Google Workspace

Google Workspace

Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal

Pada tahun 2021, Google Calendar meluncurkan Time Insights, sebuah fitur yang memberi Anda kemampuan untuk lebih memahami cara Anda menghabiskan waktu di Calendar. Mulai hari ini, Anda dapat menyusun kategori waktu dengan memberi nama dan menetapkan label warna yang sesuai ke acara dalam Time Insights di Calendar. Fitur baru ini diharapkan dapat membantu pengguna untuk lebih mudah melacak waktu yang dihabiskan untuk aktivitas atau area strategis tertentu, seperti pekerjaan proyek, rapat staf, atau pertemuan dengan kolega dan pemangku kepentingan tertentu. Apa itu Time Insights? Photo Credit: Google Workspace Updates Ketika menggunakan Google Calendar di akun kantor atau sekolah, Anda dapat menggunakan “Time Insights” untuk mengetahui cara Anda menghabiskan waktu dalam rapat. Jika Anda tidak melihat opsi Time Insights, hubungi administrator untuk aktivasi fitur. Cara mengaktifkan Time Insights Fitur Time Insights yang ada di Google Calendar telah disetel aktif secara default. Time Insights dapat dinonaktifkan di level domain atau organizational unit (OU). Untuk panduan lengkap mengenai pengaturan Time Insights, administrator dapat menyimak dokumentasi resmi dari Google Workspace di sini. Baca juga: Upgrade Otorisasi OAuth 2.0 agar Calendar Interop Tetap Berjalan Sedangkan untuk end-user, fitur bisa langsung digunakan setelah administrator melakukan aktivasi. Untuk membuat label warna baru pada panel Time Insights, pergi ke menu Time breakdown, kemudian klik “By color” dan pilih “Add a Label”.  Namun jika Anda ingin menambahkan label warna untuk sebuah event, klik kanan pada event yang ada di grid Calendar Anda. Bisa juga dengan klik menu Edit dan pilih “change the event color”.  Untuk melihat Time Insights Anda, klik Time Insights yang terdapat di panel sebelah kiri. Kemudian klik pada opsi “More insights”.  Photo Credit: Google Workspace Updates Ketersediaan fitur Fitur Time Insights dengan kategorisasi warna ini dirilis dalam dua domain, yakni domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Perilisan di kedua domain dilakukan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 16 Agustus 2022 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara menyeluruh). Sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 30 Agustus 2022 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara menyeluruh). Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja Anda di Google Calendar Fitur Time Insights tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan juga Nonprofits. Namun fitur ini tidak tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade, and Frontline, termasuk paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur Time Insights hingga kini juga belum tersedia bagi pemilik Google Accounts pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Time Insights memungkinkan Anda untuk melacak alokasi waktu dengan detail. Fitur ini tersedia di bagi pengguna Google Workspace yang berlangganan paket tertentu dan bisa diaktifkan/nonaktifkan kapan saja sesuai kebutuhan. Calendar yang telah dilengkapi dengan dukungan Time Insights telah tersedia dalam paket Google Workspace for Business dari EIKON Technology. Sebagai authorized reseller, EIKON Technology hanya menawarkan produk resmi dari Google. Di samping itu, kami juga menawarkan layanan konsultasi komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Lain untuk Berkolaborasi dengan Visitor Sharing di Google Drive

