Google Workspace

Google Workspace

Halaman Kontrol Terkonsolidasi Baru untuk Google Takeout

Google Takeout atau terkadang disebut Download Your Data, merupakan sebuah proyek dari Google Data Liberation Front yang memungkinkan pengguna produk Google, seperti YouTube dan Gmail, untuk mengekspor data mereka ke file arsip yang dapat diunduh. Halaman kontrol baru Google Takeout Photo Credit: Google Workspace Admin Help Mulai tanggal 15 November 2022, admin dapat mengelola setelan Takeout dari halaman kontrol gabungan yang baru, yang terletak di Admin console > Account > Google Takeout > User access to Takeout for Google services. Bersamaan dengan ini, Google Takeout juga meluncurkan halaman baru. Setelah perilisan halaman baru ini maka halaman pengaturan Takeout yang sebelumnya ada pada Admin tidak tersedia lagi. Setelah peluncuran selesai, admin dapat mengubah setelan Takeout dari halaman kontrol gabungan yang baru dan dari halaman setelan tambahan untuk layanan dengan kontrol Takeout individu. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Layanan yang tersedia untuk Google Takeout Layanan dengan kontrol Takeout bersama: Sebagian besar layanan Google, seperti Drive atau Classroom, tidak memiliki kontrol Takeout sendiri. Sebagai gantinya, Anda dapat mengizinkan atau tidak mengizinkan Takeout untuk semua layanan ini. Layanan dengan kontrol Takeout individu: Pilih pengaturan Takeout untuk setiap layanan ini. Misalnya, mengizinkan pengguna memakai Takeout untuk Google Foto dan YouTube, tetapi tidak untuk Google Pay. Layanan dengan kontrol Takeout bersama Layanan dengan kontrol Takeout individu Izinkan atau jangan izinkan Takeout untuk Drive, Gmail, Calendar, Contacts, dan layanan Google lainnya. Namun Anda tidak dapat membatasi Takeout ke layanan atau grup layanan tertentu. Izinkan atau jangan izinkan Takeout untuk layanan: Blogger * Google Books Google Maps Google Pay * Google Photos Google Play * Google Play Console * Location History * YouTube *Catatan: Pengguna yang berusia di bawah 18 tahun akan dilarang menggunakan layanan ini dengan akun Google Workspace for Education mereka, meskipun layanan ini diaktifkan. Pengaturan Takeout default Untuk Google Workspace secara umum, kontrol Takeout disetel menjadi Allowed secara default. Untuk Google Workspace for Education K-12, kontrol Takeout bersama disetel ke Not Allowed, dan kontrol individu Takeout disetel ke Allowed secara default. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Mulai mengaktifkan fitur Photo Credit: Google Workspace Admin Help Super Admin dan admin Service Settings: Fitur ini akan tersedia untuk admin dengan izin layanan. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara mengizinkan atau memblokir Google Takeout untuk pengguna. End-user: Pengguna dapat menggunakan layanan di mana Takeout telah disetujui oleh admin. Pelajari lebih lanjut cara mengunduh data Google Anda di sini. Ketersediaan fitur Fitur baru Google Takeout ini dirilis secara bertahap mulai pada tanggal 15 November 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Proteksi Baru terhadap Perubahan Konfigurasi Google Workspace, Seperti Apa? Dengan hadirnya upgrade ini, sekarang admin dapat menentukan dari layanan mana pengguna diizinkan atau tidak diizinkan untuk mengekspor data melalui Google Takeout, cukup melalui Admin console saja. Untuk menikmati kemudahan Google Takeout ini, Anda dapat berlangganan paket Google Workspace for Business yang tersedi di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Google Workspace

Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion

Berbagi file dan folder merupakan salah satu fitur yang banyak digunakan oleh pengguna Google Drive. Pada tanggal 16 November 2022 lalu, Google meluncurkan kapabilitas baru yang akan memudahkan pengguna Drive dalam berbagi file maupun folder. Kapabilitas tersebut berupa sharing suggestion yang akan memudahkan pengguna menemukan penerima file atau folder yang mereka bagikan. Bagaimana cara kerjanya? Sharing suggestion Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Salah satu hal yang menghambat proses berbagi file atau folder adalah pihak pengirim kesulitan menemukan penerima. Hal ini sangat umum terjadi, terutama jika Anda sering berbagi file dengan banyak orang selama beberapa waktu. Sebagai solusi, Google Drive meluncurkan kapabilitas sharing suggestion yang akan memudahkan Anda menemukan akun penerima file. Dengan kapabilitas baru ini, penerima yang disarankan akan muncul di kotak dialog, sehingga kolaborasi di tempat kerja Anda pun menjadi lebih efisien. Sharing suggestion membantu pengguna berbagi konten di Drive dengan lebih cepat dan efisien, serta dapat membantu mengurangi berbagi berlebihan. Kapabilitas ini menghormati kebijakan berbagi tempat kerja Anda dan tidak menyertakan pihak luar (meskipun pengguna telah berbagi dengan mereka sebelumnya). Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Mulai mengaktifkan sharing suggestion Photo Credit: Google Workspace Updates Sharing suggestions akan aktif secara default di Google Drive mulai dari tanggal 16 November 2022. Meski begitu, Anda bisa tetap menyesuaikannya dengan kebijakan berbagi file di tempat kerja Anda. Selain itu, administrator pun dapat mengatur status sharing suggestion pengguna yang masih berada dalam satu lingkungan kerja. Pengaturannya cukup mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Drive and Docs. Klik Sharing settings > Sharing suggestions. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan unit organisasi (OU) teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan atau grup konfigurasi. Centang kotak untuk mengaktifkan sharing suggestion atau hapus centang untuk menonaktifkannya. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU atau grup, tersedia pula opsi Override dan Inherit konfigurasi dari OU induk atau membatalkan setelan grup. Perubahan bisa memakan waktu hingga 24 jam, namun umumnya terjadi lebih cepat. Baca juga: Penambahan Kontrol untuk Waktu Akses File Google Drive Cara berbagi file dari Google Drive Anda dapat berbagi file dan folder yang tersimpan di Google Drive dengan siapa saja. Saat berbagi dari Google Drive, Anda dapat mengontrol apakah orang dapat mengedit, mengomentari, atau hanya melihat file. Saat Anda berbagi konten dari Google Drive, kebijakan program Google Drive berlaku. Berikut adalah cara untuk membagikan file Drive: Membagikan satu file Di komputer, buka Google Drive, Docs, Sheets, atau Slides. Klik file yang ingin Anda bagikan. Klik Share. Membagikan banyak file Di komputer, buka drive.google.com. Tahan tombol Shift pada keyboard dan pilih dua file atau lebih. Di kanan atas, klik Share. Ketersediaan sharing suggestion Kapabilitas sharing suggestion ini dirilis secara bertahap mulai pada tanggal 16 November 2022, untuk domain rilis cepat (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur) dan tanggal 30 November 2022 untuk domain rilis terjadwal (perilisan mungkin memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Namun sharing suggestion belum tersedia bagi pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Trust Rules untuk File Google Drive Kini Tersedia untuk Umum, Apa yang Berubah? Dengan hadirnya sharing suggestion ini, Anda bisa lebih cepat berbagi file maupun folder Google Drive. Artinya, kolaborasi kerja pun jadi lebih efisien karena Anda tak perlu lagi makan waktu lama untuk berbagi file. Apakah Anda tertarik dengan kapabilitas ini? Sharing suggestion bisa Anda nikmati dengan berlangganan paket Google Workspace for Business melalui EIKON Technology yang menyediakan solusi implementasi secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini!

Google Workspace

Menggunakan Access Approvals untuk Mengontrol Akses Data Selama Pemeliharaan Sistem

Google Workspace baru saja meluncurkan Access Approvals, yang didesain berdasarkan Access Transparency dan Access Management. Fitur baru ini memungkinkan pelanggan Workspace untuk secara eksplisit menyetujui atau menolak akses ke data selama pemeliharaan umum berlangsung. Sebelumnya Google memang telah merancang sistem mereka untuk membatasi jumlah karyawan yang memiliki akses ke data pelanggan dan secara aktif memantau aktivitas karyawan tersebut. Access Approvals memungkinkan pelanggan Workspace menyiapkan kontrol terperinci, baik di tingkat organizational unit atau grup admin, untuk meminta izin eksplisit bagi Google agar dapat mengakses konten dalam jangka waktu terbatas. Fitur Access Approvals Photo Credit: Google Workspace Updates Access Approvals memberikan kontrol kepada admin atas cara Google mengakses data saat pemeliharaan sedang berlangsung. Yang paling penting, fitur baru ini memberi pelanggan kemampuan untuk menyetujui atau menolak akses atas permintaan individu. Update ini, bersama dengan Sovereign Controls for Google Workspace, Client-side encryption, region data, dan kemampuan Access Management, memberikan solusi bagi para pelanggan untuk mencapai kedaulatan digital mereka. Baca juga: Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda Sebelum 30 Januari 2023 Ketentuan Access Approvals Untuk menggunakan Access Approvals, Anda memerlukan add-on Google Workspace Assured Controls. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari Access Approvals, sebaiknya memilih paker berlangganan, karena Access Approvals events akan muncul di log Access Transparency. Bagi administrator dengan Enterprise Plus, masing-masing OU dapat memiliki pengguna di beberapa tingkat langganan. Jika Anda menggunakan Access Approvals dan menetapkan kebijakan untuk OU tertentu, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pengguna dalam OU berlisensi Assured Controls. Sebagai administrator, Access Approvals for Google Workspace mewajibkan staf Google yang dapat mengambil tindakan dukungan terkait data perusahaan Anda untuk meminta persetujuan sebelum melihat data yang diperlukan untuk pemeliharaan. Perlu diingat, staf Google hanya dapat mengakses data Anda untuk menyediakan layanan dukungan, memenuhi kewajiban kontrak dan hukum, serta melindungi atau memelihara sistem. Access Approvals hanya mencakup data layanan inti tertentu. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Mulai menggunakan Access Approvals Photo Credit: DCStudio (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin Anda di admin.google.com. Pastikan untuk masuk menggunakan akun administrator Anda, dan bukan akun Gmail pribadi Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Account > Account settings > Access Approvals. Untuk menyiapkan Access Approvals di seluruh domain Anda, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU atau grup turunan. Centang kotak berikut: “Require Google staff to request approval before viewing data necessary for support services” Klik Save. Klik Override jika Anda menyiapkan Access Approvals untuk OU turunan. Ketersediaan fitur Access Approvals dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan untuk kedua domain dimulai pada tanggal 15 November 2022 (kemungkinan besar akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Access Approvals sendiri merupakan adalah bagian dari Google Workspace Assured Controls, yang tersedia sebagai add-on khusus untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus. Baca juga: Cara Google Workspace Membangun Platform Terbuka untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Google Workspace terus berkomitmen untuk mendukung kedaulatan digital perusahaan Anda sambil tetap mempertahankan keamanannya. Optimalkan keamanan data dan kolaborasi kerja Anda dengan paket berlangganan Workspace dari EIKON Technology. Kami menawarkan solusi menyeluruh untuk Anda, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai pemasangan, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya?

