EIKON Technology

Google Workspace

Calender, Google Workspace

Calendar User Availability API Meluncurkan Versi Beta, Bagaimana Cara Mendapatkan Aksesnya?

Calendar User Availability API akan segera hadir dalam versi beta. Nantinya, dukungan ini dapat digunakan untuk mengakses fitur lokasi kerja yang ada di Google Calendar secara terprogram. Untuk akses versi beta bisa Anda peroleh melalui Google Workspace Developer Preview Program. Sebelum mengajukan akses, ada baiknya Anda menyimak dokumentasi API terlebih dahulu sebagai persiapan. Langkah ini juga akan memudahkan Anda untuk memberikan feedback pengembangan API.  Cara kerja Calendar User Availability API Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur working location yang ada di Google Calendar merupakan cara yang mudah bagi pengguna untuk berbagi tempat mereka akan bekerja pada hari atau periode waktu tertentu. Hingga saat ini, hanya end-user yang dapat membuat entri kalender ini. Sekarang, informasi tersebut dapat dibaca dan ditulis menggunakan API untuk mengelola dan mengakomodasi kebutuhan karyawan Anda. Pelanggan mengandalkan aplikasi lain untuk mengatur konteks lokasi mereka, seperti memesan meja dengan alat pemesanan hot desk atau meminta dan mengatur hari untuk WFHdi alat manajemen SDM. Prosedur ini membuat end-user harus melakukan langkah-langkah yang sama secara berulang. Dengan API, lokasi kerja pengguna dapat diatur secara terprogram atau diakses langsung dari kalender pengguna ke aplikasi pihak ketiga lainnya. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Selain itu, dengan memunculkan konteks lokasi kerja ke dalam sistem dan alat lain seperti direktori tim internal, pelanggan dapat mengoptimalkan arus karyawan yang datang ke lokasi fisik kantor mereka. Anda juga dapat menggunakan API untuk mempersiapkan permintaan layanan makan, ruang konferensi, dan lainnya, berdasarkan data tersebut. Mulai menggunakan API Perlu diingat, Calendar User Availability API hanya dapat digunakan oleh administrator Workspace dan juga developer program, end-user tidak diperkenankan untuk mendapat aksesnya. Namun end-user bisa melakukan pengaturan pada fitur working location pada akun Google Workspace miliknya. Nah, sekarang mari simak panduan memulai Calendar User Availability API bagi administrator dan developer program. Untuk mulai menggunakan Working Location API, developer dapat mengajukan permohonan akses melalui Google Workspace Developer Preview Program. Nantinya Anda dapat menggunakan Calendar User Availability API untuk membaca dan menulis lokasi kerja pengguna. Penting untuk diingat, meski semua developer dapat menggunakan API, aplikasi yang dibuat menggunakan API hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki edisi Workspace yang memenuhi syarat. Di samping itu, Google juga telah menyediakan Help Center yang dapat diakses oleh para administrators jika mengalami kesulitan selama melakukan pengaturan working location bagi perusahaan mereka. End-user juga dapat mengakses Help Center untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur working location di Google Calendar. Baca juga: Mengenal Fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace Ketersediaan API  Photo Credit: DCStudio (Freepik) Meski semua pengembang dapat menggunakan API, aplikasi yang dibuat menggunakan API hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki edisi Workspace yang memenuhi syarat, yakni: Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade dan Nonprofits, termasuk rangkaian produktivitas G Suite Business.  Adapun edisi Workspace yang tidak dapat mengakses aplikasi dari API adalah Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, serta rangkaian produktivitas lama G Suite Basic. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Calendar User Availability API versi beta ini membuktikan bahwa Google Workspace merupakan solusi produktivitas yang lengkap dan bisa terus dikembangkan. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace dalam ekosistem pengembangan program dan aplikasi Anda? EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan solusi produktivitas Workspace yang resmi dan berlisensi. Untuk mulai konsultasi mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Memberdayakan Inovasi agar Dapat Membangun Bisnis yang Adaptif

