EIKON Technology

Gmail

Email, Google Workspace

Fitur Baru untuk Email Marketing dari Gmail, Apa Saja

Email marketing merupakan salah satu strategi yang memanfaatkan email untuk memberikan informasi kepada pelanggan, baik itu tentang berita perusahaan, penawaran waktu terbatas, pembaruan produk, dan banyak lagi. Meski kini sudah ada media sosial dan saluran marketing digital lainnya, keberadaan email marketing masih belum tergeser. Gmail menyediakan kapabilitas untuk membuat email marketing perusahaan Anda. Menariknya, Anda bisa menemukan berbagai fitur dan tools yang memudahkan perancangan email. Paling baru, Gmail menambahkan dua fitur baru yang bisa Anda gunakan untuk mengirim email profesional dengan mudah ke audiens dalam skala besar. Seperti apa cara kerjanya? Tools baru Gmail untuk email marketing Gmail secara rutin meluncurkan tools dan fitur untuk memudahkan penggunanya. Termasuk bagi pengguna dengan skala audiens yang besar, seperti perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa memanfaatkannya untuk menunjang beragam keperluan bisnis, salah satunya untuk mengirimkan email marketing. Berikut dua fitur baru yang bisa Anda manfaatkan untuk keperluan marketing. Layout Photo Credit: Google Workspace Updates Anda dapat memilih dari kumpulan template email yang telah ditentukan sebelumnya. Template email ini menampilkan gambar, elemen teks, dan tombol yang disusun sedemikian rupa. Anda selanjutnya dapat menyesuaikan template ini dengan skema warna, logo, gambar, teks footer, dan bahkan tautan. Multi-send Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini memungkinkan Anda mengirim email massal tanpa perlu menambahkan BCC ke seluruh penerima. Secara default, email multi-send telah menyertakan tautan berhenti berlangganan yang unik untuk setiap penerima (siapa pun yang berhenti berlangganan secara otomatis dikecualikan dari email multi-send berikutnya dari Anda). Selain itu, Gmail juga memperkenalkan setelan Administrator untuk mengontrol apakah fitur multi-send ini aktif atau tidak untuk end-user. Pengaturan administrator diluncurkan akhir Juli 2022 lalu, memberikan waktu untuk mengonfigurasi ketersediaan bagi end-user terlebih dahulu. Baca juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja? Mulai menggunakan fitur Fitur baru ini memerlukan konfigurasi tambahan dari Administrator. Untuk fitur Layout, akan aktif secara default pada level domain. Administrator bisa mengaktifkan dan menonaktifkannya sesuai kebutuhan atau menurut domain, organizational unit, dan grup tertentu. Sedangkan untuk fitur multi-send, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Untuk Google Workspace Enterprise Starter dan yang lebih baru, serta pelanggan Google Workspace for Education, fitur ini dibatasi untuk penerima internal secara default. Untuk pelanggan Google Workspace Business dan Nonprofit, multi-send tersedia secara default untuk penerima eksternal. Untuk semua edisi Google Workspace, Anda dapat MENGAKTIFKAN multi-send untuk penerima eksternal di tingkat OU atau grup. Perlu diingat, peluncuran fitur ini tidak memengaruhi kuota pengiriman yang ada untuk pengguna.. Jika organisasi Anda telah menonaktifkan Google Drive, fitur Layout dari Gmail akan dinonaktifkan secara otomatis. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Ketersediaan fitur Untuk pengaturan fitur tersedia mulai tanggal 28 Juli 2022 melalui peluncuran bertahap (baik untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal). Peluncuran ini akan membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Sedangkan untuk end-user, fitur baru bisa digunakan mulai tanggal 8 Agustus 2022 untuk domain rilis cepat dan 22 Agustus 2022 untuk domain rilis terjadwal. Peluncuran untuk kedua domain dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur. Kedua fitur tersedia untuk pengguna Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus dan Workspace Individual. Namun tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Education Fundamentals, Education Teaching & Learning, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline serta mereka yang masih menggunakan G Suite Basic atau G Suite Business. Baca juga: Update Gmail Terbaru: Hadirkan Opsi Penelusuran yang Lebih Baik Dengan hadirnya dua fitur baru dari Gmail ini, Anda bisa menyusun dan mengirimkan email marketing profesional lebih mudah dan efisien. Keduanya dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business atau Google Workspace for Education yang tersedia di EIKON Technology. Kami menawarkan paket implementasi lengkap mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Update Gmail Terbaru: Hadirkan Opsi Penelusuran yang Lebih Baik

