online. Berikut ini sejumlah fitur terbaru yang akan Anda temukan pada Google Classroom: Fitur impor daftar nama (roster) akan memudahkan pihak admin untuk menyiapkan kelas dalam skala besar sehingga lebih menghemat waktu. Guru atau pengajar kini bisa menambahkan konten atau aktivitas pembelajaran favorit ke dalam Classroom melalui fitur add-ons. Dashboard baru yang menampilkan aktivitas murid di Classroom, memungkinkan guru untuk memantau partisipasi murid. Kini guru bisa memberikan tugas kepada beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Google Meet jadi lebih mudah dan aman digunakan ​​ Photo Credit: Google Demi meningkatkan pengalaman kelas online, Google Meet sebagai salah satu produk Google for Education juga mendapatkan update. Berbagai fitur ditambahkan agar bisa terus mendukung kebutuhan para guru dan murid secara berkelanjutan. Berkat update tersebut, Google Meet jadi lebih mudah digunakan karena kini mampu mengaktifkan fungsi pin terhadap beberapa pembicara sekaligus dalam waktu bersamaan. Tak hanya itu, layanan panggilan video atau video conference juga mendapat peningkatan kualitas. Kini video conference di Google Meet dapat terintegrasi dengan fitur live streaming secara publik di YouTube. Tidak ketinggalan peningkatan performa pada fitur hand-raising dan teks terjemahan langsung (live translated captions) yang akan memudahkan para peserta untuk berpartisipasi. Personalisasi pada perangkat Chromebook Photo Credit: Google Google for Education memang pada dasarnya dapat diakses melalui beragam perangkat, mulai dari Windows hingga MacOS. Namun, tidak sedikit sekolah yang membagikan perangkat Chromebook agar dapat menjalankan program-program Google for Education secara optimal. Dibekali sistem Chrome OS, Chromebook memang dirancang untuk menjalankan program atau software buatan Google dengan performa maksimal, termasuk Google for Education. Agar para pengguna bisa lebih mudah menggunakan Chromebook, kini sistem login diubah lebih sederhana dengan adanya fitur PIN. Hadir pula fitur Chrome Insights Reports yang memudahkan admin untuk mengecek batas tanggal maksimal dari update otomatis pada Chromebook. Hal ini disebut juga dengan Automatic Update Expiration (AUE). Dengan begini, admin bisa tahu Chromebook mana saja yang AUE-nya akan berakhir sehingga dapat mempertimbangan untuk membeli perangkat baru. Dengan adanya update terbaru, produk-produk Google for Education pun dapat lebih maksimal dalam membantu Anda melakukan berbagai aktivitas pendidikan. Imbangi pula dengan pemakaian perangkat yang punya performa kuat seperti Chromebook. Tenang saja, kini Anda bisa membeli Chromebook dengan mudah dan aman melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan berbagai perangkat Chromebook dalam berbagai merek dan spesifikasi. Dibantu tim berpengalaman dan profesional, Anda dapat memilih yang paling sesuai kebutuhan. Klik di sini untuk dapatkan perangkat Chromebook Anda agar bisa segera menggunakan Google for Education!

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Collaboration, Education, Google Workspace, Produktivitas, School

Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah

  Sejak setahun belakangan ini, mayoritas aktivitas belajar berpindah ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Demi kemudahan dan kelancaran aktivitas, platform pembelajaran online Google Classroom pun digunakan oleh banyak guru dan murid. Namun, walaupun sebetulnya Google Classroom telah diluncurkan sejak 2014, kemungkinan masih ada beberapa murid yang belum terbiasa menggunakannya. Nah, agar murid bisa semakin mudah belajar, berikut sejumlah tips penggunaan Google Classroom yang bisa coba diterapkan. Kustomisasi notifikasi Google Classroom Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Google Classroom memiliki fitur notifikasi yang akan muncul saat terjadi aktivitas tertentu, contohnya sesama murid yang memberikan komentar pada suatu diskusi online, postingan dari guru, hingga reminder atau pengingat deadline tugas.  Dengan banyaknya notifikasi yang muncul, kemungkinan murid pun akan merasa terdistraksi, terlebih jika ia bergabung dengan banyak kelas sekaligus. Sebagai solusinya, murid bisa melakukan kustomisasi notifikasi untuk meminimalisir notifikasi yang muncul. Caranya adalah dengan masuk ke menu Classroom Settings, buka Notifications, dan langsung aktifkan notifikasi sesuai kebutuhan saja. Murid juga bisa mengatur notifikasi kelas satu per satu melalui tab bernama Class Notification di bagian bawah kanan. Cek daftar tugas di tab Classwork Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Salah satu tujuan penggunaan Google Classroom adalah agar murid bisa mengerjakan tugas secara tepat waktu. Agar hal ini bisa tercapai, Google telah menyematkan fitur Classwork pada Classroom. Fitur ini bisa murid temukan di setiap kelas online yang mereka ikuti. Buka menu Classwork, pilih opsi View Your Work, dan murid akan menemukan seluruh tugas yang harus dikerjakan, berikut dengan deadline-nya. Jika seandainya murid mengunggah file tugas yang salah, mereka bisa membatalkan unggahan dengan klik tombol Unsubmit. Manfaatkan Google Calendar agar tak ada jadwal tertinggal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Tahukah Anda bahwa Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai produk Google lain? Salah satunya adalah Google Calendar, yang dapat membuat penggunaan Google Classroom jadi semakin efektif bagi murid untuk belajar. Dengan Google Calendar, seluruh hal penting dapat tercatat berdasarkan hari dan tanggal, baik itu deadline tugas, jadwal kelas online, jadwal diskusi kelompok, dan sebagainya. Pastikan saja akun Classroom dan Calendar menggunakan alamat Gmail yang sama agar datanya dapat saling terhubung. Edit warna folder pada Google Drive Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tak hanya Calendar, Drive juga termasuk produk Google yang dapat terintegrasi dengan penggunaan Google Classroom. Seluruh file tugas yang murid kumpulkan akan tersimpan dalam Drive ini. Begitu juga saat guru membagikan materi, mereka akan mengunggahnya ke Drive agar bisa diakses secara mudah oleh para murid. Dengan begitu banyaknya file yang tersimpan dalam Drive, bukan tidak mungkin murid jadi kebingungan saat harus menemukan file yang dibutuhkan. Sebagai tipsnya, murid bisa mengubah warna folder pada Drive untuk membedakan folder satu dari yang lain. Caranya, klik kanan pada suatu folder, klik Change Color, lalu tinggal pilih warna yang diinginkan. Sebaiknya hindari menggunakan warna yang sama pada lebih dari satu folder agar nantinya tidak bingung. Gunakan fitur Private Comments untuk diskusi personal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Google Classroom tak hanya bisa digunakan oleh guru untuk memeriksa dan menilai tugas murid, tapi juga memberikan feedback. Dengan begini, murid bisa belajar dari kesalahan dan terus melakukan perbaikan. Menariknya, feedback tersebut tidak bersifat satu arah. Di Google Classroom, murid juga bisa memberi komentar terhadap feedback yang diberikan guru. Secara default, fitur komentar tersebut bersifat publik. Namun, jika murid tidak ingin diskusinya dengan guru diketahui teman-teman lain, mereka bisa mengaktifkan fitur Private Comment. Sedangkan komentar lain yang bersifat publik akan ditandai dengan tag bernama Class Comments.   Dengan berbagai tips di atas, penggunaan Google Classroom untuk belajar pun jadi semakin mudah. Terlebih jika Anda juga ikut berlangganan Google Workspace for Education, yang menyediakan aneka layanan produktivitas Google dalam versi premium. Mulai dari kapasitas penyimpanan Drive yang besar hingga jumlah peserta Meet yang banyak, semua akan mendukung aktivitas pembelajaran Anda bersama Google Classroom. Cari tahu lebih banyak tentang Google Workspace for Education dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia.      

