EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Cara Menggunakan SIP Link untuk Menautkan Nomor Telepon Lokal ke Google Voice

Google Voice merupakan sebuah telepon yang memberikan nomor telepon Amerika Serikat kepada pengguna Google Account di Amerika Serikat serta pelanggan Google Workspace dari wilayah tertentu (Kanada, Denmark, Prancis, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris). Per Oktober 2022, administrator yang mengelola Google Voice Standard dan Premier dapat menghubungkan trunk Session Initiation Protocol (SIP) dengan Voice. Hal ini memungkinkan nomor telepon (layanan PSTN) dari operator lokal digunakan untuk Google Voice melalui serangkaian Session Border Controllers (SBCs) bersertifikat yang aman, seperti Audiocodes, Cisco, Oracle, dan Ribbon. SIP Link ini akan memudahkan Anda untuk memanfaatkan kemampuan Voice. SIP Link dan Google Voice Photo Credit: Google Workspace Updates Per Oktober 2022, Google Voice Standard dan Premier dapat ditautkan ke trunk Session Initiation Protocol (SIP) menggunakan SIP Link. Itu artinya, pengguna bisa menambahkan nomor telepon dari operator lokal ke Google Voice. Namun penting untuk diketahui, penambahan ini hanya dapat dilakukan melalui serangkaian Session Border Controllers (SBCs) bersertifikat yang aman, seperti Audiocodes, Cisco, Oracle, dan Ribbon. Fitur SIP Link ini sudah tersedia di Google Voice, baik itu untuk pengguna lama maupun pengguna baru (tentunya yang masuk dalam area layanan Voice). Dukungan untuk area lain akan hadir pada bulan-bulan selanjutnya. Google akan terus memberikan update melalui Workspace Updates Blog. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Kegunaan fitur Photo Credit: Freepik SIP Link menyediakan opsi yang fleksibel, menyesuaikan pada kebutuhan perusahaan Anda. Selain menggunakan SIP Link untuk terhubung dengan Voice, Anda juga dapat: Melakukan konfigurasi terhadap beberapa opsi penerapan, termasuk mengelola manajemen infrastruktur SBC milik perusahaan, outsourcing ke operator, atau penyedia pihak ketiga. Melakukan konfigurasi SBC untuk interoperabilitas antara Google Voice dan infrastruktur kontrol panggilan milik pelanggan. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Mulai menggunakan fitur Bagi administrator, setelah Anda melakukan konfigurasi trunk SIP dan mengunggah nomor telepon baru, Anda bisa langsung menetapkannya ke pengguna, telepon kantor, mesin penjawab otomatis, dan bahkan ring groups Anda. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai persyaratan SIP Link, Anda bisa mengunjungi halaman Help Center Google Workspace berikut. Fitur baru ini hanya memerlukan konfigurasi yang akan dilakukan oleh administrator. Itu berarti, end-user tidak perlu melakukan pengaturan apa pun sebelum menggunakan fitur. Ketersediaan fitur Photo Credit: benzoix (Freepik) Fitur SIP Link pada Google Voice ini hadir untuk domain rilis cepat sekaligus domain rilis terjadwal dengan format peluncuran yang diperpanjang (extended rollout. Prosesnya dimulai sejak tanggal 17 Oktober 2022 (dan kemungkinan besar akan membutuhkan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pengguna Google Voice Standard dan mereka yang memiliki lisensi Google Voice Premier. Baca juga: Membuat Aplikasi yang Lebih Cerdas dengan Document AI, Workflows, dan Cloud Fuctions Hadirnya fitur baru Google Voice ini diumumkan pada gelaran Google Cloud Next ’22 pada tanggal 11-13 Oktober lalu. Selain untuk menjawab kebutuhan pengguna, fitur SIP Link ini sekaligus membuktikan komitmen Google Workspace untuk mewujudkan ekosistem produktivitas kolaboratif yang seamless dan praktis. Tertarik untuk menggunakan solusi produktivitas kolaboratif dari Google Workspace? Meski layanan Google Voice masih belum tersedia di Indonesia, Anda masih bisa tetap menikmati berbagai layanan dan aplikasi lainnya seperti Google Docs, Sheets, dan Slides, tentunya dengan kapabilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk implementasi Workspace di tempat kerja Anda, EIKON Technology adalah solusinya. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, resmi, dan bergaransi. Untuk mulai konsultasi penerapan, hubungi kami di sini!

Google sheets, Google Workspace

Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu?

