EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon di Negara Lain

Sebelumnya, pelanggan Google Voice Standard hanya dapat menetapkan nomor telepon di negara langganan mereka. Per 21 Desember 2022, pelanggan Standard di Kanada, Eropa, dan AS dapat menetapkan nomor telepon ke negara mana pun yang didukung di wilayah mereka: Pelanggan di Eropa dapat menetapkan nomor telepon di negara-negara Eropa yang didukung. Pelanggan di Kanada dan AS dapat menetapkan nomor telepon di kedua negara. Perubahan ini memberi pelanggan Standard fleksibilitas untuk menerapkan Voice di berbagai negara tempat mereka beroperasi dalam wilayah yang sama. Ketersediaan fitur Pembaruan ini dirilis secara langsung, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Pembaruan dirilis serentak pada tanggal 21 Desember 2022 dan bisa langsung digunakan oleh pelanggan Google Voice Standard tanpa pengaturan tambahan. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Cara kerja tagihan Voice Anda akan mendapatkan tagihan Google Voice di konsol Google Admin. Faktur menampilkan tagihan bulanan Anda. Jika pelanggan membeli Voice dari partner resmi Google, merekalah yang akan melakukan penagihan. Saat penagihan Voice dimulai Setelah Anda mendaftar ke Voice, maka penagihan akan dimulai pada awal bulan berikutnya. Katakanlah Anda mulai berlangganan pada bulan Januari, maka tagihan akan dimulai pada awal Februari. Setelah itu, siklus penagihan berlanjut secara otomatis di setiap awal bulan. Anda akan ditagih untuk jumlah pengguna yang ada di perusahaan atau institusi Anda per hari selama bulan sebelumnya. Pembayaran prorata dapat terjadi, misalnya, jika Anda mendaftar di pertengahan bulan atau menambahkan pengguna selama siklus penagihan. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Bagaimana pembayaran Voice dihitung Total tagihan bulanan Anda untuk langganan Voice bergantung pada 3 faktor: Jenis langganan Photo Credit: Google Workspace Admin Help Nomor lisensi yang ditetapkan Setiap pengguna Voice memerlukan lisensi dan nomor telepon. Anda dikenai biaya bulanan untuk jumlah lisensi Voice yang telah ditetapkan kepada pengguna, berdasarkan tarif langganan di atas. Tagihan bulanan juga mencakup kuota untuk nomor baru dan yang ditransfer, sama dengan jumlah lisensi Voice yang Anda tetapkan. Misalnya, jika Anda memberikan lisensi Voice kepada 50 pengguna, Anda dapat menetapkan satu nomor telepon baru atau porting untuk setiap pengguna tersebut. Nomor mereka berlaku untuk kuota 50 nomor baru dan 50 nomor porting. Kuota yang tersisa dapat digunakan untuk penjawab otomatis dan ring group. Anda tidak dikenai biaya untuk nomor yang ditetapkan ke penjawab otomatis dan ring group. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Berdasarkan jumlah lisensi dan edisi Workspace Anda, Google Voice juga menyertakan nomor tambahan untuk penjawab otomatis dan ring group. Google saat ini tidak mengenakan biaya untuk nomor yang melebihi kuota Anda, namun tambahan =biaya kemungkinan akan penerapan di masa mendatang. Google akan memberi tahu Anda saat ada perubahan yang dimulai. Untuk mempersiapkan batasan dan tagihan yang akan datang. Catatan: Jika Anda menyiapkan pemberian lisensi otomatis, pengguna di tempat kerja Anda akan mendapatkan lisensi Voice secara otomatis dan dikenai biaya bulanan. Tagihan untuk panggilan berbayar Perusahaan Anda akan dikenai biaya saat pengguna melakukan panggilan ke tujuan berbayar. Catatan: Sebagian besar panggilan dari nomor Voice Eropa ke nomor ponsel dan telepon rumah Eropa tidak dikenakan tarif domestik dan internasional, serta sudah termasuk dalam biaya lisensi Google Voice. Tidak termasuk panggilan ke nomor tarif non-standar, seperti tarif premium, biaya bersama, akses universal, dan nomor non-geografis. Baca juga: Cara Menggunakan SIP Link untuk Menautkan Nomor Telepon Lokal ke Google Voice Hadirnya fitur baru Google Voice ini hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna, sekaligus membuktikan komitmen Google Workspace untuk mewujudkan ekosistem produktivitas kolaboratif yang mulus dan praktis. Tertarik untuk menggunakan solusi produktivitas kolaboratif dari Google Workspace? Meski layanan Google Voice masih belum tersedia di Indonesia, Anda masih bisa tetap menikmati berbagai layanan dan aplikasi lainnya seperti Google Docs, Sheets, dan Slides, tentunya dengan kapabilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk implementasi Workspace di tempat kerja Anda, EIKON Technology adalah solusinya. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, resmi, dan bergaransi. Untuk mulai konsultasi penerapan, hubungi kami di sini

