Google

Google Docs, Google Workspace

Cara Mengedit Google Docs secara Offline Dengan Mudah

Cara Mengedit Google Docs – Selama ini, Google Docs dikenal sebagai layanan pembuatan dokumen berbasis online. Namun, sebetulnya Anda tidak harus selalu terhubung dengan internet untuk bisa mengakses dokumen di Google Docs. Ini karena sebetulnya Google Docs juga bisa Anda akses dalam mode offline! Tak dapat dipungkiri bahwa kita tidak selamanya berada di tempat dengan koneksi internet lancar. Padahal, pekerjaan tetap harus diselesaikan. Di sinilah penggunaan Google Docs akan sangat membantu Anda. Lantas, bagaimana cara mengedit Google Docs secara offline? Simak penjelasannya berikut ini! Hal yang harus diperhatikan sebelum mengaktifkan mode offline Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Sebelum mengetahui cara mengedit Google Docs secara offline, pastikan Anda masih punya space yang cukup untuk menyimpan dokumen di perangkat. Selain itu, perhatikan pula sejumlah hal penting di bawah ini: Sambungkan dulu perangkat Anda dengan koneksi internet yang stabil. Wajib menggunakan browser Google Chrome untuk membuka Google Docs. Pasang dan aktifkan extension Chrome yang bernama Google Docs Offline. Jangan menggunakan mode private browsing.  Cara mengedit Google Docs secara offline Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Setelah memastikan bahwa Anda melakukan berbagai poin penting di atas, kini saatnya Anda mengaktifkan mode offline untuk mengedit Google Docs. Caranya sama sekali tidak sulit, Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Drive. Pada bagian kanan atas halaman, klik Settings. Klik centang pada bagian Offline settings Buka dokumen yang mau Anda edit pada Google Docs. Penting diketahui bahwa saat Anda mengaktifkan mode Offline melalui Google Drive, bukan hanya Google Docs yang bisa diedit secara offline, tapi juga Google Sheets dan Google Slides. Namun, jika Anda mengaktifkan mode offline melalui menu Settings di dalam Google Docs, maka Google Sheets dan Google Slides tidak bisa diakses secara offline. Selain itu, saat menerapkan cara mengedit Google Docs secara offline, perhatikan pula akun Google Anda. Apabila Anda ingin mengaktifkan mode offline melalui akun Google lain, pastikan Anda sudah sign in dengan menggunakan profil Chrome yang tepat. Memilih dokumen agar bisa diakses secara offline Photo Credit: Benjamin Dada (Unsplash) Sebelum menerapkan cara mengedit Google Docs secara offline, tadi Anda telah diminta untuk memastikan agar kapasitas space penyimpanan masih memadai. Hal ini penting dilakukan karena beberapa dokumen Anda akan tersimpan otomatis secara offline. Jika kapasitas penyimpanan cenderung menipis, tentu akan sulit bagi Google Docs untuk menyimpan dokumen Anda. Namun, apabila memang kondisi kapasitas penyimpanan sedang menipis, Anda tidak perlu khawatir. Google telah menyediakan opsi untuk memilih manual dokumen-dokumen yang hendak disimpan secara offline. Caranya adalah seperti berikut: Aktifkan akses offline di Google Drive dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Buka menu home screen Google Docs. Klik More pada dokumen yang ingin Anda akses secara offline. Klik opsi Available Offline. Nantinya akan muncul tanda centang di bagian pojok kiri bawah untuk menunjukkan bahwa dokumen tersebut sudah bisa diakses secara offline. Cara mengedit Google Docs secara offline ternyata sangat mudah diterapkan, bukan? Tidak hanya Google Docs, sebetulnya Google Slides dan Google Sheets juga bisa diakses dalam mode offline. Rasakan pengalaman maksimal menggunakan ketiganya dengan berlangganan Google Workspace. Google Workspace adalah layanan berisi satu set aplikasi penunjang produktivitas. Jadi, tidak hanya Google Docs, Slides, dan Sheets, Google Workspace juga menyediakan akses terhadap produk-produk Google lain seperti Drive, Meet, dan Gmail. Dengan berlangganan, Anda akan mendapatkan banyak benefit yang tidak tersedia jika Anda menggunakan produk secara gratis. Ingin tahu apa saja benefit tersebut? Hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace sekarang juga!

