EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Reminder Google Calendar dan Assistant Reminders Akan Bermigrasi ke Tasks, Seperti Apa Perubahannya?

Tahun 2022 lalu, Workspace telah mengumumkan untuk memigrasikan Reminders dari Google Calendar dan Google Assistant ke Google Tasks untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless dalam mengelola daftar tugas di dalam ekosistem Google. Pengguna nantinya dapat membuat tugas dari Calendar dan menggunakan kemampuan hands-free dari Assistant, sama dengan cara mereka membuat Reminders sebelumnya. Tidak seperti Reminders, mereka juga dapat membuat tugas dari aplikasi Google Workspace lain, seperti Gmail, Docs, Chat, atau langsung dari aplikasi Tasks. Jika Anda adalah pelanggan Google Workspace dengan layanan Tasks aktif, maka end-user dapat melakukan migrasi secara sukarela mulai tanggal 12 April 2023 nanti. Perintah migrasi ini telah tersedia bagi pengguna dengan akun pribadi mulai tanggal 6 Maret 2023. Memigrasikan Reminders Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pelanggan Google Workspace, mulai tanggal 22 Mei 2023, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis ke Tasks untuk pengguna yang belum bermigrasi. Untuk membantu memastikan kelancaran transisi, disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk administrator Pastikan layanan Tasks aktif di lingkungan kerja Anda. Jika layanan Tasks nonaktif, maka semua data Reminders tidak akan dimigrasikan ke Tasks dan penghapusan data akan dimulai setelah tanggal 22 Juni 2023 nanti. Aktifkan tempat kerja Anda untuk bisa menggunakan Google Takeout. Jika end-user di tempat Anda ingin mengekspor data dari Assistant dan Calendar Reminders mereka. Jika end-user di tempat Anda ingin menggunakan Assistant untuk mengelola tugas setelah migrasi, pastikan sesuaikan setelan pengguna Search dan Assistant terlebih dahulu. Untuk pengguna akun Google kantor atau sekolah Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 12 April 2023. Jika Anda menginginkan salinan data Reminders dan Takeout diaktifkan di tempat kerja Anda, pastikan untuk melakukan ekspor data sebelum tanggal 22 Juni 2023. Untuk pengguna akun Google pribadi Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 6 Maret 2023. Jika Anda belum bermigrasi, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis pada kuarter kedua tahun 2023 ini. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Mengapa harus bermigrasi? Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Setelah migrasi selesai, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Tasks dapat diakses melalui web atau aplikasi Google Workspace seperti Gmail, Kalender, Docs, dan Chat, sehingga memudahkan pembuatan tugas tanpa perlu beralih tab atau aplikasi. Jika menggunakan Assistant, Anda juga dapat membuat Tasks langsung dari sana. Penting untuk diingat, Calendar Reminders yang dibuat di Keep tidak akan dimigrasikan ke Tasks. Pengingat tersebut akan tetap tersedia di Keep, tapi tidak akan ditampilkan di Google Calendar setelah proses migrasi selesai. Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedule Kapan proses migrasi dimulai? Waktu migrasi Calendar Reminders ke Tasks ini akan menyesuaikan jenis akun yang Anda gunakan. Berikut rincian lengkapnya: Bagi pelanggan Google Workspace Migrasi sukarela bisa mulai dilakukan sejak tanggal 12 April 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Untuk migrasi otomatis akan dimulai pada tanggal 22 Mei 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Bagi pemilik Google Account pribadi  Migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan mulai dari tanggal 6 Maret 2023. Perubahan ini akan memengaruhi seluruh pelanggan Google Workspace, pelanggan G Suite Basic dan Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda Melacak Jadwal Dengan migrasi ini, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Docs, Google sheets, Google Workspace

Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs

Smart Canvas adalah kumpulan alat kolaboratif dari Google Workspace yang menyempurnakan cara kerja Docs, Sheets, dan Slides. Ini merupakan kapabilitas dari Google yang akan meningkatkan fitur di setiap aplikasi, memungkinkan pengguna untuk bekerja tanpa meninggalkan ruang obrolan atau menyambungkan panggilan Meets langsung ke file Docs atau Slides. Dalam inovasi terbarunya, Google memperkenalkan lebih banyak lagi smart chip dan cara baru untuk menampilkan tanggal di Sheets yang akan memudahkan Anda melihat pratinjau dan berinteraksi dengan tanggal, lokasi, dan informasi keuangan lebih cepat. Selain itu, Google juga telah menambahkan stopwatch chip ke Docs yang dapat melacak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu aktivitas, membantu Anda mengerjakan tugas tepat waktu. Fitur baru smart canvas Google Sheets dan Docs Untuk memudahkan pengguna dalam mengerjakan tugas di Google Sheets dan Docs, Google terus mengembangkan kapabilitas smart canvas Workspace. Berikut adalah fitur baru yang ditawarkan dalam pengembangan terbaru smart canvas Sheets dan Docs: Place chips Saat chip lokasi Google Maps ditambahkan ke Sheets, Anda dapat membuka lokasi langsung di Google Maps, dan melihat pratinjau lokasi atau menemukan petunjuk arah. Photo Credit: Google Workspace Updates Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules Kemampuan tanggal yang diperluas Sertakan tanggal di Lembar Anda dengan lebih mudah menggunakan @ titik masuk dengan pintasan seperti @hari ini, @kemarin, @besok, dan @tanggal. Mengeklik tanggal akan menampilkan pemilih tanggal yang memungkinkan Anda memperbarui tanggal sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Workspace Updates Finance chips Menambahkan entitas Google Finance, seperti saham, reksa dana, dan mata uang ke dalam Sheets. Arahkan kursor ke atas chip untuk melihat informasi menurut jenis entitas. Misalnya, untuk saham, Anda dapat melihat nama perusahaan, Indeks listing, harga saham, dan kapitalisasi pasar. Mengeklik chip akan membawa Anda ke halaman Finance khusus entitas. Photo Credit: Google Workspace Updates Stopwatch chips Saat stopwatch chip dimasukkan, Anda dapat memulai, menghentikan, dan mengatur ulang timer sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan fitur baru smart canvas Bagi administrator Fitur baru ini dapat langsung diakses tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Bagi end-user Anda dapat memasukkan chip finance maupun map di sel Sheet dengan mengikuti salah satu atau semua metode berikut: Ketik “@” diikuti dengan entitas Place atau Finance. Arahkan ke Insert > Smart chip. Untuk menyisipkan tanggal dan mengaktifkan pemilih tanggal, ketik “@” diikuti dengan “tanggal”, “hari ini”, “kemarin”, atau “besok”. Anda juga dapat mengakses pemilih tanggal dengan mengetuk dua kali tanggal yang dimasukkan secara manual. Anda dapat memasukkan chip stopwatch di Docs dengan mengikuti salah satu atau semua metode berikut: Ketik “@” diikuti dengan “Stopwatch” Arahkan ke Insert > Smart chip. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Fitur baru smart canvas Google Docs dan Sheets diluncurkan secara bertahap (gradual rollout). Domain rilis cepat dimulai pada tanggal 23 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 9 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Selain itu, fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Agar tidak tertinggal fitur baru dari smart canvas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Workspace

Meningkatkan Pengalaman Mengelola Google Contacts dengan Sidebar Tambahan

Sebelumnya, untuk menyunting Google Contacts, Anda harus mengunjungi contacts.google.com. Namun per 17 Februari 2023, telah tersedia fitur baru di sidebar Google Contacts yang akan memudahkan Anda menyunting dan menambahkan kontak baru. Bagaimana cara menampilkan fitur baru ini? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut! Sidebar baru di Google Contacts Photo Credit: Google Workspace Updates Google Contacts merupakan sebuah aplikasi yang hadir untuk memudahkan Anda dalam mengatur, meninjau, hingga menggabungkan kontak. Melalui aplikasi ini Anda juga dapat menyusun mailing list (milis) pribadi, bahkan mengirim pesan ke beberapa orang sekaligus dengan cepat tanpa memasukkan alamat mereka satu per satu. Contacts menyederhanakan pengalaman Anda dalam menyimpan semua informasi kontak di satu tempat dan menjangkau beberapa orang sekaligus. Pada pertengahan Februari 2023 lalu, Google Contacts mengalami update. Dalam update tersebut, muncul sebuah sidebar tambahan yang akan memudahkan pengguna dalam menyunting dan menambahkan kontak. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Cara menampilkan sidebar baru Contacts Sidebar baru Contacts ini akan muncul secara otomatis setelah update. Itu artinya, tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator untuk bisa menggunakan fitur baru ini. End-user bisa langsung menggunakan fitur untuk menyunting atau menambahkan kontak. Baca juga: Kini Berbagi Tautan Profil Makin Mudah Dengan Google Contacts Cara menyunting kontak yang sudah ada Setelah update, Anda bisa langsung menyunting kontak dengan langkah-langkah berikut: Buka panel samping di Google Workspace dan buka aplikasi Contacts. Klik kontak yang ingin Anda ubah. Klik ikon Edit di bagian kanan atas. Ubah informasi kontak dan kemudian klik Save setelah selesai menyunting. Cara menambahkan kontak baru Photo Credit: Freepik Buka aplikasi Contacts melalui bilah App vertikal yang ada di bagian kanan halaman Workspace Anda. Klik Create Contacts. Sedikit catatan: Opsi ini hanya akan tersedia dalam mode Contacts, bukan di mode In this thread saat membuka tampilan detail kontak melalui Gmail. Masukkan nama kontak dan tambahkan informasi kontak apa pun. Klik Save. Baca juga: Contact Center Terintegrasi Penuh di Chrome OS Cara menambahkan kontak baru dari pencarian Buka aplikasi Contacts dari bilah App vertikal yang ada di sebelah kanan Workspace Anda. Klik ikon Search di kanan atas. Masukkan nama kontak. Jika tidak ada kontak, klik tombol Create Contacts untuk membuat kontak secara otomatis dengan nama yang Anda masukkan. Ketikkan informasi tambahan ke kontak. Klik Save untuk menyimpan kontak baru. Ketersediaan fitur Seperti yang sudah disebutkan, fitur baru Contacts ini dirilis pada tanggal 17 Februari 2023 lalu. Perilisan dilakukan dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Sidebar tambahan Contacts ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic atau G Suite Business (pendahulu Workspace). Selain itu, sidebar juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Tips Meningkatkan Fokus Saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace Melalui Google Contacts, Anda dapat mengelola kontak dengan mudah dan mengambil tindakan lanjutan, seperti membuat milis, tanpa proses yang rumit. Untuk mengoptimalkan fungsi Contacts, gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace yang telah dirancang khusus untuk kebutuhan kerja. Workspace telah tersedia di EIKON Technology dengan penerapan sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace, Info