Saat ini, Anda dapat menggunakan visitor sharing—kolaborasi berbasis kode pin yang aman—untuk berbagi item dengan akun non-Google. Ini memungkinkan pengguna non-Google untuk melihat, mengomentari, atau mengedit konten di Google Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Sites. Mulai tanggal 24 Agustus 2022, Anda dapat menggunakan visitor sharing untuk mengizinkan pengguna non-Google mengunggah konten atau membuat file dalam drive bersama yang dimiliki oleh perusahaan dan pengguna di Google Workspace. Apa itu  visitor sharing? Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui visitor sharing, Anda dapat mengundang orang yang tidak memiliki akun Google untuk berkolaborasi di file dan folder Google Drive Anda sebagai pengunjung. Anda juga dapat mengontrol siapa yang dapat mengedit, mengomentari, atau melihat file. Kapabilitas ini pun dapat dinonaktifkan kapan saja ketika Anda tak lagi perlu membagikan file kepada pengguna non-Google. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Cara berbagi dengan pengunjung non-Google Setelah visitor sharing diaktifkan untuk perusahaan Anda, layanan ini bisa langsung digunakan dan Anda pun dapat berbagi dokumen dengan akun non-Google seperti biasa. Pengunjung dapat mengedit, mengomentari, atau melihat dokumen Anda selama 7 hari setelah mereka memverifikasi alamat email. Jika mereka perlu berkolaborasi lebih lama, mereka dapat menggunakan tautan dari email berbagi asli untuk memverifikasi identitas mereka lagi. Hubungi administrator Anda untuk menemukan akun tertentu yang dapat Anda bagikan. Baca juga: Potong Dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Penting: Jika Anda menggunakan akun Google Workspace Business Starter atau Frontline, Anda dapat berbagi file hingga 5 kali setiap bulan dengan akun non-Google. Satu kali di sini didefinisikan sebagai berbagi satu dokumen dengan satu pengunjung. Untuk mulai membagikan file, ikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer, masuk ke akun kantor atau sekolah Anda. Buka Google Drive, Docs, Sheets, atau Slides. Klik file yang ingin Anda bagikan. Klik Share. Di bawah “Share with people and groups“, masukkan alamat email yang ingin Anda bagikan dan tekan Enter. Untuk mengubah apa yang dapat dilakukan orang pada dokumen Anda, di sebelah kanan, klik menu dropdown, lalu klik Viewer, Commenter, or Editor. Klik Send. Ketersediaan kapabilitas visitor sharing Photo Credit: rawpixelcom (Freepik) Kapabilitas visitor sharing menawarkan peluncuran yang diperpanjang (extended rollout), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas keseluruhan fitur). Peluncuran kapabilitas dimulai pada tanggal 24 Agustus 2022. Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Education Plus, Enterprise Standard, dan Enterprise Plus. Namun tidak tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Business Starter, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, termasuk mereka yang masih berlangganan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business. Penting untuk diingat juga, kapabilitas visitor sharing ini juga tidak berlaku bagi Anda yang menggunakan Google Accounts pribadi dan tidak terhubung dengan paket berlangganan apa pun. Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Dengan hadirnya visibilitas visitor sharing ini, Anda dapat membagikan file kepada orang lain di luar perusahaan maupun kepada mereka yang tidak memiliki akun Google. Artinya, kolaborasi kerja pun lebih mudah dan setiap orang yang terlibat tidak perlu membuat akun baru terlebih dulu. Apakah Anda tertarik dengan kapabilitas ini? Visitor sharing bisa Anda nikmati dengan berlangganan paket Google Workspace for Business melalui EIKON Technology yang menyediakan solusi implementasi secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Tampilkan Acara Anda ke Audiens yang Lebih Luas dengan Live Streaming YouTube

Google Meet memiliki satu fitur yang memungkinkan Anda untuk melakukan live streaming melalui YouTube. Live streaming dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Misalnya, ketika perusahaan Anda sedang menggelar acara dan ingin menayangkannya ke audiens yang besar di luar perusahaan. Dengan fitur ini, Anda dapat memberi mereka kesempatan untuk menjeda dan memutar ulang tayangan acara sesuai kebutuhan, atau melihat presentasi di lain waktu. Live streaming Google Meet via YouTube Fitur live streaming Google Meet melalui YouTube ini bisa langsung dijalankan saat diaktifkan oleh Administrator. Setelah fitur aktif, pengguna Google Workspace bisa langsung melakukan streaming rapat atau acara secara publik melalui YouTube.  Photo Credit: Google Workspace Updates Administrator juga dapat menentukan apakah tayangan streaming hanya dapat dilihat oleh pengguna di perusahaan Anda (in-house streaming), dibagikan dengan domain Google Workspace tepercaya lainnya, atau tersedia untuk ditonton dengan YouTube. Namun perlu diingat, untuk memulai live streaming YouTube melalui Meet, channel YouTube Anda harus disetujui untuk live streaming terlebih dahulu. Persetujuan ini memerlukan waktu hingga 24 jam. Untuk informasi lebih lanjut mengenai persetujuan channel YouTube untuk live streaming, bisa dibaca di Help Center Google Workspace. Baca juga: Transformasi Google Duo Menjadi Meet, Apa yang Berubah? Mengaktifkan atau menonaktifkan live streaming via YouTube Live streaming Google Meet via channel YouTube hanya bisa dikendalikan oleh orang yang memulai streaming. Untuk rapat yang mengaktifkan host management, hanya host dan co-host yang dapat memulai live streaming. Jika host management tidak aktif, siapa pun dari pihak penyelenggara rapat dapat memulai live streaming. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Pengaturan privasi YouTube mengontrol siapa yang dapat melihat streaming dan berapa lama streaming tersebut tersedia untuk dilihat. Anda dapat mengizinkan streaming dengan YouTube meskipun setelan streaming langsung lainnya dinonaktifkan. Orang dalam jumlah tidak terbatas dapat menonton rapat Google Meet yang disiarkan langsung ke YouTube. Mari simak panduang mengaktifkan fitur live streaming Google Meet via YouTube berikut ini. Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Google Meet. Klik Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan unit organisasi teratas dipilih. Jika tidak, pilih unit organisasi turunan atau grup konfigurasi. Klik Stream dan centang atau hapus centang pada kotak Let people use YouTube to stream meetings. Klik Save. Jika Anda mengonfigurasi unit organisasi atau grup, akan tersedia opsi untuk Inherit atau Override unit organisasi induk, juga opsi untuk Unset sebuah grup. Perubahan dapat memakan waktu hingga 24 jam, tetapi biasanya terjadi lebih cepat. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Ketersediaan fitur Fitur live streaming Google Meet via YouTube ini dilakukan secara bertahap untuk domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 25 Juli 2022 (membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur secara keseluruhan). Sementara untuk domain rilis cepat dilakukan secara utuh (dengan waktu 1-3 untuk visibilitas fitur secara keseluruhan), dimulai pada tanggal 21 Juli 2022. Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, Teaching dan Learning Upgrade. Pengguna Google Workspace Individual serta mereka yang sudah berlangganan Google One Premium plan (untuk negara tertentu). Namun fitur belum tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, termasuk juga mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Fitur baru ini membuktikan bahwa Google Workspace menawarkan integrasi yang mulus antar aplikasi dan solusi yang mereka buktikan. Anda kini bisa dengan mudah menayangkan acara perusahaan kepada audiens yang lebih luas melalui live streaming YouTube. Tertarik untuk mulai menggunakan fitur ini? Mari berlangganan Google Workspace for Business melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi dan proses implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace, Pendaftaran g suite, Produktivitas