Selain menyetel durasi khusus untuk “Do Not Disturb” di Google Chat, kini Anda dapat menyetel jadwal berulang agar tidak terganggu oleh notifikasi Chat di web, Android, dan iOS. Fitur baru ini dapat Anda manfaatkan untuk membisukan pemberitahuan selama jam istirahat reguler Anda, atau menyetel “ Do Not Disturb ” secara otomatis selama akhir pekan saat jauh dari meja Anda. Fitur ini diharapkan dapat membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi tanpa terganggu notifikasi dari Google Chat dan bisa dimanfaatkan untuk terputus sejenak dari pekerjaan Anda sepenuhnya, Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini tersedia otomatis di Google Chat. Tidak diperlukan pengaturan administrator sama sekali untuk bisa menggunakannya. Bagi end-user yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai status ketersediaan dan membisukan notifikasi di Google Chat, silakan kunjungi Help Center. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Ketersediaan fitur Google Chat merilis fitur baru ini pada waktu yang berbeda untuk tiap platform. Berikut adalah detail waktu rilis selengkapnya: Web:  Domain rilis cepat: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 15 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 9 Desember 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Android & iOS:  Domain rilis cepat & terjadwal: Waktu rilis bertahap mulai dari tanggal 21 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business, juga berlaku untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Percakapan Terpisah di Spaces Google Chat dengan Untaian In-Line Cara mengubah status ketersediaan dan menonaktifkan notifikasi Google Chat Untuk memberi tahu orang lain tentang ketersediaan Anda, maka status Google Chat dapat diubah dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: Mengubah status Di komputer Anda, buka Gmail. Di kanan atas, di samping indikator status, klik panah bawah . Pilih: Automatic, Do not disturb, atau Set as away. Menetapkan status khusus Buka Google Chat atau akun Gmail Anda. Dari indikator status Anda di bagian atas, klik panah bawah . Klik Add a status. Ikuti perintah untuk memilih emoji, menulis pesan status, atau mengakhiri atau menghapus status. Klik Done. Menghapus status khusus Buka Google Chat atau akun Gmail Anda. Dari indikator status Anda di bagian atas, klik panah bawah . Klik status yang akan dihapus. Klik X. Klik Done. Menetapkan status Calender dengan akun Workspace Photo Credit: Lifestorymemory (Freepik) Anda juga dapat mengimpor status dari Calendar yang menggunakan akun Google Workspace. Status Chat Anda akan diperbarui secara otomatis ke OOO, dalam rapat, atau dalam focus time berdasarkan status kalender Anda. Status kalender otomatis selalu dapat diubah menjadi status kalender khusus, begitu pula sebaliknya. Anda dapat menemukan status Calendar di bagian kanan atas jendela Gmail di indikator status. Siapa pun yang mengirimi pesan langsung akan menemukan status Calendar Anda di bawah nama Anda dalam jendela pesan langsung. Penting untuk diingat juga, pesan grup tidak akan menampilkan status Calendar. Administrator dapat mengaktifkan dan menonaktifkan status Calendar untuk semua orang di domain mereka. Setelah Administrator mengaktifkan status Calendar untuk domain Anda, maka status dapat diaktifkan atau dinonaktifkan secara permanen maupun sementara. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan status secara permanen: Buka Google Calendar. Di kanan atas, klik menu Settings. Di sebelah kiri, pada “Settings for my calendar”, pilih kalender Anda. Di bagian “Access permission for events”, centang kotak di samping “Show calendar info in other Google apps, limited by access permissions”. Perubahan Anda akan disimpan secara otomatis. Baca juga: Ringkasan Percakapan Google Chat, Bantu Anda Pantau Pesan di Spaces Dengan hadirnya peningkatan fitur notifikasi baru Google Chat ini, Anda bisa mengatur pemberitahuan Chat dengan mudah, bahkan menentukan penjadwalan sesuai keinginan, Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Peningkatan Kualitas Virtual Meeting Saat Bergabung dengan Virtual Machine

