EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Collaboration, Google Cloud, Productivity

4 Update Baru Cloud Asset Inventory Bantu Anda Lebih Mengenali Google Cloud

Cloud Asset Inventory adalah menyediakan layanan inventaris berdasarkan database berbasis waktu. Database tersebut menyimpan riwayat aset metadata Google Cloud dalam lima minggu terakhir. Dengan adanya Cloud Asset Inventory, Anda bisa mencari aset metadata menggunakan bahasa query khusus hingga memonitor perubahan aset melalui notifikasi bersifat real-time. Mengingat pentingnya peran Cloud Asset Inventory tersebut, Google pun rutin memberikan update agar performanya terus meningkat. Dengan begitu, Anda pun bisa menggunakan Google Cloud secara lebih optimal. Berikut beberapa update yang baru-baru ini diberikan Google kepada Cloud Asset Inventory. Integrasi Datadog dan Asset Discovery Photo Credit: Kevin Ku (Pexels) Salah satu layanan utama dari Cloud Asset Inventory adalah asset list, yang berfungsi untuk menyusun daftar aset suatu project dalam jangka waktu tertentu menggunakan Cloud Asset API. Pada update terbaru ini, fitur asset list kini mampu mendeteksi aset (asset discovery) secara lebih cepat dan komprehensif tanpa harus mengekspor data ke tempat penyimpanan yang dituju. Tak hanya itu, kini asset list juga telah terintegrasi dengan Datadog, aplikasi penyedia layanan pemantauan dan keamanan multi-cloud. Datadog mengandalkan integrasi mendalam dengan Cloud Asset Inventory untuk menyediakan layanan asset discovery. User interface baru untuk melihat insight Photo Credit: Google Saat mengakses Cloud Asset Inventory, Anda akan disambut oleh tampilan user interface yang baru. Berkat tampilan baru ini, sekarang preview untuk konsol Cloud Asset Inventory telah tersedia bagi pengguna Google Cloud Platform maupun aplikasi Anthos. Preview tersebut menampilkan informasi seputar riwayat Cloud, detail penggunaan sumber daya, hingga kemampuan search dengan filter yang cukup spesifik. Kini konsol Cloud Asset Inventory dapat difilter berdasarkan level project dan organisasi. Dengan begini, karyawan hanya dapat mengakses data atau sumber daya lain yang izinnya telah diberikan kepada mereka. Tambahan 7 Asset Insight baru Photo Credit: Christina Morillo (Pexels) Cloud Asset Inventory baru saja menambahkan tujuh jenis Asset Insights baru melalui platform Active Assist. Berbagai aset baru ini dapat membantu Anda mendeteksi adanya anomali dalam kebijakan Identity and Access Management (IAM) milik perusahaan. Dari hasil deteksi ini, Anda pun dapat melakukan perbaikan pada sistem keamanan Cloud. Berikut ketujuh jenis Asset Insight baru tersebut: Anggota eksternal dalam kebijakan IAM Pengguna eksternal yang meniru akun layanan Anda Anggota eksternal sebagai editor kebijakan Pengguna eksternal yang dapat melihat bucket penyimpanan cloud Pengguna atau grup yang telah dihapus, tapi masih berada dalam kebijakan IAM Kebijakan IAM yang mencakup seluruh pengguna atau pengguna terotentikasi   Project yang penggunanya tak lagi menjadi owner   Lebih mudah menentukan pihak-pihak yang bisa mengakses data Photo Credit: Google Demi menjaga keamanan resources yang tersimpan di dalam Cloud Asset Inventory, Anda perlu melakukan manajemen atau pengelolaan akses. Untuk membantu Anda melakukan hal tersebut, telah hadir Policy Analyzer baru pada Cloud Asset Inventory yang mampu menganalisis hubungan antara resources dan kebijakan IAM. Analisis tersebut mencakup banyak fungsi, mulai dari ekspansi grup secara efisien, impersonasi akun layanan, hingga perluasan resources. Tak hanya itu, Anda bahkan juga bisa mengekspor hasil analisis ke bucket Cloud Storage atau BigQuery. Dengan adanya update baru pada Cloud Asset Inventory, kini Anda bisa menggunakan Google Cloud secara lebih aman dan optimal. Bagi yang belum berlangganan layanan cloud unggulan Google ini, Anda bisa langsung menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda memahami lebih jauh tentang layanan dan infrastruktur Google Cloud. Tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Productivity

