EIKON Technology

Google for Education

Info

3 Cara Google for Education Lindungi Keamanan Siswa di Era AI

Google for Education tidak hanya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang canggih, tapi juga memperhatikan aspek keamanan. Berikut tiga cara bagaimana rangkaian produktivitas ini melindungi siswa dan tenaga pengajar dari ancaman kejahatan siber.     Generative AI Generative AI dengan cepat menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru dalam dunia pendidikan.  Penting untuk memastikan bahwa AI tidak sekadar bermanfaat bagi siswa, tapi juga aman bagi mereka. Khusus untuk edisi Education, Google membuat aplikasi Gemini yang ramah untuk remaja. Transparansi dan kontrol: Perangkat generative AI Google memiliki akses yang dikontrol oleh admin dan tidak ada ada Google for Education yang digunakan untuk melatih model AI. Resources untuk literasi AI: Google menyediakan dokumentasi dan panduan untuk membantu siswa memahami cara menggunakan AI secara bertanggung jawab. Baca juga: Aplikasi Gemini Kini Telah Hadir di Workspace for Education     Dukung literasi media Photo Credit: Freepik Dalam era informasi yang begitu cepat menyebar seperti sekarang, penting untuk membekali siswa dengan keterampilan untuk membedakan antara fakta dan fiksi. Berikut beberapa pendekatan Google untuk mendukung literasi media. Konten tepercaya: Setelan default Google Search dan YouTube membatasi konten yang mungkin tidak pantas bagi siswa di bawah usia 18 tahun. Verifikasi sumber: Google tengah mengembangkan beberapa tools keamanan, seperti fitur pemeriksaan Gemini, yang akan mengevaluasi apakah respons  yang dimunculkan memiliki data-data pendukung. Konten pendidikan: Google bermitra dengan ConnectSafely untuk menyediakan resources yang membantu siswa mengidentifikasi misinformasi. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman     Mempromosikan wellbeing di sekolah dan rumah Wellbeing siswa sangat penting untuk keberhasilan akademis dan perkembangan mereka. Google for Education mendukung hal tersebut dengan: Konten tentang digital wellbeing: Google menyediakan tools untuk membantu siswa mengembangkan kebiasaan digital yang sehat, seperti fitur Focus di Chromebook atau admin yang dapat menetapkan batasan time screen saat perangkat dibawa pulang. Photo Credit: Freepik Lingkungan belajar digital yang lebih aman: Layanan inti Google for Education bebas iklan  dan menyediakan fitur seperti pemfilteran serta pemantauan konten untuk membantu memastikan bahwa siswa tidak terpapar konten yang berbahaya. Aksesibilitas: Google membangun fitur aksesibilitas ke dalam Workspace dan Chromebook, seperti text-to-speech, live captions, dan noise cancellation, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan untuk belajar dan mengakses informasi dengan cara yang sesuai untuk mereka. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Menciptakan internet yang lebih aman merupakan tanggung jawab bersama, dan kami akan terus berfokus pada cara-cara untuk membuat teknologi meningkatkan proses pembelajaran. Kerja sama dengan pendidik, orang tua, dan siswa, kita dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aman. Google for Education selalu memastikan keamanan para penggunanya, terutama anak-anak dan remaja. Lindungi keamanan digital instansi pendidikan Anda dengan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Education

