EIKON Technology

kelas online

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Kelola Kelas Online Lebih Mudah dengan Fitur Assignments Microsoft Teams

Merancang kelas online yang interaktif jelas bukan perkara mudah. Selain masalah penyampaian, terkadang tenaga pendidik juga harus dihadapkan dengan beberapa kendala teknis. Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kelas online dilakukan melalui platform atau software yang memang dikhususkan untuk pembelajaran daring (dalam jaringan) seperti Microsoft Teams. Selama ini, Teams lebih dikenal sebagai platform untuk video conferencing. Namun ternyata, platform rilisan Microsoft ini juga memiliki beberapa fitur canggih yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran daring. Fitur-fitur tersebut bahkan terus diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan setiap user. Dalam update terbaru Teams, Microsoft tidak lupa menyematkan peningkatan fitur pada segmen mereka yang dikhususkan untuk pendidikan yaitu Microsoft Teams for Education. Anda bisa menemukan update ini pada fitur Assignments Microsoft Teams for Education. Seperti apa fitur baru tersebut dan bagaimana penerapannya untuk kelas online? Simak pembahasannya berikut ini. Pembaruan fitur Assignments Photo Credit: Microsoft Education Blog Fitur Assignments pada Microsoft Teams for Education sendiri dirancang khusus untuk program pemberian tugas. Dengan fitur ini, guru atau dosen bisa memberikan tugas kepada siswa dan kemudian memberikan penilaian. Siswa pun bisa mengumpulkan tugas mereka dan langsung mengetahui nilai mereka melalui fitur ini. Dalam update Teams for Education, Microsoft menyematkan beberapa kemampuan baru untuk meningkatkan performa fitur Assignments ini seperti: Filter tugas sesuai kelas Ada kalanya memantau perkembangan tugas terasa lebih sulit disbanding mengoreksi tugas, terlebih bagi Anda yang mengajar di banyak kelas sekaligus. Agar tidak ada tugas yang terlewat untuk dikoreksi dan dinilai, Anda bisa memanfaatkan filter tugas (Filter Assignments by Class) di Teams. Dengan mengaktifkan filter ini, Anda bisa mengelompokkan tugas siswa sesuai dengan kelas mereka. Anda tidak perlu takut ada tugas yang terlewat untuk dikoreksi. Progres pengumpulan tugas pun bisa terus dipantau dengan mudah dari waktu ke waktu saat filter ini aktif. Merevisi tugas siswa Untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait materi, ada kalanya pendidik memberikan tugas proyek jangka panjang bagi siswa. Apakah hal ini juga berlaku di kelas online Anda? Jika jawaban Anda iya, maka update terbaru dari fitur Assignments Teams ini tidak boleh dilewatkan. Penilaian untuk tugas proyek jangka panjang tentu berbeda dengan penilaian tugas biasa seperti PR (pekerjaan rumah). Guru biasanya meminta siswa untuk melaporkan perkembangan tugas mereka secara berkala. Untuk keperluan tersebut, Anda bisa memanfaatkan opsi Return. Dengan opsi Return ini, Anda bisa merevisi progress tugas siswa dan kemudian mengembalikannya untuk diperbaiki. Cukup pilih opsi Returns pada tugas tersebut maka siswa akan langsung menerima revisi dari Anda dalam tab “active work” mereka. Cara ini akan memudahkan siswa untuk mengecek progress tugas sekaligus melakukan revisi sesuai arahan guru. Memberikan tugas kelompok Photo Credit: Fox (PxHere) Collaborative learning kini telah menjadi metode belajar yang umum diterapkan, terutama dalam kelas online. Bahkan metode ini diaplikasikan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ini karena collaborative learning akan mendorong siswa belajar bekerja sama dan melatih kemampuannya untuk mengemukakan pendapat. Bagi tenaga pendidik, collaborative learning juga amat membantu karena dapat mempercepat proses belajar. Anda bisa mulai menerapkan metode collaborative ini melalui opsi group work pada fitur Assignments Microsoft Teams. Melalui group work Anda bisa memberikan tugas kelompok yang bisa dikerjakan dengan metode collaborative learning. Setelah tugas selesai, siswa bisa langsung mengumpulkannya untuk menerima penilaian. Anda juga bisa melakukan penilaian individu maupun kelompok. Mengelola tugas melalui perangkat mobile Photo Credit: Microsoft Education Blog Salah satu keunggulan kelas online adalah pelaksanaannya yang tidak terbatas di ruang kelas saja. Anda bisa menyelenggarakan kelas di mana pun asal kondisinya memadai. Microsoft memfasilitasi Anda untuk bisa melaksanakan kelas online di mana saja dengan menghadirkan fitur Assignments pada aplikasi Microsoft Teams for Education. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store maupun iOS App Store. Instalasinya pun bisa dilakukan di smartphone maupun tablet. Dengan aplikasi ini Anda bisa mengoreksi, merevisi, hingga menilai tugas siswa di mana pun dan kapan pun! Dengan memanfaatkan Microsoft Teams for Education, kelas online bisa dilakukan dengan optimal dan kendala teknis pun bisa diminimalisir. Untuk memaksimalkan Teams, ada baiknya Anda melakukan integrasi dengan Microsoft 365®. Microsoft 365® menawarkan berbagai aplikasi yang memudahkan pelaksanaan kelas online seperti Word, PowerPoint®, dan Excel®. Dapatkan Microsoft 365® resmi melalui EIKON Technology yang merupakan official partner Microsoft. Klik di sini untuk mencoba free trial Microsoft 365®! 

