Author name: EIKON Technology

Collaboration, Google Workspace, Productivity

Smart Chip Google Workspace Mampu Hubungkan Berbagai Fitur Google

  Google Workspace, rangkaian aplikasi produktivitas rancangan Google, mendapatkan banyak inovasi pada ajang konferensi tahunan Google I/O yang diselenggarakan selama tiga hari pada 18-20 Mei 2021. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, salah satu yang mengundang banyak perhatian adalah Smart Chip. Fitur tersebut bisa Anda temukan pada aplikasi Google Docs, yang memang termasuk aplikasi unggulan dalam rangkaian Google Workspace. Dengan adanya Smart Chip, Anda dapat menghubungkan Docs dengan berbagai fitur Google lain. Bagaimana maksudnya? Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini. Merupakan bagian dari Smart Canvas Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Smart Chip sebetulnya merupakan bagian dari Smart Canvas, inisiatif baru dari Google untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan Google Workspace. Selain Smart Chip, beberapa fitur Google lain yang juga termasuk dalam Smart Canvas adalah checklist, table template, emoji reactions, dan pageless view. Melalui Smart Canvas, integrasi antar aplikasi Google Workspace mengalami peningkatan. Dengan begini, pengguna dapat lebih mudah berpindah dari satu aplikasi Google Workspace ke aplikasi lain. Nah, Smart Chip menjadi salah satu perangkat yang menunjang hal tersebut. Integrasikan Google Docs dengan banyak hal Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Saat ini, Google baru akan menyematkan Smart Chip pada Docs terlebih dulu. Dalam beberapa bulan ke depan, rencananya Google juga akan menambahkan fitur ini pada Sheets. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa nantinya aplikasi Slides juga akan menerima Smart Chip. Fitur Google satu ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Docs dengan berbagai file atau elemen pada aplikasi Google Workspace lainnya. Namun, Google akan melakukannya secara bertahap. Saat ini, Smart Chip baru bisa menghubungkan Docs dengan sesama file Docs lain, kontak, dan event Calendar. Saat Anda menghubungkan Docs dengan file lain, akan muncul kotak di samping Smart Chip yang menampilkan ringkasan dari isi file. Tak hanya itu, Anda juga bisa scroll kotak tersebut untuk melihat lebih banyak isi ringkasan file. Cara menggunakan Smart Chip pada Google Docs Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Lalu, bagaimana caranya Anda bisa menggunakan salah satu fitur Google terbaru ini? Tidak perlu khawatir karena Google telah mengaplikasikan metode yang sangat mudah, yakni dengan menggunakan tanda at (@) pada file Docs. Saat Anda mengetikkan tombol tersebut pada Docs, akan muncul sebuah menu pop up berisi daftar elemen yang ingin Anda cantumkan atau hubungkan dengan file Docs tersebut. Menariknya, jika Anda menggunakan Smart Chip untuk menghubungkan Docs dengan kontak pengguna tertentu, nantinya Anda juga bisa mengedit informasi kontak mereka, mengirim email pada orang tersebut, memulai chat, hingga melakukan panggilan Google Meet. Berkat adanya Smart Chip, integrasi antar aplikasi Google Workspace jadi lebih mudah dilakukan, terutama pada Docs. Agar bisa menikmati Smart Chip dan berbagai fitur Google baru lainnya secara maksimal, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Tak hanya Docs, Sheets, dan Slides, Google Workspace juga mencakup berbagai produk unggulan Google lain seperti Meet, Calendar, Gmail, dan Drive. Untuk berlangganan Google Workspace, Anda hanya perlu menghubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Google Workspace