10 Fitur Baru Google for Education untuk Pembelajaran yang Lebih Personal

Banyak siswa memerlukan cara yang lebih personal untuk belajar secara efektif. Google Workspace for Education memperkenalkan beberapa fitur yang dirancang untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan siswa. Apa saja?     Google Vids untuk kreasi video Photo Credit: Google The Keyword Google Vids, aplikasi pembuatan video dari Google, kini tersedia untuk Education Plus dan Gemini Education. Aplikasi ini akan membantu para pendidik dan siswa membuat video dengan mudah.     Google AI di Learning Management System (LMS) Anda Gemini Learning Tools Interoperability (LTI) menggabungkan produk berbasis AI langsung ke dalam software LMS pihak ketiga, dimulai dari Canvas by Instructure dan Powerschool Schoology Learning.     Latih keterampilan fonik dengan Read Along Read Along akan segera memperluas kontennya untuk mencakup seluruh pustaka decodable Heggerty, dengan buku untuk taman kanak-kanak hingga kelas tiga. Baca juga: Google Vids Kini Tersedia untuk Workspace for Education, Apa Keunggulannya?     Integrasi lebih banyak tools di Classroom Ada empat add-on baru yang dapat diakses langsung dari Classroom: FigJam, Education Perfect, Discovery Education, dan Autodesk Tinkercad.     Playwrite Guides untuk berlatih menulis Photo Credit: Freepik Google Workspace for Education menghadirkan Playwrite Guides yang menyediakan bantuan visual bagi siswa sekolah dasar dalam memahami proporsi bentuk hurf.     Membuat presentasi makin mudah dengan templat Google Slides Slides baru saja meluncurkan library baru yang berisi templat presentasi profesional untuk menyusun rencana belajar, laporan perkemmbangan siswa, dan banyak lagi. Baca juga: Aplikasi Gemini Kini Telah Hadir di Workspace for Education, Amankah untuk Siswa?     Fitur aksesibilitas baru Chromebooks Chromebook akan segera meluncurkan Face control, sebuah fitur aksesibilitas yang memungkinkan pengguna mengontrol  kursor dengan menggerakkan kepala saja.     Aplikasi baru untuk meningkatkan fokus Chromebook memiliki fitur fokus yang menawarkan opsi “Do Not Disturb”. Saat mode ini aktif,  Anda dapat memilih tugas, durasi waktu untuk menonaktifkan notifikasi, dan bahkan musik untuk membantu fokus.     Lebih dari 20 perangkat Chromebook baru Tahun 2025 ini Google meluncurkan lebih dari 20 perangkat baru, baik untuk siswa maupun pendidik. Perangkat-perangkat baru tersebut bahkan telah dibekali dengan aplikasi generative AI Google, Gemini. Ubah layar biasa Anda menjadi ChromeOS Ruang kelas memiliki layar panel namun kegunaanya belum optimal? Dengan perangkat plug-in Chromebox OPS yang simpel, layar panel atau smart board di ruang kelas akan berubah menjadi perangkat ChromeOS dalam sekejap. Baca juga: Solusi Modernisasi Perangkat dengan ChromeOS Flex Berbagai fitur canggih di atas dapat Anda nikmati cukup dengan berlangganan layanan Workspace for Education. EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google menyediakan layanan berlangganan Google for Education yang aman dan tepercaya untuk Anda. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Workspace

5 Tips Simpel untuk Mengoptimalkan Penggunaan Google Classroom

Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan Google Classroom. Berikut adalah beberapa contohnya. Mari simak bersama! 1. Sesuaikan materi dengan siswa Anda Photo Credit: Google The Keyword Dalam pembelajaran, tiap siswa pasti memiliki preferensi dan tingkat kemampuan yang berbeda. Classroom dapat membantu Anda memberikan materi yang tepat kepada tiap siswa. Di bawah tab “Classwork”, klik “Create” untuk membuat tugas bagi siswa. Untuk memilih siswa tertentu saja, batalkan opsi “All students” dan pilih nama siswa yang diinginkan. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom 2. Dorong feedback dengan rubrik Saat membuat tugas, Anda dapat membuat, menggunakan kembali, atau mengimpor rubrik sehingga siswa dapat memahami nilai mereka. Anda bahkan dapat berbagi rubrik dengan pengajar lain untuk menghemat lebih banyak waktu. Cukup pilih opsi “Create rubric” saat membuat tugas berikutnya. 3. Mendapatkan wawasan awal tentang pembelajaran siswa Photo Credit: Google The Keyword Dengan Classroom analytics, Anda bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang performa siswa, dalam hal nilai, tingkat penyelesaian tugas, jumlah tugas yang belum diselesaikan, atau seberapa sering mereka mengakses Classroom. Untuk melihat analitik kelas Anda, klik ikon “Analytics” pada class card di halaman beranda atau di header kelas. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus 4. Manfaatkan Practice sets Practice sets membantu pengajar memberi siswa cara untuk lebih terlibat dalam suatu mata pelajaran. Berbeda dengan pengalaman menggunakan lembar kerja statis atau PDF, siswa dapat melihat secara real-time apakah jawaban mereka benar. Practice sets juga menyediakan dasbor Insight yang menunjukkan performa siswa pada setiap tugas Practice sets, dengan detail dan wawasan berguna seperti jawaban yang benar atau berapa banyak siswa yang kesulitan dengan pertanyaan tertentu. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. 5. Bantu siswa belajar sesuai kecepatan mereka dengan pertanyaan interaktif Photo Credit: Google The Keyword YouTube adalah alat pembelajaran umum di Classroom saat ini dan telah dilengkapi dengan pertanyaan interaktif untuk video YouTube. Anda bisa menambahkan pertanyaan kapan saja dan video dapat dijeda untuk memberi waktu siswa menjawab. Dalam waktu dekat, pengajar akan dapat menguji pertanyaan-pertanyaan yang disarankan oleh AI, sehingga membuat vieo interaktif menjadi lebih mudah. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom Seperti yang telah disebutkan, Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain yang ada dalam jaringan Google for Education. Nikmati kelas online berbasis cloud yang lebih optimal dan seamless dengan G Suite for Education. Dapatkan paket G Suite for Education yang terbaik untuk institusi pendidikan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Education, Google Workspace

Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal

Pada bulan November 2022 ini, Google merilis transformation reports terbaru untuk Google for Education. Laporan ini tersedia untuk pelanggan K-12 Google Workspace for Education di seluruh dunia dan dapat diakses secara gratis. Perlu diingat, laporan ini baru tersedia dalam bahasa Inggris untuk saat ini. Apa saja yang bisa didapat dari transformation reports ini? Transformation reports Google for Education Tepat pada tanggal 2 November 2022 lalu, Google meluncurkan Google for Education transformation reports yang tersedia untuk pengguna K-12 di seluruh dunia. Laporan ini tersedia untuk publik mulai dari tanggal 2 November hingga 31 Desember 2022. Administrator Workspace dapat mengakses laporan ini dengan cara: Akses langsung: Super admins Google Workspace for Education dapat langsung log in di halaman ini dan melihat laporan kustom mereka. Realtime customization: Anda dapat menyesuaikan setelan secara real-time, termasuk dua periode pelaporan data produk 12 minggu, serta jumlah guru dan siswa yang ada dalam jaringan instansi pendidikan Anda. Namun penting untuk diingat, laporan ini akan dikunci untuk penyuntingan setelah tanggal 31 Desember 2022 nanti. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Informasi yang tersedia Photo Credit: Freepik Pada dasarnya, transformation reports dari Google ini merupakan sebuah tool gratis yang dirancang untuk dapat mengukur performa implementasi Google for Education di instansi pendidikan Anda. Tool ini menghadirkan laporan per semester serta tren penggunaan dari waktu ke waktu yang akan memudahkan Anda memahami bagaimana instansi Anda menggunakan Google Workspace for Education, Chromebook, dan kemajuan SDM setelah mendapat program sertifikasi pendidik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai transformation reports dari Google for Education ini, Anda bisa mengakses halaman ini atau dokumentasi pertanyaan yang sering ditanyakan berikut. Mulai menggunakan laporan Super admin bisa mengakses transformation reports tool Google for Education mulai dari tanggal 2 November 2022. Setelah melakukan log in, administrator sebaiknya langsung: Memperbarui pendaftaran siswa dan jumlah jurusan yang tersedia. Menyesuaikan jendela pelaporan produk. Administrator dapat memilih dua periode waktu 12 minggu (baik untuk saat ini maupun sebelumnya) yang paling cocok untuk instansi pendidikan Anda. Grafik dalam laporan akan menampilkan data yang membandingkan penggunaan di kedua opsi tersebut. Semua ini bisa dilakukan cukup dengan mengeklik tombol “View Report” yang ada di bagian bawah halaman utama report. Laporan transformasi ini tersedia untuk semua pengguna dan akan dibatasi aksesnya pada tanggal 31 Desember 2022 nanti. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Ketersediaan laporan Photo Credit: tirachardz (Freepik) Laporan ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace for Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Upgrade K-12. Laporan tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline, Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Dengan hadirnya transformation reports ini, Anda dapat mengoptimalkan implementasi Google for Education. Laporan pun telah dirancang agar mudah dibaca dan langsung diterapkan karena seluruh pengaturannya telah terintegrasi. Tertarik untuk mulai mengimplementasikan solusi dari Google for Education di instansi pendidikan Anda? Kini paket berlangganan Google for Education telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan implementasi yang menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Merancang Sistem Belajar Online yang aman dengan Google for Education