Inovasi sering dikaitkan dengan suatu hal yang besar: meningkatkan keunggulan kompetitif atau mengembangkan produk baru. Namun sebenarnya semua itu dimulai dari hal-hal kecil. Mulai dari cara perusahaan secara teratur menyediakan waktu untuk berpikir kreatif, bereksperimen dengan proses, hingga menerapkan teknologi untuk berkolaborasi. Pendekatan inovasi ini membuatnya menjadi suatu eksplorasi berkelanjutan dari mode kerja yang membuat para karyawan merasa lebih terdorong untuk mencari tahu cara membuat pekerjaan mereka menjadi lebih efisien sehingga bisnis pun lebih tangguh. Ketika tim secara teratur diberdayakan untuk bereksperimen, penemuan yang muncul dan peningkatan produktivitas dapat membantu organisasi mengatasi tantangan yang tidak terduga dan membuka peluang baru. Menciptakan lingkungan yang mendorong terciptanya inovasi Photo Credit: Google Cloud Blog Pada akhirnya, terserah kepada setiap organisasi untuk menentukan cara terbaik untuk mengadopsi inovasi sebagai praktik sehari-hari. Namun, sebagai titik awal, ada nilai-nilai tertentu yang bisa diperkenalkan untuk membangun budaya yang mendukung pendekatan baru dalam bekerja. Dimulai dengan menciptakan suasana keamanan psikologis. Agar karyawan dan tim dapat mengambil risiko dalam mengembangkan inovasi, mereka harus merasa nyaman untuk berbicara, mengajukan pertanyaan, dan membuat kesalahan. Dorong karyawan untuk mengungkapkan rasa ingin tahu mereka. Selalu berikan apresiasi atas apa yang sudah mereka lakukan. Ketika karyawan merasa didengar, peluang mereka untuk berkontribusi pada potensi inovasi pun lebih besar. Namun mendengarkan tidak akan lengkap tanpa dorongan dari kepemimpinan. Agar perusahaan Anda lebih inovatif, dorong karyawan tingkat senior untuk memperkuat kontribusi rekan junior mereka. Baca juga: Trik Optimalisasi Chrome Browser untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja Mempraktikkan inovasi Menumbuhkan nilai-nilai seperti keselamatan, inklusivitas, dan kolaborasi adalah langkah pertama untuk membangun inovasi menjadi kebiasaan sehari-hari. Untuk memperkuat inovasi perusahaan Anda, pertimbangkan latihan yang dapat membantu tim Anda menjadi lebih kreatif berikut: Selenggarakan dan fasilitasi latihan brainstorming rutin yang ditujukan untuk inovasi. Anda dapat mencurahkan sesi yang berbeda untuk topik tertentu. Alat virtual, seperti Google Meet untuk bekerja secara real-time atau Spaces untuk percakapan yang berkelanjutan, memastikan karyawan hybrid bisa tetap berpartisipasi dari mana saja. Saring keingintahuan calon karyawan. Gunakan Google Forms untuk membuat survei guna membantu tim dan manajer departemen menilai kandidat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bereksperimenlah sedikit setiap hari. Secara khusus, dorong karyawan Anda untuk menggunakan teknologi dengan cara baru. Cara ini akan memberdayakan mereka untuk menjadi kreatif. Jadwalkan sesi berbagi pengetahuan atau buat utas obrolan yang memungkinkan karyawan dapat bertukar tips dan praktik terbaik untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi di tempat kerja. Photo Credit: Rawpixel Dukung karyawan Anda untuk fokus pada inovasi yang tepat bagi mereka. Pekerjaan semacam ini sering membutuhkan kombinasi antara waktu individu dan kolaborasi kelompok. Preferensi orang untuk setiap jenis pekerjaan mungkin bergantung pada beban kerja dan jadwal harian mereka, berikan fleksibilitas kepada karyawan Anda untuk memutuskan kapan dan bagaimana mereka berkontribusi pada upaya inovatif. Dorong karyawan Anda untuk menggunakan Google Calendar dan mengambil Focus Time yang dikhususkan untuk aktivitas yang mendukung inovasi, seperti riset tren. Bantu tim Anda menemukan alat pilihan mereka untuk pekerjaan individu dan kolektif serta kolaborasi waktu yang sama dan bertahap. Alat interaktif seperti Jamboard dan Miro di Google Meet dapat menyempurnakan sesi kerja real-time. Baca juga: 4 Fitur Baru Chrome untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Membangun budaya kreatif membutuhkan waktu, dan ini merupakan sebuah proses berkelanjutan. Pertama, Anda harus menerapkan praktik yang kreatif. Setelah memunculkan serangkaian ide bagus, Anda pilih yang terbaik untuk dikembangkan. Terakhir, ujilah ide-ide tersebut, luncurkan dan sempurnakan berdasarkan data yang tersedia dan feedback dari pengguna. Jika inovasi dapat berjalan, waktunya untuk mengembangkan dan menskalakannya. Namun jika tidak, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi kegagalan Anda. Google Workspace beserta aplikasi, fitur, kapabilitas, dan resources produktivitasnya siap mendukung Anda untuk menciptakan suatu budaya perusahaan baru yang lebih kreatif sehingga mampu menciptakan inovasi. Belum menggunakan Google Workspace? Hubungi EIKON Technology untuk penerapan yang mulus, praktis, dan hemat biaya. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Workspace