Google Workspace

Kelebihan Google Docs untuk Membuat Dokumen Secara Efektif

Kelebihan Google Docs untuk Membuat Dokumen – Google Docs adalah layanan berbasis web dari Google yang ditujukan untuk aktivitas mengolah kata atau membuat dokumen. Pada dasarnya, fungsinya mirip dengan Microsoft Word yang digunakan banyak orang untuk melakukan aktivitas serupa. Namun, Google Docs menawarkan sejumlah kelebihan yang dapat memudahkan proses pembuatan dokumen Anda. Apa saja kelebihan Google Docs tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini! Mudah kolaborasi mengerjakan dokumen yang sama Photo Credit: Ron Lach (Pexels) Salah satu kelebihan utama yang ditawarkan Google Docs adalah fitur kolaborasi. Satu dokumen Google Docs dapat dikerjakan bersama-sama oleh banyak orang sekaligus. Lalu, karena sifatnya yang berbasis web, Anda dan tim pun bisa mengaksesnya dari mana pun dan kapan pun. Sebagai contoh, katakanlah Anda baru saja selesai menulis dokumen dan membutuhkan bantuan untuk proofread dan editing. Anda bisa langsung mengundang editor atau rekan kerja lain untuk membaca dan mengedit hasil tulisan Anda di Google Docs. Tenang saja, Anda dapat mengontrol agar orang-orang tertentu saja yang memberikan perubahan pada tulisan Anda. Tidak hanya itu, kolaborasi juga bisa dilakukan melalui chat dan comments. Jadi, jika misalnya Anda dan tim sedang online dalam waktu bersamaan, Anda bisa berkomunikasi melalui fitur chat di dalam Google Docs. Tidak ketinggalan fitur comments untuk memberikan komentar atau masukan pada bagian tulisan tertentu. Bisa melacak perubahan pada dokumen Photo Credit: Startup Stock Photos (Pexels) Berkolaborasi artinya akan ada perubahan pada dokumen yang Anda kerjakan. Tak perlu khawatir karena kelebihan Google Docs juga mencakup fitur Track Changes pada dokumen. Artinya, Anda bisa melacak setiap perubahan yang terjadi pada dokumen, baik secara real-time maupun tidak. Dengan begini, Anda jadi bisa lebih mudah memonitor progress dari suatu pengerjaan dokumen. Berdasarkan hal tersebut, nantinya Anda dapat mengambil langkah follow up yang sesuai sehingga dokumen pun dapat selesai tepat waktu. Tak perlu khawatir lupa menyimpan dokumen Photo Credit: Courtney Corlew (Unsplash) Salah satu kekhawatiran yang umum dirasakan saat membuat dokumen adalah perangkat mati karena listrik padam. Padahal, Anda belum sempat menyimpan tulisan. Alhasil saat perangkat sudah bisa dinyalakan, progress tulisan Anda tidak dapat terselamatkan. Dengan menggunakan