Google for Education merupakan layanan pembelajaran kolaboratif berbasis cloud. Layanan ini memungkinkan penggunanya untuk bisa memanfaatkan aplikasi serta  fitur yang dikembangkan Google sebagai alat produktivitas untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Google for Education sendiri dikembangkan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan privasi para penggunanya. Bentuk proteksi tersebut bisa Anda temukan melalui berbagai fitur keamanan bawaan yang memberikan perlindungan otomatis serta visibilitas dan kontrol yang lebih luas untuk memastikan agar lingkungan belajar tetap aman dan terlindungi. Mari pelajari lebih jauh mengenai fitur keamanan yang ditawarkan Google for Education dalam ulasan berikut ini. Tiga prinsip keamanan Google for Education Photo Credit: Mohamed Hassan (PxHere) Keamanan default: Google melindungi Anda dengan fitur keamanan tercanggih di dunia. Sebelum Anda melakukan pengaturan keamanan, Google secara default telah mengaktifkan kontrol keamanan yang disesuaikan dengan lingkungan digital sekolah Anda. Proteksi default ini bahkan mampu melindungi Anda dari ancaman bahaya seperti ransomware. Desain yang privat: Google menerapkan praktik pengolahan data yang bertanggung jawab untuk menghormati privasi Anda. Hal ini pun diterapkan pada Google for Education dengan standar privasi data paling ketat seperti FERPA, COPPA, dan GDPR. Kendali di tangan Anda: Kepemilikan data di Core Workspace Services ada di tangan Anda sepenuhnya. Anda memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data yang dimiliki. Anda bisa mengontrol siapa saja yang bisa mengaksesnya dan kapan waktu untuk mengaksesnya. Seluruh kendali ada pada Anda. Fitur baru dengan visibilitas dan kontrol yang lebih luas Untuk membantu para administrator dan para pengajar dalam membangun sistem pembelajaran digital yang aman, Google menambahkan beberapa fitur keamanan tambahan. Selain itu, Anda juga bisa menemukan pembaruan terkait pemberitahuan privasi untuk memudahkan pengajar, siswa, dan bahkan wali murid. Google juga meningkatkan layanan dan kontrol privasi dengan struktur yang lebih sederhana menggunakan bahasa yang lebih jelas agar lebih mudah dipahami. Baca juga: Mengapa Belajar Menjadi Lebih Mudah dengan Google for Education? Setelan akses berdasarkan usia Photo Credit: HippoPx Kemudahan lain yang bisa Anda temukan pada Google for Education adalah setelan akses berbasis usia. Dengan fitur ini Anda bisa mengatur akses menuju berbagai platform Google seperti YouTube, Photos, serta Maps. Bersamaan dengan peluncuran fitur ini, Google mengharuskan pengguna layanan seperti pengajar, staf, dan administrator untuk berusia 18 tahun ke atas. Jika melanggar batasan usia tersebut maka tidak akan bisa mengakses unit organisasi atau grup di Admin Console. Sedangkan pengaturan untuk siswa di bawah usia 18 tahun akan otomatis menyesuaikan dengan kebijakan baru. Setelah fitur ini aktif maka siswa yang berusia di bawah 18 tahun akan dibatasi aksesnya dalam menggunakan platform Google. Misalnya, saat mengakses YouTube mereka bisa tetap menyaksikan konten dari guru, tapi tidak bisa mengunggah video, memberikan komentar atau streaming dengan akun sekolah mereka. Keamanan tambahan Di Indonesia, Google Search secara default telah diatur ke mode SafeSearch sehingga siswa bisa melakukan pencarian dengan aman. Menggunakan Google for Education, proteksi tersebut bisa ditingkatkan dengan pengaturan SafeSites, Guest Mode, dan Incognito Mode. Dalam layanan Google for Education, mode SafeSearch dan SafeSites akan otomatis aktif. Sedangkan Guest Mode dan Incognito Mode akan dinonaktifkan secara otomatis saat Google Search digunakan. Administrator bisa melakukan pengaturan ulang terkait hal ini kapan saja diperlukan. Baca juga: Belajar Lebih Aman dengan Google for Education Menciptakan sistem belajar yang aman dan kondusif bagi siswa jelas bukan perkara mudah. Google for Education hadir untuk memudahkan Anda, pengajar dalam merancang sebuah sistem belajar yang bukan hanya aman tapi juga mudah diaplikasikan siswa. Tertarik untuk mulai menerapkan di sekolah Anda? Untuk bisa menikmati berbagai kemudahan, Anda harus berlangganan layanan Google Workspace for Education. EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google menyediakan layanan berlangganan Google Workspace for Education yang aman dan tepercaya untuk Anda. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Google Workspace, Productivity, School