Cara Mengembangkan Add-ons Workspace Melalui Google Apps Script

Selama menggunakan Google Workspace, pernahkah Anda merasa ingin menambahkan fitur tertentu agar pekerjaan semakin mudah. Namun sayangnya, tidak pernah ada satu produk yang benar-benar bisa mengatasi masalah setiap orang. Meski begitu, bukan berarti hal ini tidak ada solusinya. Agar Workspace bisa memenuhi kebutuhan Anda, Google menghadirkan Apps Script. Apps Script sendiri merupakan subset dari JavaScript yang memungkinkan pengguna Google Workspace untuk memanipulasi kinerja aplikasi di dalamnya. Selain itu, add-ons buatan Apps Script dapat diunggah ke Google Workspace Marketplace, sehingga Anda bisa membagikan solusi yang sudah Anda buat atau menemukan add-ons gratis yang dibuat orang lain untuk memecahkan masalah serupa secara gratis. Mulai membangun add-on Google Apps Script dapat diakses dari aplikasi Workspace seperti Google Docs, Sheets, Slides, and Forms, membuatnya mudah untuk membuat skrip terbatas dalam dokumen tertentu. Anda dapat membuat sebuah add-on sambil menggunakannya ketika sedang menjalankan aplikasi. Add-on yang masih dalam pengembangan akan ditolak, tetapi karena Google mengizinkan fitur dan pembaruan tambahan untuk ditambahkan setelah disetujui, maka ada baiknya Anda merancang add-on sederhana yang dapat dikembangkan nantinya. Anda bahkan bisa meminta feedback dari orang lain yang sudah menggunakan add-on. Baca juga: Add-Ons to Docs and Sheets: A Little Something Extra Mempersiapkan add-on di Google Workspace Marketplace Setelah add-on siap digunakan, ada beberapa item yang perlu disiapkan sebelum dapat diunggah ke Marketplace untuk ditinjau: Situs web add-on: Marketplace mengharuskan semua add-on untuk memiliki situs web mereka sendiri yang hidup di domain yang dimiliki pembuatnya (bukan di Google Sites). Nama domain tidak harus berupa nama produk. Situs web add-on juga harus menyertakan halaman kebijakan privasi dan halaman persyaratan layanan. Halaman ini harus dapat diakses dari tingkat atas situs, dengan tautan ke kebijakan privasi dan persyaratan layanan yang tersedia. Logo aplikasi: Setiap add-on memerlukan logo aplikasi yang harus ditampilkan di situs web aplikasi. Ini tidak boleh menyertakan apa pun yang terlihat mirip dengan logo Google, termasuk semua logo produk. Ukuran logo kunci untuk verifikasi oAuth adalah 120×120. Menghubungkan add-on ke Google Cloud Project Setelah situs web dan logo aplikasi siap, saatnya menghubungkannya ke Google Cloud Project (GCP). Anda dapat memulai proyek baru di https://console.cloud.google.com, tetapi sebelum dapat menghubungkan proyek GCP ke skrip, selesaikan verifikasi OAuth terlebih dahulu. Photo Credit: Google Cloud Blog Dari Google Cloud Console, gunakan menu 3 baris di kiri atas untuk memilih “API’s & Services” dan pilih “OAuth consent screen” dari menu. Di sini, Anda dapat mengatur apakah add-on akan dipublikasikan sebagai aplikasi internal di domain Google Workspace Anda atau sebagai aplikasi eksternal yang dapat diakses siapa saja. Selanjutnya, unggah logo aplikasi dan masukkan tautan ke situs web aplikasi, kebijakan privasi, dan persyaratan layanan ke layar persetujuan OAuth. Setelah mengirimkan semua elemen yang diminta untuk layar persetujuan OAuth, Anda akan diarahkan kembali ke dasbor untuk meninjau aplikasi. Untuk menghubungkan skrip ke nomor project GCP, pilih editor skrip add-on dari dasbor di sidebar. Setelah itu, navigasikan ke project settings cog dan tempel nomor proyek. Baca juga: Membuat Aplikasi Customer Experience dengan Google Docs di Appsheet Membangun pratinjau YouTube Anda Sebelum memublikasikan, Anda perlu menyiapkan video YouTube untuk tujuan. Berikut cara yang direkomendasikan untuk membangun pratinjau YouTube: Navigasikan ke bagian Security akun Google Anda dan pilih “Third party apps with account access”. Hapus akses otorisasi yang Anda berikan sendiri selama pengujian. Saat jendela otorisasi Anda merekam layar, pilih untuk menguji add-on. Perhatikan bahwa audio tidak diperlukan karena ini bukan tutorial, hanya demonstrasi. Pastikan untuk menunjukkan Client ID di otorisasi add-on. Dalam rekaman, gulir melalui URL di bagian atas pop-up otorisasi, jeda pada Client ID cukup lama agar peninjau dapat mengonfirmasi bahwa ID dalam URL cocok dengan nomor proyek pada proyek Google Cloud. Photo Credit: Google Cloud Blog Setelah video selesai, Anda bisa langsung mengunggahnya ke YouTube. Video ini dapat disetel ke format unlisted, tetapi tidak dapat disetel menjadi video pribadi. Baca juga: Cara Membuat Aplikasi Tanpa Coding untuk Menyederhanakan Proses Kerja Jika ini adalah percobaan pertama Anda mengirimkan add-on untuk Google Marketplace, prosesnya mungkin akan terasa begitu panjang. Bahkan tidak menutup kemungkinan Anda akan mendapat penolakan. Bagaimanapun juga, mereka harus selalu memastikan bahwa end-user memiliki pengalaman positif dalam menggunakan add-on Google. Namun jangan lekas putus asa, terus lakukan evaluasi terhadap skrip Anda dan mintalah feedback dari orang lain. Akan lebih baik lagi jika add-on buatan Anda kemudian diterapkan sebagai solusi produktivitas di tempat kerja Anda. Penggunaan Workspace pun akan lebih optimal. Perusahaan Anda belum menggunakan Workspace? EIKON Technology menawarkan solusi penerapan Google Workspace yang mulus dan terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Collaboration, Google Workspace

Keberhasilan Merger Gojek dan Tokopedia, Tak Lepas dari Peran Integrasi Google Workspace