Google Docs, Anda tak perlu khawatir akan hal tersebut karena sudah adanya fitur AutoSave. Selagi Anda mengetik atau mengerjakan dokumen, Google Docs akan secara otomatis menyimpan pekerjaan Anda. Kelebihan Google Docs satu ini tentu akan membantu Anda menghemat banyak waktu karena Anda tak perlu berulang kali menekan tombol Save. Anda pun bisa lebih fokus mengerjakan dokumen hingga selesai. Akses membuat dokumen di berbagai perangkat Photo Credit: Chris Spiegl (Unsplash) Umumnya, penulisan suatu dokumen memang dilakukan di perangkat desktop atau laptop. Namun, pada saat-saat tertentu atau darurat, tidak menutup kemungkinan Anda harus mengakses dokumen tersebut melalui perangkat lain seperti tablet atau smartphone.  Anda tak perlu khawatir akan hal tersebut selama menggunakan Google Docs. Inilah kelebihan Google Docs yang lain, yaitu dapat diakses dari berbagai perangkat. Karena adanya fitur AutoSave, Google Docs pun akan selalu menampilkan versi terbaru dari dokumen Anda meskipun Anda mengaksesnya dari perangkat berbeda. Tetap kompatibel dengan Microsoft Word Photo Credit: Romain V (Unsplash) Apakah ada dari Anda yang saat ini masih menggunakan Microsoft Word untuk membuat dokumen? Tak perlu khawatir karena Google Docs sudah sangat kompatibel dengan aplikasi Microsoft Word. Anda bisa membuka dan mengedit dokumen Microsoft Word secara langsung di Google Docs dengan memasang extension Chrome khusus. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengunduh file Google Docs dalam format Word (.docx). Caranya pun sangat mudah diterapkan. Buka dokumen yang hendak diunduh, lalu klik File – Download – Microsoft Word (.docx). Sebaliknya, Anda juga dapat mengunggah dokumen Word ke Google Docs secara mudah. Tenang saja, konten dokumen yang Anda unggah maupun unduh tidak akan berubah formatnya. Berbagai kelebihan Google Docs tersebut dapat mendukung proses pembuatan dokumen Anda. Pengalaman dalam menggunakan Google Docs tersebut bisa lebih optimal dengan berlangganan Google Workspace, layanan berisi ragam aplikasi buatan Google yang fokus menunjang pekerjaan serta produktivitas Anda. Jadi, tak hanya Google Docs, Anda juga akan mendapatkan akses maksimal untuk menggunakan Google Sheets, Google Slides, Gmail, Drive, Calendar, dan masih banyak lagi. Cara berlangganan Google Workspace pun sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi penjualan produk-produk Google di Indonesia. Langsung saja klik di sini untuk berlangganan Google Workspace!