Belajar Lebih Aman dengan Google for Education

Dalam merancang setiap produk, tim Google for Education selalu mengutamakan privasi dan keamanan para penggunanya. Fitur-fitur keamanan pun rutin ditingkatkan agar bisa memberikan proteksi terhadap data yang tersimpan di aplikasi-aplikasi Google for Education. Hal ini merupakan salah satu komitmen Google untuk menyediakan lingkungan pembelajaran online yang aman dan terlindungi tanpa mengorbankan privasi para pengguna. Dengan begitu, mereka pun bisa benar-benar fokus dalam aktivitas belajar dan mengajar. Tiga prinsip utama pengembangan Google for Education Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Demi mewujudkan komitmen tersebut, Google for Education selalu menerapkan tiga prinsip utama dalam proses pengembangan setiap produk. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing prinsip tersebut:   Secure by default – Google for Education dilengkapi dengan sistem keamanan bersifat built-in yang akan secara otomatis melindungi Anda dari berbagai ancaman siber seperti ransomware. Private by design – Menjunjung tinggi privasi para pengguna, Google tidak menggunakan data dari Google Workspace for Education Core Services untuk kepentingan iklan apa pun. Tak hanya itu, Google juga sama sekali tidak menjual data personal para pengguna ke pihak mana pun. Kontrol di tangan pengguna – Pengguna memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data mereka sendiri. Sebagai pengguna, Anda juga berhak mengontrol siapa yang bisa mengunduh data tersebut dan kapan bisa diunduh. Jika terjadi hal tak diinginkan, Anda akan mendapat peringatan bersifat real-time. Tidak ketinggalan dashboard khusus untuk mendapatkan laporan terkait status keamanan Anda.   Kebijakan default baru untuk pengguna Chrome dari kalangan K-12 Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Berdasarkan ketiga prinsip tersebut, Google for Education pun dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti SafeSites, SafeSearch, Incognito Mode, dan Guest Mode. Sudah banyak sekolah yang mengaktifkan fitur-fitur tersebut untuk meningkatkan keamanan penggunaan Google for Education. Kini, Google telah menerapkan kebijakan default baru pada aktivitas web browsing untuk institusi K-12 atau setara jenjang pendidikan kelas 1 SD hingga 12 SMA. Melalui kebijakan baru ini, fitur SafeSites dan SafeSearch akan aktif secara default, sedangkan Incognito Mode dan Guest Mode akan nonaktif secara default. Namun, tenang saja, admin tetap dapat mengubah kebijakan tersebut pada Chrome OS untuk unit organisasi individual. Misalnya, memberikan akses penggunaan Guest Mode untuk para pengguna pada domain mereka. Penyesuaian akses berdasarkan usia pengguna Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Baru-baru ini, Google meluncurkan kebijakan baru yang memudahkan admin untuk mengatur akses penggunaan aplikasi berdasarkan usia pengguna. Seluruh admin dari institusi pendidikan dasar dan menengah wajib memberi informasi siapa saja pengguna Google for Education yang telah berusia di atas delapan belas tahun dan berada dalam jaringan unit organisasi.  Perubahan tersebut akan berlaku setelah 1 September 2021. Sebagai contoh, nantinya murid berusia di bawah delapan belas tahun yang termasuk dalam domain K-12 tetap bisa menonton video YouTube yang ditugaskan guru, tapi mereka tidak dapat mengunggah video, memberikan komentar, maupun melakukan live stream menggunakan akun Google dari sekolah. Jika admin tidak menyesuaikan pengaturan hingga 1 September 2021, maka seluruh pengguna dari institusi pendidikan dasar dan menengah secara default akan tercatat berusia di bawah delapan belas tahun. Sedangkan institusi pendidikan dengan jenjang lebih tinggi akan tercatat berusia di atas delapan belas tahun. Namun, kebijakan terkait usia ini tidak bersifat mutlak. Artinya, admin dapat kembali melakukan penyesuaian berdasarkan usia asli tiap pengguna di institusi pendidikan masing-masing. Dilengkapi sistem keamanan optimal, Google for Education menawarkan pengalaman belajar online yang melindungi privasi para penggunanya. Buktikan sendiri dengan berlangganan Google for Education melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology siap membantu menjawab segala pertanyaan Anda seputar Google for Education. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology!

Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

4 Update Penting Google for Education dari Event The Anywhere School 2021

  Tahun ini, event tahunan The Anywhere School telah sukses diselenggarakan pada Juni 2021 lalu. The Anywhere School merupakan online event gratis dari Google yang ditujukan kepada guru, admin IT, dan para petinggi di bidang edukasi. Melalui event ini, Google for Education membagikan update seputar produk dan perangkat yang mereka kembangkan untuk memenuhi kebutuhan edukasi. Ada empat produk unggulan yang menjadi fokus utama Google pada event The Anywhere School 2021. Keempat produk ini tergabung dalam program Google for Education, yaitu Google Classroom, Google Meet, Google Workspace for Education, dan Chrome OS. Apa saja update yang diberikan? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Peningkatan keamanan dan kolaborasi pada Google Workspace for Education Photo Credit: Google Pada Mei 2021 lalu, Google meluncurkan fitur Smart Canvas untuk Google Workspace for Business. Fitur ini membuat aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets menjadi lebih interaktif sehingga memperkuat kolaborasi di antara penggunanya. Ternyata Smart Canvas tak hanya ada pada Google Workspace for Business, tapi juga bisa diakses oleh para pengguna Google Workspace for Education. Hal ini tentunya akan memudahkan para guru dan murid untuk berkolaborasi walaupun tidak bertemu langsung. Tak hanya itu, Google Workspace for Education juga mendapatkan peningkatan sistem keamanan, khususnya bagi Anda yang berlangganan edisi Education, Education Plus, atau Education Standard. Ragam fitur terbaru untuk Google Classroom Photo Credit: Google Produk lain dari Google for Education yang juga mendapat update adalah Google Classroom. Sebagai learning management system (LMS), Classroom telah membantu banyak guru dan murid dalam melangsungkan kegiatan belajar dan mengajar yang efektif secara online. Berikut ini sejumlah fitur terbaru yang akan Anda temukan pada Google Classroom: Fitur impor daftar nama (roster) akan memudahkan pihak admin untuk menyiapkan kelas dalam skala besar sehingga lebih menghemat waktu. Guru atau pengajar kini bisa menambahkan konten atau aktivitas pembelajaran favorit ke dalam Classroom melalui fitur add-ons. Dashboard baru yang menampilkan aktivitas murid di Classroom, memungkinkan guru untuk memantau partisipasi murid. Kini guru bisa memberikan tugas kepada beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Google Meet jadi lebih mudah dan aman digunakan ​​ Photo Credit: Google Demi meningkatkan pengalaman kelas online, Google Meet sebagai salah satu produk Google for Education juga mendapatkan update. Berbagai fitur ditambahkan agar bisa terus mendukung kebutuhan para guru dan murid secara berkelanjutan. Berkat update tersebut, Google Meet jadi lebih mudah digunakan karena kini mampu mengaktifkan fungsi pin terhadap beberapa pembicara sekaligus dalam waktu bersamaan. Tak hanya itu, layanan panggilan video atau video conference juga mendapat peningkatan kualitas. Kini video conference di Google Meet dapat terintegrasi dengan fitur live streaming secara publik di YouTube. Tidak ketinggalan peningkatan performa pada fitur hand-raising dan teks terjemahan langsung (live translated captions) yang akan memudahkan para peserta untuk berpartisipasi. Personalisasi pada perangkat Chromebook Photo Credit: Google Google for Education memang pada dasarnya dapat diakses melalui beragam perangkat, mulai dari Windows hingga MacOS. Namun, tidak sedikit sekolah yang membagikan perangkat Chromebook agar dapat menjalankan program-program Google for Education secara optimal. Dibekali sistem Chrome OS, Chromebook memang dirancang untuk menjalankan program atau software buatan Google dengan performa maksimal, termasuk Google for Education. Agar para pengguna bisa lebih mudah menggunakan Chromebook, kini sistem login diubah lebih sederhana dengan adanya fitur PIN. Hadir pula fitur Chrome Insights Reports yang memudahkan admin untuk mengecek batas tanggal maksimal dari update otomatis pada Chromebook. Hal ini disebut juga dengan Automatic Update Expiration (AUE). Dengan begini, admin bisa tahu Chromebook mana saja yang AUE-nya akan berakhir sehingga dapat mempertimbangan untuk membeli perangkat baru. Dengan adanya update terbaru, produk-produk Google for Education pun dapat lebih maksimal dalam membantu Anda melakukan berbagai aktivitas pendidikan. Imbangi pula dengan pemakaian perangkat yang punya performa kuat seperti Chromebook. Tenang saja, kini Anda bisa membeli Chromebook dengan mudah dan aman melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan berbagai perangkat Chromebook dalam berbagai merek dan spesifikasi. Dibantu tim berpengalaman dan profesional, Anda dapat memilih yang paling sesuai kebutuhan. Klik di sini untuk dapatkan perangkat Chromebook Anda agar bisa segera menggunakan Google for Education!