Google Meet, Google Workspace

Filter Google Meet Kini Hadir dengan Lebih Banyak Opsi, Bagaimana Cara Mengaktifkannya

Pengguna Google Workspace kini dapat mengakses lebih banyak pilihan efek filter Google Meet, baik untuk versi web maupun mobile. Filter baru tersebut di antaranya adalah loghead, strawberry, dan working bunny. Hadirnya filter baru ini diharapkan dapat membantu menghadirkan unsur kesenangan ke dalam rapat. Efek dapat ditemukan di panel “effects” dan dapat ditambahkan sebelum atau selama panggilan berlangsung. Filter baru Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menghadirkan unsur kesenangan dalam virtual meeting, Google Meet menghadirkan beberapa pilihan filter animasi yang dapat menyesuaikan gerak-gerik pengguna secara otomatis. Pada 21 Desember 2022 lalu, Google meluncurkan beberapa filter baru yang bisa dipilih pengguna untuk digunakan saat melakukan virtual meeting. Filter baru ini berlaku untuk versi web maupun mobile. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi Untuk Framing di Konsol Admin Kontrol administrator Admin dapat mengontrol apakah efek ini aktif atau nonaktif untuk penggunanya—secara default, setelan ini adalah: OFF untuk pengguna Google Workspace Education. ON untuk semua edisi Google Workspace lainnya, termasuk pengguna Google Workspace individu. Mulai menggunakan filter Google Meet Photo Credit: DCStudio (Freepik) Admin: Untuk mengontrol ketersediaan efek ini, buka Apps > Google Workspace > Settings for Google Meet > Meet video settings in the Admin console. Anda juga dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut cara mengontrol apakah pengguna dapat mengubah latar belakangnya di Meet. End-user: Jika fitur ini sudah diaktifkan oleh admin, maka Anda pun bisa langsung menggunakannya. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut cara menggunakan efek video dan mengubah latar belakang Anda di Google Meet. Perlu diingat bahwa efek filter tidak akan muncul di antara rapat, panggilan, atau ruang kerja kelompok dan saat ini tidak dapat digabungkan dengan latar belakang atau style Google Meet. Baca juga: Update Google Meet Hardware, Kini Tersedia Lebih Banyak Opsi Pembingkaian Mengganti filter sebelum meeting Buka Google Meet > pilih rapat. Di kanan bawah tampilan diri Anda, klik Apply visual effects. Untuk memburamkan latar belakang sepenuhnya, klik Blur your background. Untuk sedikit memburamkan latar belakang Anda, klik Slightly blur your background. Untuk memilih latar belakang yang telah diunggah sebelumnya, pilih background yang diinginkan. Untuk mengunggah gambar Anda sendiri sebagai latar belakang, klik Upload a background image. Untuk menambahkan style ke video Anda, pilih style yang diinginkan. Untuk memilih filter, ketuk Filter > pilih filter yang ingin digunakan. Tips: Jika filter bersifat interaktif, ikuti petunjuk di layar untuk mengaktifkannya. Klik Join Now. Mengganti filter saat meeting Di bagian bawah, klik More. Klik Apply visual effects. Untuk memburamkan latar belakang sepenuhnya, klik Blur your background. Untuk sedikit memburamkan latar belakang Anda, klik Slightly blur your background. Untuk memilih latar belakang yang telah diunggah sebelumnya, pilih background yang diinginkan. Untuk mengunggah gambar Anda sendiri sebagai latar belakang, klik Upload a background image. Untuk menambahkan style ke video Anda, pilih style yang diinginkan. Untuk memilih filter, ketuk Filter > pilih filter yang ingin digunakan. Tips: Jika filter bersifat interaktif, ikuti petunjuk di layar untuk mengaktifkannya. Perlu diingat. kamera akan otomatis dihidupkan saat Anda mengeklik efek. Perangkat mungkin melambat saat Anda menggunakan efek dan latar belakang. Anda mungkin ingin mematikan fitur ini agar aplikasi lain dapat berjalan lebih cepat. Ketersediaan fitur Efek filter baru Google Meet ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Waktu perilisan kedua domain tersebut sama, yakni mulai dari tanggal 21 Desember 2022 (kemungkinan besar akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Efek filter ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi para pelanggan G Suite Basic dan juga G Suite Business lama. Filter pun tersedia bagi semua pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Miro X Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif Google Meet hingga kini masih menjadi aplikasi andalan untuk melakukan virtual meeting. Selain filter Google Meet yang baru, Google juga menghadirkan beragam integrasi menarik untuk memudahkan pekerjaan Anda dengan Workspace. Dapatkan Google Workspace for Business untuk mendukung produktivitas kerja Anda dalam skala besar hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk-produk Google resmi beserta layanan konsultasi untuk pemasangan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Google Workspace

Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor

Google Workspace baru saja memperkenalkan kemampuan baru untuk data ekspor, memberikan pelanggan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pemindahan data mereka. Pembaruan ini mencakup opsi untuk: Ekspor konten buatan pengguna menurut unit organisasi (OU). Ekspor konten buatan pengguna berdasarkan grup. Kemudahan data ekspor Google Workspace Secara historis, data ekspor terbatas pada konten yang dibuat pengguna. Namun, terkadang pelanggan membutuhkan pengalaman yang lebih lancar untuk mengelola data ekspor mereka, terutama karena kebutuhan bisnis dan compliance mereka terus berkembang. Dengan menyediakan alat ekspor yang lebih terperinci dan fleksibel, kini pelanggan Google Workspace dapat mengambil data spesifik yang diperlukan, saat mereka membutuhkannya. Baca juga: Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda Sebelum 30 Januari 2023 Ketersediaan fitur Photo Credit: lookstudio (Freepik) Fitur baru ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Semuanya dimulai pada tanggal 20 Desember 2022 dan kemungkinan besar akan membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Kemudahan data ekspor ini tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Namun belum tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Panduan data ekspor skala besar Google Workspace Anda dapat mengekspor semua data perusahaan Anda ke arsip Google Cloud Storage dan mengunduhnya dari sana. Data Export tool akan mengekspor semua data yang didukung untuk seluruh pengguna. Anda kemudian dapat mengunduh data yang diekspor secara selektif berdasarkan pengguna dan layanan. Untuk mengizinkan pengguna mengunduh datanya, aktifkan layanan Google Takeout terlebih dahulu. Baca juga: Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Ekspor data pengguna Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Anda harus masuk sebagai super administrator untuk tugas ini. Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, pada panel kanan di bawah Tools, klik Data Export. Klik Start export. Saat ekspor Anda selesai, segera lihat dan unduh data yang diekspor. Data yang diekspor tersedia di Cloud Storage selama 30 hari, lebih dari itu, data akan dihapus secara permanen. Lihat dan unduh data yang diekspor Sebelum memulai: Pastikan Google Cloud diaktifkan untuk akun Anda. Untuk mengetahui detailnya, lihat dokumentasi Google Cloud ini. Di email konfirmasi Anda atau di Data Export tool, klik Access archive. Perlu diingat, hanya admin yang memulai ekspor yang mendapatkan notifikasi email, namun semua administrator super dapat mengakses ekspor. Tinjau status ekspor di konsol Admin atau di Google Cloud Storage: Laman Data Export di konsol Admin menampilkan salah satu indikator status berikut untuk arsip ekspor: Failed—Tidak ada data yang diekspor Complete with errors—Beberapa data hilang dari arsip Complete. Selesai—Semua data telah diekspor Dalam arsip di Cloud Storage, laporan ekspor menyertakan ringkasan kegagalan jika terjadi kesalahan. Jika ekspor mengalami kesalahan, Anda dapat mencoba mengekspor data yang hilang saja. Saat Anda siap untuk melihat dan mengunduh data yang diekspor, di arsip di Cloud Storage, klik root folder. Root folder berisi daftar folder pengguna. Setiap folder pengguna berisi file zip dari data pengguna tersebut. Beberapa data, seperti file di drive bersama, dimiliki oleh akun layanan, bukan oleh pengguna. Di arsip ekspor, akun layanan diberi nama “Resource“. Klik file zip untuk mengunduh data pengguna. Buka file zip untuk meninjau data pengguna. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Google Workspace terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang akan memudahkan Anda dalam data ekspor skala besar. Optimalkan proses ekspor data Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode

Tahun 2021 lalu, Google Workspace meluncurkan smart canvas, sebuah fitur yang memudahkan pengguna untuk berkolaborasi. Dengan fitur tersebut, Anda bisa lebih mudah terhubung, fokus pada waktu, hingga mengubah gagasan menjadi suatu aksi nyata. Sejak diluncurkan, smart canvas terus dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan. Paling baru, smart canvas di Google Docs memungkinkan Anda untuk mempresentasikan kode dengan proses yang lebih sederhana. Smart canvas di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Blog Model kerja hybrid yang terus berkembang belakangan ini memunculkan tantangan baru dalam aspek kolaborasi—bagaimana tim bisa tetap terhubung saat mereka bekerja, meski tiap orang berada di lokasi yang berbeda? Smart canvas membangun koneksi yang lebih dalam di seluruh jaringan Google Workspace untuk memudahkan para pelanggan berkolaborasi, di mana pun mereka berada. Salah satu kapabilitas andalan smart canvas, yakni @-mentions memungkinkan pengguna Workspace untuk melibatkan orang lain sekaligus menyertakan dokumen pendukung dalam satu tugas. Kapabilitas ini akan menghubungkan orang, konten, dan acara tanpa hambatan. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia Di Google Docs, Berikut Cara Menggunakannya Code block di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Salah satu pengembangan terbaru smart canvas di Google Docs adalah building block berupa code block. Block baru ini memungkinkan Anda dan kolaborator dokumen untuk menampilkan kode dan kemudian menerapkan gaya secara manual dengan menyorot sintaks. Dengan begitu Anda dapat memvisualisasikan kode dengan standar industri, membuat kode mudah dibaca, dan tentunya kolaborasi pun jadi lebih mudah. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Mulai menggunakan fitur Code block dari smart canvas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Kapabilitas akan muncul secara otomatis setelah pembaruan Google Docs. Itu artinya, pengguna bisa langsung menggunakan code block di Google Docs. Untuk memasukkan code block smart canvas, Anda cukup menekan Insert > Building blocks > Code blocks > pilih bahasa pemrograman Anda atau cari @ (Google menyediakan bahasa C/C++, Java, Javascript, Python, dan Unset. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai code block dari smart canvas, Anda bisa mengunjungi dokumentasi ini. Ketersediaan fitur Building block baru yang tersedia di Google Docs ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun untuk domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 14 Desember 2022 (kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 3 Januari 2023 (kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas baru Google Docs ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan juga Nonprofits. Namun kapabilitas ini tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta G Suite Basic dan Business. Fitur juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Untuk mulai menggunakan building block baru Google Docs. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Workspace

Halaman Kontrol Terkonsolidasi Baru untuk Google Takeout

Google Takeout atau terkadang disebut Download Your Data, merupakan sebuah proyek dari Google Data Liberation Front yang memungkinkan pengguna produk Google, seperti YouTube dan Gmail, untuk mengekspor data mereka ke file arsip yang dapat diunduh. Halaman kontrol baru Google Takeout Photo Credit: Google Workspace Admin Help Mulai tanggal 15 November 2022, admin dapat mengelola setelan Takeout dari halaman kontrol gabungan yang baru, yang terletak di Admin console > Account > Google Takeout > User access to Takeout for Google services. Bersamaan dengan ini, Google Takeout juga meluncurkan halaman baru. Setelah perilisan halaman baru ini maka halaman pengaturan Takeout yang sebelumnya ada pada Admin tidak tersedia lagi. Setelah peluncuran selesai, admin dapat mengubah setelan Takeout dari halaman kontrol gabungan yang baru dan dari halaman setelan tambahan untuk layanan dengan kontrol Takeout individu. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Layanan yang tersedia untuk Google Takeout Layanan dengan kontrol Takeout bersama: Sebagian besar layanan Google, seperti Drive atau Classroom, tidak memiliki kontrol Takeout sendiri. Sebagai gantinya, Anda dapat mengizinkan atau tidak mengizinkan Takeout untuk semua layanan ini. Layanan dengan kontrol Takeout individu: Pilih pengaturan Takeout untuk setiap layanan ini. Misalnya, mengizinkan pengguna memakai Takeout untuk Google Foto dan YouTube, tetapi tidak untuk Google Pay. Layanan dengan kontrol Takeout bersama Layanan dengan kontrol Takeout individu Izinkan atau jangan izinkan Takeout untuk Drive, Gmail, Calendar, Contacts, dan layanan Google lainnya. Namun Anda tidak dapat membatasi Takeout ke layanan atau grup layanan tertentu. Izinkan atau jangan izinkan Takeout untuk layanan: Blogger * Google Books Google Maps Google Pay * Google Photos Google Play * Google Play Console * Location History * YouTube *Catatan: Pengguna yang berusia di bawah 18 tahun akan dilarang menggunakan layanan ini dengan akun Google Workspace for Education mereka, meskipun layanan ini diaktifkan. Pengaturan Takeout default Untuk Google Workspace secara umum, kontrol Takeout disetel menjadi Allowed secara default. Untuk Google Workspace for Education K-12, kontrol Takeout bersama disetel ke Not Allowed, dan kontrol individu Takeout disetel ke Allowed secara default. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Mulai mengaktifkan fitur Photo Credit: Google Workspace Admin Help Super Admin dan admin Service Settings: Fitur ini akan tersedia untuk admin dengan izin layanan. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara mengizinkan atau memblokir Google Takeout untuk pengguna. End-user: Pengguna dapat menggunakan layanan di mana Takeout telah disetujui oleh admin. Pelajari lebih lanjut cara mengunduh data Google Anda di sini. Ketersediaan fitur Fitur baru Google Takeout ini dirilis secara bertahap mulai pada tanggal 15 November 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Proteksi Baru terhadap Perubahan Konfigurasi Google Workspace, Seperti Apa? Dengan hadirnya upgrade ini, sekarang admin dapat menentukan dari layanan mana pengguna diizinkan atau tidak diizinkan untuk mengekspor data melalui Google Takeout, cukup melalui Admin console saja. Untuk menikmati kemudahan Google Takeout ini, Anda dapat berlangganan paket Google Workspace for Business yang tersedi di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Workspace

