EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Enkripsi Client-side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya

Tahun 2022 lalu, Google Calendar memperluas versi beta enkripsi client-side mereka. Tujuannya ialah untuk membantu pelanggan memperkuat kerahasiaan data mereka sekaligus membantu menangani berbagai persyaratan kepatuhan (compliance) dan kedaulatan (sovereignty) data. Per tanggal 14 Februari 2023, enkripsi client-side untuk Google Calendar kini tersedia bagi publik. Selain itu, enkripsi client-side versi ini pun telah diperluas sehingga dapat mendukung Key Migration dan Google Takeout. Enkripsi client-side Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi data rest sekaligus data transit di antara fasilitas mereka. Dengan enkripsi client-side, Workspace memberikan kontrol langsung kepada pelanggan atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Ini akan membantu Anda sebagai pelanggan Workspace dalam memperkuat kerahasiaan data sekaligus menangani berbagai kebutuhan kepatuhan serta kedaulatan data. Enkripsi client-side memungkinkan Anda membangun postur privasi yang lebih kuat secara fundamental, baik untuk membantu perusahaan Anda mematuhi peraturan tentang penyebaran data atau sekadar untuk melindungi privasi data rahasia Anda dengan lebih baik. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengakitfkan enkripsi Enkripsi client-side Google Calendar akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan pada level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, administrator bisa langsung masuk ke Admin console > Security > Access and data control > Client-side encryption. Google telah menyediakan dokumentasi khusus mengenai enkripsi client-side Calendar yang dapat diakses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk end-user, Anda harus masuk melalui Identity Provider untuk memiliki akses ke konten terenkripsi. Jika ingin menambahkan enkripsi ke acara apa pun di Calendar, Anda cukup mengeklik ikon perisai di bagian atas kartu pembuatan acara. Ini akan menambahkan enkripsi ke deskripsi acara, lampiran, sekaligus Meet. Namun item lain seperti judul acara, waktu, dan daftar tamu akan tetap menggunakan enkripsi standar Calendar. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Ketersediaan enkripsi Enkripsi client-side untuk Google Calendar mobile saat ini tersedia dalam versi beta. Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard memenuhi syarat untuk mengajukan versi beta seluler hingga 3 Maret 2023. Untuk mengajukan akses, Anda bisa mengunjungi halaman berikut ini. Kapabilitas baru Calendar ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Peluncuran penuh dilakukan pada tanggal 14 Februari 2023 lalu (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur di seluruh Calendar pelanggan). Enkripsi client-side Google Calendar tersedia bagi pelanggan Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun enkripsi ini masih belum tersedia bagi pelanggan Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Enkripsi juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Enkripsi client-side Google Calendar akan membantu Anda dalam melindungi privasi data rahasia. Saat enkripsi aktif, maka server Google tidak dapat membaca item seperti deskripsi acara, lampiran, dan data Meet. Itu artinya, Anda memiliki kendali penuh atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Peningkatan Google Calendar ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace Education. Anda bisa mendapatkan paket berlangganannya melalui EIKON Technology. Tidak hanya menyediakan produk resmi berlisensi Google, kami juga memberikan layanan menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah

Sebelumnya, Google Chat menyediakan opsi “View members” dan “Add people and apps” untuk mengelola anggota Spaces. Per 26 Januari 2023, opsi tersebut mengalami upgrade, menghadirkan sebuah pengalaman baru yang akan memudahkan Anda dalam mengelola peserta Spaces. Berikut penjelasan selengkapnya. Upgrade pengelolaan anggota Spaces Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menggantikan opsi “View members” dan “Add people and apps”, Google Chat memperkenalkan kapabilitas “Manage members”. Dengan kapabilitas baru ini, Anda dapat melihat daftar berisi anggota yang sudah ditambahkan dan diundang ke Space. Bukan hanya itu, dengan upgrade ini Anda juga dapat menemukan perubahan pada menu Settings. Pada menu Settings yang baru, tersedia pilihan untuk menambahkan atau menghapus anggota, dan juga pilihan untuk mengatur setelan Space. Pengguna pun kini diberi keleluasaan dalam mengelola aplikasi Chat berikut integrasinya melalui opsi “Apps & integration” yang juga diluncurkan pada upgrade kali ini. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Menggunakan fitur baru Chat Opsi pengelolaan membership Spaces ini tidak membutuhkan kontrol administrator sama sekali. Bagi Anda end user, bisa langsung menggunakannya setelah tanggal perilisan. Untuk mengelola anggota Space Anda, klik bagian header Space dan kemudian pilih opsi “Manage Members”. Opsi ini dapat digunakan untuk melihat, menambah, atau menghapus anggota dari Space. Anda juga dapat mengubah pengaturan akses Space dengan memilih opsi “Space settings” yang berada tepat di bawah opsi “Manage Members”. Google Chat telah menyediakan dokumentasi khusus untuk upgrade ini dan dapat diakses secara gratis melalui halaman ini. Cara melihat anggota Space Masuk ke Google Chat atau akun Gmail Anda. Di sebelah kiri halaman, pilih Space yang ingin dilihat. Klik opsi “Manage Members”. Sistem kemudian akan langsung menampilkan seluruh anggota yang ada di dalam Space tersebut (termasuk akun yang sudah diundang bergabung). Jika Anda ingin menambahkan anggota baru ke Space, klik ikon +Add. Baca juga: Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Photo Credit: pressfoto (Freepik) Fitur terbaru Chat ini telah tersedia untuk versi web. Untuk aplikasi Chat seluler, perilisan fitur akan dilakukan pada akhir kuartal pertama 2023. Fitur dirilis dalam format extended rollout. Ini berlaku untuk domain rilis cepat dan juga domain rilis terjadwal. Berikut detail selengkapnya: Domain rilis cepat: Extended rollout mulai dari tanggal 26 Januari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Extended rollout mulai dari tanggal 13 Februari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Frontline. Namun fitur ini tidak tersedia bagi pelanggan Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Tidak tersedia juga untuk Google Account pribadi. Baca juga: Tingkatkan Kolaborasi Kerja dengan Fitur Chat dan Channel Microsoft Teams Dengan upgrade ini, Anda bisa lebih leluasa dalam mengelola membership di sebuah Space. Anda juga akan mendapatkan visibilitas yang lebih baik dalam melihat anggota yang terdaftar dan masuk dalam daftar undangan. Upgrade terbaru dari Google Chat ini dapat diakses oleh pelanggan Google Workspace for Business dan Education. Keduanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official reseller Google Workspace. Kami menawarkan produk resmi beserta layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa

Sebelumnya, pada bulan April 2022 lalu, Google mengumumkan akan meluncurkan peningkatan kapabilitas pemindahan folder di Google Drive. Pada tanggal 18 Januari 2023, peningkatan tersebut dirilis dalam versi beta. Dengan memanfaatkan peningkatan tersebut, end user akan lebih mudah memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama. Peningkatan kapabilitas pemindahan folder Google Drive Pada tahun 2022 lalu, kapabilitas untuk memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama hanya terbatas untuk administrator dan dalam versi beta saja. Kali ini, Google Drive memperluas jangkauan kapabilitas tersebut untuk end user. Dengan begitu, kini end user bisa lebih fleksibel dalam membagikan file dan folder mereka, sekaligus mencegah terjadinya kebocoran akses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (permission escalations). Bukan hanya itu, Google Drive juga meningkatkan kapabilitas My Drive dan drive bersama, sehingga pengalaman berbagi pengguna akan lebih mulus dan aman. Sebelumnya, saat administrator akan memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama, semua Editors pun diubah menjadi Contributors dalam setelan default. Kini, saat administrator atau end user memindahkan folder dari My Drive ke drive bersama, status Editors akan berubah menjadi Content managers. Pembaruan ini akan mengarah pada retensi kemampuan pengguna dalam mengatur konten serta berbagi folder, secara mulus dan aman. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Mulai menggunakan fitur Administrator Untuk mengajukan permohonan versi beta, administrator bisa mendaftar di sini. Jika permohonan diterima, silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memindahkan file dan folder dari My Drive ke drive bersama. Google Drive juga telah menyediakan dokumentasi mengenai cara berbagi izin atau peran pengguna yang bisa Anda akses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates End user Setelah beta diaktifkan oleh administrator, pengguna dapat langsung melakukan pemindahan dengan memilih folder yang diinginkan dan kemudian mengeklik “Move to” di menu folder (terletak di toolbar). Silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara memindahkan file dan folder ke drive bersama. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Ketersediaan fitur Photo Credit: senivpetro (Freepik) Google Drive akan mulai menerima domain baru permohonan versi beta program ini mulai pertengahan bulan Januari 2023. Anda dapat mengajukan permohonan di sini. Sedangkan untuk update ke user roles dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai tanggal 18 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Permohonan versi beta ini terbuka untuk seluruh pelanggan  Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits, termasuk pelanggan paket G Suite Business lama. Permohonan tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Frontline, serta G Suite Basic lama. Versi beta juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Potong dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas Google Drive ini, Anda dapat memindahkan file dan folder dari My Drive ke drive bersama secara lebih mudah dan aman. Apakah Anda tertarik dengan kapabilitas ini? Peningkatan kapabilitas terbaru dari Google Drive ini bisa Anda nikmati dengan berlangganan paket Google Workspace for Business melalui EIKON Technology yang menyediakan solusi implementasi secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom

Tahun 2022 lalu, Google memperkenalkan interoperabilitas perangkat konferensi video untuk Google Meet dengan Zoom. Update terbaru ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk terhubung dan berkolaborasi dengan orang lain di luar ekosistem Google Meet. Interoperabilitas Google Meet dan Zoom Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru dari Google Meet ini memungkinkan Anda untuk dapat bergabung ke Zoom Meetings dari hardware Google Meet dan juga bergabung ke rapat virtual Google Meet dari Zoom Room. Penting untuk diingat, interoperabilitas Zoom mendukung fitur inti konferensi video Meet. Beberapa fitur lanjutan, seperti polling, wired present, dan dual-screen support mungkin tidak tersedia saat Anda menggunakan hardware Google Meet untuk bergabung ke Zoom Meetings dan sebaliknya. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Detail tambahan interoperabilitas Penggunaan fitur interoperabilitas ini pada perangkat yang didukung tidak dikenakan biaya tambahan. Nantinya, fitur juga akan dilengkapi dengan kapabilitas untuk bergabung melalui kode rapat, termasuk kapabilitas untuk mengonfigurasi bergabung no-knock (lobby bypass) di kedua arah. Interoperabilitas serupa sudah tersedia, menghubungkan Google Meet dan Cisco Webex di perangkat masing-masing platform. Di samping itu, Pexip juga tengah mengembangkan kapabilitas yang memungkinkan pengguna bergabung ke rapat Meet dari berbagai hardware konferensi video pihak ketiga, termasuk perangkat lama yang mungkin tidak mendukung interoperabilitas bawaan. Baca juga: Cara Menggunakan Google Slide di Meet, Ternyata Mudah! Mulai menggunakan interoperabilitas Interoperabilitas Zoom di hardware Google Meet Photo Credit: DCStudio (Freepik) Administrator Interoperabilitas Zoom di hardware Google Meet akan tersedia secara default dan dapat dinonaktifkan di konsol Workspace Admin tingkat OU (organizational unit) di Devices > Google Meet hardware > Settings > Device Settings > Built-in interoperability. Perlu diingat, pengaturan admin ini dapat dikonfigurasi sebelum fitur mulai diluncurkan, sehingga Anda dapat menonaktifkannya sebelum 25 Januari 2023. Untuk mengonfigurasi no-knock join untuk Zoom Meetings dari hardware Meet, buat token di Zoom Admin di Account Management > Account Settings > Meeting > Allow my organization’s 3rd party conference room systems to join my Zoom meetings as an authorized user and paste it in the Google Workspace Admin at Devices > Google Meet hardware > Settings > Service settings > Built-in interoperability direct access. End user Jika interoperabilitas diaktifkan oleh administrator, end user dapat bergabung ke rapat Zoom dari hardware Google Meet dengan: Bergabung ke ad-hoc meeting “Join or start a meeting” dan pilih Zoom yang ada di opsi dropdown. Bergabung ke rapat terjadwal dengan menambahkan ruang virtual ke event dengan rapat Zoom. Perlu diperhatikan, event yang berasal dari luar Google Calendar harus digandakan dan diisi dengan detail ruang secara manual atau dengan menyalin rincian bergabung Zoom ke kolom deskripsi acara Calendar. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai interoperabilitas Google Meet, Anda dapat mengunjungi dokumentasi berikut ini. Interoperabilitas Meet di Zoom Rooms Photo Credit: DCStudio (Freepik) Administrator Interoperabilitas Meet di Zoom Rooms akan dinonaktifkan secara default dan dapat diaktifkan dari Zoom Admin, melalui Room Management > Zoom Rooms > Meeting > Support Google Meet web client meeting on Zoom Rooms. Untuk mengonfigurasi no-knock join untuk rapat Meet dari Zoom Rooms, buat token di konsol Workspace Admin, melalui Apps > Google Workspace > Settings for Google Meet > Interoperability tokens dan salin ke kolom Zoom Admin di Google Meet Interop Token yang ada di Room Management > Zoom Rooms > Support Google Meet web client meeting on Zoom Rooms. End user Jika interoperabilitas diaktifkan oleh administrator, end user dapat bergabung ke rapat Zoom dari hardware Google Meet dengan: Bergabung ke ad-hoc meeting dari Zoom Room Controller dengan memasukkan kode rapat Meet. Bergabung ke rapat terjadwal dengan menambahkan ruang virtual ke event dengan detail Meet. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Peningkatan interoperabilitas dari hardware Meet ini diluncurkan secara bertahap mulai dari tanggal 19 Januari 2023. Hardware Meet resmi dan berlisensi Google bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai reseller dengan sertifikasi resmi Google, kami memastikan produk hardware Google Meet yang ditawarkan bisa digunakan secara optimal. Di samping itu, EIKON Technology juga menawarkan Google Workspace for Business untuk mendukung kolaborasi kerja di perusahaan Anda. Untuk informasi lengkap mengenai rencana implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules

Google Calendar baru saja meluncurkan update untuk fitur appointment schedules. Ini merupakan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan jadwal mereka melalui booking page, sehingga dapat digunakan oleh kolega, klien, dan mitra untuk menjadwalkan rapat. Versi terdahulu appointment schedules tidak memiliki kapabilitas untuk meninjau beberapa kalender sekaligus, berpotensi menimbulkan jadwal yang bentrok. Dengan update ini pengguna Google Calendar dapat memeriksa dan melihat pratinjau visual dari beberapa kalender sekaligus, sehingga memudahkan pembuatan jadwal janji temu. Selain itu, update terbaru ini juga akan membuat booking page Anda menampilkan status ketersediaan berdasarkan kalender yang sudah dipilih. Mengenal appointment schedules Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur appointment schedules Google Calendar memungkinkan pengguna untuk dapat membuat dan membagikan booking pages, membatasi waktu agar orang dapat membuat janji temu, serta melihat janji temu yang sudah di pesan melalui Calendar. Jika Anda mengakses Calendar melalui akun kantor atau sekolah, maka fitur ini juga akan menampilkan pratinjau jadwal janji temu yang baru. Namun perlu diingat, akun Google Business Starter tidak memiliki akses ke appointment schedules. Untuk menggunakan appointment schedules di akun email pribadi, Anda harus berlangganan Workspace Individual terlebih dahulu. Penting untuk diketahui juga, selain kalender utama, kini Anda juga dapat memeriksa ketersediaan dari semua kalender yang ditambahkan ke Google Calendar di web, seperti kalender milik Anda, kalender yang Anda kelola, maupun kalender yang Anda ikuti. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Mulai menggunakan fitur Peningkatan fitur appointment schedules Google Calendar ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari administrator. Pengguna bisa langsung menggunakan fitur setelah tanggal perilisan. Google telah menyusun dokumentasi khusus mengenai fitur appointment schedules yang dapat Anda akses di sini. Cara mengaktifkan fitur appointment schedules Di menu Settings, Anda dapat beralih antara slot appointment schedules lama dan baru kapan saja. Setiap slot atau jadwal yang dibuat sebelumnya akan tetap aktif dan tersedia saat appointment schedules diaktifkan maupun dinonaktifkan. Untuk periode akses awal, slot appointment schedules lama dan baru tersedia di kalender Anda. Untuk mengaktifkan fitur, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer, buka Google Calendar. Buka Settings > General > Appointment schedules. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping opsi “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Jika ingin menonaktifkan fitur, hapus centang. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Peningkatan fitur appointment schedules ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Keduanya dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dimulai pada tanggal 24 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dimulai pada tanggal 7 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching dan Learning Upgrade, serta Nonprofits customers. Namun fitur appointment schedules Google Calendar tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, termasuk paker G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Agar tidak tertinggal fitur baru dari berbagai aplikasi produktivitas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Info

Google Workspace FedRAMP High, Bantu Instansi Pemerintah Berkolaborasi secara Efektif