Collaboration, Education, Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, Rapat online, School

5 Kelebihan Google Classroom untuk Belajar

  Diluncurkan pada 2014, Google Classroom adalah sebuah layanan berbasis web yang dikembangkan Google untuk pengajaran jarak jauh. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Google Classroom untuk belajar. Melalui Google Classroom, pengajar bisa membagikan tugas kepada murid, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan murid. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini mampu mempermudah proses pembelajaran secara online. Beberapa di antaranya bisa Anda buktikan di bawah ini. Terintegrasi dengan layanan Google for Education lainnya Photo Credit: Elle Cartier (Unsplash) Google Classroom merupakan salah satu layanan unggulan dari Google for Education, serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi. Nah, berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contohnya, saat Anda membuat tugas dengan deadline baru di Google Classroom, deadline tersebut akan secara otomatis tercatat pada Google Calendar. Sebagai contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, Anda tak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilainya karena semua dapat diakses secara online. Seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada pengajar dan murid. Pengajar bisa menilai tugas murid, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, murid juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari pengajar. Baik pengajar dan murid tak perlu khawatir ada file yang hilang karena semua tersimpan aman dalam Google Classroom. Mendukung kolaborasi secara efisien Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara pengajar dan murid. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online. Kelebihan Google Classroom satu ini dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi para pengajar, Anda bisa mengirimkan pemberitahuan kepada murid tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, murid juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom. Bantu menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas Photo Credit: RF._.studio (Pexels) Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan Anda untuk melakukan banyak hal secara praktis. Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa adalah Anda tak perlu mencetak tugas untuk dibagikan kepada para murid. Cukup unggah soft file ke Google Classroom dan murid bisa langsung mengaksesnya. Setelah murid selesai mengerjakan tugas, pengajar bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Ya, semua masih tetap dilakukan melalui platform Google Classroom. Dengan begini, Anda tak perlu berpindah-pindah aplikasi sehingga lebih hemat waktu dan tenaga. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, pengajar dan murid juga dapat menghemat penggunaan kertas. Artinya, sambil belajar dengan menggunakan Google Classroom, Anda juga bisa sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan. Murid bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari pengajar Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Salah satu sumber pembelajaran murid tak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur Grading atau Penilaian. Pada fitur Grading, terdapat opsi bagi pengajar untuk memantau progress tugas setiap murid. Pengajar bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada murid sehingga murid bisa belajar dari komentar tersebut.   Berbagai kelebihan Google Classroom tersebut dirancang untuk mempermudah aktivitas pembelajaran. Akan lebih efisien lagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai layanan Google secara maksimal. Dengan Google Workspace for Education, Anda bisa mendapatkan kapasitas penyimpanan Drive yang lebih besar, mengadakan kelas online di Google Meet dengan lebih banyak partisipan, dan masih banyak privilege lain yang akan Anda rasakan. Segera hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace for Education atau mengajukan trial terlebih dulu!        

Collaboration, Education, Gmail, Google Cloud, Google Workspace, Produktivitas, School

Mengapa Belajar Menjadi Mudah dengan Google for Education?