Merger antara dua startup raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia menjadi salah satu kabar bisnis terhangat pada tahun 2021 lalu. Kabar tersebut bahkan tidak hanya ramai diperbincangkan di Indonesia, tapi juga hingga mancanegara. Alasannya tak lain adalah karena performa Gojek sebagai perusahaan berbasis teknologi yang berkembang dengan pesat. Didirikan pada tanggal 5 Oktober 2009, pada tahun 2019 lalu, Gojek berhasil menjadi startup decacorn pertama Indonesia. Merger Gojek dan Tokopedia yang melahirkan Grup GoTo pun semakin membesarkan nama kedua startup tersebut. Tidak hanya sekadar populer, keduanya bahkan menawarkan lebih banyak layanan untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Terlebih kini GoTo mulai merambah pasar Asia Tenggara dengan menghadirkan layanan di Vietnam, Singapura, Thailand, serta Singapura. Namun di balik semua itu, pada dasarnya merger bukanlah suatu mekanisme bisnis yang simpel, terlebih jika melibatkan dua perusahaan besar yang sama-sama bonafide. Masing-masing perusahaan tentu memiliki nilai, metode operasional. dan tentu saja cara kerja yang berbeda. Untuk mencapai merger cara kerja yang sukses, GoTo Group memiliki satu kunci rahasia: integrasi Google Workspace. Manfaatkan ekosistem kolaborasi Google Workspace Photo Credit: gotocompany.com Selain sama-sama identik dengan warna hijau, ternyata Gojek dan Tokopedia sama-sama menggunakan Google Workspace untuk mendukung sistem kerja mereka. Seluruh staf dari kedua raksasa startup Indonesia tersebut telah terbiasa untuk bekerja dalam ekosistem kerja Workspace. Pada dasarnya, Google telah mendesain Workspace sebagai sebuah ruang kerja yang kolaboratif dan intuitif. Pengguna bisa dengan mudah mengundang dan menambahkan anggota dalam ruang kerjanya untuk kemudian mengerjakan proyek kerja bersama. Jika satu-dua orang saja yang harus diundang, tentu tidak akan menjadi masalah besar, namun bagaimana jika harus menambahkan seluruh staf yang ada dalam satu perusahaan? Jelas akan menjadi suatu tantangan tersendiri. Tidak mungkin pengguna menambahkan satu per satu staf dari perusahaan merger, karena jelas akan memakan banyak waktu, tenaga, dan tentunya biaya. Operasional bisnis pun berisiko terganggu karena harus menunggu proses tersebut. Dukungan migrasi Google Workspace dari EIKON Technology Untuk memastikan agar merger ekosistem Google Workspace Gojek dan Tokopedia berjalan lancar, tentu dibutuhkan suatu solusi yang tidak sekadar berpengalaman, tapi juga mampu meminimalkan berbagai risiko yang mungkin timbul. Di sinilah EIKON Technology hadir sebagai solusi. EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (TI), outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, EIKON Technology telah berpengalaman dalam mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk berbagai tantangan bisnis, termasuk mekanisme merger antara dua perusahaan atau lebih. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan dukungan migrasi dari EIKON Technology, proses merger ekosistem Google Workspace antara Gojek dan Tokopedia pun berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Total, proses merger ini menghabiskan waktu selama 3 bulan, terhitung singkat jika mengingat skala bisnis Gojek dan Tokopedia yang memang sudah begitu luas. Boris Hadjuk, Chief Information Security Officer (CISO) bahkan memuji lancarnya proses merger ekosistem Google Workspace Grup GoTo. Hadjuk mengungkapkan bahwa EIKON Technology berhasil menghadirkan sebuah solusi yang mustahil dijalankan dalam proses merger Global Fashion Group pada tahun 2018. Global Fashion Group sendiri merupakan sebuah e-commerce raksasa Singapura, tempat Hadjuk sempat menjabat sebagai Group CISO.   Solusi yang dihadirkan oleh EIKON Technology dalam proses merger Grup GoTo sekali lagi membuktikan bahwa ekosistem Google Workspace merupakan sebuah ekosistem kerja yang kolaboratif. Namun tentu saja hal ini juga tak lepas dari komitmen EIKON Technology dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif yang dapat menjawab berbagai tantangan bisnis yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Informasi selengkapnya mengenai berbagai solusi teknologi yang ditawarkan EIKON Technology, tersedia dalam website resmi www.eikontechnology.com.

Calender, Google Workspace

Upgrade Otorisasi OAuth 2.0 agar Calendar Interop Tetap Berjalan

Di tahun 2020 lalu, Google Workspace sempat mengumumkan dukungan OAuth 2.0 untuk memastikan Calendar Interop tetap tersedia meski Microsoft sudah menonaktifkan autentikasi dasar di Exchange Online mereka. Pada tanggal 1 Oktober 2022 nanti, Microsoft secara resmi akan mulai menghapus kemampuan untuk menggunakan autentikasi dasar di Exchange Online untuk Exchange Web Services. Ini akan memengaruhi pelanggan Workspace yang menggunakan Calendar Interop dengan autentikasi dasar Microsoft Office 365 untuk menjalankan Microsoft Exchange dan Google Calendar bekerja bersama.  Mengenal Calendar Interop Photo Credit: mamewmy (Freepik) Calendar Interop memungkinkan administrator untuk dapat menjalankan Microsoft Exchange dan Google Calendar bersamaan. Dengan begitu, pengguna kedua sistem kalender tersebut dapat berbagi ketersediaan mereka sehingga semua orang dapat melihat jadwal masing-masing. Dengan Calendar Interop administrator dapat: Mengaktifkan sistem di skala domain. Mengizinkan pengguna Calendar memesan item yang ada di Exchange, seperti ruang rapat, saat mereka menjadwalkan rapat. Menggunakan alat otomatis untuk memverifikasi penyiapan. Melihat pesan kesalahan dan saran untuk mengatasi kesalahan tersebut. Melacak permintaan pengguna lintas sistem untuk informasi ketersediaan di konsol Google Admin. Baca juga: Update Google Calendar: Lebih Banyak Opsi Tersedia untuk Working Location Sedangkan pengguna Calendar dan Exchange yang telah terhubung melalui Calendar Interop dapat: Melihat informasi ketersediaan pengguna, kalender grup atau tim, dan item pada kalender (seperti ruang rapat) di seluruh sistem. Telah mendukung ketersediaan dan pencarian informasi acara tambahan. Untuk ketersediaan, hanya blok “busy” yang terlihat oleh pengguna. Untuk informasi acara tambahan, hanya “title” dan “location” acara yang dapat dilihat. Informasi kalender dapat dilihat untuk peserta rapat di seluruh sistem saat menjadwalkan acara (misalnya, menggunakan opsi “Find a time” di Google Calendar atau “Scheduling Assistant” di Exchange). Selain itu, pengguna Exchange 2016 atau yang lebih baru dapat menambahkan kalender ke Google Calendar dalam tampilan utama mereka. Penting: Interop Kalender menghormati pengaturan privasi tingkat acara. Jika acara ditandai sebagai “private” di Exchange, detail acara tidak akan terlihat di Google Calendar. Demikian pula, jika acara ditandai sebagai “private” di Google Calendar, detailnya tidak akan terlihat di Exchange. Memesan item di Exchange (seperti ruang rapat) saat membuat acara di Google Calendar. Menggunakan Calendar Interop dengan Google Calendar di Android, Apple iOS, dan klien web. Menggunakan Calendar Interop dengan Microsoft Exchange 2013 atau yang lebih baru, atau klien Exchange Online (Microsoft 365). Ini juga termasuk versi Outlook komputer, seluler, dan web. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Meningkatkan autentikasi OAuth 2.0 untuk bisa terus gunakan Calendar Interop Photo Credit: Google Workspace Updates Seperti yang telah disebutkan di bagian awal, untuk bisa terus menggunakan Calendar Interop, administrator perlu melakukan upgrade ke OAuth 2.0. Namun perlu diingat, hal ini hanya berdampak pada implementasi Microsoft Exchange Online (Microsoft 365). Jika saat ini Anda menggunakan implementasi Exchange lokal, maka tidak perlu melakukan upgrade apa pun. Google Workspace telah menyusun sebuah panduan di Help Center untuk membantu administrator dalam menyiapkan Calendar Interop dan langkah-langkah yang diperlukan dalam upgrade ke OAuth 2.0. End-user tidak perlu melakukan pengaturan mandiri karena setelah administrator selesai menyiapkan, Calendar Interop bisa langsung digunakan. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Dengan Calendar Interop, Anda dapat mengakses informasi yang tersedia di dua sistem kalender sekaligus: Google Calendar sekaligus Microsoft Exchange. Agar tidak kehilangan kapabilitas tersebut, jangan lupa untuk melakukan upgrade ke OAuth 2.0 sebelum tanggal 1 Oktober 2022. Selain Calendar untuk menyusun jadwal Anda, Google Workspace juga menawarkan sejumlah aplikasi produktivitas lainnya seperti Docs dan Slides. Rangkaian produktivitas ini bahkan dapat digunakan untuk skala besar seperti di perusahaan atau instansi pendidikan. Dapatkan rangkaian Google Workspace for Business untuk bisnis Anda hanya di EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Docs, Google Workspace