Chromebook, Info

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis?

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis – Di dunia bisnis, laptop digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Sebut saja menyusun laporan keuangan, menyiapkan deck untuk presentasi dengan calon klien, hingga membuat strategi marketing baru. Mengingat fungsinya yang begitu krusial, sudah seharusnya Anda dan tim di kantor menggunakan laptop yang mampu membantu meningkatkan bisnis. Google Chromebook adalah solusinya. Walau mungkin selama ini lebih dikenal sebagai perangkat untuk pendidikan, Chromebook sebetulnya juga dapat digunakan pada bidang bisnis. Berbasis sistem operasi Chrome Enterprise, Chromebook akan mempermudah pekerjaan bisnis Anda melalui ragam fitur terbaik. Apa saja keunggulan yang bisa Anda rasakan dengan menggunakan laptop Chromebook untuk bisnis? Simak uraiannya berikut ini! Peningkatan produktivitas di berbagai aspek Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Chromebook untuk keperluan bisnis telah dibekali dengan sistem operasi Chrome Enterprise yang performanya begitu powerful. Alhasil, dengan menggunakan Chromebook, produktivitas kerja Anda dan tim pun bisa meningkat, bahkan di banyak aspek sekaligus. Proses booting Chromebook hanya membutuhkan waktu 6 detik, sehingga tak perlu lagi menunggu lama hingga laptop bisa dipakai bekerja. Selama bekerja, Anda tak akan terganggu dengan pesan notifikasi update karena proses update pada Chromebook berlangsung di background. Tak perlu lagi melakukan image updates secara manual karena sistem operasi pada Chromebook akan update otomatis. Bersifat scalable, sehingga pemakaiannya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Berbasis cloud, cocok untuk tim yang tersebar di banyak tempat Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Bagi Anda yang memiliki tim dengan anggota tersebar di berbagai tempat, Chromebook akan sangat memudahkan pekerjaan Anda. Berbasis cloud, berbagai dokumen dan fitur Chromebook pun bisa Anda akses dari mana pun dan kapan pun. Terlebih jika Anda mengintegrasikan Chromebook dengan Google Workspace, kolaborasi kerja pun jadi semakin mudah dilakukan. Anda dan tim bisa share Google Calendar untuk mengetahui siapa saja yang bisa menghadiri meeting tim pada jam tertentu atau anggota mana yang sedang bekerja di luar. Tidak hanya itu, tentunya Anda juga bisa bekerja menggunakan Google Docs, Sheets, atau Slides dengan banyak orang sekaligus dalam satu dokumen secara efisien. Sedangkan untuk kebutuhan penyimpanan dan sharing dokumen, tersedia Google Drive yang begitu mudah diakses. Memberikan proteksi dari ransomware Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Google memahami bahwa peningkatan bisnis tidak bisa hanya melalui kecanggihan fitur-fitur Chromebook. Keamanan pengguna juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Itulah kenapa Google membekali Chromebook dengan sistem proteksi dari malware dan ancaman lain seperti phishing atau jebakan software mencurigakan lain. Dengan adanya sistem keamanan optimal, Anda dan tim pun dapat bekerja secara lebih lancar. Privasi dan kerahasiaan data yang tersimpan dalam Chromebook juga akan terjaga. Berikut ini beberapa solusi yang diterapkan Google pada Chromebook: Chrome OS menggunakan ClusterFuzz untuk menemukan potensi kerentanan keamanan secara cepat agar tidak sampai berdampak pada pengguna. Anda dan tim pun bisa fokus bekerja tanpa khawatir akan kebocoran atau serangan eksternal. Update dilakukan secara otomatis pada background sehingga sistem keamanan selalu up-to-date tanpa mengganggu workflow Anda dan tim. Lalu, karena Chromebook berbasis cloud, data Anda akan tetap tersimpan aman selama update berlangsung. Fitur Chromebook bernama Google Security Module memastikan bahwa seluruh data yang tersimpan di perangkat Chromebook selalu terenkripsi secara default. Melalui konsol Google Admin, Anda bisa melakukan blacklist terhadap situs-situs tertentu untuk mencegah anggota tim mengakses situs-situs berbahaya. Bantu menghemat bujet perusahaan Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Dengan menggunakan fitur Chrome Enterprise pada Google Chromebook, Anda bisa menghemat pengeluaran bisnis secara signifikan. Anda tak perlu lagi membayar license untuk software antivirus, enkripsi, OS patches, update sistem, dan backup karena semua telah tertanam pada Chrome Enterprise. Bahkan menurut riset yang dilakukan Forrester pada 2018, organisasi yang menggunakan license hardware dan software Chrome mampu menghemat pengeluaran hingga 1,5 juta Dolar. Pihak perusahaan bahkan mengaku bahwa harga Chromebook relatif lebih rendah jika dibandingkan perangkat bawaan dari perusahaan mereka. Artinya, Anda pun bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain yang lebih penting, misalnya marketing campaign atau sales. Perangkat Google Chromebook dapat menjadi paket lengkap bagi Anda dalam meningkatkan bisnis. Tak hanya dibekali dengan ragam fitur Chromebook yang sesuai kebutuhan, harga Chromebook pun relatif terjangkau. Buktikan sendiri kehebatan Chromebook dengan membeli perangkatnya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Bahkan tak hanya Chromebook, EIKON Technology juga menyediakan beragam produk hardware dan software lain produksi Google. Sebut saja Chromebox dan Google Workspace. Klik di sini untuk mendapatkan Google Chromebook sekarang juga!