Pada tahun 2021 lalu, Google mengumumkan kapabilitas untuk menyisipkan smart chips untuk file Google Docs. Kapabilitas smart chips sendiri merupakan perpanjangan dari smart canvas, sebuah fitur yang akan memudahkan pengguna melakukan kolaborasi langsung dari file. Kini, kapabilitas tersebut hadir di GSheets yang merupakan spreadsheet berbasis cloud dari Google. Bagaimana cara menggunakan kapabilitas baru ini? Smart chips di GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Smart canvas merupakan bagian dari rencana pengembangan Google Workspace untuk menghadirkan solusi produktivitas masa depan. Fitur ini menghadirkan pengalaman baru yang akan memudahkan pengguna untuk tetap terhubung, memfokuskan waktu dan perhatian mereka, serta mengubah ide mereka menjadi sebuah dampak nyata. Pada tahun 2022 ini, Google Workspace telah secara konsisten menghadirkan fitur dan fungsi baru di Google Docs, Sheets, dan Slides untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Fitur-fitur baru tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih fleksibel, interaktif dan certas, serta mampu meningkatkan konten dan koneksi yang mendorong kolaborasi di seluruh ekosistem Google Workspace. Pada bulan Oktober 2022 ini, fitur smart chips telah hadir di GSheet. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Mulai menggunakan smart chips Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menggunakan fitur smart chips di GSheets ini, tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator. Itu artinya, end-user bisa langsung menggunakan fitur di file mereka. Untuk menyisipkan sebuah smart chip di sel Sheets, Anda bisa mengikuti salah satu atau semua metode berikut ini: Ketik “@” diikuti dengan nama file atau kata kunci langsung di sel. Arahkan ke Insert > Smart Chips > File chip. Tempel tautan Google Drive langsung di sel, arahkan kursor ke pratinjau, klik kanan, dan pilih “Convert to file chip“. Anda juga bisa mengunjungi halaman Help Center dari Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara memasukkan smart chips di Google Sheets. Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Ketersediaan fitur Fitur smart chips ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 11 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas seluruh fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 25 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas seluruh fitur). Smart chips di Google Sheets tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur baru ini pun tersedia untuk pengguna Google Account pribadi. Baca juga: Membuat Aplikasi Manajemen Inventaris dari Google Sheets dengan AppSheet Smart chips yang hadir di GSheets akan memudahkan Anda dalam menyisipkan konten pendukung dari file yang sedang disusun. Selain itu, fitur ini juga membuat kolaborasi kerja menjadi lebih praktis. Anda cukup menambahkan chips untuk melibatkan orang lain dalam proyek pembuatan file. Selain itu, kini Anda pun bisa langsung join Google Meet melalui Sheets. GSheets dan berbagai aplikasi lain yang dihadirkan Google akan bekerja optimal pada skala besar jika Anda berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menghadirkan paket berlangganan Workspace for Education untuk instansi pendidikan, serta Workspace for Business untuk perusahaan. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi dan berlisensi. Kami juga menyediakan solusi implementasi yang komprehensif dan minim risiko. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Docs, Google Workspace

Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda

  Sudah banyak perusahaan yang tak lagi menjadikan kantor fisik sebagai pusat gravitasi kerja mereka. Kebanyakan yang belum melakukannya pun bukan karena tidak tertarik, tapi karena sumber daya yang mereka miliki masih belum memenuhi kebutuhan ekosistem kerja hybrid. Google Workspace sebagai alat produktivitas dengan pengguna lebih dari 3 miliar terus berinovasi dalam hal konektivitas dan tentunya keamanan. Berikut adalah beberapa inovasi dari Workspace serta mitra pihak ketiga untuk memudahkan Anda dalam menerapkan ekosistem kerja hybrid. Koneksi yang imersif Photo Credit: Google Workspace Blog Beberapa tahun terakhir ini, Google Meet terus dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara orang-orang yang bekerja dari lokasi berbeda. Google menghadirkan pengalaman baru yang menciptakan koneksi imersif untuk membuat panggilan video terasa sama menariknya dengan pertemuan tatap muka. Berikut adalah di antaranya: Sorotan pembicara di Slide Fitur baru ini akan menempatkan video pembicara langsung di dalam konten mereka. Dengan begitu, fokus akan tetap ada pada penampil. Versi preview akan muncul pada akhir tahun 2022 ini. Photo Credit: Google Workspace Blog Meeting room check-in Fitur ini memungkinkan seluruh peserta meeting mengetahui siapa saja yang ada di dalam ruang rapat virtual dengan menampilkan nama mereka bersama nama ruang. Tersedia awal tahun 2023.  Photo Credit: Google Workspace Blog Mode pendamping seluler sebagai layar kedua di Meet Fitur ini memberi peserta untuk berpartisipasi penuh dengan mengangkat tangan, mengobrol, atau mengajukan pertanyaan dari ponsel sambil memanfaatkan audio dan video dalam ruangan. Tersedia awal tahun 2023. Menetapkan ruang konferensi ke ruang kerja kelompok di Meet Membantu mengelola logistik untuk peserta dalam ruang selama diskusi kerja kelompok. Fitur telah tersedia sejak bulan Oktober 2022. Baca juga: Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim Pembingkaian video otomatis di Meet Memusatkan peserta di video tile mereka sebelum bergabung ke rapat dan memungkinkan mereka membingkai ulang secara manual kapan saja. Fitur telah tersedia sejak bulan Oktober 2022. Selain rapat, Google Chat memungkinkan tim untuk bekerja secara real-time dengan menyediakan ruang khusus untuk percakapan dan konten. Baru-baru ini Google Workspace meluncurkan ruang yang dapat ditemukan dengan peningkatan keanggotaan hingga 8.000 orang, untuk menciptakan peluang baru untuk koneksi, komunitas, dan kolaborasi. Selain itu, Google juga menghadirkan: Photo Credit: Google Workspace Blog Emoji khusus dan percakapan beralur di Google Chat, memungkinkan pengguna mengekspresikan diri mereka secara lebih autentik dan mendalami percakapan tertentu. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Meleburkan batas dengan smart canvas Google Workspace meluncurkan smart canvas yang akan memudahkan pengguna berkolaborasi. Cukup dengan ‘@-mention’ Anda dapat melibatkan orang sekaligus memasukkan data yang dibutuhkan ke ruang kerja, menciptakan alur kerja yang teratur dan tidak memecah fokus. Oktober 2022 lalu, smart canvas telah mengalami beberapa perluasan dengan menghadirkan: Blok penyusun khusus di Google Docs Memungkinkan pengguna membuat komponen sendiri yang dapat digunakan kembali. Fitur dapat diakses dengan mudah menggunakan menu ‘@’. Fitur ini tersedia akhir tahun 2022 ini. Photo Credit: Google Workspace Blog Variabel di Google Docs Memungkinkan pengguna untuk menentukan elemen data umum dalam Docs, seperti nama klien atau nomor kontrak, dan memperbaruinya di seluruh dokumen dengan mengubah nilainya di satu tempat. Fitur tersedia awal tahun 2023. Bekerja lebih aman dengan Google Workspace Ada kecenderungan untuk berpikir bahwa mengamankan orang dan data dalam lingkungan hybrid lebih menantang daripada sebelumnya. Hal ini berlaku untuk sistem yang dibangun di era pra-cloud yang memiliki keamanan ditingkatkan dan sering kali kesulitan untuk menyesuaikan skala untuk mengatasi ancaman. Workspace lahir dan dikembangkan di cloud. Artinya, pelanggan akan mendapat manfaat dari keahlian cloud Google selama puluhan tahun dalam perlindungan ancaman, AI, dan skala global. Tahun ini Google memperluas kontrol perlindungan data tingkat lanjut untuk menjaga pengguna dan data tetap aman di lebih banyak aplikasi yang mereka gunakan setiap hari. Photo Credit: Google Workspace Blog Pencegahan kehilangan data (DLP) untuk Chat Memungkinkan admin membuat kebijakan khusus untuk membantu mencegah kebocoran informasi sensitif. Pemeriksaan terjadi secara real-time dan menerapkan tindakan korektif tanpa penundaan yang merupakan standar di seluruh industri. DLP dan kepatuhan konten sudah tersedia di Gmail, Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Fitur telah tersedia sejak bulan Oktober 2022. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Ekosistem hybrid memang telah menjadi idola saat ini. Ekosistem ini dinilai lebih efisien dan dapat meningkatkan produktivitas. Namun hybrid tidak akan bekerja dengan optimal tanpa sistem yang baik. Workspace menghadirkan solusi all-in yang akan memenuhi seluruh kebutuhan hybrid Anda. Optimalkan ekosistem hybrid Anda dengan Google Workspace yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi mengenai penerapan, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Cloud