Kiat Meningkatkan Kecakapan Digital di Lingkungan Kerja Anda

Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa mendatang. Meski begitu, Anda bisa selalu melakukan persiapan. Kultur kerja yang fleksibel dan dinamis adalah salah satu cara agar perusahaan bisa tetap stabil. Salah satu cara untuk mencapai fleksibilitas tersebut adalah melalui praktik composable business. Composable business adalah suatu praktik bisnis yang disusun dengan menggabungkan teknologi digital yang mudah diakses dan digunakan dalam kultur kerja yang fleksibel dan melek teknologi. Cara kerjanya mirip mainan bongkar-pasang. Ketika perusahaan menghadapi suatu masalah, susunan awalnya bisa dibongkar untuk kemudian ditata kembali agar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara optimal. Kunci utama dari penerapan composable business adalah kecakapan digital atau kemampuan perusahaan dan karyawannya untuk mengoperasikan berbagai alat digital sehingga perpindahan bisa dilakukan dengan cepat. Berikut adalah dua pendekatan paling efektif untuk meningkatkan kecakapan digital di perusahaan Anda. Jadikan sebagai sebuah perjalanan Composable business memerlukan dua komponen utama: lingkungan yang aktif secara digital dan kultur kerja fleksibel yang secara konsisten beradaptasi dengan perubahan. Kecakapan digital menciptakan ketangkasan dari dalam ke luar, memberdayakan setiap karyawan untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas guna memecahkan masalah yang berdampak langsung pada mereka dalam melayani tujuan organisasi yang lebih besar. Baca juga: Tips Tingkatkan Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Kerja Hybrid Kecakapan digital juga mendorong terjadinya inovasi. Pada awal masa pandemi, jutaan bisnis harus mengadopsi teknologi dan solusi baru untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain contoh orientasi di atas, beberapa retail mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan beralih ke layanan penjemputan dan pengiriman. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Menciptakan kultur kerja yang fleksibel memang membutuhkan waktu. Saat menyampaikan manfaat kecakapan digital di perusahaan Anda, penting untuk menekankan bahwa ini adalah sebuah perjalanan, bukan sebuah pelatihan tunggal. Bahkan dengan alat dan pola pikir yang tepat, ini adalah proses berkelanjutan yang melibatkan pendidikan, penjangkauan, eksperimen, dan dialog terbuka di seluruh perusahaan Anda. Baca juga: 5 Langkah Ciptakan Lingkungan Kerja Hybrid Inklusif yang Unggul Hilangkan gesekan digital Mengurangi gesekan digital bisa dimulai dengan beragam langkah simpel, mulai dari memberi karyawan akses login satu kali yang aman ke semua aplikasi dan alur kerja yang mereka butuhkan untuk menjadi produktif, hingga mengurangi pergeseran konteks untuk tim yang sudah berkolaborasi bersama. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Teknologi yang tidak fleksibel atau ketinggalan zaman sering menghalangi pengembangan lebih lanjut. Seorang karyawan baru mungkin mahir dalam menavigasi berbagai alat digital dalam kehidupan pribadi mereka sendiri, namun kemampuan tersebut seolah hilang ketika tempat kerja barunya penuh dengan gesekan digital. Tanpa disadari, gesekan digital dapat menguras produktivitas dan menghambat kolaborasi. Solusinya bisa dengan memanfaatkan alat intuitif berbasis cloud yang dapat diakses dari mana saja. Bisa juga dengan memberikan akses ke file template dan alur kerja otomatis yang akan menyederhanakan pekerjaan karyawan. Di Google Calendar misalnya, penyelenggara rapat dapat dengan cepat menambahkan template catatan rapat langsung ke undangan rapat, sehingga menghemat waktu saat tiba waktunya untuk mengumpulkan semua orang. Baca juga: 4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja Dengan berbagai aplikasi serta fitur yang ditawarkan, Google Workspace akan membantu Anda menyederhanakan berbagai proses kerja. Hadirkan solusi produktivitas Workspace di lingkungan kerja Anda bersama EIKON Technology. Selain menawarkan produk resmi berlisensi, EIKON Technology juga menyediakan layanan konsultasi yang mencakup tahap perencanaan awal hingga tahap penerapan. Untuk mulai berkonsultasi mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop melalui Google Calendar

