EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Penyempurnaan Infrastruktur Google Cloud untuk Menyesuaikan Beban Kerja Anda

Selama ini infrastruktur cloud fokus pada kecepatan mentah dan feed blok penyusun seperti VM, container, jaringan, dan penyimpanan. Google Cloud merancang infrastruktur khusus, arsitektur preskriptif, dan ekosistem untuk menghadirkan infrastruktur yang dioptimalkan untuk beban kerja. Berikut adalah penjelasan untuk beberapa di antaranya, mari simak bersama. Blok pembangun infrastruktur untuk beban kerja yang mengutamakan cloud Untuk sebagian besar proyek baru, pengembang lebih memilih beban kerja yang dioptimalkan cloud-first, dan hampir setengah dari semua pengembang menggunakan container saat ini. Google Kubernetes Engine (GKE) adalah layanan pengelolaan container otomatis dan skalabel di pasaran saat ini, dan dengan GKE Autopilot, pengembang dapat memulai lebih cepat daripada penyedia cloud terkemuka lainnya. Mengubah beban kerja tradisional Photo Credit: DCStudio (Freepik) Tidak semua beban kerja lahir di cloud. Google Cloud menawarkan berbagai program dan kemampuan untuk membantu mengoptimalkan beban kerja tradisional untuk era cloud baru, terlepas dari apakah Anda ingin memigrasikannya apa adanya, melakukan pengoptimalan ringan, atau memodernisasi dan mentransformasikan sepenuhnya: Migration Center (kini dalam Pratinjau): Untuk perusahaan yang ingin bermigrasi ke cloud dan mengubah bisnis mereka, Migration Center dapat mengurangi kerumitan, waktu, dan biaya dengan menyediakan pengalaman migrasi dan modernisasi terintegrasi. Ini menyatukan alat penilaian, perencanaan, migrasi, dan modernisasi di satu lokasi terpusat dengan platform data bersama sehingga Anda dapat bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih mudah. Google Cloud VMware Engine: Google Cloud adalah mitra VMware pertama yang memasarkan dengan dukungan VMware Cloud Universal, menyederhanakan migrasi VM VMware lokal ke VMware Engine di cloud. Dengan SLA ketersediaan 99,99% yang terdepan di pasar cloud dalam satu situs, VMware Engine telah membantu perusahaan besar pindah ke Google Cloud. Dual Run for Google Cloud (kini dalam Pratinjau): Solusi ini membantu menghilangkan banyak risiko umum yang terkait dengan modernisasi mainframe dengan memungkinkan pelanggan menjalankan beban kerja secara bersamaan pada mainframe mereka yang ada dan versi modern mereka di Google Cloud. Ini berarti pelanggan dapat melakukan pengujian real-time dan dengan cepat mengumpulkan data tentang kinerja dan stabilitas tanpa gangguan pada bisnis mereka. Google Cloud Workload Manager (kini dalam Pratinjau untuk beban kerja SAP, dan tersedia di Google Cloud Console): Menyediakan analisis otomatis sistem perusahaan Anda di Google Cloud untuk membantu meningkatkan kualitas, keandalan, dan kinerja sistem. Google Cloud Workload Manager mengevaluasi beban kerja SAP Anda dengan mendeteksi penyimpangan dari standar yang didokumentasikan dan praktik terbaik untuk membantu mencegah masalah secara proaktif. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer Melindungi beban kerja Photo Credit: pressfoto (Freepik) Pada tahun 2022 ini Google Cloud telah memperluas jumlah region yang didukung dengan bucket dua region (GA) Cloud Storage, sehingga Anda dapat memastikan bahwa seluruh beban kerja terlindungi. Jika terjadi pemadaman, aplikasi Anda dapat dengan mudah mengakses data di wilayah alternatif. Anda juga dapat menambahkan replikasi Turbo (GA) dengan bucket dua wilayah. Replikasi turbo didukung oleh SLA Recovery Point Objective (RPO) 15 menit. Selain itu, Google Cloud juga baru-baru ini mengumumkan layanan Backup and DR (GA). Layanan ini adalah solusi perlindungan data terintegrasi untuk aplikasi dan database penting yang memungkinkan Anda mengelola kebijakan perlindungan data dan pemulihan bencana secara terpusat langsung di dalam Google Cloud Console, dan sepenuhnya melindungi database dan aplikasi hanya dengan beberapa klik saja. Baca juga: Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya? Optimalkan biaya Beban kerja pelanggan memerlukan opsi teknis dan komersial yang dapat memberikan pengembalian terbaik atas investasi mereka. Berikut adalah beberapa peningkatan baru yang dapat membantu: Flex CUD (segera hadir): Flex CUD (Flexible Committed Use Discounts) membantu Anda menghemat hingga 46% dari harga VM Compute Engine sesuai permintaan, dengan imbalan komitmen satu atau tiga tahun. Seperti CUD standar, Anda dapat menerapkan Flex CUD di seluruh project dalam akun penagihan yang sama, ke VM dengan ukuran berbeda, dan di seluruh sistem operasi. Batch: Layanan terkelola sepenuhnya yang membantu Anda menjalankan tugas batch dengan mudah, andal, dan dalam skala besar. Tanpa harus install perangkat lunak tambahan apa pun, Batch secara dinamis dan efisien mengelola penyediaan sumber daya, penjadwalan, antrean, dan eksekusi, membebaskan Anda untuk fokus menganalisis hasil. Tidak ada biaya untuk menggunakan Batch, dan Anda hanya perlu membayar sumber daya yang digunakan untuk menyelesaikan tugas. Baca juga: Update Fitur Google Cloud Deploy: Pemanfaatan di Lingkungan GKE Makin Mudah? Ini hanya beberapa contoh dari banyak cara yang dihadirkan Google Cloud untuk membantu Anda mengelola beban kerja. Google Cloud terus berusaha untuk menjadi ‘cloud infrastruktur terbuka’ yang paling intuitif untuk digunakan karena semuanya dirancang berdasarkan beban kerja Anda, memberikan manfaat TCO (Total Cost of Ownership) yang luar biasa. Nikmati segala manfaat di atas dengan berlangganan solusi komputasi awan dari Google Cloud melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum

Pada gelaran Google Cloud Next ’22 lalu, Google mengumumkan update terbaru untuk Google Chat. Aplikasi perpesanan tersebut kini memiliki kapabilitas pencegah kehilangan data atau data loss prevention (DLP) yang tersedia untuk umum. Sebelumnya, kapabilitas tersebut diluncurkan dalam versi beta dan menerima feedback dari para user yang sudah mencoba. Bagaimana cara kerjanya? Data loss prevention Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Pada bulan Juli 2022 lalu, Google mengumumkan aturan data loss prevention atau DLP untuk Google Chat dalam versi open beta. Lalu pada bulan Oktober 2022 ini, kapabilitas tersebut akan diluncurkan kepada umum pada edisi Google Workspace tertentu. Aturan perlindungan data untuk Chat ini akan membantu administrator dan pakar keamanan siber untuk membangun kerangka kerja (framework) yang melindungi data sensitif. Dengan begitu, terjadinya kebocoran informasi pribadi atau hak milik pun dapat dicegah. Kebocoran, baik yang disengaja maupun tidak, adalah masalah serius yang dapat mengancam keselamatan user. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Apa saja aturan perlindungan data yang tersedia? Kapabilitas ini menghadirkan beberapa aturan perlindungan data bagi administrator. Aturan tersebut dapat diaplikasikan pada hal-hal berikut: Pesan dalam percakapan grup, space, dan/atau pesan langsung Pesan antara peserta internal dan/atau eksternal Teks pesan dan/atau lampiran Setelah aturan DLP diterapkan, pesan dan file dalam percakapan yang relevan akan otomatis dipindai untuk informasi sensitif. Admin dapat mengonfigurasi tindakan yang akan diambil sebagai respons terhadap data sensitif yang terdeteksi, seperti: memblokir pengiriman, memperingatkan sebelum mengirim, dan log untuk audit. Security Investigation Tool Di Security Investigation Tool, Google Chat telah menambahkan tab tambahan yang berisi lebih banyak informasi tentang insiden, seperti Incident Details, yang berisi informasi tentang pesan, pengirim dan aturan yang dipicu, dan Chat Transcript, yang menunjukkan pesan sebelum dan sesudah ke pemicu, memberikan konteks rinci untuk penyelidikan. Baca juga: Cara Menampilkan Metrik Pengguna Aktif Google Chat yang Lebih Detail Mulai mengaktifkan aturan perlindungan data Chat Photo Credit: Freepik Kapabilitas perlindungan data ini perlu pengaturan dari administrator terlebih dahulu sebelum terlihat efeknya. Google menyebutkan bahwa kapabilitas baru ini akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan untuk skala domain, OU (organizational unit), maupun grup. Untuk mulai menerapkan aturan DLP di lingkungan kerja Anda, masuk ke Admin Console, pilih menu Security kemudian klik opsi “Data Protection”. Di samping itu, Anda juga dapat memodifikasi aturan DLP yang sudah ada untuk Drive dan Chrome agar berlaku di Chat. Untuk memudahkan Anda dan administrator dalam mengoptimalkan kapabilitas baru ini, Google telah menyediakan dokumentasi khusus yang dapat diakses di sini. Penting untuk diingat, jika administrator memilih untuk mencatat setelan DLP perusahaan, maka catatan tersebut dapat diakses melalui Security Investigation Tool. Ketersediaan kapabilitas Aturan DLP untuk Google Chat ini dirilis untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Perilisan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 11 Oktober 2022 (mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Kapabilitas baru ini tersedia untuk Google Workspace edisi Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Selain itu, perlindungan data loss ini juga tersedia untuk para pengguna yang telah memiliki lisensi untuk edisi Workspace yang mencakup Google Chat serta Audit and investigation. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini. Namun perlu diingat, kapabilitas ini belum tersedia untuk edisi Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Frontline, dan Nonprofits, termasuk rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Space Managers Kini Dapat Ubah Akses di Google Chat, Bagaimana Caranya? Hadirnya kapabilitas data loss prevention atau DLP di Google Chat ini sekaligus menjadi lapisan perlindungan tambahan bagi para pengguna Google Workspace. Tertarik untuk menggunakan rangkaian produktivitas dengan keamanan tingkat tinggi Google Workspace? Paket berlangganan Workspace for Business telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi seputar biaya berlangganan dan  detail lainnya, silakan hubungi kami di sini! 

