EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Google Keep Notes Kini Tersedia untuk Perangkat Android

Setelah memperkenalkan tampilan panel ganda (dual pane view) dan sejumlah fitur lain untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada tahun 2022 lalu, Google Keep kini meluncurkan widget catatan tunggal (single note). Bagaimana cara kerjanya? Widget note Google Keep Dengan fitur baru ini, Anda dapat “menyematkan” catatan atau daftar ke layar beranda perangkat dan menyuntingnya di aplikasi Keep cukup dengan sekali ketuk. Selain itu tersedia juga opsi untuk membuat daftar (lists). Kapabilitas ini memungkinkan Anda untuk dapat mengaktifkan checkbox secara langsung pada catatan tanpa harus membuka aplikasi Keep. Bukan hanya itu saja, widget notes Keep juga telah terintegrasi dengan aplikasi. Itu artinya, catatan dan daftar yang Anda buat dengan widget akan mencerminkan warna latar belakang dan pengingat apa pun yang ada di aplikasi. Photo Credit: Google Workspace Updates Google Keep juga menambahkan ikon kolaborator (ada di bagian bawah notes). Ikon ini menunjukkan apakah catatan yang sedang Anda buka merupakan catatan bersama atau bukan. Jika Anda menemukan ikon dengan ikon tersebut, maka catatan dapat dibuka oleh beberapa orang sekaligus. Hadirnya widget baru ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih cepat dan mudah ke catatan dan daftar penting yang tersimpan dalam aplikasi Keep. Semuanya bahkan kini bisa Anda akses melalui layar beranda perangkat. Tidak perlu lagi membuka aplikasi Keep. Dengan begitu, produktivitas pun akan lebih lancar dan bebas dari hambatan. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Mengelola Google Contacts dengan Sidebar Tambahan Mulai menggunakan widget Photo Credit: benzoix (Freepik) Widget baru dari Google Keep ini tidak memerlukan pengaturan administrator. End user bisa langsung menggunakannya setelah widget resmi diluncurkan. Pastikan Anda mengakses Keep dari perangkat Android untuk bisa menggunakan widget. Untuk menambahkan notes Keep ke layar utama perangkat Anda, ikuti langkah-langkah berikut: Di perangkat Android Anda, sentuh dan tahan layar utama. Klik opsi Widget. Telusuri aplikasi Google Keep. Di bawah “Keep Notes“, temukan widget yang ingin Anda tambahkan. Untuk menyematkan catatan ke layar beranda, pilih widget “Single note”. Untuk menyematkan beberapa catatan ke layar beranda, pilih widget “Note collection”. Untuk membuat catatan dengan cepat dari layar beranda, pilih widget “Quick capture”. Sentuh dan tahan widget. Geser widget ke tempat yang Anda inginkan. Jika Anda telah menggunakan beberapa akun di aplikasi Google Keep, Anda dapat memilih satu akun. Apabila Anda menambahkan: Widget Single note, pilih catatan yang ingin Anda tambahkan ke layar beranda. Widget Note collection, pilih apakah Anda ingin menampilkan semua catatan, catatan tersemat, atau catatan di bawah label tertentu. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Ketersediaan widget Widget terbaru dari Google Keep ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 2 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visivilitas keseluruhan fitur). Widget ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi pelanggan yang masih menggunakan rangkaian lama G Suite Basic maupun G Suite Business. Widget juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Mencari Aplikasi Di Google Workspace Marketplace Kini Makin Mudah dengan Filter Pencarian Dengan hadirnya fitur baru dari Google Keep ini, Anda bisa lebih mudah menyusun catatan singkat maupun daftar baru. Anda bahkan tidak perlu membuka aplikasi untuk membuat catatan baru. Cukup dengan satu klik saja di halaman utama perangkat, Anda sudah bisa menambahkan catatan. Tidak hanya Keep, Google juga terus melakukan peningkatan untuk aplikasi mereka lainnya, mulai dari Drive, Docs, hingga Sheets. Semuanya bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace yang bisa didapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Teamwork, Technology

Umumkan Partnership dengan JumpCloud, EIKON Technology Tingkatkan Efisiensi dan Keamanan bagi Klien