Collaboration, Education, Google Workspace, Produktivitas, School

Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah

  Sejak setahun belakangan ini, mayoritas aktivitas belajar berpindah ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Demi kemudahan dan kelancaran aktivitas, platform pembelajaran online Google Classroom pun digunakan oleh banyak guru dan murid. Namun, walaupun sebetulnya Google Classroom telah diluncurkan sejak 2014, kemungkinan masih ada beberapa murid yang belum terbiasa menggunakannya. Nah, agar murid bisa semakin mudah belajar, berikut sejumlah tips penggunaan Google Classroom yang bisa coba diterapkan. Kustomisasi notifikasi Google Classroom Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Google Classroom memiliki fitur notifikasi yang akan muncul saat terjadi aktivitas tertentu, contohnya sesama murid yang memberikan komentar pada suatu diskusi online, postingan dari guru, hingga reminder atau pengingat deadline tugas.  Dengan banyaknya notifikasi yang muncul, kemungkinan murid pun akan merasa terdistraksi, terlebih jika ia bergabung dengan banyak kelas sekaligus. Sebagai solusinya, murid bisa melakukan kustomisasi notifikasi untuk meminimalisir notifikasi yang muncul. Caranya adalah dengan masuk ke menu Classroom Settings, buka Notifications, dan langsung aktifkan notifikasi sesuai kebutuhan saja. Murid juga bisa mengatur notifikasi kelas satu per satu melalui tab bernama Class Notification di bagian bawah kanan. Cek daftar tugas di tab Classwork Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Salah satu tujuan penggunaan Google Classroom adalah agar murid bisa mengerjakan tugas secara tepat waktu. Agar hal ini bisa tercapai, Google telah menyematkan fitur Classwork pada Classroom. Fitur ini bisa murid temukan di setiap kelas online yang mereka ikuti. Buka menu Classwork, pilih opsi View Your Work, dan murid akan menemukan seluruh tugas yang harus dikerjakan, berikut dengan deadline-nya. Jika seandainya murid mengunggah file tugas yang salah, mereka bisa membatalkan unggahan dengan klik tombol Unsubmit. Manfaatkan Google Calendar agar tak ada jadwal tertinggal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Tahukah Anda bahwa Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai produk Google lain? Salah satunya adalah Google Calendar, yang dapat membuat penggunaan Google Classroom jadi semakin efektif bagi murid untuk belajar. Dengan Google Calendar, seluruh hal penting dapat tercatat berdasarkan hari dan tanggal, baik itu deadline tugas, jadwal kelas online, jadwal diskusi kelompok, dan sebagainya. Pastikan saja akun Classroom dan Calendar menggunakan alamat Gmail yang sama agar datanya dapat saling terhubung. Edit warna folder pada Google Drive Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tak hanya Calendar, Drive juga termasuk produk Google yang dapat terintegrasi dengan penggunaan Google Classroom. Seluruh file tugas yang murid kumpulkan akan tersimpan dalam Drive ini. Begitu juga saat guru membagikan materi, mereka akan mengunggahnya ke Drive agar bisa diakses secara mudah oleh para murid. Dengan begitu banyaknya file yang tersimpan dalam Drive, bukan tidak mungkin murid jadi kebingungan saat harus menemukan file yang dibutuhkan. Sebagai tipsnya, murid bisa mengubah warna folder pada Drive untuk membedakan folder satu dari yang lain. Caranya, klik kanan pada suatu folder, klik Change Color, lalu tinggal pilih warna yang diinginkan. Sebaiknya hindari menggunakan warna yang sama pada lebih dari satu folder agar nantinya tidak bingung. Gunakan fitur Private Comments untuk diskusi personal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Google Classroom tak hanya bisa digunakan oleh guru untuk memeriksa dan menilai tugas murid, tapi juga memberikan feedback. Dengan begini, murid bisa belajar dari kesalahan dan terus melakukan perbaikan. Menariknya, feedback tersebut tidak bersifat satu arah. Di Google Classroom, murid juga bisa memberi komentar terhadap feedback yang diberikan guru. Secara default, fitur komentar tersebut bersifat publik. Namun, jika murid tidak ingin diskusinya dengan guru diketahui teman-teman lain, mereka bisa mengaktifkan fitur Private Comment. Sedangkan komentar lain yang bersifat publik akan ditandai dengan tag bernama Class Comments.   Dengan berbagai tips di atas, penggunaan Google Classroom untuk belajar pun jadi semakin mudah. Terlebih jika Anda juga ikut berlangganan Google Workspace for Education, yang menyediakan aneka layanan produktivitas Google dalam versi premium. Mulai dari kapasitas penyimpanan Drive yang besar hingga jumlah peserta Meet yang banyak, semua akan mendukung aktivitas pembelajaran Anda bersama Google Classroom. Cari tahu lebih banyak tentang Google Workspace for Education dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia.      