Google for Education adalah seperangkat layanan cloud computing dan software produktivitas yang dikembangkan Google untuk mendukung aktivitas pendidikan. Hal ini membuat belajar menjadi mudah dengan Google for Education. Terdapat banyak fitur unggulan di dalam Google for Education. Beberapa di antaranya mencakup Google Assignments, Google Classroom, dan Google Workspace for Education. Setiap produk dibekali beragam fitur yang akan menunjang para pengguna dalam melangsungkan aktivitas belajar online. Dengan kata lain, belajar pun jadi lebih mudah berkat kehadiran Google for Education. Tak harus tatap muka langsung, bisa diakses dari mana saja Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Belajar jadi mudah dengan Google for Education berkat adanya akses tak terbatas. Berbasis cloud, berbagai layanan Google for Education dapat Anda akses dari mana saja selama perangkat terhubung dengan internet. Terlebih, Google for Education juga telah mencakup layanan video conference Google Meet. Melalui aplikasi ini, para pengajar dan pelajar pun tetap bisa “bertemu” walaupun tidak secara langsung. Bahkan jika berlangganan Google Meet versi premium melalui Google Workspace for Education, Anda akan mendapatkan fitur-fitur tambahan untuk menunjang aktivitas belajar online. Mulai dari fitur untuk angkat tangan, noise cancellation, hingga perekaman video selama kelas berlangsung. Tak berhenti sampai situ, masih ada banyak produk lain dari Google for Education yang membuat belajar jadi lebih mudah. Sebut saja Google Assignments untuk mengumpulkan dan menilai tugas, Google Classroom untuk membantu pengajar mengelola kelas, dan tentunya Google Workspace for Education yang menawarkan banyak produk Google versi premium. Para pelajar tetap dapat berkolaborasi Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Karena dapat diakses dari mana saja, maka Google for Education memungkinkan para pelajar untuk tetap bisa berkolaborasi walaupun sedang tidak berada di satu tempat yang sama. Kerja kelompok pun tak mustahil dilakukan walaupun di tengah pandemi seperti sekarang. Sebagai contoh, katakanlah para pelajar dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan suatu makalah. Mereka bisa menggunakan Google Docs yang dapat diakses dalam waktu bersamaan oleh banyak orang sekaligus. Setiap orang bisa melakukan editing pada dokumen yang sama dan saling memberikan komentar di dalamnya. Dengan begini, tugas kolaborasi pun tetap bisa selesai. Dilengkapi banyak resource dari beragam bidang Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Tak hanya menyediakan sederet aplikasi atau program berbasis cloud, Google for Education juga memiliki segudang resource untuk menunjang materi belajar online. Menariknya lagi, resource tersebut tersedia untuk beragam bidang, mulai dari ilmu komputer, seni, budaya, hingga matematika dan engineering. Berbagai resource ini hadir dalam bentuk aplikasi atau online platform yang akan membantu para pelajar menekuni bidang kesukaannya secara mudah. Bagi yang menyukai seni, misalnya, mereka bisa mengakses Google Arts & Culture yang menampilkan karya seni dari lebih 1.200 museum, galeri, dan institusi di penjuru dunia. Resource dari Google for Education juga mencakup panduan bagi para orang tua dalam mengoperasikan perangkat atau platform belajar online yang tersedia. Dengan begini, diharapkan para orang tua bisa lebih proaktif terhadap aktivitas belajar anak dan membantu mereka memaksimalkan penggunaan Google for Education. Pelajar hanya perlu log in di satu platform Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Lalu, dengan banyaknya aplikasi dan online resource yang bisa digunakan untuk belajar online melalui Google for Education, bagaimana cara mengaksesnya? Tak perlu bingung karena para pelajar dan pengajar hanya perlu log in menggunakan akun Google atau alamat Gmail mereka.  Hanya dengan log in di satu tempat, para pelajar bisa mengikuti berbagai sesi kelas online. Tak hanya itu, pelajar juga tak perlu repot-repot mengunduh dan mengunggah dokumen karena semua file dapat disimpan di Google Drive. Bahkan tak hanya menyimpan, pelajar juga bisa mengedit dokumen tersebut. Di sisi lain, pengajar dapat mengakses dokumen yang sama mengingat bahwa Google Drive juga berbasis cloud.   Kini terbukti bahwa Google for Education memang dapat membantu aktivitas belajar jadi lebih mudah, khususnya untuk belajar online. Apalagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang menawarkan banyak privilege untuk mengoptimalkan aktivitas belajar, mulai dari kapasitas Gmail mencapai 30 GB hingga fitur khusus pada Google Meet. Semua itu bisa Anda dapatkan dengan langsung menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu dan rasakan sendiri berbagai kemudahan yang ditawarkan Google for Education!    