Google Cloud Next bulan Oktober 2022 lalu, beberapa fitur baru diperkenalkan, salah satunya adalah Confidential Space yang merupakan bagian dari Confidential Computing. Lewat fitur ini pengguna dapat melakukan tugas-tugas seperti analisis data gabungan dan pelatihan model machine learning (ML) dengan jaminan bahwa data yang mereka miliki tetap terlindungi. Confidential Space dapat membantu Anda berkolaborasi menggunakan data sensitif atau teregulasi secara aman. Sebelumnya, Google meluncurkan Confidential Virtual Machines (VMs), sebuah solusi perintis yang menjaga data terenkripsi saat sedang diproses. Ini membantu memastikan bahwa data Anda dienkripsi saat diam, dalam perjalanan, dan dalam memori tanpa memerlukan perubahan pada aplikasi atau kode Anda. Solusi ini bahkan sedang digunakan oleh perusahaan besar seperti AstraZeneca, Bullish, HashiCorp, hingga Matrixx Software, Cara kerja Confidential Space Google Cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Dibangun di atas Confidential Computing, dan memanfaatkan pengesahan jarak jauh, Confidential Space menjalankan beban kerja di Trusted Execution Environment (TEE). Bersama dengan versi keras dari Container-Optimized OS (COS), kontributor data dapat memiliki kontrol atas bagaimana data mereka digunakan dan beban kerja mana yang berwenang atas data tersebut. Terakhir, Confidential Space memblokir operator agar tidak memengaruhi beban kerja dengan cara apa pun. Baca juga: Migrasi Cloud dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center Contoh pemanfaatan Confidential Space Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan Confidential Space, perusahaan dapat memperoleh nilai timbal balik dari menggabungkan dan menganalisis data sensitif seperti personally identifiable information (PII), protected health information (PHI), kekayaan intelektual, hingga rahasia kriptografi, sambil tetap memegang kendali penuh. Kolaborasi ini dapat mengarah pada inovasi, layanan pelanggan yang lebih baik, dan pengembangan teknologi transformasional. Misalnya pada lembaga keuangan seperti bank dan agen asuransi. Mereka perlu berkolaborasi untuk mengidentifikasi penipuan atau mendeteksi aktivitas pencucian uang di seluruh kumpulan data pelanggan mereka. Confidential Space memungkinkan pengguna untuk dapat berbagi data meski sifatnya sangat sensitif. Confidential Space memastikan bahwa data hanya akan digunakan untuk deteksi penipuan tanpa mengusik kerahasiaan informasi. Baca juga: Penyempurnaan Infrastruktur Google Cloud untuk Menyesuaikan Beban Kerja Anda Contoh lainnya pada perusahaan teknologi kesehatan dan medis. Confidential Space Google Cloud akan membantu mereka mempercepat pengembangan obat-obatan dan meningkatkan diagnostik menggunakan ML, tanpa mengorbankan data pasien atau mempertaruhkan ketidakpatuhan terhadap undang-undang privasi data. Begitu juga dengan institusi Web3 yang dapat menggunakan Confidential Space untuk mentransaksikan aset digital dengan aman dan instan. Mengandalkan multiparty computation (MPC), kolaborator terdistribusi dapat berpartisipasi dalam proses penandatanganan yang dapat diaudit. Pengesahan Confidential Space yang dapat diverifikasi dapat membantu memastikan bahwa semua kolaborator menyetujui tanpa mengekspos kunci penandatanganan pribadi mereka kepada pihak lain, termasuk operator platform. Pengembangan selanjutnya Confidential Space telah menambah daftar produk Google Cloud yang berkembang menggunakan Confidential Computing. Awal tahun 2022 ini, Google meluncurkan Confidential Google Kubernetes Engine (GKE) Nodes untuk umum dan memperluas fleksibilitas Confidential VMs ke jenis instance baru. Selain itu, Google Cloud Security dan Google Project Zero bermitra dengan firmware AMD dan tim keamanan produk dalam audit keamanan mendalam terhadap teknologi AMD yang mendukung Confidential Computing. Secara default, Google Cloud menyimpan semua data terenkripsi, dalam perjalanan antara pelanggan dan pusat data mereka. Confidential Computing dapat memperluas privasi data dengan melindungi kerahasiaan data Anda dan menjaganya tetap terenkripsi meskipun sedang diproses. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Confidential Space memungkinkan Anda untuk berkolaborasi dengan data yang sifatnya sensitif sekalipun tanpa harus mengorbankan keamanan dan kerahasiannya. Layanan ini akan bekerja optimal dengan solusi komputasi awan Google Cloud yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Selain menghadirkan produk resmi berlisensi, kami juga menawarkan prosedur implementasi komprehensif guna memastikan penerapan solusi yang aman dan bebas gangguan. Untuk memulai implementasi Google Cloud Anda, silakan klik di sini  

