EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Peningkatan Tampilan Google Chat dengan Material Design 3

Tahun 2022 lalu, Google resmi luncurkan Material Design 3, sistem desain open-source terbaru mereka yang dapat Anda manfaatkan dalam mendesain dan membangun aplikasi. Pengembangan terbaru ini memperkenalkan teknologi dynamic color dan berbagai tools baru yang akan membuat aplikasi Anda semakin hidup. Tidak hanya untuk pengembangan aplikasi, Material Design 3 pun telah diterapkan pada tampilan aplikasi milik Google, seperti Gmail, Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Pembaruan ini juga berlaku pada aplikasi Google Chat. Google Chat dengan Material Design 3 Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan Google Chat ini didasarkan pada Material Design 3 dan mencakup pembaruan font, warna, tata letak (layouts), ukuran panel, dan lainnya. Secara khusus, Anda akan melihat perubahan pada bilah bagian atas aplikasi, navigasi kiri, tampilan pesan utama, pengaturan penulisan, tombol topik baru, dan panel utas dalam direct message dan space. Peningkatan tampilan Google Chat dengan Material Design 3 ini diharapkan dapat memudahkan Anda berkolaborasi dan menyelesaikan tugas lebih cepat dalam alur kerja sehari-hari. Mulai menggunakan Google Chat baru Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mulai menggunakan Google Chat dengan tampilan baru ini tidak dibutuhkan pengaturan tambahan apa pun. Tampilan Chat akan langsung berubah secara otomatis setelah tanggal update. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat Ketersediaan Perilisan tampilan baru Google Chat dilakukan secara bertahap (gradual rollout), baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Sedangkan untuk tanggal perilisannya sendiri dimulai pada tanggal 13 April 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan). Tampilan baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business (pendahulu Google Workspace). Bukan hanya itu, tampilan baru Chat juga tersedia bagi pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Update lain dari Google Workspace Tidak hanya menghadirkan tampilan baru dengan Material Design 3, Workspace kini juga sudah ditunjang oleh smart canvas yang akan menyederhanakan alur kerja Anda. Photo Credit: Google Workspace Menariknya lagi, smart canvas ini sudah dapat ditemukan pada berbagai aplikasi Google Workspace. Salah satunya, aplikasi Docs. Di Docs, Anda bisa menemukan kapabilitas custom building blocks sebagai bagian dari smart canvas. Kapabilitas tersebut memungkinkan Anda untuk membuat komponen yang dapat digunakan kembali untuk tugas umum dan mengaksesnya kembali secara mudah lewat @-menu. Photo Credit: Google Workspace Misalnya, Anda dapat menyusun template permulaan proyek untuk melacak progres tugas, checklist untuk produk yang baru dirilis, atau bahkan kode yang sering digunakan di lingkungan kerja Anda. Custom building blocks ini sudah tersedia di Docs dan bisa langsung Anda gunakan. Photo Credit: Google Workspace Selain itu, Docs juga menghadirkan calendar invite template yang akan memudahkan Anda berkolaborasi dengan tim saat menyelenggarakan kegiatan. Kini Anda dapat menyusun draf undangan di Docs, cukup dengan mengeklik opsi “calendar draft” yang ada dalam menu building blocks. Kapabilitas ini pun sudah tersedia di Docs. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Dengan hadirnya peningkatan tampilan Google Chat yang didukung oleh Material Design 3 ini, Anda bisa lebih mudah mengelola alur kerja. Peningkatan ini sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan

Google baru saja mengumumkan bahwa fitur Reminders di Calendar dan Assistant dimigrasikan ke Google Tasks untuk memudahkan pengelolaan tugas di seluruh ekosistem Workspace. Setelah migrasi ini pengguna dapat menyusun tugas langsung dari Calendar dan mengombinasikannya dengan kemampuan hands-free dari Assistant. Untuk detail selengkapnya mengenai migrasi ini, mari simak ulasan berikut. Migrasi Reminders ke Google Task Setelah migrasi ini, pengguna bisa membuat tugas langsung dari Calendar dan menggunakan kemampuan hands-free Assistant, serupa dengan cara mereka membuat Reminders sebelumnya. Selain itu, tidak seperti Reminders, mereka dapat membuat tugas dari aplikasi Google Workspace lain seperti Gmail, Docs, dan Chat, maupun langsung dari aplikasi Tasks. Jika tempat Anda bekerja mengaktifkan layanan Tasks, end-user bisa mulai melakukan migrasi sejak tanggal 12 April 2023. Sistem akan mengirimkan notifikasi migrasi kepada end-user. Sedangkan untuk pengguna dengan akun pribadi, notifikasi migrasi akan muncul pada tanggal 6 Maret 2023. Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah migrasi selesai, Anda akan dapat melihat dan mengelola semua tugas di satu tempat, yakni Google Tasks. Anda kemudian dapat memanfaatkan fitur di Tasks seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Tasks dapat diakses di aplikasi Google Workspace seperti Gmail, Calendar, Docs, dan Chat, sehingga Anda tak perlu lagi berpindah-pindah tab atau aplikasi. Jika menggunakan Assistant, Anda juga dapat mengakses Tasks langsung dari sana. Sedikit informasi tambahan, Reminders yang sudah dibuat di Keep tidak akan dimigrasikan ke Tasks. Reminders akan tetap tersedia di Keep, namun tidak akan ditampilkan lagi di Calendar setelah proses migrasi selesai. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Memulai migrasi Photo Credit: biancoblue (Freepik) Reminders akan bermigrasi secara otomatis ke Google Tasks mulai dari tanggal 22 Mei 2023. Untuk membantu memastikan transisi ini, sebaiknya Anda mengikuti langkah-langkah berikut: Bagi administrator Verifikasi bahwa layanan Tasks telah aktif. Jika layanan Tasks nonaktif, semua data Reminders tidak akan bisa dimigrasikan ke Tasks. Data Reminders akan terhapus secara otomatis mulai 22 Juni 2023. Izinkan penggunaan Google Takeout, jika end-user ingin mengekspor data Reminders dari Calendar dan Assistant mereka. Jika end-user ingin menggunakan Assistant untuk mengelola tugas setelah migrasi, sesuaikan setelan pengguna Search dan Assistant terlebih dahulu. Bagi pengguna akun Google untuk kantor atau sekolah Anda akan melihat notifikasi di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang telah dibuat ke Tasks mulai 12 April 2023. Jika Anda menginginkan salinan data Reminders dan Takeout diaktifkan, ekspor data Reminders Anda sebelum 22 Juni 2023. Bagi pengguna Google dengan akun pribadi Anda akan melihat notifikasi di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang telah dibuat ke Tasks mulai 6 Maret 2023. Jika Anda belum bermigrasi, Reminders dari Calendar dan Assistant akan mulai bermigrasi secara otomatis mulai bulan Mei 2023. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Ketersediaan Bagi pengguna Google Workspace Migrasi sukarela: Extended rollout mulai dari tanggal 12 April 2023 (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Migrasi otomatis: Extended rollout mulai dari tanggal 22 Mei 2023 (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Bagi pengguna dengan Google Account pribadi Extended rollout mulai dari tanggal 6 Maret 2023 (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks ini berlaku kepada seluruh pengguna Google Workspace, G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan akun pribadi. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Dengan migrasi ini, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Menetapkan Nilai Default Label File Google Drive

 Sebelumnya, administrator Workspace dapat membuat, memublikasikan, dan menggunakan label Google Drive untuk menerapkan klasifikasi tingkat file. Fitur ini membantu pengguna mengatur, menemukan, dan mematuhi kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan item Drive. Per 12 April 2023, Google memperluas kemampuan klasifikasi otomatis label Drive untuk mendukung penyetelan nilai label default di samping kemampuan yang sudah ada saat ini untuk menerapkan label secara default. Dengan klasifikasi otomatis ini, admin dapat membuat aturan penambahan label saat file dibuat atau saat kepemilikan file ditransfer. Label default Google Drive Pembaruan ini dapat membantu perusahaan Anda memastikan label penting diterapkan ke file saat pembuatan file. Selain itu, administrator juga dapat menjadikan pemberian label sebagai syarat untuk menegakkan kebijakan tertentu, seperti Data Loss Prevention (Pencegahan Kebocoran Data). Dengan nilai default, konfigurasi label administrator akan lebih spesifik. Fitur ini juga memberikan lebih banyak fleksibilitas kontrol kebijakan saat menetapkan standar kebijakan default perusahaan sehingga administrator tidak perlu kesulitan dalam menetapkan dan mengubah kebijakan. Baca juga: Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Untuk mulai menerapkan label saat pemuatan file, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, masuk ke Menu > Security > Access and data control > Data classification. Jika Anda belum memiliki label apa pun di label manager, maka: Klik opsi Create labels. Buat label baru sesuai kebutuhan Anda. Apabila dibutuhkan, klik Turn on labels untuk mengaktifkan label di dalam label manager. Di bawah opsi Default classification, tepat di sebelah Drive and Docs, klik Manage. Untuk menerapkan pengaturan ini ke semua orang, centang organizational unit (OU) teratas. Namun jika Anda ingin menerapkan pengaturan pada beberapa orang saja, pilih OU turunan atau configuration group. Katakanlah administrator memilih configuration group “Keuangan”, maka