Dalam update Gmail terbaru, Google mengumumkan peningkatan kapabilitas penelusuran. Kapabilitas penelusuran dan saran memang menjadi salah satu aspek yang terus ditingkatkan oleh Google. Selama bertahun-tahun, Google menghadirkan berbagai fitur guna memudahkan pengguna dalam melakukan penelusuran, entah itu untuk mencari email atau menemukan kontak. Lalu, seperti apa opsi penelusuran yang hadir dalam update Gmail terbaru ini? Opsi penelusuran dan saran dalam update Gmail terbaru Selama bertahun-tahun, Google terus mengembangkan kapabilitas untuk melakukan penelusuran dan saran di Gmail. Mulai dari filter penelusuran (searh filter), operator penelusuran (search operators), chip penelusuran (search chips), dan masih banyak lagi. Per 27 Juli 2022, Gmail menghadirkan saran penelusuran yang lebih akurat dan terperinci dengan penyesuaian yang lebih baik sebagai hasil dari model machine learning terbaru Google. Saat mencari percakapan, file, atau bahkan informasi kontak rekan kerja di Gmail Search Box, Anda akan melihat: Saran kontak yang lebih baik dan kontekstual dengan pencocokan nama serta alamat email. Misalnya, saran disusun ulang agar lebih cocok dengan kueri kontak menggunakan nama depan atau alamat email daripada nama belakang. Saran yang dipersonalisasi berdasarkan pertukaran historis, seperti seberapa sering Anda berinteraksi dengan rekan kerja melalui Gmail. Baca juga: Peningkatan Sistem Keamanan Gmail dengan BIMI Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Rawpixel Untuk bisa merasakan update Gmail terbaru ini tidak diperlukan pengaturan dari administrator. Pengguna secara otomatis akan langsung mendapat tampilan penelusuran dan saran yang baru ketika melakukan pencarian di Gmail Search Box. Fitur ini diluncurkan secara bertahap mulai dari tanggal 27 Juli 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Ini berlaku untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, dan Nonprofits. Fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Namun tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Enterprise Essentials, serta G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Melakukan penelusuran di Gmail Search Box Anda dapat menemukan email di kotak masuk dengan istilah pencarian. Istilah penelusuran ini didasarkan pada informasi dari akun Gmail Anda, seperti pesan, kontak, label, atau penelusuran sebelumnya. Perlu diingat, pencarian tidak akan bekerja ketika Anda dalam keadaan offline. Berikut cara cepat untuk melakukan pencarian dengan optimal: Cara melakukan pencarian Buka Gmail. Di bagian atas Search Box, ketikkan apa yang ingin Anda cari. Tekan Enter. Daftar email akan ditampilkan. Untuk mempersempit pencarian, gunakan chip filter pencarian di bawah Search Box atau operator pencarian di Search Box. Anda juga bisa menggunakan filter untuk membuat pencarian lebih spesifik. Menggunakan filter pencarian Photo Credit: Rawpixel Anda dapat menggunakan filter di awal penelusuran atau setelah menelusuri untuk mempersempit hasil. Di bawah ini adalah filter pencarian yang tersedia dan apa yang mereka lakukan. Anda dapat menggabungkan beberapa filter untuk mempersempit pencarian. Label Cari apa pun dalam label tertentu yang Anda buat. From Cari apa pun yang dikirim dari alamat email tertentu. To Cari apa pun yang Anda kirim ke alamat email tertentu. Attachment Cari apa pun yang menyertakan lampiran atau memiliki jenis lampiran tertentu seperti Google Documents, Google Spreadsheet, atau PDF. Date Cari apa pun yang dikirim dari rentang tanggal tertentu atau tanggal tertentu. Is Unread Cari apa pun yang saat ini ditandai sebagai “belum dibaca”. Exclude calendar updates Cari apa pun yang bukan pembaruan Google Calendar. Baca juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja? Dengan hadirnya update Gmail terbaru ini, Anda bisa melakukan pencarian dengan optimal tanpa harus mengetikkan banyak kata. Fitur baru dari Google ini akan lebih optimal untuk produktivitas jika Anda menggunakan platform Google Workspace. Google Workspace sendiri merupakan platform produktivitas kolaboratif yang menghadirkan berbagai aplikasi, fitur, hingga kapabilitas untuk membantu pekerjaan Anda. Bahkan platform ini menawarkan penggunaan berskala besar untuk perusahaan maupun instansi. Paket Google Workspace tersebut bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Gmail, Google Workspace

Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google

Ketika Anda menghapus item dari aplikasi Google seperti Gmail, Drive, Photos, Contacts atau bahkan tab di Chrome, sistem akan memindahkannya ke folder sampah. Secara otomatis, item akan dihapus secara permanen setelah periode waktu tertentu. Sebenarnya, sebelum melewati periode waktu tersebut, Anda bisa melakukan restore items. Caranya pun sangat simpel. Mari bahas satu per satu. Restore email yang terhapus di Gmail Buka Gmail di browser web. Klik ikon Sampah/Trash. Centang setiap email yang ingin dipulihkan. Klik ikon folder dengan panah menunjuk ke kanan (ikon Pindah ke). Pilih salah satu lokasi untuk memulihkan email yang sudah dipilih. Photo Credit: Tech Republic Perlu diingat, Sampah berbeda dengan Arsip (Archive). E-mail yang diarsipkan masih bisa diakses melalui menu All-Mail. Namun e-mail yang dihapus akan masuk ke folder Sampah dan akan terhapus permanen secara otomatis setelah 30 hari. Restore item yang terhapus di Google Drive Photo Credit: Tech Republic Buka Google Drive di web. Klik menu Sampah/Trash. Pilih item yang ingin dipulihkan. Klik ikon berbentuk jam untuk memulihkan item dari sampah. Item akan dihapus dari folder Sampah dan prompt singkat yang menyertakan opsi untuk Tampilkan Lokasi File. Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Restore foto yang terhapus di Google Photos Photo Credit: Tech Republic Buka Google Photos melalui web browser. Klik menu Sampah/Trash. Pilih foto yang ingin Anda restore. Gambar akan muncul dan ditampilkan di browser. Klik opsi Restore Restore tab yang tertutup di Google Chrome Photo Credit: Tech Republic Untuk mengembalikan tab yang tidak sengaja tertutup di Google Chrome, Anda cukup menekan kombinasi 3 tombol keyboard. Untuk sistem operasi Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+Shift+T. Sedangkan untuk sistem operasi macOS, tekan Command+Shift+T. Bisa juga dengan membuka kembali tab melalui opsi Riwayat (History). Pilih ikon tiga titik vertikal di bagian kanan atas. Kemudian klik menu Riwayat untuk mengakses tab yang baru saja ditutup,. Untuk membuka, Anda tinggal memilih alamat web yang diinginkan. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Anda juga dapat mengakses dan mencari semua situs yang tersimpan di riwayat Chrome. Pada sistem Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+H. Sedangkan di perangkat macOS, tekan Command+Y. Jika Anda lebih suka mengetik, buka chrome://history/ pada address bar. Ini berguna jika Anda ingin menemukan situs yang telah dikunjungi, tapi tab atau jendelanya tidak lagi terbuka. Restore kontak yang terhapus di Google Contacts Buka Google Contacts melalui web. Klik menu Sampah/Trash. Centanglah setiap kontak yang ingin dipulihkan. Klik opsi Pulihkan (Recover) yang ada di sebelah kanan opsi Hapus selamanya (Delete  forever). Photo Credit: Tech Republic Trik ini tidak berlaku untuk kontak yang diakses melalui item menu Kontak Lainnya (Other Contacts). Daftar tersebut biasanya disusun dari e-mail atau interaksi lain dan bukan merupakan catatan Google Contacts yang sebenarnya. Jika Anda menghapus informasi dari daftar ini, kontak tersebut akan dihapus begitu saja dan tidak akan muncul di folder Sampah. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Aplikasi produktivitas yang ditawarkan Google memang menawarkan antarmuka yang praktis dan simpel sehingga mudah untuk dioperasikan, bahkan oleh mereka yang masih awam. Bahkan melakukan prosedur restore pun sangat mudah. Seluruh aplikasi produktivitas Google bisa Anda temukan di platform Google Workspace. Dengan menerapkannya di perusahaan atau instansi Anda, maka produktivitas karyawan pun akan meningkat. Dapatkan segera Google Workspace for Business hanya di EIKON Technology, authorized reseller yang ditunujuk langsung oleh Google. Kami menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan agar Anda mendapat solusi terbaik. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Appsheet, Gmail

Integrasi Appsheet dengan Gmail

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, platform Appsheet mendapatkan respon positif bagi para pengguna akun Google Workspace. Pasalnya, platform ini sangat membantu penggunanya dalam mengelola proyek dan hal penting lainnya. Termasuk dalam mengelola akun Gmail mereka. Lalu, apa saja keuntungan dari integrasi Appsheet dengan Gmail ini dan bagaimana mengintegrasikannya? Berikut ulasannya. Sekilas tentang Appsheet Photo: BFA Global Bagi sebagian orang mungkin masih belum mengetahui tentang Appsheet. Terlebih lagi untuk Anda yang baru pertama kali atau awam menggunakannya. Melansir dari laman resmi Google, platform ini merupakan pengembangan untuk membuat aplikasi web maupun seluler tanpa harus memerlukan coding terlebih dahulu. Dengan begitu, pengguna dapat membuat aplikasi dari sumber data dari mana pun. Misalnya saja dari Spreadsheet, Excel, Cloud SQL, maupun Salesforce. Bahkan yang terbaru saat ini juga terintegrasi dengan Gmail.  Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini bersifat dinamis. Keunggulan Integrasi Appsheet dengan Google Workspace Photo: Punto Informatico Bagi pengguna Google Workspace Enterprise Plus, Anda bisa menggunakan fitur-fitur terbaru di Appsheet. Pihak Google mengatakan jika Appsheet Starter dan Core tersedia dalam layanan subscripsi berbayar di semua edisi Google Workspace. Sementara itu, untuk lisensi Appsheet Core tidak terdapat biaya jika pengguna menggunakan Google Workspace Enterprise Plus. Dengan menggunakan layanan Appsheet yang terhubung dengan Gmail, pengguna lebih mudah untuk mengoperasikan Google Workspace tanpa harus meninggalkan atau menutup program penting antara satu akun dengan lainnya. Dengan begitu dapat menghemat waktu dan lebih produktif.  Cara Mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail Photo: Kompas.com Pada dasarnya, untuk mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail cukup mudah. Di sini, ada perbedaan cara berdasarkan posisi Anda sebagai pengguna. Yakni admin, pengguna (end user), maupun developer. Cara tersebut antara lain adalah: Jika Anda sebagai admin, Appsheet memerlukan layanan tambahan pada perangkat admin. Di sini, admin dapat menyalakan fitur dynamic emails atau mematikannya untuk organisasi pada perangkat admin tersebut. Apabila Anda ada di posisi end user, dynamic emails akan secara otomatis membuat tampilan Appsheet tersemat pada akun Gmail. Lalu, bagi Anda selaku developer, Appsheet dapat digunakan dengan mengaktifkan fitur tambahan melalui Appsheet editor Penutup Photo: New York Post Dari ulasan di atas, dapat kita lihat dan simpulkan bahwa dengan adanya integrasi Appsheet dengan salah satu layanan Google Workspace seperti Gmail tentu sangat membantu bagi para karyawan maupun individu untuk mengelola proyek dengan mudah, aman, dan nyaman. Anda pun tak perlu kesulitan lagi untuk mencari pesan masuk yang penting,atau menghapusnya setelah proyek selesai.  Kini, Anda bisa menggunakan layanan Appsheet dan Google Workspace premium dengan mendapatkannya di EIKON Technology. Di sini, semua produk dan layanan yang ditawarkan memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda akan mendapatkan layanan after sales sesuai kebutuhan dari produk yang dipilih. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami silakan klik di sini.