Smart Canvas, Kolaborasi Terbaru Milik Google Workspace

    Ajang konferensi tahunan Google untuk para developer, Google I/O, baru saja selesai digelar pada 18-20 Mei 2021 di Mountain View, California. Banyak inovasi teknologi yang diumumkan Google untuk produk-produknya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Smart Canvas. Smart Canvas adalah perangkat kolaborasi baru yang terdiri dari ragam fitur terkini untuk Google Workspace. Bersifat interaktif dan fleksibel, fitur-fitur baru tersebut akan meningkatkan pengalaman kolaborasi di antara para pengguna Google Workspace, khususnya pengguna aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Apa saja inovasi yang ditawarkan oleh Google melalui Smart Canvas? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Ragam fitur baru pada Docs penunjang kolaborasi; Smart Chips, Checklist, Template Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Dari berbagai aplikasi yang terdapat pada Google Workspace, Docs menjadi salah satu yang menerima paling banyak fitur baru Smart Canvas. Setidaknya ada tiga fitur unggulan yang disematkan pada Docs, yakni Smart Chips, Checklist, dan Table Template. Ketiga fitur ini disebut juga dengan building blocks interaktif. Berikut penjelasan masing-masing fitur:   Smart Chips – Ketika Anda mention pengguna lain dengan menggunakan tombol at (@), Smart Chips akan menampilkan informasi tambahan dari orang tersebut, mulai dari kontak, jabatan pekerjaan, hingga lokasi. Checklist – Memungkinkan Anda untuk assign tugas kepada anggota tim melalui Docs. Nantinya, checklist tersebut akan terintegrasi dengan Google Tasks sehingga semakin memudahkan Anda untuk mengetahui to-do list. Table Template – Tabel pemungutan suara topik (topic-voting) memudahkan Anda dalam mengumpulkan feedback dari tim. Selain itu, hadir pula tabel project-taker untuk membantu Anda mencatat progress dan pencapaian kerja secara cepat.   Tampilan baru pada Sheets untuk mempermudah pengelolaan data Photo Credit: Google Cloud Inovasi Smart Canvas tak hanya bisa Anda temukan pada Docs, tapi juga Sheets. Bahkan sebetulnya fitur Smart Chips pun nantinya secara bertahap juga akan disematkan pada aplikasi Sheets. Namun, inovasi utama yang diberikan kepada Sheets bisa Anda lihat dari tampilannya. Ya, Sheets mendapatkan tampilan baru untuk memudahkan Anda dan pengguna lain dalam mengelola dan menganalisis data. Google memberikan opsi tampilan dalam format timeline sehingga Anda dapat lebih mudah dan cepat dalam melacak pekerjaan. Tak hanya itu, tampilan baru ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur data berdasarkan pemilik, campaign, atau kategori lain. Panggilan Google Meet langsung dari dalam Docs, Slides, dan Sheets Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Seperti yang disebutkan, Smart Canvas dirancang untuk memperkuat integrasi dan kolaborasi antar pengguna Google Workspace. Selain berbagai inovasi yang dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, tujuan tersebut juga diwujudkan melalui fitur panggilan Google Meet pada Docs, Slides, dan Sheets. Artinya, kini Anda bisa langsung melakukan panggilan video dari dalam aplikasi Docs, Slides, maupun Sheets. Dengan begini, Anda dapat menunjukkan progress pekerjaan secara real-time kepada anggota tim. Sambil bekerja bersama, Anda dan tim pun bisa melihat dan mendengarkan satu sama lain. Fitur Smart Canvas satu ini tentunya akan sangat mendukung kolaborasi walaupun Anda dan tim sedang tidak berada di lokasi yang sama. Kolaborasi kerja tetap jalan, produktivitas pun meningkat.   Masih ada sederet inovasi lain yang diberikan Google pada Google Workspace melalui Smart Canvas. Beberapa di antaranya seperti penggunaan emoji reactions pada Docs, fitur creating dan editing Sheets serta Docs dalam Google Chat, hingga format pageless pada Docs. Rencananya, Google akan merilis fitur-fitur tersebut secara bertahap sepanjang 2021 ini. Karenanya, agar tidak ketinggalan, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Segera hubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology! Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda.    

Info

Google Umumkan Fitur Baru dalam Event Google I/O

Setelah sempat absen tahun lalu akibat pandemi COVID-19, event Google I/O kembali digelar tahun ini pada 18-20 Mei 2021. Di ajang tahunan bergengsi ini, ada begitu banyak informasi menarik seputar inovasi produk Google yang diperkenalkan. Selain itu Google juga mengumumkan fitur baru dalam event Google I/O. Apa saja inovasi-inovasi tersebut? Berikut beberapa di antaranya yang paling mencuri perhatian! Peningkatan visual pada OS Android 12 Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Android 12 menjadi salah satu sorotan dalam event Google yang ditujukan untuk para developer tersebut. Sistem operasi teranyar Android ini mendapat peningkatan desain visual melalui fitur baru bernama Material You. Fitur ini hadir dengan banyak penyesuaian warna, memungkinkan OS mobile untuk mengubah sistem warna agar lebih cocok dengan wallpaper Anda. Tak hanya dari segi visual, Android 12 juga menawarkan sejumlah peningkatan fitur privasi, termasuk dashboard privasi baru. Saat ini, sistem operasi Android 12 baru tersedia dalam versi Publik Beta untuk perangkat Google Pixel. Namun, ke depannya Google akan secara resmi merilis Android 12 versi final untuk pengguna perangkat Android lainnya.   Fitur Smart Canvas pada Google Workspace Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Pada event Google I/O 2021, diperkenalkan pula sejumlah fitur baru pada Google Workspace. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Smart Canvas, sebuah program yang akan memudahkan Anda dalam pemakaian antar aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets. Smart Canvas menghadirkan fitur “smart chips” yang memungkinkan Anda untuk mencantumkan tautan menuju aplikasi Workspace lain. Tak hanya itu, bahkan nantinya Anda juga bisa melakukan panggilan video Google Meet secara langsung dari dalam aplikasi Docs, Slides, atau Slides. Penggabungan antara Wear OS dan Tizen Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Perangkat smartwatch juga mengalami peningkatan dengan adanya penggabungan Wear OS dan Tizen. Bagi yang belum tahu, Wear OS merupakan sistem operasi smartwatch dari Google, sedangkan Tizen buatan Samsung. Selama ini, Google memang berkolaborasi dengan sejumlah produsen luar untuk memproduksi smartwatch, salah satunya Samsung. Dengan adanya penggabungan antara Wear OS dan Tizen, performa smartwatch Google akan memiliki kualitas performa yang lebih baik dan cepat, tentunya dengan daya tahan baterai yang lebih lama pula. Penambahan sejumlah fitur baru pada Google Photos Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Melalui event Google I/O 2021, Google juga menyampaikan sejumlah fitur baru yang disematkan pada Google Photos. Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk membuat gambar bergerak dari dua file foto. Nantinya, hasil akhirnya akan menyerupai sebuah animasi yang membuat tampilan foto Anda jadi semakin menarik untuk dilihat. Sementara itu, fitur lainnya berhubungan dengan faktor privasi. Melalui fitur baru satu ini, Anda bisa menyimpan foto-foto dalam sebuah space dengan dilengkapi password. Karena disimpan dengan password, maka foto-foto tersebut tidak akan muncul saat Anda scrolling di dalam aplikasi Google Photos.  Fitur penyimpanan terproteksi tersebut akan hadir lebih dulu pada perangkat Google Pixel. Tenang saja, nantinya secara bertahap Google juga akan melakukan update tersebut pada lebih banyak perangkat Android dalam tahun ini. Pengenalan Google Project Starline Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Selama ini, kebanyakan dari kita mengandalkan panggilan video untuk melepas rindu dengan orang-orang tersayang yang berada jauh dari kita. Memahami kebutuhan tersebut, Google memperkenalkan proyek baru bernama Starline pada event Google I/O lalu. Project Starline mampu menampilkan model 3D dari lawan bicara dalam video. Demi mewujudkan project ini, Google menggunakan teknologi 3D imaging berupa kamera beresolusi tinggi dan sensor kedalaman (depth sensor). Berkat kehadiran Starline, panggilan video pun akan terasa seperti pertemuan tatap muka langsung dengan lawan bicara.    

