EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work dengan Google Workspace

Hybrid Working semakin menjadi tren di kalangan pekerja saat ini. Terlebih pada saat pandemi Covid-19. Sebenarnya, tren bekerja dari mana saja yang tidak terikat tempat ini sudah ada cukup lama. Bagi yang belum terbiasa, memang perlu sedikit beradaptasi. Terutama untuk mengatur tim dalam divisi Anda. Namun, tak perlu khawatir karena kini bekerja secara hybrid work semakin mudah dengan menggunakan fitur-fitur Google Workspace. Apa saja keuntungannya bagi produktivitas Anda dan tim? Simak ulasannya berikut. Menghubungkan Karyawan Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk bekerja secara hybrid work bagi Anda dan tim di mana saja dan kapan saja. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar hybrid work lebih efektif menggunakan Google Workspace? Berikut beberapa di antaranya. Gunakan Google Meet untuk Rapat Online Anda Saat bekerja dari rumah dan tidak memungkinkan untuk menghadiri meeting secara langsung, maka meeting dengan video conference adalah pilihan yang bisa dilakukan. Salah satu fitur di Google Workspace yang bisa Anda gunakan di sini adalah Google Meet premium.  Berbeda dengan Google Meet reguler, jika Anda menggunakan premium akan ada banyak fitur yang tidak didapatkan di fitur reguler. And adapat lebih nyaman menggunakannya bersama tim. Termasuk dengan mode pendamping seperti menggunakan sistem audio video, pesan, dan lainnya. Atau dapat menggunakan Jamboard untuk presentasi lebih muda, yakni fitur papan tulis virtual untuk berkomunikasi. Hybrid Work dengan Chat Tak hanya video saja, Anda pun dapat membagi tugas dan berkomunikasi dengan tim melalui Google Chat. Menariknya lagi, Anda sebagai pengguna juga dapat mengubah chat grup yang ada menjadi ruangan untuk project yang akan dijalankan. Jadi, fitur ini juga dapat diandalkan selain untuk bertukar informasi juga bisa digunakan untuk mengelola file sebuah project, menjalankan orientasi tim, hingga mengelola tugas dan melihat target yang akan dicapai. Mengelola Jadwal Lebih Mudah dengan Calendar Terakhir, Anda dapat mengelola jadwal yang mudah dalam pengaturan project melalui Google Calendar. Misalnya, membagi jadwal jam kerja tim setiap hari maupun setiap minggu. Anda dapat melihat pula jadwal dari rekan kerja ketika Anda ingin membicarakan sesuatu yang penting tidak terjadi bentrokan jadwal. Manfaat yang Didapat Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Jika pada sebelumnya dijelaskan mengenai bagaimana cara menghubungkan karyawan pada saat hybrid work menggunakan Google Workspace, kini penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa saja manfaat yang akan didapat pengguna saat mengaktifkan layanan Google ini. Berikut beberapa di antara sekian dampak positif yang bisa diraskaan oleh pengguna. Pencarian yang Mudah Tampilan Google Workspace sangat fleksibel sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses fitur-fitur yang ada, mulai mengecek inbox, melakukan chat, hingga meeting dalam satu tempat. Jadi, pengguna tetap bisa melakukan banyak hal tanpa harus berpindah-pindah fitur. Mengirimkan Pesan Lebih Mudah Tak jarang pekerjaan secara hybrid terganggu. Misalnya pengiriman dokumen yang lambat dan terdapat halangan-halangan tertentu. Namun, ketika menggunakan Google Workspace, hal itu dapat teratasi. Anda dapat mengirimkan pesan apa saja di email Space secara cepat, ringkas, dan mudha. Dengan begitu semua pekerjaan dapat segera teratasi dan tercipta komunikasi yang lebih baik bagi seluruh tim. Keamanan Lebih Terjamin Tak hanya dua poin di atas saja, manfaat menggunakan fitur Google Workspace untuk hybrid work ialah keamanan lebih terjamin. Memang, saat ini banyak kita melihat jika data pribadi menjadi bagian penting yang harus dilindungi. Termasuk data penting saat bekerja. Untuk mengamankan data ini Google Wokspace memiliki beberapa tools untuk memoderasi konten, mengatur ruang, dan menciptakan tatanan dan keamanan terbaik bagi tim dan karyawan pada saat sedang melakukan hybrid work.  Kesimpulan Source: Pexels.com Bekerja dari rumah saat ini bukanlah hambatan bagi setiap orang, terlebih untuk melakukan hybrid work. Hal itu semakin mudah karena Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk semua pekerjaan Anda dan tim. Dengan berbagai macam fitur yang bisa Anda gunakan, pekerjaan pun akan mudah terselesaikan. Komunikasi pun menjadi lancar. Kini, Anda bisa berlangganan Google Workspace untuk tim dan perkembangan bisnis. Salah satunya dengan berlangganan melalui EIKON Technology. Pilih dan tentukan layanan sesuai kebutuhan dan kami siap untuk melayani Anda untuk pengalaman hybrid work lebih baik.