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

  Melalui Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter, Microsoft dan Google menawarkan rangkaian layanan penunjang produktivitas. Masing-masing memiliki sejumlah paket berlangganan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bisnis berskala kecil. Untuk kebutuhan tersebut, Microsoft telah menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 Business Basic, sedangkan Google hadir dengan Google Workspace Business Starter. Keduanya sama-sama memberikan solusi atas kebutuhan dasar bisnis Anda, mulai dari email, aplikasi produktivitas, video meeting, hingga penyimpanan data. Walau secara garis besar layanan yang diberikan tak jauh berbeda, baik Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter memiliki detail masing-masing. Berikut perbedaan di antara keduanya yang bisa Anda pelajari sebagai pertimbangan sebelum memilih. Aplikasi kerja untuk permudah kolaborasi Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Anda tentu sudah tidak asing dengan aplikasi Office milik Microsoft seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan akses versi web untuk aplikasi Office tersebut. Sementara itu, aplikasi serupa milik Google dikenal dengan nama Docs, Sheets, dan Slides. Ketiganya juga termasuk dalam paket Google Workspace Business Starter. Baik pada Microsoft 365 Business Basic maupun Google Workspace Business Starter, aplikasi-aplikasi tersebut telah menunjang kolaborasi. Artinya, satu file dapat dibuka, ditinjau, hingga diedit oleh banyak pengguna sekaligus. Nilai plus bagi Google Workspace karena mereka memiliki fitur bernama Smart Canvas yang mengintegrasikan berbagai aplikasi Google Workspace. Kini Anda bahkan bisa melakukan panggilan video langsung dari Docs, Sheets, atau Slides. Kapasitas penyimpanan cloud Photo Credit: freestocks (Unsplash) Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti memiliki banyak data penting yang perlu disimpan secara aman. Menjawab kebutuhan ini, Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Apabila Microsoft memiliki One Drive, maka Google mempunyai Google Drive. Untuk poin ini, Microsoft 365 lebih unggul daripada Google Workspace. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 1 TB. Sementara itu, Google Workspace Business Starter hanya menawarkan kapasitas sebesar 30 GB. Kemampuan video meeting Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Kebutuhan video meeting atau online conference juga di-cover oleh Microsoft 365 dan Google Workspace melalui aplikasi Microsoft Teams dan Google Meet. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peserta yang dapat bergabung dalam panggilan video. Paket langganan Microsoft 365 Business Basic memungkinkan Anda untuk melakukan video meeting hingga maksimal 300 peserta. Sedangkan pada Google Workspace Business Starter, jumlah maksimal peserta video meeting adalah 100 orang. Layanan email dan tampilannya Photo Credit: Microsoft Outlook Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Umumnya, aktivitas bisnis tak bisa lepas dari penggunaan email. Tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter menyediakan layanan email yang mumpuni melalui Outlook dan Gmail. Kabar baiknya, baik Outlook dan Gmail memungkinkan Anda untuk menggunakan nama domain kustom sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional. Keduanya juga sama-sama terhubung dengan aplikasi kalender untuk memudahkan pencatatan jadwal rapat. Tak hanya dari segi fitur, aspek interface Outlook dan Gmail pun tak kalah menarik. Saat membuka Outlook, Anda akan menemukan fitur top bar bernama Ribbon yang menampilkan banyak opsi. Tersedia pula Ribbon berbeda untuk seluruh tampilan dalam Outlook, termasuk Mail, Contacts, dan Calendar. Sementara itu, Gmail memiliki tampilan yang lebih simpel. Untuk mulai menulis pesan baru, Anda hanya perlu menekan tombol khusus bertuliskan Compose. Gmail juga menyediakan fitur Filter dan Label untuk membantu Anda mengorganisasi pesan masuk secara praktis. Jadi, mana yang lebih baik untuk bisnis? Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Baik Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama memiliki layanan berkualitas baik untuk menunjang produktivitas bisnis. Jika Anda dan tim memiliki frekuensi kolaborasi yang cukup tinggi, Google Workspace Business Starter dapat menjadi pilihan lebih tepat mengingat adanya fitur Smart Canvas yang mampu memaksimalkan pengalaman kolaborasi. Namun, apabila tim bisnis Anda memiliki anggota lebih dari 100, maka sebaiknya berlangganan Microsoft 365 Business Basic. Kapasitas video meeting hingga 300 peserta, berikut dengan penyimpanan mencapai 1 TB, tentu lebih mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis. Jadi, mana yang akan Anda pilih? Microsoft 365 Business Basic atau Google Workspace Business Starter? Apa pun pilihannya, Anda bisa berlangganan keduanya melalui EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft dan Google di Indonesia. Baik berlangganan Microsoft 365 maupun Google Workspace, tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology sekarang juga!