Pada pengaturan default Calendar Interop saat ini, jika Anda ingin melihat ketersediaan pengguna Microsoft Exchange untuk menjadwalkan rapat, maka permintaan akan dilakukan melalui akun Exchange tersebut. Namun jika kemudian terjadi terlalu banyak permintaan dalam jangka waktu tertentu, role account Exchange dapat mencapai batasnya, dan akibatnya, layanan Calendar Interop pun mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Per 8 September 2022, administrator dapat melakukan konfigurasi beberapa role account di konsol Admin Calendar Interop. Hal ini akan memberikan dukungan tambahan terutama ketika jumlah permintaan lebih tinggi dari biasanya, sekaligus memungkinkan Calendar Interop bekerja lebih lancar dalam skala besar. Mari simak detail lengkapnya berikut ini. Apa itu Calendar Interop? Photo Credit: drobotdean (Freepik) Sebagai administrator, Anda dapat menggunakan Calendar Interop untuk memungkinkan Microsoft Exchange dan Google Kalender bekerja bersama. Pengguna di kedua sistem berbagi status ketersediaan mereka sehingga semua orang dapat melihat jadwal satu sama lain. Administrator dapat melakukan hal-hal berikut: Aktifkan Calendar Interop untuk domain. Memberi/menolak izin pengguna Calendar memesan resources dari kalender Exchange, seperti ruang rapat, saat mereka menjadwalkan rapat. Gunakan alat otomatis untuk memverifikasi penyiapan. Lihat pesan gangguan dan saran untuk mengatasi gangguan tersebut. Lacak permintaan pengguna lintas sistem untuk informasi ketersediaan di konsol Google Admin. Baca juga: Mengenal Fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace Mengubah visibilitas di Calendar Interop Di konsol Admin, buka Menu dan masuk ke Apps, lalu klik Google Workspace, dan pilih Calendar. Klik Calendar Interop management. Centang kotak Enable Interoperability for Calendar. Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Di bawah Type, pilih Exchange Web Services (EWS). Di bawah Exchange Web Services URL, masukkan URL titik akhir server Exchange Web Services default yang terkait dengan server Exchange Anda. Ini adalah server Exchange yang sama tempat Anda membuat akun peran. Di bawah Exchange Role Account, masukkan alamat SMTP utama akun peran Exchange dalam format namapengguna1@contoh.com. Pilih metode autentikasi Anda: Basic authentication atau OAuth 2.0 client credentials. Jika memilih Basic authentication untuk Exchange, ikuti langkah-langkah berikut: Klik Enter Password dan masukkan kata sandi untuk akun atau Exchange role account. Masukkan kembali kata sandi untuk mengonfirmasi. Namun jika Anda memilih OAuth 2.0 client credentials untuk Exchange Online, ikuti langkah-langkah berikut ini: Di bawah Token endpoint URL, masukkan URL titik akhir token OAuth 2.0 dari penyewa Azure Anda. Di bawah Application (client) ID, masukkan Application ID yang ditetapkan untuk aplikasi Anda selama pendaftaran aplikasi. Di bawah Client secret, masukkan nilai dari rahasia klien yang ditetapkan ke aplikasi Anda selama pendaftaran aplikasi. Klik Save. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Ketersediaan fitur Update baru Calendar Interop ini dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 6 September 2022 (dan akan membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang menggunakan Calendar Interop. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Update ini memungkinkan Anda untuk melihat visibilitas di Calendar Interop melalui Google Calendar. Dengan begitu, produktivitas yang memerlukan integrasi antara Calendar dan Exchange pun bisa berjalan lancar. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan dari Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Docs, Google Workspace

Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya?