Menggunakan Access Approvals untuk Mengontrol Akses Data Selama Pemeliharaan Sistem

Google Workspace baru saja meluncurkan Access Approvals, yang didesain berdasarkan Access Transparency dan Access Management. Fitur baru ini memungkinkan pelanggan Workspace untuk secara eksplisit menyetujui atau menolak akses ke data selama pemeliharaan umum berlangsung. Sebelumnya Google memang telah merancang sistem mereka untuk membatasi jumlah karyawan yang memiliki akses ke data pelanggan dan secara aktif memantau aktivitas karyawan tersebut. Access Approvals memungkinkan pelanggan Workspace menyiapkan kontrol terperinci, baik di tingkat organizational unit atau grup admin, untuk meminta izin eksplisit bagi Google agar dapat mengakses konten dalam jangka waktu terbatas. Fitur Access Approvals Photo Credit: Google Workspace Updates Access Approvals memberikan kontrol kepada admin atas cara Google mengakses data saat pemeliharaan sedang berlangsung. Yang paling penting, fitur baru ini memberi pelanggan kemampuan untuk menyetujui atau menolak akses atas permintaan individu. Update ini, bersama dengan Sovereign Controls for Google Workspace, Client-side encryption, region data, dan kemampuan Access Management, memberikan solusi bagi para pelanggan untuk mencapai kedaulatan digital mereka. Baca juga: Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda Sebelum 30 Januari 2023 Ketentuan Access Approvals Untuk menggunakan Access Approvals, Anda memerlukan add-on Google Workspace Assured Controls. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari Access Approvals, sebaiknya memilih paker berlangganan, karena Access Approvals events akan muncul di log Access Transparency. Bagi administrator dengan Enterprise Plus, masing-masing OU dapat memiliki pengguna di beberapa tingkat langganan. Jika Anda menggunakan Access Approvals dan menetapkan kebijakan untuk OU tertentu, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pengguna dalam OU berlisensi Assured Controls. Sebagai administrator, Access Approvals for Google Workspace mewajibkan staf Google yang dapat mengambil tindakan dukungan terkait data perusahaan Anda untuk meminta persetujuan sebelum melihat data yang diperlukan untuk pemeliharaan. Perlu diingat, staf Google hanya dapat mengakses data Anda untuk menyediakan layanan dukungan, memenuhi kewajiban kontrak dan hukum, serta melindungi atau memelihara sistem. Access Approvals hanya mencakup data layanan inti tertentu. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Mulai menggunakan Access Approvals Photo Credit: DCStudio (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin Anda di admin.google.com. Pastikan untuk masuk menggunakan akun administrator Anda, dan bukan akun Gmail pribadi Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Account > Account settings > Access Approvals. Untuk menyiapkan Access Approvals di seluruh domain Anda, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU atau grup turunan. Centang kotak berikut: “Require Google staff to request approval before viewing data necessary for support services” Klik Save. Klik Override jika Anda menyiapkan Access Approvals untuk OU turunan. Ketersediaan fitur Access Approvals dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan untuk kedua domain dimulai pada tanggal 15 November 2022 (kemungkinan besar akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Access Approvals sendiri merupakan adalah bagian dari Google Workspace Assured Controls, yang tersedia sebagai add-on khusus untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus. Baca juga: Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Google Workspace terus berkomitmen untuk mendukung kedaulatan digital perusahaan Anda sambil tetap mempertahankan keamanannya. Optimalkan keamanan data dan kolaborasi kerja Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya?