Google Workspace

Google Chat Update: Lebih Banyak Opsi Bahasa di Smart Replies

Pada tahun 2018 lalu, Google Chat memperkenalkan Smart Reply, sebuah fitur yang akan menghemat waktu Anda dengan menyarankan tanggapan cepat berdasarkan kebiasaan Anda. Awalnya, fitur ini hanya menyediakan bahasa Inggris. Namun kini pengguna dapat menikmati Smart Reply dalam bahasa Spanyol, Prancis, dan Portugis. Ketika Anda mengetik balasan, fitur ini akan secara otomatis mendeteksi bahasa dan menawarkan respons yang sesuai. Opsi bahasa baru di Smart Replies Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Per 15 September 2022, Google Chat menyediakan lebih banyak opsi bahasa dalam fitur Smart Replies mereka. Bahasa tambahan tersebut adalah bahasa Spanyol, Prancis, dan Portugis. Dengan tambahan bahasa ini, Anda bisa dengan cepat mengirimkan respons chat dalam ketiga bahasa tersebut tanpa perlu repot-repot mengetiknya secara manual. Google menyebutkan bahwa ketika pengguna mengetik balasan dalam bahasa yang diperlukan, fitur Smart Replies akan secara otomatis mendeteksi bahasa dan menawarkan tanggapan yang sesuai. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat Dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Balasan Google Chat Pengguna dapat memilih dan mengirim Smart Reply secara langsung atau mengedit tanggapan mereka dimulai dari teks yang sudah tersedia, memungkinkan Anda mengubah atau memperluas susunan kata sesuai keinginan. Pembaruan tersedia mulai dari tanggal 15 September 2022 dan akan aktif secara default, dengan fitur deteksi otomatis bahasa juga diaktifkan sekarang. Ini akan tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Bisnis lama, bersama dengan pengguna dengan Google Account pribadi. Photo Credit: our-team (Freepik) Google pertama kali memperkenalkan Smart Reply pada tahun 2018 dalam upaya untuk meningkatkan komunikasi antara rekan kerja dan tim. Google Chat telah menjadi salah satu dari banyak layanan yang dipilih dalam rangkaian Workspace karena perusahaan ingin mendorong kolaborasi online yang lebih baik. Baru-baru ini diumumkan bahwa grup Google Chat akan mengizinkan hingga 8.000 anggota, peningkatan besar dari batas saat ini yang “hanya” 400 peserta. Platform ini juga memungkinkan pengguna untuk secara otomatis membuat tugas baru dari pesan individu atau grup di Google Chat. Baca juga: Cara Menampilkan Metrik Pengguna Aktif Google Chat yang Lebih Detail Mulai menggunakan fitur Seperti yang telah disebutkan, fitur Smart Reply dan pembaruannya tersedia secara default mulai dari tanggal perilisan. Penambahan opsi bahasa pada Smart Reply juga tidak membutuhkan kontrol tambahan dari administrator. Bagi end-user, fitur Smart Reply secara otomatis akan mendeteksi bahasa dan aktif secara default. Setelah Anda memilih kalimat atau yang diinginkan dari Smart Reply, maka balasan tersebut bisa langsung dikirim. Anda juga bisa mengeditnya terlebih dahulu sebelum mengirim. Pengguna dapat memperbarui preferensi Smart Reply di Google Chat atau akun Gmail mereka. Di kanan atas, klik Settings > navigasikan ke opsi “Smart Reply“. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menghemat waktu dengan saran Smart Reply ini. Baca juga: Fitur Pencegahan Data Google Chat Sekarang Tersedia dalam Versi Open Beta Google Chat telah menjadi salah satu layanan yang dipilih dalam bundling rangkaian produktivitas Google Workspace. Sebab fitur-fitur yang disediakan memang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan memudahkan kolaborasi. Tingkatkan pengalaman kolaborasi di perusahaan Anda dengan Google Workspace. Dapatkan Workspace untuk penggunaan skala besar hanya di EIKON Technology, authorized partner Google. Kami menyediakan solusi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Google Cloud Deploy Memperkenalkan Verifikasi Pasca Deployment

Google Cloud Deploy memperkenalkan fitur baru yang disebut deployment verification. Dengan fitur ini, pengembang dan operator dapat mengatur dan menjalankan pengujian pasca penerapan tanpa harus melakukan integrasi pengujian yang lebih ekstensif. Laporan State of DevOps tahun 2021 menunjukkan bahwa pengujian berkelanjutan adalah penentu utama dari keberhasilan pengiriman berkelanjutan. Dengan menggabungkan pengujian awal dan rutin selama proses pengiriman, serta penguji yang bekerja bersama pengembang, tim dapat mengulangi dan membuat perubahan pada produk, layanan, atau aplikasi mereka dengan lebih cepat. Bagaimana dengan melakukan pengujian pasca pengiriman untuk menentukan apakah kondisi tertentu terpenuhi guna validasi penerapan lebih lanjut? Bagi sebagian besar pengguna, kemampuan untuk menjalankan tes ini tetap penting bagi bisnis mereka dan merupakan kemampuan yang banyak dibutuhkan dari alat pengiriman berkelanjutan. Fitur baru ini bergantung pada fase Skaffold baru bernama “verify”, fase ini memungkinkan pengembang dan operator untuk menambahkan daftar wadah uji untuk dijalankan pasca penerapan dan dipantau untuk keberhasilan/kegagalan. Cara menggunakan Artikel ini menggunakan python-hello-world dari Cloud Code Samples untuk menunjukkan cara kerja deployment verification. Dengan pemicu Cloud Build, file yang dikonfigurasi, dan Cloud Deploy Pipeline yang telah dibuat, Anda bisa mulai mencoba fitur verifikasi pasca penerapan. Pertama, Anda perlu memodifikasi skaffold.yaml untuk memasukkan fase verifikasi baru: Photo Credit: Google Cloud Blog Kemungkinan untuk menggunakan image container apa pun (baik container yang berdiri sendiri atau dibuat oleh Skaffold) memberi pengembang fleksibilitas melakukan pengujian sederhana hingga skenario yang lebih kompleks. Dalam contoh ini, mari coba gunakan ‘wget‘ untuk memeriksa apakah halaman “/ hello” ada dan apakah sudah aktif (http 200 response). Meskipun Anda dapat menggunakan probe kesiapan Kubernetes untuk memeriksa apakah aplikasi/pod siap menerima permintaan, fitur Cloud Deploy yang baru ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pengujian terkontrol yang telah ditentukan sebelumnya. Baca juga: Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya? Sekarang mari lihat clouddeploy.yaml. Verifikasi pasca penerapan dapat digunakan untuk target yang berbeda berdasarkan profil Skaffold yang berbeda, dalam kasus target ‘dev‘, juga perlu konfigurasi target yang ingin diverifikasikan penerapannya. Photo Credit: Google Cloud Blog Setelah perubahan ini, Anda bisa langsung memicu proses CI/CD menggunakan ‘gcloud builds submit‘ atau mendorong kode ke repo sumber untuk memicu Cloud Build. Setelah fase build (juga dikenal sebagai Continuous Integration), Cloud Build akan membuat rilis Google Cloud Deploy dan menerapkannya melalui pipeline pengiriman yang ditentukan ke target ‘dev‘. Baca juga: Cara Menunda Notifikasi Monitoring Melalui Cloud Alerting Google Cloud Untuk memeriksa status penerapan, buka Cloud Deploy lalu navigasikan ke pipeline pengiriman dan klik rilis terakhir di daftar rilis. Pada halaman detail rilis, pilih peluncuran terakhir dari daftar peluncuran. Photo Credit: Google Cloud Blog Tangkapan layar di atas menunjukkan verifikasi penempatan pos berhasil. Anda dapat mengeklik log verifikasi untuk melihat detailnya. Jika alamat verifikasi ‘wget’ di skaffold.yaml diubah dan prosesnya dijalankan kembali, Anda bisa langsung melihat apa yang terjadi ketika verifikasi gagal. Photo Credit: Google Cloud Blog Saat verifikasi penerapan gagal, peluncuran juga akan gagal Semua uji verifikasi penerapan harus lulus. Jika uji verifikasi penerapan gagal, peluncuran juga gagal. Namun, Anda masih bisa menjalankan kembali verifikasi pasca penerapan untuk peluncuran yang gagal. Anda juga dapat menerima pemberitahuan Pub/Sub saat verifikasi dimulai dan diselesaikan. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer Halaman tutorial Google Cloud Deploy kini telah diperbarui dengan panduan verifikasi penerapan. Tutorial interaktif ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah untuk menyiapkan dan menggunakan layanan Google Cloud Deploy. Pipeline ini mencakup verifikasi penerapan otomatis, yang menjalankan pemeriksaan pada setiap tahap untuk menguji keberhasilan aplikasi. Hadirnya fitur baru ini kembali menunjukkan kapabilitas Google Cloud sebagai dukungan untuk proyek pengembangan aplikasi. Dapatkan segera Google Cloud untuk proyek pengembangan aplikasi Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller Google. Kami menawarkan solusi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Update Google Cloud VMware Engine: Hadirkan Peningkatan Fleksibilitas Komersial