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Google Workspace, Productivity, School

Belajar Lebih Aman dengan Google for Education

Dalam merancang setiap produk, tim Google for Education selalu mengutamakan privasi dan keamanan para penggunanya. Fitur-fitur keamanan pun rutin ditingkatkan agar bisa memberikan proteksi terhadap data yang tersimpan di aplikasi-aplikasi Google for Education. Hal ini merupakan salah satu komitmen Google untuk menyediakan lingkungan pembelajaran online yang aman dan terlindungi tanpa mengorbankan privasi para pengguna. Dengan begitu, mereka pun bisa benar-benar fokus dalam aktivitas belajar dan mengajar. Tiga prinsip utama pengembangan Google for Education Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Demi mewujudkan komitmen tersebut, Google for Education selalu menerapkan tiga prinsip utama dalam proses pengembangan setiap produk. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing prinsip tersebut:   Secure by default – Google for Education dilengkapi dengan sistem keamanan bersifat built-in yang akan secara otomatis melindungi Anda dari berbagai ancaman siber seperti ransomware. Private by design – Menjunjung tinggi privasi para pengguna, Google tidak menggunakan data dari Google Workspace for Education Core Services untuk kepentingan iklan apa pun. Tak hanya itu, Google juga sama sekali tidak menjual data personal para pengguna ke pihak mana pun. Kontrol di tangan pengguna – Pengguna memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data mereka sendiri. Sebagai pengguna, Anda juga berhak mengontrol siapa yang bisa mengunduh data tersebut dan kapan bisa diunduh. Jika terjadi hal tak diinginkan, Anda akan mendapat peringatan bersifat real-time. Tidak ketinggalan dashboard khusus untuk mendapatkan laporan terkait status keamanan Anda.   Kebijakan default baru untuk pengguna Chrome dari kalangan K-12 Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Berdasarkan ketiga prinsip tersebut, Google for Education pun dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti SafeSites, SafeSearch, Incognito Mode, dan Guest Mode. Sudah banyak sekolah yang mengaktifkan fitur-fitur tersebut untuk meningkatkan keamanan penggunaan Google for Education. Kini, Google telah menerapkan kebijakan default baru pada aktivitas web browsing untuk institusi K-12 atau setara jenjang pendidikan kelas 1 SD hingga 12 SMA. Melalui kebijakan baru ini, fitur SafeSites dan SafeSearch akan aktif secara default, sedangkan Incognito Mode dan Guest Mode akan nonaktif secara default. Namun, tenang saja, admin tetap dapat mengubah kebijakan tersebut pada Chrome OS untuk unit organisasi individual. Misalnya, memberikan akses penggunaan Guest Mode untuk para pengguna pada domain mereka. Penyesuaian akses berdasarkan usia pengguna Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Baru-baru ini, Google meluncurkan kebijakan baru yang memudahkan admin untuk mengatur akses penggunaan aplikasi berdasarkan usia pengguna. Seluruh admin dari institusi pendidikan dasar dan menengah wajib memberi informasi siapa saja pengguna Google for Education yang telah berusia di atas delapan belas tahun dan berada dalam jaringan unit organisasi.  Perubahan tersebut akan berlaku setelah 1 September 2021. Sebagai contoh, nantinya murid berusia di bawah delapan belas tahun yang termasuk dalam domain K-12 tetap bisa menonton video YouTube yang ditugaskan guru, tapi mereka tidak dapat mengunggah video, memberikan komentar, maupun melakukan live stream menggunakan akun Google dari sekolah. Jika admin tidak menyesuaikan pengaturan hingga 1 September 2021, maka seluruh pengguna dari institusi pendidikan dasar dan menengah secara default akan tercatat berusia di bawah delapan belas tahun. Sedangkan institusi pendidikan dengan jenjang lebih tinggi akan tercatat berusia di atas delapan belas tahun. Namun, kebijakan terkait usia ini tidak bersifat mutlak. Artinya, admin dapat kembali melakukan penyesuaian berdasarkan usia asli tiap pengguna di institusi pendidikan masing-masing. Dilengkapi sistem keamanan optimal, Google for Education menawarkan pengalaman belajar online yang melindungi privasi para penggunanya. Buktikan sendiri dengan berlangganan Google for Education melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology siap membantu menjawab segala pertanyaan Anda seputar Google for Education. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology!