pengaturan ini hanya akan berlaku pada file yang dibuat oleh divisi Keuangan perusahaan Anda. Penting untuk diingat, jika ada end-user yang merupakan anggota dari OU dan grup yang menerapkan kebijakan klasifikasi data, maka yang berlaku adalah label grup (hingga limit 20 label). Klik Select labels > Add Label. Pilih label yang ingin Anda gunakan. Perlu diingat, Anda tidak dapat menerapkan kebijakan klasifikasi data dengan label yang dinonaktifkan, label yang diubah tanpa pemberitahuan, atau label yang tidak memiliki daftar bidang dengan daftar pilihan. Opsional, Anda juga dapat menentukan nilai default untuk bidang daftar pilihan. Tentukan nilai dari opsi yang tersedia dan kemudian klik Save. Untuk bidang dengan pilihan ganda, Anda dapat memilih lebih dari satu opsi default. Catatan: Nilai bidang default yang ditetapkan pada grup end-user lebih diutamakan dibanding nilai kolom default yang ditetapkan untuk OU pengguna. Jika end-user tergabung lebih dari satu grup maka nilai bidang default akan diterapkan sesuai urutan prioritas grup. Klik Continue. Jangan lupa untuk mengecek kembali label yang sudah dipilih. Klik Save. Halaman Apply labels akan menampilkan label yang diterapkan di bawah Configuration yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Ketersediaan fitur Photo Credit: Freepik Fitur terbaru Drive untuk Workspace ini diluncurkan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai dari tanggal 12 April 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun fitur ini tidak tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Fundamentals, the Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Frontline, serta rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tidak tersedia untuk Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Fitur nilai label default ini akan membantu Anda dalam memastikan penerapan kebijakan Data Loss Prevention. Itu artinya, dengan menerapkan fitur baru ini, Anda dapat mencegah terjadinya kehilangan data yang tersimpan dalam Drive perusahaan. Fitur baru ini bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai official reseller untuk produk Workspace, kami menyediakan solusi implementasi resmi yang menyeluruh. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Kini Admin Dapat Menginstal Google Chat untuk Direct Message Workspace, Bagaimana Caranya

Aplikasi percakapan Google Chat dapat diintegrasikan dengan tools produktivitas Workspace, memungkinkan Anda berkolaborasi dengan orang lain sekaligus otomatisasi pekerjaan. Google Chat hadir untuk mempermudah kolaborasi Anda dengan tim secara terorganisasi. Dalam update terbarunya, Chat menghadirkan kemudahan yang akan memudahkan Anda saat melakukan instalasi. Mari simak ulasan lengkapnya berikut. Update Google Chat, instalasi jadi makin simpel Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, untuk mulai menggunakan aplikasi di Chat, pengguna harus menginstal aplikasi satu per satu. Namun mulai akhir Maret 2023 ini, administrator bisa langsung menginstal aplikasi Chat untuk direct message pengguna dalam domain mereka di Workspace Marketplace. Pengguna nantinya bisa langsung mengetahui saat aplikasi telah diaktifkan. Ini akan menghilangkan kebutuhan untuk menginstal sendiri aplikasi secara manual. Administrator kemudian dapat menerapkan aplikasi Chat sesuai keinginan mereka, baik itu ke seluruh domain, OU (organizational unit) tertentu, atau grup pengguna melalui kontrol manajemen aplikasi Workspace Marketplace. Baca juga: Pengaturan Ruang Di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Cara install langsung Google Chat untuk pengguna Photo Credit: Google Workspace Updates Administrator dapat menginstal aplikasi Google Chat untuk pengguna di dalam domain Workspace yang sama. Selain itu, administrator juga dapat menentukan siapa saja yang dapat menggunakan aplikasi tersebut. Sebelum menginstal Chat, Anda harus memverifikasi kepemilikan domain. Anda juga harus mengevaluasi keamanan aplikasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan data. Jika ingin mengatur agar aplikasi hanya tersedia bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka terlebih dahulu di OU atau di grup akses. Selanjutnya Anda dapat mendistribusikan aplikasi hanya ke OU atau grup tersebut. Adapun cara instalasi aplikasi Google Chat untuk pengguna di dalam domain Workspace Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace Marketplace apps > Apps list. Klik “Add app to Admin Install list”. Jelajahi Google Workspace Marketplace dan klik aplikasi Google Chat. Klik Admin install > Continue. Periksa persyaratan akses data, persyaratan, dan kebijakan aplikasi. Berikan akses data hanya jika Anda memercayai aplikasi tersebut. Memberikan akses ke aplikasi berbahaya dapat membahayakan data domain