Collaboration, Education, Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, Rapat online, School

5 Kelebihan Google Classroom untuk Belajar

  Diluncurkan pada 2014, Google Classroom adalah sebuah layanan berbasis web yang dikembangkan Google untuk pengajaran jarak jauh. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Google Classroom untuk belajar. Melalui Google Classroom, pengajar bisa membagikan tugas kepada murid, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan murid. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini mampu mempermudah proses pembelajaran secara online. Beberapa di antaranya bisa Anda buktikan di bawah ini. Terintegrasi dengan layanan Google for Education lainnya Photo Credit: Elle Cartier (Unsplash) Google Classroom merupakan salah satu layanan unggulan dari Google for Education, serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi. Nah, berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contohnya, saat Anda membuat tugas dengan deadline baru di Google Classroom, deadline tersebut akan secara otomatis tercatat pada Google Calendar. Sebagai contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, Anda tak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilainya karena semua dapat diakses secara online. Seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada pengajar dan murid. Pengajar bisa menilai tugas murid, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, murid juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari pengajar. Baik pengajar dan murid tak perlu khawatir ada file yang hilang karena semua tersimpan aman dalam Google Classroom. Mendukung kolaborasi secara efisien Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara pengajar dan murid. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online. Kelebihan Google Classroom satu ini dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi para pengajar, Anda bisa mengirimkan pemberitahuan kepada murid tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, murid juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom. Bantu menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas Photo Credit: RF._.studio (Pexels) Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan Anda untuk melakukan banyak hal secara praktis. Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa adalah Anda tak perlu mencetak tugas untuk dibagikan kepada para murid. Cukup unggah soft file ke Google Classroom dan murid bisa langsung mengaksesnya. Setelah murid selesai mengerjakan tugas, pengajar bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Ya, semua masih tetap dilakukan melalui platform Google Classroom. Dengan begini, Anda tak perlu berpindah-pindah aplikasi sehingga lebih hemat waktu dan tenaga. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, pengajar dan murid juga dapat menghemat penggunaan kertas. Artinya, sambil belajar dengan menggunakan Google Classroom, Anda juga bisa sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan. Murid bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari pengajar Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Salah satu sumber pembelajaran murid tak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur Grading atau Penilaian. Pada fitur Grading, terdapat opsi bagi pengajar untuk memantau progress tugas setiap murid. Pengajar bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada murid sehingga murid bisa belajar dari komentar tersebut.   Berbagai kelebihan Google Classroom tersebut dirancang untuk mempermudah aktivitas pembelajaran. Akan lebih efisien lagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai layanan Google secara maksimal. Dengan Google Workspace for Education, Anda bisa mendapatkan kapasitas penyimpanan Drive yang lebih besar, mengadakan kelas online di Google Meet dengan lebih banyak partisipan, dan masih banyak privilege lain yang akan Anda rasakan. Segera hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace for Education atau mengajukan trial terlebih dulu!        

Scroll to Top