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Collaboration, Education, Google Workspace, Produktivitas, School

Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah

  Sejak setahun belakangan ini, mayoritas aktivitas belajar berpindah ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Demi kemudahan dan kelancaran aktivitas, platform pembelajaran online Google Classroom pun digunakan oleh banyak guru dan murid. Namun, walaupun sebetulnya Google Classroom telah diluncurkan sejak 2014, kemungkinan masih ada beberapa murid yang belum terbiasa menggunakannya. Nah, agar murid bisa semakin mudah belajar, berikut sejumlah tips penggunaan Google Classroom yang bisa coba diterapkan. Kustomisasi notifikasi Google Classroom Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Google Classroom memiliki fitur notifikasi yang akan muncul saat terjadi aktivitas tertentu, contohnya sesama murid yang memberikan komentar pada suatu diskusi online, postingan dari guru, hingga reminder atau pengingat deadline tugas.  Dengan banyaknya notifikasi yang muncul, kemungkinan murid pun akan merasa terdistraksi, terlebih jika ia bergabung dengan banyak kelas sekaligus. Sebagai solusinya, murid bisa melakukan kustomisasi notifikasi untuk meminimalisir notifikasi yang muncul. Caranya adalah dengan masuk ke menu Classroom Settings, buka Notifications, dan langsung aktifkan notifikasi sesuai kebutuhan saja. Murid juga bisa mengatur notifikasi kelas satu per satu melalui tab bernama Class Notification di bagian bawah kanan. Cek daftar tugas di tab Classwork Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Salah satu tujuan penggunaan Google Classroom adalah agar murid bisa mengerjakan tugas secara tepat waktu. Agar hal ini bisa tercapai, Google telah menyematkan fitur Classwork pada Classroom. Fitur ini bisa murid temukan di setiap kelas online yang mereka ikuti. Buka menu Classwork, pilih opsi View Your Work, dan murid akan menemukan seluruh tugas yang harus dikerjakan, berikut dengan deadline-nya. Jika seandainya murid mengunggah file tugas yang salah, mereka bisa membatalkan unggahan dengan klik tombol Unsubmit. Manfaatkan Google Calendar agar tak ada jadwal tertinggal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Tahukah Anda bahwa Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai produk Google lain? Salah satunya adalah Google Calendar, yang dapat membuat penggunaan Google Classroom jadi semakin efektif bagi murid untuk belajar. Dengan Google Calendar, seluruh hal penting dapat tercatat berdasarkan hari dan tanggal, baik itu deadline tugas, jadwal kelas online, jadwal diskusi kelompok, dan sebagainya. Pastikan saja akun Classroom dan Calendar menggunakan alamat Gmail yang sama agar datanya dapat saling terhubung. Edit warna folder pada Google Drive Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tak hanya Calendar, Drive juga termasuk produk Google yang dapat terintegrasi dengan penggunaan Google Classroom. Seluruh file tugas yang murid kumpulkan akan tersimpan dalam Drive ini. Begitu juga saat guru membagikan materi, mereka akan mengunggahnya ke Drive agar bisa diakses secara mudah oleh para murid. Dengan begitu banyaknya file yang tersimpan dalam Drive, bukan tidak mungkin murid jadi kebingungan saat harus menemukan file yang dibutuhkan. Sebagai tipsnya, murid bisa mengubah warna folder pada Drive untuk membedakan folder satu dari yang lain. Caranya, klik kanan pada suatu folder, klik Change Color, lalu tinggal pilih warna yang diinginkan. Sebaiknya hindari menggunakan warna yang sama pada lebih dari satu folder agar nantinya tidak bingung. Gunakan fitur Private Comments untuk diskusi personal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Google Classroom tak hanya bisa digunakan oleh guru untuk memeriksa dan menilai tugas murid, tapi juga memberikan feedback. Dengan begini, murid bisa belajar dari kesalahan dan terus melakukan perbaikan. Menariknya, feedback tersebut tidak bersifat satu arah. Di Google Classroom, murid juga bisa memberi komentar terhadap feedback yang diberikan guru. Secara default, fitur komentar tersebut bersifat publik. Namun, jika murid tidak ingin diskusinya dengan guru diketahui teman-teman lain, mereka bisa mengaktifkan fitur Private Comment. Sedangkan komentar lain yang bersifat publik akan ditandai dengan tag bernama Class Comments.   Dengan berbagai tips di atas, penggunaan Google Classroom untuk belajar pun jadi semakin mudah. Terlebih jika Anda juga ikut berlangganan Google Workspace for Education, yang menyediakan aneka layanan produktivitas Google dalam versi premium. Mulai dari kapasitas penyimpanan Drive yang besar hingga jumlah peserta Meet yang banyak, semua akan mendukung aktivitas pembelajaran Anda bersama Google Classroom. Cari tahu lebih banyak tentang Google Workspace for Education dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia.      