Google Cloud VMware Engine baru saja menghadirkan beberapa pembaruan Artikel ini akan menampilkan ringkasan pencapaian terbaru Google Cloud VMware Engine agar Anda dapat menentukan solusi yang paling hemat biaya dan sesuai dengan kebutuhan, baik itu untuk migrasi maupun menjalankan beban kerja vSphere di lingkungan VMware tingkat cloud-native yang tersedia di Google Cloud. Pada bulan Januari 2022 lalu, Google Cloud VMware Engine mengumumkan cloud-native node tunggal, region tambahan, PCI-DSS, dan lainnya. Mari simak detail lengkap untuk pembaruan hingga bulan Oktober 2022 ini. Pembaruan utama kali ini meliputi: Penyertaan Google Cloud VMware Engine dalam program langganan VMware Cloud Universal untuk meningkatkan fleksibilitas komersial Pratinjau otomatisasi dengan dukungan Google Cloud API/CLI Custom core counts untuk mengoptimalkan biaya lisensi aplikasi Kemampuan migrasi tingkat lanjut dengan penyertaan fitur HCX enterprise, tanpa biaya tambahan Integrasi Traffic Director dan Google Cloud VMware Engine untuk menskalakan layanan web dan menautkan load balancer GCP native dan backend GCVE Dell PowerScale for GCVE kini telah tersedia. Hal ini memungkinkan in-guest NFS, SMB, dan HDFS diakses oleh VM GCVE. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Penyertaan Google Cloud VMware Engine dalam program langganan VMware Cloud Universal: Anda sekarang dapat membeli penawaran Google Cloud VMware Engine sebagai bagian dari VMware Cloud Universal. Program ini memungkinkan Anda memanfaatkan penghematan melalui VMware Cloud Acceleration Benefit dan kredit VMware Cloud Universal yang tidak digunakan. Ini juga memungkinkan konsumsi yang lebih hemat. Pratinjau dukungan Google Cloud API/CLI untuk otomatisasi: Pengguna kini dapat mengaktifkan otomatisasi dalam skala besar untuk operasi infrastruktur VMware Engine menggunakan Google Cloud API/CLI. Ini juga memungkinkan Anda untuk mengelola lingkungan tersebut menggunakan seperangkat toolchain standar yang konsisten dengan Google Cloud lainnya. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Custom core counts untuk mengoptimalkan biaya lisensi aplikasi: Untuk membantu pelanggan mengelola dan mengoptimalkan biaya lisensi aplikasi mereka di Google Cloud VMware Engine, hadir kapabilitas Custom core counts yang memberikan fleksibilitas untuk mengonfigurasi cluster guna membantu memenuhi lisensi khusus aplikasi Anda sekaligus mengurangi biaya. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage Kemampuan migrasi tingkat lanjut dengan penyertaan fitur HCX enterprise, tanpa biaya tambahan: Pembuatan cloud pribadi kini menggunakan tingkat lisensi VMware HCX Enterprise secara default, sehingga memungkinkan kemampuan migrasi premium. Ini juga telah termasuk HCX Replication Assisted vMotion yang memungkinkan migrasi massal tanpa waktu henti dari lokal ke Google Cloud VMware Engine dan Mobility Optimized Networking yang menyediakan perutean lalu lintas optimal dalam skenario tertentu untuk mencegah terjadinya tromboning jaringan. Integrasi Traffic Director dan Google Cloud VMware Engine: Traffic Director, bidang kontrol yang terkelola sepenuhnya untuk Service Mesh, kini dapat digabungkan dengan portofolio penyeimbang beban Google Cloud VMware Engine dan dengan grup endpoint jaringan hybrid (hybrid NEG) untuk menyediakan front-end berkinerja tinggi untuk layanan web yang di-hosting di VMware Engine. Traffic Director juga dapat berfungsi sebagai perekat yang menghubungkan load balancer GCP asli dan backend VMware Engine, yang memungkinkan layanan baru seperti Cloud CDN, Cloud Armor, dan lainnya. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dell PowerScale untuk Google Cloud VMware Engine: Dell PowerScale sekarang menyediakan akses tamu untuk VM VMware Engine. Hal ini memungkinkan migrasi tanpa hambatan dari lingkungan lokal dan memberi pelanggan lebih banyak pilihan dalam penyimpanan skala besar untuk VMware Engine. PowerScale untuk akses tamu Google Cloud mencakup akses multiprotokol dengan NFS, SMB, dan HDFS, snapshot, replikasi asli, integrasi AD, dan penyimpanan bersama antara instance VMware Engine dan Compute Engine. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Untuk mendengar lebih lanjut mengenai pengalaman pengguna Google Cloud VMware Engine, Anda dapat mengikuti event Google Next ’22. Event ini juga akan menghadirkan VMware yang berjalan secara native di Google Cloud tanpa memerlukan perubahan pada aplikasi yang ada, untuk mengurangi jadwal migrasi, menurunkan risiko, dan mengubah bisnis mereka. Anda juga dapat memulai dengan mempelajari tentang Google Cloud VMware Engine di sini. Anda juga bisa memulai perjalanan bersama Google Cloud VMware Engine dengan berlangganan solusi komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi dan berlisensi. Di samping itu, kami juga memberikan layanan konsultasi komprehensif. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Announce Shortcuts, Fitur Baru di Google Calendar untuk Mudahkan Pengguna Screen Reader