Info

Fitur Baru Google Classroom yang Akan Rilis pada 2021

fitur Google Classroom – Sejak setahun belakangan ini, para pelaku pendidikan dituntut cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kehadiran Google Classroom ternyata berperan penting dalam hal tersebut. Sepanjang tahun lalu, Google Classroom telah membantu lebih dari 150 juta murid, pengajar, dan pemimpin sekolah di seluruh dunia dalam aktivitas pembelajaran online. Walaupun awalnya bukan dirancang sebagai learning management system (LMS), Google Classroom tetap berkomitmen untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya. Itulah kenapa pada 2021 ini, ada banyak fitur baru Google Classroom yang akan diluncurkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini! Integrasi perangkat EdTech lain dengan Google Classroom Photo Credit: lucas law (Unsplash) Demi menunjang aktivitas belajar dan mengajar online, banyak pengajar, murid, dan pemimpin sekolah yang menggunakan lebih dari satu software penunjang. Bagi Anda yang juga menerapkan hal sama, sebentar lagi Anda bisa segera melakukannya secara lebih mudah melalui fitur baru Google Classroom. Apabila selama ini Anda telah menggunakan layanan Google Workspace for Education Plus atau Teaching and Learning Upgrade, nantinya Anda bisa menambahkan konten atau software EdTech favorit dari marketplace melalui add-ons Classroom.  Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung melakukan assign kepada murid secara langsung dari dalam platform Classroom. Semua dapat Anda lakukan tanpa ada tambahan log in. Tentunya hal ini begitu praktis dan menghemat waktu. Lebih mudah memonitor tingkat partisipasi murid Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Selain memberikan materi, tanggung jawab guru juga termasuk memonitor tingkat partisipasi murid. Dari sini, guru pun bisa mengetahui murid mana saja yang memiliki pemahaman baik dan mana yang masih tertinggal. Melalui fitur baru Google Classroom, guru dapat melakukan hal tersebut walaupun aktivitas pembelajaran dilakukan secara online. Fitur Google Classroom ini dinamakan Student Engagement Tracking. Nantinya, guru bisa melihat data statistik tentang bagaimana murid-murid mereka berinteraksi dengan Classroom, misalnya murid mana saja yang rutin mengumpulkan tugas atau memberikan komentar pada postingan tertentu. Akses Google Classroom dalam kondisi offline Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas pembelajaran online adalah ketersediaan koneksi internet. Tentu akan kurang adil apabila murid jadi tidak bisa belajar hanya karena jaringan internet di tempat tinggalnya tidak stabil. Demi mengatasi hal tersebut, tahun ini Google akan memberikan update pada aplikasi Classroom untuk Android agar bisa digunakan secara offline. Nantinya, melalui fitur Google Classroom ini, murid akan bisa melakukan pekerjaan mereka secara offline. Baik mengerjakan tugas, membuka dokumen di Drive, bahkan hingga menulis tugas di Google Docs, semua bisa mereka lakukan tanpa harus tersambung dengan internet. Peningkatan fitur penilaian murid melalui perangkat mobile Photo Credit: John-Mark Smith (Pexels) Tak hanya memberikan materi dan tugas, guru juga dituntut untuk menilai pekerjaan para murid dan menyampaikan feedback. Saat ini, ada semakin banyak guru yang melakukan hal tersebut melalui perangkat mobile masing-masing sehingga lebih praktis. Demi menunjang kebutuhan tersebut, fitur baru Google Classroom pada aplikasi Android pun ditingkatkan. Melalui upgrade ini, nantinya Anda bisa dengan mudah berpindah dari tugas satu murid ke murid yang lain. Selain itu, Anda bahkan juga bisa memberikan penilaian sambil memeriksa tugas murid dalam satu waktu. Tidak ketinggalan fitur share feedback untuk mempermudah pemberian feedback kepada masing-masing murid. Berbagai fitur baru Google Classroom akan bisa segera Anda gunakan pada 2021 ini. Oleh sebab itu, agar aktivitas pembelajaran online semakin efektif dan interaktif, pastikan Anda menggunakan Google Classroom. Caranya adalah dengan berlangganan Google Workspace for Education, yang tidak hanya menyediakan Google Classroom, tapi juga berbagai aplikasi penunjang pendidikan lain seperti Google Meet untuk sesi kelas online, Google Docs untuk mengerjakan tugas, hingga Google Drive untuk menyimpan rekaman video kelas online. Pastikan Anda berlangganan Google Workspace for Education hanya di reseller resmi produk Google, EIKON Technology. Segera klik di sini untuk mendapatkannya!

Scroll to Top