Kolaborasi bisa sangat memengaruhi tingkat retensi karyawan. Google Workspace diciptakan untuk dapat menghubungkan orang-orang sehingga mereka dapat berkreasi dan berkembang bersama. Riset yang dilakukan  International Data Corporation menemukan bahwa Workspace membantu karyawan meningkatkan fokus dan produktivitas mereka hingga 14%. Manfaat ini pun telah dirasakan oleh instansi pemerintah. Laporan dari Nextgov menemukan bahwa alat kolaborasi seperti Workspace dapat membantu instansi dalam mempertahankan talenta terbaik dan mendorong kesuksesan kerja. Google Workspace FedRAMP High Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace FedRAMP High telah membantu lembaga sektor publik dan dan industri teregulasi memenuhi kebutuhan compliance mereka, sekaligus memberikan pengalaman kerja yang lebih bagi para karyawan. Workspace dapat mendorong kolaborasi dengan membantu dalam aspek: Dorong kolaborasi internal Sangat mudah bagi grup dengan berbagai ukuran untuk berkolaborasi di satu Doc, Slide, atau Sheet, dan melihat kontribusi semua orang. Dengan fitur terbaru Workspace, pengguna dapat mengerjakan tugas bersama tanpa beralih perangkat, misalnya dengan bergabung ke Google Meet langsung dari Doc atau menggunakan smart chip untuk melibatkan orang dan data yang direkomendasikan. Photo Credit: Google Cloud Blog Workspace juga menyediakan transkrip di Meet, memudahkan mereka yang melewatkan rapat. Sesi brainstorming pun menjadi lebih interaktif dengan Jamboard papan tulis virtual Google atau aplikasi pihak ketiga seperti Miro. Integrasi Workspace telah menyederhanakan pengalaman pengguna. Baca juga: Miro X Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif Merampingkan birokrasi Banyak instansi berusaha untuk mengurangi birokrasi dan kemacetan yang dapat ditimbulkannya. Proses yang kompleks mengurangi keefektifan manajemen dan menghambat layanan. Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace memungkinkan eksekutif untuk mendelegasikan pekerjaan non-sensitif mereka menggunakan Gmail dan Calendar. Untuk proses persetujuan, eksekutif dapat menggunakan Drive Workflows untuk mengizinkan beberapa peninjau atau membatasi akses edit setelah penyelesaian dokumen. Rekaman Meet memudahkan mereka mengetahui konten yang terlewatkan dan Meet Transcription memungkinkan mereka membaca transkrip rapat untuk menyoroti topik penting dalam diskusi dan perilaku pertemuan inklusif yang selaras dengan kebutuhan aksesibilitas. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman Tingkatkan keamanan Mendukung kolaborasi bukan berarti harus mengorbankan keamanan. Google Workspace memberikan lapisan keamanan ekstra untuk membantu karyawan membangun koneksi virtual melalui interoperabilitas sambil memastikan perlindungan dan pengamanan internal tidak disusupi. Melalui Cloud Identity, kontrol domain juga dapat diterapkan untuk menonaktifkan download bagi pengguna eksternal, membatasi penerusan email yang diberi tag ‘confidential‘ untuk mencegah kebocoran data yang tidak disengaja atau disengaja, dan mengonfigurasi kebijakan pencegahan kehilangan data tambahan untuk memastikan data sensitif tidak dibagikan keluar. Pendekatan zero-trust adalah dasar Workspace. Saat menjadi sasaran serangan keamanan siber lebih dari satu dekade lalu, Google mengembangkan alat untuk menangani risiko keamanan yang kompleks. Google Workspace memungkinkan penggunaan alat seperti Security Center, Chronicle untuk deteksi dan respons proaktif terhadap insiden keamanan, dan BeyondCorp Enterprise (BCE) untuk membantu mengamankan titik akhir organisasi. Alat-alat ini membantu memastikan perlindungan DDoS, koneksi latensi rendah, dan akses context-aware sehingga risiko kebocoran data dapat diminimalkan. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi dengan Visitor Sharing di Google Drive Instansi yang berinvestasi pada budaya kolaborasi akan memiliki segalanya, mulai dari produktivitas, keamanan, interoperabilitas, alat yang mendukung kerja hybrid, dan perjalanan transformasi digital yang mempromosikan tenaga kerja adil dan inovatif. Google Workspace akan membantu Anda dalam meningkatkan kolaborasi kerja tanpa harus mengorbankan keamanan. Solusi digital ini kini telah tersedia di EIKON Technology. Kami menerapkan penerapan solusi Workspace secara menyeluruh yang akan membantu Anda melakukan transformasi digital secara mulus. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini! 