4 Fitur Baru Chrome untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

  Chrome dikenal sebagai layanan aplikasi browser yang dikembangkan oleh Google. Melalui Chrome, Anda bisa melakukan banyak hal untuk menunjang pekerjaan, mulai dari riset data, mencari bahan konten promosi, hingga berkolaborasi dengan rekan kerja satu tim. Memahami pentingnya peran Chrome, Google telah menyematkan sejumlah fitur baru untuk membantu Anda dan pengguna lain dalam meningkatkan produktivitas kerja. Apa saja fitur-fitur Chrome tersebut? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Peningkatan performa secara keseluruhan Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Salah satu fitur utama yang baru ditambahkan pada Chrome adalah meningkatkan performa. Berkat adanya peningkatan ini, kini penggunaan Chrome CPU jadi berkurang sehingga dapat mengurangi pemakaian baterai serta meminimalisir timbulnya suara kipas serta mesin panas. Pada perangkat Mac, misalnya, terjadi peningkatan hingga 65% terhadap Dampak Energi (Energy Impact) saat tabs aktif diprioritaskan. Alhasil, penggunaan CPU jadi berkurang hingga 35% dan masa baterai pun bisa bertambah hingga 1,25 jam. Hasil performa serupa juga ditemukan pada perangkat Windows, Linux, dan Chrome OS. Lebih mudah mengelola project dengan Tab Groups Photo Credit: Google Demi keperluan pekerjaan, terkadang Anda harus membuka banyak tabs di Chrome dalam satu waktu. Terlebih jika Anda sedang mengerjakan banyak project, bisa-bisa tabs yang dibuka pun jadi menumpuk. Bukannya pekerjaan cepat selesai, Anda justru bingung mencari tab yang harus diakses untuk tugas tertentu. Mengatasi hal tersebut, fitur baru bernama Tab Groups pun diluncurkan. Melalui fitur Chrome ini, Anda bisa mengelompokkan beberapa tabs dalam satu grup. Agar bisa lebih fokus dan meningkatkan produktivitas kerja, Anda dapat me-minimize maupun memperluas tampilan kelompok tab tersebut. Cara menggunakan Tab Group ini sangatlah mudah. Pada salah satu tab, klik kanan dan pilih opsi Add Tab to New Group. Lalu, untuk mengelompokkan tabs lain ke grup yang sama, Anda hanya perlu menggeser (drag) tabs ke grup tersebut. Mute notifikasi saat Anda presentasi Photo Credit: cottonbro (Pexels) Tak hanya untuk browsing data atau informasi, Chrome juga kerap digunakan untuk online meeting. Bagi yang harus menyampaikan presentasi saat meeting, biasanya Anda akan share screen untuk memperlihatkan materi presentasi. Untuk meminimalisir distraksi selama presentasi berlangsung, Google telah menambahkan fitur Chrome yang baru bernama Mute Notifications. Jadi, saat Anda presentasi, Chrome akan menonaktifkan (mute) seluruh notifikasi sehingga Anda dan tim bisa benar-benar fokus meeting. Kirim tautan ke teks yang telah diberi highlight Photo Credit: Google Dalam aktivitas kerja sehari-hari, Anda dan rekan satu tim biasanya akan saling berbagi tautan atau link untuk keperluan riset data. Namun, ketika membuka link tersebut, Anda dihadapkan dengan berbaris-baris tulisan tanpa tahu bagian mana yang dimaksud oleh rekan kerja Anda. Bukannya meningkatkan produktivitas kerja, hal ini justru berisiko membuang waktu Anda. Kabar baiknya, kini telah hadir fitur baru bernama Link to Highlight yang bisa menjadi solusi atas tantangan tersebut. Melalui fitur Chrome ini, Anda bisa memberikan highlight pada teks yang ingin Anda bagikan, klik kanan pada bagian highlight tersebut, pilih opsi “Copy link to highlight”, lalu membagikannya ke rekan kerja. Jadi, ketika rekan kerja membuka link tersebut, ia akan langsung melihat bagian teks yang telah di-highlight. Tak perlu lagi scroll dan mencari satu per satu sehingga Anda dan rekan satu tim bisa lebih hemat waktu.  Berbagai fitur Chrome terbaru ditambahkan secara rutin untuk memaksimalkan pengalaman para penggunanya, termasuk dalam hal meningkatkan produktivitas kerja. Namun, jika ingin lebih maksimal lagi, disarankan untuk menggunakan perangkat Chromebook. Berbekal sistem Chrome OS, Chromebook menggunakan Chrome sebagai default browser sehingga mendukung seluruh fitur yang disematkan. Anda bisa mendapatkan perangkat Chromebook secara mudah dengan menghubungi EIKON Technology, partner resmi produk Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Google Workspace, Productivity

Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Memperkuat Kolaborasi Kerja

Di tengah budaya kerja yang semakin bergeser ke arah hybrid, peran teknologi pun jadi semakin penting bagi banyak pekerja. Dengan tingkat fleksibilitas yang semakin tinggi, di mana banyak dari Anda yang bekerja secara remote dari tempat masing-masing, kebutuhan akan teknologi yang aman dan mengedepankan privasi pun ikut meningkat. Sebagai program andalan untuk menunjang produktivitas kerja, Google Workspace sejak awal dirancang dengan sistem keamanan dan privasi yang optimal. Seiring berjalannya waktu, berbagai update dan inovasi terus dilakukan demi memberikan rasa aman kepada para pengguna. Baru-baru ini, sistem keamanan Google Workspace kembali mendapatkan peningkatan. Tujuannya agar kolaborasi kerja menggunakan Google Workspace bisa semakin kuat karena para pengguna tak perlu khawatir akan privasi dan keamanan mereka. Inovasi apa saja yang diberikan Google terhadap sistem keamanan Workspace? Cek selengkapnya di bawah ini! Trust Rules, kontrol lebih bagi admin untuk mengatur data Photo Credit: Google Kolaborasi online dapat berjalan efektif apabila pertukaran ide dan informasi dapat berlangsung kondusif. Tak hanya membutuhkan pengelolaan file atau data secara tepat, tapi Anda juga harus memastikan bahwa data tersebut selalu berada di tangan yang tepat. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sistem keamanan Google Workspace mendapatkan fitur baru bernama Trust Rules for Drive. Melalui Trust Rules, pihak administrator (admin) akan memiliki kontrol lebih dalam menentukan data yang dapat dibagikan, baik ke sesama karyawan internal maupun pihak eksternal. Berkat adanya aturan-aturan tersebut, admin berhak menerapkan pembatasan akses sharing secara spesifik untuk grup karyawan tertentu. Versi beta dari Trust Rules for Drive akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Nantinya, fitur keamanan satu ini hanya akan tersedia untuk pengguna langganan Google Workspace Enterprise dan Google Workspace Education Plus. Memperkuat privasi dan keamanan data dengan client-side encryption Photo Credit: Google Pada dasarnya, Google Workspace telah menggunakan sistem cryptography standar untuk mengenkripsi sejumlah data yang tersimpan dalam Google Cloud. Inovasi terbaru pada sistem keamanan Google Workspace akan memberikan Anda kontrol langsung terhadap kunci-kunci enkripsi tersebut serta layanan identitas yang Anda pilih untuk mengaksesnya. Dinamakan client-side encryption, fitur ini membuat data pengguna jadi tidak bisa diuraikan atau “dipecah” oleh Google. Namun, tenang saja, Anda tetap bisa menikmati beragam layanan Google Workspace seperti mengakses file di Drive dari perangkat mobile hingga berbagi file kepada pihak eksternal. Didukung dengan sistem enkripsi lain yang diterapkan Google, pengguna Google Workspace pun akan mendapatkan proteksi lebih terhadap data-data mereka. Hal ini tentu akan sangat membantu Anda dalam menyimpan data sensitif seperti riwayat medis pasien dan data finansial perusahaan. Lebih efektif mencegah data hilang melalui Drive Labels  Photo Credit: Google Sistem keamanan Google Workspace yang baru juga hadir dalam fitur bernama Drive Labels, yang memungkinkan Anda untuk mengklasifikasikan data-data di Drive. Dengan begini, Anda pun bisa mengelola dan menangani data-data tersebut secara tepat. Terintegrasi dengan sistem Data Loss Prevention (DLP), Drive Labels memberi kemampuan pada pihak admin untuk menetapkan aturan yang sesuai dengan level sensitivitas data. Jadi, semakin tinggi tingkat sensitivitas suatu data, maka akan semakin sulit untuk diakses sembarangan. Jika seandainya Anda lupa mengklasifikasikan data, tak perlu khawatir karena Drive Labels memiliki fitur klasifikasi otomatis yang dilakukan berdasarkan aturan DLP dari admin. Namun, fitur klasifikasi otomatis ini hanya akan tersedia pada edisi Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus.   Berbagai inovasi pada sistem keamanan Google Workspace tersebut memberikan kepercayaan lebih kepada para penggunanya. Dengan begini, kolaborasi kerja pun bisa dilakukan tanpa mengkhawatirkan privasi dan keamanan. Namun, pastikan untuk berlangganan Google Workspace terlebih dulu agar dapat menggunakan fitur-fitur keamanan tersebut. Setidaknya ada empat edisi yang bisa Anda pilih untuk berlangganan Google Workspace sesuai kebutuhan. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan memberikan penjelasan kepada Anda dan membantu melakukan pendaftaran untuk berlangganan.

Chromebook, Security

5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda

  Menjaga keamanan pengguna di ranah online merupakan salah satu prioritas utama Google. Terlebih, ada miliaran orang di dunia yang menggunakan produk browser andalan Google, Chrome, untuk mengakses web. Berbagai cara pun diterapkan untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome agar Anda dapat browsing tanpa rasa khawatir. Berikut beberapa di antaranya.   Proteksi terhadap password    Photo Credit: Dan Nelson (Unsplash) Sebagai pengguna aktif internet, kemungkinan besar Anda memiliki banyak akun di berbagai website. Demi alasan keamanan, tiap website pun mempunyai password berbeda untuk sign in. Dengan banyaknya password yang harus diingat, tentu hal tersebut cukup menyulitkan. Untungnya, Anda tak perlu melakukan hal tersebut karena telah hadir Password Manager yang dapat menyimpan password akun-akun online Anda secara aman. Tak hanya itu, tersedia pula fitur Password Checkup yang akan memberi notifikasi apabila ternyata ada password yang berpotensi mudah diretas.   Fitur Safe Browsing untuk mencegah risiko kejahatan siber   Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Bentuk perlindungan privasi dan keamanan Chrome tidak hanya diberikan pada informasi password akun online Anda, tapi juga untuk aktivitas browsing secara keseluruhan. Tahukah Anda bahwa Chrome dilengkapi dengan fitur bernama Safe Browsing? Jika Anda hendak membuka atau mengunjungi website yang berpotensi mengandung virus atau bahaya lain, fitur Safe Browsing inilah yang akan memperingatkan Anda, begitu juga saat Anda mengunduh file mencurigakan dari internet. Dengan begini, risiko kejahatan siber seperti malware dan phising pun dapat diminimalisir. Kontrol sendiri iklan yang mau Anda lihat     Photo Credit: Pixabay (Pexels) Saat sedang browsing, kemungkinan besar Anda pernah melihat iklan online yang ditampilkan pada beberapa website tertentu. Apabila Anda merasa heran kenapa iklan tersebut ditampilkan kepada Anda, maka Anda bisa klik opsi Why This Ad yang tertera pada iklan tersebut. Lalu, jika Anda tidak suka dengan iklan tertentu karena dianggap tidak cocok atau relevan, Anda juga bisa memblokirnya dengan menggunakan fitur Mute This Ad. Fitur-fitur menjadi langkah untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome Anda melalui kontrol terhadap iklan. Google ingin memberikan transparansi sejelas mungkin terkait pemasangan iklan, bahwa mereka tidak menjual informasi personal Anda kepada pengiklan maupun pihak mana pun.   Bisa menghapus data secara otomatis   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Saat Anda browsing melalui Chrome, berbagai data pun akan disimpan, mulai dari aktivitas penggunaan web, riwayat lokasi, hingga riwayat pencarian YouTube. Sebagai bentuk perlindungan privasi dan keamanan Chrome, Google telah menyediakan fitur khusus untuk menghapus data-data tersebut secara otomatis. Dinamakan Auto-delete, fitur ini mampu menghapus berbagai data riwayat yang tersimpan di Chrome secara otomatis setelah 3-18 bulan. Di samping itu, Anda juga bisa mengontrol data apa saja yang disimpan akun Google Anda melalui fitur kontrol on/off pada Google Account.   Tingkatkan privasi dengan mode Incognito   Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Sejak diluncurkan bersama Chrome pada 2008, mode Incognito menjadi salah satu fitur kontrol privasi yang paling populer digunakan. Saat mode Incognito diaktifkan, riwayat aktivitas browsing Anda pada Chrome tidak akan tersimpan pada Google Account Anda. Melihat popularitas mode Incognito yang cukup tinggi, sejak 2019 lalu pun Google menambahkan mode tersebut pada Google Maps dan YouTube. Untuk mengaktifkan mode ini, Anda hanya perlu masuk ke Google Account dengan tap foto profil di bagian kanan atas laman Chrome. Apa pun aktivitas online yang Anda lakukan melalui Chrome, sudah menjadi kewajiban Google untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome Anda. Apabila ingin mendapatkan proteksi yang lebih maksimal, disarankan untuk mengakses Chrome menggunakan Chromebook, perangkat laptop bersistem Chrome OS. Sistem ChromeOS memiliki fitur update otomatis, termasuk pada fitur-fitur privasi dan keamanan yang ada dalam Chrome. Alhasil, sistem privasi dan keamanan Chrome Anda pun akan selalu up-to-date. Karenanya, jangan tunda lagi dan segera dapatkan perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk cari tahu lebih lanjut seputar Chromebook atau tanyakan langsung kepada tim EIKON Technology!  