 Baru-baru ini, Google Workspace mengumumkan penyempurnaan fitur komentar, sorotan braille yang kini tersedia di Google Docs versi Web, serta peluncuran kontrol lebih besar atas preferensi aksesibilitas. Nyatanya, Workspace juga masih punya “kejutan” lain bagi para pengguna. Kali ini pembaruan datang dari Google Calendar yang memperkenalkan Announce Shortcuts untuk detail acara yang dibuat di Calendar bagi para pengguna screen reader. Pengguna screen reader kini sekarang dapat mengetik pintasan keyboard (ALT + nomor 1 – 7) untuk menampilkan isi acara, seperti judul, tanggal dan waktu, daftar tamu, dan banyak lagi. Shortcut atau pintasan ini sangat meningkatkan visibilitas karena memungkinkan detail Calendar dibacakan sesuai permintaan, alih-alih navigasi yang memakan waktu melalui informasi. Mulai mengaktifkan shortcut Photo Credit: our-team (Freepik) Shortcut baru Google Calendar untuk pengguna screen reader ini tidak memerlukan pengaturan apa pun dari pihak administrator karena merupakan update terpusat dari Google. Sedangkan bagi para end-user bisa langsung mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengaktifkan shortcut baru ini. Untuk melihat pintasan keyboard di Calendar, ketik: Ctrl+/ di Windows dan ChromeOS Cmd+/ di Mac Gunakan kombinasi keyboard berikut untuk mengakses Announce Shortcuts: Alt+ untuk Windows Alt+Shift+ untuk ChromeOS Opsi+ untuk Mac Anda juga dapat mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menggunakan screen reader dengan Google Calendar. Baca juga: Update Google Calendar: Lebih Banyak Opsi Tersedia untuk Fitur Working Location Ketersediaan fitur Photo Credit: DCStudio (Freepik) Fitur Announce Shortcuts ini dirilis secara utuh mulai dari tanggal 27 September 2022 (kemungkinan butuh waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perlu diingat juga, bahwa fitur baru ini tersedia bagi para pengguna screen reader yang telah berlangganan Google Workspace (termasuk pengguna G Suite Basic dan G Suite Business). Announce Shortcuts juga dapat diakses oleh pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Calendar User Availability API Meluncurkan Versi Beta, Bagaimana Cara Mendapatkan Aksesnya? Cara menggunakan screen reader di Google Calendar Anda perlu menyiapkan screen reader terlebih dahulu sebelum dapat digunakan di Google Calendar. Berikut adalah beberapa hal yang harus dicek terlebih dahulu: JAWS: Untuk mematikan kursor virtual, tekan JAWS + z. NVDA: Untuk beralih ke mode fokus, tekan NVDA + Spasi. ChromeVox: Pastikan sticky mode dimatikan. Untuk mematikan sticky mode, tekan tombol Search dua kali. VoiceOver: Pastikan QuickNav mati. Tekan tombol panah kiri dan kanan hingga VoiceOver menampilkan “QuickNav Off”. Setelah itu, silakan buka Google Calendar di calendar.google.com. Jika diminta, pilih atau masuk ke akun Anda. Untuk membuka kalender Anda, gunakan tombol “Skip to main content“. Untuk meninjau pintasan keyboard, gunakan tombol “Keyboard shortcuts“. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Dengan hadirnya fitur Announce Shortcuts ini, pengguna aksesibilitas screen reader tidak perlu kesulitan lagi mengecek satu per satu event yang ada di kalendernya karena semua bisa langsung diumumkan. Tertarik untuk mulai menggunakan fitur ini? Fitur Announce Shortcuts ini ada di Google Calendar yang merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace. Dapatkan Google Workspace untuk perusahaan Anda di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google. Informasi selengkapnya mengenai penerapan solusi, silakan klik di sini!