Info

Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs

Guna meningkatkan kenyamanan untuk penggunaan yang cepat dan praktis kepada penggunannya, Google Workspace meluncurkan Smart Replies pada tahun 2017 lalu. Kini, penggunaan fitur tersebut semakin meluas dan bisa digunakan di Google Docs yang diluncurkan sejak Januari 2021 lalu. Bagaimana menggunakan fitur Google Workspace ini dan apa saja keunggulan dari Smart Replies untuk menunjang kinerja Anda? Berikut ulasannya. Bisa Digunakan Lintas Perangkat yang Menggunakan Google Workspace Source: Bitrix24 Keunggulan pertama dari fitur Smart Replies di Google Workspace ini adalah dapat digunakan di lintas perangkat. Baik itu perangkat pada komputer, maupun ponseldengan sistem operasi Android maupun iOS. Dengan begitu Anda bisa membukanya kapan saja dan dimana saja selama memiliki akses internet. Inilah yang membuatnya lebih mudah dalam mengedit dokumen dan membagikannya kembali kepada penerima lainnya bahkan pada saat krusial sekalipun. Akses dan Pengoperasian yang Mudah Sesuai Kebutuhan Source: BoardEffect Mungkin sebagian orang mengira jika membuka file secara bersamaan memiliki pengaturan yang sulit. Nampaknya hal itu tidaklah dengan demikian. Sebab, dalam Google Docs ada fitur “Permissions” ketika melakukan share Google Docs kepada pengguna lainnya. Jadi, hanya email yang terdaftar dapat melakukan akses dokumen yang diberikan.Bila dokumen ada di fle Google Drive, izinnya pun mengikuti izin pada file. Di sini pengguna tak perlu melakukan pengaturan izin akses ketika membuka file. Smart Replies Terhubung dengan Berbagai Aplikasi Source: Unsplash.com Keunggulan dari fitur Smart Replies yang terakhir adalah dapat terintegrasi dengan berbagai ragam aplikasi terkini. Terutama aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan manajemen pekerjaan. Misalnya saja, Google Docs yang terintegrasi dengan Miro maupun Trello. Untuk mengirimkan ke pengguna, Anda cukup menjadikannya sebagai lampiran dan tambahkan link dokumen tersebut. Selanjutnya, aplikasi akan memberikan izin akses otomatis kepada penerima. Termasuk memberikan cuplikan isi maupun judul pada penggunanya. Cara Mengaktifkan Fitur Smart Replies di Google Docs Source: TechPadi Cara menggunakan fitur Smart Replies pada Google Docs pun sangat mudah dilakukan.  Ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan setidaknya berikut ini: Bukalah file Google Docs yang sudah Anda buat. Pastikan sebelum mengaktifkannya dokumen tersebut sudah benar-benar sesuai yang dipilih agar lebih mudah. Setelah terbuka, maka pada bagian atas Anda bisa klik “Alat” dan kemudian lanjutkan dengan “Preferensi”. Berikutnya, bila Anda ingin mengaktifkannya maupun menonaktifkan fitur Smart Replies ini bisa dengan klik “Tampilkan Saran Smart Replies” Terakhir klik “Oke” untuk bisa menggunakannya. Bila Anda menonaktifkan fitur Smart Reply pada Google Docs, maka saran tidak akan muncul pada kolom komentar. Lalu, ketika Anda ingin menerima saran dari fitur Smart Replies bisa dengan klik saran yang ada. Kemudian, fokus di kotak balasan saran tersebut dan tekan tab menuju saran dilanjutkan menekan “Enter”. Ikuti pula petunjuk lisan pada penggunaan pembaca layar. Apabila Anda ingin menolak saran maka ketikkan hal lainnya di dalam kotak balasan. Kesimpulan Source: Justin Stum, LMFT Dari ulasan di atas, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa fitur Smart Replies pada di Google Docs untuk program Google Workspace banyak memberikan manfaat lebih kepada para pengguna. Khususnya, bagi pengguna yang memiliki aktivitas padat dalam urusan pekerjaan di era digital dimana mengandalkan teknologi dan dokumen-dokumen dengan akses yang cepat, mudah, dan aman.   Apakah Anda tertarik untuk menggunakan fitur tersebut? Kini, Anda dapat memilih mitra untuk berlangganan Google Workspace terbaik melalui vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Semua produk yang kami tawarkan memiliki lisensi resmi dari Google. Sehingga, Anda pun lebih nyaman dan aman saat menggunakannya untuk berbagai keperluan bisnis.

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Google Workspace vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul?