Chromebook, Security

BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome

  Sejak pertama kali dirilis pada 2008, Google Chrome selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan web. Berbagai fitur, inovasi, dan inisiatif pun dilakukan demi memberikan pengalaman web browsing dengan keamanan optimal bagi para pengguna. Sebagai salah satu upaya untuk terus menciptakan web browser yang aman, Google Chrome bekerja sama dengan tim Google Cloud Security menjalankan suatu inisiatif baru. Inisiatif ini dinamakan BeyondCorp Enterprise, yang dikembangkan berdasarkan prinsip zero trust. Melalui adanya BeyondCorp Enterprise, kini Google Chrome mampu memberikan proteksi keamanan yang lebih baik dan bersifat real-time tanpa perangkat lunak (software) tambahan. Proteksi dalam bentuk apa saja yang disediakan oleh BeyondCorp Enterprise? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini! Dikembangkan berdasarkan prinsip zero trust Photo Credit: Jefferson Santos (Unsplash) Seperti disebutkan sebelumnya, pengembangan BeyondCorp Enterprise dilakukan berdasarkan prinsip zero trust. Konsep utama di balik prinsip ini adalah tidak ada jaringan web yang bisa dipercaya secara default sehingga aksesnya harus selalu diamankan dan diautorisasi. Melalui pemasangan pada Chrome, BeyondCorp Enterprise dapat memberikan solusi bersifat zero trust untuk melindungi data Anda, proteksi lebih baik secara real-time dari berbagai ancaman, sekaligus menyediakan informasi penting tentang perangkat untuk membantu Anda menentukan apakah perangkat tersebut berhak mendapatkan akses web.  Berbagai kelebihan tersebut sudah langsung terpasang pada Chrome. Artinya, Anda tak perlu mengunduh software tambahan apa pun untuk bisa mendapatkan perlindungan lebih dari BeyondCorp Enterprise. Lebih baik dalam mencegah kebocoran data dan kejahatan siber Photo Credit: Google Peningkatan keamanan web menjadi fokus utama BeyondCorp Enterprise. Mengusung prinsip zero trust, BeyondCorp Enterprise mampu meningkatkan performa Chrome dalam mencegah risiko kebocoran data di web, khususnya untuk data-data yang bersifat sensitif. Tim IT perusahaan kini dapat menerapkan aturan khusus untuk menentukan tipe data apa saja yang bisa diunggah dan diunduh. Dengan begini, karyawan perusahaan pun tidak akan asal mengunggah maupun mengunduh data yang bisa saja berbahaya untuk keamanan perusahaan. Tak hanya itu, BeyondCorp Enterprise juga menunjang pencegahan potensi kejahatan siber seperti malware dan phishing. Adanya prinsip zero trust memungkinkan BeyondCorp Enterprise untuk mengecek URL secara real-time dan melakukan pemindaian mendalam terhadap file untuk melacak adanya malware. Peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman risiko Photo Credit: Google Di samping mengoptimalkan proteksi keamanan terhadap jaringan web pada Chrome, BeyondCorp Enterprise juga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman risiko kejahatan siber. Melalui BeyondCorp Enterprise berbasis prinsip zero-trust, kini perusahaan atau organisasi akan mendapatkan lebih banyak informasi mendalam seputar adanya potensi ancaman atau aktivitas online yang mencurigakan. Informasi tersebut dapat diakses melalui laporan berbasis cloud. Sebagai contoh, jika seandainya ada seorang karyawan mengunduh file berbahaya menggunakan perangkat perusahaan, atau misalnya karyawan tersebut log in pada situs phishing, maka Anda akan langsung mendapatkan notifikasi sehingga bisa segera mengambil tindakan yang sesuai.   Berkat inisiatif BeyondCorp Enterprise dengan prinsip zero trust, kini Anda dan segenap tim di perusahaan bisa menggunakan Chrome secara lebih aman dan nyaman. Terlebih jika Anda mengaksesnya melalui perangkat Chromebook yang berbasis Chrome OS, sistem operasi yang khusus diciptakan untuk Chromebook. Hal tersebut memungkinkan Chrome untuk memberikan performa yang lebih optimal. Tidak percaya? Anda bisa membuktikannya sendiri dengan mendapatkan perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Menyediakan banyak jenis perangkat Chromebook dengan beragam fitur, tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga di sini!  