Google Workspace

Cara Membuat Transkripsi Panggilan Meet Menjadi File Documents Google

Sekarang Anda dapat mentranskripsikan video meeting Google Meet menjadi file documents Google. File yang ditranskripsikan kemudian akan disimpan di folder “Meet Recordings” milik host di Google Drive mereka. Formatnya akan mirip dengan rekaman rapat. Bagaimana cara menggunakannya? Mari simak ulasannya berikut ini. Transkripsi video meeting menjadi file documents Google Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur transkrip rapat ini dapat merekam diskusi rapat secara otomatis, sehingga lebih mudah untuk ditindaklanjuti setelahnya atau berfungsi sebagai catatan. Saat fitur ini aktif maka akan muncul simbol “Transcribing” di bagian sudut kiri atas layar rapat. Untuk rapat dengan kurang dari atau sama dengan 200 undangan, penyelenggara rapat, rekan penyelenggara, atau pemrakarsa transkrip akan menerima tautan ke dokumen transkripsi melalui email setelah rapat berakhir. Selain itu, transkrip akan otomatis dilampirkan ke undangan kalender terkait untuk rapat. Untuk rapat dengan lebih dari 200 peserta, transkripsi hanya akan dibagikan kepada penyelenggara rapat, tuan rumah, dan rekan penyelenggara, serta pengguna individu yang memulai transkripsi. Untuk rapat berulang, dokumen transkripsi baru akan terus ditambahkan ke undangan Calendar. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur diperlukan pengaturan oleh administrator dan juga end-user. Untuk detail selengkapnya, mari simak poin-poin di bawah ini: Administrator Fitur transkripsi video meeting menjadi file documents Google akan aktif secara default dan dapat dikonfigurasi ulang di tingkat grup, domain, atau organizational unit (OU). Perlu diingat, tidak ada kontrol admin untuk pelanggan Google Workspace Business Standard. Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang mengaktifkan atau menonaktifkan transkripsi Google Meet. Informasi tambahan, untuk pengguna Google Workspace Education dengan lisensi pengajar, fitur ini akan aktif secara default. Bagi pemilik lisensi pelajar, transkrip akan nonaktif secara default. Baca juga: Miro x Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif End-users Jika pengelolaan host nonaktif, peserta dalam domain dapat menggunakan transkrip. Jika pengelolaan host aktif, hanya tuan rumah rapat dan rekan penyelenggara yang dapat mengaktifkan transkrip. Untuk menggunakan transkrip dalam rapat, pengguna yang memenuhi syarat dapat mengunjungi panel aktivitas dan mengeklik “Transcripts”. Saat dihidupkan, lencana “Transcribing” akan muncul di sudut kiri atas layar rapat. Untuk mengakhiri transkripsi, pengguna dapat mengeklik “Stop transcription” dan transkripsi akan disimpan ke Google Drive mereka. Transkripsi hanya bisa dimulai oleh pengguna yang memenuhi syarat. Sebelum bergabung ke rapat, peserta akan melihat pemberitahuan yang memberi tahu mereka saat transkrip aktif. Photo Credit: Google Workspace Updates Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 24 Oktober 2022 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, serta Teaching and Learning Upgrade. Namun fitur ini tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Standard, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Fitur ini juga tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Baca juga: Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC? Hadirnya fitur transkripsi video meeting menjadi file documents Google ini akan memudahkan Anda untuk membuat catatan rapat sekaligus membuat rekaman yang dapat ditindaklanjuti. Fitur ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan paket Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid

Fleksibilitas kini menjadi hal yang dicari ketika bekerja. Namun ekosistem kerja hibrida kemudian menunjukkan pentingnya pilihan. Orang-orang tak lagi ingin dikunci dalam satu aplikasi saja. Mereka ingin menggunakan alat produktivitas seperti email dan panggilan video dengan tetap mengerjakan tugas lain memvisualisasikan data, mengelola proyek, membuat desain kreatif, dan banyak lagi. Sebagai platform produktivitas paling terbuka dan selalu dapat diperluas, Google Workspace terus mengembangkan solusi bagi para penggunanya. Pada gelaran Google Cloud Next ’22 bulan Oktober lalu, Google meluncurkan smart chips di Docs, serta integrasi baru dan kemampuan API yang ditingkatkan untuk Meet, Chat, dan Spaces. Mari simak detail selengkapnya dalam ulasan berikut. Smart chips untuk integrasi dengan aplikasi pihak ketiga Photo Credit: Google Workspace Blog Tahun 2021 lalu, Google Workspace memperkenalkan smart canvas, sebuah kapabilitas yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan informasi yang mereka butuhkan ke dalam file Docs tanpa perlu berpindah aplikasi. Pada tahun 2022 ini, Google memperluas kapabilitas smart chips untuk integrasi dengan aplikasi pihak ketiga. Dengan smart chips yang baru ini, Anda dapat menandai dan melihat informasi penting dari aplikasi mitra menggunakan ‘@-mentions’, serta memasukkan informasi interaktif atau pratinjau dari aplikasi pihak ketiga langsung ke dalam Docs. Perwakilan Google menyebutkan bahwa perluasan ini akan hadir pada bulan Januari 2023 nanti. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Menambahkan kapabilitas pihak ketiga ke Google Meet Awal tahun 2022 ini, Google Workspace memperkenalkan kapabilitas untuk bergabung ke rapat dan melakukan presentasi langsung dari Docs, Sheets, dan Slides untuk memudahkan pengguna bekerja sama secara real-time. Workspace juga membangun integrasi dengan Miro, yang memungkinkan Anda memulai kolaborasi di papan tulis Miro langsung dari panggilan Meet. Pengembangan dari Google Meet API dan Google Meet add-on SDK memungkinkan aplikasi dari pihak ketiga untuk menyatukan kapabilitas mereka dengan Google Meet, memberikan cara baru yang mulus bagi user untuk menggunakan alat favorit mereka saat sedang berada dalam panggilan video. Misalnya, Figma menggunakan SDK ini untuk menghadirkan desain populer dan kemampuan papan tulisnya ke dalam Google Meet. Photo Credit: Google Workspace Blog Menghadirkan aplikasi mitra ke Google Chat dan Spaces API Chat dan Spaces umum digunakan untuk menambahkan pengalaman baru ke Google Workspace. Misalnya, menyetujui aplikasi pihak ketiga untuk menambahkan orang ke Chat Spaces secara otomatis ketika terjadi situasi darurat (misalnya ketika memerlukan respons insiden). Photo Credit: Google Workspace Blog Google baru saja memperluas Chat and Spaces API untuk mengaktifkan lebih banyak fungsi antara Google Chat dan aplikasi mitra. Nantinya, aplikasi ini dapat membuat pesan langsung 1:1 atau obrolan grup secara terprogram. Aplikasi ini juga akan dapat membaca dan menulis pesan Cha tanpa mengharuskan pengguna untuk meluncurkan aplikasi, yang selanjutnya memperluas kemampuan untuk memungkinkan pemahaman kontekstual dari percakapan. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Kekuatan ekosistem Sudah menjadi komitmen Google Workspace untuk menghadirkan platform produktivitas yang terbuka, selalu dapat diperluas, dan tentunya memenuhi segala kebutuhan ekosistem hybrid. Bersama dengan para mitra, Google terus mengembangkan alat yang lebih bermanfaat dan fleksibel, menciptakan kemampuan terbaik di kelasnya untuk seluruh pekerjaan hybrid, sekaligus menyediakan cara berkomunikasi dan berkolaborasi yang benar-benar baru. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang add-on dan integrasi Google Workspace di sini dan membaca lebih lanjut tentang manfaat melakukan modernisasi program kantor lama di sini. Baca juga: Kelola Aktivitas Penyimpanan Lebih Mudah dengan Alat Manajemen Penyimpanan Baru Google Workspace Google Workspace terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi produktivitas yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan pekerjaan hybrid. Apakah kini kantor Anda menerapkan ekosistem hybrid. Optimalkan komunikasi dan kolaborasi kerja Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Sekarang Anda Bisa Memulai Rapat Langsung dari Jamboard Web, Bagaimana Caranya?