7 Inovasi Google Workspace : Ciptakan Transformasi Model Kerja

 Tahun 2022 lalu, Workspace telah meluncurkan lebih dari 300 fitur untuk memudahkan pelanggan dalam bekerja. Tidak sekadar menyederhanakan proses kerja, Workspace juga terus berusaha untuk menciptakan konektivitas yang lebih seamless dan bermakna. Berikut 7 inovasi dari Google Workspace yang telah berhasil menciptakan transformasi kerja. Meningkatkan kapabilitas smart canvas Tahun lalu, Google mengumumkan perluasan kapabilitas smart canvas ke aplikasi pihak ketiga, yaitu Asana, Atlassian, Figma, Salesforce, dan mitra lainnya tanpa meninggalkan Workspace. Selain itu, hadir fitur baru smart chip dan tampilan timeline ke Sheets, mengubah spreadsheet sederhana menjadi dasbor yang canggih untuk pelacakan proyek. Menjaga komunikasi hybrid working Photo Credit: Freepik Setelah pandemi, jutaan organisasi di seluruh dunia telah menerapkan sistem kerja hybrid, tapi mereka menemukan kesenjangan yang signifikan antara karyawan di kantor dan kolega jarak jauh mereka. Akibatnya, banyak pekerja merasa kesulitan berkomunikasi, Untuk mendorong ekspresi dan koneksi dalam rapat video, Workspace meluncurkan speaker spotlight di Slide. Ada juga companion mode untuk smartphone untuk memastikan bahwa setiap orang dapat berpartisipasi penuh dalam rapat hybrid. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Memastikan tiap orang terlihat dan terdengar Dalam model kerja hybrid, ada kalanya situasi seseorang tidak seragam seperti saat mereka bekerja di kantor. Misalnya, saat video meeting, ada yang bergabung dari bandara yang bising atau kedai kopi dengan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk memastikan konsistensi pengalaman pengguna di Meet, Workspace meluncurkan portrait restore, portrait light, dan automatic de-reverbation untuk membantu mereka yang sedang dalam perjalanan, bergabung dengan webcam biasa, atau koneksi Wi-Fi terbatas, Jadi, mereka tetap dapat dilihat dan didengar selama panggilan video Meet. Menindaklanjuti informasi penting dengan cepat Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk bisa memilah mana dokumen yang penting dan tidak, butuh waktu yang tidak sebentar. Workspace menawarkan solusi dengan meluncurkan kapabilitas auto-generated summaries di Docs yang akan menyediakan ringkasan tentang poin-poin utama dalam dokumen. Jadi, Anda dapat mengurai informasi yang penting dengan cepat dan memprioritaskan poin yang perlu difokuskan. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Menyelesaikan lebih banyak hal dengan tampilan terpadu Google Workspace Karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya berpindah-pindah antara email, aplikasi perpesanan, dan rapat virtual. Perpindahan tersebut dapat menyebabkan hilangnya fokus. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Google menyatukan Gmail, Chat, Docs, dan Meet ke dalam satu tampilan terpadu (dengan opsi untuk menyesuaikan berdasarkan gaya kerja pribadi Anda). Menciptakan ruang kerja yang lebih aman Photo Credit: onlyyouqj (Freepik) Saat dunia kerja terus berkembang, keamanan dan privasi menjadi sangat penting. Sebab keduanya adalah dasar untuk semua kolaborasi. Google melindungi pengguna Gmail dari hampir 15 miliar pesan yang tidak diinginkan setiap hari, memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Google juga telah meluncurkan Access Approvals agar perusahaan dapat membuat aturan terperinci untuk akses ke data yang tercakup. Selain itu, tersedia enkripsi client-side untuk Gmail dan Calendar, menambah kemampuan maximum transmission unit (MTU) yang sudah tersedia di Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet. Menghadirkan aplikasi lain ke Workspace Saat bekerja, sering kali Anda perlu berpindah-pindah aplikasi. Perusahaan dan karyawannya tentu menginginkan akses yang mudah dan aman ke email, obrolan, konferensi video, dan mereka mengharapkan alat tersebut bekerja dengan mulus bersama aplikasi penting lainnya yang mereka gunakan untuk tetap berhubungan dengan pelanggan, memvisualisasikan data, mengelola proyek, dan membuat desain kreatif . Workspace terus berusaha untuk menjadi platform produktivitas yang terbuka dan dapat diperluas untuk pengguna di seluruh dunia. Google membuka ekosistem mereka dengan API untuk Meet dan Chat serta Meet add-on SDK, memungkinkan developer untuk memperkaya pengalaman Meet dengan menghubungkannya secara aman dengan aplikasi pihak ketiga. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Inovasi yang diluncurkan Google Workspace pada tahun 2022 telah membantu banyak perusahaan menyelesaikan lebih banyak hal dan mencapai tujuan mereka, sekaligus menjaga agar seluruh karyawan mereka bisa tetap terhubung sehingga mereka dapat lebih mudah berkreasi. Untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dan berkolaborasi, paket berlangganan Google Workspace kini telah tersedia di EIKON Technology. Dengan Workspace, perusahaan dapat menghadirkan kolaborasi modern yang lebih seamless. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Tips Meningkatkan Fokus saat Kerja Hybrid dengan Google Workspace