Info

Google Kembali Selenggarakan Event Google I/O

  Google I/O merupakan ajang tahunan untuk para developer yang diadakan oleh Google di Mountain View, California. Pertama kali diselenggarakan pada 2008 silam, sayangnya tahun lalu Google I/O sempat absen akibat pandemi COVID-19.  Namun, pada 2021 ini, Google I/O akhirnya kembali hadir untuk mengumumkan berbagai inovasi baru pada produk-produk unggulan Google. Event Google I/O 2021 ini diadakan selama tiga hari pada 18-20 Mei. Seperti apa penyelenggaraannya? Simak ulasannya berikut ini. Google I/O diadakan secara virtual Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O Penyelenggaraan Google I/O 2021 agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Apabila biasanya Google I/O kerap mengundang para developer untuk menonton mereka secara langsung, tahun ini bangku penonton di venue justru cenderung kosong. Ini karena Google I/O 2021 sepenuhnya bersifat virtual. Jadi, baik developer dan penonton lain hanya bisa menyaksikan secara online. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, Google telah menyiapkan platform khusus. Seluruh rangkaian acara Google I/O 2021 ditayangkan secara live di https://events.google.com/io. Tenang saja, bagi yang tidak sempat mengikuti acara pada 18-20 Mei lalu, Anda masih bisa menontonnya secara on-demand di platform yang sama. Secara umum, event Google I/O 2021 dibagi menjadi dua program utama, yaitu Keynotes dan Technical Sessions. Sesi Keynotes fokus pada berita perusahaan dan produk Google, sedangkan Technical Sessions fokus pada pengumuman produk dan cara mengadopsi fitur-fitur baru. Bersifat interaktif, tetap bisa tanya-jawab Photo Credit: Tangkapan layar halaman web event Google I/O Walaupun diadakan secara virtual, bukan berarti Google I/O 2021 hanya bersifat satu arah. Sebaliknya, Google I/O 2021 justru dirancang seinteraktif mungkin sehingga para developer sebagai sasaran utama event ini bisa tetap berkomunikasi dengan para pakar Google. Komitmen tersebut dibuktikan dengan adanya sesi Workshop dan Ask Me Anything (AMA). Pada sesi Workshop, developer dapat mengikuti demo codelab yang dipandu seorang instruktur. Sementara itu, AMA adalah sesi yang memungkinkan developer atau peserta event untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada para pakar Google. Selain kedua sesi tersebut, event Google I/O 2021 juga menghadirkan program bernama Learning Lab. Di sini, developer bisa menemukan beragam workshop, demo, tutorial, dan resources lain seputar teknologi Google. Developer tinggal pilih topik yang ingin mereka pelajari. Sampaikan banyak pengumuman menarik Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O Tujuan utama diadakannya event Google I/O adalah untuk menyampaikan pengumuman terkait inovasi teknologi dan produk unggulan Google. Pada Google I/O tahun ini, hal tersebut tentunya tak luput dari penyelenggaraan acara. Salah satu informasi yang cukup menarik perhatian adalah terkait Android 12. Pada sistem operasi teranyar ini, terdapat peningkatan signifikan pada aspek visual. Saat ini, Android 12 memang belum diluncurkan secara resmi untuk umum. Namun, jika memang tertarik mencoba menggunakannya, Anda bisa mengunduh Android 12 versi Public Beta yang telah disediakan oleh Google. Platform Smart Canvas juga mengalami pengembangan cukup besar. Terdapat peningkatan pada aspek fleksibilitas yang memudahkan Anda dalam bekerja menggunakan aplikasi Google seperti Docs dan Sheets. Bahkan kini Anda bisa melakukan panggilan video Google Meet langsung dari Docs sehingga orang lain dapat melihat progress pekerjaan Anda secara live. Selain kedua hal tersebut, beberapa inovasi produk Google lain yang juga disampaikan pada ajang Google I/O 2021 adalah penggabungan antara Wear OS milik Google dan Tizen milik Samsung, pengenalan Google Project Starline, pembaruan Google Camera, serta peningkatan keamanan pada kunci mobil digital.   Ajang bergengsi Google I/O memang baru saja berakhir pada 20 Mei 2021 kemarin. Namun, Anda tetap bisa menonton seluruh sesi Keynotes di https://events.google.com/io. Bahkan Anda juga dapat mengakses konten-konten menarik lain yang tersedia dalam sesi Workshop, AMA, dan lainnya. Sampai jumpa di event Google selanjutnya!  