  Google Workspace atau Microsoft 365? Sebagai raksasa teknologi, baik Google maupun Microsoft sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya dalam menghasilkan productivity software. Rilisan masing-masing perusahaan, Google Workspace (sebelumnya G Suite) dan Microsoft 365 menawarkan beragam fitur untuk mendukung produktivitas kerja, seperti: Sekilas, keduanya memang terlihat sama. Namun jika dibandingkan dengan saksama, Google dan Microsoft ternyata menerapkan pendekatan yang berbeda dalam merancang kedua productivity software tersebut, terutama dalam hal perancangan cloud serta desain app. Berikut perbandingan lebih lanjut antara Google Workspace dengan Microsoft 365. Layanan e-mail Photo Credit: Pxfuel Untuk layanan e-mail bisnis, Google menawarkan Gmail dengan optimasi Chrome web browser. Sedangkan Microsoft punya Exchange Online yang dikombinasikan dengan desktop client Outlook. Keduanya telah dilengkapi dengan fitur pengamanan standar seperti proteksi anti-malware, filter spam, hingga group alias. Perbedaan yang mencolok terlihat pada kapasitas penyimpanan kotak masuk (inbox). Kapasitas terkecil ada pada plan Business Starter milik Workspace, yaitu sebesar 30GB. Sedangkan kapasitas terkecil Microsoft 365 adalah 50GB (Business Basic). Baik Google maupun Microsoft menawarkan kapasitas unlimited untuk plan tertinggi mereka, Enterprise. Aplikasi produktivitas Salah satu highlight dari productivity software adalah aplikasi penunjang produktivitas. Aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides dirancang untuk penggunaan berbasis browser. Selain itu, aplikasi tersebut juga hadir dalam format mobile.   Format browser-based milik Google Workspace ini akan memudahkan Anda yang memerlukan kolaborasi kerja real-time. Satu file kerja dapat dikerjakan sekaligus oleh beberapa orang dalam satu waktu, meski terpisah jarak jauh. Di sisi lain, aplikasi produktivitas Microsoft 365 berbasis desktop. Word, Excel, dan PowerPoint yang merupakan aplikasi unggulan Microsoft dapat diakses baik melalui sistem operasi Windows maupun Mac. Fitur yang tersemat pada aplikasi Microsoft 365 sudah terbukti sejak lama kualitasnya. Aplikasi Word misalnya, memiliki fitur canggih dan detail untuk mengolah kata. Cocok untuk perusahaan yang memerlukan fitur detail dan tidak terlalu bergantung pada kolaborasi real time.   Penyimpanan berbasis cloud Tidak bisa dipungkiri, penyimpanan berbasis cloud (cloud storage) kini telah menjadi kebutuhan tersendiri bagi perusahaan. Baik Google maupun Microsoft berusaha menjawab tantangan tersebut. Google meluncurkan Google Drive, sedangkan Microsoft dengan OneDrive. Alokasi ruang penyimpanan terkecil Google Drive adalah 30GB. Perlu diingat, Drive membagi cloud storage mereka dengan penyimpanan Gmail. Sedangkan OneDrive menyediakan ruang penyimpanan 1TB. Sama seperti e-mail, kapasitas penyimpanan cloud ini juga dapat di-upgrade. Pada plan termahal (Enterprise),  Anda bisa mendapatkan ruang penyimpanan unlimited. Fitur komunikasi Photo Credit: McKinsey (Raw Pixel) Fitur lain yang perlu diperhatikan adalah layanan komunikasi. Produktivitas kerja perusahaan Anda akan terganggu tanpa adanya sistem komunikasi yang baik bukan?  Productivity software Google Workspace telah dilengkapi dengan fitur komunikasi Google Meet yang dapat digunakan untuk agenda meeting online, konferensi video, hingga video call. Tersedia pula Google Chat untuk mengirim pesan teks. Microsoft 365 tak mau kalah dengan menghadirkan Microsoft Teams. Aplikasi komunikasi ini merupakan pengembangan dari Skype for Business dan Lync milik Microsoft. Teams menyediakan fitur untuk video call, meeting, dan konferensi video.   Mana lebih unggul? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus tahu apa kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan Anda menitikberatkan pada kolaborasi real-time dan kebanyakan pekerjaan berbasis online, maka Google Workspace adalah jawabannya. Namun jika perusahaan Anda memerlukan aplikasi produktivitas yang detail dan tidak harus terpaku pada progres real-time, Microsoft 365 bisa dijadikan pilihan. Sudah menetapkan pilihan Anda? Bagaimana ya, cara mendapatkan productivity software tersebut? Tidak perlu bingung, baik paket berlangganan Google Workspace maupun Microsoft 365 bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Masih ragu? Tim EIKON Technology menyediakan layanan konsultasi untuk membantu menentukan productivity software terbaik untuk Anda. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology.  

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

  Melalui Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter, Microsoft dan Google menawarkan rangkaian layanan penunjang produktivitas. Masing-masing memiliki sejumlah paket berlangganan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bisnis berskala kecil. Untuk kebutuhan tersebut, Microsoft telah menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 Business Basic, sedangkan Google hadir dengan Google Workspace Business Starter. Keduanya sama-sama memberikan solusi atas kebutuhan dasar bisnis Anda, mulai dari email, aplikasi produktivitas, video meeting, hingga penyimpanan data. Walau secara garis besar layanan yang diberikan tak jauh berbeda, baik Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter memiliki detail masing-masing. Berikut perbedaan di antara keduanya yang bisa Anda pelajari sebagai pertimbangan sebelum memilih. Aplikasi kerja untuk permudah kolaborasi Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Anda tentu sudah tidak asing dengan aplikasi Office milik Microsoft seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan akses versi web untuk aplikasi Office tersebut. Sementara itu, aplikasi serupa milik Google dikenal dengan nama Docs, Sheets, dan Slides. Ketiganya juga termasuk dalam paket Google Workspace Business Starter. Baik pada Microsoft 365 Business Basic maupun Google Workspace Business Starter, aplikasi-aplikasi tersebut telah menunjang kolaborasi. Artinya, satu file dapat dibuka, ditinjau, hingga diedit oleh banyak pengguna sekaligus. Nilai plus bagi Google Workspace karena mereka memiliki fitur bernama Smart Canvas yang mengintegrasikan berbagai aplikasi Google Workspace. Kini Anda bahkan bisa melakukan panggilan video langsung dari Docs, Sheets, atau Slides. Kapasitas penyimpanan cloud Photo Credit: freestocks (Unsplash) Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti memiliki banyak data penting yang perlu disimpan secara aman. Menjawab kebutuhan ini, Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Apabila Microsoft memiliki One Drive, maka Google mempunyai Google Drive. Untuk poin ini, Microsoft 365 lebih unggul daripada Google Workspace. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 1 TB. Sementara itu, Google Workspace Business Starter hanya menawarkan kapasitas sebesar 30 GB. Kemampuan video meeting Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Kebutuhan video meeting atau online conference juga di-cover oleh Microsoft 365 dan Google Workspace melalui aplikasi Microsoft Teams dan Google Meet. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peserta yang dapat bergabung dalam panggilan video. Paket langganan Microsoft 365 Business Basic memungkinkan Anda untuk melakukan video meeting hingga maksimal 300 peserta. Sedangkan pada Google Workspace Business Starter, jumlah maksimal peserta video meeting adalah 100 orang. Layanan email dan tampilannya Photo Credit: Microsoft Outlook Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Umumnya, aktivitas bisnis tak bisa lepas dari penggunaan email. Tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter menyediakan layanan email yang mumpuni melalui Outlook dan Gmail. Kabar baiknya, baik Outlook dan Gmail memungkinkan Anda untuk menggunakan nama domain kustom sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional. Keduanya juga sama-sama terhubung dengan aplikasi kalender untuk memudahkan pencatatan jadwal rapat. Tak hanya dari segi fitur, aspek interface Outlook dan Gmail pun tak kalah menarik. Saat membuka Outlook, Anda akan menemukan fitur top bar bernama Ribbon yang menampilkan banyak opsi. Tersedia pula Ribbon berbeda untuk seluruh tampilan dalam Outlook, termasuk Mail, Contacts, dan Calendar. Sementara itu, Gmail memiliki tampilan yang lebih simpel. Untuk mulai menulis pesan baru, Anda hanya perlu menekan tombol khusus bertuliskan Compose. Gmail juga menyediakan fitur Filter dan Label untuk membantu Anda mengorganisasi pesan masuk secara praktis. Jadi, mana yang lebih baik untuk bisnis? Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Baik Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama memiliki layanan berkualitas baik untuk menunjang produktivitas bisnis. Jika Anda dan tim memiliki frekuensi kolaborasi yang cukup tinggi, Google Workspace Business Starter dapat menjadi pilihan lebih tepat mengingat adanya fitur Smart Canvas yang mampu memaksimalkan pengalaman kolaborasi. Namun, apabila tim bisnis Anda memiliki anggota lebih dari 100, maka sebaiknya berlangganan Microsoft 365 Business Basic. Kapasitas video meeting hingga 300 peserta, berikut dengan penyimpanan mencapai 1 TB, tentu lebih mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis. Jadi, mana yang akan Anda pilih? Microsoft 365 Business Basic atau Google Workspace Business Starter? Apa pun pilihannya, Anda bisa berlangganan keduanya melalui EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft dan Google di Indonesia. Baik berlangganan Microsoft 365 maupun Google Workspace, tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology sekarang juga!