Mempertahankan fokus saat menjalankan hybrid work bukanlah sebuah perkara mudah. Fokus di sini berarti melakukan apa yang ingin Anda lakukan, ketika Anda memang berniat melakukannya. Belajar meningkatkan fokus akan membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas serta keterlibatan karyawan. Artikel kali ini akan membahas tentang tips meningkatkan fokus saat kerja hybrid dengan memanfaatkan Google Workspace. Mari simak bersama. 4 Tips memanfaatkan Google Workspace untuk meningkatkan fokus Photo Credit: Google Workspace Blog Waktu merupakan sumber daya yang paling berharga. Setiap gangguan yang muncul dan merusak fokus Anda terdapat konsekuensi yang dapat mengakibatkan hilangnya sumber daya yang paling berharga ini. Berikut adalah 4 cara untuk meningkatkan fokus dalam era kerja hybrid seperti sekarang dengan memanfaatkan Google Workspace. Sesuaikan waktu fokus dengan lokasi Anda Karyawan yang bekerja di lingkungan hybrid biasanya terbagi dalam dua kelompok: mereka yang lebih fokus di rumah (atau jarak jauh) dan mereka yang lebih fokus di kantor. Orang yang lebih fokus di rumah sebaiknya menjadwalkan agenda mereka di kantor agar fokus kerja tidak terpecah. Kemudian mereka yang lebih mudah fokus di kantor bisa menjadwalkan agenda saat ada di rumah untuk mengurangi gangguan selama di kantor. Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Gunakan isyarat fisik untuk melatih otak agar fokus Sulit untuk mengubah mental saat bekerja dari rumah. Untungnya, kita bisa masuk ke mode kerja di rumah dengan trik yang membantu otak mengasosiasikan penataan tertentu dengan waktu kerja. Misalnya, memilih sudut tertentu di rumah untuk bekerja. Dengan bekerja di tempat tersebut secara teratur, otak akan mengasosiasikannya sebagai sebuah tempat untuk bekerja. Lakukan secara teratur dan disiplin untuk mempertajam fokus Anda. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Cegah gangguan sebelum terjadi Cara terbaik untuk pulih dari gangguan adalah mencegahnya terjadi sejak awal. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membatasi gangguan: Gunakan fitur Focus time untuk menolak rapat dan mematikan Google Chat secara otomatis. Pertimbangkan untuk menonaktifkan notifikasi email dari Docs, Sheets, dan Slides bersama. Pesan yang belum dibuka masih dapat menarik perhatian meski Anda tidak berencana membacanya. Fitur Filters and label membantu pengguna Gmail merapikan kotak masuk. Bekerjalah di satu tab saja untuk tetap menjaga fokus. Jika terasa sulit untuk dilakukan Anda dapat mengelompokkan tab menurut tugas yang sedang dikerjakan. Tetapkan aturan bagi tim Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sambil mengajak karyawan untuk menyesuaikan kebiasaan dan lingkungan kerja mereka, manajer dapat membantu tim mereka membangun kondisi dan kultur kerja yang dapat mempertahankan fokus. Identifikasi faktor-faktor yang mempermudah atau mempersulit anggota tim untuk tetap mengerjakan tugas dan menetapkan aturan tim untuk cara terbaik berkomunikasi dan berkolaborasi. Misalnya dengan menetapkan aturan “Tidak Ada Meeting di Hari Jumat” atau “Dilarang Mengirim Email Selama Akhir Pekan”. Sambil menata kembali norma tim, pikirkan platform mana yang paling cocok unutk tugas tertentu. Contohnya, Chat hanya boleh digunakan untuk permintaan yang benar-benar mendesak. Paling penting, semua aturan yang sudah dibuat harus benar-benar dilaksanakan, tidak hanya oleh anggota tim, tapi juga oleh manajer tim. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Memperdalam fokus akan memberikan hasil besar untuk perusahaan. Menghadapi gangguan dan menetapkan ruang untuk bekerja membuat kita menjadi karyawan, rekan tim, dan pemimpin yang lebih baik. Dengan kebebasan untuk fokus, kita menjadi lebih produktif, lebih kreatif, dan terbuka terhadap kemungkinan yang lebih besar. Dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di Google Workspace, Anda dapat meningkatkan fokus lebih baik saat bekerja di lingkungan hybrid. Tingkatkan kolaborasi kerja hybrid Anda dengan Google Workspace sekarang. EIKON Technology siap membantu Anda untuk penerapan Workspace mulai dari tahap perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings

Setelah mengalami peningkatan pengguna selama pandemi, aplikasi konferensi video semakin berkembang. Apllikasi panggilan video unggulan seperti Google Meet bahkan terus menambahkan fitur baru, memperbaiki bug, hingga meningkatkan aksesibilitas. Paling baru, Meet menyertakan caption terjemahan langsung selama rapat untuk mengatasi kendala bahasa, jarak, dan disabilitas. Pada pertengahan Februari lalu, Google meningkatkan fitur tersebut lebih jauh lagi dengan menyertakan caption dalam rekaman rapat. Caption terjemahan video recording Google Meet Tahun 2021 lalu, Google Meet memperkenalkan caption terjemahan real-time yang dibuat secara otomatis untuk panggilan video mereka. Kini, host maupun co-host dapat mengaktifkan teks untuk video recording (dengan asumsi akun Workspace mereka telah mendukung kapabilitas perekaman). Selain itu, pengajar yang memulai sesi Meet melalui Google Classroom juga akan memiliki akses ke kapabilitas ini. Kapabilitas baru ini akan sangat bermanfaat bagi peserta rapat dengan gangguan pendengaran yang tidak dapat hadir dalam live meeting. Dengan begitu, mereka pun bisa lebih mudah memahami jalannya rapat. Agar seluruh peserta rapat, baik yang bisa hadir dalam live meeting maupun tidak, dapat mengakses caption terjemahan video recording Meet, host harus membagikan rekaman, beserta caption terjemahannya. Anda dapat menyimpan keduanya dalam folder ‘Meet Recordings’ yang ada di akun Google Drive dengan format MP4. Baca juga: Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom Ketersediaan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Per 12 Februari 2023, fitur baru ini telah muncul di sebagian akun pengguna. Namun jika fitur belum muncul di akun Google Meet Anda, tak perlu merasa khawatir. Pasalnya, perilisan fitur dilakukan secara bertahap dan kemungkinan besar akan selesai pada tanggal 15 Maret 2023 nanti. Sebagai fitur aksesibilitas, Google telah membuatnya dapat diakses oleh semua akun Workspace (yang telah dilengkapi dengan kapabilitas video recording). Namun jika ekosistem Workspace Anda masih belum menggunakan kapabilitas ini, Anda masih dapat mengaktifkan fitur Live Transcribe Android atau Live Captions Chrome untuk mendapatkan transkripsi serupa saat melihat video recording Google Meet. Google juga menyebutkan bahwa kapabilitas untuk memasukkan caption terjemahan ke video recording Meet akan tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, dan Enterprise Plus. Bersamaan dengan semua ini, pelanggan Education Plus, Teaching, dan Learning Upgrade juga termasuk dalam daftar. Peluncuran fitur ini ditujukan untuk domain rilis cepat pada tanggal 1 Maret dan akan tersedia bagi seluruh pengguna pada tanggal 15 Maret. Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Mulai menggunakan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sebelumnya, Google telah melakukan peluncuran caption terjemahan langsung untuk Meet pada Januari 2022. Fitur ini memiliki kemampuan untuk menerjemahkan percakapan secara otomatis dari satu bahasa lisan ke bahasa lain secara real-time di Google Meet. Bahasa yang tersedia untuk menampilkan teks adalah Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Belanda (beta), Italia (beta), Jepang (beta), Korea (beta), Portugis (beta), Rusia (beta), dan Mandarin-Tradisional (segera hadir). Caption terletak di bagian bawah layar panggilan video Google Meet. Peserta Google Meet juga dapat memvisualisasikan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya. Anda juga dapat memodifikasi bahasa teks dengan memilih opsi bahasa yang tersedia dan mengeklik ‘Apply’. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Dengan adanya perluasan kapabilitas Google Meet, aplikasi virtual meeting ini menjadi semakin lengkap. Virtual meeting pun akan jadi makin inklusif, terutama jika peserta menggunakan bahasa yang berbeda-beda atau mengalami kesulitan untuk mengakses suara video recording Meet. Google Meet merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Google Workspace

Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk 2023, Seperti Apa?