Pada tahun 2023 ini, EIKON Technology resmi bergabung dengan program partnership JumpCloud untuk membantu pemanfaatan JumpCloud Directory Platform, sebuah platform cloud yang menyatukan identitas, akses, dan manajemen perangkat di berbagai jenis sumber daya teknologi informasi atau TI. Dengan pesatnya perkembangan model kerja jarak jauh dan hybrid, program partnership ini menghadirkan kapabilitas manajemen identitas terpusat dari cloud bagi EIKON Technology yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu klien dan calon klien untuk beralih ke cloud, mencapai efisiensi dalam transformasi digital, sekaligus meningkatkan jaringan dan keamanan siber secara efektif. Pertumbuhan pesat MSP Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Managed service provider (MSP) akan terus tumbuh di pasar TI selama beberapa tahun mendatang. Pasar Managed Security Services secara khusus diperkirakan telah mengumpulkan setidaknya US$40,97 miliar pada tahun 2022, dan saat ini, lebih dari 100.000 MSP di seluruh dunia melayani jutaan klien. Klien-klien ini—kebanyakan adalah perusahaan kecil hingga menengah tanpa sumber daya TI yang memadai—mempercayakan MSP untuk memandu mereka dengan praktik, pendekatan, dan solusi komputasi cloud terbaik. Dengan infrastruktur dan teknologi TI yang menjadi bagian integral dari setiap bisnis, MSP memiliki banyak beban di pundak mereka. Klien mengandalkan MSP agar dapat bersaing di pasar dengan alat dan sumber daya TI yang lebih baik, karyawan yang lebih produktif, dan ketangkasan untuk menangkap peluang baru yang inovatif. Dukungan JumpCloud bagi MSP Mengusung misi Make (Remote) Work Happen®, JumpCloud memberikan akses aman ke sumber daya yang diperlukan klien untuk melakukan pekerjaan mereka. Partnership JumpCloud menghadirkan tools, sumber daya, dan solusi direktori cloud yang mudah dikelola MSP untuk mengembangkan bisnis mereka secara efektif. JumpCloud Directory Platform menempatkan manajemen pengguna yang sederhana, aman, dan hemat biaya dalam jangkauan dengan mengkonsolidasikan identitas di setiap dan semua sumber daya TI tanpa kompleksitas. Platform Directory-as-a-Service JumpCloud akan menjadi sumber daya siap pakai di toolbelt EIKON Technology sebagai MSP, membuka peluang untuk memberi dukungan kepada klien dengan infrastruktur cloud generasi mendatang sebagai fondasi TI mereka. Kemudahan integrasi dengan Google Workspace Photo Credit: Freepik Pada 24 April 2023 lalu, JumpCloud mengumumkan kemitraan dengan Google Cloud. Kolaborasi ini memungkinkan klien MSP untuk menggabungkan Google Workspace dengan platform direktori terbuka yang disediakan JumpCloud. Dengan begitu, mereka dapat memperkuat keamanan dan mengoptimalkan cara mereka dalam mengelola tenaga kerja hybrid. Ini juga memberikan sebuah alternatif yang terbuka, cloud-forward, dan lebih aman dibanding vendor tunggal maupun solusi lama yang sudah usang. Klien juga dapat memiliki kebebasan dan fleksibilitas untuk beralih pada solusi modern berbasis cloud untuk mendukung kerja hybrid dan lingkungan platform campuran dengan lebih aman. “Saat bisnis terus beralih ke model kerja hybrid, tim TI harus mengevaluasi alat mana yang memungkinkan mereka mengoptimalkan produktivitas tenaga kerja dengan aman dalam skala besar. Perusahaan global kini dapat menggabungkan kemampuan komunikasi inovatif Google Workspace dengan manajemen perangkat dan layanan direktori JumpCloud, memberi tim TI solusi kolaborasi modern yang fleksibel dan dapat berkembang sesuai kebutuhan bisnis mereka.” Kevin Ichhpurani, Corporate Vice President, Global Partner Ecosystem & Channels Google Cloud   Tentang JumpCloud JumpCloud Directory Platform membantu tim TI mencapai Make (Remote) Work Happen® dengan memusatkan pengelolaan identitas dan perangkat pengguna, memungkinkan perusahaan kecil dan menengah untuk mengadopsi model keamanan Zero Trust. JumpCloud memiliki basis pengguna global lebih dari 150.000 perusahaan, dengan lebih dari 5.000 pelanggan berbayar termasuk GoFundMe, Grab, ClassPass, Uplight, Beyond Finance, dan Foursquare. JumpCloud telah mengumpulkan lebih dari US$400 juta dari investor kelas dunia termasuk Sapphire Ventures, General Atlantic, Sands Capital, Atlassian, hingga CrowdStrike. Tentang EIKON Technology EIKON Technology bermitra dengan JumpCloud untuk menghubungkan klien pada workstation, server, jaringan, aplikasi, dan file mereka dengan lebih aman dan efisien. JumpCloud akan mengelola dan mengamankan identitas pengguna di seluruh pengaturan TI secara otomatis dengan sistem single secure login yang lebih aman. JumpCloud Directory Platform menyediakan solusi berbasis cloud untuk mengontrol dan mengelola identitas karyawan, perangkat mereka, dengan menerapkan prinsip Zero–trust. JumpCloud dapat mengintegrasikan Google Workspace ke layanan direktori berbasis cloud, memperluas identitas Workspace ke perangkat, aplikasi, jaringan—baik untuk on premises maupun cloud. Sebagai Premier Partner Google Workspace, integrasi ini akan makin memudahkan EIKON Technology sebagai MSP dalam menyediakan solusi berbasis cloud yang lebih aman, terpercaya, dan bebas hambatan bagi klien.