Chromebook, Productivity, Technology

Upgrade Fitur Pendidikan Online di Perangkat Chromebook

Fitur Pendidikan Online – Sejak tahun lalu, kegiatan belajar dan mengajar di seluruh dunia telah berpindah ke ranah online demi menghambat penyebaran virus COVID-19. Google Chromebook menjadi salah satu perangkat yang diandalkan untuk melangsungkan aktivitas pendidikan online. Kemudahan pemakaian, sehingga mempercepat adaptasi, menjadi alasan utama Chromebook digunakan banyak pengajar dan pelajar. Demi terus menunjang kualitas pendidikan online di penjuru dunia, Google tak hanya rutin melakukan update sistem operasi, tapi juga upgrade fitur pada perangkat Chromebook. Cari tahu apa saja upgrade fitur tersebut melalui uraian berikut ini! Perangkat screen recording baru Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Sejak sebelum pandemi, sudah banyak pengajar atau edukator yang merekam sesi pembelajaran untuk membantu murid mengerjakan tugas atau belajar sebelum ujian. Kebutuhan tersebut meningkat selama setahun belakangan ini mengingat pembelajaran dilakukan secara virtual. Didasari kebutuhan tersebut, Google pun menghadirkan perangkat screen recording baru pada Chrome OS. Fitur ini sudah bisa Anda dapatkan melalui update Chromebook terbaru pada Maret 2021 lalu. Berkat adanya perangkat tersebut, para pengajar dan pelajar pun kini bisa dengan mudah merekam sesi pembelajaran dan memutarnya kembali untuk review. Lebih mudah kelola Chromebook dengan Google Admin Console Photo Credit: Artem Podrez (Pexels) Demi menunjang kegiatan pendidikan online, banyak sekolah di berbagai negara yang membeli ratusan bahkan ribuan perangkat Chromebook untuk staff pengajar dan para murid. Dengan begitu banyaknya Chromebook, pihak sekolah mungkin akan kesulitan untuk mengelolanya. Namun, kekhawatiran tersebut telah mendapatkan solusi dari Google dalam bentuk Google Admin Console. Google Admin Console adalah sebuah laman atau space yang ditujukan bagi administrator atau super admin untuk melakukan berbagai pengaturan terhadap perangkat Chromebook. Ya, bahkan untuk ratusan hingga ribuan perangkat Chromebook sekaligus. Melalui Google Admin Console, pihak admin bisa mengaktifkan akun baru, menambah atau membatasi akses, dan sebagainya. Kabar baiknya lagi, Google Admin Console juga dilengkapi fitur Zero Touch Enrollment yang memungkinkan admin untuk mengaktifkan dan mengelola banyak perangkat Chromebook sekaligus dari jarak jauh. Akses untuk murid penyandang disabilitas Photo Credit: Marcus Aurelius (Pexels) Google berkomitmen memberikan akses pendidikan online untuk seluruh murid dengan kondisi apa pun, termasuk murid penyandang disabilitas. Sejumlah upgrade fitur pun dilakukan demi mewujudkan hal tersebut. Beberapa upgrade tersebut dapat Anda dapatkan melalui ChromeVox, perangkat screen reader pada Chromebook. Salah satu bentuk upgrade tersebut adalah fitur peralihan suara yang otomatis akan mengubah suara pembaca tulisan layar sesuai dengan bahasa pada teks. Tak hanya itu, Google juga memberikan upgrade pada Meet di Chromebook. Aplikasi video conference satu ini menerima peningkatan performa pada kualitas dan video. Alhasil, aktivitas pembelajaran online lewat video pun bisa berlangsung lebih mulus. Fitur khusus untuk keterlibatan orang tua Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Dengan pembelajaran online yang berlangsung dari rumah masing-masing, bantuan dan partisipasi orang tua pun semakin dibutuhkan untuk mendukung pendidikan anak. Google pun menambahkan fitur khusus yang memungkinkan orang tua melakukan hal tersebut sambil tetap memastikan bahwa anak-anak mereka beraktivitas online secara aman. Kini orang tua bisa menambahkan akun Google Workspace for Education pada akun Google personal anak dan mengelolanya melalui fitur Family Link. Melalui adanya upgrade fitur ini, orang tua bisa menentukan situs dan aplikasi mana saja yang bisa diakses anak sambil tetap mengawasinya. Di sisi lain, anak tetap dapat mengakses situs dan aplikasi yang mereka butuhkan secara aman dengan menggunakan akun dari sekolah. Kini melangsungkan kegiatan pendidikan online jadi semakin mudah dan aman berkat beragam upgrade fitur pada Google Chromebook. Kabar baiknya lagi, tahun ini Google meluncurkan 40 perangkat Chromebook baru dengan berbagai fitur yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Anda bisa mendapatkan salah satunya melalui EIKON Technology. Sebagai reseller resmi perangkat Google yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology tak sekadar menjual Chromebook, tapi juga akan membantu Anda dalam adaptasi penggunaannya. Bahkan jika Anda membutuhkan perangkat Google lain untuk memaksimalkan performa Chromebook, tim EIKON Technology akan siap melayani Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Segera dapatkan perangkat Chromebook melalui EIKON Technology untuk mengoptimalkan aktivitas pendidikan online!

Education

Fitur Baru Google for Education untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