Gmail, Google Cloud, Google Workspace

Peningkatan Sistem Keamanan Gmail dengan BIMI

  Menciptakan pengalaman pengguna terbaik dengan sistem keamanan kuat telah menjadi salah satu prinsip desain dasar dari Gmail, layanan email unggulan Google. Perlindungan bersifat built-in pun disematkan untuk membantu menyaring pesan-pesan berbahaya secara otomatis. Selagi menjamin keamanan Gmail dengan sistem yang kuat, Google juga terus berupaya melindungi fungsi-fungsi email sebagai bagian dari ekosistem besar yang rumit dan saling terhubung. Itulah kenapa pada Juli 2021 lalu, Google mengumumkan dukungan penuh Gmail terhadap Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Adanya BIMI akan membantu meningkatkan keamanan pengguna selama menggunakan layanan Gmail, terutama dari segi autentikasi pengirim. Apa itu BIMI dan seperti apa sistem keamanan yang dimaksud? Simak uraian selengkapnya di bawah ini. Apa itu BIMI? Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) BIMI adalah suatu metode yang memungkinkan Anda untuk menampilkan logo brand atau perusahaan pada email. Bukan sembarang logo, logo tersebut telah distandarisasi sehingga akan sulit untuk dipalsukan atau digandakan. Jadi, ketika klien atau pihak lain menerima email yang dilengkapi logo brand atau perusahaan Anda, maka mereka akan tahu bahwa email tersebut memang benar berasal dari Anda. Dengan kata lain bisa dibilang bahwa BIMI juga berperan sebagai sebuah metode verifikasi email, khususnya Gmail. Apa fungsi BIMI pada sistem keamanan Gmail? Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Terkait sistem keamanan Gmail, BIMI memungkinkan organisasi yang telah mengautentikasi email mereka menggunakan DMARC, untuk memvalidasi kepemilikan terhadap logo mereka sendiri dan mengirimkannya secara aman ke Google. DMARC, yang merupakan singkatan dari Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance, adalah suatu standar yang menjalankan praktik autentikasi pengirim email. Tujuannya adalah untuk menyaring pesan email yang benar-benar kredibel dari pesan-pesan lain yang berisiko berbahaya (mengandung malware, phishing, dan semacamnya). Karena menyediakan autentikasi yang kuat, BIMI pun membantu meningkatkan rasa aman pada pengguna Gmail karena tahu bahwa email yang diterima bersifat autentik. Di sisi lain, pihak brand atau perusahaan juga turut ambil andil dalam menciptakan kepercayaan tersebut (brand trust). Bagaimana cara kerja BIMI? Photo Credit: Krsto Jevtic (Unsplash) Bagi organisasi yang telah mengautentikasi email mereka menggunakan Sender Policy Framework (SPF) atau Domain Keys Identified Mail (DKIM) serta mengaplikasikan DMARC, maka Anda dapat memberikan logo trademark ke Google melalui Verified Mark Certificate (VMC). Namun, ingat, pastikan logo tersebut sudah tervalidasi. Nantinya, BIMI memanfaatkan Mark Verifying Authorities, contohnya Certification Authorities), untuk memverifikasi kepemilikan logo tersebut sekaligus memberikan bukti verifikasi dalam VMC. Apabila email terautentikasi tersebut berhasil lolos pemeriksaan, maka Gmail akan segera menampilkan logo pada slot avatar yang telah tersedia. Itulah kenapa agar bisa menggunakan layanan BIMI pada sistem keamanan Gmail, perusahaan Anda harus lebih dulu mengadopsi standar DMARC. Pastikan pula Anda sudah memvalidasi logo perusahaan dengan VMC. Dukungan Gmail terhadap BIMI membantu menciptakan ekosistem email yang lebih aman dan optimal kepada pihak brand dan pelanggan. BIMI memberi kesempatan kepada brand untuk memperkuat autentikasi identitas pengirim email, sehingga rasa kepercayaan pelanggan terhadap brand pun akan meningkat. Agar bisa menggunakan Gmail yang kini telah mendukung BIMI, Anda perlu berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Gmail memang merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi produktivitas lain yang ada pada Google Workspace. Google Workspace sendiri juga masih menjadi bagian dari lingkup Google Cloud. Untuk memahami lebih jauh tentang Gmail, BIMI, Google Workspace, hingga Google Cloud, klik di sini agar terhubung dengan tim EIKON Technology yang siap menjawab pertanyaan Anda. EIKON Technology adalah partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia.