Anda. Tentukan tujuan instalasi aplikasi: Untuk menginstal aplikasi bagi semua orang di dalam domain Workspace Anda, pilih opsi “Everyone at your organization”. Untuk menginstal aplikasi hanya untuk pengguna tertentu, pilih opsi “Certain groups or organizational units” > Next. Kemudian pilih OU atau grup tempat Anda ingin menginstal aplikasi. Klik Finish. Setelah instalasi berhasil, sistem secara otomatis akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna. Selanjutnya, pengguna bisa langsung menggunakan aplikasi Chat. Namun perlu diingat, pengguna tidak bisa menghapus aplikasi yang diinstal oleh administrator. Untuk saat ini, belum tersedia opsi untuk instalasi langsung dari Workspace Marketplace bagi pengguna. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah? Ketersediaan Administrator bisa mulai menginstal Google Chat untuk pengguna mulai tanggal 29 Maret 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perilisan dilakukan secara bersamaan, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Opsi instalasi aplikasi Chat langsung tersedia untuk Google Workspace edisi Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Namun tidak tersedia untuk edisi Nonprofits dan pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat Dengan pembaruan ini maka administrator bisa lebih leluasa dalam mengunduh dan menginstal aplikasi Google Chat untuk domain Workspace mereka. Cara ini pun memastikan keamanan penggunaan Chat di dalam lingkungan kerja Anda. Nah, untuk terus menikmati berbagai peningkatan kapabilitas Google Chat, jangan lupa untuk berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh untuk pemasangan Google Workspace, baik itu untuk perusahaan maupun institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive

Bulan Februari 2023 lalu, Google mengumumkan beberapa fitur tambahan yang menawarkan pengalaman baru melalui kapabilitas smart canvas, termasuk penyempurnaan Google Drive yang akan membantu Anda menyelesaikan tugas yang paling sering dilakukan dengan lebih cepat. Pada tanggal 30 Maret 2023 lalu, Google memperkenalkan search chips yang memungkinkan Anda memfilter pencarian menurut kriteria tertentu, seperti jenis file, pemilik file, dan tanggal terakhir diubahnya file. Pemfilteran berdasarkan kriteria ini akan membantu Anda mempersempit dan menemukan file yang relevan dengan lebih cepat dalam tampilan apa pun di seluruh Drive. Tentang search chips Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Sebagai bagian dari smart canvas, search chips di Google Drive hadir untuk memudahkan Anda dalam menyederhanakan dan mendelegasikan tugas yang dikerjakan di Workspace. Dengan smart chips, Anda bisa menerapkan filter dalam melakukan pencarian di Drive. Katakanlah Anda ingin mencari sebuah file dengan format .PDF. Untuk mempersingkat waktu, klik tab search chips (ada di bagian sebelah kanan bilah pencarian Drive). Secara otomatis, akan terbuka dropdown menu yang menampilkan opsi pemfilteran. Klik opsi PDF untuk mempersempit pencarian Anda dengan Drive. Jadi, proses pencarian file pun akan menjadi lebih singkat. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Pengaturan smart chips Photo Credit: rawpixel Untuk menggunakan smart chips di Drive tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Setelah tanggal perilisan fitur, smart chips akan muncul secara otomatis di halaman Drive Anda. Administrator dapat mengunjungi halaman ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pencarian file di Google Drive. Baca juga: Smart Canvas, Kolaborasi Terbaru Milik Google Workspace Ketersediaan fitur Kapabilitas search chips Google Drive dirilis dalam extended rollout mulai dari tanggal 30 Maret 2023 untuk domain rilis cepat (kemungkinan memerlukan waktu lebih dari 15 hari ke depan). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, dilakukan perilisan bertahap mulai dari kuartal kedua tahun 2023 ini. Smart chips tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business lama. Kapabilitas ini juga tersedia bagi pemilik Google Account pribadi. Cara menemukan file di Google Drive Anda dapat mencari file di Google Drive menggunakan file yang direkomendasikan, search chip, maupun pencarian manual. Drive telah menyediakan opsi pemfilteran untuk memudahkan Anda dalam menemukan file. Pencarian dengan search chips memungkinkan Anda untuk melakukan pencarian dengan filter: Jenis file; Pemilik file (termasuk untuk file yang dibagikan kepada Anda); Tanggal sunting file terakhir. Search chips bisa ditemukan pada bagian bawah bilah pencarian dan akan langsung melakukan pencarian pada file, folder, dan subfolder pada halaman Drive yang sedang Anda buka (misalnya, My Drive, Recent, atau Trash). Untuk menghapus search chips, klik ikon “x” di sebelah kanan chip. Sedangkan untuk menghapus seluruh search chips yang ada, klik ikon “x” di bagian akhir chips. Baca juga: Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu? Agar tidak tertinggal fitur baru dari smart canvas, pastikan Anda telah berlangganan Google Workspace. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Workspace