Google hangout, Google Meet, Info, Productivity, Rapat online, Teamwork, Technology

Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work From Home

    Work from home, atau bekerja dari rumah, telah menjadi gaya kerja baru yang kini diadaptasi oleh banyak pekerja. Walaupun mungkin pada awalnya terasa agak kagok, kini aktivitas work from home bisa semakin lancar dilakukan berkat kecanggihan teknologi. Salah satunya yaitu Meet Hardware yang dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja saat work from home. Kelancaran saat meeting tentunya tetap bergantung pada perangkat atau hardware yang Anda gunakan selama work from home. Jika menggunakan Meet Hardware, tak ada yang perlu Anda khawatirkan karena perangkat satu ini dapat membantu menjaga produktivitas Anda saat work from home. Tidak percaya? Buktikan sendiri melalui ulasan di bawah ini! Kolaborasi tetap berjalan dari mana pun Anda berada Photo Credit: Surface (Unsplash) Meskipun harus bekerja dari rumah masing-masing, bukan berarti Anda tidak bisa berkolaborasi dengan para rekan kerja lainnya. Di sinilah Google Meet Hardware dapat membantu Anda dalam mewujudkan kebutuhan tersebut. Meet Hardware adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan online video meeting atau video conference. Beberapa contohnya seperti webcam dan mikrofon. Dengan menggunakan perangkat tersebut selama work from home, komunikasi dengan rekan kerja di tempat lain pun sangat mungkin dilakukan. Kehadiran Meet Hardware membantu melancarkan jalannya komunikasi tersebut sehingga kolaborasi kerja bisa tetap jalan. Namun, dengan catatan, harus tersedia koneksi internet yang mumpuni karena bagaimanapun juga, Anda masih membutuhkannya untuk mengakses aplikasi Google Meet.  Kualitas gambar dan suara yang jelas sehingga lebih kondusif Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Google Meet memang dapat diakses dari berbagai perangkat, mulai dari desktop, laptop, smartphone, hingga tablet. Namun, terkadang tidak semua perangkat tersebut dibekali dengan kamera dan mikrofon yang andal. Alhasil, saat Anda menggunakannya untuk video meeting selama work from home, kualitas gambar dan suara yang muncul pun kurang maksimal. Akibatnya, ketika video meeting berlangsung, baik Anda dan peserta lain jadi kesulitan mendengarkan dan merespons satu sama lain. Hal ini tentu berdampak kurang baik pada produktivitas kolaborasi kerja. Nah, Meet Hardware hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Bekerja sama dengan produsen ternama seperti Logitech dan Asus, Google memproduksi hardware yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan online video meeting. Mulai dari camera, speaker mic, hingga touchscreen, Meet Hardware mampu menghasilkan gambar dan suara dalam kualitas jernih. Dengan begini, Anda dan peserta meeting lainnya bisa saling menyimak secara jelas. Komunikasi berlangsung kondusif sehingga kolaborasi kerja pun tidak terganggu.   Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan Meet Hardware? Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Perlu diingat kembali bahwa Meet Hardware bukan terdiri dari satu perangkat saja, melainkan berupa serangkaian perangkat yang juga bisa Anda beli dalam satuan. Lalu, di mana Anda bisa membelinya? Umumnya, toko-toko gadget menjual produk Meet Hardware. Namun, jika ingin yang telah terbukti keaslian dan kualitasnya, Anda bisa membeli perangkat video meeting  Meet melalui reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. EIKON Technology menyediakan beragam produk  Meet Hardware untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya bagi Anda yang harus video meeting sambil work from home, tapi juga bagi Anda yang sering melakukan video conference di ruangan khusus meeting bersama banyak orang.    Work from home bukan menjadi alasan untuk tidak produktif bekerja, terutama yang bersifat kolaborasi. Sebaliknya, produktivitas kerja saat work from home tetap bisa terjaga dengan bantuan Meet Hardware. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat video meeting yang paling sesuai kebutuhan work from home Anda!       