Appsheet, Google Workspace

AppSheet dan Apps Script, Solusi Pengembangan Aplikasi Lewat Google Workspace

  Selama ini, Google Workspace dikenal sebagai rangkaian software dan perangkat produktivitas serta kolaborasi. Bagi para pekerja, kemungkinan besar Anda bahkan sudah tidak asing lagi dengan Docs, Sheets, Slides, Drive, dan Gmail yang merupakan bagian dari layanan Google Workspace. Namun, lebih dari itu, sebetulnya Google Workspace juga menawarkan fungsi eksternal melalui AppSheet dan Apps Script. Appsheet adalah platform untuk membuat aplikasi tanpa coding. Sedangkan AppS Script adalah platform scripting untuk mengembangkan aplikasi ringan. Baik AppSheet dan Apps Script telah terintegrasi dengan Google Workspace. Artinya, dari Google Workspace Anda bisa melakukan pengembangan aplikasi bisnis, workflow, hingga automasi menggunakan AppSheet atau Apps Script. Membuat aplikasi tanpa coding dengan AppSheet Photo Credit: Blog Google Cloud Diperkenalkan sebagai platform no-code, AppSheet memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa harus memiliki kemampuan coding. AppSheet juga tidak termasuk dalam Google Workspace karena ia merupakan bagian dari Google Cloud. Namun, AppSheet dapat terintegrasi dengan Google Workspace. Proses pengembangan aplikasi sepenuhnya dilakukan pada user interface (UI) AppSheet, yang dibekali dengan teknologi machine learning serta kemampuan untuk mentranslasi kode rumit menjadi bentuk yang mudah digunakan. Umumnya, aplikasi-aplikasi yang dibuat di AppSheet bertujuan untuk mengautomasi atau menyederhanakan proses kerja (workflow). Contohnya seperti aplikasi untuk melacak pengiriman, manajemen inventaris, dan logistik transportasi. AppSheet telah menyediakan sampel atau template aplikasi yang dapat Anda modifikasi sesuai kebutuhan. Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan Anda untuk memanfaatkan sumber dan fungsi data. Sumber ini bisa didapatkan dari data yang telah Anda simpan di aplikasi Google Workspace (Sheets, Docs, Calendar, Maps, dan lainnya). Apps Script, cara mudah kustomisasi Google Workspace Photo Credit: Blog Google Cloud Berbeda dari AppSheet yang menjadi bagian dari Google Cloud, Apps Script termasuk dalam Google Workspace. Ia diperkenalkan sebagai platform pengembangan bersifat low-code. Artinya, Anda perlu melakukan coding untuk pengembangan aplikasi di Apps Script. Namun, aktivitas coding yang dibutuhkan tidaklah terlalu berat. Apps Script menggunakan bahasa pemrograman JavaScript dan mengintegrasikannya dengan API Google Workspace. Hal ini dapat memudahkan Anda merancang berbagai solusi bisnis untuk menyederhanakan operasional kerja sehari-hari. Selain itu, Apps Script juga sepenuhnya bekerja dengan basis cloud, yakni memanfaatkan Google Drive. Artinya, tidak ada infrastruktur apa pun yang perlu Anda kelola. Anda juga tak perlu mengunduh apa pun untuk menggunakan Apps Script. Namun, memang pengembangan aplikasi di Apps Script membutuhkan pengalaman coding. Walau begitu, tak perlu khawatir karena Apps Script dirancang dengan meminimalisir kompleksitas. Terlebih, tersedia pula sumber daya untuk mendukung pengembangan aplikasi seperti tutorial online serta contoh skrip. Perpaduan keduanya memberikan hasil powerful Photo Credit: John Schnobrich (Unsplash) Dengan Apps Script, Anda dapat memodifikasi dan memperluas fungsi aplikasi Google Workspace dengan custom logic. Sementara itu, AppSheet memungkinkan Anda membuat pengembangan aplikasi automasi bisnis secara custom dengan memanfaatkan aplikasi Google Workspace. Walaupun memiliki fungsi berbeda, Apps Script dan AppSheet sebetulnya dapat digunakan secara berdampingan untuk menghasilkan suatu output. Katakanlah Anda ingin mengumpulkan dan memformat data dari berbagai sumber, lalu berinteraksi dengan data tersebut. Nah, melalui Apps Script, Anda bisa menggabungkan data dari berbagai sumber seperti Sheets, Docs, dan Calendar. Lalu automasikan pengumpulan data tersebut ke dalam Sheets untuk dimodifikasi kembali menggunakan coding sesuai kebutuhan. Baru setelah itu buatkan aplikasi menggunakan AppSheet dari data hasil modifikasi tersebut. Anda pun kini dapat berinteraksi dengan data tersebut pada UI hasil custom dari AppSheet. AppSheet dan Apps Script memungkinkan Anda untuk memperluas fungsi Google Workspace melalui pengembangan aplikasi secara mudah. Coba buktikan sendiri kecanggihan kedua platform tersebut dengan berlangganan AppSheet maupun Apps Script melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memahami lebih dalam tentang AppSheet dan Apps Script. Tentunya sambil memandu Anda memilih edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan. Tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Cloud Computing, Google Cloud