Selain menyetel durasi khusus untuk “Do Not Disturb” di Google Chat, kini Anda dapat menyetel jadwal berulang agar tidak terganggu oleh notifikasi Chat di web, Android, dan iOS. Fitur baru ini dapat Anda manfaatkan untuk membisukan pemberitahuan selama jam istirahat reguler Anda, atau menyetel “ Do Not Disturb ” secara otomatis selama akhir pekan saat jauh dari meja Anda. Fitur ini diharapkan dapat membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi tanpa terganggu notifikasi dari Google Chat dan bisa dimanfaatkan untuk terputus sejenak dari pekerjaan Anda sepenuhnya, Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini tersedia otomatis di Google Chat. Tidak diperlukan pengaturan administrator sama sekali untuk bisa menggunakannya. Bagi end-user yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai status ketersediaan dan membisukan notifikasi di Google Chat, silakan kunjungi Help Center. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Ketersediaan fitur Google Chat merilis fitur baru ini pada waktu yang berbeda untuk tiap platform. Berikut adalah detail waktu rilis selengkapnya: Web:  Domain rilis cepat: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 15 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 9 Desember 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Android & iOS:  Domain rilis cepat & terjadwal: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 21 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business, juga berlaku untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Percakapan Terpisah di Spaces Google Chat dengan Untaian In-Line Cara mengubah status ketersediaan dan menonaktifkan notifikasi Google Chat Untuk memberi tahu orang lain tentang ketersediaan Anda, maka status Google Chat dapat diubah dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: Mengubah status Di komputer Anda, buka Gmail. Di kanan atas, di samping indikator status, klik panah bawah . Pilih: Automatic, Do not disturb, atau Set as away. Menetapkan status khusus Buka Google Chat atau akun Gmail Anda. Dari indikator status Anda di bagian atas, klik panah bawah . Klik Add a status. Ikuti perintah untuk memilih emoji, menulis pesan status, atau mengakhiri atau menghapus status. Klik Done. Menghapus status khusus Buka Google Chat atau akun Gmail Anda. Dari indikator status Anda di bagian atas, klik panah bawah . Klik status yang akan dihapus. Klik X. Klik Done. Menetapkan status Calender dengan akun Workspace Photo Credit: Lifestorymemory (Freepik) Anda juga dapat mengimpor status dari Calendar yang menggunakan akun Google Workspace. Status Chat Anda akan diperbarui secara otomatis ke OOO, dalam rapat, atau dalam focus time berdasarkan status kalender Anda. Status kalender otomatis selalu dapat diubah menjadi status kalender khusus, begitu pula sebaliknya. Anda dapat menemukan status Calendar di bagian kanan atas jendela Gmail di indikator status. Siapa pun yang mengirimi pesan langsung akan menemukan status Calendar Anda di bawah nama Anda dalam jendela pesan langsung. Penting untuk diingat juga, pesan grup tidak akan menampilkan status Calendar. Administrator dapat mengaktifkan dan menonaktifkan status Calendar untuk semua orang di domain mereka. Setelah Administrator mengaktifkan status Calendar untuk domain Anda, maka status dapat diaktifkan atau dinonaktifkan secara permanen maupun sementara. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan status secara permanen: Buka Google Calendar. Di kanan atas, klik menu Settings. Di sebelah kiri, pada “Settings for my calendar”, pilih kalender Anda. Di bagian “Access permission for events”, centang kotak di samping “Show calendar info in other Google apps, limited by access permissions”. Perubahan Anda akan disimpan secara otomatis. Baca juga: Ringkasan Percakapan Google Chat, Bantu Anda Pantau Pesan di Spaces Dengan hadirnya peningkatan fitur notifikasi baru Google Chat ini, Anda bisa mengatur pemberitahuan Chat dengan mudah, bahkan menentukan penjadwalan sesuai keinginan, Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Gmail, Google Workspace

Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail versi Web, Makin Terintegrasi

Pada awal tahun 2022 lalu, Google telah mengumumkan antarmuka pengguna (user interface atau UI) baru dan tampilan terintegrasi yang dapat disesuaikan untuk Gmail, menghadirkan aplikasi penting seperti Gmail, Chat, dan Meet di satu lokasi terpadu. Mulai bulan November 2022, antarmuka pengguna ini akan menjadi pengalaman standar untuk Gmail, tanpa opsi untuk kembali ke “tampilan asli”. Dengan UI baru, pengguna masih dapat mengubah tema Gmail, jenis kotak masuk, dan lainnya melalui pengaturan cepat. Perubahan tampilan Gmail versi web Photo Credit: Google Workspace Updates Antarmuka Gmail ini telah diperbarui dengan tampilan dan nuansa Material 3, versi terbaru dari sistem desain open source milik Google. Tampilan terintegrasi dengan Gmail, Chat, Spaces, dan Meet di sisi kiri jendela juga akan menjadi standar bagi pengguna yang telah mengaktifkan Chat. Melalui pengaturan cepat, Anda dapat menyesuaikan antarmuka baru ini untuk menyertakan aplikasi yang paling penting bagi Anda, baik itu Gmail sendiri atau kombinasi Gmail, Chat, Spaces, dan Meet. Hal ini memudahkan untuk tetap mengetahui hal-hal penting dan mengurangi kebutuhan untuk beralih di antara berbagai aplikasi, jendela, atau tab. Dengan Chat yang sekarang tersedia di sebelah kiri, pengguna tidak lagi memiliki opsi untuk melakukan konfigurasi Chat di sisi kanan Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan antarmuka Gmail ini Anda dapat mengunjungi halaman dokumentasi khusus Help Center Google atau blog Google The Keyword. Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Tampilan Gmail versi web terbaru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain terjadwal dengan kecepatan rilis yang berbeda. Namun perilisan sama-sama dilakukan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 8 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Baca juga: Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja? Ketersediaan fitur Antarmuka baru ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, and Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Namun antarmuka Gmail versi web baru ini masih belum tersedia bagi mereka yang berlanggan Google Workspace Essentials. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Dengan hadirnya tampilan Gmail versi web yang baru ini, Anda bisa lebih mudah terhubung dengan berbagai aplikasi Google lainnya seperti Chat dan Meet. Itu artinya, Anda bisa langsung bergabung ke virtual meeting melalui email yang masuk ke inbox. Dengan kata lain, pembaruan ini akan menyederhanakan pekerjaan, karena Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara mudah dan seamless tanpa berpindah aplikasi atau tab di peramban. Ingin mulai menerapkan solusi produktivitas Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum 30 Januari 2023