 Pada awal bulan April 2022 lalu, Google Docs menghadirkan fitur reactions menggunakan emoji. Fitur tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan untuk menciptakan suatu ekosistem kerja yang suportif. Emoji dipilih karena dirasa lebih kasual dan ekspresif dibanding respons dalam bentuk tulisan. Perilisan fitur kala itu telah menyertakan set emoji versi terbaru (Emoji 14.0) dengan opsi yang lebih variatif untuk mencerminkan identitas Anda secara akurat. Kemudian pada akhir bulan Agustus 2022, Google Docs mengembangkan fitur tersebut. Tepatnya adalah dengan mengatur ulang cara mencari dan insert emoji. Kini emoji yang Anda masukkan bisa langsung sejajar dengan teks di Google Docs. Bagaimana caranya? Update Docs, insert emoji pun makin mudah Dalam update yang dihadirkan oleh Docs pada tanggal 29 Agustus 2022, Anda bisa menemukan satu fitur baru yang berhubungan dengan emoji. Lewat fitur baru tersebut Anda dapat insert emoji dengan cepat tanpa merusak tatanan teks yang sudah diketik sebelumnya. Menariknya lagi, fitur ini tidak memerlukan pengaturan administrator. Dengan kata lain, Anda bisa langsung menggunakannya tanpa harus menunggu izin dari administrator Workspace. Baca juga: Cara Buat Google Docs dan Tentukan Tugas dengan Mudah Cara menggunakan fitur Untuk mencari dan menambahkan emoji langsung sebaris dengan teks di Google Docs, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Ketik “@” diikuti dengan penanda, seperti “@smile,” untuk mencari emoji tertentu di antara item menu lainnya. Photo Credit: Google Workspace Updates Ketik “@:” atau “:” untuk melihat daftar dropdown emoji dan opsi untuk menavigasi ke seluruh katalog emoji yang tersedia. Photo Credit: Google Workspace Updates Jika Anda merasa kesulitan untuk menggunakan fitur, silakan kunjungi Help Center Google Workspace. Pihak Google telah menyediakan dokumentasi lengkap yang bisa Anda pelajari. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Ketersediaan fitur Fitur emoji baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace. Anda yang masih berlangganan rangkaian produktivitas G Suite Basic maupun G Suite Business pun bisa menggunakan fitur baru ini. Selain itu, fitur ini juga dapat digunakan oleh pemilih akun Google pribadi. Perlu diketahui, fitur ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun untuk rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022 dengan peluncuran bertahap (membutuhkan waktu maksimal 15 hari untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 12 September 2022 juga dengan peluncuran bertahap (membutuhkan waktu maksimal 15 hari untuk visibilitas keseluruhan fitur). Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Fitur insert emoji di Google Docs ini mulanya dihadirkan untuk mendukung ekosistem kerja yang suportif. Dengan menambahkan emoji, para pihak yang berkolaborasi bisa memberikan respons yang lebih santai namun tetap penuh dukungan. Fitur ini memang dapat berjalan di akun Google pribadi. Namun kinerjanya akan lebih optimal jika Anda juga menggunakan aplikasi lain yang terdapat dalam rangkaian produktivitas Google Workspace. Jika saat ini lingkungan kerja Anda belum menggunakan Google Workspace, EIKON Technology siap membantu proses implementasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Produk Google Workspace yang kami sediakan pun telah berlisensi resmi sehingga implementasinya akan jauh lebih mulus dan stabil. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Strategi Kolaborasi Efektif bagi Perusahaan yang Menerapkan Hybrid Work

Kolaborasi di tempat kerja terus berkembang seiring dengan berkembangnya hybrid work. Sementara model kolaborasi “same-time” dan asinkron masing-masing umum digunakan, perusahaan terkadang lebih sering menerapkan salah satunya. Kemungkinan, hal tersebut karena pertemuan tatap muka atau berkolaborasi secara real-time telah menjadi setelan default bagi banyak perusahaan, sehingga mereka condong menerapkan kolaborasi same-time, bahkan saat muncul alat baru yang membuat pekerjaan lintas zona waktu dan lokasi menjadi mulus. Lantas, seperti apakah strategi kolaborasi yang efektif dalam penerapan hybrid work? Optimalkan kolaborasi same-time Dalam sejarah, banyak organisasi menghargai interaksi waktu yang sama untuk pertukaran informasi dan umpan balik yang cepat dan langsung. Namun di waktu yang sama, kolaborasi same-time pun memiliki beberapa kelemahan, terutama di lingkungan hybrid work. Baca juga: 5 Langkah Ciptakan Lingkungan Kerja Hybrid Inklusif yang Unggul Pertama, interaksi same-time bisa jadi sulit diatur. Mengkoordinasikan jadwal memerlukan perencanaan yang matang, terutama ketika karyawan tersebar di seluruh zona waktu atau bekerja di luar jam kerja tradisional. Kedua, penjadwalan back-to-back dapat berkontribusi untuk memenuhi kelelahan. Dalam survei yang dilakukan oleh Google dan Economist Impact, 72% responden mengakui bahwa rapat virtual meningkatkan inklusi dan partisipasi. Pada saat yang sama, 68% mengatakan ada terlalu banyak pertemuan virtual, menunjukkan bahwa meski karyawan menghargai kolaborasi same-time, mereka menginginkannya dalam jumlah sedang. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk kolaborasi same-time yang efektif dalam hybrid work, karyawan Anda memerlukan alat yang membantu mereka mengoordinasikan interaksi real-time dan meminimalkan waktu yang dihabiskan untuk beralih aplikasi dan konteks. Dengan Google Workspace, tim dapat membuat dan mengakses agenda bersama atau Google Docs di dalam undangan Google Calendar, membantu menyelaraskan tujuan sebelum, selama, dan setelah sesi kerja yang dijadwalkan. Semakin terintegrasi alat kolaborasi Anda, semakin mudah bagi karyawan untuk langsung bekerja saat inspirasi muncul atau keputusan cepat diperlukan. Misalnya, anggota tim dapat memulai sesi kerja spontan dengan memulai Google Meet langsung dari Docs, Sheets, or Slides. Photo Credit: Google Cloud Blog Memperluas potensi waktu kerja asinkron Adopsi yang meluas dari hybrid work telah mendorong perusahaan untuk lebih sering beralih ke kolaborasi asinkron (anggota tim bebas untuk berbagi dan menanggapi informasi dalam waktu mereka sendiri). Manfaat utama dari kolaborasi bertahap adalah meningkatkan pengalaman dan kesejahteraan karyawan (dengan mendukung kebiasaan kerja yang fleksibel). Mengizinkan anggota tim untuk terlibat saat mereka paling produktif atau saat tidak mengganggu waktu fokus yang dijadwalkan, akan mendukung kesejahteraan mereka. Baca juga: Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim dengan Google Workspace Cara ini juga dapat membantu karyawan merasa didengar, dihargai, dan diberdayakan. Kolaborasi asinkron juga dapat memberi anggota tim yang mungkin merasa tidak nyaman atau rentan untuk berbicara secara real-time atau yang hanya perlu waktu untuk memikirkan respons mereka. Kolaborasi asinkron dapat meningkatkan berbagai skenario kolaborasi, termasuk menetapkan tugas dan item tindakan, berbagi pengetahuan dan resources, bertukar pikiran, serta memberikan respons. Untuk membuat interaksi ini berhasil, karyawan memerlukan alat yang aman dan intuitif yang memberi mereka informasi yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka dari mana saja, kapan saja. Misalnya, di Spaces, anggota tim dapat memulai dan mengambil bagian dalam utas obrolan grup yang dikhususkan untuk diskusi berbasis proyek dan topik, serta mengakses file dan tugas, untuk tetap mengikuti setiap kali mereka dapat berpartisipasi. Saat berkolaborasi pada dokumen bersama, fitur seperti Smart Canvas memungkinkan rekan satu tim untuk menetapkan tugas, membuat daftar periksa, dan berbagi file menggunakan @-mentions untuk akses informasi yang mudah. Sementara itu, ringkasan bawaan otomatis di Docs membantu tim mendapatkan kecepatan tanpa kehilangan fokus. Photo Credit: Google Cloud Blog Fleksibilitas dan kolaborasi adalah dua hal saling terkait Membantu orang mengetahui tugas mana yang memerlukan kolaborasi same-time dan tugas mana yang lebih baik dilakukan secara asinkron sangat penting untuk mempertahankan produktivitas dan kesejahteraan di hybrid work. Karyawan yang diberdayakan untuk bekerja dengan cara yang melengkapi kebutuhan, preferensi, dan jadwal mereka biasanya lebih menghargai perusahaan atas fleksibilitas tersebut. Baca juga: Tips Tingkatkan Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Kerja Hybrid Saat Anda membuat norma tim seputar kolaborasi same-time dan asinkron, Anda dapat membantu karyawan Anda tetap produktif dan terhubung (baik antar satu sama lain, maupun dalam konteks perusahaan yang lebih luas). Dengan memberi mereka alat yang mendukung pengalaman kolaborasi yang mulus dan aman dari mana saja, dampak pada produktivitas, kesejahteraan karyawan, dan moral dapat menjadi transformasional. Google Workspace menghadirkan berbagai aplikasi dan tool yang dapat Anda manfaatkan untuk mendukung kolaborasi same-time maupun mendorong model kerja asinkronisasi. Dapatkan produk Workspace resmi dengan metode penerapan yang efisien dan mulus melalui EIKON Technology. Selain menyediakan produk resmi berlisensi, kami juga menawarkan layanan konsultasi komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin

Google Meet hardware baru-baru ini mengalami update terkait dengan kapabilitas framing atau pembingkaian. Dalam update tersebut, tersedia beberapa perubahan, seperti peningkatan kemampuan untuk menemukan fitur “Frame people” dan peningkatan stabilitas keseluruhan pengalaman framing bagi pengguna. Sambil terus mengembangkan kapabilitas framing dan menyempurnakan Google Meet hardware, konsol Admin pun akan diperbarui sebagai penyesuaian. Selama beberapa waktu, Google akan mengganti pengaturan framing yang berlaku saat ini dengan opsi untuk mengatur default framing berdasarkan kemampuan kamera perangkat (seperti opsi untuk membingkai orang secara default, membingkai speaker, atau membingkai grup yang akan hadir sebagai update di masa mendatang). Hal ini membantu memastikan bahwa setiap perangkat hardware Meet menggunakan setelan yang paling sesuai untuk ruangan dan peserta. Mulai menambahkan opsi framing di konsol Admin Untuk menambahkan opsi framing baru ini pada Google Meet hardware di lingkungan kerja Anda, tidak diperlukan pengaturan dari administrator. Sebab pada dasarnya, update kali ini bersifat general dan dilakukan secara terpusat oleh Google Meet. Seluruh informasi mengenai update ini akan diperbarui secara berkala di Workspace Updates Blog mulai dari saat kontrol admin baru diluncurkan hingga visibilitas fitur lengkap. Sementara itu, end-user tidak perlu melakukan pengaturan apa pun karena perubahan ini berjalan secara otomatis. Namun penting untuk diingat, fitur baru ini tidak akan tersedia jika perangkat lain, seperti webcam, dihubungkan dengan meeting hardware kit. Baca juga: Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda Ketersediaan fitur Photo Credit: tirachardz (Freepik) Update baru untuk Google Meet hardware ini dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 8 September 2022 (dan akan membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Update tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk bagi pengguna yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Perlu diingat, fitur baru ini hanya tersedia untuk perangkat Google Meet hardware yang belum mencapai tanggal auto-update expiration. Berikut adalah daftar lengkapnya: Asus Chromebox CN62 (kedaluwarsa per Juni 2021) Acer Chromebox CXI2 / CXV2 (kedaluwarsa per Juni 2021) Acer Chromebase for Meetings CA24V (kedaluwarsa per Juni 2021) HP Chromebox G1 (kedaluwarsa per September 2019)  Dell Chromebox (kedaluwarsa per September 2019)  Asus Chromebox CN60 (kedaluwarsa per September 2019)  Samsung Series 3 (kedaluwarsa per Maret 2018) Sedangkan perangkat yang belum mencapai auto-update expiration date di antaranya: Acer Chromebase for Meetings 24V2 (CA24V2) (kedaluwarsa per Juni 2025) Asus Chromebox 3 (CN65) (kedaluwarsa per Juni 2025)       CTL Chromebox CBx1 (kedaluwarsa per Juni 2025)  ASUS Google Meet Compute System (kedaluwarsa per Juni 2028)     CTL Google Meet Compute System (kedaluwarsa per Juni 2028)       Meet Compute System – Series One (kedaluwarsa per Juni 2028)      ASUS Google Meet Compute System (Intel 10th Gen) (kedaluwarsa per Juni 2028)  Meet Compute System – Series One (Intel 10th Gen) (kedaluwarsa per Juni 2028)    Baca juga: 5 Strategi Menjaga Hardware Perusahaan untuk Jangka Panjang Cara mengubah pengaturan untuk semua perangkat Google Meet hardware Photo Credit: tirachardz (Freepik) Administrator juga dapat menerapkan setelan berikut ke semua perangkat Google Meet hardware yang ada di lingkungan kerja Anda: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Buka Menu lalu klik “Devices” dan masuk ke opsi “Google Meet hardware”, klik “Devices”. Di panel “Devices”, klik “Settings” Pilih panel yang berisi pengaturan yang ingin Anda ubah. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan unit organisasi teratas dipilih. Jika tidak, pilih unit organisasi turunan. Pada halaman System settings page, ubah satu atau beberapa pengaturan untuk perangkat Anda. Klik “Save”. Jika Anda mengonfigurasi unit organisasi turunan, akan tersedia opsi “Inherit” atau “Override” terhadap pengaturan unit organisasi induk. Baca juga: Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work from Home Itu dia ulasan mengenai update Google Meet hardware terbaru. Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati seluruh fitur yang ditawarkan karena semuanya akan muncul secara otomatis. Agar pengalaman online meeting semakin mulus, gunakan Google Workspace sebagai rangkaian produktivitas ekosistem kerja Anda. Produk Google Workspace resmi dan berlisensi bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Tidak hanya menyediakan produk, EIKON Technology juga menyedikan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan Google Workspace. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya?