3 Cara Berinovasi dengan Biaya Minim Menggunakan Cloud Computing

Sepanjang 1,5 tahun belakangan ini, pelaku bisnis di berbagai belahan dunia harus menghadapi tantangan yang cukup berat. Seiring dengan kebijakan social distancing untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, banyak perusahaan dituntut beradaptasi melakukan remote working. Tak hanya dalam operasional sehari-hari, adaptasi juga dibutuhkan dalam hal keuangan perusahaan. Mengingat situasi bisnis yang sedang tidak pasti, perusahaan pun dituntut untuk menghemat lebih banyak pengeluaran daripada sebelumnya. Di sisi lain, operasional perusahaan juga tetap harus berjalan optimal agar pemasukan bisa lancar. Cloud computing menawarkan solusi cara berinovasi secara efisien. Teknologi satu ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan operasional kerja sehari-hari sekaligus mengurangi pengeluaran IT hingga 10%. Bagaimana caranya? Kurangi biaya manajemen IT dengan perangkat yang mengutamakan cloud Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Di era remote working seperti sekarang, teknologi cloud computing tidak hanya digunakan untuk menjaga produktivitas kerja, tapi juga memudahkan kolaborasi antar anggota tim. Nah, agar bekerja dengan cloud bisa lebih efektif, sebaiknya gunakan perangkat yang memang khusus dirancang untuk penggunaan cloud seperti Google Chromebook. Dibekali sistem operasi Chrome, Google Chromebook sangat mudah digunakan, memiliki performa cepat, dan dilengkapi sistem keamanan bawaan (built-in) sehingga mendukung penuh aktivitas kerja karyawan. Terlebih, perangkat Google Chromebook mendukung sistem jaringan komputer terpusat atau yang disebut dengan thin client. Dengan menggunakan perangkat think client, perusahaan dapat menghemat pengeluaran jika dibandingkan dengan perangkat desktop maupun laptop biasa. Hasil riset dari BCG Platinion bahkan menyebutkan bahwa cara berinovasi dengan penerapan thin client mampu menghemat biaya hingga 25% dalam sektor teknologi end-user. Manfaatkan SaaS untuk meningkatkan produktivitas Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Dengan anggota tim perusahaan yang berada di lokasi berbeda karena harus menerapkan social distancing, kebutuhan akan kolaborasi kerja secara efisien pun jadi semakin besar. Kabar baiknya, kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan menggunakan rangkaian Software-as-a-Service (SaaS) seperti Google Workspace. Sebagai suatu program yang menawarkan solusi produktivitas, Google Workspace dapat pula menjadi cara berinovasi hemat biaya. Masih dari hasil riset yang dilakukan BCG Platinion, penerapan SaaS telah terbukti mampu mengurangi biaya komputasi untuk end user hingga 35%. Keunggulan Google Workspace tentu tak hanya dari segi biaya. Kali ini, sebuah studi dari Forrester pada 2020 menunjukkan bahwa penggunaan Google Workspace terbukti mampu meningkatkan pendapatan hingga 1,5%, mengurangi kebutuhan akan dukungan teknis on-demand sebanyak 20%, serta mengurangi risiko kebocoran data hingga lebih dari 95%. Optimalkan teknologi analitik data untuk efisiensi kerja Photo Credit: Mikhail Nilov (Pexels) Idealnya, mayoritas perusahaan sangat bergantung pada data untuk melakukan banyak hal penting seperti menganalisis finansial, memprediksi kebutuhan pasar, hingga mempersiapkan supply-chain. Agar bisa menghasilkan analisis data seakurat mungkin, banyak perusahaan yang mulai menggunakan teknologi analitik dan artificial intelligence (AI). Walau begitu, tak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya pengelolaan data secara efektif cukup rumit dilakukan, belum lagi harus menyiapkan biaya yang tak sedikit untuk perancangan infrastruktur secara lokal (on-premise architecture). Solusi dari tantangan ini adalah dengan beralih ke infrastruktur berbasis cloud seperti Google Cloud. Menurut laporan dari BCG Platinion, cara berinovasi menggunakan platform data berbasis cloud dapat meningkatkan efektivitas hingga 70%. Dalam hal ini, efektivitas yang dimaksud bisa berupa peningkatan penjualan maupun berkurangnya biaya pengadaan barang. Situasi 1,5 tahun belakangan ini memang bisa dikatakan kurang ideal untuk industri bisnis. Para pelaku bisnis dituntut untuk tetap produktif sambil menjaga pengeluaran secara lebih ketat. Beruntung ada teknologi cloud computing seperti Google Cloud yang dapat menjadi cara berinovasi untuk menjawab tantangan tersebut. Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan layanan cloud computing tersebut? Tentunya melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology, yang dapat membantu Anda untuk mulai mengadopsi Google Cloud. Tenang saja, bagi yang masih belum familiar dengan teknologi satu ini, tim EIKON Technology dapat menjelaskannya secara lebih detail kepada Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Gmail, Google Cloud, Google Workspace