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum Pada tanggal 16 Mei 2022 lalu, Google mengumumkan timeline untuk migrasi Sites lama. Tahun 2022 ini Google memang sudah berencana untuk memigrasikan Sites. Agar pengalaman migrasi pengguna lebih mulus, Google menyediakan jeda waktu yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2022 lalu. Per 1 Desember 2022 (sebelumnya 1 Juni 2022) nanti, pengguna Google Sites tidak dapat lagi mengubah Sites lama yang tersisa di domain. Kemudian pada tanggal 1 Januari 2023 nanti, Sites lama tidak akan dapat ditampilkan lagi, kecuali jika sudah dikonversikan ke Google Sites baru. Namun pada tanggal 1 November 2022 lalu, timeline tersebut mengalami perubahan karena Google ingin memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Sites. Artikel kali ini akan membahas timeline baru tersebut serta apa saja yang harus Anda lakukan agar bisa tetap menggunakan Sites. Perubahan timeline Google Sites Photo Credit: Rawpixel Pada tanggal 1 November 2022 lalu, Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Google Workspace untuk memigrasikan Google Sites lama ke Google Sites baru. Berikut adalah perubahan timeline yang diumumkan: Pada tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Desember 2022), Google akan mulai mematikan fitur penyuntingan di Google Sites lama yang masih ada di domain pengguna. Sites lama Anda akan tetap bisa dibuka hingga terjadi konversi otomatis ke Sites baru. Setelah tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Januari 2023), Google akan mulai mengonversikan Sites lama ke draf Sites baru untuk ditinjau ulang oleh pemilik situs. Jika draf sesuai, Anda bisa langsung menerbitkannya dan mengekspor arsip statis situs ke Google Takeout. Sites lama Anda akan dihapus setelah proses konversi otomatis selesai. Jangan lupa untuk melihat file CSV yang disertakan setelah konversi otomatis domain Anda selesai untuk semua Sites lama yang tidak berhasil melalui proses konversi otomatis Google. Baca juga: Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut! Hingga 30 Januari 2023, admin dan pemilik situs dapat secara manual mengonversi Sites lama ke Sites baru menggunakan Classic Sites Manager atau alat konversi. Tinjau setelan domain situs Anda sebelum 30 Januari 2023 untuk memastikan migrasi otomatis berhasil. Anda akan diberitahu setelah semua situs di domain Anda telah dimigrasikan. Ini mungkin memakan waktu beberapa bulan untuk domain Anda, tergantung pada jumlah dan kompleksitas situs Anda. Sementara itu, Anda dapat memeriksa status situs Anda di Classic Sites Manager. Mulai melakukan migrasi Photo Credit: Rawpixel Migrasi Sites ini memerlukan pengaturan dari administrator sekaligus penyesuaian dari end-user Google Workspace. Simak panduan berikut ini untuk memastikan migrasi di ekosistem kerja Anda berjalan dengan mulus. Admin dan end-user Google Workspace: Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara mengonversi Sites lama ke Sites baru, termasuk fungsionalitas Sites baru dan yang ditingkatkan, dan Classic Sites Manager untuk membantu transisi pengguna Anda. Tinjau hal-hal penting yang perlu diketahui tentang migrasi Sites klasik di Google Sites Migration Guide untuk administrator dan end-user. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Untuk memastikan transisi yang mulus, kami menyarankan praktik terbaik berikut saat memigrasikan situs Anda: Buat arsip Sites lama Anda menggunakan fungsi “Download” massal di Classic Sites Manager sehingga Anda dapat merujuknya nanti, jika diperlukan. Perlu diingat, karena cara kerja setelan berbagi di Sites baru berbeda dari Sites klasik, selalu periksa setelan berbagi Anda setelah konversi. Periksa apakah Anda berbagi dengan audiens yang diinginkan sebelum menerbitkan situs. Di samping itu, Anda juga dapat mengontrol apakah kolaborator dapat berbagi situs Anda dengan pengguna lain atau menerbitkan situs dalam setelan berbagi. Secara default, semua situs yang dikonversi sekarang menonaktifkan setelan ini. Jika opsi berbagi Sites lama domain Anda berbeda dari izin berbagi Drive, konfirmasikan bahwa akses disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain Anda. Google juga telah mengumumkan bahwa timeline transisi ini akan berbeda untuk pengguna dengan akun Google pribadi. Informasi lengkap mengenai transisi akun pribadi bisa Anda lihat di sini. Ketersediaan transisi Photo Credit: Rawpixel Konversi otomatis dari Google Sites lama ke baru berlaku bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Agar proses migrasi Anda dari Google Sites lama ke baru berjalan mulus, pastikan untuk mengikuti panduan di atas. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas konversi otomatis dari Google yang dikombinasikan dengan Classic Sites Manager untuk proses transisi yang efisien. Google Sites sendiri merupakan sebuah layanan yang hadir untuk memudahkan pelanggan Google Workspace dalam merancang situs dengan lebih efisien. Layanan ini bekerja optimal dengan berbagai layanan Workspace. Tertarik untuk mulai menerapkan Workspace di ekosistem kerja Anda? EIKON Technology menghadirkan solusinya untuk Anda. Dengan layanan yang menyeluruh, kami memastikan proses implementasi Google Workspace akan berjalan lancar. Konsultasikan kebutuhan produktivitas Anda sekarang juga dengan kami, klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets

Pada gelaran Google Cloud Next ’22 kemarin, Google mengumumkan beberapa pembaruan terkait layanan yang mereka tawarkan. Salah satunya datang dari aplikasi spreadsheet berbasis cloud andalan mereka, GSheets. Apa pembaruan yang dihadirkan Google di GSheets? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini! Tampilan timeline GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google memperkenalkan smart canvas, sebuah inovasi kolaborasi kerja secara real-time. Kapabilitas ini terus dikembangkan di berbagai aplikasi dan layanan Google, termasuk GSheets. Paling baru, Google memperkenalkan tampilan timeline di spreadsheet mereka yang memungkinkan pengguna untuk melacak proyek di GSheets. Visual baru ini menampilkan informasi proyek yang disimpan di Spreadsheet, seperti tanggal mulai dan berakhirnya tugas, deskripsi, dan pemilik. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Cara menggunakan tampilan timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul pada GSheets pengguna, baik itu yang tergabung dalam Google Workspace kelompok maupun yang terdaftar melalui akun pribadi Google. Baik administrator maupun end-user tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati tampilan timeline ini. Tampilan timeline baru GSheets ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah berinteraksi dengan berbagai informasi proyek dan dapat membantu Anda untuk mengelola berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk melacak digital marketing campaign, perkembangan proyek, hingga jalannya kolaborasi kerja yang melibatkan beberapa divisi kerja sekaligus. Rincian tambahan Dengan mengeklik card yang ada di dalam timeline, Anda bisa langsung melihat informasi lebih lanjut tentang proyek di sidebar. Anda juga dapat melihat timeline Anda pada berbagai interval waktu (hari, minggu, bulan, kuartal, tahun, dan bahkan beberapa tahun sekaligus). Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Mulai menggunakan tampilan timeline Opsi tampilan baru ini akan muncul otomatis pada halaman awal GSheets pengguna. Artinya, tidak diperlukan pengaturan apa pun dari administrator. Untuk mulai membuat timeline, Anda cukup masuk ke menu Insert > Timeline > Select a data range > Configure the attributes in the timeline settings sidebar. Setelah timeline dibuat, Anda dapat melihatnya pada interval waktu yang berbeda, melompat ke tanggal saat ini, mengubah tampilan visual timeline dengan menyesuaikan jarak, menggunakan warna, dan banyak lagi. Untuk petunjuk penggunaan fitur secara lengkap Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini hadir melalui domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 2 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 16 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Timeline tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Namun timeline tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic, G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Tampilan timeline baru dari GSheets ini hadir untuk memudahkan pengguna Google Workspace dalam menjalankan produktivitas kolaboratif mereka. Selain fitur baru di Sheets ini, Workspace juga menghadirkan inovasi kolaborasi lainnya melalui smart canvas. Optimalkan kolaborasi kerja di perusahaan atau instansi Anda dengan Google Workspace! Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menghadirkan solusi kolaborasi Workspace resmi dan berlisensi. Untuk memulai proses implementasi Anda, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top