Collaboration, Google Workspace, Produktivitas, Security, Technology

Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis

    Menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan, terlebih jika Anda merupakan pemilik bisnis berskala kecil. Biasanya tanggung jawab Anda jadi berlipat ganda, mulai dari menjadwalkan meeting, mengirimkan email kepada pelanggan, hingga menyusun laporan keuangan.  Namun, walaupun terdengar menantang, hal tersebut tak mustahil dilakukan selama Anda menggunakan tools atau perangkat yang tepat. Google Workspace hadir sebagai solusi untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Aksesibilitas tinggi, kapan pun dan dari mana pun Photo Credit: cottonbro (Pexels) Merupakan platform berbasis cloud, Google Workspace dapat Anda akses selama 24 jam penuh dari mana saja. Kabar baiknya lagi, berbagai aplikasi Google Workspace sudah kompatibel dengan seluruh browser. Anda bisa menggunakan perangkat apa pun untuk mengakses konten dan fitur yang ditawarkan Google Workspace, baik itu dari smartphone Android, PC atau Mac, hingga iPhone. Aksesibilitas tinggi tentunya akan sangat memudahkan pekerjaan, terutama jika anggota tim Anda tersebar di berbagai kota. Terlebih, Google Workspace juga sangat mendukung kolaborasi kerja. Aplikasi seperti Google Docs, Sheets, dan Slides memungkinkan Anda untuk melakukan editing dalam waktu bersamaan pada satu file. Selain itu, melalui fitur Offline, Anda dan tim bisa tetap mengakses data atau bekerja menggunakan Google Workspace tanpa harus terhubung dengan internet. Dengan begini, produktivitas kerja pun bisa terus terjaga. Tingkatkan kredibilitas dengan kustomisasi alamat email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu aplikasi unggulan dari Google Workspace adalah Gmail. Layanan email ini bisa Anda gunakan secara gratis untuk keperluan bisnis, tapi tentunya dengan berbagai batasan. Anda tidak bisa mengubah domain Gmail menjadi nama bisnis Anda. Namun, dengan upgrade ke Google Workspace versi premium, Anda dapat melakukan hal tersebut. Misalnya, dari yang semula menggunakan alamat ade@gmail.com, Anda bisa mengubahnya jadi ade@bisniscuan.com. Mungkin memang terkesan sederhana, tapi dengan mengubah domain email, bisnis Anda akan terlihat lebih kredibel di mata pelanggan. Tak hanya itu, branding bisnis pun juga jadi lebih kuat. Saat pelanggan menerima email dari alamat yang mencantumkan nama bisnis Anda, lambat laun bisnis Anda akan terpatri dalam benak mereka. Data bisnis lebih aman di dalam Vault Photo Credit: Lukas Blazek (Unsplash) Selama ini, Anda mungkin telah mengenal Google Drive sebagai platform penyimpanan data berbasis cloud yang dikembangkan Google. Di samping itu, ada pula Vault yang bisa dikatakan sebagai versi lebih canggih dari Drive. Vault merupakan layanan pengarsipan buatan Google. Fungsinya pun serupa, yakni menyimpan dan melindungi data, termasuk data bisnis. Hanya saja, Vault dilengkapi dengan sistem teknologi keamanan yang lebih advanced. Pada Vault, Anda bisa menentukan berapa lama data akan disimpan dan siapa saja yang berhak mengaksesnya. Mengingat banyaknya data penting bisnis yang harus dilindungi, Vault dapat menjadi perangkat terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun, untuk bisa menggunakan Vault, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Business Plus atau Enterprise. Mengetahui efektivitas kerja melalui Work Insights Photo Credit: Carlos Muza (Unsplash) Produktivitas menjadi salah satu kunci penting kesuksesan suatu bisnis. Memahami betul hal tersebut, Google Workspace pun hadir dengan fitur Work Insights. Melalui fitur ini, Anda bisa mendapatkan insight atau data terkait penggunaan Google Workspace oleh para anggota tim. Tak hanya menyediakan informasi tentang intensitas pemakaian Google Workspace, Work Insights bahkan menyajikannya secara detail berdasarkan level produktivitas, kolaborasi, dan adopsi. Dengan begini, akan mudah bagi Anda untuk mengetahui preferensi tim. Misalnya, data dari Work Insights menunjukkan bahwa hanya ada 58% anggota tim yang menggunakan Sheets. Sementara itu, pemakaian Gmail justru mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa tim bisnis Anda nyaman menggunakan Gmail untuk keperluan kerja sehari-hari.   Melalui berbagai aplikasi dan fitur-fitur pendukungnya, Google Workspace hadir untuk membantu para pelaku bisnis dalam mempermudah pekerjaan. Agar bisa menggunakannya secara optimal tanpa batasan, Anda bisa upgrade langganan Google Workspace ke versi premium. Google Workspace menawarkan beberapa edisi premium yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Untuk mengetahui perbedaan masing-masing edisi tersebut, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebagai alternatif, Anda juga bisa klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!    