AppSheet merupakan sebuah platform terintegrasi Google Workspace yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi dengan cepat tanpa kode. Platform ini hadir untuk memudahkan Anda mengejar model kerja yang terus berubah. Dengan terus berubahnya cara kerja, kebutuhan akan alat tanpa kode (no-code) dan rendah kode (low-code) yang memungkinkan kerja hybrid dan memberdayakan tenaga kerja di semua industri terus meningkat. Demokratisasi pembuatan software pun makin populer di dalam perusahaan. Data dari Forbes memprediksi bahwa pada tahun 2024 nanti, 65% aplikasi akan dikembangkan dengan alat low-code. Sepanjang sejarah, kebutuhan akan alat produktivitas yang membangun aliran informasi tanpa hambatan, komunikasi instan, wawasan yang kuat, dan memanfaatkan data real-time tidak pernah sebesar ini. Sebagai raksasa platform no-code dan low-code, Google terus mengembangkan solusi untuk dapat menyelesaikan hambatan yang dihadapi konsumen. Dengan menghadirkan AppSheet, Google fokus untuk membantu Anda menciptakan kolaborasi tenaga kerja dalam skala besar, mendigitalkan alur kerja manual, dan membangun tata kelola yang baik. Rencana pengembangan AppSheet Photo Credit: pressfoto (Freepik) Pada tahun 2022 lalu, AppSheet telah meluncurkan beberapa inovasi baru yang menitikberatkan pada kolaborasi, kemudahan penggunaan platform, serta tata kelola. Berikut adalah beberapa area fokus AppSheet untuk tahun 2023 ini: Tak ada lagi paper trails melalui pengembangan aplikasi yang mudah Kunci keberhasilan strategi transformasi digital apa pun adalah memastikan semua orang—terlepas dari pengetahuan teknologi mereka—diberdayakan secara setara. Tahun lalu, Google memperkenalkan AppSheet Database dan meluncurkan preview terbatas. Kapabilitas tersebut hadir untuk menyederhanakan pembuatan aplikasi AppSheet dan mengintegrasikannya dengan platform. Selain itu, Google juga meluncurkan preview navigasi baru yang disempurnakan ke editor AppSheet untuk memudahkan pengembangan. Kedua fitur ini akan diluncurkan untuk umum tahun 2023 ini. Baca juga: Kenalan Dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Meningkatkan kolaborasi, keterhubungan tenaga kerja, dan pengalaman pengguna Kebanyakan perusahaan menggunakan aplikasi chatting untuk menjalankan alur kerja mereka. Pada tahun 2023 ini, AppSheet berencana meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membuat Chat Apps (chatbots). Dengan fitur baru tersebut Anda dapat mendesain aplikasi chatting untuk menjalankan alur kerja tanpa menulis satu baris kode pun. Dengan begitu, digitalisasi proses komunikasi di tempat kerja Anda pun menjadi lebih mudah. Selain itu, AppSheet juga memudahkan pengguna dalam membuat aplikasi desktop dan membangun Desktop User Experience. Fitur-fitur baru ini akan diluncurkan untuk publik pada akhir kuarter pertama (Q1) 2023. Baca juga: Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet Tata kelola dan kepatuhan Photo Credit: creativeart (Freepik) AppSheet menyederhanakan tata kelola dalam skala besar. Tahun 2022 lalu, platform yang terintegrasi dengan Google Workspace tersebut telah memperkenalkan kebijakan tata kelola yang diperluas untuk mengontrol perilaku dan batasan AppSheet. Selain itu, administrator untuk AppSheet kini dapat memiliki kontrol hierarki atas manajemen tim dalam akun mereka. Kapabilitas ini memungkinkan pengawasan terpusat terhadap tim terdistribusi. Kemitraan Tahun lalu, AppSheet bersama Google mengumumkan program baru yang fokus dalam pembangunan masyarakat. Tepat pada momen tahun baru, AppSheet resmi masuk dalam silver tier level Project Management Institute (PMI) Citizen Developer™ Partner. PMI sendiri merupakan sebuah lembaga yang berdedikasi untuk membantu membekali individu dan organisasi di seluruh dunia dengan alat yang akan membuat mereka unggul. Baca juga: Tips Meningkatkan Fleksibilitas Kerja dengan AppSheet AppSheet adalah sebuah platform pengembangan aplikasi no-code yang terintegrasi dengan Google Workspace. Dengan memanfaatkan platform ini, Anda dapat merancang sebuah aplikasi meski tidak memiliki dasar terkait programming. Pada tahun 2023 ini, AppSheet berencana meluncurkan beberapa fitur dan kapabilitas baru yang semakin memudahkan Anda dalam mengembangkan aplikasi tanpa kode. Nikmati segala kemudahan yang ditawarkan AppSheet dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami siap membantu Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Dapatkan segera di sini!