Google Workspace

Pembaruan Fitur Google Docs: Tampilkan Non-printing Characters

Saat melihat atau mengedit Google Doc, non-printing characters seperti jeda baris (line breaks), jeda bagian (section breaks), tab, dan spasi tidak terlihat. Per 9 Januari 2022, Anda dapat memilih untuk menampilkan non-printing characters untuk melihat bagaimana dokumen ditata. Saat diaktifkan, Anda akan melihat simbol atau teks yang mewakili hal-hal berikut: Hard break (paragraph) Soft break (baris) Section break (jeda bagian) Page break (jeda halaman) Column break (jeda kolom) Tab Spasi Opsi baru di Google Docs  Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan fitur ini menyediakan representasi visual dari hal-hal yang mengontrol pemformatan Docs, memungkinkan Anda untuk melakukan pengeditan yang sesuai dengan lebih mudah. Untuk mulai menggunakan fitur baru ini tidak memerlukan pengaturan admin sama sekali. Bagi end-user yang ingin menampilkan non-printing characters di Docs, cukup klik View > Show non-printing characters. Anda juga bisa mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang melihat kerangka dokumen, summaries, rulers, dan non-printing characters di Docs. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Cara menampilkan kerangka dokumen, summaries, rulers, & non-printing characters Photo Credit: Freepik Anda dapat menyusun Google Doc dengan fitur “document outline“. Fitur ini akan mendeteksi dan mencantumkan judul dari teks Anda untuk membantu mengatur dokumen. Dalam outline, Anda juga dapat menambahkan ringkasan (summaries). Anda pun dapat menampilkan atau menyembunyikan rulers dan non-printing characters untuk membantu memformat dokumen. Mulai bekerja dengan kerangka dokumen Buka dokumen di Google Docs. Untuk membuka kerangka, klik View > Show outline. Outline akan muncul di sebelah kiri. Menampilkan atau menyembunyikan rulers Anda dapat menggunakan rulers horizontal dan vertikal untuk meratakan teks, grafik, atau tabel di dokumen. Rulers akan secara otomatis ditampilkan saat Anda membuka dokumen. Untuk menyembunyikan rulers: Di bagian atas dokumen, klik View. Klik Show ruler. Untuk menampilkannya kembali, klik Show ruler. Menampilkan atau menyembunyikan non-printing characters Anda dapat menggunakan non-printing characters untuk melihat bagaimana dokumen diformat. Non-printing characters muncul dengan warna biru dan akan menunjukkan letak: Hard break (paragraph) Soft break (baris) Section break (jeda bagian) Page break (jeda halaman) Column break (jeda kolom) Tab Spasi Untuk menampilkan non-printing characters: Di bagian atas dokumen, klik View. Klik Show non-printing characters. Untuk menyembunyikan, klik ulang Show non-printing characters. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia di Google Docs, Berikut Cara Ketersediaan fitur Peningkatan fitur Google Docs ini dirilis melalui domain rilis cepat dan terjadwal dengan rincian: Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap mulai dari tanggal 9 Januari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Peluncuran bertahap mulai dari tanggal 23 Januari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, tersedia juga untuk seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Itu dia pembahasan mengenai pembaruan Google Workspace berupa peningkatan fitur Google Docs. Untuk menggunakan Workspace dengan optimal, Anda bisa berlangganan edisi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, Workspace for Business untuk bisnis atau Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller dan partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Google Workspace

Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides

Google Workspace terus meningkatkan kapabilitas mereka di setiap aplikasi yang tersedia. Pada awal tahun 2023 ini, Workspace meluncurkan peningkatan fitur suara di Google Docs dan juga Slides. Dengan peningkatan ini pengguna dapat: Mengetik dan mengedit dengan suara di Google Dokumen atau di speaker notes Google Slide. Menyajikan slide dengan teks otomatis untuk menampilkan kata-kata pembicara secara real-time. Penyempurnaan ini akan membantu mengurangi kesalahan transkripsi dan meminimalkan audio yang hilang selama transkripsi. Peningkatan juga mencakup ketersediaan yang diperluas untuk sebagian besar browse. Selain itu, keterangan di Slide kini juga akan dilengkapi dengan tanda baca yang dihasilkan secara otomatis. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: yanalya (Freepik) Peningkatan fitur suara ini diharapkan dapat membuat Google Docs dan Slides menjadi lebih inklusif dan mudah diakses. Untuk mulai menggunakan peningkatan fitur di Google Docs dan Slides ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Bagi end-user yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang mengetik dengan suara, bisa mengunjungi halaman ini. Workspace juga telah menyediakan halaman khusus mengenai menyajikan slide dengan teks di sini. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Cara menggunakan fitur Sebelum mulai menggunakan fitur, pastikan mikrofon Anda telah aktif. Anda dapat mengetik dan mengedit dengan berbicara di Google Docs atau di speaker notes Slides. Fitur ini berfungsi di browser Chrome, Edge, Firefox, dan Safari versi terbaru. Mulai pengetikan suara di Docs Periksa apakah mikrofon Anda berfungsi. Buka dokumen di Google Docs melalui browser Anda. Klik Tools > Voice typing. Kotak mikrofon akan muncul. Saat Anda siap berbicara, klik ikon mikrofon. Bicaralah dengan jelas, dengan volume dan kecepatan. Setelah selesai, klik ikon mikrofon lagi. Mulai dikte di speaker notes Slides Periksa apakah mikrofon Anda berfungsi. Buka presentasi di Google Slide dengan browser Chrome. Klik Tools > Voice type speaker notes. Catatan pembicara terbuka, dan kotak mikrofon muncul. Saat Anda siap berbicara, klik ikon mikrofon. Bicaralah dengan jelas, dengan volume dan kecepatan normal. Setelah selesai, klik ikon mikrofon lagi. Memperbaiki kesalahan saat mengetik suara Jika Anda membuat kesalahan saat mengetik dengan suara, Anda dapat memindahkan kursor ke letak kesalahan dan memperbaikinya tanpa mematikan mikrofon. Setelah memperbaiki kesalahan, pindahkan kursor kembali ke tempat yang ingin Anda lanjutkan. Untuk melihat daftar saran, klik kanan kata yang digarisbawahi dengan warna abu-abu. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Photo Credit: benzoix (Freepik) Peningkatan fitur baru Google Workspace ini dirilis dalam format extended rollout untuk domain rilis cepat dan dimulai pada tanggal 9 Januari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Lalu untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan dalam format gradual rollout mulai tanggal 6 Februari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) Peningkatan fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk G Suite Basic dan G Suite Business lama. Fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Fitur baru ini berjalan di Google Docs dan Slides. Namun jika Anda memiliki tugas kerja yang kompleks, Docs saja akan kurang lengkap. Tidak perlu khawatir, dengan Google Workspace Anda bisa menemukan beberapa aplikasi produktivitas yang saling terintegrasi seperti Gmail dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Workspace

Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis

Untuk membantu melindungi Anda dari panggilan yang tidak diinginkan dan penipuan yang berpotensi membahayakan keamanan, Google Voice menampilkan label “suspected spam caller” pada semua panggilan yang diyakini sebagai spam. Google membuat keputusan ini menggunakan kecerdasan buatan canggih yang telah mengidentifikasi miliaran panggilan spam setiap bulan di seluruh ekosistem panggilan Google. Label baru ini nantinya akan muncul di layar panggilan masuk dan di riwayat panggilan pengguna. Dari situ pengguna Google Voice dapat: Mengonfirmasi panggilan yang dicurigai sebagai spam. Jadi, panggilan di masa mendatang dari nomor tersebut akan langsung masuk ke pesan suara dan entri riwayat panggilan dimasukkan ke dalam folder spam. Menandai panggilan berlabel sebagai bukan spam, setelah itu label yang dicurigai sebagai spam tidak akan ditampilkan lagi untuk nomor tersebut Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Label “suspected spam caller” akan langsung muncul secara otomatis saat setelan filter spam Google Voice nonaktif (Settings > Security > Filter spam). Saat pemfilteran spam aktif, semua panggilan yang diidentifikasi Google sebagai spam secara otomatis dikirim ke pesan suara, dan entri panggilan dimasukkan ke dalam folder spam. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemblokiran panggilan dan pesan atau menandainya sebagai spam, Anda bisa mengunjungi halaman bantuan ini. Baca juga: Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon di Negara Lain Cara memblokir panggilan & pesan atau tandai sebagai spam ​Memblokir panggilan & pesan Buka aplikasi Voice Di bagian bawah, klik Messages, Calls, or Voicemail. Cara memblokir kontak: Untuk memblokir dari pesan: Buka pesan dari kontak yang ingin Anda blokir > klik More options > klik People & options > Block number > Block. Untuk memblokir dari panggilan atau pesan suara: Buka pesan dari panggilan atau pesan suara dari kontak yang ingin Anda blokir > klik More options > Block number > Block. Memastikan apakah suatu panggilan adalah spam atau bukan Photo Credit: Freepik Google Voice secara otomatis menampilkan peringatan tentang dugaan panggilan spam. Dari riwayat panggilan, Anda dapat mengonfirmasi apakah panggilan tersebut adalah spam atau bukan. Jika Anda mengonfirmasi bahwa panggilan: Termasuk spam, maka tiap panggilan atau pesan dari nomor itu otomatis masuk ke folder spam. Bukan spam, peringatan dihapus dari panggilan. Label peringatan tidak akan muncul pada panggilan atau pesan berikutnya dari nomor tersebut. Untuk mengonfirmasi panggilan yang dicurigai sebagai spam: Di riwayat panggilan, klik panggilan yang diduga sebagai spam. Pada label peringatan yang ditampilkan di detail panggilan, pilih Confirm spam. Jika panggilan tersebut bukan spam, klik Not spam > Confirm not spam. Pada pop-up yang muncul, klik Confirm spam. Semua panggilan atau pesan dari nomor tersebut secara otomatis dipindahkan ke folder spam. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 29 Desember 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun terjadwal (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur label spam ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Voice. Baca juga: Cara Menggunakan SIP Link untuk Menautkan Nomor Telepon Lokal ke Google Voice Hadirnya fitur baru Google Voice ini akan membantu Anda terhindar dari panggilan spam yang bisa menimbulkan dampak merugikan. Dengan kata lain, fitur ini membantu meningkatkan keamanan. Tertarik untuk menggunakan solusi produktivitas kolaboratif dari Google Workspace? Meski layanan Google Voice masih belum tersedia di Indonesia, Anda masih bisa tetap menikmati berbagai layanan dan aplikasi lainnya seperti Google Docs, Sheets, dan Slides, tentunya dengan kapabilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk implementasi Workspace di tempat kerja Anda, EIKON Technology adalah solusinya. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, resmi, dan bergaransi. Untuk mulai konsultasi penerapan, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center