Collaboration, Google Meet, Google Workspace, Productivity, Rapat online

Tips untuk Video Meeting yang Berkualitas

    Pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan banyak orang dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk untuk urusan rapat atau meeting bisnis. Demi menekan angka penularan COVID-19, aktivitas video meeting yang berkualitas semula dilakukan secara tatap muka langsung kini banyak berpindah ke ranah online. Aktivitas video meeting pun kini telah menjadi suatu bentuk kenormalan baru. Namun, segala sesuatu yang baru selalu membutuhkan adaptasi. Jadi, untuk membantu Anda melangsungkan sesi video meeting yang berkualitas, berikut beberapa tips untuk diperhatikan. Tetapkan aturan khusus untuk sesi video meeting Photo Credit: Markus Winkler (Unsplash) Penting bagi Anda dan tim untuk memiliki peraturan dasar video meeting agar sesi berjalan lancar dan kondusif. Adanya aturan juga dapat membantu Anda untuk meminimalisir distraksi. Lantas, peraturan seperti apa yang harus diterapkan? Tentu tergantung pada kebutuhan masing-masing video meeting. Berikut beberapa hal yang mungkin bisa jadi pertimbangan Anda: Durasi video meeting; berapa lama sesi akan berlangsung? Jangan sampai video meeting justru mengganggu aktivitas kerja lainnya. Saat ada peserta melakukan presentasi, apakah peserta lainnya harus ikut menyalakan kamera? Tentukan host atau moderator untuk mengatur jalannya meeting. Alur tanya-jawab pada akhir sesi meeting, jumlah pertanyaan yang bisa diajukan, cara peserta mengajukan pertanyaan, dan sebagainya. Sebaiknya log in lebih awal Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Ada sejumlah kendala yang mungkin akan Anda temui saat video meeting, mulai buruknya koneksi internet hingga aplikasi online video yang tersendat. Namun, tak perlu khawatir karena Anda bisa mencegah hal tersebut dengan cara log in lebih awal, setidaknya 30-60 menit sebelum sesi meeting dimulai. Dengan begini, Anda bisa mengetahui apakah koneksi internet dan aplikasi berjalan lancar atau tidak. Jika seandainya ditemukan masalah, Anda masih punya waktu untuk mencari solusi sehingga nantinya tetap bisa tepat waktu mengikuti meeting. Bagikan materi kepada peserta sebelum video meeting Photo Credit: Startup Stock Photos (Pexels) Saat Anda dan tim mengadakan meeting, artinya ada isu penting yang harus dibahas. Agar sesi diskusi berjalan produktif, ada baiknya untuk membagikan materi video meeting sebelum sesi dimulai. Bagikan materi tersebut beberapa hari sebelumnya agar para peserta punya waktu cukup untuk membaca dan mempelajarinya. Jadi, ketika meeting nanti, mereka benar-benar tahu apa yang didiskusikan dan bisa menyumbang ide berdasarkan materi yang mereka pelajari. Dengan begini, sesi video meeting tidak akan berjalan satu arah karena seluruh peserta mampu memberikan kontribusi. Gunakan aplikasi online video meeting berkualitas baik Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Video meeting yang berkualitas sangat ditentukan oleh kualitas aplikasi yang Anda gunakan. Pastikan aplikasi tersebut mampu memenuhi kebutuhan Anda selama meeting, mulai dari kualitas gambar dan suara yang jernih, jumlah maksimal peserta, dan cek pula fitur-fitur penunjangnya. Memang, saat ini telah tersedia aplikasi video conference seperti Google Meet yang bisa dipakai secara gratis. Namun, untuk pemakaian gratis, kini Google Meet membatasi durasi panggilan video hanya hingga enam puluh menit. Agar dapat menggunakan Google Meet secara optimal, Anda bisa upgrade ke versi premiumnya dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tidak hanya menawarkan durasi panggilan video yang lebih panjang, Google Meet versi premium juga dilengkapi ragam fitur penunjang lain. Beberapa di antaranya attendance tracking, hand raising, polling dan Q&A, hingga perekaman video meeting yang bisa langsung tersimpan di Google Drive Anda.  Siapkan charger laptop di dekat Anda Photo Credit: Sven Brandsma (Unsplash) Sesi online video meeting yang berlangsung lama bisa membuat baterai laptop cepat habis. Karenanya, sebelum sesi berlangsung, siapkan charger laptop terlebih dulu di dekat Anda. Jangan sampai Anda harus pergi di tengah meeting hanya untuk mencari charger. Bisa-bisa Anda jadi ketinggalan diskusi penting, bukan? Dengan menyiapkan charger sejak awal, Anda bisa langsung memasangkannya saat laptop menunjukkan tanda low battery. Selain charger, alangkah baiknya jika Anda juga menyiapkan berbagai hal penting lain untuk meeting, misalnya notebook dan alat tulis untuk mencatat hasil diskusi atau headphone untuk mendengarkan meeting secara lebih jelas.   Ada begitu banyak hal yang dapat memengaruhi kualitas video meeting, salah satunya termasuk aplikasi video conference yang digunakan. Pastikan Anda memilih aplikasi yang kualitasnya terbukti baik seperti Google Meet, terutama jika Anda menggunakan yang versi premium. Cukup dengan berlangganan Google Workspace for Business, Anda tidak hanya bisa mendapat akses maksimal pada Google Meet untuk video meeting, tapi juga privilege produk-produk premium Google lain seperti Docs, Drive, Gmail, Sheets, dan Slides. Cara daftar langganannya pun sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google dan langsung rasakan pengalaman video meeting berkualitas terbaik!   Meta desc: Agar sesi video meeting bersama tim bisa berjalan lancar dengan kualitas baik, ada sejumlah tips yang bisa Anda pertimbangkan.    