Jika Anda menggunakan Virtual Desktop Interface (VDI) seperti Citrix atau VMWare untuk bergabung ke panggilan virtual meeting Google Meet, maka akan terlihat peningkatan kualitas video dan audio. Meet kini akan mendeteksi apakah Anda bergabung dari VDI dan kemudian secara otomatis menyesuaikan sistem agar memberikan performa terbaik. Pengoptimalan ini juga akan membantu mengurangi permintaan pada VDI Anda, seperti penggunaan CPU, GPU, dan memori, sekaligus meningkatkan kualitas rapat dan performa keseluruhan. Cara melakukan update Update terbaru yang ditawarkan Google Meet ini memungkinkan Anda untuk bergabung menggunakan virtual machine (VM) tanpa penurunan kualitas. Menariknya lagi, update ini juga hanya memerlukan pengaturan dari administrator untuk bisa digunakan. Bagi administrator, pastikan Google Meet dapat mendeteksi bahwa ia berjalan di dalam VM dengan mengaktifkan kebijakan Enterprise Hardware Platform API di Chrome. Kunjungi halaman API dan Help Center untuk mempelajari lebih lanjut cara menetapkan kebijakan Chrome untuk pengguna atau browser dan menggunakan VDI dengan Google Meet. Update ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari end user. Google Meet akan langsung melakukan optimasi pengalaman Anda saat melakukan virtual meeting melalui VDI secara otomatis. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Ketersediaan update Photo Credit: DCStudio (Freepik) Update Google Meet untuk virtual meeting melalui VDI ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Untuk kedua domain, perilisan dilakukan secara bertahap, mulai dari tanggal 30 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Perlu diingat, update ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih terdaftar dalam paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Cara menyiapkan jaringan Anda untuk virtual meeting Google Meet Untuk menghadirkan virtual meeting berkualitas tinggi, Anda perlu menyiapkan jaringan agar Meet dapat berkomunikasi secara efisien dengan infrastruktur Google. Anda harus: Memastikan lalu lintas Meet memiliki jalur pendek ke internet. Menghindari proxy, inspeksi paket, penganalisa protokol, dan kualitas layanan (QoS). Mengukur dan mengoptimalkan latensi, bandwidth, dan jaringan WiFi Anda Siapkan jaringan Anda Photo Credit: Freepik Langkah 1: Izinkan akses ke rentang alamat IP Google Perbarui firewall Anda untuk mengizinkan lalu lintas media mengalir ke dan dari tempat Anda: Untuk media (audio dan video), siapkan port UDP keluar 3478 dan 19302–19309. Jika Anda ingin membatasi jumlah port Chrome WebRTC yang digunakan, lihat setelan Port UDP WebRTC Chrome. Alternatifnya, batasi port tersebut melalui firewall Anda. Untuk lalu lintas web dan autentikasi pengguna, gunakan UDP keluar dan port TCP 443. Langkah 2: Izinkan akses ke pengidentifikasi uniform resource identifiers (URI) Layanan inti Google memerlukan akses jaringan penuh. Jika ada kebijakan pembatasan atau pemfilteran untuk pengguna di jaringan Anda, berikan akses jaringan ke endpoint HTTPS. Langkah 3: Izinkan akses ke rentang alamat IP Google Izinkan akses ke rentang alamat IP untuk mengaktifkan lalu lintas media audio dan video. Jika tempat Anda hanya mendukung traffic Meet melalui port 443, tambahkan SNI Meet ke daftar yang diizinkan firewall atau proxy untuk mengaktifkan traffic audio dan video melalui TLS. Langkah 4: Tinjau persyaratan bandwidth Jaringan Anda harus memiliki bandwidth yang cukup untuk bisa memunculkan virtual meeting berkualitas HD, ditambah bandwidth tambahan untuk kebutuhan lain, seperti streaming langsung. jumlah peserta, berbagi layar, dan faktor lainnya juga mempengaruhi penggunaan bandwidth. Jika jaringan Anda tidak memiliki bandwidth yang cukup, Meet akan menurunkan definisi video agar sesuai dengan batasan jaringan Anda. Jika jaringan Anda tidak memiliki bandwidth yang cukup untuk mendukung video, Meet akan menggunakan audio. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu dDi Google Meet PC Google Meet PC hingga sekarang masih menjadi aplikasi andalan untuk melakukan virtual meeting. Hadirnya kapabilitas baru ini akan memudahkan Anda untuk bergabung dalam meeting melalui VM tanpa khawatir kualitas video berkurang. Dapatkan Google Workspace for Business untuk mendukung produktivitas kerja Anda dalam skala besar hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk-produk Google resmi beserta layanan konsultasi untuk pemasangan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Google Workspace