Gmail, Google Workspace, Produktivitas

5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File

  Sejak pertama kali diluncurkan pada 2012, Google Drive dikenal sebagai layanan penyimpanan file berbasis cloud yang dikembangkan oleh Google. Fungsi Google Drive sangatlah banyak. Hanya dengan memiliki akun Gmail, Anda bisa menggunakan Google Drive secara gratis dengan kapasitas penyimpanan sebesar 15 GB.  Namun, lebih dari sekadar platform untuk menyimpan file, fungsi Google Drive sebetulnya mencakup banyak area lain. Mulai dari berkolaborasi mengedit dokumen hingga backup percakapan WhatsApp, berikut ini berbagai aktivitas yang juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan Google Drive. Mengedit dokumen secara kolaborasi Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Melalui Google Drive, Anda bisa membuat dokumen baru dalam bentuk Doc, Sheet, maupun Slides. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, maka proses editing berbagai dokumen tersebut bisa dilakukan oleh banyak orang dari tempat berbeda sekali pun. Anda hanya perlu share dokumen yang dimaksud ke orang-orang tertentu dan mengaktifkan akses editing. Bahkan di dalam dokumen pun Anda bisa saling berkomunikasi melalui fitur Chat. Tidak ketinggalan fitur Comment yang memungkinkan Anda dan orang lain untuk memberi masukan pada bagian tulisan tertentu. Kabar baiknya lagi, Google Drive memiliki fitur Autosave sehingga setiap dokumen Anda akan tersimpan secara otomatis selagi Anda mengerjakannya. Anda pun tak perlu khawatir progress tulisan hilang hanya karena lupa menekan tombol Save. Menerjemahkan hasil tulisan Photo Credit: Pixabay (Pexels) Berkat integrasi dengan produk-produk Google lainnya, fungsi Google Drive pun bisa Anda rasakan secara maksimal. Salah satunya adalah integrasi antara Google Drive dan Google Translate. Melalui kerja sama ini, Anda bisa dengan mudah menerjemahkan tulisan dalam suatu file ke bahasa yang Anda kehendaki. Caranya pun sangat mudah. Mulanya, Anda hanya perlu membuka dokumen yang diinginkan. Jika sudah, klik opsi Tools dan pilih Translate Document. Anda bisa langsung memilih bahasa sesuai kebutuhan penerjemahan dokumen. Konversi file PDF menjadi teks Photo Credit: JESHOOTS.COM (Unsplash) Pernahkah Anda mendapatkan file penting dalam format PDF, yang membuat Anda jadi tidak bisa mengeditnya secara leluasa? Mulai sekarang, Anda tak perlu bingung lagi karena fungsi Google Drive juga mencakup konversi file PDF menjadi bentuk Docs yang bisa diedit. Caranya, cukup unggah file PDF ke Google Drive. Bagi yang mengunduh file PDF dari Gmail, Anda bisa langsung menyimpannya di Google Drive. Setelah itu, klik kanan pada file tersebut dan pilih opsi Open with Google Docs. Kini Anda sudah bisa mengakses file dalam bentuk Docs sehingga pengeditan pun jauh lebih mudah. Membuat catatan menggunakan Google Keep Photo Credit: Kelly Sikkema (Unsplash) Bagi yang sehari-hari memiliki jadwal padat, kemungkinan besar Anda harus mencatat daftar pekerjaan dan deadline agar tidak ada yang terlewat. Biasanya, kebanyakan orang akan mengunduh aplikasi khusus pada smartphone atau komputer mereka. Namun, jika menggunakan Google Drive, Anda tak lagi perlu mengunduh apa pun karena Google Drive telah terintegrasi dengan Google Keep. Bagi yang belum tahu, Google Keep adalah aplikasi pencatat berbasis web. Anda bisa menulis dan menyimpan catatan apa pun pada Google Keep ini, baik itu jadwal deadline, materi untuk meeting, bahkan hingga daftar belanjaan. Tak perlu lagi mencatat secara manual dengan kertas atau menggunakan aplikasi tambahan. Backup percakapan WhatsApp Photo Credit: Anton (Pexels) Para pengguna perangkat Android bisa memanfaatkan fungsi Google Drive sebagai media backup percakapan WhatsApp. Buka aplikasi WhatsApp pada smartphone Anda, lalu buka Menu > Settings > Chats > Chat Backup. Setelah itu, klik Backup to Google Drive dan pilih frekuensi backup yang diinginkan. Dengan begini, berbagai percakapan, foto, dan video penting yang ada di WhatsApp pun aman tersimpan. Jika suatu hari nanti Anda berganti perangkat Android baru, riwayat chat dan media tidak akan hilang karena telah tersimpan di Google Drive.   Berbagai fungsi Google Drive di atas bisa Anda dapatkan secara gratis, dengan kapasitas penyimpanan hanya sebesar 5 GB. Namun, dengan berlangganan Google Workspace, Anda bisa upgrade kapasitas tersebut hingga 5 TB. Bahkan bukan hanya layanan premium Google Drive yang bisa Anda dapatkan, tapi juga Google Meet, Gmail, dan masih banyak lagi. Temukan paket berlangganan Google Workspace yang paling pas dengan Anda dengan klik di sini. Setelah itu, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Google Workspace dan merasakan fungsi Google Drive secara optimal!      