Info

Meningkatkan Privasi dan Keamanan Google Chrome Extension

  Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 250.000 extension tersedia di web store Google Chrome? Bertujuan untuk meningkatkan pengalaman para pengguna dalam mengakses Google Chrome, tidak mengherankan jika setiap harinya ada sekitar empat juta extension yang diunduh. Terdapat berbagai cara untuk meningkatkan privasi dan keamanan Google Chrome Extension. Agar Anda dan pengguna lain bisa memiliki pengalaman optimal saat browsing di Google Chrome, Google selalu memastikan agar extension tersebut memenuhi kriteria privasi dan keamanan yang telah ditetapkan. Pada 2021 ini, Google Chrome extension kembali mengalami peningkatan privasi dan keamanan melalui berbagai penyesuaian. Informasi penggunaan data yang lebih transparan Photo Credit: Google Salah satu bentuk update privasi dan keamanan yang diberikan pada Google Chrome extension adalah peningkatan transparansi. Google telah menyesuaikan kebijakan bagi para developer untuk meningkatkan transparansi pada extensions yang mereka buat. Sejak 18 Januari 2021 lalu, setiap extension diwajibkan untuk menampilkan kebijakan privasi (privacy practice) secara publik. Dalam visual yang jelas dan bahasa yang mudah dimengerti, kebijakan tersebut harus menjelaskan bagaimana extension mengumpulkan dan memakai data milik para pengguna. Tak hanya itu, kini pihak pengembang atau developer extension juga tak bisa menggunakan data pengguna seenaknya karena Google telah menerapkan sejumlah pembatasan baru. Pengguna punya kontrol lebih terhadap data pribadi Photo Credit: Glenn Carstens-Peters (Unsplash) Per 2021 ini, Google Chrome  mengalami perubahan terkait akses data dan izin pengunduhan. Berkat adanya update tersebut, kini Anda sebagai pengguna bisa punya kontrol lebih terhadap data pribadi. Anda berhak menentukan website mana saja yang yang datanya bisa diakses Google Chrome extension saat Anda browsing.  Setelah Anda memberikan akses atau izin kepada extension untuk mengakses data pada website tertentu, pengaturan ini dapat Anda simpan untuk domain tersebut. Bagi yang ingin memberikan akses extension kepada seluruh website yang dikunjungi, Anda juga tetap bisa melakukannya. Namun, kabar baiknya, hal tersebut bukan lagi menjadi sebuah pengaturan default. Update terkait peningkatan kontrol pengguna ini sebetulnya merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dilakukan Google tahun lalu. Pada 2020, Google menambahkan ikon bergambar puzzle untuk extension pada menu Toolbar. Fitur ini sejak awal dirancang untuk memberikan kontrol lebih kepada pengguna dalam memberikan akses data website kepada Google Chrome extension. Proteksi lebih melalui Enhanced Safe Browsing Photo Credit: Google Selain kedua update di atas, Google juga melakukan peningkatan privasi dan keamanan extension melalui Google Safe Browsing. Pertama kali diluncurkan pada 2007, Google Safe Browsing telah membantu Chrome dalam mendeteksi extension yang berbahaya sebelum ditampilkan pada Chrome Web Store. Pada 2021 ini, Google Safe Browsing dirancang untuk mampu memberikan lebih banyak proteksi melalui update bernama Enhanced Safe Browsing. Fitur ini bahkan dapat memberikan perlindungan keamanan secara real-time. Saat Anda mengaktifkan mode Enhanced Safe Browsing dan mengunjungi website berpotensi berbahaya, Chrome akan mengecek website tersebut dengan Safe Browsing secara real-time. Lalu, jika Anda sign in ke Chrome, data URL real-time Anda akan terhubung secara sementara dengan akun Google. Dengan begini, Enhanced Safe Browsing dapat mengidentifikasi adanya ancaman siber seperti phishing dan malware yang menarget Anda melalui produk-produk Google lainnya seperti Gmail dan Drive. Keamanan menjadi salah satu faktor penentu pengalaman Anda dalam menggunakan Google Chrome. Berbagai peningkatan pun rutin dilakukan demi memastikan agar Anda selalu memiliki pengalaman terbaik selama browsing melalui Chrome. Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan hal tersebut dengan memakai perangkat Chromebook. Berbasis sistem Chrome OS, Chromebook menggunakan Google Chrome sebagai default browser. Alhasil, sejak awal pun privasi dan keamanan Anda selalu dilindungi. Namun, pastikan Anda hanya membeli perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Hubungi sekarang juga!   Meta desc: Agar pengguna bisa browsing dengan maksimal di Google Chrome, berbagai peningkatan privasi dan keamanan pun diberikan pada Google Chrome extension.  