Cara Manfaatkan Google Document AI dan Google Workspace untuk Menjalankan SAP Build Process Automation

SAP Build Process Automation dirancang untuk mengoptimalkan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Platform ini membantu pengembang untuk mendigitalkan alur kerja inti dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) pada tugas manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Google Cloud dan SAP merespons hal ini dengan menyediakan alat terintegrasi yang secara mendasar dapat mengubah cara bisnis beroperasi sekaligus menciptakan nilai bagi pelanggan mereka. Dengan fokus untuk membawa otomatisasi proses ke tingkat yang lebih maju dan menghilangkan inefisiensi dari alur kerja, SAP meluncurkan integrasi dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace untuk pelanggan SAP Build Process Automation. Integrasi ini dapat mengurangi atau menghilangkan banyak tugas yang berulang dan rawan kesalahan, sehingga perusahaan dapat membantu menghemat uang dan beroperasi lebih produktif. Inovasi dengan pemanfaatan AI Photo Credit: Rawpixel.com (Freepik) Kemajuan berkelanjutan dalam sistem digital dan teknologi canggih memperkenalkan peluang baru untuk memikirkan kembali alur kerja. SAP menyadari peran yang dapat dimainkan oleh otomatisasi bertenaga AI dalam mengubah alur kerja, dan bahwa manfaat dari melakukannya melampaui penghematan waktu dasar dan pemotongan biaya. Dengan memasukkan Google Cloud Document AI ke dalam aplikasi, SAP Build Process Automation membantu pelanggannya di lini bisnis dan mengintegrasikan beberapa aplikasi sambil membuka akses ke machine learning yang diatur. Baca juga: Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Berkualitas Machine learning dan otomatisasi proses dapat mendorong efisiensi dengan SAP S/4HANA Pelanggan yang menggunakan SAP S/4HANA dapat membangun peningkatan alur kerja ke dalam semua proses inti utama, seperti entri pesanan, pembuatan faktur, posting aset, dan banyak lainnya, membantu mereka menjadi lebih cepat dan lebih efisien dalam prosesnya. Google Cloud Document AI mengekstrak elemen kunci — termasuk alamat, nomor artikel, harga, kuantitas, dan banyak. Otomatisasi terintegrasi dapat mendorong hasil untuk pemrosesan faktur dan pesanan pembelian Photo Credit: Google Workspace Updates Contoh peningkatan yang telah dilakukan integrasi ini pada SAP Build Process Automation adalah penggunaan AI, alat produktivitas, dan otomatisasi untuk memproses pesanan pembelian. Di masa lalu, pekerja harus memilih pesanan yang relevan di akun Gmail mereka secara manual dan mengekstrak data kunci dari file PDF besar, termasuk tanggal pesanan, detail pemasok, nomor artikel, jumlah, harga satuan, dan jumlah total. Kemudian, pekerja harus memasukkan semua item baris satu per satu ke dalam sistem SAP S/4HANA. Kini, pelanggan dapat mengekstrak dan mengatur data secara otomatis oleh Google Workspace dan Document AI. Ini bekerja dengan mengekstrak data yang ada dalam lampiran Gmail, mengunduhnya ke Google Drive, dan mengekstrak bidang menggunakan model pra-latihan Document AI. Alat tersebut kemudian memasukkan informasi pesanan gabungan dari Google Sheets ke dalam SAP S/4HANA. Otomatisasi ini akan menghindari masalah audit dan kepatuhan. Baca juga: Mengenal BigQuery Explainable AI, Alat Interpretasi Model Machine Learning SAP dan Google Cloud menjalankan otomatisasi Pencapaian proses bisnis yang paling akurat dan efisien dimungkinkan dengan kerangka kerja otomatisasi yang menyematkan aplikasi kolaborasi dan produktivitas sambil memberikan akses ke machine learning kepada pengguna. SAP Build Process Automation dikombinasikan dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace telah terbukti menjadi katalis dalam mendorong inovasi dan transformasi bisnis bagi pelanggan di berbagai industri, yang menghasilkan rata-rata 22-30% waktu pemasaran lebih cepat dan keuangan yang signifikan. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Google Cloud dan SAP membangun solusi mempercepat nilai bisnis, kunjungi halaman ini. Anda juga dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang SAP Build Process Automation di sini. Baca juga: Menghubungkan Data SAP Lewat Cloud Data Fusion dengan Google Cloud Cortex Framework Untuk memulai transformasi Anda hari ini, pilih wilayah Platform Teknologi Bisnis SAP terbaik untuk Anda. Jika Anda belum menggunakan rangkaian produktivitas Google Workspace, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business dan Workspace for Education, dengan prosedur implementasi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail versi Web, Makin Terintegrasi