Google baru saja memperluas interoperabilitas antara Meet dengan Jamboard. Setelah perluasan ini, pengguna dapat bergabung atau memulai rapat langsung dari Jamboard versi web. Ini akan memudahkan Anda untuk mempresentasikan Jam Anda dengan mulus dan bahkan bisa langsung berkolaborasi. Fitur baru ini telah tersedia di Jamboard versi web. Interoperabilitas Google Meet dan Jamboard Photo Credit: Google Workspace Updates Pada tahun 2020 lalu, Google mengumumkan integrasi antara Meet dengan Jamboard. Integrasi ini memungkinkan Anda untuk dapat atau membuka Jam yang ada saat melakukan panggilan video melalui Meet. Integrasi papan tulis digital ini menunjukkan bahwa Anda dapat menggunakan Jamboard secara virtual untuk menyelenggarakan sesi brainstorming kolaboratif dengan rekan kerja atau siswa Anda secara real-time, bahkan saat Anda tidak berada di ruangan yang sama. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Kegunaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Rapat tim yang efektif adalah komponen penting untuk membuka inovasi yang difasilitasi oleh koneksi dan kolaborasi manusia. Komponen utama dari hal ini adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan lancar baik saat Anda bergabung di ruang rapat atau dari jarak jauh. Menghadirkan Google Meet ke Jamboard memungkinkan semua orang dalam rapat untuk berkolaborasi sambil melakukan percakapan. Ini sangat membantu bagi penyaji (host), yang dapat membagikan Jam mereka untuk mengilustrasikan ide atau konsep baru, serta menerima respons dari audiens di satu tempat. Kolaborasi menjadi lebih mudah, memungkinkan semua orang dalam rapat untuk berkreasi bersama di papan tulis tanpa beralih antar tab atau aplikasi. Seperti kapabilitas lainnya, seperti Meet di Google Docs, Sheets, dan Slides, pembaruan ini diharapkan dapat memberdayakan tim untuk bekerja sama secara real-time, di mana pun lokasinya. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Mulai menggunakan fitur Fitur baru di Jamboard ini akan otomatis aktif secara default, baik itu untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Kapabilitas untuk memulai rapat akan otomatis muncul di Jamboard dan bisa langsung Anda gunakan setelah tanggal perilisan. Untuk mempelajari seputar integrasi antara Jamboard dengan Google Meet, Anda bisa mengunjungi dokumentasi ini. Jika Anda menggunakan device khusus dari Jamboard untuk rapat, pengaturannya dapat di simak di sini. Bagi para administrator, Google juga telah menyediakan dokumentasi khusus yang menjelaskan tentang cara mengaktifkan dan menonaktifkan Jamboard di lingkungan kerja Anda. Dokumentasi tersebut bisa diakses di sini. Ketersediaan fitur Perluasan interoperabilitas Jamboard dengan Google Meet ini tersedia untuk domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Keduanya akan dilakukan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 20 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sementara itu, domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 31 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur baru ini dan keseluruhan integrasi Jamboard x Google Meet telah tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic maupun G Suite Business lama. Baca juga: Miro x Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif Dengan hadirnya fitur baru ini, Anda bisa langsung memulai rapat saat sedang membuat Jam di Jamboard, tanpa perlu lagi berpindah-pindah aplikasi atau tab browser. Google Workspace memang secara konsisten menghadirkan beragam kapabilitas yang akan memudahkan Anda dalam melakukan produktivitas kolaboratif. Ingin integrasi kerja yang lebih optimal? Gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace di lingkungan kerja Anda. EIKON Technology menghadirkan Workspace for Business dan Workspace for Education untuk menunjang produktivitas kerja, baik itu di perusahaan maupun instansi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Perluasan Smart Chips di GSheets, Kini Anda Bisa Menambahkan Events

Pada tahun 2021 lalu, Google mengumumkan kapabilitas smart chips yang dapat digunakan untuk menyisipkan file dan meeting di Google Docs. Kapabilitas ini juga merupakan bagian dari smart canvas Google Workspace yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan produktivitas para pengguna. Sebelumnya, pengguna dapat menambahkan file Google Drive langsung ke dalam GSheets sebagai smart chip. Bulan Oktober 2022 ini, kapabilitas tersebut mengalami perluasan, memungkinkan Anda untuk dapat melakukan lebih banyak pekerjaan. Seperti apa cara kerjanya? Perluasan smart chips di GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru kapabilitas smart chip memungkinkan Anda untuk dapat menambahkan file Google Drive langsung ke dalam Google Sheets. Ini akan mempermudah Anda untuk melihat pratinjau dan berinteraksi dengan file yang ada di spreadsheet lebih cepat. Selain itu, perluasan smart chips di GSheets juga memungkinkan Anda untuk menambahkan events yang ada pada Calendar ke dalam spreadsheet. Fitur tambahan dari smart canvas Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk mencari events yang tersimpan di Calendar atau menyalin link Calendar dan kemudian menambahkannya ke spreadsheet. Setelahnya, sistem akan menampilkan nama event serta hover card yang bisa langsung ditindaklanjuti di sel spreadsheet. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Kegunaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebagai sebuah spreadsheet berbasis cloud, GSheets adalah aplikasi yang sangat multifungsi. Anda bisa menggunakannya untuk beragam kebutuhan produktivitas, mulai dari menyusun jadwal, membuat perencanaan, melakukan analisis, hingga memantau perkembangan proyek. Semua tugas tersebut akan menjadi lebih mudah dan simpel jika data yang ada terintegrasi dengan informasi waktu di Calendar. Hadirnya perluasan fitur smart chip ini akan memudahkan Anda untuk mengintegrasikan antara data yang tercantum di GSheets dengan informasi yang tersimpan di Calendar. Dengan begitu, Anda bisa meminimalkan terjadinya ketidaksesuaian data antara Calendar dengan spreadsheet. Terlebih, fitur baru ini juga sudah dilengkapi dengan hover card yang memungkinkan Anda untuk langsung mengambil tindakan pada event di spreadsheet. Mulai menggunakan fitur Perluasan smart chip di GSheets tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. End-user bisa langsung menggunakannya untuk menambahkan event yang diinginkan. Untuk menambahkan event baru pada Sheet, cukup ketikkan “@” di sel spreadsheet yang Anda inginkan. Kemudian, carilah event pada Calendar Anda atau bisa juga melalui menu Insert > Chips > Events. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai fitur ini, silakan kunjungi halaman Help Center. Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Ketersediaan fitur Fitur baru ini dirilis secara bertahap, baik untuk rilis cepat maupun rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 11 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 25 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur smart chip tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Selain itu, fitur ini pun telah tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Google Workspace menghadirkan fitur smart chip untuk memudahkan produktivitas kerja kolaboratif. Perluasan yang hadir di GSheets ini akan membantu Anda menyesuaikan informasi yang tersimpan di spreadsheet dan Calendar. Dengan begitu, risiko ketidaksesuaian data pun bisa diminimalkan. Selain GSheets, Google Workspace juga masih memiliki berbagai aplikasi serta layanan produktivitas yang siap menunjang pekerjaan Anda. Gunakan solusi produktivitas dari Google Workspace untuk lingkungan kerja perusahaan atau instansi Anda. Selain GSheets, rangkaian produktivitas Workspace juga terintegrasi dengan Gmail, Docs, hingga Sites. Untuk implementasinya, Anda bisa percayakan pada EIKON Technology. Kami menawarkan solusi implementasi yang komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Migrasi Cloud dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center