Google Cloud

Mengenal Fitur Log Analytics dari Cloud Logging yang Telah Didukung oleh BigQuery

Logging adalah bagian penting dari siklus pengembangan software yang memungkinkan developer untuk men-debug aplikasi mereka, tim DevOps/SRE untuk memecahkan masalah, dan admin keamanan untuk menganalisis akses. Cloud Logging menyediakan saluran yang kuat untuk menyerap log secara andal dalam skala besar dan menemukan log Anda dengan cepat. Baru-baru ini, Google Cloud meluncurkan Log Analytics, serangkaian fitur baru di Cloud Logging yang telah memiliki dukungan BigQuery sehingga memungkinkan Anda mendapatkan lebih banyak wawasan dan nilai dari log Anda. Apa itu Log Analytics Log Analytics menghadirkan kemampuan baru untuk menelusuri, menggabungkan, atau mengubah log pada waktu kueri langsung ke Cloud Logging dengan pengalaman pengguna baru yang dioptimalkan untuk menganalisis data log melalui kecanggihan BigQuery. Nah, BigQuery sendiri merupakan data warehouse multi cloud yang hemat biaya, tanpa server, untuk mendukung inovasi berbasis data. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan Log Analytics, kini Anda dapat memanfaatkan SQL dan kemampuan BigQuery lainnya untuk menganalisis log. Sekarang, Cloud Logging menawarkan fungsionalitas yang Anda miliki di masa lalu dan kemampuan analitis melalui fitur Log Analytics. Berikut adalah beberapa kapabilitas yang mampu dijalankan oleh Log Analytics: Pipeline penyerapan logging yang aman, patuh, dan skalabel melalui Logs Router. Solusi logging-as-a-service terkelola dengan antarmuka pengguna khusus untuk analisis log. Dukungan untuk logging terpusat di seluruh Google Cloud, cloud lain, dan penyimpanan di lokasi. Wawasan dan saran otomatis seperti Error Reporting. Metrik dan peringatan berbasis log untuk agregasi, visualisasi, dan peringatan log secara real-time. Pembayaran fleksibel sesuai harga. BARU – Mesin BigQuery andal dan opsi SQL untuk pemrosesan ad hoc log. BARU – Akses read only otomatis ke semua log analisis log di BigQuery. BARU – Visualisasi data log yang kaya (dalam pratinjau). Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer Keunggulan Log Analytics Photo Credit: Google Cloud Blog Log Analytics memanfaatkan kekuatan BigQuery untuk memungkinkan pengguna Cloud Logging melakukan analisis pada data log. Logging terpusat: Dengan mengumpulkan dan menyimpan data log secara terpusat di Log Bucket khusus, ini memungkinkan banyak pemangku kepentingan untuk memanipulasi data mereka dari sumber data yang sama. Anda pun tidak perlu lagi membuat duplikat salinan data. Mengurangi biaya dan kompleksitas: Log Analytics memungkinkan penggunaan kembali data di seluruh perusahaan, sehingga menghemat biaya dan mengurangi kerumitan secara efektif. Analisis log ad hoc: Memungkinkan analisis log waktu kueri ad-hoc tanpa memerlukan pra-pemrosesan yang rumit. Platform yang dapat diskalakan: Log Analytics dapat disesuaikan untuk meningkatkan observabilitas dengan memanfaatkan platform BQ tanpa server dan melakukan agregasi pada skala petabyte secara efisien. Log Analytics juga dirancang untuk beberapa pengguna dalam satu perusahaan dan bertujuan untuk memecah silo. Berikut adalah beberapa kategori yang dapat memanfaatkan fitur ini: Developer & DevOps: Menggunakannya untuk pemecahan masalah Infrastruktur dan Aplikasi Tim Keamanan: Menggunakannya untuk Audit Log Analysis. Profesional jaringan: Menggunakannya untuk melakukan analisis log jaringan. Tim Operasi Bisnis: Menggunakannya untuk keperluan manipulasi data, membuat KPI, dan membuat dasbor (setelah pengembangan fitur). Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Harga Log Analytics termasuk dalam paket Cloud Logging standar. Kueri yang dikirimkan melalui antarmuka pengguna Log Analytics tidak dikenakan biaya tambahan apa pun. Mengaktifkan analisis di BigQuery bersifat opsional dan, jika diaktifkan, kueri yang dikirimkan terhadap kumpulan data tertaut BigQuery termasuk Data Studio, Looker, dan via BigQuery API, dikenakan biaya kueri BigQuery standar. Baca juga: Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya? Untuk mencoba fitur baru ini, kunjungi halaman Log Analytics di Cloud Console dan tingkatkan Log Bucket yang ada atau buat Log Bucket baru. Anda juga bisa melihat contoh kueri dari Google Cloud ini untuk memulai. Bagan di Log Analytics sekarang tersedia sebagai Private Preview (daftar di sini). Cloud Logging merupakan salah satu layanan andalan dari Google Cloud yang akan membantu Anda dalam manajemen dan analisis log. Layanan ini tentu saja sudah menerapkan ekosistem cloud yang fleksibel dan efisien. Untuk mulai berlangganan Google Cloud, Anda dapat menghubungi EIKON Technology. Kami akan membantu Anda memilih paket solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Google Workspace

Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces

Dalam upaya berkelanjutan untuk membangun komunitas dan koneksi dalam model kerja hybrid, Google memperkenalkan kapabilitas baru untuk menemukan dan bergabung dengan ruang chat melalui penelusuran Gmail di web. Saat memasukkan kueri sebelumnya di kotak pencarian Gmail, kini Anda bisa langsung melihat email atau percakapan dari aplikasi Chat dan Spaces yang berlaku. Cukup dengan memilih tombol “Mail” atau “Messages”. Per tanggal 24 Agustus 2022, Spaces di domain Anda dengan nama atau deskripsi yang sesuai kueri akan langsung muncul saat Anda mengeklik opsi “Spaces” yang baru ditambahkan. Direktori tidak hanya akan menyertakan Spaces tempat Anda bergabung, tetapi juga Spaces yang dapat ditemukan, dan juga Spaces terbatas tempat Anda diundang, tapi belum bergabung. Pengguna juga memiliki kesempatan untuk melihat pratinjau isi Spaces sebelum memutuskan untuk bergabung dengan mengklik tombol “Preview” yang ada di sebelah Spaces. Kapabilitas pencarian Gmail di web Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas baru dari Gmail web ini memungkinkan Anda untuk bisa segera tergabung dalam percakapan tim atau mencari topik pembahasan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Anda bahkan tak perlu lagi berpindah aplikasi untuk bisa tergabung dalam Chat atau Spaces. Cukup dengan melakukan pencarian melalui search box Gmail versi web, maka topik yang Anda cari pun akan muncul. Kapabilitas pencarian ini hadir sebagai sebuah solusi ketika ruang percakapan dalam perusahaan Anda terus bertambah. Menggunakan pencarian melalui Gmail di web, Anda bisa langsung menemukan ruang chat yang diinginkan. Selain menampilkan hasil pencarian dengan cepat, kapabilitas ini juga menyediakan jalur praktis untuk bergabung dengan ruang untuk tim, proyek, minat bersama tertentu, dan banyak lagi. Baca juga: Pengalaman Terpadu Log Gmail di BigQuery, Seperti Apa? Mulai menggunakan kapabilitas Kapabilitas ini berlaku untuk seluruh end-user Google Workspace, tanpa pengaturan tambahan dari administrator. Jika ingin mencari sebuah Space dalam perusahaan Anda, cukup mengetikkan kueri ke dalam Gmail Search Box > tekan enter > navigasikan ke daftar hasil Spaces. Untuk Space yang belum pernah Anda masuki, namun telah tersedia undanganya akan dilengkapi dengan tombol “Preview” dan “Join” di sebelah hasil pencarian. Untuk melihat sekilas isi Space, klik opsi Preview. Sedangkan jika Anda ingin langsung bergabung, pilih Join. Apabila merasa kesulitan untuk menggunakan kapabilitas ini, Anda bisa mengunjungi Help Center. Baca juga: Fitur Baru untuk Email Marketing dari Gmail, Apa Saja? Ketersediaan kapabilitas pencarian Photo Credit: Rawpixel Kapabilitas pencarian Gmail ini akan mulai diluncurkan pada tanggal 24 Agustus 2022 secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Anda yang berlangganan Google Workspace versi apa pun, bahkan untuk versi lama G Suite Basic dan G Suite Business. Kapabilitas ini juga tersedia untuk seluruh pemilik akun Google pribadi. Jadi setelah tanggal 24 Agustus 2022 Anda bisa mulai menantikan kapabilitas ini. Namun ada kemungkinan kapabilitas tidak langsung ditampilkan karena keseluruhan visibilitasnya sendiri memakan waktu hingga 15 hari ke depan. Google telah memastikan bahwa kapabilitas ini bisa langsung dinikmati oleh semua penggunanya. Baca juga: Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja? Untuk memudahkan kolaborasi kerja, Google Workspace tak henti-hentinya menghadirkan fitur dan kapabilitas yang menyederhanakan berbagai proses yang sebelumnya begitu rumit serta memakan waktu. Kapabilitas pencarian baru yang dihadirkan di Gmail versi web ini diharapkan akan memudahkan Anda untuk bergabung dengan ruang chat atau Space sesuai kebutuhan. Google Workspace memang telah terbukti mampu menyederhanakan dan mempermudah produktivitas. Bagi Anda yang belum menggunakan solusi produktivitas ini, EIKON Technology menyediakan produk Workspace resmi yang penggunaannya dapat disesuaikan untuk skala besar, seperti di perusahaan maupun instansi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi solusi, silakan klik di sini!

Google Workspace

Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut!

Google Sites adalah platform pembuatan situs web dari Google. Jika Anda terbiasa dengan platform situs web lain seperti WordPress atau Wix, Anda dapat menganggap Google Sites sebagai sesuatu yang agak mirip, tetapi mungkin lebih khusus untuk bisnis dan tim berbasis web. Sejak diperkenalkan pada tahun 2008 lalu, Google Sites terus berkembang. Bahkan pengembangan yang dihadirkan pun sangat detail termasuk dalam hal penyuntingan konten di dalam situs web. Dalam update terbarunya pada bulan September 2022 lalu, Google Sites menyediakan fitur spacing baru untuk menyunting konten Anda. Seperti apa cara kerjanya? Fitur spacing Google Sites Photo Credit: Rawpixel Sebelumnya, pada bulan Juni 2022 lalu, Google Sites menghadirkan sebuah pembaruan terkait spacing. Lewat pembaruan tersebut, editor situs dapat menyesuaikan jarak antara konten di situs mereka dengan pengaturan tema khusus yang menawarkan opsi 3 spacing, yaitu Compact, Cozy, dan Comfortable. Secara default, semua situs yang baru dibuat akan disetel dengan opsi Comfortable. Kini pada bulan September 2022, Google Sites kembali menghadirkan pembaruan untuk fitur spacing, yaitu dengan menambahkan opsi untuk menambahkan ruang kosong ke situs web Anda di tempat tertentu dengan spacer. Fitur ini memberikan lebih banyak fleksibilitas, terutama saat mendesain tata letak vertikal, dan umumnya membuat desain template dan halaman web menjadi lebih mudah. Baca juga: Google Sites Adalah Alat untuk Mendesain Website, Ini Dia Update Fitur Terbarunya! Cara menggunakan fitur Fitur baru spacing di Google Sites adalah fitur siap pakai yang artinya tidak memerlukan pengaturan dari administrator. Sedangkan bagi end-user yang ingin menggunakan fitur bisa langsung masuk ke halaman pembuatan situs. Setelah itu klik tautan “Spacer” yang ada di panel Insert (ada di bagian kanan halaman). Jika Anda menemukan kesulitan dalam menggunakan fitur baru ini, silakan kunjungi Help Center Google Sites. Fitur baru ini bisa langsung digunakan apa pun jenis konten web yang Anda buat, mulai dari konten teks, visual, hingga video. Anda bahkan bisa menambahkan jarak di mana saja, di antara konten di bagian samping halaman, di mana pun keinginan Anda. Baca juga:  Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Ketersediaan fitur Photo Credit: Rawpixel Perlu diingat, pembaruan ini dilakukan secara bertahap, sehingga ada kemungkinan fitur ini muncul di satu gadget Anda, tapi tidak muncul di gadget yang lain. Perilisan fitur secara bertahap dimulai pada tanggal 19 September (hingga 15 hari ke depan untuk ketersediaan fitur. Jadwal ini berlaku untuk domain rilis cepat. Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara penuh (dengan 1-3 hari untuk visibilitas fitur keseluruhan) dan dimulai pada tanggal 3 Oktober 2022. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Di samping itu, fitur spacing ini juga tersedia untuk seluruh pemilik akun Google pribadi. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Dengan hadirnya pembaruan ini Anda bisa membuat tampilan halaman situs web yang lebih nyaman untuk dilihat. Tampilan halaman web pun terlihat lebih rapi dan tertata dengan hadirnya fitur spacing ini. Selain fitur spacing, Google Sites juga menghadirkan berbagai fitur menarik lainnya seperti Collapsible Text dan Section Layout untuk membagi halaman web Anda. Google Sites adalah bagian dari Workspace dan akan bekerja lebih optimal jika Anda bekerja dalam ekosistem tersebut. Ini karena Workspace telah mendukung integrasi antar aplikasi-aplikasi di dalamnya. Lewat integrasi tersebut, Anda bisa dengan mudah mengunggah konten yang berasal dari aplikasi lain Workspace seperti Docs, Sheet, maupun Slide. Belum menggunakan Google Workspace? Kini Anda bisa menerapkan ekosistem kerja kolaboratif ala Workspace melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia, EIKON Technology menghadirkan berbagai produk serta solusi asli dan berlisensi resmi Google. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!  