Peningkatan Sistem Keamanan Gmail dengan BIMI

  Menciptakan pengalaman pengguna terbaik dengan sistem keamanan kuat telah menjadi salah satu prinsip desain dasar dari Gmail, layanan email unggulan Google. Perlindungan bersifat built-in pun disematkan untuk membantu menyaring pesan-pesan berbahaya secara otomatis. Selagi menjamin keamanan Gmail dengan sistem yang kuat, Google juga terus berupaya melindungi fungsi-fungsi email sebagai bagian dari ekosistem besar yang rumit dan saling terhubung. Itulah kenapa pada Juli 2021 lalu, Google mengumumkan dukungan penuh Gmail terhadap Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Adanya BIMI akan membantu meningkatkan keamanan pengguna selama menggunakan layanan Gmail, terutama dari segi autentikasi pengirim. Apa itu BIMI dan seperti apa sistem keamanan yang dimaksud? Simak uraian selengkapnya di bawah ini. Apa itu BIMI? Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) BIMI adalah suatu metode yang memungkinkan Anda untuk menampilkan logo brand atau perusahaan pada email. Bukan sembarang logo, logo tersebut telah distandarisasi sehingga akan sulit untuk dipalsukan atau digandakan. Jadi, ketika klien atau pihak lain menerima email yang dilengkapi logo brand atau perusahaan Anda, maka mereka akan tahu bahwa email tersebut memang benar berasal dari Anda. Dengan kata lain bisa dibilang bahwa BIMI juga berperan sebagai sebuah metode verifikasi email, khususnya Gmail. Apa fungsi BIMI pada sistem keamanan Gmail? Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Terkait sistem keamanan Gmail, BIMI memungkinkan organisasi yang telah mengautentikasi email mereka menggunakan DMARC, untuk memvalidasi kepemilikan terhadap logo mereka sendiri dan mengirimkannya secara aman ke Google. DMARC, yang merupakan singkatan dari Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance, adalah suatu standar yang menjalankan praktik autentikasi pengirim email. Tujuannya adalah untuk menyaring pesan email yang benar-benar kredibel dari pesan-pesan lain yang berisiko berbahaya (mengandung malware, phishing, dan semacamnya). Karena menyediakan autentikasi yang kuat, BIMI pun membantu meningkatkan rasa aman pada pengguna Gmail karena tahu bahwa email yang diterima bersifat autentik. Di sisi lain, pihak brand atau perusahaan juga turut ambil andil dalam menciptakan kepercayaan tersebut (brand trust). Bagaimana cara kerja BIMI? Photo Credit: Krsto Jevtic (Unsplash) Bagi organisasi yang telah mengautentikasi email mereka menggunakan Sender Policy Framework (SPF) atau Domain Keys Identified Mail (DKIM) serta mengaplikasikan DMARC, maka Anda dapat memberikan logo trademark ke Google melalui Verified Mark Certificate (VMC). Namun, ingat, pastikan logo tersebut sudah tervalidasi. Nantinya, BIMI memanfaatkan Mark Verifying Authorities, contohnya Certification Authorities), untuk memverifikasi kepemilikan logo tersebut sekaligus memberikan bukti verifikasi dalam VMC. Apabila email terautentikasi tersebut berhasil lolos pemeriksaan, maka Gmail akan segera menampilkan logo pada slot avatar yang telah tersedia. Itulah kenapa agar bisa menggunakan layanan BIMI pada sistem keamanan Gmail, perusahaan Anda harus lebih dulu mengadopsi standar DMARC. Pastikan pula Anda sudah memvalidasi logo perusahaan dengan VMC. Dukungan Gmail terhadap BIMI membantu menciptakan ekosistem email yang lebih aman dan optimal kepada pihak brand dan pelanggan. BIMI memberi kesempatan kepada brand untuk memperkuat autentikasi identitas pengirim email, sehingga rasa kepercayaan pelanggan terhadap brand pun akan meningkat. Agar bisa menggunakan Gmail yang kini telah mendukung BIMI, Anda perlu berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Gmail memang merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi produktivitas lain yang ada pada Google Workspace. Google Workspace sendiri juga masih menjadi bagian dari lingkup Google Cloud. Untuk memahami lebih jauh tentang Gmail, BIMI, Google Workspace, hingga Google Cloud, klik di sini agar terhubung dengan tim EIKON Technology yang siap menjawab pertanyaan Anda. EIKON Technology adalah partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia.

Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise

Google Workspace, “Kantor” Baru untuk Sistem Kerja Hybrid

Bagi para pelaku bisnis atau pimpinan divisi yang menjalankan sistem remote working, baik secara sebagian atau keseluruhan, Anda pasti paham betapa pentingnya menjaga para karyawan untuk tetap terhubung dengan satu sama lain. Baik untuk menyelesaikan tugas individu hingga kolaborasi tim secara virtual, penting bagi perusahaan untuk membekali karyawan mereka dengan perangkat teknologi yang dapat mengakomodasi kebutuhan operasional kerja karyawan. Google Workspace merupakan solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berbasis pada sistem cloud, Google Workspace menawarkan serangkaian aplikasi untuk mendukung para karyawan dalam menjalankan sistem kerja hybrid. Kabar baiknya lagi, tak peduli seberapa besar maupun kecil skala perusahaan, Google Workspace dapat memenuhi kebutuhan Anda. Seluruh solusi kerja dalam satu tempat terpusat Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Hadir sebagai platform kerja terpusat, Google Workspace memberikan layanan berisi sejumlah aplikasi untuk mempermudah aktivitas kerja, khususnya bagi yang menjalankan sistem hybrid working. Sejumlah aplikasi yang dimaksud adalah Docs, Sheets, dan Slides yang dilengkapi dengan program bernama Smart Canvas. Program tersebut berisi fitur-fitur yang membuat Anda dan tim bisa lebih mudah berkolaborasi kerja melalui ketiga aplikasi tersebut. Bahkan Anda dan tim dapat melakukan panggilan video langsung dari aplikasi Docs, Sheets, atau Slides untuk membahas konten yang dikerjakan. Tentu tidak hanya itu, aplikasi lain yang juga bisa Anda gunakan adalah Gmail, Drive, Meet, Calendar, Form, Chat, dan Keep. Seluruh aplikasi ini berbasis cloud sehingga mempermudah kolaborasi antar anggota tim walaupun sedang berada di berbagai lokasi berbeda. Dapat memenuhi kebutuhan kerja berbagai skala perusahaan Photo Credit: Priscilla Du Preez (Unsplash) Untuk mempermudah perusahaan dalam menggunakan layanannya, Google Workspace telah menyediakan beberapa pilihan edisi untuk berlangganan. Jadi, baik untuk perusahaan dengan anggota kurang dari seratus orang hingga yang skalanya mencapai enterprise, Anda bisa memilih edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan perusahaan. Tentunya setiap edisi langganan tersebut menawarkan kapasitas layanan yang berbeda, mulai dari kapasitas video meeting dengan 100-250 partisipan hingga penyimpanan cloud berkapasitas 2-30 TB. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala perusahaan Anda. Workspace dengan sistem keamanan terjamin Photo Credit: Pixabay (Pexels) Agar bisa menjadi “kantor” yang dapat mengakomodasi kebutuhan kerja bersistem hybrid, Workspace tak hanya mengutamakan layanan pada berbagai aplikasi, tapi juga memberi perhatian lebih pada sistem keamanannya. Google Workspace paham betul bahwa keamanan data perusahaan merupakan hal yang menjadi prioritas utama. Tak perlu khawatir, Google Workspace telah dilengkapi dengan sistem keamanan dan kontrol admin yang kuat, bahkan untuk edisi berlangganan paling basic sekali pun.  Sistem keamanan tersebut mencakup teknologi two-factor identification, kontrol terhadap kebijakan grup, hingga program perlindungan bersifat advanced. Tidak ketinggalan sistem penyimpanan bersistem cloud untuk memastikan agar seluruh data Anda selalu ter-back up, sehingga keamanan data pun terjamin. Sistem kerja hybrid menuntut banyak perusahaan untuk beradaptasi. Namun, dengan menggunakan Google Workspace, proses adaptasi tersebut akan jadi lebih mudah dan aktivitas operasional sehari-hari pun bisa berjalan lancar. Karenanya, mulailah perjalanan hybrid working dengan berlangganan Google Workspace. Pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner Google resmi di Indonesia seperti EIKON Technology. Bersama tim EIKON Technology, Anda bisa bertanya lebih lanjut seputar paket langganan Google Workspace sehingga dapat menentukan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mulai berlangganan Google Workspace!

Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise, Technology

Data Regions Fundamental Kini Tersedia untuk Lebih Banyak Pelanggan Google Workspace