7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace

Browser merupakan gerbang utama yang menghubungkan Anda dengan dunia luar melalui internet. Namun pada waktu yang bersamaan, browser juga bisa menjadi potensi risiko yang membahayakan keamanan data pribadi Anda. Bagi Anda pengguna Google Workspace, dapat mengikuti 7 langkah berikut untuk menjaga keamanan data selama berselancar dengan browser Chrome. Kelola Chrome dengan Cloud Management Cloud Management Google merupakan satu platform tunggal untuk menerapkan kebijakan browser Chrome sekaligus kontrol keamanan di Windows, Mac, Linux, iOS, dan Android. Tanpa biaya tambahan, Anda akan mendapat visibilitas mendalam terhadap browser fleet, termasuk mengetahui browser mana yang sudah usang, ekstensi mana yang sedang digunakan end-user, dan memberikan wawasan tentang potensi risiko keamanan di perusahaan Anda. Photo Credit: Google Security Blog Terapkan perlindungan bawaan terhadap phishing, ransomware & malware Chrome menggunakan teknologi Safe Browsing Google melindungi miliaran perangkat setiap hari dengan menampilkan peringatan kepada pengguna saat mereka mencoba membuka situs berbahaya atau mengunduh file berbahaya. Safe Browsing diaktifkan secara default untuk semua pengguna saat mengunduh Chrome. Administrator dapat mencegah pengguna menonaktifkan Safe Browsing dengan menerapkan kebijakan SafeBrowsingProtectionLevel. Photo Credit: Google Security Blog Aktifkan Enterprise Credential Protections di Chrome Penggunaan ulang kata sandi perusahaan menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Cukup sering, karyawan menggunakan kembali kredensial perusahaan sebagai login pribadi dan sebaliknya. Kadang-kadang, karyawan bahkan memasukkan kata sandi perusahaan mereka ke situs web phishing. Login karyawan yang digunakan kembali memberi jalan mudah bagi penjahat untuk mengakses data perusahaan. Deteksi Chrome Enterprise Password Reuse membantu perusahaan menghindari pencurian identitas dan pelanggaran data dengan mendeteksi saat karyawan memasukkan kredensial perusahaan mereka ke situs web lain mana pun. Google Password Manager di Chrome juga memiliki fitur Password Checkup bawaan yang memberitahu pengguna jika username dan kata sandi telah terekspos. Lansiran kata sandi ditampilkan di Audit Log Audit dan Security Investigation Tool akan membantu admin membuat aturan otomatis atau mengambil langkah yang tepat untuk menguranginya dengan meminta pengguna menyetel ulang kata sandi mereka. Baca juga: Melindungi Keamanan Siswa dengan Kesadaran terhadap Keamanan Siber Manfaatkan Log Audit, Google Security Center, atau SIEM untuk meninjau peristiwa kritis Tim IT dapat memperoleh insight berguna mengenai potensi ancaman keamanan dan peristiwa yang dialami pengguna Google Workspace saat menjelajahi web menggunakan Chrome. Tim TI dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman melalui Security Reporting. Photo Credit: Google Security Blog Lakukan pembaruan keamanan browser Browser modern, seperti software lainnya, dapat memiliki kerentanan “zero day” (kelemahan dalam software yang dapat dieksploitasi oleh penyerang hingga diidentifikasi dan diselesaikan). Untungnya, di antara semua browser, Chrome dikenal dapat menambal kerentanan zero day dengan cepat. Namun, untuk memanfaatkan ini, tim TI harus memastikan bahwa semua browser yang digunakan adalah versi terbaru. Proses pembaruan Chrome dirancang untuk mudah dijalankan dan lancar tanpa menghambat produktivitas pengguna sekaligus menjaga keamanan yang optimal. Baca juga: Menimbang Kembali Open-Source dan Keamanan Multicloud Pastikan karyawan hanya menggunakan ekstensi yang diperiksa Ekstensi dapat menimbulkan risiko keamanan yang besar. Banyak ekstensi meminta izin yang jika disalahgunakan, dapat menyebabkan pelanggaran keamanan atau kehilangan data. Manfaatkan kapabilitas bawaan Chrome seperti Apps & Extensions Usage Report dan Extension Workflow untuk memastikan keamanan ekstensi yang digunakan end-user. Pastikan resource Google Workspace Anda hanya diakses dari Managed Chrome Browser Context-Aware Access memastikan hanya orang yang tepat, dalam kondisi yang tepat, yang dapat mengakses informasi rahasia. Dengan menggunakan Context-Aware Access, Anda dapat membuat kebijakan kontrol akses terperinci untuk aplikasi yang mengakses data Workspace berdasarkan atribut, seperti identitas pengguna, lokasi, status keamanan perangkat, dan alamat IP. Untuk memastikan bahwa resource Google Workspace Anda hanya diakses dari browser Chrome terkelola dengan perlindungan diaktifkan, atur tingkat akses dalam mode Advanced menggunakan Common Expressions Language (CEL). Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengamankan data penting di lingkungan kerja Anda. Terapkan langkah-langkah di atas agar keamanan data tetap terjaga. Pastikan juga Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Chrome Cleanup Tool Dinonaktifkan, Apa yang Harus Dilakukan