Collaboration, Education, Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, Rapat online, School

5 Kelebihan Google Classroom untuk Belajar

  Diluncurkan pada 2014, Google Classroom adalah sebuah layanan berbasis web yang dikembangkan Google untuk pengajaran jarak jauh. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Google Classroom untuk belajar. Melalui Google Classroom, pengajar bisa membagikan tugas kepada murid, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan murid. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini mampu mempermudah proses pembelajaran secara online. Beberapa di antaranya bisa Anda buktikan di bawah ini. Terintegrasi dengan layanan Google for Education lainnya Photo Credit: Elle Cartier (Unsplash) Google Classroom merupakan salah satu layanan unggulan dari Google for Education, serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi. Nah, berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contohnya, saat Anda membuat tugas dengan deadline baru di Google Classroom, deadline tersebut akan secara otomatis tercatat pada Google Calendar. Sebagai contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, Anda tak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilainya karena semua dapat diakses secara online. Seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada pengajar dan murid. Pengajar bisa menilai tugas murid, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, murid juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari pengajar. Baik pengajar dan murid tak perlu khawatir ada file yang hilang karena semua tersimpan aman dalam Google Classroom. Mendukung kolaborasi secara efisien Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara pengajar dan murid. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online. Kelebihan Google Classroom satu ini dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi para pengajar, Anda bisa mengirimkan pemberitahuan kepada murid tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, murid juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom. Bantu menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas Photo Credit: RF._.studio (Pexels) Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan Anda untuk melakukan banyak hal secara praktis. Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa adalah Anda tak perlu mencetak tugas untuk dibagikan kepada para murid. Cukup unggah soft file ke Google Classroom dan murid bisa langsung mengaksesnya. Setelah murid selesai mengerjakan tugas, pengajar bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Ya, semua masih tetap dilakukan melalui platform Google Classroom. Dengan begini, Anda tak perlu berpindah-pindah aplikasi sehingga lebih hemat waktu dan tenaga. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, pengajar dan murid juga dapat menghemat penggunaan kertas. Artinya, sambil belajar dengan menggunakan Google Classroom, Anda juga bisa sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan. Murid bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari pengajar Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Salah satu sumber pembelajaran murid tak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur Grading atau Penilaian. Pada fitur Grading, terdapat opsi bagi pengajar untuk memantau progress tugas setiap murid. Pengajar bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada murid sehingga murid bisa belajar dari komentar tersebut.   Berbagai kelebihan Google Classroom tersebut dirancang untuk mempermudah aktivitas pembelajaran. Akan lebih efisien lagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai layanan Google secara maksimal. Dengan Google Workspace for Education, Anda bisa mendapatkan kapasitas penyimpanan Drive yang lebih besar, mengadakan kelas online di Google Meet dengan lebih banyak partisipan, dan masih banyak privilege lain yang akan Anda rasakan. Segera hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace for Education atau mengajukan trial terlebih dulu!        