Fitur Baru Google for Education untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran – Google for Education dirancang untuk mempermudah aktivitas belajar dan mengajar secara online. Manfaatnya semakin terasa di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, yang belum memungkinkan para pengajar dan murid bertatap muka langsung. Melalui pemakaian Google for Education, peningkatan mutu pembelajaran sangat mungkin dilakukan walau seluruh aktivitas bersifat online. Terlebih, Google for Education telah dibekali berbagai fitur baru yang akan semakin memaksimalkan kolaborasi pendidikan antara pengajar dan para murid. Fitur untuk pengajar dan pelaku pendidikan Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Sejak awal, Google berkomitmen menciptakan teknologi yang mampu membantu para pengajar dan pelaku pendidikan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Tentunya melalui fitur-fitur yang simpel, tepat sasaran, dan mampu membantu murid mereka memenuhi potensialnya. Analytics pada Google Classroom Tahun ini, akan ada banyak fitur baru yang disematkan pada Google Classroom. Salah satu yang paling diantisipasi adalah versi update dari analytics. Melalui fitur ini, para pengajar akan mengetahui data penggunaan murid sehingga bisa lebih cepat menyiapkan kelas online. Add-ons untuk Google Classroom Dengan adanya add-ons, para pengajar dapat menghubungkan perangkat third-party favorit mereka pada Google Classroom. Tidak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan akses lebih mudah untuk memonitor interaksi para murid di Google Classroom. Dari sini, pengajar bisa mengetahui murid mana yang masih tertinggal. Kontrol lebih pada Google Meet Peningkatan mutu pembelajaran juga diberikan Google melalui fitur baru pada Google Meet. Nantinya, pengajar akan memiliki kontrol lebih saat menggunakan Google Meet untuk kepentingan kelas online. Mereka berhak mengatur siapa saja yang bisa bergabung video call di Google Meet, mengaktifkan mute pada semua peserta, hingga mengakhiri panggilan pada semua peserta. Screen recording Sebagai sistem operasi yang menjadi tenaga utama di balik Google for Education, Chrome OS akan mendapat fitur baru berupa screen recording. Dengan fitur ini, pengajar dan murid dapat merekam video instruksi pembelajaran secara real-time. Fitur untuk para murid Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Berbagai fitur baru Google for Education tidak hanya bisa dirasakan oleh pengajar, tapi juga para murid. Terlebih, bagaimanapun juga, peningkatan mutu pembelajaran hanya bisa dilakukan dengan partisipasi dari para murid. Ini dia beberapa fitur baru tersebut. Fitur offline pada Google Classroom Kini aplikasi Google Classroom untuk perangkat Android dapat diakses secara offline. Dengan begitu, para murid bisa mengunduh tugas-tugas mereka dan menyelesaikannya tanpa perlu bergantung pada koneksi internet. Upload tugas Fitur baru lain yang juga akan disematkan pada Google Classroom adalah upload gambar untuk tugas essay atau tugas-tugas bersifat paper-based. Para murid pun bisa mengumpulkan tugas mereka dengan lebih mudah. Ragam fitur aksesibilitas Sejumlah fitur baru terkait fungsi aksesibilitas juga akan ditambahkan pada Google for Education demi peningkatan mutu pembelajaran. Contohnya kursor berwarna pada Chromebooks dan akses Switch yang memungkinkan murid untuk belajar dengan perangkat sesuai kebutuhan mereka. Emoji pada Google Meet Tahun ini, murid bisa menggunakan reaksi Emoji pada Google Meet. Fitur ini memudahkan murid untuk meningkatkan keterlibatan mereka selama kelas, tentunya dengan cara menyenangkan. Selain itu, nantinya Google Meet juga akan bisa diakses walau dengan low bandwidth sekali pun. Dengan begitu, murid dengan koneksi internet lemah tetap bisa mengikuti kelas secara efektif. Itulah sejumlah fitur baru yang tahun ini akan disematkan pada Google for Education. Melalui fitur-fitur tersebut, para pengajar dan murid dapat menjalani aktivitas belajar dan mengajar secara lebih mudah dan menyenangkan. Alhasil, peningkatan mutu pembelajaran pun tidak mustahil dilakukan walau di tengah pandemi sekali pun. Segera daftar menjadi pengguna Google for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu melakukan transisi sehingga nantinya Anda bisa menggunakan fitur-fitur tersebut secara maksimal. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Bisnis, Cloud Computing, Google Cloud

Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis

Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis – Google Workspace adalah layanan berisi kumpulan aplikasi untuk menunjang produktivitas, kolaborasi, dan cloud computing yang dikembangkan oleh Google. Beberapa aplikasi tersebut adalah Gmail, Google Drive, Google Docs, Google Sheet, Google Slides, Google Meet, dan Google Calendar. Ketika pertama kali dirilis pada 2006, layanan unggulan Google ini dinamakan Google Apps for Your Domain, kemudian mengalami rebranding menjadi Google Suite atau G Suite pada 2016. Namun, pada 2020, rebranding kembali dilakukan dan G Suite berubah menjadi Google Workspace. Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis Umumnya, Google Workspace digunakan untuk keperluan bisnis karena adanya fitur untuk membuat alamat email khusus dengan domain buatan Anda sendiri. Untuk bisa menggunakan Google Workspace, Anda diharuskan berlangganan terlebih dulu. Ada tiga edisi atau level langganan yang dapat Anda pilih di Google Workspace, yaitu Business Starter, Business Standard, dan Business Plus. Detail perbedaannya dapat Anda lihat di bawah ini. Business Starter Level paling basic untuk langganan Google Workspace dinamakan Business Starter. Biaya langganan per bulannya pun paling rendah jika dibandingkan dengan dua level lain, yaitu hanya 6 Dolar atau sekitar Rp86.000 untuk setiap pengguna per bulannya. Biaya tersebut telah mencakup fitur email bisnis khusus dengan domain sendiri, tentunya dengan keamanan yang terjamin karena telah dilengkapi teknologi enkripsi. Anda juga mendapatkan akses untuk menggunakan berbagai aplikasi atau software kolaborasi seperti Google Docs, Google Slides, dan Google Sheet. Penyimpanan cloud-nya pun cukup besar, yakni mencapai 30 GB per pengguna. Selain itu, pengguna Google Workspace untuk edisi Business Starter juga bisa mengadakan rapat video atau video conference hingga seratus peserta. Business Standard Fasilitas dasar yang ditawarkan Google Workspace edisi Business Standard tidak jauh berbeda dari Business Starter. Pada edisi ini, pengguna juga bisa membuat alamat email dengan domain khusus serta menggunakan berbagai aplikasi atau software kolaborasi. Namun, ada sedikit perbedaan pada fitur penyimpanan cloud dan rapat video. Pengguna Google Workspace edisi Business Standard akan mendapatkan penyimpanan cloud dengan kapasitas sebesar 2 TB. Lalu, untuk fitur rapat video, pesertanya bisa mencapai 150 orang dan pengguna juga dapat merekam rapat selama video conference berlangsung. Untuk bisa menggunakan seluruh fasilitas yang ditawarkan edisi Business Standard ini, Anda harus membayar biaya langganan sebesar 12 Dolar atau sekitar Rp173.000 per bulan. Business Plus Sebagai edisi tertinggi dari Google Workspace, Business Plus menawarkan fitur yang paling advanced. Selain email dengan domain khusus dan aplikasi untuk berkolaborasi, pengguna Business Plus juga bisa menggunakan fitur eDiscovery yang tidak terdapat pada edisi Business Starter dan Business Standard. eDiscovery adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk menelusuri data Google Workspace organisasi berdasarkan filter tertentu, menyimpan data tanpa batas waktu, membekukan akun, hingga mengekspor data untuk diproses dan dianalisis. Di samping itu, edisi Business Plus juga menyediakan kontrol keamanan dan pengelolaan yang disempurnakan, termasuk pengelolaan endpoint tingkat lanjut. Sedangkan untuk penyimpanan cloud, kapasitasnya mencapai 5 TB per pengguna. Fasilitas rapat video dapat mencapai 250 peserta, dengan tambahan fitur recording dan absensi kehadiran. Setiap pengguna bisa berlangganan Google Workspace edisi Business Plus dengan membayar biaya 18 Dolar atau sekitar Rp260.000 per bulan. Dilengkapi berbagai aplikasi dan tools dengan fitur-fitur canggih, Google Workspace dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja. Kolaborasi dengan tim juga semakin mudah berkat adanya fitur-fitur penunjang. Segera pilih edisi Google Workspace yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, lalu hubungi EIKON Technology untuk langsung mendapatkannya! Tidak hanya menawarkan langganan Google Workspace dengan harga relatif terjangkau, Eikon Technology juga akan membantu Anda memilih layanan yang memang dibutuhkan perusahaan Anda.