Pada awal tahun 2022 lalu, Google telah mengumumkan antarmuka pengguna (user interface atau UI) baru dan tampilan terintegrasi yang dapat disesuaikan untuk Gmail, menghadirkan aplikasi penting seperti Gmail, Chat, dan Meet di satu lokasi terpadu. Mulai bulan November 2022, antarmuka pengguna ini akan menjadi pengalaman standar untuk Gmail, tanpa opsi untuk kembali ke “tampilan asli”. Dengan UI baru, pengguna masih dapat mengubah tema Gmail, jenis kotak masuk, dan lainnya melalui pengaturan cepat. Perubahan tampilan Gmail versi web Photo Credit: Google Workspace Updates Antarmuka Gmail ini telah diperbarui dengan tampilan dan nuansa Material 3, versi terbaru dari sistem desain open source milik Google. Tampilan terintegrasi dengan Gmail, Chat, Spaces, dan Meet di sisi kiri jendela juga akan menjadi standar bagi pengguna yang telah mengaktifkan Chat. Melalui pengaturan cepat, Anda dapat menyesuaikan antarmuka baru ini untuk menyertakan aplikasi yang paling penting bagi Anda, baik itu Gmail sendiri atau kombinasi Gmail, Chat, Spaces, dan Meet. Hal ini memudahkan untuk tetap mengetahui hal-hal penting dan mengurangi kebutuhan untuk beralih di antara berbagai aplikasi, jendela, atau tab. Dengan Chat yang sekarang tersedia di sebelah kiri, pengguna tidak lagi memiliki opsi untuk melakukan konfigurasi Chat di sisi kanan Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan antarmuka Gmail ini Anda dapat mengunjungi halaman dokumentasi khusus Help Center Google atau blog Google The Keyword. Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Tampilan Gmail versi web terbaru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain terjadwal dengan kecepatan rilis yang berbeda. Namun perilisan sama-sama dilakukan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 8 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Baca juga: Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja? Ketersediaan fitur Antarmuka baru ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, and Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Namun antarmuka Gmail versi web baru ini masih belum tersedia bagi mereka yang berlanggan Google Workspace Essentials. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Dengan hadirnya tampilan Gmail versi web yang baru ini, Anda bisa lebih mudah terhubung dengan berbagai aplikasi Google lainnya seperti Chat dan Meet. Itu artinya, Anda bisa langsung bergabung ke virtual meeting melalui email yang masuk ke inbox. Dengan kata lain, pembaruan ini akan menyederhanakan pekerjaan, karena Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara mudah dan seamless tanpa berpindah aplikasi atau tab di peramban. Ingin mulai menerapkan solusi produktivitas Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Trust Rules untuk File Google Drive Kini Tersedia untuk Umum, Apa yang Berubah

Pada Juli 2022 lalu Google mengumumkan open beta untuk trust rules berbagi file di Google Drive. Mulai awal November 2022 ini, fitur tersebut akan tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang memenuhi syarat. Lalu, apa yang berubah setelah trust rules Drive tersedia untuk umum? Mengenal apa itu trust rules file Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Trust rules atau aturan kepercayaan akan memberikan administrator lebih banyak kontrol terhadap bagaimana file dapat dibagikan, baik di dalam maupun di luar perusahaan mereka. Misalnya, admin dapat membatasi apa yang dapat diakses oleh departemen tertentu dibandingkan dengan departemen lain yang masih ada di satu perusahaan. Trust rules dapat diaktifkan melalui konsol Admin. Setelah diaktifkan, aturan ini akan menggantikan “Sharing options” di bagian Google Drive di konsol Admin. Setelan berbagi Drive yang ada akan otomatis menjadi trust rules. Namun perlu diingat, perubahan ini ini tidak akan mengubah setelan berbagi atau konfigurasi keamanan yang ada. Berikut adalah beberapa kegunaan trust rules di Google Drive: Mengatur file pengguna yang dapat dibagikan dengan pengguna lain, baik dalam lingkup internal maupun eksternal. Mengatur pengguna mana yang dapat menerima file dari pengguna internal atau eksternal. Mengatur pengguna internal atau eksternal mana yang dapat diundang dan menambahkan item ke drive bersama Trust rules memberikan fleksibilitas dalam menetapkan batasan kolaborasi. Itu artinya, aturan ini dapat membantu Anda mengamankan informasi sensitif dan menjaga kepatuhan terhadap standar dan peraturan keamanan perusahaan. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing Di Google Drive Mulai mengaktifkan trust rules Photo Credit: Google Workspace Updates Mengaktifkan trust rules ini memerlukan pengaturan dari administrator di lingkup kerja Anda. Untuk detail pengaturannya dapat Anda simak pada penjelasan di bawah ini: Admin: Admin yang memenuhi syarat dapat mengaktifkan fitur ini di konsol Admin dengan masuk ke menu Rules > Turn on trust rules. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai trust rules pada file Google Drive, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Pengguna akhir: Pengaturan trust rules dari Admin akan menentukan dengan siapa Anda dapat berbagi dan berkolaborasi file Google Drive. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Ketersediaan fitur  Fitur trust rules untuk Google Drive ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal secara bersamaan. Rilis penuh selesai pada tanggal 8 November 2022. Trust rules Google Drive tersedia untuk para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Enterprise Standard, Education Plus, dan juga Education Standard Customers. Namun fitur ini masih belum tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan juga Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic serta G Suite Business. Baca juga: Potong Dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Dengan hadirnya trust rules di Google Drive, Anda dapat membuat kebijakan terperinci untuk mengontrol siapa yang bisa mendapatkan akses ke file Google Drive. Kebijakan Anda bahkan dapat berlaku untuk pengguna individu, organizational unit (OU), maupun domain. Google Drive terus berupaya untuk meningkatkan keamanan data para pengguna, salah satunya adalah dengan menghadirkan trust rules ini. Kini Anda dapat menikmatinya dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google untuk Indonesia. Untuk informasi mengenai instalasi dan penerapan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum 30 Januari 2023