Google Workspace

Google Material Design 3: Hadirkan Antarmuka Baru untuk Aplikasi Workspace

Google baru saja meluncurkan Material Design 3, versi terbaru dari sistem pedoman, komponen, dan tool Google yang dapat diadaptasi untuk mendukung praktik terbaik desain antarmuka pengguna. Didukung oleh kode open-source, Material Design merampingkan kolaborasi antara designer dan developer, membantu Anda merancang produk dengan tampilan menarik lebih cepat. Apa saja pembaruan yang ditawarkan Material Design 3 ini? Google Material Design 3 Dengan perilisan Google Material Design 3, antarmuka aplikasi dirancang untuk merampingkan kolaborasi kerja pengguna. Pembatuan ini mengubah tampilan aplikasi serta menghadirkan nuansa baru untuk aplikasi Google seperti Drive, Docs, Sheets, dan Slides versi web. Anda akan menemukan peningkatan seperti: Antarmuka pengguna yang disederhanakan di bagian atas Docs, Sheets, dan Slides, membantu Anda menemukan tindakan yang sering digunakan lebih cepat. Peningkatan pengalaman pengguna tambahan dalam komentar, background, ruler, dan gridline. Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, meskipun tidak ada perubahan dalam fungsionalitas, beberapa fitur telah dipindahkan untuk mengurangi kekacauan dalam antarmuka baru. Khususnya, Anda dapat menemukan info status terbaru untuk dokumen tersebut, seperti suntingan terakhir dan riwayat versi, melalui titik entri tunggal: ikon jam di pojok kanan atas. Baca juga: Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah? Peningkatan di Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Sementara itu, di Drive, Anda dapat menemukan peningkatan berupa: Tindakan utama muncul sebaris pada file, untuk akses cepat dan peningkatan produktivitas. Kemampuan untuk memilih beberapa item sekaligus dan melakukan operasi batch untuk tugas yang sering dilakukan. Chip pencarian baru (termasuk type, owner, dan last modified) untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Sederhanakan alur kerja harian Selain kemampuan baru yang membantu orang berkolaborasi dan menyelesaikan lebih banyak hal, Google juga menghadirkan antarmuka pengguna yang disempurnakan di Docs, Sheets, Slides, dan Drive untuk menyederhanakan alur kerja harian. Pertama, antarmuka pengguna di bagian atas Docs, Sheets, dan Slides telah disederhanakan. Begitu pula dengan pengelompokan toolbar untuk membantu Anda menemukan tindakan yang sering digunakan lebih cepat. Google juga telah memperbarui ruler dan menyembunyikan gridlines di sisi kanvas untuk memberi lebih banyak ruang untuk konten Anda. Kedua, Google juga telah menyempurnakan Drive untuk membantu Anda menyelesaikan tugas yang paling sering dilakukan lebih cepat. Misalnya, menyederhanakan proses berbagi, mengunduh, dan menghapus beberapa file sekaligus. Anda juga dapat menemukan tindakan utama (seperti berbagi, mengunduh, dan mengedit) secara langsung saat mengarahkan kursor ke file. Ketiga, pembaruan antarmuka ini juga menghadirkan search chip yang memungkinkan Anda memfilter menurut kriteria seperti jenis file, pemilik, dan tanggal modifikasi terakhir untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat. Ketersediaan Google Material Design 3 dirilis sejak awal Maret 2023. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan dalam format gradual rollout dan dimulai pada tanggal 6 Maret 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dilakukan dalam format full rollout mulai pada tanggal 22 Maret 2023 (memakan waktu hingga 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Google Material Design 3 tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Tersedia juga untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Google Material Design 3 tidak sekadar menghadirkan tampilan antarmuka yang lebih menarik, tapi juga akan memudahkan Anda dalam menjalankan kolaborasi kerja atau sekadar melakukan rutinitas kerja harian. Pembaruan Google Material Design telah tersedia bagi seluruh pelanggan Workspace. Belum berlangganan Google Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace yang dapat Anda sesuaikan dengan beragam kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet

Update Terbaru untuk Google Meet di Perangkat Poly Studio

Google baru saja meluncurkan pembaruan Meet untuk mendukung perilisan perangkat terbaru berbasis Poly Android. Melalui konsol Google Admin, nantinya Anda dapat mendaftarkan perangkat Poly dan menyertakan pelaporan peralatan baru ini. Kelengkapan hardware Google Meet akan tersedia dalam pembaruan Poly OS 4.0 mendatang sebagai bagian dari seri Poly Studio X. Pembaruan ini mulai diluncurkan awal Maret 2023. Namun pelanggan dan admin dapat mencoba pengalaman ini sebelum peluncuran resmi Poly OS 4.0 dengan mengunduh versi beta untuk perangkat seri Studio X mereka. Google Meet Poly Studio X Berbagai kemudahan yang ada pada hardware Google Meet akan tersedia di lini seri Poly Studio X setelah diperbarui ke Poly OS 4.0. Admin dapat mendaftarkan perangkat ini dan mengelolanya sebagai bagian dari pengalaman konsol Google Admin biasa. Lini Poly Studio X menawarkan peralatan dengan berbagai ukuran: Studio X30 untuk ruangan kecil, Studio X50 untuk ruangan sedang, dan Studio X70 untuk ruangan besar. Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan terbaru ini akan memudahkan pelanggan yang saat ini menggunakan lini Studio X untuk beralih ke Google Meet dari platform konferensi lainnya. Ini juga menawarkan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas kepada pelanggan baru dalam opsi perangkat keras mereka untuk Google Meet. Peralatan Google Meet di Poly Android memerlukan lisensi hardware Google Meet. Anda bisa mendapatkannya melalui authorized reseller seperti EIKON Technology. Pembaruan terbaru ini akan memudahkan pelanggan yang saat ini menggunakan lini Studio X untuk beralih ke Google Meet dari platform konferensi lainnya. Ini juga menawarkan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas kepada pelanggan baru dalam memilih hardware yang untuk Google Meet. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Mulai menggunakan perangkat Photo Credit: Poly Peralatan Studio X Series perlu diperbarui ke Poly OS 4.0 melalui halaman pengaturan Poly Admin untuk memilih Google Meet sebagai Conferencing Partner Application. Setelah diperbarui dan partner konferensi disetel ke Google Meet, administrator bisa langsung mengikuti petunjuk di perangkat untuk mendaftarkan perangkat ke konsol admin hardware Google Meet. End user tidak perlu melakukan pengaturan apa pun. Setelah perangkat Studio X Series selesai terpasang, Anda bisa langsung bergabung dalam rapat online Google Meet. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Ketersediaan fitur Hardware experience untuk lini Studio X Series ini dirilis dalam format extended rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai dari tanggal 9 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk perangkat Poly X30, X50, dan X70. Dukungan untuk perangkat Poly lainnya akan ditambahkan seiring berjalannya waktu. Hardware experience ini telah terintegrasi dengan rangkaian produktivitas Google Workspace edisi apa pun, termasuk untuk rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business yang merupakan pendahulu Google Workspace. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings Update untuk Google Meet hardware berbasis Poly Android ini akan memudahkan Anda dalam menjalankan rapat virtual secara seamless. Menariknya lagi, Google pun telah mengumumkan bahwa peningkatan akan terus dilakukan sehingga hardware bisa benar-benar mewujudkan pengalaman rapat virtual yang terasa lebih nyata. Update ini pun telah terintegrasi dengan seluruh edisi Google Workspace. Dengan integrasi Workspace, pekerjaan pun akan menjadi lebih ringkas, apa pun model kerja yang Anda terapkan, termasuk untuk model kerja hybrid. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu khawatir karena Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan rangkaian produktivitas Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Update Google Voice: Lebih Banyak Opsi Status Ketersediaan Panggilan

Google Voice memiliki sebuah kapabilitas yang membantu Anda menunjukkan ketersediaan (availability) di Ring Group. Kini, kapabilitas tersebut telah diperluas sehingga Anda bisa dengan mudah menunjukkan ketersediaan di Google Voice versi web maupun mobile. Status ketersediaan di Google Voice Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan adanya pembaruan ini, Anda bisa mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola status ketersediaan di Google Voice, utamanya dalam Ring Group. Sekarang, Anda bahkan tak perlu keluar dari Voice atau memblokir semua panggilan masuk untuk bisa menggunakan status ketersediaan “Do Not Disturb”. Sekarang Anda dapat menyesuaikan status ketersediaan pada: Seluruh panggilan; Panggilan langsung (direct calls). Namun jika tidak tersedia, panggilan akan langsung masuk ke pesan suara Voice; Panggilan dari Ring Group tertentu. Apabila satu atau lebih saluran Ring Group tidak tersedia, panggilan akan dialihkan ke anggota berikutnya yang tersedia. Untuk bisa menggunakan perluasan kapabilitas ini Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun, baik itu oleh administrator maupun oleh end user. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai status ketersediaan di Google Voice, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Cara mengelola ketersediaan panggilan di Google Voice Saat memilih dari opsi ketersediaan di Google Voice, Anda dapat dengan mudah mengelola ketersediaan untuk panggilan masuk. Gunakan setelan “Do not disturb” untuk mengelola panggilan Photo Credit: stocking (Freepik) Untuk meneruskan semua panggilan masuk ke pesan suara, Anda dapat mengaktifkan pengaturan “Do not disturb”. Pengaturan tersebut dapat diakses di: Mobile: Buka menu kiri atas dan ketuk Menu. Web: Ke bagian atas halaman Google Voice. Menunjukkan ketersediaan panggilan berdasarkan jadwal Anda Anda dapat mengaktifkan “Do not disturb” secara otomatis berdasarkan jadwal Google Calendar. Anda dapat mengaktifkan salah satu atau kedua opsi berikut: Saat Anda berada di luar jam kerja: “Do not disturb” otomatis mati saat Anda kembali berada pada jam kerja. Saat Anda berada di luar kantor: “Do not disturb” otomatis mati saat Anda berada di kantor. Baca juga: Peningkatan Performa Panggilan Google Voice dengan Pengalihan Jaringan Cerdas Menunjukkan ketersediaan panggilan di Ring Group Anda Jika Anda mengaktifkan setelan “Do not disturb”, panggilan masuk ke Ring Group Anda akan diteruskan ke anggota berikutnya yang tersedia. Jika Anda adalah bagian dari satu atau beberapa Ring Group sekaligus, Anda dapat memblokir panggilan ke sambungan langsung, Ring Group individual, atau keduanya secara selektif. Untuk memblokir panggilan ke sambungan langsung, grup dering tertentu, atau keduanya, Anda dapat mengakses setelan di: Mobile: Buka menu kiri atas dan ketuk Menu. Web: Ke bagian atas halaman Google Voice. Ketersediaan fitur Perluasan kapabilitas status panggilan Google Voice ini dirilis dalam format full rollout, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 6 Maret 2023 (dan kemungkinan akan memakan waktu 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perluasan kapabilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Voice, baik itu edisi Standard maupun Premier. Baca juga: Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon Di Negara Lain Dengan perluasan kapabilitas Google Voice ini Anda bisa lebih leluasa menentukan status panggilan, baik itu secara umum maupun dalam Ring Group. Nah, agar Voice dapat bekerja lebih optimal, jangan lupa untuk mengintegrasikannya dengan Google Workspace. Rangkaian produktivitas dari Google ini telah tersedia di EIKON Technology yang menyediakan implementasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pemutakhiran Google Apps Device Policy Menjadi Apps Device Policy, Apa yang Harus Dilakukan?