Collaboration, Google sheets, Google Workspace, Productivity, Teamwork

Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets

  Laporan perusahaan diperlukan para pemegang kepentingan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya laporan perusahaan dibuat serapi dan serinci mungkin. Namun, dengan jumlah data yang begitu banyak, bagaimana cara membuat laporan perusahaan tersebut? Beruntung saat ini telah hadir Google Spreadsheets atau Google Sheets, program spreadsheet berbasis web dari Google untuk membantu pengguna mengelola data dalam bentuk tabel. Agar bisa membuat laporan perusahaan menggunakan Google Sheets, pastikan Anda sudah memiliki akun Google dengan alamat Gmail terlebih dulu. Tentukan dulu jenis laporan yang akan Anda buat Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Dalam dunia bisnis, ada begitu banyak jenis laporan perusahaan yang biasa dibuat. Beberapa di antaranya seperti laporan keuangan, laporan penjualan, laporan kehadiran karyawan, dan laporan perjalanan dinas. Karenanya, sebelum mulai membuat laporan perusahaan pada Google Sheets, tentukan dulu jenis laporan seperti apa yang akan Anda susun. Pasalnya, beda jenis laporan, maka akan beda pula komponen-komponen yang harus Anda cantumkan dalam cara membuat laporan perusahaan. Contoh sederhananya, data pada laporan penjualan tentu akan berbeda dari laporan kehadiran karyawan. Menentukan jenis laporan akan memudahkan Anda dalam proses penyusunan data di Google Sheets. Buka Google Sheets Jika sudah menentukan jenis laporan perusahaan yang akan disusun, kini saatnya Anda membuka Google Sheets. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk mengakses Google Sheets. Salah satunya adalah melalui Google Drive di alamat drive.google.com. Pada bagian kiri atas, klik opsi New, lalu klik Google Sheets. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa langsung membuka alamat docs.google.com/spreadsheets pada halaman browser Anda. Sedangkan bagi yang mengakses Google Sheets dari perangkat tablet atau smartphone, Anda bisa mengunduh aplikasinya melalui AppStore atau Google PlayStore. Pilih template atau buat tabel sendiri Saat Anda mengakses halaman awal Google Sheets, akan muncul tampilan berisi variasi template tabel. Ingatlah kembali jenis laporan perusahaan yang hendak Anda buat, lalu cek apakah ada template yang dapat Anda gunakan. Misalnya, jika hendak membuat laporan keuangan, maka Anda bisa menggunakan template Annual Business Budget yang disediakan Google Sheets. Beberapa jenis template lain yang juga disediakan Google Sheets untuk keperluan bisnis adalah Invoice, Purchase Order, dan Expense Report. Apabila tidak ada template yang cocok untuk kebutuhan Anda, maka Anda bisa memilih opsi Blank. Melalui opsi ini, Anda bisa menciptakan tabel sendiri sebagai cara membuat laporan perusahaan dengan Google Sheets.   Gunakan rumus untuk mengelola data Photo Credit: Mika Baumeister (Unsplash) Umumnya, laporan perusahaan terdiri dari banyak angka sehingga untuk mengelolanya, Anda pun harus melakukan penghitungan. Jika cara membuat laporan perusahaan satu ini dilakukan secara manual, tentunya akan menghabiskan banyak waktu. Karenanya, Anda bisa menggunakan rumus untuk mengelola data pada Google Sheets. Berikut beberapa rumus yang dapat Anda pakai:   Operator matematika dasar, seperti penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), dan pembagian (/).   Fungsi tanggal (contoh: =TODAY) untuk memunculkan tanggal atau =MONTH untuk menampilkan bulan dari tanggal tertentu. Transformasi teks, seperti =LOWER, =UPPER, dan =TRIM.   Dengan menggunakan Google Sheets atau Spreadsheets, cara membuat laporan perusahaan jadi lebih mudah diterapkan. Terlebih jika Anda menggunakan Google Sheets dengan berlangganan Google Workspace edisi Enterprise, maka Anda bisa menghubungkan Sheets dengan platform analitik data BigQuery. Membuat laporan perusahaan pun jadi lebih mudah dan praktis! Apabila tertarik mencoba Google Sheets versi premium, pastikan Anda hanya menghubungi reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology atau mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!      

Collaboration, Gmail, Google Meet, Google Workspace, Info, Rapat online

Mengatur Jadwal Meeting dengan Google Kalender

  Rapat atau meeting menjadi salah satu bagian yang tidak pernah lepas dari bisnis. Melalui aktivitas satu ini, para pelaku bisnis atau anggota tim bisa berkolaborasi untuk menghasilkan banyak hal positif. Namun, dengan begitu banyaknya hal yang harus dibahas, jumlah meeting yang harus Anda hadiri pun tak kalah padat. Karenanya, dibutuhkan bantuan tool yang dapat membantu Anda mengatur jadwal meeting secara terperinci. Di sinilah Google Kalender bisa memberikan solusi atas kebutuhan tersebut. Baik untuk jadwal meeting offline maupun online, Google Kalender akan mengatur jadwalnya untuk Anda! Pastikan Anda sudah punya akun Google Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Google Kalender termasuk salah satu bagian dari rangkaian program Google Workspace. Oleh sebab itu, untuk bisa menggunakannya, Anda diwajibkan memiliki akun Google terlebih dulu. Dengan menggunakan akun Google inilah Anda bisa sign in untuk mengakses Google Kalender. Jika memang belum punya akun Google, Anda dapat membuatnya melalui Gmail di alamat mail.google.com. Hanya dengan satu akun Google tersebut, nantinya Anda tak hanya bisa mengakses Google Kalender, tapi juga produk-produk Google lain seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet.   Cara mengatur jadwal meeting offline Photo Credit: fauxels (Pexels) Mengatur jadwal meeting offline pada Google Kalender sangatlah mudah. Ketikkan alamat calendar.google.com pada browser Anda, lalu lakukan login menggunakan akun Google yang telah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, halaman akan menampilkan kalender dalam format hari yang dibagi berdasarkan jam. Apabila ingin mengubah format tampilan menjadi mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan, Anda bisa klik opsi Day di bagian kanan atas, lalu pilihlah format sesuai preferensi. Sedangkan untuk cara mengatur jadwal meeting offline melalui Google Kalender, berikut langkah-langkahnya: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Google Kalender akan memunculkan kotak khusus yang bisa Anda isi dengan detail jadwal meeting, mulai dari waktu, peserta, hingga lokasi. Jika seandainya ada dokumen atau materi yang harus dipelajari peserta meeting, Anda bisa melampirkannya pada kotak yang sama tersebut. Nantinya, begitu Anda membagikan jadwal meeting ke peserta lain melalui Google Kalender, peserta tersebut dapat langsung mengunduh dokumen terlampir. Cara mengatur jadwal meeting online di Google Meet Photo Credit: Surface (Unsplash) Aktivitas meeting tak hanya bisa dilakukan secara offline atau bertemu langsung, melainkan juga bisa melalui online conference. Mengatur jadwal online meeting pada Google Kalender akan lebih praktis jika Anda menggunakan Google Meet sebagai perangkat video meeting. Caranya pun sama dengan pengaturan jadwal untuk offline meeting: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Pada kotak yang muncul, klik opsi Add Google Meet video conferencing.  Pada jadwal meeting yang telah ditentukan, peserta bisa langsung klik opsi Join with Google Meet untuk bergabung dengan video meeting. Bagi yang mengatur jadwal online meeting di Google Meet versi gratis, penting diketahui bahwa jumlah maksimal pesertanya adalah seratus dengan durasi maksimal enam puluh menit. Namun, dengan upgrade ke Google Meet premium melalui langganan Google Workspace for Business, kapasitas jumlah peserta bisa bertambah hingga 250 dan durasi video meeting mencapai 24 jam.   Mengatur jadwal meeting, baik yang bersifat offline maupun online, kini bisa mudah dan praktis dilakukan melalui Google Kalender. Agar bisa memanfaatkan seluruh fiturnya secara optimal, ada baiknya untuk segera upgrade ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tak hanya Google Kalender, dengan Google Workspace for Business Anda juga mendapatkan akses maksimal untuk produk-produk unggulan Google lain seperti Drive, Gmail, Meet, Docs, Sheets, dan Slides. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar langganan Google Workspace for Business melalui reseller resmi Google di Indonesia, EIKON Technology!   Meta desc: Dengan jadwal meeting yang begitu padat, gunakan Google Kalender untuk mengatur jadwal agar tak ada meeting yang terlewat.