Google Workspace

Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya

Keberadaan data yang tepercaya dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan dan mengambil tindakan. Namun untuk sepenuhnya memberdayakan pengguna data, tidak cukup jika hanya mengandalkan data saja. Perusahaan harus menyediakan akses bagi pengguna melalui alat yang mereka gunakan setiap hari, seperti spreadsheet. Pada tanggal 15 Februari 2023 lalu, Google mengumumkan ketersediaan umum fitur Connected Sheets for Looker. Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mengakses metrik yang ditentukan secara terpusat serta hubungan data dari lapisan semantik Looker melalui antarmuka Google Sheets yang sudah familier bagi pengguna Workspace. Dukungan terbaik Looker dan Google Sheets Dengan lapisan semantik terpadu Looker, pengguna data dapat menyederhanakan data kompleks untuk end-user dengan menyusun logika dan metrik bisnis dalam model data terpusat. Untuk membangun organisasi berbasis data, kapabilitas untuk membuat keputusan berbasis data harus dapat diakses oleh seluruh karyawan dan dapat diterapkan pada keputusan sehari-hari dengan mudah. Connected Sheets for Looker menghadirkan pengalaman tersebut bagi para penggunanya. Photo Credit: Google Cloud Blog Salah satu penerapannya adalah pada sektor kesehatan. Connected Sheets for Looker dimanfaatkan untuk meningkatkan akses perawatan kesehatan dengan menggabungkan perawatan virtual terbaik, kunjungan langsung, dan teknologi untuk mendukung pasien. Connected Sheets for Looker menyediakan pelaporan yang mudah diakses—yang telah mendorong transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar di seputar metrik utama—sehingga menghasilkan hasil operasi yang lebih baik. Dengan begitu, pengguna dapat memenuhi kebutuhan data seluruh pemangku kepentingan mereka. Baca juga: Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets Data yang terus diperbarui Photo Credit: Google Cloud Blog Melalui Connected Sheets for Looker, pengguna Google Sheets dapat mengakses dan menjelajahi data tepercaya dari 50+ database berbeda yang didukung oleh Looker. Tampilan Looker, dimensi, dan ukuran disajikan melalui tabel pivot, memungkinkan pengguna menjelajahi kumpulan data secara fleksibel dengan membuat pivot, membuat bagan, dan menambahkan formula baru. Dengan adanya koneksi langsung antara Looker dan Google Sheets, maka data selalu terbarui dan akses pengguna pun diamankan berdasarkan izin Looker. Baca juga: Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk memanfaatkan Connected Sheets for Looker, satu-satunya hal yang perlu dilakukan admin adalah mengaktifkan Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets dalam panel BI Connectors di bagian Platform menu Admin Looker. Pastikan juga Anda sudah mengaktifkan instance Looker versi 22.20 atau lebih baru dan di-hosting di Google Cloud. Setelah Connected Sheets for Looker diaktifkan, pengguna dapat mulai mempelajari data Looker di Google Sheets dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Sheets dan arahkan ke menu Data. Di dalam menu Data, arahkan kursor ke Data connectors, lalu klik Connect to Looker. Masukkan URL instance Looker (misalnya: https://contoh.looker.com) Izinkan Google Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Pilih model Looker dan jelajahi model yang ingin Anda sambungkan. Buat tabel pivot dan mulai jelajahi data Anda. Baca juga: Perluasan Smart Chips di GSheets, Kini Anda Bisa Menambahkan Events Dengan hadirnya fitur Connected Sheets for Looker ini Anda dapat mengelola akses data dengan mudah dan aman. Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Cloud dengan aktivasi oleh administrator. Belum menggunakan Cloud sebagai solusi komputasi awan Anda? Kini paket berlangganan Google Cloud bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology memastikan Anda menerima produk resmi dan berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah

Bulan Desember 2022 lalu, Google Drive mengumumkan akan mengubah setelan shared drive bagi pengelola konten (content managers). Pembaruan tersebut memungkinkan pengelola konten untuk lebih leluasa mengubah shared drive, Tanggal 13 Februari 2023 lalu, pembaruan setelan Google Drive tersebut resmi diluncurkan. Setelah pembaruan, seluruh pengelola konten akan memiliki kapabilitas untuk berbagi folder secara default, di samping kapabilitas mereka saat ini yang dapat menyunting, mengatur ulang, dan menghapus konten shared drive. Pembaruan setelan shared drive di Google Drive Sebelumnya, pengelola konten shared drive di Google Drive hanya dapat menyunting, mengatur ulang, dan menghapus konten yang ada di dalam shared drive. Namun setelah pembaruan setelan Google Drive ini mereka dapat membagikan folder. Pengaturan tersebut bahkan aktif secara default setelah pembaruan resmi diluncurkan. Dengan begitu, pengguna dapat lebih mudah mengelola akses ke data mereka. Photo Credit: Google Workspace Updates Penting untuk diingat, pembaruan ini berlaku pada administrator, developer, dan juga end user Google Drive. Pengaturan default hanya akan aktif pada shared drive yang baru dibuat, sementara shared drive lama akan tetap mengikuti preferensi lama administrator. Bersamaan dengan pembaruan setelan shared drive, Google juga mengumumkan metode Drive API baru yang memungkinkan developer memperbarui setelan baru bagi pengelola konten untuk mengubah shared drive secara terprogram. Misalnya, jika Anda ingin mengubah setelan untuk sebagian besar shared drive yang ada secara massal, Anda dapat menulis dan menjalankan skrip untuk melakukannya atau menggunakan GAM command line tool. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Mulai menggunakan fitur Bagi administrator, setelan baru Google Drive ini akan aktif secara default setelah peluncuran. Untuk menonaktifkan setelan, masuk ke menu Sharing settings di bagian Drive and Docs yang ada di Admin Console > gulir ke bagian Shared drive creation > ganti Allow content managers to share folders ke opsi OFF. Kemudian untuk developer Drive, Google telah menyediakan halaman dokumentasi khusus mengenai Google Drive API yang dapat diakses di sini. Untuk end user, dapat mempelajari lebih lanjut mengenai setelan shared drive di sini. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Ketersediaan fitur Photo Credit: creativeart (Freepik) Pembaruan setelan Google Drive dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 13 Februari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh pengguna). Sedangkan untuk Drive API, perilisan juga dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 13 Februari 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh pengguna). Pembaruan setelan ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Pembaruan juga tersedia bagi pelanggan G Suite Business (pendahulu Workspace). Namun pembaruan tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Frontline, G Suite Basic, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Penambahan Kontrol Untuk Waktu Akses File Google Drive Bagi Anda yang ingin menikmati pembaruan setelan Google Drive ini, bisa memulai dengan berlangganan paket Workspace for Business untuk perusahaan atau Workspace for Education untuk instansi pendidikan. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, yang memastikan paket langganan Anda adalah produk asli dan berlisensi. Proses implementasinya pun menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Meet

Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware

 Tahun 2021 lalu Google meluncurkan seri baru perangkat Google Meet hardware. Rangkaian perangkat tersebut diperkenalkan dengan nama Series One dan terdiri dari Desk 27, Board 65, serta Room Kit. Ketiganya hadir dengan kapabilitas yang berbeda-beda untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna Google Meet hardware. Pada bulan Februari 2023 ini, dua dari perangkat Series One Google Meet hardware, yakni Desk 27 dan Board 65 mengalami peningkatan fitur. Seperti apa peningkatan tersebut? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini. Peningkatan fitur aksesibilitas Google Meet hardware Sejak diperkenalkan kepada publik pada tahun 2021 lalu, rangkaian Series One Google Meet hardware terus mengalami pengembangan. Paling baru, Google meningkatkan fitur aksesibilitas pada dua perangkat Series One, yakni Desk 27 dan Board 65. Pada dua perangkat tersebut kini tersedia tombol “Connect device” di halaman muka. Jadi, Anda bisa menghubungkan perangkat ke perangkat lain lebih cepat. Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan ini hadir untuk mendukung keunggulan perangkat Desk 27 dan Board 65 sebagai monitor utama saat dihubungkan dengan laptop. Menggunakan tombol “Connect device” pada halaman muka perangkat akan membantu Anda memanfaatkan keunggulan tersebut lebih cepat. Selain itu, peningkatan ini sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menemukan fitur, yang hanya dapat diakses melalui tombol fisik di bagian belakang perangkat Desk 27 dan Board 65. Cara menampilkan tombol Connect device Photo Credit: Google Meet Hardware Untuk menampilkan tombol “Connect device”, Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun. Fitur baru ini akan muncul secara otomatis setelah tanggal perilisan. Anda pun bisa langsung menggunakan fitur tanpa perlu mengubah setelan awal perangkat. Baca juga: Mengulik Interoperabilitas Baru Google Meet dengan Zoom Ketersediaan fitur Tombol “Connect device” akan muncul setelah perilisan fitur. Penting untuk diingat, fitur baru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Waktu perilisan untuk kedua domain sama, yakni mulai tanggal 14 Februari 2023. Perilisan dilakukan secara bertahap dan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi seluruh pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace). Baca juga: Dukungan Bahasa yang Diperluas untuk Caption Google Meet Cara menggunakan Desk 27 sebagai monitor Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, fungsi utama perangkat Desk 27 adalah untuk dijadikan monitor utama saat dihubungkan dengan laptop. Saat terhubung, perangkat ini pun dapat digunakan untuk mengisi daya laptop Anda. Untuk menjadikan Desk 27 sebagai monitor tambahan laptop, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Sambungkan kabel USB-C dari komputer Anda ke port USB-C di bagian belakang Desk 27. Di bagian belakang Desk 27, tekan tombol “Video output”. Desk 27 akan langsung menampilkan layar laptop Anda. Penting untuk diingat, ketika Anda ingin menggunakan Desk 27 sebagai monitor utama, tutup laptop atau ubah pengaturan monitor komputer terlebih dulu. Jika Anda ingin berhenti menggunakan Desk 27 sebagai monitor, tekan tombol “Video output” sekali lagi. Baca juga: Filter Google Meet Kini Hadir dengan Lebih Banyak Opsi, Bagaimana Cara Menggunakannya? Hadirnya peningkatan fitur aksesibilitas Google Meet hardware ini diharapkan dapat memudahkan pengguna saat harus menghubungkan perangkat. Cukup dengan menekan satu tombol saja, hardware akan langsung terhubung dengan perangkat lain seperti laptop atau PC. Fitur aksesibilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace. Belum berlangganan? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mendapatkan paket Workspace Business atau Workspace for Education melalui EIKON Technology, Google Workspace authorized reseller & partner Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top