Pada tahun 2022 ini, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi cloud publik guna mendapatkan hasil bisnis dan lingkungan TI yang lebih baik. Namun, migrasi ke cloud adalah tantangan kompleks yang melibatkan pemahaman keadaan infrastruktur dan aplikasi saat ini untuk menentukan seperti apa keadaan masa depan dan apa yang diperlukan untuk mencapainya. Belum lagi, proses migrasi cloud melibatkan banyak pemangku kepentingan, alat, proses, dan mitra implementasi. Google Cloud menghadirkan Migration Center, sebuah platform yang menyatukan semua alat perencanaan, migrasi, dan modernisasi mereka. Dibangun di atas fondasi data baru yang skalabel dan dapat diperluas, Migration Center menyediakan jaringan penghubung antara antarmuka pengguna dan API untuk Google Cloud atau alat penemuan, analisis, perencanaan, dan migrasi yang disediakan oleh mitra. Hadirkan pengalaman migrasi yang lebih cepat Dengan hadirnya Migration Center, Anda kini dapat melakukan migrasi dengan cepat, bahkan untuk lingkungan yang kompleks. Google Cloud pun telah menyediakan kapabilitas penemuan dan penilaian melalui layanan Rapid Assessment & Migration Program (RAMP), sehingga Anda bisa mendapatkan inventaris lengkap mengenai rencana migrasi cloud. Layanan ni bahkan mampu mengidentifikasi lokasi dan redundansi yang dapat dipotong. Baca juga: Kolaborasi Google Cloud dan RAMP untuk Percepatan Migrasi Cloud Dilengkapi hasil kolaborasi dengan mitra desain Photo Credit: DilokaStudio (Freepik) Google Cloud Migration Center juga menghadirkan layanan hasil kolaborasi dengan mitra global dan regional seperti Accenture, HCL, Maven Wave, SADA, Thoughtworks, dan Tata Consultancy Services. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses adopsi Google Cloud sekaligus mempermudah end-user untuk melakukan migrasi beban kerja berat ke penyimpanan awan. Beberapa layanan unggulan Google Cloud Migration Center Untuk saat ini (Oktober 2022), Migration Center masih dalam tahap Preview. Meski begitu, Anda sudah bisa menikmati beberapa layanan unggulannya seperti: Portal satu atap yang terintegrasi dengan konsol untuk semua kebutuhan migrasi dan modernisasi. Prediksi cepat untuk menjalankan beban kerja Anda di Google Cloud dengan masukan pengguna yang minimal. Prediksi ini akan mencakup ukuran yang akurat dan campuran yang tepat dari infrastruktur Google Cloud dan dibuat berdasarkan asumsi yang dapat diedit dari migrasi pelanggan yang sebenarnya. Inisiasi penemuan dan penilaian yang lebih mudah dengan laporan dalam konsol untuk inventaris aset, memberikan wawasan dan rekomendasi jalur terbaik untuk bermigrasi ke VM, container, database, hardware khusus, dan layanan terkelola. Dokumentasi panduan preskriptif berdasarkan praktik terbaik untuk perencanaan dan pelaksanaan migrasi, yang disaring dari prosedur migrasi yang telah dilakukan oleh Google Professional Services. Launchpad eksekusi migrasi untuk memulai migrasi Anda yang sebenarnya dengan alat yang telah terbukti, seperti Migrate to Containers, Database Migration Service, dan Migrate to Virtual Machines. Permukaan API umum bagi pelanggan dan mitra untuk memungkinkan integrasi ekosistem. Baca juga: Alur Sederhana untuk Merencanakan Migrasi Cloud Proses migrasi ke VM yang aman dan mulus Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Migration Center memungkinkan Anda untuk melakukan migrasi ke VM (Virtual Machines) dengan andal dan dapat diskalakan. Layanan ini juga memiliki kapabilitas untuk memigrasikan aplikasi besar sambil memenuhi persyaratan downtime yang ketat. Kapabilitas ini berjalan di ekosistem Google Cloud sehingga keamanannya pun terjamin. Pembaruan RAMP Baru-baru ini Google Cloud juga menghadirkan pembaruan untuk RAMP, kerangka kerja holistik yang didasarkan pada analisis TCO (Total Cost of Ownership) dan ROI (Return on Investment) pelanggan. Layanan ini sekarang dilengkapi dengan paket penilaian dan konsumsi baru yang dikirimkan melalui ekosistem mitra Cloud yang telah menyelesaikan spesialisasi migrasi mereka. Selain itu, Cloud juga meluncurkan Customer Onboarding Program untuk membantu Anda dalam melakukan migrasi beban kerja yang memenuhi syarat dari Technical Onboarding Center. Program ini bisa Anda ikuti secara gratis. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Hadirnya Migration Center diharapkan dapat membantu pelanggan dalam melakukan migrasi dan modernisasi komputasi awan. Dengan begitu, Anda pun dapat mengurangi biaya, waktu, dan energi saat menjalankan proyek migrasi. Awali perjalanan Anda dengan komputasi awan bersama EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk Google Cloud resmi berlisensi. Kami juga memberikan layanan komprehensif mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Inovasi Baru Google Sambut Era Baru Desain Sistem, Lebih Andal dan Aman