Collaboration, Productivity, Security

FLoC, Inisiatif Baru Google untuk Tingkatkan Privasi Online Pengguna

  Saat melakukan browsing di internet, idealnya sebuah web menggunakan cookie pihak pertama untuk mengenal penggunanya. Biasanya cookie pihak pertama digunakan untuk hal penting seperti mengingat info login pengguna yang kembali ke suatu web. Sebetulnya, tidak ada masalah dengan hal ini. Masalah muncul pada kehadiran cookie pihak ketiga (third-party cookie). Cookie pihak ketiga disebarkan situs web lain yang tidak dikunjungi pengguna. Ia menjadi semacam pelacak untuk memantau aktivitas pengguna selama browsing di web. Info yang didapat akan digunakan untuk menayangkan iklan secara relevan di situs web yang Anda kunjungi. Hal ini tentu berpotensi melanggar privasi online pengguna. Sebagai solusinya, Google meluncurkan sebuah inisiatif teknologi bernama Federated Learning of Cohorts (FLoC). Teknologi ini akan dipasangkan pada browser Google Chrome. Melalui Google FLoC, para pengiklan dapat menargetkan iklan tanpa mengekspos detail data penggunanya. Apa itu Google FLoC? Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) FLoC adalah sebuah teknologi yang dikembangkan Google untuk mengutamakan privasi online pengguna saat melakukan aktivitas browsing di Chrome. Jika umumnya cookie pihak ketiga melacak pengguna secara individual, maka FLoC akan mengelompokkan para pengguna. Dengan begini, pengguna pun akan tetap tampak anonim bagi para pengiklan atau advertiser. Namun, walaupun anonim, teknologi Google FLoC tetap memungkinkan para pengiklan untuk menayangkan iklan yang ditargetkan secara relevan. Hal ini bisa terjadi berkat adanya Privacy Sandbox, sebuah kolaborasi inisiatif yang dipimpin Google sebagai “tempat” bagi website untuk meminta sedikit informasi khusus tentang pengguna tanpa melampaui batas. Bagaimana cara kerja Google FLoC? Photo Credit: Souvik Banerjee (Unsplash) Seperti yang disebutkan sebelumnya, Google FLoC bekerja dengan mengelompokkan para penggunanya alih-alih memantau pengguna secara individual. Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan adanya minat terhadap hal yang sama di antara pengguna-pengguna tertentu. Misalnya, kelompok A adalah fans sepak bola, kelompok B senang menonton film, dan sebagainya. Adanya kelompok-kelompok ini pun dapat “menyamarkan” pengguna individual secara efektif. Pembentukan kelompok dilakukan menggunakan algoritma khusus. Tiap minggunya, Anda dan pengguna lain akan diletakkan pada kelompok yang berbeda. Apabila ada kelompok yang dinilai terlalu kecil, maka akan digabungkan dengan kelompok lain agar jumlah pengguna dalam satu kelompok bisa mencapai minimal beberapa ribu individu. Dengan begini, identifikasi pengguna secara individu pun akan lebih sulit dilakukan. Apakah dampak Google FLoC terhadap pengguna? Photo Credit: Firmbee.com (Unsplash) Bagi pengguna seperti Anda, dampak utama dari Google FLoC adalah privasi online yang lebih terjaga selama Anda browsing web menggunakan Google Chrome. Dampak langsungnya akan cenderung lebih dirasakan oleh para pengiklan yang hendak memasang iklan mereka pada produk-produk Google. Melalui FLoC, Google ingin menyediakan solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik untuk pengiklan maupun pengguna. Di satu sisi, FLoC tetap dapat mengizinkan pengiklan untuk menayangkan iklan yang ditargetkan secara relevan. Lalu, di sisi lain, privasi online pengguna tetap terjaga karena pengiklan tidak punya akses untuk memantau pengguna secara individu. Identitas individu “tersamarkan” dalam kelompok-kelompok yang dibentuk oleh Google FLoC. Aktivitas browsing menggunakan Google Chrome kini lebih aman dilakukan berkat adanya Google FLoC. Agar performa Chrome bisa lebih optimal, akan lebih oke jika Anda mengaksesnya dari perangkat Chromebook berbasis Chrome OS. Sama seperti FLoC, perangkat Chromebook juga dilengkapi dengan sistem keamanan Sandbox sehingga privasi akan semakin terjaga. Jadi, tunggu apa lagi? Anda bisa mendapatkan Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Hubungi EIKON Technology sekarang juga! Anda juga bisa menghubungi kantor EIKON Technology yang berbasis di Surabaya dan Jakarta.  