Terhitung mulai pembaruan Chrome 111, Google akan mulai menonaktifkan Chrome Cleanup Tool, aplikasi yang didistribusikan ke pengguna Chrome di Windows untuk membantu menemukan dan menghapus software yang tidak diinginkan (unwanted software, UwS). Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna dalam menghadapi perubahan ini? Mengenal Chrome Cleanup Tool Chrome Cleanup Tool mulanya diperkenalkan Google pada tahun 2015 untuk membantu pengguna memulihkan setelan perangkat mereka dari perubahan yang tidak terduga, sekaligus untuk mendeteksi dan menghapus software yang tidak diinginkan. Hingga tahun 2023 ini, Chrome Cleanup Tool telah melakukan lebih dari 80 juta pembersihan, membantu membuka jalan bagi pengguna dalam mengunduh aplikasi secara aman dan bersih. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Perubahan lanskap cleanup tool Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Dalam beberapa tahun terakhir, muncul beberapa hal yang membuat kebutuhan aplikasi Chrome Cleanup Tool perlu dievaluasi kembali. Pertama, telah terjadi perubahan perspektif pengguna. Keluhan pengguna Chrome terhadap UwS terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir (rata-rata turun sekitar 3% tiap tahunnya). Misalnya, pada bulan Februari 2023 lalu, hanya terjadi 0,06% pemindaian Chrome Cleanup Tool oleh pengguna yang mendeteksi UwS. Kedua, muncul beberapa perubahan positif dalam ekosistem platform. Hal ini kemudian berkontribusi pada kebiasaan pengguna yang cenderung lebih proaktif dibanding reaktif. Contohnya, mengaktifkan Google Safe Browsing dan menggunakan software antivirus yang dapat memblokir UwS berbasis file dengan lebih efektif (yang mana ini adalah tujuan awal dari Chrome Cleanup Tool). Saat UwS berbasis file kemudian bermigrasi ke ekstensi, Google melakukan peninjauan Chrome Web Store yang kemudian membantu menangkap ekstensi berbahaya yang melanggar kebijakan. Terakhir, telah terjadi perubahan tren dalam ruang malware dengan teknik semacam Cookie Theft yang kini tengah meningkat. Oleh karenanya, Chrome menggandakan pertahanan terhadap malware tersebut melalui berbagai peningkatan, termasuk alur kerja autentikasi yang ditingkatkan dan heuristic canggih untuk memblokir phising dan social engineering emails, malware landing pages, dan juga unduhan dari internet. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Lalu, apa yang berubah? Photo Credit: Freepik Mulai dari update Chrome 111, pengguna tidak lagi dapat meminta pemindaian Chrome Cleanup Tool melalui Safety Check atau memanfaatkan opsi “Reset settings and cleanup” yang ditawarkan melalui chrome://settings di Windows. Selain itu, Chrome juga akan menghapus komponen yang memindai perangkat Windows secara berkala dan meminta pengguna melakukan pembersihan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kini bahkan tanpa Chrome Cleanup Tool, pengguna secara otomatis dilindungi oleh Safe Browsing di Chrome. Pengguna juga memiliki opsi untuk mengaktifkan Enhanced protection (Perlindungan yang ditingkatkan) dengan membuka chrome://settings/security. Mode ini secara substansial meningkatkan perlindungan dari situs web berbahaya dan unduhan dengan berbagi data real-time menggunakan Safe Browsing. Meski sekarang Chrome Cleanup Tool telah dinonaktifkan, pengguna bisa tetap memberikan masukan dan saran selama pemakaian aplikasi dalam memerangi UwS selama 8 tahun terakhir. Anda dapat mengirimkan feedback melalui halaman ini atau dengan mention akun Twitter @googlechrome. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Menghilangnya Chrome Cleanup Tool bukan berarti pengguna akan kehilangan proteksi terhadap ancaman keamanan siber yang mengancam mereka selama melakukan unduhan di internet. Chrome terus melakukan peningkatan sehingga browser memiliki sistem pengamanan yang lebih ketat untuk mencegah munculnya UwS. Perlindungan tersebut akan semakin optimal jika dikombinasikan dengan rangkaian produktivitas Google Workspace. Dengan Workspace, tidak hanya alur unduhan Anda saja yang terlindungi, tapi juga seluruh bagian alur kerja. Dapatkan rangkaian produktivitas Workspace melalui partner resmi Google seperti EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi beserta penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!  