Google Meet

Kelebihan Google Meet untuk Pembelajaran Online

kelebihan Google Meet  – Selama ini, Google Meet mungkin lebih dikenal sebagai perangkat yang digunakan para pelaku bisnis untuk melakukan online video conference. Hal tersebut memang tidak salah, tapi sebetulnya Google Meet juga bisa digunakan untuk keperluan pembelajaran online. Terlebih, di masa pandemi seperti sekarang, masih banyak sekolah yang belum melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara tatap muka. Alhasil, banyak edukator dan pelajar yang akhirnya beralih menggunakan Google Meet sebagai “kelas” mereka. Memangnya, apa saja kelebihan Google Meet dalam mendukung pembelajaran online? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Belajar dari mana pun dan kapan pun Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Seperti yang telah Anda tahu, layanan utama Google Meet adalah panggilan video. Melalui layanan inilah pembelajaran online bisa dilaksanakan. Lalu, mengingat bahwa Google Meet beroperasi dengan terhubung pada internet, maka jarak dan waktu pun tak jadi masalah. Walaupun edukator dan para murid sedang berada di banyak tempat berbeda, mereka tetap bisa melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara virtual. Selain itu, kelebihan Google Meet untuk pembelajaran online juga terasa semakin optimal apabila Anda berlangganan Google Workspace. Dengan berlangganan, nantinya Anda bisa mengadakan kelas online dengan peserta mencapai 100-250, tergantung dari tipe langganan yang dipilih. Demi membantu para murid dalam mempelajari materi, video pembelajaran online dapat direkam dan langsung tersimpan pada akun Google Drive milik Anda. Alhasil, Anda bisa membagikannya dengan mudah kepada murid. Adanya fitur yang mendukung pembelajaran interaktif Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas belajar dan mengajar online adalah murid jadi pasif sehingga partisipasinya pun cenderung minim. Belum lagi jika para murid terdistraksi dengan hal-hal tertentu, wajar jika pembelajaran online jadi lebih menantang daripada kelas tatap muka. Untungnya, berbagai kelebihan Google Meet dapat membantu Anda melangsungkan sesi pembelajaran yang efektif melalui fitur-fitur pendukungnya. Salah satunya adalah fitur hand raising yang memungkinkan murid “mengangkat tangan” secara virtual apabila mereka ingin bertanya atau menyampaikan sesuatu. Tidak ketinggalan fitur papan tulis digital yang dapat digunakan jika murid ingin menuliskan atau menjelaskan hal tertentu. Dengan begini, diskusi kelas pun jadi lebih efektif. Lalu, untuk membantu murid agar lebih fokus mengikuti sesi kelas online, fitur background dapat diatur menjadi blur atau diganti sesuai preferensi masing-masing. Selain itu, kualitas video juga bisa dimaksimalkan dengan mengaturnya dalam mode low light. Kemudahan kontrol untuk moderator Photo Credit: Beci Harmony (Unsplash) Selain bertanggung jawab menyampaikan materi, guru atau edukator biasanya juga berperan sebagai moderator pada setiap sesi kelas online. Tak perlu bingung, berbagai fitur dan kelebihan Google Meet akan memudahkan peran Anda tersebut. Selama pembelajaran online berlangsung, Anda sebagai moderator berhak melakukan mute, pin, atau menghapus peserta. Untuk meminimalisir distraksi, moderator juga dapat menonaktifkan fitur chat di dalam video serta melakukan block terhadap peserta yang muncul di kelas online tanpa diundang sebelumnya. Tak hanya itu, moderator pun memiliki kontrol dalam menentukan peserta mana yang harus melakukan “knock” terlebih dulu untuk bergabung di kelas online. Kelebihan Google Meet tidak hanya berperan penting dalam aktivitas video conference di sektor bisnis, tapi juga pendidikan. Walaupun saat ini belum bisa tatap muka secara langsung, aktivitas belajar dan mengajar tetap bisa dilaksanakan secara online melalui Google Meet. Agar pembelajaran online bisa berlangsung lebih maksimal, upgrade layanan Google Meet ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Education. Terlebih, saat ini panggilan video gratis di Google Meet hanya dibatasi hingga enam puluh menit. Namun, dengan Google Meet versi premium, sesi kelas online bisa berlangsung lebih lama. Cara berlangganannya pun mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google di Indonesia. Kalau mau mempelajari lebih banyak tentang Google Meet dan Google Workspace for Education, Anda bisa klik di sini. Segera upgrade Google Meet Anda untuk optimalkan pembelajaran online!