 Sejak diperkenalkan pada tahun 2018 lalu, Work Insights telah membantu banyak perusahaan dalam mengelola ekosistem kerja mereka. Work Insights sendiri merupakan sebuah tool yang menyajikan wawasan berbasis data terkait penerapan Google Workspace. Insights yang ditampilkan meliputi pola kerja hingga hasil kolaborasi antar tim. Dengan adanya upgrade dari Hangouts ke Google Chat untuk para pengguna Google Workspace, kini telah hadir Work Insights yang menyajikan laporan pemanfaatan Google Meet dan Google Chat. Simak ulasan berikut untuk mengetahui cara kerjanya. Mengenal apa itu Work Insights Photo Credit: Work Insights Help Work Insights adalah sebuah reporting tool untuk pemanfaatan Google Workspace yang memberi wawasan tentang dampak penerapan Google Workspace di lingkungan kerja Anda. Work Insights menyajikan laporan menggunakan diagram yang mudah dibaca, sehingga Anda dapat melihat metrik tentang adopsi, produktivitas, dan kolaborasi Google Workspace di perusahaan Anda. Work Insights memungkinkan visibilitas yang optimal ke dalam perjalanan transformasi digital perusahaan Anda, sekaligus membantu meningkatkan kolaborasi, mendorong pertumbuhan, dan banyak lagi. Sekarang, Anda dapat terus menggunakan diagram dan metrik yang mudah dibaca dari Work Insights untuk menganalisis dampak penggunaan aplikasi Google Chat dan Meet di lingkungan kerja Anda. Baca juga: Cara Menampilkan Metrik Pengguna Aktif Google Chat yang Lebih Detail Detail tambahan Photo Credit: Work Insights Help Work Insights menyertakan fitur untuk membantu mengurangi berbagai masalah terkait privasi. Ini termasuk membatasi akses data, menggabungkan data aktivitas, menjaga agar ukuran tim tetap minimum, dan juga melindungi item pekerjaan pengguna agar tetap pribadi. Tidak ada aktivitas Google Workspace pengguna individu yang ditampilkan secara terpisah dari pengguna lain dalam Work Insights ini, termasuk untuk laporan mengenai pemanfaatan Google Chat dan Meet. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai keamanan data pribadi di Work Insights, silakan cek dokumentasi dari Google di sini. Baca juga: Fitur Pencegahan Data Google Chat Sekarang Tersedia D\dalam Versi Open Beta Mulai menggunakan Work Insights untuk Google Chat dan Meet Penting untuk diketahui bahwa pengaturan Work Insights hanya bisa diakses oleh administrator yang mengelola ekosistem Google Workspace perusahaan Anda. Begitu pula untuk laporan yang menganalisis pemanfaatan Google Chat dan Meet. Bagi para administrator, pengaturan laporan Work Insights untuk Google Chat dan Meet dapat diakses melalui dashboard ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan Work Insights, administrator bisa mengunjungi halaman bantuan ini. End-user tidak memerlukan pengaturan apa pun karena pada dasarnya pengelolaan laporan Work Insights hanya bisa diakses oleh administrator dan para pihak yang sudah ditunjuk oleh perusahaan. Ketersediaan Work Insights Work Insights untuk saat ini hanya tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus. Sayangnya, para pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, dan Nonprofits, begitu juga dengan rangkaian lama G Suite Basic dan G Suite Business, belum bisa menggunakan reporting tool ini. Untuk laporan pemanfaatan Google Chat dan Meet tersedia mulai tanggal 1 September 2022, baik bagi domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Namun perlu diingat, perilisan ini bersifat bertahap sehingga memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Baca juga: Mencoba Update Baru Google Chat Versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah!