Productivity, Security

Cara Mengubah Password di Chrome Hanya dengan Single Tap

  Demi keamanan dan kenyamanan Anda sebagai pengguna, mayoritas website mengharuskan Anda untuk menggunakan password saat sign in ke halaman mereka. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa mengingat password bukanlah hal mudah, terlebih jika ada Anda terdaftar dalam banyak website. Wajar jika akhirnya Anda menggunakan password yang sama untuk beberapa website sekaligus. Sayangnya, hal ini berisiko tinggi karena data akun Anda jadi lebih rentan bocor. Untuk menghindari hal tersebut, Anda pun perlu tahu cara mengubah password pada website-website tersebut. Masalahnya, mengubah password juga bukan hal sepele. Anda harus membuka website yang dimaksud, sign in, masuk ke menu pengaturan akun, dan mengubah password. Jika ada banyak website yang harus diganti password-nya, tentunya hal ini akan memakan waktu. Namun, selama menggunakan Chrome, Anda bisa melakukan hal tersebut secara jauh lebih praktis. Memberi peringatan jika ada password yang tidak aman Photo Credit: Google Sebagai layanan browser unggulan Google, Chrome dilengkapi dengan sistem pengelolaan password yang kuat. Saat memasukkan password untuk sign in pertama kali pada suatu website, Chrome akan memberi pilihan apakah Anda ingin agar Chrome mengingat informasi sign in tersebut. Jadi, ketika kembali melakukan sign in pada website yang sama, Anda tak perlu mengetik ulang password. Melalui fitur Safety Check, Chrome mengecek apakah password yang ia ingat tersebut telah bocor atau disalahgunakan. Jika iya, Chrome akan segera memberi peringatan kepada Anda. Tak hanya itu, browser Google satu ini juga akan memberitahukan cara mengubah password agar Anda bisa segera mengambil tindakan. Dengan begini, Anda pun dapat meminimalisir terjadinya risiko yang lebih besar lagi. Bisa langsung ubah password saat itu juga Photo Credit: Dan Nelson (Unsplash) Kabar baiknya, untuk cara mengubah password tersebut, Anda tak perlu mengunjungi satu per satu website yang dimaksud. Kini telah hadir fitur baru bernama Single Tap yang memungkinkan Anda untuk mengubah password melalui Chrome secara mudah, cepat, dan praktis. Saat sign in pada website tertentu, lalu ternyata Chrome menemukan bahwa password Anda telah mengalami kebocoran, maka Chrome akan langsung memunculkan tombol Change Password. Begitu Anda menekan tombol tersebut, Chrome pun akan mengarahkan Anda pada website yang bersangkutan sekaligus membantu Anda melakukan proses penggantian password. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua website mendukung fitur Single Tap dari Chrome ini. Tenang saja, walau begitu, fitur Password Manager akan selalu membantu Anda menciptakan password yang unik dan kuat untuk berbagai akun website. Didukung dengan teknologi Duplex Photo Credit: luis gomes (Pexels) Demi memudahkan cara mengubah password melalui fitur Single Tap, Chrome menggunakan teknologi Duplex. Diperkenalkan pertama kali pada 2019, Duplex merupakan teknologi artificial intelligence (AI) yang juga menjadi tenaga utama di balik Google Assistant. Khusus untuk kebutuhan web, teknologi Duplex yang digunakan disebut dengan Duplex on the Web. Teknologi AI ini mampu mengambil alih berbagai aktivitas dasar saat web browsing, contohnya scrolling dan mengisi form. Dengan begini, Anda pun bisa lebih fokus melakukan aktivitas lain yang lebih penting saat browsing. Kini, Duplex on the Web telah melebarkan sayap untuk membantu Anda mengetahui adanya kebocoran data akun. Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung mengubah password saat itu juga melalui fitur Single Tap. Kehadiran fitur Single Tap pada Chrome sangat membantu Anda dalam cara mengubah password secara cepat dan mudah. Kabar baiknya lagi, browser Chrome sudah kompatibel dengan banyak perangkat seperti Windows dan MacOS. Namun, jika ingin mendapatkan manfaat maksimal dari Chrome, maka menggunakan perangkat Chromebook dengan sistem ChromeOS merupakan pilihan tepat. Anda bisa mendapatkannya melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology.  Cari tahu lebih banyak di sini atau segera hubungi tim EIKON Technology!  

Collaboration, Technology

Google Docking Station Baru untuk Perangkat Chrome OS

  Docking station, disebut juga sebagai universal port replicator, merupakan sebuah aksesori yang menghubungkan laptop dengan perangkat eksternal yang mampu menambah fungsi laptop tersebut. Pemasangan docking station dapat menambah kenyamanan pengguna. Bahkan Anda akan merasa seperti sedang menggunakan komputer desktop, bukan laptop. Kini, pengguna Chromebook juga dapat merasakan pengalaman serupa. Baru-baru ini, Google meluncurkan produk docking station untuk perangkat Chrome OS. Bagaimana bentuk dari Google Docking Station ini? Apa saja fungsinya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini! Merupakan bagian dari program Works with Chromebook Photo Credit: Nathan Dumlao (Unsplash) Pada Maret 2020, Google meluncurkan program bernama ‘Works with Chromebook’ untuk menyediakan berbagai aksesoris penunjang perangkat Chrome OS. Melalui program ini, dipastikan bahwa aksesoris-aksesoris tersebut telah resmi diuji dan divalidasi untuk bekerja dengan baik pada perangkat Chrome OS. Beberapa contohnya seperti keyboard, mouse, dan charger. Google Docking Station menjadi aksesori terbaru yang tergabung dalam program ‘Works with Chromebook’ per Mei 2021 lalu. Rencananya, Google Docking Station akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan kedepan. Dalam mewujudkan rencana tersebut, Google menggandeng sejumlah partner dari bidang teknologi. Beberapa di antaranya adalah Acer, Hyper, Targus, StarTech.com, dan Belkin. Dengan adanya kerja sama ini, akan tersedia banyak pilihan Google Docking Station yang nantinya bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Hadir dalam dua jenis docking station, dengan fitur update otomatis Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Secara umum, setidaknya ada dua tipe docking station yang disediakan oleh Google. Tipe pertama adalah dock berukuran lebih besar yang dapat menunjang tiga display eksternal via HDMI, DP, dan USB-C. Sementara itu, tipe kedua adalah dock berukuran lebih kecil dengan satu HDMI eksternal sehingga cocok bagi Anda yang membutuhkan docking station bersifat ringkas untuk kebutuhan perjalanan atau kerja remote. Walaupun memiliki fitur berbeda, kedua tipe Google Docking Station tersebut sama-sama dibekali dengan kemampuan update firmware dan software Chrome OS secara otomatis. Dengan begini, Anda pun akan selalu mendapatkan versi OS terkini dengan fitur-fitur terbaru. Kompatibel juga untuk Windows dan Mac Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Demi menunjang aktivitas kerja, banyak perusahaan yang menggunakan perangkat campuran dari berbagai produsen atau platform. Google memahami benar kebutuhan tersebut. Walaupun sebetulnya Google Docking Station dirancang untuk penggunaan Chrome OS, aksesori satu ini juga kompatibel dengan perangkat berbasis Windows maupun MacOS. Jadi, bagi yang sehari-hari bekerja menggunakan perangkat Windows atau MacOS di samping Chrome OS, Anda dapat memakai Google Docking Station untuk meningkatkan fungsi perangkat-perangkat tersebut.   Dengan kata lain, apa pun perangkat yang Anda gunakan untuk bekerja, Google Docking Station tetap dapat kompatibel dengannya. Namun, untuk mendapatkan fungsi optimal, penggunaan perangkat Chrome OS tetaplah disarankan. Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tersedia beragam pilihan perangkat Chrome OS yang dapat menunjang produktivitas kerja sehari-hari Anda. Ditambah dengan Google Docking Station, fungsi perangkat pun akan semakin meningkat sehingga memaksimalkan pekerjaan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Chromebook, Security