Kabar baik bagi para pelanggan Google Workspace yang selama ini ingin menggunakan layanan data regions, tapi belum bisa melakukannya karena alasan keterbatasan akses. Mulai 21 Juli 2021 lalu, layanan data regions fundamental dapat dinikmati oleh lebih banyak pelanggan Google Workspace.  Siapa sajakah pelanggan Google Workspace yang dimaksud? Apa bedanya data regions fundamental dari layanan data regions lain? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Membantu Anda mengontrol lokasi penyimpanan data Photo Credit: Christine Morillo (Pexels) Infrastruktur cloud Google Workspace, yang didistribusikan secara global, mampu melindungi data sekaligus mengurangi latensi berkat adanya teknologi geo redundancy. Itulah kenapa mayoritas perusahaan memilih untuk tidak membatasi penyimpanan data mereka secara geografis. Namun, jika Anda ingin mengontrol lokasi penyimpanan data, maka dapat membantu Anda. Pada dasarnya, memungkinkan Anda untuk memilih lokasi penyimpanan data Google Workspace. Data yang dimaksud adalah data yang sedang dalam keadaan nonaktif (at rest) serta data backup pada Gmail, Drive, Calendar, Docs, Sheets, Slides, Chat, Sites, Vault, Forms, dan Keep. Fitur penuh tersebut tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Enterprise Plus dan Education Plus. Kini, Google juga menyediakan versi terbatas (limited) dari yang dikenal dengan nama data regions fundamental. Berbeda dari data regions enterprise Photo Credit: Markus Spiske (Unsplash) Istilah yang populer di kalangan para pelanggan adalah data regions enterprise. Nah, data regions fundamental bisa dikatakan sebagai versi yang lebih terbatas dari edisi enterprise tersebut. Karena lebih terbatas, maka layanannya pun juga berbeda. Jika menggunakan versi enterprise, maka Anda bisa mengatur kebijakan untuk beberapa lokasi (region) sekaligus. Anda juga bisa mengustomisasi untuk kelompok atau unit organisasi berbeda di dalam perusahaan Anda. Sementara itu, versi fundamental hanya menawarkan satu opsi region. Karena hal ini pula, edisi fundamental hanya memperbolehkan Anda untuk mengatur satu kebijakan region pada level unit organisasi. Tersedia untuk beberapa edisi langganan Google Workspace Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Perbedaan antara versi enterprise dan fundamental tak hanya terletak pada kebijakannya, tapi juga ketersediaan untuk para pelanggan. Dalam hal ini, data fundamental bisa dibilang lebih unggul karena cakupannya yang cenderung lebih luas. Versi fundamental tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, dan Frontline. Sementara itu, versi enterprise hanya tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Enterprise Plus dan Education Plus. Dengan kata lain, layanan ini tidak tersedia untuk para pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Nonprofits, Business, dan G Suite Basic.   Melalui layanan data regions fundamental, Anda dapat mengatur kebijakan lokasi penyimpanan data pada Google Workspace. Untuk mulai menggunakannya, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Frontline, Business Standard, Business Plus, atau Enterprise Standard. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi partner premium resmi Google yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology. Tim dari EIKON Technology akan membantu Anda memahami perbedaan tiap edisi langganan Google Workspace. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan layanan data regions fundamental Google Workspace!

Google Meet, Google Workspace, Rapat online

Peningkatan Performa Google Meet Live Stream dengan 2 Fitur Baru

Banyak perusahaan mengadakan rapat atau pertemuan penting yang melibatkan ratusan hingga ribuan peserta. Umumnya, aktivitas ini dilakukan oleh perusahaan berskala besar untuk menyampaikan suatu pesan penting. Walau begitu, bukan berarti ribuan orang tersebut harus berkumpul di satu tempat yang sama. Melalui penggunaan Google Meet Live Stream, perusahaan bisa mengadakan sesi live stream untuk ditonton hingga 100.000 pengguna. Dengan begini, pengguna dapat menonton video live stream tersebut dari tempat masing-masing melalui web atau perangkat mobile mereka. Kini, pengalaman live stream video menggunakan Google Meet akan semakin meningkat berkat adanya update terbaru pada 1 Juli 2021 lalu. Setidaknya ada dua fitur baru yang disematkan dalam update tersebut. Apa saja? Cari tahu selengkapnya di bawah ini. Cross-domain live streams Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Salah satu fitur baru yang akan meningkatkan pengalaman menonton Google Meet Live Stream adalah cross-domain live streams. Seperti yang Anda tahu, sebelumnya hanya tamu undangan dari organisasi Anda yang bisa ikut menonton video Google Meet. Namun, fitur baru ini memungkinkan Anda untuk memperluas jangkauan penayangan live stream. Melalui fitur cross-domain, kini admin dapat menunjuk domain Google Workspace tepercaya untuk mengikuti live stream di Google Meet. Setelah domain ditambahkan, Anda bisa mengundang para pengguna yang ada dalam domain tersebut untuk menyaksikan live stream yang diadakan oleh perusahaan Anda. Captions in live streams Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Fitur kedua yang ditambahkan adalah captions atau bisa juga disebut subtitle. Sebetulnya, fitur captions sudah tersedia lebih dulu pada Google Meet Video Calls, dan kini Anda juga akan bisa menemukannya pada Live Stream. Captions akan tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Melalui adanya captions, kini Google Meet  bisa lebih mudah diakses oleh pengguna yang memiliki masalah pendengaran. Lalu, bagi yang lebih suka membaca teks daripada mendengarkan pembicaraan, fitur captions akan membuat Anda lebih menikmati sesi live stream melalui Google Meet. Mulai tersedia sejak akhir Juni pada edisi Google Workspace tertentu Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Fitur cross-domain dan captions pada mulai bisa dinikmati oleh beberapa pengguna terpilih sejak 30 Juni 2021 lalu. Sedangkan untuk seluruh pengguna lainnya, kedua fitur tersebut baru akan dirilis secara bertahap mulai 12 Juli 2021 nanti. Namun, penting diketahui bahwa fitur cross-domain dan captions hanya tersedia bagi Anda yang berlangganan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Teaching and Learning Upgrade, serta Education Plus. Kedua fitur ini tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic and Business.   Kehadiran fitur cross-domain dan caption akan mengoptimalkan pengalaman Anda dalam melangsungkan sesi live stream via Google Meet. Karenanya, agar bisa menikmati kedua fitur baru tersebut, segera upgrade Google Workspace Anda ke edisi Enterprise Standard, Enterprise Plus, Teaching and Learning Upgrade, atau Education Plus. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi partner resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Sebagai partner Google yang tepercaya, EIKON Technology siap menjawab pertanyaan Anda seputar edisi berlangganan Google Workspace. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga agar Anda bisa segera menikmati dua fitur baru pada Google di atas!  

Scroll to Top