Belakangan ini, permintaan terhadap komputasi tumbuh begitu pesat hingga nyaris tak terpenuhi. Pada waktu yang sama, peningkatan kinerja CPU, konsumsi daya, memori, dan efisiensi biaya penyimpanan cenderung stagnan. Hambatan ini semakin diperburuk oleh tantangan baru dalam keandalan dan keamanan. Google menanggapi tantangan tersebut dengan menghadirkan inovasi desain sistem di seluruh lapisan, mulai dari akselerator silikon baru (IPU, VCU, dan TPU), hardware baru, infrastruktur pusat data, hingga solusi komputasi awan. Pada gelaran Open Compute Project (OCP) Global Summit 19 Oktober 2022 lalu, Google memperkenalkan dukungan terhadap ekosistem open hardware guna menyambut era baru desain sistem. Berikut adalah beberapa kontribusi utamanya. Desain server Google membagikan visi untuk server “multi-brain” di masa depan, mengubah desain server tradisional menjadi sistem terdistribusi terpilah yang lebih modular di seluruh komputasi host, akselerator, tray ekspansi memori, unit pemrosesan infrastruktur, dan sebagainya. Inovasi ini merupakan kerja sama Google dengan seluruh mitra OCP mereka, mulai dari hardware dengan DC-MHS, manajemen standar dengan OpenBMC dan RedFish, root of trust standar, dan antarmuka standar termasuk CXL, NVMe, dan seterusnya. Baca juga: Update Fitur Google Cloud Deploy: Pemanfaatan di Lingkungan GKE Makin Mudah? Komputasi tepercaya Photo Credit: DCStudio (Freepik) Root of trust adalah bagian penting dari sistem masa depan. Google memiliki tradisi memberikan kontribusi untuk keamanan yang transparan dan terbaik di kelasnya, termasuk solusi keamanan terpisah OpenTitan. Bersama dengan perusahaan teknologi terkemuka seperti AMD, Microsoft, dan NVIDIA, Google meluncurkan Caliptra, blok IP yang dapat digunakan kembali untuk pengukuran root of trust, ke OCP. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Keberlanjutan Terakhir, Google juga mengumumkan dukungan untuk inisiatif baru dalam OCP guna mendukung keberlanjutan lingkungan sebagai prinsip utama di seluruh ekosistem. Google telah menjadi yang terdepan dalam kelestarian lingkungan selama bertahun-tahun. Raksasa teknologi ini telah menerapkan carbon neutral sejak tahun 2007, menggunakan 100% energi terbarukan sejak 2017, dan memiliki tujuan ambisius untuk mencapai emisi nol bersih di semua operasi dan rantai nilai pada tahun 2030 nanti. Sebagai penyedia cloud terbersih di industri ini, Google juga telah membantu pelanggan melacak dan mengurangi jejak karbon mereka dan mencapai penghematan energi yang signifikan. Praktik keberlanjutan tersebut kini hadir di OCP dengan pengukuran yang telah terstandarisasi. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Pengumuman ini adalah contoh terbaru dari sejarah Google dalam membina ekosistem hardware yang terbuka dan berbasis standar. Ekosistem terbuka memungkinkan pasar produk yang beragam, dengan kelincahan, dan peluang yang strategis terhadap inovasi. Ekosistem open-source Google bersifat multidimensi: mendorong standarisasi dan adopsi industri, kontribusi komunitas yang kuat dan beragam untuk menumbuhkan ekosistem, serta kebijakan luas dan kepemimpinan organisasi serta berbagi praktik terbaik. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Kembangkan sistem desain di perusahaan Anda dengan ekosistem hardware Google yang terbuka dan standar. Mulai langkah baru Anda dengan berlangganan solusi komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology yang merupakan authorized reseller produk-produk Google. EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi yang didukung dengan prosedur penerapan mulus bebas hambatan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami di sini!

Scroll to Top