Admin secara rutin menerima notifikasi dari Google untuk memberi tahu mereka tentang update penting Google Workspace. Pemberitahuan ini dapat dikaitkan dengan berbagai hal, termasuk keamanan, penagihan, atau perubahan produk penting. Kini, saat admin menerima notifikasi, maka akan langsung otomatis terekam di Alert Center yang ada di konsol admin. Ini akan membantu memudahkan admin untuk selalu mengikuti komunikasi penting dari Google. Tentang Alert Center Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Alert Center dapat dimanfaatkan oleh administrator untuk melihat notifikasi tentang potensi masalah dalam domain untuk kemudian mengambil tindakan (seperti pembaruan kebijakan atau setelan yang ada). Dengan begitu, potensi masalah bisa diselesaikan lebih cepat dan keamanan data perusahaan pun tetap terjaga. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Cara menggunakan Alert Center Dari Alert Center, Anda dapat melihat daftar notifikasi, lalu mengeklik salah satu item dalam daftar untuk melihat detail tentang notifikasi tersebut. Jika perusahaan Anda menggunakan edisi Enterprise, Anda juga dapat memulai investigasi dari pusat notifikasi dengan menautkan langsung ke alat investigasi keamanan. Dengan menggunakan fitur investigasi, Anda kemudian dapat melakukan penyesuaian pada setelan keamanan konsol Google Admin jika diperlukan, atau mengambil tindakan lain sebagai tanggapan atas peringatan tersebut. Mulai menggunakan Alert Center: Untuk instruksi tentang cara mengakses Alert Center, lihat dokumentasi tentang menggunakan pusat notifikasi ini. Untuk deskripsi berbagai jenis peringatan yang tersedia di Alert Center, lihat dokumentasi tentang melihat rincian peringatan ini. Alert Center API Anda juga dapat menggunakan API Alert Center untuk mengelola notifikasi tentang masalah yang memengaruhi domain Anda. Meskipun administrator domain dapat melihat dan mengelola lansiran secara manual dari konsol Google Admin, Alert Center API memungkinkan aplikasi yang Anda buat mengambil data lansiran dan feedback lansiran. API juga dapat membuat feedback lansiran baru untuk lansiran yang ada. Misalnya, aplikasi pemantauan dapat menggunakan Alert Center API untuk mengambil peringatan terbaru untuk sebuah domain, memprioritaskannya, lalu memberi tahu tim Anda. Setelah tim Anda menanggapi peringatan tersebut, aplikasi kemudian dapat melampirkan feedback ke peringatan tersebut berdasarkan temuan mereka. Baca juga: Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda Sebelum 30 Januari 2023 Mengambil tindakan pada peringatan Photo Credit: Google Workspace Updates Jika Anda adalah administrator Enterprise, Anda dapat memulai penyelidikan berdasarkan peringatan dan mengambil tindakan. Klik salah satu ikon kaca pembesar di sisi paling kanan halaman Alert Center. Atau, dari halaman detail, klik Investigate ALERT. Anda kemudian dapat menggunakan alat investigasi untuk mengambil tindakan—misalnya, menghapus total perangkat atau menangguhkan pengguna. Untuk mengetahui petunjuknya, silakan kunjungi halaman ini. Ketersediaan Alert Center Alert Center melalui proses extended rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Peluncuran dimulai pada tanggal 24 Januari 2023 (kemungkinan besar akan memakan waktu hingga 15 ke depan untuk visibilitas fitur). Alert Center tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Hanya saja, pengaturan dan kapabilitas di masing-masing paket langganan kemungkinan akan berbeda.  Baca juga: Cara Mengembangkan Add-Ons Workspace Melalui Google Apps Script Dengan hadirnya upgrade ini, admin bisa segera mengambil tindakan jika muncul gangguan. Masalah pun bisa diatasi lebih cepat dan keamanan data perusahaan Anda pun tetap terjaga. Solusi produktivitas Google Workspace menawarkan berbagai aplikasi, fitur, serta kapabilitas untuk menunjang performa kerja Anda, bahkan saat bekerja dalam tim. Dapatkan Google Workspace for Business untuk menunjang kinerja bisnis Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Scroll to Top