Tahun 2019 lalu, Google mengumumkan bahwa Android Device Policy akan menggantikan Google Apps Device Policy sebagai klien pengelolaan Android yang baru. Bulan Maret 2023 ini, diketahui bahwa pemutakhiran klien pengelolaan Android tersebut telah memasuki tahap akhir. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui terkait perubahan ini. Android Device Policy Sebelumnya, Google menggunakan Google Apps Device Policy sebagai klien pengelolaan Android mereka. Dengan adanya pemutakhiran ke Android Device Policy, maka otomatis seluruh perangkat yang menerapkan kebijakan lama tersebut akan kehilangan akses selama bulan Maret 2023 jika tidak dilakukan pembaruan versi. Photo Credit: Google Workspace Updates Pengguna aplikasi Google Apps Device Policy yang sudah ada harus beralih ke Android Device Policy sebelum itu untuk terus menyinkronkan data kerja. Perlu diingat, sesuai pembaruan terakhir Google, alur pendaftaran pengguna baru di Google Apps Device Policy lama akan diblokir dan pengguna mungkin melihat kesalahan selama proses pendaftaran per Januari 2022. Admin dapat bertindak langsung dengan memberi pemberitahuan di konsol Admin untuk mengidentifikasi pengguna yang perlu melakukan pembaruan versi. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang migrasi ke Android Device Policy. Google juga telah merilis artikel resmi yang membahas masalah pemutakhiran klien pengelolaan Android ini. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Mulai melakukan pemutakhiran Photo Credit: Pexels Lalu, bagaimana cara melakukan pemutakhiran dari Google Apps Device Policy ke Android Device Policy? Administrator dapat mengetahui perangkat mana yang perlu diperbarui. Informasi tersebut akan ditampilkan melalui konsol Admin. Penting untuk diingat, tiap perangkat kemungkinan besar akan memerlukan langkah yang berbeda saat proses pemutakhiran. Berikut penjelasannya: Perangkat pengelolaan lanjutan Temukan perangkat pengelolaan lanjutan dengan membuka konsol Admin > Mobile devices dan kemudian aktifkan pemfilteran perangkat dengan memilih opsi “Type: Android” serta “Management level: Advanced”. Tentukan perangkat mana yang saat ini dikelola oleh aplikasi Google Apps Device Policy dan sudah mendukung Android Device Policy (yaitu perangkat dengan Android 6+ dan dukungan untuk profil kerja). Selanjutnya, administrator bisa langsung mengirimkan petunjuk ini kepada end user untuk membantu mereka bermigrasi ke Android Device Policy. Kirimkan petunjuk ini kepada pengguna Anda untuk membantu mereka bermigrasi ke Android Device Policy. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Perangkat pengelolaan dasar Temukan perangkat pengelolaan dasar dengan membuka konsol Admin > Mobile devices dan kemudian aktifkan pemfilteran perangkat dengan memilih opsi “Type: Android” serta “Management level: Basic”. Instruksikan pengguna perangkat untuk melakukan upgrade OS Android ke versi 6.0 Marshmallow atau yang lebih baru. ​Sementara untuk end user bisa langsung mengunjungi halaman Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara memigrasikan perangkat dari Google Apps Device Policy ke Android Device Policy. Ketersediaan fitur Android Device Policy telah dirilis untuk publik dan sudah tersedia sejak tanggal 9 Maret 2023. Penting untuk diingat, agen lama yang sebelumnya digunakan akan kehilangan akses selama Maret 2023. Untuk menghindari terjadinya disrupsi, pengguna perangkat diharuskan segera melakukan upgrade ke Android Device Policy. Perubahan ini akan berdampak langsung pada pelanggan Google Workspace yang menggunakan perangkat pengelolaan mobile dasar dan lanjutan. Baca juga: Melacak Pengecekan Uptime Cloud Monitoring di Aplikasi Seluler Google Cloud Pastikan untuk segera melakukan upgrade ke Android Device Policy untuk memastikan agar perangkat pengelolaan Android Anda bisa tetap berjalan dan tidak kehilangan akses. Upgrade bisa dilakukan melalui konsol Admin Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mendapatkannya langsung melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, kami menghadirkan solusi resmi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat

 Google terus mengembangkan kapabilitas Google Chat untuk bisa memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dalam melakukan percakapan secara mulus. Tahun 2022 lalu, Google telah meluncurkan beberapa peningkatan kapabilitas, salah satunya adalah dengan memperbarui space sehingga makin mudah untuk dikelola. Kali ini, Google Chat kembali dengan gebrakan baru, seperti apa? Space Manager Google Chat Tahun lalu, Google Chat meningkatkan kapabilitas space yang ada di dalam aplikasi. Dengan peningkatan tersebut, pengguna dapat mengelola peserta hingga topik percakapan. Pembaruan tersebut juga turut memperkenalkan sebuah peran baru, yakni Space Manager. Seorang Space Manager memiliki kemampuan untuk dapat: Menghapus dan menambah peserta chat; Menunjuk atau mengganti Space Manager; Menghapus space; Menghapus pesan; Menyunting deskripsi space; Memperbarui akses space dari “restricted” atau terbatas, menjadi “discoverable” atau dapat ditemukan. Photo Credit: Google Workspace Updates Per 13 Maret 2023, Space Manager akan mendapat kapabilitas tambahan untuk memastikan percakapan di dalam space tetap berjalan efektif. Kapabilitas tersebut, yakni: Space configuration: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat mengubah detail space, seperti nama, ikon, deskripsi, dan aturan. Konfigurasi ini juga memungkinkan Manager untuk dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Chat history space. Member management: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat menambahkan atau mengeluarkan anggota atau grup di dalam space. Conversation moderation: Memungkinkan Space Manager untuk menentukan apakah peserta chat dapat menggunakan @all di dalam space. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Kelebihan space Google Chat Namun sebenarnya apa kegunaan space di Google Chat? Apa bedanya jika dibandingkan dengan percakapan kelompok (group conservation)? Space dapat menjadi: Tempat memusatkan pekerjaan Space dapat menjadi tempat yang efektif untuk memusatkan pekerjaan Anda, termasuk saat pengambilan keputusan, memberikan pengumuman, hingga mendorong diskusi tim. Dengan space, semua orang bisa tetap sinkron dengan akses ke konten yang sama dan visibilitas ke dalam keputusan. Aplikasi Workspace dan alat pihak ketiga telah terintegrasi dalam space. Ruang yang berorientasi pada topik Dengan membuat space yang fokus pada topik tertentu, maka pengguna dapat mengatur space secara efisien dan menyiapkan pemberitahuan secara efektif. Ruang diskusi yang aman Space menyediakan lingkungan yang cepat, ekspresif, dan ringan dengan percakapan dan emoji yang lebih kasual. Gaya komunikasi informal ini menurunkan hambatan keterlibatan dan mendorong percakapan yang lebih mengalir bebas dan keamanan psikologis bagi peserta chat. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah Mulai mengaktifkan kapabilitas Space Manager Photo Credit: benzoix (Freepik) Untuk bisa mengaktifkan kapabilitas tambahan Space Manager ini tidak dibutuhkan pengaturan apa pun dari administrator. Anda bisa mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai detail Space Manager dan kapabilitasnya. Bagi end user, silakan klik Menu > pilih Space Settings > pilih opsi Configure space settings and modify permission as needed. Untuk detail lebih lanjut mengenai pengaturan end user di dalam space, silakan kunjungi halaman ini. Ketersediaan fitur Kapabilitas baru Space Manager Google Chat ini dirilis secara bertahap (format gradual rollout). Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai pada tanggal 27 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, apa pun edisinya dan juga berlaku bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace). Namun kapabilitas baru ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas Space Manager Google Chat ini, Anda bisa lebih leluasa dalam mengelola space agar percakapan tetap efektif. Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya?