Cara Buat Google Docs dan Tentukan Tugas dengan Mudah

Cara buat Google Docs begitu mudah dan simpel. Anda tidak perlu mengunduh software terpisah sebab aplikasi ini bisa diakses melalui browser. Bahkan jika fitur offline diaktifkan, Anda bisa tetap menggunakan aplikasi meski tidak tersambung ke internet. Bukan hanya itu, fitur di Google Docs pun terus ditingkatkan. Paling baru, kini Anda bisa menetapkan checklist tugas di aplikasi tersebut. Bagaimana cara kerjanya? Integrasi tugas di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Cara buat Google Docs yang simpel membuatnya makin digemari sebagai aplikasi produktivitas. Terlebih aplikasi ini pun dirancang untuk bisa mendukung kolaborasi kerja. Fitur baru ini adalah salah satu buktinya. Dengan fitur baru ini sekarang Anda dapat menambah dan menetapkan checklist, baik untuk diri sendiri maupun rekan kerja. Checklist baru akan secara otomatis muncul di Tasks list penerima tugas. Ketika pengeditan dokumen dilakukan pada item yang ditetapkan di Tasks, seperti perubahan judul, tanggal jatuh tempo, atau status penyelesaian, pembaruan tersebut akan ditampilkan di Docs. Cara buat Google Docs untuk menetapkan tugas baru Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru ini memerlukan pengaturan Google Tasks dari administrator. Tanyakan kepada administrator apakah Tasks untuk Anda dan orang-orang di satu domain yang sama sudah diaktifkan atau belum. Setelah aktif, pastikan bahwa Anda memiliki akses untuk mengedit dokumen. Jika status dokumen di Google Workspace adalah View only maka dokumen tersebut tidak bisa diedit. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Pengaturan administrator Administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Google Tasks untuk pengguna Workspace di satu domain. Pengguna yang mengaktifkan Tasks dapat membuat dan mengelola tugas: Dalam Calendar Di editor Chat, Gmail, atau Docs menggunakan Tasks sidebar Di Docs, dengan menetapkan tugas dari checklist Di Gmail menggunakan tab Tasks di spaces (untuk tim) Mengatur pengguna yang menggunakan Tasks Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Sebelum Anda mulai: Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di organizational unit (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke grup akses tersendiri. Sekarang, mari simak langkah-langkahnya: Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace Tasks. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan semua orang di perusahaan Anda, klik On for everyone atau Off for everyone, lalu klik Save. (Opsional) Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan di organizational unit: Di sebelah kiri, pilih organizational unit. Untuk mengubah Service status, pilih On atau Off. Pilih satu: Jika Service status diatur ke Inherited dan Anda ingin mempertahankan setelan yang diperbarui, meskipun setelan induk berubah, klik Override. Jika Service status diatur ke Overridden, klik Inherit untuk kembali ke pengaturan yang sama seperti induknya, atau klik Save untuk menyimpan pengaturan baru, bahkan jika pengaturan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekumpulan pengguna di seluruh atau di dalam organizational unit, pilih grup akses. Perlu diingat, perubahan konfigurasi dapat memakan waktu hingga 24 jam, tetapi biasanya terjadi lebih cepat. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Namun sayangnya fitur ini tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Fitur dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 17 Agustus 2022 (hingga maksimal 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal mulai diluncurkan pada tanggal 31 Agustus (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Dengan hadirnya fitur baru ini, cara buat Google Docs sebagai dokumen kolaborasi pun makin mudah. Anda bahkan bisa selalu memantau perubahan pada dokumen. Namun perlu diingat, fitur ini hanya tersedia untuk Workspace dalam penggunaan skala besar, bukan untuk pribadi. Nah, jika Anda tertarik untuk bekerja dengan ekosistem kerja Google Workspace, EIKON Technologu menawarkan edisi Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya dapat digunakan dalam skala besar untuk mendukung kolaborasi kerja. Kami menawarkan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Collaboration, Google Workspace

Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace

Selama bertahun-tahun, Google Workspace telah meluncurkan fitur untuk mendukung aksesibilitas yang berkelanjutan. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa setiap produk yang diluncurkan dapat dengan baik untuk semua orang, termasuk bagi pengguna dengan kebutuhan khusus. Beberapa fitur yang telah diluncurkan di antaranya adalah pembaca layar (screen readers), perangkat braille (braille devices), dan pembesar layar (screen magnifier). Baru-baru ini, Google Workspace meningkatkan kemampuan untuk menyesuaikan preferensi fitur aksesibilitas tersebut untuk aplikasi Docs, Sheets, Slides, dan Drawings secara terpisah. Itu artinya, setelan fitur aksesibilitas akan menyesuaikan masing-masing aplikasi, tak lagi satu setelan untuk semua (one for all) seperti sebelumnya. Preferensi fitur aksesibilitas Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace memang telah membekali aplikasi produktivitasnya, seperti Docs, Sheets, Slides, dan Drawings dengan fitur aksesibilitas. Hanya saja, pengaturan preferensi fitur-fitur tersebut tidak bisa diatur untuk masing-masing aplikasi. Namun dengan adanya peningkatan ini, Anda bisa mengatur preferensi fitur di tiap aplikasi. Baca juga: Apa yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365? Menariknya lagi, pengaturan preferensi ini tidak memerlukan konfigurasi dari administrator. Anda bisa langsung menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan saat menggunakan aplikasi. Caranya pun mudah. Pada aplikasi Docs, Sheets, Slides, atau Drawings, klik menu Tools > Accessibility > pilih pengaturan yang Anda inginkan. Peningkatan ini diluncurkan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai sejak tanggal 15 Agustus 2022 (visibilitas fitur hingga 15 hari ke depan). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022 (visibilitas fitur hingga 15 hari ke depan). Tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan G Suite Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Mengatur fitur screen reader Aksesibilitas Google Workspace sendiri terdiri dari beberapa fitur, di antaranya screen readers, braille devices, dan screen magnifier. Untuk membantu Anda mendapat gambaran penggunaan fitur, mari ambil contoh screen readers. Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan perangkat Anda sudah memiliki software untuk screen reader seperti ChromeVox, JAWS, NVDA, atau VoiceOver. Jika sudah, ikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Docs Spreadsheet, atau Slide, dan buka file. Di menu Tools, pilih Accessibility settings. Pilih Turn on screen reader support.  Setelah itu, fitur screen reader akan otomatis aktif. Anda bisa langsung mulai bekerja. Untuk menggunakan fitur lainnya, cukup ubah opsi. Katakanlah Anda ingin menggunakan fitur screen magnifier karena tampilan di layar kurang jelas. Untuk fitur yang satu ini, terdapat perbedaan antara MacOS, Windows, dan Chrome OS. MacOS Di browser Chrome, buka Google Docus. Di bawah “Tools,” pilih Accessibility settings lalu Turn on screen magnifier support. Jika kaca pembesar tidak mengikuti posisi di layar, Anda mungkin perlu menyesuaikan pengaturan komputer. Berikut langkah-langkahnya: Di “System preferences”, pilih Accessibility, lalu Zoom, klik Advanced. Pilih Zoom follows the keyboard focus. Windows Photo Credit: Freepik Untuk mengetahui cara menggunakan kaca pembesar layar, kunjungi Anda bisa mengakses dokumentasi yang telah disediakan Google Workspace ini. ChromeOS Di browser Chrome, buka Google Docus. Di bawah “Tools,” pilih Accessibility setting lalu Turn on screen magnifier support. Untuk menyalakan kaca pembesar di komputer Anda: Di “Settings,” klik Advanced, lalu Accessibility dan pilih Manage accessibility features. Pilih Enable fullscreen magnifier atau Enable docked magnifier. Baca juga: Update Terbaru Chromebook Menunjang Pembelajaran Bersistem Hybrid Dengan hadirnya upgrade ini, pengguna bisa menyesuaikan preferensi pengaturan fitur aksesibilitas untuk masing-masing aplikasi. Bekerja pun menjadi lebih efisien dan mudah. Solusi produktivitas Google Workspace menawarkan beragam aplikasi, fitur, serta kapabilitas untuk menunjang performa kerja Anda, bahkan saat bekerja dalam tim. Dapatkan Google Workspace for Business untuk menunjang kinerja bisnis Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Education, Google Workspace, School