Chromebook

Fitur terbaru Chromebook dalam Rangka Ulang Tahun ke-10 Chrome

Chromebook adalah notebook yang menjalankan sistem operasi rancangan Google, Chrome OS. Google pertama kali meluncurkan Chromebook pada 2011, bekerja sama dengan Samsung dan Acer. Tahun ini, tepatnya pada 9 Maret 2021 lalu, menandai sepuluh tahun kehadiran Chromebook di kalangan para pengguna. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna, Google berkomitmen untuk memberikan layanan computing yang lebih baik lagi. Berbagai fitur Chromebook terbaru pun diluncurkan bertepatan dengan hari spesial tersebut. Phone Hub, integrasi antara Chromebook dan perangkat Android Di era digital kini, rasanya hampir setiap orang menggunakan lebih dari satu perangkat untuk melakukan berbagai aktivitas. Tidak hanya untuk bekerja atau belajar, tapi juga berkomunikasi dengan orang-orang terdekat hingga menonton film. Memahami betul hal ini, Google menghadirkan fitur Chromebook baru bernama Phone Hub, sebuah control center yang memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan Chromebook dengan perangkat smartphone Android. Melalui Phone Hub, Anda dapat menerima sambungan telepon yang masuk ke smartphone Android lewat Chromebook. Anda juga bisa mengecek status baterai dan sinyal Android dari Chromebook. Tidak hanya itu, jika Anda menggunakan Chromebook, browser Chrome akan memunculkan tabs terakhir yang Anda buka di perangkat Android. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah meneruskan pekerjaan dari Android ke Chromebook. Nearby Share, mudahnya transfer file antar Chrome dan perangkat Android Fitur Chromebook satu ini baru akan muncul dalam beberapa bulan mendatang. Nearby Share memberikan kemudahan dalam proses transfer file antara Chromebook dan perangkat Android atau Chrome OS lain. Melalui Nearby Share, Anda bisa mengirim dan menerima file dari sesama pengguna Chromebook, perangkat Android, atau Chrome OS tanpa perlu berbagi detail kontak. Alhasil, rahasia dan keamanan files serta informasi pribadi pun tetap terjaga. Wi-Fi Sync, lebih cepat terhubung dengan koneksi Wi-Fi Koneksi internet tidak bisa dipisahkan dari kehidupan modern saat ini. Saat sedang berada di tempat publik seperti kafe atau co-working space, kemungkinan besar Anda pasti segera menyambungkan perangkat smartphone atau notebook dengan koneksi Wi-Fi. Demi mempermudah hal tersebut, Chrome telah meningkatkan performa Wi-Fi Sync pada Chromebook. Dengan adanya fitur ini, Chromebook Anda bisa langsung otomatis terhubung dengan jaringan Wi-Fi yang pernah Anda gunakan pada smartphone Android. Atau jika Anda pernah menggunakan jaringan Wi-Fi di perangkat Chrome OS lain, maka Chromebook juga akan otomatis terhubung dengan jaringan Wi-Fi tersebut selama data sign-in yang digunakan sama. Tombol baru Screen Capture di Quick Settings Merekam aktivitas layar (screen recording) dan menangkap gambar pada layar (screenshot) semakin mudah berkat adanya tool Screen Capture pada Chromebook. Fitur Chromebook satu ini dapat Anda temukan di menu Quick Settings, memungkinkan Anda untuk melakukan screenshot dan screen recording secara lebih cepat tanpa perlu menekan tombol shortcut pada keyboard. Benar-benar praktis dan menghemat waktu. Tote, space baru untuk simpan hasil rekam dan tangkap layar Begitu Anda selesai melakukan screenshot atau screen recording, hasilnya akan langsung muncul di Tote. Ini adalah fitur Chromebook baru berupa space untuk menyimpan berbagai file penting Anda. Akses menuju Tote pun sangat mudah, Anda hanya perlu membuka Tote dari Shelf. Di sini bukan hanya hasil screenshot dan screen recording yang akan tersimpan, tapi juga file hasil download dan file penting yang telah Anda tandai (pinned files). Clipboard dan Quick Answers, membantu tingkatkan produktivitas Chromebook digunakan banyak orang untuk melakukan berbagai hal produktif. Demi menunjang hal tersebut, Google memberikan upgrade pada Clipboard. Dengan fitur baru ini, Chromebook dapat menyimpan lima file terakhir yang Anda copy sehingga Anda bisa mem-paste file tersebut ke halaman baru tanpa perlu berganti windows. Untuk menggunakan Clipboard, Anda hanya perlu menekan Everything Button + V. Selain Clipboard, ada pula fitur Chromebook baru bernama Quick Answers. Jika Anda menemukan kata yang terdengar asing saat membaca sesuatu, Anda bisa klik kanan pada kata tersebut dan Quick Answers akan menawarkan bantuan informasi. Anda dapat memilih untuk mencari definisi dari kata tersebut, translasi ke bahasa lain, atau konversi satuan. Pada ulang tahunnya yang ke-10, Chromebook berkomitmen untuk terus meningkatkan produk dan layanan kepada para pengguna setianya. Berbagai fitur di atas hanyalah awal dari berbagai inovasi lain yang akan terus diluncurkan. Agar lebih maksimal dalam memanfaatkan fitur-fitur tersebut, Anda bisa mendapatkan Chromebook di EIKON Technology. 

Scroll to Top