Calender, Google Workspace

Calendar User Availability API Meluncurkan Versi Beta, Bagaimana Cara Mendapatkan Aksesnya?

Calendar User Availability API akan segera hadir dalam versi beta. Nantinya, dukungan ini dapat digunakan untuk mengakses fitur lokasi kerja yang ada di Google Calendar secara terprogram. Untuk akses versi beta bisa Anda peroleh melalui Google Workspace Developer Preview Program. Sebelum mengajukan akses, ada baiknya Anda menyimak dokumentasi API terlebih dahulu sebagai persiapan. Langkah ini juga akan memudahkan Anda untuk memberikan feedback pengembangan API.  Cara kerja Calendar User Availability API Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur working location yang ada di Google Calendar merupakan cara yang mudah bagi pengguna untuk berbagi tempat mereka akan bekerja pada hari atau periode waktu tertentu. Hingga saat ini, hanya end-user yang dapat membuat entri kalender ini. Sekarang, informasi tersebut dapat dibaca dan ditulis menggunakan API untuk mengelola dan mengakomodasi kebutuhan karyawan Anda. Pelanggan mengandalkan aplikasi lain untuk mengatur konteks lokasi mereka, seperti memesan meja dengan alat pemesanan hot desk atau meminta dan mengatur hari untuk WFHdi alat manajemen SDM. Prosedur ini membuat end-user harus melakukan langkah-langkah yang sama secara berulang. Dengan API, lokasi kerja pengguna dapat diatur secara terprogram atau diakses langsung dari kalender pengguna ke aplikasi pihak ketiga lainnya. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Selain itu, dengan memunculkan konteks lokasi kerja ke dalam sistem dan alat lain seperti direktori tim internal, pelanggan dapat mengoptimalkan arus karyawan yang datang ke lokasi fisik kantor mereka. Anda juga dapat menggunakan API untuk mempersiapkan permintaan layanan makan, ruang konferensi, dan lainnya, berdasarkan data tersebut. Mulai menggunakan API Perlu diingat, Calendar User Availability API hanya dapat digunakan oleh administrator Workspace dan juga developer program, end-user tidak diperkenankan untuk mendapat aksesnya. Namun end-user bisa melakukan pengaturan pada fitur working location pada akun Google Workspace miliknya. Nah, sekarang mari simak panduan memulai Calendar User Availability API bagi administrator dan developer program. Untuk mulai menggunakan Working Location API, developer dapat mengajukan permohonan akses melalui Google Workspace Developer Preview Program. Nantinya Anda dapat menggunakan Calendar User Availability API untuk membaca dan menulis lokasi kerja pengguna. Penting untuk diingat, meski semua developer dapat menggunakan API, aplikasi yang dibuat menggunakan API hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki edisi Workspace yang memenuhi syarat. Di samping itu, Google juga telah menyediakan Help Center yang dapat diakses oleh para administrators jika mengalami kesulitan selama melakukan pengaturan working location bagi perusahaan mereka. End-user juga dapat mengakses Help Center untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur working location di Google Calendar. Baca juga: Mengenal Fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace Ketersediaan API  Photo Credit: DCStudio (Freepik) Meski semua pengembang dapat menggunakan API, aplikasi yang dibuat menggunakan API hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki edisi Workspace yang memenuhi syarat, yakni: Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade dan Nonprofits, termasuk rangkaian produktivitas G Suite Business.  Adapun edisi Workspace yang tidak dapat mengakses aplikasi dari API adalah Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, serta rangkaian produktivitas lama G Suite Basic. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Calendar User Availability API versi beta ini membuktikan bahwa Google Workspace merupakan solusi produktivitas yang lengkap dan bisa terus dikembangkan. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace dalam ekosistem pengembangan program dan aplikasi Anda? EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan solusi produktivitas Workspace yang resmi dan berlisensi. Untuk mulai konsultasi mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Scroll to Top