Google Meet menghadirkan label “External” bagi para penggunanya. Setelah pembaruan, pengguna dapat menemukan label di bagian pojok kiri atas layar rapat. Label ini menunjukkan bahwa peserta yang berada di luar domain penyelenggara rapat telah bergabung ke dalam rapat. Di bagian panel “People”, peserta eksternal akan ditandai dengan label yang sama. Bagaimana cara mengaktifkannya? External label di Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Hadirnya label baru di Google Meet ini akan memudahkan Anda untuk mengenali peserta eksternal dalam rapat. Peserta eksternal di sini adalah mereka yang bergabung ke dalam rapat menggunakan domain luar. Misalnya, mitra bisnis perusahaan Anda atau masyarakat umum. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Cara mengaktifkan label Label “External” ini akan tersedia secara default dan dapat diatur melalui konsol Admin. Anda cukup masuk ke dalam menu Apps > Google Workspace > Google Meet > Google Meet Safety Settings. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan ini, silakan kunjungi Help Center Workspace. Bagi end user, tidak dibutuhkan pengaturan tambahan apa pun untuk bisa menggunakan fitur baru dari Google Meet ini. Label akan muncul secara aktif setelah konfigurasi oleh administrator selesai. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Mengelola pengaturan Meet Photo Credit: Rawpixel Sebagai administrator, Anda dapat memutuskan fitur Google Meet mana, seperti perekaman dan pelacakan kehadiran, yang tersedia untuk end user. Anda juga dapat mengontrol pengaturan keamanan dan partisipasi. Misalnya, Anda dapat memutuskan apakah pengguna dapat mengundang peserta eksternal atau bergabung ke rapat di luar domain perusahaan. Anda dapat menerapkan setelan khusus bagi pengguna tertentu. Caranya mudah, cukup tempatkan akun mereka di organizational unit (OU) untuk penetapan akun menurut divisi atau configuration group untuk penetapan bagi pengguna di seluruh atau di dalam divisi. Mulai mengelola rapat Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka menu Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau configuration group. Klik setelan dan centang atau hapus centang pada opsi pengaturan yang diinginkan. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Perubahan dapat memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Ketersediaan fitur Fitur label “External” Google Meet ini dirilis dalam format full rollout untuk domain rilis cepat. Perilisan dimulai pada tanggal 14 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Selain itu, perilisan juga dilakukan dalam format gradual rollout untuk domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai sejak tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan juga paket berlangganan Nonprofits. Namun fitur label “External” ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Perluasan Kapabilitas Google Meet dengan Dukungan Caption Terjemahan di Video Recordings Dengan memanfaatkan fitur baru dari Google Meet ini, Anda bisa lebih mudah mengenali peserta rapat yang bergabung melalui domain luar. Fitur ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace dengan edisi yang terdaftar. Ingin segera menikmati berbagai kemudahan meeting online dengan Google Meet secara optimal? Anda bisa berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menghadirkan solusi penerapan menyeluruh hingga implementasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace

Google telah mengembangkan teknologi AI (kecerdasan buatan) selama bertahun-tahun. Hasilnya pun beragam, mulai dari publikasi penelitian mutakhir hingga tools yang memudahkan kehidupan manusia, utamanya dalam dunia kerja. Terobosan dalam AI generatif secara mendasar mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi. Google telah mengembangkan model large language dan tepatnya pada tanggal 14 Maret 2023, meluncur API dan produk baru untuk mulai membangun prototipe baru dengan model AI terbaik Google yang disebut MakerSuite. PaLM API & MakerSuite Photo Credit: Freepik Perkembangan zaman telah menimbulkan banyak pergeseran teknologi. Hal ini telah menginspirasi seluruh ekosistem developer untuk memulai bisnis baru, mengembangkan produk baru, dan mengubah cara mereka berkreasi. Di tengah-tengah pergeseran tersebut, ada AI yang berdampak besar pada setiap lini industri. Bagi developer yang bereksperimen dengan AI, Google meluncurkan PaLM API, cara yang mudah dan aman untuk membangun di atas model bahasa terbaik Google. API ini dilengkapi dengan alat intuitif MakerSuite, yang memungkinkan Anda membuat prototipe ide dengan cepat dan nantinya juga akan memiliki fitur untuk rekayasa cepat, pembuatan data sintetik, dan penyetelan model khusus, semuanya didukung oleh alat keamanan yang kuat. Baca juga: Bard, Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Menghadirkan kemampuan AI generatif ke Google Cloud Bagi developer yang ingin merancang dan menyesuaikan model dan aplikasi mereka sendiri menggunakan AI generatif, dapat mengakses model AI Google, termasuk PaLM, di Google Cloud. Solusi baru ini telah berintegrasi dengan solusi Cloud yang sudah ada seperti: Dukungan AI generatif di Vertex AI Developer telah menggunakan platform AI Vertex Google Cloud untuk membangun dan menerapkan model machine learning dan aplikasi AI dalam skala besar. Google telah menyediakan model dasar, awalnya untuk menghasilkan teks dan gambar, dan seiring waktu, bertambah dengan audio dan video. Pelanggan Google Cloud akan memiliki kemampuan untuk menemukan model, membuat dan memodifikasi perintah, menyempurnakannya dengan data mereka sendiri, dan menerapkan aplikasi yang menggunakan teknologi baru ini. Generative AI App Builder Photo Credit: Google The Keyword Untuk bisnis dan instansi pemerintah yang ingin merancang antarmuka chat dan asisten digital bertenaga AI, tersedia Generative AI App Builder yang menghubungkan AI untuk media chat dengan pengalaman pencarian yang tidak biasa dan model dasar, membantu perusahaan membangun aplikasi AI generatif dalam hitungan menit atau jam. Photo Credit: Google The Keyword Kemitraan dan program AI baru Selain mengumumkan produk Google Cloud AI baru, Google juga memperluas ekosistem AI mereka dan program khusus untuk mitra, penyedia software yang berfokus pada AI, dan startup. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Fitur AI generatif baru di Workspace Lebih dari 3 miliar orang telah memanfaatkan fitur yang didukung AI di Google Workspace, entah itu menggunakan Smart Compose di Gmail atau ringkasan otomatis Docs. Sebagai tahapan selanjutnya, Google menghadirkan rangkaian fitur baru. Di Gmail dan Google Docs, cukup ketikkan topik yang ingin di tulis dan sistem akan langsung menyusun draf untuk Anda. Dari sana, Anda dapat menyingkat pesan atau menyesuaikan nada agar lebih ceria atau profesional—semuanya hanya dengan beberapa klik. Menskalakan AI secara bertanggung jawab AI generatif adalah teknologi tengah berkembang pesat, namun memiliki tantangan yang kompleks. Oleh karenanya Google menghadirkan AI Principles untuk memandu pengembangan AI. Selain itu, Google pun aktif mengundang penguji eksternal dan internal untuk menguji teknologi terbaru. AI Principles pun diterapkan bagi seluruh pelanggan yang mengandalkan produk Google untuk membangun dan mengembangkan bisnis mereka secara aman dengan AI. Dengan begitu, pengembangan model AI pun tetap aman dan bermanfaat bagi semua orang. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Google telah mengembangkan teknologi AI (kecerdasan buatan) selama bertahun-tahun. Paling baru, Google mengembangkan AI generatif dengan membidik developer dan penerapan langsung di Workspace. Untuk langsung menikmati hasil pengembangan ini, Anda dapat berlangganan rangkaian produktivitas Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Fitur Background Google Meet: Mudahkan Administrator Sediakan Gambar Latar End-user

Pernah terlibat dalam sebuah online meeting atau webinar yang mengharuskan Anda untuk memasang background khusus? Atau mungkin Anda ingin menyesuaikan gambar background online meeting dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia rapat? Dengan pembaruan Google Meet, semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Mari simak ulasannya berikut. Fitur penggantian background Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Memiliki gambar background atau latar belakang yang sesuai dengan branding perusahaan Anda akan membuat rapat menjadi lebih berwarna. Hal ini juga akan menumbuhkan rasa kedekatan pada brand perusahaan Anda. Baca juga: Peningkatan Kualitas Virtual Meeting saat Bergabung dengan Virtual Machine Google Meet baru saja meluncurkan pembaruan melalui fitur background replace. Dengan fitur ini, administrator Workspace di tempat Anda bekerja dapat menyediakan sekumpulan gambar untuk mengganti background pengguna secara otomatis. Ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memilih gambar yang secara tepat mewakili brand dan gaya khusus perusahaan. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum memulai, jika Anda ingin menerapkan setelan khusus bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di organizational unit (agar bisa ditetapkan menurut divisi mereka) atau configuration group (agar bisa ditetapkan bagi pengguna di seluruh atau di dalam divisi). Selanjutnya, administrator Workspace dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan organizational unit (OU) teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau configuration group. Klik Visual effects. Jika Anda ingin mengizinkan pengguna mengganti latar belakang mereka dengan gambar atau menggunakan gaya, centang kotak Users can replace their background with an image. Jika Anda mengaktifkan setelan ini, bahkan orang luar dapat mengganti latar belakang mereka selama rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Anda juga dapat memilih satu atau beberapa opsi berikut: Users can replace their background with custom images they provide themselves: Memungkinkan pengguna menggunakan gambar kustom mereka sendiri di rapat Meet. Gambar tidak akan tersedia untuk digunakan peserta lain. Jika Anda mengaktifkan setelan ini, bahkan orang luar dapat mengganti latar belakang mereka dengan gambar kustom selama rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Users can replace their background with stock seasonal images: Memungkinkan pengguna memilih gambar latar musiman yang disediakan Google, sering kali terkait dengan hari peringatan. Users can replace their background with a custom image provided by you: Memungkinkan pengguna untuk memilih gambar yang Anda berikan. Anda dapat membuat label untuk setiap gambar yang disediakan bagi screen readers. Jika Anda ingin mengizinkan pengguna menggunakan filter yang disediakan oleh Google, centang kotak Users can use special effects. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU atau grup, tersedia opsi untuk Inherit atau Override OU induk atau Unset setelan grup. Perubahan mungkin memerlukan waktu hingga 24 jam, tetapi biasanya terjadi lebih cepat. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru background Google Meet ini dirilis serentak pada tanggal 14 Maret 2023, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Perluasan Kapabilitas Noise Cancellation di Google Meet, Seperti Apa? Dengan adanya fitur baru ini, administrator bisa dengan mudah menyimpan gambar background untuk digunakan oleh end-user selama virtual meeting berlangsung. Pengguna pun bisa menambahkan gambar sesuai dengan keinginan mereka lebih mudah dan lebih cepat. Fitur background Google Meet ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace. Nah, bagi Anda yang belum berlangganan, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk penggunaan di perusahaan dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Kami menyediakan solusi resmi, bergaransi, dengan implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top