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum Pada tanggal 16 Mei 2022 lalu, Google mengumumkan timeline untuk migrasi Sites lama. Tahun 2022 ini Google memang sudah berencana untuk memigrasikan Sites. Agar pengalaman migrasi pengguna lebih mulus, Google menyediakan jeda waktu yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2022 lalu. Per 1 Desember 2022 (sebelumnya 1 Juni 2022) nanti, pengguna Google Sites tidak dapat lagi mengubah Sites lama yang tersisa di domain. Kemudian pada tanggal 1 Januari 2023 nanti, Sites lama tidak akan dapat ditampilkan lagi, kecuali jika sudah dikonversikan ke Google Sites baru. Namun pada tanggal 1 November 2022 lalu, timeline tersebut mengalami perubahan karena Google ingin memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Sites. Artikel kali ini akan membahas timeline baru tersebut serta apa saja yang harus Anda lakukan agar bisa tetap menggunakan Sites. Perubahan timeline Google Sites Photo Credit: Rawpixel Pada tanggal 1 November 2022 lalu, Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Google Workspace untuk memigrasikan Google Sites lama ke Google Sites baru. Berikut adalah perubahan timeline yang diumumkan: Pada tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Desember 2022), Google akan mulai mematikan fitur penyuntingan di Google Sites lama yang masih ada di domain pengguna. Sites lama Anda akan tetap bisa dibuka hingga terjadi konversi otomatis ke Sites baru. Setelah tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Januari 2023), Google akan mulai mengonversikan Sites lama ke draf Sites baru untuk ditinjau ulang oleh pemilik situs. Jika draf sesuai, Anda bisa langsung menerbitkannya dan mengekspor arsip statis situs ke Google Takeout. Sites lama Anda akan dihapus setelah proses konversi otomatis selesai. Jangan lupa untuk melihat file CSV yang disertakan setelah konversi otomatis domain Anda selesai untuk semua Sites lama yang tidak berhasil melalui proses konversi otomatis Google. Baca juga: Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut! Hingga 30 Januari 2023, admin dan pemilik situs dapat secara manual mengonversi Sites lama ke Sites baru menggunakan Classic Sites Manager atau alat konversi. Tinjau setelan domain situs Anda sebelum 30 Januari 2023 untuk memastikan migrasi otomatis berhasil. Anda akan diberitahu setelah semua situs di domain Anda telah dimigrasikan. Ini mungkin memakan waktu beberapa bulan untuk domain Anda, tergantung pada jumlah dan kompleksitas situs Anda. Sementara itu, Anda dapat memeriksa status situs Anda di Classic Sites Manager. Mulai melakukan migrasi Photo Credit: Rawpixel Migrasi Sites ini memerlukan pengaturan dari administrator sekaligus penyesuaian dari end-user Google Workspace. Simak panduan berikut ini untuk memastikan migrasi di ekosistem kerja Anda berjalan dengan mulus. Admin dan end-user Google Workspace: Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara mengonversi Sites lama ke Sites baru, termasuk fungsionalitas Sites baru dan yang ditingkatkan, dan Classic Sites Manager untuk membantu transisi pengguna Anda. Tinjau hal-hal penting yang perlu diketahui tentang migrasi Sites klasik di Google Sites Migration Guide untuk administrator dan end-user. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Untuk memastikan transisi yang mulus, kami menyarankan praktik terbaik berikut saat memigrasikan situs Anda: Buat arsip Sites lama Anda menggunakan fungsi “Download” massal di Classic Sites Manager sehingga Anda dapat merujuknya nanti, jika diperlukan. Perlu diingat, karena cara kerja setelan berbagi di Sites baru berbeda dari Sites klasik, selalu periksa setelan berbagi Anda setelah konversi. Periksa apakah Anda berbagi dengan audiens yang diinginkan sebelum menerbitkan situs. Di samping itu, Anda juga dapat mengontrol apakah kolaborator dapat berbagi situs Anda dengan pengguna lain atau menerbitkan situs dalam setelan berbagi. Secara default, semua situs yang dikonversi sekarang menonaktifkan setelan ini. Jika opsi berbagi Sites lama domain Anda berbeda dari izin berbagi Drive, konfirmasikan bahwa akses disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain Anda. Google juga telah mengumumkan bahwa timeline transisi ini akan berbeda untuk pengguna dengan akun Google pribadi. Informasi lengkap mengenai transisi akun pribadi bisa Anda lihat di sini. Ketersediaan transisi Photo Credit: Rawpixel Konversi otomatis dari Google Sites lama ke baru berlaku bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Agar proses migrasi Anda dari Google Sites lama ke baru berjalan mulus, pastikan untuk mengikuti panduan di atas. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas konversi otomatis dari Google yang dikombinasikan dengan Classic Sites Manager untuk proses transisi yang efisien. Google Sites sendiri merupakan sebuah layanan yang hadir untuk memudahkan pelanggan Google Workspace dalam merancang situs dengan lebih efisien. Layanan ini bekerja optimal dengan berbagai layanan Workspace. Tertarik untuk mulai menerapkan Workspace di ekosistem kerja Anda? EIKON Technology menghadirkan solusinya untuk Anda. Dengan layanan yang menyeluruh, kami memastikan proses implementasi Google Workspace akan berjalan lancar. Konsultasikan kebutuhan produktivitas Anda sekarang juga dengan kami, klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets

Pada gelaran Google Cloud Next ’22 kemarin, Google mengumumkan beberapa pembaruan terkait layanan yang mereka tawarkan. Salah satunya datang dari aplikasi spreadsheet berbasis cloud andalan mereka, GSheets. Apa pembaruan yang dihadirkan Google di GSheets? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini! Tampilan timeline GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google memperkenalkan smart canvas, sebuah inovasi kolaborasi kerja secara real-time. Kapabilitas ini terus dikembangkan di berbagai aplikasi dan layanan Google, termasuk GSheets. Paling baru, Google memperkenalkan tampilan timeline di spreadsheet mereka yang memungkinkan pengguna untuk melacak proyek di GSheets. Visual baru ini menampilkan informasi proyek yang disimpan di Spreadsheet, seperti tanggal mulai dan berakhirnya tugas, deskripsi, dan pemilik. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Cara menggunakan tampilan timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul pada GSheets pengguna, baik itu yang tergabung dalam Google Workspace kelompok maupun yang terdaftar melalui akun pribadi Google. Baik administrator maupun end-user tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati tampilan timeline ini. Tampilan timeline baru GSheets ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah berinteraksi dengan berbagai informasi proyek dan dapat membantu Anda untuk mengelola berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk melacak digital marketing campaign, perkembangan proyek, hingga jalannya kolaborasi kerja yang melibatkan beberapa divisi kerja sekaligus. Rincian tambahan Dengan mengeklik card yang ada di dalam timeline, Anda bisa langsung melihat informasi lebih lanjut tentang proyek di sidebar. Anda juga dapat melihat timeline Anda pada berbagai interval waktu (hari, minggu, bulan, kuartal, tahun, dan bahkan beberapa tahun sekaligus). Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Mulai menggunakan tampilan timeline Opsi tampilan baru ini akan muncul otomatis pada halaman awal GSheets pengguna. Artinya, tidak diperlukan pengaturan apa pun dari administrator. Untuk mulai membuat timeline, Anda cukup masuk ke menu Insert > Timeline > Select a data range > Configure the attributes in the timeline settings sidebar. Setelah timeline dibuat, Anda dapat melihatnya pada interval waktu yang berbeda, melompat ke tanggal saat ini, mengubah tampilan visual timeline dengan menyesuaikan jarak, menggunakan warna, dan banyak lagi. Untuk petunjuk penggunaan fitur secara lengkap Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini hadir melalui domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 2 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 16 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Timeline tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Namun timeline tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic, G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Tampilan timeline baru dari GSheets ini hadir untuk memudahkan pengguna Google Workspace dalam menjalankan produktivitas kolaboratif mereka. Selain fitur baru di Sheets ini, Workspace juga menghadirkan inovasi kolaborasi lainnya melalui smart canvas. Optimalkan kolaborasi kerja di perusahaan atau instansi Anda dengan Google Workspace! Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menghadirkan solusi kolaborasi Workspace resmi dan berlisensi. Untuk memulai proses implementasi Anda, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top