Read Along: Bantu Siswa Belajar Membaca Lebih Cepat

Di tahun 2019, Google India meluncurkan Bolo, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar (SD) belajar membaca. Aplikasi tersebut berhasil membantu lebih dari 30 juta anak di India dan menyediakan lebih dari 120 juta cerita. Pada bulan Agustus 2022 ini, aplikasi tersebut diluncurkan untuk global di 180 negara dan berganti nama menjadi Read Along. Apa saja fitur yang ditawarkan aplikasi belajar ini? Mengenal aplikasi belajar Read Along Aplikasi Read Along pada dasarnya merupakan aplikasi Bolo yang telah dikembangkan dan didukung oleh teknologi canggih seperti text-to-speech dan pengenalan suara (speech recognition) milik Google. Selain itu, Read Along juga sudah mendukung 9 bahasa dunia, yaitu Inggris, Spanyol, Portugis, Hindi, Bengali, Marathi, Tamil, Telugu, dan Gujarat. Seperti pendahulunya, Bolo, Read Along juga diluncurkan dalam versi aplikasi mobile (Android app). Namun kini Google sedang mengembangkan versi web dan Anda bisa mencoba versi public beta di readalong.google.com. Sedikit tambahan informasi, baik Read Along versi aplikasi maupun web dapat diakses dan diunduh secara gratis. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Teman belajar Diya Photo Credit: senivpetro (Freepik) Untuk mendorong siswa agar dapat belajar membaca secara mandiri, Read Along telah dilengkapi dengan “seorang” asisten virtual bernama Diya. Ketika siswa membaca cerita, Diya akan mendengarkan. Setelah siswa selesai membaca, Diya akan memberikan penilaian dan mengoreksi jika ada kata-kata yang salah pelafalannya. Bukan cuma itu, Diya juga sudah dibekali kapabiltas untuk memberikan dukungan pada siswa agar mereka tetap semangat belajar membaca. Diya bisa ditemukan pada versi aplikasi maupun website. Selain itu, seluruh cerita yang tersedia di Read Along juga telah disertai dengan ilustrasi menarik yang akan memudahkan siswa membayangkan isi cerita. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Bantu tenaga pengajar Photo Credit: Freepik Read Along versi web juga membuka peluang baru bagi guru dan pimpinan sekolah di seluruh dunia, untuk memanfaatkan Read Along sebagai alat latihan membaca bagi siswa. Aplikasi ini dapat diakses melalui beberapa browser populer seperti Chrome, Firefox, dan Edge, dengan dukungan untuk iOS dan lebih banyak browser seperti Safari akan segera hadir. Di samping itu, tenaga pengajar juga bisa masuk dari akun unik untuk setiap anak di perangkat yang sama. Sebaiknya gunakan akun Google Workspace for Education di sekolah serta akun Google dengan Family Link di rumah agar penggunaan Read Along tetap aman dan terkontrol. Selain peluncuran situs web, Google juga telah menambahkan beberapa cerita baru di Read Along. Cerita-cerita baru ini merupakan hasil kolaborasi Google dengan content creator YouTube seperti ChuChu TV dan USP Studios. Kolaborasi tersebut mengadaptasi beberapa video populer mereka ke dalam format buku cerita. Google juga melanjutkan kolaborasi dengan Kutuki untuk mengadaptasi koleksi buku alfabet dan fonetik bahasa Inggris serta Hindi yang sangat baik untuk pembaca pemula. Buku-buku tersebut akan tersedia akhir tahun ini. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Membaca adalah keterampilan penting untuk dikembangkan pada usia muda. Dengan aplikasi Read Along, anak-anak bisa belajar membaca secara terarah namun tetap menyenangkan. Konten yang ditampilkan pun telah dikurasi dengan ketat sehingga aman untuk anak-anak. Seperti yang telah disebutkan, aplikasi Read Along akan bekerja lebih optimal jika di sekolah siswa juga belajar dengan dukungan Google Workspace for Education. Integrasi antara Read Along dengan Workspace akan memudahkan tenaga pengajar dalam melacak perkembangan belajar siswa. Dapatkan solusi Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, kami siap memberikan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi perencanaan hingga penerapan solusi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini

Google Meet, Google Workspace

Transformasi Google Duo Menjadi Meet, Apa yang Berubah

Di bulan Juni 2022 lalu, Google Duo mengalami upgrade besar-besaran. Aplikasi mobile dengan fungsi utama video call tersebut menghadirkan sebagian besar fitur Google Meet. Hingga pada akhirnya pada awal Agustus, Google mengumumkan bahwa dua aplikasi video call tersebut dilebur menjadi satu solusi. Peningkatan tersebut memberi semua orang akses ke fitur baru, seperti menjadwalkan dan bergabung ke rapat, latar belakang virtual, obrolan dalam rapat, dan lainnya, di samping fitur video call yang dimiliki Google Duo sekarang. Lebih banyak fitur menarik Photo Credit: Google The Keyword Peningkatan baru Google Duo ini memungkinkan Anda memulai panggilan video instan dengan seluruh kelompok belajar atau terhubung dengan rekan kerja pada waktu yang terjadwal. Sebelum bergabung ke rapat, Anda dapat mengubah latar belakang atau menerapkan efek visual. Selama rapat, Anda juga bisa menggunakan obrolan dan teks untuk lebih aktif berpartisipasi. Baca juga: Sensasi Video Call ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Selain itu, upgrade ini juga menghadirkan kapabilitas untuk berbagi langsung. Kapabilitas baru yang disebut “live sharing” ini memungkinkan pengguna Google Meet berinteraksi dalam rapat melalui konten yang mereka bagikan. Jadi katakanlah Anda baru saja menemukan sebuah video menarik di YouTube kemudian ingin membagikannya pada rekan kerja. Melalui kapabilitas baru ini, Anda bisa langsung menampilkan video tersebut ketika meeting berlangsung. Photo Credit: Google The Keyword Bukan hanya video, Anda juga bisa membagikan playlist dari aplikasi Spotify untuk mendengarkan lagu bersama, bahkan bermain gim seperti Heads Up!, UNO! Mobile, atau Kahoot! Sebagai ice breaker sebelum rapat dimulai. Dengan begitu, seluruh peserta rapat lebih antusias untuk berpartisipasi. Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Apa saja yang berubah? Lalu sebenarnya, apa saja perubahan yang akan dirasakan oleh end-user, terutama pengguna yang telah terbiasa menggunakan Google Duo? Sejak akhir Juli hingga awal Agustus, fitur dan kapabilitas baru ini mulai diluncurkan ke aplikasi Google Duo. Perubahan yang paling jelas adalah penggantian icon aplikasi. Kini, icon aplikasi Duo berubah menjadi icon Google Meet. Sementara fitur serta kapabilitas di dalamnya perlahan-lahan ditambahkan sepanjang bulan Agustus 2022 ini di seluruh perangkat seluler serta tablet, dan akan muncul untuk perangkat lain nantinya. Untuk memastikan transisi yang mulus, pastikan untuk perbarui aplikasi Google Duo Anda ke versi terbaru. Jika sekarang Anda menggunakan aplikasi Google Meet yang sudah ada, tidak akan ada perubahan. Aplikasi dan icon Meet Anda yang sudah ada akan berubah menjadi Google Meet (original). Anda dapat terus menggunakan aplikasi ini untuk bergabung dan menjadwalkan rapat, tetapi sebaiknya gunakan aplikasi Google Meet yang diperbarui untuk mendapatkan gabungan fitur video meeting dan panggilan di satu tempat. Photo Credit: Google The Keyword Ke depannya, Google berencana untuk menghadirkan lebih banyak fitur serta kapabilitas di aplikasi video meeting tersebut. Tujuannya tak lain adalah untuk membantu orang terhubung, berkolaborasi, dan saling berbagi pengalaman di perangkat apa pun, baik di rumah, di sekolah, maupun di kantor. Transisi dari Google Duo menjadi Meet ini pun telah didukung teknologi terbaru yang seamless sehingga perubahan terjadi begitu mulus dan tidak mengganggu produktivitas kerja. Baca juga: Fitur De-Reverberation Kini Tersedia di Google Meet PC Dan Aplikasi “Peleburan” Google Duo dan Meet ini bertujuan agar Google bisa memberikan aplikasi video meeting terbaik yang dapat diakses dari perangkat apa pun. Upgrade terbaru ini memungkinkan Anda menikmati pengalaman video call dengan Meet di PC meski sebenarnya sedang terhubung melalui smartphone saja. Untuk mendukung upgrade ini, Anda sebaiknya menggunakan rangkaian produktivitas Google Workspace, terlebih jika bekerja dengan banyak orang. Dengan Google Workspace, Anda bisa dengan mudah mengakses Meet meski sedang bekerja di aplikasi seperti Docs maupun Slides. Dapatkan paket berlangganan Google Workspace for Business di EIKON Technology. Klik di sini untuk mulai berkonsultasi mengenai solusi yang Anda cari.