Info

Fitur Baru Google Classroom yang Akan Rilis pada 2021

fitur Google Classroom – Sejak setahun belakangan ini, para pelaku pendidikan dituntut cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kehadiran Google Classroom ternyata berperan penting dalam hal tersebut. Sepanjang tahun lalu, Google Classroom telah membantu lebih dari 150 juta murid, pengajar, dan pemimpin sekolah di seluruh dunia dalam aktivitas pembelajaran online. Walaupun awalnya bukan dirancang sebagai learning management system (LMS), Google Classroom tetap berkomitmen untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya. Itulah kenapa pada 2021 ini, ada banyak fitur baru Google Classroom yang akan diluncurkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini! Integrasi perangkat EdTech lain dengan Google Classroom Photo Credit: lucas law (Unsplash) Demi menunjang aktivitas belajar dan mengajar online, banyak pengajar, murid, dan pemimpin sekolah yang menggunakan lebih dari satu software penunjang. Bagi Anda yang juga menerapkan hal sama, sebentar lagi Anda bisa segera melakukannya secara lebih mudah melalui fitur baru Google Classroom. Apabila selama ini Anda telah menggunakan layanan Google Workspace for Education Plus atau Teaching and Learning Upgrade, nantinya Anda bisa menambahkan konten atau software EdTech favorit dari marketplace melalui add-ons Classroom.  Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung melakukan assign kepada murid secara langsung dari dalam platform Classroom. Semua dapat Anda lakukan tanpa ada tambahan log in. Tentunya hal ini begitu praktis dan menghemat waktu. Lebih mudah memonitor tingkat partisipasi murid Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Selain memberikan materi, tanggung jawab guru juga termasuk memonitor tingkat partisipasi murid. Dari sini, guru pun bisa mengetahui murid mana saja yang memiliki pemahaman baik dan mana yang masih tertinggal. Melalui fitur baru Google Classroom, guru dapat melakukan hal tersebut walaupun aktivitas pembelajaran dilakukan secara online. Fitur Google Classroom ini dinamakan Student Engagement Tracking. Nantinya, guru bisa melihat data statistik tentang bagaimana murid-murid mereka berinteraksi dengan Classroom, misalnya murid mana saja yang rutin mengumpulkan tugas atau memberikan komentar pada postingan tertentu. Akses Google Classroom dalam kondisi offline Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas pembelajaran online adalah ketersediaan koneksi internet. Tentu akan kurang adil apabila murid jadi tidak bisa belajar hanya karena jaringan internet di tempat tinggalnya tidak stabil. Demi mengatasi hal tersebut, tahun ini Google akan memberikan update pada aplikasi Classroom untuk Android agar bisa digunakan secara offline. Nantinya, melalui fitur Google Classroom ini, murid akan bisa melakukan pekerjaan mereka secara offline. Baik mengerjakan tugas, membuka dokumen di Drive, bahkan hingga menulis tugas di Google Docs, semua bisa mereka lakukan tanpa harus tersambung dengan internet. Peningkatan fitur penilaian murid melalui perangkat mobile Photo Credit: John-Mark Smith (Pexels) Tak hanya memberikan materi dan tugas, guru juga dituntut untuk menilai pekerjaan para murid dan menyampaikan feedback. Saat ini, ada semakin banyak guru yang melakukan hal tersebut melalui perangkat mobile masing-masing sehingga lebih praktis. Demi menunjang kebutuhan tersebut, fitur baru Google Classroom pada aplikasi Android pun ditingkatkan. Melalui upgrade ini, nantinya Anda bisa dengan mudah berpindah dari tugas satu murid ke murid yang lain. Selain itu, Anda bahkan juga bisa memberikan penilaian sambil memeriksa tugas murid dalam satu waktu. Tidak ketinggalan fitur share feedback untuk mempermudah pemberian feedback kepada masing-masing murid. Berbagai fitur baru Google Classroom akan bisa segera Anda gunakan pada 2021 ini. Oleh sebab itu, agar aktivitas pembelajaran online semakin efektif dan interaktif, pastikan Anda menggunakan Google Classroom. Caranya adalah dengan berlangganan Google Workspace for Education, yang tidak hanya menyediakan Google Classroom, tapi juga berbagai aplikasi penunjang pendidikan lain seperti Google Meet untuk sesi kelas online, Google Docs untuk mengerjakan tugas, hingga Google Drive untuk menyimpan rekaman video kelas online. Pastikan Anda berlangganan Google Workspace for Education hanya di reseller resmi produk Google, EIKON Technology. Segera klik di sini untuk mendapatkannya!

Scroll to Top