Menghubungkan Pekerjaan Karyawan dengan Chromebook

  Kata siapa perangkat Chromebook hanya bisa digunakan oleh pelajar? Fitur-fitur canggih yang tersemat di dalamnya juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan karyawan. Terlebih, Chromebook hadir dalam bentuk laptop sehingga karyawan bisa lebih mudah membawanya ke mana pun. Kerja remote pun tak lagi jadi halangan. Berbekal Chrome OS yang dirancang Google, laptop Chromebook dikenal sangat user-friendly. Penggunaannya sangat simpel dan mudah, bahkan bagi yang belum pernah memakainya sama sekali untuk bekerja. Tak hanya itu, pekerjaan karyawan juga dapat terhubung dengan Chromebook secara mudah dan praktis! Set up perangkat Chromebook dapat dilakukan secara online Photo Credit: Thought Catalog (Unsplash) Mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, kemungkinan besar masih banyak pula beberapa dari Anda yang melangsungkan sistem work from home (WFH). Alhasil, para karyawan harus membawa pulang perangkat Chromebook mereka untuk bekerja. Set up ulang pun perlu dilakukan agar pekerjaan karyawan dapat terhubung dengan Chromebook. Kabar baiknya, hal tersebut sangatlah mudah dilakukan secara online. Kuncinya adalah dengan berlangganan Chrome Enterprise Upgrades sehingga Anda dapat mengelola seluruh Chromebook karyawan secara remote. Dengan Chrome Enterprise Upgrades, Anda bisa memasang Chrome OS dalam versi lebih advanced yang memang khusus ditujukan untuk keperluan bisnis. Sedangkan untuk set up yang dilakukan secara individu oleh masing-masing karyawan, mereka hanya perlu menghubungkan Chromebook pada jaringan Wi-Fi dan perangkat pun sudah bisa digunakan. Tak ada software apa pun yang harus Anda pasang. Aktifkan fitur Sync untuk menghubungkan perangkat dengan informasi akun Google Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Karena bekerja menggunakan Chrome OS, maka Chromebook akan meminta Anda untuk memasukkan informasi akun Google. Dari sinilah berbagai pekerjaan karyawan bisa terhubung dengan Chromebook melalui fitur bernama Sync. Fitur tersebut dapat Anda aktifkan melalui browser Google Chrome. Langsung saja buka aplikasi Chrome pada perangkat Chromebook, klik Profile di bagian kanan atas, sign in ke akun Google Anda, dan klik Turn On Sync. Secara otomatis, Anda juga akan langsung sign in ke akun Gmail, YouTube, dan berbagai layanan Google lainnya. Tak hanya itu, Anda pun dapat mengakses informasi lain yang tersinkronisasi dengan akun Google Anda seperti password dan bookmarks. Dengan begini, data pekerjaan karyawan yang disimpan menggunakan akun Google pun bisa Anda akses kembali secara mudah. Bisa gunakan Citrix untuk menunjang sinkronisasi Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Dalam bekerja, Google paham betul bahwa Anda kerap membutuhkan resource tambahan untuk menunjang produktivitas. Itulah kenapa Chromebook pun dirancang agar mudah dihubungkan dengan pemakaian berbagai aplikasi. Salah satunya adalah Citrix yang dapat membantu menghubungkan pekerjaan karyawan dengan Chromebook. Disebut juga sebagai Citrix Workspace, aplikasi satu ini merupakan sebuah platform manajemen berbasis cloud yang akan memberikan akses instan ke semua aplikasi web, aplikasi virtual, dokumen digital, hingga desktop melalui satu all-in-one interface. Aplikasi Citrix Workspace bisa Anda dapatkan melalui Chrome Web Store. Hadir dalam bentuk Extension, Citrix Workspace dapat langsung dipasangkan pada browser Chrome di perangkat Chromebook Anda.   Berbasis cloud dan bersifat user-friendly, perangkat Chromebook memiliki pengoperasian yang begitu simpel. Bahkan jika sebelumnya tidak pernah menggunakannya pun, Anda tetap bisa menghubungkan pekerjaan karyawan dengan Chromebook secara mudah. Masih tidak percaya? Buktikan sendiri dengan membeli perangkat Chromebook melalui partner resmi Google seperti EIKON Technology. Telah bekerja sama dengan produsen teknologi ternama seperti Acer dan Asus, perangkat Chromebook hadir dalam berbagai desain dan fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan perangkat Chromebook!  

Scroll to Top