Gmail, Google Cloud

Pengalaman Terpadu Log Gmail di BigQuery, Seperti Apa?

Sebelumnya, Google menyimpan log Gmail langsung ke lokasi tersendiri di BigQuery. Namun mulai 10 Agustus 2022, penyimpanan log Gmail secara bertahap dipindahkan ke log dan laporan Google Workspace di BigQuery. Untuk lebih memahami tentang transisi ini, mari simak ulasan berikut. Perpindahan ke log dan laporan Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui update di blog resminya, Google Workspace mengumumkan bahwa kini log Gmail akan dipindahkan ke log dan laporan Google Workspace di BigQuery. Sebelumnya, log Gmail diletakkan di tempat terpisah di BigQuery. Namun perubahan ini hanya akan memengaruhi pelanggan Google Workspace yang mengaktifkan BigQuery Export. Sedangkan pelanggan baru akan dipandu dalam menyiapkan proyek BigQuery Workspace untuk log Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Saat perubahan ini terjadi, data Gmail akan diekspor ke log Gmail dan log Workspace dalam waktu singkat. Pelanggan Google Workspace lama yang terpengaruh akan menerima pemberitahuan email dengan informasi lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang. Mengapa perpindahan ini penting? Perubahan ini akan membuat satu ruang untuk mengakses semua peristiwa audit Google Workspace Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu berpindah-pindah lokasi untuk mengecek log Gmail. Semuanya telah tersimpan dalam satu tempat dan saling terintegrasi. Setelah penggabungan ini selesai, Anda tidak bisa lagi menggunakan log Gmail di BigQuery melalui konsol Admin. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Help Center. Google telah menyediakan dokumentasi khusus membahas perubahan ini, termasuk petunjuk langkah demi langkah terperinci tentang penanganan perubahan ini. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Periode ekspor ganda sementara dan persyaratan penyimpanan BigQuery Setelah log Gmail disetel untuk diekspor ke log Workspace, data ini akan diekspor untuk sementara ke dua tujuan: Proyek BigQuery khusus Gmail Anda sebelumnya Proyek BigQuery Workspace baru atau yang sudah ada, yang menyimpan data untuk semua aplikasi Google Workspace Hal ini juga akan memengaruhi batas kuota BigQuery Anda dan seberapa sering kuota tersebut harus diperbarui, serta biaya yang terkait dengan mengekspor log ke BigQuery. Untuk menghindari dampak pada kuota dan data duplikat, sebaiknya nonaktifkan ekspor log Gmail ke proyek BigQuery khusus Gmail Anda. Baca juga: Percepat Migrasi Data BigQuery dengan Penerjemah SQL Otomatis Mulai menerapkan transisi Perubahan ini memerlukan konfigurasi dari administrator, end-user tidak perlu melakukan pengaturan sendiri. Detail mengenai konfigurasi tersebut bisa Anda simak di sini. Transisi akan dimulai pada tanggal 10 Agustus 2022 baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal melalui metode extended rollout (ada kemungkinan peluncuran lebih lama dari 15 untuk visibilitas keseluruhan fitur). Tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard  Namun tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Frontline, dan Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace).  Baca juga: Memantau dan Menganalisis Performa BigQuery dengan Information Schema Transisi baru BigQuery tersebut tersedia untuk Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan produk Google resmi dan bergaransi. Di samping itu, kami juga menyediakan layanan konsultasi untuk memudahkan Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. EIKON Technology juga menyediakan Google Workspace for Business yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan produktivitas bisnsi. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Scroll to Top