Google Workspace

Peningkatan Fitur Pengaturan Konten Google Docs

Google baru saja meluncurkan peningkatan pada opsi pemformatan dan penyesuaian untuk daftar isi (table of contents) di Docs. Dengan peningkatan ini, Anda akan memiliki opsi untuk: Berpindah di antara tiga gaya default Docs. Mengalihkan nomor halaman. Mengalihkan gaya tab leader (dengan menambahkan garis antara judul dan nomor halaman). Menyertakan dan membuat indentasi heading berdasarkan level. Peningkatan ini hadir untuk memudahkan Anda dalam menyempurnakan judul dan headings dokumen Anda yang dibuat di Docs. Lalu, bagaimana cara mengaktifkannya? Peningkatan fitur heading di Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan terbaru dari Google Docs ini hadir untuk menyederhanakan proses penyusunan konten dokumen Anda. Hanya dengan beberapa klik saja, kini Anda dapat mengatur dan menyesuaikan daftar isi serta heading dokumen. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Bukan hanya itu saja, Google Docs juga menata ulang opsi yang disertakan pada sidebar properties untuk memudahkan Anda menemukan dan menggunakan pemformatan tabel. Anda dapat menemukannya pada bagian Cell baru dengan opsi pemformatan khusus sel yang lebih jelas di bagian sidebar properti tabel. Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai menggunakan fitur Peningkatan fitur Docs ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. End-user cukup mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mulai menggunakan fitur: Untuk tabel Klik menu Insert > Table > Table options (tombol ada di bagian atas toolbar untuk membuka Table properties sidebar). Anda juga bisa klik kanan pada sebuah tabel dan pilih opsi Table properties untuk membuka sidebar. Google telah menyediakan dokumentasi khusus yang bisa Anda akses di sini. Untuk daftar isi Jika Anda ingin mengatur konten daftar isi (table of contents), cukup buka menu Insert > Table of contents. Pada mode paginasi (paginated), tersedia tiga opsi layout (tata letak) daftar isi yang bisa Anda pilih, yaitu: Plain text Dotted Links Dengan fitur ini, Anda bisa membuat daftar isi yang rapi dan teratur tanpa perlu memakan banyak waktu di Google Docs. Untuk membuka sidebar pengaturan, klik kanan pada draf daftar isi yang baru dibuat dan kemudian pilih opsi Table of contents options. Baca juga: Pembaruan Fitur Google Docs: Tampilkan Non-Printing Characters Ketersediaan fitur Masing-masing kapabilitas yang disebutkan di sini dirilis pada waktu yang berbeda-beda. Berikut adalah rincian lengkapnya: Table of Contents: Dirilis secara bertahap untuk domain rilis cepat dan dimulai pada tanggal 20 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sementara untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan utuh pada tanggal 3 April 2023 (kemungkinan butuh waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Table sidebar: Baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal dilakukan perilisan bertahap mulai dari tanggal 16 Maret 2023 (kemungkinan butuh waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Peningkatan fitur Google Docs ini tersedia bagi seluruh pelanggan Googlo Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, fitur juga dapat diakses oleh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs   Itu dia pembahasan mengenai pembaruan Google Workspace berupa peningkatan fitur Google Docs. Untuk menggunakan Workspace dengan optimal, Anda bisa berlangganan edisi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, Workspace for Business untuk bisnis atau Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller dan partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Google Workspace

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-side Encryption Google Docs

Google Workspace menyediakan kunci enkripsi pribadi untuk mengenkripsi data perusahaan (seperti file dan email). Dengan client-side encryption (CSE) ini, enkripsi konten akan ditangani di browser klien sebelum data apa pun dikirim atau disimpan di penyimpanan berbasis cloud Google. Itu artinya, server tidak dapat mengakses kunci enkripsi dan mendekripsi data Anda. Setelah menyiapkan CSE, Anda dapat memilih pengguna mana yang dapat membuat konten dengan CSE dan membagikan atau mengirimkannya. Kini, Anda dapat memilih untuk menambahkan CSE ke dokumen yang sudah ada atau menghapusnya dari dokumen yang sudah dienkripsi. Pembaruan ini memberi Anda fleksibilitas untuk mengontrol enkripsi saat tengah mengerjakan dokumen atau saat mengembangkan proyek. Bagaimana cara menggunakannya? Mari simak ulasan berikut! Mengapa menggunakan client-side encryption? Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data saat dalam posisi rest maupun transit antar fasilitas untuk semua layanan. Selain itu, Gmail juga sudah menggunakan TLS (Transport Layer Security) untuk berkomunikasi dengan penyedia layanan email lainnya. Namun, dengan CSE, Anda memiliki kontrol langsung atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Kontrol tambahan ini dapat membantu Anda memperkuat kerahasiaan data sensitif atau yang diatur. Perusahaan Anda mungkin perlu menggunakan CSE karena berbagai alasan. misalnya: Privasi: Perusahaan Anda bekerja dengan kekayaan intelektual yang sangat sensitif. Kepatuhan terhadap peraturan: Perusahaan atau instansi Anda beroperasi dalam industri yang sangat diatur, seperti kedirgantaraan dan pertahanan, layanan keuangan, atau pemerintahan. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Mulai menggunakan CSE di Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Client-side encryption Google Workspace dapat diaktifkan pada level domain, organizational unit (OU), dan Group levels). Untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya, administrator cukup mengakses halaman Admin console dan masuk ke menu Security > Access and data control > Client-side encryption. Setelah CSE diaktifkan oleh administrator, end-user bisa langsung mengenkripsi data mereka sebelum membagikan atau mengirimkannya (prosedur CSE dapat diterapkan pada data yang dibagikan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan). Data dapat berupa file yang tersimpan di Drive, maupun file yang sedang Anda kerjakan di Docs, Sheets, dan juga Slides. Baca juga: Menggunakan Access Approvals untuk Mengontrol Akses Data Selama Pemeliharaan Ketersediaan CSE Photo Credit: Freepik CSE Google Workspace dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat, dimulai pada tanggal 23 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Di sisi lain, domain rilis terjadwal dimulai pada 6 April 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). CSE Google Workspace tersedia untuk edisi Enterprise Plus, Education Standard, serta Education Plus. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia untuk Umum, Ini Kegunaannya Dengan hadirnya client-side encryption untuk Google Docs, Anda bisa memberikan keamanan tambahan untuk tiap file dan proyek yang sedang dikerjakan di Docs. Sebab, seluruh data sensitif di Docs tidak akan dapat dibaca oleh server Google. Selain Docs, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi dan dilindungi oleh CSE, seperti Gmail, Slides, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara aman dan mudah. Ingin mulai menerapkan Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker

Tahun 2020 lalu, Google memperkenalkan fitur Connected Sheets untuk aplikasi Sheets. Fitur tersebut hadir untuk membantu Anda menganalisis, memvisualisasikan, dan membagikan miliaran baris data dari spreadsheet. Setelah diperkenalkan kepada publik, fitur Connected Sheets terus mengalami pengembangan dan penyempurnaan. Belum lama ini, Google mengumumkan bahwa Anda kini dapat menjelajahi instance Looker yang di-hosting Google Cloud menggunakan Connected Sheets. Akhir Maret 2023 lalu, Google mengembangkan kapabilitas tersebut dengan menyediakan akses Connected Sheets untuk instance Looker yang di-hosting oleh penyedia di luar Google Cloud, seperti AWS (Amazon Web Service) dan juga Azure. Connected Sheets untuk penyedia di luar Google Cloud Photo Credit: Google Workspace Updates Perluasan akses Connected Sheet untuk instance Looker yang di-hosting oleh penyedia non-Google Cloud ini memberikan kemudahan bagi Anda. Tak perlu lagi menggunakan alat atau aplikasi pihak ketiga untuk bisa menghubungkan Connected Sheet dari Looker dari penyedia di luar Google Cloud, seperti Azure maupun AWS. Perluasan fitur ini telah tersedia untuk seluruh pengguna Google Cloud yang berlangganan Workspace, termasuk pengguna dengan Google Account pribadi (tidak termasuk pengguna yang menggunakan paket produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business). Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Agar end-user bisa menggunakan perluasan fitur ini, administrator harus sudah mengaktifkan Connected Sheets for Looker di menu Looker Admin. Google juga telah menyediakan dokumentasi yang bisa Anda kunjung kapan saja mengenai penggunaan Connected Sheets di sini. Setelah Connected Sheets for Looker sudah diaktifkan oleh administrator, maka end-user cukup mengikuti langkah-langkah berikut untuk menjelajahi data Looker dengan Connected Sheets: Di Google Sheets, buka menu Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker yang ingin Anda jelajahi, misalnya: https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda perlu memberikan otorisasi Sheets untuk bisa mengakses data Looker. Setelah terhubung ke Explore, Anda bisa langsung melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Sheets. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Menggunakan Connected Sheets untuk perusahaan Anda Anda dapat mengakses, menganalisis, memvisualisasikan, dan membagikan miliaran baris data dari spreadsheet dengan Connected Sheets. Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya untuk: Melakukan kolaborasi dengan mitra, analis, atau pemangku kepentingan lainnya dalam antarmuka spreadsheet yang sudah dikenal. Mengizinkan pengguna mendelegasikan akses ke kolaborator. Memastikan satu sumber data yang tepercaya untuk analisis tanpa ekspor .csv tambahan. Anda dapat menjalankan kueri dari Connected Sheets di BigQuery atau Looker secara manual atau sesuai jadwal yang ditentukan. Sheets menyimpan hasil kueri ini di spreadsheet sehingga Anda dapat menganalisis dan membagikannya. Untuk melihat query events Connected Sheets buka Drive log events. Tutorial selengkapnya mengenai penggunaan Connected Sheets bisa Anda akses di sini. Menggunakan Connected Sheets dengan VPC Service Controls VPC Service Controls tidak mendukung Google Sheets untuk BigQuery. Oleh karenanya, Anda mungkin tidak bisa mengakses data BigQuery yang dilindungi oleh VPC Service Controls. Namun, jika Anda memiliki izin yang diperlukan dan memenuhi batasan akses, bisa dilakukan konfigurasi perimeter VPC Service Controls untuk mengizinkan kueri yang dikeluarkan Connected Sheets. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis agar lebih mudah dalam penyusunan workflows maupun aplikasi. Fitur Connected Sheets yang terhubung dengan Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kami menyediakan produk resmi berlisensi yang. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Scroll to Top