Info

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive – Berbagai institusi pendidikan telah menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Dari sekian banyak aplikasi yang tersedia dalam Google Workspace for Education, Gmail dan Google Drive menjadi yang sering digunakan. Melalui Gmail, pengajar dan murid bisa saling berkomunikasi dan mengirimkan email. Sementara itu, Google Drive digunakan untuk menyimpan berbagai data institusi. Mengingat fungsi Gmail dan Google Drive yang begitu krusial, wajar apabila Anda mempertanyakan keamanan datanya. Namun, Anda tak perlu khawatir karena Google berkomitmen melindungi data para penggunanya secara optimal. Tentunya melalui berbagai teknologi dan infrastruktur yang disematkan pada Gmail dan Google Drive, khususnya untuk keperluan Google Workspace for Education. Berbasis cloud dan menerapkan teknologi enkripsi Photo Credit: Jay Wennington (Unsplash) Gmail dan Google Drive menerapkan sistem berbasis cloud yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses kedua aplikasi tersebut dari mana saja dan kapan saja. Di satu sisi, hal ini menawarkan suatu kepraktisan. Namun, di sisi lain, beberapa dari Anda mungkin khawatir tentang keamanan data di dalamnya. Sistem cloud memang memudahkan Anda mengakses data yang tersimpan pada Gmail dan Google Drive. Namun, bukan berarti semua orang bisa melakukannya begitu saja. Google telah mengaplikasikan berbagai sistem keamanan untuk melindungi data Anda. Dalam setiap produk dan layanannya, Google selalu menerapkan enkripsi HTTPS. Protokol satu ini telah aktif secara otomatis untuk seluruh pengguna. Dengan adanya enkripsi tersebut, hanya pemilik data yang bisa mengakses dan membaca data mereka. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada penyimpanan data di Google Drive, tapi juga akses email di Gmail. Dengan kata lain, sangat aman bagi Anda untuk mengakses data di Gmail dan Google Drive melalui koneksi internet. Google tidak berhak atas data yang disimpan institusi Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Lalu, bagaimana dengan Google sendiri? Apakah data-data yang Anda simpan dalam produk mereka akan bisa diakses oleh Google? Tentu saja tidak. Sebagai pemilik data, Anda memiliki kontrol penuh atas data yang diunggah atau disimpan di Gmail dan Google Drive. Apa pun jenis data yang Anda letakkan dalam sistem Google, baik itu berupa informasi personal, tugas sekolah, maupun kekayaan intelektual, Google tidak berhak mengaksesnya. Agar bisa mengontrol data-data tersebut, Anda sebagai pemilik data dibekali dengan perangkat dari Google untuk menghapus atau memindahkan data. Bahkan jika seandainya suatu hari Anda memutuskan berhenti menyimpan data di Gmail atau Google Drive, Google tidak akan menghalangi Anda dan tetap melindungi data Anda. Fitur Data Loss Prevention untuk mencegah data hilang Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Demi bisa melindungi data pengguna secara optimal, Google juga menyertakan fitur Data Loss Prevention (DLP) dalam sistem keamanan mereka. DLP memungkinkan Anda mengatur konten atau data mana saja di dalam Google Drive yang bersifat sensitif dan tidak bisa dibagikan ke orang di luar organisasi. Setelah itu, DLP akan melakukan pemindaian terhadap konten di dalam Google Drive untuk mencari adanya pelanggaran. Jika memang ditemukan pelanggaran, DLP akan segera mengambil tindakan atau memberi “hukuman” sesuai yang telah Anda tentukan sebelumnya.  Tidak hanya itu, DLP juga akan memberikan peringatan kepada Anda sebagai pemilik data di Google Drive. Dengan adanya DLP ini, kasus kebocoran data pun dapat diminimalisir. Google selalu memberikan update terhadap sistem keamanan produk-produk mereka, tidak terkecuali Gmail dan Google Drive yang digunakan untuk keperluan Google Workspace for Education. Adanya sistem keamanan canggih memungkinkan Google untuk melindungi data Anda secara optimal. Jadi, mulai sekarang tak perlu khawatir menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Buktikan sendiri dengan mendaftar Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Dapatkan segera di sini!

gmail mode rahasia
Email, G Suite, Gmail

Gmail Memberikan Fitur Terbaru Yaitu Kirim Email Mode Rahasia

Gmail bisa kirim email mode rahasia – Google baru saja memberikan update bahwa ada fitur terbaru yang akan hadir pada tanggal 25 juni 2019. Pengguna Gmail dapat melindungi informasi sensitif dari cara menggunakan mode rahasia Gmail. Penerima pesan dalam mode rahasia tidak bisa untuk meneruskan, menyalin, mencetak, atau mendownload pesan, termasuk lampiran. Pengguna bisa menetapkan tanggal habis masa berlaku pesan, mencabut akses pesan kapan saja, dan mewajibkan kode verifikasi SMS untuk mengakses pesan. Yang perlu dicatat adalah walaupun mode rahasia bisa mencegah penerima berbagi email (forward, reply, download) , mode ini tidak mencegah penerima mengambil screenshot atau foto atau lampiran Anda Cara Gmail mengirim pesan Saat seseorang mengirim pesan mode rahasia, Gmail menghapus isi pesan dan lampiran apa pun dari salinan pesan penerima. Isi pesan dan lampiran tersebut akan diganti dengan link ke konten. Klien Gmail menampilkan konten yang ditautkan seolah-olah konten tersebut merupakan bagian dari pesan. Klien email pihak ketiga menampilkan link sebagai pengganti konten. Menonaktifkan atau mengaktifkan Sebagai admin G Suite, Anda dapat menonaktifkan atau mengaktifkan mode rahasia Gmail untuk seluruh domain atau unit organisasi tertentu. Menonaktifkan fitur mode rahasia Gmail akan mencegah pengguna mengirim pesan dalam mode rahasia. Jika Anda ingin memblokir semua pesan masuk dalam mode rahasia, buat aturan kepatuhan untuk memblokir pesan masuk. Cara menonaktifkan atau mengaktifkan  bagi domain Anda: Dari Halaman beranda konsol Admin, buka AplikasiG SuiteGmail. Di Setelan pengguna, hapus centang atau centang kotak Aktifkan mode rahasia. Simpan perubahan. Cara menonaktifkan atau mengaktifkan bagi unit organisasi: Dari Halaman beranda konsol Admin, buka AplikasiG SuiteGmail. Di sebelah kiri, pilih unit organisasi yang diinginkan. Klik Setelan pengguna, lalu pilih unit organisasi yang diinginkan di sisi kiri jendela. Hapus centang atau centang kotak Aktifkan mode rahasia. Klik Simpan.  

Scroll to Top