Collaboration, Google Workspace, Produktivitas, Security, Technology

Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis

    Menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan, terlebih jika Anda merupakan pemilik bisnis berskala kecil. Biasanya tanggung jawab Anda jadi berlipat ganda, mulai dari menjadwalkan meeting, mengirimkan email kepada pelanggan, hingga menyusun laporan keuangan.  Namun, walaupun terdengar menantang, hal tersebut tak mustahil dilakukan selama Anda menggunakan tools atau perangkat yang tepat. Google Workspace hadir sebagai solusi untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Aksesibilitas tinggi, kapan pun dan dari mana pun Photo Credit: cottonbro (Pexels) Merupakan platform berbasis cloud, Google Workspace dapat Anda akses selama 24 jam penuh dari mana saja. Kabar baiknya lagi, berbagai aplikasi Google Workspace sudah kompatibel dengan seluruh browser. Anda bisa menggunakan perangkat apa pun untuk mengakses konten dan fitur yang ditawarkan Google Workspace, baik itu dari smartphone Android, PC atau Mac, hingga iPhone. Aksesibilitas tinggi tentunya akan sangat memudahkan pekerjaan, terutama jika anggota tim Anda tersebar di berbagai kota. Terlebih, Google Workspace juga sangat mendukung kolaborasi kerja. Aplikasi seperti Google Docs, Sheets, dan Slides memungkinkan Anda untuk melakukan editing dalam waktu bersamaan pada satu file. Selain itu, melalui fitur Offline, Anda dan tim bisa tetap mengakses data atau bekerja menggunakan Google Workspace tanpa harus terhubung dengan internet. Dengan begini, produktivitas kerja pun bisa terus terjaga. Tingkatkan kredibilitas dengan kustomisasi alamat email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu aplikasi unggulan dari Google Workspace adalah Gmail. Layanan email ini bisa Anda gunakan secara gratis untuk keperluan bisnis, tapi tentunya dengan berbagai batasan. Anda tidak bisa mengubah domain Gmail menjadi nama bisnis Anda. Namun, dengan upgrade ke Google Workspace versi premium, Anda dapat melakukan hal tersebut. Misalnya, dari yang semula menggunakan alamat ade@gmail.com, Anda bisa mengubahnya jadi ade@bisniscuan.com. Mungkin memang terkesan sederhana, tapi dengan mengubah domain email, bisnis Anda akan terlihat lebih kredibel di mata pelanggan. Tak hanya itu, branding bisnis pun juga jadi lebih kuat. Saat pelanggan menerima email dari alamat yang mencantumkan nama bisnis Anda, lambat laun bisnis Anda akan terpatri dalam benak mereka. Data bisnis lebih aman di dalam Vault Photo Credit: Lukas Blazek (Unsplash) Selama ini, Anda mungkin telah mengenal Google Drive sebagai platform penyimpanan data berbasis cloud yang dikembangkan Google. Di samping itu, ada pula Vault yang bisa dikatakan sebagai versi lebih canggih dari Drive. Vault merupakan layanan pengarsipan buatan Google. Fungsinya pun serupa, yakni menyimpan dan melindungi data, termasuk data bisnis. Hanya saja, Vault dilengkapi dengan sistem teknologi keamanan yang lebih advanced. Pada Vault, Anda bisa menentukan berapa lama data akan disimpan dan siapa saja yang berhak mengaksesnya. Mengingat banyaknya data penting bisnis yang harus dilindungi, Vault dapat menjadi perangkat terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun, untuk bisa menggunakan Vault, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Business Plus atau Enterprise. Mengetahui efektivitas kerja melalui Work Insights Photo Credit: Carlos Muza (Unsplash) Produktivitas menjadi salah satu kunci penting kesuksesan suatu bisnis. Memahami betul hal tersebut, Google Workspace pun hadir dengan fitur Work Insights. Melalui fitur ini, Anda bisa mendapatkan insight atau data terkait penggunaan Google Workspace oleh para anggota tim. Tak hanya menyediakan informasi tentang intensitas pemakaian Google Workspace, Work Insights bahkan menyajikannya secara detail berdasarkan level produktivitas, kolaborasi, dan adopsi. Dengan begini, akan mudah bagi Anda untuk mengetahui preferensi tim. Misalnya, data dari Work Insights menunjukkan bahwa hanya ada 58% anggota tim yang menggunakan Sheets. Sementara itu, pemakaian Gmail justru mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa tim bisnis Anda nyaman menggunakan Gmail untuk keperluan kerja sehari-hari.   Melalui berbagai aplikasi dan fitur-fitur pendukungnya, Google Workspace hadir untuk membantu para pelaku bisnis dalam mempermudah pekerjaan. Agar bisa menggunakannya secara optimal tanpa batasan, Anda bisa upgrade langganan Google Workspace ke versi premium. Google Workspace menawarkan beberapa edisi premium yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Untuk mengetahui perbedaan masing-masing edisi tersebut, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebagai alternatif, Anda juga bisa klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!    