Google Workspace

Update Google Apps Script IDE: Lingkungan Pengembangan yang Semakin Terintegrasi

 Pada bulan Desember 2020 lalu, Google mengumumkan pengalaman yang diperbarui dan ditingkatkan untuk integrated development environment (IDE) Apps Script. Sejak itu, pengguna dapat mengakses IDE lama. Pada akhir kuarter ketiga tahun 2022 ini, Google merombak kebijakan tersebut dan mulai menolak pengalaman lama. Mulai kuarter keempat tahun 2022, IDE versi baru akan menjadi pengalaman default tanpa opsi untuk kembali. Namun Anda tidak perlu khawatir karena IDE Apps Script versi baru ini telah terintegrasi dengan ekosistem kerja Google Workspace sehingga akan memudahkan Anda dalam bekerja. Untuk penjelasan selengkapnya mengenai update terbaru ini, Anda bisa simak ulasan berikut ini. Apa itu Apps Script? Apps Script adalah platform pengembangan aplikasi praktis yang mempercepat dan mempermudah pembuatan solusi bisnis khusus. Dalam update terbarunya, platform ini telah terintegrasi dengan Google Workspace dan yang meningkatkan kecanggihan aplikasi termasuk Calendar, Docs, Drive, Gmail, Sheets, dan juga Slides. Melalui peluncuran ini, Google telah mengubah IDE berbasis cloud yang akan membantu Anda membuat, mengedit, dan mengelola proyek. IDE versi baru juga akan menyederhanakan pengalaman pengembangan untuk Google Workspace. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Sebagai Pengamanan Tambahan Bagi Developer Apa yang berbeda dari IDE baru ini? Photo Credit: cookie_studio (Freepik) Dengan peluncuran ini, kami telah mengubah IDE berbasis cloud yang membantu Anda membuat, mengedit, dan mengelola proyek. IDE baru menyederhanakan pengalaman pengembangan untuk Google Workspace dan menawarkan: Editor kode canggih menggunakan Monaco yang menawarkan pelengkapan otomatis tingkat lanjut, pemformatan otomatis, dan banyak lagi. Pengalaman pemecahan masalah yang ditingkatkan dengan meningkatkan debugger dan menambahkan log streaming secara real-time. Integrasi antara IDE dan Google Workspace Developer hub untuk memberikan pengalaman menyeluruh yang mulus untuk merancang, mengembangkan, menerapkan, dan mengelola proyek Apps Script di satu tempat. Tampilan dan nuansa yang diperbarui, dengan antarmuka yang ramah pengguna yang lebih mirip dengan aplikasi Google Workspace lainnya yang menggunakan kerangka Material Design. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Developer dengan Cloud Client Libraries for Compute Engine Mulai menggunakan Apps Script IDE baru Photo Credit: senivpetro (Freepik) Apps Script IDE baru akan dirilis mulai kuarter keempat tahun 2022. Jadwal perilisan untuk domain rilis cepat sama dengan domain rilis terjadwal. Penting untuk diingat, IDE baru akan menjadi pengalaman default tanpa opsi untuk kembali. Bagi administrator dan Anda yang memanfaatkan Apps Script IDE untuk mengembangkan program atau aplikasi, Google telah menyediakan dokumentasi khusus yang bisa dijadikan panduan. Anda bisa mengaksesnya di sini. Update ini berlaku untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business. Perlu diingat juga bahwa fitur ini akan aktif secara default untuk semua pengguna. Namun, kini pengguna tidak dapat memilih untuk menggunakan IDE lama melalui opsi “Use legacy editor” karena per kuarter keempat tahun 2022 ini, opsi untuk kembali tersebut akan ditiadakan. Baca juga: Percepat Produktivitas Pengembang Anda Dengan Query Library Apps Script IDE baru ini telah terintegrasi dengan Google Workspace sehingga akan semakin memudahkan Anda dalam bekerja. Tempat kerja Anda belum memanfaatkan Google Workspace sebagai ekosistem kerja? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mengajukan implementasi melalui EIKON Technology yang merupakan authorized partner Google. EIKON Technology tidak sekadar menyediakan Google Workspace asli yang berlisensi, tapi kami juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga pemasangan. Untuk mulai berkonsultasi mengenai penerapan Google Workspace di lingkungan kerja Anda, silakan klik di sini!

Scroll to Top