Gmail, Google Workspace, Produktivitas

5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File

  Sejak pertama kali diluncurkan pada 2012, Google Drive dikenal sebagai layanan penyimpanan file berbasis cloud yang dikembangkan oleh Google. Fungsi Google Drive sangatlah banyak. Hanya dengan memiliki akun Gmail, Anda bisa menggunakan Google Drive secara gratis dengan kapasitas penyimpanan sebesar 15 GB.  Namun, lebih dari sekadar platform untuk menyimpan file, fungsi Google Drive sebetulnya mencakup banyak area lain. Mulai dari berkolaborasi mengedit dokumen hingga backup percakapan WhatsApp, berikut ini berbagai aktivitas yang juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan Google Drive. Mengedit dokumen secara kolaborasi Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Melalui Google Drive, Anda bisa membuat dokumen baru dalam bentuk Doc, Sheet, maupun Slides. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, maka proses editing berbagai dokumen tersebut bisa dilakukan oleh banyak orang dari tempat berbeda sekali pun. Anda hanya perlu share dokumen yang dimaksud ke orang-orang tertentu dan mengaktifkan akses editing. Bahkan di dalam dokumen pun Anda bisa saling berkomunikasi melalui fitur Chat. Tidak ketinggalan fitur Comment yang memungkinkan Anda dan orang lain untuk memberi masukan pada bagian tulisan tertentu. Kabar baiknya lagi, Google Drive memiliki fitur Autosave sehingga setiap dokumen Anda akan tersimpan secara otomatis selagi Anda mengerjakannya. Anda pun tak perlu khawatir progress tulisan hilang hanya karena lupa menekan tombol Save. Menerjemahkan hasil tulisan Photo Credit: Pixabay (Pexels) Berkat integrasi dengan produk-produk Google lainnya, fungsi Google Drive pun bisa Anda rasakan secara maksimal. Salah satunya adalah integrasi antara Google Drive dan Google Translate. Melalui kerja sama ini, Anda bisa dengan mudah menerjemahkan tulisan dalam suatu file ke bahasa yang Anda kehendaki. Caranya pun sangat mudah. Mulanya, Anda hanya perlu membuka dokumen yang diinginkan. Jika sudah, klik opsi Tools dan pilih Translate Document. Anda bisa langsung memilih bahasa sesuai kebutuhan penerjemahan dokumen. Konversi file PDF menjadi teks Photo Credit: JESHOOTS.COM (Unsplash) Pernahkah Anda mendapatkan file penting dalam format PDF, yang membuat Anda jadi tidak bisa mengeditnya secara leluasa? Mulai sekarang, Anda tak perlu bingung lagi karena fungsi Google Drive juga mencakup konversi file PDF menjadi bentuk Docs yang bisa diedit. Caranya, cukup unggah file PDF ke Google Drive. Bagi yang mengunduh file PDF dari Gmail, Anda bisa langsung menyimpannya di Google Drive. Setelah itu, klik kanan pada file tersebut dan pilih opsi Open with Google Docs. Kini Anda sudah bisa mengakses file dalam bentuk Docs sehingga pengeditan pun jauh lebih mudah. Membuat catatan menggunakan Google Keep Photo Credit: Kelly Sikkema (Unsplash) Bagi yang sehari-hari memiliki jadwal padat, kemungkinan besar Anda harus mencatat daftar pekerjaan dan deadline agar tidak ada yang terlewat. Biasanya, kebanyakan orang akan mengunduh aplikasi khusus pada smartphone atau komputer mereka. Namun, jika menggunakan Google Drive, Anda tak lagi perlu mengunduh apa pun karena Google Drive telah terintegrasi dengan Google Keep. Bagi yang belum tahu, Google Keep adalah aplikasi pencatat berbasis web. Anda bisa menulis dan menyimpan catatan apa pun pada Google Keep ini, baik itu jadwal deadline, materi untuk meeting, bahkan hingga daftar belanjaan. Tak perlu lagi mencatat secara manual dengan kertas atau menggunakan aplikasi tambahan. Backup percakapan WhatsApp Photo Credit: Anton (Pexels) Para pengguna perangkat Android bisa memanfaatkan fungsi Google Drive sebagai media backup percakapan WhatsApp. Buka aplikasi WhatsApp pada smartphone Anda, lalu buka Menu > Settings > Chats > Chat Backup. Setelah itu, klik Backup to Google Drive dan pilih frekuensi backup yang diinginkan. Dengan begini, berbagai percakapan, foto, dan video penting yang ada di WhatsApp pun aman tersimpan. Jika suatu hari nanti Anda berganti perangkat Android baru, riwayat chat dan media tidak akan hilang karena telah tersimpan di Google Drive.   Berbagai fungsi Google Drive di atas bisa Anda dapatkan secara gratis, dengan kapasitas penyimpanan hanya sebesar 5 GB. Namun, dengan berlangganan Google Workspace, Anda bisa upgrade kapasitas tersebut hingga 5 TB. Bahkan bukan hanya layanan premium Google Drive yang bisa Anda dapatkan, tapi juga Google Meet, Gmail, dan masih banyak lagi. Temukan paket berlangganan Google Workspace yang paling pas dengan Anda dengan klik di sini. Setelah itu, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Google Workspace dan merasakan fungsi Google Drive secara optimal!      

Scroll to Top